Anda di halaman 1dari 29

REFERAT GANGGUAN ISI PIKIR

PENDAHULUAN
Pikiran normal mengacu kepada komponen ide dari aktifitas mental, proses untuk
membayangkan, menilai, mengevaluasi, meramalkan, merencanakan, menciptakan dan
kemauan.Pikiran dibagi menjadi proses (bentuk) dan isi, proses dimaksudkan sebagai cara
dimana seseorang menyatukan gagaan dan asosiasi yaitu bentuk dimana

seseorang

berpikir. Sementara isi pikiran dimaksudkan pada apa yang sesungguhnya dipikirkan oleh
seseorang, gagasan, keyakinan, preokupasi, obsesi. 1
Gangguan berpikir umumnya dikenali dari pembicaraan dan tulisan. Hal ini dapat
disimpulkan dari ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas.1
Inti dari gangguan isi pikiran adalah keyakinan dan bentuk pendirian yang
abnormal. Perkembangan dari ketidaknormalan mengenai keyakinan dan pendirian harus
mempertimbangkan kultur seseorang. Keyakinan mungkin kelihatan tidak normal pada satu
kultur atau subkultur mungkin secara umum dapat diterima oleh kultur yang lain. Waham
adalah merupakan salah satu gangguan dari isi pikiran. Ini meliputi hal yang dikatakan oleh
pasien atau hal yang sedang dipikirkna olehnya. Mungkin sesuai atau tidak sesuai dengan
sikap dan tingkah laku umum, umpamanya pasien mungkin tidak bertingkah laku
bergantung (dependent), namun dilaporkannya perasaan tidak berdaya, rasa bergantung,
membutuhkan bantuan. Informasi ini mungkin dilaporkannya secara spontan atau setelah
ditanyakan kepadanya. 1,2

GANGGUAN ISI PIKIR


Gangguan Isi Pikiran adalah gangguan buah pikiran atau keyakinan sesorang, dan bukan
cara penyampaiannya.gangguan isi pikir tersebut terdiri dari:
1. Kemiskinan isi pikir: Pikiran yang menghasilkan hanya sedikit informasi dikarenakan
ketidk jelasan, pengulangan yang kosong, atau frase yang tidak dikenal. 2
2. Pikiran bunuh diri (suicidal though/ideation): mulai dari kadang-kadang memikirkan
tetang bunuh diri sampai terus-menerus memikir tentang bagaimanakah ia dapat
membunuh dirinya.2,3
3. Pikiran hubungan (ideas of reference): pembicaraan oranglain, benda-benda atau
kejadian dihubungkan dengan dirinya, umpumanya burung bersiul dianggapnya
sebagai sebuah berita, atau temannya memakai kemeja berwarna merah berarti ia
sedanga marah padaya. (Pasien mungkin sadar bahwa pikirannya itu tidak masuk
akal.2,3,4
Yang perlu dibedakan adalah ideas of reference dan delusion of reference. Delusion
of reference merupakan salah satu gejala yang paling menonjol perhatikan pada
skizofrenia, dan mengarah pasien diyakinkan bahwa media,televisi, atau radio
berbicara tentang dia / dia atau berpesan tentang dia / nya. Beberapa kriteria
memungkinkan untuk menarik perbedaan antara ideas of reference dan delusion of
reference.4
Pertama, ideas of reference memiliki lebih sedikit dampak pada kehidupan pasien
dari delusion of reference. Kedua, tingkat keyakinan yang berhubungan dengan ideas
of reference jauh lebih rendah daripada dengan delusion of reference. Terakhir,ideas of
reference ("tetangga menertawakan saya") terkait dengan keyakinan tingkat masuk akal
yang jauh lebih kuat dari yang yang melekat pada delusion of reference ("koran
berbicara tentang saya").4
4. Pikiran yang aneh sekali.(Pikiran Bizar): isi pikiran yang aneh, eksentrik atau tidak
biasa (tidak usah merupakan waham), umpamanya pikir-pikir tentang orang mat, bila

sudah dikuburkan, bagaimana ia nanti di dalam tanah itu atau: apabila semua lautan
menjadi kering, bagaimanakah dengan semua ikan yang ada didalamnya?.2
5. Fobi: rasa takut yang irasional terhadap sesuatu benda atau keadaan yang tidak dapat
dihilangkan atau ditekan oleh pasien, biarpun diketahuinya bahwa hal itu irasioanl
adanya. Fobi itu dapat mengakibatkan kompulsi, umpamanya fobi kotor atau fobi
kuman menimbulkan kompulsi cuci-cuci tangan. Ini perlu dibedakan dari kecemasan
yang mengambang (free-floating anxiety) atau kecemasan terhadap keadaan umum,
nisalnya takut akan jatuh sakit, takut gagal dalam usahanya.2,5
Fobia terbagi menjadi dua yaitu fobia spesifik dan fobia kompleks:5,6
a. Fobia spesifik adalah kecemasan tentang satu objek, situasi atau kegiatan. Ini
umumnya termasuk binatang atau serangga, seperti laba-laba atau ular, atau
lingkungan, seperti takut ketinggian atau badai. Kadang-kadang fobia spesifik
melibatkan situasi, seperti terbang atau menggunakan eskalator, atau berada dalam
situasi yang dapat menyebabkan acara ditakuti seperti muntah atau tersedak. Fobia
spesifik juga bisa menjadi takut darah, intervensi medis seperti suntikan, atau
cedera.
Orang dengan darah-cedera fobia mungkin pingsan di hadapan darah atau cedera,
menyusul penurunan denyut jantung dan tekanan darah. Tanggapan vasovagal ini
menyebabkan pingsan biasanya tidak terjadi dengan gangguan kecemasan lain
sebagai seseorang detak jantung dan tekanan darah biasanya meningkat sebagai
tingkat kenaikan gairah mereka.5,6
b. Fobia kompleks melibatkan beberapa kecemasan. Agoraphobia - yang dapat
mencakup takut pada ruang terbuka, banyak, tempat umum, memasuki toko atau
bepergian sendirian di bentuk transportasi - adalah fobia yang kompleks.
Agoraphobia sering terjadi dengan gangguan panik, yang, seperti fobia adalah
gangguan kecemasan. Seringkali agoraphobia termasuk kecemasan tidak mampu
melarikan diri ke tempat yang aman (biasanya rumah). Fobia Sosial, contoh kedua
fobia kompleks adalah takut situasi sosial atau kinerja, seperti pesta atau berbicara
di depan umum. Orang dengan fobia sosial takut bahwa mereka akan berperilaku

dengan cara yang tidak dapat diterima atau memalukan yang akan menyebabkan
orang

lain

untuk

menghakimi

mereka

negatif.

