P. 1
RPJMN 2010-2014, BUKU II: Matriks Rencana Tindak K/L

RPJMN 2010-2014, BUKU II: Matriks Rencana Tindak K/L

|Views: 3,871|Likes:
Dipublikasikan oleh Parjoko MD
BUKU II: MEMPERKUAT SINERGI ANTAR BIDANG PEMBANGUNAN, MATRIKS RENCANA TINDAK KEMENTERIAN/LEMBAGA
BUKU II: MEMPERKUAT SINERGI ANTAR BIDANG PEMBANGUNAN, MATRIKS RENCANA TINDAK KEMENTERIAN/LEMBAGA

More info:

Published by: Parjoko MD on Mar 16, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2013

pdf

text

original

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
NO 1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Pelaksanaan Tugas Konstitusional MPR dan Alat Kelengkapannya (MPR RI) TARGET SASARAN Terlaksananya tugas konstitusional MPR dan alat kelengkapannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan INDIKATOR 2010 1 Peraturan Tata Tertib MPR dan Kode Etik Anggota MPR 2 Terlaksananya Sidang Akhir Masa Jabatan MPR periode 2009-2014 3 Terlaksananya Sidang Awal Masa Jabatan Anggota periode tahun 2014-2019 4 Terlaksananya Sidang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilu 2014 5 Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap Nilai-Nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika 1 Tersedianya peraturan Tata Tertib MPR 2 Tersedianya kode etik anggota MPR 3 Terlaksananya Sidang Akhir Masa Jabatan MPR periode 2009-2014 4 Terbentuknya MPR masa Jabatan periode tahun 2014-2019 100% 100% 2014 1 kali 1 kali 1 kali 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 713,2

1.1

Pelaksanaan Tugas MPR

Terumuskannya berbagai aturan dan tata cara pelaksanaan tugas-tugas konstitusional MPR sebagaima- na tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta terlaksananya sidang MPR

100% 100% -

100% 100%

13,0

5 Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilu 2014

-

100%

II.L.001.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
NO 1.2 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pelaksanaan Tugas Pimpinan MPR TARGET SASARAN Terlaksananya sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila, UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika INDIKATOR 2010 1 Jumlah badan diklat provinsi yang telah menyelenggarakan 7 badan diklat provinsi TOT untuk masing-masing 50 widyaiswara 2014 31 badan diklat provinsi
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 700,2

2 Jumlah pelaksanaan sosialisasi di daerah pemilihan masingmasing oleh seluruh Anggota MPR 3 Jumlah sekolah yang mengikuti seleksi cerdas cermat dari 33 provinsi 4 Jumlah sosialisasi publik melalui dialog interaktif di TVRI dan RRI 5 Jumlah organisasi/kelompok masyarakat yang bekerjasama dengan MPR menyelenggarakan Sosialisasi 6 Jumlah Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan MPR menyelenggarakan Sosialisasi untuk aparatur Pemerintah Daerah serta guru PPKN dan sejarah. 7 Jumlah baliho yang terpasang di 33 provinsi 8 Jumlah paket bahan ajar untuk sekolah tingkat dasar, menengah, dan lingkungan pendidikan agama di 33 provinsi 9 Jumlah Lomba karya tulis konstitusi untuk tingkat pelajar dan mahasiswa 10 Jumlah paket buku yang terdistribusi ke perpustakaan sekolah di 33 provinsi 11 Jumlah paket buku yang terdistribusi pada acara sosialisasi yang dilaksanakan oleh para trainer di daerah 12 Jumlah iklan layanan masyarakat di televisi

2768 594 sekolah 80 kali 25 ormas

13.148 594 sekolah 400 kali 200 ormas

K)

K)

K)

50 kab/kota

50 kab/kota

165 buah 165.000 paket

825 buah 825.000 paket

K) K)

2 lomba 165.000 paket 10.000 paket

10 lomba 825.000 paket 50.000 paket

K)

K)

K)

7.300 kali tayang

36.500 kali tayang

K)

II.L.001.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
NO 2 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis MPR (Setjen MPR) TARGET SASARAN Meningkatnya kualitas pelayanan teknis dan administrasi kepada MPR dan Alat Kelengkapannya INDIKATOR 2010 1 % Dukungan teknis dan administrasi persidangan MPR dan Alat kelengkapannya 2 % Dukungan teknis dan administrasi kesekretariatan pimpinan MPR 3 % Dukungan teknis dan administrasi Kehumasan 4 % Dukungan teknis dan administrasi Keanggotaan dan Kepegawaian 5 % Dukungan teknis dan administrasi Keuangan 6 % Dukungan teknis dan administrasi Pengkajian 1 %Dukungan pelaksanaan sidang MPR dan Alat Kelengkapannya 2 %Dukungan pelaksanaan sosialisasi 1 % Pelaksanaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Pimpinan MPR 2 % Fasilitasi kegiatan Pimpinan MPR 1 % Dukungan penyebarluasan informasi kegiatan MPR dan Alat kelengkapannya 2 % Pelayanan keprotokolan Pimpinan dan Anggota MPR serta Sekretariat Jenderal 3 % Pelayanan penerbitan naskah MPR dan Sekretariat Jenderal 4 % Pelayanan perpustakaan dan dokumentasi 5 % Dukungan sistem informasi kemajelisan 1 % Dukungan teknis dan administrasi Keanggotaan dan Kepegawaian 2 % Dukungan teknis dan administrasi perencanaan dan evaluasi 3 % Dukungan teknis dan administrasi ketatausahaan 4 % Pelayanan kesehatan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 90% 60% 60% 100% 100% 100% 80% 2014 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 80% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 213,4

2.1

2.2

2.3

Dukungan teknis dan administrasi Terlayaninya dukungan teknis dan administrasi persidangan MPR dan Alat kelengkapannya persidangan MPR dan Alat kelengkapannya Pelaksanaan Tugas Kesekretariatan Terlaksananya dukungan kesekretariatan dan kegiatan Pimpinan Pimpinan MPR (Biro Sekretariat Pimpinan) Terlaksananya kegiatan pemberitaan, keprotokolan, Penyelenggaraan Kehumasan pengolahan data dan sistem informasi, penerbitan naskah (Biro Hubungan Masyarakat) kemajelisan, serta pelayanan perpustakaan dan dokumentasi dalam lingkup MPR

32,6

69,0

2.4

Terselenggaranya administrasi keanggotaan dan Kegiatan Pengelolaan Administrasi MPR dan Sekretariat kepegawaian, perencanaan dan evaluasi, ketatausahaan serta pelayanan kesehatan Sekretariat Jenderal Jenderal (Biro Administrasi)

50,0

II.L.001.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
NO 2.5 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 1 % Pelayanan Pembayaran gaji dan tunjangan 2 % Pelayanan Pembukuan dan Verifikasi anggaran 3 % Administrasi perjalanan dinas dan perbendaharaan 1 % Dukungan kegiatan pengkajian dan penyusunan naskah pidato 100% 100% 100% 100% 80% 2014 100% 100% 100% 100% 80% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 52,5

Kegiatan Pengelolaan Pelayanan administrasi keuangan Pimpinan dan Anggota Administrasi Keuangan MPR dan MPR serta pegawai Sekretariat Jenderal Sekretariat Jenderal (Biro Keuangan) Pengkajian Kemajelisan (Pusat Pengkajian) Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur MPR (Setjen MPR) Pembangunan, Pengadaan, Peningkatan dan Pengelolaan Sarana dan Prasarana MPR (Biro Kerumahtanggaan) Pelayanan pengkajian Pimpinan MPR dan Setjen

2.6 3

9,4 63,9

Tersedianya sarana dan prasarana fisik Majelis dan Sekjen 1 % Kebutuhan sarana dan prasarana terpenuhi sesuai yang memadai kebutuhan Pelayanan perlengkapan dan inventarisasi dalam lingkup MPR dan Sekretariat Jenderal 1 % Ketersediaan peralatan, perlengkapan kerja dan alat tulis kantor 2 % Pemeliharaan gedung dan peralatan kantor 3 % Ketersedian ruang rapat, ruang kerja, rumah dinas dan akomodasi serta sarana mobilitas lainnya 4 % Pelayanan pengamanan di lingkungan kantor dan rumah dinas Pimpinan MPR dan Sekretariat Jenderal

3.1

80% 100% 80% 100%

80% 100% 80% 100%

63,9

TOTAL ALOKASI MPR 2010-2014

990,4

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.001.4

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAN SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (SETJEN DPR)
TARGET NO I PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Program Pelaksanaan Fungsi Legislasi DPR Terfasilitasinya Dewan dalam penyusunan UU RI (Deputi Bidang Legislasi) 1. % kajian, naskah akademis, dan draft RUU sesuai standar dan tepat waktu 2. % pelayanan hukum yg akuntabel dan tepat waktu 3. % RUU yang diharmonisasi dan UU yang dilakukan pemantauan % hasil analisis asumsi makro dan pembiayaan defisit sebagai referensi Anggota dalam pembahasan RAPBN dengan tepat waktu % hasil analisis kebijakan negara dan belanja daerah sebagai referensi Anggota dalam pembahasan RAPBN dengan tepat waktu % hasil analisis pengawasan pelaksanaan UU dan kebijakan pemerintah % fasilitas pelaksanaan persidangan yang tepat waktu dan tepat administrasi % fasilitas pelaksanaan tugas pimpinan yang tepat waktu % kelengkapan data dan informasi yang akurat, up-to-date dan akuntabel % pengelolaan SDM yang memenuhi standar 80% 90% 90% 80% 2014 100% 100% 100% 90% 203,5 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.263,0

II

Program Pelaksanaan Fungsi Anggaran DPR RI (Deputi Bidang Anggaran)

Terfasiltiasinya Dewan berkenaan dengan Kebijakan APBN yang tepat sasaran, transparan dan akuntabel

80%

90%

III

Program Pelaksanaan Fungsi Pengawasan (Deputi Bidang Pengawasan) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya Setjen DPR RI (Deputi Bidang Dukungan Manajemen Dan Persidangan)

Terfasilitasinya Dewan dalam melaksanakan fungsi Pengawasan Seluruh kegiatan dewan memperoleh dukungan manajemen yang handal

90%

100%

2.312,9

IV

75% 75% 75% 75%

90% 90% 90% 90%

789,2

II.L.002.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAN SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (SETJEN DPR)
TARGET NO V PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pelaporan menerapkan manajemen yang terintegrasi Aparatur Sekretariat Jenderal DPR RI dengan data yang up to date dan akurat (Deputi Bidang Administrasi) Kepuasan anggota DPR terhadap kinerja Setjen 75% 2014 90% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 6.900,7

Terbangunnya citra positif DPR/Indeks kepuasan masyarakat terhadap DPR % perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi % kelengkapan sarana dan pra sarana yang tepat guna % pelaporan keuangan dan pelaporan barang milik negara yang akuntabel % aparatur yang kompeten dan kelengkapan administrasi Dewan

75% 75% 75% 75%

90% 90% 90% 90%

TOTAL ALOKASI DPR RI 2010-2014

11.469,3

II.L.002.2

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET NO I PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA SASARAN Meningkatnya cakupan dan mutu pemeriksaan keuangan negara dan pemantauan kerugian negara INDIKATOR 2010 Skor opini laporan keuangan Peningkatan skor opini laporan keuangan Indeks penerapan GGG Persentase jumlah temuan krusial yang berulang Indeks kepuasan stakeholders atas hasil pemeriksaan Persentase terpenuhinya harapan penugasan Badan Tingkat kesesuaian pelaksanaan pemeriksaan dengan SPKN, PMP dan Kode Etik Pelaksanaan pemeriksaan sesuai RKP Ketepatan waktu pemeriksaan Kesesuaian pemeriksaan dengan sistem pengendalian mutu pemeriksaan Persentase rekomendasi yang telah ditindaklanjuti auditee Persentase pemeriksaan kinerja Persentase laporan pemantauan kerugian negara yang disampaikan tepat waktu Cakupan pemantauan kerugian negara Rasio nilai temuan yang berpengaruh terhadap keuangan negara Persentase deviasi realisasi biaya pemeriksaan terhadap RKP 2,6 13% 4 30% 3 80% 80% 90% 90% 90% 50% 10% 60% 60% 3 20% 2014 4 35% 4 5% 4 100% 100% 100% 100% 100% 90% 30% 100% 100% 7 5% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3.977,0

II.L.004.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET NO II PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Meningkatnya mutu perencanaan dan pelaporan PROGRAM PENINGKATAN MUTU pemeriksaan, serta terpenuhinya perangkat lunak KELEMBAGAAN, APARATUR DAN PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA dan terselenggaranya diklat yang berbasis kompetensi Persentase Satker yang pencapaian skor BSC-nya minimum 80 Ketepatan waktu penyampaian draft RKT Tingkat kehandalan pengukuran dan evaluasi kinerja Satker Persentase pemanfataan rekomendasi hasil pengukuran dan evaluasi kinerja Satker Tingkat pemenuhan perencanaan inisiatif strategis Tingkat pemenuhan pelaksanaan inisiatif strategis Indeks kepuasan pemilik kepentingan atas IHPS Tingkat pemenuhan kebutuhan pemeriksa dari luar BPK sesuai kebutuhan BPK Tingkat pemanfaatan hasil evaluasi atas LHP Jumlah bahan pendapat yang diterbitkan Indeks kepuasan pengguna atas produk kelitbangan yang ada Persentase PL yang disusun dan ditetapkan Persentase jumlah SOP yang telah diselesaikan dibandingkan dengan rencana Persentase penyelesaian tugas kajian yang diberikan oleh Badan Persentase jumlah pertimbangan yang dapat diakomodasi Badan Persentase pegawai yang memenuhi standard nilai kelulusan yang dipersyaratkan Indeks Kepuasan Pengguna Jumlah komplain atas ketidakbenaran informasi kalender diklat & w ebsite Pusdiklat yang disajikan Rata - rata penilaian peserta atas penyelenggaraan diklat Persentase modul yang disempurnakan Jumlah jam pelatihan per instruktur 80% Juni 80% 60% 90% 80% 4 100% 100% 4 3 70% 70% 100% 70% 100% 3.5 0 3.4 100% 18 Jam 2014 100% Juni 100% 100% 100% 100% 4 100% 100% 30 4 95% 95% 100% 95% 100% 4 0 3.8 100% 28 Jam
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 554,6

II.L.004.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah kegiatan dalam rangka melaksanakan kerjasama yang sudah disetujui Persentase penyelesaian kurikulum yang berbasis kompetensi III PROGRAM KEPANITERAAN KERUGIAN NEGARA/DAERAH, PENGEMBANGAN DAN PELAYANAN HUKUM DI BIDANG PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA Meningkatnya pengelolaan kepaniteraan kerugian negara/daerah serta terpenuhinya peraturan perundangan dan pelayanan hukum di bidang pemeriksaan keuangan negara Persentase jumlah komplain atas pendapat hukum Rata-rata waktu penyelesaian konsep pertimbangan kerugian Negara/Daerah Persentase penyelesaian pendapat hukum atas temuan pemeriksaan Rata-rata waktu penyelesaian pemberian pendapat hukum Persentase penyelesaian konsep/pertimbangan kerugian Negara/Daer ah Persentase ketepatan waktu penyampaian kompilasi laporan pemantauan kerugian Negara/Daerah kepada Direktorat EPP Tingkat pemenuhan penyusunan rancangan/konsep produk hukum BPK Jumlah peraturan perundangan yang sudah diusulkan kepada MK/MA untuk dilakukan Judicial Review dan Fatwa Persentase tingkat penyelesaian usulan Judicial Review dan Fatwa Tingkat pemenuhan atas permintaan perlindungan hukum Tingkat efektifitas perlindungan hukum Jumlah komplain atas pelayanan informasi hukum Tingkat pemenuhan penyusunan peraturan BPK yang terkait dengan tugas dan wewenang BPK Tingkat ketepatan waktu penyelesaian proses penyusunan rancangan peraturan BPK di bidang pemeriksaan keuangan negara Tingkat pemenuhan bantuan hukum 4 100% 5% 18 Hari 80% 21 Hari 80% 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

30 100% 2% 18 Hari 100% 21 Hari 100% 135,6

100% 70%

100% 95%
K)

2 100% 100% 90% 10 70%

20 100% 100% 100% 1 95%

80% 100%

100% 100%

II.L.004.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET NO IV PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN Meningkatnya efektivitas dan efisiensi pengelolaan Tingkat pemenuhan kebutuhan Badan DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS sumber daya dalam rangka terwujudnya organisasi Persentase diterimanya usulan konsep pidato prima LAINNYA BPK Persentase pelayanan protokol Persentase tersedianya bahan sidang Badan secara tepat waktu Persentase ketepatan pendistribusian hasil sidang Badan Persentase pelaksanaan rapat Indeks kepuasan pemilik kepentingan atas informasi tentang BPK dan implementasi kerjasama Persentase jumlah komplain yang ditindaklanjuti Tingkat ketersediaan informasi ke-BPK-an Jumlah peliputan pemberitaan tentang BPK oleh media Persentase pengaduan yang selesai ditindaklanjuti Frekuensi pertemuan dengan lembaga lain dan media Jumlah kerjasama yang disetujui Persentase pemenuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan Persentase pegawai yang memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan Persentase realisasi penempatan dibandingkan rencana penempatan pegawai Jangka waktu pengisian jabatan kosong Persentase rencana pengembangan individual yang disusun Jumlah jalur karir yang tersedia bagi pegawai Persentase kesalahan dalam penyajian informasi pegawai Persentase pegawai yang memiliki data yang tidak lengkap Jenis opini laporan keuangan tahunan BPK Tingkat kepatuhan laporan keuangan terhadap SAP Tingkat pemenuhan anggaran BPK Tingkat penyerapan anggaran 80% 2 10% 0% WTP 100% 90% 85% 100% 6 0% 0% WTP 100% 99% 99% 100% 100% 70% 60% 100% 60% 4 70% 80% 29 50% 32 3 95% 60% 100% 2014 100% 100% 100% 100% 100% 100% 4 100% 100% 42 100% 50 25 100% 100% 100%
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 6.509,9

II.L.004.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Tingkat kesesuaian proses pelaksanaan anggaran dengan SOP Persentase deviasi realisasi biaya pemeriksaan terhadap RKP Persentase rekomendasi yang ditindaklanjuti V PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR BPK Meningkatnya efektivitas dan efisiensi pengelolaan Indeks Kepuasan Pemilik Kepentingan sarana dan prasarana, teknologi informasi dan Persentase bisnis proses yang telah memanfaatkan komunikasi serta arsip teknologi Informasi dan komunikasi Persentase kesesuaian realisasi pengembangan aplikasi dengan rencana Persentase kesesuaian rancangan aplikasi dengan kebutuhan satker Persentase ketersediaan infrastruktur TI di seluruh kantor BPK Persentase keluhan yang dapat diselesaikan Persentase penyelesaian pertimbangan dan persetujuan jadwal retensi dan penghapusan arsip keuangan negara yang diajukan oleh instansi Indeks kepuasan pegawai atas ketersediaan sarana dan prasarana kerja Opini LK tahunan Ketepatan waktu penyelesaian jadwal penyelesaian retensi dan penghapusan arsip keuangan negara Tingkat pemenuhan gedung kantor, rumah dinas, Kendaraan, dan fasilitas kantor di kantor pusat Ketepatan waktu pencetakan IHPS Kesesuaian pengelolaan SA BMN dengan peraturan yang berlaku Pemanfaatan BMN sesuai dengan kebutuhan 80% 10% 85% 3 70% 70% 75% 100% 75% 2014 100% 2% 100% 4 95% 95% 95% 100% 95% 3.521,7 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

90% 3.5 WTP 90% 75% 3 80% 80%

100% 4 WTP 100% 95%

100% 100%

II.L.004.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET NO VI PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR BPK SASARAN Terlaksananya sistem pengendalian mutu, serta meningkatnya efektivitas penanganan pelanggaran kode etik dan disiplin pegawai INDIKATOR 2010 Tingkat kepatuhan terhadap peraturan dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Tingkat kesesuaian pelaksanaan pemeriksaan dengan SPKN dan PMP Tingkat kesesuaian antara rekomendasi dengan tindak lanjut Pertimbangan yang dimanfaatkan untuk penyempurnaan sisdur Tingkat pemanfaatan hasil review untuk penyempurnaan konsep laporan keuangan BPK Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan review konsep laporan keuangan Tenggang waktu antara diterimanya pengaduan sampai dengan penyerahan ke MKKE Persentase pemberkasan terhadap pelanggaran disiplin pegawai yang diserahkan ke Biro SDM Tenggang waktu diterimanya data pelanggaran sampai dengan penyerahan hasil Persentase penyerapan anggaran satker 80% 80% 80% 100% 100% 25 Hari 5 Hari 100% 35 Hari 80% 2014 100% 100% 100% 100% 100% 25 Hari 5 Hari 100% 25 Hari 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 95,7

TOTAL ALOKASI BPK 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

14.794,4

II.L.004.6

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
NO 1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Penyelesaian Perkara TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Percepatan peningkatan penyelesaian perkara Tingkat · Penyelesaian tunggakan perkara dapat dilakukan dengan cepat. Pertama, Banding, Kasasi dan PK. · Penyelesaian minutasi perkara yg tepat waktu. · Penurunan tunggakan perkara · Terwujudnya lembaga peradilan yang dihormati dan disegani oleh setiap warga negara dengan diterapkannya sistem peradilan yang sederhana, cepat, transparan dan akuntabel Terselesaikannya penyelesaian perkara yang · Jumlah penyelesaian perkara termasuk perkara-perkara yang menarik perhatian masyarakat (perkara KKN dan sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabel HAM) · Jumlah penyelesaian minutasi perkara yg tepat waktu. · Terselenggaranya pengelolaan informasi administrasi perkara secara akurat, efektif dan efisien · Tersedianya biaya penyelesaian perkara yang memadai · Peningkatan jumlah penyelesaian perkara · Peningkatan penyelesaian proses administrasi perkara · Penyediaan Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan · Penyediaan Zitting Plaatz dan pelaksanaan sidang keliling untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap keadilan 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 450,7

1.1

Kegiatan : Percepatan peningkatan penyelesaian perkara

10.000 pkr

51.400 pkr

K)

146,9

2

Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum

Terselesaikannya penyelesaian perkara yang sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabel di lingkungan Peradilan Umum

799,3

II.L.005.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
NO 2.1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Kegiatan: Peningkatan Manajemen Peradilan Umum TARGET SASARAN Peningkatan penyelesaian dan penanganan perkara INDIKATOR 2010 · Jumlah penyelesaian administrasi perkara (yang sederhana, dan tepat waktu) di tingkat Pertama dan Banding di lingkungan Peradilan Umum 145.000 pkr 2014 746.250 pkr
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 320,2

2.2

Kegiatan: Penyediaan dana bantuan hukum di Pengadilan Tingkat Pertama

· Jumlah Penyelesaian Perkara yang kurang dari 6 (enam) bulan · Jumlah penyampaian berkas perkara Kasasi, PK dan Grasi yang lengkap dan tepat waktu · Penyusunan kebijakan mengenai manajemen dan tata laksana di lingkungan Peradilan Umum Penyelesaian perkara pidana bagi Masyarakat Miskin · Jumlah Penyediaan dana bantuan hukum di Pengadilan Tingkat Pertama dan Terpinggirkan · Kebijakan mengenai bantuan hukum bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan · Jumlah Pembangunan atau perbaikan fungsi operasionalisasi Zitting Plaatz dan pelaksanaan sidang keliling untuk menjangkau segenap lapisan masyarakat Terlaksananya peradilan Tipikor di tiap provinsi di Tersusunnya kebijakan mengenai penyelenggaraan/tata lingkungan peradilan umum laksana peradilan Tipikor Terselesaikannya penyelesaian perkara yang sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabel di lingkungan Peradilan Agama · · Peningkatan jumlah penyelesaian perkara Peningkatan penyelesaian proses administrasi perkara

33.960 pkr

174.785 pkr

K)

174,7

2.3

3

Kegiatan: Pengembangan kebijakan Peradilan Tipikor Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama

6 lokasi

30 lokasi

K)

3,0

274,1

· Penyediaan Zitting Plaatz dan pelaksanaan sidang keliling untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap keadilan

II.L.005.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
NO 3.1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Kegiatan: Peningkatan Manajemen Peradilan Agama TARGET SASARAN Peningkatan penyelesaian dan penanganan perkara INDIKATOR 2010 · Jumlah penyelesaian administrasi perkara (yang sederhana, dan tepat waktu) di tingkat Pertama dan Banding di lingkungan Peradilan Agama · Jumlah Penyelesaian Perkara yang kurang dari 6 (enam) bulan · Jumlah penyampaian berkas perkara Kasasi, PK dan Kesyariahan yang lengkap dan tepat waktu · Penyusunan kebijakan mengenai manajemen dan tata laksana di lingkungan Peradilan Umum · Penyediaan dana prodeo di Pengadilan Tingkat Pertama · Mengoptimalisasikan fungsi pelaksanaan sidang keliling untuk menjangkau segenap lapisan masyarakat 4 Program Peningkatan Manajemen Peradilan Militer dan TUN Terselesaikannya penyelesaian perkara yang sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabel di lingkungan Peradilan Militer dan TUN · · Peningkatan jumlah penyelesaian perkara Peningkatan penyelesaian proses administrasi perkara · Penyediaan dana pelaksanaan sidang keliling (hakim terbang) untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap keadilan · Jumlah penyelesaian administrasi perkara (yang sederhana, dan tepat waktu) di tingkat Pertama dan Banding di lingkungan Peradilan Peradilan Militer dan TUN · Jumlah Penyelesaian Perkara yang kurang dari 6 (enam) bulan · Jumlah penyampaian berkas perkara Kasasi, PK dan Grasi yang lengkap dan tepat waktu · Penyusunan kebijakan mengenai manajemen dan tata laksana di lingkungan Peradilan Umum 81,7 80.000 pkr 411.600 pkr
K)

2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

102,8

3.2

Kegiatan: Penyediaan dana bantuan hukum di Pengadilan Agama

Penyelesaian perkara peradilan agama Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

bagi

372 satker

1.924 satker

K)

102,7

4.1

Kegiatan: Peningkatan Manajemen Peradilan Militer dan TUN

Peningkatan penyelesaian dan penanganan perkara

5,000 pkr

25.731 pkr

K)

26,0

II.L.005.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
NO 4.2 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Kegiatan: Penyediaan dana bantuan hukum di Pengadilan Militer dan TUN TARGET SASARAN Penyelesaian perkara peradilan Militer dan TUN di wilayah yang belum terjangkau peradilan Militer dan TUN INDIKATOR 2010 · Kebijakan mengenai bantuan hukum bagi masyarakat di wilayah yang belum terjangkau peradilan Militer dan TUN · Pelaksanaan sidang keliling (hakim terbang) untuk menjangkau segenap lapisan masyarakat Tersedianya dukungan manajemen dan tugas teknis dalam penyelenggaraan fungsi peradilan · Jumlah rekrutmen yang transparan, adil, akuntabel dan berdasarkan kompetensi 124 pkr 2014 639
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 639,0

23 satker

115

K)

26,0 21.687,0

5

5.1

Program Peningkatan Dukungan Tersedianya dukungan manajemen dan tugas teknis Manajemen dan Pelaksanaan Tugas dalam penyelenggaraan fungsi peradilan Teknis Lainnya MA-RI Kegiatan: · Jumlah kebijakan/pedoman tentang sistem Pembinaan Administrasi pengelolaan rekruitmen, pola karir, sistem promosi dan mutasi, kepegawaian dan pengembangan SDM. aparat penegak hukum yang berbasis merit, transparan dan akuntabel · Tersedianya data informasi terpusat mengenai sumber daya manusia aparat penegak hukum yang dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan mutasi, promosi dan sebagainya · Tersedianya informasi seleksi yang transparan dan akuntabel kepada masyarakat

802 satker

4058 satker

25,7

·

Jumlah rekrutmen Hakim Adhoc Tipikor

· Persentase Database kepegawaian kesekretariatan, diklat, dan pengawasan terintergrasi. · Jumlah dokumen rencana kerja pengelolaan rekrutmen yang berisi proses, metode dan tahap rekrutmen. · Tersedianya dokumen rancangan pola karir · Tersedianya dokumen rekomendasi perbaikan pola karir · Tersedianya dokumen rencana kerja pelaksanaan perbaikan pola karir. · Persentase penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung penyelenggaraan peradilan · Penyelenggaraan peradilan berbasis teknologi informasi

6

Program Sarana dan Prasarana Aparatur Negara MA-RI

5.273,8

II.L.005.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
NO 6.1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Kegiatan : Pembinaan Administrasi Pengelolaan Perlengkapan Sarana dan Prasarana dilingkungan MA dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya Kegiatan : Pengadaan Sarana dan Prasarana di lingkungan MA Kegiatan : TARGET SASARAN • Tersedianya dokumentasi analisa data pemenuhan kebutuhan Sarana dan Prasarana di lingkungan MA dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya INDIKATOR 2010 · Dokumen analisa data pemenuhan kebutuhan Sarana dan Prasarana di lingkungan MA dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya 802 satker 2014 814 satker TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 23,0

6.2

Tersedianya sarana dan prasarana penyelenggaraan peradilan di lingkungan MA

dalam Jumlah penyediaan sarana dan prasarana di lingkungan MA Pusat

7 satker

7 satker

566,3

6.3

Tersedianya sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan peradilan tingkat banding dan tingkat pertama.

Jumlah pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana teknis Pengad.tanah 100.000 dan umum peradilan tingkat banding dan tingkat daerah. m2 Pemb.ged baru 25 unit

Penga.tanah 500.000 m2 Pemb.ged. Baru 175 unit Pemb.lanjutan 298 unit Pemb.rumah dinas 149 unit Rehab ged 450 unit

K)

4.270,5

Pengadaan Sarana dan Prasarana di lingkungan peradilan tingkat banding dan tingkat pertama

K)

Pemb.lanjutan 48 unit Pemb.rumah dinas 19 unit Rehab ged 90 unit

K)

K)

K)

Reha rumah dinas 43 unit Reha rumah dinas 265 unit Sarana dan prasarana 795 satker Sarana dan prasarana 795 satker Pengad kend roda empat utk 1.800 unit utk wkl dan pansek pengadilan tkt

K)

K)

II.L.005.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Penyediaan sarana dan prasarana pengadilan tipikor Penyediaan Sarana termasuk tunjangan hakim adhoc Tipikor (di dalamnya prasarana dan tunjangan termasuk tunjangan kesehatan dan keamanan) hakim adhoc di 7 PN di ibukota propinsi 2014 Penyediaan Sarana prasarana dan tunjangan hakim adhoc di 340 PN di ibukota kabupaten/kota 320 lokasi
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

7

7.1

Tersedianya sumber daya aparatur hukum yang profesional dan kompeten dalam melaksanakan penyelenggaraan peradilan Tersedianya sumber daya aparatur hukum yang Kegiatan: profesional dan kompeten dalam melaksanakan Peningkatan Profesionalitas Tenaga Teknis Peradilan dan Aparatur Peradilan penyelenggaraan peradilan di bidang Manajemen dan Kepemimpinan

Program Pendidikan dan Pelatihan

Penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan Zitting Plaatz Terlaksananya sistem Diklat dan Litbang sesuai dengan kebutuhan dalam penyelenggaraan peradilan · Jumlah SDM yang sudah mendapatkan pelatihan teknis peradilan dan Manajemen dan Kepemimpinan yang memenuhi standar kompetensi, tugas dan kinerja

64 lokasi

K)

369,1

3826 org

34.306 org

K)

203,5

· Jumlah pelatihan bagi Hakim/Hakim Adhoc dan tenaga teknis lainnya mengenai Tipikor, asset recovery dll · Jumlah kurikulum, silabus, materi ajar yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan pelatihan (needsbased curriculum) · Jumlah pengembangan sistem diklat yang terhubung dengan sistem rekruitmen, sistim pengawasan dan sistim karir bagi hakim dan aparatur peradilan 7.2 Kegiatan: Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan · Jumlah kegiatan-kegiatan penelitian dan pengembangan hukum dan peradilan dengan mempertimbangkan kebutuhan lembaga peradilan dan rekomendasi unit kerja lainnya. 6 wil prop 50 wil prop
K)

25,8

II.L.005.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 · Jumlah sistim penelitian dan pengembangan · Jumlah asessment keterkaitan antara sistim diklat, dengan sistim rekruitmen, sistim karir bagi hakim dan aparatur pengadilan dan sistim pengawasan 8 Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara MA-RI Pengawasan pelaksanaan teknis, administrasi peradilan, administrasi umum, penanganan pengaduan Terlaksananya mekanisme pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan Penanganan pengaduan masyarakat secara transparan, akuntabel, efektif dan efisien Penyelenggaraan peradilan yang bebas dari praktekpraktek KKN · Jumlah penanganan pengawasan teknis, administrasi peradilan dan administrasi umum, serta penanganan pengaduan di Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya · Jumlah sosialisasi Sistem pengelolaan pengaduan kepada aparat pengadilan dan masyarakat. 204 laporan 1.049 laporan
K)

2014 150 audience 45 kajian
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

30 audience 9 kajian

123,5

8.1

66,8

8.2

Pengawasan dan pemeriksaan kinerja serta perilaku aparat Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

Meningkatnya kualitas kinerja hakim dan aparat Jumlah laporan pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan peradilan dan kepercayaan publik kepada lembaga kinerja serta perilaku hakim dan aparat peradilan. peradilan.

100 laporan

500 laporan

K)

10,5

TOTAL ALOKASI MAHKAMAH AGUNG 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

29.059,2

II.L.005.7

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEJAKSAAN AGUNG
TARGET NO. PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS Program Dukungan Manajemen & Pelaksanaan Tugas Teknis Kejaksaan RI Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kejaksaan SASARAN INDIKATOR 2010 Meningkatnya kemampuan profesional di bidang SDM, Tercapainya dukungan manajemen SDM, keuangan, keuangan, informasi, data peraturan perundang-undangan informasi, data peraturan perundang-undangan Meningkatnya kemampuan profesional, integritas Jumlah pendidikan dan pelatihan baik penjenjangan kepribadian dan disiplin di lingkungan Kejaksaan. maupun fungsional Meningkatnya kualitas Pembinaan kepegawaian meliputi Jumlah dokumen Blue Print mengenai rekruitmen rekruitmen pegawai, jenjang karier dan mutasi pegawai; pegawai, pola jenjang karier dan mutasi pegawai. Jumlah kegiatan manajemen kepegawaian 1.3 Sistem Informasi Manajemen Tersedianya basis data yang dapat menyajikan informasi data perkara secara akurat, cepat dan lengkap dalam rangka mewujudkan penanganan perkara secara cepat dan akuntabel serta dapat diakses oleh masyarakat; Jumlah kegiatan pendataan perkara yang disajikan berdasarkan jenis penanganan perkara termasuk jenis perkara KDRT, perkara anak dan perkara lainnya (statistik kriminal). Jumlah Kegiatan Penunjang Operasional Simkari-2 1.4 Pelayanan Penyusunan Peraturan Perundang – Undangan dan kerjasama hukum Meningkatnya Pemberian pertimbangan hukum kepada Jumlah kegiatan kerja sama hukum untuk satuan organisasi Kejaksaan dan instansi pemerintah, serta penyusunan kesepakatan MLA rangka penelusuran turut melakukan penelaahan dan penyusunan perumusan dan pengembalian aset negara hasil tindak pidana peraturan perundang-undangan dan pembinaan hubungan korupsi yang disembunyikan diluar negeri. dengan lembaga negara, lembaga pemerintah dan lembaga lain baik di dalam maupun di luar negeri. 35 185
K)

2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 7.562,5

1.

1.1

420,1

1.2

Pembinaan dan Pengelolaan Kepegawaian, di Kejagung, Kejati, Kejari dan Cabjari.

-

3 dok blueprint

8,6

6 keg 1 keg

6 keg 1 keg 151,9

4 keg 7 keg

22 keg 45 keg

K)

K)

8,6

II.L.006.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEJAKSAAN AGUNG
TARGET NO. PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 3.074,2

2

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Terpenuhinya dukungan sarana dan prasarana dalam Kejaksaan rangka menunjang tugas pokok dan fungsi Kejaksaan RI

3. 3.1

Persentase penyediaan sarana dan prasarana dalam rangka menunjang tugas pokok dan fungsi Kejaksaan RI Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Meningkatnya kinerja aparatur Kejaksaan Terlaksananya pengawasan pelaksanaan tugas dan Aparatur Kejaksaan wewenang aparatur Kejaksaan Kegiatan Peningkatan Pengawasan Bidang Tindak Meningkatnya kualitas pengawasan atas pelaksanaan tugas Jumlah laporan pengaduan masyarakat terhadap Pidana Umum rutin dan pembangunan semua unsur Kejaksaan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan perkara tindak pidana umum yang ditindaklanjuti kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung. Peningkatan Pengawasan Bidang Intelijen Meningkatnya kualitas pengawasan atas pelaksanaan tugas Jumlah laporan pengaduan masyarakat terhadap rutin dan pembangunan semua unsur Kejaksaan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kegiatan operasi intelijen yang ditindaklanjuti kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung. Meningkatnya kualitas pengawasan atas pelaksanaan tugas Jumlah laporan pengaduan masyarakat terhadap rutin dan pembangunan semua unsur Kejaksaan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan perkara pidana khusus, tindak pidana korupsi dan perkara perdata dan tata usaha negara yang kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung. ditindaklanjuti Meningkatnya kualitas pengawasan atas pelaksanaan tugas Jumlah laporan pengaduan masyarakat terhadap rutin dan pembangunan semua unsur Kejaksaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh berdasarkan peraturan perundang-undangan dan seluruh aparat Kejaksaan, baik di Kejati dan jajaran pengawas di daerah yang ditindaklanjuti kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung. Terselesaikannya penanganan Perkara Pidana Meningkatnya penyelesaian Perkara Pidana Khusus, Pelanggaran HAM yang Berat dan Perkara Tindak Pidana Khusus, Pelanggaran HAM yang Berat dan Perkara Tindak Pidana Korupsi secara cepat, tepat dan Korupsi akuntabel

79,6 100 lapdu 2100 lapdu
K)

33,1

3.2

30 lapdu

830 lapdu

K)

13,0

3.3

Peningkatan Pengawasan Bidang Pidana Khusus, Perdata dan Tata Usaha Negara

10 lapdu

810 lapdu

K)

12,8

3.4

Peningkatan Pengawasan Aparatur Kejaksaan oleh Kejati dan jajaran pengawasan di daerah

10 lapdu

610 lapdu

K)

7,4

4.

Program Penanganan Dan Penyelesaian Perkara Pidana Khusus, Pelanggaran HAM yang Berat dan Perkara Tindak Pidana Korupsi

989,8

II.L.006.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEJAKSAAN AGUNG
TARGET NO. PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS Penanganan Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Penanganan Penyidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peningkatan Penuntutan SASARAN INDIKATOR 2010 Meningkatnya penyelesaian perkara tindak pidana korupsi secara cepat, tepat dan akuntabel. Meningkatnya penyelesaian penanganan perkara pelanggaran HAM yang berat secara cepat, tepat dan akuntabel. Meningkatnya penyelesaian perkara pidana khusus, tindak pidana korupsi dan pelanggaran HAM yang berat secara cepat, tepat dan akuntabel. Jumlah Penyidikan perkara tindak pidana Korupsi yang diselesaikan Jumlah penyidikan perkara pelanggaran HAM yang berat yang diselesaikan - Jumlah perkara tindak pidana korupsi yang diselesaikan dalam tahap Penuntutan. - Jumlah perkara pelanggaran HAM yang berat yang diselesaikan dalam tahap Penuntutan. - Jumlah perkara tindak pidana korupsi yang diselesaikan oleh Kejati, Kejari dan Cabjari. 145 pkr 10 pkr 2014 725 pkr 30 pkr
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 53,3 0,8

4.1 4.2

K)

4.3

145 pkr 5 pkr

545 pkr 25 pkr

K)

19,5

K)

4.4

Meningkatnya penyelesaian perkara pidana khusus, dan Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Khusus lainnya di Kejati, Kejari dan tindak pidana korupsi secara cepat, tepat dan akuntabel yang dilaksanakan oleh jajaran Kejaksaan di daerah. Cabjari. Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Umum Meningkatnya penyelesaian Perkara Pidana Umum

1700 pkr

7300 pkr

K)

736,8

5.

Terselesaikannya penanganan Perkara Pidana Umum secara cepat, tepat dan akuntabel

1.835,3

6.

7.

Program Penyelidikan / Pengamanan / Penggalangan Meningkatnya penyelesaian Penyelidikan / Pengamanan / Terselesaikannya penanganan Penyelidikan / Kasus Intelijen Penggalangan Kasus Intelijen Pengamanan / Penggalangan Kasus Intelijen secara cepat, tepat dan akuntabel Program Penanganan Dan Penyelesaian Perkara Meningkatnya penyelesaian Perkara Perdata dan Tata Terselesaikannya penanganan Perkara Perdata dan Perdata dan Tata Usaha Negara Usaha Negara Tata Usaha Negara secara cepat, tepat dan akuntabel

124,1

148,7

TOTAL ALOKASI KEJAKSAAN AGUNG 2010-2014

13.814,2

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.006.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET PROGRAM/ KEGIATAN I. PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA SEKRETARIAT NEGARA 1 Terselenggaranya perencanaan dan pelaksanaan anggaran 1 secara transparan dan akuntabel serta pelayanan ketatausahaan dan kearsipan Sekretariat Negara 2 3 Persentase tersedianya dokumen perencanaan, penganggaran dan pelaporan yang disusun sesuai dengan standar pelayanan Persentase ketepatan dalam pelayanan pelaksanaan anggaran sesuai standar pelayanan Persentase pelayanan penatausahaan surat kepada Presiden dan Mensesneg sesuai dengan standar pelayanan Persentase penyelesaian pencetakan dokumen Sekretariat Negara sesuai dengan standar pelayanan Persentase penyelesaian pelayanan administrasi kepegawaian di lingkungan Sekretariat Negara dan administrasi pejabat negara sesuai dengan standar pelayanan Persentase pegawai/pejabat Sekretariat Negara yang menempati jabatan sesuai dengan standar kompetensi jabatan Persentase penyelesaian pelaksanaan penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan, serta penyelenggaraan pelayanan kehumasan sesuai dengan standar pelayanan Persentase pejabat/pegawai yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kompentensi Persentase pelayanan kerumahtanggaan yang telah distandarisasi 100% 100% SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 7.429,8

100% 100%

100% 100%

4 2 Terselenggaranya pembinaan dan pengembangan SDM Sekretariat Negara, pelayanan administrasi pejabat negara, penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan, serta pelayanan kehumasan di lingkungan Sekretariat Negara 1

100% 100%

100% 100%

2

30%

100%

3

100%

100%

4 3 Terwujudnya dukungan manajemen dan pelayanan kerumahtanggaan yang prima 1

100% 100%

100% 100%

II.L.007.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN 2 4 Terwujudnya dukungan manajemen dan pelayanan kerumahtanggaan yang prima 1 INDIKATOR 2010 Persentase pelaksanaan pelayanan kerumahtanggaan yang sesuai dengan standar Persentase pelayanan keprotokolan yang telah distandarisasi 100% 100% 2014 100% 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

5

Persentase pelaksanaan pelayanan keprotokolan yang sesuai dengan standar Terwujudnya penyelenggaraan pelayanan administrasi danPersentase Penyelenggaraan bidang keprotokolan, media massa, kerumahtanggaan di lingkungan Sekretariat Wakil penerjemahan, pengelolaan naskah pidato dan notulen, administrasi Presiden yang efektif umum dan ketatausahaan sesuai standar Terwujudnya penyelenggaraan pelayanan bidang administrasi umum di lingkungan Sekretariat Militer Meningkatnya kualitas pelayanan publik dalam bidang olahraga maupun non olah raga kepada seluruh stakeholder PPKGBK Persentase pelayanan bidang administrasi umum di lingkungan Sekretariat Militer yang dilaksanakan secara efektif dan efisien 1 2 3 Sarana Prasarana olahraga maupun non olahraga yang memenuhi kualitas standar jumlah penyewa sarana dan prasarana di lingkungan PPKGBK Pelayanan yang diberikan PPKGBK

2

100% 80%

100% 90%

6

85%

100%

7

5 VNU 80% 80% 100% 2 hari 90% 3 hari 90%

9 VNU 90% 90% 100% 2 hari 90% 3 hari 90%

8

Beroperasinya fungsi operasional dan pemeliharaan perkantoran

Persentase beroperasinya pemeliharaan perkantoran dan pemeliharaan kawasan Kemayoran 1 2 3 4 Kecepatan penyiapan bahan wicara sidang kabinet Ketepatan penyiapan bahan wicara sidang kabinet Kecepatan distribusi risalah sidang kabinet Ketepatan distribusi risalah sidang kabinet

9 Kesiapan bahan wicara sidang kabinet 10 Kelancaran distribusi hasil sidang kabinet

II.L.007.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN 11 Akurasi dan proses penyelesaian Keputusan Presiden 1 mengenai pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan pemerintah dan kepangkatan pensiun Pegawai Negeri Sipil yang menjadi wewenang Presiden 12 Kecepatan penyediaan data/informasi dan aksesibilitas stakeholders 2 INDIKATOR 2010 Kecepatan penyelesaian pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan pemerintahan dan kepangkatan Pegawai Negeri Sipil yang menjadi wewenang Presiden 30 hari 2014 12 hari TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

Ketepatan penyelesaian pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan pemerintahan dan kepangkatan Pegawai Negeri Sipil yang menjadi wewenang Presiden Kecepatan penyediaan data dan aksesibilitasstakeholders terhadap informasi yang dihasilkan Sekretariat Kabinet

95%

98%

3

1 hari

1 hari

13 Peningkatan kualtas bidang intelejen, operasi, personil, dan dukungan umum logistik 14 Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya yang dicapai

Jumlah kegiatan dan kekuatan personel 1 2 Persentase data dan informasi yang ditindaklanjuti oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden Persentase pelayanan keprotokolan dan persidangan di lingkungan Dewan Pertimbangan Presiden sesuai Standar Pelayanan

85% 100% 100%

100% 100% 100%

15 Seluruh kegiatan operasional ORI dapat berjalan lancar 16 Terselenggaranya dukungan manajeman dan pelaksanaan tugas teknis Sekretariat Negara 17 Tersusunnya pendapat, saran, dan pertimbangan atas prakarsa sendiri atau permintaan mengenai penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan iptek kepada pemerintah serta masyarakat untuk mencapai tujuan nasional

Seluruh kebutuhan pendanaan bagi ORI dapat terpenuhi sesuai jadwal Adanya rekomendasi kebijakan pembaharuan hukum yang ditujukan kepada Presiden Rekomendasi, memorandum, fatwa, pandangan, pendapat, saran, pertimbangan, atas prakarsa sendiri dan atau permintaan mengenai penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ilmu pengetahuan dasar, ilmu kedokteran, ilmu rekayasa, ilmu sosial, dan kebudayaan kepada pemerintah & masyarakat 100% 100% 100% 100%

18 Terlaksananya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis Sekretariat Negara

Meningkatkan hasil pemantauan dan evaluasi

100%

100%

II.L.007.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET PROGRAM/ KEGIATAN II. PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR SEKRETARIAT NEGARA 1 Terselenggaranya dukungan pelayanan umum kepada 1. pejabat negara dan aparatur Setneg yang berstandar kualitas baik serta perawatan dan pengelolaan aset/BMN Sekretariat Negara 2. Tersedianya sarana dan prasaran yang berkualitas Persentase ketersediaan sarana dan prasarana kantor, rumah jabatan pejabat tinggi negara serta wisma sesuai dengan standar yang ditetapkan Persentase BMN yang dilaporkan sesuai dengan ketentuan 100% 100% SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 3.249,4

100% 100%

100% 100%

2

Persentase sarana & prasarana dilingkungan Rumah Tangga Kepresidenan yang dapat di operasikan/dimanfaatkan

3

Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai di lingkungan Sekretariat Wakil Presiden

1

Persentase Sarana dan Prasarana yang berkualitas sesuai standar pelayanan

80%

90%

4 5 III. PROGRAM PENYELENGGARAAN PELAYANAN DUKUNGAN KEBIJAKAN KEPADA PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 1

Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai di lingkungan Sekretariat Militer peningkatan kualitas dukungan sarana prasarana penunjang tupoksi

Persentase Pelayanan kerumahtanggaan yang berkualitas sesuai standar pelayanan Persentase fasilitas kerja yang siap pakai terselenggaranya pengadaan alat peralatan, sarana/prasarana fisik lainnya dalam rangka menunjang pelaksanaan tupoksi

2

80% 80% 85%

90% 80% 100% 404,8

Terselenggaranya kerjasama teknik luar negeri yang cepat, tepat dan aman serta terselenggaranya program kerjasama teknik selatan-selatan

1. 2.

Persentase dokumen kerjasama teknik luar negeri yang dapat diselesaikan tepat waktu Persentase dokumen penugasan pejabat/pegawai/tenaga Indonesia ke luar negeri dalam rangka dinas dan belajar atas tanggungan negara dan perorangan yang dapat diselesaikan tepat waktu Persentase pelatihan yang dilaksanakan dalam kerangka kerjasama teknik selatan-selatan sesuai dengan dokumen kerjasama

100% 100%

100% 100%

3.

100%

100%

II.L.007.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET PROGRAM/ KEGIATAN 2 SASARAN Meningkatnya kualitas analisis dan kecepatan dalam 1. memberikan dukungan kebijakan dalam dan luar negeri, penyiapan bahan dan data dukungan kebijakan, serta dukungan informatika 2. INDIKATOR 2010 Persentase rekomendasi kebijakan dalam dan luar negeri kepada Presiden yang diselesaikan secara akurat dan tepat waktu sesuai standar Persentase rekomendasi kebijakan atas kelayakan permohonan kegiatan/acara-acara Kepresidenan di dalam dan luar negeri secara akurat dan tepat waktu sesuai standar Persentase surat/naskah letter of recall (LR) dan letter of credential (LC) Dubes RI, letter of commission (LC) Konsul/Konjen/Konsul Kehormatan RI, dan penerjemahan naskah/surat resmi kepresidenan/kenegaraan yang diselesaikan secara akurat dan tepat waktu Persentase ketersediaan transkrip dan pointers pidato presiden yang dapat dijadikan sebagai dokumen negara Persentase ketersediaan aplikasi sistem, layanan infrastruktur jaringan, serta layanan data dan informasi dukungan kebijakan yang diselesaikan secara akurat dan tepat waktu sesuai standar Persentase laporan hasil pertemuan yang difasilitasi dalam hubungan antara Presiden/Mensesneg dengan Lembaga Negara, Lembaga Daerah, Orpol, LSM, dan Ormas sesuai standar pelayanan Persentase rekomendasi berkaitan dengan hubungan kelembagaan yang ditindaklanjuti oleh Presiden/Mensesneg Persentase ketersediaan profil lembaga negara, lembaga daerah, organisasi politik, Lembaga Swadaya Masyarakat, organisasi kemasyarakatan 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

100%

100%

3.

100%

100%

4. 5.

100% 100%

100% 100%

3

Terselenggaranya hubungan kelembagaan yang harmonis 1. dan sinergis antara Presiden/Mensesneg dengan lembaga negara, lembaga daerah, organisasi politik, LSM dan organisasi kemasyarakatan 2.

100%

100%

100%

100%

3.

24%

100%

II.L.007.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET PROGRAM/ KEGIATAN 4 SASARAN Terselenggaranya ijin prakarsa, dan analisa RUU, 1. RPerpu, RPP, penyiapan pertimbangan rancangan Perpres, otentifikasi UU, Perpu, PP, evaluasi pelaksanaan UU, Perpu, PP, dan pendapat hukum serta analisis dan 2. administrasi permasalahan hukum, ratifikasi, prerogratif, naturalisasi, dan perundang-undangan 3. INDIKATOR 2010 Persentase penyelesaian laporan hasil analisis RUU, RPerpu, RPP dan pertimbangan Rperpres sesuai dengan standar pelayanan Persentase penyelesaian administratif RUU, RPerpu, dan RPP yang akan disampaikan/disahkan/ditetapkan oleh Presiden sesuai dengan standar pelayanan Persentase penyelesaian laporan hasil evaluasi dan penyusunan pendapat hukum pelaksanaan RUU, R Perpu, dan RPP sesuai dengan standar pelayanan Persentase penyelesaian gugatan dan permohonan hak uji materiil serta permohonan perlindungan hukum yang ditindaklanjuti Persentase permasalahan dan permohonan grasi, amnesti, abolisi, rehabilitasi, dan remisi perubahan pidana penjara serta naturalisasi yang ditelaah dan diselesaikan Persentase Rekomendasi kebijakan bidang hubungan internasional, pemerintahan dan politik dalam negeri, pertanan negara, keamanan dan ketertiban, kehakiman, hukum dan HAM, kewilayahan dan wawasan kepada Wakil Presiden yang ditindaklanjuti sesuai standar Persentase Rekomendasi kebijakan bidang moneter dan keuangan perdagangan dan kerjasama internasional, produksi serta prasarana dasar dan energi kepada Wakil Presiden yang ditindaklanjuti sesuai standar Persentase Rekomendasi kebijakan bidang agama dan sosial, pendidikan, kebudayaan dan olahraga, kesehatan, lingkungan hidup dan perumahan rakyat, pemberdayaan perempuan, usaha mikro kecil dan masalah ketenagakerjaan kepada Wakil Presiden yang ditindaklanj 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

100%

100%

100%

100%

4.

100%

100%

5.

100%

100%

5

Tersedianya rekomendasi kebijakan di bidang Politik, 1 Ekonomi, Kesejahteraan Rakyat, dan Dukungan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan kepada Wakil Presiden yang ditindaklanjuti

80%

90%

2

80%

90%

3

80%

90%

II.L.007.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN 4 INDIKATOR 2010 Persentase Rekomendasi kebijakan bidang dukungan pengawasan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan otonomi daerah, dukungan pengawasan pembangunan dan pengelolaan kekayaan negara, pemantauan pemberantasan korupsi serta pengelolaan data dan pengaduan Persentase kegiatan VVIP yang terlaksana dengan tertib dan aman Persentase pemberian dukungan administrasi personel TNI dan POLRI secara efektif Persentase WNI dan WNA yang akan dianugerahi gelar tanda jasa dan tanda kehormatan sesuai kriteria Kecepatan penyelesaian laporan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang politik dan keamanan, perekonomian, dan kesejahteraan rakyat Persentase penyelesaian laporan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang politik dan keamanan, perekonomian, dan kesejahteraan rakyat Kecepatan penyelesaian penyiapan saran kebijakan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum dalam bentuk peraturan perundang-undangan Ketepatan penyelesaian penyiapan saran kebijakan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum dalam bentuk peraturan perundang-undangan 90% 2014 90% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

6

Terselenggaranya kegiatan VVIP, dukungan administrasi personel TNI dan Polri, dan penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan

1 2 3

100% 90% 100% 10 hari

100% 90% 100% 10 hari

7

Saran kebijakan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis 1 atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah yang ditindaklanjuti 2

70%

90%

8

Saran kebijakan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum yang ditindaklanjuti

1

11 hari

11 hari

9

Penyelesaian permasalahan hukum yang ditindaklanjuti

2

85%

90%

II.L.007.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN 10 Rancangan Perpres, Keppres, dan Inpres yang 3 ditindaklanjuti 4 11 Saran kebijakan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah yang 5 ditindaklanjuti 6 INDIKATOR 2010 Kecepatan penyelesaian permasalahan hukum Ketepatan penyelesaian permasalahan hukum Kecepatan penyelesaian penyiapan rancangan Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, dan Instruksi Presiden Ketepatan penyelesaian penyiapan rancangan Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, dan Instruksi Presiden Kecepatan penyelesaian laporan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang politik dan keamanan, perekonomian, dan kesejahteraan rakyat Persentase penyelesaian laporan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang politik dan keamanan, perekonomian, dan kesejahteraan rakyat 11 hari 85% 11 hari 2014 11 hari 90% 11 hari TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

85%

90%

1

10 hari

10 hari

2

70%

90%

TOTAL ALOKASI SETNEG 2010-2014

11.084,1

II.L.007.8

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No 1. a. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM BINA PEMBANGUNAN DAERAH Fasilitasi Penataan Ruang Daerah dan Lingkungan Hidup di Daerah Tersusunnya PP Sesuai Amanat UU 26/2007 Jumlah PP tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat. Jumlah Penyusunan NSPM Penataan Ruang Daerah. 1 PP 3 Permendagri 30% daerah 1 PP 13 Permendagri 100% daerah
K)

SASARAN

INDIKATOR 2010 2014

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 1.300,0 40,8

K)

Tersusunnya Perda Sesuai Amanat UU 26/2007 dan Undang- Meningkatnya (Persentase) Penyelesaian Perda Sesuai Undang 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah : Amanat UU 26/2007 dan Undang-Undang 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Bantuan Penyusunan Rencana Tata Ruang Daerah Pemekaran. Meningkatnya keterpaduan dalam penataan ruang Jumlah RTR Daerah Pemekaran yang sudah disempurnakan. Jumlah BKPRD yang terbentuk. Terselenggaranya Rakernas BKPRN. Terselenggaranya Raker BKPRD. Meningkatnya Pemahaman Aparat Daerah dalam Penataan Ruang. Terselenggaranya Peningkatan SDM dalam Penataan Ruang (Pemda, BKPRD dan DPRD).

2 daerah 30% daerah 2 kegiatan 1 kegiatan

14 90% daerah 2 kegiatan 6 kegiatan 5 kegiatan

K)

K) K) K)

Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Penataan Ruang. Monitoring dan Evaluasi kinerja penyelenggaraan penataan Jumlah kegiatan evaluasi kinerja penyelenggaraan ruang di Daerah. penataan ruang.

1 kegiatan 1 kegiatan

5 kegiatan 5 kegiatan

K)

K)

II.L.010.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No b. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Fasilitasi pembangunan kawasan perkotaan SASARAN Tersusunnya UU ttg Perkotaan INDIKATOR 2010 Jumlah naskah akademis Jumlah rancangan UU ttg Perkotaan Jumlah uji publik RUU Perkotaan Jumlah UU Terbentuknya forum koordinasi pembangunan perkotaan di Jumlah pedoman tingkat provinsi Jumlah forum koordinasi pembangunan perkotaan tingkat provinsi di 5 wilayah pulau besar Tersedianya Peraturan Daerah tentang penyediaan perumahan untuk MBR. Tersusunnya pedoman peningkatan peran PKL dan peremajaan kawasan kumuh perkotaan dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan di perkotaan. Tersusunnya kebijakan Kemendagri terkait dgn pengendalian masalah sosial dan penyakit menular di kawasan perkotaan. Jumlah Peraturan Daerah berkaitan dgn penyediaan perumahan bagi MBR di kawasan perkotaan. Jumlah kebijakan/pedoman Jumlah personil Pemda dan masy yang mengikuti training . Jumlah kebijakan/pedoman Jumlah prov, kab/kota yang mendapat fasilitasi Pemda dalam mengoptimalkan pengendalian masalah sosial dan penyakit menular. Jumlah pedoman. Jumlah kelembagaan masyarakat difasilitasi Jumlah naskah akademis Jumlah pedoman (LKM) yang 1 1 rancangan pedoman 1 rancangan pedoman 2014 1 1 1 1 1 15
K) K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 100,5

40

K)

1 400

K)

K)

1 ranc. pedoman

1 28 provinsi dan 120 kab/kota

K) K)

Tersusunnya pedoman dalam rangka penguatan peran lembaga masyarakat perkotaan dalam peran sertanya bagi percepatan pemb.perkotaan. Tersusunnya pedoman pengelolaan dan pelestarian bangunan warisan budaya di perkotaan

1 200 1 1

K)

K)

K) K)

II.L.010.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Terfasilitasinya pemda dalam penyusunan kebijakan daerah tentang pengelolaan dan pelestarian bangunan warisan budaya Terbangunnya sistem informasi dan data base perkotaan yang terintegrasi mulai dari kab/kota, provinsi dan pusat. INDIKATOR 2010 Jumlah kota yang memiliki perda tentang pengelolaan dan pelestarian bangunan warisan budaya 1 1 2014 25
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

Jumlah data tipologi kawasan perkotaan seluruh Indonesia. Jumlah aplikasi data base sistem informasi kawasan perkotaan Jumlah kab/kota, provinsi yang memiliki data base dan terintegrasi dalam satu sistem informasi kawasan perkotaan Terbentuknya lembaga dan badan pengelola kawasan Tersusunnya pedoman pembentukan lembaga/badan pengelola kawasan perkotaan perkotaan Jumlah kota yang difasilitasi dalam untuk penyiapan pola pengelolaan kawasan perkotaan Terumuskannya kebijakan Kemendagri terkait dengan percepatan pembangunan sanitasi perkotaan Terlaksananya kerjasama city sharing Jumlah kab/kota yang terfasilitasi dalam pembentukan Pokja. Jumlah kebijakan/pedoman Jumlah Best Practices Perkotaan Unggulan Jumlah Kerjasama City Sharing Terlaksananya kerjasama sister city Jumlah kerjasama sister city Jumlah Kerjasama Sister City yang berjalan (terlaksana) Terlaksanannya Kerjasama Kawasan Metropolitan Pembangunan Perkotaan Jumlah Badan Kerjasama Kawasan Metropolitan yang terbentuk. Jumlah Rencana Objek Kerjasama yang tersusun scr memadai

1 1 140

K)

K)

K)

1 ranc. pedoman

1 15

K)

K)

49

365 1

K)

K) K) K) K) K)

4 10 4 10 1 2

20 50 20 50 9 22

K)

K)

II.L.010.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Tertatanya batas, fungsi, nama dan luas kawasan perkotaan Jumlah pedoman pembentukan, batas, fungsi dan luas kawasan perkotaan non otonom Jumlah supervisi dan fasilitasi pembentukan, batas, fungsi dan luas kawasan perkotaan Jumlah kota terfasilitasi. 1 2014 1 80 45
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

K)

Terlaksananya fasilitasi pemda dalam penyusunan perda pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana

K)

Tersusun dan terlaksananya kebijakan tentang pengelolaan Jumlah kebijakan pasar tradisional Jumlah kota yang memiliki kebijakan tentang pengelolaan pasar tradisional Jumlah evaluasi kota yang telah menerapkan modernisasi pengelolaan pasar tradisional Jumlah kebijakan/pedoman Tersusunnya Pedoman Standar Pelayanan Perkotaan ( kebijakan mengenai jenis-jenis pelayanan yang harus Jumlah prov, kab/kota yang difasilitasi dan penyiapan tersedia dalam suatu kawasan perkotaan) kebutuhan perencanaan pembangunan perkotaan sesuai Terlaksananya penilaian terhadap daerah yang mengikuti IMP Award Terfasilitasi dan tersupervisinya penyelenggaraan penyerahan aset PSU dari pengembang ke Pemda SPP Jumlah penghargaan IMP Jumlah dokumen evaluasi dan penyempurnaan sistem penilaian IMP Award Jumlah Prov, kab/kota yamg terfasilitasi dan tersupervisi dalam penyelenggaraan penyerahan aset PSU dari pengembang ke Pemda Jumlah prov, kab/kota yang terfasilitasi dalam penyusunan Perda terkait PSU di daerah Tersusunnya standar pengukuran besaran RTH kawasan perkotaan dan perda terkait RTH di kawasan perkotaan. Jumlah kebijakan/dokumen Jumlah Kabupaten/kota yang terfasilitasi

1 15 10 1 1 10 kab/kota di 3 provinsi 15 45 2 5 prov, 10 kab/kota 25 prov, 50 kab/kota

K) K)

K)

K)

K) K)

K)

10 kab/kota dari 3 provinsi 1 konsep rancangan dokumen. 1 28
K)

K)

II.L.010.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Terlaksananya fasilitasi pemda dalam penyusunan perda berkaitan dengan pemberian IMB INDIKATOR 2010 Jumlah daerah terfasilitasi. Jumlah daerah yang memiliki perda ttg Pemberian IMB 10 2014 31 31 50
K) K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

Meningkatnya kinerja pemerintah daerah dalam perencanaan Jumlah daerah yg terfasilitasi dalam penyelenggaraan perencanaan di kawasan perkotaan perkotaan dan melaksanakan tertib ruang Jumlah pedoman koordinasi pengawasan dan pengendalian pembangunan perkotaan Jumlah kegiatan koordinasi pengawasan dan pengendalian provinsi (5 wilayah) Jumlah hasil evaluasi kinerja pemda dalam pengawasan dan pengendalian pembangunan perkotaan c. Peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah Tersusunnya regulasi/ kebijakan pengembangan ekonomi lokal dan daerah terkait dengan Optimalisasi Potensi, Promosi, Sarana dan Prasarana, Kerjasama serta Kelembagaan Ekonomi Daerah Jumlah regulasi/kebijakan yang disusun dan disahkan, terkait dengan optimalisasi potensi, promosi, sarana dan prasarana, kerjasama serta kelembagaan ekonomi daerah.

K)

1 15 3

K)

K)

K)

1 pkt

5 pkt

K)

221,2

Berkembangnya lembaga usaha ekonomi daerah terutama di Jumlah SOP/Institusi/Unit Pelayanan Terpadu (UPT) bidang permodalan dan perijinan usaha untuk pelaksanaan OSS (One Stop Services), termasuk di kawasan transmigrasi, agropolitan/minapolitan, kawasan sentra produksi, klaster industri, dan kawasan khusus lainnya. Mempercepatproses perijinan di daerah jumlah daerah yang membentuk PTSP PTSP yang siap menerapkan SPIPISE Pembatalan Perda bermasalah Daerah yang mengurangi biaya untuk berusaha

1 paket

5 paket

k)

5% 5% 100% 30%

70% 60% 100% 70%

II.L.010.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Tersedianya data dan informasi tentang terkait dengan potensi, sarana dan prasarana, kerjasama dan kelembagaan ekonomi daerah INDIKATOR 2010 Tesedianya data dan info terkait dengan Potensi, Promosi, Sarana, Kerjasama dan Kelembagaan Ekonomi Daerah. Terlaksananya desiminasi/sosialisasi hasil pengembangan data dan info terkait dengan potensi, promosi, sarana dan prasarana, kerjasama serta kelembagaan ekonomi daerah Jumlah daerah yang terfasilitasi dalam upaya memecahkan permasalahan implementasi kebijakan yang terkait dengan Potensi, Promosi, Sarana dan Prasarana, Kerjasama serta Kelembagaan Ekonomi Daerah Jumlah workshop Diseminasi/ studi Banding mengenai pengembangan ekonomi lokal dan daerah. Jumlah forum lintas stakeholder yang aktif 1 pkt 2014 5pkt
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

1 pkt

5 pkt

K)

Terfasilitasinya Daerah dalam memecahkan permasalahan implementasi kebijakan yang terkait dengan Potensi, Promosi, Sarana dan Prasarana, Kerjasama serta Kelembagaan Ekonomi Daerah Terlaksananya peningkatan wawasan aparatur dlm bidang pengembangan ekonomi lokal dan daerah. Terbentuknya forum lintas stakeholder terkait perencanaan dan penganggaran program/kegiatan pengembangan ekonomi lokal dan daerah Meningkatnya ketersediaan tenaga fasilitasi dan jangka waktu fasilitasi kepada pelaku usaha ekonomi daerah mengenai kualitas produksi, pengolahan dan pemasaran

15 prov/kab/ kota

25 prov/kab/kota

1 pkt

5 pkt

K)

1 pkt

5 pkt

K)

§ Jumlah tenaga fasilitator, baik di pusat maupun daerah, termasuk di kawasan transmigrasi, agropolitan/minapolitan, kawasan sentra produksi, klaster industri, dan kawasan strategis lainnya § Jumlah lembaga fasilitasi di daerah § Jangka waktu penyelenggaraan fasilitasi di daerah, termasuk di kawasan transmigrasi, agropolitan/minapolitan, kawasan sentra produksi, klaster industri dan kawasan strategi lainnya.

1 pkt

5 pkt

K)

1 unit 10 bln

5 unit 10 bln

K)

II.L.010.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Meningkatnya kualitas kerja sama antar daerah dan kemitraan pemerintah swasta dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal dan daerah INDIKATOR 2010 Jumlah forum kerjasama antar daerah/wilayah 2014 1 pkt evaluasi hasil kinerja forum kerjasama/kemitraan TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

Jumlah sektor / bidang ekonomi yang dikerjasamakan

-

1 pkt evaluasi hasil kerjasama kemitraan dibid eklok antar daerah/ swasta

Jumlah MoU PPP

-

1 pkt evaluasi potensi eklok yang dapat di kerjasama kan. Optimalisasi pelaksanaan Evaluasi hasil kerjasama dlm rangka kerjasama mendorong pengembangan pengembangan eklok dan eklok dan daerah daerah (Care, Plan, CHF (Care, Plan, CHF dan AusAID) dan AusAID)

-

Meningkatnya kualitas kerja sama antar daerah dan kemitraan pemerintah swasta dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal dan daerah

Jumlah forum kerjasama antar daerah/wilayah

-

1 pkt evaluasi hasil kinerja forum kerjasama/kemitraan

II.L.010.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2014 Finalisasi pedum Evaluasi pengembangan model pelaksanaan pedum kerjsama ekonomi daerah pengembangan model kerjasama ekonomi daerah Penyusunan instrumen kerjasama ekonomi daerah d. Fasilitasi Pengembangan Wilayah Terpadu Terlaksananya koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan Meningkatnya pertumbuhan dan pemerataan hasil pembangunan kawasan perbatasan dan pulau-pulau kecil Persentase daerah yang menerapkan pedoman/kebijakan terkait dengan pengembangan potensi perekonomian daerah Jumlah pedoman/kebijakan terkait dengan pengembangan wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil Persentase wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil, yang mengimplementasikan pedoman/kebijakan terkait dengan pengembangan wilayah perbatasan dan pulaupulau kecil 50% Evaluasi pelaksa naan instrumen kerjasama ekonomi daerah 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

438,6

1

1

20%

90%

Terwujudnya optimalisasi pengembangan wilayah tertinggal, % Pemerintah Daerah yang melaksanakan kebijakan perbatasan, pesisir, dan pulau kecil, dan kawasan strategis terkait dengan PNPM PISEW di 9 Provinsi cepat tumbuh Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Perbatasan Persentase terfasilitasinya wilayah perbatasan untuk mendorong pertumbuhan Ekonomi.

20%

90%

5%

100%

II.L.010.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No 2. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA Peningkatan Kemandirian Masyarakat Pelayanan percepatan penanggulangan kemiskinan, Perdesaan (PNPM-MP) pengangguran di kecamatan dan desa/ (PNPM-Perdesaan); PNPM-RISE (PISEW); DAN PNPM-LMP sesuai standar. 2014 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 50.547,8

a.

Cakupan penerapan PNPM-MP dan penguatan PNPM

4.791 kec 2 Kab,/9 Kec.

b.

Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan

Cakupan wilayah kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana, khususnya di Kab. Nias dan Nias Selatan Mewujudkan pemerintahan desa yang demokratis dan · Jumlah fasilitasi pelayanan administrasi · efektif dalam rangka pemberian pelayanan kepada pemerintahan desa dan kelurahan melalui Bintek masyarakat. konsulidasi , inventarisasi serta penyusunan UU tentang Desa.

32 provinsi 2.133 kec, (termasuk 95 2 Kab/9 Kec.

48.782,0
K)

33 Prov

33 Prov

134,5

86 Kab 1 Produk Hukum · Mengembangkan manajemen pemerintahan desa yang efektif, dengan tetap mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai perkembangan masyarakat.

100 Kab 2 Produk Hukum
K)

· Jumlah fasilitasi pengelolaan keuangan dan aset 15 Provinsi 30 Kabupaten 32 Provinsi 192 Kab desa serta kelurahan melalui Bintek, inventarisasi dan pendataan keuangan dan asset desa, pengembangan desa wisata sebagai sumber PAD 8 Provinsi, 10 Kabupaten, 32 Provinsi 64 20 Desa Kabupaten 128 Desa

· Memperkuat kemampuan Perangkat Desa dan anggota · Jumlah fasilitasi pengembangan desa dan Badan Perwakilan Desa, agar mampu menyelenggarakan kelurahan melalui penetapan indikator keberhasilan pemerintahan desa secara demokratis dan efektif. pemdes, penetapan dan penegasan, pemetaan batas wilayah desa, penyusunan data based desa dan kelurahan, bimtek, dan koordinasi. · Meningkatnya kemampuan Pemerintah Daerah dalam memfasilitasi penyelenggaraan pemerintahan desa. · Jumlah fasilitasi peningkatan kapasitas melalui TOT, Bimtek peningkatan kapasitas aparat desa dan kelurahan

600 Orang dari 32 Provinsi, 18 Kab/Kota

1000 Orang dari 32 Provinsi, 32 Kab/Kota

II.L.010.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 · Jumlah fasilitasi pemantapan Badan Permusyawaratan Desa melalui Bintek, Orientasi, Koordinasi, Monitoring dan evalusasi c. Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Dan Desa Lingkup Regional · Meningkatkan kapasitas Aparat dan Masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa. · Jumlah pelatihan di bidang pemberdayaan aparatur desa/kelurahan sesuai standar · Jumlah pelatihan di bidang pemberdayaan lembaga masyarakat desa/kelurahan sesuai standar · Biaya rata-rata pelayanan urusan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, administrasi umum, perpustakaan, perlengkapan dan rumah tangga. d. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Dan Pelatihan Masyarakat ■ Pelayanan pengembangan kelembagaan dan pelatihan masyarakat sesuai standar. ■ Jumlah pelatihan yang diberikan bagi masyarakat perdesaan melalui penyusunan kurikulum dan modul, pelatihan, sinkronisasi, TOT; ■ Jumlah fasilitasi pendataan potensi desa melalui Pedataan dan Pendayagunaan Profil Desa/Kelurahan, Penyelenggaraan Lomba Desa/Kelurahan ■ Jumlah Program dan Kegiatan masuk desa dan peningkatan system perencanaan partisipatif melalui Sosialisasi, Bimtek, Pelatihan dan Monitoring dan evaluasi. 12 Angkt 480 orang dari 32 Prov 25 Angkt 1000 orang dari 32 Prov 27 Angkt 30 Angkt 147 Angkt 174 Angkt
K)

2014

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

15 Provinsi 30 Kabupaten 32 Provinsi 192 Kab 60 BPD 384 BPD

137,0

K)

100%

1

311,3

33 prov, 394 Kab 5 Kelurahan dan 5 Desa

12 Kegiatan di 32 Provinsi, 12 Kabupaten

33 prov, 468 Kab 5 Kelurahan dan 5 Desa 32 Kegiatan di 32 Provinsi, 32 Kabupaten

II.L.010.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 ■ Jumlah penataan ruangan kawasan pedesaan melalui fasilitasi Pemda dalam penyusunan perda tentang tata ruang kawasan perdesaan, pengembangan Pusat pertumbuhan antar desa (PPTAD), bimtek, dan koordinasi. 10 Kab. di 10 Provinsi 2014 50 Kab di 25 Provinsi TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

■ Menata kembali peranan dan fungsi lembaga masyarakat, ■ Jumlah Fasilitasi penataan dan pengembangan khususnya Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa Atau lembaga kemasyarakatan di desa melalui Bimtek, Sebutan Lain. pelatihan, pendataan

33 prov

33 prov

468 kab 12 lkeg Peningkatan kapasitas kelembagaan dan pelatihan masyarakat Meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat untuk Jumlah daerah tertinggal berpartisipasi dalam pembangunan yang memperoleh fasilitasi peningkatan kelembagaan dan pelatihan masyarakat (provinsi)

468 kab 48 lkeg 32 prov

e.

Fasilitasi Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat · Pelayanan pengembangan pemberdayaan adat dan sosial · Jumlah fasilitasi kesejahteraan sosial melalui budaya masyarakat sesuai standar. Sosialisasi, Bimtek dan Identifikasi pendataan serta penguatan kelembagaan di daerah. · Jumlah fasilitasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) melalui Penguatan Kelemb. Posyandu, Pendataan Posyandu, peningkt. Peran posyandu dlm kesehatan keluarga, pelaks. Bangdesmadu. 33 Prov. 15 Kab 6 Keg. 33 prov 468 kab 33 Prov. 36 Kab 10 Keg. 33 prov 468 kab

216,5

II.L.010.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 · Jumlah fasilitasi tenaga kerja perdesaan yang memperoleh pembinaan dan perlindungan keselamatan kerja perdesaan melalui peningkatan kemampuan tenaga kerja pedesaan di wilayah perbatasan antar Negara, penyusunan permendagri, pelatihan dan orientasi. · Jumlah pelaksanaan pembinaan budaya nusantara melalui inventarisai KAT, pelestarian Adat dan Budaya Nusantara dengan pemberian stimulant kepada pemerhati adat dan budaya · Jumlah dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan melalui pendataan, bintek, dan pemberantasan buta aksara; f. Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat · Terwujudnya usaha masyarakat di perdesaan yang maju, Jumlah Fasilitasi Pemda dalam pengembangan usaha mandiri dan berorientasi pada pemenuhan permintaan pasar, ekonomi masyarakat tertinggal termasuk PNPMdalam rangka meningkatkan ketahanan ekonomi nasional PISEW · Terwujudnya usaha ekonomi masyarakat di perdesaan yang maju, mandiri dan berorientasi pada pemenuhan permintaan pasar, dalam rangka meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. · Jumlah fasilitasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi keluarga melalui TOT dan pelatihan kewirausahaan, pemberian stimulan kepada kelompok masyarakat pesisir dan penguatan kelembagaan BUMKEL. 33 Prov. 32 Kab 33 Prov. 32 Kab 33 Prov 50 Kab 7 Keg. 2014 33 Prov 50 Kab 10 Keg. TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

15 Kab 13 Keg

50Kab 7 Keg

10 Kab. di 10 Provinsi

50 Kab di 25 Provinsi

287,8

15 Kab

50Kab

13 Keg

7 Keg

II.L.010.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 · Jumlah fasilitasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal melalui pelatihan, pemetaan/identifikasi, koordinasi, sosialisasi, penyusunan proksi kemiskinan serta pemberian stimulan kepada kelompok masyarakat tertinggal; (termasuk PNPM-PISEW) . 33 Prov. 2014 33 Prov. TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

15 Kab · Jumlah fasilitasi pelaksanaan usaha perkreditan dan simpan pinjam dan lembaga keuangan mikro pedesaan melalui Bintek, koordinasi, dan pemberian stimulan kepada kelompok masyarakat, 33 Prov

36 Kab 33 Prov

6 Keg. · Persentase Lembaga Keuangan Mikro Perdesaan/UED-SP yang berfungsi · Jumlah fasilitasi pengembangan dan pengelolaan pasar desa/ pasar lokal dan pengembangan informasi pasar melalui Bintek Pengelolaan Pasar Desa bagi aparat pemerintah Desa, Pengelola Pasar dan BPD, memberikan Stimulan kepada Pasar Desa; 20% 33 Prop

8 Keg. 0,7 33 Prop

10 Kab, 20 Desa · Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana perdesaan terutama sarana prasarana pemasaran hasil produksi masyarakat desa · Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana perdesaan terutama sarana prasarana pemasaran hasil produksi masyarakat desa · Jumlah ketersediaan sarana dan prasarana pemasaran hasil produksi masyarakat desa · Tingkat pelayanan dan akses masyarakat terhadap sarpras perdesaan 20 pasar

10 Kab, 60 Desa 235 pasar
K)

-

80 Kab

II.L.010.13

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS · SASARAN Tersusunnya RTR desa oleh Kab/Kota · INDIKATOR 2010 Tersusunnya RTR desa oleh kab/kota 33 Prov. 2014 120 Kab. 33 Prov. TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

Pelayanan pengembangan usaha ekonomi masyarakat · Jumlah fasilitasi usaha di bidang pertanian dan · sesuai standar. pangan yang berada di perdesaan melalui Bintek CPPD Provinsi dan Kabupaten/Kota, koordinasi, serta pemberian stimulan kepada kelompok masyarakat pengelola Cadangan Pangan Pemerintah Desa (CPPD).

15 Kab 6 Keg g. Fasilitasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Teknologi Tepat Guna Pelayanan pengelolaan sumber daya alam dan · pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai standar. · Jumlah fasilitasi pelaksanaan pengelolaan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan melalui pelatihan, rakor, supervisi, BLM dan evaluasi dengan kegiatan: (a) pemanfaatan lahan kritis sebagai pilot project DME (b) Pengelolaan Desa Hutan (c) Pengelolaan Hutan Mangrove 14 desa di 13 provinsi 4 desa, 4 provinsi 1 desa 1 provinsi 33 Prov.

36 Kab 10 Keg 165,8

20 desa di 20 provinsi 5 desa, 5 provinsi 2 desa, 2 provinsi 33 Prov.

· Jumlah fasilitasi pembangunan sarana dan prasarana perdesaan melalui orientasi, pelatihan, koordinasi, bintek AMPL (PAMSIMAS).

32 Kab

10 Keg.

II.L.010.14

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 · Jumlah hasil kajian dan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan yang diterapkan termasuk di wilayah perbatasan. 32 provinsi 2014 32 provinsi TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

50 kab. tertinggal · Jumlah fasilitasi pemasyarakatan dan kerjasama teknologi tepat guna melalui Pelatihan, Bintek Posyantekdes, BLM, Gelar TTG, Koordinasi, dan Monev · 33 Provinsi · 35 Kab/Kota · 4 Pokmas · 20 Posyantekdes · 8 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) 3. PROGRAM PENGELOLAAN DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH Penataan Urusan Pemerintahan Daerah dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Terselenggaranya penguatan dan pemantapan urusan pemerintahan daerah pada aspek pelaksanaan dan pengembangan urusan pemerintahan daerah, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pemerintahan. Jumlah Kebijakan penyempurnaan pembagian urusan pemerintahan antar tingkat pemerintahan dalam revisi UU No. 32 Tahun 2004. Jumlah Peraturan Pemerintah tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, sebagai turunan dari revisi UU No. 32 Tahun 2004. Jumlah Sosialisasi penyempurnaan pembagian urusan pemerintahan antar tingkat pemerintahan kepada K/L dan Pemerintah Daerah. 1 Kebijakan

50 kab. tertinggal · 33 Provinsi · 35 Kab/Kota 20 Pokmas 100 Posyantekdes 40 UMK
K) K)

K)

731,2

a.

1 Kebijakan

K)

62,9

1 Peraturan Pemerintah

K)

1 Paket

K)

II.L.010.15

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase pelaksanaan urusan yang telah menjadi kewenangan pemerintahan daerah Persentase daerah yang sudah menyelesaikan perda mengenai kewenangan/urusan (wajib dan pilihan) pada pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota. Persentase Perda kewenangan/urusan pada pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota yang telah Jumlah bidang urusan yang telah disusun Norma Standar Prosedur Kriteria (NSPK) oleh K/L dan fasilitasi implementasi Terwujudnya harmonisasi peraturan perundang-undangan terkait dengan peraturan perundang-undangan desentralisasi dan otonomi daerah, baik di Pusat maupun antara Pusat dan Daerah dalam rangka reformasi regulasi secara bertahap. Persentase peraturan perundang-undangan sektoral yang diinventarisasi yang belum sejalan dengan peraturan perundang-undangan desentralisasi dan otonomi daerah di pusat dan di daerah Persentase harmonisasi peraturan perundang-undangan sektoral dengan peraturan perundang-undangan desentralisasi dan otonomi daerah di pusat b Pengembangan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Terevaluasinya kinerja penyelenggaraan pemerintahan Persentase daerah yang dievaluasi kinerja daerah penyelenggaranan pemerintahan Meningkatnya kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Persentase daerah yang meningkat kinerja sebagai tindaklanjut dari pengawasan dan evaluasi kinerja pemerintahan daerahnya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah desentralisasi dan otonomi daerah Tersusunnya SPM Bidang lainnya yang belum diterbitkan sampai dengan akhir tahun 2009 Jumlah SPM yang ditetapkan 30% 2014 100% 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

30% 5 bidang urusan

100% 31 bidang urusan

100%

100%

20%

60%

100% 60%

100% 90%

60,5

c

Penetapan Indikator Kinerja Utama Pelayanan Publik yang selaras antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah

13 SPM

17 SPM

7,5

II.L.010.16

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No d PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Penerapan Indikator Utama Pelayanan Publik Meningkatnya Implementasi Urusan Pemerintahan Daerah di Daerah dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Daerah. Jumlah Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah diterapkan oleh Daerah Jumlah bidang SPM yang dimonitor penerapannya Jumlah bidang SPM yang dievaluasi penerapannya e. Penataan Daerah Otonom dan Otonomi Khusus Terbitnya UU Keistimewaan DIY Tersusunnya dan terimplementasinya peraturan pelaksana seluruh UU yang mengatur otonomi khusus Terevaluasinya perkembangan Daerah Otonom Baru f. Penghentian/pembatasan pemekaran wilayah Terlaksananya seluruh mekanisme pengusulan pemekaran dan penggabungan daerah sesuai dengan PP No 78 tahun 2007, dalam rangka penghentian/pembatasan pemekaran wilayah/pembentukan daerah otonom baru. Jumlah undang-undang Jumlah peraturan pelaksana turunan UU yang mengatur daerah dengan otonomi khusus Persentase daerah otonom baru (< 3 th) yang dievaluasi Jumlah Strategi Dasar Penataan Daerah 5 SPM 2014 17 SPM TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 20,0

1 UU 3 RPP dan 2 Perpres

17 bidang SPM 17 bidang SPM 1 UU 3 RPP dan 2 Perpres

K)

K)

K)

25,0

K)

100% 1 paket

100% 1 paket
K)

20,0

g.

Pembinaan administrasi pejabat negara di daerah dan DPRD

Persentase evaluasi setiap usulan pemekaran, 100% penggabungan, dan penghapusan daerah sesuai dengan PP No 78 tahun 2007 0 (nol) Jumlah daerah otonom baru yang terbentuk berdasarkan usulan Pemerintah Kapasitas kepala daerah dan pimpinan DPRD yang memadai Jumlah kepala daerah dan pimpinan DPRD yang Kepala daerah 5 Kepala daerah di dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota terpilih di 478 kabupaten/kota mengikuti kegiatan orientasi bagi peningkatan setiap provinsi pada 33 otonom. kemampuan dalam menjalankan fungsi-fungsi provinsi. kepemimpinan daerah, legislasi, penganggaran, dan pengawasan, serta inovasi pemerintahan dan pembangunan. Pimpinan DPRD 5 Pimpinan DPRD di kabupaten/kota terpilih di 491 kabupaten/kota setiap provinsi pada 33 otonom provinsi.

K)

18,7

K)

II.L.010.17

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Kepala daerah provinsi pada 33 provinsi. 2014 Kepala daerah provinsi pada 33 provinsi.
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

Pimpinan DPRD provinsi Kepala daerah dan pada 33 provinsi. pimpinan DPRD provinsi pada 33 i Jumlah laporan evaluasi terhadap peningkatan kapasitas 1 paketi kepala daerah dan DPRD Meningkatnya kualitas Perda yang berasal dari usul inisiatif Jumlah perwakilan dari masing-masing komisi DPRD yang mengikuti diklat Regulatory Impact Assesment DPRD (RIA) atau harmonisasi peraturan perundangan. Perwakilan dari masingmasing komisi DPRD di 5 kabupaten/kota terpilih di setiap provinsi pada 33 provinsi. Perwakilan dari masing-masing komisi DPRD di 491 Kab/Kota

K)

K)

K)

Jumlah laporan evaluasi kualitas Perda yang berasal dari usul inisiatif DPRD h Penyempurnaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah Tersusunnya UU tentang PEMILU Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan terselenggaranya Pilkada yang efisien. Persentase revisi terbatas UU No. 32 tahun 2004 terkait dengan efisiensi pelaksanaan Pilkada Jumlah UU tentang PEMILU Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Jumlah penetapan UU tentang pemerintahan daerah sebagai revisi UU No. 32 Tahun 2004 Persentase penyelesaian penyusunan peraturan pelaksanaan UU hasil revisi UU No. 32 Tahun 2004 Jumlah sosialisasi peraturan bidang otonomi daerah 100%

1 paket

K)

100%

3,0

1 UU 1 UU

1 UU 1 UU 100%

K)

i

Penyusunan Peraturan Perundangan Pemerintahan Daerah

Terselenggaranya dukungan pelayanan teknis dan administrasi berkualitas di lingkungan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah

K)

9,5

1 paket

5 paket

K)

II.L.010.18

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No 4. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PENGUATAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN UMUM SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 1.655,0

a.

Pengembangan Kawasan dan Otorita

Meningkatnya pengembangan kawasan dan otorita di daerah Persentase fasilitasi kawasan otorita, kawasan industri dan perdagangan bebas, dan kawasan kepentingan umum yang dikelola dan dikembangkan

65%

90%

105,8

b.

Persentase sarpras yang diberikan kepada daerah Pengembangan Manajemen Pencegahan dan Meningkatnya sarpras Pemerintahan Pasca Bencana/pengurangan resiko bencana Penanggulangan Bencana Meningkatnya kapasitas aparat dalam upaya penanggulangan Persentase fasilitasi peningkatan kapasitas aparat dalam bencana daerah dan bahaya kebakaran upaya penanggulangan bencana dan bahaya kebakaran Penyelenggaraan Hubungan Pusat dan Daerah serta Kerjasama Daerah Meningkatnya daerah yang menerima manfaat dari kerjasama daerah dalam bidang ekonomi, prasarana dan pelayanan publik Persentase peningkatan jumlah daerah yang melaksanakan kerjasama daerah dalam bidang ekonomi, prasarana dan pelayanan publik. Persentase jumlah daerah yang menerima manfaat dari kerjasama daerah dalam bidang ekonomi, prasarana dan pelayanan publik. Jumlah sistem database dan sistem monev kerja sama daerah yang disusun Jumlah pemetaan pelaksanaan Kerjasama Daerah baik yang sukses maupun yang gagal Jumlah pemutakhiran pemetaan pelaksanaan kerja sama daerah baik yang sukses maupun yang gagal

40% 75%

75% 75%

211,7

c.

10%

20% dari jumlah di tahun 2013 75%

141,4

50%

1 paket 1 paket 2 paket

K)

K)

K)

II.L.010.19

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Meningkatnya kerjasama antar daerah Tersusunnya regulasi Pusat tentang administrasi pelayanan terpadu di tingkat kecamatan Terlaksananya administrasi pelayanan terpadu di tingkat kecamatan. INDIKATOR 2010 Persentase jumlah kegiatan fasilisasi kerjasama antar daerah yang diusulkan Jumlah Permendagri tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan. Persentase kabupaten/kota yang telah melaksanakan pelayanan administrasi terpadu kecamatan 75% 1 Permendagri 10% kabupaten/kota telah memiliki dan menerapkan regulasi pelayanan terpadu di tingkat kecamatan 2014 75% 1 Permendagri 50% kabupaten/kota telah memiliki dan menerapkan regulasi pelayanan terpadu di tingkat kecamatan
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

d.

Pengembangan dan Penataan Wilayah Administrasi dan Perbatasan

Terfasilitasinya pengembangan dan penataan wilayah administrasi, penegasan batas daerah, perbatasan antar negara, toponimi, dan pertanahan

Persentase jumlah rumusan kebijakan dan produk hukum penataan wilayah administrasi dan penegasan batas daerah, pengembangan wilayah perbatasan, toponimi, dan pertanahan. Jumlah segmen penataan dan penegasan batas wilayah administrasi perbatasan antar daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Perundangan Persentase pemetaan rupabumi (toponimi)

75%

95%

977,2

15 segmen

15 segmen

15% 3

100% 3

Jumlah Pos lintas Batas tradisional dan internasional Meningkatnya kemampuan pengelolaan Pos Lintas Batas (PLB) internasional dan tradisional secara terpadu yang telah dengan kualitas manajemen pengelolaan serta fasilitas disepakati antar negara pendukung yang memadai

II.L.010.20

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Terfasilitasinya penguatan kelembagaan wilayah perbatasan Prosentase penguatan kelembagaan di pusat dan daerah antar negara dalam rangka penanganan perbatasan antar negara. Meningkatnya sarpras perbatasan antar negara dan pulaupulau terluar dalam rangka pelayanan umum pemerintahan Prosentase jumlah kab/kota di wilayah perbatasan antar negara dan pulau-pulau terluar yang mendapat sarpras perbatasan antar negara Jumlah provinsi yang termasuk ke dalam perbatasan antar negara (SOSEKMALINDO, JBC RI-RDTL, JBC RI-PNG 25% 2014 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

25%

100%

Meningkatnya kerjasama perbatasan antar negara (SOSEKMALINDO, JBC RI-RDTL, JBC RI-PNG)

6

6

5.

PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN DALAM NEGERI

949,0

a.

Penataan Produk Hukum dan Pelayanan Bantuan Hukum Departemen

Percepatan harmonisasi dan sinkronisasi peraturan Jumlah perda yang dikaji perundang-undangan di tingkat Pusat dan daerah hingga tercapai keselarasan arah dalam implementasi pembangunan. Tersusunnya peraturan pemerintah pengganti PP No 41 tahun 2007 dan peraturan-peraturan pelaksanaannya agar organisasi perangkat daerah dapat efektif dan efisien dalam melaksanakan seluruh SPM yang telah ditetapkan serta mengharmoniskan dengan amanat perundang-undangan sektor dalam pembentukan organisasi sektor di daerah. Jumlah evaluasi pelaksanaan PP No. 41 Tahun 2007 Jumlah PP pengganti PP No. 41 Tahun 2007 yang disahkan Persentase daerah yang melaksanakan PP pengganti PP No. 41 Tahun 2007 Jumlah laporan monitoring pelaksanaan PP pengganti PP No. 41 Tahun 2007

3.000 perda

20.000 perda

K)

12,5

b.

Penataan Kelembagaan, Ketatalaksanaan, Analisis Jabatan, dan Pelaporan Kinerja

1 paket

1 paket 1 PP 100% 2 laporan
K) K)

6,0

II.L.010.21

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah laporan evaluasi pelaksanaan PP pengganti PP No. 41 Tahun 2007 6. PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH 2014 1 laporan
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

350,0

a.

Pembinaan dan Fasilitasi Dana Perimbangan Peningkatan efektifitas pemanfaatan DAK sesuai Petunjuk Pelaksanaan Optimalisasi penyerapan DAK oleh daerah Terwujudnya tertib administrasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang akuntabel dan transparan

Persentase Provinsi, kabupaten/kota yang telah memanfaatkan DAK sesuai Petunjuk Pelaksanaan Persentase daerah yang telah Optimal (100%) menyerap DAK Jumlah rekomendasi kebijakan untuk dukungan materi sebagai masukan terhadap revisi UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah.

70%

90%

15,1

70% 1 paket rekomendasi kebijakan

90% 1 paket rekomendasi kebijakan
K)

Tersusunnya kebijakan/regulasi di bidang fasilitasi dana perimbangan yang dapat diimplementasikan di daerah

Jumlah Permendagri

6

18

K)

Jumlah Surat Edaran Mendagri b. Pembinaan Administrasi Anggaran Daerah Peningkatan kualitas belanja daerah dalam APBD Persentase kabupaten/kota yang proporsi belanja langsungnya lebih besar dari belanja tidak langsung Persentase rata-rata belanja modal terhadap total belanja daerah (Propinsi)

2 SE 30%

6 SE 60%

K)

37,6

26%

30%

II.L.010.22

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Penetapan APBD secara tepat waktu c. Pembinaan Administrasi Pendapatan dan Investasi Daerah INDIKATOR 2010 Persentase jumlah APBD yang disahkan secara tepat waktu. Meningkatnya pendapatan daerah yang bersumber dari pajak Persentase rata-rata perolehan pajak dan retribusi daerah dan retribusi daerah daerah terhadap APBD Kab/Kota Persentase rata-rata perolehan pajak dan retribusi daerah terhadap APBD Provinsi Meningkatnya Optimalisasi investasi daerah dan pengelolaan Persentase rata-rata hasil penerimaan Investasi dan barang milik daerah barang milik daerah terhadap PAD Meningkatnya kemampuan administrasi pendapatan dan investasi daerah Persentase kabupaten daerah tertinggal yang memperoleh fasilitasi peningkatan kemampuan administrasi pendapatan dan investasi daerah Persentase daerah provinsi, Kab/Kota ber-LKPD dengan status WTP. Persentase penetapan dan penyampaian Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang disahkan secara tepat waktu. 60% 4,60% 44,50% 3% 2014 90% 11,80% 48% 7% 30,7 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

0%

50%

d.

Pembinaan dan Fasilitasi Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah

Provinsi dan kabupaten/ kota memiliki Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) berstatus Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penetapan dan penyampaian Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD secara tepat waktu

15%

100%

21,0

40%

90%

7. a.

PROGRAM PENDIDIKAN DAN LATIHAN Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pemerintahan dan Politik Terintegrasinya seluruh diklat bagi PNS Daerah untuk menunjang penyelenggaraan pemerintahan, politik dan penerapan SPM di daerah Jumlah Grand Strategy penyelenggaraan diklat 1 1
K)

718,0 42,3

Jumlah sosialisasi Grand Strategy penyelenggaraan diklat Jumlah daerah pelaksana Grand Strategy penyelenggaraan diklat

1 paket 33 provinsi

K)

II.L.010.23

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah camat peserta diklat teknis pemerintahan Jumlah provinsi/angkatan diklat penguatan pemerintahan dan politik bagi anggota DPRD, pejabat pemerintahan Provinsi dan Kabupaten dan Kota, Kecamatan, Kelurahan dan Desa untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan, politik dan SPM Jumlah peserta orientasi pengenalan tugas bagi anggota DPRD hasil Pemilu 2014 Jumlah angkatan diklat calon camat 8. PROGRAM PENATAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN Pengembangan Sistem Adminstrasi Kependudukan (SAK) Terpadu Terlaksananya tertib administrasi kependudukan dengan tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat dan terpadu. Jumlah kabupaten/kota yang memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada setiap penduduk. 497 497 150 2014 510 33 Provinsi (52 Angkatan)
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

K)

3,000 3

K)

K)

6.900,0
6.600 (Angka sementara untuk 5 tahun. Kepastian alokasi dana pertahun menunggu penyelesaian Grand Design )

a.

Jumlah penduduk yang menerima e-KTP berbasis NIK 4,2 juta jiwa di 6 kab/kota 172 juta jiwa di 497 dengan perekaman sidik jari kab/kota

K)

b.

Pengelolaan Informasi Manajemen Kependudukan

Terlaksananya penataan sistem koneksi SIAK yang berbasis Jumlah koneksitas Kementerian/ Lembaga yang telah NIK dengan sistem informasi Kementerian/Lembaga melalui mengembangkan data warehouse berbasis data pembangunan dan pengembangan data warehouse berbasis kependudukan dengan data warehouse NIK Nasional. data kependudukan dengan NIK Nasional

4 K/L

15 K/L

K)

148,8

II.L.010.24

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah smart card atau dokumen lainnya yang diterbitkan oleh Kementerian/ Lembaga yang telah mengembangkan data warehouse berbasis data kependudukan dengan NIK Nasional untuk peningkatan pelayanan publik 2014 23
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

c.

Penataan Kebijakan Perkembangan Kependudukan

Terwujudnya Sistem Administrasi Kependudukan yang baik Jumlah daerah yang telah menetapkan perda sebagai sebagai upaya reformasi pelayanan registrasi penduduk dan amanat UU No. 23 tahun 2006 dalam penyelenggaraan pencatatan sipil. administrasi kependudukan Jumlah peraturan pelaksana UU No. 23 Tahun 2006 dan peraturan tentang penyelenggaraan registrasi penduduk dan catatan sipil

127 Kab/Kota

497 Kab/kota

15,4

4 Permendagri

18 permendagri

9.

PROGRAM PEMBINAAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK

Meningkatnya komitmen dan dukungan pemangku Indeks Kinerja Lembaga Demokrasi kepentingan terhadap berjalannya proses demokratisasi dan Indeks Kesehatan Masyarakat Sipil dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indeks Kebebasan Sipil Indeks Hak-Hak Politik Prosentase kebijakan/peraturan perundangan yang dilaksanakan oleh pemda dan para pemangku kepentingan Prosentase forum dialog publik yang efektif

52,3* 75,7* 53* -

70 3 80 70 80%

625,8

55%

80% 100% 184,5

a.

Fasilitasi Organisasi Politik dan Kemasyaratan

Terlaksananya penyusunan kebijakan, fasilitasi dan dukungan bagi peningkatan peran organisasi politik dan kemasyarakatan

1. Prosentase kemajuan rancangan revisi terbatas UU Parpol 2. Jumlah parpol yang mendapatkan fasilitasi peningkatan kapasitas

-

9 parpol

II.L.010.25

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3. Jumlah dokumen Indeks Kesehatan Masyarakat Sipil 4. Jumlah organisasi kemasyarakatan yang mendapatkan peningkatan kapasitas 5. Prosentase kemajuan rancangan revisi UU No. 8 tahun 1985 tentang Ormas 6. Prosentase kemajuan penyusunan rumusan kebijakan, perbaikan mekanisme dan prosedur penyelenggaraan kebijakan publik yang melibatkan masyarakat 7. Prosentase kemajuan pengembangan Democracy Trust Fund 8. Jumlah laporan fasilitasi pertemuan, forum dan uji publik untuk masukan penyusunan naskah akademis dan draft RPP Insentif Perpajakan. 580 Ormas, LSM dan LNL 55% 2014 1 Dokumen 2.580 Ormas, LSM dan LNL 100% 100%
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

K)

-

85% 3 laporan (1 laporan masukan hasil pertemuan/forum, 1 laporan masukan hasil uji publik, 1 laporan sosialisasi)
K)

9. Prosentase kumulatif provinsi/ kabupaten/kota yang mendapatkan sosialisasi dan fasilitasi peningkatan peran FKUB 10. Jumlah dokumen evaluasi UU No 9 Tahun 1961 mengenai Pengumpulan Uang atau Barang

50%

85%

-

2

K)

II.L.010.26

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 11. Jumlah publikasi best practices dan inovasi praktek demokrasi 12. Prosentase kumulatif wilayah Indonesia yang mendapatkan fasilitasi peningkatan peran forum publik 13. Tahapan perumusan kebijakan yang mendorong peran dan keberlanjutan organisasi politik dan kemasyarakatan dan mendorong kerja sama organisasi kemasyarakatan dengan pemda 2014 200 65%
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

Kajian PP tentang Partai Lokal di Aceh

PP tentang Partai Lokal di Aceh

Permendagri tentang Permendagri tentang Pelaksanaan Koordinasi Pelaksanaan Pemantauan Orang Asing Koordinasi dan Lembaga Asing Pemantauan Orang Asing dan Lembaga Asing Permendagri tentang Permendagri tentang Fasilitasi Pelayanan dan Fasilitasi Pelayanan Pemantauan Tenaga Kerja dan Pemantauan Orang Asing Tenaga Kerja Orang Asing 25% pemda bekerja sama 70 % pemda bekerja dengan organisasi sama dengan masyarakat sipil organisasi masyarakat sipil

II.L.010.27

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2014 PP tentang Bantuan Keuangan Parpol TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

-

Permendagri tentang Pedoman pelaksanaan Bantuan Keuangan Parpol

b.

