Anda di halaman 1dari 4

Jenis Struktur Organisasi : Kelebihan dan Kekurangannya

Terdapat beragam jenis struktur organisasi yang bisa didesain. Tulisan dibawah ini akan
menggambarkan beberapa jenis struktur, disertai dengan kekuatan serta keterbatasan dari
setiap jenis.

Tipe Struktur Fungsional


Mendesain struktur berdasar fungsi-fungsi yang ada dalam suatu organisasi/divisi/sub divisi.
Misal fungsi niaga, fungsi SDM dan fungsi teknik.
Tipe ini memiliki kelebihan seperti berikut.

Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi

Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas

Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis

Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut:

Lingkungan stabil

Tugas bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi

Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional

Namun tipe fungsional juga memiliki sejumlah keterbatasan, seperti :

Menekankan pada rutinitas tugas kurang memperhatikan aspek strategis jangka

panjang

Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit

Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi

Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi dan kadang membuat koordinasi dan

kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan

Tipe Output-based Structure


Mendesain struktur berdasar output/produk yang dihasilkan oleh unit/bagian organisasi
yang bersangkutan.
Kelebihan

Mendorong akuntabilitas yang lebih besar terhadap hasil akhir (output yang

dihasilkan)

Memungkinkan terjadinya diversifikasi ketrampilan (cross functional skills)

Koordinasi antar fungsi didalam tiap posisi menjadi lebih mudah

Relevan untuk Situasi:

Lingkungan tidak stabil

Ukuran organisasi relatif besar

Mengutamakan spesialisasi produk/output dan inovasi

Kekurangan

Berpeluang menggunakan ketrampilan dan sumber daya secara tidak efisien

Menuntut adanya multiple role pada para karyawan sehingga dapat menimbulkan

work stress

Hanya terpaku pada satu produk tertentu (output)

Tipe Struktur Matriks


Mendesain struktur berdasar kombinasi antara tipe fungsional dan tipe output-based.
Kelebihan

Mendorong penggunaan orang secara fleksibel

Mengoptimalkan penggunaan sumber daya keahlian yang dimiliki

Menumbuhkan koordinasi dan integrasi yang kohesif

Relevan untuk Situasi:

Dorongan untuk mendistribusikan dan membagi sumber daya/kapabilitas

Fokus pada dual perspectives : keahlian fungsional dan keandalan output

Kekurangan

Berpeluang menumbuhkan role ambiguity

Tanpa keseimbangan wewenang antara manajer fungsional dengan output-based

coordinator, kinerja akan terganggu

Memberi kesempatan bagi inkonsistensi permintaan antara fungsional dan output-

based people.

Process-based Structure
Mendesain struktur berdasar proses inti yang dilakukan oleh organisasi. Tipe ini lebih
menekankan pada relasi lateral dibanding relasi vertikal.
Beberapa Ciri Process-based Structure:

Struktur ini didesain berdasar tiga hingga enam core process yang dimiliki oleh suatu

unit/sub unit organisasi. Struktur tidak didasarkan pada fungsi ataupun output, tapi pada
proses.

Fokus pada tugas/aktivitas yang menciptakan value. Tugas/aktivitas disimplifikasikan

dengan cara mengeliminasi tugas-tugas yang non-esensial dan mengurangi tangga hirarki.

Dalam tipe ini, tim bersifat fundamental. Tim yang bersifat otonom

bertanggungjawab untuk mendesain rencana dan mengeksekusinya hingga tuntas.

Anggota tim memiliki multiple skills

Kelebihan

Menumbuhkan efisiensi dan speed dalam penyelesaian tugas/pekerjaan

Mengurangi garis pemisah antar departemen

Meningkatkan kemampuan untuk melihat total wok flow

Mengembangkan keterlibatan karyawan

Mengurangi cost karena less overhead structure

Relevan untuk Situasi:

Lingkungan organisasi yang selalu berubah

Memiliki banyak projek yang tidak bersifat rutin

Kekurangan

Membutuhkan ketrampilan baru untuk mengelola relasi lateral

Membuka peluang untuk melakukan duplikasi sumber daya dan menciptakan role

ambiguity

Membutuhkan perubahan command-and-control mindset

Mungkin membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan secara tim

Berpeluang tidak efektif jika prosesnya salah diidentifikasi