Dalam kasus di mana fobia seseorang melibatkan situasi atau objek yang sulit,
penghindaran mereka dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari menjadi terbatas
dan kadang-kadang depresi. Dalam kasus agoraphobia, orang bisa menjadi hampir
House-Bound.5,6
6. Kompulsi: Menurut Steketee dan Barlow (Durand & Barlow, 2006), kompulsi dapat
berbentuk perilaku (misalnya mencuci tangan, memeriksa keadaan) atau mental
(memikirkan tentang kata-kata tertentu dengan urutan tertentu, menghitung, berdoa dan
seterusnya). Kompulsi adalah perilaku berulang atau tindakan mental yang orang
merasa didorong untuk melakukan dalam menanggapi sebuah obsesi. Perilaku yang
bertujuan untuk mencegah atau mengurangi tekanan atau situasi yang ditakuti. Dalam
kasus yang paling parah, pengulangan konstan ritual dapat mengisi hari, membuat
rutinitas normal tidak mungkin. Peracikan penderitaan ritual ini menyebabkan adalah
pengetahuan

bahwa

dorongan

irasional.

2,7,8

Beberapa

contoh

adalah:

a. Membersihkan-Untuk mengurangi rasa takut yang nyata atau membayangkan


kuman, kotoran, atau bahan kimia akan "mengotori" mereka beberapa menghabiskan
berjam-jam

mencuci

sendiri

atau

membersihkan

lingkungan

mereka.7

b. Mengulangi -Untuk menghilangkan kecemasan, beberapa mengucapkan nama atau


frase, atau mengulangi perilaku beberapa kali. Mereka tahu pengulangan ini tidak akan
benar-benar menjaga terhadap cedera tetapi takut bahaya akan terjadi jika pengulangan
tidak dilakukan. 7
c. Memeriksa -Untuk mengurangi takut merugikan diri sendiri atau orang lain dengan,
misalnya, lupa untuk mengunci pintu atau mematikan kompor gas, beberapa
mengembangkan memeriksa ritual. Beberapa juga berulang kali menelusuri
mengemudi

rute

untuk

memastikan

mereka

tidak

memukul

siapapun.7

d. Pemesanan dan mengatur -Untuk mengurangi ketidaknyamanan, beberapa ingin


menaruh benda, seperti buku dalam urutan tertentu, atau mengatur barang-barang
rumah tangga "begitu", atau secara simetris, atau memiliki hal-hal yang sempurna.7
e. Penimbunan -Untuk mengurangi ketidaknyamanan, beberapa memegang surat kabar,
majalah, pakaian, kertas, dan memo, sehingga mereka membentuk tumpukan, dan
mengganggu rumah tangga. 7
f. Dorongan Mental - Menanggapi mengganggu pikiran obsesif, beberapa diam-diam
berdoa atau mengatakan frase untuk mengurangi kecemasan atau mencegah peristiwa
masa depan yang ditakuti..7
7. Obsesi: isi pikiran yang kukuh (persistent) timbul, biarpun tidak dikehendakinya, dan
diketahuinya bahwa hal itu tidak wajar atau tidak mungkin. Obsesi adalah pikiran yang
berulang dan terus-menerus, impuls, atau gambar yang menyebabkan emosi negatif
seperti kecemasan atau jijik. Gangguann pada Obsesi dan kompulsi dikenal sebagai
Gangguan

Obsesif-kompulsif

(Obsessive-Compulsive

Disorder,

OCD)

yang

merupakan kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya


yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa
kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan
tingkat kecemasannya. Orang dengan OCD mengakui bahwa pikiran, impuls, atau
gambar adalah produk dari pikiran mereka dan berlebihan atau tidak masuk akal.
Namun pikiran-pikiran mengganggu tidak dapat diselesaikan dengan logika atau
penalaran. Kebanyakan orang mencoba untuk mengabaikan atau menekan obsesi
tersebut atau menetralisir mereka dengan beberapa pemikiran atau tindakan lainnya.
Obsesi umum termasuk kekhawatiran berlebihan tentang kontaminasi atau kerusakan,
kebutuhan untuk simetri atau ketepatan, atau pikiran seksual atau agama terlarang.2,7,8
8. Preokupasi

Merupakan pikiran terpaku hanya pada sebuah idea saja, yang biasanya
berhubungan dengan keadaan yang bernada emosional yan kuat. Ini belum merupakan,
tetapi dapat menjadi obsesi.2
9. Pikiran yang tidak memadai (inadequate):
Merupakan Pikiran yang eksentrik, tidak cocok dengan banyak hal, terutama dalam
pergaulan dan pekerjaan seseorang.2
10. Waham
Waham adalah keyakinan palsu, didasarkan kepada kesimpulan yang salah
tentang eksternal, tidak sejalan dengan intelegensia pasien dan latar belakang kultural,
yang tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan.
Defenisi ini untuk memisahkan waham-waham yang merupakan indikator dari
penyakit jiwa dari jenis-jenis lain keyakinan yang dipegang kuat yang ditemukan
diantara orang-orang yang sehat.Jadi pikiran waham hanya dapat dimengerti atau
dievaluasi dengan sedikitnya beberapa pengetahuan dari hubungan interpersonal
pasien; seperti keterlibatan mereka terhadap agama atau kelompok politik. 1,2
Gambaran Waham
1.Waham menurut konsep dasarnya 1,9
Waham sistematis: Keyakinan yang palsu yang digabungkan oleh suatu tema atau
peristiwa tunggal, melibatkan situasi yang menurut pikiran dapat terjadi
dikehidupan nyata.
Waham yang kacau (Bizarre Delusion): Keyakinan palsu yang aneh, mustahil dan
sama sekali tidak masuk akal tidak berasal dari pengalaman hidup pada umumnya.
2.Waham berdasarkan klasifikasinya 1,9