Fasilitasi Penanganan Konflik

Terlaksananya penyusunan kebijakan dan fasilitasi penanganan konflik

50% 18. Tingkat kepuasan pelayanan organisasi kemasyarakatan, termasuk data basenya. 1. Prosentase kemajuan penetapan UU Penanganan Konflik 2. Prosentase kumulatif provinsi/ kabupaten/kota yang 40% mendapatkan fasilitasi pembentukan dan fasilitasi pelembagaan penguatan forum dialog penyelesaian konflik 3. Jumlah angkatan aparatur pemda yang 8 mendapatkan pendidikan dan pelatihan manajemen konflik dan negosiasi 4. Jumlah wilayah yang mendapatkan fasilitasi 6 wilayah pasca konflik penanganan konflik berkaitan dengan aspek (NAD, Kalteng, Sulteng, pemerintahan dan keamanan Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat)

75% 100% 75% 88,1

48

K)

8 wilayah pasca konflik (NAD, Kalteng, Sulteng, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan NTT)
·

II.L.010.28

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2014
·

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

5. Jumlah dokumen laporan situasi daerah 1 laporan puskomin -

16 wilayah rawan konflik

· 10 wilayah potensi konflik 5 laporan puskomin

K)

6. Jumlah paket kerjasama dengan organisasi masyarakat sipil dalam penanganan konflik c. Pengembangan Nilai-Nilai Kebangsaan Terlaksananya penyusunan kebijakan, dukungan dan fasilitasi pengembangan nilai-nilai kebangsaan 1. Prosentase jumlah penyelesaian rumusan kebijakan pengembangan nilai kebangsaan Indonesia yang tepat waktu 2. Jumlah modul pengembangan nilai kebangsaan

400 paket kerjasama di 33 provinsi 87%

K)

-

50,4

-

· 4 Modul (3 Modul Wawasan Kebangsaan dan 1 Modul Bingkai Kebangsaan)

K)

II.L.010.29

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2014
K) · 3 Modul ( 1 Modul Pembauran Kebangsaan, 1 Modul Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa, 1 Modul Ketahanan Bangsa)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

-

-

· 3 Modul Bela Negara

K)

K) · 2 Modul (1 Modul Pengembangan NilaiNilai Pranata Sosial, 1 Modul Pengembangan NilaiNilai Budaya)

II.L.010.30

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3. Jumlah forum sosialisasi pengembangan nilai kebangsaan untuk pemuda, perempuan, aparatur pemerintah 4. Jumlah peserta TOT/peningkatan kapasitas kader pembauran d. Pembinaan dan Pengembangan Budaya Politik Terlaksananya penyusunan kebijakan, dukungan dan fasilitasi pengembangan budaya politik yang berdasarkan pada 4 pilar negara (Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) 1. Prosentase penyusunan rumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan budaya politik yang akuntabel dan tepat waktu 2. Prosentase penyusunan rumusan kebijakan pendidikan perdamaian yang akuntabel dan tepat waktu 3. Jumlah paket kerja sama pembinaan dan pengembangan budaya politik di wilayah miskin, terisolasi, perbatasan dan kaum marjinal 4. Jumlah paket kerja sama sosialisasi perundangundangan dan cinta tanah air 5. Jumlah provinsi yang mendapatkan fasilitasi pengembangan kelompok kerja demokrasi dan pendampingan pusat pendidikan kewarganegaraan 6. Jumlah akumulasi provinsi yang membangun dan memperkuat pusat pendidikan kewarganegaraan/politik rakyat 2014 85
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

-

196 orang dari 28 provinsi 90%

K)

98,1

-

82,50%

-

536

K)

-

536 paket kerjasama di 33 provinsi 33 provinsi

K)

33 provinsi

-

25 provinsi

II.L.010.31

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 7. Jumlah materi/modul pendidikan politik bagi calon pemilih pemula 3 Modul tentang Pendidikan Politik bagi calon pemilih Pemula 2014 15 Modul tentang Pendidikan Politik bagi calon pemilih Pemula
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

e.

Lembaga Perwakilan dan Partisipasi Politik

Terlaksananya penyusunan kebijakan, dukungan dan fasilitasi lembaga perwakilan dan partisipasi politik

1. Prosentase penyusunan rumusan kebijakan fasilitasi lembaga perwakilan dan pengembangan partisipasi politik yang akuntabel dan tepat waktu 2. Prosentase penyusunan mekanisme partisipasi politik rakyat dalam keterlibatan penyusunan kebijakan publik dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel dan tepat waktu 3. Prosentase pelaksanaan fasilitasi hubungan kerja antar pemerintah dengan lembaga perwakilan 4. Jumlah forum komunikasi politik

50%

90%

68,5

50%

90%

50%

90%

75%

12 95%

K)

5. Prosentase laporan pemantauan dan pelaporan perkembangan politik yang tepat waktu 6. Jumlah dokumen evaluasi sistem dan pelaksanaan pemilihan umum 7. Prosentase kemajuan penetapan rancangan revisi UU No. 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum 9. Prosentase kemajuan penyusunan rancangan revisi terbatas UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD

1 100%

5 100%

K)

50%

100%

II.L.010.32

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 10. Prosentase kemajuan penyusunan rancangan revisi terbatas UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD 11. Prosentase kemajuan penyusunan rancangan revisi terbatas UU No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 12. Jumlah paket kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dalam peningkatan partisipasi politik perempuan 10. PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR KEMENTERIAN DALAM NEGERI Terpenuhinya sarana dan prasarana sesuai kebutuhan dan terlaksananya pengelolaan sarana dan prasarana kementerian. Tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan Tupoksi Sekretariat Jenderal dan Kementerian Dalam Negeri untuk kategori fasilitas tertentu. Persentase pembangunan sarana dan prasarana kampus IPDN Daerah. Persentase hasil penelitian dan pengembangan yang ditindaklanjuti. 50% 2014 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

50%

100%

-

400

K)

1.735,0

25% (4 daerah) 45%

100% 65% 181,0

11.

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian sebagai bahan rekomendasi perumusan kebijakan.

12.

Meningkatnya kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur Persentase tingkat ketaatan aparatur terhadap dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatnya pelaksanaan tugas dan fungsi di unit kerja lingkup transparansi dan akuntabilitas keuangan. Kemendagri

80%

90%

200,0

Persentase tingkat ketaatan aparatur terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan di provinsi

80%

90%

II.L.010.33

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase tingkat penyelesaian kasus-kasus dan pengaduan khusus atas Petunjuk Menteri di unit kerja lingkup Kemendagri dan Provinsi serta Kabupaten/Kota tertentu. Peningkatan jumlah lulusan pendidikan kader dengan predikat “Dengan Pujian” dan atau “cum laude”. Peningkatan rata-rata nilai pendidikan (pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan) 80% 2014 80% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

13.

PENDIDIKAN KEPAMONGPRAJAAN

Tersedianya kader aparatur Pemerintahan Dalam Negeri yang professional dan berkualitas pada derajat program vokasi, akademik dan profesi.

4% dari jumlah praja

5% dari jumlah praja

1.262,6

Naik 2,5% (0,1 dari skala Naik 2,5% (0,1 dari 4) skala 4) dari kondisi tahun 2013 Nilai rata-rata > 2 Nilai rata-rata > 2

TOTAL ALOKASI KEMENDAGRI 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

67.155,4

* indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2007

II.L.010.34

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Negeri melalui Kerjasama ASEAN TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 1. Meningkatnya peran dan kepemimpinan Indonesia dalam pembentukan Komunitas ASEAN di bidang politik dan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. 1. % prakarsa/rekomendasi Indonesia yang diadopsi 2. % dukungan dan partisipasi masyarakat domestik terhadap pembentukan komunitas ASEAN 2015 80% 100% 2014 80% 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 200,1

1.1

Kerjasama ASEAN bidang Politik dan Keamanan

Terlaksananya peran Indonesia dalam mewujudkan komunitas ASEAN di bidang Politik dan Keamanan

1. Jumlah pertemuan/kegiatan/seminar/sidang yang diikuti oleh Indonesia 2. Terlaksananya grand design nasional pelaksanaan Cetak Biru Politik-Keamanan ASEAN 3. Jumlah provinsi/wilayah daerah yang telah memperoleh sosialisasi tentang Cetak Biru ASEAN bidang Politik dan Keamanan 4. Jumlah pelaksanaan kegiatan terkait dengan dukungan RI kepada Timor Leste dalam upaya menjadi anggota ASEAN. 5. Jumlah kegiatan terkait pelaksanaan Pertemuan Resmi ASEAN dan Persiapan Indonesia menjadi Ketua ASEAN pada 2013.

68 Penjabaran kerangka implementasi Cetak Biru Politik-Keamanan ASEAN 7

350 80% terlaksana

K)

43,9

33

K)

10

38

K)

2

11

K)

II.L.011.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Kerjasama ASEAN bidang Ekonomi TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 1.2 Terlaksananya peran Indonesia dalam mewujudkan komunitas ASEAN di bidang ekonomi dengan karakteristik utama pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi berdaya saing tinggi, kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata dan kawasan yang terintegrasi penuh dengan ekonomi global 1. % partisipasi Indonesia dalam pertemuan/kegiatan/seminar/sidang 2. % partisipasi dalam upaya menjaga sentralitas ASEAN dalam hubungan ekonomi dengan mitra wicara (sidang dengan mitra wicara)
3. Jumlah kegiatan dalam rangka meningkatkan pemahaman

2014 100 % keikutsertaan dalam sidang,dan 407 kertas posisi 100 % keikutsertaan dalam sidang, dan 100 kertas posisi 40 kegiatan di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua 195 11
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 21,7

100 % keikutsertaan dalam sidang, dan 76 kertas posisi 100 % keikutsertaan dalam sidang, dan 20 kertas posisi 8 kegiatan, di Pulau Jawa

K)

K)

publik mengenai integrasi ekonomi ASEAN

1.3

Kerjasama ASEAN bidang Fungsional

Terlaksananya peran Indonesia dalam mewujudkan komunitas ASEAN di bidang Sosial Budaya

1. Jumlah pertemuan/kegiatan/seminar/sidang yang diikuti oleh Indonesia 2. Jumlah pertemuan koordinasi kerjasama Fungsional/Sosial-Budaya ASEAN dalam rangka ASEAN Senior Official Committee mengenai ASCC di luar negeri
3. Jumlah rapat koordinasi teknis dengan instansi teknis terkait dalam rangka persiapan sidang terkait kebijakan politik luar negeri 4. Jumlah kegiatan sosialisasi perkembangan isu-isu di bidang Sosial-Budaya dalam kerangka ASEAN kepada masyarakat 5. % provinsi yang telah memperoleh sosialisasi mengenai Cetak Biru Sosial-Budaya ASEAN kepada masyarakat dan guru SMP/SMA

38 2

K)

22,0

K)

4

22

K)

5 kali kegiatan sosialisasi dan 1 kali event internasional 20% (7 propinsi dari 33 propinsi)

22 kali kegiatan sosialisasi dan 7 kali event internasional 100% (33 provinsi)

K)

K)

II.L.011.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Kerjasama ASEAN dengan Mitra Wicara dan Antar Kawasan TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 1.4 Terlaksananya peran Indonesia dalam mewujudkan Kawasan ASEAN yang Dinamis dan Outward-Looking (kerjasama ASEANAustralia, China, Canada, Uni Eropa, India, Jepang, Selandia Baru, Republik Korea, Rusia, Amerika Serikat, ASEAN+3, negara-negara East Asia Summit, PBB, Gulf Cooperation Council, MERCOSUR, dan Pakistan Meningkatnya peran dan diplomasi Indonesia dalam penanganan isu multilateral 1. Jumlah pertemuan/sidang dalam rangka implementasi kesepakatan kerjasama di bidang politik, ekonomi, sosial budaya 2. Jumlah kegiatan dalam rangka meningkatkan pemahaman publik mengenai hubungan ASEAN dengan Mitra Wicara serta perkembangan dan tindak lanjut implementasi Plan of Action kerjasama ASEAN dengan Mitra Wicara 60 2014 300
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 14,6

4

22

K)

2.

Program Peningkatan Peran dan Diplomasi Indonesia di Bidang Multilateral

1. Tingkat keberhasilan rekomendasi/ gagasan Pemri yang diterima dalam sidang terkait penanganan isu-isu multilateral dan pemajuan kerjasama multilateral 2. Tingkat dukungan lintas sektoral dalam penanganan isuisu multilateral dan implementasi kesepakatan multilateral 3. Tingkat keberhasilan pencalonan pemerintah/ individu dalam keanggotaan/jabatan pada badan di berbagai fora internasional 1. Jumlah prakarsa Indonesia untuk mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB. 2. Jumlah posisi pemri yang disampaikan dalam sidang internasional 3. Jumlah koordinasi teknis 4. Jumlah partisipasi Indonesia pada sidang internasional 5. Jumlah penyelenggaraan pertemuan internasional (Indonesia sebagai tuan rumah)

70%

70%

1.787,5

80%

80%

60%

60%

2.1

Kerjasama Multilateral terkait Isu Terlaksananya partisipasi Indonesia dalam Keamanan Internasional, Senjata forum kerja sama multilateral Pemusnah Massal dan Senjata Konvensional, Penanggulangan Kejahatan Lintas Negara dan Terorisme

4 10 19 7 -

20 50 119 35 3

K)

20,6

K)

K) K)

K)

II.L.011.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 2.2 Kerjasama Multilateral Dalam Rangka Terlaksananya partisipasi Indonesia dalam Pemajuan dan Perlindungan HAM serta forum kerja sama multilateral tentang pemajuan Penanganan Isu Kemanusiaan dan perlindungan HAM serta penanganan isu kemanusiaan termasuk penanganan isu residual Timor-Timur, dan penanganan isu kemanusiaan pada tingkat nasional 1. Jumlah koordinasi teknis 2. Jumlah penyelenggaraan pertemuan/kerjasama internasional 3. Jumlah partisipasi Indonesia pada sidang internasional 4. Jumlah posisi Pemri yang disampaikan dalam sidang internasional 1. Jumlah posisi Pemri yang disampaikan dalam sidang internasional 2. Jumlah koordinasi teknis 3. Jumlah penyelenggaraan pertemuan/kerjasama internasional 4. Jumlah partisipasi Indonesia dalam sidang internasional 2.4 Kerjasama Multilateral Terkait Isu Terlaksananya partisipasi Indonesia dalam Pembangunan Ekonomi, Keuangan, dan setiap forum kerja sama multilateral tentang Lingkungan Hidup pembangunan ekonomi, keuangan, dan lingkungan hidup serta pembangunan sektoral 1. Jumlah Posisi pemri yang disampaikan dalam sidang internasional 2. Jumlah koordinasi teknis 3. Jumlah penyelenggaraan pertemuan/kerjasama internasional 4. Jumlah partisipasi Indonesia dalam sidang regional dan multilateral 1. Jumlah posisi Pemri yang disampaikan dalam sidang internasional 2. Jumlah koordinasi teknis 3. Jumlah penyelenggaraan pertemuan/kerjasama internasional 4. Jumlah partisipasi Indonesia dalam sidang internasional 28 12 4 5 2014 196 60 226 227
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 40,0

K)

K)

2.3

Kerjasama Multilateral Terkait Isu Perdagangan, Perindustrian, Investasi, dan HAKI

Terlaksananya partisipasi Indonesia dalam setiap forum kerja sama multilateral tentang Perdagangan, Perindustrian, Investasi, dan HAKI

17

107

K)

22,8

21 2 10 8 52 2 27 22 16 23

109 10 60 40 260 6 135 107 80 2 133

K) K)

K)

K)

26,3

K) K)

K)

2.5

Kerjasama Multilateral Terkait Isu Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang

Terlaksananya partisipasi Indonesia dalam setiap forum kerja sama multilateral tentang sosial budaya dan organisasi internasional negara berkembang

K)

32,7

K) K)

K)

II.L.011.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 5. Jumlah pertemuan tentang LSM Asing 6. Tersusunnya grand design kerjasama Selatan-Selatan 20 2014 106 Tersusunnya grand design kerjasama Selatan-Selatan 70% 80% 215,7
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

3.

Program Pemantapan Hubungan dan Meningkatnya kerjasama RI dengan negaraPolitik Luar Negeri serta Optimalisasi negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam Negeri di Kawasan Asia Timur dan kerjasama di bidang politik, keamanan, Pasifik ekonomi, dan sosial budaya dengan negaranegara di kawasan Asia Timur dan Pasifik

1. % prakarsa/rekomendasi Indonesia yang diadopsi 2. Tingkat kelancaran hubungan dan kerjasama bilateral di berbagai bidang. 1. % fasilitasi penyelenggaraan kerjasama 2. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 3. Jumlah kunjungan/pernyataan dukungan Kepala Negara/Pemerintahan dan Pejabat Tinggi dari/ke negaranegara di kawasan Asia Timur dan Pasifik 4. Jumlah rekomendasi/prakarsa Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian di kawasan Asia Timur dan Pasifik 5. % fasilitasi untuk sidang/pameran/forum bisnis (Trade, Tourism and Investment ) 6. Tingkat penanganan isu illegal migrant dan human traficking serta isu-isu lainnya 7. Jumlah pelaksanaan koordinasi teknis 1. % fasilitasi penyelenggaraan kerjasama 2. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 3. Jumlah kunjungan/pernyataan dukungan Kepala Negara/Pemerintahan dan Pejabat Tinggi dari/ke negaranegara di kawasan Asia Selatan dan Tengah

70% 80%

3.1

100% 15 4

100% 82 51
K) K)

27,8

5

14

K)

100% 25% 30 100% 8 8

100% 25% 200 100% 52 46
K) K) K)

3.2

Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam Negeri di Kawasan Asia Selatan dan kerjasama di bidang politik, keamanan, Tengah ekonomi, dan sosial budaya dengan negaranegara di kawasan Asia Selatan dan Tengah

18,8

II.L.011.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 4. Jumlah rekomendasi/prakarsa Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian di kawasan Asia Selatan dan Tengah 5. % fasilitasi untuk sidang/pameran/forum bisnis (Trade, Tourism and Investment ) 6. Tingkat penanganan isu illegal migrant dan human traficking serta isu-isu lainnya 7. Jumlah koordinasi teknis 3.3 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam Negeri di Kawasan Sub Sahara Afrika kerjasama di bidang politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya dengan negaranegara di kawasan Sub Sahara Afrika 1. % fasilitasi penyelenggaraan kerjasama 2. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 3. Jumlah kunjungan/pernyataan dukungan Kepala Negara/Pemerintahan dan Pejabat Tinggi dari negara-negara di kawasan Sub Sahara Afrika dan pernyataan dukungan resmi dari negara-negara kawasan Sub Sahara Afrika terhadap NKRI 4. Jumlah rekomendasi/prakarsa Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian di kawasan Sub Sahara Afrika 5. % fasilitasi untuk sidang/pameran/forum bisnis (Trade, Tourism and Investment ) 6. Jumlah koordinasi teknis 3.4. Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam Negeri di Kawasan Timur Tengah kerjasama di bidang politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya dengan negaranegara di kawasan Timur Tengah 1. % fasilitasi penyelenggaraan kerjasama 2. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 3. Jumlah kunjungan/pernyataan dukungan Kepala Negara/Pemerintahan dan Pejabat Tinggi dari negara-negara di kawasan Timur Tengah dan pernyataan dukungan resmi dari negara-negara kawasan Timur Tengah terhadap NKRI 2 2014 16
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

100%

100%

25% 30 100% 3 17

25% 200 100% 24 92
K) K) K)

22,4

4

24

K)

100% 30 100% 8 12

100% 200 100% 52 63
K) K) K)

18,4

II.L.011.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 4. Jumlah rekomendasi/prakarsa Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah (Palestina, Irak, Lebanon dan Sudan) 5. % fasilitasi untuk sidang/pameran/forum bisnis (Trade, Tourism and Investment ) 6. Jumlah koordinasi teknis 3.5 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam Negeri Melalui Kerjasama Intra kerjasama di bidang politik, keamanan, Kawasan Asia Pasifik dan Afrika ekonomi, dan sosial budaya di berbagai forum Kerjasama Intra Kawasan Asia Pasifik dan Afrika (APEC, ARF, ACD, NAASP, AMED, SwPD, PIF, IOR-ARC, CTI, BIMP-EAGA, IMT-GT, dll) 1. Jumlah partisipasi Indonesia pada sidang/pertemuan 2. Tingkat penyampaian posisi Delri dalam mencegah pencantuman isu separatisme di Indonesia dalam dokumen akhir sidang 3. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 4. Jumlah penyelenggaraan sidang/sosialisasi/seminar mengenai kebijakan luar negeri RI 5. Jumlah prakarsa/inisiatif/rekomendasi Indonesia yang diterima 6. Jumlah koordinasi teknis 4. Program Optimalisasi Diplomasi Terkait Meningkatnya diplomasi bidang hukum dan perjanjian internasional dengan Pengelolaan Hukum dan Perjanjian Internasional 1. Tingkat kemajuan perundingan yang terkait dengan masalah perbatasan (kualitatif) 2. Tingkat kepastian perumusan perjanjian internasional yang melindungi kepentingan nasional 6 2014 38
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

100% 30 68 100%

100% 200 372 100%
K) K)

41,0

8 10

48 60

K)

K)

11 40 20% 100%

61 270 100% 100%

K)

K)

166,2

4.1

Optimalisasi Diplomasi terkait dengan Perjanjian Politik, Keamanan Kewilayahan dan Kelautan

Terselenggaranya penguatan diplomasi melalui 1. Jumlah telaahan dalam proses perumusan dan pelaksanaan optimalisasi perjanjian politik, keamanan, kebijakan dan politik luar negeri kewilayahan dan kelautan 2. Jumlah telaahan terhadap persoalan-persoalan hukum internasional 3. Jumlah pelaksanaan ratifikasi, penerapan hukum, penyelesaian sengketa hukum, dan perjanjian internasional

14 13 6

70 65 30

K)

64,2

K)

K)

II.L.011.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 4. Jumlah standar, norma, pedoman, kriteria, prosedur, dan pemberian bimbingan teknis, serta evaluasi pembuatan perjanjian internasional 5. Jumlah pelaksanaan perundingan yang terkait dengan pembuatan perjanjian bilateral, regional, dan multilateral antara RI-Malaysia, Filipina, Singapura, Timor Leste, Vietnam, dan Palau 6. Tersusunnya dokumen tentang Ocean Policy 49 2014 245
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

12

60

K)

Penyusunan Rancangan Dokumen tentang Ocean Policy 70% 80%

Tersedianya dokumen tentang Ocean Policy 70% 80% 163,7

5

Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri serta Optimalisasi Diplomasi di kawasan Amerika dan Eropa

Meningkatnya kerjasama di berbagai bidang antara RI dengan negara-negara dan organisasi intrakawasan di kawasan Amerop

1. % prakarsa/rekomendasi Indonesia yang diadopsi 2.Tingkat kelancaran hubungan dan kerjasama bilateral di berbagai bidang.

5.1

1. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di Indonesia Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam Negeri di Kawasan Amerika Utara dan kerjasama di bidang politik, keamanan, 2. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di negara-negara Tengah ekonomi, dan sosial budaya dengan negarakawasan Amerika Utara dan Tengah negara di Kawasan Amerika Utara dan Tengah 3. Jumlah kunjungan pejabat tinggi dan senior dari/ke negara-negara di kawasan Amerika Utara dan Tengah 4. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 5. % fasilitasi untuk pameran/forum bisnis di bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata 6. Jumlah koordinasi teknis (interdep) 7. Jumlah keikut sertaan dalam pameran dan kegiatan kebudayaan di negara-negara Amerika Utara dan Tengah

12 19 6 15 100% 90 -

74 99 40 89 100% 482 32

K) K)

11,6

K)

K)

K) K)

II.L.011.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 5.2 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di Indonesia Negeri di Kawasan Amerika Selatan dan kerjasama di bidang politik, keamanan, 2. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di negara-negara Karibia ekonomi, dan sosial budaya dengan negarakawasan Amerika Selatan dan Karibia negara di kawasan Amerika Selatan dan Karibia 3. Jumlah kunjungan pejabat tinggi dari/ke negara-negara di kawasan Amerika Selatan dan Karibia 4. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 5. % fasilitasi untuk pameran/forum bisnis di bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata 6. Jumlah koordinasi teknis (interdep) 7. Jumlah keikut sertaan dalam pameran dan kegiatan kebudayaan di negara-negara Amerika Selatan dan Karibia 5.3 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam Negeri di Kawasan Eropa Barat kerjasama di bidang politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya dengan negaranegara di kawasan Eropa Barat 1. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di Indonesia 2. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di negara-negara kawasan Eropa Barat 3. Jumlah kunjungan tingkat pejabat tinggi dari/ke negaranegara di kawasan Eropa Barat 4. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 5. % fasilitasi untuk pameran/forum bisnis di bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata 6. Jumlah koordinasi teknis (interdep) 7. Jumlah keikut sertaan dalam pameran dan kegiatan kebudayaan di negara-negara Eropa Barat 4 6 5 11 100% 30 1 2014 16 32 31 59 100% 144 25
K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 10,9

K)

K)

8 7 10 9 100% 35 2

42 42 55 48 100% 187 26

K) K)

10,9

K)

K)

K) K)

II.L.011.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 5.4 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam Negeri di Kawasan Eropa Tengah dan kerjasama di bidang politik, keamanan, Timur ekonomi, dan sosial budaya dengan negaranegara di Kawasan Eropa Tengah dan Timur 1. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di Indonesia 2. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di negara-negara kawasan Eropa Tengah dan Timur 3. Jumlah kunjungan tingkat pejabat tinggi dari/ke negaranegara di kawasan Eropa Tengah dan Timur 4. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 5. % fasilitasi untuk pameran/forum bisnis di bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata 6. Jumlah koordinasi teknis (interdep) 5.5 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam Negeri Melalui Kerjasama Intrakawasan kerjasama di bidang politik, keamanan, Amerika dan Eropa ekonomi, dan sosial budaya di Organisasi Intrakawasan Amerika dan Eropa 1. Jumlah kerjasama yang disepakati antara RI melalui kerjasama intrakawasan Amerika dan Eropa 2. Jumlah prakarsa/rekomendasi Indonesia dalam kerjasama FEALAC 3. Jumlah prakarsa/rekomendasi Indonesia dalam kerjasama ASEM 4. Jumlah penyelenggaraan sidang/pertemuan dalam rangka optimalisasi diplomasi intrakawasan Amerika dan Eropa 5 5 2 10 100% 25 11 6 4 12 2014 30 33 13 61 100% 137 64 34 20 65
K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 10,7

K)

K)

24,4

K)

K)

K)

5. Jumlah sidang/pertemuan yang dihadiri dalam rangka optimalisasi diplomasi intrakawasan Amerika dan Eropa 6. % fasilitasi untuk pameran/forum bisnis di bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata dalam kerjasama intra kawasan 7. Jumlah koordinasi teknis (interdep) 8. Jumlah keikutsertaan dalam pameran dan kegiatan kebudayaan di kawasan Amerika dan Eropa

37

195

K)

100%

100%

30 2

165 12

K) K)

II.L.011.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 6 Program Pengkajian dan Pengembangan Meningkatnya Kualitas Pengkajian dan % rekomendasi kebijakan politik luar negeri yang Kebijakan Luar Negeri Pengembangan Kebijakan di Bidang Hubungan ditindaklanjuti sebagai kebijakan Kementerian Luar Negeri dan Politik Luar Negeri RI Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Keprotokolan dan Kekonsuleran Peningkatan perlindungan dan pelayanan WNI/BHI di Luar Negeri Meningkatnya kualitas pelayanan keprotokolan Tingkat pelayanan keprotokolan, kekonsuleran, fasilitas dan kekonsuleran diplomatik dan perlindungan WNI/BHI yang memadai dan tepat waktu Terlaksananya pelayanan dan perlindungan 1. Jumlah pertemuan dengan negara sahabat terkait WNI/BHI perlindungan WNI/BHI dengan negara lain 2. Jumlah Citizen Services yang diperkuat Jumlah WNI/TKI yang memperoleh fasilitas di penampungan 4. Jumlah WNI/TKI yang direpatriasi
3. 5.

2014 100%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 108,2

70%

7

100%

100%

1.249,4

7.1

5 24 3 65 Database WNI/BHI di seluruh perwakilan 1 15 6

35 120 14998 14998 24020 100% 96 15 390 Database WNI/BHI di seluruh perwakilan 9 125 76

K)

1.120,3

K)

K) K)

Jumlah WNI/TKI yang dideportasi

6. % pemberian bantuan hukum (advokasi dan lawyer) bagi WNI terutama tenaga kerja wanita 7. Jumlah laporan monitoring dan evaluasi pelayanan dan perlindungan WNI/TKI 8. Jumlah sosialisasi untuk PJTKI tentang pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri 9. Jumlah koordinasi dengan instansi terkait baik di dalam maupun di luar negeri 10. Tersedianya database mengenai penyebaran WNI terdaftar di seluruh perwakilan di luar negeri

K)

K)

K)

11. Jumlah buku saku/leaflet tentang informasi pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri 12. Jumlah kota yang menjadi program diseminasi perlindungan WNI melalui media elektronik 13. Jumlah tayangan iklan tentang pelayanan dan perlindungan WNI/BHI di luar negeri

K)

K)

K)

II.L.011.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Program Optimalisasi Informasi dan Diplomasi Publik TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 8. Meningkatnya kualitas informasi dan diplomasi 1. Tingkat keandalan konten dan metode penyebaran publik informasi tentang Indonesia 2. Tingkat persepsi positif masyarakat internasional terhadap Indonesia 3. Tingkat pemahaman publik Indonesia tentang pentingnya diplomasi Terselenggaranya kegiatan pemberian 1. Jumlah koordinasi dalam rangka meningkatkan kualitas dukungan publik di dalam dan luar negeri bagi diplomasi publik pelaksanaan politik luar negeri RI 2. Tingkat penyelesaian legal matters Museum KAA 100% Baik Baik 3 kali Updates from the Regions 2014 100% Baik Baik 22 kali Updates from the Regions
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 311,8

8.1

Penguatan Citra Indonesia Melalui Diplomasi Publik

115,9

50 % Penyelesaian Legal Matters MKAA Bandung 21

3. Jumlah pelaksanaan kegiatan dalam rangka diplomasi publik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri khususnya terkait isu demokrasi, interfaith dialogue, global media dialogue, dan cultural exchange 4. Jumlah penyelenggaraan pertemuan internasional di bidang diplomasi publik

100 % Penyelesaian Legal Matters MKAA Bandung 120

K)

1 kali penyelenggaraan BDF 5 kali penyelenggaraan BDF(48 rangkaian (3 rangkaian kegiatan Bali kegiatan Bali Democracy Forum : Democracy Forum : workshop, BDF EGPM, workshop, BDF EGPM, BDF , operasionalisasi BDF, operasionalisasi Sekretariat IDP, Publikasi) Sekretariat IDP, Publikasi)

K)

II.L.011.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 5. Jumlah diseminasi informasi mengenai kebijakan luar negeri dan pelaksanaan tugas Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri kepada publik dalam dan luar negeri. 6. Jumlah Promosi dan Community Outreach Museum KAA 7. Revitalisasi Museum KAA (tergantung dari penyelesaian legal matters MKAA) 8.2 Penguatan Citra Indonesia Melalui Kerjasama Teknik Terlaksananya kebijakan di bidang kerjasama teknik yang berkualitas 1. Jumlah koordinasi dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan kerjasama teknik 2. Jumlah pelaksanaan kegiatan kerjasama teknis di berbagai bidang dengan negara-negara sahabat. 3. Jumlah pelaksanaan kegiatan kerjasama teknik yang diberikan Indonesia dalam rangka kerjasama Selatan-Selatan 20 2014 117
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar)

8 100 % Revitalisasi Museum KAA 2 7

40 100 % Revitalisasi Museum KAA 28 10 27

K)

K)

32,0

K)

K)

9

Program Peningkatan Pengawasan dan Meningkatnya Kualitas Pengawasan pada Akuntabilitas Kementerian Luar Negeri Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI

4. % Penguatan entitas untuk melakukan koordinasi dan 100% sinergi antar lembaga dalam melaksanakan kerjasama SelatanSelatan 1. Opini audit BPK Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 2. % pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan rencana 75%

100%

Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 90%

124,2

II.L.011.13

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Luar Negeri Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kementerian Luar Negeri TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 10 Meningkatnya dukungan manajemen dan teknis % penyelenggaraan dukungan manajemen yang profesional, pelaksanaan diplomasi Indonesia akuntabel (sesuai peraturan perundangan), efisien (tepat sasaran) dan efektif (tepat guna) Meningkatnya kualitas dukungan sarana dan prasarana Kementerian Luar Negeri Tingkat dukungan sarana dan prasarana aparatur Kementerian Luar Negeri 70% 2014 90% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Miliar) 24.455,9

11

100%

100%

2.072,8

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN LUAR NEGERI 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

30.855,6

II.L.011.14

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 A. DEPHAN 1. Program dukungan Manajemen dan pelak- Meningkatnya pelaksanaan manajemen yang terintegrasi Persentase manajemen yang terintegrasi dan akuntabel sanaan tugas teknis lainnya UO. Dephan dan akuntabel berdasarkan data yang up-to-date dan akurat berdasarkan data yang up-to-date dan akurat di lingkungan di lingkungan Dephan Dephan 2. 3. Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Dephan Program Penelitian dan Pengembangan Dephan Persentase satuan kerja mencapai target kinerjanya dgn administrasi yg akuntabel sesuai SOP Mewujudkan teknologi dan sumber daya pertahanan sesuai Persentase sarana dan prasarana pertahanan memenuhi kemajuan IPTEK dan mampu dikembangkan secara kebutuhan dan standar mutu, sesuai kemajuan IPTEK serta mandiri dikem-bangkan secara mandiri Meningkatnya kinerja dan akuntabilitas aparatur Dephan 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 279.862,5 5.750,4

80%

80%

90% 25%

90% 25%

78,5 111,9

a

Penelitian, dan pengembangan alat peralatan Terwujudnya model dan/ atau prototype alat pera-latan Persentase prototype alat peralatan pertahanan matra darat, pertahanan pertahanan matra darat, matra laut dan matra udara yang matra laut dan matra udara yang mampu dikembangkan secara sesuai kemajuan IPTEK dan mampu dikembangkan secara mandiri mandiri Program Pendidikan dan Pelatihan Dephan/TNI Terlaksananya pendidikan dan pelatihan Dephan/TNI Persentase lulusan yang profesional melalui Diklat yang memenuhi standar mutu, menerapkan kemajuan IPTEK memenuhi standar mutu dan menerapkan kemajuan IPTEK serta mampu menjawab tantangan tugas untuk menghasilkan lulusan yang profesional Meningkatnya perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan berdasarkan data yang up-to-date dan akurat secara terintegrasi akuntabel dan tepat waktu dilingkungan Badiklat Dephan Presentase perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan berdasarkan data yang up-to-date dan akurat secara terintegrasi, akuntabel dan tepat waktu dilingkungan Badiklat Dephan

30%

30%

19,3

4.

75%

75%

456,8

a

Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Badiklat Dephan

90%

90%

95,7

b. 5.

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Pertahanan Meningkatnya kualitas pendidikan tinggi bidang pertahanan Persentase lulusan yang menguasai pengetahuan bidang pertahanan Program Strategi Pertahanan Terwujudnya kebijakan strategi pertahanan negara yang Persentase rumusan kebijakan strategi pertahanan negara yang terintegrasi dalam menghadapi ancaman, gangguan, terintegrasi dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, hambatan, tantangan dan peluang baik nasional, regional tantangan dan peluang baik nasional, regional dan global dan global

40% 50%

43% 50%

230,1 219,3

II.L.012.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO a PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Analisa Strategis SASARAN INDIKATOR 2010 Terlaksananya prediksi ancaman, gangguan, hambatan, Persentase cakupan prediksi ancaman, gangguan, hambatan, tantangan dan peluang baik nasional, regional dan global tantangan dan peluang baik nasional, regional dan global secara tepat waktu dengan data yang up-to-date dan akurat secara tepat waktu dengan data yang up-to-date dan akurat Tersusunnya kelengkapan kebijakan pertahanan negara Presentase kelengkapan kebijakan pertahanan negara yang yang mampu memenuhi kebutuhan nasional dan mampu memenuhi kebutuhan nasional dan tantangan global tantangan global serta diimplementasikan secara sinergis serta diimplementasikan secara sinergis lintas sektor lintas sektor 40% 2014 40% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 40,2

b.

Perumusan Kebijakan Strategis dan Kebijakan Implementatif

45%

45%

40,2

6.

Program Perencanaan Umum dan Penganggaran Terwujudnya perencanaan umum dan penganggaran Persentase perencanaan umum dan penganggaran pertahanan Pertahanan pertahanan yang terintegrasi, akuntabel, tepat waktu dan yang terintegrasi, akuntabel, tepat waktu dan mampu mampu memenuhi kebutuhan memenuhi kebutuhan Program Potensi Pertahanan Meningkatnya masyarakat, sumber daya alam/ buatan dan Persentase seluruh masyarakat, sumber daya alam/buatan dan sarana prasarana nasional berdaya guna secara optimal sarana prasarana nasional berdaya guna secara optimal dalam dalam rangka penyelenggaraan pertahanan negara rangka penyelenggaraan pertahanan negara Indeks penerapan nilai-nilai bela negara pada masyarakat Persentase terbentuknya komponen cadangan sesuai postur perta-hanan secara akuntabel Jumlah komponen pendukung secara terintegrasi dengan data yang up-to-date, akurat dan siap digunakan

50%

50%

2.020,3

7.

50%

50%

162,6

a b. c.

Terlaksananya penerapan nilai-nilai bela negara pada masyarakat Pembentukan dan pembinaan komponen Terbentuknya komponen cadangan sesuai postur cadangan pertahanan secara akuntabel Penataan dan Pembinaan Komponen Pendukung Tertata dan terbinanya komponen pendukung secara terintegrasi dengan data yang up-to-date, akurat dan siap digunakan Program Kekuatan Pertahanan

Pembinaan kesadaran bela negara

25% 20% 20%

25% 20% 20%

19,7 17,6 20,1

8.

Terwujudnya kekuatan pertahanan negara yang mampu Persentase kekuatan pertahanan negara yang mampu mengidentifikasi, menangkal, menindak ancaman secara mengidentifikasi, menangkal, menindak ancaman secara terintegrasi dan tepat waktu terintegrasi dan tepat waktu Meningkatnya industri, sarana dan prasarana pertahanan Presentase industri, sarana dan prasarana pertahanan yang yang memenuhi kebutuhan dan standar mutu, sesuai memenuhi kebutuhan dan standar mutu, sesuai kemajuan kemajuan IPTEK serta dikembangkan secara mandiri IPTEK serta dikembangkan secara mandiri Meningkatnya jumlah sarana dan prasarana pertahanan di Persentase kecukupan jumlah sarana dan prasarana kebijakan wilayah perbatasan pertahanan di wilayah perbatasan

30%

30%

251,7

9.

Program Manajemen pembangunan sarana prasarana pertahanan

40%

40%

1.134,2

a

Pembangunan sarana dan prasarana pertahanan di wilayah perbatasan

10%

14%

12,9

II.L.012.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO 10. a. b. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Pengembangan teknologi dan industri pertahanan Penyusunan Rencana induk, master plan dan road map revitalisasi industri pertahanan Konsolidasi RPJMN 2010-2014 beserta RKP, Penguatan basis pendanaan, dan Perumusan Kerangka Pendanaan 5 tahun Revisi Keppres 80 Tahun 2003 untuk mendukung revitalisasi industri pertahanan Identifikasi teknologi – Alutsista TNI dan Alut POLRI yang dibutuhkan dalam PJP I Pembentukan Komite Kebijakan Industri Pertahanan sebagai Clearing House Refocusing, intensifikasi dan kolaborasi R & D SASARAN Meningkatnya jumlah kebutuhan Alutsista produksi dalam negeri terpenuhi secara bertahap Tersusunnya rencana pengembangan & pengadaan alutsista TNI dan Alut Polri 2010 – 2014 Tersusunnya mekanisme pendanaan Industri Pertahanan dalam negeri yang bersifat multiyears Tersedianya payung hukum untuk mendukung revitalisasi industri pertahanan Tersedianya data kemampuan produksi alutsista TNI dan Alut Polri oleh Industri Pertahanan dalam Negeri Tersedianya badan Clearing House lintas bidang dan lintas KL Terwujudnya model dan/atau prototype alat peralatan pertahanan matra darat, laut, dan udara yang sesuai dengan kemajuan IPTEK dan mampu dikembangkan secara mandiri Meningkatnya produksi Alutsista industri dalam negeri INDIKATOR 2010 Persentase penggunaan potensi kebutuhan Alutsista produksi dalam negeri terpenuhi secara bertahap Dokumen rencana pengembangan dan pengadaan Rumusan pendanaan Industri Pertahanan Dalam Negeri yang bersifat multiyears Ditetapkannya Keppres Pengadaan barang dan jasa 20% 50% 100% 2014 22% 100% 100% K) K) TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 7.100,0 0,0 0,0

c.

100%

100%

K)

0,0

d.

Jumlah item produk alutsista TNI dan Alut Polri yang mampu diproduksi oleh Industri Pertahanan dalam Negeri Efisiensi dan Efektivitas pengadaan Alutsista TNI dan Alut POLRI Jumlah model dan /atau prototype alat peralatan pertahanan matra darat, laut, dan udara yang sesuai dengan kemajuan IPTEK dan mampu dikembangkan secara mandiri Jumlah produksi Alutsista industri dalam negeri

25%

100%

K)

0,0

e. f.

100% 30%

100% 30%

K)

0,0 0,0

g.

Produksi Alutsista Industri dalam negeri

20%

25%

7.100,0

II.L.012.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO I. 1. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS MABES TNI Program dukungan manajemen dan pelaksaan tugas teknis lainnya integratif SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 14.432,0

Terlaksananya fungsi dukungan manajemen dan tugas teknis dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan dan kemampuan menuju Minimum Essential Force (MEF).

a. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan administrasi dan perawatan personel. b. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan fungsi. c. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan pemelihara/perawatan perkantoran integratif. d. Prosentase kualitas dan kuantitas operasional perkantoran integratif. e. Prosentase kualitas dan kuantitas pengembangan sistem dan evaluasi kinerja integratif.

100%

100%

70% 60%

73% 62%

70% 60%

72% 62%

a.

Penyelenggaraan administrasi dan perawatan personel integratif

Melaksanakan pemenuhan hak-hak prajurit dan PNS TNI berupa pembayaran gaji, honorarium dan tunjangan serta lembur yang dapat diterima secara tepat waktu dan tepat jumlah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tercapainya tingkat kesiapan Alutsista, non Alutsista, organisasi, doktrin, fasilitas dan sarana prasarana serta kekuatan pendukung, tegaknya hukum dan terjaganya keamanan wilayah laut yurisdiksi nasional.

Prosentase pemenuhan hak-hak prajurit dan PNS TNI berupa pembayaran gaji, honorarium, dan tunjangan serta lembur yang dapat diterima secara tepat waktu dan tepat jumlah sesuai dengan peraturan yang berlaku. a. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan Operasi Militer untuk Perang (OMP). b. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). c. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan operasi Gaktib Yustisi. d. Prosentase kualitas data intelijen dan pelaksanaan pengamanan. e. Prosentase kualitas dan kuantitas pemberdayaan potensi nasional menjadi kekuatan wilayah pertahanan.

100%

100%

3.599,7

2.

Program penggunaan kekuatan pertahanan integratif

50%

52%

8.328,7

50%

52%

45% 45% 45%

47% 47% 47%

II.L.012.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO a. b. c. d. e. 3 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Operasi Militer untuk Perang (OMP). Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Ops Gaktib dan Ops Yustisi. Operasi intelijen Setrategis Operasi Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Program Modernisasi Alutsista/ NonAlutsista/Sarpras Integratif SASARAN Terlaksananya tugas OMP secara efektif Terlaksananya tugas OMSP secara efektif Meningkatnya kondisi ketertiban di daerah rawan. Dapat ditangkalnya ATHG pertahanan negara. Terselenggaranya operasi wilayah pertahanan Meningkatnya modernisasi dan peningkatan Alutsista dan fasilitas/Sarpras dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI menuju MEF INDIKATOR 2010 Jumlah dan cakupan wilayah penyelenggaraan OMP Jumlah dan cakupan wilayah penyelenggaraan OMSP Prosentase kualitas dan kuantitas operasi Gaktib. Prosentase kualitas dan kuantitas data intelijen dan pengamanan yang dibutukan Prosentase kualitas dan kuantitas pembinaan wilayah pertahanan nasional a. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Alutsista. b. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah NonAlutsista. c. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Amunisi. d. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Alat Khusus/ Fungsional. e. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Alkom/Matsus Komlek. f. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Fasilitas dan Sarpras. Prosentase kecukupan Bekal Pokok MKK. Prosentase kecukupan Munisi Khusus Prosentase kecukupan Bekal Pokok MKB Prosentase pencapaian MEF Integratif 90% 30% 45% 45% 45% 10% 23% 20% 30% 25% 20% 36% 36% 63% 10% 2014 92% 32% 47% 47% 47% 13% 26% 23% 33% 28% 23% 38% 38% 65% 14% 194,0 356,3 679,8 5.872,6 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 6.132,0 1.485,0 95,6 267,6 54,7 9.159,0

a b. c. d.

Pengadaan MKK Pengadaan Munisi Khusus Pengadaan MKB Pengadaan Alutsista Strategis Integratif

Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah munisi. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah munisi khusus Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah MKB Percepatan peningkatan kemampuan Alutsista Integratif.

II.L.012.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO 4 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Profesionalisme Prajurit Integratif. SASARAN Terwujudnya profesionalisme dan satuan dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan dan kemampuan menuju MEF INDIKATOR 2010 a. Prosentase kualitas dan kuantitas latihan. b. Prosentase kualitas dan kuantitas hasil latihan bersama dengan negara sahabat. c. Prosentase kualitas dan kuantitas hasil kerja sama militer internasional. d. Prosentase kualitas dan kuantitas pendaftaran dan seleksi. e. Prosentase kualitas dan kuantitas pendidikan pertama. f. Prosentase kualitas dan kuantitas pendidikan pengembangan umum. g. Prosentase kualitas dan kuantitas pendidikan umum. h. Prosentase kualitas dan kuantitas pendidikan spesialisasi/profesi & latihan. Menguji kemampuan unsur-unsur TNI dan diarahkan untuk Prosentase kecukupan porsi dan jenis latihan kesiapsiagaan. menyiapkan unsur TNI dalam rangka tugas OMP dan OMSP. Memelihara serta meningkatkan kemampuan dan Prosentase kecukupan porsi dan jenis latihan Balakpus kesiapsiagaan satuan untuk mendukung tugas pokok satuan. Meningkatkan dan menguji kemampuan unsur-unsur TNI yang akan melaksanakan tugas ke daerah rawan dan perbatasan dalam bentuk latihan Pratugas Operasi. Prosentase kecukupan porsi dan jenis latihan pratugas 30% 30% 25% 30% 50% 40% 40% 45% 20% 2014 32% 32% 27% 32% 52% 42% 42% 47% 22% 47,9 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.434,9

a

Latihan kesiapsiagaan Ops

b.

Latihan Pembinaan Balakpus TNI

20%

22%

37,2

c.

Latihan Pratugas Operasi

20%

22%

7,8

d.

Pembangunan Sarana Prasarana Profesionalisme Tercukupinya fasilitas profesionalisme personel secara Personel Integratif. minimum.

Prosentase jumlah kecukupan fasilitas pendidikan kesehatan perumahan sarana prajurit.

15%

17%

265,8

II.L.012.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO C. 1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TNI AD Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Matra Darat SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 80.269,5

Terwujudnya kekuatan dan kemampuan TNI AD menuju Minimum Essetial Force (MEF)

a. % Peningkatan kinerja dan profesionalitas personel Matra Darat. b. % Peningkatan kemampuan operasional perkantoran.

60% 60% 45% 30%

62% 62% 47% 32%

2

Program Dukungan Kesiapan Matra Darat

c. % Terwujudnya akuntabilitas dan optimalisasi kinerja serta laporan keuangan Tercapainya tingkat kesiapan Alutsista dan Fasilitas/Sarpras % Kesiapan kekuatan dan kemampuan Matra Darat dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan dan kemampuan TNI AD menuju MEF Kesiapan kekuatan dan kemampuan matra darat % Kecukupan Operasi Pengamanan Personel, Material dan Dokumen serta Efektifitas dan Efesiensi Deteksi Dini

15.035,6

a.

Penyelenggaraan Intelijen dan Pengamanan Matra Darat Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista/Sarana dan Prasarana Matra Darat

40%

45%

731,9

3

Terlaksananya modernisasi dan peningkatan Alutsista dan % Peningkatan / penambahan alutsista, non alutsista, fasilitas Fasilitas/ Sarpras dalam rangka pencapaian sasaran serta sarpras Matra Darat terhadap MEF pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI Angkatan Darat menuju MEF Terlaksananya modernisasi dan peningkatan Alutsista Ranpur dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI Angkatan Darat menuju MEF % Prosentase peningkatan dan penambahan Ranpur terhadap MEF.

20%

22%

19.956,7

a.

Pengadaan / Penggantian Kendaraan Tempur

20%

25%

491,1

b.

Pengadaan / Penggantian Pesawat Terbang (Sabang)

% Prosentase peningkatan dan penambahan Sabang terhadap Terlaksananya modernisasi dan peningkatan Alutsista MEF. Pesud/Rotary Wing dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI Angkatan Darat menuju MEF Terlaksananya modernisasi dan peningkatan Senjata Berat % Prosentase peningkatan dan penambahan Senjata dan munisi terhadap MEF. dan Senjata Ringan dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI Angkatan Darat menuju MEF Percepatan Modernisasi Alutsista melaui PLN % Pencapaian MEF matra Darat

20%

25%

217,2

c.

Pengadaan / Penggantian Senjata dan Munisi

20%

25%

567,6

d.

Pengadaan Alutsista Strategis Matra Darat

15%

23%

16.357,0

II.L.012.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO 4 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Darat Latihan Matra Darat SASARAN Terwujudnya profesionalisme personel dan satuan dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan dan kemampuan TNI AD menuju MEF Terwujudnya profesionalisme personel dan satuan dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan dan kemampuan TNI AD menuju MEF Tercukupinya fasilitas profesionalisme personel secara minimum Meningkatnya kedisiplinan dan profesionalitas Personel TNI AL, kelancaran penyelenggaraan operasional perkantoran, serta akuntabilitas dan optimalisasi kinerja INDIKATOR 2010 % Pemenuhan kebutuhan personel sesuai TOP/DSPP/DSP. 30% 2014 35% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3.246,9

a.

% Ketepatan Frekuensi Latihan perorangan dan satuan secara rutin dan terjdawal. % jumlah kecukupan fasilitas pendidikan-kesehatanperumahan-asrama prajurit Persentase pemenuhan dan peningkatan dukungan umum dan pelaksanaan tugas teknis lainnya, meliputi : Administrasi perawatan personel. Pelayanan kesehatan. Fungsi Kepolisian Militer. Pembinaan dan dukungan hukum. Administrasi Personel. Fasilitas dan sarana prasarana Pangkal-an. Administrasi perbekalan dan dukungan bekal. Penerangan Pasukan dan Penerangan Umum. Administrasi Umum. Pengelolaan Keuangan serta Adminis-trasi Perencanaan dan Penganggaran. Pengawasan dan Pemeriksaan.

25%

30%

681,9

b. C. 1.

Pembangunan Sarana-Prasarana Profesionalisme Personel Matra Darat TNI AL Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Matra Laut

10% 41% 44%

15% 49% 54%

389,6

23.423,2

2.

Dukungan Kesiapan Matra Laut

Kemampuan dan kekuatan TNI AL meningkat dan siap operasional mendukung pelaksanaan tugas, serta meningkatnya daya tangkal dan daya gentar pertahanan negara di laut

32%

41%

8.793,8

II.L.012.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO a. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Penyelenggaraan Matra Laut Intelijen dan SASARAN INDIKATOR 2010 Pengamanan Meningkatnya produk/data intelijen baik secara kualitas Persentase keakurasian dan kelengkapan deteksi dan analisis maupun kuantitas serta meningkatnya pengamanan sesuai AGHT secara akuntable dan tepat waktu. standar 65% 2014 84% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 94,9

b.

Penyelenggaraan Operasi Matra Laut dan Peningkatan penegakan hukum dan penjagaan keamanan di Persentase wilayah laut yurisdiksi nasional yang bebas Penegakan Hukum serta Penjagaan Keamanan di wilayah laut yuridiksi nasional serta kesiapsiagaan operasi pelanggaran hukum dan gangguan keamanan serta wilayah Laut Yuridiksi Nasional TNI AL. kesiapsiagaan operasi TNI AL secara akuntabel dan tepat waktu. Penyelenggaraan Surta Hidros Peningkatan penyelenggaraan Surta Hidros Matra Laut Persentase kesiapan dan kelengkapan data dan informasi Hidrooseanografi secara akuntabel dan tepat waktu. Persentase kesiapan dan penambahan material/bekal alutsista dan non alutsista serta fasilitas dan sarana prasarana pertahanan negara matra laut.

48%

65%

200,8

c.

40%

54%

26,5

3.

Modernisasi Alutsista dan non Alutsista serta Kemampuan dan kekuatan TNI AL meningkat dan siap Pengembangan Fasilitas dan Sarana Prasarana operasional mendukung pelaksanaan tugas, serta Pertahanan Negara Matra Laut meningkatnya daya tangkal dan/atau daya gentar sistem pertahanan negara di laut

30%

38%

25.745,4

a.

Peningkatan / pengadaan Alpung, KRI, KAL, Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Alpung, Persentase kesiapan dan penambahan Alpung, KRI, KAL, Ranpur dan Rantis KRI, KAL, Ranpur dan Rantis Ranpur dan Rantis secara akuntabel dan tepat waktu. Peningkatan / pengadaan Pesud dan sarana Peningkatan kesiapan dan penambahan prasarana Penerbangan TNI AL. sarana prasarana Penerbangan TNI AL. Pesud beserta Persentase kesiapan dan penambahan Pesawat Udara TNI AL beserta sarana prasarana Penerbangan TNI AL dalam mendukung tugas operasi secara akuntabel dan tepat waktu.

40%

45%

657,3

b.

40%

45%

159,7

c. 4.

Pengadaan Alutsista Strategis Matra Laut Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Laut

Persentase penambahan material Alutsista strategis TNI AL secara akuntabel dan tepat waktu. Kinerja organisasi semakin meningkat dan diawaki oleh Persentase kesiapan personel dan satuan TNI AL dalam personel yang berkualitas, profesional sesuai SKP dan melaksanakan tugas. dengan jumlah yang mencukupi sesuai DSP Peningkatan kemampuan personel dan satuan TNI AL Persentase kesiapan dan keberhasilan operasi TNI AL secara dalam melaksanakan tugas operasi TNI AL. mandiri, gabungan dan bersama secara akuntable dan tepat waktu. dan sarana prasarana Persentase kesiapan fasilitas dan sarana prasarana profesionalisme matra laut secara akuntabel dan tepat waktu.

Percepatan pengadaan Alut-sista Strategis Matra Laut

14% 58%

22% 62%

20.315,9 2.116,4

a.

Penyelenggaraan Latihan Operasi Matra Laut

70%

75%

345,5

b.

Pembangunan Fasilitas dan sarana prasarana Tercukupinya Fasilitas profesionalisme Matra Laut profesionalisme Matra Laut.

40%

45%

318,9

II.L.012.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO D. 1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 TNI AU Program Dukungan Manajemen dan Meningkatnya kedisiplinan dan profesionalisme, kelancaran a. Meningkatnya kedisiplinan dan sikap profesionalitas personel matra udara Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Matra Udara operasional perkantoran, akuntabilitas, dan optimalisasi kinerja/laporan b. Kelancaran penyelenggaraan operasional perkantoran. c. Akuntabilitas dan optimalisasi kinerja serta laporan keuangan a. % tingkat kesiapan kekuatan dan kemampuan tni angkatan udara b. Menurunnya angka pelanggaran hukum dan gangguan keamanan di udara. Jumlah dan cakupan wilayah penyelenggaraan OMSP Matra Udara 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 11.982,1

55% 70% 50% 20% 30% 30%

57% 72% 52% 22% 32% 35%

2

Dukungan Kesiapan Matra Udara

Tercapainya tingkat kesiapan alutsista, non alutsista, organisasi, doktrin, fasilitas dan sarana presarana serta kekuatan pendukung matra udara Peningkatan penyelenggaraan operasi militer selain perang Matra Udara dan penegakan hukum serta penjagaan keamanan di wilayah yuridiksi nasional Peningkatan penyelenggaraan intelijan dan pengamanan matra udara Peningkatan penyelenggaraan Surta Terlaksananya modernisasi dan peningkatan Alutsista dan Fasilitas/Sarpras dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI AU menuju MEF

2.776,4

a.

Penyelenggaraan OMSP Matra Udara

5,6

b. c. 3

Penyelenggaraan Intelijen dan Pengamanan Matra Udara Penyelenggaraan Surta Modernisasi Alutsista dan non Alutsista serta Pengembangan Fasilitas dan Sarpras Matra Udara Peningkatan/pengadaan Pesawat udara

% kualitas dan kuantitas data intelijen dan pengamanan yang dibutuhkan % kualitas dan kuantitas produk Surta untuk kepentingan Militer Prosentase peningkatan/ penambahan alutsista, non alutsista, fasilitas serta sarpras matra udara

35% 30% 15%

40% 35% 17%

21,8 12,5 34.823,7

a. b. c.

Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Pesawat udara Peningkatan/pengadaan Radar dan Alat Komlek Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Radar Lainnya dan Alat Komlek Lainnya Pengadaan Alutsista Strategis Matra Udara Percepan peningkatan alutsista strategis matra udara

% Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Pesawat udara terhadap MEF. % Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Radar dan Alat Komlek Lainnya terhadap MEF. % peningkatan total alutista strateis matra udara terhadap MEF.

15% 10% 10%

46% 40% 32%

7.796,9 4.616,8 19.996,4

II.L.012.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET NO 4 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Udara Latihan Matra Udara Pembangunan Sarana-Prasarana Kesejahteraan Personel Matra Udara SASARAN Terpenuhinya profesionalisem personel matra udara sesuai DSP, peningkatan, dan kesiapan personel Terlaksananya kegiatan latihan operasi Matra Udara Tercukupinya fasilitas kesejahteraan personel secara minimum INDIKATOR 2010 % kualitas dan kuantitas latihan tingkat L.U.M.P-1 s.d. L.U.M.P-4 Matra Udara % kualitas dan kuantitas latihan tingkat L.U.M.P-1 s.d. L.U.M.P-4 Matra Udara % jumlah kecukupan fasilitas perumahan-asrama prajurit 30% 2014 32% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.052,7

a. b.

30% 20%

35% 25%

232,2 261,3

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PERTAHANAN 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

279.862,5

II.L.012.11

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1. Program Peningkatan Pelayanan dan Pengawasan Keimigrasian. Seluruh pengawasan dan penindakan dilakukan secara Persentase hasil pengawasan yang ditindaklanjuti konsisten untuk menjamin kepastian hukum. Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima Persentase target kinerja yang terpenuhi dan mencapai target kinerjanya dengan administrasi yang akuntabel. 1.1. Kegiatan pelayanan dokumen perjalanan visa dan fasilitas keimigrasian. Peningkatan pelayanan dokumen perjalanan, visa dan fasilitas keimigrasian. Persentase Penerbitan persetujuan visa yang memenuhi standar dengan data akurat. Persentase Kebijakan pemberian paspor RI yang memenuhi standar dengan data akurat. Persentase Pemberian paspor TKI Timur Tengah yang memiliki standar. Jumlah dan jenis fasilitas keimigrasian yang diberikan memenuhi standar. Persentase Kebijakan pemberian izin keimigrasian yang memenuhi standar dengan data akurat. 80% 85% 35,0 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2.081,0

II.L.013.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1.2. Persetujuan izin tinggal dan status keimigrasian. Peningkatan pelayanan pemberian izin tinggal dan status keimigrasian dengan waktu yang lebih singkat dan berbiaya rendah. Persentase persetujuan izin tinggal yang diterbitkan. 85% 2014 90% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2,9

Persentase Persetujuan alih status yang diterbitkan sesuai standar. Jumlah persetujuan Surat Keterangan Keimigrasian (SKIM) dan penelaahan status kewarganegaraan yang diterbitkan sesuai standar. 2 Program Administrasi Hukum Umum. Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima Persentase target kinerja yang terpenuhi dan mencapai target kinerjanya dengan administrasi yang akuntabel. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan jasa badan hukum PT dan badan hukum sosial yang sesuai standar dan akuntabel serta berbasis IT dengan waktu yang lebih singkat dan berbiaya rendah. Persentase adm pelayanan jasa hukum Perseroan Tertutup yang sesuai standar dan akuntabel. Persentase adm pelayanan jasa hukum PT, Lembaga Keuangan dan fasilitas penanaman modal yang sesuai standar dan akuntabel. Persentase adm pelayanan jasa hukum badan hukum sosial yang sesuai standar dan akuntabel. Persentase pengumuman dlm (tambahan Berita Negara (TBN) secara tepat waktu dan persentase layanan permohonan badan hukum berbasis IT dengan data yang lengkap dan akurat. 80% 95% 381,6

2.1

Kegiatan administrasi badan hukum.

80%

95%

127,0

80%

95%

80%

94%

80%

95%

II.L.013.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase penyelesaian gugatan masy dan pemberian pendapat hukum secara akuntabel. 3 3.1 Terselenggaranya pembinaan dan penyelenggaraan HKI Penyelenggaraan Sistem Hak Cipta, Desain Peningkatan kualitas system Hak Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Industri, Desain tata letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang. Rahasia Dagang yang memperoleh perlindungan hukum dengan waktu yang lebih singkat dan biaya rendah. Program Pembinaan/Penyelenggaraan HKI. Persentase target kinerja yang terpenuhi Presentasi pendaftaran hak cipta Desain Industri, Desaign Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang. Persentase administrasi kelengkapan dokumen permohonan, mutasi dan lisensi Hak Cipta, Hak Tata Letak Sirkuit Terpadu, Desain Industri dan Rahasia Dagang yang sesuai standar. 20% 100% 69% 2014 83% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

400,9 8,6

20%

100%

3.2

Penyelenggaraan Sistem Paten.

Persentase administrasi klasifikasi dan penyelesaian pemeriksaan substantif Desain Industri yang sesuai standar. Persentase pengumuman desain industri dan penerbitan surat pendaftaran ciptaan, sertifikat Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu serta sertifikat dan perpanjangan Desain Industri yang sesuai standar. Persentase pelayanan hukum di bidang Hak Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang yang sesuai standar. Peningkatan kualitas system paten yang memperoleh Persentase administrasi pemeriksaan substantif perlindungan hukum dengan waktu yang lebih singkat sesuai standar. dan biaya rendah. Persentase administrasi penerbitan sertfikat Paten dan pemeliharaan sesuai standar

20%

100%

20%

100%

20%

100%

20%

100%

14,0

20%

100%

II.L.013.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase pelayanan hukum di bidang Paten sesuai standar. Presentasi pendaftaran Hak Merek dan Indikasi Geografis. Persentase administrasi kelengkapan dokumen permohonan Merek dan Indikasi Geografis, perpanjangan, mutasi dan lisensi serta pengklasifikasian Merek sesuai standar. Persentase administrasi pemeriksaan substantif Merek. Persentase administrasi pemeriksaan substantif Indikasi Geografis sesuai standar. Persentase penerbitan sertifikat merek dan Indikasi Geografis serta perpanjangan Merek sesuai standar. Persentase pelayanan hukum di bidang Merek. 3.4 Penyelenggaraan Sistem Teknologi Informasi HKI Peningkatan jumlah layanan HKI yang bisa diakses masyarakat secara on line dengan sistem aplikasi dan basis data yang akurat. Persentase unit kerja HKI yang terintegrasi dalam aplikasi sistem informasi HKI yang terjamin keamanannya. Persentase unit kerja HKI dan kantor wilayah yang terintegrasi melalui sistem jaringan terintegrasi Kemenkumham. Persentase informasi HKI yang dapat diakses masyarakat secara on line 24 jam dengan data yang up to date. Persentase kelengkapan dokumentasi HKI secara manual dan digital. 20% 100% 57,7 20% 20% 2014 100% 100% 17,4 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

3.3

Penyelenggaraan Sistem Merek dan Indikasi Geografis.

Peningkatan kualitas system Merek dan Indikasi Geografis dengan waktu yang lebih singkat dan biaya rendah.

20%

100%

20%

100%

20%

100%

II.L.013.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4 Program Pembentukan Hukum. Pembentukan Peraturan Perundang-undangan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan global secara tepat waktu. Peningkatan kualitas RUU dan perat perundangundangan di bawah UU di DPR serta tenaga fungsional Perancang PerUUan. 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 236,0

4.1

Kegiatan Perancangan Peraturan Perundangundangan.

Persentase rancangan peraturan perundangundangan dibawah UU yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan. Persentase penyelesaian pembahasan rancangan undang-undang di DPR secara tepat waktu. Persentase tenaga fungsional perancang peraturan perundang-undangan yang mendapatkan kualifikasi dan promosi sesuai standar secara tepat waktu dengan administrasi yang akuntabel. Persentase kelengkapan dokumentasi dan pustaka bidang peraturan perundang-undangan secara akurat dan up to date. Persentase Pembenahan Peraturan Perundangundangan di bidang Pertanahan, tata ruang, dan Lingkungan Hidup. Persentase Peraturan perundang-undangan di bidang mekanisme Perlindungan Saksi dan Pelapor. Persentase Peraturan Perundang-undangan yang mendorong pemberantasan korupsi.

20%

100%

75,0

20%

100%

20%

100%

20%

100%

II.L.013.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4.2 Kegiatan Harmonisasi Peraturan Perundangundangan. Meningkatkan keharmonisan rancangan peraturan perundang-undangan tingkat pusat bidang politik, hukum, keamanan, keuangan, perbankan, industri, perdagangan, sumber daya alam, riset, teknologi, kesejahteraan rakyat yang harmonis. Persentase rancangan peraturan perundangundangan tingkat pusat bidang politik, hukum dan keamanan yang harmonis. Persentase rancangan peraturan perundangundangan tingkat pusat bidang keuangan dan perbankan yang harmonis. Persentase rancangan peraturan perundangundangan tingkat pusat bidang industri dan perdagangan yang harmonis. Persentase rancangan peraturan perundangundangan tingkat pusat bidang kesejahteraan rakyat yang harmonis. Persentase Pembenahan Peraturan Perundangundangan di bidang Pertanahan, tata ruang, dan Lingkungan Hidup. Persentase Peraturan Perundang-undangan di bidang mekanisme Perlindungan Saksi dan Pelapor. Persentase Peraturan Perundang-undangan di bidang yang mendorong pemberantasan korupsi. 20% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 38,5

II.L.013.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4,3 Kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Meningkatkan pemerintahan daerah (provinsi, kab/kota) yang di petakan dan dipublikasikan peraturan daerahnya dalam sistem informasi peraturan daerah yang akurat dan up to date. Persentase pemerintahan daerah (provinsi,kab/kota) yang dipetakan dan dipublikasikan peraturan daerahnya dalam sistem informasi peraturan daerah yang akurat dan up to date . Persentase pemerintahan daerah di wilayah I yang memperoleh fasilitasi perancangan peraturan daerah. Persentase pemerintahan daerah di wilayah II yang memperoleh fasilitasi perancangan peraturan daerah. Persentase pemerintahan daerah di wilayah III yang memperoleh fasilitasi perancangan peraturan daerah. Persentase target kinerja yang terpenuhi 20% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 9,0

5

Program Pembinaan Hukum Nasional.

5.1

Tersusunnya hasil pengkajian; penelitian dan naskah akademik peraturan perundang-undangan dalam rangka mendukung efektifitas peraturan per-undangundangan. Tersusunnya analisa, evaluasi, dan naskah akademik Kegiatan Penyelenggaraan Pelayanan Teknis, Perencanaan Pembangunan Hukum, Analisa dan dalam rangka pembinaan dan pengembangan sistem hukum nasional. Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan serta Kerjasama Bidang Hukum dalam rangka pembinaan dan pengembangan sistem hukum nasional.

239,8

Persentase Pemetaan kebutuhan hukum baik ditingkat nasional maupun daerah secara terintegrasi dan tepat waktu untuk jangka panjang, menengah dan tahunan. Tersusunnya Daftar RUU Prioritas Prolegnas Pemerintah sejumlah 247 dan 50 % inventarisasi Prolegda. Persentase penyusunan mekanisme Prolegnas dan Prolegda yang mendukung perencanaan pembangunan nasional.

50%

85%

30,0

II.L.013.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase kesesuaian RUU yang dibahas dengan prioritas dalam Prolegnas. 5.2 Kegiatan Penyelenggaraan Pelayanan Teknis, Pengkajian dan Penelitian serta Pertemuan Ilmiah dalam rangka pengem-bangan Sistem Hukum Nasional. Kegiatan Penyelenggaraan Pelayanan Teknis, Pengembangan Penyuluhan Hukum dan Pembudayaan Kesadaran Hukum Nasional. Tersusunnya rekomendasi hasil penelitian di bidang substansi hukum kelembagaan hukum dan budaya hukum dalam rangka pengembangan system hukum nasional. Meningkatnya peran masyarakat dalam proses penyusunan peraturan perUUan. Tersusunnya rekomendasi hasil: - 60 kajian hukum. - 4 kajian konstitusi - 40 penelitian hukum. - 75 naskah akade-mik Adanya forum komunikasi dan konsultasi penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. Persentase keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan proses pembentukan peraturan perundangan-undangan dan pemahaman dalam pelaksanaannya. 6 6.1 Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Pemasyarakatan. Pembinaan Penyelenggaran Kegiatan di bidang Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan barang Rampasan Negara. Pembinaan Penyelenggaraan Kegiatan di bidang Keamanan dan Ketertiban. Terselenggaranya pembinaan dan penyelenggaraan Permasyarakatan Terkelolanya benda sitaan negara dan barang rampasan perkara Penyelenggaraan kegiatan di bidang keamanan dan kertertiban yang berkualitas serta pengelolaan benda sitaan Negara dan barang rampasan Negara. Persentase target kinerja yang terpenuhi Persentase benda sitaan negara dan barang rampasan negara yang dikelola secara tepat waktu dan akuntabel. Persentase Lapas Rutan yang memenuhi standar hunian dan keamanan. Persentase penanganan kasus penyebaran NAPZA kejahatan terorganisir dan pelanggaran kode etik petugas pemasyarakatan di UPT PAS. 70% 90% 207,2 2,0 100% 100% 40,9 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

5.3

100%

100%

41,7

6.2

10%

30%

5,8

II.L.013.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase pengaduan masyarakt maupun tahanna dan warga binaan pemasyarakatan yang ditidaklanjuti secara cepat dan tepat. 6.3 Pembinaan Penyelenggaraan Kegiatan di bidang Penyelenggaraan kegiatan di bidang kesehatan dan Kesehatan dan Perawatan warga binaan perawatan yang berkualitas. Pemasyarakatan. Persentase tahanan narapidana dan anak didik pemasyarakatan yang memperoleh perawatan dan pelayanan kesehatan sesuai standar kesehatan. Penurunan jumlah penyakit menular. Persentase bayi, ibu hamil, ibu menyusui dan kelompok resiko tinggi yang memperoleh perlindungan secara tepat waktu dan akuntabel. Persentase tahanan dan narapidana yang teregistrasi dan terklasifikasi secara tepat dan akuntabel. Persentase narapidana yang terserap di kegiatan kerja secara tepat dan akuntabel. Persentase narapidana yang memperoleh pembinaan kepribadian secara tepat dan akuntabel. Persentasi anak didik pemasyarakatan yang memperoleh pendidikan dan reintegrasi secara tepat waktu dan akuntabel. Persentase anak didik pemasyarakatan yang memperloleh pendampingan dan pembimbingan secara tepat dan akuntabel. 30% 50% 9,8 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

6.4

Pembinaan Penyelenggaran Kegiatan di Bidang Terlakasananya pembinaan terhadap tahanan dan Pelayanan Tahanan dan Pembinaan Narapidana. narapidana yang tepat dan akuntabel.

62%

82%

3,4

60% 60%

80% 90%

6.5

Pembinaan Penyelenggaraan kegiatan di bidang Penyeleggaraan kegiatan Bimbingan Kemasyarakatan Bimbingan Kemasyarakatan dan Anak. dan Anak yang berkualitas.

62%

82%

7,1

II.L.013.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase klien pemasyarakatan yang memperoleh pembimbingan dan pengawasan secara tepat dan akuntabel. Persentase anak didik pemasyarakatan dan klien pemasyarkatan yang mendapatkan litmas secara tepat dan akuntabel. 7 Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Hukum dan HAM. Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen. Kegiatan penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknis. Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Fungsional HAM. Kegiatan Pendidikan Kedinasan. Seluruh aparatur Hukum dan HAM memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidangnya dan memperoleh pengembangan karir yang jelas. Peningkatan kualitas SDM hukum dan HAM Persentase target kinerja yang terpenuhi 412,5 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

7.1

Peningkatan kenerja lulusan diklat kepemimpinan dan manajemen pada unit kerja. Persentase peningkatan kinerja lulusan diklat di bidang teknis pada unit kerjanya. Persentase peningkatan kinerja lulusan diklat di bidang fungsional dan HAM pada unit kerjanya.

92%

97%

38,0

7.2 7.3

Peningkatan kualitas SDM hukum dan HAM Peningkatan kualitas SDM hukum dan HAM

92% 92%

97% 97%

37,0 40,6

7.4

Peningkatan kualitas SDM hukum dan HAM

8

Program Perlindungan dan Pemenuhan HAM.

Persentase lulusan yang menguasai ilmu dan keahlian teknis pemasyarakatan. Peningkatan kualitas SDM hukum dan HAM Persentase lulusan yang menguasai ilmu dan keahlian teknis keimigrasian. Penyusunan Peraturan Perundang-undangan yang Persentase peraturan perundang-undangan dan berperspektif HAM dan Penyusunan kebijakan terkait kebijakan yang berperspektif HAM pemajuan, dan pemenuhan Hak Asasi Manusia. Peningkatan kerjasama dalam dan luar negeri dlm rangka pemajuan HAM dan harmonisasi rangcangan peraturan perundang-undanganan Persentase harmonisasi rancangan peraturan peruundang-undangan dalam perspektif HAM

92% 92%

97% 97%

50,2

150,9

8.1

Kegiatan Kerjasama HAM.

100%

100%

9,0

II.L.013.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 dalam perspektif HAM serta Naskah Akademik instrumen HAM internasional. Jumlah analisis laporan pelaksanaan instrument HAM Internasional dan Naskah Akademik instrumen HAM Internasional. Jumlah kerjasama luar negeri dalam rangka pemajuan HAM Jumlah kerjasama dalam negeri dalam rangka implementsi HAM/RAN HAM. 8.2 Kegiatan Penguatan HAM. Presentasi KL pemerinta propinsi dan kabupaten/ kotamadya telah mengikuti pelatihan HAM. Tersusunnya pedoman dan standarisasi kebijakan di semua bidang pembangunan yang berperspektif HAM. Persentase Kementerian/ Lembaga yang telah melaksanakan kebijakan yang berperspektif HAM. Jumlah program pembelajaran HAM. Jumlah bahan ajar HAM. Jumlah fasilitator pelatihan HAM. Jumlah pelatihan HAM. Jumlah K/L atau daerah yang telah melaksanakan RAN HAM. Jumlah penyuluh HAM. Jumlah evaluasi dan pengembangan diseminasi HAM. Jumlah data HAM yang diolah dari KL Propinsi dan Kabupaten/Kota. Jumlah evaluasi dan laporan tentang HAM. Jumlah akses jalur informasi HAM melalui penyediaan koneksi internet. 6 Inst. HAM Internasional dan 2 N.A 2014 6 Inst. HAM Internasional dan 2 N.A 10 Negara/ NGO; TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

10 Negara/ NGO;

440 pusat dan daerah
10

440 pusat dan daerah
50
K)

10,0

10%

10%

40 10

200 50

K) K)

8.3

Kegiatan Diseminasi HAM.

Meningkatnya Kementerian/Lembaga, Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota yang telah memperoleh diseminasi HAM.

34 kab/kota 136 penyuluh 34 kab/kota 156 156 156

34 kab/kota 680 34 kab/kota 850 850 850
K)

8,0

8.4

Kegiatan Informasi HAM.

Informasi yang dapat diakses dari K/L, Provinsi dan Kabupaten/Kota tentang HAM.

K)

7,0

K)

K)

II.L.013.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah layanan informasi melalui media cetak dan elektronik. Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah I, pelaporan dilakukan secara tepat waktu dan Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah II, terintegrasi serta berdasarkan data yang akurat. Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah III, Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah IV, Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah V dan Pengawasan Kinerja Inspektorat Khusus, dan mencapai target kinerjanya dengan administrasi Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis yang akuntabel. Lainnya. 156 84% 2014 850 92%
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

9

Program Peningkatan Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kemenkumham.

145,5

9.1

Kegiatan pengawasan Inspektorat khusus.

Terlaksananya mekanisme pebgaduan masyarakat yang Persentase pengaduan dan kasus yang responsif terhadap kinerja aparat Kemenkumham dituntaskan secara tepat waktu. Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan dilakukan secara tepat waktu dan terintegrasi serta berdasarkan data yang akurat. Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan dilakukan secara tepat waktu dan terintegrasi serta berdasarkan data yang akurat. Seluruh unit kerja memiliki sumberdaya manusia profesional sesuai kebutuhan dan kaderisasi yang berkesinambungan. Persentase target kinerja yang terpenuhi

20%

100%

19,0

10

Program Penelitian dan Pengembangan HAM Kemenkumham

118,4

11

Program Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya Kemenkumham.

Persentase target kinerja yang terpenuhi

17.847,2

II.L.013.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 11.1 Kegiatan Pengelolaan dan Pembinaan Kepegawaian Kemenkumham. Peningkatan kualitas SDM Kemenkumham Persentase unit kerja yang memiliki kaderisasi berkesinambungan dan pegawai yang memperoleh pengembangan karir. 100% dari formasi Penyesuaian ijazah S1,S2; 100% dari formasi pim tk III dan IV. 100% dari formasi ujian dinas TK I dan II. 100% dari formasi yang mengikuti pendidikan dasar keimigrasian dan teknis keimigrasian. 100% data daftar kebutuhan pegawai untuk penyusunan formasi. 80% Pengadaan CPNS pusat dan kanwil. 100% dari jumlah formasi yang mengikuti fit and proper test dalam rangka usulan promosi jabatan. 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 108,2

100% 100% 100%

100%

100% 100%

Seluruh Unit Kerja memiliki SDM profesional sesuai kebutuhan dan kaderisasi yang berkesinambungan.

12

Program Sarana dan Prasarana Kemenkumham.

Terpenuhingan sarana dan prasarana yang menunjang tupoksi Kemenkumham.

Prosentase kebutuhan sarana dan prasarana dari unit kerja yang terpenuhi secara tepat waktu dan akuntabel sesuai anggaran.

3.892,0

TOTAL ALOKASI KEMENKUMHAM 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

26.113,0

II.L.013.13

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No 1. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pengelolaan Anggaran Negara SASARAN INDIKATOR 2010 Terlaksananya fungsi penganggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah - Penyusunan dan penyampaian laporan Tersusunnya Laporan Keuangan BSBL yang transparan keuangan Belanja Subsidi dan Belanja Lain- dan akuntabel lain (BSBL) (Prioritas Nasional) - Pengelolaan Anggaran Belanja Pemerintah Pusat (ABPP) (Prioritas Terwujudnya pengelolaan anggaran negara yang tepat waktu, transparan, dan akuntabel Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Lain-lain (BSBL) yang lengkap dan tepat waktu 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 498,0

a.

100%

100%

17,6

b.

Terlaksananya kebijakan penganggaran yang transparan 1. Pengalokasian belanja pemerintah pusat yang tepat waktu dan akuntabel dan efisien 2. Penyediaan anggaran secara tepat waktu dan tepat jumlah untuk menunjang program di bidang pangan, pertanian, dan industri perdesaan sesuai dengan persetujuan 3. PMK No. 261/2008 tentang tatacara penyediaan anggaran, perhitungan, pembayaran, dan pertanggungjawaban subsidi pupuk 4. Dokumen RAPBN-P 2010 tentang perubahan sistem pengelolaan pendanaan BLU Tanah dan Land Capping untuk ditampung dalam APBN-P 2010 5. Peraturan pelaksanaan anggaran R&D berdasarkan program prioritas K/L yang bersangkutan sesuai dengan alokasi anggaran dalam APBN

100% 100%

100% 100%

35,5

-

100%

100%

-

100%

-

II.L.015.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No c. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS - Pengembangan Sistem Penganggaran (Prioritas Bidang) SASARAN Terlaksananya penerapan sistem penganggaran berorientasi kinerja dan penerapan MTEF INDIKATOR 2010 1. Tersedianya norma penganggaran berbasis kinerja dan penerapan MTEF yang kredibel dan tepat waktu 2. Revisi Keppres 80/2003, usulan mengenai percepatan proses pengadaan barang dan jasa, termasuk dalam angka pinjaman luar negeri d - Penyusunan Rancangan APBN (Prioritas Bidang) Tersusunnya APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan 1. Tersusunnya Draft NK, RAPBN, & RUU APBN (APBNP) dengan besaran yang akurat dan tepat waktu 2. Peraturan pelaksanaan anggaran R&D berdasarkan program prioritas K/L yang bersangkutan sesuai dengan alokasi anggaran dalam APBN 3. Road Map rasionalisasi subsidi listrik 100% 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 47,4

100% 100%

100% -

26,1

100% 100% 95% 100%

100% 100% 100% 38,8

4. Roap Map rasionalisasi subsidi BBM 5. RPP tentang penghapusan PNBP e - Pengelolaan PNBP dan subsidi (Prioritas Bidang) Mengoptimalkan keuangan negara di bidang PNBP dengan tetap menjaga pelayanan kepada masyarakat 1. Tercapainya target penerimaan SDA Migas dan Laba BUMN dalam APBN atau APBN-P 2. Tersusunnya target dan pagu penggunaan PNBP untuk APBN dan atau APBN-P

II.L.015.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3. Terlaksananya pembayaran subsidi energi yang tepat waktu dan jumlah 4. Road Map rasioalisasi subsidi listrik 5. Roap Map rasionalisasi subsidi BBM 6. RPP tentang penghapusan PNBP 7. Melaksanakan penyempurnaan kebijakan dan peraturan subsidi SOP verifikasi perhitungan subsidi BBM, listrik, dan Pupuk agar lebih cepat dan efisien 2. Peningkatan Pengelolaan Perimbangan 1. Peningkatan efektifitas dan efisiensi pengelolaan 1. Persentase ketepatan jumlah penyaluran dana transfer Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan ke daerah Pemerintahan Daerah Pemerintahan Daerah 2. Terciptanya tata kelola yang tertib sesuai peraturan perundang-undangan, transparan, kredibel, akuntabel, dan profesional dalam pelaksanaan hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah 2. Ketepatan waktu penyelesaian dokumen pelaksanaan penyaluran dana transfer ke daerah 3. Indeks kepuasan Pemda terhadap norma, standar, dan pengelolaan belanja transfer daerah ke pihak eksternal 4. Realisasi janji pelayanan evaluasi Perda/Raperda PDRD ke pihak eksternal dalam bentuk rekomendasi Menteri Keuangan 5. Kajian revisi UU 33/2004 dan PP 54/2005 a. - Perumusan kebijakan, bimbingan teknis, dan pengelolaan transfer ke Daerah (Prioritas Nasional) 1. Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Pengelolaan Dana Transfer 2. Terciptanya Tata Kelola yang Tertib Sesuai Peraturan Perundang-undangan, Transparan, adil, proporsional, Kredibel, Akuntabel, dan Profesional dalam Pelaksanaan Transfer ke Daerah 1. Persentase ketepatan jumlah penyaluran jumlah dana transfer ke daerah 2. Ketepatan waktu penyelesaian dokumen pelaksanaan penyaluran dana transfer ke daerah 100% 100% 100% 100% 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

100%

100%

603,0

4 hari

3 hari

3

3

15 hari

12 hari

100% 100% 4 hari

100% 3 hari 86,4

II.L.015.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No b. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS - Perumusan kebijakan bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi di bidang PDRD SASARAN 1. Optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah INDIKATOR 2010 1. Persentase jumlah kebijakan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang dapat diimplementasikan 2. Mewujudkan Kebijakan Pajak Daerah dan Retribusi 2. Realisasi janji pelayanan evaluasi Perda/Raperda PDRD ke Daerah yang mendukung Perimbangan Keuangan Pusat pihak eksternal dalam bentuk rekomendasi Menteri Keuangan dan Daerah 3. Evaluasi dan rekomendasi Perda dan Raperda PDRD bermasalah 4. Program transisi/pengalihan PBB menjadi Pajak Daerah 5. Pengalihan BPHTB menjadi Pajak Daerah 6. Penerapan Pajak Rokok menjadi Pajak Daerah 7. RPP tentang sistem pemungutan pajak daerah 8. RPMK pemberian sanksi terhadap daerah yang melanggar ketentuan PDRD 9. Mengkaji penerapan PBBKB di daerah berkaitan dengan harga dan subsidi BBM c. - Perumusan kebijakan, bimbingan teknis, monitoring dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah (Prioritas Bidang) 1. Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Pengelolaan 1. Persentase jumlah kebijakan Pembiayaan dan Kapasitas Pinjaman Daerah, Hibah Daerah, Obligasi Daerah, dan Daerah yang dapat diimplementasikan Investasi Daerah 2. PeningkatanEfektifitas dan Efisiensi Penataan Daerah 3. Peningkatan Kapasitas Aparat Pengelola Keuangan Daerah 2. Persentase jumlah konsep kebijakan pembiayaan dan kapasitas daerah sesuai dengan rencana 3. Persentase kepatuhan dan penegakan ketentuan/peraturan dibidang hibah ke daerah 80% 15 hari 2014 85% 12 hari TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 68,7

75% 100% 100% 100%

100% 100% 100% 100% -

100%

100%

153,4

100% 80%

100% 85%

II.L.015.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No d. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS - Perumusan kebijakan, pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan daerah dan ekonomi daerah, penyusunan laporan keuangan transfer ke daerah, serta pengembangan sistem informasi keuangan daerah (Prioritas Bidang) SASARAN 1. Efisiensi dan Efektifitas Pengelolaan Dana Desentralisasi, Dana Dekonsentrasi, dan Dana Tugas Pembantuan 2. Terkendalinya Defisit Anggaran Daerah INDIKATOR 2010 1. Persentase jumlah kebijakan Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah sesuai rencana 2. Persentase penyelesaian laporan hasil evaluasi pendanaan desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta perekonomian daerah sesuai rencana 3. Persentase tersedianya layanan informasi yang lengkap dan terkini pada website dan Mofisda sesuai yang disampaikan oleh penyaji data 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 84,0

100%

100%

3. Terselenggaranya SIKD Nasional yang TRUST (Complete, Reliable, Up to date, Secure, and Accurate ) 3. Pengelolaan Perbendaharaan Negara

80%

90%

Meningkatkan pengelolaan keuangan negara secara 1. Persentase ketepatan penarikan dana profesional, transparan, dan akuntabel sesuai 2. Jumlah penerimaan remunerasi atas penyimpanan, dengan ketentuan penempatan, dan investasi jangka pendek (Idle Cash KUN) 3. Persentase ketepatan penyediaan dana untuk membiayai pengeluaran negara 4. Persentase realisasi kontribusi RDI/RPD kepada APBN 5. Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 6. Jumlah LK K/L dan LK BUN yang mendapat opini WTP/WDP dari BPK

50% 3 triliun

80% 16,9 triliun
K)

6.833,7

98% 100% WDP 78 K/L& PA BUN WTP:50 WDP:28 3 triliun 98%

98% 100% WTP 83K/L& PA BUN WTP:81 16,9 triliun 98%
K)

a.

- Peningkatan Pengelolaan Kas Negara (Prioritas Bidang)

1. Optimalisasi Idle Cash Pemerintah 2. Menutup cost of fund pemerintah dalam pembiayaan defisit APBN 3. Mengukur kinerja pengelolaan kas terkait pelayanan dalam penyaluran dana APBN

1. Jumlah penerimaan remunerasi atas penyimpanan, penempatan, dan investasi jangka pendek (Idle Cash KUN) 2. Persentase ketepatan penyediaan dana untuk membiayai pengeluaran Negara

96,9

II.L.015.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No b PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS - Manajemen Investasi dan Penerusan Pinjaman (Prioritas Bidang) SASARAN Mengoptimalkan penerimaan APBN hasil penerusan pinjaman sehingga mampu mendukung pengelolaan keuangan negara yang berkelanjutan 1. Menjamin akuntabilitas dan transparansi pertanggungjawaban keuangan negara 2. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan negara INDIKATOR 2010 Persentase realisasi kontribusi RDI/RPD kepada APBN 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 107,6

c

- Penyelenggaraan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran (Prioritas Bidang)

1. Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2. Jumlah LK K/L dan LK BUN yang mendapat opini WTP dan WDP dari BPK 3. Pengelolaan Keuangan Kementerian memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK

WDP 78 K/L& PA BUN WTP:50 WDP:28 WDP 50%

WTP 83K/L& PA BUN WTP:81 WTP 80%

154,9

d.

- Pembinaan Pelaksanaan Anggaran dan Pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (Prioritas Bidang) Pengelolaan Kekayaan Negara, Penyelesaian Pengurusan Piutang Negara, dan Pelayanan Lelang

Agar pelaksanaan kegiatan dan pencairan dana dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang direncanakan

Persentase ketepatan penarikan dana

80,2

4.

Terselenggaranya pengelolaan kekayaan negara, penyelesaian pengurusan Piutang Negara dan pelayanan Lelang yang profesional, tertib, tepat guna, dan optimal serta mampu membangun citra baik bagi stakeholder

1. Jumlah Penerimaan Negara dan penerimaan kembali yang berasal dari pembiayaan APBN - Biaya Administrasi Pengurusan Piutang Negara Bea Lelang

3.246,9 67,7 Miliar 44,04 Miliar 350 Miliar 413,33 Miliar 260,01 Miliar 1105 Miliar
K)

K)

- Penerimaan pembiayaan APBN 2. Jumlah penyelesaian piutang Negara dan pelayanan lelang Piutang negara yang dapat diselesaikan Pokok lelang

K)

770 Miliar 3, 15 Triliun 68%

7109,76 Miliar 18,57 Triliun 87,80%

K)

K)

3. Persentase penyelesaian permohononan pengelolaan kekayaan negara, termasuk pemanfaatan asset idle

II.L.015.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4. Persentase BMN yang disertifikasi a - Perumusan kebijakan, standardisasi, Terselenggaranya pengelolaan Barang Milik Negara bimbingan teknis, evaluasi dan pengelolaan yang professional, tertib, optimal, serta akuntabel Barang Milik Negara (Prioritas Bidang) 1. Persentase formulasi / pembaruan peraturan perundangan di bidang pengelolaan BMN 2. Persentase penyelesaian permohonan pengelolaan kekayaan Negara, termasuk pemanfaatan aset idle . 3. Persentase BMN yang akan disertifikasi 80% 70% 55% 66% 60% 6 2014 90% 100% 82,50% 90% 100% 100% 93% 90% 100% 100% 20
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

57,0

b.

4. Penyelesaian inventarisasi dan penilaian terhadap Barang Milik Negara serta koreksi neraca Persentase formulasi / pembaruan peraturan - Perumusan kebijakan, standardisasi, Terselenggaranya pengelolaan barang milik negara dan 1. perundangan di bidang pengelolaan BMN bimbingan teknis, evaluasi dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan yang professional, Barang Milik Negara dan Kekayaan Negara tertib, optimal serta akuntabel 2. Persentase penyelesaian permohonan pengelolaan yang Dipisahkan (Prioritas Bidang) kekayaan Negara, termasuk pemanfaatan aset idle . 3. Persentase BMN yang akan disertifikasi 4. Persentase penyelesaian pengelolaan dan penatausahaan Kekayaan Negara Dipisahkan 5. Penyelesaian inventarisasi dan penilaian terhadap Barang Milik Negara serta koreksi neraca - Perumusan kebijakan, standardisasi, Terselenggaranya pengelolaan kekayaan negara lain- 1. Jumlah formulasi / pembaharuan peraturan perundangan di bimbingan teknis, evaluasi dan Pengelolaan lain secara professional, efektif, efisien, transparan dan bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain\ Kekayaan Negara Lain-lain (Prioritas dapat dipertanggungjawabkan sekaligus mampu Bidang) mengoptimalkan penerimaan negara yang berasal dari 2. Jumlah penyelesaian berkas kekayaan negara lain-lain kekayaan negara lain-lain 3. Jumlah penerimaan kembali (recovery) yang berasal dari pengeluaran pembiayaan APBN 4. Penyelesaian inventarisasi dan penilaian terhadap Barang Milik Negara serta koreksi neraca

39,4

c.

289,0

1770 350 Miliar -

3970 1105 Miliar 100%

K)

K)

II.L.015.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No 5. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Program Perumusan Kebijakan Fiskal SASARAN Terwujudnya kebijakan fiskal yang sustainable dengan beban risiko fiskal yang terukur dalam rangka stabilisasi dan mendorong pertumbuhan perekonomian INDIKATOR 2010 1. Tingkat akurasi kebijakan fiskal - Rata-rata persentase deviasi asumsi makro - Persentase deviasi target defisit APBN - Persentase deviasi proyeksi pendapatan Negara 2. Persentase efektivitas kebijakan pendapatan Negara a. - Perumusan Kebijakan APBN (Prioritas Bidang) Tersedianya rekomendasi kebijakan APBN yang sustainable untuk mendukung pembangunan nasional 1. Persentase deviasi target defisit APBN 2. Persentase deviasi proyeksi penerimaan perpajakan 3. Penyempurnaan PMK no.261/2008 tentang tata cara penyediaan anggaran, perhitungan, pembayaran, dan 4. Penyempurnaan kebijakan subsidi BBM, listrik dan pupuk agar lebih cepat dan efisien 5. Kajian penerapan PBBKB di daerah berkaitan dengan harga dan subsdi BBM 6. Kajian tentang rasionalisasi subsidi listrik dan subsidi BBM 10% 10% 4,50% 75% 10% 4,50% 100% 100% 100% 5% 8% 4% 85% 8% 4% 100% 68,1 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 569,9

II.L.015.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No b. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS - Pengelolaan Risiko Fiskal dan Sektor Keuangan (Prioritas Bidang) SASARAN 1. INDIKATOR 2010 1. Terwujudnya pengelolaan risiko fiskal yang antisipatif dan responsif yang dapat mendukung 2. Tersedianya rekomendasi dan pernyataan risiko fiskal - Perumusan Kebijakan Ekonomi (Prioritas Terwujudnya kebijakan ekonomi makro yang antisipatif Bidang) dan responsif yang dapat mendukung stabilisasi dan mendorong pertumbuhan perekonomian - Perumusan Kebijakan Pajak, Kepabeanan, Cukai dan PNBP (Prioritas Bidang) Peningkatan dan Pengamanan Penerimaan Pajak Tersedianya rekomendasi dan rumusan kebijakan pendapatan negara yang mendukung terwujudnya kebijakan fiskal Peningkatan penerimaan pajak negara yang optimal Jumlah risiko fiskal teridentifikasi yang terukur 4 100% 10% 5% 2014 21 93,3
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 66,6

c.

2. Perubahan sistem pengelolaan pendanaan BLU Tanah dan Land Capping untuk ditampung dalam APBN-P 2010 Persentase rata rata deviasi proyeksi asumsi makro

d.

1.

Persentase efektifitas kebijakan pendapatan negara

75%

85%

68,0

6.

a.

- Perumusan kebijakan di bidang PPN, PBB, BPHTB, KUP, PPSP, dan Bea Materai (Prioritas Nasional)

Peningkatan efektifitas pembuatan peraturan

1. Persentase realisasi penerimaan pajak terhadap target penerimaan pajak 2. Persentase realisasi waktu pelayanan terhadap janji waktu pelayanan (quick win) 1. Persentase penyelesaian usulan pembuatan / Revisi peraturan perundangan terhadap peraturan perundangan yang harus dibuat / direvisi 2. Tersedianya PMK-PMK ttg Pemberian Fasilitas Fiskal sesuai Peraturan Per-UU-an dan skema Pembiayaan Infrastruktur ke & di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

100% 100% 100%

100% 100% 100%

20.817,9

12,1

-

100%

b.

- Perumusan kebijakan di bidang PPh dan perjanjian kerjasama perpajakan internasional (Prioritas Nasional)

Peningkatan efektifitas pembuatan peraturan

1. Persentase penyelesaian usulan pembuatan / Revisi peraturan perundangan terhadap peraturan perundangan yang harus dibuat / direvisi 2. Tersedianya PMK-PMK ttg Pemberian Fasilitas Fiskal sesuai Peraturan Per-UU-an dan skema Pembiayaan Infrastruktur ke & di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

100%

100%

13,3

-

100%

II.L.015.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3. Peraturan pelaksanaan mengenai insentif potongan PPh 5% bagi perusahaan yang melakukan R&D c. - Peningkatan efektivitas pemeriksaan, optimalisasi pelaksanaan penagihan (Prioritas Bidang) Pemeriksaan dan Penagihan yang optimal untuk peningkatan kepatuhan Wajib Pajak dan Peningkatan Penerimaan Pajak Persentase jumlah Refund Discrepancy dan Penerimaan Pajak dari Pemeriksaan dan Penagihan terhadap Realisasi Penerimaan Pajak 100% 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

4%

3%

17,1

d.

- Peningkatan kualitas pelayanan serta efektivitas penyuluhan dan kehumasan (Prioritas Bidang) - Perencanaan, pengembangan, dan evaluasi di bidang teknologi, komunikasi dan informasi (Prioritas Bidang) - Pelaksanaan reformasi proses bisnis (Prioritas Bidang)

Tingkat Kepuasan yang Tinggi atas Pelayanan Perpajakan Teknologi informasi dan komunikasi yang handal dan tepat guna

Indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan dan penyuluhan

72

76

344,8

e.

Persentase penyelesaian pembangunan dan pengembangan sistem informasi terhadap target

100%

100%

772,6

f.

Proses Bisnis yang efektif dan efisien

g.

- Pengelolaan data dan dokumen Perpajakan (Prioritas Bidang)

1. Persentase penyelesaian SOP terhadap SOP yang harus dibuat 2. Persentase penyelesaian proses bisnis/ SOP terhadap proses bisnis/SOP yang harus disempurnakan Kepuasan yang tinggi dari pengguna data dan dokumen Persentase penyelesaian pemindaian berkas SPT perpajakan 1. Jumlah Penerimaan Bea dan Cukai

100% 100% 71%

100% 100% 79%

1.397,2

146,2

7.

Pengawasan, Pelayanan, dan Penerimaan 1. Terciptanya administrator kepabeanan dan cukai yang dapat memberikan fasilitasi terbaik kepada di Bidang Kepabeanan dan Cukai industri, perdagangan, dan masyarakat serta optimalisasi penerimaan 2. Terwujudnya profesionalisme SDM kepabeanan dan cukai 3. Terwujudnya pelayanan yang efisien dan pengawasan yang efektif

100%

100%

9.758,2

2. Persentase jumlah kasus tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai yang diserahkan ke Kejaksaan 3. Persentase penyelesaian rancangan PMK dan aturan pelaksanaan lainnya terkait sistem pelayanan kepabeanan yang menunjang Sistem Logistik Nasional (Customs Advance Trade Systems)

40% -

50% 100%

II.L.015.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4. Persentase kantor pabean di perbatasan dengan kondisi sarana dan prasarana yang memadai 1. Persentase sistem aplikasi dan infrastruktur TI yang sesuai dengan proses bisnis DJBC 10% 100% 2014 50% 100% 675,4 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

a.

- Perumusan Kebijakan dan 1. Terciptanya administrator kepabeanan dan cukai Pengembangan Teknologi Informasi yang dapat memberikan fasilitasi terbaik berbasis Kepabeanan dan Cukai (Prioritas Nasional) teknologi informasi kepada industri, perdagangan, dan masyarakat serta optimalisasi penerimaan 2.Terwujudnya tingkat pelayanan yang efisien kepada pemangku kepentingan berkaitan dengan layanan berbasis teknologi informasi

2. Persentase penyelesaian aplikasi sistem kepabeanan yang terintegrasi dengan portal NSW 3. PMK untuk pengembangan sistem elektronik terkait dengan perijinan investasi di bidang kepabeanan dan perpajakan 4. PMK tentang Authorized Economic Operator (AEO) dan dukungan terkait dengan Sistem Logistik Nasional 5. PMK tentang Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) dalam rangka pengembangan sistem logistik 6. PMK-PMK tentang pemberian fasilitas fiskal sesuai peraturan perundang-undangan dan skema pembiayaan infrastruktur ke dan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 7. PMK untuk memadukan Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di 5 lokasi (di Jawa dan Sumatra)

-

100% 100%

-

100%

-

100% 100%

-

100%

II.L.015.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No b. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS - Perumusan Kebijakan dan Bimbingan Teknis Fasilitas Kepabeanan (Prioritas Nasional) SASARAN 1. Terciptanya administrator di bidang fasilitas kepabeanan yang dapat memberikan dukungan industry, perdagangan dan masyarakat serta optimalisasi pendapatan 2. Terwujudnya pelayanan yang efisien dan pengawasan efektif INDIKATOR 2010 1. Persentase realisasi janji layanan publik terkait pemberian fasilitas pembebasan dan keriganan bea masuk 70% 2014 80% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 133,0

2. Persentase realisasi janji layanan public terkait pemberian fasilitas pertambangan 3. Persentase realisasi janji layanan public terkait pemberian tempat penimbunan berikat (TPB). 4. Persentase penyelesaian rancangan PMK dan aturan pelaksanaan lainnya terkait sistem pelayanan kepabeanan yang menunjang Sistem Logistik Nasional (Customs Advance Trade Systems) 5. Persentase penyelesaian peraturan terkait sistem pelayanan kepabeanan dan cukai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 6. PMK untuk pengembangan sistem elektronik terkait dengan perijinan investasi di bidang kepabeanan dan perpajakan 7. PMK tentang Authorized Economic Operator (AEO) dan dukungan terkait dengan Sistem Logistik Nasional 8. PMK-PMK tentang pemberian fasilitas fiskal sesuai peraturan perundang-undangan dan skema pembiayaan 9. PMK untuk memadukan Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di 5 1. Persentase tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai yang diserahkan ke kejaksaaan 2. PMK tentang Authorized Economic Operator (AEO) dan dukungan terkait dengan Sistem Logistik Nasional

70% 70% -

80% 80% 100%

-

100%

-

100%

-

100%

40% -

100% 100% 50% 100% 596,8

c.

- Pelaksanaan Pengawasan dan Penindakan atas Pelanggaran Peraturan Perundangan, Intelijen dan Penyidikan Tindak Pidana Kepabeanan dan Cukai (Prioritas Bidang)

1. Terciptanya administrator kepabeanan dan cukai yang dapat memberikan fasilitasi terbaik kepada i d ti d d k t t 2. Terciptanya institusi kepabeanan dan cukai yang dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat

II.L.015.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Kepabeanan dan Cukai (Prioritas Bidang) SASARAN 3. Terwujudnya profesionalisme SDM di bidang intelijen, penindakan dan penyidikan yang handal 4. Terwujudnya pengawasan efektif dan pelayanan yang efisien d. - Perumusan Kebijakan dan Peningkatan Pengelolaan Penerimaan Bea dan Cukai (Prioritas Bidang) 1. Terciptanya administrasi penerimaan kepabeanan dan cukai yang tertib dan dapat memberikan fasilitasi terbaik kepada industri, perdagangan, dan masyarakat serta optimalisasi penerimaan 2. Terwujudnya profesionalisme SDM di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai 3. Tercapainya perumusan peraturan di bidang kepabeanan dan cukai 4. Terwujudnya pelayanan yang efisien dan pengawasan yang efektif 1. Jumlah penerimaan bea dan cukai 100% 100% 19,6 INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

2. Persentase penyelesaian evaluasi dan rekomendasi, penyempurnaan perancangan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai 3. Persentase peraturan pelaksanaan di bidang kepabeanan dan cukai yang selaras (tidak bertentangan) dengan perundangundangan 4. PMK tentang Authorized Economic Operator (AEO) dan dukungan terkait dengan Sistem Logistik Nasional 5. PMK-PMK tentang pemberian fasilitas fiskal sesuai peraturan perundang-undangan dan skema pembiayaan infrastruktur ke dan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

70%

80%

75%

90%

-

100%

-

100%

e.

