Anda di halaman 1dari 2

NAMA : GUSTIA ANERI

NIM : 1201036
SI-VIA
TUGAS TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI STERIL

INJEKSI KERING
Injeksi adalah sediaan steril yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam
kulit atau melalui kulit atau melalui selaput lendir. Sediaan injeksi kering dalam FI
Edisi III disebut berupa zat padat kering jika akan disuntikkan ditambah zat pembawa
yang cocok dan steril, hasilnya merupakan larutan yang memenuhi syarat larutan
injeksi. Penggunakan sediaan injeksi kering ini dikhususkan untuk sediaan yang tidak
stabil atau mudah terdegradasi dalam larutan.
Cara Pembuatan Injeksi Kering
1. Sterilisasi
Sebelum proses produksi dimulai terlebih dahulu dilakukan sterilisasi
ruangan, mesin, wadah dan perlengkapannya.
2. Pengisian
Vial yang telah bersih dan steril diisi serbuk steril dengan menggunakan mesin
pengisi lalu ditutup.
3. Pemeriksaan Visual
Vial yang telah berisi serbuk diperiksa secara visual untuk melihat ada atau
tidaknya partikel lain.
4. Pengemasan
Vial-vial dimasukka ke dalam dos kecil dan dilengkapi dengan brosur.
Kemudian dimasukkan ke dalam individual box, diberi kartu control dan
dimasukkan ke dalam master box dan segel.
Evaluasi sediaan injeksi terdiri dari evaluasi fisika, evaluasi biologi dan
evaluasi kimia. Evaluasi fisika meliputi Penetapan pH, Bahan Partikulat

dalam Injeksi , Penetapan Volume Injeksi Dalam Wadah, Uji Keseragaman


Bobot dan Keseragaman Volume, Uji Kejernihan Larutan, Uji Kebocoran.
Evaluasi biologi meliputi Uji Efektivitas Pengawet Antimikroba, Uji
Sterilitas, Uji Endotoksin Bakteri, Uji Pirogen, dan Uji Kandungan Zat
Antimikroba. Evaluasi kimia meliputi Uji Identifikasi dan Penetapan Kadar
(Sesuai dengan monografi sediaan masing-masing) (Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, 1995).
Contoh injeksi kering : injeksi solumedrol 500 mg, injeksi kering streptomisin
sulfat.