Dalam defenisi waham, menegaskan bahwa keyakinan harus dipegang


teguh. Namun keyakinan mungkin saja tidak benar-benar dipegang sebelum atau
sesudah waham telah terbentuk sepenuhnya. Walaupun beberapa waham telah
terbentuk sepenuhnya dalam pikiran pasien dan dengan keyakinan yang kuat waham
lainnya berkembang lebih secara berangsur-angsur. Dengan cara yang sama selama
proses penyembuhan daripenyakitnya seorang pasien mungkin melewati tahap
dimana peningkatan keraguan tentang keyakinannya sebelum akhirnya menolak
keyakinan itu sebagai suatu hal yang palsu. Fenomena ini disebut waham parsial.
Adalah cara yang sangat aman menggunakan istilah waham parsial (hanya jika itu
dikenali sebelumnya sebagai waham komplit atau dengan melihat ke belakang)
untuk mendapat perkembangan lebih lanjut menuju waham komplit. Waham parsial
terkadang ditemukan selama tingkat dini skizofrenia.
3. Menurut Onsetnya 1,9
Waham juga dikategorikan dalambentuk primer dan sekunder
Waham Primer (autochthonous)
Merupakan salah satu waham yang muncul secara tiba-tiba dan
dengan keyakinan penuh namun tanpa peranan perilaku kejiwaan kearah itu.
Contoh: Seorang pasien mungkin secara tiba-tiba dan penuh keyakinan
bahwa dia sedang mengalami perubahan kelamin, tanpa pernah memikirkan
hal itu sebelumnya dan tanpa ada ide atau kejadian sebelumnya yang dapat
dimengerti atas kesimpulan tersebut. Keyakinan datang di dalam pikiran
secara tiba-tiba dibentuk penuh dan dalam bentuk keyakinan sempurna.
Agaknya hal tersebut merupakan ekspresi langsung dari proses patologi
penyebab penyajit jiwa-satu gejala primer. Tidak semua waham primer
dimulai dengan suatu ide, suatu mood waham atau persepsi waham juga
dapat muncul tiba-tiba dan tanpa pendahuluan untuk menjelaskan hal
tersebut. Tentu saja pasien untuk mengingat saat-saat tepat dari sesuatu yang
tidak biasa dan sering mempengaruhi keadaan jiwa dan untuk alasan ini,
merupakan hal yang sulit untuk meyakini apa yang disebut primer.

Waham Sekunder
Dimana keyakinan waham dapat dijelaskan atau dinilai sebagai
perluasan dari keyakinan kultur atau mood. Waham sekunder dapat
dimengerti saat diperoleh dari beberapa pengalaman yang tidak wajar
sebelumnya. Akhirnya mungkin menjadi beberapa jenis, seperti halusinasi
(Contoh seseorang yang mendengar suara-suara mungkin akan menjadi
percaya bahwa ia telah diikuti) suatu mood (contoh seseorang yang
sebelumnya mengalami depresi mungkin percaya bahwa orang-orang
berpikir ia tidak berharga) atau existing delusion (contoh seseorang dengan
waham bahwa ia telah kehilangan seluruh uangnya akan mempercayai
bahwa ia akan dipenjara karena tidak bayar hutang). Beberapa waham
sekunder kelihatannya memiliki sebuah fungsi integratif membuat pengalam
asli menjadi lebih dapat dimengerti pasien seperti contoh pertama diatas.
Yang lainnya kelihatan sebaliknya menambah rasa penyiksaan atau
kegagalan seperti pada contoh ketiga.
4. Pengalaman Waham Lainnya. 1,9
Mood Waham
Saat seorang pasien pertama kali mengalami sebuah waham, ia juga
memiliki sebuah respon emosional dan mengartikan lingkungannya dengan
cara yang baru. Kadang-kadang kejadiannya terbalik. Pengalaman pertama
merupakan sebuah perubahan mood, seringkali sebuah perasaan cemas
dengan prasangka bahwa beberapa kejadian menakutkan akan terjadi dan
kemudian waham terjadi. Di Jerman, perubahan mood ini disebut
washtimmung, sebuah istilah yang biasanya diartikan sebagai mood
waham.Dengan kata lain mood waham (Atmosfir waham) adalah suatu
keadaan yang membibungkan, suatu perasaan yang aneh atau gaib atau
ganjil sedang terjadi melibatkan pasien tapi dengan cara yang tidak spesifik.

Persepsi Waham
Mengacu kepada pengalaman dari penafsiran sebuah persepsi yang
normal dengan pengertian waham, yang mana hal ini memiliki makna
pribadi yang begitu besar bagi pasien. Contoh waham fregoli; illusion
desosies sindrom capgras.
Memori Waham
Adalah ingatan dari suatu kejadian adalah waham yang nyata
5. Waham Berdasarkan Temanya 1,9
Waham dikelompokkan menurut temanya. Pengelompokan ini berguna
karena ada beberapa penyesuaian antara tema dan bentuk-bentuk utama penyakit
jiwa.
Waham Kejar
Sebuah waham dengan tema utama bahwa pasien diserang, diganggu, ditipu,
disiksa atau dilawan komplotan.
Waham Referensi
Keyakinan bahwa objek, kejadian atau orang memiliki sebuah makna
pribadi bagi pasien. Umumnya dalam bentuk negatif diturunkan dari ide referensi,
dimana seseorang secara salah merasa bahwa ia sedang dibicarakan orang lain.
Waham Kebesaran
Menunjukkan kepentingan, kemampuan, kekuatan, pengetahuan
atau identitas yang berlebihan atau hubungan khusus dengan dewa atau orang
terkenal.
Waham rasa bersalah dan Ketidakberhargaan