- Perumusan Kebijakan dan Bimbingan Teknis Bidang Kepabeanan (Prioritas Bidang)

1. Terwujudnya professional SDM di bidang Teknis Kepabeanan 2. Terciptanya pelayanan yang pasti di bidang kepabeanan kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders)

1. Frekuensi pemutahiran Database harga I

12x

60x

K)

6,6

2. Presentase ketepatan waktu penyelesaian penetapan nilai pabean dan klasifikasi barang 3. Persentase rumusan peraturan yang menjadi keputusan di bidang teknis kepabeanan

75%

80%

75%

80%

II.L.015.13

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4. PMK untuk pengembangan sistem elektronik terkait dengan perijinan investasi di bidang kepabeanan dan perpajakan 5. PMK tentang Authorized Economic Operator (AEO) dan dukungan terkait dengan Sistem Logistik Nasional 6. PMK tentang Kawasan Pelayanan Kepabeanan Terpadu (KPPT) dalam rangka pengembangan Sistem Logistik 7. PMK-PMK tentang Pemberian Fasilitas Fiskal sesuai peraturan perundang-undangan dan skema pembiayaan infrastruktur ke dan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 8.PMK dan Perdirjen mengenai prosedur penetapan nilai pabean termasuk prosedur pengaduan dan keberatan 9. Penerapan secara konsisten dan pemberian penjelasan kepada pengguna jasa kepabeanan mengenai SOP tentang penetapan nilai pabean 10. sistem penanganan pengaduan masyarakat khusus mengenai penetapan nilai pabean 1. Pemenuhan target pembiayaan melalui utang 2. Pembayaran utang secara tepat waktu, jumlah, dan sasaran 3. Ketersediaan informasi dalam rangka transparansi pengelolaan utang 4. Terpenuhinya struktur portofolio utang sesuai dengan strategi yang ditetapkan 1. Pemenuhan target pembiayaan melalui pinjaman program 2. Penyelesaian perjanjian pinjaman dan hibah 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

-

100%

-

100%

-

100%

100%

-

100%

-

100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

100% 100% 100% 100% 100% 100% 47,9 360,9

8.

Pengelolaan dan Pembiayaan Utang

Mengoptimalkan pengelolaan utang pemerintah, baik yang berasal dari Surat Berharga Negara maupun pinjaman dengan biaya dan tingkat risiko yang terkelola dengan baik untuk mendukung kesinambungan fiskal

a.

- Pengelolaan Pinjaman (Prioritas Bidang)

Terpenuhinya kebutuhan pembiayaan APBN yang aman melalui pengadaan pinjaman

II.L.015.14

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No b. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS - Pengelolaan Surat Utang Negara (Prioritas Bidang) - Pengelolaan Pembiayaan Syariah (Prioritas Bidang) SASARAN Terpenuhinya kebutuhan pembiayaan APBN yang aman bagi kesinambungan fiskal melalui pengelolaan Surat Utang Negara (SUN) Terpenuhinya kebutuhan pembiayaan APBN yang aman bagi kesinambungan fiskal melalui Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Penyediaan strategi pengelolaan utang yang mempertimbangkan aspek biaya dan risiko Terwujudnya pelaksanaan penyelesaian transaksi, pencatatan, dan pelaporan utang pemerintah yang profesional, efektif, transparan, dan akuntabel INDIKATOR 2010 1. Pemenuhan target pembiayaan melalui SUN 2. Terpenuhinya struktur portofolio SUN sesuai dengan strategi yang ditetapkan 1. Pemenuhan target pembiayaan melalui SBSN 2. Terpenuhinya struktur portofolio SBSN sesuai dengan strategi yang ditetapkan 1. Tersedianya dokumen Strategi pengelolaan utang 2. Pencapaian target effective cost yang kredibel 1. Pembayaran utang secara tepat waktu, jumlah, dan sasaran 2. Ketersediaan informasi dalam rangka transparansi pengelolaan utang Tingkat kompetensi karyawan untuk jabatan tematik 100% 100% 100% 100% 1 100% 100% 100% 82,5% (JPM 70%) 2014 100% 100% 100% 100% 6 100% 100% 100% 85% (JPM 75%) 33.806,4 30,0
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 44,1

c.

34,0

d.

- Pengelolaan Strategi dan Portofolio Utang (Prioritas Bidang) - Pelaksanaan Evaluasi, Akuntansi, dan Setelmen Utang (Prioritas Bidang)

17,7

e.

9.

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan 1. Terwujudnya tata kelola yang baik dan kualitas Tugas Teknis Lainnya Departemen layanan dan dukungan yang tinggi pada semua Keuangan Eselon I di Kementerian Keuangan 2. Tingkat kepercayaan stakesholders (internal dan eksternal) yang tinggi

II.L.015.15

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No 10. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Keuangan SASARAN Terwujudnya pengawasan yang memberi nilai tambah melalui peningkatan efektivitas proses manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola serta peningkatan akuntabilitas aparatur di lingkungan Kementerian Keuangan INDIKATOR 2010 1. Jumlah Policy Recommendations 2. Indeks kualitas laporan keuangan kementerian keuangan (BA 15) 14 buah 3 2014 82 buah 4
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 462,7

11.

Pengembangan SDM Keuangan dan Kekayaan Negara yang profesional melalui pendidikan dan pelatihan

1. Meningkatkan pemahaman masyarakat dan 1. Jumlah peserta edukasi publik tentang Keuangan pelaku ekonomi akan penyelenggaraan pengelolaan Negara Keuangan Negara 2. Mengembangkan SDM yang berintegritas dan berkompetensi tinggi 2. Rasio jam pelatihan terhadap jam kerja

9.595

49.967

K)

2.565,6

3% 2,50%

3.5% 3% 814,6

12.

1. Persentase pertumbuhan nilai transaksi saham harian Pengaturan, Pembinaan dan Pengawasan 1. Terwujudnya Bapepam-LK sebagai lembaga Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang memegang teguh prinsip-prinsip transparansi, Non Bank akuntabilitas, independensi, dan integritas 2. Terwujudnya industri Pasar Modal dan Jasa Keuangan Non Bank sebagai penggerak perekonomian nasional dan berdaya saing global 2. Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh lembaga pembiayaan dan penjaminan 3. Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh industri perasuransian 4. Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh industri dana pensiun 5. Persentase pertumbuhan unit penyertaan Reksa Dana 6. Indeks Kepuasan Stakeholders Bappepam-LK

10% 6% 5% 36% 77

10% 10% 15% 36% 82

II.L.015.16

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No a. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Perumusan Peraturan, Penetapan Sanksi dan Pemberian Bantuan Hukum SASARAN INDIKATOR 2010 1. Terciptanya regulasi di bidang Pasar Modal dan 1. Persentase jumlah regulasi di bidang pasar modal dan LKNB Lembaga Keuangan Non Bank yang mampu menjamin yang memenuhi asas peraturan perundang-undangan yang baik. kepastian hukum, adil, dan transparan 2. Terwujudnya penegakan hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non Bank yang obyektif dan efektif 3. Terjaganya kredibilitas Bapepam dan LK dengan mengamankan seluruh kebijakan yang telah diambil melalui pelaksanaan Litigasi yang taktis dan efektif. b. Riset Pasar Modal dan Lembaga Keuangan 1. Terwujudnya kebijakan berbasis riset dan sistem Non Bank serta Pengembangan Teknologi pengawasan yang berbasis teknologi informasi terhadap industri pasar modal dan jasa keuangan non Informasi bank 2. Terwujudnya industri pasar modal dan jasa keuangan non bank yang kredibel sebagai penggerak perekonomian nasional dan berdaya saing global c. Pemeriksaan dan penyidikan di bidang Pasar Modal 1. Terciptanya penegakan hukum di bidang pasar modal yang kredibel 2. Terwujudnya kepastian hukum di bidang Pasar Modal dan memberikan perlindungan bagi pemodal dan masyarakat 2.Persentase jumlah sanksi administrasi atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Jasa Keuangan yang obyektif. 3. Persentase jumlah perkara/litigasi yang diselesaikan dengan baik. 90% 2014 90% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 27,2

97%

97%

50%

50%

1. Persentase penyelesaian jumlah laporan hasil riset yang tepat dan akurat di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sesuai rencana. 2. Persentase jumlah sistem yang terimplementasi sesuai dengan rencana.

100%

100%

25,7

60%

80%

1. Persentase Laporan Hasil Pemeriksaan yang dapat diterima oleh Ketua atau Komite Penetapan Sanksi dan Keberatan (KPSK). 2. Penyelesaian perilaku pelaku Pasar Modal yang menyimpang: a. Persentase penyelesaian pelanggaran terhadap kewajiban pelaporan, baik berkala maupun insidentil sesuai target waktu (keterlambatan penyampaian pelaporan) b. Penyelesaian pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal yang memerlukan Surat Perintah Pemeriksaan sesuai target waktu.

80%

90%

34,0

90%

98%

70%

90%

II.L.015.17

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 c. Penyelesaiam pelanggaran terhadap ketentuan pidana di bidang Pasar Modal yang memerlukan Surat Perintah Penyidikan sesuai target waktu d. - Pengaturan, Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pengelolaan Investasi 1. Terwujudnya Biro Pengelolaan Investasi sebagai 1. Capaian pelaksanaan pemeriksaan dalam satu tahun: salah satu biro yang kredibel, akuntabel dan transparan 2. Terwujudnya industri pengelolaan investasi yang tangguh dan berdaya saing global a. Persentase pemeriksaan kepatuhan terhadap Manajer Investasi sesuai rencana b. Persentase pemeriksaan kepatuhan terhadap Agen Penjual Efek Reksa Dana sesuai rencana 2. Persentase layanan yang memenuhi target SOP: a. Layanan Pendaftaran Reksa Dana yang memenuhi target SOP b. Layanan Perizinan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana yang memenuhi target SOP 1. Persentase lama proses perijinan yang sesuai dengan target SOP. 100% 100% 100% 100% 50% 2014 70% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

20,8

100% 90%

100% 90% 28,1

e.

- Pengaturan, Pembinaan dan Pengawasan Bidang Transaksi dan Lembaga Efek

1. Terwujudnya Biro Transaksi dan Lembaga Efek sebagai salah satu biro di Bapepam-LK yang kredibel, akuntabel dan transparan

2. Terwujudnya Lembaga Efek yang berkualitas dan a. Proses perijinan Wakil Perantara Pedagang Efek. berdaya saing global serta Transaksi Efek yang teratur, wajar dan efisien b. Proses perijinan Wakil Penjamin Emisi Efek 2. Persentase jumlah pemeriksaan Lembaga Efek yang dilaksanakan dbandingkan dengan yang direncanakan. 3. Persentase tingkat penyelesaian penelaahan hasil pengawasan transaksi efek yang dindikasikan tidak wajar f. - Penelaahan dan Pemantauan Perusahaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa 1. Meningkatnya tata kelola Perusahaan yang baik atas 1. Persentase jumlah Laporan Keuangan Tahunan, Laporan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa Keuangan Tengah Tahunan, dan Laporan Tahunan yang ditelaah sesuai dengan rencana

90% 90% 100%

100% 100% 100%

67%

70%

100%

100%

14,4

II.L.015.18

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN 2. Meningkatnya jumlah Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa INDIKATOR 2010 2. Persentase jumlah pemrosesan Penyataan Pendaftaran sesuai SOP 3. Diterbitkannya produk regulasi terkait penyederhanaan proses dan persyaratan Penawaran Umum 100% 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

g.

- Penelaahan dan Pemantauan Perusahaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil

1. Meningkatnya tata kelola perusahaan yang baik atas 1. Persentase jumlah Laporan Keuangan Tahunan, Laporan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Tahunan yang ditelaah sesuai dengan rencana 2. Meningkatnya jumlah Emiten dan Perusahaan Publik 2. Persentase jumlah pemrosesan Pernyataan Pendaftaran Sektor Riil sesuai SOP 3. Diterbitkannya produk regulasi terkait penyederhanaan proses dan persyaratan Penawaran Umum

100%

100%

14,8

100% 100%

100% -

h.

- Pengaturan, Pembinaan, dan Pengawasan di bidang Lembaga Pembiayaan dan Penjaminan

1. Membangun otoritas Lembaga Pembiayaan dan 1. Persentase jumlah kebijakan di bidang pembiayaan dan Penjaminan yang profesional yang mampu penjaminan yang dihasilkan mewujudkan industri jasa pembiayaan dan penjaminan sebagai penggerak ekonomi nasional yang tangguh dan berdaya saing tinggi 2. Terwujudnya industri jasa pembiayaan dan penjaminan yang sehat, kuat dan kompetitif dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat 2. Persentase jumlah peraturan di bidang pembiayaan dan penjaminan yang dihasilkan 3. Persentase perizinan perusahaan pembiayaan dan penjaminan sesuai SOP 1. Persentase jumlah rumusan peraturan di bidang perasuransian sesuai rencana 2. Persentase layanan pemberian izin usaha asuransi dan reasuransi yang memenuhi target SOP 3. Persentase jumlah laporan keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi yang telah dianalisis sesuai dengan target waktu

100%

100%

23,5

100% 100% 100%

100% 100% 100% 39,0

i.

- Pengaturan, Pembinaan, dan Pengawasan bidang Perasuransian

1. Terwujudnya Biro Perasuransian yang memegang teguh prinsip akuntabilitas dan integritas 2. Meningkatnya peran dan kualitas pelaku industri perasuransian

100% 100%

100% 100%

II.L.015.19

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET No j. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS - Pengaturan, Pembinaan, dan Pengawasan Bidang Dana Pensiun SASARAN 1. Terwujudnya Biro Dana Pensiun sebagai lembaga yang memegang teguh prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good goverment governance ) 2. Terwujudnya industri dana pensiun sebagai penopang pembangunan ekonomi nasional dan sarana untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat di hari tua INDIKATOR 2010 1. Persentase pengesahan pembentukan dana pensiun yang sesuai dengan SOP 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 34,8

2. Persentase jumlah laporan hasil analisis sesuai rencana

100%

100%

3. Persentase jumlah pemeriksaan langsung sesuai rencana

100%

100%

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN KEUANGAN 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

80.337,7

II.L.015.20

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTANIAN
TARGET NO 1 PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN Peningkatan pelaksanaan kegiatan Kementerian Jumlah dokumen perencanaan, keuangan & perlengkapan, PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA Pertanian melalui dukungan koordinasi, pembinaan dan hukum & humas, kerjasama luar negeri, organisasi dan kepegawaian, statistik dan sistem informasi pertanian KEMENTERIAN PERTANIAN pelayanan administrasi Jumlah ijin usaha pertanian, ijon pemasukan/pengeluaran benih/bibit, obat hewan dan pakan ternak, produk ternak dan agensia hayati, serta rekomendasi produk pangan Realisasi penyaluran kredit program untuk pertanian (KKP-E, KUR) Realisasi penyaluran pembiayaan Syariah dan pembiayaan komersial untuk sektor pertanian Jumlah sentra-sentra usaha pertanian di perdesaan Jumlah Gapoktan PUAP (unit) 1.6 Pelayanan perizinan dan investasi pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang) Peningkatan penerimaan penyiapan bahan analisa, fasilitas proses teknis permohonan ijin, pendaftaran di bidang pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian, benih/bibit, produk ternak dan pangan segr serta penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi Jumlah ijin usaha pertanian, ijon pemasukan/pengeluaran benih/bibit, obat hewan dan pakan ternak, produk ternak dan agensia hayati, serta rekomendasi produk pangan Bahan informasi dan bahan kebijakan pengembangan investasi pertanian (publikasi, pameran, bahan analisis untuk kebijakan pertanian) (PAKET) 24 paket 2014 24 paket TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 7.832,0

2500

5000

1,5 trilyun 4 trilyun 200 10.000,00 2500

2,5 trilyun 8 trilyun 200 10.000,00 5000 64,1

1

1

II.L.018.1

TARGET NO 1.7 PROGRAM/KEGIATAN Pelayanan pembiayaan Pertanian, Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dan Penguatan Kelembagaan Ekonomi Perdesaan Melalui LM3 (Prioritas Nasional dan Bidang) SASARAN Peningkatan realisasi penyaluran kredit program (KKPE dan KUR) pembiayaan komersial, pembiayaan syariah, pengembangan sentra usaha pertanian perdesaan, dan pengembangan Gapoktan PUAP INDIKATOR 2010 Realisasi penyaluran kredit program untuk pertanian (KKP-E, KUR) (Trilyun) Realisasi penyaluran pembiayaan Syariah dan pembiayaan komersial untuk sektor pertanian (Trilyun) Jumlah sentra-sentra usaha pertanian di perdesaan p ( ) Jumlah Gapoktan PUAP (unit) 1.9 Pengembangan perlindungan dan pendaftaran varietas tanaman (Prioritas Bidang) PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR KEMENTERIAN PERTANIAN Peningkatan kinerja pelayanan teknis, hukum dan administrasi perlindungan varietas tanaman Pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di Kementerian Pertanian Jumlah pelayanan teknis, hukum dan administrasi perlindungan varietas tanaman (buah) Jumlah pelaksanaan kegiatan pengawasan intern pada unsur Kementerian Pertanian untuk mewujudkan good governance dan clean government (Kinerja/Satker) % proses administrasi dan dukungan teknis Itjen tepat waktu % temuan laporan audit internal Kementerian Pertanian ditindaklanjuti '- Tahun Tunggal (awal) '- Rata-rata 5 tahun Luas areal penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat (ribu ha) Jumlah sarana produksi yang disediakan dan disalurkan serta lembaga perbenihan tanaman pangan yang dibina di lokasi penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat : - Sarana Produksi (Unit) - Lembaga perbenihan (Balai) 1,5 4 2,5 8 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 5.621,6

200 10.000 300

200 10.000 700 38,7

2

384

384

345,2

100%

100%

- Tahun Tunggal (awal) - Rata-rata 5 tahun 3 PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI, PRODUKTIVITAS DAN MUTU TANAMAN PANGAN UNTUK MENCAPAI SWASEMBADA DAN SWASEMBADA BERKELANJUTAN Perluasan penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat yang didukung oleh sistem penyediaan sarana produksi dan benih serta pengamanan produksi yang efisien untuk mewujudkan produksi tanaman pangan yang cukup dan berkelanjutan

65% 79% 2.969,49 -

90% 79% 4.493,31 6.656,2

13.836,00 63

18.354,00 63

II.L.018.2

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah subsidi pupuk dan benih : - Pupuk (Juta ton) - Benih (ribu ton) Luas areal yang aman dari serangan OPT dan DFI pada pertanaman pangan yang menerapkan budidaya tanaman yang tepat (ribu ha) Luas Areal : - Padi non hibrida (ribu ton) Padi hibrida (ribu ton) Padi lahan kering (ribu ton) - Jagung (ribu ton) - Kedelai (ribu ton) - Kacang tanah (ribu ton ) - Kacang hijau (ribu ton) - Ubi kayu (ribu ton) - Ubi jalar (ribu ton) Produktivitas : - Padi non hibrida (ku/ha) Padi hibrida (ku/ha) Padi lahan kering (ku/ha) - Jagung (ku/ha) - Kedelai (ku/ha) - Kacang tanah (ku/ha) - Kacang hijau (ku/ha) - Ubi kayu (ku/ha) 64 77 42 65 15 12,47 10,83 186,54 64 77 42 65 15 12,47 10,83 186,54 11,06 178,18 147,5 12,2 226,92 223,75 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

12.544,00 1.509,20 1.234,80 926,25 356,25 59,23 3,3 115,63 103,05

15.680,00 3.773,00 2.058,00 1.543,75 712,5 236,93 25,72 117,07 121,49

II.L.018.3

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN - Ubi jalar (ku/ha) Luas Panen : - Padi non hibrida (ribu ha) Padi hibrida (ribu ha) Padi lahan kering (ribu ha) - Jagung (ribu ha) - Kedelai (ribu ha) - Kacang tanah (ribu ha) - Kacang hijau (ribu ha) - Ubi kayu (ribu ha) - Ubi jalar (ribu ha) - Padi non hibrida (ribu ha) Padi hibrida (ribu ha) Padi lahan kering (ribu ha) - Jagung (ribu ha) - Kedelai (ribu ha) - Kacang tanah (ribu ha) - Kacang hijau (ribu ha) - Ubi kayu (ribu ha) - Ubi jalar (ribu ha) 3.1 Pengelolaan produksi tanaman serealia (Prioritas Meningkatnya perluasan penerapan budidaya tanaman Luas areal penerapan budidaya serealia yang tepat dan Nasional dan Bidang) serealia yang tepat dan berkelanjutan untuk berkelanjutan (ribu ha) : SLPTT padi non hibrida (ribu ha) SLPTT padi hibrida (ribu ha) SLPTT Padi lahan kering (ribu ha) 2.000,00 200 300 150 250 50 3,21 6,53 9,5 1.960,00 196 294 142,5 237,5 47,5 3,05 6,2 9,31 2.650,20 2.000,00 200 300 2.500,00 500 500 250 500 200 25 6,61 11,2 2.450,00 490 490 237,5 475 190 23,75 6,28 10,98 3.750,40 2.500,00 500 500 INDIKATOR 2010 110,69 2014 110,69

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

2.259,0

II.L.018.4

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 SLPTT Jagung hibrida (ribu ha) Pengembangan peningkatan produksi gandum (ribu ha) Pengembangan peningkatan produksi sorghum (ribu ha) Peta sentra produksi komoditas serealia (paket) Data luas tanam komoditas serealia 3.2 Pengelolaan produksi tanaman kacang-kacangan Meningkatnya perluasan penerapan budidaya tanaman Luas areal penerapan budidaya tanaman kacang-kacangan dan dan umbi-umbian (Prioritas Nasional dan umbi-umbian yang tepat dan berkelanjutan (ribu ha) : kacang-kacangan dan umbi-umbian yang tepat dan Bidang) berkelanjutan untuk peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas per satuan luas. SLPTT kedelai (ribu ha) SLPTT kacang tanah (ribu ha) SLPTT kacang hijau (ribu ha) PTT kacang hijau (ribu ha) PTT ubi kayu (ribu ha) PTT ubi jalar (ribu ha) PTT pangan lokal (ribu ha) Peta sentra produksi beberapa komoditas Kabi (paket) Data luas tanam beberapa komoditas Kabi (paket) 3.3 Pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan (Prioritas Bidang) Terselenggaranya sistem pembinaan lembaga perbenihan tanaman pangan yang efisien dan berkelanjutan di lokasi penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat Lembaga perbenihan tanaman pangan yang dibina di lokasi penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat : Tersusunnya roadmap kebutuhan & ketersediaan benih (paket) Tersusunnya kebijakan sistem subsidi benih (paket) 1,00 1,00 1,00 1,00 3,21 6,53 9,5 0,05 1,00 1,00 6,61 11,2 0,1 1,00 1,00 150 0,1 0,1 1,00 1,00 1 00 319,29 0,2 0,2 1,00 1,00 1 00 742,91 2014 250

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

1.256,5

250 50 -

500 200 25

334,0

II.L.018.5

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Tersusunnya rancangan revitalisasi perbenihan (paket) BPSBTPH (Balai) BBI (Balai) 3.4 3.5 35 Penyaluran subsidi benih tanaman pangan (Prioritas Nasional dan Bidang) Pengelolaan sistem penyediaan dan pengawasan sarana produksi tanaman pangan (Prioritas Bidang) Tersalurnya benih tanaman pangan bersubsidi Terselenggaranya sistem penyediaan dan pengawasan sarana produksi tanaman pangan yang efisien dan berkelanjutan di lokasi penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat. Jumlah benih tanaman pangan bersubsidi (ribu ton) Sarana produksi tersedia dan terawasi di lokasi penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat (unit) : Bantuan RPPPO (unit) Bantuan Traktor R-2 (unit) Bantuan Traktor R-4 (unit) Bantuan pompa air (unit) Penguatan UPJA pemula (unit) Penguatan UPJA berkembang (unit) Penguatan UPJA profesional (unit) Penguatan KP3 (unit) Penguatan PPNS Pupes (orang) Skrening pestisida (unit) Tersusunnya roadmap kebutuhan & penyediaan pupuk & alsintan (paket) Jumlah pupuk bersubsidi (juta ton) Jumlah luas areal tanaman pangan yang terserang OPT (ribu ha) dan 1,00 32 31 178,18 13.836,00 13 836 00 2014 1,00 32 31 226,92 18.354,00 18 354 00

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

735,7 735 7

200 623 7 350 8.747,00 2.864,00 585 430 30 30 1,00 11,06 59

1.200,00 912 10 512 8.071,00 4.313,00 2.792,00 514 30 30 1,00 12,2 89,5 526,3

3.6 3.7

Penyaluran pupuk bersubsidi (Prioritas Nasional Tersalurnya pupuk bersubsidi dan Bidang) Penguatan perlindungan tanaman pangan dari Terkendalinya serangan OPT dan DFI di lokasi gangguan OPT dan DFI (Prioritas Bidang) penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat

II.L.018.6

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah luas areal tanaman pangan yang terkena DFI (ribu ha) 3.8 Pengembangan metode pengujian mutu benih dan Berkembangnya metode pengujian mutu benih dan penerapan sistem mutu laboratorium pengujian penerapan sistem mutu laboratorium pengujian benih benih (Prioritas Bidang) tanaman pangan dan hortikultura Jumlah metode pengujian mutu benih yang dikembangkan, divalidasi dan disyahkan (metode), 88,5 8 2014 134,25 8

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

37,2

y g p Jumlah laboratorium yang menerapkan sistem mutu (laboratorium), Jumlah laboratorium peserta uji profisiensi (laboratorium), dan Jumlah pelaksanaan uji petik mutu benih yang beredar (contoh benih) Jumlah informasi peramalan serangan OPT (unit),

8 30 15 5

8 30 25 5 44,6

3.9

Pengembangan peramalan serangan Organisme Penganggu Tumbuhan (Prioritas Bidang)

Tersedianya informasi dan model peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) sebagai rujukan dalam pengamanan produksi tanaman pangan dan hortikultura

Jumlah teknologi pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT (model), dan Jumlah propinsi yang menerapkan teknologi pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT (propinsi) Produksi Hortikultura : (Ton) buah Sayuran Tanaman Hias Biofarmaka

8 6

8 18

4.

PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI, PRODUKTIVITAS DAN MUTU PRODUK TANAMAN HORTIKULTURA BERKELANJUTAN

Terwujudnya agribisnis hortikultura yang berdaya saing dan berkelanjutan

2.239,5 19.216.575 10.483.440 216.675.019 511.416.046 23.805.903 12.264.052 278.745.121 598.284.439

II.L.018.7

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Laju Pertumbuhan Produksi : (%) buah Sayuran Tanaman Hias Biofarmaka Volume dan nilai perdagangan dalam negeri dan ekspor 5 3,5 6 3,5 5,6 4,2 6,5 4 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

PDB Sub Sektor Hortikultura (Milyar) 4.2 Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Buah Berkelanjutan (Prioritas Nasional dan Bidang) Berkembangnya sistem agribisinis yang efisien dan berkelanjutan yang mampu menyediakan produk buah yang cukup, bermutu dan aman konsumsi Laju pertumbuhan produksi tanaman buah

Buah : 5 %, Buah : 5 %, Tanaman Hias 5 % T Tanaman Hias T Hi Hi 5% 88,86 108,28 5% 5,60% 429,9

Proporsi produk buah bermutu di pasar 4.3 Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produ Tanaman Sayuran dan Biofarmaka Berkelanjutan (Prioritas Nasional dan Bidang) Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produ Tanaman Hias Berkelanjutan (Prioritas Bid ) Pengembangan sistem perbenihan, pupuk dan sarana produksi lainnya (Prioritas Nasional dan Bidang) Berkembangnya sistem agribisnis yang efisien dan berkelanjutan yang mampu menyediakan produk sayuran dan biofarmaka yang cukup, bermutu dan aman konsumsi Laju pertumbuhan produksi Tanaman Sayuran dan Biofarmaka (kenaikan terhadap tahun sebelumnya) Laju pertumbuhan luas panen Tanaman sayuran dan biofarmaka (Kenaikan terhadap tahun sebelumnya) Laju pertumbuhan produksi Tanaman Hias

20% 3,50% 2,50% 6,5 10 3 2 1 2

50% 4,20% 2,50% 6,5 20 312,9 3 2 1 2 447,8 442,0

4.4 4.5

Berkembangnya sistem agribisnis yang efisien dan berkelanjutan yang mampu menyediakan produk Proporsi tanaman hias segar bermutu di pasar t hi k b t k Peningkatan usaha/produsen benih,dpupuk dan sarana i % jumlah usaha/produsen benih hortikultura produksi lainnya guna mendukung keberlanjutan * buah (%) ketersediaan produk hortikultura yang berdaya saing. * Sayuran (%) * Tanaman Hias (%0 * Biofarmaka (%) % penggunaan benih bermutu

II.L.018.8

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN * buah (%) * Sayur umbi (%) * Sayur biji (%) 4.6 Pengembangan Sistem Perlindungan Tanaman Hortikultura (Prioritas Bidang) 5. 5 PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI PRODUKSI, PRODUKTIVITAS DAN MUTU TANAMAN PERKEBUNAN BERKELANJUTAN Berkembangnya sistem perlindungan tanaman dalam mendukung pengembangan agribisnis hortikultura Peningkatan produksi produktivitas dan mutu produksi, tanaman perkebunan yang berkelanjutan melalui upaya pengembangan tanaman semusim, tanaman rempah dan penyegar, tanaman tahunan, dukungan penyediaan benih unggul bermutu dan sarana produksi, perlindungan perkebunan serta dukungan manajemen dan teknis lainnya Proporsi luas serangan OPT utama hortikultura terhadap total luas panen. (maksimal terhadap luas panen) · Capaian produksi (ribu ton) komoditi unggulan perkebunan (tebu, kapas, nilam, tembakau, kopi, teh, kakao, lada, cengkeh, kelapa, kelapa sawit, jambu mete dan jarak pagar); - Swasembada gula nasional Tebu (hablur) - Koordinasi dalam perumusan kebijakan dan pemantauan ketersediaan dan distribusi pangan di 33 Provinsi - Pengembangan komoditas pemenuhan konsumsi dalam negeri Kapas Cengkeh - Pengembangan komoditas ekspor Tembakau Nilam Kopi Teh Kakao Lada 181 91 698 168 988 83 184 124 738 182 1.648 92 26 78 63 86 2.996 4.806 INDIKATOR 2010 60 17 75,2 5% 80 30 80,9 5% 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

281,1

3.527,3 3 527 3

II.L.018.9

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN Jambu mete Karet - Penyediaan bahan tanaman sumber bahan bakar nabati (bioenergi) Jarak pagar Kelapa Kelapa Sawit K l S i Kemiri sunan ● Peningkatan produktivitas (kg/ha) tanaman unggulan perkebunan (tebu, kapas, nilam, tembakau, kopi, teh, kakao, lada, cengkeh, kelapa, kelapa sawit, jambu mete dan jarak pagar); - Swasembada gula nasional Tebu - Pengembangan komoditas pemenuhan konsumsi dalam negeri Kapas Cengkeh - Pengembangan komoditas ekspor Tembakau Nilam Kopi Teh Kakao Lada Karet 885 6300 780 1520 1000 694 999 893 6600 900 1780 1500 760 1019 6450 7230 INDIKATOR 2010 145 2681 2014 159 2801

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

15 3.266 23.200 23 200 0

35 3.380 28.439 28 439 0

1750 266

2500 300

II.L.018.10

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jambu Mete - Penyediaan bahan tanaman sumber bahan bakar nabati (bioenergi) Jarak Pagar Kelapa Kelapa Sawit Kemiri S K i i Sunan ● Peningkatan mutu (% populasi standar) tanaman unggulan perkebunan (tebu, kapas, nilam, tembakau, kopi, teh, kakao, lada, cengkeh, kelapa, kelapa sawit, jambu mete dan jarak pagar); ● Penggunaan benih unggul bermutu, sarana produksi serta sumber benih bina perkebunan - Jumlah penggunaan sarana produksi (%) ( Revitalisasi perbenihan dan pembibitan) ● Penguatan kelembagaan pengawas dan kelembagaan usaha perbenihan (Revitalisasi perbenihan dan perbibitan) - Jumlah kelembagaan perbenihan (unit) - Jumlah kelembagaan UPJA (unit usaha) ● Jumlah kelembagaan perlindungan tanaman SL-PHT ● Jumlah areal pengendalian OPT (hektar) dan penurunan titik api (hot spot) serta penanganan gangguan usaha perkebunan Jumlah penurunan titik api 210 59 500 270 114 563 45 65 537 2014 640

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

1000 1105 3888 0 76

2000 1200 4344 0 80

2500

1640

II.L.018.11

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Ø Jumlah kelembagaan perbenihan (unit) Ø Jumlah kelembagaan UPJA (unit usaha) · Jumlah kelembagaan perlindungan tanaman Ø SL-PHT · Jumlah areal pengendalian OPT (hektar) dan penurunan titik api (hot spot) serta penanganan gangguan usaha perkebunan; Ø Jumlah penurunan titik api Jumlah penanganan kasus GUP 5.1 Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim (Prioritas Nasional dan Bidang) · Terfasilitasinya pengembangan budidaya tanaman semusim (tebu,kapas, tembakau dan nilam) · Capaian luas areal (ribu hektar) pembinaan dan pengembangan tanaman semusim : - Swasembada Gula Nasional Ø Tebu - Pengembangan Komoditas Pemenuhan Konsumsi Dalam Negeri Ø Kapas - Pengembangan Komoditas Ekspor Ø Tembakau Ø Nilam 5.2 Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu · Terfasilitasinya pengembangan budidaya tanaman · Peningkatan luas areal (ribu hektar) pembinaan dan tanaman rempah dan penyegar (Prioritas Nasional rempah dan penyegar (kopi, teh, kakao, lada, cengkeh) pengembangan tanaman rempah dan penyegar : dan Bidang) - Pengembangan Komoditas Ekspor Ø Kopi Ø Teh Ø Kakao Ø Lada 2.500 1.640 210 59 500 2014 270 114 563

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

36

44 251,8

465

641

15 205 14

25 205 18 1.254,6

1.291 129 1.655 192

1.354 130 2.020 196

II.L.018.12

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 - Pengembangan Komoditas Pemenuhan Konsumsi Dalam Negeri Ø Cengkeh - Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional (ribu ha) Rehabilitasi Intensifikasi Peremajaan Pengendalian OPT 5.3 Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman Tahunan (Prioritas Nasional dan Bidang) Pemberdayaam petani (kelompok Tani) · Peningkatan luas areal (ribu hektar) pembinaan dan · Terfasilitasinya pengembangan budidaya tanaman tahunan (kelapa, kelapa sawit, karet, jambu mete, jarak pengembangan tanaman tahunan pagar) - Pengembangan Komoditas Ekspor Karet Jambu Mete - Penyediaan bahan tanaman sumber bahan bakar nabati (bio energi) Jarak Pagar Kelapa Kelapa Sawit Kemiri sunan - Revitalisasi perkebunan Kelapa sawit Karet Kakao 3.445 573 3.487 577 81,85 30,55 30 55 22,60 135,00 6.750,00 10,00 20,00 20 00 5,00 35,00 1.750,00 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

465

484

437,4

10 3.807 8.127 1 125 10 0

21 3.833 8.987 10 148 51 32

II.L.018.13

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 - Penyusunan kebijakan Pengembangan bio energi √ Pengembangan Desa Mandiri Energi (DME) √ Koordinasi dengan pihak terkait dalam menyediakan insentif pajak untuk mendorong pemantapan energy terbarukan √ Berpartisipasi aktif dalam Tim Koordinasi Interdept bio fuel pengembangan bio-fuel √ Pengembangan integrasi kebun-ternak (paket) 5.4 Dukungan penyediaan benih unggul bermutu dan · Terfasilitasinya penyediaan benih unggul bermutu sarana produksi perkebunan (Prioritas nasional dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas dan Bidang) dan mutu tanaman perkebunan Dukungan perlindungan perkebunan dan penanganan gangguan usaha perkebunan (Prioritas Bidang) Terfasilitasinya pengamatan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman perkebunan pada 13 komoditas perkebunan · Jumlah penggunaan benih unggul bermutu dan sarana produksi perkebunan (%) - Revitalisasi Perbenihan Jumlah penggunaan benih unggul bermutu 5.5 · Revitalisasi Perlindungan Perkebunan - Areal pengendalian OPT dan intensitas serangan OPT (ha) Ø Penanganan gangguan usaha perkebunan ( dukungan pengembangan tanaman perkebunan berkelanjutan) · Jumlah luas areal perkebunan yang terkena dampak perubahan iklim (ha) 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

27 -

31 169,4

45 51.467 36

60 127,3 54.841 44

-

8.000

II.L.018.14

TARGET NO 5.6 PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Dukungan pengujian dan pengawasan mutu benih · Terlaksananya pengawasan dan pengujian benih serta penerapan teknologi proteksi tanaman tanaman perkebunan perkebunan (Prioritas Bidang) Terlaksananya penerapan teknologi proteksi tanaman perkebunan Jumlah bibit yang tersertifikasi (dalam 1.000 batang) Pelaksanaan analisadata serangan, situasi dan identifikasi OPT, koleksi OPT penting, pengembangan metode pengamatan, teknik survailance, model peramalan, teknik survailance, model peramalan OPT, fenomena iklim dan ganguan usaha serta taksasi kehilangan hasil, teknik pengendalian OPT dengan PHT 201.542 2014 255.869 -

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 352,8

Ø Jumlah teknologi terapan perlindungan perkebunan (paket) 6. PROGRAM PENCAPAIAN SWASEMBADA DAGING SAPI DAN PENINGKATAN PENYEDIAAN PANGAN HEWANI YANG AMAN, SEHAT, UTUH DAN HALAL Meningkatnya ketersediaan pangan hewani (daging, telur, susu) Produksi daging meningkat 4,10% per tahun (ton) · Produksi telur meningkat 4,42% per tahun (ton) · Produksi susu meningkat 15,56% per tahun (ton) Meningkatnya kontribusi ternak domestik dalam penyediaan pangan hewani (daging dan telur) · Kontribusi daging sapi domestik terhadap total produksi daging sapi nasional meningkat (%)

19 2.201.214 1.506.837 727.539 -

25 2.584.432 1.791.609 1.297.034 6.571,3

6.1

· Kontribusi daging ayam buras terhadap total produksi daging ayam nasional meningkat (%) Meningkatnya ketersediaan protein hewani asal ternak · Ketersediaan protein hewani asal ternak per kapita meningkat 0,03% per tahun (g/kapita/hr) Peningkatan kuantitas dan kualitas benih dan Peningkatan kualitas dan kuantitas benih dan bibit · Peningkatan kuantitas semen (dosis) bibit dengan mengoptimalkan sumber daya lokal ternak (sapi potong, sapi perah, domba, kambing, ayam (Prioritas nasional dan Bidang) buras, itik) yang bersertifikat melalui: · Penguatan kelembagaan perbibitan yang menerapkan Good Breeding Practices · Peningkatan produksi embrio

2.700

4.000 1.021,0

400

700

II.L.018.15

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN · Peningkatan penerapan standar mutu benih dan bibit ternak · Peningkatan penerapan teknologi perbibitan · Pengembangan usaha dan investasi perbibitan 6.2 g p g Peningkatan produksi ternak ruminansia dengan pendayagunaan sumber daya lokal (Prioritas Nasional dan Bidang) g y p p p Meningkatnya populasi dan produksi ternak ruminansia · Bibit sapi · Bibit unggas lokal · Bibit Kambing/domba g p p ( p ) Peningkatan produksi dan produktivitas ternak (sapi ekor) Swasembada daging sapi (share produk dalam negeri %) Pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk organik dan pemberian paket bantuan sosial pupuk organik (rumah kompos) (Dampak Perubahan Iklim) Pengembangan dan pembinaan Biogas Asal Ternak Bersama Masyrakat (BATAMAS) terutama di sentra terpencil dan padat ternak (unit) (Dampak Perubahan Iklim) Pengembangan integrasi ternak dan tanaman melalui pengelolaan kotoran ternak (padat & cair) menjadi pupuk organik dan pengolahan limbah tanaman untuk ternak terutama di sentra perkebunan, tanaman pangan dan holti kulture (klp) (Dampak Perubahan Iklim) 6.3 Peningkatan produksi ternak non ruminansia dengan pendayagunaan sumber daya lokal (Prioritas Nasional dan Bidang) Meningkatnya populasi dan produksi, serta meningkatnya pendayagunaan sumber daya lokal ternak non ruminansia Pengembangan kelompok unggas lokal Pengembangan kelompok non unggas Pengembangan pakan ternak Pengembangan alsin ternak INDIKATOR 2010 2.625 60.000 2.000 21.000 76 0 2014 4.150 84.800 2.820 31.625 90 10.000

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

2.418,7

100

300

75

110

230 28 25 50

470 72 70 45

611,4

II.L.018.16

TARGET NO 6.4 PROGRAM/KEGIATAN Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan menular strategis dan penyakit zoonosis (Prioritas Bidang) SASARAN · Penguatan kelembagaan kesehatan hewan · Perlindungan hewan terhadap penyakit eksotik · Terjaminnya mutu obat hewan INDIKATOR 2010 Penguatan otoritas veteriner melalui Puskeswan dan lab (unit) Terlaksananya vaksinasi dan pengobatan thd penyakit hewan (juta dosis) Terlaksananya pengambilan dan pemeriksaan sampel dlm rangka survailance PHMSZE (ribu sampel) y produksi dan pendaftaran dan pengawasan obat p p g Terlaksananya p hewan yang beredar di Indonesia (produk/merek) Jumlah kebijaka kesmavet (pedoman) Pertumbuhan terpenuhinya persyaratan dan standar keamanan dan mutu produk hewan pangan dan non pangan (RPU,RPH,RPB,TPU,KIOS DAGING,TPS) Unit 110 100 200 250 2014 140 140 280 350

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.148,2

6.5

· Penguatan peran dan fungsi lembaga otoritas Penjaminan pangan asal hewan yang aman dan halal serta pemenuhan persyaratan produk hewan veteriner non pangan (Prioritas Nasional dan Bidang) · Peningkatan jaminan produk hewan ASUH dan daya saing produk hewan · Tersosialisasikannya resiko residu dan cemaran pada produk hewan serta zoonosis kepada masyarakat dan tersedianya profil keamanan produk hewan nasional serta peta zoonosis · Peningkatan penerapan kesrawan di RPH/RPU 7. PROGRAM PENINGKATAN NILAI TAMBAH Meningkatnya usaha pengolahan dan pemasaran hasil DAYA SAING, INDUSTRI HILIR, pertaian berkelanjutan PEMASARAN DAN EKSPOR HASIL PERTANIAN

25 169

31

1.059,7

400

Jumlah lab yang dibina (unit) % penurunan kehilangan/kerusakan hasil tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan / tahun

35 0,2 – 5%

41 0,2 – 5% 2.104,0

% peningkatan produk dan jenis olahan hasil pertanian yang bermutu untuk ekspor dan substitusi impor/tahun

5%

5%

II.L.018.17

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 % peningkatan jumlah lembaga pemasaran petani da npenyerapan pasar hasil pertanian di pasar domestik/tahun % peningkatan ekspor dan surplus neraca perdagangan hasil pertanian /tahun Meningkatnya penanganan pasca panen hasil pertanian Jumlah kelompok tani yang menerapkan penangnan pasca panen sesuai GHP dan standar mutu (poktan/gapoktan) Berkembangnya pengolahan hasil pertanian yang berkelanjutan Meningkatnya mutu dan keamanan pangan hasil pertanian Jumlah usaha pengolahan hasil pertanian yang bernilai tambah dan berdaya saing (unit) Jumlah usaha pasca panen dan pengolahan yang menerapkan sistem jaminan mutu. Jumlah pengujian mutu alat mesin pertanian (sertifikat) 7.4 Pengembangan pemasaran domestik (Prioritas Bidang) Pengembangan pemasaran internasional (Prioritas Nasional dan Bidang) 8. PROGRAM PENYEDIAAN DAN PENGEMBANGAN PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN Meningkatnya pemasaran hasil pertanian Jumlah kelembagaan pemasaran bagi petan (pasar) Jumlah hasil pertanian yang diserap pasar dalam negeri 5% 2014 5%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

15% 1800

15% 2520 328,8

7.1

Pengembangan penangangan pasca panen pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang) Pengembangan pengolahan hasil pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang) Pengembangan mutu dan standardisasi pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang)

7.2 7.3

11200 330 unit + 54 unit organik 42 186 0%

4000 330 unit + 54 unit organik 42 223 5%

777,5 303,0

386,9

7.5

Meningkatnya pemasaran internasional hasil pertanian Jumlah ekspor dan surplus neraca perdagangan hasil pertanian Meningkat 15% dan Meningkat 30% 15% dan 30% Terlaksananya pengembangan fasilitasi dalam pengelolaan lahan dan air melalui upaya pemberdayaan lahan pertanian, pengelolaan air irigasi pertanian dan perluasan areal pertanian · Terlaksananya 2.000.000 (ha), 25.884unit kegiatan pengelolaan air irigasi · Terlaksananya 2.000.000 (Ha) perluasan areal lahan Pertanian · Terlaksananya 1.000.000 Ha optimasi lahan pertanian (pupuk organik), dan 12.500 Km JUT/Jalan produ ksi 32.505 2.000.000
K)

278,5

19.725,2

8.1

Perluasan areal pertanian (Prioritas Nasional dan Meningkatnya luasan areal baru lahan pertanian dalam Luasan (Ha) perluasan areal Tanaman pangan (saawah dan Bidang) mendukung peningkatan produksi pertanian lahan Kering), hortikultura, perkebunan Dan kawasan peternakan

13.085,8

II.L.018.18

TARGET NO 8.2 PROGRAM/KEGIATAN Pengelolaan air untuk pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang) SASARAN Meningkatnya ketersediaan air irigasi untuk pertanian INDIKATOR 2010 Tersedianya (unit) pengembangan sumber air alternatif skala kecil (melalui irigasi pedesaan, pengembangan sumber air tanah, pompanisasi air permukaan) yang berfungsi. Tersedianya optimasi pemanfaata Air irigasi (melalui perbaikan JITUT/JIDES dan pengembangan TAM) yang berfungsi (ha) Tersedianya (unit) pengembangan Konservasi air (melalui pengembangan Embung, chek dam, sumur resapan, Antisipasi kekeringan dan banjir) yang berfungsi 8.3 Pengembangan pengelolaan lahan pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang) Meningkatnya produktivitas lahan pertanian, dan prasarana Jalan Usaha Tani/Jalan Produksi serta pengendalian lahan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian Terlaksananya Lahan yang dioptimasi, dikonservasi, direhabilitasi dan direklamasi Konservasi DAS Hulu 160.000 Ha (Adaptasi Iklim) Terbangunnya Rumha Kompos 6.500 unit Terlaksananya Pengembangan Systeme of Rice Intensificaion 2000 paket (adaptasi iklim) Tersedianya data bidang tanah petani yang disertifikasi 200.000 persil Tersedianya jalan sepanjang 12.500 km untuk JUT dan jalan produksi, serta tersedianya data bidang tanah petani yang layak disertifikasi 1.005 2014 7.085
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3.649,7

108.486

2.000.000

K)

464

18.799

K)

25.709 9.600 235 62 726 952

74.648 160.000 6.500 2.000 200.000 12.500
K) K) K)

2.979,7

K)

K)

II.L.018.19

TARGET NO 9. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 PROGRAM PENCIPTAAN TEKNOLOGI DAN Peningkatan inovasi dan adopsi teknologi pertanian VARIETAS UNGGUL BERDAYA SAING Inovasi teknologi benih, bibit, pupuk, obat hewan dan tanaman, alsintan, dan produk olahan (paket) Inovasi teknologi pengelolaan sumberdaya pertanian (paket) Rekomendasi kebijakan pertanian (paket) Adopsi inovasi teknologi benih, bibit, pupuk, obat hewan dan , p (p p ) tanaman, alsintan dan produk olahan (propinsi) 9.2 Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Pangan Peningkatan inovasi teknologi tanaman pangan (Prioritas Nasional dan Bidang) mendukung ketahanan dan kemandirian pangan Jumlah varietas unggul baru padi, serealia, kacang-kacangan & umbi-umbian Jumlah teknologi budidaya, panen dan pasca panen primer Jumlah aksesi sumberdaya genetik (SDG) padi, serealia, kacang-kacangan dan umbi-umbian terkoleksi, teridentifikasi dan terkonservasi untuk perbaikan sifat varietas 98 35 33 32 2014 200 35 33 32

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 5.456,5

5-6 5 800

14 - 15 8 800

657,3

Jumlah produksi benih sumber (BS, FS) padi, serealia, kacang- BS 10 ton FS 20 ton BS 15 ton FS kacangan & umbi-umbian dengan SMM ISO 9001-2000 20 ton 9.3 Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Hortikultura (Prioritas Nasional dan Bidang) Meningkatnya inovasi teknologi tan.hortikultura mendukung pengembangan kawasan hortikutura Jml VUB yg diminati knsumen Jumlah PN yang terkonservasi dan terkarakterisasi Jml benih sumber : Sayuran 20.000 GO 20 ton 14335 batang VUB buah trop dan sub trop 960 28.000 GO 40 ton 18700 batang 960 40 20 Bw, 455 acc, 3925 1032 600 acc 4100 377,3

II.L.018.20

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN Aksesi mutasi buah trop Planlet, benih, stek tan hias 9.4 Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Perkebunan (Prioritas Nasional dan Bidang) Peningkatan inovasi tek. tan. perkebu-nan untuk mening-katkan produk-tivitas, diversifikasi dan nilai tambah tan. perkebunan tan Meningkatkan Inovasi Teknologi Peternakan dan Veteriner Mendukung Program Percepatan Produksi Swasembada Daging Sapi (P2SDS) Jumlah benih bt bwh dan bt atas hsl SE 100000 12 10 42 20 10 5000000 12 15 52 33 10 Jumlah teknologi prod hortikultura ramah lingkungan Jumlah varietas/klon unggul tanaman perkebunan Jumlah teknologi untuk peningkatan produtivitas tanaman perkebunan k b Jumlah produk olahan tanaman perkebunan Jumlah rekomendari pembangunan peternakan dan veteriner, diseminasi, promosi, publikasi hasil penelitian dan koordinasi dengan stakeholders Jumlah SDG peternakan, TPT dan veteriner yang dikonservasi dan dikarakterisasi Jumlah galur baru ternak dan TPT yang dihasilkan Jumlah inovasi peternakan, TPT dan veteriner yang dihasilkan dan dialihkan/didesiminasikan kepada pengguna 9.6 Penelitian/Analisis Sosial Ekonomi Dan Kebijakan Pertanian (Prioritas Bidang) Hasil penelitian/ analisis sosial ekonomi dan rekomendasi kebijakan pertanian Jumlah rekomendasi kebijakan tentang Penguatan daya saing dan perlindungan usaha pertanian; Pengelolaan sumberdaya pert. & pembangunan infrastruktur pert.; Pengembangan kelembagaan dan paraturan medorong iklim usaha yg kondusif; Makro ekonomi mendorong pertumbuhan sektor pertanian; Pembangunan pert.& perdesaan INDIKATOR 2010 151800 2014 254000

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

579,8

9.5

Penelitian Dan Pengembangan Peternakan Dan Veteriner (Prioritas Nasional dan Bidang)

511,3

112 6 22

112 8 25

12

12

98,7

II.L.018.21

TARGET NO 9.7 PROGRAM/KEGIATAN Pengembangan Perpustakaan Dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Priorita Bidang) SASARAN Meningkatnyapenyebaran teknologi hasil litbang pertanan mendukung ketahanan dan kemandirian pangan INDIKATOR 2010 Jumlah judul jurnal primer dan publikasi bibliografis (judul) Jumlah perpustakaan yang dibina dan ditata (UK/UOT) Jumlah tambahan koleksi g p p ( g) Jumlah kegiatan diseminasi dan perpustakaan (Keg) 9.8 Penelitian/Perekayasaan dan Pengembangan Mekanisasi Pertanian (Prioritas Bidang) Meningkatnya inovasi dan adopsi teknologi Inovasi teknologi dan sistem mekanisasi pertanian untuk mekanisasi pertanian untuk peningkatan produktiifitas, peningkatan; produktivitas, efisiensi, kualitas, nilai tambah efisiensi dan nilai tambah produk pertanian dan komoditas utama pertanian dan limbahnya limbahnya Kerjasama litbang mektan serta bahan rekomendasi kebijakan (paket) Prototipe alsin yang didiseminasikan (Paket) 9.9 Penelitian Dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian(Prioritas Nasional dan Bidang) Tersedianya data, informasi dan peningkatan inovasi teknologi pengelolaan sumberdaya lahan pertanian Tersedianya peta potensi sumberdya lahan pertanian 13 65 30 jdl/3 dtbase 8 4 13 65 50 jdl/ 4 dtbase 8 4 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 78,1

82,2

3 1 2,5 juta ha di Sulawesi dan daerah lainnya

3 1 15,5 juta Ha
K)

295,1

Jumlah informasi, paket komponen teknologi pengelolaan SDL (tanah, air, perubahan iklim, pupuk dan lingkungan pertanian) (paket)

12

11

II.L.018.22

TARGET NO 9.10 PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Penelitian Dan Pengembangan Bioteknologi Dan Peningkatan inovasi dan adopsi hasil bioteknologi dan Jumlah aksesi SDGP dan database yang dikonservasi atau Sumber Daya Genetik Pertanian (Prioritas diremajakan pemanfaatan sumberdaya genetik pertanian (SDGP) Nasional dan Bidang) untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan daya saing produk pertanian Jumlah varietas atau galur harapan padi, kedelai, dan jagung berproduktivitas tinggi dan berumur genjah 2250 aksesi; 4 dtbase 51 galur kedelai dan padi; 3 populasi baru padi; 6 galur transgenik 2014 2250 aksesi; 4 dtbase 5 Galur transgenik (LUT)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 173,1

Jumlah galur harapan gandum tropis

Galur gandum adaptif iklim LUT 125 galur calon hibrida jagung unggul 2-4 varietas unggul hibrida jagung Galur padi transgenik

Jumlah galur padi dan jagung efisien penggunaan pupuk sintetik

Jumlah biofertilizer untuk padi dan tebu

20 isolat potensial biofertilizer 2 metode regenerasi dan transformasi 7 sekuens whole genom

1 biofertilizer tebu Bahan sambungan -

Jumlah tanaman manggis dan durian tanpa biji

Jumlah peta gen sifat-sifat penting pada kelapa sawit, jarak pagar dan sapi

II.L.018.23

TARGET NO 9.11 PROGRAM/KEGIATAN Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang) SASARAN Meningkatnya inovasi teknologi pascapanen dan pengembangan produk hasil pertanian INDIKATOR 2010 Jumlah teknologi penanganan segar produk hortikultura Jumlah produk diversifikasi pangan dan substitusi pangan impor Jumlah produk pengembangan/ product development untuk peningkatan nilai tambah p y p g gg p Jumlah koordinasi penyusunan penganggaran, pelaksanaan dan monev kegiatan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (koordinasi) Jumlah advokasi teknis dan kebijakan operasional pembangunan pertanian wilayah, regional, dan nasional (advokasi) Jumlah adaptasi teknologi spesifik lokasi (teknologi) 5 6 2 10 2 8 10 10 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 93,3

9.12

g j p Pengkajian Dan Percepatan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian (Prioritas Bidang)

g g g p p Pengembangan teknologi perta-nian serta pembinaan dan koordinasi kegiatan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian

1.934,7

34

69

64 48.853

96 102.983 6.852,1

10.

PROGRAM PENGEMBANGAN SDM Pengembangan SDM pertanian, melalui pemberdayaan Jumlah aparatur di sektor pertanian yang diberdayakan dan dikembangkan kapasitasnya melalui kegiatan penyuluhan, PERTANIAN DAN KELEMBAGAAN PETANI SDM dan kelembagaan petani pendidikan dan pelatihan, serta sertifikasi profesi SDM pertanian (orang) Jumlah non aparatur di sektor pertanian yang diberdayakan dan dikembangkan kapasitasnya melalui kegiatan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, serta sertifikasi profesi SDM pertanian (orang) Jumlah kelembagaan Petani yang ditumbuhkembangkan dan diberdayakan kapasitasnya melalui penyuluhan dan pelatihan pertanian (unit) Persentase jumlah kegiatan pendidikan pertanian yang dirancang dan dianggarkan(%) Jumlah jenis profesi SDM Pertanian yang terstandarisasi dan tersertifikasi (jenis)

19.091

29.278

28.344

72.880

10.1

Pengembangan reorientasi pendidikan pertanian (Prioritas Bidang)

Mengembangkan progam pendidikan pertanian

80 3

80 3

497,5

II.L.018.24

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN Mengembangkan kelembagaan pendidikan pertanian Mengembangkan ketenagaan pendidikan pertanian INDIKATOR 2010 Jumlah kelembagaan pendidikan yang ditingkatkan kualitasnya (lembaga) Jumlah tenaga fungsional dan profesi yang sesuai dengan standar kompetensi (orang) Jumlah SDM Pertanian yang ditingkatkan kompetensinya melalui Diklat Fungsional dan Diklat Profesi yang sesuai dengan standar kompetensi(orang) Jumlah aparatur yang meningkat jenjang pendidikan formal Jumlah lulusan DIV di bidang RIHP Jumlah SDM Pertanian yang ditingkatkan kompetensinya melalui pendidikan SPP(orang) Jumlah lulusan yang mengikuti retooling di bidang pertanian Peningkatan kerjasama pendidikan pertanian di dalam Persentase Jumlah kegiatan kerjasama pendidikan di dalam dan dan luar negeri di luar negeri yang dirancang dan dilaksanakan (%) 10.2 Pemantapan sistem pelatihan pertanian (Prioiritas Bidang) Menumbuh kembangkan kelembagaan pelatihan dan kelembagaan petani Meningkatkan kualitas dan kuantitas ketenagaan pelatihan pertanian - Mengembangkan pelatihan aparatur pertanian - Mengembangkan pelatihan non aparatur pertanian jumlah kelembagaan UPT Pusat dan P4S yang terakreditasi 25 600 3.000 25 600 3.000 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

100 750 4.000 600 60

100 600 4.000 600 60

40

880

968,1

Jumlah aparatur pertanian yang ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan (orang) Jumlah non aparatur pertanian yang ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan(orang)

17.010 14.491

27.983 24.678

II.L.018.25

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN Meningkatkan penyelenggaraan pelatihan pertanian INDIKATOR 2010 Persentase jumlah kegiatan yang mendukung penyelenggaraan pelatihan pertanian yang dirancang dan dianggarkan (%) Jumlah kegiatan kerjasama pelatihan dan prosentase jumlah jenis pelatihan yang dirancang dan dilaksanakan (paket) g p y p y g Jumlah kelembagaan penyuluhan pertanian yang terbentuk sesuai UU No. 16 Tahun 2006 tentang SP3K(Bakorluh dan Bapeluh) jumlah kelembagaan petani (gapoktan) Jumlah BPP model Jumlah Ketenagaan penyuluhan pertanian yang ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya(orang) Persentase jumlah kegiatan yang mendukung penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang dirancang dan dianggarkan (%) · % Realisasi koordinasi analisis dan rumusan kebijakan ketahanan pangan; · % Realisasi pengembangan Desa Mandiri Pangan dalam mengurangi jumlah penduduk rawan pangan; · % Realisasi Penguatan kelembagaan distribusi pangan masyarakat dalam stabilisasi harga dan cadangan pangan masyarakat; · % Realisasi Gerakan percepatan penganekeragaman konsumsi dan keamanan pangan segar dalam peningkatan konsumsi pangan beragam dan bergizi seimbang. 245 60 2014 90

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

Mengembangkan kerjasama pelatihan pertanian

15

15

10.3

p p y p Pemantapan sistem penyuluhan pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang)

g g p y Menata dan menguatkan kelembagaan penyuluhan pertanian Menumbuhkembangkan kelembagaan petani Meningkatnya BPP model Meningkatkan kualitas dan kuantitas ketenagaan penyuluh pertanian Meningkatkan mutu penyelenggaraan penyuluhan pertanian

491

4.202,4

28304 336 27.393 30

72000 458 72.000 100

11.

PROGRAM PENINGKATAN DIVERSIFIKASI Meningkatnya ketahanan pangan melalui DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT pemberdayaan ketersediaan, distribusi, konsumsi dan keamanan pangan segar ditingkat masyarakat serta terkoordinasinya kebijakan ketahanan pangan.

90

100

3.184,3

95 95

100 100

95

100

II.L.018.26

TARGET NO 11.1 PROGRAM/KEGIATAN Pengembangan ketersediaan dan penanganan rawan pangan. (Prioritas Nasional dan Bidang) SASARAN Meningkatnya pemantapan ketersediaan pangan dan penanganan rawan pangan. · INDIKATOR 2010 Jumlah Desa Mandiri Pangan yang dikembangkan. (desa) 1.750 2014 5.00

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 982,6

· ·

Jumlah Lumbung Pangan yang dikembangkan. (Lumbung) Lokasi Rawan Pangan. Kab)

800 350 33

2.500 450 33

y g , · Tersedianya Data dan Informasi tentang ketersediaan, cadangan dan daerah rawan pangan. (prop) · Terlaksananya pemantauan dan pemantapan ketersediaan dan kerawanan pangan. (prop) · Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) (gap) · Tersedianya data dan informasi tentang distribusi, harga dan akses pangan. (prop) · Terlaksananya pemantauan dan pemantapan distribusi, harga dan akses pangan. (prop) · Desa P2KP (Percepatan penganekaragaman konsumsi pangan. (desa) · Promosi penganekaragaman konsumsi pangan dan keamanan pangan · Penanganan keamanan pangan tingkat produsen dan konsumen · Terlaksananya pemantauan dan pemantapan penganekaragaman konsumsi pangan dan keamanan pangan (prop)

33 750 33 33 2.000 383 Pusat/ Prop/ Kab 33 33 Prop

33 2.000 33 33 10.000 484 Pusat/ Prop/ Kab 429 Prop/ Kab 33 994,3 798,7

11.2

Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan. (Prioritas Nasional dan Bidang)

Meningkatnya pemantapan distribusi dan harga pangan.

11.3

Pengembangan penganekaragaman konsumsi Meningkatnya pemantapan penganekara-gaman pangan dan peningkatan keamanan pangan segar konsumsi pangan dan keamanan pangan (Prioritas Nasional dan Bidang)

II.L.018.27

TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 · Tersedianya data dan informasi tentang pola konsumsi, penganekaragaman dan keamanan pangan.(prop) 12. PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS PENGKARANTINAAN PERTANIAN DAN PENGAWASAN KEAMANAN HAYATI Meningkatnya efektifitas pelayanan karantina dan pengawasan keamanan hayati Efektifitas pengendalian resiko masuk dan menyebarnya HPHK dan OPTK, serta pangan yang tidak sesuai standar keamanan pangan p y p p p Efektifitas pelayanan ekspor komoditas pertanian dan produk tertentu. Tingkat kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina pertanian Kebijakan teknis Karantina Hewan yang efektif dalam Jml Rumusan Kebijakan teknis operasional karantina hewan operasional pencegahan masuk, menyebar dan yang dihasilkan/disempurnakan dan dapat berimplementasi keluarnya HPHK. (paket) Kebijakan teknis Karantina Tumbuhan yang efektif Jml Rumusan Kebijakan teknis operasional karantina dalam operasional pencegahan masuk dan tumbuhan yang dihasilkan/disempurnakan dan dapat menyebarnya OPTK berimplementasi (paket) Kebijakan teknis pengawasan keamanan hayati yang Jml Rumusan Kebijakan teknis operasional pengawasan efektif dalam operasional pengawasan keamanan hayati keamanan hayati yang dihasilkan/disempurnakan dan dapat hewani dan Nabati; dan sistim informasi yang optimal berimplementasi dalam mendukung operasional Program Barantan Tingkat kesiapan infrastruktur sistem informasi Barantan Prosentase peningkatan akses informasi melalui jaringan ke pusat data Barantan oleh instansi terkait, pengguna jasa dan unit kerja lingkup Barantan 33 33 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

50%

90%

2.754,7

90% 75% 3

95% 95% 3 39,5

12.1

Peningkatan Sistem Karantina Hewan (Prioritas Bidang) Peningkatan Sistem Karantina Tumbuhan (Prioritas Bidang) Pengembangan Sistem Informasi dan Peningkatan sistem Pengawasan Keamanan Hayati (prioritas Bidang)

12.2

3

3

39,5

12.3

2

2

70,0

40% 25%

90% 25%

II.L.018.28

TARGET NO 12.4 PROGRAM/KEGIATAN Peningkatan Kualitas Pelayanan karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati.(Prioritas Nasional dan Bidang) SASARAN Pelayanan karantina pertanian dan pengawasan keamanan hayati yang efektif INDIKATOR 2010 Vol. dan frek. operasional tindakan karantina pertanian dan pengawasan keamanan hayati (sertifikasi karantina) Prosentase peningkatan indeks kesesuaian operasional tindakan karantina dan pengawasan terhadap kebijakan, standar, teknik dan metoda yang diberlakukan p g p y g Prosentase penolakan kiriman barang ekspor yang disertifikasi karantina pertanian Peningkatan Indeks kepuasan dan kepatuhan pengguna jasa Penyelenggaraan laboratorium yang berkualitas dalam Jml teknik dan metoda tindakan karantina dan pengawasan mendukung efektifitas penilaian dan pengendalian keamanan hayati yang diujicobakan dan dikembangkan resiko ditempat pemasukkan dan pengeluaran Jumlah sampel lab. yang diperiksa sesuai ruang lingkup pengujian (Uji Standar, rujukan, konfirmasi dan profisiensi) Jumlah laboratorium karantina yang diakreditasi 4 2 350 rb 10% 2014 450 rb 5%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.476,4

0% 15%

0% 10% 2 8000 99,3

12.5

Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan laboratorium Uji Standar Karantina Pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang)

4 5000

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PERTANIAN 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

67.248,3

II.L.018.29

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET No I PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM REVITALISASI DAN PENUMBUHAN BASIS INDUSTRI MANUFAKTUR Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Kimia Dasar SASARAN Tumbuh dan kuatnya basis industri manufaktur INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 5.069,7

1

Tumbuh dan kuatnya struktur industri kimia dasar

Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi pulih mencapai 100% Nilai tambah produk kimia dasar

40% 20% 20%

100% 50% 100%

128,0

a.

Revitalisasi Industri Pupuk (Prioritas Nasional 5)

Fasilitasi pembangunan restrukturisasi 5 pabrik pupuk Persen kemajuan urea baru dan 5 pabrik pupuk NPK 2 Lokasi (Jawa Timur dan Kalimantan) Entitas Kolaborasi Klaster

b.

Pengembangan klaster industri berbasis migas, kondesat di Berkembangnya klaster industri berbasis migas dan Jawa Timur dan Kalimantan Timur (Prioritas Nasional 8) petrokimia

2 152 40% 9 123 158 40% 100%

2 152 100% 37 528 968 100% 105%
K)

2

a. b. 3

Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi pulih mencapai 100% Meningkatnya jumlah populasi industri material dasar dan permesinan Pengembangan Klaster Industri Material Dasar Permesinan Berkembangnya klaster industri baja, listrik, TPT, Jumlah entitas kolaborasi klaster baja, listrik, TPT, mesin dan peralatan umum mesin dan peralatan umum Restrukturisasi Permesinan Industri Terwujudnya peremajaan permesinan industri Jumlah perusahaan yang menerima fasilitasi restrukturisasi Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Bahan Bangunan Tumbuh dan kuatnya struktur industri bahan bangunan Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi dan Konstruksi dan konstruksi pulih mencapai 100% Meningkatnya jumlah populasi industri bahan bangunan dan konstruksi

Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Material Dasar dan Tumbuh dan kuat struktur industri material dasar permesinan Permesinan

1.831,9

45,7

II.L.019.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET No a. 4 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pengembangan Klaster Industri Bahan Bangunan Konstruksi Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Aneka dan Alat Pertanian SASARAN Berkembangnya klaster industri semen dan industri keramik Tumbuh dan kuat struktur industri aneka dan alat pertanian INDIKATOR 2010 Jumlah entitas kolaborasi klaster industri semen dan industri keramik Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi pulih mencapai 100% Nilai tambah produk industri aneka dan alat pertanian Jumlah entitas kolaborasi klaster 42 40% 100% 46 2014 324 100% 120% 226 2.532,1 Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi pulih mencapai 85% sebagaimana sebelum krisis Jumlah Pabrik 3 85% 39,2 23,0 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

a. II 1

Pengembangan Klaster Industri Alas Kaki PROGRAM REVITALISASI DAN PENUMBUHAN INDUSTRI AGRO Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Makanan

Berkembangnya klaster industri Alas Kaki Tumbuh dan kuatnya basis industri manufaktur Tumbuhnya industri Makanan

a.

Revitalisasi Industri Gula (Prioritas Nasional / P5)

- Terlaksananya restrukturisasi 3 perusahaan industri permesinan dalam negeri pendukung PG Fasilitasi pembangunan pabrik gula baru

3

Jumlah Pabrik Jumlah instansi dan perusahaan terkait industri kelapa, kakao, dan gula Beroperasinya masing-masing 1 unit peralatan pengolahah kelapa dan kakao Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi pulih mencapai 85% sebagaimana sebelum krisis Jumlah Perusahaan di 3 kawasan kawasan unit pilot project berbasis hasil samping / limbah sawit

10 160 2

10 160 2 85% 216,1

b.

Pengembangan Klaster Industri Pengolahan Kelapa, Kakao, dan Gula

Berkembangnya klaster industri pengolahan kelapa, kakao, dan gula

2

Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Pengembangan klaster industri berbasis pertanian, oleochemical di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Riau (Prioritas Nasional Lainnya 2)

Tumbuh industri Hasil Hutan dan Perkebunan

a.

Fasilitasi Pengembangan Kawasan Industri Berbasis Sawit

40

100 3

1

2

II.L.019.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET No b. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pengembangan Klaster Industri Karet, Kelapa Sawit, Furniture, dan Kertas SASARAN Berkembangnya klaster industri karet, kelapa sawit, furniture dan kertas INDIKATOR 2010 Jumlah instansi dan perusahaan terkait Mesin peralatan dalam rangka meningkatkan mutu produk karet Terminal Kayu & Rotan Peralatan pensortir kertas bekas c. 3 Pengembangan Industri Bahan Bakar Nabati Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Hasil Laut Teknologi dan pemanfaatan bahan bakar nabati Tumbuhnya industri Hasil Laut Unit Peralatan Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi pulih mencapai 75% sebagaimana sebelum krisis Jumlah instansi dan perusahaan terkait Peralatan pengolahan ikan b. 4 Pengembangan Industri Berbasis Rumput Laut Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Minuman dan Tembakau Pengembangan Klaster Industri Pengolahan Tembakau, Buah, Kopi, dan Susu Berkembangnya industri berbasis rumput laut Tumbuhnya industri Minuman dan Tembakau Wilayah Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi pulih mencapai 87,5% sebagaimana sebelum krisis 180 40 2 2 5 0 50 1 3 4 140 2 2 2014 145 2 9 4 12 75%
K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

33,7

a.

Pengembangan Klaster Industri Pengolahan Ikan

Berkembangnya klaster industri pengolahan ikan

50 5 3 87,50% 71,5
K)

a.

Berkembangnya klaster industri pengolahan tembakau, Jumlah instansi dan perusahaan terkait buah, kopi, dan susu Peralatan peningkatan efisiensi pengolahan tembakau (tungku) Mesin dan peralatan pengolahan buah Mesin dan peralatan pengolahan kopi Unit peralatan utk peningkatan mutu susu Pabrik susu

195 50 6 18 5 1
K) K)

II.L.019.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET No III 1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PENUMBUHAN INDUSTRI UNGGULAN BERBASIS IPTEK Pengembangan Industri Alat Angkut (Kendaraan Bermotor, Perkapalan, Kedirgantaraan dan perkeretaapian. Pengembangan Klaster Industri Kendaraan Bermotor, Perkapalan, Kedirgantaraan, perkerataapian Berkembangnya klaster industri Jumlah Perusahaan klaster industri kendaraan bermotor Jumlah Perusahaan klaster industri perkapalan Jumlah Perusahaan klaster industri kedirgantaraan Jumlah Perusahaan klaster industri perkeretaapiaan 2 Pengembangan Industri Elektronika dan Telematika Tercapainya penguasaan dan pengembangan teknologi di Bidang Telematika secara berkesinambungan Berkembangnya klaster industri Jumlah Perusahaan dalam klaster industri elektronika Jumlah Perusahaan dalam klaster indstri telekomunikasi Jumlah Perusahaan dalam klaster indstri komputer Jumlah Perusahaan dalam klaster indstri konten multimedia 60 3 3 5 100 7 7 9 100 75 1 1 200 122 1 1 107,9 SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 640,0 127,7

Pengembangan Klaster Industri Elektronika, Telekomunikasi, Komputer dan Peralatannya, Perangkat Lunak dan Konten Multimedia

II.L.019.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET No IV 1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM REVITALISASI DAN PENUMBUHAN IKM Pengembangan Industri Kecil dan Menengah melalui pendekatan Klaster SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.900,0 Meningkatnya kemampuan desain, manajemen dan kreatifitas perajin Terlaksananya implementasi kolaborasi dan kelembagaan klaster industri garam, fashion dan batik, batu mulia dan perhiasan, gerabah dan keramik hias, minyak atsiri dan makanan ringan yang semakin kuat. Terbentuknya jaringan kerjasama bisnis dan pengembangan Industri Kreatif Meningkatnya Unit Usaha dan Tenaga Kerja 22 39 lokasi 82,9

lokasi 16 Prov 32 Kab/ Kota 16 Prov 32 Kab/ Kota 18 Kab/ Kota di 6 Pro-pinsi 775,8

2

Penyebaran dan Pengembangan IKM di Kawasan Barat Indonesia

Terbinanya Pengembangan IKM di Kawasan Barat Indonesia

Terbinanya Produk IKM Pangan, Sandang, KBB dan Kerajinan melalui pendekatan OVOP

18 Kab/ Kota di 6 Pro-pinsi

3

Penyebaran dan Pengembangan IKM di Kawasan Tengah Terbinanya Pengembangan IKM di Kawasan Tengah Meningkatnya Unit Usaha dan Tenaga Kerja Indonesia Indonesia Terbinanya Produk IKM Pangan, Sandang, KBB dan Kerajinan melalui pendekatan OVOP

12 Prop 28 Kab /Kota

12 Prop 28 Kab /Kota

562,3

12 Kab/ Kota di 7 Pro- 12 Kab/ Kota di 7 pinsi Pro-pinsi 5 Prop 8 Kab/ Kota 5 Prop 8 Kab/ Kota 247,7

4

Penyebaran dan Pengembangan IKM di Kawasan Timur Indonesia

Terbinanya Pengembangan IKM di Kawasan Timur Indonesia

Meningkatnya Unit Usaha dan Tenaga Kerja Terbinanya Produk IKM Pangan, Sandang, KBB dan Kerajinan melalui pendekatan OVOP

II.L.019.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET No V 1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PERWILAYAHAN INDUSTRI Fasilitasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (PN7) PROGRAM KERJASAMA INDUSTRI INTERNASIONAL Peningkatan Promosi Investasi dan Pemasaran Industri PROGRAM KEBIJAKAN, IKLIM USAHA, MUTU, DAN INDUSTRI HIJAU Pengembangan Standardisasi Industri dan Manajemen HAKI Pengembangan Lingkungan Industri Meningkatnya fasilitasi pengembangan kawasan zona Dokumen fasilitasi (AMDAL, engineering industri di 5 kawasan ekonomi khusus (KEK) design/DED, dan kelembagaan) di 5 kawasan 5 5 SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 259,0 32,40

VI 1 VII 1

Meningkatnya fasilitasi promosi investasi dan pemasaran industri

Jumlah paket promosi investasi (temubisnis, eksibisi, dll)

2

11

23,3 352,0

Meningkatnya RSNI Meningkatnya hasil litbang yang dipatenkan Meningkatnya industri berwawasan lingkungan

Jumlah RSNI Hasil litbang yang dipatenkan Dokumen Kebijakan/Peraturan Tingkat pengurangan emisi CO2

100 5 1 2%/tahun

500 25 5 3%/tahun

K) K) K)

64,0

2

VIII

1 a.

PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN Peningkatan Pengelolaan Pelayanan Publik Reformasi Birokrasi di Bidang Pelayanan Umum (Prioritas Meningkatkan profesionalisme aparatur Nasional 1) Pengembangan SDM Industri Meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku SDM industri Terwujudnya pendidikan untuk mendukung pengembangan kompetensi inti daerah Penguatan kelembagaan pelatihan dan pendidikan Meningkatnya pelayanan kepada pemangku kepentingan dengan lebih cepat, singkat dan transparan Jumlah SDM industrial telah mengikuti diklat sebanyak 14.330 orang Jumlah penyelenggaraan pendidikan sesuai kompetensi inti daerah 9 unit Peningkatan sarana dan prasarana lembaga diklat dan tata kelola manajemen yang baik 95%

1.405,0

21,7

2

1930 orang 1 unit 3 unit

14.330 orang 2 unit 6 unit

K)

1.067,6

II.L.019.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET No 3 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri SASARAN Terciptanya SDM industri terampil siap kerja Terciptanya ahli madya sesuai dengan kebutuhan industri IX X PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR INDIKATOR 2010 Jumlah lulusan SDM terampil sebanyak 7.150 orang Jumlah lulusan ahli madya sebanyak 7.670 orang 1100 orang 1360 orang 2014 7150 orang 7670 orang
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 718,0

K)

148,5 131,3

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

12.613,6

II.L.019.7

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO I II III IV A. 1. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3.524,5 288,1 679,6 3.935,3 2.657,5 367,2

PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA DESDM PROGRAM PENINGKATAN SARANA PRASARANA APARATUR DESDM PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR NEGARA KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROGRAM PENGELOLAAN DAN PENYEDIAAN MINYAK DAN GAS BUMI KEGIATAN PRIORITAS NASIONAL Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Meningkatkan pembinan, koordinasi dan Penggunaan Gas alam sebagai bahan bakar angkutan umum 1 kajian Tugas Teknis Lainnya Ditjen Migas dukungan teknis bagi Ditjen Migas secara optimal perkotaan di Palembang Surabaya dan Balikpapan Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Peningkatan Kapasitas, kehandalan dan efisiensi Hilir Minyak dan Gas Bumi infrastruktur sistem penyediaan bahan bakar dan bahan baku industri Penambahan jaringan gas kota (kota/sambungan rumah) Pembangunan kilang mini plant LPG 3/16000 1 Kajian

3 kajian / 21 SPBG

K)

2

19/80000 2 kajian / 1 kilang miniplant LPG 40

K)

1.370,8 382,0 40,0 117,4

K)

3

Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Meningkatnya pengelolaan,pengusahaan dan Hulu Minyak dan Gas Bumi pembinaan usaha hulu minyak dan gas bumi dan CBM

Pembangunan unit pengolahan Biofuel dalam rangka 8 pembentukan DME di desa terpilih (desa) Jumlah Kontrak Kerja Sama Minyak dan gas Bumi dan CBM 40 KKS Migas dan 10 yang ditawarkan dan ditandatangani KKS GMB ditawar- kan · Pengolahan data seismik 2 D Jumlah produksi migas dan CBM Jumlah investasi sub sektor minyak dan gas bumi dan CBM

K)

120 KKKS Migas dan 50 KKS GMB ditawarkan 2000km 10000 km 1 lap 5 lap 3047 Juta USD dan 554 Juta USD dan 150 830 Juta USD dari Juta USD dari komitmen 3 komitmen 3 tahun tahun pertama pertama

K)

K) K) K)

58,0 7,3

II.L.020.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah kegiatan eksplorasi dalam upaya mencari cadangan migas baru Survei Seismik 2D 14.700 km, Survei Seismik 3D 7.975 km2, Pemboran 63 sumur Data i ik D t seismik 2D dan hasil d h il pengolahannya di Lepas Pantai Sulawesi Selatan sepanjang 2000 km 8 (delapan) event 1,8% dari produksi nasional 50% 60 2014 Survei Seismik 2D 36.790 km, Survei Seismik 3D 23545 km2, Pemboran 299 sumur Data i ik D t seismik 2D dan d hasil pengolahannya 10000 km
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 59,9

Jumlah l k J l h pelaksanaan Survei Umum di Wilayah Terbuka S iU Wil h T b k

K)

213,7 213 7

Jumlah kegiatan penyiapan, promosi dan penawaran Wilayah Kerja Baru Migas Menyiapkan Rencana Induk Petrokimia (DME) Prosentasi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri. Prosentase pengurangan volume pembakaran gas flare (%)

50 event 2% produksi nasional 67% 100

K)

28,7 2,2 6,2 4,1

4

Pembinaan Lindungan Lingkungan, Keselamatan Operasi dan Usaha Penunjang Migas KEGIATAN PRIORITAS BIDANG Penyiapan Kebijakan dan Peningkatan Kerja Sama Bilateral/Multilateral, Peningkatan Investasi Kegiatan Usaha Migas, dan Pemberdayaan Kapasitas Nasional

Pembinaan dan Pengawasan Kehandalan Infrastruktur,K3, Keselamatan Operasi, dan Lingkungan, serta Usaha Penunjang dan Teknis serta Standardisasi

B. 1.

Pengembangan program, peningkatan penerimaan Jumlah kejadian kelangkaan pasokan BBM dan LPG negara, investasi, kerjasama, dan kapasitas · Jumlah laporan monitoring dan pengawasan nasional bidang migas pendistribusian BBM dan LPG Persentase terpenuhinya kebutuhan bahan baku pupuk dan petrokimia dalam negeri Peningkatan kapasitas infrastruktur

3 1 lap 100% 4 lap

12 5 lap 100% 20 lap

K) K)

829,3 2,8 9,0

K)

15,4

II.L.020.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Roadmap rasionalisasi subsidi BBM Jaminan pasokan gas untuk industri, transportasi, pembangkit listrik Jumlah realisasi Investasi subsektor migas (US$) Transparansi dan akuntabilitas pencatatan pendapatan negara Ratio tenaga kerja asing dengan tenaga kerja nasional Persentase pemanfaatan barang dan jasa dalam negeri pada usaha minyak dan gas bumi Jumlah Pelaksanaan Pertemuan Kerjasama Dalam Negeri, Bilateral, Regional, dan Multilateral, Minyak dan Gas Bumi 2. Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Meningkatnya pengelolaan,pengusahaan dan Hulu Minyak dan Gas Bumi pembinaan usaha hulu minyak dan gas bumi dan CBM Jumlah Laporan Potensi Cadangan Minyak dan Gas Bumi dan CBM Jumlah Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi dan CBM Jumlah persetujuan Plan of Development (POD) I Jumlah persetujuan harga gas bumi Jumlah persetujuan amandemen dan atau perpanjangan kontrak Jumlah persetujuan Participating Interest (PI) kepada BUMD atau perusahaan nasional terkait dengan POD I. Prosentase pengembangan dan pemanfaatan gas bumi. Prosentase penyerahan data minyak dan gas bumi dan CBM. Prosentase pengelolaan data dan informasi bidang eksplorasi dan eksploitasi migas. 2 lap 70% 15,415 100% 3 lap 55 3 2014 2 lap 70% 88.021 100% 15 lap 65 20
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1,0 5,5 40,5 75,3 13,9 16,1 52,1

K)

K)

1 lap 1 lap 2 15 3 2

5 lap 5 lap 37 78 15 21

K)

3,5 6,2 6,6 7,7 2,0 2,4

K) K) K) K)

K)

97% 90% 90%

99% 95% 95%

4,5 4,4 5,8

II.L.020.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Prosentase perkembangan penanganan tumpang tindih lahan. Prosentase Pengelolaan, Pembahasan dan Evaluasi Laporan Kegiatan KKKS dari BPMIGAS. Jumlah laporan pengembangan kapasitas dalam negeri (infrastruktur cadangan strategis minyak bumi dan BBM) Jumlah laporan pemutakhiran kapasitas penyimpanan dalam negeri (peta dan data fasilitas pengangkutan dan penyimpanan migas) Jumlah laporan kapasitas pengangkutan (pemetaan kapasitas infrastruktur dan kebutuhan fasilitas pendistribusian bahan bakar minyak dan gas) Jumlah laporan produksi (monitoring dan evaluasi kegiatan operasi kilang migas) Pemenuhan BBM dalam negeri untuk Indonesia bagian timur Laporan penggunaan BBN dalam pemakaian Bahan Bakar total Jumlah laporan Desa Mandiri Energi berbasis BBN (pengawasan, pembinaan dan pengembangan DME) Jumlah laporan penjualan hasil olahan migas Jumlah laporan kelangkaan pendistribusian LPG 3 kg (PSO) ke seluruh Indonesia Jumlah laporan penambahan kapasitas Depot Jumlah laporan Indeks kepuasan konsumen bahan bakar Jumlah laporan usaha pengolahan minyak bumi 20% 100% 1 lap 2014 60% 100% 5 lap
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1,3 5,5 7,5

3.

Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Peningkatan Kapasitas, kehandalan dan efisiensi Hilir Minyak dan Gas Bumi infrastruktur sistem penyediaan bahan bakar dan bahan baku industri

2 lap

10 lap

K)

2,8

1 lap

5 lap

K)

2,8

1 lap 73,36% 6 lap 2 lap 3 lap 3 lap 4 lap 4 lap 1 lap

5 lap 73,60% 30 lap 10 lap 15 lap 9 lap 20 lap 20 lap 5 lap

K)

3,6 15,4

K)

115,5 16,6 15,6 11,1 12,7 35,5 3,6

K)

K) K)

K) K)

K)

II.L.020.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah laporan usaha pengolahan gas bumi Jumlah laporan usaha pengolahan Hasil Olahan Jumlah laporan usaha pengangkutan Jumlah laporan usaha pengangkutan gas bumi melalui pipa Jumlah J mlah laporan usaha penyimpanan saha pen impanan Jumlah laporan usaha niaga minyak bumi, Bahan Bakar Minyak, LPG, LNG, CNG serta hasil Olahan Jumlah usaha niaga gas bumi melalui pipa Jumlah rekomendasi pemantauan realisasi ekspor minyak dan evaluasi stok minyak mentah Jumlah pelanggaran regulasi usaha hilir (Sosialisasi dan menyusun peraturan, pameran) Laporan prosentase penghematan BBM Bersubsidi Laporan prosentase pengalihan pemakaian minyak tanah ke LPG Prosentase pengurangan volume pembuangan air limbah ke lingkungan (%) Prosentase pengurangan volume limbah pada sumbernya (%) Prosentase peningkatan jumlah penggunaan bahan, bahan kimia dan lumpur bor yang ramah lingkungan Prosentase Penurunan Jumlah tingkat kegagalan operasi infrastruktur kegiatan usaha hilir Migas Prosentase penurunan jumlah tingkat kecelakaan kerja operasi kegiatan usaha hulu migas Prosentase peningkatan pemahaman peraturan keselamatan operasi kegiatan usaha migas (%) 1 lap 1 lap 1 lap 1 lap 1 lap 1 lap 1 lap 2 lap 1 pkt 2 lap 1 lap 20 20 50 Pada 50 BU 70% 20 2014 5 lap 5 lap 5 lap 5 lap 5 lap 5 lap 5 lap 10 lap 5 pkt 10 lap 5 lap 75 75 100 Pada 75 BU 80% 100
K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3,6 3,6 3,6 6,6 2,2 22 3,4 3,4 8,5 10,6 15,7 20,1 35,1 6,5 2,8 26,6 22,5 6,9

K) K)

K) K)

K)

K) K)

4.

Pembinaan Lindungan Lingkungan, Keselamatan Operasi dan Usaha Penunjang Migas

Pembinaan dan Pengawasan Kehandalan Infrastruktur,K3, Keselamatan Operasi, dan Lingkungan, serta Usaha Penunjang dan Teknis serta Standardisasi

II.L.020.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Prosentase peningkatan penggunaan sistem basis data usaha penunjang migas dalam operasi internal (%) Jumlah tersedianya Rancangan Standar Nasional Indonesia untuk kegiatan usaha migas (buah) Jumlah tersedianya Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) untuk kegiatan usaha migas Prosentase tingkat kegagalan operasi kegiatanhilir migas (%) Prosentase penurunan angka kecelakaan kerja kegiatan usaha migas Prosentase peningkatan kemampuan nasional dalam merancang dan merakit instalasi peralatan migas C. 1. KEGIATAN PENUNJANG Kegiatan Dukungan Manajemen dan Teknis Ditjen Migas Meningkatkan pembinan, koordinasi dan Prosentase peningkatan pengunjung website dukungan teknis bagi Ditjen Migas secara optimal Jumlah laporan RKAKL yang disusun berdasarkan anggaran berbasis kinerja dalam kerangka pengeluaran berjangka menengah Jumlah buku LAKIP Ditjen Migas Jumlah draft Peraturan Perundang-undangan migas yang telah diselesaikan Jumlah draft Kontrak Kerjasama Migas dan Gas Metana Batubara yang disusun Jumlah penyidikan pelanggaran pidana bidang migas Transformasi dan konsolidasi BUMN bidang energi dimulai dari PLN dan Pertamina yang selesai selambat-lambatnya 2010 (SDM) 0 5 3 2014 5 25 15
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 4,5 29,9 29,9

K)

30% 20% 60%

24% 100% 80%

13,5 1,6 43,8 448,5 19,4 3,7

10% 1

10% 5

1 15

5 60

3,3 5,7 8,4

40 Kontrak Migas dan 10 210 Kontrak Migas dan Kontrak CBM 50 Kontrak CBM 17 1 rumusan kebijakan 97 1 rumusan kebijakan

4,0 7,6

II.L.020.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Prosentase penempatan pegawai dalam jabatan sesuai dengan kompetensi personil Prosentase pemenuhan pelayanan pimpinan Prosentase sarana dan prasarana yang berada dalam kondisi baik (layak pakai) Prosentase pencapaian realisasi anggaran P t i li i Hasil Opini Pemeriksaan BPK Prosentase target realisasi PNBP Migas Prosentase BMN Ditjen Migas yang tercatat Prosentase BMN Migas yang dihapuskan Prosentase pemenuhan gaji pegawai V A. 1. PROGRAM PENGELOLAAN LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI KEGIATAN PRIORITAS NASIONAL Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Pelayanan yang optimal baik administratif maupun Jumlah aturan pendukung peraturan perundang-undangan bidang listrik dan pemanfaatan energi teknis untuk mendukung pelaksanaan tupoksi Tugas Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Ditjen LPE Penyusunan Kebijakan dan Program Serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Ketenagalistrikan Terpenuhinya kebutuhan tenaga listrik dan meningkatnya ratio elektrifikasi. Jumlah Kapasitas pembangkit (MW) Transmisi (kms) Gardu Induk (MVA) Panjang jaringan dan gardu distribusi (kms/MVA)/satker Lisdes Kapasitas terpasang pembangkit listrikdari sumber energi mikro hidro (MW) Kapasitas terpasang pembangkit listrik dari sumber energi surya (MWp) Kapasitas terpasang pembangkit listrik dari sumber energi angin (MW) 70% 100% 100% 100% WDP 100% 100% 100% 100% 2014 100% 100% 100% 100% WTP 100% 100% 100% 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 148,9 34,4 20,3 12,0 12 0 3,7 7,4 32,2 6,4 130,9 55.922,4 54.873,6 50,0

3 PP, 3 RPP

6 PP, 3 RPP, 21 peraturan lainnya

K)

2.

22 3.381 2.159 18004/1266 1,53 3,55 0,00

60 19.462 12.858 95551/7109 46 102 22

K) K) K) K)

595,0 16.094,7 9.631,0 27.483,0 69,0 ditambah DAK 492,6 ditambah DAK dari DAK

3.

Penyediaan dan Pengelolaan Energi Baru Terwujudnya penyediaan dan pengelolaan energi Terbarukan dan Pelaksanaan Konservasi baru terbarukan dan konservasi energi Energi

K)

K)

K)

II.L.020.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Kapasitas pembangkit dari sumber energi biomassa (MW) Jumlah desa mandiri energi (desa) Jumlah studi kelayakan dan pilot project energi laut (studi & pilot) Jumlah d dan industri J l h gedung d i d t i yang menerima layanan audit i l dit energi (objek) Jumlah regulasi di bidang energi baru terbarukan (buah) Jumlah regulasi di bidang efisiensi energi (buah) B. 1 KEGIATAN PRIORITAS BIDANG Pembinaan, Pengaturan dan Pengawasan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik Meningkatnya pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik, meningkatnya pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik, dan meningkatnya mutu usaha penyediaan tenaga listrik Jumlah rekomendasi pembinaan dan pengawasan kepada PKUK dan PIUKU (buah) Rata-rata pelayanan permohonan daerah usaha atau ekspansi daerah usaha (hari) Jumlah konsep persetujuan harga beli tenaga listrik yang disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (buah) Rata-rata waktu penyelesaian evaluasi permohonan persetujuan harga beli tenaga listrik (hari) Jumlah penetapan/penyesuaian harga jual tenaga listrik oleh Pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan untuk Kepentingan Umum (IUKU) (buah) Rata-rata waktu penetapan besar susut jaringan PT PLN (Persero) setiap triwulan (hari) Jumlah perhitungan biaya pokok penyediaan tenaga listrik PT PLN (Persero) (buah) 0 50 1 studi 185 4 3 10 30 24 2014 0,40 250 5 studi & 10 pilot 1.003 1 003 10 12 60 25 120
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) dari DAK 300,0 30,0 115,4 115 4 9,3 3,8 685,8 4,5 2,4 2,5

K) K)

K)

K) K) K) K)

20 4

20 20
K)

5,0 3,8

15 10

15 50
K)

2,7 2,5

II.L.020.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah perhitungan subsidi listrik PT PLN (Persero) (buah) Jumlah pelaksanaan fasilitasi perselisihan konsumen listrik dengan penyedia listrik (buah) Jumlah pelaksanaan sosialisasi peningkatan usaha (kali) Prosentase penyempurnaan dan penyederhanaan aturan usaha(%) Prosentase penyelesaian permohonan daerah usaha dan ekspansi nya (%) Prosentase izin usaha yang diterbitkan (%) Prosentase pengawasan terhadap pelaksanaan izin usaha yang diterbitkan Prosentase persetujuan dan penandasahan Rencana Impor Barang Modal (%) Prosentase pengawasan terhadap pelaksanaan Impor Barang Modal Tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan pengaduan (indeks) Prosentase penyelesaian pengaduan konsumen listrik (%) Prosentase pencapaian indikator Tingkat Mutu Pelayanan tenaga listrik (%) Prosentase penyelesaian fasilitasi perselisihan (%) Tingkat pemahaman sosialisasi peningkatan usaha (indeks) 10 80 6 20 100 20 20 20 20 100 100 25 90 70 2014 50 340 28 30 100 25 25 25 25 100 100 80 100 90
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3,3 3,0 6,3 3,0 6,0 6,1 3,8 4,1 4,1 3,8 2,5 8,3 2,7 2,8

K)

K)

II.L.020.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO 2 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Penyusunan Kebijakan dan Program Serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Ketenagalistrikan Penyediaan dan Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan Pelaksanaan Konservasi Energi TARGET SASARAN Terpenuhinya kebutuhan tenaga listrik dan meningkatnya ratio elektrifikasi. Terwujudnya penyediaan dan pengelolaan energi baru terbarukan dan konservasi energi INDIKATOR 2010 Jumlah kebijakan investasi listrik (laporan) Jumlah Perencanaan dan Program Ketenagalistrikan (Laporan) Tingkat kepedulian masyarakat terhadap pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (indeks) Jumlah J l h peserta bimbingan teknis energi baru terbarukan (orang) t bi bi t k i ib t b k ( ) Jumlah fasilitas energi baru terbarukan yang sudah dikembangkan secara komersial (unit) Jumlah jenis peralatan pemanfaat tenaga listrik yang menerapkan labelisasi hemat energi (buah) Jumlah manager energi dan auditor energi yang bersertifikat (orang) Jumlah peserta bimbingan teknis konservasi energi Tingkat kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan konservasi energi (indeks) Jumlah pemanfaatan biomassa untuk rumah tangga (laporan) 4 Pembinaan keselamatan dan lindungan Meningkatnya pembinaan keselamatan dan lingkungan ketenagalistrikan serta usaha lindungan lingkungan ketenagalistrikan jasa penunjang tenaga listrik Jumlah perumusan SNI Jumlah pemberlakuan SNI sebagai standard wajib Jumlah sertifikasi peralatan tenaga listrik dan pemanfaatan tenaga listrik Jumlah lokasi pengawasan dan sosialisasi SNI Jumlah lokasi sidang dalam rangka kerjasama internasional standardisasi Jumlah pembangkit tenaga listrik yang bersertifikat Jumlah instalasi transmisi dan distribusi yang bersertifikat 6 7 50 180 10 3 170 50 1 45 10 40 8 8 25 75 2014 34 36 50 900 50 11 350 850 70 5 225 50 250 40 40 145 395
K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 30,8 172,4 125,0 5,0 50 5,0 1,8 2,1 5,0 3,2 17,0 17,5 1,0 3,1 1,3 1,8 5,2 4,3

3

K)

K)

K)

K)

K)

K) K) K)

K) K)

K) K)

II.L.020.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah instalasi pemanfaatan tenaga listrik yang bersertifikat Jumlah sosialisasi regulasi teknik dan lingkungan ketenagalistrikan Instalasi penyediaan tenaga listrik dan instalasi pemanfaatan aman, andal, tenaga listrik yang aman andal dan akrab lingkungan Tingkat mutu dan keandalan pembangkit, transmisi, dan distribusi tenaga listrik Jumlah Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik yang tersertifikasi di bidangnya Jumlah Lembaga Sertifikasi Produk Yang Terakreditasi Jumlah IMJ (Ijin Menggunakan Jaringan) Badan Usaha Pemanfaat jaringan tenaga listrik untuk kepentingan telematika Tingkat Tertib administrasi dan teknis di bidang sertifikasi laik operasi instalasi tenaga listrik Tingkat tertib administrasi dan teknis di bidang sertifikasi produk peralatan dan pemanfaat tenaga listrik Jumlah Lembaga Inspeksi Teknik yang terakreditasi Penggunaan Barang dan Jasa Produksi dalam negeri dalam pembangunan sektor ketenagalistrikan Jumlah standar kompetensi ketenagalistrikan (buah) Jumlah penetapan dan pemberlakuan standar kompetensi (buah) Jumlah sertifikat kompetensi (buah) 300 2 50% 2014 1.500 16 75%
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 5,4 6,4 8,3

K)

70% 5 2 3

80% 25 35 78
K)

4,8 3,5 12,3 20,8

K)

K)

60% 60%

80% 80%

1,9 2,3

2 60% 350 3 560

67 80% 1.750 15 3.100

K)

26,8 4,1 12,6 2,5 4,0

K) K)

K)

II.L.020.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah sosialisasi tentang standar kompetensi ketenagalistrikan (buah) Jumlah rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing Jumlah Tenaga Teknik yang tersertifikasi (orang) Jumlah d ti f k t J l h updating fakotr emisi Clean Development Mechanism i i Cl D l tM h i (CDM) sistem grid koneksi ketenagalistrikan Jumlah data analisis medan magnit dan medan listrik di bawah jaringan SUTET 500 KV serta kesehatan masyarakat yang terpajan medan magnit dan medan listrik di bawah jaringan SUTET Jumlah fasilitasi penyelesaian kasus-kasus lingkungan ketenagalistrikan (SUTET 500 kV, Pembangkitan dll) Jumlah pembinaan dan pengawasan pelaksanaan Community Development Sektor Ketenagalistrikan Jumlah pembinaan dan pengawasan teknis bidang lingkungan sektor ketenagalistrikan baik pada ijin usaha (AMDAL dan atau UKL/UPL) maupun kelaikan teknis bidang lingkungan ketenagalistrikan Jumlah mitigasi teknologi strategi penurunan emisi CO2 di sektor ketenagalistrikan C. 1. KEGIATAN PENUNJANG Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Pelayanan yang optimal baik administratif maupun Jumlah SOP pelayanan administratif dan teknis Tugas Teknis Lainnya di Direktorat teknis untuk mendukung pelaksanaan tupoksi Jumlah kumulatif aset pembangunan ketenagalistrikan dan Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Ditjen LPE pemanfaatan energi yang dapat dilaporkan sebagai barang milik negara Jumlah kasus administratif kepegawaian 3 40 2180 1 grid koneksi id k k i 2014 17 250 12.040 25 grid koneksi id k k i
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2,0 2,8 2,5 33,9 33 9

K)

K) K)

400 responden,

2000 responden,

K)

4,0

10 kasus 13 unit usaha 13 sektor

72 kasus 95 unit 95 sektor

K)

5,0 5,9 4,8

K)

K)

1 teknologi

25 teknologi

K)

25,0 362,9 50,0 100,0

50 SOP 3 Triliun

250 SOP 45 triliun

5 Kasus

25 kasus

30,0

II.L.020.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah laporan perencanaan program dan kegiatan bidang listrik dan pemanfaatan energi Pemutakhiran sistem dan jaringan informasi VI A. A 1. PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGUSAHAAN MINERAL. BATUBARA. PANAS BUMI DAN AIR TANAH KEGIATAN PRIORITAS NASIONAL Pembinaan dan Pengusahaan Panas Tercapainya target kontribusi PLTP pada program Jumlah kapasitas PLTP terpasang sebesar 5795 MW di tahun Bumi dan Air Tanah 10.000 MW tahap II 2014 Tersedianya regulasi bidang panas bumi dan air Jumlah regulasi panas bumi dan air tanah tanah Jumlah PNBP dari sektor panas bumi (ribu USD) Tercapainya target produksi listrik panas bumi - Penyusunan klasifikasi data potensi dan cadangan panas bumi untuk ketenagalistrikan dan pemanfaatan langsung energi panas bumi Jumlah lokasi penugasan survei pendahuluan untuk meningkatan status potensi Tersedianya informasi investasi produksi industri - Perencanaan produksi listrik dari panas bumi (MWh) minuman berbahan baku air tanah dari 33 provinsi Pembinaan Keteknikan Lindungan Lingkungan dan Usaha Penunjang Mineral. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah KEGIATAN PRIORITAS BIDANG Kegiatan Penyusunan Kebijakan dan Program serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Meningkatnya kompetensi KTT dan penanggung jawab kegiatan di lapangan pada IUP (KP) Prosentasi penjaminan reklamasi dan pasca tambang pada kegiatan usaha pertambangan Kualitas baku mutu air limbah tambang pada kegiatan usaha pertambangan · Jumlah Pedoman/NSPK untuk aplikasi pengelolaan kegiatan pertambangan di Provinsi/Kabupaten/ Kota 5 Laporan 4 Paket 2014 25 laporan 20 paket TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 85,0 97,9 2.434,4 364,2 364 2 296,4 25,0 13,9

1.261 20 63.961 2 keg

5.795 50 188.867 10 keg

K)

K) K) K)

6 9.712.224 45.061.920

K)

22,7

K)

2.