Ditemukan lebih sering pada penyakit depresi dan terkadang disebut waham
depresi. Tema-tema yang khas adalah kesalahan yang kecil dari hukum pada masa
yang lalu akan ditemukan dan membawa malu pada pasien, atau kesalahannya akan
membawa ganti rugi pada keluarganya.
Waham Nihilistik
Merupakan keyakinan tentang ketiadaan beberapa orang atau sesuatu. Tapi
pengertian ini diperluas hingga termasuk ide-ide pesimis bahwa karier pasien
berakhir, ia akan mati, tidak memiliki uang atau bahwa dunia adalah merupakan
sebuah malapetaka. Waham nihilistik dihubungkan dengan derajat ekstrim dari
mood depresi.
Waham Somatik
Keyakinan palsu yang menyangkut fungsi tubuh pasien. Dimana pasien
memiliki suatu cacat fisik atau kondisi medis umum.
Waham Agama
Waham yang berisi nilai agama, lebih sering terjadi pada abad 19 daripada
masa sekarang, agaknya mencerminkan bagian terbesar bahwa agama dijalankan
dalam kehidupan orang-orang biasa dimasa lalu. Suatu keyakinan agama yang tidak
biasa dan dipegang dengan kuat ditemui diantara anggota kelompok agama
minoritas, dapat disarankan untuk berbicara kepada anggota yang lain sebelum
menentukan apakah ide-ide itu abnormal atau tidak.
Waham Cemburu
Keyakinan palsu yang didapatkan dari kecemburuan patologis bahwa
kekasih pasien adalah tidak jujur.
Waham Seksual atau Cinta (Erotomania)

10

Keduanya jarang terjadi namun jika terjadi hal ini sering terjadi pada wanita.
Waham mengenai hubungan seksual seringkali sekunder pada halusinasi somatik
yang dirasakan pada genital.Seorang wanita dengan waham cinta percaya bahwa ia
dicintai oleh pria yang biasanya tak dapat digapai, dari golongan status sosial yang
lebih tinggi dan kepada siapa dia belum pernah bicara.
Waham Pengendalian
Keyakinan bahwa tindakan, perasaan dan kemauan adalah benar-benar
berasal dan dipengaruhi atau diatur oleh orang atau kekuatan dari luar.
a. Penarikan Pikiran (thought witdrawal)
Keyakinan bahwa pikirannya telah ditarik keluar
b. Penanaman Pikiran (thought insertion)
Keyakinan bahwa beberapa pikirannya adalah bukan miliknya telah
ditanamkan kedalam pikirannya oleh kekuatan dari luar.
c. Penyiaran Pikiran (thought broadcasting)
Keyakinan bahwa pikirannya telah diketahui oleh yang lain, seolah-olah
setiap orang dapat membaca pikirannya.
d. Pengendalian pikiran (thought control)
Keyakinan bahwa pikiran pasien dikendalikan oleh orang atau tenaga lain.
6. Menurut Ciri lainnya 1,9
Waham Terbagi
Waham tidak hanya terdapat pada individu yang terisolasi, gangguan
waham dapat terjadi pada pasangan (folie a deux) dan pada famili (folie en
famille)
Maradon de Montyel membagi folie a deux kedalam tiga kelompok.
a. Folie impose
Bentuk gangguan yang paling sering dan klasik, orang yang dominan
mengembangkan suatu sistem waham dan secara progresif menanamkan

11

siswam waham tersebut kedalam orang yang biasanya lebih muda dan
lebih pasif.
b. Folie Simultanee
Sistem waham yang serupa dikembangkan secara terpisah pada dua
orang yang berhubungan erat. Perpisahan kedua orang tersebut tidak
menyebabkan perbaikan pada keduanya.
c. Folie communiquite
Orang yang dominan terlibat dalam mengakibatkan sistem waham
yang mirip pada orang yang tunduk, tetapi orang yang tunduk
mengembangkan sistem wahamnya sendiri, yang tidak menghilang
setelah perpisahan kedua pihak.
d.Folie Induite (Heinz Lehmann menambahkan yang keempat):
Satu

orang

dengan

waham

memperluas

wahamnya

dengan

mengambil waham dari orang kedua. Waham terbagi biasanya terjadi


dimana orang yang dominant biasanya menderita skizofrenia atau
gangguan psikotik simpleks. Pada 25% orang yang tunduk memiliki
kecacatan fisik termasuk ketulian, penyakit serebrovaskuler atau
kecacatan lain yang meningkatkan ketergantungan orang yang tunduk
terhadap yang dominan.
7. Kesesuaian antara Waham dengan mood 1,9
Waham sejalan dengan mood: Waham dengan isi yang sesuai dengan
mood.
Waham yang tidak sejalan dengan mood: Waham dengan isi yang tidak
mempunyai hubungan dengan mood atau merupakan mood netral.

KESIMPULAN

12

Pikiran normal mengacu kepada komponen ide dari aktifitas mental, proses untuk
membayangkan, menilai, mengevaluasi, meramalkan, merencanakan, menciptakan dan
kemauan.Pikiran dibagi menjadi proses (bentuk) dan isi, proses dimaksudkan sebagai cara
dimana seseorang menyatukan gagaan dan asosiasi yaitu bentuk dimana

seseorang

berpikir. Sementara isi pikiran dimaksudkan pada apa yang sesungguhnya dipikirkan oleh
seseorang, gagasan, keyakinan, preokupasi, obsesi.
Inti dari gangguan isi pikiran adalah keyakinan dan bentuk pendirian yang
abnormal. Perkembangan dari ketidaknormalan mengenai keyakinan dan pendirian harus
mempertimbangkan kultur seseorang. Keyakinan mungkin kelihatan tidak normal pada satu
kultur atau subkultur mungkin secara umum dapat diterima oleh kultur yang lain.
Gangguan isi pikiran terdiri dari, kebesaran, pikiran bunuh diri, ideas of reference, pikiran
bizarre, fobi, kompulsi, obsesi, pikiran tidak memadai, preokupasi dan waham.

REFERENSI

13

1. Maramis, W.F.2005.Ilmu Kedokteran Jiwa. Edisi kesembilan.Airlangga University


Press.Surabaya.
2. Elvira.Sylvia D.2010. Buku Ajar Psikiatri. Edisi kedua. Badan Penerbit Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta
3. Sadock. James,B. et al. 2007. Kaplan & Saddock Synopsis of Psikiatry: Behavioral
Sciences/Clinical Psyciatry. Edisi Kesepuluh. Lippincott Williams & Wilkins.
4. Francheschu,P. 2007. Theory Cognitive distortions: personalization. University of
Corsica.
5. Palmer,Prof, S. 2008. Phobias-What, Who, Why, and How To Help. The British
Psyicological Society. Leicester United Kongdom.
6. Wilson. B. 2005. Healhty Minds, Healthy Lives: Fobhia. American Psyciatric
Association.
7. Wilson. B. 2005. Healhty Minds, Healthy Lives: Obsessive-Compulsive Disorder.
American Psyciatric Association.
8. Anggraeni M. Perilaku Obsesif Kompulsif Disorder pada Peserta Penurunan Berat
Badan. Universitas Brawijaya.
9. Camellia Vita. Waham Secara Klinik. Tidak Diterbitkan.Universitas Sumatera Utara.

LAPORAN KASUS
GANGGUAN PSIKOTIK AKUT DAN SEMENTARA LIRSCHIZOFRENIA
Diperoleh Dari

: Lukman

14

Pekerjaan

: Mahasiswa

Pendidikan

: SMA

Alamat

: Pinrang

Hub. DenganPasien

: Adik pasien

( Tanggal 6 Juli 2015)


KU

: Mengamuk

AT

: Pasien laki-laki masuk ke RSUD diantar keluarga dengan


keluhan mengamuk yang dialami sejak 1 minggu sebelum masuk
rumah sakit kemudian semakin memberat menurut pengakuan
keluarga. Menurut keluarga, pasien selalu mengancam dengan
benda tajam, memukul saudaranya, pasien juga dikeluhkan
gelisah, susah tidur bila malam hari dan jika pasien tidak tidur,
pasien

hanya

mondar-mandir

dan

berbicaraterus

menerus.

Pasien mengaku mendengar suara-suara yang mengganggu


untuk mengangkat dirinya sebagai presiden RI. Pasien juga
pernah melihat ular dalam rumah. Pasien sering keluar rumah
tanpa tujuan, pasien sering ke jalan memegang bambu yang
sering pasien mainkan. Pasien juga merusak pohon-pohon yang
ada di jalan.
Awal perubahan dialami 2 minggu yang lalu saat pasien baru
pulang bekerja dari Malaysia. Menurut keluarga, pasien sudah
mulai sering mengamuk. Sebelum perubahan, pasien adalah
seorang yang pendiam dan rajinbekerja. Pasien bekerja di
minimarket Malaysia.
RPM

: - Lahir secara normal, di rumah dibantu dukun


- Pertumbuhan dan perkembangan baik
15

- Pendidikan terakhir SD
- Riwayat Kerja sebagai pegawai pabrik
RPK

: - Anak pertama dari 5 bersaudara


- Hubungan dengan keluargabaik
- Pasien belum menikah
- Riwayat keluarga dengan keluhan yang sama tidak ada
- Pasien saat ini tinggal bersamakeluarga

RPS

: Trauma (-)

Merokok (-)

Kejang (-)

Alkohol (-)

Infeksi (-)

Obat-obatan (-)

No. Status / No. Reg

: 142463

16

Masuk RS

: RSKD

Nama

: Tn. T

JenisKelamin

: Laki-Laki,

Tempat/Tgl Lahir : Bontocupu, 18 Oktober 1980


Status Perkawinan

: Sudah menikah,

Agama

:
Warga Negara

: Indonesia,

SukuBangsa

:
Pekerjaan / Sekolah

Alamat / No. Telpon

: Pinrang

Nama, alamat dan No. Telpon keluargaterdekat : Lukman 082394313074


Dikirim oleh

(dokter atau instansi dgn alamat &

telp)
Dokter Yang Mengobati :

Diagnosa sementara

: Gangguan Psikotik Akut dan Sementara Lir-

Skizofrenia (waktu pasien masuk tanggal 6 Juli 2015)


Gejala-gejala utama

: Mengamuk

LAPORAN PSIKIATRIK

17

I.

RIWAYAT PENYAKIT:
A. Keluhan utama dan alasan MRSJ / terapi
:
Mengamuk
B. Riwayat gangguan sekarang, perhatikan
:
- Keluhan dan gejala
Mengamuk
- Hendaya / Disfungsi
Hendaya waktu senggang (+)
Hendaya pekerjaan (+)
Hendaya sosial (+)
- Faktor Stresor psikososial
Tidak diketahui
- Hubungan gangguan, sekarang dengan riwayat penyakit
fisik dan psikis sebelumnya:
Tidak ada
C. Riwayat gangguan sebelumnya :
Tidakada
D. Riwayat kehidupan pribadi :
E. Riwayat kehidupan keluarga :
F. Situasi sekarang :
Sebelum pasien dibawake RSKD, pasien tinggal bersama
keluarganya di Pinrang. 3 minggu sebelumnya baru pulang dari
Malaysia, sejak saat itu pasien mulai mengamuk.
G. Persepsi pasien tentang data diri dan kehidupannya :
Saat ini pasien merasa dirinya tidak dalam keadaaan sakit,
pasien merasa bahwa dirinya dikurung karena ada yang mau
mengambil jabatan presidennya.

II.

STATUS MENTAL : ( Pada Tanggal 7 Juli 2015)


A. DeskripsiUmum
:
1. Penampilan
:
Seorang laki-laki, rambut hitam lurus, memakai baju putih, dan
jaket putih garis merah di lengan, celana panjang hitam, kulit
sawo matang, perawatan diri kurang.