100 100%

100 100%

3,6 2,7 1.224,6 22,6

B. 1.

Tersedianya pelayanan data dan informasi Mineral, Batubara, Panas Bumi dan air tanah secara lengkap, aktual dan on line;

8

35

K)

II.L.020.13

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN Terinventarisirnya potensi PNBP dari KP/IUP seluruh Indonesia; Tersedianya data on line PNBP, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah; Terlaksananya dekonsentrasi penagihan PNBP KP terbitan daerah; Tersedianya data mineral, batubara, batubara panas bumi dan air tanah secara on line antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah;Tersosialisasinya UU Nomor 4 Tahun 2009;Tumbuhnya perijinan IUP; Tersedianya data dan informasi peluang investasi pembangunan smelter mineral logam utama (Ni, Au, Cu, Al, Sn); Tersedianya data dan informasi infrastruktur penunjang pelabuhan angkut batubara; Meningkatnya pemanfaatan briket batubara; Terlaksananya pengembangan; Meningkatnya pemahaman aparat daerah dan pelaku tambang rakyat dalam pengelolaan/ pemahaman Pedoman Teknis Pertambangan Rakyat pertambangan skala kecil; INDIKATOR 2010 - verifikasi/ inventarisasi/ rekonsiliasi/ sosialisasi kajian PNBP bidang pertambangan mineral, batubara dan panas bumi - Pelaksanaan otonomi daerah dalam pengelolaan kegiatan pertambangan di pemerintah provinsi/ kabupaten/kota - Penyusunan kajian investasi di sektor mineral. batubara dan panas bumi - Pelaksanaan pengelolaan kerja sama sub sektor mineral. batubara dan panas bumi - Penyusunan perumusan sistem prosedur teknis (inventarisasi, evaluasi, pemantauan, pembinaan aparat, identifikasi) perencanaan produksi Jumlah rencana pasokan batubara untuk kebutuhan dalam negeri (juta ton) -Pengembangan pemanfaatan briket batubara, pengembangan daerah percontohan dan optimalisasi nilai tambah mineral dan batubara Jumlah penetapan wilayah usaha pertambangan (WUP), Wilayah pencadangan negara (WPN), dan Wilayah ijin usaha Pertambangan (WIUP) mineral dan batubara Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) panas bumi Jumlah buku data informasi mineral. batubara. panas bumi dan air tanah Evaluasi Penggunaan Lahan Pertambangan 7 keg 2014 35 keg
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 115,2

50 kab/kota

90 kab/kota

K)

44,5

8 keg 8 keg 12 keg

40 keg 48 keg 60 keg

K)

45,0 17,5 42,1

K)

K)

75 3 keg

110 15 keg

K)

7,0 74,4

K)

3

15 keg

K)

64,8

6 1 1

30 5 5

K)

3,3 6,2 5,0

K)

K)

II.L.020.14

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO 2. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan Batubara TARGET SASARAN Terciptanya optimalisasi penerimaan negara khususnya dari sektor batubara diperlukan pengumpulan dan evaluasi data biaya penjualan dalam kaitannya dengan penetapan DHPB secara Terlaksananya program dalam rangka meningkatkan investasi dan penerimaan negara dari sektor pertambangan secara berkelanjutan INDIKATOR 2010 Jumlah TKA yang sesuai dengan standar kompetensi - Evaluasi dan veifikasi ketenagakerjaan sub sector mineral, batubara dan panas bumi Jumlah evaluasi pelaksanaan Community Development 6 wilayah dan 20 Perusahaan 2 keg 25 Wilayah dan 20 Perusahaan KK dan PKP2B 4 keg 6 Wilayah 6 Wilayah 10 Wilayah 10 Wilayah 34% 34% 33%:67% 1 lap 33 Perusahaan 1 keg Naik 2 % 2014 8 wilayah dan 30 Perusahaan 6 keg 25 wilayah dan 30 Perusahaan KK dan PKP2B 20 keg 34 wilayah 34 wilayah 52 wilayah 52 wilayah 30% 30% 42%:58% 5 lap
K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) K)

26,2 -

- Evaluasi pelaksanaan Community Development Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian Tambang - Kajian (verifikasi dan inventarisasi) nilai tambah bahan galian tambang Jumlah terselesaikannya konflik tumpang tindih dalam wilayah PKP2B - Terselesaikannya konflik tumpang tindih dalam wilayah PKP2B Terciptanya bank data mineral dan batubara Jumlah penagihan PNBP bidang Minerba nasional yang komprehensif, sehingga dapat - Terlaksananya penagihan PNBP bidang Minerba Terciptanya pengusahaan mineral dan batubara Persentase Realisasi Masterlist (pembelian dalam negeri dan yang kondusif impor) perusahaan KK dan PKP2B - Evaluasi masterlist Terciptanya penanggulangan PETI melalui Jumlah Divestasi dan Perubahan Saham Bidang Mineral dan program verifikasi terhadap perusahaan tambang Batubara - Evaluasi Divestasi dan Perubahan Saham Bidang Mineral dan Batubara (pembuatan buku susunan Terlaksananya inventarisasi batubara mutu rendah Persentase penggunaan kandungan lokal (local content) untuk dan cara peningkatan nilai tambahnya menunjang pembangunan berkelanjutan Terciptanya penguatan kelembagaan daerah dalam sektor pertambangan dalam rangka OTDA dan dekosentrasi, serta terlaksananya kertasama Terciptanya pengembangan batubara sebagai energi alternatif utama melalui peningkatan produksi, pemanfaatan dalam negeri, dll.

30,3 5,5 5,2 7,5 20,9 10,3 -

K)

K)

5 keg

K)

II.L.020.15

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 - Penyusunan peningkatan penggunaan kandungan lokal (local content) untuk menunjang pembangunan berkelanjutan Terlaksananya promosi kepentingan nasional dalam rangka pelaksanaan dan pembinaan usaha jasa mineral dan batubara dan peningkatan local content Sistem yang terintegrasi, mudah digunakan, handal dan pelayanan publik yang lebih baik. - P b t Sistem yang terintegrasi, mudah digunakan, handal Pembuatan Si t t i t i d h di k h d l dan pelayanan publik yang lebih baik Jumlah Perusahaan yang diawasi kegiatan usaha pertambangannya - Pelaksanaan pengawasan Perusahaan terhadap perusahaan tambang Tersusunnya laporan akuntabilitas Kinerja DBM Jumlah perusahaan KK dan PKP2B Eksplorasi dan FS yang dievaluasi RKAB nya - Evaluasi terhadap perusahaan KK dan PKP2B Eksplorasi dan FS yang dievaluasi RKAB nya Jumlah laporan kegiatan perusahaan KK dan PKP2B yang dievaluasi - Penyusunan laporan kegiatan perusahaan KK dan PKP2B yang dievaluasi 1 pkt 2014 5 paket
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 17,2

6 sistem 6 sistem it

6 sistem 6 sistem it

K)

3,3 33

K)

42 KK dan 76 PKP2B 42 KK dan 76 PKP2B 1 LAKIP 42 KK dan 76 PKP2B 42 KK dan 76 PKP2B 20 provinsi dan 30 perusahaan KK/PKP2B 20 provinsi dan 30 perusahaan KK/PKP2B

210 KK dan 380 PKP2PB 210 KK dan 380 PKP2PB 5 LAKIP 210 KK dan 380 PKP2PB 210 KK dan 380 PKP2PB 20 provinsi dan 30 perusahaan KK/PKP2B 20 provinsi dan 30 perusahaan KK/PKP2B

K)

12,5 2,3 5,0 -

K)

K) K)

K)

K)

K)

10,0

Jumlah Neraca cadangan, sumberdaya dan cadangan Izin usaha, 5 cadangan Izin Usaha dan 5 cadangan Izin Usaha KK dan PKP2B yang dievaluasi 20 KK dan 20 KK - Evaluasi terhadap Neraca cadangan, sumberdaya dan 5 cadangan Izin Usaha dan 5 cadangan Izin Usaha cadangan Izin usaha, KK dan PKP2B yang dievaluasi 20 KK dan 20 KK

K)

13,2

K)

II.L.020.16

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah Kebijakan eksplorasi perusahaan induk (principal ) dari perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia yang dievaluasi - Penyusunan Kebijakan eksplorasi perusahaan induk (principal ) dari perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia yang dievaluasi Jumlah laporan rencana kerja dalam amandemen kontrak/perjanjian Minerba yang dievaluasi - Penyusunan laporan rencana kerja dalam amandemen kontrak/perjanjian Minerba yang dievaluasi 40 KK/20 PKP2B 2014 40 KK/20 PKP2B
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) -

40 KK/20 PKP2B

40 KK/20 PKP2B

K)

12,5

42 KK dan 76 PKP2B 42 KK dan 76 PKP2B 42 KK dan 76 PKP2B

K)

3,9

K)

1 software, 2 sistem dan 5 5 software, 10 sistem Jumlah Pengadaan alat-alat software, sistem pengawasan unit dan 25 unit eksplorasi dan penyampaian laporan kegiatan eksplorasi perusahaan 1 software, 2 sistem dan 5 5 software, 10 sistem - Terencananya Pengadaan alat-alat software, sistem unit dan 25 unit pengawasan eksplorasi dan penyampaian laporan kegiatan eksplorasi perusahaan Jumlah seminar prospek eksplorasi Sumber Daya Mineral 1 provinsi 5 propinsi batubara di Indonesia - Pelaksanaan seminar prospek eksplorasi Sumber Daya Mineral 1 provinsi 5 propinsi batubara di Indonesia Jumlah Pedoman untuk perusahaan KK/PKP2B dan Kajian 1 Pedoman dan 10 KK 3 pedoman dan 30 KK tahap Produksi Mineral - Tersusunnya Pedoman untuk perusahaan KK/PKP2B dan 1 Pedoman dan 10 KK 3 pedoman dan 30 KK Kajian tahap Produksi Mineral

K)

-

K)

26,5

K)

5,5 23,1

K)

K)

K)

II.L.020.17

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah pengawasan produksi kepada perusahaan KK dan PKP2B Produksi: 10KK/ 45PKP2B Konstruksi: 5 KK/ 15 PKP2B 2014 Produksi: 50KK/ 225PKP2B Konstruksi: 25 KK/ 75 PKP2B
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 52,8

Evaluasi Rencana dan Pelaksanaan Kegiatan Perusahaan KK dan PKP2B

Produksi: 10KK/45PKP2B Produksi: 50KK/ Konstruksi: Konstruksi: Konstr ksi: 5 KK/ 15 225PKP2B Konstr ksi: PKP2B 25 KK/75 PKP2B 10 KK/ 45 PKP2B 10 KK/ 45 PKP2B 700 100 3 Prov. 25 Kab 3 Prov. 25 Kab 42 KK 76 PKP2B 42 KK 76 PKP2B 500 500 70 KK/225 PKP2B 70 KK/225 PKP2B 2200 200 3 prov 25 kab 3 prov 25 kab 210 KK 370 PKP2B 210 KK 370 PKP2B 3100 3100

K)

7,7

Jumlah invoice/kontrak penjualan KK/PKP2B yang dievaluasi - Terevaluasinya invoice/kontrak penjualan KK/PKP2B yang dievaluasi Jumlah KP Mineral di Sulteng dan Sultra & batubara di Kalsel dan Kaltim yang diinventarisir - Inventarisir jumlah KP Mineral di Sulteng dan Sultra & batubara di Kalsel dan Kaltim yang diinventarisir Jumlah daerah yang terkait dengan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) - Inventarisasi daerah yang terkait dengan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Jumlah proses Persetujuan Prinsip. Peningkatan Tahap dan Perubahan Luas Wilayah KK dan PKP2B - Evaluasi proses Persetujuan Prinsip. Peningkatan Tahap dan Perubahan Luas Wilayah KK dan PKP2B Jumlah dokumen elektronik berupa rekapitulasi data perizinan IUP. IUPK. KK dan PKP2B - Terdatanya dokumen elektronik berupa rekapitulasi data perizinan IUP. IUPK. KK dan PKP2B

K)

60,3 3,5 20,2 5,4 4,6

K)

K)

K)

K)

K)

K)

K)

K)

K)

II.L.020.18

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah lokasi pelaksanaan pembinaan perizinan pengusahaan mineral dan batubara - Pelaksanaan pembinaan perizinan pengusahaan mineral dan batubara Jumlah lokasi pelaksanaan sosialisasi PP tentang Pengusahaan No.4 Pertambangan Minerba Sebagai Pelaksanaan UU No 4 Tahun 2009 - Pelaksanaan sosialisasi PP tentang Pengusahaan Pertambangan Minerba Sebagai Pelaksanaan UU No.4 Tahun 2009 Peningkatan mutu serta kinerja pelayanan Pelayanan Usaha Minerba dalam menjalankan tugas dan fungsinya Persentase Pelaksanaan Pedoman Jumlah kontrak KK dan PKP2B yang sudah di amandemen - Evaluasi Jumlah kontrak KK dan PKP2B yang sudah di amandemen Tercapainya target PNBP dari sektor panas bumi - Verifikasi/ inventarisasi/ rekonsiliasi/ sosialisasi kajian PNBP bidang pertambangan panas bumi Jumlah pemanfaatan langsung energi panas bumi Tercapainya target pemanfaatan langsung panas - Pelaksanaan penugasan survei pendahuluan untuk bumi meningkatan status potensi Tersedianya data potensi panas bumi yang - Inventarisasi pajak air tanah (provinsi) menarik bagi investor Jumlah inventarisasi pajak air tanah (provinsi) Tersedianya informasi yang lengkap tentang pajak - Penetapan Zona Pemanfaatan Air Tanah (CAT) air tanah di daerah dari 33 provinsi Jumlah Penetapan Zona Pemanfaatan Air Tanah (CAT) 3 Provinsi 25 Kab 3 Provinsi 25 Kab 5 Provinsi 2014 15 Provinsi1 25 Kab 15 Provinsi1 25 Kab 25 provinsi
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 20,3 -

K)

K)

5 Provinsi

25 provinsi

K)

10,3

1 PKT

1 pkt

K)

3,8

1 pedoman 42 KK 76 PKP2B 42 KK 76 PKP2B 1 pkt 0 6 6 6 6 6

5 pedoman 42 KK 76 PKP2B 42 KK 76 PKP2B 5 pkt 5 30 33 33 33 33

K) K)

3,8 9,9 19,3 4,6 10,5 34,3 -

K)

3.

Pembinaan dan Pengusahaan Panas Bumi dan Air Tanah

K)

K) K)

K) K) K) K)

II.L.020.19

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN Tersedianya zona pemanfaatan air tanah dari 33 provinsi INDIKATOR 2010 Inventarisasi investasi produksi industri minuman berbahan baku air tanah (Provinsi) Jumlah inventarisasi investasi produksi industri minuman berbahan baku air tanah (Provinsi) Tersedianya sebanyak 200 standar, norma, Jumlah rancangan SNI dan SKKNI bidang pertambangan pedoman, pedoman kriteria dan prosedur di bidang Minerbapabum lindungan lingkungan, keselamatan pertambangan, - Penyusunan rancangan SNI dan SKKNI bidang pertambangan standardisasi, teknik pertambangan serta usaha Minerbapabum Terciptanya kegiatan pertambangan mineral, Jumlah kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara batubara dan panas bumi yang memenuhi kaidah yang taat melakukan pelaksanaan reklamasi lahan bekas good mining practice tambang - Pengawasan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara yang taat melakukan pelaksanaan reklamasi lahan bekas tambang Tersedianya 1000 orang inspektur tambang di Jumlah kompetensi tenaga kerja industri pertambangan seluruh Indonesia dan peningkatan kemampuan minerbapabum melalui sertifikasi teknis melalui diklat pusat maupun daerah - Pelaksanaan kompetensi tenaga kerja industri pertambangan minerbapabum melalui sertifikasi Meningkatnya kompetensi KTT dan penanggung Persentase recovery penambangan dan pengolahan terkait jawab kegiatan di lapangan pada IUP (KP) konservasi bahan galian pada kegiatan usaha pertambangan Tingkat kekerapan kecelakaan pada perusahaaan pertambangan - Evaluasi kekerapan kecelakaan pada perusahaaan pertambangan Luas lahan kegiatan usaha pertambangan yang reklamasi oleh pemegang usaha pertambangan 1 1 5 SNI & 4 SKKNI 5 SNI & 4 SKKNI 60 2014 5 5 25 SNI dan 20 SKKNI 25 SNI dan 20 SKKNI 312
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 7,7 16,2 -

K)

4.

Pembinaan Keteknikan Lindungan Lingkungan dan Usaha Penunjang Mineral. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah

K)

K)

K)

60

312

K)

8,3

100 100 85

750 750 95

K)

7,6 8,5

K)

0.74 0,74 6000 ha

0.66 0.66 31400 ha
K)

3,5 -

II.L.020.20

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 - Pengawasan luas lahan kegiatan usaha pertambangan yang reklamasi oleh pemegang usaha pertambangan Jumlah peraturan menteri tentang pembinaan dan pengawasan kegiatan usaha pertambangan - Penyusunan peraturan menteri tentang pembinaan dan pengawasan kegiatan usaha pertambangan Jumlah norma/pedoman teknis/juknis/kriteria aspek K3. keselamatan operasi. teknis pertambangan. lindungan lingkungan. usaha jasa dan standardisasi - Penyusunan norma/pedoman teknis/juknis/kriteria aspek K3. keselamatan operasi. teknis pertambangan. lindungan lingkungan. usaha jasa dan standardisasi Jumlah usaha jasa lokal dan nasional yang berusaha di bidang usaha jasa pertambangan - Evaluasi usaha jasa lokal dan nasional yang berusaha di bidang usaha jasa pertambangan Jumlah SNI/SKKNI hasil kaji ulang - Penyusunan SNI/SKKNI hasil kaji ulang Jumlah Propinsi/perguruan tinggi/perusahaan yang memahami dengan baik system kompetensi dan SNI - Sinkronisasi dan sosialisasi mengenai sistem kompetensi dan SNI Jumlah Perusahaan yang menerapkan standar - Pengawasan terhadap Perusahaan yang menerapkan standar Jumlah Pemda yg melaksanakan pengelolaan usaha pertambangan yg benar 6000 ha 6 6 14 2014 31400 ha 23 23 146
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 9,1 9,5 -

K)

K)

K)

14

146

K)

27,3

600 600 6 6 3 3 15 15 20

3550 3550 36 36 15 15 95 95 100

K)

20,7 3,8 4,0 4,0 -

K)

K) K) K)

K)

K) K)

K)

II.L.020.21

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 - Evaluasi Pemda yg melaksanakan pengelolaan usaha pertambangan yg benar Jumlah perusahaan yang laik secara teknik - Evaluasi perusahaan yang laik secara teknik Jumlah Inventarisasi daerah yg terkena dampak pengolahan emas menggunakan bahan kimia - Inventarisasi daerah yg terkena dampak pengolahan emas menggunakan bahan kimia Jumlah perusahaan tambang yg melakukan perencanaan pasca tambang sesuai dengan tata guna lahan Evaluasi perusahaan tambang yg melakukan perencanaan pasca tambang sesuai dengan tata guna lahan Jumlah Inventarisasi Penguasaan dan penetapan teknologi perusahaan Inventarisasi Penguasaan dan penetapan teknologi perusahaan Jumlah pengawasan perusahaan usaha jasa Pengawasan perusahaan usaha jasa Jumlah perusahaan yang dinilai dlm rangka penilaian prestasi K3 Pengawasan perusahaan yang dinilai dlm rangka penilaian prestasi K3 Jumlah tim yg berperan dlm fire & rescue challenge regional Pengawasan tim yg berperan dlm fire & rescue challenge regional 20 60 60 3 3 15 2014 100 300 300 15 15 75
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 11,5 16,9 3,0 -

K) K) K)

K)

K)

15

75

K)

3,3

3 3 40 40 60 60 19 19

15 15 200 200 300 300 99 99

K)

2,0 8,7 3,3 4,0

K)

K) K) K)

K)

K)

K)

II.L.020.22

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah pemda yg berperan aktif dlm pengawasan K3 Monitoring pemda yg berperan aktif dlm pengawasan K3 Jumlah perusahaan yg dinilai dlm rangka prestasi pengelolaan lingkungan Penilaian t h d P il i terhadap perusahaan dlm rangka prestasi pengelolaan h dl k t i l l lingkungan Penyelesaian kasus lingkungan Jumlah perusahaan yg berperan dlm meningkatkan nilai tambah, pegelolaan pertambangan dengan baik Evaluasi terhadap perusahaan yg berperan dlm meningkatkan nilai tambah, pegelolaan pertambangan dengan baik Jumlah Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Penyusunan Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Jumlah kepala dinas dan aparat yang meningkat memahaminya dalam GMP Penilaian terhadap kepala dinas dan aparat yang meningkat memahaminya dalam GMP Jumlah SDM yg meningkat kemampuan keteknikan dan lingkungan Penilaian terhadap SDM yg meningkat kemampuan keteknikan dan lingkungan 40 40 45 45 100% 15 15 2014 200 200 225 225 100% 75 75
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 5,6 6,3 63 3,9 23,4

K)

K)

K)

K)

1 1 50 50 50 50

5 5 250 250 250 250

K)

1,6 23,0 18,6

K)

K)

K)

K)

K)

II.L.020.23

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO C. 1. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS KEGIATAN PENDUKUNG Dukungan Manajemen dan Teknis Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 845,6 Terintegrasinya informasi pertambangan seIndonesia Tersusunnya Rancangan Peraturan Perundangundangan Mineral, Batubara dan Panas Bumi Mineral (sebanyak 28 pedoman dan 4 RPP); Terlaksananya sinkronisasi kebijakan usaha pertambangan umum, panas bumi, dan air tanah dengan sektor lain dapat dilaksanakan; Tercapainya sistem dan mekanisme perencanaan dan pelaporan efisien dan efektif Jumlah SOP yang akan dibuat dan direvisi dalam penyempurnaan tata laksana organisasi - Penyusunan SOP DJMBP Jumlah publik yang mengunjungi situs informasi bidang mineral. mineral batubara dan panas bumi - Pelaksanaan integrasi jaringan DJMBP Jumlah regulasi bidang pertambangan mineral. batubara dan panas bumi - Penyusunan konsep rancangan PP dan Permen ESDM bidang mineral, batubara dan panas bumi Persentase realisasi pelaksanaan anggaran di lingkungan DJMBP - Pembinaan dan evaluasi hasil pemeriksaan dan tindak lanjut - Pembukuan verifikasi dan pelaksanaan anggaran - Pembinaan Pengelolaan keuangan dan akuntansi pemerintah Tercapainya peningkatan SDM yang berkualitas Persentase pelaksanaan koordinasi bidang mineral. batubara. panas bumi dan air tanah dengan instansi terkait 108 1 dokumen 20000 1 paket 16 22 keg 100 1 laporan 1 laporan 13 laporan 100 598 5 dokumen 139000 5 paket 90 142 keg 100 5 laporan 5 laporan 65 laporan 100 3,2 34,0 71,0 11,0 -

- Pelaksanaan koordinasi bidang mineral, batubara dan panas bumi Terkelolanya sarana dan prasarana secara optimal Jumlah dokumen rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja dalam mendukung pelaksanaan kebijakan; yang disusun dan disempurnakan - Penyusunan dokumen rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja

1 paket 6 6

5 paket 30 30

59,9 9,8

II.L.020.24

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN Terlaksananya koordinasi internal yang optimal dan pelayanan publik yang prima. INDIKATOR 2010 Jumlah pelaporan hasil pemeriksaan (LHP) - Penyusunan pelaporan hasil pemeriksaan (LHP) Jumlah dan jenis layanan informasi bidang mineral. batubara. panas bumi dan air tanah - Pelaksanaan dan pembuatan jenis dan layanan informasi mineral, bidang mineral batuabara dan panas bumi Jumlah penyelenggaraan inspektur tambang Persentase PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai spesifikasi bidang mineral. batubara. panas bumi dan air tanah - Pembinaan terhadap PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai spesifikasi bidang mineral. batubara. panas bumi dan air tanah Kualitas data yang mutakhir untuk periode triwulan dan tahunan - Penyusunan data yang mutakhir untuk periode triwulan dan tahunan Prosentasi Pengumpulan dan evaluasi laporan di DJMBP yang akurat dan tepat waktu. - Pelaksanaan Pengumpulan dan evaluasi laporan di DJMBP yang akurat dan tepat waktu. Prosentasi Pelaksanaan program dan kegiatan di DJMBP sesuai dengan rencana dan tepat waktu - Pelaksanaan penyusunan program dan kegiatan di DJMBP sesuai dengan rencana dan tepat waktu Persentase tingkat pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik negara 13 10 15 15 23 29 2014 65 50 100 100 507 329 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 5,5 17,6 6,0 -

135

1485

6,8

5 dok 5 dok 100 7 keg 100 6 lap 100

0 0 500 35 keg 100 30 lap 100

4,1 15,3 13,7 -

II.L.020.25

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 - Penyusunan pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik Negara Tingkat tertib administrasi pengelolaan ketatausahaan. kearsipan dan rumah tangga - Penyusunan administrasi pengelolaan ketatausahaan. kearsipan dan rumah tangga Persentase tingkat pengelolaan administrasi kepegawaian - Pembinaan pengelolaan kepegawaian Persentase Terbayarnya gaji/honor/tunjangan pegawai - Terbayarnya gaji/honor/tunjangan pegawai Persentase Terselenggaranya operasional dan pemeliharaan perkantoran dengan baik - Terselenggaranya operasional dan pemeliharaan perkantoran dengan baik - Persentase Terselenggaranya pelayanan publik/birokrasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing saker - Terlaksananya pelayanan publik/birokrasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing saker VII A. 1. PROGRAM PENELITIAN, MITIGASI DAN PELAYANAN GEOLOGI KEGIATAN PRIORITAS NASIONAL Survei dan Pelayanan Geologi Meningkatnya pemanfaatan hasil survei penelitian, Jumlah wilayah/kawasan pemetaan geologi bersistem dan penyelidikan dan pelayanan geologi bertema Jumlah peta geofisika bersistem dan bertema yang dihasilkan Jumlah peta geokimia yang dihasilkan, 3 lap 80 17 keg 99 11 lap 100 453 org 100 13 pkt 100 2014 15 keg 100 85 99 55 lap 100 2265 org 100 65 500 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 85,8 104,0 31,6 144,2 136,0 -

1 pkt

5 pkt

86,4

2 2 6

10 14 30

K)

3.970,5 1.871,8 348,7 432,1 34,7

K)

K)

II.L.020.26

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah peta seismotektonik yang dihasilkan , Jumlah peta geomorfologi yang dihasilkan Jumlah peta geologi kuarter yang dihasilkan Jumlah perolehan / pendaftaran sistim mutu Meningkatnya pemanfaatan wilayah keprospekaan Jumlah lokasi Penyelidikan status keprospekan sumber daya sumber daya geologi Panas bumi Jumlah lokasi Penyelidikan status keprospekan sumber daya Batubara dan CBM Jumlah lokasi Penyelidikan status keprospekan sumber daya Gambut dan Bitumen Padat Jumlah lokasi Penyelidikan status keprospekan sumber daya mineral Jumlah kegiatan kajian/evaluasi WKP dan WP Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan Jumlah Peta Geologi Gunungapi Aktif penyelidikan di bidang vulkanologi dan mitigasi Jumlah Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Aktif Skala bencana geologi 1:50,000 Jumlah peta yang diterbitkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Jumlah peta yang diterbitkan Peta Kawasan Rawan Bencana Gempabumi dan Tsunami Jumlah gunung api yang dipantau untuk kegiatan gunungapi aktif tipe A dari Pos Pengamatan Gunungapi Jumlah kegiatan pemahaman masyarakat tentang kebencanaan geologi melalui pelatihan kebencanaan, pameran, dan pembuatan film yang lebih intensif 2 2 2 7 22 18 5 28 8 2 1 5 3 10 2014 10 10 10 35 110 90 25 144 40 10 5 25 15 66
K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 15,4 15,4 21,8 11,1 154,7 480,7 16,6 88,4 57,5 17,7 8,3 34,4 15,1 50,2

2.

Penyelidikan dan Pelayanan Sumber Daya Geologi

K)

K)

K)

K) K) K)

3.

Mitigasi dan Pelayanan Kebencanaan Geologi

K)

K)

K)

7

35

K)

3,9

II.L.020.27

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah Pedoman/peraturan/norma Mitigasi Bencana Gunungapi dan Pedoman Gerakan Tanah, Gempabumi dan Tsunami 4. Riset dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Meningkatnya pemanfaatan hasil pengembangan metoda dan teknologi dalam mendukung upaya mitigasi bencana geologi Jumlah perangkat sistem monitoring kegunungapian hasil rancang bangun sendiri di 20 gunung api Jumlah d t J l h data geokimia gunungapi di 25 gunungapi ki i i i Jumlah kegiatan mitigasi di kawasan Bencana G. Merapi 2 2014 10
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 8,1

4 4 15

20 25 80 0 2

K)

13,8 19,3 19 3 24,0 577,2 82,5

K) K)

B. 1.

KEGIATAN PRIORITAS BIDANG Survei dan Pelayanan Geologi

K) K)

Meningkatnya pemanfaatan hasil survei penelitian, · penyelidikan dan pelayanan geologi

Terwujudnya museum tsunami NAD yang terpelihara

1

2.

Dokumentasi Koleksi dan Pelayanan Museum Geologi

Kegiatan Pengelolaan Museum Geologi untuk Meningkatnya pemanfaatan informasi geologi bagi · meningkatkan pelayanan pengunjung masyarakat · Jumlah survei, kajian dan penelitian geologi yang dihasilkan · Peningkatan jumlah koleksi · Jumlah koleksi geologi yang dipelihara · Jumlah koleksi geologi yang terdata · Jumlah sarana dan prasarana peragaan Museum Geologi Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian, penyelidikan, dan pemetaan bidang lingkungan geologi dan air tanah · Jumlah peta geologi teknik bersistem 1:100,000

2 12 1 5 30.000 7 Corner/Sudut 6 6 9

10 60 5 25 150000 74 corner/sudut 30 33 42

K)

4,1 3,6 3,5 1,1 6,1 22,1 7,5 7,5 11,2

K)

K) K) K) K)

3.

Penelitian dan Pelayanan Geologi Lingkungan dan Air Tanah

K)

· Jumlah peta geologi teknik untuk Infrastruktur · Jumlah lokasi yang telah dilakukan penyelidikan kondisi geologi teknik geodinamik dan infra struktur kawasan andalan pertambangan

K) K)

II.L.020.28

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN · · INDIKATOR 2010 Jumlah informasi hasil penelitian geologi teknik Jumlah kawasan karst terpetakan pada skala 1:50,000 1 2 17 7 2014 5 10 85 35
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1,2 2,5 21,1 8,7

K)

· Jumlah lokasi yang dilakukan pemetaan geologi lingkungan untuk tata ruang pada skala 1:100,000 1:100 000 · Jumlah lokasi yang dilakukan pemetaan geologi lingkungan kawasan pertambangan untuk tata ruang pada skala 1:100,000 · Jumlah sumur bor sumber air bersih penduduk di desa tertinggal dan daerah sulit air · Jumlah rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah, dan pengelolaan tata ruang · · Jumlah peta hidro geologi bersistem skala 1:250.000 Jumlah peta potensi cekungan air tanah skala 1:100.000

K)

K)

100 19

500 96

K)

334,3 23,6

K)

5 2 5 1

25 14 15 5

K)

7,5 7,5 11,2 10,5

K)

4.

Mitigasi dan Pelayanan Kebencanaan Geologi KEGIATAN PENUNJANG Manajemen, Dukungan Teknis, dan Pelayanan Sekretariat Badan Geologi

Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan penyelidikan di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi Meningkatnya manajemen, dukungan teknis, dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Geologi

· Jumlah peta konservasi air tanah · Jumlah layanan pemberian rekomendasi teknis hasil mitigasi bencana geologi;

K) K)

C. 1.

· Jumlah kegiatan penyusunan program, rencana kerja dan anggaran; laporan dan evaluasi Badan Geologi

8

41

1.521,5 16,1

II.L.020.29

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 · Terpenuhinya kebutuhan pegawai, sarana parasarana dan lancarnya kegiatan sehari hari perkantoran (bulan) · Pengembangan organisasi dan kelembagaan Badan Geologi Indonesia · Jumlah k i t J l h kegiatan pengembangan jaringan sistem informasi b j i it i f i · Jumlah kegiatan pengelolaan data dan informasi Geologi 12 2014 60 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 50,7

1 1 4 17 15 7 17

1 5 20 85 90 35 87

2,5 3,0 30 12,5 41,4 10,1 14,4 45,3

· Jumlah kegiatan pembinaan aparatur, pola karier dan administrasi kepegawaian · Jumlah PNS Badan Geologi yang dikembangkan kompetensinya · Jumlah kegiatan publikasi dan diseminasi informasi · Jumlah kegiatan administrasi dan akuntansi keuangan Badan Geologi menuju kesesuaian dengan dengan standar yang ditetapkan · Jumlah usulan peraturan bidang geologi · Jumlah kegiatan pengembangan hukum dan kehumasan Badan Geologi · Jumlah kegiatan administrasi perlengkapan, sarana prasarana, kearsipan, tatausaha, dan rumah tangga Badan Geologi menuju kesesuaian dengan standar yang ditetapkan Geologi dengan standar yang ditetapkan · Kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi dan Konsolidasi Badan Geologi yang dilaksanakan (Bulan)

4 15 7

16 75 35

14,9 19,3 48,5

12

60

43,4

II.L.020.30

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO 2 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Survei dan Pelayanan Geologi TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Meningkatnya pemanfaatan hasil survei penelitian, · Terpenuhinya kebutuhan pegawai, sarana parasarana dan penyelidikan dan pelayanan geologi lancarnya kegiatan sehari hari perkantoran (bulan) Meningkatnya pemanfaatan informasi geologi bagi · Terpenuhinya kebutuhan pegawai, sarana parasarana dan masyarakat lancarnya kegiatan sehari hari perkantoran (bulan) Meningkatnya pemanfaatan wilayah keprospekaan · Terpenuhinya kebutuhan pegawai, sarana parasarana dan sumber daya geologi lancarnya kegiatan sehari hari perkantoran Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian, penyelidikan, dan pemetaan bidang lingkungan geologi dan air tanah Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan penyelidikan di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi · Terpenuhinya kebutuhan pegawai, sarana parasarana dan lancarnya kegiatan sehari hari perkantoran (bulan) · Terpenuhinya kebutuhan pegawai, sarana parasarana dan lancarnya kegiatan sehari hari perkantoran (bulan) 12 2014 60 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 368,1

3

Dokumentasi Koleksi dan Pelayanan Museum Geologi Penyelidikan dan Pelayanan Sumber Daya Geologi Penelitian dan Pelayanan Geologi Lingkungan dan Air Tanah Mitigasi dan Pelayanan Kebencanaan Geologi

12

60

55,0

4

12

60

239,3

5

12

60

242,4

6

12

60

294,3

VIII A. 1.

PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KEGIATAN PRIORITAS NASIONAL Penelitian dan Pengembangan Teknologi Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan Jumlah Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Minyak dan Gas Bumi pengembangan teknologi minyak dan gas bumi. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan teknologi ketenagalistrikkan dan Ketenagalistikan dan Energi Baru energi baru terbarukan. Terbarukan Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan geologi kelautan Jumlah Kegiatan Penelitian dan Pengembangan

47

3 pedoman dan 30 KK

K)

4.064,6 618,9 359,9

2.

22

90

K)

133,7

3.

Jumlah Kegiatan Penelitian dan Pengembangan

13

75

K)

125,3

II.L.020.31

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO B. 1. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
K)

KEGIATAN PRIORITAS BIDANG Penelitian dan Pengembangan Teknologi Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan Mineral dan Batubara pengembangan teknologi mineral dan batubara.

o Jumlah Kegiatan Penelitian dan Pengembangan

44

216

501,0 142,3

2.

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan Minyak dan Gas Bumi pengembangan teknologi minyak dan gas bumi.

3.

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan teknologi ketenagalistrikkan dan Ketenagalistikan dan Energi Baru energi baru terbarukan. Terbarukan Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan geologi kelautan

4.

o Jumlah Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kegiatan Jasa Penelitian dan Pengembangan terhadap target yang ditetapkan (Dalam Juta Rp) o Jumlah Kontrak Pelayanan Jasa Teknologi o Jumlah Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kegiatan Jasa Penelitian dan Pengembangan terhadap target yang ditetapkan (Dalam Juta Rp) o Jumlah Kontrak Pelayanan Jasa Teknologi o Jumlah Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kegiatan Jasa Penelitian dan Pengembangan terhadap target yang ditetapkan (Dalam Juta Rp) o Jumlah Kontrak Pelayanan Jasa Teknologi o Jumlah Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kegiatan Jasa Penelitian dan Pengembangan terhadap target yang ditetapkan (Dalam Juta Rp) o Jumlah Koordinasi Perencanaan Kebijakan Program o Jumlah Kegiatan Pengelolaan Administratif Kepegawaian o Jumlah Kegiatan Pengelolaan Administrasi Keuangan o Jumlah Pengelolaan Aset Barang Milik Negara yang Dilaporkan Sebagai Kekayaan Negara

3.028

17518

K)

17,5

40 45.495

244 338.557

K) K)

336,4

1 200

5 1.000

K) K)

0,8

2 1.000

10 5.000

K) K)

4,0

C. 1.

KEGIATAN PENUNJANG Meningkatnya pembinaan. koordinasi dan Dukungan Manajemen dan Dukungan dukungan teknis bagi Badan Penelitian dan Teknis Lainnya Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Pengembangan secara optimal. Mineral

3 13 6 5

19 65 30 25

2.944,7 7,4 13,3 8,5 9,6

II.L.020.32

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 o Jumlah Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi o Jumlah Penilaian Jabatan Struktural dan Fungsional o Jumlah Koordinasi Kerjasama Litbang o Jumlah Penyelenggaraan Diseminasi Hasil Litbang o Jumlah Pengelolaan Ketatausahaan, Kearsipan dan Rumah Tangga o Jumlah Sarana dan Prasarana Perkantoran Yang Dibangun/Direhab/Ditingkatkan o Jumlah Pembayaran Gaji, Operasional Perkantoran dan Pelayanan Publik o Jumlah Kegiatan Yang Didanai oleh PNBP o Jumlah Pembayaran Gaji, Operasional Perkantoran dan Pelayanan Publik o Jumlah Kegiatan Penunjang Kelitbangan Lainnya o Jumlah Kegiatan Yang Didanai oleh PNBP o Jumlah Pembayaran Gaji, Operasional Perkantoran dan Pelayanan Publik o Jumlah Kegiatan Penunjang Kelitbangan Lainnya o Jumlah Kegiatan Yang Didanai oleh PNBP o Jumlah Pembayaran Gaji, Operasional Perkantoran dan Pelayanan Publik o Jumlah Kegiatan Penunjang Kelitbangan Lainnya o Jumlah Kegiatan Yang Didanai oleh PNBP o Jumlah Pembayaran Gaji, Operasional Perkantoran dan Pelayanan Publik o Jumlah Kegiatan Penunjang Kelitbangan Lainnya o Jumlah Kegiatan Yang Didanai oleh PNBP 6 3 3 4 5 2 3 2 3 36 30 3 50 6 3 38 4 3 49 85 2014 30 15 15 20 25 10 15 10 15 180 150 15 146 14 15 134 20 15 245 425 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 17,1 7,1 7,1 8,2 8,4 9,5 69,7 19,1 212,2 168,8 150,0 648,8 237,4 324,1 60,7 65,5 110,5 158,5 194,2 428,9

2

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan Mineral dan Batubara pengembangan teknologi mineral dan batubara.

3

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan Minyak dan Gas Bumi pengembangan teknologi minyak dan gas bumi.

4

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan teknologi ketenagalistrikkan dan Ketenagalistikan dan Energi Baru energi baru terbarukan. Terbarukan Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan geologi kelautan

5

II.L.020.33

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO IX A. 1. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 4.343,1 1.486,6 137,2 9,2 7,1 71 0,4 1,6 1,0 9,9 545,6 0,8 42,0 13,9 16,2 0,7 2,3 0,9 4,1 2,4

PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KEGIATAN PRIORITAS BIDANG Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Terwujudnya sumberdaya manusia sub sektor · Gas Bumi minyak dan gas bumi yang memiliki kompetensi, · profesional, berdaya saing tinggi, dan bermoral dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan · dan pembangunan · · · ·

Jumlah penyelenggaraan diklat dalam setahun Jumlah NSPK diklat yang ditetapkan dan diberlakukan Jumlah Aparatur ang kemampuannya J mlah SDM Aparat r yang ditingkatkan kemamp ann a Prosentase tingkat kinerja organisasi Jumlah jenis diklat yang dibutuhkan Jumlah dokumen perencanaan Jumlah sarana diklat yang terakreditasi standar mutu

139 260 103 90 1 2 8 27 2 36 12 50 3 100 10 3 3

718 1308 559 95 48 10 40 149 23 203 67 250 29 100 59 15 12

K) K)

K)

K) K) K)

· Jumlah kegiatan pelayanan jasa sarana, keahlian, dan sertifikasi · Jumlah sistem informasi yang diimplementasikan 2. Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Terwujudnya sumberdaya manusia sub sektor · Jumlah penyelenggaraan diklat dalam setahun ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan yang · Jumlah NSPK diklat yang ditetapkan dan diberlakukan memiliki kompetensi, profesional, berdaya saing tinggi, dan bermoral dalam rangka melaksanakan · Jumlah SDM Aparatur yang ditingkatkan kemampuannya tugas pemerintahan dan pembangunan · Jumlah Lembaga Diklat Profesi/LDP yang terakreditasi sebagai penyelenggara Diklat Teknis · Prosentase tingkat kinerja organisasi · Jumlah karya ilmiah · Jumlah jenis diklat yang dibutuhkan · Jumlah dokumen perencanaan

K)

K)

K) K)

K)

K)

K) K) K)

II.L.020.34

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN · · · 3. 3 Pendidikan d P l tih G l i P didik dan Pelatihan Geologi Terwujudnya sumberdaya manusia bidang T j d b d i bid kegeologian yang memiliki kompetensi, profesional, berdaya saing tinggi, dan bermoral dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan · · · INDIKATOR 2010 Jumlah kerjasama diklat yang diimplementasikan Jumlah kegiatan promosi diklat Jumlah sistem informasi yang diimplementasikan Jumlah J l h penyelenggaraan diklat dalam setahun l dikl t d l t h Jumlah NSPK diklat yang ditetapkan dan diberlakukan Jumlah SDM Aparatur yang ditingkatkan kemampuannya 3 4 1 pkt 40 110 60 90 2 20 40 3 6 5 2 4 119 19 70 10 120 200 15 57 37 10 22 595 99 405 2014 15 28 5 paket 297 641 347 95
K) K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 8,8 1,6 0,8 149,2 149 2 37,6 19,9 2,8 1,9 7,2 9,9 5,5 2,2 9,4 2,8 4,4 154,7 27,6 8,9

K) K)

K) K)

K)

· Prosentase tingkat kinerja organisasi · Jumlah publikasi karya ilmiah · Jumlah karya ilmiah · Jumlah jenis diklat yang dibutuhkan · Jumlah dokumen perencanaan · Jumlah kegiatan pelayanan jasa sarana, keahlian, dan sertifikasi · Jumlah kerjasama diklat yang diimplementasikan · · 4. Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral, Batubara dan Panas Bumi · Terwujudnya sumberdaya manusia sub sektor mineral, batubara, dan panas bumi yang memiliki · kompetensi, profesional, berdaya saing tinggi, dan bermoral dalam rangka melaksanakan tugas · pemerintahan dan pembangunan Jumlah kegiatan promosi diklat Jumlah sistem informasi yang diimplementasikan Jumlah penyelenggaraan diklat dalam setahun Jumlah NSPK diklat yang ditetapkan dan diberlakukan Jumlah SDM Aparatur yang ditingkatkan kemampuannya

K)

K) K)

K) K)

K)

II.L.020.35

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 · Jumlah Lembaga Diklat Profesi/LDP yang terakreditasi sebagai penyelenggara Diklat Teknis · Prosentase tingkat kinerja organisasi · Jumlah publikasi karya ilmiah · Jumlah kegiatan penyempurnaan organisasi · Jumlah kar a J mlah karya ilmiah · Jumlah jenis diklat yang dibutuhkan · Jumlah dokumen perencanaan · Jumlah kerjasama diklat yang diimplementasikan · · 5. Pendidikan Tinggi Energi dan Mineral Terwujudnya peningkatan kegiatan pelaksanaan pendidikan formal Diploma I, II, III, IV dan pengembangan pendidikan tinggi energi dan sumber daya mineral Jumlah kegiatan promosi diklat Jumlah sistem informasi yang diimplementasikan 1 100 1 2 3 5 2 10 1 7 241 5 54 90 3 20 15 3 1 2014 5 100 5 10 15 25 10 70 9 35 1.626 35 363 95 20 134 101 20 7
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 0,6 2,5 0,9 1,2 0,7 07 3,0 1,3 5,4 1,6 7,9 106,4 4,0 3,2 0,4 0,4 3,3 1,1 1,0 1,0

K) K) K) K) K) K)

K) K)

· Jumlah lulusan pendidikan formal tingkat Diploma I, II, III, dan IV. · Jumlah NSPK yang ditetapkan dan diberlakukan · · · · · · · Jumlah SDM Aparatur yang ditingkatkan kemampuannya Prosentase tingkat kinerja organisasi Jumlah publikasi karya ilmiah Jumlah karya ilmiah Jumlah kerjasama pendidikan yang diimplementasikan Jumlah kegiatan promosi diklat Jumlah sistem informasi yang diimplementasikan

K)

K)

K)

K) K) K)

K) K)

II.L.020.36

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO 6. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah TARGET SASARAN Terwujudnya peningkatan kegiatan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan bidang tambang bawah tanah · · · INDIKATOR 2010 Jumlah penyelenggaraan diklat dalam setahun Jumlah NSPK diklat yang ditetapkan dan diberlakukan Jumlah SDM Aparatur yang ditingkatkan kemampuannya 12 13 36 1 90 2 4 6 3 2 2014 80 86 192 15 95 10 10 17 10 6 50 25 17
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 32,1 14,5 20,4 0,9 09 0,9 1,1 4,9 5,8 0,9 0,8 4,7 1,3 2,0 2.856,5 7,6 31,0 105,3 7,2

K)

· Jumlah L b J l h Lembaga Diklat Profesi/LDP yang terakreditasi Dikl t P f i/LDP t k dit i sebagai penyelenggara Diklat Teknis · Prosentase tingkat kinerja organisasi · Jumlah publikasi karya ilmiah · Jumlah jenis diklat yang dibutuhkan · Jumlah dokumen perencanaan · Jumlah sarana diklat yang terakreditasi standar mutu · Jumlah kegiatan pelayanan jasa sarana, keahlian, dan sertifikasi · Jumlah kerjasama diklat yang diimplementasikan · · C. 1. KEGIATAN PENUNJANG Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Pendidikan dan Pelatihan ESDM Jumlah kegiatan promosi diklat Jumlah sistem informasi yang diimplementasikan

K)

K) K) K) K)

K)

K)

K) K)

K)

Terwujudnya peningkatan pembinaan, koordinasi · pelayanan administrasi dan dukungan teknis bagi · Badan Pendidikan dan Pelatihan secara optimal ·

Jumlah penyelenggaraan diklat dalam setahun Jumlah NSPK diklat yang ditetapkan dan diberlakukan Jumlah SDM Aparatur yang ditingkatkan kemampuannya

1 paket 42 1.355 11

5 paket 170 7.255 101

K) K)

K)

· Jumlah Lembaga Diklat Profesi/LDP yang terakreditasi sebagai penyelenggara Diklat Teknis

K)

II.L.020.37

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 · Prosentase tingkat kinerja organisasi · Jumlah kegiatan administrasi pengelolaan kepegawaian, umum dan keuangan · Jumlah kegiatan penyempurnaan organisasi · Jumlah dokumen perencanaan · Jumlah pembangunan J mlah kegiatan pengadaan pembang nan dan renovasi reno asi sarana dan prasarana · Jumlah kerjasama diklat yang diimplementasikan · · 2 Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Terwujudnya sumberdaya manusia sub sektor minyak dan gas bumi yang memiliki kompetensi, profesional, berdaya saing tinggi, dan bermoral dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan Terwujudnya sumberdaya manusia sub sektor ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan yang memiliki kompetensi, profesional, berdaya saing tinggi, dan bermoral dalam rangka melaksanakan Terwujudnya sumberdaya manusia bidang kegeologian yang memiliki kompetensi, profesional, berdaya saing tinggi, dan bermoral dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan Terwujudnya sumberdaya manusia sub sektor mineral, batubara, dan panas bumi yang memiliki kompetensi, profesional, berdaya saing tinggi, dan bermoral dalam rangka melaksanakan tugas Jumlah kegiatan promosi diklat Jumlah sistem informasi yang diimplementasikan 90 15 3 34 4 6 3 3 30 18 9 3 22 3 21 9 2014 95 75 15 170 20 30 15 26 154 150 45 15 117 15 105 45
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 8,8 105,1 27,2 27,4 110,5 110 5 27,4 12,0 15,7 332,1 816,2 65,4 200,0 60,5 121,6 81,8 212,6

K) K) K)

K)

K) K)

3

Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pendidikan dan Pelatihan Geologi

4

5

Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Batubara. dan Panas Bumi

· Jumlah kegiatan administrasi pengelolaan kepegawaian, umum dan keuangan · Jumlah kegiatan pengadaan pembangunan dan renovasi sarana dan prasarana · Jumlah kegiatan administrasi pengelolaan kepegawaian, umum dan keuangan · Jumlah kegiatan pengadaan pembangunan dan renovasi sarana dan prasarana · Jumlah kegiatan administrasi pengelolaan kepegawaian, umum dan keuangan · Jumlah kegiatan pengadaan pembangunan dan renovasi sarana dan prasarana · Jumlah kegiatan administrasi pengelolaan kepegawaian, umum dan keuangan · Jumlah kegiatan pengadaan pembangunan dan renovasi sarana dan prasarana

K)

K)

K)

K)

K)

K)

K)

K)

II.L.020.38

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO 6 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pendidikan Tinggi Energi dan Mineral TARGET SASARAN Terwujudnya peningkatan kegiatan pelaksanaan pendidikan formal Diploma I, II, III, IV dan pengembangan pendidikan tinggi energi dan sumber daya mineral Terwujudnya peningkatan kegiatan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan bidang tambang bawah tanah INDIKATOR 2010 · Jumlah kegiatan administrasi pengelolaan kepegawaian, umum dan keuangan · Jumlah kegiatan pengadaan pembangunan dan renovasi sarana dan prasarana · Jumlah kegiatan administrasi pengelolaan kepegawaian, umum dan keuangan · Jumlah kegiatan pengadaan pembangunan dan renovasi sarana dan prasarana 11 16 16 6 2014 75 107 94 22
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 86,8 127,3 26,1 240,9

K)

7

Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah

K)

K)

X A. 1.

PROGRAM PENGATURAN DAN PENGAWASAN PENYEDIAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BAHAN BAKAR MINYAK DAN PENGANGKUTAN GAS BUMI MELALUI KEGIATAN PRIORITAS BIDANG Pengaturan, penetapan dan pelaksanaan Pengaturan penyediaan dan pendistribusian BBM Jumlah Badan Usaha yang mendapatkan Nomor Registrasi 60 Badan usaha pengawasan penyediaan dan Usaha (NRU) dari BPH Migas pendistribusian BBM Jumlah pemanfaatan bersama fasilitas pengangkutan dan 1 Badan Usaha penyimpanan BBM Pengangkutan 1 Badan Usaha Penyimpanan Penetapan Cadangan BBM Jumlah Penetapan Wilayah Distribusi Niaga (WDN)jenis BBM 4 Badan usaha tertentu Jumlah pengawasan infrastruktur penyediaan BBM Nasional 4 pengawasan Pengawasan penyediaan dan pendistribusian BBM Jumlah MoU BPH Migas dengan Pemda 10 MoU

320 Badan Usah 11 BU Pengangkutan 11 BU Penyimpanan 66 Badan Usaha 20 pengawasan 70 MoU

K)

1.346,2 859,1 61,2 71,3 61,1 51,0 489,8

K)

K)

K)

K)

K)

II.L.020.39

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO 2. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pengaturan, penetapan dan pengawasan pada kegiatan usaha pengangkutan Gas Bumi melalui pipa TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Pengaturan pada kegiatan usaha pengangkutan Gas Jumlah peraturan Pengaturan Akses (Access Arrangement) pada Bumi melalui pipa Ruas Transmisi dan/ atau Wilayah Jaringan Distribusi Milik Badan Usaha Jumlah Lelang Ruas Transmisi Dan Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gas Bumi Dalam Rangka Pemberian Hak Khusus 3 Jumlah peraturan 2014 25 peraturan
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 17,2

2 Ruas 4 WJD

20 ruas 30 WJD

K)

19,4

Jumlah Kajian Keekonomian Pembentukan Kota Gas 9 Kota/Kabupaten 2 ruas transmisi Penetapan pada kegiatan usaha pengangkutan Gas Jumlah ketetapan tarif pengangkutan Gas Bumi melalui pipa Bumi melalui pipa yang wajar dan efisien untuk pengguna pipa (Shipper) ruas transmisi Jumlah wilayah untuk penetapan harga Gas Bumi untuk Rumah 11 Wilayah Tangga dan pelanggan kecil Jumlah Pemberian HK Ruas Transmisi dan Wilayah Jaringan 2 Ruas Transmisi 4 WJD Distribusi Gas Bumi Pengawasan pada kegiatan usaha pengangkutan Jumlah Pelanggaran Penerapan Harga Gas Bumi Untuk Rumah 0 Pelanggaran terhadap Gas Bumi untuk RT dan PK Tangga dan Pelanggan Kecil Penerapan Harga Gas Bumi untuk RT dan PK Jumlah Pelanggaran Akun Pengaturan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa 0 Pelanggaran Akun Pengaturan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa 0 Pelanggaran Penerapan Tarif Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa

55 kota/kab 20 ruas transmisi

K) K)

16,8 12,8

65 wilayah 20 ruas transmisi 30 WJD 0 pelanggaran

K)

12,1 12,1 10,2

K)

K)

0 pelanggaran

K)

6,6

Jumlah Pelanggaran Penerapan Tarif Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa

0 pelanggaran

K)

7,7

II.L.020.40

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah Pelaksanaan Pemanfaatan Bersama Fasilitas Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa Transmisi dan Jaringan Distribusi Gas Bumi melalui pipa C. 1. KEGIATAN PENUNJANG Dukungan Manajemen dan dukungan pelaksanaan tugas tekhnis BPH Migas a. Meningkatnya kelancaran pelayanan teknis dan · Jumlah laporan pertanggungjawaban administratif administratif kepada semua unsur di lingkungan · J l h Regulasi yang disusun Jumlah R l i di Badan Pengatur · Jumlah sarana dan prasarana yang memenuhi standar · Jumlah penarikan iuran dari Badan Usaha 2 Badan Usaha 2014 20 Badan usaha
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 9,7

K)

9 Laporan 2 Regulasi R l i 1 Paket 433 Milyar

51 laporan 10 regulasi l i 5 paket 444 milyar

K) K) K) K)

487,1 307,2 14,5 14 5 117,6 47,8 312,3 120,6 5,9 15,3 17,4 6,4 1,4 4,6 5,9 5,4 0,9

XI A. 1.

PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA DEWAN ENERGI NASIONAL KEGIATAN PRIORITAS BIDANG 1. Tersedianya bahan perancangan kebijakan 1 Jumlah koordinasi dengan stakeholders dalam penyusunan Fasilitasi dalam rangka perumusan energi; bahan persidangan kebijakan energi Kebijakan Energi Nasional dan penetapan Rencana Umum Energi 2 Jumlah kajian untuk perancangan kebijakan energi; Nasional, serta Penyelenggaraan persidangan 3 Jumlah bahan untuk perancangan kebijakan energi 4 Jumlah persidangan anggota Dewan Energi Nasional yang dilaksanakan 1. Jumlah koordinasi dengan stakeholders dalam penyusunan bahan persidangan perencanaan energi 2. Jumlah kajian untuk perencanaan energi nasional dan daerah; 3. Jumlah bahan penyusunan RUEN 4. Jumlah bahan untuk penelaahan neraca energi; 5. Jumlah bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan penyiapan bahan persidangan perencanaan energi.

1 LK 2 LK 3 LK 1 LK 2 LK 1 LK 1 LK -

5 LK 10 LK 15 LK 5 LK 6 LK 4 LK 5 LK 5 LK 4 LK

K)

K)

K)

K)

2. Tersedianya bahan perencanaan energi;

K)

K)

K) K) K)

II.L.020.41

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 1. Jumlah koordinasi kegiatan hubungan masyarakat dan 3. Terlaksananya tugas urusan hubungan masyarakat, keprotokolan dan persidangan Dewan persidangan Energi Nasional 2. Jumlah pelaksanaan keprotokolan dan fasilitas sidang 3. Jumlah pelaksanaan hubungan masyarakat dan kelembagaan 4. Jumlah dokumentasi dan bahan persidangan 5. Jumlah notulen dalam persidangan 6. Jumlah hasil evaluasi dan laporan pelaksanaan hubungan masyarakat, keprotokolan, dan persidangan. 1 Jumlah data dan informasi untuk identifikasi daerah krisis. 2 Jumlah data dan informai dalam penyusunan kriteria pedoman penanggulangan krisis dan darurat energi. 3 Jumlah data dan informasi dalam penyusunan skenario penanggulangan krisis dan darurat energi. 2 LK 2 LK 2 LK 1 LK 1 LK 1 LK 6 prov. 1 pkt 2014 10 LK 10 LK 10 LK 5 LK 5 LK 5 LK 33 prov. 5 pkt
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 9,0 8,2 2,8 2,5 2,3 2,3 6,1 5,9

K)

K)

K) K) K)

2.

Fasilitasi dalam rangka penetapan langkah-langkah penanggulangan krisis dan darurat energi, serta pengawasan pelaksanaan kebijakan energi lintas sektor

1 Meningkatnya data dan informasi dalam rangka meng-identifikasi daerah rawan krisis.

K)

K)

1 pkt

5 pkt

K)

6,1

II.L.020.42

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN 2 Meningkatnya pengawasan pelaksanaan kebijakan energi INDIKATOR 2010 4 Jumlah laporan pengawasan pelaksanaan KEN. 5.Jumlah laporan pengawasan implementasi EBT 6. Jumlah data dan informasi teknis dalam mendukung pengawasan pelaksanaan kebijakan penyediaan dan pemanfaatan energi 7. Penyusunan perencanaan, pelaksanaan d evaluasi. dan 7 P l k l i 1 pkt 1 pkt 1 pkt 2014 5 pkt 5 pkt 5 pkt
K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 0,9 2,4 6,1

Meningkatnya koordinasi dalam rangka 3 M i k t k di i d l k penyusunan perumusan pedoman penanggulangan krisis energi dan darurat energi. 8. Laporan hasil evaluasi Kegiatan fasilitasi penanggulangan krisis dan darurat energi. 9.Jumlah rapat rapat dalam rangka penyusunan pedoman dan rapat koordinasi evaluasi dalam rangka fasilitasi penanggulangan krisis dan darurat energi. TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN ESDM 2010-2014

1 pkt kt --

5 pkt kt 4 pkt 4 pkt

K)

0,9 09 0,9 0,9

K)

K)

80.821,0

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)
Catatan: Pagu Ditjen LPE dengan Pengelolaan Listrik dan Pemanfaatan Energi, termasuk tambahan untuk usulan alokasi kegiatan Lisdes EBT sebesar Rp. 10 Triliun dari DAK

II.L.020.43

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. II PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS KEMENTERIAN PERHUBUNGAN SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 117.763,7 11.851,0 Meningkatnya kinerja pelayanan transportasi darat Tersusunnya 100% Road Map to Zero Accident Rencana Induk Keselamatan Lalu lintas Jalan; Rencana Induk Keselamatan Lalu Lintas SDP 1 Paket 5 Paket
K)

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT I PROGRAM PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN TRANSPORTASI DARAT Manajemen & Peningkatan Keselamatan Transportasi Darat

11.851,0

1

100,4

2

Pembangunan & Pengelolaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan

Tersusunnya 100% Road Map to Zero Accident

Terselenggaranya kegiatan keselamatan 1 Paket transportasi darat (sosialisasi; penyusunan pedoman teknis keselamatan transportasi darat; monitoring & evaluasi keselamatan transportasi darat; ) Terpasangnya fasilitas keselamatan LLAJ Marka; guardrail; Rambu Lalu Lintas,RPPJ Tiang F, RPPJ Portal , Trafffic Light ; warning light ; delineator; paku jalan ; cermin tikungan ; Rubber Cone ; Rubber Strip , VMS, LPJU dan fasilitas keselamatan LLAJ lainnya Pembangunan Alat Pengujian Kendaraan Bermotor 11 Mekanis

5 Paket

K)

231,7

Marka; guardrail; Rambu Lalu Lintas,RPPJ Tiang F, RPPJ Portal , Trafffic Light ; warning light ; delineator; paku jalan ; cermin tikungan ; Rubber Cone ; Rubber Strip , VMS, LPJU dan fasilitas keselamatan LLAJ lainnya 60 buah mekanis & 20 mobile

1.489,6

167,0

II.L.022.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 Pengembangan Sistem Uji Sertifikasi / Tipe Implementasi Teknologi Lalu Lintas Angkutan Jalan 1 paket Paket pengembangan Sistem Informasi Angkutan Jalan 1 Pkt, Prasarana Fasilitas Pengendalian OPerasional 1 Paket, RTTMC 1 aket, Stiker Pelayanan Angkutan 1 Paket; Driving Simulator 1 paket; Pengembangan Data & Informasi Perhubungan Darat 1 Paket; Pembangunan Sistem Informasi Perhubungan Darat 1 Paket 5 Paket Sistem Informasi Angkutan Jalan 5 Pkt, Prasarana Fasilitas Pengendalian Operasional 5 Pkt, RTTMC 5 Pkt, Stiker Pelayanan Angkutan 5 Pkt; Driving Simulator 5 Pkt; Pengemb Data & Informasi Hubdat 5 Pkt; Pembangunan Sistem Informasi Hubdat 5 Pkt 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 312,5 201,5

K)

Penataan Manajemen & Rekayasa Lalu Lintas Prasarana LLAJ Daerah/Kawasan Perbatasan Terbangunnya Simpul Transportasi Jalan

26 Paket -

550 paket 250 paket 117 Lokasi 40 Lokasi 5 Paket 3 Paket 4 Paket 5 Paket 240 paket

K)

258,6 13,0 609,6 155,0 200,0 21,4 5,0 12,7 13,7

K)

Jumlah pembangunan terminal transportasi jalan 15 Lokasi Jumlah pembangunan jembatan timbang 1 Paket

K)

K) K) K)

Peningkatan Prasarana/Sarana Angkutan Jalan Jumlah Rehabilitasi Simpul LLAJ

Jumlah Rehabilitasi Fasilitas Keselamatan LLAJ Jumlah Peningkatan Fasilitas Pendukung LLAJ Kontingensi Bencana Alam Jumlah Alat Kinerja Angkutan Jalan 1 Paket -

K)

K) K)

II.L.022.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) Pelayanan Keperintisan Angkutan Jalan TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah Lintas Keperintisan Angkutan Jalan yang terlayani Jumlah Bus Perintis 175 lintas 37 unit 190 lintas 577 unit 240 paket 15 Paket
K) K)

2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 284,9 200,3 13,7 282,5

3

Pembinaan dan Pengembangan Sistem Transportasi Tersusunnya 100% rencana dan program Perkotaan sistem transportasi dan evaluasi pelaksanaan program

Jumlah Paket Penunjang Operasional Keperintisan Jumlah Rencana Induk angkutan perkotaan, 1 Paket rencana induk sistem informasi lalu lintas perkotaan, Laporan evaluasi, Terselenggarannya ATCS, Jumlah Fasilitas Keselamatan Transportasi Perkotaan, Jumlah Pengembangan Bus Rapid Transit 1 Paket (BRT), Kota Percontohan, Kawasan Percontohan Jumlah Penyelenggaraan Transportasi Ramah Lingkungan Jumlah Prasarana Dermaga Penyeberangan Jumlah Prasarana Dermaga Sungai & Danau Jumlah Break Water Dermaga Penyeberangan 1 Paket 56 dermaga 10 dermaga 4 paket 4 Unit 6 paket

K)

Terselenggaranya Transportasi Perkotaan

5 Paket

K)

379,2

Transportasi Ramah lingkungan 4 Pembangunan Sarana & Prasarana Transportasi SDP dan pengelolaan prasarana lalulintas SDP Terbangunnya prasarana transportasi Sungai Danau & Penyeberangan

5 Paket 258 dermaga 236 dermaga 20 paket 18 Unit 175 paket

K)

137,6 2.791,0 390,3 351,0 51,6 36,2

K)

K)

K)

Terbangunnya Sarana transportasi Sungai Danau & Penyeberangan Terbangunnya Fasilitas Keselamatan transportasi Sungai Danau & Penyeberangan Peningkatan Dermaga Penyeberangan Peningkatan Dermaga Sungai Danau Peningkatan Rambu Sungai & Danau Peningkatan Alur Pelayaran Pembangunan Sarana Keperintisan

Pembangunan Bus Air Jumlah Fasilitas Keselamatan terbangun

K)

K)

Jumlah Dermaga Penyeberangan yang mengalam 5 unit peningkatan Jumlah Dermaga Sungai Danau yang mengalami 14 Paket peningkatan Jumlah Rambu Sungai Danau yang mengalami 16 lokasi peningkatan Jumlah Alur Pelayaran yang mengalami 7 paket peningkatan Jumlah Sarana Keperintisan yang mengalami 4 Unit peningkatan

92 unit 58 Paket 80 lokasi 35 paket 20 unit

K)

111,5 68,4 78,0 200,0 1.264,9

K)

K)

K)

K)

II.L.022.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) Pelayanan Keperintisan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Terselenggaranya kegiatan penunjang penyelenggaraan SDP Dukungan Manjemen & Dukungan Teknis Lainnya Terselenggaranya Pemerintahan yang Baik Ditjen Perhubungan Darat TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah Lintas Keperintisan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan yang terlayani Kegiatan penunjang penyelenggaraan SDP Terlaksananya kegiatan rutin/tugas pokok dan fungsi 85 Lintas 120 Lintas 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 775,9

1 Paket 1 Paket

5 paket 5 paket

K)

235,6 406,5

5

K)

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN II Meningkatnya kinerja pelayanan transportasi PROGRAM PENGELOLAAN DAN perkeretaapian PENYELENGGARAAN TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN Jumlah lokomotif, KRD, KRL, KRDE yang Pembangunan dan pengelolaan bidang keselamatan 110 unit kereta ekonomi (termasuk KPM3) dibangun dan teknik sarana 72 paket pengadaan peralatan/fasilitas sarana Jumlah paket pengadaan peralatan/fasilitas dan keselamatan perkeretaapian sarana dan keselamatan perkeretaapian Pembangunan dan pengelolaan prasarana dan fasilitas pendukung kereta api 238,65 km jalur KA 53 Jembatan KA 128 paket peningkatan persinyalan 49 paket peningkatan telekomunikasi Panjang km jalur KA yang direhabilitasi Jumlah unit jembatan KA yang direhabilitasi

33.792,5 33.792,5

1

22 unit 11 paket

110 unit kereta ekonomi 72 paket pengadaan peralatan/fasilitas sarana dan keselamatan perkeretaapian 238,65 km jalur KA 53 Jembatan KA 128 paket peningkatan persinyalan 49 paket peningkatan telekomunikasi 206 unit peningkatan fasilitas pintu perlintasan sebidang 73 paket Pembangunan/rehabilitasi bangunan operasional

K)

321,8 391,6

K)

2

13,06 km -

K) K)

525,7 123,7 2.446,6 450,0 359,0

Jumlah paket pekerjaan peningkatan persinyalan 16 Paket 13 unit

K)

Jumlah paket pekerjaan peningkatan telekomunikasi 206 unit peningkatan fasilitas pintu perlintasan Jumlah unit peningkatan fasilitas pintu sebidang perlintasan sebidang 73 paket Pembangunan/rehabilitasi bangunan Jumlah paket Pembangunan/rehabilitasi operasional bangunan operasional

K)

K)

19 paket

K)

455,8

II.L.022.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. 3 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pembangunan dan pengelolaan prasarana dan fasilitas pendukung kereta api SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) 1.396,19 km jalur KA 534,32 km jalur KA 295 unit jembatan KA TARGET INDIKATOR 2010 Panjang km jalur KA yang ditingkatkan kondisinya/keandalannya Panjang km jalur KA yang diaktifkan kembali (reaktivasi) Jumlah unit jembatan KA yang ditingkatkan 371,48 km 15,00 km 67 unit 68,67 km 2014 1.396,19 km jalur KA 534,32 km jalur KA 295 unit jembatan KA 954,43 km jalur KA baru/ jalur ganda, termasuk pembangunan MRT dan Monorail 2.457 km'sp material rel 1.364 unit wesel 71 paket peningkatan pelistrikan
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3.234,5 1.791,1 1.318,0 14.751,7

K)

K)

Panjang km jalur KA baru yang dibangun 954,43 km jalur KA baru/ jalur ganda, termasuk pembangunan MRT dan termasuk jalur ganda Monorail 2.457 km'sp material rel 1.364 unit wesel Jumlah km'sp pengadaan rel Jumlah unit pengadaan wesel

K)

157 km 164 unit

K) K) K)

2.847,6 1.247,5 2.088,4

71 paket peningkatan pelistrikan (diantaranya Jumlah paket pekerjaan peningkatan pelistrikan 13 Paket elektrifikasi sepanjang 289 km) 148 paket pengadaan peralatan/fasilitas prasarana perkeretaapian 4 Jumlah paket pengadaan peralatan/fasilitas prasarana perkeretaapian 14 paket

Pembangunan dan pengelolaan bidang keselamatan 186 unit Sarana KA (Lokomotif, KRDI, Jumlah unit pengadaan lokomotif, KRDI, dan teknis sarana KRDE, KRL, Tram, Railbus) KRDE, KRL, Tram, Railbus 25 unit modifikasi Sarana KA (KRL menjadi Jumlah unit modifikasi sarana KA KRDE) DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT III PROGRAM PENGELOLAAN DAN Meningkatnya kinerja pelayanan transportasi PENYELENGGARAAN TRANSPORTASI LAUT laut Pengelolaan dan Penyelenggaraan kegiatan di Bidang Kenavigasian Terbangunnya sarana bantu navigasi pelayaran unit (menara suar; rambu suar; pelampung terdiri 93 menara suar; 185 rambu suar; 153 suar) pelampung suar;

7 paket 5 unit

148 paket pengadaan peralatan/fasilitas prasarana perkeretaapian 186 unit Sarana KA 25 unit modifikasi Sarana KA

K)

474,9

K)

880,8 84,0 33.044,7 33.044,7

K)

1

18; 23 ; 30

SBNP terdiri 93 menara suar; 185 rambu suar; 153 pelampung suar;

K)

1.127,6

II.L.022.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 2014 SBNP sebanyak 71 tower mensu, 215 unit lampu suar, 50 unit buoy
K)

Terbangunnya dan Meningkatnya SBNP di unit (menara suar; lampu suar; bouy) wilayah Indonesia sebanyak 71 tower mensu, 215 unit lampu suar, 50 unit buoy melalui kegiatam Improvement and Development of Indonesia Aids to Navigation Tersedianya 922 unit suku cadang SBNP unit suku cadang

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 567,8

170 42

922 unit suku cadang SBNP 188 SROP

K)

154,0 588,1

unit SROP Terbangunnya gedung SROP dan sistem telekomunikasi pelayaran sebanyak 188 SROP melalui Maritime Telecomunication System Development Project (Phase IV) IP-520

K)

Tersedianya 600 unit perangkat radio

unit Perangkat Radio

200 -

600 unit radio 3 VTS

K)

54,0 204,0

PAKET Terbangunnya 3 unit receiving station, 18 report sub center; di Selat Sunda and Lombok melalui kegiatan Indonesia Ship Reporting System Terpasangnya 7 unit VTIS unit VTIS Terbangunnya 9 VTIS di Selat Malaka wilayah Tengah melalui Grant JICA Terbangunnya 4 unit VTS di Selat Malaka Bagian Utara Terbangunnya 9 unit VTS di Selat Malaka Bagian Selatan 22 unit Suku Cadang SROP 10 unit CCTV 15 unit AIS Terbangunnya 7 dermaga kapal kenavigasian unit VTIS unit VTIS unit VTIS unit unit unit AIS Dermaga

3 6 5 5 7 2

7 VTS 9 VTS 4 VTS 9 VTS 22 unit 10 unit CCTV 15 unit AIS 7 dermaga

K) K)

59,0 218,9 288,1 255,0 44,0 18,0 11,3 55,0

K)

K)

K) K) K) K)

II.L.022.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) Tersedianya 15 unit Kapal Inspeksi Navigasi 2 Pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan di BidangTersedianya 72 unit kapal patroli KPLP Penjagaan Laut dan Pantai Terlaksananya retrofit 9 unit kapal patroli Tersedianya 12 unit kapal patroli cepat 3 4 Pengelolaan dan Penyelenggaraan kegiatan di bidangTersedianya 29 unit kapal Marine Surveyor Perkapalan dan Kepelautan Pengelolaan dan Penyelenggaraan kegiatan di bidangTersedianya 32 unit kapal perintis Lalu Lintas dan Angkutan Laut Tersedianya 2 unit kapal penumpang unit unit unit unit unit Unit unit TARGET INDIKATOR 2010 1 22 9 2 60 15 unit 72 unit 9 unit 12 unit 29 unit 32 unit kapal 2 unit kapal 76 trayek
K) K)

2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 120,0 900,0 466,0 150,0 23,9 1.493,8 1.300,0 2.135,0

K)

K) K)

Trayek Tersedianya angkutan laut di 17 Provinsi 76 Trayek yang mendapatkan subsidi perintisdi wilayah terpencil Terselenggaranya National Single Window lokasi pelabuhan pada 14 lokasi Meningkatnya armada niaga pelayaran jumlah kapal niaga nasional melalui kegiatan Development of Domestic Shipping Industry Phase I (1 paket) laporan master Plan Tersedianya Master Plan peningkatan perdagangan melalui laut dengan kegiatan Port Development and Logistics in Greater Jakarta Metropolitan Area Terselenggaranya Cargo Information System 14 Paket Paket

1 Lokasi (Kantor Pusat)

14 lokasi 1 Paket

K)

151,0 1.200,0

-

1 Paket

15,0

1

14 Paket

K)

54,0

II.L.022.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) Terwujudnya Tatanan Pelabuhan,Rencana Induk Pelabuhan Nasional, Rencana Induk Pelabuhan, serta Peraturan Perundangan Pelaksanaan 5 TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah Peraturan Perundangan, peraturan pelaksanaan teknis, dan laporan kajian 2 2014 15 (peraturan perundangan, laporan kajian)
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 148,0

Pengelolaan dan Penyelenggaraan kegiatan di bidangTerjaganya alur pelayaran melalui pengerukan volume lumpur/sedimen yang dikeruk (juta m3) 6,3 61,7 juta m3 sedimen Pelabuhan dan Pengerukan Jumlah lokasi yang dibangun dan di rehab 5 Lokasi Optimalnya fungsi Sarana dan fasilitas 23 pelabuhan strategis Lhoksemawe, Teluk Bayur, Dumai, Pekan Baru, Palembang, Panjang, Batan, Tg.Pinang, Tg.Emas, Tg.Perak, Cigading, Benoa, Kupang, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan,Bitung,Makasar, Sorong, Ambon, Biak dan Jayapura. Pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok Pengembangan Pelabuhan Belawan-Medan Meningkatnya kapasitas 125 pelabuhan non perintis Meningkatnya jumlah dan kapasitas pelabuhan perintis lokasi lokasi Jumlah pelabuhan ynag direhabilitasi/ditingkatkan/dibangun Jumlah pelabuhan ynag direhabilitasi/ditingkatkan/dibangun 25 Lokasi 30 Lokasi

61,7 juta m3 sedimen 23 lokasi

K)

880,0 4.792,0

K)

1 lokasi 1 lokasi 125 lokasi 150 lokasi
K)

1.500,0 2.000,0 1.750,0 1.750,0

K)

II.L.022.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 Paket studi, kajian, seminar, sosialisasi dan rapat 30 paket koordinasi 150 paket 2014
K)

6 Dukungan Manjemen & Dukungan Teknis Lainnya Terselenggaranya dukungan administrasi dan Ditjen Perhubungan Laut manajemen DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA IV PROGRAM PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN TRANSPORTASI UDARA Pelayanan Angkutan Udara Perintis

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 8.571,2 19.535,6 19.535,6

1

115 rute perintis 19.006 drum BBM

Jumlah rute perintis yang terlayani

118 3.766

115 rute perintis 19.006 drum BBM 2.496 paket 3.170 paket 1.170 paket
K)

892,4 39,7 36,4 40,0 14,7

2

Pengawasan dan Pembinaan Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara

2.496 paket 3.170 paket 1.170 paket

Jumlah audit Jumlah surveillance Jumlah inspection

399 496 189

K)

K)

K)

3

Pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan Prasarana Bandar Udara

205 paket Bandara 28 paket bandara 1 paket bandara

Jumlah bandar udara yang dikembangkan, direhabilitasi Jumlah Bandar udara yang dikembangkan didaerah perbatasan dan rawan bencana Jumlah bandar udara baru yang dibangun

205 4 1

205 paket Bandara 28 paket bandara 1 paket bandara
K)

6.976,3 1.066,1 1.861,7

4

Pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan Prasarana Navigasi Penerbangan

412 Paket 53 Unit 304 Set

Jumlah fasilitas navigasi yang dibangun dan yang direhabilitasi

124 13 69

412 Paket 53 Unit 304 Set

K) K) K)

1.677,0 398,5 156,0

II.L.022.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
K) K) K) K) K) K)

5

Pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan Prasarana Keamanan Penerbangan

1.423 Paket 522 Unit 1020 Set 57.000 Kg 193.000 Liter

Jumlah fasilitas keamanan yang dibangun dan yang direhabilitasi

473 165 300 11000 48000

1.423 Paket 522 Unit 1020 Set 57.000 Kg 193.000 Liter 3 unit

865,3 174,7 12,7 1,2 3,4 443,3

6

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara

3 unit pesawat udara kalibrasi termasuk console (FIS) kalibrasi

Jumlah pesawat udara kalibrasi termasuk console (FIS) kalibrasi yang dibangun

1

7

Terselenggaranya 100% dukungan manajemen Jumlah peraturan, rapat dan sosialisasi, evaluasi 973 paket dan dukungan teknis lainnya dan pelaporan, studi, pengawasan, sispro teknis, sertifikasi, diklat, prasarana dan sarana penunjang teknis dan kegiatan penunjang lainnya

5314 paket

K)

4.876,1

V

PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

2.332,4

VI

188,5

II.L.022.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
No. VII PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR NEGARA PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERHUBUNGAN PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 458,5

VIII IX

15.938,0 622,6

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

117.763,7

II.L.022.11

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. 1 PROGRAM/KEGIATAN Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KEMENDIKNAS SASARAN Menguatnya Tata Kelola dan Sistem Pengendalian Manajemen Kementerian Pendidikan Nasional Tersedianya dan Berdayagunanya Buku Ajar, Kebahasaan, Serta Pengembangan Sekolah Sehat, TIK, dan Informasi Pendidikan 1.1 Penyediaan Buku Ajar yang Bermutu dan Murah serta Pembinaan, Pengembangan, Kegrafikaan dan Pendidikan Tersedianya Buku Ajar yang Bermutu dan Murah INDIKATOR 2010 Persentase mata pelajaran pendidikan dasar dan menengah yang hak cipta buku teksnya telah dibeli (N total= 885 jilid mapel) Persentase satuan pendidikan formal dan unit kerja terkoneksi ke sistem pembelajaran daring (online) 52% 2014 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 7.696,0

28%

76%

1.2

Pengembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Untuk Pendayagunaan ePembelajaran Dan e-Administrasi Pada Semua Satuan Pendidikan Dan Satuan Kerja

Tersedianya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Pendayagunaan e-Pembelajaran dan e- Jumlah satuan pendidikan yang memanfaatkan e-Pembelajaran Administrasi pada Semua Satuan Pendidikan dan Satuan Kerja Jumlah satuan kerja yang memanfaatkan e-Administrasi

Persentase mata pelajaran SD yang buku teksnya telah dibeli hak ciptanya (total 78 jilid mapel) Persentase mata pelajaran SMP yang buku teksnya telah dibeli hak ciptanya (total 47 jilid mapel) Persentase mata pelajaran SMA yang buku teksnya telah dibeli hak ciptanya (total 93 jilid mapel) Persentase mata pelajaran SMK yang buku teksnya telah dibeli hak ciptanya (total 493 jilid mapel) Persentase mata pelajaran SLB yang buku teksnya telah dibeli hak ciptanya (total 174 jilid mapel) Jumlah titik terkoneksi Jardiknas

100% 100% 100% 52% 10% 33.140 41.020

100% 100% 100% 100% 50% 200.000 185.000

k)

610,2

k)

k)

3.088,8

34.623

107.939

II.L.023.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. 2 PROGRAM/KEGIATAN Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur KEMENDIKNAS SASARAN Menguatnya Sistem Pengendalian Manajemen dan Sistem Pengawasan Internal KEMENDIKNAS INDIKATOR 2010 Persentase satker di lingkungan KEMENDIKNAS memiliki SPI Persentase penyelesaian temuan audit 3 Program Pendidikan Taman Kanak-kanak dan Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses TK/TKLB, SD/SDLB dan SMP/SMPLB Bermutu, Pendidikan Dasar dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, Berkesetaraan Gender, di Semua Provinsi, Kabupaten dan Kota APM SD/SDLB APM SMP/SMPLB APK TK/TKLB APK SD/SDLB APK SMP/SMPLB APS usia 7-12 tahun APS usia 13-15 tahun Jumlah siswa SD/SDLB sasaran BOS Jumlah siswa SMP/SMPLB sasaran BOS Jumlah siswa SD/SDLB sasaran beasiswa miskin Jumlah siswa SMP/SMPLB sasaran beasiswa miskin Persentase SD menerapkan e-Pembelajaran Persentase SMP yang menerapkan pembelajaran dengan pendekatan CTL berbasis TIK Persentase TK berakreditasi Persentase SD/SDLB berakreditasi minimal B Persentase SMP/SMPLB berakreditasi minimal B Persentase peserta didik SD/SDLB putus sekolah Persentase peserta didik SMP/SMPLB putus sekolah Rasio APK peserta didik TK/TKLB perempuan: laki-laki Rasio APM peserta didik perempuan: laki-laki pada SD/SDLB 45% 73,3% 84,65% 59,46% 30,60% 103,76% 79,98% 97,90% 87,90% 27.672.820 9.660.639 2.767.282 966.064 16% 21,40% 55,6% 9,60% 20,60% 1,5% 1,80% >0,98 >0,98 2014 100% 80,7% 85,36% 61,07% 36,6% 105,44% 88,59% >99% >95% 28.211.000 10.870.000 3.103.210 1.195.700 40% 75,00% 85,0% 15,00% 27,00% 0,7% 1,00% 1 1 119.769,6 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 1.201,1

II.L.023.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Rasio APM peserta didik perempuan:laki-laki pada SMP/SMPLB Persentase SD memiliki perpustakaan Persentase SMP yang memiliki lab. MIPA Persentase SMP yang memiliki perpustakaan 3.1 Penyediaan Layanan Pendidikan TK Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses TK Bermutu dan Berkesetaraan Gender di Semua Kabupaten dan Kota Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses SD Bermutu dan Berkesetaraan Gender di Semua Kabupaten dan Kota APK TK/TKLB Persentase TK berakreditasi Rasio APK peserta didik TK/TKLB perempuan: laki-laki APM SD/SDLB APK SD/SDLB Provinsi ber-APM > 83,57% Persentase SD memiliki sarana komputer Persentase SD menerapkan e-Pembelajaran Persentase SD yang memiliki fasilitas internet Persentase SD/SDLB berakreditasi minimal B Persentase peserta didik SD putus sekolah Rasio APM peserta didik perempuan: laki-laki pada SD/SDLB Persentase SD memiliki perpustakaan Persentase SD melaksanakan MBS dengan baik 3.3 Penyediaan subsidi Pendidikan SD/SDLB berkualitas Tersalurkannya subsidi pendidikan bagi siswa SD/SDLB Jumlah siswa SD/SDLB sasaran BOS Jumlah siswa SD/SDLB sasaran beasiswa miskin >0,97 43,20% 77,50% 83,60% 30,60% 55,60% >0,98 84,65% 103,76% 82,50% 28% 16% 10% 9,60% 1,50% >0,98 43,20% 55% 27.672.820 2.767.282 2014 1 85,00% 97,50% 100,00% 36,60% 85,00% 1 85,36% 105,44% 85,00% 90% 40% 30% 15,00% 0,70% 1 85% 90% 28.211.000 3.103.210 59.599,1 11.633,4 2.322,4 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

3.2

Penjaminan Kepastian Layanan Pendidikan SD

II.L.023.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. 3.4 PROGRAM/KEGIATAN Penjaminan Kepastian Pendidikan SMP SASARAN Tercapainya Keluasan dan kemerataan Akses SMP Bermutu dan Berkesetaraan Gender di Semua Kabupaten dan Kota APM SMP/SMPLB APK SMP/SMPLB Provinsi ber-APM > 58,17% Persentase SMP yang menerapkan pembelajaran dengan pendekatan CTL berbasis TIK Persentase SMP yang memiliki lab. Komputer Persentase SMP/SMPLB berakreditasi minimal B Persentase peserta didik SMP putus sekolah Rasio APM peserta didik perempuan:laki-laki pada SMP/SMPLB Rata-rata nasional nilai UN SMP Perolehan medali dalam IJSO (emas; perak; perunggu) Persentase SMP yang memiliki ruang dan alat lab. Bahasa Persentase SMP yang memiliki lab. MIPA Persentase SMP yang memiliki perpustakaan 3.5 3.6 Penyediaan subsidi Pendidikan SMP/SMPLB Tersalurkannya subsidi pendidikan bagi siswa berkualitas SMP/SMPLB Peningkatan Akses dan Mutu PK dan PLK Tercapainya Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan PK dan PLK yang Bermutu, Berkesetaraan Gender, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, di Semua Kabupaten dan Kota Jumlah siswa SMP/SMPLB sasaran BOS Jumlah siswa SMP/SMPLB sasaran beasiswa miskin Persentase anak cacat tertampung pada TKLB dan SDLB Persentase peserta didik SDLB putus sekolah Persentase anak kebutuhan khusus yang tertampung pada pendidikan SD PLK Persentase anak luar biasa tertampung pada SMPKH/SMPLB Persentase anak kebutuhan khusus yang tertampung pada pendidikan SMP PLK INDIKATOR 2010 59,46% 79,98% 20,42% 21,40% 45,50% 20,60% 1,80% >0,97 7 2;5;2 21,30% 77,50% 83,60% 9.660.639 966.064 29,60% 1,50% 1,40% 15,70% 2,20% 2014 61,07% 88,59% 90,00% 75,00% 73,70% 27,00% 1,00% 1 7 14;26;15 70,90% 97,50% 100,00% 10.870.000 1.195.700 34,40% 0,70% 3,10% 18,90% 6,60% 697,3 31.512,3
k)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 12.684,6

II.L.023.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase anak kebutuhan khusus yang tertampung pada pendidikan TK pendidikan layanan khusus (TK PLK). Jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) yang menerima beasiswa penyelenggaraan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus Jumlah SLB (SDLB dan SMPLB) yang memiliki perpustakaan (ePerpustakaan) Persentase satker yang telah menerapkan sistem penilaian berbasis kinerja Persentase satker menerapkan e-Pengadaan > 50% Paket PBJ Persentase komite sekolah yang berfungsi efektif Peran serta masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pendanaan pendidikan melalui dewan pendidikan 4 Program Pendidikan Menengah Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses SMA/SMLB/SMK Bermutu, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, Berkesetaraan Gender, di Semua Provinsi, Kabupaten dan Kota APK SMA/SMLB/SMK Jumlah siswa SMK penerima BOMM Jumlah siswa SMA penerima BOMM Jumlah siswa SMK sasaran beasiswa miskin Jumlah siswa SMA sasaran beasiswa miskin Persentase SMK menerapkan pembelajaran berpusat pada peserta didik yang kontekstual berbasis TIK Persentase SMA yang menerapkan pembelajaran berpusat pada peserta didik yang kontekstual berbasis TIK Persentase SMK bersertifikat ISO 9001:2000/ 9001:2008 Jumlah SMA/SMLB bersertifikat ISO 9001:2008 3,30% 2014 7,30% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

99.754 75

100.154 145 1.319,6

3.7

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Pendidikan TK dan Pendidikan Dasar

Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di Ditjen MPDM

45% 5% 75% meningkat

100% 75% 95% meningkat

65,60% 3.000.000 2.700.000 305.535 378.783 50% 40,00%

76,40% 3.400.000 3.100.000 645.298 800.000 100% 80,00%

16.918,3

25,60% 316

100,00% 1.500

II.L.023.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase SMK berakreditasi minimal B. Persentase SMA berakreditasi minimal B Persentase lulusan SMK yang bekerja pada tahun ke-2 kelulusan Rasio APK peserta didik perempuan:laki-laki pada SMA/SMK/SMLB Persentase SMA/SMLB yang memiliki e-Perpustakaan Persentase SMA/SMLB yang memiliki laboratorium fisika, kimia, dan biologi. Persentase SMA/SMLB yang memiliki laboratorium multimedia Persentase kab/kota memiliki SMA berbasis keunggulan lokal Persentase SMK memiliki perpustakaan yang berbasis multimedia. Persentase SMK memiliki bengkel kerja sesuai dengan standar sarana prasarana SMK Persentase SMK memiliki laboratorium sains yang relevan sesuai standard sarana prasarana SMK Persentase SMK memiliki laboratorium bahasa sesuai standard sarana prasarana SMK Persentase SMK memiliki laboratorium multimedia sesuai standard sarana prasarana SMK 22% 23,40% 39% >0,80 10,00% 50,9% 10,00% 12,0% 20% 68% 47% 54,4% 70% 2014 30% 40,00% 52% 1 30,00% 100% 75,00% 40,0% 100% 100% 100% 100% 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

II.L.023.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. 4.1 PROGRAM/KEGIATAN Penyediaan dan Peningkatan Pendidikan SMK SASARAN INDIKATOR 2010 APK SMK Tercapainya Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK Bermutu, Berkesetaraan Gender, Provinsi ber-APK > 32,88% dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, di Jumlah siswa SMK penerima BOMM Semua Kabupaten dan Kota Jumlah siswa SMK sasaran beasiswa miskin Persentase SMK menerapkan pembelajaran berpusat pada peserta didik yang kontekstual berbasis TIK Persentase SMK bersertifikat ISO 9001:2000/ 9001:2008 Persentase SMK berakreditasi minimal B. Persentase lulusan SMK yang bekerja pada tahun ke-2 kelulusan Persentase SMK memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang memadai Persentase SMK memiliki perpustakaan yang berbasis multimedia. Persentase SMK memiliki bengkel kerja sesuai dengan standar sarana prasarana SMK Persentase SMK memiliki laboratoirum sains yang relevan sesuai standard sarana prasarana SMK Persentase SMK memiliki laboratorium bahasa sesuai standard sarana prasarana SMK Persentase lulusan SMK bersertifikat kompetensi Persentase SMK memiliki laboratorium multimedia sesuai standard sarana prasarana SMK 30,06% 32,54% 3.000.000 305.535 50% 25,60% 22% 39% 20% 20% 68% 47% 54,4% 82% 70,40% 2014 35,56% 90,00% 3.400.000 645.298 100% 100,00% 30% 52% 100% 100% 100% 100% 100% 92% 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 9.242,9

II.L.023.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah medali dari kompetisi internasional Persentase SMK berpasangan dengan minimal 1 (satu) perusahaan yang relevan Persentase SMK menerapkan konsep pendidikan untuk pengembangan yang berkelanjutan Education For Sustainable Development (EFSD) 4.2 Penyediaan dan Peningkatan Pendidikan SMA APK SMA/SMLB nasional Tercapainya Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMA Bermutu, Berkesetaraan Gender, Provinsi ber-APK > 37,79% dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, di Jumlah siswa SMA penerima BOMM Semua Kabupaten dan Kota Jumlah siswa SMA sasaran beasiswa miskin Persentase SMA yang menerapkan pembelajaran berpusat pada peserta didik yang kontekstual berbasis TIK Jumlah SMA bersertifikat ISO 9001:2008 Persentase SMA berakreditasi minimal B Rasio APK peserta didik perempuan:laki-laki pada SMA/SMK/SMLB Persentase kab./kota memiliki SMA berkeunggulan lokal Persentase SMA memiliki perpustakaan Persentase SMA memiliki e-Perpustakaan Persentase SMA memiliki lab. MIPA (kimia, fisika, biologi) Persentase SMA memiliki lab. Komputer Persentase SMA memiliki lab. Multimedia Rasio komputer pembelajaran terhadap jumlah siswa 4 65% 50% 2014 5 100% 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

35,59% 54,36% 2.700.000 378.783 40,00%

40,88% 90,00% 3.100.000 800.000 80,00%

6.530,5

316 23,40% >0,80 12,00% 80,60% 10,00% 50,90% 60,20% 20,70% 60

1.500 40,00% 1 40,00% 100,00% 30,00% 100,00% 100,00% 80,00% 20

II.L.023.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase SMA menerapkan pembelajaran berwawasan kebangsaan, lingkungan hidup , dan kesehatan sekolah Perolehan medali emas pada kompetisi internasional 4.3 Peningkatan Akses dan Mutu PK dan PLK Tercapainya Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMLB/SMA Inklusif dan SMA PLK Bermutu, Berkesetaraan Gender, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, di Semua Kabupaten dan Kota Persentase anak cacat tertampung pada SMAKH/SMLB Persentase anak kebutuhan khusus yang tertampung pada SMA PLK Jumlah SMLB penyelenggara e-Learning 60,00% 22 7,41% 2,20% 2014 100,00% 103 11% 6,90%
k)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

579,3

37

57

4.4

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Program Pendidikan Menengah

Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di Ditjen MPDM

Persentase satker yang telah menerapkan sistem penilaian berbasis kinerja Persentase satker menerapkan e-Keuangan Persentase satker menerapkan e-Pengadaan > 50% Paket PBJ

45% 100% 5% 21,91% 1,12 65.000 20.000 30% 10% 33% 15% 67,80% 3

100% 100% 75% 26,50% 1,04 70.000 20.000 100% 75% 100% 50% 80,00% 23
k)

565,5

5

Program Pendidikan Tinggi

Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses Pendidikan Tinggi Bermutu, Berdaya Saing Internasional, Berkesetaraan Gender dan Relevan dengan Kebutuhan Bangsa dan Negara

APK PT usia 19-23 tahun Rasio APK peserta didik perempuan:laki-laki di PT Jumlah mahasiswa penerima beasiswa miskin Jumlah beasiswa bagi mahasiswa lulusan SMA/SMK berprestasi Persentase PTN/BHMN menjadi BHPP Persentase PTS menjadi BHPM Persentase PTN bersertifikat ISO 9001:2008 Persentase PTS bersertifikat ISO 9001:2008 Persentase prodi PT berakreditasi minimal B Jumlah prodi berakreditasi internasional

110.645,8

II.L.023.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah PT 300 terbaik dunia versi THES Jumlah PT 500 terbaik dunia versi THES Jumlah PT 200 terbaik asia versi THES Jumlah PT masuk dalam QS Star 1-2 Jumlah PT masuk dalam QS Star 3-5 Persentase dosen program S1/diploma berkualifikasi minimal S2 Persentase dosen program pasca berkualifikasi S3 Persentase dosen PT bersertifikat Persentase PT yang memberikan akses internet dan e- journal Persentase dosen dengan publikasi nasional Persentase dosen pasca dengan publikasi internasional Jumlah HAKI yang dihasilkan 5.1 Penyediaan Layanan Akademik Program Studi Tersedianya Prodi yang Bermutu, Berdaya Saing Internasional, dan Relevan APK PT usia 19-23 thn *) Jumlah program studi baru per tahun Rasio APK peserta didik perempuan/laki-laki di PT Persentase prodi PT berakreditasi Persentase prodi vokasi berakreditasi minimal B Persentase prodi profesi berakreditasi minimal B Persentase prodi akademik berakreditasi minimal B Jumlah prodi berakreditasi internasional Jumlah lab sains yang bersertifikat ISO 17025 Jumlah PT 200 terbaik asia versi THES Jumlah PT 300 terbaik dunia versi THES 1 4 8 14 6 62,5% 60,0% 23,0% 35,0% 14,8% 1,20% 75 21,91% 500 1,12 73,70% 22,00% 0,43% 43,27% 3 10 8 1 1,04 90% 30,67% 0,59% 58,72% 23 50 12 3
k)

2014 3 11 12 50 25 90,0% 90,0% 75,0% 75,0% 50,0% 6,50% 150 26,50% 2.000
k)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

16.079,1

II.L.023.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah PT 500 terbaik dunia versi THES Jumlah PT berperingkat top 1000 versi webomatrics Jumlah PT berperingkat top 1000-4000 versi webomatrics Jumlah prodi yang mengimplementasikan KBK 5.2 Penyediaan Dosen dan Tenaga Kependidikan Tersedianya Dosen yang Bermutu dan Berdaya Bermutu Saing Internasional Persentase dosen PTN/BHPP program S1/diploma yang berkualifikasi S2/SP1 Persentase dosen PTS/BHPM program S1/diploma yang berkualifikasi S2/SP1 Persentase dosen PTN/BHPP program pascasarjana/spesialis yang berkualifikasi S3/SP2 Persentase dosen PTS/BHPM program pascasarjana/spesialis yang berkualifikasi S3/SP2 Persentase dosen PTN/BHPP bersertifikat Persentase dosen PTS/BHPM bersertifikat Persentase mahasiswa S3 dalam negeri yang melaksanakan sandwich ke luar negeri Persentase dosen yang melaksanakan academic recharging (dalam dan luar negeri) Jumlah mahasiswa penerima beasiswa miskin Jumlah beasiswa bagi mahasiswa lulusan SMA/SMK berprestasi Jumlah PT masuk dalam QS Star 1-2 Jumlah PT masuk dalam QS Star 3-5 Persentase PTN/BHMN menjadi BHPP Persentase PTS menjadi BHP penyelenggara/BHPM Jumlah mahasiswa peraih medali dalam olimpiade sains yang menerima beasiswa 4 3 24 178 73,00% 45,00% 68,00% 48,00% 35,00% 20,00% 11% 0,40% 65.000 20.000 14 6 30% 10% 60 2014 11 5 30 500 100,00% 85,00% 90,00% 85,00% 100,00% 90,00% 25% 0,80% 70.000 20.000 50 25 100% 75% 70 5.211,3 15.211,6 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

5.3

Penyediaan Layanan Kelembagaan

Tersedianya Keluasan dan Kemerataan Akses PT yang Bermutu dan Berdaya saing Internasional

II.L.023.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah PT mengembangkan kerjasama kelembagaan dalam dan luar negeri Persentase dosen melakukan penelitian Persentase dosen dengan publikasi nasional Persentase dosen pasca dengan publikasi internasional Jumlah HAKI yang dihasilkan Persentase PT yang memberikan akses internet dan e- journal Persentase dosen yang melakukan pengabdian masyarakat Jumlah PT yang mempunyai inkubator bisnis/industri Persentase PT yang mempunyai kerjasama dengan industri berbasis penelitian dan pengembangan Persentase PT yang mempunyai kerjasama dengan pemerintah dan pemerintah daerah berbasis penelitian dan kebijakan Persentase mahasiswa yang melaksanakan program kreativitas mahasiswa Persentase satker yang telah menerapkan sistem penilaian berbasis kinerja Persentase satker menerapkan e-Keuangan Persentase satker menerapkan e-Pengadaan > 50% Paket PBJ Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian di Persentase PT BHMN bersertifikat ISO 9001:2008 lingkungan Ditjen Dikti dan di Perguruan Tinggi Persentase PTN (institut/universitas/sekolah tinggi) bersertifikat (PT) ISO 9001:2008 Persentase politeknik negeri bersertifikat ISO 9001:2008 Persentase PTS (institut/universitas/sekolah tinggi) bersertifikat ISO 9001:2008 40 35% 14,8% 1,20% 75 35% 5% 15 1% 1% 2014 72 55% 50,0% 6,50% 150 75% 9% 25 5% 8% 3.303,9 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

5.4

Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Tersedianya Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

1,00%

5,00% 70.839,9

5.5

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen Dikti

Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di Ditjen Dikti

45% 100% 5% 100% 28,6% 25,9% 17,9%

100% 100% 75% 100% 100,0% 100,0% 52,9%

II.L.023.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase PTS (politeknik/akademi) bersertifikat ISO 9001:2008 6 Program Pendidikan Nonformal dan Informal Terciptanya Keluasan dan kemerataan Akses PAUD Persentase buta aksara usia ≥ 15 tahun Non Formal, Pendidikan Kesetaraan, dan Orang APK PAUD non formal Dewasa Bermutu dan Berkesetaraan Gender di APK Paket A Semua Provinsi, Kabupaten dan Kota APK Paket B APK Paket C Persentase satuan PAUD nonformal berakreditasi Disparitas gender penduduk berkeaksaraan usia ≥ 15 tahun Persentase kab/kota yang memiliki SKB Persentase kecamatan yang telah memiliki PKBM Persentase kecamatan yang telah memiliki TBM Persentase kab/ kota yang telah menerapkan pengarusutamaan gender bidang pendidikan Persentase kab/kota yang telah menyelenggarakan parenting education 6.1 Penyediaan Layanan PAUD Nonformal Terciptanya Keluasan dan kemerataan Akses PAUD APK PAUD nonformal Non Formal Bermutu dan Berkesetaraan Gender di Persentase PAUD non formal berakreditasi Kabupaten dan Kota Terciptanya Perluasan dan pemerataan akses pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, Paket C dan bagi orang Dewasa bermutu, berkesetaraan gender dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di semua kabupaten/kota untuk bekerja pada dunia usaha dan dunia industri terkait dan atau APK Paket A APK Paket B APK Paket C Persentase peserta didik Paket A dari putus sekolah SD/MI 10,7% 5,44% 11,31% 0,56% 3,75% 1,99% 0,0% 3,00% 78,9% 48,0% 48,0% 14,0% 0% 11,31% 0,56% 3,75% 1,99% 1,93% 2014 45,7% 4,18% 13,83% 0,57% 3,75% 2,22% 15,0% 2,00% 90,0% 80,0% 80,0% 50,0% 50% 13,83% 15% 0,57% 3,75% 2,22% 1,69% 4.147,6 5.761,3 15.441,0 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

6.2

Penyediaan Layanan Pendidikan Kesetaraan

II.L.023.13

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN usaha mandiri (wirausaha) INDIKATOR 2010 Persentase peserta didik Paket B dari putus sekolah SMP/MTs Persentase peserta didik Paket C dari putus sekolah SMA/SMK/MA Persentase program Paket A yang berakreditasi minimal B Persentase program Paket B yang berakreditasi minimal B Persentase Paket C kejuruan berkareditasi minimal B Persentase program Paket C yang berakreditasi minimal B Rasio jumlah peserta didik orang dewasa laki-laki:perempuan menurut kabupaten/kota Persentase buta aksara usia ≥ 15 tahun Persentase provinsi dengan tingkat buta aksara < 4,2% Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang menjadi sasaran pengentasan buta aksara Disparitas gender penduduk berkeaksaraan usia ≥ 15 tahun Persentase kab/kota yang telah menyelenggarakan parenting education Persentase kab/ kota yang memiliki SKB Persentase kecamatan yang memiliki PKBM Persentase pemegang sukma penempuh PKH Persentase penduduk perempuan berkeaksaraan dasar yang memperoleh layanan kecakapan hidup Persentase kecamatan yang telah memiliki TBM Persentase kab/ kota yang telah menerapkan pengarusutamaan gender bidang pendidikan 1,93% 1,93% 0% 0% 0% 5% 0,7 5,44% 74,8% 9.078.444 3,0% 0,0% 78,9% 48,0% 5,0% 7,0% 48,0% 14,0% 2014 1,69% 1,69% 40% 40% 25% 50% 0,7 4,18% 95,0% 7.353.450 2,0% 50,0% 90,0% 80,0% 20,0% 20,0% 80,0% 50,0% 2.182,2 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

6.3

Penyediaan Layanan Pendidikan Masyarakat

Meningkatnya tingkat literasi yang berkesetaraan Gender di Kabupaten dan Kota

II.L.023.14

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase kabupaten/kota memiliki 10 PKBM Persentase PKBM berakreditasi 6.4 Penyelenggaraan Kursus dan Pelatihan Persentase anak putus sekolah dan lulus sekolah menengah tidak Terciptanya Perluasan dan Pemerataan Akses melanjutkan mendapatkan layanan pendidikan keterampilan Kursus dan pendidikan life skill Bermutu, berbasis kecakapan hidup, bersertifikat dan bekerja Berkesetaraan Gender, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, di Semua Kabupaten/ Kota Jumlah peserta didik kursus dan warga masyarakat yang mengikuti uji kompetensi Persentase lembaga kursus dan pelatihan berakreditasi Persentase jenis keterampilan/keahlian yang dapat dilayani uji kompetensi oleh lembaga sertifikasi kompetensi (LSK) Persentase lulusan PKH bersertifikat kompetensi Jumlah lembaga sertifikasi kompetensi (LSK) yang dibentuk Persentase lulusan lembaga kursus pelatihan (LKP) bekerja atau usaha mandiri Persentase satker yang telah menerapkan sistem penilaian berbasis kinerja Persentase satker menerapkan e-Keuangan Persentase satker menerapkan e-Pengadaan > 50% Paket PBJ Meningkatnya kemampuan/kapasitas dan mutu dukungan teknis Ditjen PNFI dan UPT/Balai 7 Program Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tersedianya Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Bermutu yang merata di Provinsi, Kabupaten dan Kota Jumlah Model Program Pembelajaran PNFI Jumlah Direktorat dan UPT Ditjen PNFI bersertifikat ISO 90012008 Persentase guru SD/SDLB berkualifikasi akademik S1/D4 Persentase guru SMP/SMPLB berkualifikasi akademik S1/D4 48,0% 5,0% 5% 2014 80,0% 25,0% 30% 1.847,1 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

65.000 6% 10%

380.000 30% 30%

k)

5% 20 60%

25% 40 77% 1.503,4

6.5

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian Tugas Teknis Lainnya Pendidikan Nonformal manajemen di Ditjen PNFI dan Informal

45% 100% 5% 16 35,60% 77,10%

100% 100% 75% 96 13 88,00% 98,00%
k)

86.992,6

II.L.023.15

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase guru SMA/SMLB berkualifikasi akademik S1/D4 Persentase guru SMK berkualifikasi akademik S1/D4 Persentase guru SD/SDLB bersertifikat pendidik Persentase guru SMP/SMPLB bersertifikat pendidik Persentase guru SMA/SMLB bersertifikat pendidik Persentase guru SMK bersertifikat pendidik Persentase guru SMK bersertifikat kompetensi Persentase guru SD/SDLB mengikuti PPB Persentase tutor Paket A mengikuti PPB Persentase kepala SD/SDLB mengikuti PPB menurut kab/kota Persentase pengawas SD/SDLB mengikuti PPB menurut kab/kota Persentase guru SMP/SMPLB mengikuti PPB Persentase tutor Paket B mengikuti PPB Persentase kepala SMP/SMPLB mengikuti PPB menurut kab/kota Persentase pengawas SMP/SMPLB mengikuti PPB menurut kab/kota Persentase guru SMA /SMLB yang mengikuti PPB Persentase tutor Paket C yang mengikuti PPB Persentase kepala SMA/SMLB mengikuti PPB menurut kab/kota Persentase pengawas SMA/SMLB mengikuti PPB menurut kab/kota Persentase guru SMK yang mengikuti PPB 92,20% 87,60% 26,30% 44,00% 51,00% 44,00% 18,00% 25,30% 15,80% 10% 10% 44,00% 16,60% 10% 10% 51,00% 14,00% 10% 10% 44,00% 2014 98,00% 98,00% 80,00% 90,00% 90,00% 90,00% 30,00% 80,00% 55,00% 90% 95% 90,00% 55,00% 90% 90% 90,00% 50,00% 90% 90% 90,00% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

II.L.023.16

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase kepala SMK mengikuti PPB menurut kab/kota Persentase pengawas SMK mengikuti PPB menurut kab/kota Persentase tutor Paket C kejuruan yang mengikuti PPB Persentase guru inti yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme di berbagai bidang Persentase tutor pendidikan keaksaraan mengikuti PPB Persentase pendidik kursus mengikuti diklat kompetensi Persentase pamong belajar mengikuti PPB Persentase penilik yang mengikuti PPB Persentase tenaga kependidikan satuan pendidikan non formal yang mengikuti diklat kompetensi Persentase guru SD/SDLB berkualifikasi akademik S1/D4 Persentase guru SMP/SMPLB berkualifikasi akademik S1/D4 Persentase guru SMA/SMALB berkualifikasi akademik S1/D4 Persentase guru SMK berkualifikasi akademik S1/D4 10% 10% 0,00% 20% 38% 19% 52% 47% 8% 2014 90% 95% 25,00% 100% 70% 55% 60% 55% 21% 65.101,5 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

7.1

Penyediaan Guru untuk Seluruh Jenjang Pendidikan

Tersedianya Guru Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang Bermutu yang merata antar Provinsi, Kabupaten dan Kota

35,60% 77,10% 92,20% 87,60%

88,00% 98,00% 98,00% 98,00%

II.L.023.17

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase guru SD/SDLB bersertifikat pendidik Persentase guru SMP/SMPLB bersertifikat pendidik Persentase guru SMA/SMALB bersertifikat pendidik Persentase guru SMK bersertifikat pendidik Persentase guru SMK bersertifikat kompetensi Rasio guru perempuan:laki-laki yang bersertifikat pendidik Jumlah guru SD/SDLB penerima tunjangan profesi Jumlah guru SMP yang menerima tunjangan profesi Jumlah guru SMA yang menerima tunjangan profesi Jumlah guru SMK yang memperoleh tunjangan profesi Persentase guru SD/SDLB mengikuti PPB Persentase guru SMP/SMPLB mengikuti PPB Persentase guru SMA /SMALB yang mengikuti PPB Persentase guru SMK yang mengikuti PPB Persentase kab/kota yang telah memiliki rasio pendidik dan peserta didik TK 1:24 Persentase kab/kota yang telah memiliki rasio pendidik dan peserta didik SD 1:32 Persentase kab/kota yang telah memiliki rasio pendidik dan peserta didik SMP 1:40 Persentase kab/kota yang telah memiliki rasio pendidik dan peserta didik SMA 1:40 Persentase kab/kota yang telah memiliki rasio pendidik dan peserta didik SMK 1:40 Jumlah guru yang menerima tunjangan khusus 26,30% 44,00% 51,00% 44,00% 18,00% 60,00% 120.000 75.000 75.000 45.000 25,30% 44,00% 51,00% 44,00% 1,50% 48,00% 47,40% 21,70% 38,70% 30.000 2014 80,00% 90,00% 90,00% 90,00% 30,00% 95,00% 816.167 369.496 194.766 178.774 85,00% 90,00% 90,00% 90,00% 6,50% 100,00% 100,00% 34,30% 51,40% 30.000 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

II.L.023.18

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. 7.2 PROGRAM/KEGIATAN Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal SASARAN Tersedianya Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD non formal, Paket B, Paket B, Paket C dan INDIKATOR 2010 Persentase tutor pendidikan keaksaraan berkualifikasi S1/D4 Persentase penilik berkualifikasi S1/D4 Persentase tutor PAUD non formal mengikuti pendidikan profesi berkelanjutan (PPB) Persentase tutor Paket A mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan Persentase tutor Paket B mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan Persentase tutor Paket C mengikuti pendidikan profesi berkelanjutan (PPB) Persentase tutor Paket C kejuruan mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan (PPB) Persentase tutor pendidikan keaksaraan mengikuti pendidikan profesi berkelanjutan (PPB) Persentase pamong belajar mengikuti pendidikan profesi berkelanjutan (PPB) Persentase penilik mengikuti pendidikan profesi berkelanjutan (PPB) Rasio tutor dan peserta didik Paket A Rasio tutor dan peserta didik Paket B Rasio tutor dan peserta didik Paket C Rasio jumlah tutor pendidikan keaksaraan dan peserta didik Persentase pendidik kursus mengikuti diklat kompetensi Rasio jumlah tutor pendidikan keaksaraan dan peserta didik 7.3 Peningkatan mutu dan Pembinaan lembaga diklat dan penjaminan mutu Meningkatnya Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan TK, PAUD, SD, SMP, Jumlah pengembangan standar, sistem, program, bahan dan model diklat bagi guru per tahun 60% 48% 15,00% 15,80% 16,60% 14% 0% 38% 19% 15% 2:20 7:30 7:40 1:25 19% 1:25 2014 100% 70% 55,00% 55,00% 55% 50% 25% 70% 55% 55% 2:20 7:30 7:40 1:20 55% 1:20
k)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 974,3

20

100

1.051,2

II.L.023.19

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN pendidikan SASARAN SMA dan SMK Bermutu yang merata antar Provinsi, Kabupaten dan Kota INDIKATOR 2010 Jumlah pengembangan standar, sistem, program, bahan dan model diklat bagi tenaga kependidikan per tahun Jumlah pengembangan standar, sistem, program, bahan dan model diklat bagi PTK-PNF per tahun Jumlah lembaga diklat dan penjaminan mutu yang sarana dan prasarana sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Jumlah LPMP dan P4TK yang berstandar nasional dan internasional Persentase guru inti yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme bidang pertanian dan perikanan Persentase guru inti yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme bidang rekayasa dan teknologi 20% Persentase guru inti yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme bidang bisnis dan pariwisata 20% Persentase guru inti yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme bidang seni dan budaya Persentase guru inti yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme bidang MIPA Persentase guru inti yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme bidang IPS dan kewarganegaraan Persentase guru inti yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme bidang matematika Persentase guru inti yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme bidang penjaskes dan BK Persentase guru inti yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme bidang bahasa 20% 20% 100% 100% 100% 100% 20 20 2014
k)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

100
k)

100

12 8

42 20 4.431,8

7.4

Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Meningkatnya Pemberdayaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

20%

100%

20% 20%

100% 100%

20% 20%

100% 100%

II.L.023.20

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase tenaga kependidikan yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme sesuai bidangnya 10% 7.5 Peningkatan Penjaminan Mutu Pendidikan Meningkatnya Penjaminan Mutu Pendidikan Persentase guru TK/TKLB yang terpetakan kompetensinya Persentase guru SD/SDLB yang terpetakan kompetensinya Persentase guru SMP/SMPLB yang terpetakan kompetensinya Persentase guru SMA/SMALB yang terpetakan kompetensinya Persentase guru SMK yang terpetakan kompetensinya Persentase satuan pendidikan yang terpetakan mutu pendidikannya di tiap provinsi 7.6 Penyediaan Tenaga Kependidikan Formal untuk Seluruh Jenjang Pendidikan Tersedianya Tenaga Kependidikan PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK Bermutu yang merata di Kabupaten dan Kota Persentase pengawas SD yang berkualifikasi S1/D4 Persentase pengawas SMP yang berkualifikasi S2 Persentase pengawas SMA/SMK yang berkualifikasi S2 Persentase kepala SD yang sudah mengikuti training kepala sekolah terakreditasi yang berkualifikasi menurut kab/kota Persentase pengawas SD yang sudah mengikuti training pengawas terakreditasi yang berkualifikasi menurut kab/kota Persentase kepala SMP yang sudah mengikuti training kepala sekolah terakreditasi yang berkualifikasi menurut kab/kota Persentase pengawas SMP yang sudah mengikuti training pengawas terakreditasi yang berkualifikasi menurut kab/kota 10% 10% 10% 10% 10% 20% 28% 28% 28% 50% 70% 70% 90% 90% 90% 100% 100% 77% 77% 435,9 14.587,6 2014 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

15%

90%

10%

90%

15%

100%

35%

90%

II.L.023.21

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase kepala SMA/SMK yang sudah mengikuti training kepala sekolah terakreditasi yang berkualifikasi menurut kab/kota Persentase pengawas SMA/SMK yang sudah mengikuti training pengawas terakreditasi yang berkualifikasi menurut kab/kota Persentase satker yang telah menerapkan sistem penilaian berbasis kinerja Persentase satker menerapkan e-Keuangan Persentase satker menerapkan e-Pengadaan > 50% Paket PBJ 8 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional Tersedianya Model Pembelajaran, Data, dan Informasi, serta Standar Mutu PAUD, Pendidikan Dasar, Menengah, Tinggi, dan Pendidikan Orang Dewasa dan Akreditasinya serta Pembaruan Pendidikan Rata-rata lama sekolah (tahun) Persentase satuan PAUD formal diakreditasi Persentase satuan PAUD nonformal diakreditasi Persentase SD/SDLB diakreditasi Persentase program Paket A diakreditasi Persentase SMP/SMPLB diakreditasi Persentase program Paket B diakreditasi Persentase SMA/SMLB/SMK diakreditasi Persentase program Paket C diakreditasi Persentase program Paket C kejuruan diakreditasi Persentase prodi PT diakreditasi Jumlah prodi diakreditasi internasional Persentase program keahlian LKP diakreditasi Persentase PKBM diakreditasi Jumlah model pembelajaran PAUD 2014 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

15%

100%

35% 45% 100% 5% 7,6 55,6% 0,0% 70% 0% 67% 0% 71% 5% 0% 73,7% 47 6% 5% 2

90% 410,4 100% 100% 75% 8,25 85,0% 15,0% 100% 40% 100% 40% 100% 50% 25% 95,0% 312 30% 25% 14
k) k)

7.7

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen PMPTK

Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen di Ditjen PMPTK

6.492,2

II.L.023.22

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah model kurikulum dikdas Jumlah model kurikulum dikmen Persentase PAUD yang mengembangkan pembelajaran secara mandiri Persentase satuan dikdas yang mengembangkan kurikulum secara mandiri Persentase satuan pendidikan menengah yang mengembangkan kurikulum secara mandiri Persentase satuan PAUD formal diakreditasi Persentase satuan PAUD nonformal diakreditasi Persentase SD/SDLB diakreditasi Persentase program Paket A diakreditasi Persentase SMP/SMPLB diakreditasi Persentase program Paket B diakreditasi Persentase SMA/SMLB/SMK diakreditasi Persentase program Paket C diakreditasi Persentase program Paket C kejuruan diakreditasi Persentase prodi PT diakreditasi Jumlah prodi diakreditasi internasional Persentase program keahlian LKP diakreditasi Persentase PKBM diakreditasi 8.2 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Penelitian dan Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian manajemen Penelitian dan Pengembangan KEMENDIKNAS Persentase satker yang telah menerapkan sistem penilaian berbasis kinerja Persentase satker menerapkan e-Keuangan Persentase satker menerapkan e-Pengadaan > 50% Paket PBJ 19 11 31% 39% 46% 55,6% 0% 70% 0% 67% 0% 71% 5% 0% 73,7% 47 6% 5% 45% 100% 5% 2014 99 59 60% 67% 90% 85,0% 15% 100% 40% 100% 40% 100% 50% 25% 95,0% 312 30% 25% 100% 100% 75% 413,0
k) k) k)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

8.1

Fasilitasi Standar Mutu dan Pelaksanaan Akreditasi

Tersedianya Standar Mutu serta Terlaksananya Akreditasi Pendidikan

4.672,9

II.L.023.23

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN Menguatnya tata kelola dan sistem pengendalian Balitbang INDIKATOR 2010 Jumlah SNP yang dikembangkan Jumlah pemantauan dan evaluasi SNP Jumlah penyempurnaan SNP Jumlah kabupaten/kota yang membentuk jaringan kerjasama penelitian Jumlah model pembelajaran TK yang dihasilkan 5 6 60 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 31% 2014 5 8 2 61 14 17 26 17 13 9 3 5 2 1 100%
k) k) k) k) k) k)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

8.3

Penyediaan Sistem Pembelajaran, Tersedianya Model Kurikulum dan Pembelajaran Penyempurnaan Kurikulum Pendidikan Dasar serta Kurikulum dan Pembelajaran PAUD, Jumlah model kurikulum SD/MI yang dihasilkan dan Menengah serta Pembelajaran DIKDAS, DIKMEN, dan Pendidikan orang dewasa. Jumlah model kurikulum SDLB dan SMPLB Jumlah model kurikulum Paket A

328,5

Jumlah model kurikulum SMP/MTs yang dihasilkan Jumlah model kurikulum Paket B Jumlah model kurikulum SMA/MA yang dihasilkan Jumlah model kurikulum SMK yang dihasilkan Jumlah model kurikulum SMLB Jumlah model kurikulum Paket C Persentase TK yang mengembangkan program pembelajaran aktif yang menghasilkan lulusan yang kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan dan karakter bangsa Persentase TKLB yang mengembangkan program pembelajaran aktif yang menghasilkan lulusan yang kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan dan karakter bangsa Persentase PAUD non formal yang mengembangkan program pembelajaran aktif yang menghasilkan lulusan yang kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan dan karakter bangsa

31%

100%

31%

100%

II.L.023.24

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase SD/SDLB/Paket A yang mengembangkan kurikulum dengan pembelajaran aktif yang menghasilkan lulusan yang kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan dan karakter bangsa Persentase SMP/SMPLB/Paket B yang mengembangkan kurikulum dengan pembelajaran aktif yang menghasilkan lulusan yang kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan dan karakter bangsa Persentase SMA/MA yang mengembangkan kurikulum dengan pembelajaran aktif yang menghasilkan lulusan yang kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan dan karakter bangsa Persentase SMK yang mengembangkan kurikulum dengan pembelajaran aktif yang menghasilkan lulusan yang kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan dan karakter bangsa Persentase Paket C yang mengembangkan kurikulum dengan pembelajaran aktif yang menghasilkan lulusan yang kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan dan karakter bangsa Persentase SMLB yang mengembangkan kurikulum dengan pembelajaran secara aktif yang menghasilkan lulusan yang kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan dan karakter bangsa mandiri minimal 90% Persentase kabupaten/kota yang menyusun kurikulum orang dewasa berkelanjutan secara mandiri Jumlah model kurikulum untuk pendidikan orang dewasa berkelanjutan Jumlah standar kompetensi pendidikan kewirausahaan, budaya dan karakter bangsa pada tingkat nasional, daerah dan sekolah 39% 2014 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

42%

100%

42%

100%

46%

100%

18%

100%

18%

100%

25% 1 -

100% 5 2
k)

k)

II.L.023.25

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase penerapan kurikulum sekolah dasar-menengah yang disempurnakan Tersedianya Data PAUD, DIKDAS, DIKMEN dan Persentase TK/TKLB/PAUD non formal yang jumlah datanya Pendidikan Orang Dewasa teremajakan dalam padati-web dirinci menurut kab/kota Persentase data SD/SDLB/MI yang jumlah datanya teremajakan dalam padati-web dirinci menurut kabupaten/kota Persentase data SMP/SMPLB/MTs yang jumlah datanya teremajakan dalam padati-web dirinci menurut kabupaten/kota Persentase data Paket A/Paket B yang jumlah datanya teremajakan dalam padati-web dirinci menurut kabupaten/kota Persentase SMA/SMK/SMLB/MA/ MAK/Paket C yang jumlah (entitas) datanya teremajakan ( up to date ) dalam padati-web dirinci menurut kab/kota Persentase penduduk melek huruf usia ≥ 15 tahun yang jumlah datanya teremajakan dalam padati-web dirinci berdasarkan jenis kelamin dan jenis keaksaraan yang dikuasai per kabupaten/kota Persentase data pelaksana program pengarusutamaan gender yang jumlah datanya teremajakan (up to date ) dalam padati-web dirinci menurut kabupaten/kota Persentase lembaga kursus dan pelatihan berakreditasi yang jumlah datanya teremajakan dalam padati-web dirinci menurut bidang keterampilan per kabupaten/kota Persentase peserta uji kompetensi pendidikan orang dewasa berkelanjutan yang jumlah datanya teremajakan dalam padati-web dirinci menurut jenis kompetensi per kabupaten/kota 10% 61% 2014 100% 92% 724,4 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

8.4

Penyediaan Data Pendidikan untuk Perumusan Kebijakan Nasional

62%

92%

42%

94%

25%

95%

41%

90%

20%

80%

20%

80%

20%

80%

20%

60%

II.L.023.26

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. 8.5 PROGRAM/KEGIATAN Penyediaan Informasi untuk Perumusan Kebijakan Nasional SASARAN INDIKATOR 2010 Tersedianya Informasi untuk Perumusan Kebijakan Jumlah laporan riset kebijakan tentang PAUD Nasional PAUD, DIKDAS, DIKMEN, DIKTI, dan Jumlah laporan riset kebijakan tentang SD/MI/Paket A Pendidikan Orang Dewasa Jumlah laporan riset kebijakan tentang SMP/MTs/Paket B Jumlah laporan riset kebijakan tentang SMA/MA/Paket C Jumlah laporan riset kebijakan tentang SMK Jumlah laporan riset kebijakan tentang politeknik Jumlah laporan riset kebijakan tentang universitas Jumlah laporan riset kebijakan tentang kursus dan pendidikan orang dewasa Jumlah laporan riset kebijakan tentang lintas jenjang pendidikan Jumlah laporan inovasi pendidikan 8.6 Penyediaan Informasi Hasil Penilaian Pendidikan Tersedianya Informasi Penilaian Kualitas PAUD, DIKDAS, DIKMEN, dan Pendidikan Orang Dewasa Kesesuaian sistem ujian akhir nasional dengan memperhatikan kemampuan sosial, watak, budi pekerti, kecintaan terhadap budaya-bahasa indonesia Jumlah soal UASBN + Paket A (Bahasa indonesia, MIPA, matematika) Jumlah soal untuk bank soal UN SMP dan Paket B Jumlah bank soal UN SMA/SMLB, SMK dan Paket C Jumlah soal non kognitif Persentase PAUD formal yang terpetakan kesiapan belajarnya Persentase PAUD nonformal yang terpetakan kesiapan belajarnya Persentase guru SD/SDLB yang terpetakan kompetensinya Persentase bantuan profesional penilaian di kab/kota 2 2 2 2 3 2 2 5 5 80% 2014 10 10 10 11 18 7 10 17 25 25 100%
k) k) k)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 115,4

k)

k) k) k) k)

k)

k)

238,0

5.100 8.000 16.300 2.000 5% 5% 10% 25%

5.100 8.000 16.300 2.000 30% 30% 30% 100%

II.L.023.27

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase guru SMP/SMPLB yang terpetakan kompetensinya Persentase guru dikmen yang dipetakan kompetensinya Jumlah laporan survei nasional dan internasional tentang hasil belajar 20% 40% 4 2014 60% 90% 20
k)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

365.156,6

II.L.023.28

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH TAHUN 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KESEHATAN
TARGET NO 1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya SASARAN INDIKATOR 2010 Meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan 1. Jumlah Kab/Kota yang mempunyai kemampuan dan pemberian dukungan manajemen Kementerian tanggap darurat dalam penanganan bencana Kesehatan 2. Persentase rumah tangga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Meningkatnya pelaksanaan pemberdayaan dan promosi kesehatan kepada masyarakat Meningkatnya penanggulangan krisis secara cepat Persentase rumah tangga yang melaksanakan PHBS Jumlah Kab/Kota yang mempunyai kemampuan tanggap darurat dalam penanganan bencana Persentase penduduk (termasuk seluruh penduduk miskin) yang memiliki jaminan kesehatan Persentase pengelolaan sarana prasarana aparatur Kementerian Kesehatan sesuai standar Persentase unit kerja yang menerapkan administrasi yang akuntabel Jumlah penelitian yang diproses dalam HAKI 105 2014 300 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Milyar) 13.823,0

50

70

1.1 Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan 1.2 Penanggulangan Krisis Kesehatan

50 105

70 300

895,8 651,0

1.3 Pembinaan, Pengembangan Pembiayaan dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 2 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Kesehatan Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kesehatan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Terumuskannya kebijakan pembiayaan dan jaminan kesehatan Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana aparatur Kementerian Kesehatan Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas aparatur Kementerian Kesehatan Meningkatnya kualitas penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan di bidang kesehatan

59

100

842,4

3

3

284,2

3 4

60 2

100 10
k)

443,0 2.409,3

II.L.024.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KESEHATAN
TARGET NO 5 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak SASARAN Meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat INDIKATOR 2010 1. Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN)) 2. Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1) 3. Persentase balita ditimbang berat badannya (jumlah balita ditimbang/seluruh balita (D/S)) 5.1 Pembinaan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Reproduksi Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu dan reproduksi 1. Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan PN) 2. Persentase ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal (cakupan kunjungan kehamilan ke empat (K4)) 3. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan KB sesuai standar 1. Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1) 2. Cakupan pelayanan kesehatan bayi 3. Cakupan pelayanan kesehatan balita 84 2014 90 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Milyar) 11.216,1

84 65

90 85

84 84

90 95

2.194,0

10

100

5.2 Pembinaan Pelayanan Kesehatan Anak

Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan anak

84 84 78

90 90 85

1.723,0

II.L.024.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KESEHATAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Meningkatnya kualitas penanganan masalah gizi masyarakat INDIKATOR 2010 5.3 Pembinaan Gizi Masyarakat 1. Persentase balita gizi buruk yang mendapat perawatan 2. Persentase balita ditimbang berat badannya (D/S) Jumlah Puskesmas yang menerapkan pelayanan kebidanan sesuai standar dan pedoman 100 65 70 2014 100 85 350 68,0 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Milyar) 2.804,2

5.4 Pembinaan Keperawatan dan Kebidanan

Meningkatnya Pembinaan Keperawatan dan Kebidanan

5.5 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak 6 Pembinaan Upaya Kesehatan

6.1 Pembinaan Upaya Kesehatan Dasar

Jumlah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) beroperasi Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Meningkatkan upaya Kesehatan dasar, rujukan, 1. Jumlah kota di Indonesia yang memiliki RS tradisional, alternatif dan komplementer, kesehatan kerja, standar kelas dunia (world class ) olah raga dan matra serta standarisasi, akreditasi dan 2. Jumlah puskesmas yang menjadi puskesmas peningkatan mutu pelayanan kesehatan perawatan di perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar berpenduduk Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar kepada 1. Jumlah puskesmas yang menjadi puskesmas masyarakat perawatan di perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar berpenduduk 2. Persentase puskesmas rawat inap yang mampu PONED

70.000

78.000

3.994,6

1 76

5 96

78.647,2

76

96

1.252,0

60

100

II.L.024.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KESEHATAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Meningkatnya pelayanan medik spesialistik kepada masyarakat INDIKATOR 2010 6.2 Pembinaan Upaya Kesehatan Rujukan 1. Jumlah kota di Indonesia yang memiliki RS standar kelas dunia (world class ) 2. Persentase RS kab/kota yang melaksanakan PONEK 3. Persentase RS Pemerintah menyelenggarakan pelayanan rujukan bagi Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) 4. Jumlah Kab/Kota yang dilayani oleh RS bergerak di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK) Persentase RS yang melayani pasien penduduk miskin peserta program Jamkesmas 1 80 60 2014 5 100 100 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Milyar) 434,5

14

18

6.3 Pelayanan Kesehatan Rujukan Bagi Masyarakat Miskin (Jamkesmas) 6.4 Pelayanan Kesehatan Dasar Bagi Masyarakat Miskin (Jamkesmas) 6.5 Bantuan Operasional Kesehatan (BOK)

Meningkatnya pelayanan kesehatan rujukan bagi penduduk miskin di RS

75

95

24.782,7

Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar bagi penduduk Jumlah puskesmas yang memberikan pelayanan miskin di Puskesmas kesehatan dasar bagi penduduk miskin Tersedianya Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk puskesmas Jumlah puskesmas yang mendapatkan bantuan operasional kesehatan dan menyelenggarakan lokakarya mini untuk menunjang pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM)

8.481

9.000

6.447,2

300

9.000

4.940,0

II.L.024.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KESEHATAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada Program Pembinaan Upaya Kesehatan Menurunnya angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit INDIKATOR 2010 6.6 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pembinaan Upaya Kesehatan Jumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) vertikal yang ditingkatkan sarana dan prasarananya 34 2014 34 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Milyar) 40.320,8

7

Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

7.1 Pembinaan Imunisasi dan Karantina Kesehatan

Meningkatnya pembinaan di bidang imunisasi dan karantina kesehatan

1. Persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap 2. Angka penemuan kasus Malaria per 1.000 penduduk 3. Jumlah kasus TB per 100.000 penduduk 4. Persentase kasus baru TB Paru (BTA positif) yang ditemukan 5. Persentase kasus baru TB Paru (BTA positif) yang disembuhkan 6. Angka kesakitan penderita DBD per 100.000 penduduk 7. Prevalensi kasus HIV 8. Jumlah kasus Diare per 1.000 penduduk 9. Jumlah desa yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap

80 2 235 73 85 55 0,2 350 2.500 80

90 1 224 90 88 51 <0,5 285 20.000 90

11.263,4

K)

1.205,9

II.L.024.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KESEHATAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular langsung INDIKATOR 2010 7.2 Pengendalian Penyakit Menular Langsung 1. Prevalensi kasus HIV 0,2 235 73 85 350 30 65 55 2 62 85 64 2014 <0,5 224 90 88 285 50 95 51 1 67 100 75 2.054,5 1.254,0 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Milyar) 1.237,3

7.3 Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang

7.4 Penyehatan Lingkungan

2. Jumlah kasus TB per100.000 penduduk 3. Persentase kasus baru TB Paru (BTA positif) yang ditemukan 4. Persentase kasus baru TB Paru (BTA positif) yang disembuhkan 5. Jumlah kasus Diare per 1.000 penduduk 6. Persentase ODHA yang mendapatkan Anti Retroviral Treatment (ART) 7. Persentase penduduk 15 tahun ke atas menurut pengetahuan tentang HIV dan AIDS Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan penyakit 1. Angka kesakitan penderita DBD per100.000 penduduk bersumber binatang 2. Angka penemuan kasus Malaria per 1.000 penduduk 1. Persentase penduduk yang memiliki akses Meningkatnya penyehatan dan pengawasan kualitas terhadap air minum berkualitas lingkungan 2. Persentase kualitas air minum yang memenuhi syarat 3. Persentase penduduk yang menggunakan jamban sehat

II.L.024.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KESEHATAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular INDIKATOR 2010 7.5 Pengendalian Penyakit Tidak Menular Persentase provinsi yang memiliki Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok 40 2014 100 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Milyar) 1.084,4

7.6 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 8 Kefarmasian dan Alat Kesehatan

Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan Jumlah UPT vertikal yang ditingkatkan sarana dan tugas teknis lainnya pada Program Pengendalian Penyakit prasarananya dan Penyehatan Lingkungan Meningkatnya sediaan farmasi dan alat kesehatan yang Persentase ketersediaan obat dan vaksin memenuhi standar, dan terjangkau oleh masyarakat Meningkatnya ketersediaan obat esensial generik di Persentase ketersediaan obat dan vaksin sarana pelayanan kesehatan dasar Meningkatnya produksi bahan baku dan obat lokal serta Jumlah bahan baku obat dan obat tradisional mutu sarana produksi dan distribusi kefarmasian produksi di dalam negeri Persentase dokumen anggaran yang diselesaikan Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan Persentase tenaga kesehatan yang profesional dan Meningkatnya ketersediaan dan mutu sumber daya memenuhi standar kompetensi manusia kesehatan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan

59

59

4.427,3

80

100

8.139,4

8.1 Peningkatan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan 8.2 Peningkatan Produksi dan Distribusi Kefarmasian

80 5

100 45
k)

7.473,2 125,0

8.3 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan 9 Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK)

80

100

421,1

60

80

15.536,2

II.L.024.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KESEHATAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Meningkatnya perencanaan dan pendayagunaan SDM kesehatan INDIKATOR 2010 9.1 Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan 1. Jumlah tenaga kesehatan yang didayagunakan dan diberi insentif di DTPK 2. Jumlah residen senior yang didayagunakan dan diberi insentif Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang ditingkatkan kemampuannya 1. Jumlah SDM kesehatan di fasilitas kesehatan yang telah ditingkatkan kemampuannya melalui pendidikan berkelanjutan 2. Persentase profesi tenaga kesehatan yang memiliki standar kompetensi 1. Jumlah UPT yang ditingkatkan sarana dan prasarananya 2. Jumlah lulusan tenaga kesehatan dari lembaga pendidikan pemerintah 1.200 700 2.350 7.530 2014 7.020 4.850 13.000 42.530
k)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Milyar) 2.884,9

k)

9.2 Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan 9.3 Sertifikasi, Standardisasi, dan Peningkatan Mutu SDM Kesehatan

Meningkatnya pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan Terselenggaranya sertifikasi, standardisasi, dan peningkatan mutu SDM kesehatan

k)

908,1 2.316,0

k)

30 30 13.000

90 60 75.000
k)

9.4 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan

Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan

7.823,2

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN KESEHATAN 2010-2014

141.761,9

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.024.8

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH TAHUN 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO 1 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya SASARAN 1.Menguatnya tatakelola dan sistem pengendalian manajemen Departemen Agama. 2. Meningkatnya kerukunan umat beragama melalui pembentukan dan efektifitas FKUB INDIKATOR 2010 1.Terlaksananya Penyusunan Program dan Anggaran 1. Operasional FKUB 1 183 15 1 1 33.834 33 2014 5 1.645 100 5 5 101.642 33
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 12.771,1

K)

1.1

Pembinaan Administrasi Perencanaan

2.Jumlah FKUB 1.Terlaksananya Penyusunan Program dan Anggaran DIPA (Dokumen) 2. Terlaksananya Penyusunan Bahan Nota Keuangan Bahan Nota Keuangan (Draft)

K) K)

208,8

K)

1.2 1.3

Pembinaan Administrasi Kepegawaian Pembinaan Administrasi Keuangan dan BMN

Terlaksananya Diklat Pra Jabatan

1.4 1.5

Terlaksananya Penyusunan Laporan Keuangan dan BMN serta Pendampingan Pengelolaan Laporan Keuangan di daerah Pembinaan Administrasi Organisasi dan Tatalaksana Terlaksananya Pembentukan dan Penyempurnaan Organisasi Departemen Agama Pembinaan Administrasi Hukum dan KLN 1. Terlaksananya Penyuluhan Hukum bagi Aparatur Dep. Agama dan Konsultansi Hukum untuk Penyelesaian Kasus-Kasus Gugatan Hukum di Pengadilan

Pegawai aparatur, Guru dan Dosen yang mengikuti diklat (orang) Laporan Keuangan dan BMN (Provinsi)

K)

918,8 324,0

Struktur Organisasi Departemen Agama (Provinsi) Penyuluhan Hukum dan Konsultansi Hukum (Kegiatan)

33 2

33 10
K)

128,8 138,7

II.L.025.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2. Terlaksananya Kajian Peraturan PerundangPeraturan Perundang-Undangan dan Data Undangan, Orientasi dan penyusunan Data Base Base Peraturan Per-UU-an (Kegiatan) Peraturan Per-UU-an Tersedianya Biaya pemeliharaan Sarana/Prasarana dan Pemeliharaan Sarana/Prasa rana dan Biaya Biaya Langganan Daya dan Jasa Kantor Dep.Agama Langganan Daya dan Jasa (Tahun) Pusat Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan Pelaksanaan Pengelolaan dan Pembinaan Administrasi PKUB Administrasi PKUB (Paket) Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Kegiatan) 1. Tersedianya dana operasional FKUB Operasional FKUB Tk.Provinsi (FKUB) Operasional FKUB TK. Kabupaten (FKUB) 2. Terlaksananya Pembangunan Sekber FKUB 3. Terlaksananya Pemulihan Pasca Konflik 1.10 Pembinaan Administrasi Informasi Keagamaan dan Terlaksananya Pengembangan dan Pemeliharaan Kehumasan Infrastruktur Jaringan Online dan sewa jaringan telekomunikasi satelit Pembinaan Administrasi KORPRI Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan Administrasi Korpri Pembinaan Administrasi TEKNIS URUSAN HAJI Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan (ATASE) Administrasi Atase Haji Pembinaan Administrasi Kanwil Terlaksananya Pembayaran Gaji, Uang makan, dan Tunjangan serta Biaya pemeliharaan Sarana/Prasarana dan Biaya Langganan Daya dan Jasa Kantor Dep.Agama Daerah Sekber FKUB Tk.Kab/Kota (Unit) Kegiatan Pemulihan Pasca Konflik (Kegiatan) Infrastruktur Jaringan Online dan jaringan telekomunikasi satelit (Kegiatan) Pelaksanaan Pengelolaan dan Pembinaan Administrasi Korpri (Paket) Pelaksanaan Pengelolaan dan Pembinaan Administrasi Atase Haji (Paket) Gaji, Uang makan, dan Tunjangan serta Pemeliharaan Sarana/Prasarana dan Biaya Langganan Daya dan Jasa (Paket) 3 2014 15
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

1.6

Pembinaan Administrasi Umum

1

5

K)

469,9

1.7 1.8 1.9

Pembinaan Administrasi PKUB Pembinaan Pendidikan Agama & Keagamaan Konghucu dan Multikultural Pembinaan Kerukunan Hidup Umat Beragama

1 2 33 150 15 1 2

5 10 33 440 30 5 2

K)

112,1 11,1 322,4

K)

K)

145,5

1.11 1.12 1.13

1 1 1

5 5 5

K)

14,1 36,1 9.941,0

K)

K)

II.L.025.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO 2 2.1 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara Kementerian Agama Penyediaan Sarana dan Prasarana Aparatur Departemen Agama SASARAN Terlaksananya Penyediaan Sarana Aparatur Terlaksananya Penyediaan Sarana Aparatur INDIKATOR 2010 Sarana Aparatur (Paket) Sarana Aparatur (Paket) 1 1 2014 5 5
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 475,0 475,0

K)

3 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 4

Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Menguatnya sistem pengendalian manajemen dan sistem pengawasan internal Departemen Agama. Aparatur Kementerian Agama Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Terlaksananya tata kelola dan manajemen pada Itjen Lainnya Sekretariat Itjen Pengawasan Fungsional Wilayah I Terlaksananya Audit Kinerja dan Audit Khusus Keuangan Pengawasan Fungsional Wilayah II Terlaksananya Audit Kinerja dan Audit Khusus Keuangan Pengawasan Fungsional Wilayah III Terlaksananya Audit Kinerja dan Audit Khusus Keuangan Pengawasan Fungsional Wilayah IV Terlaksananya Audit Kinerja dan Audit Khusus Keuangan Pengawasan Fungsional Wilayah V Terlaksananya Audit Kinerja dan Audit Khusus Keuangan Program Bimbingan Masyarakat Islam Meningkatnya pelayanan agama Islam

Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan (Satker) Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pada Itjen (kegiatan) Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan (Satker) Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan (Satker) Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan (Satker) Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan (Satker) Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan (Satker) Pelayanan Nikah Penyuluh Agama Islam Non PNS (Orang)

76 3 76 81 85 72 66 5.025 74.821 33 33 3 5.025

415 15 464 495 519 439 404 5.025 74.821 33 33 15 5.025

K)

573,4 192,4 76,3 76,3 76,2 76,2 76,0 6.860,7

K)

K)

K)

K)

K)

K)

4.1 4.2

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Bimas Islam Pengelolaan Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah

Pengelolaan Zakat (Provinsi) Pengelolaan Wakaf (Provinsi) Terlaksananya tata kelola dan manajemen Bimas IslamPerencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian Bimas Islam (kegiatan) 1.Tersedianya dana operasional KUA Terselenggaranya Pelayanan Nikah (Unit)

K)

168,7 5.169,4

II.L.025.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2.Terehabilitasinya KUA 3.Terlaksananya bantuan pemberdayaan lembaga sosial keagamaan Pengelolaan dan Pembinaan Penerangan Agama Tersedianya Tunjangan Penyuluh Agama Islam Non Islam PNS/PPPN Islam Pengelolaan dan Pembinaan Pemberdayaan Zakat Terlaksananya pengelolaan zakat dan pembinaan pemberdayaan lembaga-lembaga zakat Pengelolaan dan Pembinaan Pemberdayaan Wakaf Terlaksananya pengelolaan wakaf dan pembinaan pemberdayaan lembaga-lembaga wakaf Program Pendidikan Islam Tercapainya Akses dan Mutu Pendidikan Islam Kualitas Gedung KUA (Unit) Lembaga Sosial Keagamaan (Paket) Penyuluh Agama Islam Non PNS (Orang) 500 3 74.821 33 33 10,55% 13,44% 14,54% 19,32% 7,35% 2,89 >0,98 >0,97 >0,8 1,12 3 2014 3.300 38 74.821 33 33 10,64% 13,66% 14,93% 21,41% 8,56% 3,50 1 1 1 1,04 15
K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

4.3 4.4 4.5 5

1.045,8 279,7 197,1 150.005,8

5.1

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Pendidikan Islam

Pengelolaan dan Pembinaan Pemberdayaan Zakat (Provinsi) Pengelolaan dan Pembinaan Pemberdayaan Wakaf (Provinsi) APM MI APK MI APM MTs APK MTs APK MA APK PTA Rasio APM peserta didik perempuan:laki laki pada MI Rasio APM peserta didik perempuan:laki laki pada MTs Rasio APM peserta didik perempuan:laki laki pada MA Rasio APM peserta didik perempuan:laki laki pada PTA Terlaksananya tata kelola dan manajemen pendidikan Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian Islam pendidikan Islam (kegiatan) APM MI

43.701,0

5.2

Peningkatan Akses dan Mutu Madrasah Ibtidaiyah Meningkatnya APM MI

10,55%

10,64%

12.651,7

II.L.025.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Meningkatnya APK MI INDIKATOR 2010 APK MI Rasio APM peserta didik perempuan:laki laki pada MI Terlaksananya Rehab Ruang Kelas MI Ruang Kelas MI yang direhab (Ruang) Terlaksananya Bantuan Peningkatan Mutu Madrasah Mutu Madrasah MIN (Lokasi) MI Mutu Madrasah MIS (Lokasi) Terlaksananya Pembangunan Perpustakaan MI Perpustakaan MI (Ruang) Terselenggaranya Ujian Nasional MI/MTs Bidang Penyelenggaraan Ujian Nasional MI/MTs Studi Keagamaan Bidang Studi Keagamaan (Orang) 5.3 Peningkatan Akses dan Mutu Madrasah Tsanawiyah Meningkatnya APM MTs Meningkatnya APK MTs APM MTs 13,44% >0,98 2.165 80 80 500 1.300.000 2014 13,66% 1 8.805 580 1.080 2.000 1.300.000
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K) K)

14,54% 19,32% >0,97 6.350 80 80 500 500 950 7,35% >0,8

14,93% 21,41% 1 18.526 580 1.080 2.000 2.000 5.702 8,56% 1
K) K)

APK MTs Rasio APM peserta didik perempuan:laki laki pada MTs Terlaksananya Rehab Ruang Kelas MTs Ruang Kelas MTs yang direhab (Ruang) Terlaksananya Bantuan Peningkatan Mutu Madrasah Mutu Madrasah MTsN (Lokasi) MTs Mutu Madrasah MTsS (Lokasi) Terlaksananya Pembangunan Laboratorium IPA di Laboratorium IPA di MTS (Ruang) MTS Tersedianya Peralatan Laboratorium IPA di MTS Peralatan Laboratorium IPA di MTS (Set) Terlaksananya Pembangunan RKB MTS Meningkatnya APK MA RKB MTS (Ruang) APK MA Rasio APK peserta didik perempuan:laki laki pada MA

K) K)

K)

K)

5.4

Peningkatan Akses dan Mutu Madrasah Aliyah

6.341,4

II.L.025.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Terlaksananya Rehab Ruang Kelas MA Terlaksananya Pengembangan Mutu MA melalui Kontrak Prestasi Terlaksananya Pengembangan Pendidikan Ketrampilan MA Terlaksananya Bantuan Peningkatan Mutu Madrasah MA INDIKATOR 2010 Ruang Kelas MA yang direhab (Ruang) Mutu MA melalui Kontrak Prestasi (Lokasi) Pendidikan Ketrampilan MA (Lokasi) Mutu MAN (Lokasi) 2.121 48 58 113 188 2 16 270.000 243 500 450 90.000 3.500 2.000 10.800 10.000 2.800 2014 10.021 288 350 565 940 3 46 270.000 503 2.500 2.250 480.000 21.000 12.000 57.000 53.000 14.000
K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K)

K)

Mutu MAS (Lokasi) Terlaksananya Pengembangan MAN Insan Cendekia MAN Insan Cendekia (Lokasi) Terlaksananya Pembangunan Madrasah Bertaraf Internasional Terselenggaranya Ujian Nasional MA Bidang Studi Keagamaan Terlaksananya Pembangunan USB MA Terlaksananya Pembangunan RKB MA Terlaksananya Pembangunan Laboratorium dan Perpustakaan MA Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Pendidik dan Terlaksananya Sertifikasi Guru Tenaga Kependidikan Madrasah Terlaksananya Beasiswa guru Program S1 Terlaksananya Kualifikasi Guru Program S2 Terlaksananya Bantuan Peningkatan Kualifikasi Guru Program S1 Terlaksananya Kualifikasi Guru melalui Dual Mode Terlaksananya Beasiswa kompetensi ganda guru dalam jabatan Madrasah Bertaraf Internasional (Lokasi) Penyelenggaraan Ujian Nasional MA Bidang Studi Keagamaan (Orang) USB MA (Unit) RKB MA (Unit) Laboratorium dan Perpustakaan MA (Unit) Guru yang tersertifikasi (Orang) Guru madrasah yang S1 (Guru) Guru madrasah yang S2 (Guru) Guru madrasah yang S1 (Guru) Kualifikasi Guru madrasah (Guru) Beasiswa guru kompetensi ganda (Guru)

K)

K)

5.5

K)

46.747,7

K) K) K)

K)

K)

II.L.025.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Terlaksananya Sertifikasi Guru dalam jabatan melalui Sertifikasi guru melalui beasiswa (Guru) jalur pendidikan Terlaksananya subsidi tunjangan fungsional Guru Non Tunjangan fungsional Guru Non - PNS - PNS (Orang) Sudah S1 Tunjangan fungsional Guru Non - PNS Belum S1 (Orang) Terlaksananaya Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Tunjangan Profesi Guru non PNS (Orang) Non PNS Terlaksananaya Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Tunjangan Profesi Guru PNS (Orang) PNS Terlaksananaya Pembayaran Tunjangan Khusus Guru Tunjangan Khusus Guru (Orang) Rasio Guru Perempuan-Laki-laki yang bersertifikat pendidik Penyediaan Subsidi Pendidikan Madrasah Bermutu Tersedianya anggaran BOS MI dan MTs MI - Kota - Kabupaten MTs - Kota - Kabupaten Tersedianya Beasiswa Miskin MI Tersedianya Beasiswa Miskin MTs Tersedianya Beasiswa Miskin MA - Kota - Kabupaten - Kota - Kabupaten Siswa Miskin MI Penerima Beasiswa (Siswa) Siswa Miskin MTs Penerima Beasiswa (Siswa) Siswa Miskin MA Penerima Beasiswa (Siswa) rasio Siswa MI, MTs penerima BOS (Siswa) 2.400 184.311 275.037 52.144 87.691 3.500 50% 6.184.150 3.364.009 494.245 2.869.764 2.820.141 355.239 2.464.902 640.000 540.000 320.000 2014 13.500 184.311 275.037 294.144 235.691 3.500 85% 6.595.965 3.588.025 527.158 3.060.867 3.007.940 378.895 2.629.045 640.000 540.000 320.000 23.780,8
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

5.6

II.L.025.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO 5.7 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Keagamaan Islam SASARAN Terlaksananya Operasional Penyelenggaraan Paket A dan B Terlaksananya Penyelenggaraan Program Wajar Dikdas pada Pontren Syalafiyyah Terselenggaranya Life Skills dan Short Course Pendidikan Non Formal Terselenggaranya Pembelajaran Paket C Pontren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Agama dan Keagamaan INDIKATOR 2010 Penyelenggaraan Paket A dan B (Lembaga) Penyelenggaraan PPS Program Wajar Dikdas pada Pontren (Lembaga) Life Skills dan Short Course Pendidikan Non Formal (Lembaga) Paket C pada Pontren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan (Lokasi) Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi) 928 8.027 100 300 34 610.366 a. BOS Siswa Diniyah Ula - Kota - Kabupaten b. BOS Siswa Diniyah Wustha - Kota - Kabupaten Meningkatnya APK PTA a. BOS Siswa Diniyah Ula - Kota - Kabupaten b. BOS Siswa Diniyah Wustha - Kota - Kabupaten APK PTA 191.794 11.599 180.195 418.572 24.617 393.955 2,89 1,12 53 2014 1.160 8.027 125 350 34 651.011 204.566 12.371 192.195 446.445 26.256 420.189 3,50 1,04 68 62 53 53 1.628,8 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.244,0

5.8

Penyediaan Subsidi Pendidikan Agama Islam Bermutu

5.9

Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tinggi Islam

10.009,1

Rasio APK peserta didik perempuan:laki laki pada PTA Terlaksananaya Peningkatan Sarana Prasarana Perti Sarana Prasarana Pendidikan Tinggi Termasuk Pasca Bencana (Lembaga) Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan dan ICT Perpustakaan dan ICT (Unit) Terlaksananya Penelitian pada PTAN Lembaga Peneliti (Lembaga)

II.L.025.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Terlaksananya Pembangunan Gedung PTAN Terlaksananya Pengabdian Masyarakat Berbasis Program Tersedianya Beasiswa Mahasiswa Miskin Terlaksananya Beasiswa S1 santri berprestasi Tersedianya Tunjangan Profesi Dosen Non PNS INDIKATOR 2010 Gedung Pendidikan Tinggi Agama (Lembaga) Pengabdian Masyarakat Berbasis Program (Lembaga) Mahasiswa Miskin Penerima Beasiswa (Orang) Beasiswa S1 santri berprestasi (Orang) Profesi Dosen Non PNS (Orang) 4 53 59.538 2.035 400 2014 4 53 59.538 2.535 600 788,5 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

5.10

Penyediaan Subsidi Pendidikan Tinggi Islam

5.11

Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Dosen dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Tinggi Islam

2.021,4

5.12 5.13

Profesi Dosen PNS (Orang) Profesi Dosen Non PNS Guru Besar (Orang) Dosen PTAI yang S2 (Orang) Dosen PTAI yang S3 on Going (Orang) Dosen PTAI yang S3 Baru (Orang) Terlaksananya Kualifikasi Dosen Program S2/S3 Dosen Program S2/S3 (Dosen) Terlaksananya Percepatan Sertifikasi Dosen Dosen yang tersertifikasi (Dosen) Terlaksananya Peningkatan Kompetensi Dosen (short Dosen yang mengikuti Short Course (Orang) course) Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Agama Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam pada Sekolah Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi) Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Pendidik dan Terlaksananya Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Kualitas dan kesejahteraan Pendidik dan Pengawas Pendidikan Agama Islam Pendidik dan Pengawas Pendidikan Agama Islam Pengawas (Provinsi) Program Bimbingan Masyarakat Kristen Terselenggaranya urusan dan pendidikan agama Kristen Kinerja Penyuluh Agama Kristen Non PNS (Orang) Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi)

Tersedianya Tunjangan Profesi Dosen PNS Tersedianya Tunjangan Profesi Dosen Non PNS Guru Besar Terlaksananya Beasiswa Dosen Program S2 Terlaksananya Beasiswa Dosen Program S3

3.864 430 600 200 250 1.250 4.000 100 34 33

13.864 430 2.900 450 1.000 6.250 17.000 400 34 33
K)

K) K) K) K)

1.015,5 75,9

6

6.697 34

6.697 34

1.646,1

II.L.025.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO 6.1 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Bimas Kristen SASARAN INDIKATOR 2010 Terlaksananya tata kelola dan manajemen pendidikan Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian Kristen pendidikan Kristen (kegiatan) Kinerja Penyuluh Agama Kristen Non PNS (Orang) Lembaga Sosial Keagamaan (Paket) Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi) Sarana Prasarana Pendidikan Tinggi (Lembaga) Perpustakaan dan ICT (Lembaga) Lembaga Peneliti (Lembaga) Pengabdian Masyarakat Berbasis Program (Lembaga) Penyuluh Agama Katolik Non PNS (Orang) 3 2014 15
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 93,1

6.2

6.3

7

Pengelolaan dan Pembinaan Urusan Agama Kristen 1.Tersedianya Tunjangan Penyuluh Agama Kristen Non PNS/PPPN 2.Terlaksananya bantuan pemberdayaan lembaga sosial keagamaan Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Kristen 1.Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Agama dan Keagamaan 2.Terlaksananaya Peningkatan Sarana Prasarana Perti Termasuk Pasca Bencana 3.Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan dan ICT 4.Terlaksananya Penelitian pada PTAN 5.Terlaksananya Pengabdian Masyarakat Berbasis Program Program Bimbingan Masyarakat Katolik Terselenggaranya urusan dan pendidikan agama Katolik

6.697 1 34 7 4 6 6 4.406 34 3

6.697 15 34 7 6 6 6 4.405 34 15
K) K) K)

248,7

1.304,3

790,0

7.1

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Bimas Katolik

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi) Terlaksananya tata kelola dan manajemen pendidikan Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pendidikan Katolik (kegiatan) Katolik Penyuluh Agama Katolik Non PNS (Orang) Lembaga Sosial Keagamaan (Paket)

71,8

7.2

Pengelolaan dan Pembinaan Urusan Agama Katolik 1. Tersedianya Tunjangan Penyuluh Agama Katolik Non PNS/PPPN 2. Terlaksananya bantuan pemberdayaan lembaga sosial keagamaan

4.406 1

4.406 10
K)

182,9

II.L.025.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO 7.3 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Katolik SASARAN INDIKATOR 2010 1. Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi) 2. Terlaksananaya Peningkatan Sarana Prasarana Perti Sarana Prasarana Pendidikan Tinggi Termasuk Pasca Bencana (Lembaga) Terselenggaranya urusan dan pendidikan agama HinduPenyuluh Agama Hindu Non PNS (Orang) Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi) Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian Bimas Hindu (kegiatan) Penyuluh Agama Hindu Non PNS (Orang) Lembaga Sosial Keagamaan (Paket) Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (Lokasi) Sarana Prasarana Pendidikan Tinggi (lembaga) Perpustakaan dan ICT (lembaga) Lembaga Peneliti (lembaga) Pengabdian Masyarakat Berbasis Program (lembaga) Pelaksanaan Ibadah Haji serta Pengawasan Haji yang Tertib dan Lancar (Jamaah) 34 1 3.088 34 3 3.088 1 34 3 2 3 3 210.000 2014 34 1 3.088 34 15 3.088 10 34 3 3 3 3 1.050.000
K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 535,3

8

Program Bimbingan Masyarakat Hindu

1.003,8

8.1 8.2

8.3

9

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Terlaksananya tata kelola dan manajemen Bimas Lainnya Sekretariat Ditjen Bimas Hindu Hindu Pengelolaan dan Pembinaan Urusan Agama Hindu 1. Tersedianya Tunjangan Penyuluh Agama Hindu Non PNS/PPPN 2. Terlaksananya bantuan pemberdayaan lembaga sosial keagamaan Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Hindu 1. Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Agama dan Keagamaan 2. Terlaksananaya Peningkatan Sarana Prasarana Perti Termasuk Pasca Bencana 3. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan dan ICT 4. Terlaksananya Penelitian pada PTAN 5. Terlaksananya Pengabdian Masyarakat Berbasis Program Program Penyelenggaraan, Pembinaan dan Terlaksananya Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang tertib dan lancar Pengelolaan Haji dan Umrah

40,7 144,7

818,4

1.117,5

II.L.025.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO 9.1 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Terlaksananya tata kelola dan manajemen Lainnya Setditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Penyelenggaraan Haji dan Umrah Pembinaan Haji dan Umrah Pelayanan Haji dan Umrah Terlaksananya Pembinaan Ibadah Haji dan Umrah Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah (kegiatan) 3 2014 15
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 98,1

9.2 9.3

Pelaksanaan Pembinaan Ibadah Haji dan Umrah (Provinsi) Terlaksananya Pelayanan Ibadah Haji dan Umrah serta Pelaksanaan Ibadah Haji serta Pengawasan Pengawasan Haji Haji yang Tertib dan Lancar (Jamaah) Terlaksananya Pengelolaan biaya penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Terselenggaranya urusan dan pendidikan agama Budha Pelaksanaan Pengelolaan biaya penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (kegiatan) Penyuluh Agama Buddha Non PNS (orang)

33 210.000

33 1.050.000
K)

170,5 775,4

9.4

Pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Program Bimbingan Masyarakat Budha

34

34

73,5

10

1.498 34 3

1.498 34 15
K)

561,2

10.1

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Bimas Buddha

Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (lokasi) Terlaksananya tata kelola dan manajemen pendidikan Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pendidikan Agama Budha (kegiatan) Agama Budha Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan (lokasi) Penyuluh Agama Buddha Non PNS (orang) Lembaga Sosial Keagamaan (Paket)

99,7

10.2

Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan dan Urusan 1. Terlaksananya Pengelolaan dan Pembinaan Agama Budha Pendidikan Agama dan Keagamaan 2. Tersedianya Tunjangan Penyuluh Agama Buddha Non PNS/PPPN 3. Terlaksananya bantuan pemberdayaan lembaga sosial keagamaan 4. Tersedianya Beasiswa Mahasiswa Miskin

34 1.498 1 503 2

34 1.498 9 503 2
K)

461,5

Mahasiswa Miskin Penerima Beasiswa (orang) 5. Terlaksananaya Peningkatan Sarana Prasarana Perti Sarana Prasarana Pendidikan Tinggi Termasuk Pasca Bencana (lembaga)

II.L.025.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN AGAMA
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN 6. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan dan ICT 7. Terlaksananya Penelitian pada PTAN 8. Terlaksananya Pengabdian Masyarakat Berbasis Program Terlaksananya penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan serta Pendidikan dan Pelatihan Departemen Agama INDIKATOR 2010 Perpustakaan dan ICT (lembaga) Lembaga Peneliti (lembaga) Pengabdian Masyarakat Berbasis Program (lembaga) Penelitian dan Pengembangan Agama (kegiatan) 1 1 1 9 2014 1 1 1 53
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

11

Program Penelitian dan Pengembangan Serta Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama

2.743,0

11.1

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Keagamaan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan Penelitian dan Pengembangan Lektur Keagamaan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Keagamaan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran

Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (kegiatan) Diklat Struktural dan Diklat Fungsional (kegiatan) Terlaksananya tata kelola dan manajemen Litbang dan Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian Diklat Litbang dan Diklat (kegiatan) Terlaksananya Penelitian dan Pengembangan Lektur Lektur Kehidupan Keagamaan (kegiatan) kehidupan Keagamaan Terlaksananya Penelitian dan Pengembangan Lektur Lektur Pendidikan Agama dan Keagamaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (kegiatan) Terlaksananya Penelitian dan Pengembangan Lektur Lektur Keagamaan (kegiatan) Keagamaan Terlaksananya Diklat Struktural dan Diklat Fungsional Diklat Struktural dan Diklat Fungsional (kegiatan) Terlaksananya Diklat Struktural dan Diklat Fungsional Diklat Struktural dan Diklat Fungsional (kegiatan) Terlaksananya Pentashihan Mushaf Al-Quran Pentashihan AlQuran (kegiatan) TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN AGAMA 2010-2014

10 22 3

55 118 15

K)

K)

K)

678,6

11.2 11.3 11.4 11.5 11.6 11.7

3 10 6 10 12 2

23 59 38 57 71 30

K)

194,9 115,0 169,2 808,7 692,1 84,6 178.547,4

K)

K)

K)

K)

K)

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.025.13

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No I PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI TENAGA KERJA DAN PRODUKTIVITAS Pengembangan Standar Kompetensi Kerja dan Program Pelatihan Tersusunnya standar kompetensi kerja nasional yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sektor industri manufaktur dan sektor non-industri manufaktur. Peta kompetensi industri sesuai kebutuhan pengguna; Survey dan pemetaan sektor manufaktur dan non manufaktur 40% asosiasi profesi 50% SKKNI 30% SKKNI 40% SKKNI
K)

SASARAN

INDIKATOR 2010 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 4.059,9

1.

458,7

Jumlah Asosiaso profesi yang terlibat penyusunan SKKNI Jumlah penetapan SKKNI sesuai peta kompetensi industri Jumlah Penetapan SKKNI sesuai peta kompetensi non manufaktur termasuk jasa logistik Jumlah ketetapan SKKNI yang diterapkan oleh diklat profesi; Tersusunnya harmonisasi peraturan tentang sertifikasi kompetensi tenaga kerja. -

peraturan kerangka kualifikasi nasional

peraturan kerangka kualifikasi nasional
K)

Jumlah penetapan standar kompetensi dalam kerangka MRA Jumlah program pelatihan berbasis kompetensi

6 50 500

K)

K)

II.L.026.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Terlaksananya pelatihan berbasis kompetensi 2. 3. Pelatihan Kewirausahaan Terlaksananya pelatihan calon wirausaha baru INDIKATOR 2010 Jumlah tenaga kerja yang mendapat pelatihan berbasis kompetensi Jumlah calon wirausaha baru yang dilatih Tersusunnya standar baku yang memenuhi kriteria sebagai lembaga pelatihan berbasis kompetensi 25.000 370.000 40.000 Rancangan standar baku Penetapan standar baku dan sosialisasi di 33 provinsi Pedoman manajemen lembaga pelatihan dan sosialisasi di 33 provinsi 65 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K)

417,5 696,7

Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, Sarana dan Diterapkannya tata kelola manajemen yang baik Pemberdayaan Kelembagaan Pelatihan dan oleh lembaga pelatihan berbasis kompetensi Produktivitas

K)

Tersusunnya panduan tata pengelolaan dan pengembangan manajemen lembaga pelatihan

Pedoman manajemen lembaga pelatihan yang berlaku secara nasional

K)

Jumlah lembaga pelatihan kerja yang menerapkan pedoman tata pengelolaan dan pengembangan manajemen lembaga pelatihan Jumlah pemerintah daerah yang melaksanakan komitmen 40 kesepakatan dan kesepahaman untuk pengembangan lembaga pelatihan berbasis kompetensi Jumlah BLK yang menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi; Jumlah BLK yang menerapkan ISO Jumlah BLK yang diakreditasi sebagai TUK Jumlah BLK yang diakreditasi sebagai BLU Jumlah lembaga pelatihan yang terakreditasi Jumlah BLK yang ditingkatkan kualitasnya 11 3 8 4 40 40

K)

65

K)

43 20 11 11 120 65

K)

K) K) K) K) K)

II.L.026.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No 4 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Peningkatan Penyelenggaraan Pemagangan Dalam dan Luar Negeri SASARAN Terselenggaranya pelatihan melalui pemagangan bersertifikat kompetensi yang berbasis pengguna di dalam dan luar negeri Meningkatnya kompetensi instruktur dan tenaga kepelatihan INDIKATOR 2010 Jumlah peserta yang mengikuti pemagangan di perusahaan Jumlah peserta pemagangan yang mendapat sertifikat kompetensi Jumlah instruktur pelatihan berbasis kompetensi yang memiliki sertifikat 10.000 2.500 % instruktur berbasis kompetensi naik 30% 50.000 22.500 % instruktur berbasis kompetensi naik 60% 100% manajer BLK 47.500 110 kab/kota 3.267,6 Tersedianya regulasi yang melindungi pekerja migran. Ratifikasi konvensi buruh migran dan keluarganya Penyiapan ratifikasi konvensi buruh migran Ratifikasi konvensi buruh migran
K) K)

2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 247,6

K)

5

Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga Kepelatihan

209,5

Jumlah manajer BLK berbasis kompetensi yang dilatih 6 Pengembangan dan Peningkatan Produktivitas Meningkatnya produktivitas tenaga kerja dan perusahaan Jumlah Tenaga kerja yang ditingkatkan produktivitasnya Jumlah Kabupaten/kota yang melaksanakan pengukuran produktivitas II 1 PROGRAM PENEMPATAN DAN PERLUASAN KESEMPATAN KERJA Peningkatan Perlindungan Pekerja Migran Melalui Perbaikan Regulasi

20% manajer BLK

K)

163,4

488,1

Amandemen UU 39/2004; Persentase peraturan turunan amandemen UU Jumlah perjanjian penempatan MoU dengan negara tujuan %Calon pekerja migran yang terlayani dan tercatat pada dinas tenaga kerja provinsi dan kabupaten Tersedianya sistem komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko TKLN) Jumlah atase ketenagakerjaan yang memberi perlindungan pekerja migran

Persiapan amandemen UU Amandemen UU 100% peraturan turunan tersusun 10 MOU 100% calon pekerja migran terlayani 14 embarkasi 13 Atase 17 MOU 100% calon pekerja migran terlayani 14 embarkasi 13 Atase

K)

K)

II.L.026.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No 2 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pengembangan dan Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja SASARAN Tersedianya peluang kerja produktif di berbagai bidang usaha produktif INDIKATOR 2010 (a) Jumlah penganggur yang memperoleh pekerjaan sementara; (b) Jumlah kabupaten/kota yang menyelenggarakan program pengurangan pengangguran sementara Jumlah wirausaha baru yang tercipta Jumlah pendamping wirausaha baru 24.000 orang, 231 Kab/Kota 2014 384.000 Orang; 360 Kab/kota
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 856,7

5.396 Orang, 270 Paket

45.000 Orang 7000 Orang Pendamping wirausaha 6.400 Orang TKS

K)

763,8

K)

Jumlah Tenaga Kerja Sukarela yang melakukan 1.000 Orang TKS pendampingan dalam Program perluasan Kesempatan Kerja Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan sinergi program APBN untuk perluasan kesempatan kerja 3 Peningkatan Pengembangan Pasar Kerja Terbangunnya layanan sistem informasi pasar kerja. Adanya sistem informasi pasar kerja on-line 231 Kab / Kota

K)

200 Kab/ Kota

a. Electronic form

Sistem Informasi Pasar kerja online Operasional dan pemeliharaan

K)

269,8

b. Document management c. Job order management d. Recruitment management

II.L.026.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 e. Selection management 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

f. Security g. Interoperability h. Placement management i. Campaign management j. Operasional 33 Provinsi Jumlah pusat layanan informasi pasar kerja tingkat provinsi 6 Provinsi menerapkan dan kabupaten/kota yang terhubung dengan sistem dengan model bisnis layanan IPK menerapkan model bisnis layanan IPK sistem bursa kerja on-line dan menerapkan standar layanan sesuai ”model bisnis layanan” yang baik 20 Kab/Kota menerapkan 60 Kab/Kota model bisnis layanan IPK menerapkan model bisnis layanan IPK Tersedianya infrastruktur SIM pasar kerja (33 provinsi, 200 server, network, koneksi kab/kota) internet Tersedianya infrastruktur SIM pasar kerja (33 provinsi, 200 kab/kota) Jumlah pencari kerja yang memanfaatkan jasa pusat layanan informasi pasar kerja Jumlah bursa kerja yang memenuhi standar pelayanan umum Server, network, koneksi internet 100.000 server, network, koneksi internet Koneksi internet 1.500.000
K)

Terwujudnya pusat-pusat pelayanan informasi pasar kerja berkualitas yang dibutuhkan oleh pencari kerja dan pengguna tenaga kerja.

33 provinsi, 146 Kab/kota 33 provinsi, 456 Kab/Kota

II.L.026.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No III PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PENINGKATAN PEMBINAAN DAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA Penyempurnaan Peraturan Ketenagakerjaan Tersusunnya Peraturan yang dapat mendorong penciptaan kesempatan kerja dan memperkuat lembaga HI Tersusunnya peraturan bidang HI yang meliputi pengaturan Naskah akademik ttg kompensasi & penetapan PHK, Hubungan kerja (PKWT&Outsourcing), pengupahan (UM, KHLm,upah selama skorsing), perlindungan pekerja, mogok kerja Tersusunnya peraturan tentang organisasi pekerja/buruh Amandemen, UU, Peraturan pelaksanaan, Sosialisasi, konsolidasi Amandemen, UU, Peraturan pelaksanaan, Sosialisasi, konsolidasi Amandemen, UU, Peraturan pelaksanaan, Sosialisasi, konsolidasi 4 rancangan naskah
K)

SASARAN

INDIKATOR 2010 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.346,5

1

182,0

K)

Tersusunnya peraturan tentang penyelesaian perselisihan HI

K)

Terbangunnya kebijakan ketenagakerjaan pusat Harmonisasi kebijakan jaminan sosial dengan kebijakan/peraturan daerah secara sinergis Selarasnya peraturan bidang HI Inventarisasi perda HI

K)

5,0

Inventarisasi Perda HI & assessment, Sosialisasi dan konsolidasi dengan Pemda

K)

145,0

II.L.026.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No 1 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pengelolaan Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial SASARAN Tercapainya kesepakatan dalam hubungan kerja. INDIKATOR 2010 Tersusunnya mekanisme perundingan secara bipartit, pencatatan, keterwakilan dan verifikasi SP/SB Jumlah lembaga kerjasama (LKS) bipartit di perusahaan 2 naskah 4 naskah 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 368,5

naik 5%

% LKS Bipartit di perusahaan naik 20% dari 2010 5.000 242 LKS 1800 LKS 30.000 Inventarisasi kompetensi, pemetaan dan penerapan SKKNI AHI

K)

Jumlah perwakilan pekerja, SP/SB dan pengusaha yang mendapat pendidikan teknik bernegosiasi Jumlah pembentukan LKS tripartit kabupaten/kota Jumlah anggota LKS bipartit dan tripartit yang diberdayakan Jumlah SDM yang memahami Hl Tersusunnya SKKNI ahli HI

500 49 LKS 160 LKS 3000 Inventarisasi kompetensi

K)

K) K)

K)

IV

PROGRAM PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DAN PENGEMBANGAN SISTEM PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN Peningkatan Perlindungan Pekerja Perempuan dan Penghapusan Pekerja Anak Memfasilitasi pekerja anak untuk kembali ke dunia pendidikan atau memperoleh pelatihan keterampilan Berkurangnya jumlah anak yang bekerja pada bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak Meningkatnya perlindungan kepada pekerja perempuan Jumlah pekerja anak yang ditarik dari BPTA 3.000 28.200
K)

1.000,8

1

212,0

Persentase pekerja anak yang ditarik dari BPTA yang dikembalikan ke dunia pendidikan dan/atau memperoleh pelatihan keterampilan Persentase perusahaan yang memenuhi norma kerja perempuan dan anak

100%

100%

10%

40%

58,8

II.L.026.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Tersedianya kebijakan dalam upaya perlindungan pekerja perempuan dan anak Draft RPP Penanggulangan Anak yang Bekerja di Luar Hubungan Kerja 2014 PP Penanggulangan Anak yang Bekerja di Luar Hubungan Kerja dan aturan pelaksanaan
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

Pedoman Pengawasan Norma Kerja Perempuan

Pedoman Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Sosialisasi 990

K)

2

Peningkatan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Diterapkannya manajemen dan standar K3.

Jumlah pengawas ketenagakerjaan dalam pengawasan norma kerja perempuan dan anak yang ditingkatkan kapasitasnya Jumlah perusahaan yang menerapkan manajemen K3

120

K)

% perusahaan naik 10%

% perusahaan naik 50% dari 2010

460,0

Menurunnya jumlah kecelakaan dan penyakit akibat kerja

20% tenaga pengawas K3 65 % tenaga bersertifikat kompetensi pengawas K3 bersertifikat kompetensi Persentase tenaga pengawas yang ditingkatkan kapasitasnya 100% tenaga pengawas ditingkatkan kapasitasnya

Jumlah tenaga pengawas yang memenuhi standar kompetensi.

II.L.026.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No V PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA DEPNEKERTRANS PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR DEPNAKERTRANS PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPNAKERTRANS PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT DAN KAWASAN TRANSMIGRASI Dukungan Teknis dan Manajemen Ditjen ■ Tersedianya dukungan manajemen dan teknis P2MKT terhadap pelaksanaan pengembangan masyarakat transmigrasi dan kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.423,3

VI

228,7

VII VIII

286,7 3.399,6

a.

■ Tersusunnya Program dan Anggaran Satuan Kerja 170 Pkt (Pusat, Provinsi dan Kabupaten) ■ Terwujudnya pelaksana Anggaran dan Pelaporan 12 Pkt berbasis Kinerja secara optimal sesuai dengan ketentuan APBN ■ Tersedianya sarana dan prasara-na kerja pada 6 12 Pkt Satuan Kerja sesuai kebutuhan organisasi ■ Meningkatnya kompetensi pegawai sebanyak 490 450 org orang yang sesuai dengan kebutuhan organisasi ■ Tersedianya bahan rumusan Norma, Standar, Kriteria dan Prosedur (NSPK) 12 Pkt

873 Pkt

K)

259,7

60 Pkt

K)

60 Pkt 2.410 org

K)

K)

60 Pkt

K)

II.L.026.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No b. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi SASARAN ■ Meningkatnya penguatan kelemba-gaan perdesaan di permukiman transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya kapasitas aparat dalam pengelolaan dan pelayanan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya kapasitas sumber daya manusia dalam proses pengembangan di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya peran serta lintas sector, swasta dan masyarakat di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Terciptanya peningkatan kualitas dasar masyarakat di Kawasan Transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Daerah Tertinggal) ■ INDIKATOR 2010 Jumlah kelembagaan masyarakat yang mandiri 10 2014 127 Lembaga
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.107,0

■ Jumlah aparat yang memiliki kapasitas pengelolaan dan pelayanan di Kawasan Transmigrasi

144 kimtrans

743 kimtrans

K)

■ Jumlah fasilitasi kegiatan yang dilakukan; ■ Jumlah pelatihan dan pendampingan yang diberikan ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ Jumlah lintas sector yang berperan Jumlah swasta / investor yang berperan Jumlah masyarakat transmigrasi yang berperan Bantuan Pangan Bantuan Pendidikan Bantuan Kesehatan Pelayanan Mental spiritual

12 bln 12 kali

60 bln 60 kali

K) K)

5 LS 9 34.861 Kel 13.876 Kel 27.925 Kel 36.861 Kel 131 Kel 3 kali

36 LS 59 197.550 Kel 87.433 Kel 165.904 Kel 200.052 Kel 735 Kel 12 kali

K) K) K)

K) K) K) K)

■ Jumlah pelatihan /Bintek/ Diseminasi/ studi Banding mengenai pengembangan ekonomi lokal dan daerah untuk aparatur pengelola kawasan transmigrasi

K)

II.L.026.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Terlaksananya pelatihan BDS bagi masyarakat dan pengusaha lokal/ daerah di kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Daerah Tertinggal) ■ Terbentuknya forum lintas stakeholder terkait perencanaan dan penga-nggaran program/ kegiatan pengembangan ekonomi lokal dan daerah di kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya penguatan kelem-bagaan perdesaan di permukiman transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya kapasitas aparat dalam pengelolaan dan pelayanan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya kapasitas sumber daya manusia dalam proses pengembangan di kawasan transmigrasi (Pemba-ngunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya peran serta lintas sector, swasta dan masyarakat di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ Terciptanya pe-ningkatan kualitas dasar masyarakat di Kawasan Transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) INDIKATOR 2010 ■ Jumlah pelatihan BDS bagi masyarakat dan pengusaha lokal/daerah di kawasan transmigrasi 3 kali 17 kali 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

Jumlah forum lintas stakeholder yang aktif.

5 20%

43 50%

K)

■ % jumlah stakeholder non pemerintah yang terlibat di dalam forum lintas stakeholder.

Jumlah kelembagaan masyarakat yang mandiri

10 lembaga

28 lembaga

K)

■ Jumlah aparat yang memiliki kapasitas pengelolaan dan pelayanan di Kawasan Transmigrasi

26 kimtrans

107 kimtrans

K)

Jumlah fasilitasi kegiatan yang dilakukan;

12 bln 12 bln 1 LS 2 41.013 Kel 2.449 Kel 4.928 Kel 4.152 Kel 23 Kel

60 bln 60 bln 33 LS 10 226.652 Kel 12.718 Kel 23.456 Kel 26.591 Kel 105 Kel

K)

■ Jumlah pelatihan dan pendampingan yang diberikan ■ Jumlah lintas sector yg berperan ■ Jumlah swasta / investor yang berperan ■ Jumlah masyarakat transmigrasi yang berperan ■ ■ ■ ■ Bantuan Pangan Bantuan Pendidikan Bantuan Kesehatan Pelayanan Mental spiritual

K)

K) K) K)

K) K) K) K)

II.L.026.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Daerah Perbatasan) ■ Terlaksananya pelatihan BDS bagi masyarakat dan pengusaha lokal/ daerah di kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Daerah Perbatasan) ■ Terbentuknya forum lintas stakeholder terkait perencanaan dan pengangga-ran program/ kegiatan pengembangan ekonomi lokal dan daerah di kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya penguatan kelembaga-an perdesaan di permukiman transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ Meningkatnya kapasitas aparat dalam pengelolaan dan pelayanan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ Meningkatnya kapasitas sumber daya manusia dalam proses pengembangan di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) INDIKATOR 2010 ■ Jumlah pelatihan /Bintek/ Diseminasi/ studi Banding mengenai pengembangan ekonomi lokal dan daerah untuk aparatur pengelola kawasan transmigrasi 1 kali 5 kali 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

■ Jumlah pelatihan BDS bagi masyarakat dan pengusaha lokal/daerah di kawasan transmigrasi

1 kali

5 kali

K)

Jumlah forum lintas stakeholder yang aktif.

1 20%

11 50%

K)

■ % jumlah stakeholder non pemerintah yang terlibat di dalam forum lintas stakeholder.

Jumlah kelembagaan masyarakat yang mandiri

6 lembaga

43 lembaga

K)

■ Jumlah aparat yang memiliki kapasitas pengelolaan dan pelayanan di Kawasan Transmigrasi

77 UPT

385 UPT

K)

■ Jumlah pelatihan dan pendampingan yang diberikan

12 kali

60 kali

K)

II.L.026.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Meningkatnya peran serta lintas sector, swasta dan masyarakat di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ Terciptanya peningkatan kualitas dasar masyarakat di Kawasan Transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ Meningktanya partisipasi masyarakat dalam pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Wilayah Strategis) ■ Terlaksananya pelatihan BDS bagi masyarakat dan pengusaha lokal/daerah di kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Wilayah Strategis) ■ Terbentuknya forum lintas stakeholder terkait perencanaan dan penganggaran program/ kegiatan pengembangan ekonomi lokal dan daerah di kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Wilayah Strategis) ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ INDIKATOR 2010 Jumlah lintas sector yang berperan Jumlah swasta / investor yang berperan Jumlah masyarakat transmigrasi yang berperan Bantuan Pangan Bantuan Pendidikan Bantuan Kesehatan Pelayanan Mental spiritual 6 Ls 11 10.254 Kel 4.082 Kel 8.214 Kel 10.254 Kel 35 Kel 1 Kali 2014 43 Ls 69 56.666 Kel 24.964 Kel 47.420 Kel 56.666 Kel 207 Kel 5 kali
K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K) K) K) K)

■ Jumlah pelatihan /Bintek/ Diseminasi/ studi Banding mengenai pengembangan ekonomi lokal dan daerah untuk aparatur pengelola kawasan transmigrasi

K)

■ Jumlah pelatihan BDS bagi masyarakat dan pengusaha lokal/daerah di kawasan transmigrasi

1 Kali

5 kali

K)

Jumlah forum lintas stakeholder yang aktif.

2 Forum 20%

11 Forum 50%

K)

■ % jumlah stakeholder non pemerintah yang terlibat di dalam forum lintas stakeholder.

II.L.026.13

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No c. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Perencanaan Teknis Pengembangan Masyarakat ■ Meningkatnya kualitas dan kese-suaian dan Kawasan Transmigrasi perencanaan teknis pe-ngembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi (Pembangunan ■ Jumlah sosialisasi perencanaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi ■ Rencana Teknis Pembinaan Permukiman Transmigrasi ■ Rencana Teknis Pengembangan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi ■ Rencana Teknis Pengembangan Kawasan Transmigrasi ■ Jumlah MasterPlan, ActionPlan, dan Business Plan Wilayah Pembangunan Transmigrasi (WPT) 7 prov 16 prov 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 133,7

10 kimtrans 6 Kws 5 Kws 1 Kws

114 kimtrans 23 Kws 23 Kws 5 Kws

K)

K)

K)

■ Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi dan regu-lasi yang mendukung pengembangan kawasan transmigrasi sebagai kawasan Perkotaan Baru (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Daerah Tertinggal)

K)

■ Meningkatnya kualitas dan kesesuaian perencanaan teknis pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan)

■ Prosentase MasterPlan, Action Plan, dan Business 100% Plan Wilayah Pembangunan Transmigrasi (WPT) yang disahkan. ■ Jumlah SDM Aparatur yang mampu mengelola 70 org kawasan perkotaan baru/KTM ■ Jumlah sosialisasi perencanaan pengembangan 1 prov masyarakat dan kawasan transmigrasi ■ Rencana Teknis Pembinaan Permukiman Transmigrasi ■ Rencana Teknis Pengembangan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi ■ Rencana Teknis Pengembangan Kawasan Transmigrasi 2 kimtrans 1 Kws 1 Kws

100%

545 org 10 prov

K)

K)

16 kimtrans 3 Kws 3 Kws

K)

K)

K)

II.L.026.14

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi dan regulasi yang mendukung pengembangan kawasan transmigrasi sebagai kawasan Perkotaan Baru (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Daerah Perbatasan) INDIKATOR 2010 ■ Jumlah MasterPlan, ActionPlan, dan Business Plan Wilayah Pembangunan Transmigrasi (WPT) 1 Kws 5 Kws 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

■ Meningkatnya kualitas dan kesesuaian perencanaan teknis pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis)

■ Prosentase MasterPlan, Action Plan, dan Business 100,00% Plan Wilayah Pembangunan Transmigrasi (WPT) yang disahkan. 15 org ■ Jumlah SDM Aparatur yang mampu mengelola kawasan perkotaan baru/KTM ■ Jumlah sosialisasi perencanaan pengembangan 2 kali masyarakat dan kawasan transmigrasi ■ Rencana Teknis Pembinaan Permukiman Transmigrasi ■ Rencana Teknis Pengembangan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi ■ Rencana Teknis Pengembangan Kawasan Transmigrasi ■ jumlah lahan produktif di permukiman/kawasan transmigrasi 3 kimtrans 1 Kws 2 Kws 5.654 Ha

100,00%

65 org 10 kali

K)

K)

26 kimtrans 5 Kws 6 Kws 23.576 Ha

K)

K)

K)

d.

Pengembangan Usaha di kawasan transmigrasi

■ Berkembangnya lahan usaha produksi pertanian di permukiman/kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya produktivitas desa dalam pengem-bangan pangan/ komoditas unggulan di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam penerapan tekno-logi tepat guna dan penyerapan informasi pasar di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal)

K)

534,0

■ Jumlah produktivitas lahan di permukiman kawasan transmi-grasi.

8.934 Ton

43.384 Ton

K)

■ ■ ■ ■ ■

Jumlah usaha Pengolahan hasil Jumlah pasar desa Jumlah jaringan Pemasaran Jumlah kelompok usaha peternakan Jumlah Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA)

13 Unit 11 bh 11 bh 1 unit

91 Unit 94 bh 95 bh 561 kel 5 unit

K) K) K) K) K)

II.L.026.15

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Meningkatnya pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil menengah di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) INDIKATOR 2010 ■ Jumlah bantuan skim kredit mikro di kawasan 1 SKIM transmigrasi ■ Jumlah Lembaga ekonomi (koperasi /LKM-BMT 32 Unit Trans di permukiman transmigrasi) ■ ■ Meningkatnya penciptaan usaha melalui iklim investasi yang kondusif di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) jumlah kelompok tani di kawasan Transmigrasi 23 Kel 6 Kws 5 SKIM 279 unit 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K)

306 Kel 48 Kws

K)

■ Jumlah fasilitasi peningkatan iklim investasi kondusif yang menstimulasi peran serta aktif masyarakat dan dunia usaha (swasta) dalam pembangunan perdesaan di kawasan transmigrasi ■ Jumlah Skim Kredit untuk investasi ■ Jumlah bimbingan, pendampingan, dan pelatihan kepada masyarakat dan pengembangan lahan di kawasan transmigrasi

K)

■ Peningkatan kemandirian masyarakat dalam pemenuhan pangan baik untuk produksi/ketersediaan, konsumsi pribadi maupun dijual kembali (pemasaran dan distribusi) di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Berkembangnya lembaga usaha ekonomi daerah, terutama di bidang permodalan dan perizinan usaha, di kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal di Daerah Tertinggal)

1 SKIM 16 Kws

15 SKIM 95 Kws

K) K)

■ Jumlah lembaga Perbankan/ keuangan di kawasan 2 Kws transmigrasi ■ Jumlah koperasi 2 unit

9 Kws 9 unit

K)

K)

II.L.026.16

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Meningkatnya fasilitasi pengembangan usaha ekonomi kawasan transmigrasi sebagai kawasan perkotaan baru (Pengembangan Ekonomi Lokal di Daerah Tertinggal) ■ INDIKATOR 2010 Jumlah tenaga fasilitator di kawasan transmigrasi 328 org 12 Bln 3 Unit 2 Kws 2 Kws 3 Forum 3 Sektor 3 998 Ha 1.983 org 60 Bln 15 Unit 10 Kws 13 Kws 11 Kws 16 Forum 16 Sektor 16 3.256 Ha 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

■ Jangka waktu penyelenggaraan fasilitasi di kawasan transmigrasi ■ Jumlah pendampingan Pengembangan Usaha Ekonomi Kawasan ■ Agrocenter ■ Pengembangan Investasi swasta ■ Jumlah Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) ■ jumlah forum kerja sama antar daerah/wilayah

K)

K)

K) K) K)

■ Meningkatnya kualitas kerja sama antar daerah dan kemitraan pemerin-tah swasta dalam men-dukung pengembangan ekonomi kawasan (Pengembangan Ekonomi Lokal di Daerah Tertinggal) ■ Berkembangnya lahan usaha produksi pertanian di permukiman/kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya produktivitas desa dalam pengembangan pangan/ komoditas unggulan di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam penerapan tekno-logi tepat guna dan penyerapan informasi pasar di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di ■ Meningkatnya pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil menengah di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan)

K)

jumlah sektor/bidang ekonomi yang ■ dikerjasamakan ■ Jumlah MoU sektor terkait ■ jumlah lahan produktif di permukiman/kawasan transmigrasi

K)

K) K)

■ Jumlah produktivitas lahan di permukiman kawasan transmi-grasi.

1.577 Ton

5.979 Ton

K)

■ Jumlah usaha Pengolahan hasil ■ Jumlah pasar desa ■ Jumlah jaringan Pemasaran ■ Jumlah kelompok usaha peternakan ■ Jumlah bantuan skim kredit mikro di kawasan transmigrasi ■ Jumlah Lembaga ekonomi (koperasi /LKMBMT Trans di permukiman transmigrasi)

3 Unit 2 bh 2 bh 0 SKIM 6 Unit

12 Unit 14 bh 14 bh 79 kel 0 SKIM 39 unit

K) K) K) K) K)

K)

II.L.026.17

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 ■ jumlah kelompok tani di kawasan Transmigrasi ■ Jumlah fasilitasi peningkatan iklim investasi kondusif yang menstimulasi peran serta aktif masyarakat dan dunia usaha (swasta) dalam pembangunan perdesaan di kawasan transmigrasi ■ ■ Peningkatan kemandirian masyarakat dalam pemenuhan pangan baik untuk produksi/ketersediaan, konsumsi pribadi maupun dijual kembali (pemasaran dan distribusi) di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ Berkembangnya lembaga usaha ekonomi daerah, terutama di bidang permodalan dan perizinan usaha, di kawasan transmigrasi (Pengembangan Ekonomi Lokal di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya fasilitasi pengembangan usaha ekonomi kawasan transmigrasi sebagai kawasan perkotaan baru (Pengembangan Ekonomi Lokal di Daerah Perbatasan) Jumlah Skim Kredit untuk investasi 5 Kel 2 Kws 42 Kel 12 Kws 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

■ Meningkatnya penciptaan usaha melalui iklim investasi yang kondusif di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan)

K)

0 SKIM ■ Jumlah bimbingan, pendampingan, dan pelatihan 2 Kws kepada masyarakat dan pengembangan lahan di kawasan transmigrasi

4 SKIM 11 Kws

K)

K)

■ Jumlah lembaga Perbankan/ keuangan di kawasan 1 Kws transmigrasi ■ Jumlah koperasi 2 unit

5 Kws 7 unit

K)

K)

Jumlah tenaga fasilitator di kawasan transmigrasi 80 org 12 Bln 1 Unit 1 Kws 1 Kws

425 org 60 Bln 5 Unit 4 Kws 5 Kws 5 Kws

K)

■ Jangka waktu penyelenggaraan fasilitasi di kawasan transmigrasi ■ Jumlah pendampingan Pengembangan Usaha Ekonomi Kawasan ■ Agrocenter ■ Pengembangan Investasi swasta ■ Jumlah Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA)

K)

K)

K) K) K)

II.L.026.18

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Meningkatnya kualitas kerja sama antar daerah dan kemitraan pemerin-tah swasta dalam mendukung pengembangan ekonomi kawasan (Pengembangan Ekonomi Lokal di Daerah Perbatasan) ■ Berkembangnya lahan usaha produksi pertanian di permukiman/ kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ Meningkatnya produktivitas desa dalam pengem-bangan pangan/ komoditas ung-gulan di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam penerapan tekno-logi tepat guna dan penyerapan informasi pasar di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ Meningkatnya pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil menengah di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ INDIKATOR 2010 jumlah forum kerja sama antar daerah/wilayah 1 Forum 1 Sektor 1 2.778 Ha 5 Forum 5 Sektor 5 7.792 Ha 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

jumlah sektor/bidang ekonomi yang ■ dikerjasamakan ■ Jumlah MoU sektor terkait ■ Jumlah lahan produktif di permukiman/kawasan transmigrasi

K)

K) K)

■ Produktivitas lahan di permukiman/ kawasan transmigrasi

3.878 Ton

13.666 Ton

K)

■ ■ ■ ■

jumlah usaha Pengolahan hasil Jumlah pasar desa Jumlah jaringan Pemasaran Jumlah kelompok usaha peternakan

4 unit 3 bh 3 bh -

26 unit 27 bh 27 bh 16 kel 5 Kws 82 unit

K) K) K) K)

■ Jumlah bantuan skim kredit mikro di kawasan 1 Kws transmigrasi ■ Jumlah Lembaga ekonomi (koperasi /LKM-BMT 10 Unit Trans di permukiman transmigrasi) ■ jumlah kelompok tani di kawasan Transmigrasi 35 Kel 2 Kws

K)

K)

435 Kel 15 Kws

K)

■ Meningkatnya penciptaan usaha melalui iklim investasi yang kondusif di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis)

■ Jumlah fasilitasi peningkatan iklim investasi kondusif yang menstimulasi peran serta aktif masyarakat dan dunia usaha (swasta) dalam pembangunan perdesaan termasuk di daerah transmigrasi

K)

II.L.026.19

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Peningkatan kemandirian masyarakat dalam pemenuhan pangan baik untuk produksi/keter-sediaan, konsumsi pribadi maupun dijual kembali (pemasaran dan distribusi) di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ Berkembangnya lembaga usaha ekonomi daerah, terutama di bidang permodalan dan perizinan usaha, di kawasan transmigrasi ■ Meningkatnya fasilitasi pengembangan usaha ekonomi kawasan transmigrasi sebagai kawasan perkotaan baru (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Wilayah Strategis) INDIKATOR 2010 ■ Jumlah bimbingan, pendampingan, dan pelatihan kepada masyarakat dan pengembangan lahan di kawasan transmigrasi 4 kali 23 kali 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

· Jumlah lembaga 1 unit Perbankan/keuangan · Jumlah koperasi 1 unit ■ Jumlah tenaga fasilitator di kawasan transmigrasi 146 org ■ Jangka waktu penyelenggaraan fasilitasi di kawasan transmigrasi ■ Jumlah pendampingan Pengembangan Usaha Ekonomi Kawasan ■ Agrocenter ■ Jumlah Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) ■ jumlah forum kerja sama antar daerah/wilayah 12 Bln 4 Unit 1 Kws 1 Kws 2 1 Sektor 1 120 Km 14,4 Km 3.150.000 liter 32 Unit 700 Unit

5 unit 5 unit 699 org 60 Bln 20 Unit 3 Kws 3 Kws 7 8 Sektor 8 483,56 Km 47,84 Km 13.446.361 liter 71.200 Watt 190 Unit 1.680 Unit

K)

K) K)

K)

K)

K) K)

■ Meningkatnya kualitas kerja sama antar daerah dan kemitraan pemerintah swasta dalam mendukung pengembangan ekonomi kawasan (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Wilayah Strategis) e. Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi ■ Meningkatnya fungsi dan ketersediaan sarana prasarana di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal)

K)

■ jumlah sektor/ bidang ekonomi yang dikerja samakan ■ Jumlah MoU sektor terkait ■ ■ ■ ■ ■ ■ Pengembangan Jalan Pengembangan Drainase Pengembangan Sarana Air Bersih Pengembangan Energi Terbarukan Pengembangan Bangunan Fasiitas Umum Rehabilitasi Rumah Transmigran

K)

K)

K)

899,4

K) K) K) K) K)

II.L.026.20

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Meningkatnya akses terhadap sarana dan prasarana kawasan transmigrasi pada kawasan tertinggal (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya fungsi dan ketersediaan sarana prasarana di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ INDIKATOR 2010 Pengembangan jalan Pengembangan drainase Pengembangan Sarana Air Bersih Pengembangan Energi Terbarukan Pengembangan Fasilitas Umum Pengembangan Jalan Pengembangan Drainase Pengembangan Sarana Air Bersih Pengembangan Energi Terbarukan Pengembangan Bangunan Fasiitas Umum Pengembangan jalan Pengembangan drainase Pengembangan Sarana Air Bersih Pengembangan Energi Terbarukan Pengembangan Fasilitas Umum Pengembangan Jalan Pengembangan Drainase Pengembangan Sarana Air Bersih Pengembangan Energi Terbarukan Pengembangan Bangunan Fasilitas Umum Pengembangan jalan Pengembangan drainase Pengembangan Sarana Air Bersih Pengembangan Energi Terbarukan Pengembangan Fasilitas Umum 9.2 km 13 km 5.555.556 liter 176.457 watt 3 unit 12 Km 2 Km 787.500 Liter 29 Unit 4 km 2014 62,65 km 47 km 29.042.735 liter 486.906 watt 56 unit 54 Km 6,4 Km 2.326.430 Liter 8.152 Watt 48 Unit 10,1 km 7 km 3.333.334 liter 23.810 watt 11 unit 120,894 Km 11,96 Km 2.326.430 Liter 17.800 Watt 88 Unit 36,28 km 9 km 4.666.667 liter 23.810 watt 26 unit
K) K) K) K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K) K) K) K) K) K) K) K)

Meningkatnya akses terhadap sarana dan ■ prasarana kawasan transmigrasi pada kawasan perbatasan (Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya fungsi dan ketersediaan sarana prasarana di kawasan transmigrasi pada kawasan strategis (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis)

3 unit 30 Km 3,6 Km 787.500 Liter 48 Unit 21,38 km

K)

K)

K) K) K) K) K) K) K)

■ Meningkatnya akses terhadap sarana dan prasarana kawasan transmigrasi pada kawasan strategis (Pengembangan Ekonomi Lokal dan

6 unit

II.L.026.21

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No f. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Penyerasian Lingkungan di kawasan transmigrasi SASARAN ■ Meningkatnya pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan dalam mendukung kelestarian fungsi lingkungan hidup di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya kemandirian masyarakat di permukiman transmigrasi pada kawasan tertinggal (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya Desa Mandiri Energi dikawasan Transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya kelestarian dan fungsi lingkungan hidup di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Tertinggal) ■ Meningkatnya pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan dalam mendukung kelestarian fungsi lingkungan hidup di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya kemandirian masyarakat di permukiman transmigrasi pada kawasan tertinggal (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya Desa Mandiri Energi dikawasan Transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) INDIKATOR 2010 ■ Jumlah dokumen pengelolaan lingkungan hidup di 24 Dok kawasan transmigrasi ■ Jumlah mitigasi lingkungan 13 kimtrans ■ Jumlah fasilitasi dan advokasi penyerasian 5 Pkt lingkungan ■ Jumlah permukiman transmigrasi yang mandiri 12 kimtrans 112 Dok 94 kimtrans 20 Pkt 132 kimtrans 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 465,8

K)

K)

K)

■ Jumlah permukiman transmigrasi yang akan berkembang menjadi Desa Mandiri Energi ■ Jumlah dokumen pengelolaan lingkungan ■ Jumlah Evaluasi Perkembangan Kawasan Transmigrasi

1 kimtrans 1 Dok -

5 kimtrans

K)

8 Dok 44 Kws

K) K)

■ Jumlah mitigasi lingkungan 7 Kws ■ Jumlah dokumen pengelolaan lingkungan hidup di 4 Dok kawasan transmigrasi ■ Jumlah mitigasi lingkungan 2 Kimtrans ■ Jumlah fasilitasi dan advokasi penyerasian 1 Pkt lingkungan ■ Jumlah permukiman transmigrasi yang mandiri 2 Kimtrans

22 Kws 26 Dok 16 Kimtrans 5 Pkt 21 Kimtrans

K) K)

K)

K)

K)

■ Jumlah permukiman transmigrasi yang akan berkembang menjadi Desa Mandiri Energi

1 Kimtrans

5 Kimtrans

K)

II.L.026.22

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Meningkatnya kelestarian dan fungsi lingkungan hidup di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Daerah Perbatasan) ■ Meningkatnya pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan dalam mendukung kelestarian fungsi lingkungan hidup di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ Meningkatnya kemandirian masyarakat di permukiman transmigrasi pada kawasan tertinggal (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) ■ Meningkatnya kelestarian dan fungsi lingkungan hidup di kawasan transmigrasi (Pembangunan Perdesaan di Wilayah Strategis) INDIKATOR 2010 ■ Jumlah dokumen pengelolaan lingkungan ■ Jumlah Evaluasi Perkembangan Kawasan Transmigrasi 1 Dok 5 Dok 12 Kws 2014
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

■ Jumlah mitigasi lingkungan 2 Kws ■ Jumlah dokumen pengelolaan lingkungan hidup di 6 Dok kawasan transmigrasi ■ Jumlah mitigasi lingkungan 3 Kimtrans

9 Kws 28 Dok 25 Kimtrans

K) K)

K)

Jumlah permukiman transmigrasi yang mandiri

4 Kimtrans

38 Kimtrans

K)

■ Jumlah dokumen pengelolaan lingkungan ■ Jumlah Evaluasi Perkembangan Kawasan Transmigrasi ■ Jumlah mitigasi lingkungan

1 Dok -

12 Dok 12 Kws

K) K)

1 Kws

9 Kws

K)

II.L.026.23

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No IX a. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Program Pembangunan Kawasan Transmigrasi Dukungan teknis dan manajemen Ditjen P4Trans Tersedianya dukungan manajemen dan teknis terhadap pelaksanaan pembangunan transmigrasi dan perpindahan transmigrasi 1. Tersusunnya Program dan anggaran pd setiap satuan kerja 2. Terwujudnya pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan 3. Tersedianya sarana dan prasana kerja bagi 6 satker 4. Peningkatan kompetensi pegawai sesuai dgn kebutuhan organisasi 5. Tersedianya Norma, standar, Kriteria dan prosedur (NSPK) ■ Instansi yang bekerjasama mendukung program transmigrasi ■ Kabupaten/Kota yang bersedia melaksanakan pembangunan transmigrasi ■ Minat masyarakat untuk mengikuti program transmigrasi ■ Kesepakatan bersama antar Prov dan Perjanjian KSAD antar Kab/Kota ■ Nilai rencana investasi yang akan dikembangkan oleh Badan Usaha ■ Instansi yang bekerjasama mendukung program transmigrasi ■ Kabupaten/Kota yang bersedia melaksanakan pembangunan transmigrasi ■ Minat masyarakat untuk mengikuti program transmigrasi ■ Kesepakatan bersama antar Prov dan Perjanjian KSAD antar Kab/Kota ■ Nilai rencana investasi yang akan dikembangkan oleh Badan Usaha 12 60 bulan
K)

SASARAN

INDIKATOR 2010 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3.816,2 426,9

b.

Pengembangan Peran Serta Masyarakat dalam pembangunan transmigrasi

Meningkatnya peranserta masyarakat dalam pembangunan transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di daerah tertinggal

16 lembaga 96 kab 19.600 kel 23 kab 1,4 trilyun 16 lembaga 96 kab 19.600 kel 23 kab 1,4 trilyun

80 lembaga 104 kab 106.030 kel 26 kab 8,8 trilyun 80 lembaga 104 kab 106.030 kel 26 kab 8,8 trilyun

K)

130,4

K)

K)

Meningkatnya peranserta masyarakat dalam pembangunan transmigrasi dalam rangka

K)

K)

K)

II.L.026.24

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Meningkatnya peranserta masyarakat dalam pembangunan transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di wilayah strategis INDIKATOR 2010 ■ Instansi yang bekerjasama mendukung program transmigrasi 4 2014 20 lembaga
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

■ Kabupaten/Kota yang bersedia melaksanakan pembangunan transmigrasi ■ Minat masyarakat untuk mengikuti program transmigrasi ■ Kesepakatan bersama antar Prov dan Perjanjian KSAD antar Kab/Kota ■ Nilai rencana investasi yang akan dikembangkan oleh Badan Usaha c. Penyediaan Tanah Transmigrasi Tersedianya lahan untuk pembangunan Kawasan Transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di daerah tertinggal ■ Luas lahan yang tersedia (Ha) ■ Luas lahan yang didukung oleh legalitas ■ Luas lahan yang dibagikan

lembaga 24 kab 4.900 kel 6 kab 0,4 trilyun

26 kab 26.530 kel 7 kab 2,7 trilyun
K) K)

48000 Ha 15360 Ha 7860 Ha

240.000 Ha 84.316 Ha 42.420 Ha 137 lok 10 dok 20% 160.000 Ha 55.984 Ha 28.280 Ha 91 lok 10 dok 20%

K)

192,7

K)

K)

■ Data tentang bidang tanah yang dibagikan transmigran 26 lok ■ Jumlah dan jenis dokumen pertanahan ■ Prosentase penyelesaian kasus pertanahan ■ Luas lahan yang tersedia (Ha) ■ Luas lahan yang didukung oleh legalitas ■ Luas lahan yang dibagikan 2 dok 15% 32000 Ha 10240 Ha 5240 Ha

K)

K)

■ Tersedianya lahan untuk pembangunan Kawasan Transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di daerah perbatasan

K)

K)

K)

■ Data tentang bidang tanah yang dibagikan transmigran 17 lok ■ Jumlah dan jenis dokumen pertanahan ■ Prosentase penyelesaian kasus pertanahan 2 dok 15%

K)

K)

II.L.026.25

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN ■ Tersedianya lahan untuk pembangunan Kawasan Transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di wilayah Strategis INDIKATOR 2010 ■ Luas lahan yang tersedia (Ha) ■ Luas lahan yang didukung oleh legalitas ■ Luas lahan yang dibagikan 20000 Ha 6400 Ha 3226 Ha 2014 100.000 Ha 35.240 Ha 17646 Ha 75 Lok 10 dok 15% 18 WPT
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K)

K)

■ Data tentang bidang tanah yang dibagikan transmigran 15 lok ■ Jumlah dan jenis dokumen pertanahan 2 dok ■ Prosentase penyelesaian kasus pertanahan 15% ■ Rencana Wilayah Pengembangan Transmigrasi (WPT) 3 WPT dan Rencana Detail Pusat WPT ■ Rencana Kawasan Pengembangan Transmigrasi (SKP) 4 SKP ■ Rencana Teknis Permukiman/redesain tata ruang perdesaan terintegrasi dengan Kawasan Transmigrasi ■ Rencana Teknis Sarana dan Prasarana Permukiman Transmigrasi ■ Rencana Teknis Pengembangan SDM dan Penataan Persebaran Penduduk di Kawasan Transmigrasi ■ Rencana Teknis Detail Desain Sarana dan Prasarana Pusat Kawasan Perkotaan Baru ■ Data Potensi sasaran pengarahan dan perpindahan transmigrasi 13 SP

K)

K)

d.

Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Transmigrasi dan Penempatan Transmigrasi

Tersedianya rencana pembangunan Kawasan Transmigrasi dan rencana penataan persebaran penduduk di Kawasan Transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di daerah tertinggal

K)

111,6

39 SKP 122 SP

K)

K)

2 RT SAPRAS 4 SKP

23 RT SARPRAS 40 SKP

K)

K)

3 DED 12 Kab

20 DED 12 Kab

K)

II.L.026.26

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Tersedianya rencana pembangunan Kawasan Transmigrasi dan rencana penataan persebaran penduduk di Kawasan Transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di daerah perbatasan INDIKATOR 2010 ■ Rencana Wilayah Pengembangan Transmigrasi (WPT) 2 WPT dan Rencana Detail Pusat WPT ■ Rencana Kawasan Pengembangan Transmigrasi (SKP) 3 SKP ■ Rencana Teknis Permukiman/redesain tata ruang perdesaan terintegrasi dengan Kawasan Transmigrasi ■ Rencana Teknis Sarana dan Prasarana Permukiman Transmigrasi ■ Rencana Teknis Pengembangan SDM dan Penataan Persebaran Penduduk di Kawasan Transmigrasi 9 SP 12 WPT 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

27 SKP 81 SP

K)

K)

1 RT SARPRAS 3 SKP

14 RT SARPRAS 28 SKP

K)

K)

Tersedianya rencana pembangunan Kawasan Transmigrasi dan rencana penataan persebaran penduduk di Kawasan Transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di kawasan strategis

■ Rencana Teknis Detail Desain Sarana dan Prasarana 2 DED Pusat Kawasan Perkotaan Baru ■ Data Potensi sasaran pengarahan dan perpindahan 12 Kab transmigrasi ■ Rencana Wilayah Pengembangan Transmigrasi (WPT) 1 WPT dan Rencana Detail Pusat WPT

13 DED 12 Kab 7 WPT

K)

K)

K)

■ Rencana Kawasan Pengembangan Transmigrasi (SKP) 1 SKP ■ Rencana Teknis Permukiman/redesain tata ruang perdesaan terintegrasi dengan Kawasan Transmigrasi ■ Rencana Teknis Sarana dan Prasarana Permukiman Transmigrasi ■ Rencana Teknis Pengembangan SDM dan Penataan Persebaran Penduduk di Kawasan Transmigrasi 5 SP

16 SKP 50 SP

K)

K)

1 RT SAPRAS 1 SKP

9 RT SARPRAS 16 SKP

K)

K)

II.L.026.27

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 ■ Rencana Teknis Detail Desain Sarana dan Prasarana Pusat Kawasan Perkotaan Baru ■ Data Potensi sasaran pengarahan dan perpindahan transmigrasi ■ Lahan yang dibuka (Ha) ■ Jalan antar SKP, antar permukiman dan jalan lingkungan permukiman transmigrasi ■ Rumah Transmigran dan Jamban Keluarga (RTJK) yang dibangun (Unit) ■ Rumah penduduk setempat yang dipugar/dikembang-kan (Unit) ■ Fasilitas Umum/ Fasilitas Sosial yang dibangun/dikem-bangkan (Unit) ■ Sarana Air Bersih dan Sanitasi yang dibangun (Paket) ■ Sarana dan Prasarana Kawasan Perkotaan Baru Yang di siapkan ■ Luas Lahan Siap Bangun di Pusat Kawasan Perkotaan Baru ■ Lahan yang dibuka (Ha) ■ Jalan antar SKP, antar permukiman dan jalan lingkungan permukiman transmigrasi ■ Rumah Transmigran dan Jamban Keluarga (RTJK) yang dibangun (Unit) ■ Rumah penduduk setempat yang dipugar/dikembang-kan (Unit) ■ Fasilitas Umum/ Fasilitas Sosial yang dibangun/dikem-bangkan (Unit) ■ Sarana Air Bersih dan Sanitasi yang dibangun (Paket) ■ Sarana dan Prasarana Kawasan Perkotaan Baru Yang di siapkan ■ Luas Lahan Siap Bangun di Pusat Kawasan Perkotaan Baru 1 DED 3 Kab 3.571 ha 7,99 km 3.926 unit 576 unit 12 unit 912 unit 9 SAPRAS 180 ha 2.381 ha 5,33 km 2.480 unit 384 unit 8 unit 608 unit 6 SAPRAS 120 ha 7 DED 3 Kab 28.087 ha 505,05 km 24.230 unit 3.199 unit 84 unit 5.098 unit 57 SARPRAS 1.140 ha 18.725 ha 336,71 km 12.964 unit 2.133 unit 56 unit 3.399 unit 36 SARPRAS 760 ha
K) K)

2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

e.

Pembangunan Permukiman di Kawasan Transmigrasi

Termanfaatkan dan terkelolanya sumberdaya alam dan lingkungan hidup melalui pembangunan Kawasan Transmigrasi dalam bentuk WPT atau LPT yang layak dalam rangka pembangunan perdesaan di daerah tertinggal

2.572,4

K)

K)

K)

K)

K)

K)

Termanfaatkan dan terkelolanya sumberdaya alam dan lingkungan hidup melalui pembangunan Kawasan Transmigrasi dalam bentuk WPT atau LPT yang layak dalam rangka pembangunan perdesaan di daerah perbatasan

K)

K)

K)

K)

K)

K)

K)

K)

II.L.026.28

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN Termanfaatkan dan terkelolanya sumberdaya alam dan lingkungan hidup melalui pembangunan Kawasan Transmigrasi dalam bentuk WPT atau LPT yang layak dalam rangka pembangunan perdesaan di kawasan strategis INDIKATOR 2010 ■ Lahan yang dibuka (Ha) ■ Jalan antar SKP dalam Kawasan Transmigrasi § Jalan antar Permu-kiman dalam SKP § Jalan lingkungan dalam Permukiman (Km) ■ Rumah Transmigran dan Jamban Keluarga (RTJK) yang dibangun (Unit) ■ Rumah penduduk setempat yang dipugar/dikembang-kan (Unit) ■ Fasilitas Umum/ Fasilitas Sosial yang dibangun/dikem-bangkan (Unit) ■ Sarana Air Bersih dan Sanitasi yang dibangun (Paket) ■ Sarana dan Prasarana Kawasan Perkotaan Baru Yang di siapkan ■ Luas Lahan Siap Bangun di Pusat Kawasan Perkotaan Baru ■ Jumlah keluarga yang difasilitasi perpindahannya ke Kawasan Transmigrasi ■ Jumlah keluarga penduduk yang tertata terintegrasi dalam Kawasan Transmigrasi ■ Data administrasi kependudukan masyarakat di Kawasan Transmigrasi ■ Jumlah bantuan perbekalan yang diberikan kepada calon transmigran ■ Jumlah fasilitasi pelatihan calon transmigran 3.225,6 ha 0 km 0 km 34,68 km 1.448 unit 315 unit 5 unit 391 unit 1.898 pkt 30 ha 2014 15.696,4 Ha 64,2 km 116,8 359,12 km 8.038 unit 1.653 unit 30 unit 3.008 unit 11.346 pkt 182 Ha
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K) K) K)

K)

K)

K)

K)

K)

f.

Fasilitasi perpindahan dan penempatan transmigrasi

Terwujudnya persebaran penduduk yang serasi dengan daya dukung sumberdaya alam dan daya tampung lingkungan hidup di Kawasan Transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di daerah tertinggal

3.926 kel 11.615 kel 3.926 kel 3.926 kel 131 Aktn

21.230 kel 63.527 kel 21.230 kel 21.230 kel 708 Aktn 14.153 kel 42.352 kel 14.153 kel

K)

382,1

K)

K)

K)

K)

Terwujudnya persebaran penduduk yang serasi dengan daya dukung sumberdaya alam dan daya tampung lingkungan hidup di Kawasan Transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di daerah perbatasan

■ Jumlah keluarga yang difasilitasi perpindahannya 2.617 kel ke Kawasan Transmigrasi ■ Jumlah keluarga penduduk yang tertata terintegrasi 7.744 kel dalam Kawasan Transmigrasi ■ Data administrasi kependudukan masyarakat di 2.617 kel Kawasan Transmigrasi

K)

K)

K)

II.L.026.29

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 ■ Jumlah bantuan perbekalan yang diberikan kepada calon transmigran ■ Jumlah fasilitasi pelatihan calon transmigran Terwujudnya persebaran penduduk yang serasi dengan daya dukung sumberdaya alam dan daya tampung lingkungan hidup di Kawasan Transmigrasi dalam rangka pembangunan perdesaan di daerah strategis ■ Jumlah keluarga yang difasilitasi perpindahannya ke Kawasan Transmigrasi ■ Jumlah keluarga penduduk yang tertata terintegrasi dalam Kawasan Transmigrasi ■ Data administrasi kependudukan masyarakat di Kawasan Transmigrasi ■ Jumlah bantuan perbekalan yang diberikan kepada calon transmigran ■ Jumlah fasilitasi pelatihan calon transmigran 2.617 kel 87 Aktn 1.640 kel 5.141 kel 1.640 kel 1.640 kel 52 Aktn 14.149 kel 472 Aktn 8.850 kel 26.771 kel 8.850 kel 8.850 kel 291 Aktn 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K)

K)

K)

K)

K)

K)

TOTAL ALOKASI KEMENNAKERTRANS 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

18.829,2

II.L.026.30

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN SOSIAL
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 I. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Sosial Peningkatan kecepatan dan ketepatan pelayanan manajemen yang efisien, efektif dan akuntabel. Persentase dokumen perencanaan dan penganggaran, dokumen kepegawaian dan administrasi tata laksana, dokumen keuangan, dan dokumen perundangan yang tepat waktu dan tepat guna Persentase peningkatan efektivitas dan efisiensi pelayanan umum, humas dan penyuluhan sosial Persentase temuan penyimpangan dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang ditindaklanjuti Persentase PMKS penerima manfaat yang mampu berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial melalui melalui pelaksanaan pemberdayaan sosial Tersedianya akses kesempatan kerja dan berusaha, pelayanan kesehatan dasar dan pendidikan dasar melalui KUBE (kelompok) Tersedianya akses perumahan dan permukiman melalui Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (unit) Tersedianya permukiman dan infrastruktur (unit) 85 2014 100 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2.981,3

85 50

100 100 111,0

II.

III.

Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Pembangunan Kesejahteraan Sosial Program Pemberdayaan Sosial

Menurunnya penyimpangan dalam pelaksanaan program dan kegiatan. Meningkatnya fungsi sosial PMKS penerima manfaat melalui pemberdayaan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

50

100

4.547,6

1.

Penanggulangan Kemiskinan

Tersalurkannya bantuan pemberdayaan masyarakat bagi fakir miskin dalam bentuk KUBE dan stimulan UEP.

12.793

80.028

K)

2.701,2

6.150

38.420

K)

2.

Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT)

Terpenuhinya kebutuhan dasar, aksesibilitas dan pelayanan sosial dasar bagi warga KAT

2.300

3.720

738,2

Pemberian jaminan hidup (KK)

4.270

7.010

II.L.027.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN SOSIAL
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 IV. Program Rehabilitasi Sosial Meningkatnya fungsi sosial penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) penerima manfaat melalui pelaksanaan pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial. Terlaksananya pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial bagi anak dan balita telantar, anak jalanan, anak berhadapan dengan hukum, dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Terlaksananya pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial bagi lanjut usia telantar. Terlaksananya pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang cacat. Persentase PMKS penerima manfaat yang mampu melaksanakan peranan dan fungsi sosial melalui pelaksanaan pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial Jumlah anak dan balita telantar, anak jalanan, anak cacat, anak berhadapan dengan hukum, dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus yang berhasil dilayani, dilindungi dan direhabilitasi baik di dalam maupun di luar panti (jiwa) Jumlah lanjut usia telantar yang berhasil dilayani, dilindungi dan direhabilitasi baik di dalam maupun di luar panti (jiwa) Jumlah penyandang cacat yang berhasil dilayani, dilindungi dan direhabilitasi baik di dalam maupun di luar panti (jiwa) 50 2014 100 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 4.054,3

1.

Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Anak

159.500

263.000

1.717,1

2.

Pelayanan Sosial Lanjut Usia

22.040

51.420

635,1

3.

Rehabilitasi dan Perlindungan Penyandang Cacat Program Perlindungan dan Jaminan Sosial

34.900

75.640

1.293,7

V.

Persentase PMKS penerima manfaat yang mampu Meningkatnya fungsi sosial PMKS penerima manfaat melalui pelaksanaan pelayanan, perlindungan dan jaminan melaksanakan peranan dan fungsi sosial melalui sosial. pelaksanaan pelayanan, perlindungan dan jaminan sosial

50

100

13.490,8

1. 2. 3. VI.

Terpenuhinya kebutuhan darurat dan pelayanan sosial bagi Jumlah korban bencana alam yang berhasil dibantu dan korban bencana alam. dilayani (jiwa) Bantuan Sosial Korban Bencana Sosial Terpenuhinya kebutuhan darurat dan pelayanan sosial bagi Jumlah korban bencana sosial yang berhasil dibantu dan korban bencana sosial. dilayani (jiwa) Bantuan Tunai Bersyarat Terlaksananya pemberian Bantuan Tunai Bersyarat bagi Jumlah RTSM yang mendapatkan Bantuan Tunai Bersyarat RTSM (PKH); PKH (RTSM) Persentase pekerja sosial dan tenaga kerja kesejahteraan Program Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Peningkatan jumlah pekerja sosial dan tenaga kerja kesejahteraan sosial yang kompeten. sosial yang kompeten/ terlatih secara profesional Pengembang-an Kesejahteraan Sosial Peningkatan pemanfaatan data, informasi, hasil kajian, hasil penelitian sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program. Persentase pemanfaatan data, informasi, hasil kajian, hasil penelitian sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program

Bantuan Sosial Korban Bencana Alam

40.000 43.000 816.000 50

247.900 266.900 1.170.000 100

K)

2.340,2 945,1 8.985,0 423,3

K)

50

100

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN SOSIAL 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

25.608,2

II.L.027.2

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEHUTANAN
No. 1. PROGRAM/PRIORITAS Peningkatan Pemanfaatan Hutan Produksi SASARAN(Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.587,9

Areal hutan produksi tertata dalam unit-unit pengelolaan berupa Peningkatan investasi usaha pemanfaatan hutan KPHP dan usaha pemanfaatan (IUPHHKproduksi dan industri primer hasil hutan, serta peningkatan produksidan diversifikasi hasil hutan. HA/HT/HHBK/RE/Jasling) Produksi dan diversifikasi usaha pemanfaatan pada hutan alam produksi meningkat (sebesar 5 % terdiri dari hasil hutan kayu/HHBK/Jasling) Kinerja usaha pemanfaatan hutan tanaman dan intesitas pemanfaatan hutan produksi meningkat (luas tanaman bertambah 3 juta Ha) Penatausahaan hasil hutan dan iuran kehutanan berjalan tertib sesuai ketentuan (PNBP meningkat 25%) Ekspor hasil hutan meningkat (50% produk bersertifikat legalitas kayu) Penambahan areal ijin usaha pemanfaatan hutan tanaman (HTI/HTR) seluas 3 juta ha Penambahan areal tanaman pada hutan tanaman (HTI/HTR) seluas 2,65 juta ha. Sertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari pada 50 unit manajemen hutan tanaman Peningkatan produksi dan diversifikasi hutan alam Produksi hasil hutan kayu/bukan kayu/jasa lingkungan sebesar 5 % Unit IUPHHK bersertifikat PHPL meningkat 50 % 50% produksi penebangan bersertifikat Legalitas Kayu Pengelolaan LOA oleh IUPHHK-HA/RE seluas 2,5 juta ha

a.

Peningkatan Pengelolaan Hutan Tanaman

Peningkatan produksi hutan tanaman

450.000 ha 450.000 ha 5 unit 1% 10% 10% 300.000 ha

3.000.000 ha 2.650.000 ha 50 unit 5% 50% 50% 2.500.000 ha

249,5

b.

Peningkatan Pengelolaan Hutan Alam Produksi

275,7

II.L.029.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEHUTANAN
No. c. PROGRAM/PRIORITAS Peningkatan perencanaan pengelolaan hutan produksi SASARAN(Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 20% 20% 2% 20% 15% 10% 2% 2014 100% 100% 10% 100% 75% 50% 10% 1.798,4 121,7 325,5 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 100,5

d.

e.

2.

areal hutan produksi tertata baik dalam kesatuan Terbentuknya KPHP pada seluruh kawasan hutan produksi pengelolaan hutan produksi (KPHP) maupun unit- Tersedianya areal calon/usulan pemanfaatan hutan produksi dalam unit usaha pemanfaatan hutan produksi bentuk unit-unit usaha pada 26 provinsi. Peningkatan tertib peredaran hasil hutan dan Penatausahaan hasil hutan dan iuran kehutanan PNBP dari investasi pemanfaatan hutan produksi meningkat sebesar iuran hasil hutan berjalan tertib sesuai ketentuan 10% Implementasi SIM PUHH secara online di seluruh unit management IUPHHK dan IPHHK Peningkatan usaha industri primer kehutanan Peningkatan ekspor industri hasil hutan Pemenuhan bahan baku dari hutan tanaman dan limbah meningkat 75% Produk industri hasil hutan yang bersertifikat legalitas kayu meningkat 50% Efisiensi penggunaan bahan baku industri meningkat sebesar 10% (rata-rata 2% per tahun) Perencanaan Makro Bidang Kehutanan dan Terjaminnya kepastian kawasan hutan sehingga Data dan informasi geospasial dasar tematik kehutanan terkini Pemantapan Kawasan Hutan dapat berfungsi secara optimal tingkat nasional sebanyak 5 judul Ijin pinjam pakai kawasan hutan dengan kompensasi PNBP paling tinggi 300 unit Rencana makro kehutanan tentang perlindungan dan konservasi sumberdaya alam, pemanfaat, rehabilitasi hutan dan lahan dan penataan ruang sebanyak 4 judul Tata batas kawasan hutan sepanjang 25.000 Km, terdiri dari batas luar dan batas fungsi kawasan hutan Penunjukan kawasan hutan provinsi terselesaikan 100% Keputusan Menteri Kehutanan tentang penetapan wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) di 28 propinsi

a.

Pengukuhan Kawasan Hutan

Tata batas kawasan hutan serta terkendalinya perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan

Tata batas kawasan hutan sepanjang 25.000 km, terdiri dari batas luar dan batas fungsi kawasan hutan Keputusan penunjukan kawasan hutan propinsi selesai (100%) Penetapan kelompok hutan yang telah selesai tata batas temu gelang sebanyak 75% Rekomendasi tentang perubahan fungsi kawasan hutan terselesaikannya sebanyak 75% Penanganan berupa penerbitan Surat keputusan tentang pelepasan kawasan hutan terselesaikan sebanyak 75%

3.400 km 20% 15% 15% 15%

25.000 km 100% 75% 75% 75%

393,4

II.L.029.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEHUTANAN
No. b. PROGRAM/PRIORITAS Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) SASARAN(Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 4 Prov 4 Prov 4 Prov 2 Judul 15% 1 judul 2014 28 Prov 28 Prov 28 Prov 4 Judul 90% 4 judul 298,5 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 189,0

c.

Penyusunan rencana makro kawasan hutan

Terwujudnya pengelolaan kawasan hutan dalam Penetapan wilayah kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP) di 28 provinsi unit-unit pengelolaan, baik kawasan hutan konservasi, hutan produksi maupun hutan lindung Penetapan wilayah kesatuan pengelolaan hutan konservasi (KPHK) di seluruh Indonesia Penetapan wilayah kesatuan pengelolaan hutan lindung (KPHL) di 28 provinsi Peraturan perundang-undangan penyelenggaraan kesatuan pengelolaan hutan (KPH) sebanyak 4 judul Peta areal kerja dan peta pencadangan (IUPHHK-HT dan HA, HKm, HTR) selesai 90%. Perencanaan kawasan hutan secara optimal yang Rencana makro kehutanan tentang perlindungan dan konservasi meliputi rencana makro kawasan hutan, penataan SDA, pemanfaatan, rehabilitasi hutan dan lahan, dan penataan ruang sebanyak 4 judul ruang, statistik dan pengemhangan jaringan komunikasi data kehutanan Persetujuan substansi teknis kehutanan dalam revisi RTRWP di seluruh Indonesia Bahan kebijakan perencanaan ruang, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan hutan sebanyak 3 judul dan data strategis kehutanan sebanyak 5 judul.

50% 2 judul

100% 8 judul

d.

Inventarisasi dan pemantauan sumberdaya hutan

Data dan informasi sumber daya hutan yang meliputi :hasil inventarisasi, pemantauan, pemetaan dan pengelolaan jaringan data spasial

Data dan informasi geospasial dasar tematik kehutanan terkini tingkat nasional sebanyak 5 judul Data dan informasi potensi kayu di kawasan hutan tingkat nasional sebanyak 5 judul Data dan informasi pendugaan carbon kawasan hutan tingkat nasional sebanyak 5 judul Basis data spasial sumberdaya hutan yang terintegrasi sebanyak 5 kali update

1 judul 1 judul 1 judul 1 kali

5 judul 5 judul 5 judul 5 kali

378,0

II.L.029.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEHUTANAN
No. e. PROGRAM/PRIORITAS Pengendalian penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kegiatan kehutanan SASARAN(Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) terlaksananya penggunaan kawasan hutan sesuai dengan persyaratan teknis dan ketentuan yang berlaku TARGET INDIKATOR 2010 Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dengan kompensasi penerimaan bukan pajak (PNBP) paling tinggi 80% dari pemohon 16% 2014 80% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 53,5

3.

Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Hutan

Wajib bayar tertib membayar PNBP Penggunaan Kawasan Hutan minimal 80% Data dan informasi penggunaan kawasan hutan tersedia di 32 provinsi Peraturan perundangan untuk pengendalian dan penertiban penggunaan kawasan hutan tanpa ijin sebanyak 1 judul Biodiversity dan ekosistemnya berperan signifikan Taman nasional dan kawasan konservasi lainnya yang potensi sebagai penyangga ketahanan ekologis dan keanekaragaman hayatinya tinggi, terdapat spesies langka dan penggerak ekonomi riil serta pengungkit martabat flagship, atau mempunyai fungsi pelindung hulu sungai, dan atau bangsa dalam pergaulan global memiliki potensi wisata alam signifikan, sudah dapat mandiri dalam arti mampu menghasilkan uang untuk membiayai program pengembangan konservasi Populasi keanekaragaman hayati dan spesies yang terancam pubah meningkat 3% dari kondisi tahun 2008 sesuai kondisi biologis dan kesediaan habitat Kasus baru tindak pidana kehutanan (illegal logging, perambahan, perdagangan tumbuhan dan satwa liar(TSL) ilegal, penambangan ilegal dan kebakaran hutan ) penanganannya terselaikan minimal 75% Hotspot (titik api) di pulau Kalimantan, pulau Sumatera, dan pulau Sulawesi berkurang 20% setiap tahun Meningkatnya destinasi wisata alam yang dapat berperan dalam pasar wisata nasional Meningkatnya pengelolaan dan pendayagunaan 50 Konflik dan tekanan terhadap kawasan taman nasional dan kawasan unit taman nasional dan 477 unit kawasan konservasi lainnya (CA, SM, TB, dan HL) menurun sebanyak 5% konservasi lainnya (CA, SM, TB, dan HL) dan ekosistem esensial. Pengelolaan ekosistem esensial sebagai penyangga kehidupan meningkat 10%. Penanganan perambahan kawasan hutan pada 12 provinsi prioritas (Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Sumbar, Lampung, Kaltim, Kalteng, Kalsel, Kalbar, Sultra, dan Sulteng) Restorasi ekosistem kawasan konservasi, 1 paket per tahun

15% 6 Prov 1 Judul

80% 32 Prov 1 Judul 6.715,2

a.

Pengembangan Kawasan Konservasi dan Ekosistem Esensial

1%

5%

1.381,3

2% 2 Prov

10% 12 Prov

1 paket

5 paket

K)

II.L.029.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEHUTANAN
No. b. PROGRAM/PRIORITAS Penyidikan dan Perlindungan Hutan SASARAN(Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 15% 2014 75% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 836,6

Meningkatnya pengamanan kawasan hutan, hasil Kasus baru tindak pidana kehutanan (illegal logging, perambahan, hutan dan jaminan terhadap hak negara atas hutan perdagangan TSL,illegal, penambangan illegal dan kebakaran) penanganannya terselesaikan minimal sebanyak 75% Tunggakan perkara (illegal logging, perambahan, perdagangan TSL illegal, penambangan illegal dan kebakaran) terselesaikan sebanyak 25% per tahun

25%

76,30%

c.

Kasus hukum perambahan kawasan konservasi terselesaikannya sebanyak 20% Pengembangan konservasi spesies dan genetik Meningkatnya kualitas konservasi Populasi keanekaragaman hayati dan spesies terancam punah keanekaragaman hayati dan produk tumbuhan dan meningkat sebesar 3% dari kondisi tahun 2008 sesuai kondisi satwa liar biologis dan kesediaan habitat Penangkaran dan pemanfaatan jenis keanekaragaman hayati secara lestari meningkat 5% Kerjasama internasional dan konvensi di bidang konservasi keanekaragaman hayati sebanyak 1 paket per tahun Terselenggaranya skema DNS Kehutanan, 1 paket per tahun

4% 0%

20% 3% 462,9

1% 1 paket 1 paket 20% 10% 6 DAOPS 5 Unit

5% 1 paket 5 paket 67,20% 50% 30 DAOPS 25 Unit 464,7
K)

d.

Pengendalian kebakaran hutan

Meningkatkan sistem pencegahan pemadaman, Hotspot di Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, dan Pulau Sulawesi penanggulangan, dampak kebakaran hutan dan berkurang 20% setiap tahun. lahan Luas kawasan hutan yang terbakar ditekan hingga 50% dibandingkan kondisi tahun 2008 Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bahaya kebakaran hutan di 30 DAOPS

1.275,0

e.

Pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan Meningkatnya pemanfaatan jasa lingkungan dan Pengusahaan pariwisata alam meningkat sebesar 60% dibandingkan dan wisata alam wisata alam tahun 2008, dan ijin usaha pemanfaatan jasa lingkungan air baru sebanyak 25 unit. PNBP dibidang pengusahaan pariwisata alam meningkat 100% dibandingkan tahun 2008. Peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan konservasi tertentu meningkat menjadi minimal Rp 800.000,00 per bulan per kepala keluarga (atau sebesar 30%) melalui upaya-upaya pemberdayaan masyarakat.

20% 6%

100% 30%

II.L.029.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEHUTANAN
No. 4. PROGRAM/PRIORITAS Peningkatan Fungsi dan Daya Dukung DAS Berbasis Pemberdayaan Masyarakat SASARAN(Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 16.131,0

Berkurangnya lahan kritis pada DAS Prioritas Fasilitasi dan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan kritis sehingga dapat mengurangi resiko bencana alam, termasuk hutan mangrove, gambut dan rawa pada DAS Prioritas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat seluas 2,5 juta ha. dalam usaha komoditas kehutanan Fasilitasi penetapan areal kerja pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) seluas 2 juta ha. Fasilitasi pembangunan hutan rakyat untuk bahan baku industri pertukangan seluas 250.000 ha. Fasilitasi penetapan areal sumber benih di seluruh bioregion seluas 6.000 ha, dan pengelolaan areal sumber benih yang telah ada seluas 4.500 ha. Rencana pengelolaan DAS terpadu pada 108 unit DAS prioritas. Fasilitasi penetapan areal kerja hutan desa seluas 500.000 ha.

a.

Penyelenggaraan Rehabilitasi Hutan dan berkurangnya lahan kritis melalui rehabilitasi dan Fasilitasi dan pelaksanaan rehabilitasi hutan pada DAS prioritas seluas 800.000 ha. Lahan, dan Reklamasi Hutan di DAS Prioritas reklamasi hutan Fasilitasi rehabilitasi lahan kritis pada DAS prioritas seluas 500.000 ha. Fasilitasi pengembangan hutan kota seluas 5000 ha. Fasilitasi rehabilitasi hutan mangrove, gambut dan rawa seluas 295.000 ha melalui Fasilitasi penetapan areal kerja pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) seluas 2 juta ha Fasilitasi 500 kelompok/unit ijin usaha pengelolaan HKm Fasilitasi 50 unit kemitraan usaha HKm Fasilitasi dukungan kelembagaan ketahanan pangan di 32 provinsi Fasilitasi pembangunan hutan rakyat Kemitraan untuk bahan baku kayu industri pertukangan seluas 250.000 Ha Fasilitasi pembentukan dan berfungsinya sentra HHBK Unggulan di 30 kabupaten Areal kerja hutan desa seluas 500.000 ha

160.000 Ha 100.000 Ha 1.000 Ha 60.000 Ha 400.000 Ha 100 Klpk 10 Unit 4 Prov 50.000 Ha 6 Kab 100.000 Ha 4.500 Ha

800.000 Ha 500.000 Ha 5.000 Ha 295.0006 Ha 2.000.000 Ha 500 Klpk 50 Unit 32 Prov 250.000 Ha 30 Kab 500.000 Ha 4.500 Ha

8.222,5

b.

Pengembangan Perhutanan Sosial

meningkatnya pengelolaan pemberdayaan masyarakat

hutan

6.239,2

c.

Pengembangan perbenihan tanaman hutan

ketersediaan materi genetik, sumber benih, dan benih berkualitas yang memadai

Areal sumber benih seluas 4.500 ha terkelola secara baik

109,5

II.L.029.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEHUTANAN
No. PROGRAM/PRIORITAS SASARAN(Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 Fasilitasi pembangunan areal sumber benih seluas 6.000 ha Pengembangan Seed for People 1 paket per tahun Pengembangan sentra bibit 1 paket/tahun d. Pembinaan penyelenggaraan pengelolaan DAS Terselenggaranya pengelolaan terpadu pada DAS priorutas DAS secara Rencana pengelolaan DAS terpadu di 108 DAS prioritas Terbangunnya base line data pengelolaan DAS di 36 BPDAS Tersedianya data dan peta lahan kritis di 36 BPDAS 5. Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kehutanan Minimal 60% hasil penelitian dan pengembangan Iptek dasar dan terapan yang dimanfaatkan oleh pengguna untuk kehutanan dapat dimanfaatkan dalam pengambilan bidang hutan alam, biodiversitas dan pengelolaan DAS sebanyak 7 kebijakan, pengelolaan teknis kehutanan dan judul pengayaan ilmu pengetahuan, termasuk Iptek dasar dan terapan yang dimanfaatkan oleh pengguna bidang pengembangan kebijakan dan teknis yang hutan tanaman dan HHBK sebanyak 6 judul berkaitan dengan isu-isu perubahan iklim Iptek dasar dan terapan yang dimanfaatkan oleh pengguna bidang pengolahan hasil hutan sebanyak 5 judul Iptek dasar dan terapan yang dimanfaatkan oleh pegguna bidang lansekap hutan, perubahan iklim dan kebijakan kehutanan sebanyak 7 judul a. Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kehutanan dan Perubahan Iklim. Ketersediaan dan termanfaatkan iptek dasar dan Iptek dasar dan terapan yang dihasilkan pada bidang lansekap hutan, terapan bidang lansekap hutan, adaptasi dan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan sebanyak 7 judul mitigas perubahan iklim, dan kebijakan kehutanan Iptek dasar dan terapan yang dimanfaatkan oleh pengguna pada bidang lansekap hutan, perubahan iklim dan kebijakan kehutanan sebanyak 7 judul. 20% 100% 113,4 1.200 Ha 1 paket 1 paket 22 DAS 7 BPDAS 7 BPDAS 2014 6.000 Ha 5 paket 5 paket 108 DAS 36 BPDAS 36 BPDAS 1.109,2
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

721,9

20%

100%

II.L.029.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEHUTANAN
No. b. PROGRAM/PRIORITAS Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Alam. SASARAN(Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) tersedia dan termanfaatkannya Iptek dasar dan terapan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam TARGET INDIKATOR 2010 Iptek dasar dan terapan yang dihasilkan bidang hutan alam, biodiversitas dan pengelolaan DAS, 7 judul. Iptek dasar dan terapan yang dimanfaatkan oleh pengguna bidang hutan alam, biodiversitas dan pengelolaan DAS sebanyak 7 judul. 20% 20% 2014 100% 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 120,2

c.

Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

d.

Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan

ketersediaan dan termanfaatkannya IPTEK dasar Iptek dasar dan terapan yang dihasilkan pada bidang pengolahan dan terapan bidang pengolahan hasil hutan hasil hutan sebanyak 5 judul Iptek dasar dan terapan yang dimanfaatkan oleh pengguna bidang pengolahan hasil hutan sebanyak 5 judul ketersediaan dan pemanfaatan IPTEK dasar dan Iptek dasar dan terapan bidang hutan tanaman dan hasil hutan bukan terapan hutan tanaman kayu (HHBK) sebanyak 6 judul Iptek dasar dan terapan yang dimanfaatkan oleh pengguna bidang hutan tanaman dan HHBK sebanyak 6 judul

20% 20% 20% 20%

100% 100% 100% 100%

109,7

158,2

6.

Dukungan Managemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Kehutanan dan SDM Kehutanan Lainnya Meningkatnya kualitas dan kapasitas SDM Depratemen Kehutanan serta SDM kehutanan lainnya (Pemda dan Masyarakat) Penyelenggaraan SMK kehutanan 1.440 siswa Diklat teknis dan administrasi 15.000 orang peserta Karyasiswa lulus studi S2/S3 sebanyak 325 orang siswa Sertifikasi ISO 9001 : 2007 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan sebanyak 5 unit Peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat Pembentukan 500 kelompok masyarakat produktif mandiri dalam pembangunan kehutanan serta peningkatan Peningkatan kapasitas 4.500 orang penyuluh kehutanan kesejahteraan masyarakat Kampanye Indonesia Menanam (KMI) pada 33 provinsi Kemitraan/jejaring kerja penyuluhan kehutanan sebanyak 5 paket 285 siswa 3.000 orang 65 siswa 0 unit 100 Klpk 900 Org 33 Prov 1 Paket 1.440 siswa 15.000 orang 325 siswa 5 unit 500 Klpk 4.500 Org 33 Prov 5 Paket

2.976,7

f.

761,2

g..

Penyuluhan kehutanan

407,2

7

Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kehutanan

215,5

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN KEHUTANAN 2010 – 2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

30.533,9

II.L.029.8

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO 1 PROGRAM/KEGIATAN Pengembangan dan Pengelolaan Perikanan Tangkap SASARAN INDIKATOR 2010 Meningkatnya produktivitas perikanan tangkap dan Jumlah Produksi perikanan tangkap (ton) kesejahteraan nelayan Jumlah pendapatan nelayan: - pendapatan nelayan pemilik/bulan (Rp) - pendapatan nelayan buruh/bulan (Rp) a. Pengelolaan Sumber Daya Ikan (SDI) Meningkatnya Wilayah Pengelolaan Perikanan • Jumlah lokasi pemantauan dan evaluasi perlindungan (WPP) yang terjamin ketersediaan sumber daya ikan dan pengkayaan SDI dengan data dan pengelolaan pemanfaatan yang terintegrasi, akuntabel dan tepat waktu. · 1.769.220 601.730 6 prov 2.441.550 1.200.000 33 prov 354,6 5.384.740 2014 5.500.000 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 8.144,8

• Jumlah ekosistem PUD yang teridentifikasi (8 prov per tahun) • Jumlah peraian teritorial dan kepulauan yang teridentifikasi sumber dayanya • Jumlah ZEEI yang teridentifikasi sumber dayanya b. Pembinaan dan Pengembangan Kapal Perikanan, Alat Penangkap Ikan, dan Pengawakan Kapal Perikanan Terwujudnya kecukupan kapal perikanan Indonesia Jumlah dan jenis kapal penangkap ikan yang memenuhi (yang laik laut, laik tangkap dan laik simpan), alat standar laik laut, laik tangkap dan laik simpan penangkap ikan (yang sesuai SNI) dan pengawakan yang memenuhi standar di setiap WPP

8 prov 1 WPP 11 prov 500 unit

40 prov 11 WPP 33 prov 27 prov 700 unit

K)

K)

384,0

II.L.032.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah alat penangkap ikan dan alat bantu penangkapan ikan yang memenuhi standar Jumlah awak kapal perikanan yang memenuhi standar kompetensi c. Pengembangan Pembangunan dan Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Meningkatnya pembangunan dan pencapaian Jumlah pelabuhan perikanan dengan fokus standar pelayanan prima di pelabuhan perikanan pembangunan di lingkar luar dan daerah perbatasan dengan fasilitas penunjang produksi, pengolahan, yang potensial pemasaran dan kesyahbandaran yang sesuai standar. 600 unit 60 orang 968 unit 2014 2.929 unit 240 orang 988 unit 6.084,8 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

Jumlah penyiapan pembangunan pelabuhan perikanan sesuai dengan rencana induk Jumlah pelabuhan perikanan yang mempunyai Wilayah Kerja Operasional Pelabuhan Perikanan (WKOPP) d. Pelayanan Usaha Perikanan Tangkap yang Efisien, Tertib, dan Berkelanjutan Meningkatnya pelayanan prima dan ketertiban Jumlah keabsahan dan kelengkapan dokumen usaha usaha perikanan tangkap sesuai ketersediaan SDI di perikanan tangkap setiap WPP secara akuntabel dan tepat waktu. Jumlah pelaku usaha perikanan tangkap yang memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku Jumlah kapal dan jenis alat penangkap ikan yang diperbolehkan sesuai dengan ketersediaan sumber daya ikan di setiap WPP

35 Lokasi 10

190 Lokasi 50

K)

8.000 SIUP, SIPI/SIKPI

12.000 SIUP, SIPI/SIKPI

200,9

2.500

4.500

4.900 SIPI

8.900 SIPI

II.L.032.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO e. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Pengembangan Usaha Penangkapan Ikan dan Jumlah kawasan potensi perikanan tangkap yang Pemberdayaan Nelayan Skala Kecil menjadi kawasan Minapolitan dengan usaha yang bankable serta realisasi investasi usaha perikanan tangkap. Jumlah kawasan minapolitan potensi perikanan tangkap yang memiliki Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang Mandiri. Jumlah Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang Mandiri. Jumlah usaha perikanan tangkap yang memenuhi kelayakan usaha dan bankable 2 Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya Meningkatnya produksi, produktivitas dan mutu hasil perikanan budidaya. Volume produksi perikanan budidaya (ton) Jumlah benih dengan mutu terjamin. 1 PP 5 PPI 2014 1 PP 5 PPI TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 454,1

999 KUB 999 KUB 5.376.200 Benih ikan 36 miliar ekor

1.800 KUB 1.800 KUB 16.891.000 Benih ikan 256 miliar ekor Bibit Rumput laut 2,8 juta ton 238 kab/kota - Payau : 145 kawasan - Tawar : 238 kawasan - Laut : 158 kawasan 4,6 juta ton 2.022.220 ton 10.288.175 ton 7.000 unit 620,8
K)

4.331,4

Bibit rumput laut 267.280 ton Jumlah kawasan perikanan budidaya yang memiliki prasarana dan sarana sesuai kebutuhan. 76 kab/kota - Payau : 45 kawasan - Tawar : 76 kawasan - Laut : 56 kawasan a Pengembangan Sistem Produksi Pembudidayaan Ikan Meningkatnya produksi perikanan budidaya dengan Jumlah produksi perikanan budidaya air tawar. mutu terjamin dan data akurat. Jumlah produksi perikanan budidaya air payau. Jumlah produksi perikanan budidaya laut Jumlah usaha perikanan budidaya yang bersertifikat dan memenuhi standar. 1,4 juta ton 1.137.920 ton 2.846.475 ton 1.000 unit

K)

II.L.032.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO b. PROGRAM/KEGIATAN Pengembangan Sistem Perbenihan Ikan SASARAN INDIKATOR 2010 Terpenuhinya kebutuhan benih untuk produksi dan Jumlah produksi induk unggul. pasar dengan mutu terjamin dan data akurat. Jumlah unit perbenihan yang bersertifikat dan benih yang memenuhi standar c. Pengembangan Sistem Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pembudidayaan Ikan Kawasan perikanan budidaya yang sehat serta produk perikanan yang aman dikonsumsi. 6,5 juta ekor induk 267.280 ton 51 unit 2014 52,2 juta ekor induk 2,7 juta ton 404 unit Lab. Kualitas air : 48 unit Lab. HPI : 35 unit
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 534,3

K) K)

Jumlah laboratorium uji yang memenuhi standar teknis. Lab. Kualitas air : 25 unit Lab. HPI (hama penyakit ikan) : 20 unit Lab. Residu : 9 unit Jumlah kawasan perikanan budidaya yang sehat serta persentasi jenis biota perairan yang dikonservasi. 350 kab

678,3

Lab. Residu : 25unit 450 kab

d.

Pengembangan Sistem Usaha Pembudidayaan Ikan

Kawasan potensi perikanan budidaya menjadi Jumlah kelompok usaha perikanan budidaya yang kawasan Minapolitan dengan usaha yang bankable . memenuhi standar kelembagaan dan jumlah tenagakerja yang memiliki kopetensi. Jumlah usaha perikanan budidaya yang memperoleh SNI serta jumlah lembaga sertifikasi yang terakreditasi

157 kelompok 394 orang 936 unit usaha 19 Lab uji; 3 LSSM (lembaga sertifikat sistem mutu)

3.388 kelompok 2.364 orang 4.948 unit usaha 43 Lab uji

466,4

15 LSSM e. Pengembangan Sistem Prasarana dan Sarana Pembudidayaan Ikan Kawasan perikanan budidaya yang memiliki prasarana dan sarana sesuai kebutuhan. Luas lahan budidaya sesuai target produksi disertai data potensi yang akurat. 1.115.666 Ha, 70 potensi kawasan 1.365.416 Ha, 150 potensi kawasan 667,5

II.L.032.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO f. PROGRAM/KEGIATAN Pengawalan dan Penerapan Teknologi Terapan Adaptif Perikanan Budidaya Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan SASARAN INDIKATOR 2010 Sentra produksi perikanan budidaya yang memiliki Persentase unit usaha yang mendapatkan pelayanan komoditas unggulan dan menerapkan teknologi sertifikasi sesuai standar dengan informasi yang akurat. inovatif. Meningkatnya produk olahan bernilai tambah, Jumlah pangsa pasar ekspor, penambahan jumlah jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, ragam produk ekspor, nilai ekspor atau volume ekspor, investasi, distribusi dan akses pasar hasil perikanan serta jumlah impor terkendali sesuai standard dan kebutuhan. 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.109,5

3

3,2% pangsa ekspor 6 ragam produk ekspor US$ 2,9 Milyar nilai ekspor 1,38 juta ton volume ekspor 0,28 juta ton volume impor

3,2% pangsa ekspor 11 ragam produk ekspor US$ 5 miliar nilai ekspor 2,43 juta ton volume ekspor 0,49 juta ton volume impor 84 lokasi

1.585,2

a.

Fasilitasi Pengembangan Industri Pengolahan Meningkatnya volume produk olahan hasil Hasil Perikanan perikanan dengan kemasan dan mutu terjamin

Jumlah sarana prasarana pengolahan sesuai target produksi pengolahan Jumlah sentra pengolahan Volume produksi dari UKM

58 lokasi

245,5

5 lokasi 2,3 juta ton 17 lab

25 lokasi 2,8 juta ton 40 lab

K)

b.

Fasilitasi Pengembangan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan

Meningkatnya unit penanganan, pengolahan dan Jumlah laboratorium sertifikasi yang memiliki sarana distribusi hasil perikanan yang memperoleh prasarana sesuai standar mutu laboratorium sertifikasi sesuai standar nasional dan internasional Jumlah kegiatan penanganan, pengolahan, distribusi dan pengujian mutu hasil perikanan yang memperoleh SNI dan persyaratan internasional Jumlah laboratorium uji mutu hasil perikanan yang memperoleh akreditasi dari KAN Jumlah Unit Pengolahan Ikan (UPI) dan hasil perikanan yang bersertifikasi

K)

233,8

179 SNI

1.095 SNI

K)

17 lab 424 UPI

40 lab 1.768 UPI

K)

K)

II.L.032.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO c. PROGRAM/KEGIATAN Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri Hasil Perikanan SASARAN Meningkatnya jumlah desa yang memiliki pasar yang mampu memfasilitasi penjualan hasil perikanan dan tingkat konsumsi ikan INDIKATOR 2010 Jumlah pelelangan ikan dan pasar ikan yang berfungsi sesuai standar 18 TPI 7.061 pasar 2014 271 TPI 35 ribu pasar
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 590,9

Jumlah lokasi pelaksanaan kegiatan Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) d. Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan Pemasaran Luar Negeri Hasil Perikanan Meningkatnya jumlah pangsa pasar ekspor perikanan Jumlah penambahan negara tujuan ekspor

33 provinsi

33 provinsi

3

5

94,1

Jumlah UKM binaan yang berpotensi ekspor e. Fasilitasi Pembinaan dan Pengembangan Sistem Usaha dan Investasi Perikanan Meningkatnya jumlah nilai investasi (PMA dan PMDN) bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dan jumlah unit pengolahan ikan yang memenuhi standar ketenagakerjaan Meningkatnya penataan dan pemanfaatan sumber daya kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil secara berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat Jumlah unit usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang memenuhi standar ketenagakerjaan sesuai SKKNI

50 430 UPI

50 3.860 UPI
K)

244,9

4

Program Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Jumlah kawasan pesisir yang tahan terhadap ancaman kerusakan, memiliki infrastruktur dasar serta jumlah ragam dan volume produk kelautan yang dikembangkan Jumlah kawasan laut, pesisir dan pulau-pulau kecil yang memiliki peta potensi dan arahan pemanfaatan yang terintegrasi, akuntabel dan terkini serta terkendali pemanfaatannya Jumlah kelompok usaha mikro yang mandiri serta jumlah usaha mikro di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil

10 kawasan, 2 kapal, 50 ribu ton

140 kawasan 12 kapal 500 ribu ton 145 kawasan

K)

3.856,0

23 kawasan

K)

800.000 usaha

2.000.000 usaha

120 unit

300 unit

II.L.032.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO a. PROGRAM/KEGIATAN Pengelolaan dan Pengembangan Konservasi Kawasan dan Jenis SASARAN Terkelolanya 20% kawasan ekosistem terumbu karang, lamun, mangrove dan 15 jenis biota perairan yang terancam punah INDIKATOR 2010 kawasan konservasi laut dan kawasan konservasi perairan tawar dan payau yang dikelola secara berkelanjutan seluas 4,5 juta ha Jumlah kawasan konservasi dan jenis biota perairan dilindungi yang diidentifikasi dan dipetakan secara akurat. b. Tersedianya 145 rencana zonasi nasional/ provinsi/ Jumlah kawasan laut dan pesisir yang memiliki peta Penataan Ruang dan Perencanaan potensi dan arahan pemanfaatan yang terintegrasi, Pengelolaan Wilayah Laut, Pesisir Dan Pulau- kabupaten/ kota, 50 masterplan minapolitan, 30 Pulau Kecil masterplan kluster pulau-pulau kecil bernilai akuntabel dan terkini ekonomi tinggi serta 12 master plan kawasan sentra produksi kelautan Jumlah kawasan pulau-pulau kecil yang memiliki peta potensi dan arahan pemanfaatan yang terintegrasi, akuntabel dan terkini c. Pendayagunaan Pesisir dan Lautan Terkelolanya 50 Kawasan minapolitan yang tahan terhadap ancaman kerusakan dan mempunyai infrastruktur dasar, serta 3 produk kelautan Jumlah luasan kawasan pesisir rusak yang pulih kembali. 900 ribu ha 2014 4,5 juta ha
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 745,4

9 Kawasan dan 3 jenis

9 Kawasan dan 3 jenis 50 kawasan
K)

6 kawasan

481,1

23 kawasan

145 kawasan

K)

60 ha

5.000 ha

K)

404,5

Jumlah ragam dan volume produk kelautan yang dikembangkan pada kawasan pesisir dan lautan. - BMKT - Garam - Deep sea water 2 kapal 50 ribu ton 200 ribu liter 12 kapal 500 ribu ton 7,2 juta liter
K) K) K)

II.L.032.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO d. PROGRAM/KEGIATAN Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil SASARAN Terwujudnya 200 pulau kecil yang memiliki infrastruktur mamadai, ekosistem baik, siap terhadap bencana, dan 25 di antaranya terinvestasi INDIKATOR 2010 Jumlah pulau kecil yang diidentifikasi dan dipetakan potensinya secara akurat termasuk pulau-pulau kecil terluar Jumlah pulau kecil yang memiliki infrastuktur memadai secara terintegrasi termasuk pulau-pulau kecil terluar e. Pelayanan Usaha dan Pemberdayaan Masyarakat Meningkatnya keberdayaan dan kemandirian 2 juta Jumlah kelompok usaha mikro di kawasan pesisir dan usaha skala mikro di seluruh kawasan minapolitan pulau-pulau kecil yang bankable. pesisir, beroperasinya sarana usaha mikro di 300 - Pengembangan sarana usaha Mikro LKM kabupaten/kota pesisir. - Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa/PNPM MK 5 Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Indonesia bebas Illegal, Unreported & Unregulated (IUU) Fishing serta kegiatan yang merusak sumber daya kelautan dan perikanan Tenaga pendamping Kelompok Usaha Mikro 20 pulau 2014 205 pulau
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 578,5

20 pulau

205 pulau

K)

1.300,6 100 unit 120 kab/kota 480 orang 800.000 usaha 62% 100 unit 120 kab/kota 480 orang 800.000 usaha 100% 3.049,6

Persentase wilayah pengelolaan perikanan bebas IUU fishing

Persentase pelaku tindak pidana kelautan dan perikanan yang divonis secara akuntabel dan tepat waktu serta persentase penurunan tindak pidana kelautan dan perikanan a Peningkatan Operasional Pengawasan Sumber Daya Perikanan Meningkatnya usaha perikanan yang sesuai ketentuan Jumlah usaha penangkapan ikan di wilayah bagian barat yang sesuai ketentuan Jumlah usaha penangkapan ikan di wilayah bagian timur yang sesuai ketentuan

55%

100%

280 kapal 180 kapal

2.680 kapal 1.712 kapal

170,1

II.L.032.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO b PROGRAM/KEGIATAN Peningkatan Operasional Pengawasan Sumber Daya Kelautan SASARAN Meningkatnya wilayah perairan Indonesia yang bebas kegiatan ilegal dan merusak INDIKATOR 2010 Jumlah wilayah perairan yang bebas kegiatan perusakan ekosistem perairan Jumlah wilayah perairan yang bebas kegiatan pencemaran c Peningkatan Operasional dan Pemeliharaan Kapal Pengawas Meningkatnya wilayah pengelolaan perikanan bebas IUU fishing Jumlah wilayah pengelolaan perikanan bagian barat bebas IUU Fishing Jumlah wilayah pengelolaan perikanan bagian timur bebas IUU Fishing d Pengembangan Sarana dan Prasarana Terpenuhinya sarana dan prasarana pengawasan Pengawasan dan Pemantuan Kapal Perikanan dengan rancang bangun dan sistem pemantauan yang terintegrasi dan tepat sasaran Jumlah pemenuhan sarana pengawasan yang memadai secara terintegrasi, akuntabel dan tepat waktu Kapal Pengawas Speedboat Stasiun Radar Satelit Transmitter VMS Pemenuhan prasarana pengawasan yang memadai secara terintegrasi, akuntabel dan tepat waktu Kantor dan Bangunan Pengawas Dermaga Pos Pengawas e Penyelesaian tindak pidana kelautan dan perikanan Meningkatnya pelaku tindak pidana kelautan dan perikanan yang divonis secara akuntabel dan tepat waktu serta persentase penurunan tindak pidana kelautan dan perikanan Jumlah Kapal yang diperiksa 5 2 15 4000 30 27 70 40.164
K) K) K) K)

2014 27 wilayah 40 wilayah perairan 5 WPP 6 WPP

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 87,0

4 wilayah 7 wilayah perairan 3 WPP 6 WPP

1.617,3

536,9

0 15 0 0

55 137 0 1

K) K) K) K)

93,5

II.L.032.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO 6 PROGRAM/KEGIATAN Program Penelitian dan Pengembangan IPTEK Kelautan dan Perikanan SASARAN Termanfaatkannya hasil riset dan inovasi IPTEK kelautan dan perikanan INDIKATOR 2010 Jumlah inovasi IPTEK yang : memperoleh pengakuan (HKI, SNI, dan Penghargaan), direkomendasikan dan mempunyai model penerapan IPTEK yang memperoleh pengakuan (HKI, SNI, penghargaan) 3 buah 2014 IPTEK yang memperoleh pengakuan (HKI, SNI, penghargaan)13 buah 36 23 buah
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2.721,7

Hasil riset yang menjadi rekomendasi basis kebijakan dan di publikasikan a. Penelitian dan Pengembangan IPTEK Perikanan Tangkap Wilayah perairan Indonesia yang teridentifikasi potensi produksi, karakteristik, kebutuhan konservasi SDInya serta jumlah inovasi teknologi dan rekomendasi pengelolaannya. HKI (Hak Kekayaan Intelektual), rekomendasi, inovasi teknologi dan produk biologi yang meningkatkan efisiensi produksi, ragam, kualitas dan keamanan komoditas unggulan. Jumlah rekomendasi pengelolaan

5 6 buah

K)

K)

413,0

b.

Penelitian dan Pengembangan IPTEK Perikanan Budidaya

Jumlah rekomendasi yang meningkatkankan efisiensi produksi, ragam varietas baru/unggul, kualitas dan keamanan komoditas unggulan

5

25

K)

434,4

c.

Penelitian dan Pengembangan IPTEK Kelautan

Rekomendasi dan inovasi teknologi perlindungan pantai, energy terbarukan, pengawasan, eksplorasi, eksploitasi, instrumentasi kelautan, maritim, mitigasi/adaptasi bencana dan perubahan iklim yang meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya kelautan

Jumlah rekomendasi dan inovasi teknologi perlindungan, pengawasan, eksplorasi, eksploitasi, instrumentasi kelautan, maritim, mitigasi/adaptasi bencana dan perubahan iklim yang meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan

2 9

10 45

K) K)

242,8

II.L.032.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO d. PROGRAM/KEGIATAN Penelitian dan Pengembangan IPTEK Kewilayahan, Dinamika dan Sumber Daya Nonhayati Pesisir dan Laut SASARAN Wilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil yang teridentifikasi potensi, karakteristik, kebutuhan konservasi SDNHL dan fenomena alamnya serta jumlah rekomendasi pengelolaan dan model pemanfaatannya. INDIKATOR 2010 Jumlah rekomendasi pengelolaan dan model pemanfaatannya, serta Jumlah paket data terkait dengan fenomena alam dan sumber daya non hayati di wilayah pesisir ,laut, serta pulau-pulau kecil Rekomendasi dan/atau model pemanfaatan: 3 2014 Rekomendasi dan/atau model pemanfaatan: 15
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 260,7

1paket data terkait 5 paket data terkait fenomena alam laut, 5 fenomena alam laut, paket data terkait SDNH, 25 paket data terkait pesisir, dan laut SDNH, pesisir, dan laut

K)

e.

Penelitian dan Pengembangan IPTEK Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

HKI, rekomendasi serta inovasi teknologi dan bioteknologi yang meningkatkan efisiensi pengolahan secara optimal, ragam, nilai tambah, kualitas dan keamanan produk unggulan/ prospektif.

Jumlah HKI (Hak Kekayaan Intelektual), rekomendasi serta inovasi teknologi dan bioteknologi yang meningkatkan efisiensi pengolahan secara optimal, ragam, nilai tambah, kualitas dan keamanan produk unggulan/ prospektif. Jumlah rekomendasi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan dan model pengembangan usaha dan pemasaran berbasis minapolitan

Paket Teknologi: 3

Paket Teknologi: 16, HKI :2

K)

241,9

f.

Penelitian dan Perekayasaan Sosial Ekonomi Rekomendasi pengelolaan sumber daya kelautan Kelautan dan Perikanan dan perikanan berkelanjutan dan model pengembangan usaha dan pemasaran berbasis minapolitan. Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan SDM KP memiliki kompetensi sesuai kebutuhan

Rekomendasi: 4 bh Model pengembangan: 4 bh 980 orang

Rekomendasi: 20 bh Model pengembangan: 20bh 5.600 orang

K)

206,2

K)

7

Lulusan pendidikan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dan dapat diserap untuk kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dan dunia industri

K)

2.348,2

II.L.032.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO a. PROGRAM/KEGIATAN Pelatihan Kelautan dan Perikanan SASARAN INDIKATOR 2010 Terselenggaranya pelatihan yang sesuai standar Jumlah lulusan pelatihan yang sesuai standar serta serta persentase lulusan yang meningkat kinerjanya jumlah lulusan yang meningkat kinerjanya sesuai sesuai standar kompetensi dan kebutuhan pasar standar kompetensi dan kebutuhan pasar Meningkatnya kawasan potensi perikanan yang memiliki kelompok pelaku utama yang mandiri dalam mengembangkan usaha perikanan Terpenuhinya tenaga terdidik kompeten sesuai standar dan kebutuhan serta prioritas nasional Pengelolaan administrasi, keuangan, BMN, SPIP dan Tindak Lanjut Temuan satker lingkup DKP yang akuntabel dan tepat waktu Meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya lingkup DKP Persentase pemenuhan peraturan perundang-undangan serta efektivitas dan kemutakhiran hukum laut, perjanian, perizinan, organisasi dan tata laksana sesuai kebutuhan nasional dan tantangan global, serat pelayanan bantuan hukum yang akuntabel 50% 90% Jumlah kelompok potensi perikanan yang disuluh 6.160 masyarakat 1.103 aparatur 2014 15000 masyarakat 2200 aparatur TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 347,6

b.

Penyuluhan Kelautan dan Perikanan

300 Kelompok di 50 kawasan

700 kelompok di 50 kawasan

447,1

c.

Pendidikan Kelautan dan Perikanan

Jumlah lulusan pendidikan yang kompeten sesuai standard dan kebutuhan serta prioritas nasional Persentase satker lingkup DKP yang melaksanakan pengelolaan administrasi, keuangan, BMN, SPIP dan Tindak Lanjut Temuan yang akuntabel dan tepat waktu

1.400 orang

7000 orang

K)

963,4

8

Pengawasan dan peningkatan Akuntabilitas Aparatur DKP

30%

70%

278,7

9

Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya DKP Pembinaan dan Koordinasi Penyiapan Produk Hukum dan Penataan Organisasi DKP

4.105,3

a

66,0

II.L.032.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TARGET NO b PROGRAM/KEGIATAN Pengembangan dan Pembinaan Perkarantinaan Ikan SASARAN INDIKATOR 2010 Persentase media pembawa hama penyakit ikan impor, ekspor dan antar area yang bebas hama penyakit ikan karantina dengan laboratorium karantina yang sesuai standar OIE dan SNI 63,34% 2014 83,4% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.702,0

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

30.420,8

II.L.032.13

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. I 1 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 59.949,6 15.625,5 6.481,3
K))

PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Pengelolaan dan Konservasi Waduk, Embung, Meningkatnya ketersediaan dan terjaganya 3 kelestarian air dengan kapasitas 12 miliar m

Jumlah waduk dan embung/situ yang dibangun sebanyak 12 waduk dan 158 embung/situ Jumlah waduk, embung/situ yang direhabilitasi sebanyak 29 waduk dan 298 embung/situ

1 waduk selesai dibangun; 5 waduk 11 waduk selesai dibangun; 1 dalam pelaksanaan pembangunan; waduk dalam pelaksanaan 20 embung/situ selesai dibangun pembangunan; 158 embung/situ selesai dibangun 2 waduk selesai di rehabilitasi, 9 waduk dalam pelaksanaan rehabilitasi dan 37 embung/situ selesai direhabilitasi 182 waduk/embung/situ 29 waduk selesai di rehabilitasi, dan 298 embung/situ selesai direhabilitasi

1.845,3
K))

Terkendalinya bahaya banjir, meningkat dan terjaganya ketersediaan air di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo

Jumlah waduk/embung/situ yang dioperasikan dan dipelihara sebanyak 182 waduk/embung/situ Jumlah kawasan sumber air yang di konservasi sebanyak 15 kawasan Jumlah waduk yang dibangun di DAS Bengawan Solo (7 waduk )

166 waduk/embung/situ

1.320,0

9 kawasan 1 Waduk Bendo (Ponorogo)

15 kawasan 1 Waduk Bendo (Ponorogo)

K))

645,0 900,0 306,0 20,0 457,0

1 Wadung Gondang (Sragen) 1 Wadung Gondang (sragen) Penyelesaian 1 Waduk Gonggang 1 Waduk Gonggang 1 Waduk Kresek (Madiun) 1 Waduk Kresek (Madiun)

1

II.L.033.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 2014 1 Waduk Kedung Bendo (Pacitan) 1 Waduk Kedung Bendo (Pacitan) 1 Waduk Kendang (Blora) 1 Waduk Pidekso (Wonogiri) 1 Waduk Pidekso (Wonogiri) Prasarana sumber daya air di DAS Bengawan Solo yang direhabilitasi Penanganan Sedimen Waduk Wonogiri dan Konservasi DAS Keduang Rehabilitasi 7 Waduk (Prijetan, Cengklik, Tlogo Ngebel, Banjar Anyar, Tlego Sarangan, Kedung Uling, Gonggang) Rehabilitasi Embung / Waduk Lapangan Operasi WS dan Pemeliharaan Infrastruktur SDA Bengawan Solo Tertanganinya Sedimen Waduk Wonogiri dan Konservasi DAS Keduang Rehabilitasi 7 Waduk (Prijetan, Cengklik, Tlogo Ngebel, Banjar Anyar, Tlego Sarangan, Kedung Uling, Gonggang) Terehabilitasi Embung / Waduk Lapangan Terlaksananya operasi WS dan Pemeliharaan Infrastruktur SDA Bengawan Solo Terkonservasinya 2 Kali (Kali Tirtomoyo & Kali Asin) Terkonservasinya arboretum Sumber Daya Air Bengawan Solo TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 553,0 107,0 1.350,0 1.060,0

106,0

105,0 180,0

terpeliharanya waduk di DAS Bengawan Solo

terlaksananya konservasi di DAS Bengawan Solo

130,0

60,0

2

II.L.033.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. 2 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 115 ribu hektar 200 ribu hektar 2,315 juta hektar 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 22.509,0 2.924,5 13.000,0 2.000,0

Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Meningkatnya dan terjaganya kualitas dan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya cakupan layanan pada 2,55 juta hektar daerah Luas layanan jaringan irigasi yang irigasi, 1,21 juta daerah rawa dan pemanfaatan ditingkatkan (129,38 ribu hektar) air tanah untuk irigasi seluas 44,89 ribu hektar Luas layanan jaringan irigasi yang direhabilitasi (1,34 juta hektar) Luas layanan jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara (2,315 juta hektar) Luas layanan jaringan rawa yang ditingkatkan (10 ribu hektar) Luas layanan jaringan rawa yang direhabilitasi (450 ribu hektar) Luas layanan jaringan rawa yang dioperasikan dan dipelihara (1,2 juta hektar)

129,38 ribu hektar 1,34 juta hektar 2,315 juta hektar

K))

K))

10 ribu hektar 85 ribu hektar 800 ribu hektar

10 ribu hektar 450 ribu hektar 1,2 juta hektar
K)) K))

60,0 1.700,0 1.000,0

Jumlah sumur air tanah yang dibangun (70 70 sumur air tanah sumur air tanah) Jumlah sumur air tanaha yang direhabilitasi 230 sumur air tanah (1.875 sumur air tanah) untuk mengairi areal seluas 37.500 hektar Jumlah sumur air tanah yang dioperasikan 425 sumur air tanah dan dipelihara (2.192 sumur air tanah) untuk mengairi areal seluas 43.840 hektar Luas layanan jaringan tata air tambak yang 1.000 hektar dibangun / ditingkatkan (seluas 1.000 hektar)

70 sumur air tanah 1.875 sumur air tanah
K))

77,0 615,8

2.192 sumur air tanah
K))

219,2

1.000 hektar

7,5

3

II.L.033.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 Luas layanan jaringan tata air tambak yang direhabilitasi (seluas 175 ribu hektar) berkembangnya daerah irigasi dan drainase di DAS Bengawan Solo 3 Meningkatnya layanan prasarana air baku dengan kapasitas 43.4 m3/det dan terjaganya Kapasitas air baku yang ditingkatkan sebesar layanan air baku dengan kapasitas 44.8 m3/det 43,4 m3/det Kapasitas parasarana air baku yang direhabilitasi sebesar 12,3 m3/det Kapasitas prasarana air baku yang terjaga sebesar total 44,8 m3/det Pengendalian Banjir, Lahar Gunung Berapi dan Terlindunginya kawasan seluas 48,66 ribu Pengamanan Pantai hektar dari bahaya banjir dan terlindunginya Panjang sarana/prasarana pengendali banjir kawasan pantai sepanjang 80 km dari abrasi yang dibangun (216 km) pantai serta terkendalinya 16 juta m3 lahar Panjang sarana/prasarana pengendali banjir gunung berapi/sedimen yang direhabilitasi (386 km) Panjang sarana/prasarana pengendali banjir yang dioperasikan dan dipelihara (2.000 km) untuk mengamankan kawasan seluas 35,7 ribu hektar Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku 4.000 hektar 175.000 hektar
K))

2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 525,0

Berkembangnya DI & Drainase Bengawan Jero / rawa Jero 7,6 m3/det 2,5 m3/det 5,5 m3/det 43,4 m3/det 12,3 m3/det 44,8 m3/det

380,0

K))

6.349,4 5.549,4 700,0 100,0 15.465,6 2.508,6 3.745,0 927,5

K))

K))

4

168 km 139 km 700 km

216 km 386 km 2.000 km

K))

K))

K))

Jumlah sarana/prasarana pengendali 28 buah lahar/sedimen yang dibangun (28 buah) untuk mengendalikan lahar/sedimen dengan volume 16 juta m3

28 buah

116,5

4

II.L.033.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah sarana/prasarana pengendali 4 buah lahar/sedimen yang direhabilitasi (85 unit) untuk mengendalikan lahar/sedimen dengan volume 6 juta m3 Jumlah sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang dioperasikan dan dipelihara (150 unit) untuk mengendalikan lahar/sedimen dengan volume 12 juta m3 Panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang dibangun (30 km) Panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang direhabilitasi (50 km) Panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang dipelihara (50 km ) Diselesaikannya dan berfungsinya Banjir Kana Diselesaikannya pembangunan kanal timur Timur untuk mengurangi daerah genangan paket 22 s/d 29 akibat banjir di Wilayah Jakarta Diselesaikannya kegiatan supervisi konstruksi Banjir Kanal Timur Terbangunnya bangunan akhir / jetty di muara Banjir Kanal Timur Terbangunnya jalan inspeksi Terbangunnya perkuatan tebing Diselesaikannya normalisasi Kali Blencong Terbangunnya inlet Cakung Terbangunnya Saluran Gendong 10 buah 85 buah
K))

2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 145,0

150 buah
K))

75,0

30 km 3 km 30 km 7 Paket 1 kegiatan

30 km 50 km 50 km 7 paket 1 kegiatan 800 meter 19 km 17 km 1 km 1 buah 7 km
K))

200,0 278,5 50,0 613,7 5,7 196,1 76,4 59,3 79,5 14,2 17,8

K))

5

II.L.033.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 Terbangunnya Utilitas (PGN Jaktim, PLN Jaktim, TPJ) Terbangunnya Jembatan penyeberangan orang (BKT 226) Terbangunnya Jembatan BKT 207 Terbangunnya drain inlet Terbangunnya perkuatan bronjong Tebangunnya jalan oprit Diselesaikanya pekerjaan galian dan timbunan hulu Kali Sunter Diselesaikannya Pemasangan Grass Block Terkendalinya bahaya banjir di Daerah Aliran terbangunnya prasarana pengendali banjir Sungai Bengawan Solo pompa banjir di 5 lokasi kawasan retensi di 3 Sungai di Ponorogo 1 Bendung Gerak/Bojonegoro Barrage Jabung Ring Dike Remaining Works LSRIP-phase I 1 Bendung Gerak Sembayat Tanggul Kota Ngawi Pengaturan kawasan rawan banjir Bojonegoro Flood Forecasting Warning System (FFWS) Bengawan Solo 3 unit 1 buah 1 buah 2 buah 18.000 m3 2 buah 100 meter 23,5 meter pompa banjir di 5 lokasi kawasan retensi di 3 Sungai di Ponorogo 1 Bendung Gerak/Bojonegoro Barrage Jabung Ring Dike Remaining Works LSRIP-phase I 1 Bendung Gerak Sembayat Tanggul Kota Ngawi Pengaturan kawasan rawan banjir Bojonegoro Flood Forecasting Warning System (FFWS) Bengawan Solo 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 20,2 5,1 5,1 2,2 41,8 7,3 0,9 28,2 40,0 50,0 260,0 460,0 100,0 650,0 61,0 40,0 40,0

6

II.L.033.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 2014 Tanggul Kiri Bengawan Solo Rengel-Centini terehabilitasinya prasarana pengendali banjir pintu air Demangan pintu air Demangan Normalisasi 3 Sungai (Kali Normalisasi Kali 3 sungai Mungkung, Kali Grompol dan Kali (Mungkung, Kali Grompol dan Sawur) Kali Sawur) Perbaikan dan Pengaturan Kali Madiun (Kwadungan-Ngawi) Normalisasi Kali Lamong Perbaikan Sungai Bengawan Solo Hulu (Jurug-Sragen) Rehabilitasi Pasca Banjir Kali Madiun II 1 PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan Nasional Terjaganya kualitas jalan dan jembatan sepanjang 171.695 Km Jumlah jalan yang dipreservasi sepanjang 31.227,80 Km 171.695 Km Jumlah jembatan yang dipreservasi sepanjang 118.837,54 Meter 602.944,40 Meter Jumlah jalan yang ditingkatkan kapasitasnya 3.660,30 Km (pelebaran) sepanjang 19.370 Km Jumlah jalan lingkar/bypass yang dibangun sepanjang 36,65 Km Jumlah jembatan yang bangun sepanjang 16.157,83 meter 0,24 Km 3.170,42 Meter 171.695 Km 602.944,4 Meter 19.370 Km
K))

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 480,0 130,0 170,0

540,0

Normalisasi Kali Lamong Perbaikan Sungai Bengawan Solo Hulu (Jurug-Sragen) Rehabilitasi Pasca Banjir Kali Madiun

1.100,0 2.005,0 120,0 148.418,9 47.545,9 5.426,1 67.021,5

K))

Meningkatnya kapasitas dan kualitas jalan sepanjang 19.407,27 Km jalan nasional dan 26.957,83 meter jembatan

K))

36365 Km 16.157,83 Meter

K))

534,5 4.000,9

K))

7

II.L.033.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah flyover/underpass yang dibangun 4.345,00 Meter sepanjang 10.800 meter Jumlah jalan strategis di lintas Selatan Jawa, 113,43 Km perbatasan, terpencil dan terluar yang dibangun sepanjang 1.377,94 Km 2 Pembinaan Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan dan Fasilitasi Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Meningkatnya kapasitas jalan tol sepanjang 120,35 Km Jumlah jalan tol yang dibangun sepanjang 120,35Km 5,05 Km 10.800 Meter 1.377,94 Km 2014
K))

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2.437,0 7.403,9

K))

29,40 Km

K))

8.815,0

3

4

Penyusunan kebijakan, program dan anggaran Meningkatnya kualitas kebijakan, program dan serta evaluasi pelaksanaan program pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan jalan 100% per tahun Penyiapan standar pedoman, penyusunan Meningkatnya kualitas standar dan pedoman desain supervisi dan keselamatan jalan serta teknis penyelenggaraan jalan 90% per tahun pengelolaan peralatan bahan jalan/jembatan

Jumlah kebijakan, program dan evauasi penyelenggaraan jalan Jumlah dokuen NSPK dan SPM yang disusun

1

1

1.308,5

0,9

0,9

785,1

5

6

7

Pembinaan dan monitoring evaluasi Terlaksananya pembinaan dan fasilitasi Jumlah kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaksanaan jalan dan jembatan wilayah barat penyelenggaraan jalan dan jembatan di wilayah pembnaan pelaksanaan teknis jalan daerah barat 100% per tahun wilayah barat Pembinaan dan monitoring evaluasi Terlaksananya pembinaan dan fasilitasi Jumlah kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaksanaan jalan dan jembatan wilayah timur penyelenggaraan jalan dan jembatan di wilayah pembnaan pelaksanaan teknis jalan daerah timur 100% per tahun wilayah timur Dukungan manajemen dan dukungan teknis Meningkatnya kualitas tata kelola Jumlah dukungan manajemen dan teknis lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga penyelenggaraan jalan 100% per tahun penyelenggaraan jalan Penyelenggaraan jalan tol Terlaksananya pengaturan, pengusahaan dan pengawasan penyelenggaraan jalan tol 100% per tahun

1

1

1.046,8

1

1

1.046,8

1

1

523,4

8

Jumlah panjang jalan tol yang dibangun oleh 1 swasta

1

523,4

8

II.L.033.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. III PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN Meningkatnya kualitas perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang bagi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan (termasuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim) Meningkatnya jumlah kabupaten kota yang menerapkan NSPK bidang Permukiman dalam rangka perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang bagi terwujudnya pembangunan permukiman yang berkelanjutan SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 50.000,0

Meningkatkan kualitas lingkungan permukimanMeningkatnya jumlah kawasan yang dan cakupan pelayanan (dasar) bidang mendapat akses pelayanan infrastruktur Pekerjaan Umum untuk meningkatkan bidang permukiman kesejahteraan masyarakat

1 Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Pengembangan

5 paket, 205 kab/kota 207 kab/kota

Jumlah penyusunan NSPK bidang 2 paket, 80 kab/kota pengembangan permukiman Jumlah Strategi Pembangunan Permukiman 50 dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIK) Jumlah Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman (RPKP) 30

5 paket, 205 kab/kota 207 kab/kota

K))

83,0 292,0

K))

207 kab/kota

207 kab/kota

K))

290,0

9

II.L.033.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) 207 kawasan TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah rencana tindak penanganan kawasan 95 kumuh perkotaan di kab/kota Jumlah peningkatan kemampuan peran serta 0 masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan permukiman Jumlah kawasan kumuh di perkotaan yang tertangani Jumlah satuan unit hunian Rumah Susun yang terbangun dan infrastruktur pendukungnya Jumlah kawasan perumahan bagi MBR 95 3960 207 kawasan 2014
K))

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 272,0

60 paket

60 paket

K))

26,0

207 kawasan 26.760 unit

207 kawasan 26.760 unit

K))

1.358,0 3.330,0

K))

240 kawasan 15 kawasan 205 kawasan 185 kawasan

104

240 kawasan 15 kawasan 205 kawasan 185 kawasan

K))

837,0 65,0 780,0 1.285,0

Jumlah kawasan permukiman rawan bencana 3 Jumlah kawasan perdesaan potensial / 55 agropolitan yang tertangani Jumlah kawasan yang dilayani oleh 50 infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi dan sosial Jumlah peningkatan lingkungan hunian untuk 1500 masyarakat yang tinggal di pulau kecil, desa tertinggal dan terpencil

K))

K))

K))

8.803 desa

8.803 desa

K))

2.800,0

10

II.L.033.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) 102 kawasan TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah kawasan yang mengalami 39 peningkatan kualitas lingkungan di kawasan perbatasan dan pulau kecil terluar 7 NSPK di 32 kab/kota, RTBL di 32 kab/kota, RISPK di 41 kab/kota dan 32 kawasan, RTH di 33 kab/kota, Rencana Tindak Pengembangan Kawasan Permukiman Tradisional dan Bersejarah di 33 kawasan 102 kawasan 2014
K))

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 259,0

2

Pengaturan, Pembinaan, Dan Pengawasan Dalam Penataan Bangunan Dan Lingkungan Termasuk Pengelolaan Gedung Dan Rumah Negara, serta Penyelenggaraan Pembangunan Bangunan Gedung dan Penataan Kawasan/Lingkungan Permukiman

Jumlah NSPK bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan NSPK di 226 kab/kota, RTBL di 193 kab/kota, Jumlah pendampingan penyusunan NSPK RISPK di 125 kab/kota dan 155 kawasan, bidang penataan bangunan dan lingkungan RTH di 213 kab/kota, Rencana Tindak oleh Pemda Pengembangan Kawasan Permukiman Tradisional dan Bersejarah

37 NSPK

37 NSPK NSPK di 226 kab/kota, RTBL di 193 kab/kota, RISPK di 125 kab/kota dan 155 kawasan, RTH di 213 kab/kota, Rencana Tindak Pengembangan Kawasan Permukiman Tradisional dan Bersejarah 33 propinsi

K))

19,0 496,0

K))

33 propinsi

65 kab/kota

Jumlah propinsi yang mendapatkan 33 pembinaan peningkatan kualitas penyelenggaraan bangunan gedung Jumlah kab/kota yang mendapat 5 pemeliharaan gedung negara yang bersejarah Jumlah kab/kota yang mendapat manfaat pengembangan sarana dan prasarana pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Jumlah kab/kota yang mendapatkan peningkatan bangunan gedung yang memenuhi persyaratan kelengkapan aksesibilitas pada bangunan gedung 7

241,0

65 kab/kota

K))

240,0

111 kab/kota

111 kab/kota

K))

329,0

128 kab/kota

10

128 kab/kota

K))

43,0

11

II.L.033.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) 152 kawasan 207 kawasan TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah kawasan yang meningkat kualitasnya 32 Jumlah kawasan yang mengalami 39 peningkatan kualitas ruang terbuka hijau pada lingkungan permukiman Jumlah kawasan yang mengalami 65 peningkatan kualitas lingkungan permukiman tradisional dan bersejarah Jumlah propinsi yang mendapatkan PIP2B 22 152 kawasan 207 kawasan 2014
K))

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.137,0 562,0

K))

160 kawasan

160 kawasan

K))

400,0

33 Propinsi 21.984 kel/des

33 Propinsi 20.293 Kel/Desa

K))

160,0 5.943,0

3

Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan, 75 buah NSPK Pengembangan Sumber Pembiayaan Dan Pola Investasi, serta Pengelolaan Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Dan Persampahan 426 Bantek, Bintek, dan pendampingan SSK

Jumlah kel/des yang mendapatkan 9556 pendampingan pemberdayaan masyarakat PNPM-P2KP Jumlah NSPK untuk pengelolaan air limbah, 3 NSPK air limbah; 2 NSPK drainase, dan persampahan yang tersusun drainase; 3 NSPK persampahan

K))

25 NSPK air limbah, 20 NSPK drainase, dan 30 NSPK persampahan Jumlah Bantek, Bintek, dan pendampingan 34 Bantek, Bintek, dan 226 Bantek, Bintek, dan (SSK) pengelolaan air limbah, drainase, dan pendampingan (SSK) air limbah; 8 pendampingan (SSK) air limbah; persampahan Bantek, Bintek, dan pendampingan 50 Bantek, Bintek, dan (SSK) drainase; 22 Bantek, Bintek, pendampingan (SSK) drainase; dan pendampingan (SSK) dan 150 Bantek, Bintek, dan persampahan pendampingan (SSK) persampahan

K))

67,7

K))

644,7

12

II.L.033.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) 65 paket diklat TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah penyelenggaraan pelatihan (Diklat) 6 paket diklat pengelolaan air teknis pengelolaan sanitasi lingkungan dan limbah; 2 paket diklat pengelolaan persampahan drainase; 2 paket diklat pengelolaan persampahan Jumlah monev kinerja pengembangan air limbah, drainase, dan persampahan 34 kegiatan monev air limbah; 7 kegiatan monev drainase; 21 kegiatan monev persampahan 2014 35 paket diklat pengelolaan air limbah; 15 paket diklat pengelolaan drainase; dan 15 paket diklat pengelolaan persampahan 226 kegiatan monev air limbah; 50 kegiatan monev drainase; 150 kegiatan monev persampahan 15 kegiatan fasilitasi pengembangan sumber pembiayaan dan pengembangan pola ivestasi persampahan 11 kab/kota dengan sistem offsite dan 210 kab/kota dengan sistem on-site 50 kab/kota
K))

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 129,5

426 kegiatan monev

K))

54,9

15 kegiatan fasilitasi pengembangan sumber pembiayaan dan pengembangan pola ivestasi persampahan

Jumlah fasilitasi pengembangan sumber 2 kegiatan fasilitasi pembiayaan dan pola investasi bidang persampahan melalui kerjasama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat Pembangunan prasarana dan sarana air limbah dengan sistem off-site dan on-site 11 kab/kota sistem off-site; 30 kab/kota sistem on-site 26 kab/kota

K))

15,0

peningkatan pelayanan air limbah di 221 kab/kota

K))

4.458,0

penanganan drainase di 50 kab/kota (4.600 Ha) Pembangunan drainase perkotaan peningkatan TPA di 210 kab/kota , sarana pengumpul sampah sebanyak 250 unit , persampahan terpadu 3R di 250 lokasi Peningkatan/pembangunan TPA, prasarana pengumpulan sampah dan persampahan terpadu 3R

K))

3.204,0 5.500,0

55 kab/kota peningkatan TPA dan Peningkatan TPA di 210 kab/kota 50 lokasi persampahan terpadu 3R , 250 unit sarana pengumpul sampah, dan 250 lokasi persampahan terpadu 3R

K))

13

II.L.033.13

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. 4 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan, Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi, serta Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) peningkatan pelayanan air minum di 4.650 desa, 577 kawasan MBR perkotaan, 820 IKK, 100 kawasan khusus (pemekaran, pulau terluar, perbatasan, terpencil, dan KAPET), dan 53 kawasan pelabuhan perikanan TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah desa, kawasan MBR perkotaan,IKK, dan kawasan khusus (pemekaran, pulau terluar, perbatasan, terpencil, dan KAPET) yang terfasilitasi 1.472 desa, 74 kawasan MBR perkotaan, 144 IKK, 18 kawasan khusus, dan 13 kawasan pelabuhan perikanan 2014 4.650 desa, 577 kawasan MBR perkotaan, 820 IKK, 100 kawasan khusus (pemekaran, pulau terluar, perbatasan, terpencil, dan KAPET), dan 53 kawasan pelabuhan perikanan
K))

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 10.884,0

pembinaan bagi 185 PDAM dan 225 nonPDAM Rencana Induk SPAM di 200 kab/kota

Jumlah PDAM dan non-PDAM yang memperoleh pembinaan Jumlah Rencana Induk SPAM yang telah ditetapkan diklat bagi penyelenggara air minum di 100 Jumlah penyelenggaraan pelatihan (Diklat) kab/kota dan monev di 299 kab/kota teknis dan jumlah monev pengembangan air minum 22 NSPK air minum dan NSPK dalam Perda di Jumlah NSPK tersusun dan jumlah kab/kota 100 kab/kota yang menyelenggarakan pengembangan SPAM sesuai NSPK fasilitasi pinjaman bank bagi 107 PDAM, Jumlah laporan pra studi kelayakan KPS dan prastudi KPS di 23 PDAM , dan 9 laporan studi alternatif pembiayaan studi alternatif pembiayaan pengembangan SPAM

pembinaan 35 PDAM dan 30 non- Pembinaan bagi 185 PDAM dan PDAM 225 non-PDAM 30 kab/kota 200 kab/kota 18 kab/kota, 50 kab/kota Diklat bagi penyelenggara air minum di 100 kab/kota dan monev di 299 kab/kota 22 NSPK air minum dan NSPK dalam Perda di 100 kab/kota 107 PDAM terfasilitasi pinjaman bank, prastudi KPS di 23 PDAM , dan 9 laporan studi alternatif pembiayaan pengembangan SPAM 32 provinsi dan 8 lokasi

K))

996,0 209,0 83,0

K))

K))

4 NSPK

K))

104,0

20 PDAM terfasilitasi pinjaman bank, 3 PDAM prastudi KPS

K))

71,0

kampanye hemat air di 32 provinsi dan Jumlah aktivitas reuse/daur ulang air, jumlah 32 provinsi percontohan reuse dan daur ulang air limbah di provinsi yang melakukan kampanye 8 lokasi

K))

74,0

14

II.L.033.14

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. 5 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pelayanan Manajemen Bidang Permukiman SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) Pelaksanaan administrasi penggajian dan perkantoran untuk 9.500 pegawai 31 paket untuk persampahan dan drainase, 65 unit untuk air minum dan air limbah, 33 paket cadangan mendesak bidang Perkim TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah pegawai dan paket pembinaan 1.900 pegawai dan 45 paket 2014 9.500 pegawai dan 233 paket 31 paket untuk persampahan dan drainase, 65 unit untuk air minum dan air limbah, 33 paket cadangan mendesak bidang Perkim
K))

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.167,0 650,0

Penyediaan prasarana dan sarana air minum, 5 paket, 13 unit dan 5 paket air limbah, persampahan dan drainase pada cadangan lokasi pasca bencana/konflik sosial

K))

6

Penyusunan Kebijakan, Program dan 185 paket Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman PROGRAM PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG Pengembangan Kapasitas dan Pelembagaan Penyelenggaraan Penataan Ruang

Jumlah paket penyusunan kebijakan, strategi, 37 paket program dan anggaran, kerjasama luar negeri dan pola investasi, evaluasi, data dan informasi

185 paket

K))

441,2

IV 1

2.545,1 Meningkatnya SDM Penataan ruang yang berkualitas Jumlah kegiatan pelatihan bidang penataan ruang yang dilaksanakan 2 kegiatan 29 kegiatan
K)

44,0

2

Perencanaan, Pemanfaatan, dan Pengendalian Keserasian dan keselarasan program Jumlah rencana tata ruang yang telah Pemanfaatan Ruang Wilayah Nasional pembangunan yaitu program dalam RTRWN, disinkronkan program pembangunannya termasuk Melakukan Koordinasi dan Fasilitasi RTR Pulau, RTR KSN, RTR PKN, PKSN Proses Penetapan Dokumen-dokumen yang dihasilkan

33 provinsi

33 provinsi

-

720,2

15

II.L.033.15

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. 3 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Penyiapan dan Penetapan Materi Peraturan Perundangan-undangan dan NSPK Bidang SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 60 NSPK 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 96,0

Tersusunnya PP Sesuai Amanat UU 26/2007, Meningkatnya (Presentase) Penyelesaian PP 8 NSPK yaitu: Sesuai Amanat UU 26/2007 • PP tentang Penyelenggaraan Pembinaan Penataan Ruang • PP tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (termasuk di dalamnya adalah PP tentang Kriteria dan Tata Cara Peninjauan Kembali RTRW • PP tentang Zonasi Sistem Nasional • PP tentang Prosedur Perolehan Izin Pemanfaatan Ruang Dan Tata Cara Penggantian Yang Layak • PP tentang Insentif dan Disinsentif • PP tentang Pengendalian Pemanfaatan Ruang • PP tentang Kriteria Kawasan Perkotaan • PP tentang Penataan Kawasan Perkotaan • PP tentang Penataan Kawasan Agropolitan • PP tentang Penataan Ruang Kawasan Perdesaan • PP tentang Sanksi Administratif

16

II.L.033.16

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. 4 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 Meningkatnya Penyelesaian Perpres sesuai Amanat UU 26/2007 4 RTR Pulau dan 4 Perpres KSN 2014 7 RTR Pulau dan 69 Perpres KSN
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 204,5

Perencanaan, Pemanfaatan dan Pengendalian Tersusunnya Perpres Sesuai Amanat UU Pemanfaatan Ruang Wilayah Nasional 26/2007: Termasuk Melakukan Koordinasi dan Fasilitasi • Perpres RTR Pulau Proses Penetapan Dokumen-dokumen yang • Perpres RTR KSN Dihasilkan Fasilitasi Penyusunan Substansi Raperda RTRW dan Rencana Rincinya Tersusunnya Perda Sesuai Amanat UU 26/2007: • Perda mengenai RTRW Provinsi • Perda mengenai RTRW Kabupaten Terlaksananya bantek dan bintek penataan ruang di pusat dan daerah

5

Meningkatnya Penyelesaian Perda Provinsi dan Kabupaten Amanat UU 26/2007

4 kegiatan

11 kegiatan

K)

11,4

6

Peningkatan kualitas hasil penyelenggaraan penataan ruang

Jumlah kegiatan stock taking tata ruang provinsi

0

18 kegiatan 15 kab

K)

15,0 18,8

Jumlah kabupaten yang mendapatkan bantek 3 kab peningkatan pelaksanaan penataan ruang kabupaten pemenang PKPD Jumlah kabupaten yang mendapatkan 44 kab bimbingan teknis penataan ruang wilayah kabupaten Jumlah kabupaten yang mendapatkan 1 kawasan bimbingan teknis pengembangan wilayah/kawasan perdesaan dan agropolitan Jumlah kegiatan bimbingan teknis 6 kegiatan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah provinsi

K)

220 kab

K)

103,2

28 kawasan

K)

24,3

22 kegiatan

K)

21,9

17

II.L.033.17

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah kawasan andalan/koridor yang 1 kawasan mendapatkan arahan pengembangan wilayah lintas provinsi Jumlah wilayah sungai yang mendapatkan 6 ws fasilitasi penataan ruang lintas wilayah 7 8 Pembinaan PPNS bidang Penataan Ruang Terbinanya PPNS bidang penataan ruang Jumlah (orang) PPNS yang dibina Jumlah kegiatan evaluasi kinerja penyelenggaraan penataan ruang 90 orang 7 kegiatan 15 kawasan 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 15,0

69 ws

K)

85,7

500 orang 40 kegiatan

K)

32,5 42,0

9

Perumusan Kebijakan, Program dan Anggaran, Laporan kinerja penyelenggaraan penataan Kerjasama Luar Negeri serta Evaluasi Kinerja ruang di pusat dan daerah Pelaksanaan Kegiatan Tersusunnya strategi pengembangan Perencanaan tata ruang serta koordinasi kelembagaan inovasi perencanaan ( e pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan metropolitan serta planning) , penetapan zonasi kegiatan di kota pembinaan pelaksanaan pengembangan dan penetapan bank lahan untuk pembangunan permukiman di perkotaan Terselenggaranya penyediaan basis data dan informasi perkotaan Meningkatnya upaya pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana alam dalam perencanaan dan pelaksanaan rencana pembangunan perkotaan

K)

Jumlah kajian strategi pengembangan 3 kajian kelembagaan inovasi perencanaan ( e planning) , penetapan zonasi kegiatan di kota dan penetapan bank lahan untuk pembangunan di perkotaan Jumlah pemutakhiran basis data informasi perkotaan Jumlah kota pusaka, rawan bencana dan PKPD yang ditingkatkan kualitas pengembangan perkotaan dan kapasitas kelembagaannya 1 kegiatan 3 kota

15 kajian

K)

24,5

5 kegiatan 31 kota

K)

20,0 62,0

K)

18

II.L.033.18

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN (Hasil Outcomes/ Output yang diharapkan) Terlaksananya pengembangan perkotaan beserta kapasitas kelembagaannya, terutama kota-kota baru dan kota-kota yang berkembang pesat Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara Penelitian dan Pengembangan Kementerian PU Penyelenggaraan Pembinaan Konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi Pusat dan daerah Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi Pusat dan daerah dengan indikator Indeks pembinaan jasa konstruksi nasional dan daerah TARGET INDIKATOR 2010 Jumlah kota yang memperoleh pembinaan 18 kota teknis pelaksanaan pengembangan perkotaan dan kapasitas kelembagaannya 109 kota 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 74,1

V VI VII VIII IX

2.894,2 841,0 739,6 2.027,0 1.389,0

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PU 2010-2014

268.804,3

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

19

II.L.033.19

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENKO POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN
TARGET NO I PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya SASARAN Meningkatnya dukungan administratif dan pelaksanaan operasional KemenkoPolhukam INDIKATOR 2010 1. % penyelenggaraan dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya yang profesional, akuntabel, efisien dan efektif 2. % persiapan reformasi birokrasi oleh seluruh K/L di bawah koordinasi Kemenko Polhukam 3. Jumlah K/L di bawah lingkup koordinasi Kemenko Polhukam yang melaksanakan program 100 hari tepat waktu % rekomendasi kebijakan politik dalam negeri yang dilaksanakan oleh kementerian teknis dan pemda. 1. Jumlah Rapat Koordinasi Pemantapan Demokratisasi dan Kelembagaan 2. Jumlah dokumen Indeks demokrasi Indonesia 3. Jumlah pelaksanaan pemantauan dan evaluasi 1. Jumlah Rapat Koordinasi Otonomi Khusus 2. Jumlah pemantauan dan evaluasi 3. Jumlah rapat koordinasi Desk Papua 4. Jumlah pemantauan perkembangan sosial politik di Papua % tindak lanjut rekomendasi kebijakan politik luar negeri yang dilaksanakan oleh kementerian teknis dan Pemda 80% 2014 95% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 406,6

80% 100%

95% 100%

II

Program Peningkatan Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Koordinasi Pemantapan Demokratisasi dan Kelembagaan

1. Meningkatnya efektivitas koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan politik dalam negeri Terselenggaranya koordinasi kebijakan pemantapan demokratisasi dan kelembagaan

60%

80%

307,6

2.1

12 4 12 4 12 4 60%

60 3 dok 20 60 20 60 20 80%

K)

39,9

K) K) K) K) K) K)

2.2

Koordinasi Pengelolaan Pemantapan Otonomi

Terselenggaranya Koordinasi Kebijakan Pengelolaan Pemantapan Otonomi Khusus

35,2

2. Meningkatnya efektivitas koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan politik luar negeri

14,1

II.L.034.1

TARGET NO 2.3 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Koordinasi strategi politik luar negeri SASARAN Terselenggaranya koordinasi kebijakan strategi politik luar negeri Terselenggaranya koordinasi kebijakan kerjasama ASEAN INDIKATOR 2010 1. Jumlah rapat koordinasi peningkatan kualitas strategi politik luar negeri 2. Jumlah pemantauan dan evaluasi 1. Jumlah rapat koordinasi pelaksanaan cetak biru komunitas ASEAN dan kerjasama ASEAN 2. Jumlah pemantauan dan evaluasi 1. Jumlah Rapat Koordinasi peningkatan kualitas kerjasama Asia, Pasifik dan Afrika 2. Jumlah pemantauan dan evaluasi 1. Jumlah Rapat Koordinasi peningkatan kualitas kerjasama Amerika dan Eropa 2. Jumlah pemantauan dan evaluasi 1. Jumlah rapat koordinasi peningkatan kualitas hubungan multilateral 2. Jumlah pemantauan dan evaluasi % tindak lanjut rekomendasi kebijakan hukum dan hak azasi manusia yang dilaksanakan oleh kementerian teknis dan pemda Rasio tindak lanjut rekomendasi kebijakan pertahanan negara yang dilaksanakan oleh kementerian teknis 1. Jumlah Rapat Koordinasi Wilayah Negara dan Tata Ruang Pertahanan 2. Jumlah Rapat Koordinasi Pembentukan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan 3. Jumlah koordinasi pemetaan batas wilayah RI dengan Malaysia, PNG, Timor Leste, Singapura dan Palau 4. Jumlah pemantauan dan evaluasi 12 4 12 2014 60 20 60
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2,8

K) K)

2.4

Koordinasi kerjasama ASEAN

2,8

2.5

Koordinasi kerjasama Asia, Pasifik dan Afrika

Terselenggaranya koordinasi kebijakan kerjasama Asia, Pasifik dan Afrika Terselenggaranya koordinasi kebijakan kerjasama Amerika dan Eropa Terselenggaranya koordinasi kebijakan hubungan multilateral 3. Meningkatnya efektivitas koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan hukum dan hak azasi manusia 4. Meningkatnya efektivitas koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan pertahanan negara

4 12 4 12 4 12 4 60%

20 60 20 60 20 60 20 80%

K) K)

2,8

K) K)

2.6

Koordinasi kerjasama Amerika dan Eropa

2,8

K) K)

2.7

Koordinasi hubungan multilateral

2,8

K)

49,4

75%

90%

39,9

2.8

Koordinasi wilayah negara dan tata ruang pertahanan Terselenggaranya koordinasi kebijakan wilayah negara dan tata ruang pertahanan

12 12 12

60 12 60

K)

20,6

K)

K)

8

40

K)

5. Jumlah rapat koordinasi Desk Wiltas dan PPKT 6. Jumlah pemantauan perkembangan sosial politik di wiltas dan PPKT

12 4

60 20

K)

K)

II.L.034.2

TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN 5. Meningkatnya efektivitas koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan keamanan nasional 2.9 Koordinasi penanganan kejahatan transnasional dan terorisme Terselenggaranya koordinasi kebijakan penanganan kejahatan transnasional dan terorisme INDIKATOR 2010 % rekomendasi kebijakan keamanan nasional yang ditindaklanjuti oleh kementerian teknis dan Pemda 1. Jumlah Rapat Koordinasi Urusan Kejahatan Transnasional dan Terorisme 2. Jumlah pemantauan dan evaluasi 3. Jumlah Rapat Koordinasi Urusan Terorisme Bersama dengan DKPT 4. Jumlah Rapat Koordinasi Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme 5. Jumlah pemantauan dan evaluasi perkembangan terorisme termasuk modus operandi 6. Jumlah Rapat Koordinasi Pengelolaan Peningkatan kapasitas DKPT menjadi BKPT 1. Jumlah Rapat Koordinasi Penanganan Konflik dan Kontijensi 2. Jumlah pemantauan dan evaluasi 3. Jumlah rapat koordinasi Desk Aceh 4. Jumlah pemantauan perkembangan sosial politik di NAD 5. Jumlah Rapat Koordinasi Desk Sulteng 6. Jumlah pemantauan dan evaluasi perkembangan sosial politik di Sulteng % tindak lanjut rekomendasi kebijakan yang dilaksanakan oleh kementerian teknis dan Pemda 1. Jumlah Rapat Koordinasi Pengelolaan Masyarakat Kawasan Tertinggal 2. Jumlah pemantauan dan evaluasi 60% 2014 80%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 66,8

12 4 12 12 4

60 20 60 60 20

K)

14,5

K) K)

K)

K)

12 12 4 12 4 12 4 60%

60 60 20 60 20 60 20 80%

K)

2.10

Koordinasi penanganan konflik dan kontijensi

Terselenggaranya Koordinasi Kebijakan Penanganan Konflik dan Kontijensi

K)

36,1

K) K) K)

K) K)

6. Meningkatnya efektivitas koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan kesatuan bangsa 2.11 Koordinasi pengelolaan masyarakat kawasan tertinggal Terselenggaranya koordinasi kebijakan pengelolaan masyarakat kawasan tertinggal

17,1

12 4

60 20

K)

3,4

K)

II.L.034.3

TARGET NO 2.12 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Koordinasi wawasan kebangsaaan SASARAN Terselenggaranya koordinasi kebijakan wawasan kebangsaaan 7. Meningkatnya efektivitas koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan komunikasi dan informasi di bidang politik, hukum dan keamanan 2.13 Koordinasi media center dan kehumasan Terselenggaranya koordinasi kebijakan media center dan kehumasan INDIKATOR 2010 1. Jumlah Rapat Koordinasi Wawasan Kebangsaaan 2. Jumlah pemantauan dan evaluasi Rasio tindak lanjut rekomendasi kebijakan yang dilaksanakan oleh kementerian teknis dan Pemda 12 4 60% 2014 60 20 80%
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3,4

K)

22,6

III IV

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Memadainya sarana dan prasarana aparatur Program Peningkatan Koordinasi Keamanan dan Keselamatan di Laut 1. Meningkatnya dukungan administrasi dan teknis Menkopolhukam-Bakorkamla 2. Meningkatnya operasi bersama keamanan laut Meningkatnya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pengawasan keamanan laut Menurunnya angka pelanggaran hukum di laut

1. Jumlah Rapat Koordinasi penguatan Media Center dan Kehumasan 2. Jumlah Rapat Koordinasi KIP 3. Jumlah pemantauan dan evaluasi Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana aparatur 1. Terpenuhinya kebutuhan seluruh unit organisasi Bakorkamla 2. Jumlah dan cakupan operasi bersama keamanan laut Penyelesaian sistem early warning dan sea surveillance termasuk integrasinya Menurunnya angka pelanggaran hukum di laut

12 12 4 60% 30% 30% 15%

60 60 20 80% 32% 32% 100%

K)

3,4

K) K)

43,4 1.246,9

4.1

Peningkatan koordinasi pengawasan keamanan laut

570,3

4.2

Peningkatan operasi bersama keamanan laut

30%

32%

232,0

TOTAL ALOKASI KEMENKO POLHUKAM 2010-2014

2.004,5

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.034.4

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOORDINATOR PEREKONOMIAN
TARGET No 1. 2. 3. a. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Koordinasi Kebijakan Bidang Perekonomian Koordinasi Kebijakan Makro Meningkatnya koordinasi kebijakan makro yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi Meningkatnya koordinasi kebijakan pasar modal, perbankan dan lembaga keuangan bukan bank yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi Meningkatnya Koordinasi Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Meningkatnya Koordinasi Penyusunan Skim Pembiayaan Kredit, Asuransi, dan Remitansi untuk Pekerja Migran Meningkatnya koordinasi urusan ketahanan pangan Persentase pelaksanaan rencana tindak kebijakan makro yang tepat waktu Persentase pelaksanaan rencana tindak kebijakan pasar modal, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank yang tepat waktu Persentase Rekomendasi hasil koordinasi Kebijakan KUR yang terimplementasikan Persentase Rekomendasi hasil koordinasi Kebijakan Koordinasi Pembiayaan Kredit, Asuransi, dan Remitansi untuk Pekerja Migran yang diimplementasikan Persentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan bidang ketahanan pangan yang terimplementasikan 50% 75% SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 206,4 117,5 400,6 3,0

b.

Koordinasi Kebijakan Pasar Modal, Perbankan Dan Lembaga Keuangan Bukan Bank

60%

80%

3,5

c. d.

Koordinasi Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Koordinasi Penyusunan Skim Pembiayaan Kredit, Asuransi, dan Remitansi untuk Pekerja Migran

60% 60%

80% 80%

3,1 1,9

e.

Koordinasi Kebijakan Ketahanan Pangan

50%

90%

19,5

II.L.035.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOORDINATOR PEREKONOMIAN
TARGET No f. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Koordinasi Kebijakan Bidang Perkebunan dan Hortikultura Koordinasi Kebijakan Bidang Pengembangan Urusan Perikanan dan Peternakan SASARAN Meningkatnya Koordinasi kebijakan di bidang Perkebunan dan Hortikultura Meningkatnya Koordinasi kebijakan di bidang Pengembangan Urusan Perikanan dan Peternakan INDIKATOR 2010 Persentase Rekomendasi hasil koordinasi Kebijakan perkebunan dan hortikultura yang diimplementasikan 85% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 11,6

g.

h.

i.

j.

k.

l.

m.

n.