18

2. Kesadaran : Berubah
3. Perilaku dan aktivitas psikomotor : Tenang
4. Pembicaraan

: Spontan, kadang irrelevan, kadang flight

of idea
5. Sikap terhadap pemeriksa : kooperatif
B. Keadaan Afektif (mood), perasaan, dan empati, perhatian:
1. Mood : Biasa
2. Afek : Hostile
3. Empati: Tidak dapat dirabarasakan
C. Fungsi Intelektual (kognitif) :
1. Taraf Pendidikan, Pengetahuan umum dan kecerdasan :
2. Daya Konsentrasi : Baik
3. Orientasi (waktu, tempat, dan orang):
Waktu:baik
Tempat :baik
Orang: baik
4. Daya Ingat :
Jangka panjang baik
Jangka menengah baik
Jangka pendek baik
5. Pikiran abstrak : terganggu
6. Bakat kreatif : Tidakada
7. Kemampuan menolong diri sendiri : Baik/Cukup
D. Gangguan Persepsi
1. Halusinasi
:
Ada, halusinasi auditorik yaitu suara yang mengganggu dan
mendukungnya

sebagai

Presiden

Republik

Indonesi

menggantikan Jokowi.
2. Ilusi
: Tidak ada

19

3. Depersonalisasi
4. Derealisasi

: Tidak ada
: Tidak ada

E. Proses Berpikir :
1. Aruspikiran :
a. Produktivitas : cukup
b. Kontiniutas : kadang irrelevant, kadang asosiasi longgar.
c. Hendaya berbahasa : Tidakada
2. Isi pikiran :
a. Prekupasi: tidak ada
b. Gangguan isi pikiran :
Waham kebesaran: Yakin dirinya adalah presiden republik
Indonesia
F. Pengendalian Impuls : Terganggu
G. DayaNilai
1. Norma Sosial: Terganggu
2. Uji Daya Nilai: Terganggu
3. Penilaian Realitas: Terganggu
H. Tilikan (insight): Tilikan 1 yaitu pasien tidak mengakui bahwa
dirinya sakit dan tidak mau berobat.
I. Taraf dapat dipercaya: Tidak dapat dipercaya
III.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LANJUT :

Pemeriksaan Fisik :

Status Internus

P=18kali/menit
Tuliskan pula hal-hal bermakna lainnya yg anda temukan pada

: T=100/70

N=84 kali/menit

S=36.8C

pemeriksaan fisik pem. Lab dan penunjang lainnya:


Status Internus : Dalam batas normal
Status Neurologik : Dalam batas normal

20

IV.

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

: (Tuliskan hanya yang ada

gangguan secarasingkat)
Seorang pasien laki-laki umur 35 tahun yang diantar ke RSKD
untuk pertama kalinya, rambut hitam lurus, berbaju putih, jaket
putih garis merah di lengan, celana hitam, kulit sawo matang,
perawakan sedang, perawatan diri cukup, dengan keluhan utama
mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengaku mendengar
suara-suara

yang

mengganggu

dan

mendukungnya

sebagai

Presiden Republik Indonesia. Pasien juga pernah melihat ular


dalam rumah. Pasien juga sering keluar rumah tanpa tujuan,
pasien sering ke jalan sambil memegang bamboo yang sering
pasien mainkan. Pasien juga merusak pohon-pohon yang berada di
jalan.
Awal 3 minggu yang lalu saat pasien baru pulang dari Malaysia.
Menurut keluarga, pasien sudah mulai sering mengamuk. Sebelum
perubahan, pasien adalah seorang yang pendiam dan rajin
bekerja. Pasien bekerja di Minimarket Malaysia. Masalah selama
bekerja di Malaysia tidak diketahui. Masalah di keluarga tidak ada.
Hendaya waktu senggang (+), Hendaya pekerjaan (+), dan
Hendaya Sosial (+)
Dari pemeriksaan Status Mental didapatkan Seorang pasien
laki-laki umur 35 tahun yang diantar ke RSKD untuk pertama
kalinya, rambut hitam lurus, berbaju putih, jaket putih garis merah
di lengan, celana hitam, kulit sawo matang, perawakan sedang,
perawatan diri cukup. Kesadaran berubah. Pembicaraan spontan,
Cukup, Intonasi biasa. Afek Hostile dan Empati tidak dapat diraba
rasakan. Gangguan persepsi Ada, berupa halusinasi auditorik yaitu
suara yang mengganggu dan mendukungnya sebagai Presiden
Republik Indonesia. Proses pikir, kontinuitas kadang irrelevant dan
kadang asosiasi longgar. Gangguan Isi pikiran ada, yaitu Waham
21

kebesaran: yakin dirinya adalah presiden Republik Indonesia. Daya


nilai

Terganggu,

Tilikan

1,

Tidak

dapat

dipercaya.

Hasil

pemeriksaan fisis didapatkan status Internus dalam batas normal,


dan hasil pemeriksaan laboratorium, status internus tidak terdapat
kelainan dan status neurologis tidak ada kelainan.
V.

EVALUASI MULTAKSIAL: (Sesuai PPDGJ-III)

Aksis I
Berdasarkan
status

alloanamnesis

mental

mengamuk

autoanamnesis

didapatkan

dengan

gejala

mengancam

klinis

dan

pemeriksaan

bermakna

benda

tajam,

berupa
memukul

saudaranya. Sering gelisah, susah tidur, bila tidak tidur pasien


selalu mondar-mandir dan bicara terus menerus, merusak pohon
di jalan, sehingga tidak terlibat interaksi social, keadaan yang
menimbulkan

penderitaan

pada

pasien

dan

keluarga

serta

terdapat Hendaya (Disability) pada fungsi psikososial, pekerjaan,


waktu senggang tidak baik sehingga dapat disimpulkan pasien
menderita gangguan jiwa.
Pada autoanamnesis, pemeriksaan status mental didapatkan
adanya hendaya berat dalam menilai realita berupa halusinasi,
ilusi,

dangan

gguan

perilaku

berupa

mengamuk

sehingga

didagnosis gangguan jiwapsikotik.


Perlansungan gejala dari pasienya itu sejak 2 minggu lalu,
sehingga dikatakan gangguan jiwa akut. Dari hasil alloamnesis,
autoamnesis, dan pemeriksaan status mental didapatkan afek
hostile, gangguan persepsi berupa halusinasi auditorik di mana
terdapat

suara-suara

yang

mendukung

menjadi

presiden,

gangguan isi pikir berupa, waham kebesaran bahwa pasien telah


menjadi Presiden Republik Indonesia dan yakin bahwa anaknya

22

sedang dilindungi oleh dewa ular yang tinggal di matahari,


perlangsungannya

kurang

lebih

minggu,

namun

belum

memenuhi criteria skizofrenia. Gangguan waham masihperlu


diobservasi lebih lanjut, maka menurut PPOGJ III, diagnosis
sementaradapat

diarahkanpada

GangguanPsikotik

Akut

dan

Sementara Lir. Skizofrenia (F23.2)

Aksis II
Dari informasi yang didapatkan pasien merupakan orang yang
pendiam dan suka bekerja. Namun data ini belum cukup untuk
mengarahkan pasien ke salah satu gangguan kepribadian.