Persentase Rekomendasi hasil koordinasi Kebijakan Pengembangan Urusan Perikanan dan Peternakan yang diimplementasikan Koordinasi Pengembangan Kebijakan Pengembangan Meningkatnya koordinasi kebijakan pengembangan Persentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan Bahan Bakar Nabati bahan bakar nabati pengembangan bahan bakar nabati yang diimplementasikan Koordinasi Pengembangan Desa Mandiri Energi Meningkatnya koordinasi pengembangan Desa Mandiri Persentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan Energi dalam pelaksanaan kebijakan Desa Mandiri Energi yang ditindaklanjuti Persentase rekomendasi hasil Koordinasi Dan Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi Koordinasi Dan Sinkronisasi Kebijakan Bidang Sinkronisasi Kebijakan Bidang Percepatan implementasi kebijakan percepatan penyediaan dan Percepatan Penyediaan Dan Pemanfaatan Energi Penyediaan Dan Pemanfaatan Energi Alternatif yang pemanfaatan energi alternatif Alternatif terimplementasi Koordinasi Penataan Kelembagaan Pengembangan UKM Meningkatnya kapasitas kewirausahaan UKM berbasis Persentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan Berbasis Inovasi innovasi pengembangan UKM berbasis innovasi yang ditindaklanjuti; Koordinasi Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Meningkatnya kualitas koordinasi kebijakan Prosentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan peningkatan dan pengembangan ekspor peningkatan dan pengembangan ekspor yang terimplementasikan Koordinasi Penataan Dan Pengembangan Sistem Logistik Terkoordinasinya Pelaksanaan Kebijakan Penataan dan Persentase Rekomendasi hasil koordinasi Kebijakan Nasional pengembangan Sistem Logistik Nasional Penataan dan Pengembangan Sistem Logistik Nasional yang ditindaklanjuti Koordinasi Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi Meningkatnya Koordinasi di Bidang peningkatan Persentase Rekomendasi hasil koordinasi kebijakan (PEPI) Ekspor dan peningkatan Investasi di Bidang Peningkatan Ekspor dan Investasi yang terimplementasikan

85%

100%

11,8

40%

75%

4,7

40%

70%

5,7

50%

90%

30,0

70-75%

90-100%

24,7

60-70%

95-100%

11,4

60%

85%

7,6

65%

85%

15,8

II.L.035.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOORDINATOR PEREKONOMIAN
TARGET No o. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Koordinasi Pengembangan dan Penerapan sistem NSW dan ASW SASARAN Meningkatnya Koordinasi di Bidang Pengembangan dan Penerapan NSW dan ASW INDIKATOR 2010 Persentase Rekomendasi hasil koordinasi kebijakan di Bidang Pengembangan dan Penerapan NSW dan ASW yang terimplementasikan Persentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan Urusan Infrastruktur Transportasi yang terimplementasi Persentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan Urusan Penatan Ruang dan Pengembangan Wilayah yang terimplementasi Persentase peraturan pelaksana UU KEK yang terselesaikan Jumlah Lokasi KEK yang ditetapkan Persentase hasil koordinasi kebijakan di bidang kerjasama ekonomi dan pembiayaan Eropa, Afrika dan Timur Tengah yang diimplementasikan Persentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan di bidang kerjasama ekonomi dan pembiayaan Asia yang diimplementasikan 80% 2014 95% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 16,2

p.

Koordinasi Pengembangan Urusan Infrastruktur Transportasi Koordinasi Pengembangan Urusan Penataan Ruang Dan Pengembangan Wilayah (termasuk KEK, KAPET, dan Kawasan Ekonomi lainnya)

· Meningkatnya Koordinasi Urusan Infrastruktur Transportasi a. Meningkatnya Koordinasi Urusan Penataan Ruang Dan Pengembangan Wilayah

60%

85%

19,3

q.

75%

90%

22,7

b.Terselesaikannya Peraturan Penyelenggaraan KEK dan penetapan Lokasi KEK dan pengembangan KAPET r. Koordinasi Pengembangan Kerjasama Ekonomi Dan Pembiayaan Eropa, Afrika Dan Timur Tengah Meningkatnya koordinasi kerjasama ekonomi dan pembiayaan Eropa, Afrika dan Timur Tengah

60% 1 60-70%

95% 7 95-100%
K)

9,7

s.

Koordinasi Pengembangan Kerjasama Ekonomi Dan Pembiayaan Asia

Meningkatnya koordinasi kerjasama ekonomi dan pembiayaan Asia

60-70%

95-100%

9,7

TOTAL ALOKASI KEMENKO PEREKONOMIAN 2010-2014

724,5

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.035.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOORDINATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT
TARGET No I. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya SASARAN Terlaksananya seluruh kegiatan pendukung pelaksanaan kegiatankegiatan koordinasi bidang kesejahteraan rakyat. INDIKATOR 2010 Persentase tersosialisasikannya kegiatan bidang kesra melalui media massa. Jumlah LHP tepat waktu. Persentase pengelolaan keuangan tepat waktu. Persentase terpenuhinya sarana dan prasarana guna mendukung pelaksanaan operasional perkantoran. Jumlah pegawai yang memilik kompetensi sesuai jabatan. Jumlah dokumen perencanaan yang dihasilkan. Jumlah kajian kebijakan bidang kesra. II. Pengembangan Kebijakan Kesejahteraan Rakyat Meningkatnya koordinasi dalam mengembangkan dan menyerasikan Jumlah kegiatan koordinasi sesuai bidang yang dilaksanakan kebijakan kesra dalam upaya Penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran serta Tanggap Cepat Masalah kesra dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. 30 kegiatan koordinasi 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 265,5 1 dokumen 100% 100%

400 pegawai 4 dokumen 7 dokumen 30 kegiatan koordinasi 475,9

II.L.036.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOORDINATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT
TARGET No 1. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Penataan Kelembagaan Jaminan Sosial Nasional (Dewan Jaminan Sosial Nasional) SASARAN 1. Tersedianya NIK bagi setiap peserta jaminan sosial; INDIKATOR 2010 NIK sudah terlaksana bagi seluruh masyarakat (bekerja sama dengan Depdagri). 1. UU BPJS 2. PP PBI 3. PP Jaminan Kesehatan 4. PP Kepesertaan (bekerja sama dengan Depkes, Depnaker, Dephan, MenPAN, Depkeu) PP Pensiun; Jaminan Kecelakaan Kerja; Jaminan Hari Tua; dan Jaminan Kematian (bekerja sama dengan Depkeu) PP Tata Pengelolaan dan Pengembangan Dana Jaminan Sosial (bekerja sama dengan Depkeu) Unit Permodelan Keuangan SJSN (bekerja sama dengan Depkeu) Studi Lansia, Pensiun, Jamkesmas, Pekerja Informal (bekerja sama dengan Bappenas). Studi Keterkaitan Pembiayaan SJSN dengan Aturan Perdagangan, Ketenagakerjaan, Perpajakan dan Investasi (bekerja sama dengan Depkeu). 4. Terharmonisasinya regulasi di bidang jaminan sosial; Harmonisasi dengan UU Dana Pensiun (bekerja sama dengan Depkeu) 30% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 50,1

2. Tersusunnya perangkat hukum SJSN;

100%

100%

80%

100%

30% 100%

100% 100%

3. Tersusunnya berbagai studi dan kajian di bidang jaminan sosial untuk memperkuat pelaksanaan SJSN.

100% 100%

100%

II.L.036.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOORDINATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Harmonisasi dengan UU Jamsostek (bekerjasma dengan Depnaker) 1. Rencana Transisi BPJS 2014 100% 100% 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

5. Terselenggaranya jaminan sosial berbasis asuransi bagi seluruh pekerja formal maupun informal dengan prioritas utama asuransi kesehatan; dan terciptanya sistem, prosedur, serta struktur organisasi penyelenggara jaminan sosial yang efisien dan efektif; 2. Rencana detil organisasi dan anggaran pengendali BPJS

3. Memulai pendaftaran pemberi kerja dan pekerja 4. Rencana Pendataan dan Jumlah Kontribusi 5. Merancang sosialisasi pada masyarakat 6. Membangun strategi pengembangan fasilitas kesehatan 7. Negosiasi dengan penyedia layanan kesehatan dan menyusun skema monitoringnya (bekerja sama dengan Depkeu dan Depkes) Implementasi model manajemen tabungan hari tua pada BPJS (bekerja sama dengan Depkeu) Jumlah peserta jaminan sosial dari masyarakat/pekerja miskin (bekerja sama dengan Depnaker) Kualitas manfaat jaminan sosial (bekerja sama dengan Depnaker). 741,4 100%

6. Meningkatnya jangkauan/cakupan jaminan sosial terhadap pekerja miskin (yang tidak mampu memberikan kontribusi/iuran); 7. Meningkatnya kualitas manfaat jaminan sosial bagi pekerja;

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN KOORDINATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT 2010-2014

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.036.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Meningkatnya kualitas pelayanan, pengelolaan, perencanaan dan pelaksanaan yang ditunjang oleh pembinaan adminstrasi dan keuangan Kemenbudpar 1. Jumlah dokumen pelaksanaan pembinaan administrasi serta dokumen perencanaan dan hukum 2. Jumlah Publikasi informasi kebudayaan dan pariwisata 3. Jumlah penyelenggaraan administrasi kepegawaian dan organisasi dilingkungan Kemenbudpar 4. Jumlah peserta Diklat Aparatur Negara 5. Jumlah kerjasama internasional bidang kebudayaan dan pariwisata 6. Jumlah informasi kebudayaan dan pariwisata dan jumlah media informasi 7. Jumlah fasilitasi dan pendukungan kegiatan pembangunan kebudayaan dan pariwisata Pusat dan Daerah 94 12 33 1.593 47 16 4 2.014 488 79 208 9.222 260 122 30
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 805,9

K)

K)

K) K)

K)

K)

2

Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Pengawasan Dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata

Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana aparatur Jumlah pengadaan dan pemeliharaan Inventaris kantor

148

743

K)

188,7

3

1. Meningkatnya akuntabilitas kinerja satuan kerja/unit kerja di lingkungan Kemenbudpar 2. Meningkatnya keandalan SDM Pengawas didukung dengan SOP Pengawas

1. Persentase satuan kerja yang telah melaksanakan sistem AKIP

100

100

137,6

2. Persentase hasil temuan yang ditindaklanjuti 3. Jumlah SOP pengawasan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan

100 9

100 27
K)

II.L.040.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2.014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

4

Pengembangan Nilai Budaya, Seni dan Perfilman

1. Meningkatnya internalisasi, revitalisasi, dan reaktualisasi nilai-nilai budaya yang mendukung pembangunan karakter dan pekerti bangsa. 2. Meningkatnya apresiasi terhadap keragaman seni budaya dan perfilman. 3. Meningkatnya kreatifitas, dan produktifitas

1. Jumlah peserta sosialisasi dan intenalisasi nilai nilai budaya

1.200

6.900

K)

1.542,1

4. Tersedianya sarana bagi pengembangan, pendalaman dan pagelaran seni budaya di kota besar dan ibukota kabupaten/kota 4.1 Pelestarian dan Pengembangan Kesenian Meningkatnya apresiasi, kreativitas, dan produktivitas para pelaku seni

2. Jumlah reaktualisasi, inventarisasi, dan dokumentasi karya budaya 3. Jumlah produksi film nasional yang berkualitas 4. Jumlah karya seni budaya yang memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual 5. Jumlah fasilitasi pergelaran, pameran, festival karya seni budaya dan film 6. Jumlah fasilitasi sarana pengembangan, pendalaman, dan pergelaran seni budaya

220 75 400 83 25

1.100 391 2.000 415 529

K)

K) K)

K)

K)

4.2 4.3 4.4

Pengembangan Perfilman Nasional Peningkatan Sensor Film Pengembangan Galeri Nasional

Meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi film nasional Meningkatnya kualitas dan kuantitas layanan lembaga sensor film Meningkatnya kualitas pengelolaan Galeri Nasional

1. Jumlah fasilitasi pergelaran, pameran, festival, lomba, dan pawai 2. Jumlah reaktualisasi kesenian yang hampir punah 3. Jumlah naskah inventarisasi karya seni budaya 4. Jumlah fasilitasi sarana bagi pengembangan, pendalaman dan pegelaran seni budaya 1. Jumlah Fasilitasi Festival Film dalam dan luar negeri 2. Jumlah fasilitasi organisasi dan komunitas perfilman Jumlah film/video/iklan lulus sensor

20 2 25 11 18 40.000 1.750 4 75 110

100 10 125 504 11 18 221.000 2.000 4 415 1 1.157

K)

174,2

K) K) K)

201,0
K)

133,7 219,2

4.5

Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional

1. Jumlah karya seni yang dipamerkan 2. Jumlah karya seni yang diakuisisi 3. Jumlah karya seni rupa yang dipreservasi (konservasi dan restorasi) 4. Jumlah fasilitasi prasarana pengembangan pusat kebudayaan nasional Meningkatnya pemanfaatan hasil hasil kajian sejarah Jumlah naskah kajian pelestarian sejarah dan nilai tradisional dan nilai tradisional

K)

K)

256,0

II.L.040.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4.6 Pelestarian dan Pengembangan Nilai-Nilai Tradisi Pembangunan Karakter dan Pekerti Bangsa Meningkatnya inventarisasi, revitalisasi, dan reaktualisasi nilai-nilai tradisi Meningkatnya internalisasi nilai-nilai budaya yang mendukung pembangunan karakter dan pekerti bangsa Meningkatnya pemberdayaan komunitas adat 1. Jumlah naskah inventarisasi nilai tradisi 2. Jumlah karya budaya bernilai tradisi hasil reaktualisasi 1. Jumlah peserta internalisasi dan sosialisasi karakter dan pekerti bangsa 2. Jumlah pelaku budaya penerima penghargaan 1. Jumlah fasilitasi dan advokasi komunitas adat 2. Jumlah naskah inventarisasi komunitas adat 1. Jumlah fasilitasi sarana pengembangan, pendalaman, dan pergeleran seni budaya 2. Jumlah fasilitasi prasarana pengembangan pusat kebudayaan nasional 50 5 600 50 32 10 25 1 2.014 50 25 3.900 300 32 10 25 1 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 31,6
K)

4.7

K)

50,0

K)

4.8 4.9

Pengembangan Masyarakat Adat

26,0
K)

Meningkatnya manajemen dan pelaksanaan tugas Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni teknis lainnya dalam rangka pengembangan nilai budaya, seni dan perfilman dan Film

450,5

K)

5

Kesejarahan, Kepurbakalaan, dan Permuseuman 1. Meningkatnya internalisasi nilai kesejarahan dan 1. Jumlah peserta internalisasi dan sosialisasi nilai-nilai sejarah wawasan kebangsaan yang mendukung pembangunan dan sejarah kewilayahan Indonesia karakter dan jatidiri bangsa 2. Meningkatnya kualitas pengelolaan, perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya, khususnya Benda Cagar Budaya/Situs/ Kawasan Cagar Budaya 3. Meningkatnya kualitas pelayanan dan pengelolaan museum, termasuk naskah-naskah kuno 2. Jumlah warisan budaya dunia dan cagar budaya nasional yang ditetapkan dan dikelola secara terpadu

5.600

37.500

K)

2.091,3

1

9

K)

3. Jumlah benda cagar budaya yang dilindungi dan dipelihara 4. Jumlah situs dan kawasan cagar budaya yang dilindungi, dipelihara, dan dieksplorasi 5. Jumlah museum yang memenuhi standar pelayanan dan pengelolaan 6. Jumlah koleksi naskah kuno yang diselamatkan dan dikelola

2.100 2.226 4 3.120 3 5.200

7.700 2.490 79 4.000 15 33.300
K) K) K)

5.1

Pengembangan Nilai Sejarah

Meningkatnya internalisasi nilai-nilai sejarah

1. Jumlah naskah sejarah 2. Jumlah peserta internalisasi dan sosialisasi nilai-nilai sejarah

28,0

II.L.040.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 5.2 1. Jumlah naskah sejarah kewilayahan Indonesia 2. Jumlah peta/atlas geografi sejarah 3. Jumlah peserta internalisasi dan sosialisasi sejarah kewilayahan Indonesia Pengembangan Pengelolaan Peninggalan Bawah Meningkatnya kualitas perlindungan, pemeliharaan, 1. Jumlah situs bawah air yang diidentifikasi, diinventarisasi, Air pengembangan, dan pemanfaatan peninggalan bawah dipetakan, ditetapkan, dan dieksplorasi air 2. Jumlah BCB bawah air yang diselamatkan, diamankan, dirawat, diawetkan, dan dimanfaatkan Pengembangan Pengelolaan Peninggalan Kepurbakalaan Meningkatnya kualitas perlindungan, pemeliharaan, pengembangan, dan pemanfaatan BCB/Situs dan Kawasan kepurbakalaan secara terpadu 1. Jumlah warisan budaya dunia dan cagar budaya nasional yang ditetapkan dan dikelola secara terpadu 2. Jumlah BCB/situs/kawasan yang diinventarisasi dan ditetapkan secara nasional 3. Jumlah cagar budaya nasional yang dinominasikan dan didaftarkan sebagai warisan dunia 1. Jumlah koleksi dan naskah yang dikelola 2. Jumlah museum yang direvitalisasi 3. Jumlah Museum Berskala Nasional yang dikembangkan 4. Jumlah pengunjung museum. 1. Jumlah koleksi dan naskah yang dikelola 2. Jumlah penerbitan publikasi museum (eksemplar) 3. Jumlah pengunjung museum nasional 4. Luas pengembangan dan penataan gedung C, tempat penyimpanan (storage ) dan ruang presentasi (m2) 1. Jumlah Cagar Budaya/Situs/kawasan yang dilestarikan 2. Jumlah inventarisasi dan pendaftaran peninggalan purbakala 3. Jumlah kajian pelestarian peninggalan purbakala Jumlah fasilitasi sarana perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kepurbakalaan dan permuseuman Pengembangan Geografi Sejarah Meningkatnya pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap sejarah kewilayahan Indonesia 5 1 400 8 1.000 1 1.100 4 620 4 1 56.500 2.500 5.500 200.000 1.142 2.014 29 11 4.200 73 6.000 9 1.700 4 1.500 84 2 371.000 2.500 49.500 1.500.000 89.538 395,8
K) K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 28,0

5.3

K)

34,7

5.4

67,9

5.5

Pengembangan Pengelolaan Permuseuman

Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pelayanan museum, termasuk museum daerah

K)

5.6

Pengembangan Pengelolaan Museum Nasional

Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pelayanan museum nasional

230,6
K) K) K)

5.7

Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Purbakala

Meningkatnya kualitas perlindungan, pemeliharaan, pengembangan, dan pemanfaatan BCB/Situs dan Kawasan kepurbakalaan Terselenggaranya kegiatan koordinasi perencanaan dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan, penyusunan kebijakan, peningkatan kualitas SDM

2.218 2.600 56 33

2.470 2.600 346 168
K) K)

1.036,8

5.8

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala

269,6

II.L.040.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 6 Pengembangan Destinasi Pariwisata Meningkatnya destinasi pariwisata yang berdaya saing tinggi di pasar global 1. Lama tinggal wisatawan (hari): 1. Mancanegara 2. Nusantara 2. Pengeluaran wisatawan harian: 1. Mancanegara (USD) 2. Nusantara (Rp ribu) 3. Persentase investasi bidang pariwisata terhadap investasi nasional Jumlah daya tarik wisata alam, bahari dan budaya 2.014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.381,5 7,8 2,1 1000 600 5,19 7 200 4.000 200 8 4 6 5 8 8 6 8 1.000 7 10 10 8 3 2.000 750 6,43 29 1.100 22.000 2.000 48 35 37 33 48 38 32 36 5.000 36 50 50
K) K) K)

6.1 6.2

Pengembangan Daya Tarik Pariwisata Pemberdayaan Masyarakat di Destinasi Pariwisata

Meningkatnya kualitas dan kuantitas penataan daya tarik wisata Meningkatnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat 1. Jumlah kelompok sadar wisata dalam pembangunan kepariwisataan 2. Jumlah masyarakat sadar wisata (orang) Jumlah desa wisata

101,3 65,0

6.3 6.4

Peningkatan PNPM Mandiri Bidang Pariwisata Meningkatnya jumlah desa wisata Pengembangan Usaha, Industri dan Investasi Pariwisata Berkembangnya usaha, industri dan investasi pariwisata

K)

406,0 73,0

1. Jumlah kebijakan usaha pariwisata (naskah) 2. Jumlah industri/asosiasi pariwisata yang mendapat dukungan 3. Jumlah pola perjalanan (travel pattern ) 4. Jumlah profil investasi pariwisata 5. Jumlah UMKM dan industri kreatif bidang pariwisata

K) K)

K) K) K) K) K) K)

6.5

Pengembangan Standardisasi Pariwisata

Terlaksananya penyusunan dan pemutakhiran standard pariwisata, serta penerapan standard dan kompetensi pariwisata

1. Jumlah standard kompetensi 2. Jumlah standard usaha 3. Jumlah materi uji kompetensi dan pedoman sertifikasi usaha 4. Jumlah master assesor dan assesor 5. Jumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan LSU pariwisata 6. Jumlah fasilitasi sertifikasi kompetensi (ribu orang) 7. Jumlah tenaga kerja yang disertifikasi (ribu orang)

140,0

K) K)

K) K)

II.L.040.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 6.6 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Terselenggaranya kegiatan koordinasi perencanaan dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan, penyusunan kebijakan, peningkatan kualitas SDM aparatur, dan pendukungan teknis dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan destinasi pariwisata 1. Jumlah kegiatan pemutakhiran basis data dan informasi destinasi 2. Jumlah Organisasi Pengelolaan Destinasi (Destination Management Organization /DMO) (buah) 3. Jumlah dukungan fasilitas pariwisata (daya tarik) 4. Jumlah dukungan teknis pengembangan destinasi pariwisata 7 2 2.014 29 15 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 596,2

7 36 6,75 230 72

29 239 8,6 276 361

K)

7

Pengembangan Pemasaran Pariwisata

7.1

Peningkatan Promosi Pariwisata Luar Negeri

Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara dan 1. Jumlah kunjungan wisman (juta orang) wisatawan nusantara 2. Jumlah pergerakan wisnus (juta perjalanan) Meningkatnya partisiipasi pariwisata Indonesia pada 1. Jumlah partisipasi pada bursa pariwisata internasional, bursa, misi penjualan (sales mission ) dan festival di pelaksanaan misi penjualan (sales mission ), dan pendukungan penyelenggaraan festival (event ) tingkat internasional 2. Jumlah perwakilan promosi pariwisata Indonesia ( Indonesia Tourism Promotion Representative Officers ) di luar negeri (kota)

2.437,0

K)

544,6

12

65

K)

7.2

Peningkatan Promosi Pariwisata Dalam Negeri Meningkatnya jumlah event pariwisata dalam negeri

1. Jumlah penyelenggaraan promosi langsung (direct promotion ), dan event pariwisata berskala nasional dan internasional (event ) 2. Jumlah pendukungan event seni, budaya dan pariwisata daerah (event ) 1. Jumlah dokumen hasil analisis pasar dalam dan luar negeri (naskah) 2. Jumlah penyebaran informasi fokus pasar pariwisata Indonesia (naskah) 3. Jumlah peserta Perjalanan Pengenalan (Famillirization Trip /Fam Trip ) sesuai target, jadwal, fokus pasar dan pasar potensial (media atau usaha) 4. Jumlah permintaan pasar untuk berkunjung ke Indonesia (transaksi)

43

220

K)

225,6

31 23 640 100

162 115 3.200 550

K)

7.3

Pengembangan Informasi Pasar Pariwisata

Meningkatnya pemanfaatan informasi pasar pariwisata oleh pelaku pariwisata

K)

211,0

K)

K)

8.000

44.000

K)

II.L.040.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 7.4 Peningkatan Publikasi Pariwisata Meningkatnya kelengkapan informasi tujuan pariwisata Indonesia 1. Jumlah destinasi yang memiliki data dan informasi yang lengkap (daerah) 2. Jumlah bahan promosi cetak, promosi elektronik, publikasi media cetak, media elektronik dan media luar ruang (ribu buah) 3. Jumlah bahan promosi cetak dan promosi elektronik yang didistribusikan (ribu eksemplar) 1. Jumlah daerah yang dikembangkan menjadi tujuan wisata MICE (daerah) 2. Jumlah promosi penyelenggaraan MICE 3. Jumlah pendukungan penawaran (bidding ) dan penyelenggaraan MICE Jumlah event pengembangan kebijakan pemasaran dan promosi pariwisata oleh masyarakat dan daerah 10 1.150 2.014 50 5.706
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 724,7

K)

709 5 12 56

3.544 32 60 292

K)

7.5

Peningkatan Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konferensi, dan Pameran (Meeting, Incentive Travel, Conference, and Exhibition/ MICE)

Meningkatnya penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konferensi, dan Pameran (Meeting, Incentive Travel, Conference, and Exhibition/ MICE) nasional dan internasional di Indonesia Terselenggaranya kegiatan koordinasi perencanaan dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan, penyusunan kebijakan, peningkatan kualitas SDM aparatur, dan pendukungan teknis peningkatan pemasaran pariwisata

K)

229,7

K) K)

7.6

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pemasaran

102

476

K)

501,4

8

Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata

Meningkatnya kapasitas sumber daya pembangunan kebudayaan dan pariwisata

1. Jumlah sumber daya yang dilatih di bidang kebudayaan dan kepariwisataan (orang) 2. Jumlah lulusan pendidikan tinggi kepariwisataan yang terserap di pasar tenaga kerja di dalam maupun luar negeri (orang) 3. Jumlah penelitian dan pengembangan Jumlah sumber daya yang dilatih di bidang kebudayaan dan kepariwisataan (orang)

1.150 1.241

5.865 6.831

K)

1.551,1

K)

8.1

Pengembangan SDM Kebudayaan dan Pariwisata Penelitian dan Pengembangan Bidang Arkeologi

Meningkatnya kapasitas sumber daya manusia aparatur/industri dan masyarakat bidang kebudayaan dan pariwisata

165 1.150

850 5.865

K) K)

34,0

8.2

Meningkatnya penelitian dan pengembangan bidang Jumlah penelitian dan pengembangan bidang arkeologi arkeologi

144

735

K)

246,1

II.L.040.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 8.3 Penelitian dan Pengembangan Bidang Kepariwisataan Penelitian dan Pengembangan Bidang Kebudayaan Pengembangan Pendidikan Tinggi Bidang Pariwisata Meningkatnya litbang pariwisata dalam mendukung kebijakan pembangunan kepariwisataan Jumlah penelitian dan pengembangan bidang kepariwisataan 8 2.014 50
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 36,0

8.4

Meningkatnya litbang kebudayaan dalam mendukung Jumlah penelitian dan pengembangan bidang kebudayaan kebijakan pembangunan kebudayaan Meningkatnya profesionalisme dan daya saing SDM bidang parwisata di lembaga pendidikan tinggi pariwisata 1. Jumlah program studi 2. Jumlah mahasiswa aktif (orang) 3. Jumlah dosen (orang) 4. Jumlah lulusan pendidikan kepariwisataan di lembaga pendidikan tinggi pariwisata (orang) 5. Jumlah penelitian dosen (naskah laporan) Jumlah pelayanan manajemen pengembangan sumber daya kebudayaan dan pariwisata

13

65

K)

36,0

8.5

34 4.780 390 1.241 79 21

42 27.030 500 6.831 588 107

1.088,5
K)

K)

K) K)

8.6

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisataa

Meningkatnya dukungan pelayanan manajemen sumber daya kebudayaan dan pariwisata

110,5

TOTAL ALOKASI KEMENBUDPAR 2010-2014

10.135,2

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.040.8

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN BUMN
TARGET No 1 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PEMBINAAN BUMN SASARAN · Terwujudnya Penerapan Best Practices GCG dan sistem penilaian kinerja · Meningkatnya peran BUMN dalam pengelolaan SDA strategis dan pertahanan nasional · Meningkatnya Laba BUMN · Meningkatnya peran BUMN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional · Meningkatnya kualitas pelaksanaan penugasan pemerintah untuk pelayanan umum (PSO) · Meningkatnya peran BUMN dalam keperintisan usaha, dan pengembangan UMKM · Terwujudnya sistem pengelolaan BUMN yang semakin sehat dan kompetitif · Meningkatnya peran BUMN dalam percepatan prioritas pembangunan nasional Risalah rapat Surat persetujuan Laporan hasil monitoring Kajian Restrukturisasi BUMN Pelaksanaan Restrukturisasi Monitoring dan Evaluasi INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 372,0

a.

Dukungan pelaksanaan program prioritas Pemerintah bidang energi (Prioritas Nasional) Restrukturisasi BUMN besar / penting / strategis (Prioritas Nasional)

b.

Risalah Surat Laporan Laporan Laporan Laporan

5 1 5 1 10 6

5 1 5 1 10 6

13,8

62,2

II.L.041.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN BUMN
TARGET No e. f. g. h. i. j. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Penyusunan best practice GCG Penetapan sistem remunerasi berbasis kinerja di BUMN Penyusunan peraturan mengenai penilaian kinerja di BUMN yang mangacu pada standar internasional Kajian, evaluasi dan monitoring pendayagunaan aset BUMN Penetapan target, monitoring, dan evaluasi kinerja BUMN Penetapan peraturan pelaksanaan pemisahan administrasi keuangan PSO dan Perpres tentang SOP pelaksanaan PSO Penyusunan peraturan perundangan yang mengarah pada perwujudan pengelolaan BUMN berbasis mekanisme korporasi murni Kajian BUMN rugi dan bermasalah Penyusunan dan pelaksanaan Program Tahunan Privatisasi Kajian rightsizing BUMN Uji kepatutan dan kelayakan calon Direksi dan Dewan Komisaris Dukungan pelaksanaan program prioritas Pemerintah bidang ketahanan pangan Dukungan pelaksanaan program prioritas Pemerintah bidang infrastruktur SASARAN Tersusunnya best practice GCG Peraturan mengenai sistem remunerasi paket Peraturan INDIKATOR 2010 1 2014 1 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 8,8 1,0 0,8 3 282 2 3 282 16,8 93,5 0,8

Peraturan mengenai penerapam sistem penilaian yang Peraturan mengacu kepada standar internasional Inventarisasi dokumen yang terkait dengan pendayagunaan Dokumen aset Risalah rapat RUPS/RPB Risalah Peraturan pelaksanaan pemisahan administrasi keuangan PSO dan Perpres tentang SOP pelaksanaan PSO Terwujudnya harmonisasi peraturan perundangan yang mengarah pada perwujudan pengelolaan BUMN berbasis mekanisme korporasi murni Berkurangnya jumlah BUMN Rugi dan Bermasalah Penyusunan Program Tahunan Privatisasi Hasil kajian Terpilihnya Direksi dan Komisaris Risalah rapat surat persetujuan Laporan hasil monitoring Risalah rapat surat persetujuan Laporan hasil monitoring Peraturan

k.

Peraturan

1

4,0

l. m. n. o. p.

Laporan Laporan Laporan BUMN Risalah Surat Laporan Risalah Surat Laporan

1 1 1 20 5 1 5 5 1 5

1 1 1 20 5 1 5 5 1 5

25,0 10,8 4,0 25,0 18,5

q.

12,8

II.L.041.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN BUMN
TARGET No 2 3 4 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR NEGARA PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR NEGARA SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 361,6 12,0 22,0

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN BUMN 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

767,6

II.L.041.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI
TARGET NO, 1 a, b, c, d, e, PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 PENINGKATAN KEMAMPUAN IPTEK UNTUK PENGUATAN SISTEM INOVASI NASIONAL Penguatan kompetensi lembaga litbang Pengembangan budaya iptek Peningkatan kapasitas SDM iptek (PN11) Peningkatan sarana dan prasarana litbang Litbang Ketahanan Pangan (PN5) Berkembangnya pusat-pusat unggulan iptek Terbangunnya kawasan percontohan pengembangan budaya masyarakat yang kreatif dan inovatif Meningkatnya kapasitas SDM iptek Jumlah pusat-pusat unggulan iptek Jumlah kawasan percontohan Jumlah karyasiswa 1 1 S2 = 50, S3 = 10 1 3 4 1 1 S2 = 50, S3 = 25 1 3 4 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.850,0 5,0 5,0 250,0 5,0 50,0

Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana litbang Jumlah lab yang telah direvitalisasi yang memadai Kebijakan peningkatan dukungan litbang untuk ketahanan Jumlah kebijakan pangan khususnya pengembangan pupuk ekologis dan benih unggul-adaptif terhadap lingkungan sub-optimal, Jumlah riset bersama teknologi panen, teknologi pengelolaan lahan marjinal untuk produksi pangan,

f,

Dukungan iptek untuk penciptaan dan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan (PN 8)

Kebijakan peningkatan dukungan iptek untuk penciptaan Jumlah kebijakan dan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan, termasuk koordinasi kebijakan untuk persiapan Jumlah riset bersama pembangunan PLTN Paket Koordinasi

1 2

1 2 1

25,0

50,0

II.L.042.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI
TARGET NO, g, PROGRAM/KEGIATAN Dukungan litbang untuk penurunan emisi gas CO2 dan adaptasi perubahan iklim (PN9) Pendayagunaan teknologi mitigasi bencana (PN9) SASARAN Kebijakan peningkatan dukungan litbang untuk penurunan emisi gas CO2 dan adaptasi perubahan iklim Kebijakan pendayagunaan teknologi mitigasi bencana INDIKATOR 2010 Jumlah kebijakan Jumlah riset bersama Jumlah kebijakan 5 5 1 5 5 1 1 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 49,0

h,

49,0

Tersusunnya Standard Operation Procedure (SOP) Jumlah SOP Peningkatan kapasitas respons aparatur pemerintah dalam peringatan dini dan penanganan bencana i, Dukungan pengembangan dan pendayagunaan teknologi pendukung pembangunan daerah tertinggal, terdepan dan pasca konflik serta penyelesaian pemetaan wilayah perbatasan RI (PN10) Kebijakan, koordinasi dan sinkronisasi pengembangan dan pendayagunaan teknologi pendukung pembangunan daerah tertinggal, terdepan dan pasca konflik, penyelesaian pemetaan wilayah perbatasan RI dengan Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Filipina Jumlah kebijakan Jumlah pilot pendukung teknologi untuk pembangunan daerah tertinggal 1 1

1 1

5,0

j,

Fasilitasi proses perolehan hak paten dan kepemilikan Kebijakan untuk fasilitasi proses perolehan hak paten dan Jumlah kebijakan HKI produk teknologi dan produk kreatif (PN11) kepemilikan HKI produk teknologi dan produk kreatif Pelaksanaan Insentif Perolehan Paten dan Kepemilikan HKI Peningkatan kemampuan inovasi dan kreativitas pemuda Terlaksananya insentif perolehan paten dan kepemilikan HKI Kebijakan peningkatan kemampuan inovasi dan kreativitas pemuda Jumlah usulan paten dan kepemilikan HKI yang difasilitasi Jumlah kebijakan Jumlah pilot peningkatan inovasi dan kreativitas pemuda Jumlah paket riset dasar Jumlah paket riset terapan Jumlah paket penelitian

1

1

10,0

k, l,

10 1 4 44 78 5

10 1 4 35 60 5 150,0 225,0 15,0

m, n,

Pelaksanaan Insentif riset dasar dan terapan Peningkatan litbang iptek unggulan di bidang kesehatan, obat-obatan dan instrumentasi medis

Terlaksananya insentif riset dasar dan terapan Meningkatnya litbang iptek unggulan di bidang kesehatan, obat-obatan dan instrumentasi medis

II.L.042.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI
TARGET NO, o, p, q, PROGRAM/KEGIATAN Pelaksanaan insentif difusi iptek Pelaksanaan insentif peningkatan kapasitas iptek sistem produksi Peningkatan dukungan teknologi bagi pemberdayaan industri strategis bidang pertahanan (PNL1) Peningkatan Efektivitas Riset secara sinergi antara Perguruan Tinggi dgn Lembaga Litbang Pengembangan jaringan kerjasama penelitian internasional Peningkatan promosi dan diseminasi iptek Peningkatan Pemanfaatan dan Pengembangan Perangkat Lunak Berbasis Open Source SASARAN Terlaksananya insentif difusi iptek Terlaksananya insentif peningkatan kapasitas iptek sistem produksi Kebijakan dukungan teknologi untuk revitalisasi industri pertahanan Kebijakan peningkatan efektivitas riset secara sinergi antara perguruan tinggi dengan lembaga riset INDIKATOR 2010 Jumlah paket Jumlah paket insentif Jumlah kebijakan Jumlah kegiatan bersama hasil koordinasi dan sinkronisasi Jumlah kebijakan 92 130 1 1 1 2014 75 100 1 1 1 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 325,0 225,0 25,0

r,

15,0

s, t, u,

Meningkatnya jaringan kerjasama penelitian internasional Jumlah kerjasama penelitian internasional Terlaksananya diseminasi iptek Meningkatnya pemanfaatan perangkat lunak berbasis open source Jumlah paket Jumlah standardisasi Jumlah pilot implementasi interoperabilitas teknologi informasi dan komunikasi

8 10 1 5

8 10 1 5

10,0 75,0 25,0

2 3

DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS LAINNYA PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI 2010-2014

499,2 116,9 2.466,1

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.042.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO I. PROGRAM/KEGIATAN PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP Pengelolaan Kualitas Air dan Kawasan Gambut Tersedianya perangkat kebijakan pengelolaan kualitas % penyiapan penetapan kelas air di tingkat kabupaten/kota air, ekosistem gambut dan ekosistem danau yang untuk 13 sungai-sungai prioritas dari 119 kabupaten/kota, yang terpadu dan bersifat lintas K/L , antara lain Kemen PU, terkoordinasi lintas K/L dan daerah Kemenhut, Kementan, Pemda Jumlah pembinaan teknis pengelolaan kualitas air terhadap 119 kabupaten/kota di 13 DAS, yang terkoordinasi dengan K/L terkait, termasuk DAS Citarum secara terpadu lintas K/L % penyiapan pemetaan kesatuan hidrologi gambut yang terkoordinasi dengan K/L terkait Jumlah provinsi dilakukannya verifikasi karakteristik ekosistem gambut yang terkoordinasi dengan K/L terkait Tersusunnya Program dan Rencana Aksi Terpadu Pengelolaan Ekosistem 15 Danau Prioritas Berkelanjutan yang terkoordinasi dengan K/L terkait Jumlah pemantauan dan evaluasi pengendalian kerusakan ekosistem situ yang terkoordinasi dengan K/L terkait 25% 100%
K)

SASARAN

INDIKATOR 2010 2014

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2.733,8

1

176,5

20%

100%

K)

10% 1

100% 33

K)

K)

15

15

3

11

II.L.043.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO 2 PROGRAM/KEGIATAN Peningkatan Konservasi dan Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan SASARAN INDIKATOR 2010 Meningkatnya kualitas kebijakan konservasi dan Jumlah kebijakan konservasi dan pengendalian kerusakan hutan pengendalian kerusakan hutan dan lahan yang terpadu dan lahan yang ditetapkan/ diterbitkan (kriteria dan pedoman) dan bersifat lintas K/L, antara lain dengan Kemenhut, yang terkoordinasi antar K/L dan daerah terkait BPN dan Pemda Data sebaran hotspot di 8 Provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan yang didiseminasi ke K/L dan daerah terkait Diterapkannya mekanisme pencegahan kebakaran hutan dan lahan di 8 Provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan yang terkoordinasi antar K/L dan daerah Data kondisi kerusakan hutan dan lahan pada 11 DAS prioritas dan berpotensi rawan longsor yang terkoordinasi antar K/L terkait Data tutupan lahan dan perubahan penggunaan lahan (land use change) melalui Program Menuju Indonesia Hijau Jumlah provinsi (pendekatan ekosistem) yang dipantau sesuai data potensi dan kejadian bencana % rekomendasi kebijakan konservasi an pengendalian kerusakan hutan dan lahan yang diimplementasikan daerah dari jumlah propinsi yang dipantau setiap tahunnya 3 Pengawasan dan Evaluasi Pemanfaatan Ruang Terlaksananya pengawasan pemanfaatan ruang dan evaluasi pemanfaatan ruang berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan yang terpadu dan bersifat lintas K/L % penyelesaian dokumen konsep, naskah akademis, pedoman dan peraturan perundang-undangan berkaitan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan [dari 12 dokumen yang direncanakan] yang terkoordinasi antar K/L % penyelesaian dokumen pedoman kebijakan pengawasan pemanfaatan ruang berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan [dari 5 dokumen yang direncanakan] yang terkoordinasi antark K/L 3 2014 15
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 143,3

80%

80%

8

8

80%

80%

100%

100%

10 50%

30 50%

16,7%

100%

95,7

20%

100%

II.L.043.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 % penyelesaian kajian daya dukung 4 pulau besar yang terkoordinasi antar K/L % penyelesaian kajian penyimpangan pemanfaatan ruang dan dampaknya terhadap lingkungan kerusakan dan bencana [dari 20 lokasi yang direncanakan] dan didiseminasi kepada K/L dan daerah terkait % penerapan instrumen daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dalam perencanaan ruang dan evaluasi pemanfaatan ruang di kabupaten dan propinsi [dari 11 kabupaten dan 4 propinsi yang direncanakan] yang terkoordinasi antar K/L dan daerah % penerapan instrumen daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di wilayah ekoregion yang terkoordinasi anta K/L dan daerah Jumlah propinsi dilaksanakannya pengawasan dan evaluasi pemanfaatan ruang dan alih fungsi lahan/ruang dan pelaksanaan instrumen pengawasan pemanfaatan ruang di kawasan lahan gambut, hutan dan DAS prioritas untuk menunjang pencapaian Prioritas Nasional 9 RPJMN 20102014 % PPLHD yang ditingkatkan kapasitasnya dalam pengawasan pemanfaatan ruang [dari 250 orang PPLHD yang direncanakan] 4 Pengendalian Pencemaran Air Menurunnya beban pencemar air dari industri yang dipantau dan diawasi Jumlah industri pertambangan, energi dan migas yang dipantau dan diawasi Jumlah agroindustri yang dipantau dan diawasi Jumlah industri manufaktur yang dipantau dan diawasi Jumlah industri yang taat terhadap peraturan LH Jumlah izin pembuangan air limbah ke laut yang dikeluarkan Jumlah pedoman teknis/peraturan perundang-undangan 0 0 2014 100% 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

6,7%

100%

0

100%

2

33

10%

100%

200 220 260 480 20 2

220 245 330 720 100 26
K)

142,0

K)

II.L.043.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO 5 PROGRAM/KEGIATAN Pengendalian Pencemaran Udara SASARAN INDIKATOR 2010 Menurunnya beban pencemar udara dari industri yang Jumlah industri pertambangan, energi dan migas yang dipantau dipantau dan diawasi dan diawasi Jumlah agroindustri yang dipantau dan diawasi Jumlah industri manufaktur yang dipantau dan diawasi Jumlah industri yang taat terhadap peraturan LH Jumlah penurunan beban pencemar udara dari industri yang dipantau dan diawasi Jumlah pedoman teknis/peraturan perundang-undangan 6 Pengendalian Pencemaran Udara Dari Emisi dan Menurunnya emisi dan kebisingan dari kendaraan di Kebisingan Kendaraan Bermotor prioritas kota-kota yang dipantau Jumlah peraturan perundangan yang ditetapkan 200 220 260 480 2,5% 2 2 2014 220 245 330 720 12,5% 26 37
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 120,8

K)

K)

104,8

Jumlah daerah (provinsi/kota) yang difasilitasi dalam penyusunan Peraturan Daerah tentang pengendalian pencemaran udara khususnya sumber bergerak Jumlah kota yang difasilitasi dalam penerapan pemeriksaan emisi dan perawatan kendaraan bermotor (P&P) Jumlah kebijakan sektor yang difasilitasi dalam mendukung reduksi emisi (penetapan standar emisi dan kebisingan, bahan bakar, manajemen transportasi, kendaraan tidak bermotor (NMT), uji emisi bagi kendaraan pribadi, land use planning ) Jumlah kota yang dievaluasi kualitas udaranya Jumlah pembinaan teknis dalam pengendalian pencemaran sumber bergerak 7 Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Kegiatan Pertambangan, Energi, Minyak dan Gas Meningkatnya kebijakan dan penaatan pengelolaan B3 dan limbah B3 serta meningkatnya jumlah limbah B3 yang dikelola dalam kegiatan pertambangan, energi, minyak dan gas Jumlah produk perumusan kebijakan dan/atau standar dan/atau pedoman pengelolaan Bahan, Berbahaya dan Beracun (B3) & limbah B3 kegiatan pertambangan, energi, minyak dan gas [Draft Permen LH]

4

36

K)

4

36

K)

2

10

K)

16 5 1

36 25 5
K)

K)

106,0

II.L.043.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah kegiatan pemantauan dan/atau analisis dan/ atau evaluasi pelaksanaan kebijakan pengelolaan B3 & limbah B3 kegiatan pertambangan, energi, minyak dan gas Jumlah perusahaan yang mendapat pengawasan kinerja penaatan pengelolaan B3 & limbah B3 kegiatan pertambangan, energi, minyak dan gas Jumlah daerah dan/ atau perusahaan yang mendapat bimbingan teknis pengelolaan B3 & limbah B3 kegiatan pertambangan, energi, minyak dan gas Jumlah lingkup kegiatan dari seluruh ketentuan konvensi internasional pengelolaan B3 dan Limbah B3 yang ada 8 Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Manufaktur, Agroindustri dan Jasa Meningkatnya kebijakan dan pertimbangan teknis dalam pengawasan penaatan pengelolaan limbah B3 serta meningkatnya jumlah limbah B3 yang dikelola dalam kegiatan manufaktur, agroindustri dan jasa Jumlah kebijakan, pedoman teknis yang diterapkan dalam Pengelolaan Limbah B3 pada kegiatan manufaktur dan agroindustri [dalam bentuk pedoman] 1 2014 5
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

200

220

5

10

3

19

K)

2

10

K)

107,8

Jumlah pengawasan kinerja industri yang dilakukan pembinaan dan pengawasan Jumlah daerah dan/ atau perusahaan yang mendapat bimbingan teknis pengelolaan B3 & limbah B3 kegiatan manufaktur agroindustri dan jasa Jumlah lingkup kegiatan dalam pelaksanaan ketentuan konvensi internasional pengelolaan B3 dan Limbah B3 (dari seluruh ketentuan Internasional yang ada) 9 Administrasi Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Meningkatnya penaatan pengelolaan bahan dan limbah Jumlah kebijakan/ pedoman/ standar/ data base yang dihasilkan B3 dalam rangka kegiatan administrasi pengelolaan B3 & limbah B3 [Permen LH dan pedoman]

480 5

575 45
K)

4

20

K)

2

14

K)

88,8

II.L.043.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah registrasi B3 dan rekomendasi, ijin dan notifikasi pengelolaan limbah B3 Jumlah provinsi yang mendapat bimbingan teknis administrasi pengelolaan B3 & limbah B3 Jumlah kegiatan dalam pelaksanaan ketentuan konvensi internasional pengelolaan B3 dan Limbah B3 (dari seluruh ketentuan internasional yang ada) 10 Penanganan Kasus Lingkungan Meningkatnya kualitas penanganan kasus lingkungan % pengaduan masyarakat yang dikelola melalui penerimaan, penelaahan dan klasifikasi, penerusan kepada pihak terkait yang berwenang, atau ditangani langsung % dugaan tindak pidana LH yang ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penyidikan (pulbaket) sampai proses pengadilan [perkiraan 100 kasus per tahun] % penanganan kasus perdata LH yang ditindaklanjuti secara perdata di dalam maupun di luar pengadilan [perkiraan 100 kasus per tahun] Jumlah kasus lingkungan yang terevaluasi dan tereksaminasi 11 Peningkatan Instrumen Ekonomi dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Meningkatkan kualitas kebijakan insentif dan % telaahan teknis diterima menjadi rekomendasi teknis insentif pendanaan lingkungan dalam pengelolaan lingkungan untuk peningkatan pengelolaan LH (90-100 proposal UMKM hidup yang diajukan per tahun) %jumlah UMKM yang melaksanakan peningkatan kualitas LH dengan kebijakan insentif melalu K/L atau Pemda terkait % Jumlah pemantauan terhadap UMKM yang telah mendapat insentif Jumlah pedoman dan fasilitas teknis yang terkait dengan valuasi ekonomi SDA dan LH Jumlah dokumen tentang bahan rumusan kebijakan insentif dan pendanaan lingkungan terpadu (lintas K/L) Bimbingan teknis pengembangan instrumen ekonomi dan perhitungan PDRB Hijau di daerah terpilih (lintas K/L) 1.000 5 4 2014 5.000 33 20
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

100%

100%

89,7

80%

100%

80%

100%

2 80%

18 80%

K)

96,5

80%

80%

80% 5 4

80% 28 20
K)

K)

100%

100%

II.L.043.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO 12 PROGRAM/KEGIATAN Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik SASARAN Meningkatnya kinerja pengelolaan limbah domestik (sampah) di kota-kota yang dipantau INDIKATOR 2010 Jumlah kota metropolitan dan besar yang dipantau Jumlah ibukota provinsi yang dipantau Jumlah penurunan beban pencemar dari sumber limbah cair domestik dari kegiatan apartemen dan perumahan mewah di 3 propinsi (Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat) Jumlah pedoman teknis di bidang pengelolaan limbah domestik % capaian peningkatan kinerja pengelolaan sampah melalui pengawasan % volume pengurangan sampah melalui 3 R ( educe, Reuse, R Recycle ) dalam skala kota untuk kota besar dan metropolitan [dari baseline data tahun 2008] 13 Pengendalian Pencemaran Limbah Usaha Skala Meningkatnya pengelolaan usaha skala kecil Kecil Jumlah pedoman teknis di bidang pengendalian pencemaran limbah usaha skala kecil Jumlah sentra usaha skala kecil yang dibina Jumlah penurunan beban pencemar dari sentra usaha skala keci yang dibina 14 Peningkatan Konservasi Keanekaragaman Hayati Meningkatkan kualitas kebijakan untuk menangani konservasi keanekaragaman hayati Jumlah dokumen laporan dan rekomendasi kebijakan konservasi keanekaragaman hayati Jumlah rekomendasi kajian kebijakan konservasi keanekaragaman hayati diimplementasikan Jumlah hasil Rekomendasi pemantauan pelaksanaan kebijakan konservasi keanekaragaman hayati yang ditindaklanjuti Jumlah daerah kegiatan pemantauan pelaksanaan kegiatan konservasi keanekaragaman hayati Terfasilitasinya pengembangan program Taman Keanekaragaman Hayati di beberapa daerah 27 20 10% 2014 27 20 10% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 91,1

2 50% 2,5%

10 75% 15%

K)

1 3 80% 3 1 1

5 39 80% 15 5 5

K)

74,0

K)

K)

75,8

K)

K)

10 2

50 10

K)

K)

II.L.043.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO 15 PROGRAM/KEGIATAN Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan Hidup SASARAN INDIKATOR 2010 Meningkatnya kapasitas kelembagaan yang menangani % pengembangan kebijakan kelembagaan lingkungan hidup pengelolaan lingkungan hidup daerah % pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah bidang LH di daerah provinsi setiap tahun % terlaksananya monev dan Pembinaan Penerapan SPM bidang LH terhadap pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota di lembaga LH daerah provinsi setiap tahun % terlaksananya Kerja Sama Antar Daerah (KSAD) dalam PLH (sampai keluarnya MoU dalam pengelolaan LH di daerah) di 10 daerah provinsi dan daerah kab/kota 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 67,7

33

33

33

33

20%

100%

Updating basis data peta kelembagaan lingkungan hidup daerah 100% untuk 520 lembaga LH kab/kota, 33 provinsi setiap tahun Diterapkannya pedoman monitoring dan evaluasi kapasitas kelembagaan LH daerah di 520 Kabupaten/Kota setiap tahun Pembinaan revitalisasi kelembagaan lingkungan hidup daerah dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) bidang lingkungan hidup di 33 provinsi setiap tahun 16 Peningkatan Partisipasi Masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Meningkatnya kualitas kebijakan, partisipasi Terbentuknya kelompok masyarat dan lembaga masyarakat dan lembaga kemasyarakatan yang terlibat kemasyarakatan (EPW, Kaukus, Ormas, OKP, dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Profesi/Asosiasi, pengembangan perumahan yang berwawasan lingkungan dan CSR bidang lingkungan) yang berpartisipasi dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Meningkatnya keterlibatan jumlah kelompok masyarat dan lembaga kemasyarakatan (EPW, Kaukus, Ormas, OKP, Profesi/Asosiasi, pengembangan perumahan yang berwawasan lingkungan dan CSR bidang lingkungan) dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di daerah 5%

100%

75%

K)

100%

100%

45

246

K)

70,3

35

195

K)

II.L.043.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah kelompok masyarakat bersama dengan Pemda yang terlibat dalam melaksanakan kegiatan 3 R ( Reduce, Reuse, Recycle ) 17 Peningkatan Data, Informasi dan Infrastruktur Sistem Informasi Lingkungan Hidup Tersedianya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH % provinsi yang menyusun SLHD dari 33 Provinsi yang dalam skala provinsi dan kabupaten/kota, dan direncanakan meningkatnya kualitas data, informasi, dan sistem informasi pengelolaan lingkungan hidup % kabupaten/kota yang menyusun SLHD dari 456 Kabupaten/Kota yang direncanakan % jenis data sektor terkait tingkat pusat yang terkumpul dari 80 jenis data sektor yang direncanakan Jumlah kajian informasi yang diimplementasikan dalam kebijakan di bidang lingkungan hidup per tahun Jumlah aplikasi e-gov di bidang lingkungan hidup 18 Peningkatan Sarana Teknis Pengendalian Dampak Lingkungan Meningkatnya kualitas pemantauan lingkungan yg didukung dgn Sarana Pengendalian Teknis Dampak Lingkungan yg berkualitas % jumlah data pemantauan kualitas lingkungan (air, udara, tanah, kebisingan, deposisi asam, POP’s, biologi) 55% 2014
200
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

100%

77,7

35% 60%

100% 100%

4 2 30%

20 30 70%

K)

K)

117,3

% jumlah laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan yang dibina sesuai dengan peraturan yang berlaku % jumlah pelatihan/ workshop/ seminar/ lokakarya yang diikuti oleh personil Pusarpedal % jumlah sarana dan prasarana teknis Pusarpedal yang memenuhi kelayakan sesuai peraturan yang berlaku % jumlah metode pengujian parameter kualitas lingkungan yg dikaji % jumlah baku mutu lingkungan yang dikaji

30%

70%

30% 30%

70% 70%

30% 10%

70% 50%

II.L.043.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO 19 PROGRAM/KEGIATAN Perlindungan Atmosfir dan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim SASARAN Tersedianya perangkat kebijakan dan terlaksananya kegiatan untuk melindungi fungsi atmosfir & mengendalikan dampak perubahan iklim INDIKATOR 2010 Jumlah konsep kebijakan di bidang perlindungan atmosfir dan pengendalian dampak perubahan iklim % penyiapan penyusunan perangkat untuk sektor yang akan mendapatkan bimbingan teknis untuk melakukan inventori GRK & BPO Jumlah sektor yang mendapatkan bimbingan teknis untuk melakukan inventori GRK & BPO % penetapan baseline untuk pengurangan konsumsi Bahan Perusak Ozon (BPO) - HCFC % pengurangan konsumsi Bahan Perusak Ozon (BPO) - HCFC Jumlah pemerintah daerah provinsi yang dilakukan pembinaan teknis untuk kajian kerentanan dan adaptasi perubahan iklim Jumlah sektor dan daerah yang mendapatkan bimbingan teknis untuk melakukan kegiatan perlindungan atmosfir dan pengendalian dampak perubahan iklim Implementasi konsep Program Kampung Iklim 20 Peningkatan Konservasi dan Pengendalian Kerusakan Ekosistem Pesisir dan Laut Meningkatnya kualitas kebijakan konservasi dan pengendalian kerusakan ekosistem pesisir dan laut Jumlah kajian, rekomendasi, dan kebijakan peningkatan konservasi dan pengendalian kerusakan pesisir dan laut yan dditetapkan (per tahun) % capaian inventarisasi data kerusakan ekosistem pesisir dan laut dengan basis jumlah kabupaten yang memiliki pesisir [akumulatif] Jumlah daerah yang diverifikasi tingkat kerusakan ekosistem dan kualitas lingkungan (per tahun) Jumlah model implementasi kebijakan di regional 24 Pemulihan dan Penanganan Media Lingkungan (Lahan, Pesisir dan Perairan) Tercemar Limbah B3 Meningkatnya kebijakan, pertimbangan teknis dan pengawasan penaatan pelaksanaan pengelolaan limbah B3 dalam rangka pemulihan kualitas media lingkungan akibat pencemaran limbah B3 Jumlah kebijakan/ pedoman/ standar yang dihasilkan dalam rangka pemulihan kualitas media lingkungan tercemar limbah B3 [draft kebijakan] Jumlah lokasi pemantauan media lingkungan tercemar limbah B3 [status rencana pemulihan] Jumlah lokasi pengawasan pengelolaan limbah di pelabuhan (umum dan khusus) Jumlah pengawasan kegiatan pemulihan kualitas media lingkungan [status penanganan media lingkungan tercemar limbah B3] 3 100% 2014 17 100%
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 112,1

100% 3

6 100% 10% 11

5

50

K)

2 3

22 19

K) K)

75,9

10%

50%

5 5 3

41 25 7

K)

K) K)

58,2

30 5 8

30 25 50
K)

K)

II.L.043.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
TARGET NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 Jumlah pelaksanaan sistem tanggap darurat pengelolaan B3 dan limbah B3 [draft Permen LH] Jumlah lingkup kegiatan dalam pelaksanaan ketentuan konvensi internasional pengelolaan B3 dan limbah B3 (dari seluruh ketentuan Internasional yang ada) Jumlah publikasi/modul informasi pengelolaan B3 dan limbah B3 27 Peningkatan Kapasitas Penegakan Hukum Lingkungan Meningkatnya kapasitas aparat penegak hukum lingkungan Jumlah hakim lingkungan yang meningkat kapasitasnya green ( bench ) Jumlah kepolisian lingkungan yang meningkat kapasitasnya Jumlah penyidik PPNS yang meningkat kapsitasnya Jumlah JPU yang meningkat kapasitasnya Jumlah litigator yang meningkat kapasitasnya Jumlah SDM pengelola pengaduan yang meningkat kapasitasnya Jumlah mediator, arbiter, pihak ketiga yang meningkat kapasitasnya Teroptimalisasi PPNS dan PPLH di regional Terlaksananya koordinasi nasional dan regional di bidang penegakan hukum lingkungan II. PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR NEGARA KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014) 1 3 2014 5 15
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K)

2 150 66 100 66 5 50 99 5 6

10 550 330 1800 432 245 1450 1499 25 30

K)

K)

59,8

K)

K) K) K) K)

K)

K) K)

1.265,0

III.

37,0

4.035,8

II.L.043.11

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No 1. 2. 3. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Lainnya Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur KUKM Pemberdayaan Koperasi dan UMKM SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 1.619,9 48,0 Meningkatnya kinerja kelembagaan dan usaha koperasi dan UMKM a. Produktivitas UMKM; b. SumbanganUMKM dalam pembentukan PDB; c. Nilai ekspor produk UMKM; d. Nilai investasi UMKM; e. Jumlah koperasi aktif; f. Jumlah koperasi aktif yang melaksanakan RAT; g. Volume usaha koperasi. Peningkatan 5 % Peningkatan 6 % Peningkatan 15 % Peningkatan 25% Proporsi 70 % dari total jumlah koperasi Proporsi 45 % dari koperasi aktif Peningkatan 20 % Peningkatan 5 % Peningkatan 6 % Peningkatan 15 % Peningkatan 25% Proporsi 80 % dari total jumlah koperasi Proporsi 55 % dari koperasi aktif Peningkatan 20 %
2.480,2

II.L.044.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No a. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Penataan peraturan perundang-undangan terkait perkoperasian, lembaga keuangan mikro (LKM), pendaftaran dan perijinan usaha, lokasi usaha, penggunaan produksi dalam negeri, dan penyebarluasan teknologi tepat guna, beserta ketentuan pelaksanaannya. SASARAN Peraturan perundang-undangan dan ketentuan pelaksanaan terkait koperasi, UMKM dan sistem pendukungnya yang diterbitkan/disempurnakan. INDIKATOR 2010 Jenis peraturan perundang-undangan yang terkait RUU Koperasi; koperasi, UMKM dan sistem pendukungnya Materi RUU LKM; yang disepakati untuk disusun, diperbaiki, ditetapkan dan dijabarkan dalam ketentuan RPP-UU No. 20/2008; pelaksanaannya. PP-Pengganti PP 9/ 95; 2014 UU Koperasi; UU LKM; PP untuk UU No. 20/2008; PP-Pengganti PP 9/ 95; Perpres Lembaga Pengembangan dan Pengawasan KSP/ KJKS;
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 39,5

Perpres Lembaga Perpres Lembaga APEX; Pengembangan dan Pengawasan RPP-UU Koperasi; RPPKSP/ KJKS; UU LKM;

Perpres Lembaga APEX; Peraturan Teknis b. Peninjauan dan penghapusan berbagai pungutan Terselenggaranya peninjauan pungutan yang dan regulasi yang merugikan koperasi dan merugikan koperasi dan UMKM, baik UMKM, baik yang sektoral maupun spesifik sektoral maupun spesifik daerah. daerah. Laporan yang berisikan sejumlah rekomendasi 40 Regulasi penghapusan pungutan yang merugikan koperasi dan UMKM, baik sektoral maupun spesifik daerah.

Peraturan Teknis

200 Regulasi

K)

7,5

II.L.044.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No c. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Pembentukan Forum Koordinasi Pemberdayaan Berfungsinya Forum Koordinasi Koperasi dan UMKM. Pemberdayaan koperasi dan UMKM. Terbitnya landasan hukum. Konsep struktur dan fungsi Forum Koordinasi Pemberdayaan Koperasi dan UKM 2014 Forum Koordinasi Pemberdayaan Koperasi dan UKM
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 2,3

d.

Perluasan pelayanan kredit/ pembiayaan bank bagi koperasi dan UMKM, yang didukung pengembangan sinergi dan kerja sama dengan lembaga keuangan/ pembiayaan lainnya.

Meningkatnya jangkauan pelayanan kredit/ pembiayaan bank bagi koperasi dan UMKM.

a. Kerja sama pembiayaan yang melibatkan 5 Memorandum of bank dan lembaga keuangan/ pembiayaan Understanding (MOU) lainnya. b. Terfasilitasinya Lembaga Penjaminan Kredit 8 Proprinsi Daerah (LPKD) yang melakukan coguarantee dengan lembaga penjaminan nasional. c. Jumlah Koperasi yang dapat mengakses kredit/ pembiayaan bank melalui linkage . d. Jumlah LKM (koperasi dan BPR) yang melakukan kerjasama pembiayaan dengan bank. e . Jumlah LKPD 100

25 MOU

K)

8,2

33 Propinsi

K)

15,7

500

K)

1,8

100

500

K)

5,0

2

12

K)

10,0

II.L.044.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No e. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Peningkatan peran lembaga keuangan bukan bank, seperti Koperasi Simpan Pinjam (KSP)/Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS), perusahaan modal ventura, anjak piutang, sewa guna usaha, dan pegadaian, dalam mendukung pembiayaan bagi koperasi dan UMKM, disertai dengan pengembangan jaringan informasinya. SASARAN Meningkatnya kapasitas dan jangkauan lembaga keuangan bukan bank untuk menyediakan pembiayaan usaha bagi koperasi dan UMKM. INDIKATOR 2010 Jumlah lembaga pembiayaan bukan bank yang dibentuk. 100 KSP/KJKS 2014 500 KSP/KJKS
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 13,1

1 Lembaga Modal Ventura Daerah (LMVD)

5 LMVD

f.

Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas layanan lembaga keuangan mikro (LKM), termasuk untuk akreditasi dan sertifikasi pelayanan LKM, termasuk LKM yang berbadan hukum koperasi.

a. Meningkatnya kapasitas kelembagaan LKM. b. Meningkatnya kapasitas dan kualitas layanan LKM.

Jumlah LKM yang terdaftar dan terakreditasi sesuai ketentuan hukum tentang LKM. Jumlah pengelola LKM yang mengikuti pelatihan. Jumlah sumber daya manusia (SDM) pengelola KSP/KJKS yang bersertifikat. Jumlah lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) profesi (LDP) KJK dan tempat uji kompetensi (TUK) yang diperkuat.

100 LKM

500 LKM

K)

2,5

1.200 orang

4.000 pengelola LKM 6.000 Org

K)

4,0 5,0

K)

-

8 Unit

K)

6,0

Jumlah manajer/kepala cabang KJK yang 900 orang diikutkan diklat dan sertifikasi kompetensi LKM.

4.500 orang

K)

5,0

II.L.044.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No g. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Penyediaan sistem insentif dan pembinaan bagi UMKM yang berbasis inovasi dan berorientasi ekspor. SASARAN INDIKATOR 2010 a. Tersedianya sistem insentif bagi UMKM Jenis dan jangkauan sistem insentif bagi UMKM Insentif dukungan pemasaran, yang berbasis inovasi dan berorientasi yang berbasis inovasi dan berorientasi ekspor. subsidi bunga dan peningkatan ekspor. kapasitas SDM di 5 provinsi. 2014 Insentif dukungan pemasaran, subsidi bunga dan peningkatan kapasitas SDM di 25 provinsi Pelatihan 800 orang terkait manajemen ekspor, ISO, mutu 700 KUKM
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 5,0

-

K)

4,0

b. Terfasilitasinya KUKM potensial mengikuti pameran di luar negeri.

Pengembangan/perluasan pasar ekspor produk KUKM melalui pameran di luar negeri.

140 KUKM

K)

42,5

c. Terfasilitasinya KUKM dalam Pengembangan desain produk. d. Terwujudnya peningkatan kemampuan berinovasi UMKM dalam pengembangan desain produk UMKM serta memasarkannya.

Pengembangan daya saing pemasaran Industri Kreatif KUKM potensial/ ekspor. Peningkatan daya saing dan pemasaran produk kriya KUMKM.

160 KUKM

800 KUKM

K)

7,0

100 KUKM

500 KUKM

K)

5,0

e. Meningkatnya akses pasar produk KUMKM. f. Berkembangnya komoditas unggulan daerah melalui pendekatan One Village One Product (OVOP) di beberapa propinsi.

Meningkatnya daya saing dan identitas produk UMKM dibidang makanan dan minuman. Meningkatnya budidaya, pengolahan/ industri, pemasaran dan sarana penunjang (modal, pendampingan, teknologi dll.).

200 KUKM

1.000 KUKM

K)

7,0

4 Lokasi

20 Lokasi

K)

10,0

II.L.044.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No h. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pengembangan dan penguatan sentra-sentra produksi/ klaster usaha skala mikro dan kecil, terutama di daerah tertinggal dan terisolir. SASARAN a. Meningkatnya peran koperasi dalam pengembangan dan pengelolaan pasar. INDIKATOR 2010 Pengembangan sarana pemasaran di daerah tertinggal/perbatasan. 100 UMi 500 UMi 2014
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 11,3

b. Terfasilitasinya sarana usaha pedagang kaki lima (PKL) yang memiliki koperasi/ kelompok. c. Meningkatnya kapasitas produksi sentra UMKM. d. Tersedianya dukungan penguatan sentrasentra produksi/ klaster usaha mikro dan kecil terutama di daerah tertinggal dan terisolir. i. Dukungan pengembangan kemitraan yang melibatkan koperasi dan UMKM dalam pengembangan produk-produk unggulan yang berbasis rantai nilai, subkontrak, alih teknologi, pemasaran/ ekspor, atau investasi. a. Terfasilitasinya pembentukan jaringan usaha melalui koperasi. b. Terfasilitasinya kemitraan pemasaran eko-produk KUMKM. c. Meningkatnya jumlah KUMKM yang bermitra di sektor pariwisata. d. Terfasilitasinya kemitraan pola waralaba di kalangan KUMKM. e. Terfasilitasinya kemitraan pemasaran produk energi biomassa KUMKM. f. Terfasilitasinya kemitraan KUMKM dengan BUMN.

Tertatanya sarana usaha PKL dan terbangunnya sarana pemasaran produk KUKM. Bantuan sarana usaha produksi melalui koperasi . Jumlah usaha skala mikro dan kecil yang difasilitasi bantuan usahanya, pengenalan teknologi tepat guna, dan replikasi model teknologi tepat guna. Pengembangan jaringan usaha melalui koperasi.

150 UMi 5 koperasi 60 koperasi 25 koperasi 300 UMi 180 UKM 300 KUMKM

2.150 UMi, 5 koperasi

K)

34,2

300 koperasi 125 koperasi 1.500 UMi 900 UKM 1.500 KUMKM 500 KUMKM 1.500 KUMKM 500 KUMKM 550 KUMKM

K)

175,0 19,5

K)

K)

5,0 5,0 6,4 3,0 1,5

Pengembangan kemitraan eko-produk KUMKM. 100 KUMKM Kemitraan KUMKM di sektor pariwisata. Kemitraan waralaba. Kemitraan pemasaran produk energi biomassa. 300 KUMKM 100 KUMKM 110 KUMKM

K)

K)

K)

K)

Kemitraan KUMKM dengan BUMN.

200 KUMKM

1.000 KUMKM

K)

3,0

II.L.044.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN g. Meningkatnya mutu dan desain kemasan produk KUKM. h. Terfasilitasinya kemitraan pola subkontrak di kalangan KUMKM. i. Terwujudnya kemitraan yang saling menguntungkan antara koperasi dengan peritel modern. j. Tercapainya peningkatan produktivitas UMKM. a. Tersedianya trading house bagi KUMKM. INDIKATOR 2010 Pengembangan kemasan produk KUKM. Pengembangan kemitraan pola subkontrak. Pengembangan jaringan dengan bisnis ritel modern (SME’sCo mart). Peningkatan produktivitas usaha mikro melalui klinik bisnis. Pengembangan trading house bagi KUMKM dalam rangka mengoptimalisasikan ekspansi pemasaran dan promosi produk KUMKM ke dalam maupun luar negeri, khususnya di Timur Tengah. Penyelenggaraan Smesco Festival Peningkatan akses produk usaha mikro melalui pasar rakyat Pengembangan pengelolaan manajemen pasar tradisional. Pusat Promosi KUKM. Pengembangan pasar tradisional melalui koperasi. 500 KUKM 200 KUMKM 2014 2.500 KUKM 400 KUMKM 1.000 KUMKM
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 11,3 2,1 10,0

K)

K)

150 UMI 10 Unit

750 KUMKM 50 Unit

K)

13,8 5,0

j.

Dukungan pemasaran produk dan jasa koperasi dan UMKM melalui pengembangan dan penguatan kelembagaan, informasi pasar dan jaringan pemasaran baik domestik maupun ekspor.

K)

b. Terpromosinya KUKM yang memiliki produk berkualitas. c. Tersedianya dukungan pemasaran bagi usaha mikro. d. Terwujudnya pengelolaan manajemen pasar tradisional oleh Koperasi. e. Pengembangan Pusat PromosI KUKM. f. Peningkatan fungsi dan kualitas sarana dan prasarana pasar tradisional. g. Tersebar informasi produk-produk KUKM yang berkualitas. h. Meningkatnya akses pasar produk KUKM melalui penyediaan sarana prasarana pemasaran.

500 KUKM 1.000 Umi -

500 KUKM 5.000 UMi 4 paket

K)

20,0 27,5 1,2

K)

K)

5 lokasi 200 UMi

25 lokasi 1.000 UMi

K)

2,5 20,0

K)

Terselenggaranya pameran produk-produk 720 KUKM KUKM yang berkualitas. Penyediaan fasilitasi sarana prasarana pemasaran 255 KUKM produk KUKM.

3.600 KUKM 1.275 KUKM

K)

59,8 17,5

K)

II.L.044.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No k. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Penyusunan blueprint pengembangan kewirausahaan nasional yang didukung pembenahan pranata kelembagaan SASARAN a. Tersusunnya blueprint pengembangan kewirausahaan nasional. INDIKATOR 2010 Dokumen blueprint pengembangan kewirausahaan nasional disusun. Kajian blueprint pengembangan kewirausahaan nasional selesai. 2014 Dokumen blueprint pengembangan kewirausahaan ditetapkan, dan pemasyarakatannya. Gerakan Kewirausahaan Nasional dan kelembagaan pendukung
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 4,0

b. Diperbaikinya pranata kelembagaan pengembangan kewirausahaan, terutama dalam aspek regulasi dan kurikulum pendidikan dan pelatihan kewirausahaan sesuai dengan blueprint pengembangan kewirausahaan.

a. Regulasi dan pranata kelembagaan pengembangan kewirausahaan nasional yang diselaraskan dengan dokumen blueprint .

-

K)

3,0

b. Kurikulum dan modul pendidikan dan pelatihan kewirausahaan khususnya untuk pengusaha skala mikro, kecil dan menengah, serta pengelola koperasi diperbaiki dan diterapkan.

-

l.

Peningkatan kompetensi pengusaha skala mikro, Meningkatnya kompetensi pengusaha skala kecil dan menengah serta pengelola koperasi. mikro, kecil dan menengah serta pengelola koperasi.

a. Sistem standarisasi dan sertifikasi kompetensi SDM Koperasi dan UKM.

-

Kurikulum dan modul diklat kewirausahaan bagi pengusaha skala mikro, kecil dan menengah, serta pengelola koperasi diterapkan. Sistem standarisasi dan sertifikasi SDM koperasi dan UKM dan pemasyarakatannya. 2.250 pengusaha skala mikro, kecil dan menengah serta pengelola koperasi 25 Modul 5.000 orang

K)

5,0

K)

4,0

b. Jumlah pengusaha skala mikro, kecil dan menengah serta pengelola koperasi yang mengikuti diklat keterampilan teknis dan manajerial. c. Jumlah modul diklat dan pendidikan vocational . d. Jumlah peserta yang mengikuti diklat vocational.

450 pengusaha skala mikro, kecil dan menengah serta pengelola koperasi 5 Modul 1.000 orang

K)

2,5

K)

2,5 25,0

K)

II.L.044.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No m. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Terlaksananya revitalisasi dan pengembangan Revitalisasi dan pengembangan lembaga pendidikan dan pelatihan koperasi dan UMKM. lembaga pendidikan dan pelatihan koperasi dan UMKM. a. Pedoman revitalisasi lembaga diklat KUMKM. b. Jumlah tenaga pengelola dan instruktur pada lembaga diklat yang dilatih. n. Revitalisasi sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan perkoperasian bagi anggota dan pengelola koperasi, serta calon anggota dan kader koperasi. Sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan perkoperasian bagi anggota dan pengelola koperasi, serta calon anggota dan kader koperasi semakin efektif. a. Jumlah peserta peningkatan pemahaman koperasi di kalangan masyarakat kelompok strategis. b. Jumlah peserta pendidikan dan pelatihan peningkatan pemahaman koperasi pada SDM koperasi. a. Materi kurikulum dan diklat pembina koperasi. b. Jumlah pembina koperasi yang mengikuti diklat. a. Landasan hukum bagi penyelenggaraaan penyulihan perkoperasian. 2014 Pedoman standarisasi diklat KUMKM 600 orang
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 2,9

120 orang

K)

3,0

1.000 orang

5.000 orang

K)

2,5

-

7.000 orang

K)

6,0

o.

Peningkatan kemampuan pembina koperasi.

Meningkatnya kemampuan pembina koperasi.

Penyempurnaan kurikulum diklat pembina koperasi Konsep landasan hukum tentang jabatan fungsional penyuluh perkoperasian

Kurikulum diklat pembina koperasi dan penerapannya. 2.400 orang Landasan hukum tentang jabatan fungsional penyuluh perkoperasian

K)

2,9

K)

2,0 2,0

p.

Penyuluhan perkoperasian kepada masyarakat luas yang disertai dengan pemasyarakatan contoh-contoh koperasi sukses yang dikelola sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi yang baik.

Terselenggaranya penyuluhan perkoperasian yang menjangkau masyarakat luas dan disertai dengan contoh-contoh terbaik praktik berkoperasi.

K)

b. Materi dan media penyuluhan c. Jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam penyuluhan perkoperasian. d. Jumlah jabatan fungsional penyuluh koperasi.

1 paket 120 orang di 4 propinsi

5 paket 600 orang di 20 propinsi

K) K)

5,0 2,9

-

2.400 orang

K)

4,0

II.L.044.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 e. Jumlah peserta pembinaan dan pengembangan SDM Koperasi. q. Peningkatan peran Pemda, BUMN dan lembaga swadaya masyarakat dalam penyediaan dukungan pembiayaan bagi koperasi dan UMKM, yang didukung penyelarasannya dengan program-program pembiayaan nasional bagi koperasi dan UMKM. a. Meningkatnya penyediaan pembiayaan bagi koperasi dan UMKM yang didukung peran Pemda, BUMN dan lembaga swadaya masyarakat. Meningkatnya penyediaan pembiayaan bagi koperasi dan UMKM yang didukung peran Pemda, BUMN dan lembaga swadaya masyarakat. 7 propinsi menyediakan dukungan pembiayaan KUMKM melalui dana APBD 2.400 orang 33 propinsi menyediakan dukungan pembiayaan KUMKM melalui dana APBD 2014
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 2,0 5,0

K)

Jumlah UMKM yang diseleksi untuk mendapatkan pembiayaan melalui sertifikasi tanah. Jumlah UMKM yang dibina setelah mendapatkan 20% sertifikasi tanah. b. Meningkatnya Jumlah koperasi dan UMKM yang sudah memanfaatkan pembiayaan yang disediakan melalui dukungan/ program Pemda, BUMN (PKBL), Corporate Social Responsibility (CSR), dan lembaga swadaya masyarkat. 50 koperasi Jumlah koperasi dan UMKM yang sudah memanfaatkan pembiayaan yang disediakan 500 UMKM melalui dukungan/ program Pemda, BUMN (PKBL), CSR, dan lembaga swadaya masyarkat.

-

80.000 UMKM

K)

14,0

15%

1,5

250 koperasi 2.500 UMKM

K)

7,5

r.

Penyediaan skim-skim pembiayaan yang sesusai Tersedianya skim-skim pembiayaan khusus dengan kebutuhan dan kapasitas usaha mikro, yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas seperti dana bergulir, bantuan sosial, dan usaha mikro. tanggung renteng

Jenis-jenis skim pembiayaan khusus bagi usaha mikro.

5 jenis skim pembiayaan khusus 25 jenis skim bagi usaha mikro. pembiayaan khusus bagi usaha mikro. Penyediaan bantuan dana bagi Penyediaan bantuan 2600 pelaku usaha dana bagi 7.900 pelaku mikro/koperasi usaha mikro/koperasi

K)

25,0

K)

395,0

II.L.044.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No s. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Dukungan sistem insentif bagi penyedia jasa pendampingan dan konsultasi keuangan yang mendukung peningkatan akses koperasi dan UMKM kepada sumber-sumber pembiayaan. Dukungan pengenalan teknologi bagi usaha skala mikro dan kecil, tidak terkecuali bagi sektor informal. SASARAN Tersedianya jasa pendampingan dan konsultasi keuangan bagi koperasi dan UMKM. INDIKATOR 2010 Jumlah Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) yang ditingkatkan kapasitasnya. Jumlah koperasi dan UMKM yang sudah memanfaatkan jasa pendampingan dan konsultasi keuangan, baik yang disediakan pemerintah, a. Tersedianya dukungan pengenalan Jumlah teknologi tepat guna yang dikenalkan teknologi bagi usaha skala mikro dan kecil, kepada usaha mikro dan kecil. tidak terkecuali bagi sektor informal. Jumlah usaha mikro dan kecil yang menerima dukungan teknologi tepat guna. b. Terpromosinya KUKM yang memiliki Pengembangan dan pelayanan bisnis KUKM produk berkualitas. melalui trading board. a. Jumlah peserta pemasyarakatan Terselenggaranya pemasyarakatan dan kewirausahaan. pembinaan kewirausahaan dan budaya usaha bagi masyarakat, termasuk usaha skala mikro b. Jumlah pelaku usaha koperasi dan UMK dan kecil. peserta diklat kewirausahaan a. Jumlah wirausaha baru yang a. Tersedianya dukungan pengembangan dikembangkan/difasilitasi melalui pola wirausaha baru melalui inkubator teknologi pengembangan wirausaha lainnya. dan bisnis. b. Jumlah tempat pendidikan keterampilan usaha (TPKU) yang dibangun. c. Jumlah calon wirausaha baru. b. Terfasilitasi wirausaha baru melalui pendampingan. b. Terfasilitasi wirausaha baru melalui pendampingan. 200 orang KKMB 2014 1.000 orang KKMB 200 koperasi 2.400 UMKM 350 UMKM 3.000 KUKM 2.000 orang 20 paket kegiatan 1.750 UMKM 15.000 KUKM 10.000 orang 6.000 org 800 orang
K) K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 2,7 4,0

K)

t.

10,0 11,8 6,0 13,6 8,2 16,0

K)

K)

u.

Pemasyarakatan dan pembinaan kewirausahaan dan budaya usaha bagi masyarakat, termasuk usaha skala mikro dan kecil. Dukungan pengembangan wirausaha baru melalui inkubator teknologi dan bisnis, serta pola-pola pengembangan lainnya sesuai blueprint pengembangan kewirausahaan.

K)

K)

v.

K)

200 unit

1.000 unit

K)

100,0

1.000 orang 350 KUMK

5.000 org 1.750 KUMK

K) K)

5,0 21,5

c. Meningkatnya kemampuan usaha KUKM melalui inkubator.

Jumlah UKM tenant binaan inkubator yang difasilitasi.

10 Inkubator

50 Inkubator

K)

2,5

II.L.044.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
TARGET No w. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Peningkatan kualitas administrasi dan pengawasan pemberian badan hukum koperasi. Penyediaan insentif dan fasilitasi dalam rangka pengembangan usaha dan jaringan kerja sama usaha antar koperasi, termasuk pengembangan koperasi sekunder. SASARAN Kualitas administrasi dan pengawasan pemberian badan hukum koperasi semakin meningkat. Tersedianya fasilitasi bagi pengembangan jaringan kerja sama usaha antar koperasi. INDIKATOR 2010 Efisiensi proses administrasi pemberian badan hukum koperasi. Jumlah dan jangkauan fasilitasi bagi pengembangan kerja sama usaha antar koperasi. 30 % koperasi sudah tertata administrasi badan hukumnya 5 model kerja sama antara koperasi sekunder dengan anggotanya; 5 fasilitasi pengembangan usaha koperasi 2014 70 % koperasi sudah tertata administrasi badan hukumnya 25 model kerja sama antara koperasi sekunder dengan anggotanya; 25 fasilitasi pengembangan usaha koperasi TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 5,5

x.

K)

3,7

y.

Peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi.

Meningkatnya kapasitas dan kinerja kelembagaan koperasi

a. Jumlah kebijakan dan peserta bimbingan teknis perkoperasian. b. Jumlah pengembangan organisasi kantor cabang KSP/unit simpan pinjam (USP). c. Jumlah koperasi yang menerapkan prinsip akuntabilitas dan pengendalian koperasi. d. Jumlah koperasi yang diperingkat.

5 kebijakan dan 200 KUMKM 15 kantor cabang

25 kebijakan dan 1.000 KUMKM 75 kantor cabang

K)

25,0 1,3

K)

1.500 koperasi

7.500 koperasi

K)

3,5

1.000 koperasi, dan 75 koperasi 5.000 koperasi, dan 375 berprestasi koperasi berprestasi

K)

10,4

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN KUKM 2010-2014

4.148,1

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.044.12

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1 Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG Jumlah kebijakan, program, dan kegiatan pelaksanaan PUG di bidang sosial, Perempuan di bidang sosial, politik, dan hukum politik, dan hukum di tingkat nasional dan daerah Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG Jumlah kebijakan, program, dan kegiatan pelaksanaan PUG di bidang di bidang ekonomi ekonomi di tingkat nasional dan daerah Meningkatnya jumlah kebijakan perlindungan perempuan terhadap berbagai tindak kekerasan 1. Jumlah kebijakan perlindungan perempuan terhadap berbagai tindak kekerasan 2. Persentase cakupan perempuan korban kekerasan yang mendapat penanganan pengaduan 1.1 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG bidang pendidikan yang responsif bidang pendidikan gender 1. Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan ARG di bidang pendidikan 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data terpilah di bidang pendidikan 4. Jumlah pedoman monev pelaksanaan PUG di bidang pendidikan dasar, menengah, tinggi, serta pendidikan budi pekerti dan karakter bangsa 2014 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)
K)

13

18

352,3

15

31

K)

13

26

K)

-

100

2 K/L prov K/L prov 1 5 1

3 5 19 1 8 1

K)

11,1

K) K)

K)

K)

II.L.047.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1.2 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG bidang kesehatan yang responsif gender bidang kesehatan 1. Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG di bidang kesehatan 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan ARG di bidang kesehatan 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data terpilah di bidang kesehatan 1. Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG di bidang sumber daya alam dan lingkungan 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan ARG di bidang sumber daya alam dan lingkungan 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data terpilah di bidang sumber daya alam dan lingkungan 1.4 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan partisipasi partisipasi perempuan di bidang politik perempuan di bidang politik dan pengambilan dan pengambilan keputusan keputusan 1. Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG di bidang politik dan pengambilan keputusan 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan ARG di bidang politik dan pengambilan keputusan 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data terpilah di bidang politik dan pengambilan keputusan 4. Jumlah pedoman monev pelaksanaan PUG di bidang politik K/L prov K/L prov 3 K/L prov K/L prov 1 5 1 3 K/L prov K/L prov 2 5 2 3 7 1 2014 4 5 25 1 25 3 10 28 5 14 5 3 33 3 12 1
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 12,5

K) K)

K)

1.3

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG bidang sumber daya alam dan bidang sumber daya alam dan lingkungan lingkungan yang responsif gender

K)

12,5

K) K)

K)

K)

18,5

K)

K)

K)

II.L.047.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1.5 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG bidang hukum yang responsif gender di bidang hukum 1. Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG di bidang hukum K/L prov K/L prov 3 1 8 2 7 1 1 5 2 2014 3 5 8 2 33 3 1 25 1 23
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 36,4

1.6

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG bidang ketenagakerjaan yang responsif bidang ketenagakerjaan gender

2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan ARG di bidang hukum 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data terpilah di bidang hukum 1. Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG di bidang ketenagakerjaan 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan ARG di bidang ketenagakerjaan 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data terpilah di bidang ketenagakerjaan

K)

K) K)

14,6

K/L prov K/L prov

K)

K)

1.7

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG koperasi, usaha mikro dan kecil, bidang koperasi, usaha mikro dan kecil, industri, industri, dan perdagangan yang dan perdagangan responsif gender

1. Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG di bidang koperasi, usaha mikro dan kecil, industri, dan perdagangan 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan ARG di bidang koperasi, usaha mikro dan kecil, industri, dan perdagangan 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data terpilah di bidang koperasi, usaha mikro dan kecil, industri, dan perdagangan K/L prov K/L prov

4

4

K)

19,9

3 3 2 4

4 22 2 23

K)

K)

II.L.047.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1.8 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG bidang pertanian, kehutanan, perikanan, bidang pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, kelautan, ketahanan pangan, dan ketahanan pangan, dan agrobisnis agrobisnis yang responsif gender 1. Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG di bidang pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, ketahanan pangan, dan agrobisnis 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan ARG di bidang pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, ketahanan pangan, dan agrobisnis 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data terpilah di bidang pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, ketahanan pangan, dan agrobisnis 4 2014 10
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 24,6

K/L prov

3 4

3 30
K)

K/L prov

3 4

3 27

K)

1.9

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG bidang IPTEK dan sumber daya bidang IPTEK dan sumber daya ekonomi ekonomi yang responsif gender

1. Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG di bidang IPTEK dan sumber daya ekonomi 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan ARG di bidang IPTEK dan sumber daya ekonomi 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data terpilah di bidang IPTEK dan sumber daya ekonomi 4. Jumlah pedoman monev pelaksanaan PUG di bidang IPTEK dan sumber daya ekonomi

2 K/L prov K/L prov 1 5 1 2 1 4 K/L prov K/L prov -

3 1 25 1 10 1 11 4 18 1 13

K)

14,9

K)

K)

K)

1.10

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan PUG bidang infrastruktur yang responsif bidang infrastruktur gender

1. Jumlah kebijakan pelaksanaan PUG di bidang infrastruktur 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan ARG di bidang infrastruktur 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data terpilah di bidang infrastruktur

K)

16,8

K)

K)

II.L.047.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4. Jumlah pedoman monev pelaksanaan PUG di bidang infrastruktur 1. Jumlah kebijakan perlindungan perempuan dari tindak kekerasan 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan kebijakan perlindungan perempuan dari tindak kekerasan 3. Jumlah kompilasi data perlindungan perempuan dari tindak kekerasan 4. Persentase cakupan perempuan korban kekerasan yang mendapat penanganan pengaduan 5. Persentase cakupan anak korban kekerasan yang mendapat penanganan pengaduan 1.12 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan penerapan sistem penyusunan data gender data gender 1. Jumlah kebijakan penerapan sistem data gender K/L prov 1 5 K/L 3 2014 2 9 3
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

1.11

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan perlindungan perlindungan perempuan dari tindak perempuan dari tindak kekerasan kekerasan

K)

50,1

prov prov

6 3 -

33 23 100 100

K)

2 1 0 1 3 K/L prov K/L prov 1 5 1 1

4 17 33 2 6 5 24 1 6

K)

62,4

2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan kebijakan penerapan sistem data terpilah gender 3. Tersedianya sistem data gender 1. Jumlah kebijakan perlindungan masalah sosial perempuan 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan kebijakan perlindungan masalah sosial perempuan 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data perlindungan masalah sosial perempuan

K) K)

K) K)

1.13

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan perlindungan perlindungan masalah sosial perempuan masalah sosial perempuan

11,1

K)

K)

K)

II.L.047.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1.14 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan perlindungan perlindungan tenaga kerja perempuan tenaga kerja perempuan 1. Jumlah kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan 1 K/L prov K/L prov 1 5 1 2 2 K/L prov K/L prov 1 5 2014 4 1 23 1 7 3 10 15 3 6
K) K) K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 13,0

K)

3. Jumlah kompilasi data perlindungan tenaga kerja perempuan 1.15 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan perlindungan perlindungan korban perdagangan korban tindak pidana perdagangan orang orang 1. Jumlah kebijakan perlindungan korban tindak pidana perdagangan orang 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penerapan kebijakan perlindungan korban tindak pidana perdagangan orang 3. Jumlah kompilasi data perlindungan korban tindak pidana perdagangan orang 2. Perlindungan Anak 1. Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan tumbuh kembang anak 2. Meningkatnya jumlah kebijakan pelaksanaan perlindungan anak Jumlah kebijakan pelaksanaan tumbuh kembang anak

K) K)

33,8

8

11

K)

212,5

Jumlah kebijakan pelaksanaan perlindungan anak

9

21

K)

II.L.047.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2.1 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pemenuhan hak pemenuhan hak pendidikan anak pendidikan anak 1. Jumlah kebijakan pemenuhan hak pendidikan anak K/L prov K/L prov 1 1 5 1 1 2 1 4 1 4 1 2 1 2 K/L prov K/L prov 1 4 1 1 2014 3 1 10 1 33 2 2 23 1 19 2 1 25 3 17 2 5 29 5 12
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 27,5

2.2

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pemenuhan hak pemenuhan hak kesehatan anak kesehatan anak

2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam pemenuhan hak pendidikan anak 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data pelaksanaan kebijakan pendidikan anak 1. Jumlah kebijakan pemenuhan hak kesehatan anak 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam pemenuhan hak kesehatan anak 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data kesehatan anak 1. Jumlah kebijakan pemenuhan hak partisipasi anak 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam pemenuhan hak partisipasi anak 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data pemenuhan hak partisipasi anak

K) K)

19,1

K/L prov K/L prov

K)

K) K)

2.3

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pemenuhan hak pemenuhan hak partisipasi anak partisipasi anak

12,8

K/L prov K/L prov

K) K) K)

2.4

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan lingkungan yang lingkungan yang layak untuk anak layak untuk anak

1.

Jumlah kebijakan lingkungan yang layak untuk anak

K)

12,8

2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi tentang lingkungan yang layak untuk anak 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data lingkungan yang layak untuk anak

K) K)

K) K)

II.L.047.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2.5 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan pengembangan pengembangan kabupaten/kota layak kabupaten/kota layak anak (KLA) anak (KLA) 1. Jumlah kebijakan pengembangan kabupaten/kota layak anak (KLA) 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi tentang kota layak anak 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data pengembangan kabupaten/kota layak anak (KLA) 2.6 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan penghapusan penghapusan kekerasan pada anak kekerasan pada anak 1. Jumlah kebijakan penghapusan kekerasan pada anak K/L prov K/L prov K/L prov K/L prov 2 2014 2
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 49,0

1 10 1 7 1 1 5 1 2 2

10 10 2 25 4 6 26 1 13 4 5 8 1 17
K)

K)

11,8

2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi tentang penghapusan kekerasan pada anak 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data anak korban kekerasan 2.7 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah perlindungan anak dari tentang masalah sosial anak masalah sosial 1. Jumlah kebijakan perlindungan anak dari masalah sosial 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi tentang perlindungan anak dari masalah sosial 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data perlindungan anak dari masalah sosial

K) K)

K)

K)

20,6

K/L prov K/L prov

2 5 1 2

K)

II.L.047.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2.8 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan untuk penanganan untuk penanganan anak yang anak yang berhadapan dengan hukum berhadapan dengan hukum 1. Jumlah kebijakan penanganan anak yang berhadapan dengan hukum 2. RUU Peradilan Pidana Anak 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi tentang penanganan anak yang berhadapan dengan hukum K/L prov 3 1 Naskah Akademik 2 8 2014 7 1 RUU 6 7
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 30,5

4. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data anak yang berhadapan dengan hukum 2.9 Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan perlindungan bagi perlindungan bagi anak yang anak yang berkebutuhan khusus berkebutuhan khusus 1. Jumlah kebijakan perlindungan bagi anak yang berkebutuhan khusus 2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi tentang perlindungan anak yang berkebutuhan khusus 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data anak yang berkebutuhan khusus

K/L prov

1 3 2

3 15 3 8 11 5 15

K)

K)

17,2

K/L prov K/L prov

1 5 -

K)

K) K)

2.10

Penyusunan dan harmonisasi kebijakan Meningkatnya jumlah kebijakan hak sipil anak hak sipil anak

1.

Jumlah kebijakan hak sipil anak K/L prov K/L prov

1 1 10 1 3

3 5 29 5 10

K) K) K) K) K)

11,2

2. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi tentang hak sipil anak 3. Jumlah K/L dan pemda yang difasilitasi dalam penyusunan data hak sipil anak

II.L.047.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya 1. Meningkatnya jumlah dokumen perencanaan, pengembangan dan evaluasi SDM dan penganggaran KPP dan PA yang diselesaikan tepat waktu, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi berdasarkan tersedianya data terkini, terintegrasi, dan harmonis % rencana program dan anggaran KPP dan PA yang diselesaikan tepat waktu, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi berdasarkan tersedianya data terkini, terintegrasi dan harmonis 2014 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 303,5

100

100

2. Meningkatnya laporan evaluasi kinerja % laporan evaluasi kinerja pembangunan Gender dan Anak berdasarkan data pembangunan Gender dan Anak berdasarkan terkini, terintegrasi dan harmonis data terkini, terintegrasi dan harmonis % layanan sarana prasarana, keuangan dan pengembangan SDM yg sesuai 3. Meningkatnya layanan sarana prasarana, keuangan dan pengembangan SDM kebutuhan dan akuntabel yg sesuai kebutuhan dan akuntabel 3.1 Koordinasi penyusunan perencanaan program dan anggaran, dan kerjasama luar negeri Meningkatnya rencana program dan anggaran serta evaluasi kinerja organisasi yang diselesaikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi tepat waktu , terintegrasi dan harmonis dengan dokumen perencanaan lainnya (RPJPN, RPJMN, Renstra) 1. % rencana program dan anggaran yang diselesaikan tepat waktu berdasarkan data terkini, terintegrasi dan harmonis dengan dokumen perencanaan lainnya (RPJPN, RPJMN, Renstra) 2. Jumlah laporan rencana dan evaluasi kinerja organisasi 3. % kegiatan tindak lanjut dari kerjasama Bilateral dan Multilateral 4. % laporan bahan pimpinan dan monev pelaksanaan kinerja program di lingkup KPP dan PA

100

100

100

100

100

100

45,4

1 100 100

5 100 100

K)

II.L.047.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3.5 Pengawasan pelaksanaan perlindungan Meningkatnya jumlah pengawasan pelaksanaan anak (KPAI) perlindungan anak 1. Jumlah pengawasan pelaksanaan perlindungan anak di prov (prov) 2. Jumlah rekomendasi hasil pelaksanaan perlindungan anak (laporan) 3. % layanan prasarana keuangan tepat waktu, sesuai kebutuhan, dan akuntabel 33 1 100 2014 33 5 100
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 43,0

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

868,2

II.L.047.11

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
1. PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENEG PAN DAN RB Terwujudnya peningkatan kinerja manajemen internal dalam rangka pelaksanaan tugas Kementerian 1. Persentase rapat-rapat koordinasi dengan instansi Pusat dan Daerah, dalam rangka pelaksanaan program-program PAN 2. Persentase dokumen administrasi perencanaan, perkantoran, kepegawaian, dan keuangan yang dapat diselesaikan tepat waktu 3. Persentase pegawai Kementerian Negara PAN & RB yang mengikuti pendidikan dan pelatihan struktural, fungsional, dan kursus lainnya 4. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 5. Persentase pemberitaan tentang Kementerian Negara PAN & RB di media nasional 6. Persentase barang milik negara yang tercatat/terinventarisasi sesuai kaidah pencatatan BMN 7. Persentase kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan aturan 8. Tersusunnya kebijakan/pedoman tentang budaya kerja "bersih, melayani, dan kompeten" di lingkungan aparatur negara 9 Terlaksananya kampanye budaya kerja "bersih, melayani, dan kompeten" di lingkungan aparatur negara

TARGET 2010
100%

2014
100%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
367,7

100%

100%

25%

85%

100% 100% 85%

100% 100% 100%

85%

100% 1 Perpres
K)

10%

100%

II.L.048.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
10. Jumlah instansi pemerintah yang menjadi Pilot Project pengembangan budaya kerja 2. PROGRAM PENINGKATAN Terwujudnya peningkatan kualitas sarana Rasio sarana dan prasarana yang tersedia dengan kebutuhan SARANA DAN PRASARANA dan prasarana internal dalam rangka pegawai sesuai standar kualitas pelayanan yang baik APARATUR KEMENEG PAN pelaksanaan tugas Kementerian DAN RB PROGRAM PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI 1. Terwujudnya organisasi pemerintah yang proporsional, efektif dan efisien 1. Jumlah peraturan/kebijakan di bidang Kelembagaan 2. Persentase Kementerian Negara yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 3. Persentase LPNK yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 4. Persentase LNS yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 5. Persentase Perwakilan RI di Luar Negeri yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 6. Persentase Sekretariat Lembaga Negara yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 7. Persentase Instansi Pemerintah (PPK-BLU) yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 8. Persentase Konsolidasi struktural dan peningkatan Kapasitas Kemeneg PAN dan RB, BKN, dan LAN 1. Jumlah peraturan/kebijakan di bidang SDM Aparatur

TARGET 2010
2 IP

2014
30 IP
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

85%

100%

21,0

3.

8 aturan 20% 20% 20% 20% 20% 20% 100%

40 aturan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

K)

454,5

2. Terwujudnya SDM Aparatur yang profesional, berkinerja, akuntabel dan sejahtera

11 PP, 1 Perpres, 2 aturan 40%

1 UU, 35 PP, 2 Perpres, 8 aturan 100%

K)

2. Persentase insansi pemerintah yang mengirimkan data usulan formasi PNS secara akurat dan benar sesuai aturan

II.L.048.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
3. Persentase penurunan tingkat pelanggaran disiplin PNS 4. Persentase instansi yang menerapkan kebijakan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) 5. Persentase instansi yang menyusun informasi jabatan dalam rangka penyusunan sistem remunerasi berdasarkan merit system 6. Persentase tenaga honorer yang telah dilakukan verifikasi dan validasi 7. Persentase peningkatan penghasilan PNS 3. Terwujudnya penyelenggaraan tata laksana pemerintah yang efisien, efektif dan akuntabel 1. Jumlah peraturan/kebijakan di bidang Tata Laksana

TARGET 2010
20% 5% 45%

2014
70% 45% 90%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

100% 5% 1 UU, 2 aturan

100% 10% 5 UU, 18 PP, 8 aturan 100% 1 UU, 30 aturan 60% 55% 36% 99% 70% 45%
K) K)

4. Terwujudnya instansi pemerintan yang akuntabel dan berkinerja tinggi

2. Persentase instansi pemerintah yg melakukan penataan ketatalaksanaan 1. Jumlah peraturan/kebijakan di bidang Akuntabilitas Kinerja 2. Persentase instansi yang menerapkan Sistem Akuntabilitas Kinerja sesuai aturan 3. Persentase instansi yang dinilai akuntabel 4. Persentase instansi yang menyusun RKT (Rencana Kinerja Tahunan) 5. Persentase LAKIP yang diterima 6. Persentase PK yang diterima 7. Persentase instansi peserta model Island of Integrity yang berhasil

20% 6 aturan 45% 40% 20% 87% 45% 30%

5. Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik

1. Jumlah Peraturan/Kebijakan di bidang Pelayanan Publik

5 PP, 1 Perpres, 3 aturan

5 PP, 1 Perpres, 1 Inpres, 14 aturan

K)

II.L.048.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
2. Jumlah Kabupaten/Kota yang mempresentasikan kepuasan pelanggan yang disurvei berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat 3. Skor IKM unit pelayanan 4. Jumlah unit pelayanan yang dinilai berdasarkan usulan instansi/Pemerintah Provinsi 5. Jumlah Pemda yang dinilai berdasarkan usulan instansi/Pemerintah Provinsi 6. Persentase unit pelayanan/Pemda yang berkategori terbaik sesuai penilaian 7. Persentase unit pelayanan/Pemda yang berkategori terbaik sesuai penilaian 8. Persentase Pemerintah Daerah yang menerapkan OSS 9. Jumlah Kab/Kota yang menerapkan pedoman peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis partisipasi masyarakat. 10. Jumlah unit pelayanan publik yang menerapkan pedoman peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis partisipasi masyarakat 6. Terwujudnya penyelenggaraan pengawasan pemerintah yang terintegrasi, efisien dan efektif 1. Jumlah peraturan/kebijakan di bidang pengawasan

TARGET 2010
33 Kab/ Kota

2014
165 Kab/ Kota
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

60 120 50% 50% 75% 10 Kab/ Kota

85 300 120 90% 90% 95% 135 Kab/ Kota
K)

30 Unit

350 unit

K)

7 aturan

1 UU, 1 Perpres, 35 aturan 90% 90% 90%

K)

2. Persentase instansi pemerintah yang melaksanakan SPI sesuai dengan ketentuan 3. Persentase jumlah temuan yang ditindaklanjuti dalam waktu satu tahun 4. Persentase laporan dumas yang disalurkan dan telah ditindaklanjuti oleh instansi pemerintah

40% 60% 60%

II.L.048.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
5. Persentase instansi pemerintah yang melaksanakan dan melaporkan Inpres Percepatan Pemberantasan Korupsi yang dievaluasi sesuai pedoman 7. Meningkatnya pelaksanaan reformasi birokrasi instansi secara terencana, sistematis, dan komprehensif 1. Jumlah K/L yang telah melaksanakan reformasi birokrasi sesuai kebijakan RB Nasional 2. Tingkat kualitas pelaksanaan RB yang terukur sesuai dengan kebijakan RB Nasional 3. Jumlah kebijakan pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang diterbitkan (Grand Design RBN dan kebijakan pelaksanaannya. 4. Jumlah instansi yang menerima sosialisasi

TARGET 2010
60%

2014
90%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

17 K/L 70% 100%

75 K/L 100% 100%

5. Jumlah asistensi reformasi birokrasi kepada instansi pusat dan daerah 6. Jumlah laporan monitoring dan evaluasi 1. Pengembangan kebijakan, koordinasi dan evaluasi pengawasan intern pemerintah - Tersusunnya UU tentang Sistem Pengawasan Nasional dan peraturan pelaksanaannya - Tersusunnya kebijakan tentang Pakta Integritas bagi instansi pemerintah 2. Pengembangan kebijakan penegakan integritas SDM aparatur - Tersusunnya dan disempurnakannya aturan hukum yang mengatur penegakan integritas aparatur Jumlah undang-undang dan peraturan pelaksanaannya

100% K/L; 30% 100% K/L; 100% Pemda Pemda 100% K/L; 10% 100% K/L; 20% Pemda Pemda 4 laporan triwulanan 20 laporan triwulanan 1 UU, 3 peraturan pelaksanaan, 1 sosialisasi 1

K)

13,9

Jumlah Perpres tentang kebijakan/pedoman penerapan Pakta Integritas - Jumlah PP tentang Disiplin PNS - Jumlah PP Larangan PNS menjadi anggota Parpol - Jumlah PP tentang Jiwa Korps dan Kode Etik PNS

K)

1 -

1, 2 sosialisasi 1 1

K)

9,0

K)

K)

II.L.048.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
- Jumlah PP tentang pembatasan konflik kepentingan 3. Pengembangan kebijakan, koordinasi, monitoring dan evaluasi Percepatan Pemberantasan Korupsi Tersusun dan terlaksananya kebijakan, koordinasi, monitoring dan evaluasi percepatan pemberantasan korupsi - Jumlah peraturan/kebijakan (Inpres Percepatan Pemberantasan Korupsi) - Persentase instansi pemerintah yang melaksanakan dan melaporkan Inpres Percepatan Pemberantasan Korupsi yang dievaluasi sesuai pedoman Jumlah peraturan/kebijakan di bidang pengawasan masyarakat Persentase laporan pengaduan masyarakat yang disalurkan dan telah ditindaklanjuti oleh instansi pemerintah

TARGET 2010
1 Inpres 60%

2014
1 1 Inpres 90%
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K)

24,6

4.