VI.

Aksis III
Tidak ada diagnosis medic

Aksis IV
Faktor psikososial tidak jelas.

Aksis V
GAF Score 50-41
Gejala berat (serious). Disabilitas berat
DAFTAR PROBLEM
Organobiologik: Tidak ditemukan kelainan fisik yang bermakna,
tetapi terdapat ketidakseimbangan neurotransmitter dopamine
pada SSP maka pasien memerlukan farmakoterapi
Psikologik: Ditemukan hendaya berat dalam menilai realita berupa
halusinasi auditorik yang mendukung pasien untuk naik jadi
presiden, adanya ilusi/waham kebesaran yang meyakini pasien
adalah

Presiden

Republik

Indonesia

sehingga

memerlukan

psikoterapi.

23

Neurologik: Ditemukan adanya hendaya dalam bidang social,


pekerjaan dan menggunakan waku senggang sehingga diperlukan
psikoterapi.
VII.

PROGNOSIS
Dubia ad malam.
Faktor Pendukung: Faktor Penghambat: Stressor tidak jelas, pasien tidak mau minum
obat.

VIII.

PEMBAHASAN/TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Gangguan Jiwa berdasarkan konsep PPDGJ III dan The ICD10 Classification of Mental and Behavioral Disorder, didapatkan
bahwa gangguan jiwa:
1. Adanya Gejala klinis yang bermakna, berupa Sindrom atau Pola
Perilaku dan atau sindrom atau pola psikologik
2. Gejala klinik tersebut menimbulkan penderitaan (distress)
antara lain dapat berupa: rasa nyeri, tidak nyaman, tidak
tentram, terganggu, disfugsi organ tubuh, dll.
3. Gejala klinik tersebut menimbulkan disabilitas (disability) daam
aktivitas kehidupan sehari-hari yang biasa dan diperlukan untuk
perawatan diri dan kelangsungan hidup (mandi,berpakaian,
makan, kebersihan diri, dll)
Gangguan jiwa psikotik merupakan gangguan mental yang
menyebabkan

ketidakmampuan

seseorang

dalam

menilai

realitadengan realita menurut pasien. Hasilnya, yang merupakan


menurut pasien adalah berupa waham atau halusinasi. Waham
merupakan gangguan isi pikir berupa keyakinan yang salah dan
tidak sesuai dengan realita yang diyakini oleh pasien dan tetap
dipertahankan meskipun telah ditunjukkan bahwa keyakinan
tersebut salah. Sedangkan Halusinasi merupakan misspersepsi
dari paca indera melalui objek yang tidak nyata. Gejala psikotik
yang lain berupa ilusi (mispersepsi terhadap objek nyata),

24

depersonalisasi (mispersepsi pada diri sendiri) dan derealisasi


(mispersepsi terhadap lingkungan).
Gangguan jiwa psikotik terbagi menjadi dua yaitu gangguan
jiwa psikotik tipe organic (gangguan mental organic) dimana
terdapat mekanisme patologis yang jelas pada organ (baik itu
akibat usia, metabolic, tumir, infeksi, trauma, NAPZA) dan
gangguan

Non-Organik

biasanya

terdapat

(Fungsional).

penurunan

Gangguan

kesadaran

jiwa

dan

organic

disorientasi

sedangkan Non organic tidak ditemukan gejala tersebut.


Gangguan jiwa psikotik non organic merupakan kelompok penyakit
terdiri dari skizofrenia, gangguan psikotik akut dan sementara,
gangguan

waham

menetap,

gangguan

skizotipal,

gangguan

waham induksi, gangguan skizoafektif.


Gangguan Psikotik akut dan sementara memiliki ciri-ciri yang
mencerminkan prioritas (PPDGJ-III)
a. Onset yang akut ( dalam masa 2 minggu atau kurang= jangkan
waktu gejala-gejala psikotik menjadi nyata dan mengganggu
sedikitnya beberap aspek kehidupan dan pekerjaan sehari-hari,
tidak termasuk priode prodromal yang gejalanya sering tidak
jelas) sebagai cirri khas yang menentukan seluruh kelompok;
b. Adanya sindrom yang khas (berupa polimorfik= beraneka
ragam dan berubah cepat, atau skizofrenia-like= gejala
skizofreni yang khas.
c. Adanya stress akut yang berkaitan (tidak selalu ada, sehingga
dispesifikasi dengan karakter ke 5; x0=Tanpa penyerta stress
akut; x1=dengan penyerta stress akut. Kesulitan atau problem
yang berkepanjangan tidak boleh dimasukkan sebagai sumber
stress dalam konteks ini.
d. Tanpa diketahui berapa lama gangguan akan berlangsung.

25

Gangguan

Psikotik

akut

dan

sementara

Lir-skizofrenia

(Schizofrena-like Akut) (F23.2) Pedoman diagnostic

Untuk diagnosis pasti harus memenuhi:


a. Onset gejal psikotik harus akut (2minggu atau kurang,
dari suatu keadaan nonpsikotik menjadi keadaan yang
jelas psikotik);
b. Gejala-gejala

yang

memenuhi

kreteria

untuk

skizofrenia (F20) harus sudah ada untuk sebagian


besar waktu sejak berkembangnya gambaran klinis

yang jelas psikotik


c. Criteria untuk psikosis polimorfik akut tidak terpenuhi
Apabila gejala-gejala skizofrenia menetap untuk kurun waktu
lebih dari 1 bulan lamanya, maka diagnosis dirubah menjadi
skizofrenia.

Pada pasien ini didapatkan keluhan utama yaitu mengamuk dan


terdapat Halusinasi auditorik

dan terdapat waham kebesaran

yaitu waham kalau dirinya adalah seorang Presiden RI yang


biasanya terdapat pada psikotik non-organik. Gejala objektif yang
didapatkan seperti afek hostile, tidak terdapat gangguan kognitif,
kesadaran berubah ini menunjukkan tanda psikotik. Pada pasien
tidak ditemukan

halusinasi visual, disorientasi waktu, tempat,

orang sehingga bukan sebagai psikotik

non-organik. Dan dari

onset perlangsungannya yaitu 2 minggu sehingga diagnosis


diarahkan kepada Gangguan Psikotik Akut dan Sementara LirSchizofrenia (F23.2)
IX.

RENCANA TERAPI
A. Psikofarmakoterapi
- Risperidon 2 mg 2x1
- Clozapine 25 mg 0-0-1
- Bila menolak oral, ijeksi Lodomer 1 amp/8 jam/ im

26

B. Psikoterapi
- Ventilasi: memberikan kesempatan kepada pasien sebesarbesarnya

untuk

mengungkap

masalah-masalah

yang

dihadapinya serta persepsinya dalam menangani masalah


tersebut,
-

agar

pasien

merasa

lebih

nyaman

setelah

membagi masalahnya.
Konseling: Memberikan konseling kepada pasien menganai
tata cara dalam menghadapi masalah, menuntun pasien
untuk dapat mengatasi masalahnya, ini dilakukan secara
baik sambil mengedukasi pasien untuk tetap melanjutkan
pengobatan.

X.

FOLLOW UP
Follow up gejala klinis pasien, tanda-tanda vital, efektivitas
pengobatan dan efek samping yang ditimbulkan dari pengobatan.

LAMPIRAN AUTOANAMNESIS (Tanggal 7 Juli 2015)


P: Pak tamrin, kenapa ki di bawa ke sini?
T: Disuruh berobat dulu, saya seorang Presiden Republik Indonesia
P: Kenapa ki disuruh jadi presiden:
T: Ditunjukka karena saya pintar main karate dan pintar ilmu-ilmu.
P: Ilmu-ilmu apa?
T: Bukan ilmu-ilmu, tau siapa guna-guna saya, kenapa saya
macam dipenjara begini.
P: Bapak mau diobati pak?
T: Tidak, kalau mau diobati di rumah saja.
P: Bapak mengamuk bede?
T: Bukan saya mengamuk, saya tidak tau kenapa diikat.
P: Apa kah yang kita bikin di rumah?
T: Saya di kurung dari atas sampai bawah guna-guna, dikasih
guna-guna.
P: Kenapa ki di guna-guna?
T: Itu nda tau, karena anaknya sepupuku dulu, saya disuruh kawin
dengannya, tapi saya tidak mau, dulu duit ku tidak ada, sekarang

27

banyak karena saya sudah dijadikan Presiden Republik Indonesia.


Nanti saya kasih uangku kalau sudah jadi Presiden .
P: Kenapa pade begitu bajuta? pada yang saya liat selama ini,
Presiden itu rapi-rapi bajunya.
T: Karena ini bajuku, tidak ada mi isteriku, jadi begini semua mi
bajuku, tidak ada yang mencuci di rumah,
P: Jadi pisah mki degan isterita?
T: Belumpi, dulu disuruh aku jangan balik ke rumah, ituah aku
tidak balik ke rumah.
P: Di mana rumahta?
T: Di BontoPucuk, Labalaka, Pinrang.
P: Kita tadi bilang dari Malaysia.
T: Isteri saya orang Malaysia, isteri saya orang india, anak saya
orang india.
P: Jadi 2 isterita?
T: Tidak, satu. Yang satu menjadi isteri orang cina. Itu anaknya bos
Aw. Dia sering ketemu dalam mimpi saya, karena kawin dalam
mimpi, dia mau sama saya.
P: Oh, Begitu. Sekolah jki dulu?
T: Iya, Sampai tingkatan SMP tingkat 1.
P: Berapi mi Umurta?
T: 35 umurku.
P: Tidak pernah ki melihat yang aneh-aneh?
T: Tidak ada, saya Cuma dikasih bodo-bdo di sini.
P: Kalau mendengar bisikan-bisikan?
T: Tidak ada juga.
P: Pernah ki kah bertemu jokowi?
T: Saya berteman facebook dengan jokowi.
P: Darimana ki kenal pade jokowi?
T: Dari facebook, waktu jokowi diundi saya dukung jadi presiden
jadi dia Naik jadi presiden
P: Kapan ki di suruh jadi Presiden sama Jokowi?
T: Barusan tadi, tadi pagi,Biarlah saya mengundurkan diri jadi
presiden nak, sama wakil presiden dan Syahrul Yasin Limpo nak.
Karena saya sudah tua, mau rehat0rehat dulu. Saya pusing sudah.
Biarlah anak muda penerus bangsa Indonesia.
P: Kenapa ki mau jadi Presiden?

28

T: Saya tidak mau jadi presdien, saya didukung sama keluarga.


Siapa yang mau jadi presiden ambil saja, jangan saya dikurung
seperti ini.
P: Berapa anakta?
T: 1.
P: Isteri ta?
T: 1 juga.
P: Isteri ta dimana?
T: Di Malaysia.
P: Anak ta?
T: Tidak tau dimana anakku, itu hari saya mau jumpa di
Malaysia tapi tidak jumpa, karena bus sudah berangkat.
P: Naik bus ki?
T: Bukan, Naik kapal air ke Malaysia, 2 malam.
P: Jadi, dimana mi anakta sekarang?
T: Saya tidak tau dimana.
P: Sudah mki cari?
A: Anakku bersama dewa ular yang ambil anakku, disuruh jaga.
Ada ki di matahari. Dia yang jadi alam sekitar.
P: Kenapa di suruh jagai anakta? Tidak ada yang bias jaga ki?
A: Tidak tau juga, dia disuruh jaga ki anakku.
P: Jadi sekarang ada ki diluar ini dewanya?
A: Tidak tau mi, saya dikurung disini.
P: Pernah ki liat dewa ular kah?
A: Tidak, dia jadi alam sekitar.
P: Terus kalau malam, hilang mi?
A: tidak tau juga kalau itu.

29