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan evaluasi pengawasan masyarakat

Meningkatnya pengawasan masyarakat yang efektif dan efisien

1 kebijakan 60% 90%

6,2

5.

Pelaksanaan dukungan perumusan kebijakan PAN

Tersusunnya kebijakan/pedoman tentang - Jumlah kebijakan/pedoman; budaya kerja “bersih, melayani, dan kompeten” di lingkungan aparatur negara; Terlaksananya kampanye budaya kerja kerja “bersih, melayani, dan kompeten” di lingkungan aparatur negara. - Persentase jumlah kampanye di media cetak dan elektronik - Jumlah instansi Pemerintah yang menjadi Pilot Project Pengembangan Budaya Kerja sesuai kebijakan - Jumlah PP - Jumlah Perpres - Persentase instansi yang telah mendapatkan sosialisasi

-

1 Perpres

K)

3,5

10% 2 IP

100% 30 IP
K)

6.

Koordinasi perencanaan dan evaluasi program pelayanan publik (Prioritas Nasional)

Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik

5 1 35% 1 -

5 1 100% 1 4

K) K)

18,3

7.

Peningkatan koordinasi dan evaluasi pelayanan di bidang kesejahteraan sosial (Prioritas Nasional)

Terlaksananya penilaian, monitoring dan - Tersusunnya instrumen penilaian, monitoring dan evaluasi evaluasi pelayanan publik. penyelenggaraan pelayanan publik - Laporan monev pelaksanaan penilaian pelayanan

K)

23,9

K)

II.L.048.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
Tersusunnya kebijakan percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik Terlaksananya asistensi untuk mendorong penerapan OSS/PTSP Terlaksananya kompetisi antar unit pelayanan publik/ antar instansi dan Pemerintah Daerah - Jumlah inpres tentang percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik - Persentase Pemerintah Daerah yang menerapkan OSS (pelayanan terpadu satu pintu) - Jumlah unit pelayanan yang dinilai berdasarkan usulan Jumlah Pemda yang dinilai berdasarkan usulan Provinsi

TARGET 2010
1

2014
1
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

70% 150 unit 100 Kab/ Kota 50% 50% 100%

95% 1250 unit 550 Kab/ Kota 90% 90% 100% 5,1
K)

8.

Peningkatan koordinasi dan evaluasi pelayanan publik di bidang pemerintahan umum, hukum dan keamanan (Prioritas Nasional)

23,6

K)

9.

Koordinasi perencanaan dan evaluasi program kelembagaan (Prioritas Nasional)

- Terlaksananya konsolidasi struktural dan peningkatan kapasitas Kemeneg PAN dan RB, LAN, dan BKN.

- Persentase unit pelayanan/Pemda yang berkategori terbaik sesuai penilaian - Persentase unit pelayanan/Pemda yang berkategori baik sesuai penilaian Persentase penyelesaian konsolidasi struktural dan peningkatan kapasitas Kemeneg PAN & RB, BKN, LAN.

- Terlaksananya penataan kelembagaan - ersentase instansi pemerintah (PPK-BLU) yang telah tertata instansi pemerintah lainnya kelembagaannya - Persentase LNS yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 10. Pengembangan kebijakan, koordinasi dan evaluasi kelembagaan polhukam (Prioritas Nasional) Terlaksananya penataan kelembagaan instansi pemerintah lainnya, bidang polhukhankam - Persentase Kementerian Negara bidang Polhukam yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya (antara lain Kementerian Sekretariat Negara) - Persentase LPNK bidang polhukam yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya, terutama bidang pemanfaatan tanah dan penataan ruang bagi kepentingan rakyat (BPN). - Persentase Sekretariat Lembaga Negara yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya

20% 20%

100% 100%

20%

100%

5,2

20%

100%

20%

100%

II.L.048.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
11. Pengembangan kebijakan, koordinasi dan evaluasi kelembagaan perekonomian I (Prioritas Nasional) Terlaksananya penataan kelembagaan instansi pemerintah lainnya, bidang perekonomian I - Persentase Kementerian Negara bidang perekonomian I yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya, terutama bidang penguatan keberdayaan UKMK (Kemeneg UKMK, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan), pemanfaatan sumber daya kelautan (Kementerian Kelautan dan Perikanan), pemanfaatan tanah dan penataan ruang bagi kepentingan rakyat (Kementerian PU, Kementerian Kehutanan) dan Kemeneg PPN)

TARGET 2010
20%

2014
100%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
12,0

- Persentase LPNK bidang perekonomian I yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya - Persentase Perwakilan RI yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya 12. Pengembangan Kebijakan, Koordinasi dan Evaluasi Kelembagaan Perekonomian II (Prioritas Nasional) Terlaksananya penataan kelembagaan instansi pemerintah lainnya, bidang perekonomian II - Persentase Kementerian Negara bidang Perekonomian II yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya, terutama bidang pengelolaan energi (Dep. ESDM, restrukturisasi BUMN (Kemeneg BUMN), pemanfaatan tanah dan penataan ruang bagi kepentingan rakyat (Dep. Pertanian) dan Kemeneg Ristek)

20% 20%

100% 100%

20%

100%

3,7

13.

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan evaluasi kelembagaan kesra

- Persentase LPNK bidang Perekonomian II yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya Terlaksananya penataan kelembagaan - Persentase Kementerian Negara bidang kesra yang telah instansi pemerintah lainnya, bidang kesra tertata organisasi dan tata kerjanya (antara lain Kementerian Pendidikan Nasional) - Persentase LPNK bidang kesra yang telah tertata organisasi dan tata kerjanya - Persentase Pemda yang dievaluasi organisasi dan tatakerjanya

20% 20%

100% 100% 3,4

20% 20%

100% 100%

II.L.048.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
14. Pengembangan kebijakan, koordinasi dan evaluasi tata laksana perekonomian Pengembangan kebijakan, koordinasi dan evaluasi tata laksana korporatisasi Pengembangan kebijakan pemantapan pengembangan SDM aparatur (Prioritas Nasional) Tersusunnya kebijakan tentang Administrasi Pemerintahan Tersusunnya kebijakan tentang Etika Penyelenggara Negara - Tersusunnya kebijakan tentang manajemen kepegawaian (UU tentang SDM Aparatur Negara ). Jumlah UU, peraturan pelaksanaan dan sosialisasinya

TARGET 2010
-

2014
1 UU, 2 PP, 2 sosialisasi 1 RUU, 1 UU, 3 PP, 3 Sosialisasi 1 RUU, 1 UU dan peraturan pelaksanaannya, 2 sosialisasi 1 Perpres, 1 sosialisasi 1 PP
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
18,5

15.

Jumlah UU, peraturan pelaksanaan dan sosialisasinya

1 RUU

K)

12,9

16.

Jumlah UU dan peraturan pelaksanaannya

-

K)

11,3

Tersusunnya kebijakan tentang pola Jumlah Perpres; dasar karir PNS Tersusunnya kebijakan tentang Jumlah PP penilaian kinerja pegawai (SKP) Tersusunnya kebijakan tentang penilaian, pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam dan jabatan struktural - Tersusunnya kebijakan diklat jabatan PNS - Tersusunnya kebijakan tentang pengangkatan PNS dalam jabatan struktural Jumlah Perpres

1 Prepres 1 PP

K)

K)

1 Perpres

1 Perpres

K)

Jumlah PP Jumlah PP

-

1 PP 1 PP

K)

K)

II.L.048.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
17. Pengembangan kebijakan kesejahteraan SDM aparatur (Prioritas Nasional) - Tersusunnya kebijakan (UU/ PP) - Jumlah UU/PP tentang remunerasi/tunjangan kinerja tentang remunerasi dan tunjangan kinerja Pegawai Negeri; Pegawai Negeri - Tersusunnya kebijakan sistem pensiun - Jumlah UU/PP tentang Pensiun PNS PNS - Tersusunnya kebijakan tentang sistem - Jumlah kebijakan tentang pengelolaan dana pensiun PNS pengelolaan dana pensiun PNS 18. Penyusunan kebijakan perencanaan SDM aparatur (Prioritas Nasional) - Tersusunnya kebijakan (PP) tentang Jumlah PP sistem pengadaan /rekruitmen dan Seleksi PNS - Tersusunnya kebijakan (PP) tentang Jumlah PP Kebutuhan Pegawai (Formasi)

TARGET 2010
1 UU/ PP

2014
1 UU/PP
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
16,3

1 PP

1 UU/PP 1 PP

K)

K)

1 PP

1 PP, 2 sosialisasi

K)

20,1

1 PP

1 PP

K)

19.

Evaluasi akuntabilitas kinerja aparatur dan penilaian kinerja aparatur Pembinaan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Aparatur Pengembangan Sistem akuntabilitas kinerja aparatur negara

Terlaksananya pemantauan dan evaluasi Persentase Instansi pemerintah yang akuntabilitas kinerjanya penerapan sistem akuntabilitas kinerja baik instansi pemerintah Terlaksananya penerapan sistem Persentase instansi yang menerapkan sistem akuntabilitas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah kinerja Tersusun dan tersosialisasikannya Undang-undang Akuntabilitas Penyelenggara Negara dan peraturan pelaksanaannya Jumlah UU dan peraturan pelaksanaannya

40%

55%

8,7

20.

45%

80%

9,2

21.

-

1 RUU, 1UU, 2 PP

K)

12,8

II.L.048.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI PROGRAM/ NO KEGIATAN SASARAN INDIKATOR PRIORITAS
Tersusunnya kebijakan/pedoman pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja (termasuk penerapan sistem reward and punishment bagi kinerja instansi pemerintah, penerapan kontrak kinerja pada setiap jabatan aparatur negara) Jumlah kebijakan/pedoman

TARGET 2010
-

2014
1 kebijakan, pedoman 4
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

22.

Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan reformasi birokrasi (Prioritas Nasional)

Meningkatnya koordinasi penyusunan kebijakan dan pelaksanaan reformasi birokrasi

- Jumlah kebijakan pelaksanaan reformasi birokrasi yang diterbitkan (grand design RBN dan kebijakan pelaksanaannya) - Tingkat kualitas pelaksanaan RB yg terukur sesuai dg kebijakan RB Nasional - Persentase instansi yang menerima sosialisasi - Persentase instansi pusat dan daerah yang dilakukan konsultasi asistensi reformasi birokrasi - Jumlah laporan monitoring dan evaluasi - Persentase K/L yang telah melaksanakan Reformasi Birokrasi sesuai kebijakan nasional

100%

100%

62,7

70% 100% K/L; 30% Pemda 100% K/L, 10% Pemda 4 laporan triwulanan 20%

100% 100% Pemda 100% Pemda 20 laporan triwulanan 100%

ALOKASI KEMENTERIAN PAN DAN REFORMASI BIROKRASI 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

843,2

II.L.048.11

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN INTELIJEN NASIONAL
TARGET NO 1 a. 2 3 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya BIN Kegiatan Penyelenggaraan Dukungan Administrasi Operasi Intelijen Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Intelijen Negara Program Pengembangan Penyelidikan, Pengamanan, dan Penggalangan Keamanan Negara SASARAN Meningkatnya dukungan pelayanan secara teknis dan administrasi intelijen negara Terselenggaranya dukungan administrasi operasi intelijen Meningkatnya pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan intelijen negara Meningkatnya Pelaksanaan Penyelidikan, Pengamanan dan Penanggulangan Keamanan Negara INDIKATOR 2010 Meningkatnya dukungan pelayan secara teknis dan administrasi intelijen Jumlah anggaran yang tersedia Kualitas pemeriksaan dan pengawasan yang meningkat a. Meningkatnya cakupan penyelidikan, pengamanan, 30% 30% 30% 30% 30% 30% 30% 30% 30% 30% 30% 2014 32% 32% 32% 32% 32% 32% 32% 33% 33% 33% 33% 192,00 1.324,56 890,32 692,40 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.898,76 1.055,29 19,85 4.030,09

Terpantaunya kegiatan intelijen pihak lain atau negara b. lain c. Tersedianya laporan intelijen cepat, tepat dan akurat d. Meningkatnya kapasitas institusi intelijen negara

a. b. c d.

Kegiatan Operasi Intelijen Luar Negeri Kegiatan Operasi Intelijen Dalam Negeri Kegiatan Operasi Kontra Intelijen Kegiatan Operasi Intelijen Ekonomi

Meningkatnya pelaksanaan penyelidikan beraspek luar negeri, % kecukupan penggelaran pos intelijen luar negeri Ekonomi, Sosial, Budaya Meningkatnya pelaksanaan penyelidikan beraspek dalam Rasio kecukupan personil daerah terhadap jumlah negeri kabupaten/kota Meningkatnya upaya kontra intelijen Meningkatnya pelaksanaan penyidikan beraspek Ekonomi % pemantauan intelijen lawan % pemantauan intelijen beraspek ekonomi.

TOTAL ALOKASI BIN 2010-2014

5.948,7

II.L.050.1

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA SANDI NEGARA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS 1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Lembaga Sandi Negara SASARAN Pelayanan administrasi perkantoran lemsaneg secara akuntabel dan pemenuhan kebutuhan aparatur persandian dan pendukungnya a. b. INDIKATOR 2010 Jumlah dokumen administrasi (paket) Jumlah layanan administrasi (paket) 211 26 95% 339 12 716 11 710 26 115 3 2014 1225 130 98% 1895 273 3580 58 3550 130 625 13 K) K) K) K) K) K) K) K) 2.184,6 169,8 179,7 34,7 2.759,6 K) K) TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 654,9

2. Program Pengembangan Persandian Nasional

Terselenggaranya persandian sesuai kebijakan nasional, terdukungnya komunikasi rahasia, kemandirian teknologi persandian

c. % Kepuasan user terhadap layanan administratif dan sarana perkantoran d. Jumlah lulusan pendidikan sandi dan pendukungnya (orang) a. Jumlah dokumen kebijakan persandian (paket) b. Jumlah operasial pengamanan komunikasi rahasia (kali) c. Jumlah kajian teknologi persandian (paket) Jumlah Layanan pengamanan sinyal (paket) Jumlah Layanan analisa sinyal (paket) Distribusi Material Sandi (lokasi) Jumlah hasil pengkajian dan pengembangan peralatan sandi (paket)

a. Pengamanan Sinyal b. Analisa sinyal c. Operasionalisasi Materiil Sandi d. Pengkajian dan pengembangan peralatan sandi

Meningkatnya kebijakan, penggelaran infrastruktur, dan layanan pengamanan sinyal Pengamanan persandian melalui analisis teknis sandi dan analisis kriptografi Tersedianya materiil sandi guna mendukung terselenggaranya komunikasi rahasia Tersedianya kajian pengembangan peralatan sandi

TOTAL ALOKASI LEMSANEG 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

3.414,5

II.L.051.1

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : DEWAN KETAHANAN NASIONAL
TARGET NO 1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Wantanas SASARAN Meningkatnya kelancaran pengelolaan dan kecukupan dukungan operasional pelaksanaan tugas Wantanas INDIKATOR 2010 a. % Pelayanan administrasi dan pelaksanaan kajian sesuai dengan kebutuhan. b. Tingkat kecepatan rata-rata penyelesaian urusan tata usaha untuk Sesjen, Kedeputian dan Biro c. % Laporan asset Wantannas yang dinilai wajar d. 2 Program Pengembangan Kebijakan Ketahanan Nasional Terlaksananya kajian tentang Ekonomi, Sosial Budaya, Hukum dan Perundang-undangan, Politik Nasional, Perencanaan Kontijensi, Lingkungan Strategis Nasional, Lingkungan Strategis Regional, dan Lingkungan Strategis Internasional Laporan keuangan WTP berkelanjutan a. Tersedianya kajian dalam bentuk saran tindak dan rencana kontijensi bidang pengembangan pembangunan nasional untuk mengatasi permasalahan keamanan internal, keamanan eksternal dan bencana berskala besar; b. Terselenggaranya hubungan kemitraan kerja dengan para pakar dari jalur aspiratif, jalur akademik, dan jalur empirik; c. Terwujudnya sasaran program ditinjau dari volume, waktu dan kuantitas serta kualitas hasil kajian yang menjadi kewenangan Wantanas d. Tersedianya sistem teknologi informasi yang mampu menyajikan data secara cepat, akurat, aman dan lengkap a. Penyelenggaraan Perumusan Kebijakan Ketahanan Nasional Bidang Lingkungan Strategis Nasional, Lingkungan Strategis Regional, dan Lingkungan Strategis Internasional Terlaksananya penyelenggaraan perumusan kebijakan Ketahanan Nasional Bidang Lingkungan Strategis Nasional, Lingkungan Strategis Regional, dan Lingkungan Strategis Internasional Jumlah Kajian Pokja, Pokjasus, Rakertas, Ramusmat, Kirpat bidang lingkungan stategis Nasional, Lingkungan Strategis Regional, dan Lingkungan Strategis Internasional (paket) 30% 45% 80% 90% 15% 2014 32% 47% 82% 100% 17% 127,7 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 72,7

15%

17%

15%

17%

45% 40

47% 200 K) 25,9

TOTAL ALOKASI WANTANAS 2010-2014

200,4

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.052.1

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN PUSAT STATISTIK
No 1. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PENYEDIAAN DAN PELAYANAN INFORMASI STATISTIK Pengembangan metodologi sensus dan survei TARGET SASARAN Meningkatnya penyediaan dan pelayanan data dan informasi statistik Tersedianya Kerangka Contoh Induk Survei Rumah tangga, dan pelaksanaan Post Enumeration on Survey (PES) terhadap Sensus INDIKATOR 2010 Terlaksananya kegiatan sensus dan survei Terlaksananya Sensus Penduduk 2010 Penyelenggaraan PES Sensus Penduduk 2010 serta coverage dan content error SP 2010 (Preliminary report ) 2014 Terlaksananya statistik wilayah kecil dan PODES Laporan coverag e dan content error Sensus Pertanian 2013; Coverage dan content error SP 2010
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 8.396,1

a.

Terselenggaranya Post Enumeration Survey (PES) terhadap Sensus Penduduk 2010, Sensus Pertanian 2013, serta persiapan Sensus Ekonomi 2016

87,9

b.

Penyediaan dan pengembangan statistik kependudukan dan ketenagakerjaan

1. Tersedianya parameter demografi dan indikator-1. Tersedianya proyeksi penduduk 20102020 indikator MDG’s serta targeting beberapa kebijakan sosial melalui Sensus Penduduk (SP) 2. Tersedianya indikator untuk perencanaan, 2010 evaluasi, dan analisis sosial seperti pendidikan, lansia, perumahan, dan kecacatan, serta pencapaian MDG’s 2. Tersedianya data statistik ketenagakerjaan dan Tersedianya indikator pengangguran dan pengangguran pada tingkat nasional, propinsi, dan kesempatan kerja kab/kota

1.Angka sementara SP: Agustus 2010 2. Pelaksanaan Sensus Penduduk 2010

Proyeksi penduduk 20102025 Analisis hasil SP 2010

3.903,0
K)

Dua kali setahun

Setiap bulan di tingkat nasional

II.L.054.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN PUSAT STATISTIK
No c. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 2014 Setiap Bulan untuk tingkat 2 kali dalam 1 tahun di tingkat nasional dan propinsi, sekali untuk Nasional, triwulanan tingkat propinsi dan tingkat Kabupaten/Kota Bulanan Kab/Kota TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 946,6

Cakupan dan Penyajian Hasil SUSENAS Penyediaan dan Pengembangan Statistik Tersedianya data statistik kesejahteraan rakyat Kesejahteraan Rakyat secara nasional, propinsi, kab/kota yang meliputi dipercepat data karakteristik rumah tangga, perumahan, pendidikan, dan kesehatan

d.

Penyediaan dan Pengembangan Statistik Tersedianya data jumlah dan persentase penduduk Meningkatnya kualitas data statistic kemiskinan Perubahan tahun dasar Ketahanan Sosial miskin secara nasional, propinsi, dan kab/kota makro dan mikro Penghitungan Angka kemiskinan makro Penyediaan dan Pengembangan Statistik Tersedianya data base statistik pertanian tanaman Terlaksananya Sensus Pertanian 2013 Tanaman Pangan, Hortikultura, dan pangan, holtikultura dan perkebunan 2013 Perkebunan

Sensus potensi desa yang menghasilkan statistik wilayah kecil

204,4

e.

Statistik produksi tanaman pangan, Statistik produksi tanaman holtikultura dan perkebunan pangan, holtikultura dan perkebunan; Profil rumah tangga pertanian menurut sub sektor dan struktur ongkos usaha tanaman unggulan; Statistik pendapatan petani

1.262,0

f.

Penyediaan dan Pengembangan Statistik Tersedianya data base statistik peternakan, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan perikanan, dan kehutanan 2013

Terlaksananya Sensus Pertanian 2013

Statistik produksi tanaman perkebunan tahunan

g.

Penyediaan dan Pengembangan Statistik Tersedianya indikator perkembangan industri Industri, Pertambangan dan Penggalian, nasional setiap bulan, triwulan, dan tahunan Energi, dan Konstruksi

Timelag penyajian direktori dan publikasi data statistik industri besar dan sedang, tahunan

Oktober (t-2) tingkat propinsi

Analisis Hasil Sensus Pertanian sektor perkebunan, perikanan dan peternakan Agustus (t-2) tingkat propinsi

435,5

220,9

II.L.054.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN PUSAT STATISTIK
No h. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 1. Tersedianya data statistik keuangan pusat dan daerah; data direktori perusahaan komunikasi dan teknologi informasi; serta data statistik pariwisata 1. Angka/statistik keuangan daerah,BUMN/BUMD, dan lembaga keuangan, Penggunaan TI, dan statistik pariwisata tingkat: nasional dan propinsi, Publikasi: Desember (pariwisata), Agustus (Keuangan) 2014 1. Angka/statistik keuangan daerah,BUMN/BUMD, dan lembaga keuangan, Penggunaan TI, indeks melek teknologi, dan statistik pariwisata tingkat: nasional dan propinsi, Publikasi: Desember (pariwisata), Agustus (Keuangan) TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 337,0

Penyediaan dan Pengembangan Statistik Tersedianya data inflasi dan Nilai Tukar Petani Harga (NTP) di seluruh propinsi setiap bulan

2.

Tersajinya data diagram timbang NTP 2012 2. NTP Tahun Dasar 2007 dengan 2. NTP tahun dasar 2012, lag 2 bulan disajikan bulanan dengan lag 1 bulan Tahun dasar 2000=100, Tingkat Nasional dan propinsi dan Kabupaten/Kota 182,8

i.

Penyediaan dan Pengembangan Statistik Tersedianya data PDB dan PDRB sektoral Neraca Produksi triwulanan dan tahunan (2010=100), tabel I-O Indonesia 2010, dan Sistem Neraca Lingkungan

1. Meningkatnya kualitas data PDB, PDRB dan Tahun dasar 2000=100, Tingkat nasional dan propinsi Tabel I-O 2. Penurunan diskrepansi PDRB dengan PDB 3. Meningkatnya pemahaman terhadap SNA 2008 serta aplikasi sistem dan metodologi penyusunan neraca produksi

II.L.054.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN PUSAT STATISTIK
No j. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 1. Meningkatnya cakupan, akurasi dan relevansi 1. Inventasisasi data dasar & pendukung untuk penyusunan data PDB/PDRB, NAD dan SNSE dengan PDB/PDRB (2010=100), NAD, menyesuaikan konsep SNA 2008 dan SNSE 2. Penyamaan persepsi SNA 2008 2. Meningkatnya pemahaman terhadap SNA dengan unit kerja non neraca 2008 serta implementasinya sesuai kondisi internal BPS Indonesia (SNN) Indonesia 2014 1. Penyusunan PDB/PDRB (2010=100), NAD dan SNSE 2. Penyusunan SNN Indonesia (aplikasi SNA 2008 menurut institusi) 90% 3.849,8 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 174,3

Penyediaan dan Pengembangan Statistik Tersedianya data lebih berkualitas dari sisi Neraca Pengeluaran pengeluaran untuk PDB/PDRB Nasional/Propinsi triwulanan dan tahunan dan PDRB Kab/kota tahunan (2010=100), Sistem neraca sosial ekonomi (SNSE), Neraca Arus Dana (NAD) serta implementasi SNA 2008

2

PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANA TUGAS TEKNIS BPS LAINNYA

Terwujudnya manajemen yang efisien, efektif, 50% Terwujudnya good governance dan pelayanan prima dibidang administrasi yang efektif, efisien, bersih dan bertanggung jawab, transparan serta bebas KKN melalui sistem pengawasan yang terpadu, dan berkualitas ketat berbasis teknologi informasi yang mutakhir 50% Meningkatnya persentase cakupan pelayanan menyeluruh kepada BPS, jumlah pembangunan dan rehabilitasi gedung negara serta perlengkapan sarana dan prasarana Persentase LAKIP yang sesuai ketentuan 50%

3.

PROGRAM PENINGKATAN SARANA Terselenggaranya urusan rumah tangga, inventarisasi, penyimpanan, penghapusan, dan DAN PRASARANA APARATUR pengadaan sarana dan prasarana NEGARA

80%

1.834,3

4.

PROGRAM PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN AKUNTABILTAS APARATUR NEGARA BPS

Meningkatnya kualitas pengawasan dan pemeriksaan mencapai tertib administrasi yang wajar tanpa pengecualian

90%

26,1

TOTAL ALOKASI BADAN PUSAT STATISTIK 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

14.107,0

II.L.054.4

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS
TARGET NO 1 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Perencanaan Pembangunan Nasional SASARAN 1. Terwujudnya rencana pembangunan nasional (RPJMN dan RKP) yang berkualitas 2. Terlaksananya penugasan-penugasan lainnya dari Presiden/Pemerintah dalam kaitan kebijakan pembangunan nasional INDIKATOR 2010 1. % kesesuaian antara muatan rancangan RPJMN dengan RPJPN 2. % kesesuaian antara muatan RPJMN dengan visi, misi, dan program Presiden terpilih 3. % kesesuaian antara muatan rancangan RKP dengan RPJMN 4. % kesesuaian rancangan Renstra KL dengan target/sasaran dalam rancangan RPJMN 5. % kesesuaian rancangan Renja KL dengan target/sasaran dalam rancangan RKP 1. % pelaksanaan reformasi birokrasi Kementerian PPN/Bappenas melalui penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, dan sumber daya manusia 2. Tingkat kepuasan stakeholder terhadap pelayanan Kementerian PPN/Bappenas 3. % fasilitasi dan pembinaan di bidang perencanaan pembangunan nasional dengan mitra kerja, baik di pusat maupun daerah 1. % ketersediaan sarana dan prasarana aparatur Kementerian PPN/Bappenas 2. Terlaksananya pembangunan gedung baru Bappenas 100% 100% 2014 100% 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 1.416,3

100% 100%

100% -

100% 50%

100% 100% 1.688,0

2

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Terlaksananya dukungan manajemen terhadap Tugas Teknis Lainnya Bappenas pelaksanaan tupoksi Kementerian PPN/Bappenas

cukup cukup

baik baik

3

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Bappenas

Meningkatnya sarana dan prasarana aparatur Kementerian PPN/Bappenas

100% 10%

100% -

276,2

II.L.055.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS
TARGET NO 4 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Bappenas SASARAN Meningkatnya akuntabilitas dan pengawasan aparatur Kementerian PPN/Bappenas INDIKATOR 2010 1. Opini WTP dari BPK 2. Standar penilaian good governance 3. Standar penilaian AKIP baik cukup cukup 2014 baik baik baik TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 19,5

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS 2010-2014

3.400,0

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.055.2

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PERTANAHAN NASIONAL
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 8.238,9 Neraca Penatagunaan Tanah di daerah (Prioritas Nasional 6) Inventarisasi P4T (Prioritas Nasional 6) Cakupan peta pertanahan (Prioritas Nasional 7) 100 kab/kota 500 kab/kota
K)

A A.1

PROGRAM PENGELOLAAN PERTANAHAN NASIONAL Pengelolaan Pertanahan Propinsi Terlaksananya pengaturan dan penataan penguasaan dan pemilikan tanah, serta pemanfaatan dan penggunaan tanah secara optimal. Terwujudnya pengembangan infrastruktur pertanahan secara nasional, regional dan sektoral, yang diperlukan di seluruh Indonesia Terlaksananya percepatan legalisasi aset pertanahan, ketertiban administrasi pertanahan dan kelengkapan informasi legalitas aset tanah Terlaksananya redistribusi tanah

54,9 366,3 228,3

335.665 bidang 1.678.325 bidang 2.100.000 ha 10.500.000 ha

K)

K)

Jumlah bidang tanah yang dilegalisasi (Prioritas Nasional 7) Jumlah bidang tanah yang diredistribusi (Prioritas Nasional 4) Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan (Prioritas Nasional 7)

326.237 bidang 4.063.430 bidang
K)

2.229,9

210.000 Bidang 1.050.000 Bidang 2.791 kasus 13.955 kasus

K)

912,7 108,0

Berkurangnya sengketa, konflik dan perkara pertanahan serta mencegah timbulnya sengketa, konflik dan perkara pertanahan Terwujudnya pengendalian Penguasaan, Pemilikan, Inventarisasi dan identifikasi tanah terindikasi terlantar Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah dan Pemberdayaan (Prioritas Nasional 8) masyarakat dalam rangka peningkatan akses terhadap sumber ekonomi Data hasil inventarisasi Wilayah Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, Inventarisasi Wilayah Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, Perbatasan dan Wilayah Tertentu (WP3WT) Perbatasan dan Wilayah Tertentu (WP3WT) (Prioritas Nasional 10)

K)

75.900 ha

379.500 ha
K)

36,3

200 SP

885 SP
K)

98,8

II.L.056.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PERTANAHAN NASIONAL
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 1 Paket 2014 5 Paket
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 29,6

A.2

Pengelolaan Wilayah Pesisir, Data hasil inventarisasi Wilayah Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, Inventarisasi Wilayah Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, Perbatasan dan Wilayah Tertentu (WP3WT) (Prioritas Pulau-Pulau Kecil, Perbatasan dan Perbatasan dan Wilayah Tertentu (WP3WT) Nasional 10) Wilayah Tertentu (WP3WT) (di pusat) Pengelolaan Tanah Negara, Tanah Terlantar dan Tanah Kritis (Prioritas Bidang) Pengelolaan Landreform (Prioritas Bidang) Terselenggaranya pengelolaan tanah negara, tanah terlantar dan kritis Jumlah analisa ketersediaan tanah untuk kepentingan masyarakat, pemerintah, dan badan usaha

A.4

20%

100%

10,8

A.5

A.6

Meningkatnya jumlah tanah negara yang ditegaskan menjadi Jumlah tanah negara yang ditegaskan menjadi Tanah Tanah Obyek Landreform (TOL) dan atau yang dikeluarkan Obyek Landreform (TOL) dan atau yang dikeluarkan dari TOL dari TOL Pengembangan Kebijakan Teknis Bertambahnya jumlah kabupaten/kota yg telah memiliki Jumlah kab/kota yang telah menyusun neraca neraca penatagunaan tanah dan mengidentifikasi ketersediaan penatagunaan tanah & mengidentifikasi ketersediaan dan Pelaksanaan Penatagunaan Tanah (Prioritas Bidang) tanah untuk pembangunan tanah untuk pembangunan

20%

100%

36,6

20%

100%

51,0

II.L.056.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PERTANAHAN NASIONAL
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Survey Potensi Tanah (Prioritas Bidang) TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 Tersedianya Peta Nilai Potensi Tanah sesuai Standar Operasi Peta dan informasi potensi nilai tanah dan kawasan dan Prosedur (SOP) sebagai referensi dan indikator ekonomi tanah untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat Terlaksananya pengaturan pengadaan tanah pemerintah, penetapan hak atas tanah dan hak pengelolaan instansi pemerintah & BUMN/BUMD Jumlah penetapan hak atas tanah dan hak pengelolaan 20% 2014 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 67,3

A.7

A.8

Pengaturan dan pengadaan tanah dan legalisasi tanah instansi pemerintah, dan BUMN/ BUMD (Prioritas Bidang)

20%

100%

12,2

A.9 A.10 A.11 A.12

Pengukuran Dasar (Prioritas Bertambahnya luas wilayah yang telah diukur di dalam Bidang) sistem referensi sesuai standar Pemetaan Dasar (Prioritas Bidang) Terlaksananya survei dan pemetaan dasar sesuai Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Pengelolaan Konsolidasi Tanah Meningkatnya jumlah bidang tanah yang dikonsolidasikan (Prioritas Bidang) Pengaturan dan Penetapan Hak Tersedianya rumusan kebijakan teknis dibidang pengaturan tanah (Prioritas Bidang) dan penetapan hak tanah serta meningkatnya pelaksanaan penetapan dan perizinan hak tanah. Penanganan dan Penyelesaian Perkara Pertanahan (Prioritas Bidang) Terlaksananya penanganan dan penyelesaian perkara pertanahan secara berkualitas

Luas wilayah Indonesia yang telah terukur di dalam sistem referensi sesuai standar Jumlah peta dasar pertanahan yang dibuat sesuai standar Jumlah obyek potensi konsolidasi tanah Jumlah penetapan dan perizinan hak atas tanah (SK)

20% 20% 20% 20%

100% 100% 100% 100%

65,4 58,6 26,6 9,1

A.13

Jumlah perkara yang ditangani dan diselesaikan oleh BPN RI

20%

100%

13,6

A.14

Peningkatan Kualitas Pengukuran, Terlaksananya pengukuran, pemetaan dan informasi bidang Jumlah penetapan batas dan pembangunan sistem informasi atas HGU, HGB, HPL dan HP Pemetaan, dan Informasi Bidang tanah, ruang dan perairan yang berkualitas. Tanah, Ruang dan Perairan (Prioritas Bidang)

20%

100%

170,3

II.L.056.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PERTANAHAN NASIONAL
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 20% 2014 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 54,4

A.15

Terwujudnya pembinaan dan pengelolaan pendaftaran hak Pembinaan dan pengelolaan hak atas tanah dan guna Peningkatan Pendaftaran Hak Tanah dan Guna Ruang (Prioritas atas tanah, hak milik atas satuan rumah susun, tanah wakaf, ruang guna ruang dan perairan, serta PPAT Bidang)

A.16

Terselenggaranya akses masyarakat dan lembaga terhadap Pemberdayaan Masyarakat Dan Kelembagaan Dalam Pengelolaan penguatan hak atas tanah, dan sumber permodalan dan produksi Pertanahan (Prioritas Bidang) Berkurangnya jumlah sengketa pertanahan Pengkajian, Penanganan dan Penyelesaian Sengketa Pertanahan (Prioritas Bidang) Berkurangnya jumlah konflik pertanahan Pengkajian dan Penanganan Konflik Pertanahan (Prioritas Bidang) Pengendalian Pertanahan (Prioritas Menurunnya luas tanah yang terindikasi terlantar Bidang)

Akses masyarakat dan lembaga terhadap penguatan hak atas tanah

20%

100%

10,8

A.17

Jumlah penyelesaian sengketa tanah

20%

100%

15,8

A.18

Jumlah penanganan konflik tanah

20%

100%

13,6

A.19

Luas tanah yang terindikasi terlantar

20%

100%

20,0

II.L.056.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PERTANAHAN NASIONAL
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

B

PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA DI BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Pengembangan Peraturan Perundang-Undangan Bidang Pertanahan dan Hubungan Masyarakat (Prioritas Nasional dan Prioritas Bidang) Terlaksananya pengembangan peraturan perundangundangan bidang pertanahan dan Hubungan Masyarakat Jumlah paket rancangan peraturan perundangundangan dan kebijakan di bidang pertanahan dalam rangka mendukung pelaksanaan Undang-undang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Prioritas Nasional 5) 1 paket 5 paket
K)

8.335,1 19,3

B.1

B.2

Pengelolaan Data dan Informasi Pertanahan Pembinaan Organisasi Dan Pengelolaan Kepegawaian BPN (Prioritas Bidang) Pendidikan dan pelatihan bidang pertanahan (Prioritas Bidang) Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Pendidikan STPN (Prioritas Bidang)

B.3

Tersusunnya peraturan perundang-undangan pengadaan tanah untuk kepentingan umum (Prioritas Nasional 6) Tersedianya data dan informasi pertanahan yang terintegrasi Peningkatan akses layanan pertanahan melalui Larasita (Prioritas Nasional 7) secara nasional (Sistem Informasi Manajemen Pertanahan Nasional / SIMTANAS) Terlaksananya penataan organisasi dan layanan kepegawaian Tersedianya konsep kelembagaan serta prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, dan terukur (SPOPP) Terselenggaranya layanan pertanahan yang profesional Jumlah SDM yang telah mengikuti pelatihan dan pendidikan

1 paket

5 paket
K)

10,4

156 kab/kota

419 kab/kota

254,3

1 paket

5 paket
K)

39,1

B.4

2.630 orang

14.150 orang
K)

47,1

B.5

Tersedianya sumberdaya manusia lulusan program Diploma, Jumlah lulusan program Diploma, Pendidikan khusus, Pendidikan khusus, spesialis, S1, S2 spesialis, S1, S2

20%

100%

12,1

II.L.056.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PERTANAHAN NASIONAL
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 522,6 C.1 Pengelolaan Sarana dan Prasarana Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana (pusat) (Prioritas Bidang) BPN RI Pengelolaan Sarana dan Prasarana Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana (daerah) (Prioritas Bidang) Kanwil BPN Provinsi Pengembangan sarana prasarana pelayanan pertanahan 1 satker
K)

C

PROGRAM PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 3,5

C.2

Pengembangan sarana prasarana pelayanan pertanahan

25 satker

330 satker
K)

519,1

D

PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR BADAN PERTANAHAN NASIONAL

41,3

TOTAL ALOKASI BPN 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

17.137,9

II.L.056.6

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : PERPUSTAKAAN NASIONAL No
1

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS
Program Pengembangan Perpustakaan

TARGET SASARAN
Meningkatnya layanan perpustakaan, pelestarian fisik dan kandungan naskah kuno dan budaya gemar membaca di masyarakat

INDIKATOR 2010 2014
4,4 1,8 42 700 15 10 131 75 14 75 42 81,5 2,5 23,3 2,2 100 4.100 122 464 50 708 435 74 435 100 407,6 12,5
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
1.345,4

1.1 1.2

Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan Pengembangan Pustakawan

1.3

Pengembangan Koleksi Perpustakaan Nasional

1.4

Pengelolaan Deposit Terbitan Nasional

1 Jumlah pengunjung perpustakaan (juta) 2 Jumlah koleksi perpustakaan nasional (juta) 3 Jumlah perpustakaan di Indonesia yang dikelola sesuai standar 1 Jumlah peserta diklat perpustakaan Meningkatnya kompetensi SDM perpustakaan 2 Jumlah diklat yang diakreditasi dan dievaluasi Meningkatnya kompetensi Pustakawan 1 Jumlah pustakawan, tenaga teknis, dan penilai yang memiliki sertifikat 2 Jumlah pedoman dan standar kompetensi Meningkatnya koleksi Perpustakaan Nasional 1 Jumlah penyediaan bahan pustaka (ribu) 2 Jumlah pengolahan bahan pustaka (ribu) 3 Jumlah pedoman pengolahan bahan pustaka 4 Jumlah data bibliografi dan authority (ribu) 5 Jumlah perpustakaan di Indonesia yang dikelola sesuai standar Meningkatnya pengelolaan dan pendayagunaan terbitan 1 Jumlah terbitan nasional dan internasional yang terhimpun nasional hasil pelaksanaan UU Karya Cetak dan Karya dan terkelola (ribu) Rekam 2 Jumlah terbitan nasional yang terdata dalam Bibliografi Nasional (BNI) dan Katalog Induk Nasional (KIN) (ribu) 3 Jumlah judul buku terhimpun dalam Katalog Dalam Terbitan (KDT), International Standard Book Number (ISBN) dan International Serial Music Number (ISMN) (ribu) 4 Jumlah Sosialisasi Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (UU No.4 Tahun 1990)

K) K) K)

35,4 26,1

K) K) K) K) K)

105,7

K)

26,1

K)

2,5

12,5

K)

5

25

K)

II.L.057.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : PERPUSTAKAAN NASIONAL No
1.5

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS

TARGET SASARAN INDIKATOR 2010
157,7 15 2 33 2,0 5 28 5 10 88 2.283 33 250 2.000 416,0 100,7

2014
230,8 75 14 33 150 17,0 10 350 140 36 60 220 11.133 33 350 10.750 2.346,4 568,1 0
K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
55,4

Preservasi dan Konservasi Bahan Pustaka dan Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pelestarian fisik 1 Jumlah fisik dan kandungan informasi bahan pustaka serta naskah kuno yang dilestarikan (ribu) Naskah Kuno dan kandungan informasi bahan pustaka dan naskah kuno 2 Jumlah naskah pedoman teknis preservasi bahan pustaka 3 Intensitas sosialisasi preservasi bahan pustaka 1 Jumlah perpustakaan provinsi yang memiliki perangkat Meningkatnya kegiatan layanan jasa perpustakaan dan perpustakaan digital (e-library ) informasi yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai 2 Jumlah Kab/Kota menjadi jejaring dan memiliki perangkat perpustakaan digital (e-library ) 3 Jumlah pemustaka yang memanfaatkan Perpustakaan (juta orang) 4 Jumlah naskah kuno/manuskrip (di inventarisasi, di translasi, di transliterasi, dan di transmedia)-(%) 1 Jumlah perpustakaan sesuai dengan standar/tipologi Meningkatnya upaya pengembangan perpustakaan dan perpustakaan budaya gemar membaca 2 Jumlah pedoman dan standar perpustakaan 3 Jumlah kajian perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca 4 Jumlah promosi pembudayaan gemar membaca 5 Jumlah perpustakaan keliling (mobil, dan kapal) 6 Jumlah perpustakaan umum yang dikembangkan: a Provinsi b Kabupaten/Kota c Desa/Kelurahan Meningkatnya kualitas penunjang layanan perpustakaan 1 Jumlah pengunjung perpustakaan Proklamator (ribu) proklamator 2 Jumlah koleksi perpustakaan Proklamator (ribu)

K)

1.6

Peningkatan Layanan Jasa Perpustakaan dan Informasi

212,2
K)

K)

1.7

Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca

843,9

K) K) K)

K) K) K)

1.8

Pengelolaan Perpustakaan Proklamator

40,6

K)

II.L.057.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : PERPUSTAKAAN NASIONAL No
2

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Taknis lainnya Perpustakaan Nasional Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Perpustakaan Nasional.

TARGET SASARAN
Meningkatnya kualitas pelayanan, pengelolaan, perencanaan dan pelaksanaan yang ditunjang oleh pembinaan adminstrasi dan keuangan perpustakaan nasional

INDIKATOR 2010 2014
36 34 800 38,8 180 170 4.500 38,8
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
531,3

3

1 Jumlah dokumen perencanaan dan anggaran 2 Jumlah laporan keuangan yang sesuai dengan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) 3 Jumlah Surat Keputusan dan dokumen kepegawaian Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana gedung dan Jumlah sarana dan prasarana gedung dan operasional kantor operasional peralatan kantor di lingkungan Perpusnas di lingkungan Perpusnas yang terpelihara dengan baik (ribu m2)

K)

9,9

TOTAL ALOKASI PERPUSTAKAAN NASIONAL 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

1.886,6

II.L.057.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO I. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Pengelolaan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika *) SASARAN Pengelolaan sumber daya informatika yang optimal untuk mendukung pencapaian tingkat penetrasi internet 50%, layanan broadband 30%, dan siaran TV digital 35% Tumbuh kembangnya industri informatika yang layak secara teknis Tercapainya standar kelayakan teknis dan kualitas layanan bertaraf internasional INDIKATOR 2010 1. % pengelolaan sumber daya spektrum dan non spektrum 40% 2014 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 2.922,9

2. Penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi dalam negeri 3. % compliance terhadap standar kelayakan teknis dan kualitas layanan bertaraf internasional

10% 40%

30% 100%

Kegiatan Prioritas Nasional: 1.1 Perencanaan dan rekayasa alokasi spektrum frekuensi Kebijakan, regulasi, rencana pemanfaatan dan rekayasa sumber daya spektrum frekuensi radio 1. % jumlah penetapan pita frekuensi radio dan pemanfaatan slot orbit satelit 2. % utilitas pemanfaatan spektrum frekuensi radio 3. % rencana pengalokasian spektrum frekuensi radio untuk broadband wireless access 95% 40% 95% 100%
K)

120,7

100% (BWA 2,3 GHz 100% (BWA 2,3 nomadic) GHz nomadic) + 100% (BWA 2,3 GHz mobile) + 100% (BWA 3,3 GHz)

II.L.059.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4. Ketersediaan spektrum frekuensi radio di 108 MHz untuk mendukung siaran TV digital 50% kota besar 2014 100% kota besar + 50% selain kota besar 100% 100% 100% 100%
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

1.2

Pelaksanaan layanan pemanfaatan sumber daya pos dan informatika

Kebijakan, regulasi, rencana optimalisasi sumber daya spektrum dan non spektrum

1. % pengelolaan sumber daya spektrum frekuensi radio dan orbit satelit 2. % pengelolaan sumber daya pos, penomoran telekomunikasi dan alamat IP 3. % pengembangan sarana dan prasarana perizinan 4. % permohonan pelayanan spektrum yang diproses tepat waktu

40% 40% 5% 5%

519,7

Kegiatan Prioritas Bidang: 1.3 Pengembangan standarisasi perangkat pos dan informatika Kebijakan, regulasi, standar, sertifikasi, interoperabilitas perangkat pos, telekomunikasi dan penyiaran 1. % pencapaian standar kelayakan teknis perangkat pos, telekomunikasi dan penyiaran 2. % peningkatan interoperabilitas pada layanan perangkat, aplikasi dan konten 3. Jumlah spesifikasi teknis alat dan perangkat pos dan telekomunikasi 4. Jumlah standarisasi perangkat penyiaran 5. Jumlah sertifikat alat dan perangkat telekomunikasi serta surat keterangan Uji Laik Operasi (ULO) 1.4 Pengembangan standarisasi layanan pos dan informatika Kebijakan, regulasi, standar, sertifikasi, interoperabilitas layanan pos, telekomunikasi dan penyiaran Paket penyusunan kebijakan, regulasi, sertifikasi di bidang layanan pos, telekomunikasi dan penyiaran 40% 40% 10 paket 4 paket 3750 100% 100% 50 paket 20 paket 4750 buah
K)

65,4

K)

10 paket

50 paket

K)

65,7

II.L.059.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO 1.5 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pengendalian pemanfaatan sumber daya pos dan informatika SASARAN Kebijakan, regulasi dan penertiban dalam rangka meningkatkan kepatuhan penggunaan sumber daya spektrum dan non spektrum INDIKATOR 2010 1. % ketertiban dan kepatuhan pengguna sumber daya pos, telekomunikasi dan penyiaran 2. % ketertiban dan kepatuhan terhadap penggunaan perangkat pos, telekomunikasi dan penyiaran yang sudah disertifikasi 3. % peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan sumber daya pos, telekomunikasi dan informatika % pencapaian kualitas pengujian perangkat pos, telekomunikasi dan penyiaran % penggunaan spektrum frekuensi radio yang mematuhi regulasi dan penyelesaian gangguan di bidang spektrum frekuensi radio, orbit satelit, perangkat pos, telekomunikasi dan penyiaran 90% 90% 2014 90% 90% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 67,0

90%

90%

1.6 1.7

Pelaksanaan layanan pengujian dan kalibrasi perangkat pos dan informatika Pelaksanaan monitoring, validasi dan penertiban pemanfaatan sumber daya pos dan informatika

Layanan pengujian dan kalibrasi perangkat pos, telekomunikasi dan penyiaran Layanan monitor, validasi dan penertiban untuk meningkatkan kepatuhan terhadap penggunaan sumber daya spektrum frekuensi radio, orbit satelit, prangkat pos, telekomunikasi dan penyiaran

90% 70%

90% 90%

145,2 1.216,8

II.

Program Penyelenggaraan Pos dan Informatika *)

Ketersediaan layanan pos dan informatika Tingkat e-literasi

% wilayah Indonesia yang dapat dilayani pos dan informatika % e-literasi masyarakat dalam menggunakan sarana dan prasarana komunikasi dan informatika % keamanan trafik nasional termasuk titik akses ke lembaga pemerintahan dan critical infrastructure

80% 30%

100% 50%

9.219,1

Keamanan jaringan internet nasional

50%

70%

Kegiatan Prioritas Nasional: 2.1 Pengembangan penyelenggaraan pos Kebijakan, regulasi, perijinan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan pos 1. % penyelesaian penyusunan Peraturan Pelaksana UU No. 38 Tahun 2009 tentang Pos 2. Jumlah kebijakan dan regulasi 60% 100% 57,3

6 paket

18 paket

K)

II.L.059.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3. % verifikasi terhadap pelaksanaan program PSO 4. % pencapaian terhadap kuantitas dan kualitas layanan pos 1. Jumlah regulasi teknis infrastruktur menuju era konvergensi 2. % pencapaian terhadap kualitas penyelenggaraan telekomunikasi dan pemanfaatan aplikasi teknologi telekomunikasi, informasi dan komunikasi 3. % pembahasan dan perbaikan materi RUU Multimedia (Konvergensi Telematika) sebagai pengganti UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi 4. % pencapaian terhadap kepastian hukum berdasarkan prinsip keadilan dan transparansi bagi pelaku industri telekomunikasi 5. % penyusunan dan pembahasan ICT Fund dan optimalisasi pemanfaatan PNBP 1. % pencapaian terhadap pembaharuan kebijakan regulasi dan kelembagaan akibat adanya digitalisasi dan perkembangan industri 2. % pencapaian terhadap ketepatan penyelesaian layanan perijinan 3. % implementasi migrasi sistem penyiaran dari analog ke digital 1. % desa yang dilayani akses telekomunikasi 2. % desa yang dilayani akses internet 3. % ibukota provinsi yang terhubung dengan jaringan serat optik 100% 60% 10 paket 60% 2014 100% 100% 87 paket 100%
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

2.2

Pengembangan penyelenggaraan telekomunikasi

Kebijakan, regulasi, perijinan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan telekomunikasi

85,6

20%

100%

60%

100%

100% 60%

100% 100% 498,9

2.3

Pengembangan penyelenggaraan penyiaran

Kebijakan, regulasi, perijinan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penyelenggaraan penyiaran

50% 10% 100% 5% 10%

100% 70% 100% 80% 100% 7.367,1

2.4

Pelaksanaan pemberdayaan dan pemerataan pembangunan sarana dan prasarana informatika

Layanan akses informasi dan komunikasi di wilayah non komersial

II.L.059.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4. % ibukota kab/kota yang terhubung secara broadband 5. % ibukota provinsi yang memiliki regional internet exchange 6. % ibukota provinsi yang memiliki international internet exchange 7. Jumlah Desa Informasi yang dilengkapi radio komunitas 1. % pencapaian terhadap keamanan trafik nasional, POP penyelenggara jasa internet dan internet exchange, titik akses ke lembaga pemerintahan dan critical infrastructure 2. % pencapaian terhadap kemampuan data center dalam mengelola integritas, kerahasiaan dan kemanan data hasil pemantauan, pendeteksian dini, log file serta penyelenggara yang mengirimkan rekaman transaksi dan dukungan terhadap penegakan hukum 25% 10% 10% 15 desa 50% 2014 75% 100% 100% 500 desa 70% 116,2 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

2.5

Pelaksanaan pengamanan jaringan internet

Keamanan terhadap jaringan internet nasional

50%

70%

Kegiatan Prioritas Bidang: 2.6 Pengembangan pentarifan dan interkoneksi Kebijakan, regulasi, bimbingan teknis dan evaluasi bidang penyelenggaraan tarif dan interkoneksi 1. % pencapaian terhadap keterjangkauan tarif layanan telekomunikasi, penerapan interkoneksi berbasis NGN/konvergensi, dan pengembangan teknologi telekomunikasi, informasi dan komunikasi 2. % evaluasi dokumen interkoneksi 3. % persiapan migrasi jaringan teknologi berbasis protokol internet (IP) 60% 100% 62,2

100% 20%

100% 100%

II.L.059.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO 2.7 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pengendalian penyelenggaraan pos dan informatika SASARAN Kebijakan, regulasi, dan penertiban untuk meningkatkan kepatuhan penyelenggaraan pos, telekomunikasi dan penyiaran INDIKATOR 2010 1. % penyelesaian pelanggaran kepatuhan 2. % pencapaian terhadap penyelenggaraan pos, telekomunikasi, penyiaran dan pengembangan dan pemerataan pembangunan untuk peningkatan kuantitas dan kualitas layananan Nilai rata-rata e-Government nasional % penerapan aplikasi e-bisnis di komunitas UKM % jumlah penyelenggara sistem pengamanan elektronik yang memenuhi kebutuhan masyarakat % penyelenggara layanan sistem elektronik telah disertifikasi 1. % penyusunan dan pembahasan RPP Penyelenggaraan Sistem Elektronik Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah (e-Government) dan Master Plan eGovernment Nasional 2. % peningkatan penerapan dan kualitas aplikasi egovernment di pemerintah kab/kota 3. Jumlah sekolah di 5 kab/kota DIY yang memiliki sistem e-learning (PHLN Utilization of ICT for Education Quality Enhancement ) 1. % peningkatan penerapan dan kualitas aplikasi ebisnis di komunitas UKM 2. Jumlah pusat layanan e-bisnis 100% 60% 2014 100% 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 60,4

III.

Program Pengembangan Aplikasi Informatika

*)

Perluasan penerapan dan peningkatan kualitas layanan aplikasi e-government Layanan e-bisnis untuk UKM Sistem pengamanan elektronik

2,6 10% 10%

3,4 100% 100%

1.530,4

Penyelenggara layanan sistem elektronik Kegiatan Prioritas Nasional: 3.1 Fasilitasi penerapan dan pengembangan egovernment Kebijakan, regulasi, bimbingan teknis, dan evaluasi pengembangan e-government untuk mendorong peningkatan nilai e-government nasional menjadi 3,4, pencapaian tingkat e-literasi menjadi 50%

10%

100%

100%

100%

877,9

10% 50 sekolah

100% 500 sekolah
K)

3.2

Fasilitasip penerapan dan pengembangan e-bisnis

Kebijakan, regulasi, bimbingan teknis, dan evaluasi pengembangan e-bisnis

10% 4 paket

100% 25 paket
K)

111,1

II.L.059.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO 3.3 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Fasilitasi penerapan dan pengembangan sistem keamanan informasi elektronik SASARAN INDIKATOR 2010 Kebijakan, regulasi, bimbingan teknis, dan evaluasi 1. % pembahasan dan perbaikan materi RUU Ratifikasi pengembangan sistem keamanan informasi elektronik Convention of Cyber Crime 2. % pembahasan dan perbaikan materi RUU Tindak Pidana Teknologi Informasi (Cyber Crime ) 3. % penyusunan RPP pelaksana UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik 4. % penyelenggara sistem pengamanan elektronik dapat memenuhi kebutuhan masyarakat 50% 50% 2014 100% 100% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 120,4

100%

100%

10%

100%

3.4

Pengembangan sertifikasi sistem elektronik jasa aplikasi dan konten

Kebijakan, regulasi, bimbingan teknis, dan evaluasi pengembangan sertifikasi sistem elektronik, jasa aplikasi, dan konten

1. % pengembangan, penerapan, pemanfaatan dan penguasaan perangkat lunak open source 2. % penyelenggara layanan sistem elektronik telah dapat disertifikasi 3. Sistem informasi layanan pekerja migran

10% 10% 10 paket

30% 100% 24 paket serta operasional dan pemeliharaan
K)

120,7

Kegiatan Prioritas Bidang: 3.5 Pengembangan promosi dan kemitraan telematika Promosi TIK untuk mendorong kompetisi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya TIK dalam rangka pencapaian tingkat e-literasi sebesar 50% Pemanfaatan sarana dan prasarana informasi dan komunikasi melalui pemberdayaan masyarakat Jumlah peserta bimbingan teknis sebagai agent of change untuk peningkatan e-literasi di masyarakat 1000 orang 5000 orang
K)

104,0

1. % masyarakat yang menjadi target wilayah community access point (CAP) memanfaatkan fasilitas CAP 2. % komunitas komunikasi dan informatika telah mampu mengembangkan kretivitas, inovasi dan kearifan lokal

60%

100%

10%

100%

II.L.059.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO IV. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika INFRASTRUKTUR Kegiatan Prioritas Bidang: 4.1 Pelaksanaan pelatihan dan pengembangan teknologi Meningkatnya e-literasi informasi dan komunikasi Kegiatan Prioritas KL: 4.2 Pelaksanaan penelitian dan pengembangan sumber daya dan perangkat pos dan informatika Pelaksanaan penelitian dan pengembangan penyelenggaraan pos dan informatika POLITIK DAN KOMUNIKASI 4.4 Penelitian dan pengembangan aplikasi informatika dan informasi publik Terlaksananya penelitian dan pengembangan aplikasi 1. Jumlah karya riset bidang aplikasi informatika dan informatika dan informasi publik informasi publik 2. % pemanfaatan karya riset bidang aplikasi informatika dan informasi publik untuk penyusunan kebijakan/regulasi di bidang kominfo Mendorong tumbuhnya iklim penelitian dan pengembangan bidang komunikasi dan informatika serta terbangunnya sumber daya manusia unggul di bidang komunikasi dan informatika 1. Jumlah karya riset bidang literasi dan profesi 2. % pemanfaatan karya riset bidang literasi dan profesi untuk penyusunan kebijakan/regulasi di bidang kominfo 3. Jumlah peserta Bimtek CIO 4. Jumlah peserta Bimtek Budaya dokumentasi 5. Jumlah peserta pelatihan komunikasi publik 10 paket 50 paket
K)

SASARAN Karya riset menjadi acuan penyusunan kebijakan publik bidang komunikasi dan informatika

INDIKATOR 2010 % jumlah kebijakan publik bidang komunikasi dan informatika yang berbasis pada hasil penelitian litbang 50% 2014 100%

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 1.365,1

Jumlah peserta diklat Teknologi Informasi dan Komunikasi di ICT Training Center Jababeka dan UIN Syarif Hidayatullah (NICT HRD)

3000 orang

27000 orang

K)

172,5

4.3

Hasil penelitian dan pengembangan sumber daya dan % kebijakan/regulasi bidang pengelolaan sumber daya standarisasi informatika dan standarisasi pos dan informatika yang berbasis pada rekomendasi hasil litbang Hasil penelitian dan pengembangan penyelenggaraan % kebijakan/regulasi bidang penyelenggaraan pos dan pos dan informatika informatika yang berbasis pada rekomendasi hasil litbang

50%

100%

58,5

50%

100%

58,5

50,5

15% 10 15% 524 1048 1025

35% 50 35% 2524 3048 3025
K) K) K) K)

4.5

Penelitian dan pengembangan literasi dan profesi

331,5

II.L.059.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 6. Jumlah penerima beasiswa S2/S3 dalam dan luar negeri 7. Jumlah paket standar kompetensi kerja bidang kominfo 8. Jumlah SDM Kominfo yang bersertifikasi V Program Pengembangan Informasi dan Komunikasi Publik Meningkatnya penyebaran, pemerataan, dan pemanfaatan informasi publik 1. % Konten informasi yang diterima, dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pemda dan lembaga sosial 2. % Akses aparatur pemda dan masyarakat terhadap media center 3. Indeks kebebasan pers di Indonesia 4. % Peningkatan pemanfaatan media publik oleh masyarakat 5. % Konten yang disediakan oleh pemerintah yang sesuai dengan kearifan lokal 6. % Kerjasama dengan lembaga kemasyarakatan yang dilaksanakan secara efektif dan efisien 5.1 Penyediaan dan pengelolaan informasi Tersedianya konten informasi publik yang beragam 1. Dokumen Grand design pengelolaan konten dan dan berkualitas yang bersifat mendidik, mencerahkan, strategi penyebaran informasi dan memberdayakan masyarakat dalam rangka NKRI 2. Dokumen database nasional, sektoral dan regional mengenai informasi publik 3. % Paket konten informasi publik yang siap pakai dan dimanfaatkan oleh pemda 4. Jumlah aktivitas untuk peningkatan citizen journalism 198 2 80 65% 2014 1398 42 4980 90%
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

K)

K)

1.483,2

30% 2 20% 75% 70%

70% 2 40% 90% 90%

0 3 paket

1 15 paket
K)

62,7

65%

80%

5 kali

25 kali

K)

II.L.059.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO 5.2 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Kegiatan penyebaran/diseminasi informasi publik SASARAN Terlaksananya penyebaran/diseminasi informasi publik INDIKATOR 2010 1. Jumlah dokumen Grand Design Media Centre 2. Jumlah media center yang diperkuat di provinsi/kabupaten/kota 3. Jumlah media center lengkap dan berfungsi sesuai standar di provinsi/kabupaten/kota di daerah terluar/terdepan/pasca konflik 4. % Jumlah kerja sama dengan lembaga multilateral, bilateral dan regional yang efektif 5. % Aktivitas penyebaran informasi publik langsung ke masyarakat sesuai rencana 1. % Kebijakan, regulasi dan standarisasi di bidang komunikasi dan informasi publik untuk mendukung masyarakat informasi 2. % Laporan pemantauan dan analisis pelaksanaan kebijakan dan regulasi bidang komunikasi dan informasi yang tepat waktu dan dimanfaatkan oleh pimpinan 1. Jumlah aktivitas penguatan lembaga/media publik 2. Jumlah koordinasi dengan lembaga penyiaran publik TVRI, RRI dan LKBN Antara 1 75 bimtek 2014 1 75 bimtek dan 60 penguatan media center 60 media center 85% 80% 90% 20,9
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 87,1

0

K)

65% 60% 70%

5.3

Pengembangan kebijakan komunikasi nasional

Terselenggaranya pengembangan kebijakan komunikasi nasional

65%

85%

5.4

Peningkatan peran media publik dalam pengembangan komunikasi dan informasi Nasional

Terlaksananya peningkatan peran media publik

5 paket 12 kali

25 paket 60 kali

K)

69,7

K)

II.L.059.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO 5.5 PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pengembangan kemitraan lembaga komunikasi SASARAN INDIKATOR 2010 Terselenggaranya pengembangan kemitraan lembaga 1. % Aktivitas peningkatan peran organisasi kemasyarakatan sebagai penyebar informasi (KIM, komunikasi media tradisional, media komunitas) di wilayah perbatasan dan daerah tertinggal yang dilaksanakan tepat waktu 2. % Aktivitas yang efektif untuk mendorong media literasi 3. % fasilitasi penyebaran informasi publik melalui media kemasyarakatan yang tepat waktu dan akuntabel 5.6 Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Komisi Informasi (KI) Pusat Tersedianya dukungan teknis dan manajemen dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas Komisi Informasi (KI) Pusat 1. % pengaduan perselisihan masalah informasi publik yang terselesaikan 2. % lembaga publik yang melaksanakan kode etik keterbukaan Informasi Publik 3. Jumlah kegiatan pelaksanaan program pengembangan peran Komisi Informasi Pusat 1. % rumusan renstra dan rencana kerja yang memiliki sasaran dan target yang jelas dan terukur 2. % realisasi rencana program/kegiatan yang dapat dilaksanakan tepat waktu dan sesuai rencana 3. Tingkat kepuasan layanan teknis dan adminstrasi 4. % standar kompetensi jabatan/individu yang dilaksanakan 5. % pola karier pegawai yang dilaksanakan 60% 2014 80% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 297,5

60% 70%

80% 90%

70% 70% 12 paket 82,5%

90% 90% 60 paket 90%
K)

34,5

VI

Program Dukungan Manajemen dan Layanan Teknis Meningkatnya kualitas pelayanan teknis dan Lainnya administrasi

1.493,5

82,5%

90%

60% 60% 60%

80% 80% 80%

II.L.059.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
TARGET NO VII VIII PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Memadainya sarana dan prasarana aparatur Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Meningkatnya akuntabilitas aparatur Kominfo Aparatur Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana aparatur 1. Opini hasil audit BPK 2. % Laporan yang tepat waktu 3. % rekomendasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti 60% WTP 70% 70% 2014 80% WTP 90% 90% TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 91,0 145,0

TOTAL ALOKASI KEMENKOMINFO K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)
* CATATAN Program inti bidang infrastruktur

18.250,2

II.L.059.12

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN RI
TARGET

NO
1

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Dukungan Manajemen & Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Polri

SASARAN Menyelenggarakan fungsi Manajemen kinerja Polri secara optimal dengan melaksanakan Kegiatan Perencanaan, Pelaksanaan, Pengendalian, Pelaporan, Pelayanan Internal dan pembayaran gaji yang di laksanakan secara tepat waktu, akuntabel dan terintegrasi antara

INDIKATOR 2010 a. Jumlah kebijakan yang dapat mengoptimalkan unit kerja pelaksana teknis (paket) b. % kebijakan yang berpihak pada masyarakat 5 Paket 0,55 0,6 2014 50 1 0,95 K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 98.757,7

c. % Jumlah aparatur yang dikelola pengembangan karirnya yang diberikan penghargaan/sanksi sesuai kinerjanya d. % perencanaan dan penganggaran berdasarkan kerangka pengeluaran jangka menengah dengan kinerja secara terpadu e. % pengelolaan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

0,9

1

0,8 0,65 0,75

1 1 1

a

Penyelenggaraan Administrasi Perawatan Personel Polri

Tercapainya tata kelola admistrasi tentang kinerja dan anggaran Polri yang akuntabel Mewujudkan aparat Polri yang Profesional, Proporsional dan Akuntabel sebagai implementasi reformasi Polri khususnya perubahan kultur

f. % unit kerja yang menerapkan administrasi secara akuntabel g. % peraturan Kapolri yang selaras di tingkat Mabes dan Kewilayahan. Terselenggaranya hak gaji dan tunjangan anggota dan PNS Polri (belum TERMASUK RENUMERASI 50% MULAI 2010) a. b. c. % hasil pemeriksaan yang telah ditindaklanjuti. % tindak lanjut terhadap pengaduan masyarakat. % penurunan anggota Polri yang melakukan pelanggaran.

2

Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Polri

100% 50% 55% 2%

100% 52% 57% 4%

93.217,7 354,0

II.L.060.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN RI
TARGET

NO
a b

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pembinaan Profesi Pembinaan Pengamanan Internal

SASARAN Terselenggaranya disiplin internal anggota polri Terpeliharanya keamanan internal Polri

INDIKATOR 2010 % tindak lanjut terhadap pengaduan masyarakat. %Prosentase Kegiatan Penyelidikan Dalam Pengungkapan KasusKasus Dugaan Pelanggaran Dan Pelanggaran Personel Polri. % Jumlah pengaduan yang ditindaklanjuti Prosentase/jml kecukupan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung fasilitas guna memenuhi Standar Pelayanan Kamtibmas Prima. % Kondisi ketersediaan Alut Harkamtibmas terhadap standar % Kondisi ketersediaan Alut Lidik Sidik terhadap standar 20% 60% 23% 61% 55% 70% 2014 58% 73%

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 42,2

80,7 c 3 Penyelenggaraan Komisi Kepolisian Nasional Program Peningkatan Sarana Prasarana Polri. Meningkatnya kualitas penyusunan kebijakan dan partisipasi masyarakat Mendukung tugas pembinaan dan operasional Polri melalui ketersediaan sarana dan prasarana materiil, fasilitas dan jasa baik kualitas maupun kuantitas. Mengaplikasikan teknologi dan peralatan harkamtibmas dengan efektif dan efisien Mengaplikasikan teknologi dan peralatan penyelidikan dan penyidikan dengan efektif dan efisien Mengaplikasikan teknologi dan peralatan strategi keamanan dengan efektif dan efisien Mengaplikasikan teknologi dan peralatan penanggulangan keamanan dalam negeri dengan efektif dan efisien Mengaplikasikan teknologi dan peralatan komunikasi dan telematika kepolisian dengan efektif dan efisien Percepatan modernisasi Alut Polri Mendukung pelayanan keamanan di daerah perbatasan Meningkatkan kemandirian alut Polri produksi dalam negeri 61,9 18.553,9

a b

Pengembangan Alut dan Alsus Harkamtibmas Pengembangan Alut dan Alsus Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Pengembangan Alut dan Alsus Strategi Keamanan Pengembangan Alut dan Alsus Penanggulangan Keamanan Berkadar Tinggi Pengembangaan Alut Komunikasi dan Telematika Pengembangan Alut dan Alsus Kepolisian Strategis Pengadaan Materiil dan Sarana Prasarana Perbatasan Pengembangan Alut Kepolisian Produksi Dalam Negeri

60% 35%

61% 411,0 36% 289,8

c d

% Kondisi ketersediaan Alut Strategi Keamanan terhadap standar % Kondisi ketersediaan Alut Penanggulangan Kamdagri terhadap standar % Kondisi ketersediaan Alut Telekomunikasi dan Telematika terhadap standar % Pencapain postur pelayanan kepolisian modern menurut Standar Yan Kam Prima Jumlah materiil pos Polri di daerah perbatasan dan pulau terluar (pos) Jumlah dan jenis peralatan utama dan peralatan teknis Polri yang memenuhi standar keamanan internasional.

50% 60%

51% 210,8 61% 302,5

e f g h.

50% 40% 20 20%

51% 1,3 41% 13.149,1 100 25% 1.000,0 K) 15,5

II.L.060.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN RI
TARGET

NO
4

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kepolisian

SASARAN Menyelenggarakan pengkajian, penelitian dan pengembangan yang berhubungan dengan tehnologi Kepolisian untuk mendukung tugas kepolisian agar memenuhi standar peralatan utama dan peralatan teknis Polri yang terjangkau oleh produksi dalam negeri.

INDIKATOR 2010 a. Prosentase kebijakan penggunaan peralatan Polri yang berbasis pada nilai-nilai penegakan hukum dan HAM. 20% 2014 22%

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 72,2

b. Jumlah dan jenis peralatan utama dan peralatan teknis Polri yang memenuhi standar keamanan internasional yang dilaksanakan oleh Balai Perintis Tehnologi Kepolisian

40%

42%

a 5

Pembuatan Prototype Program Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Polri

Meningkatkan Kemandirian Polri dalam memberikan yanmas Jumlah Prototype yang dihasilkan Memberdayakan SDM Polri di bidang pengembangan karier,pembinaan rohani hingga pengakhiran dinas secara proposional sesuai standar kompetensi. Menyelenggarakan pendidikan pembentukan peronsel polri baik perwira maupun bintara Mewujudkan aparatur Polri yang profesional baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan memiliki kompetensi sesuai dengan bidang tugasnya melalui penyelenggaraan pendidikan Polri sehingga mampu mengemban tugas Polri secara profesional proposional. a. Jumlah pengembangan kekuatan SDM Polri sesuai rasio Polri dengan jumlah penduduk yang ideal. b. Berkurangnya personel Polri yang melakukan penyimpangan dalam melayani masyrakat. Jumlah Pendidikan Pembentukan Akpol, PPSS, Brigadir (orang) a. Jumlah Gadik-Gadikan dan peserta Diklat POLRI yang memenuhi standar kompetensi melaui Uji kompetensi (orang) b. Jumlah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri terakreditasi c. Standar pelayanan pendidikan dan pelatihan Polri Jumlah Pendidikan Pusdiklat-Polwan-Selabrib-Intelkam-ReskrimGasum-Lantas-Brimob

5 Prot 1:600 2% 3350 15216

22 Prot 1:600 1% 41250 76080

K) 20,0 965,5

a 6

Pengembangan kekuatan personel Polri Program Pendidikan dan latihan Polri

K) K) 907,8 555,7

100% 100% 12906

100% 100% 64530 K) 223,0 89,2

a

Pendidikan Pusdiklat-PolwanSelabrib-Intelkam-Reskrim-Gasum-Lantas-Brimob

Mencetak personel kompeten Polri sesuai lingkup profesispesialisasi

II.L.060.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN RI
TARGET

NO
7

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Pengembangan Strategi Keamanan dan Ketertiban

SASARAN Mengembangkan langkah – langkah strategi, dan mencegah suatu potensi gangguan keamanan baik kualitas maupun kuantitas, sampai kepada penanggulangan sumber penyebab kejahatan, ketertiban dan konflik di masyarakat dan sektor sosial, politik dan ekonomi sehingga gangguan kamtibmas menurun.

INDIKATOR 2010 a. Jumlah Kegiatan Intelijen yang dapat menurunkan potensi gangguan keamanan dalam negeri (paket gabungan) 480 2014 2400 K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 396,9

b. Jumlah masyararakat yang dijadikan jaringan informasi bidang Ipoleksusbudhankam c. Jumlah Informasi Pencegahan kejahatan berkadar tinggi

a 8

Penyelanggaraan Strategi Keamanan dan Ketertiban I Program Kerjasama Keamanan dan Ketertiban

9

Program Pemberdayaan Potensi Keamanan.

a.

Pembinaan forum kemitraan Polisi dan Masyarakat

d. Jumlah produk intelijen yang dihasilkan e. Jumlah laporan potensi gangguankeamanan yang dapat diidentifikasi Menurunnya potensi kejahatan berkadar ancaman tinggi Jumlah operasi pencegahan potensi kejahatan berkadar tinggi bidang Politik (paket) Memperluas kerja sama bidang keamanan, pendidikan dan a. Jumlah Kerjama dengan derpatemen/instansi terpusat dan pelatihan dengan kementerian/ lembaga baik dalam maupun daerah (paket) luar negeri. b. Jumlah Kerjssama dengan lembaga kepolisian di Luar Negeri (paket) c. Jumlah kerjasama keamanan dengan komponen masyarakat. (paket) Mendekatkan Polisi dengan berbagai komunitas masyarakat a. Jumlah angota Polmas yang telah mendapatkan pelatihan agar terdorong bekerja sama dengan Kepolisian secara proaktif Polmas. (orang) dan saling mengandalkan untuk membantu tugas Kepolisian b. Jumlah masyarakat dan kelompok masyarakat yang sadar dalam menciptakan keamanan dan ketertiban bersama dan peduli keamanan. (Community Policing). c. Jumlah kerjasama keamanan dengan komponen masyarakat. Meningkatny jumlah forum kemitraan Polisi dan msyarakat Jumlah Forum Kemitraan Polmas (orang)

30 12 8 4 41000

150 60 40 20 250260

K) K) K) K) K) 894,9 22,5 166,5

41000

250260

K)

824,5

II.L.060.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN RI
TARGET

NO
10

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban masyarakat

SASARAN Memelihara dan meningkatkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat agar mampu melindungi seluruh warga masyarakat Indonesia dalam beraktifitas untuk meningkatkan kualitas hidup yang bebas dari bahaya, ancaman dan gangguan yang dapat menimbulkan cidera kerugian serta korban akibat gangguan keamanan dimaksud.

INDIKATOR 2010 a. Jumlah Kriminalitas yang dapat ditindak oleh fungsi babinkam Polri 80% 2014 95%

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 18.536,2

a b

Peningkatan Kualitas Layanan Publik LLAJ Pembinaaan Kepolisian Perairan

b. Jumlah kegiatan pengaturan penjagaan patroli dan pengawalan di jalan raya c. Jumlah Patroli perairan dan udara di seluruh wilayah hukum RI d. Jumlah pengamanan objek vital/objek vital nasional dan VVIP. e. Julah Patroli di tempat-tempat wisata dan melibatkan satwa anjing dan kuda f. Jumlah Pengamanan pada pesta demokrasi lima tahunan pemlihan presiden / wakil, legislatif biak tingkat pusat maupun daerah Meningkatnya pelayanan SIM, STNK, BPKB & Terbangunnya % Kecukupan jumlah pelayanan SSB per tahun Pusat Pengendali dan Informsi LLAJ Meningkatakan keamanan perairan pantai dan sungai; Jumlah prosentase gangguan keamanan yang menurun pada jalur Terpeliharanya peralatan dan pendukungnya hingga siap pakai aktivitas masyarakat yg menggunakan moda transportasi laut . Meningkatnya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di % Kecukupan Jumlah operasi Kepolisian yg menjadi prioritas wilayah tempat tinggalnya kebutuhan masyarakat.

50% 10%

100% 11%

4.862,6 71,7

c

Bina Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Kewilayahan

45%

46%

10.019,9

II.L.060.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN RI
TARGET

NO
11

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana

SASARAN Menanggulangi dan menurunnya penyelesaian jenis kejahatan (kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, kejahatan yang berimplikasi kontijensi dan kejahatan terhadap kekayaan negara) tanpa melanggar HAM a. b.

INDIKATOR 2010 Prosentase pengungkapan tindak pidana konvensional. Prosentase pengungkapan tindak pidana transnasional. 64,08% 40% 40% 100% 77 45 2014 66,00% 55% 55% 100% 520 305 K) K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 3.072,9

c. Prosentase pengungkapan tindak pidana terhadap kekayaan negara, d. Prosentase peningkatan pengungkapan tindak pidana yg berimplikasi kontinjensi. e. Jumlah pembinaan teknis penyidikan dan penyelidikan yang dilaksanakan. (paket) f. Jumlah bentuk-bentuk kerjasama di bidang penyidikan dan penegakan hukum secara umum. (paket) a b c d e f g Penindakan Tindak Pidana Umum Penindakan Tindak Pidana Terorisme Penindakan Tindak Pidana Narkoba Meningkatnya penyelesaian penangnanan perkara Tindak Pidana Umum Meningkatnya penyelesaian penangnanan perkara Terorisme Jumlah Perkara dan Clerance Rate Tindak Pidana Umum tingkat Nasional Jumlah Perkara dan Clerance Rate Tindak Pidana Terorisme tingkat Nasional Jumlah Perkara dan Clerance Rate Tindak Pidana Narkoba tingkat Nasional Jumlah Perkara dan Clerance Rate Tindak Pidana Ekonomi Khusus tingkat Nasional Jumlah Perkara dan Clerance Rate Tindak Pidana Korupsi tingkat Nasional Jumlah Perkara dan Clerance Rate Tindak Pidana Kontijensi tingkat Nasional Jumlah Perkara dan Clerance Rate Seluruh Tindak Pidana di wilayah Polda

64% 100% 85% 34% 0% 100% 55%

67% 53,4 103% 59,7 88% 45,5 37% 53,4 3% 8,5 103% 26,7 58% 2.697,6

Meningkatnya penyelesaian penangnanan perkara Tindak Pidana Narkoba Penindakan Tindak Pidana Ekonomi Khusus Meningkatnya penyelesaian penangnanan perkara Tindak Pidana Ekonomi Penindakan Tindak Pidana Korupsi Meningkatnya penyelesaian penangnanan perkara Tindak Pidana Korupsi Penindakan Tindak Pidana Kontijensi Meningkatnya penyelesaian penangnanan perkara Tindak Pidana Kontijensi Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Kewilayahan Meningkatnya Clearance Rate Tindak Pidana di tingkat masyarakat

II.L.060.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN RI
TARGET

NO
12

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Program Penanggulangan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Berkadar Tinggi

SASARAN Menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berkadar tinggi, kerusuhan massa, kejahatan terorganisir bersenjata api dan bahan peledak.

INDIKATOR 2010 2014 62% 67% 67% 60% 65% 65%

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 282,1

a 13

Latihan dan Penyiapan Personil Penanggulangan Keamanan Dalam Negeri Program Pengembangan Hukum Kepolisian

a. Jumlah Efisiensi, pelaksanaan mobilisasi pasukan bersenjata b. Prosentase kemampuan fungsi brimob merata di seluruh satuan brimob pusat dan daerah c. Prosentase modernisasi sistem peralatan utama dan peralatan khusus yang mendukung penanggulangan keamanan berkadar tinggi Tersiapkannya kemampuan pemukul penanggulangan Jumlah kegiatan latihan personel brimob dalam penanggulangan keamanan dalam negeri keamanan dalam negeri Menyelenggarakan pembinaan dan advokasi hukum serta a. Jumlah penyusunan dan pengkajian perundang-undangan membangun landasan hukum dalam rangka pelaksanaan tugas (paket) pokok Polri selaku pelindung, pengayoman dan pelayanan masyarakat, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum. b. Jumlah Bantuan hukum/saksiPenterjemah/ biaya pengacara/penyelesaian hukum (paket) c. Jumlah pendapat dan saran hukum yang akan dibuat (paket) d. Jumlah penyuluhan hukum yang dilaksanakan (paket)

1/hari 5

1/hari 25 K) 4,3 100,9

55 14 30

275 70 159

K) K) K)

TOTAL ALOKASI POLRI 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

142.709,5

II.L.060.7

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM)
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Milyar)

1

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPOM

1.1

Meningkatnya koordinasi perencanaan pembinaan, pengendalian terhadap program, administrasi dan sumber daya di lingkungan BPOM sesuai dengan standar sistem manajemen mutu Pelayanan Informasi Obat dan Makanan, Informasi Berfungsinya sistem informasi yang Keracunan dan Teknologi Informasi terintegrasi secara online dan up to date dalam pengawasan obat dan makanan

1. Persentase unit kerja yang menerapkan quality policy 2. Persentase unit kerja yang terintegrasi secara online Persentase tersedianya baseline data pengawasan Obat dan Makanan

10 70

30 80

1.780,7

0

100

1)

80,2

1.2

2

2.1 3

Terselenggaranya pengembangan tenaga dan manajemen pengawasan Obat dan Makanan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Meningkatnya ketersediaan sarana dan Aparatur BPOM prasarana yang dibutuhkan oleh Badan POM Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPOM Terselenggaranya pengadaan sarana dan prasarana aparatur Badan POM Meningkatnya Efektifitas Pengawasan Program Pengawasan Obat dan Makanan Obat dan Makanan dalam rangka Melindungi Masyarakat

Pengembangan Tenaga dan Manajemen Pengawasan Obat dan Makanan

Jumlah pegawai Badan POM yang ditingkatkan pendidikannya S2 dan S3 Persentase ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kinerja Jumlah sarana dan prasarana yang diadakan sesuai kebutuhan 1. Proporsi Obat yang memenuhi standar (aman, manfaat dan mutu) 2. Proporsi makanan yang memenuhi syarat

0

384

k)

615,9

60

95

204,3

2 99,23 75

10 99,63 90

k)

68,8 2.146,3

II.L.063.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM)
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Milyar)

3.1

Pengawasan Produksi Produk Terapetik dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)

3.2 3.3

Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya Pengawasan Obat dan Makanan di 31 Balai Besar/Balai POM

Meningkatnya Mutu Sarana Produksi Produk Terapetik dan PKRT sesuai Good Manufacturing Practice (GMP) terkini Menurunnya makanan yang mengandung bahan berbahaya Meningkatnya kinerja pengawasan obat dan makanan di seluruh Indonesia

Persentase sarana produksi obat yang memiliki sertifikasi GMP yang terkini

60

85

32,6

Persentase makanan yang mengandung cemaran bahan berbahaya/dilarang 1. Jumlah sarana produksi dan distribusi Obat dan Makanan yang diperiksa 2. Jumlah produk Obat dan Makanan yang disampel dan diuji Persentase Laboratorium Balai POM yang terakreditasi secara konsisten sesuai standar Persentase kecukupan standar Obat yang dimiliki dengan yang dibutuhkan

25 15.000 97.000 84

10 76.516 494.798 100
k)

15,7 1.619,8

k)

3.4

3.5

Pemeriksaan secara Laboratorium, Pengujian dan Penilaian Keamanan, Manfaat dan Mutu Obat dan Makanan serta Pembinaan Laboratorium POM Standardisasi Produk Terapetik dan PKRT

Meningkatnya kemampuan uji laboratorium POM sesuai standar Tersusunnya standar, pedoman dan kriteria Produk Terapetik dan PKRT yang mampu menjamin aman, bermanfaat dan bemutu

194,3

20

94

16,8

TOTAL ALOKASI BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 2010-2014 Keterangan :
1) k)

4.131,3

Target tercapai pada tahun 2011 Target akumulatif 5 tahun

II.L.063.2

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Meningkatkan kelancaran dan kecukupan dukungan Teknis Lainnya Lemhannas pelaksanaan tugas dan operasional Lemhanas a. b. % terlaksananya kegiatan yang direncanakan % laporan aset Lemhannas yang dinilai wajar 75% 100% 80% 2014 77% 102% 82% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 592,7

c. Tingkat kecepatan rata-rata penyelesaian urusan tata usaha untuk Gubernur, Settama, Kedeputian dan Inspektorat d. Jumlah berita negatif dibanding total pemberitaan e. Rasio antara jumlah PC yang terhubung dengan jaringan per jumlah pegawai % jumlah laporan pengaduan yang ditindaklanjuti a. Indeks Peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) Lemhannas b. Indeks Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lemhannas c. Indeks Peserta Penataran Istri/Suami (PPSA/PPRA) Lemhannas d. Indeks pelaksanaan konsolidasi Taja, Taji, Taprof dan pejabat struktural e. Indeks pelaksanaan Forum Konsolidasi Bupati, Walikota & Ketua DPRD Kabupaten/Kota

80% 80% 50% 50% 50% 45% 50% 45%

82% 82% 52% 52% 52% 47% 52% 47% 12,5 180,8

2. 3.

Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Lemhanas Program Pengembangan Ketahanan Nasional

Meningkatknya akuntabilitas pelaksnaan Tugas Pokok dan Fungsi Lemhanas Meningkatnya kualitas pelaksanaan pendidikan pimpinan tingkat nasional secara efektif dan efisien serta optimal yang dapat dipertanggung jawabkan

II.L.064.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4. Program Pengembangan Ketahanan Nasional Meningkatnya kualitas pelaksanaan Pengkajian yang a. bersifat konseptual dan strategis mengenai berbagai b. permasalahan nasional, regional dan internasional c. yang dapat dipertanggungjawabkan d. Indeks pengkajian strategik di bidang politik Indeks pengkajian strategik di bidang ekonomi Indeks pengkajian strategik di bidang sosial budaya Indeks pengkajian strategik di bidang pertahanan keamanan 50% 50% 50% 50% 50% 50% 2014 52% 52% 52% 52% 52% 52% 8,4 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 46,3

e. Indeks pengkajian strategik di bidang internasional a 5. Penyusunan Rencana dan Pelaksanaan Pengkajian Strategik di Bidang Pertahanan Keamanan Program Pengembangan Ketahanan Nasional Meningkatnya kualitas penyusunan rencana Indeks pengkajian strategik di bidang pertahanan keamanan pengkajian strategik di bidang pertahanan keamanan Meningkatnya kualitas pelaksanaan perumusan kebijaksanaan secara konseptual serta mengembangkan konsep-konsep dibidang pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang dapat dipertanggungjawabkan a. Indeks pemantapan substansi nilai-nilai Ideologi dan Kewaspadaan Nasional b. Indeks pemantapan substansi nilai-nilai Konstitusi dan Sistem Nasional c. Indeks pemantapan substansi nilai-nilai Semangat Bela Negara d. Indeks pemantapan Transformasi Nilai-nilai Universal e. Indeks Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Deputi Bidang pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan

50% 50% 55% 55% 55%

52% 52% 57% 57% 57%

36,5

TOTAL ALOKASI LEMHANAS 2010-2014

868,7

II.L.064.2

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No 1. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA BKPM Pengembangan Sistem Pelayanan Informasi Meningkatnya kualitas pengembangan Sistem Peningkatan jumlah aplikasi perijinan dan non perijinan yang dan perijinan Investasi Secara Elektronik Pelayanan Informasi dan perijinan Investasi Secara menjadi wewenang BKPM, PTSP Propinsi, PTSP Kab./Kota yang terbangun dalam SPIPISE (SPIPISE) (Prioritas Nasional) Elektronik/ Online (SPIPISE) Perijinan di 3 sektor Implementasi nasional unyuk semua sektor SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 838,6

a.

100,3

Jumlah peningkatan PTSP Prop. dan Kab/Kota yang terhubung 50 Kab/Kota dan 33 Propinsi dalam SPIPISE Terbangunnya infrastruktur dan database penanaman modal Penambahan kapasitas dan yang terintegrasi kemampuan infrastruktur pada jaringan BKPM

50 Kab/Kota dan 33 Propinsi Penambahan kapasitas dan kemampuan infrastruktur pada jaringan BKPM

b.

Pengembangan Sumber Daya Manusia (Prioritas Bidang)

Meningkatnya kualitas penyelenggaraan dan pengkoordinasian pendidikan dan pelatihan bagi aparatur

Jumlah Propinsi dan Kab/Kota yang mengikuti sosialisasi & pelatihan Jumlah aparatur BKPM yang mengikuti Diklat Struktural, Diklat Teknis, Diklat Fungsional, dan tenaga kediklatan serta jumlah kurikulum dan modul diklat.

50 Kab/Kota dan 33 Propinsi 50 Kab/Kota dan 33 Propinsi 2.579 Orang 2.000 Orang 10 modul 19 modul

34,1

II.L.065.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No 2. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR Pembangunan/ pengadaan/ peningkatan sarana dan prasarana (Prioritas Bidang) PROGRAM PENINGKATAN DAYA SAING PENANAMAN MODAL Peningkatan Kualitas Pelayanan Persetujuan Penanaman Modal (prioritas bidang) Meningkatnya kualitas pelayanan penerbitan surat persetujuan penanaman modal 1. Jumlah persetujuan yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu. 2. Jumlah partisipasi instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). 3. Jumlah kegiatan sinkronisasi dan harmonisasi tentang tata cara pelayanan penerbitan surat persetujuan penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha 4. Jumlah pedoman penilaian permohonan penanaman modal 5. Jumlah penyelenggaraan peningkatan kapasitas teknis bagi aparatur pelaksana pelayanan penanaman modal b. Peningkatan Kualitas Pelayanan perijinan Penanaman Modal (prioritas bidang) Meningkatnya kapasitas pelayanan perijinan penanaman modal 1. Jumlah perijinan yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu. 2. Jumlah partisipasi instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). 100% 100% Meningkatnya sarana dan prasarana kerja yang dibutuhkan Persentase tercapainya peningkatan sarana dan prasarana kerja di pusat dan daerah 100% 100% SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 63,0

a.

63,0

3.

1.340,3

a.

25,4

100%

100%

100%

100%

1 (satu) buah buku pedoman 5 (lima) buah buku pedoman 90% 90%

K)

100%

100%

19,3

100%

100%

II.L.065.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3. Jumlah kegiatan sinkronisasi dan harmonisasi tentang tata cara pelayanan perijinan penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha 4. Jumlah pedoman penilaian permohonan penanaman modal 5. Jumlah penyelenggaraan peningkatan kapasitas teknis bagi aparatur pelaksana pelayanan penanaman modal c. Peningkatan Kualitas Pelayanan Fasilitas Penanaman Modal (prioritas bidang) Meningkatnya kualitas pelayanan fasilitas penanaman modal 1. Jumlah fasilitas penanaman modal yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu. 2. Jumlah partisipasi instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu 3. Jumlah kegiatan sinkronisasi dan harmonisasi tentang tata cara pelayanan fasilitas penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha 4. Jumlah pedoman penilaian permohonan penanaman modal 5. Jumlah penyelenggaraan peningkatan kapasitas teknis bagi aparatur pelaksana pelayanan penanaman modal 6. Tercapainya peningkatan jumlah komoditas yang dapat dijadikan acuan dalam proses penilaian Merealisasikan kegiatan kajian analisis kebijakan 1. Jumlah rumusan untuk bahan pertimbangan penyusunan dan kegiatan sosialisasi kebijakan yang berorientasi rumusan kebijakan penanaman modal pada peningkatan daya saing 5 Propinsi 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

1 (satu) buah buku pedoman 5 (lima) buah buku pedoman 100% 100%

K)

100%

100%

24,0

100%

100%

10 Propinsi

2 pedoman 6 Materi

11 pedoman 8 Materi

K)

10 Bidang rekomendasi

54 Bidang 5 rekomendasi

K)

d.

Peningkatan Deregulasi Kebijakan Penanaman Modal (prioritas bidang)

K)

92,3

II.L.065.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2. Jumlah rumusan kebijakan sebagai masukan bagi penyempurnaan kebijakan dan pengembangan penanaman modal yang berdaya saing 1 rumusan 5 rumusan 2014
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

3. Jumlah kegiatan dan peserta sosialisasi kebijakan penanaman 55 kegiatan (15 sosialisasi di modal dalam negeri, 5 sosialisasi di luar negeri, 20 fasilitasi di dalam negeri, 15 fasilitasi di luar negeri)

55 kegiatan (15 sosialisasi di dalam negeri, 5 sosialisasi di luar negeri, 20 fasilitasi di dalam negeri, 15 fasilitasi di luar negeri)

e.

Pengembangan Potensi Penanaman Modal Daerah (prioritas bidang)

Merealisasikan kegiatan identifikasi pemetaan dan pengembangan potensi yang diarahkan bagi peningkatan penanaman modal di daerah

1. Jumlah Informasi data potensi daerah yang mutakhir yang didokumentasikan secara elektronik.

33 Propinsi

33 Propinsi

37,1

2. Jumlah kegiatan dan peserta workshop pengembangan potensi daerah dan sosialisasi Sistem Informasi Potensi Investasi Daerah (SIPID)

3. Jumlah hasil Kajian dan pemetaan tentang potensi daerah serta pengembangan potensi wilayah investasi dan pengembangan industri.

Workshop: 4 daerah 400 psrta Sosialisasi: 5 daerah 250 org 1hasil kajian 10 peta potensi daerah (mendalam) dan 23 peta potensi daerah secara umum

Workshop: 6 daerah 600 psrta Sosialisasi: 5 daerah 500 org 1hasil kajian 10 peta potensi daerah (mendalam) dan 23 peta potensi daerah secara umum

II.L.065.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No f. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pemberdayaan Usaha Nasional (prioritas bidang) SASARAN Merealisasikan kegiatan fasilitasi kemitraan usaha bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKMK) dalam pemberdayaan usaha nasional INDIKATOR 2010 1. Jumlah pelaksanaan Forum Komunikasi Pemberdayaan 5 Lokasi Usaha Nasional. 4 Lokasi 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 39,4

2. Jumlah pelaksanaan Matchmaking Dalam dan Luar Negeri. 4 Lokasi 5 Negara 3. Jumlah pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kemampuan 5 Lokasi Kewirausahaan UMKMK. 4. Jumlah hasil Kajian Peningkatan Partisipasi UMKM. 1 Set g. Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah I (prioritas bidang) 1.500 proyek Mendorong realisasi penanaman modal di Sumatera 1. Jumlah proyek yang dipantau perkembangan realisasi penanaman modalnya di seluruh propinsi di Pulau Sumatera dan kepulauan di sekitarnya. 2. Jumlah daerah yang mendapatkan bimbingan dan fasilitasi 10 Daerah penyelesaiaan masalah yang dihadapi 3. Jumlah perusahaan yang mendapatkan pengawasan 200 Perusahaan pelaksanaan penanam modal. 1. Jumlah proyek yang dipantau perkembangan realisasi 6.000 Proyek penanaman modalnya di propinsi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan seluruh propinsi di Pulau Kalimantan dan kepulauan di sekitarnya. 2. Jumlah daerah yang mendapatkan bimbingan dan fasilitasi penyelesaiaan masalah yang dihadapi penanam modal antara lain dengan instansi terkait, masyarakat sekitar lokasi proyek, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan 3. Jumlah perusahaan yang mendapatkan pengawasan pelaksanaan penanam modal 6 Daerah

4 Lokasi 4 Negara 6 Lokasi 5 Set 1.700 proyek
K)

42,7

10 Daerah 150 Perusahaan 7.000 Proyek 28,0

h.

Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah II (prioritas bidang)

Mendorong realisasi penanaman modal di Kalimantan , DKI Jakarta dan DI Yogyakarta

6 Daerah

240 Perusahaan

480 Perusahaan

II.L.065.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No i. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah III (prioritas bidang) SASARAN Mendorong realisasi penanaman modal di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Sulawesi INDIKATOR 2010 1. Jumlah proyek yang dipantau perkembangan realisasi penanaman modalnya di Propinsi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan seluruh propinsi di Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya. 4.000 Proyek 2014 6.000 Proyek TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 14,7

2. Jumlah daerah yang mendapatkan bimbingan dan fasilitasi 9 Daerah penyelesaiaan masalah yang dihadapi penanaman modal antara lain dari aspek dengan instansi terkait, masyarakat sekitar lokasi proyek, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan 3. Jumlah perusahaan yang mendapatkan pengawasan 400 perusahaan pelaksanaan penanaman modal 1. Jumlah proyek yang dipantau perkembangan realisasi 1.550 proyek penanaman modalnya seluruh propinsi Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat 2. Jumlah daerah yang mendapatkan bimbingan dan fasilitasi 8 daerah penyelesaiaan masalah yang dihadapi penanaman modal antara lain dari aspek dengan instansi terkait, masyarakat sekitar lokasi proyek, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan 3. Jumlah perusahaan yang pengawasan pelaksanaan 200 perusahaan penanaman modal 4. Pemberian penghargaan investasi dan pelayanan Penanaman Modal kepada Propinsi atau Kabupaten/Kota serta perusahaan PMA/PMDN k. Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Penanaman Modal *) (prioritas nasional) Meningkatnya kualitas pelayanan penanaman modal Pendidikan dan Pelatihan Penyelenggaraan PTSP di bidang di pusat dan di daerah Penanaman Modal Peserta : 2.000 orang

9 Daerah

600 perusahaan 2.000 proyek 41,1

j.

Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah IV (prioritas bidang)

Mendorong realisasi penanaman modal di Direktorat Wilayah IV (Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat)

8 daerah

150 perusahaan 4 paket
K)

Peserta : 2.000 orang

265,7

4 jenis pelatihan:

4 jenis pelatihan:

II.L.065.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Dasar, Lanjutan I, Lanjutan II, & SPIPISE Penetapan Kualifikasi Kelembagaan PTSP di Bidang Penanaman Modal Pengadaan sarana dan prasarana penunjang Penyelenggaraan PTSP di bidang Penanaman Modal Sosialisasi perijinan dan nonperijinan di bidang penanaman modal Fasilitasi Penghubung di BKPM 265 PTSP 33 Prov + 30 kab/kota 33 Propinsi 19 instansi + 33 Propinsi masing-masing 1 orang 3 Instansi 2014 Dasar, Lanjutan I, Lanjutan II, & SPIPISE 265 PTSP 33 Propinsi+90 kab.kota 33 Propinsi 19 instansi + 33 Propinsi masingmasing 1 orang 3 Instansi
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

Penyederhanaan Tata Cara Permohonan Penanaman Modal (Streamlining Bisnis Proses perijinan dan Nonperijinan) l. Kerjasama Bilateral dan Multilateral di Meningkatnya strategi dan teknik yang berdaya Bidang Penanaman Modal (prioritas bidang) saing untuk memperoleh manfaat yang optimal dari perundingan-perundingan kerjasama bilateral dan multilateral dalam rangka memberikan jaminan dan perlindungan di bidang penanaman modal

1. Jumlah laporan partisipasi aktif BKPM dalam fora 23 Laporan perundingan kerjasama bilateral dan multilateral. 2.Jumlah laporan tentang jumlah dan kualitas bahan posisi 4 Laporan perundingan dalam rangka kerjasama bilateral dan multilateral. 3.Jumlah laporan koordinasi internal dan eksternal dalam 2 Laporan kerangka kerjasama pengembangan ekonomi wilayah tertentu. 4. Jumlah peserta sosialisasi hasil-hasil perundingan bilateral dan multilateral. 120 Orang

106 Laporan 20 Laporan

K)

22,5

K)

10 Laporan

K)

100 Orang

II.L.065.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No m. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Kerjasama Regional di Bidang Penanaman Modal (prioritas bidang) SASARAN INDIKATOR 2010 Meningkatnya strategi dan teknik yang berdaya 1. Jumlah laporan partisipasi aktif BKPM dalam fora saing untuk memperoleh manfaat yang optimal dari perundingan kerjasama regional. perundingan-perundingan kerjasama regional dalam rangka memberikan jaminan dan perlindungan di bidang penanaman modal 30 Laporan 2014 155 Laporan
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 30,1

2. Jumlah laporan tentang jumlah dan kualitas bahan posisi perundingan dalam rangka kerjasama regional. 3. Jumlah laporan kegiatan penyelenggaraan Seknas KESR.

33 Laporan 24 Laporan

158 Laporan 120 Laporan 220 Orang 50 kali

K)

K)

4. Jumlah peserta sosialisasi hasil-hasil perundingan kerjasama 180 Orang regional n. Kerjasama dengan Dunia Usaha Asing di Dalam dan di Luar Negeri di Bidang Penanaman Modal (prioritas bidang) 1. Jumlah partisipasi aktif BKPM dalam fora perundingan Meningkatnya strategi dan teknik yang berdaya saing untuk memperoleh manfaat yang optimal dari kerjasama dengan dunia usaha internasional. perundingan-perundingan kerjasama dunia usaha internasional 2. Jumlah kesepakatan kerjasama dengan dunia usaha internasional 3. Jumlah laporan pendataan penanam modal dalam negeri yang menjalankan kegiatan penanaman modalnya di luar wilayah Indonesia dan sosialisasinya kepada instansi terkait. 35 kali

16,9

4 kesepakatan Laporan pendataan dan informasi FDI Outflow Indonesia melalui 5 kali sosialisasi di KBRI/KJRI

16 kesepakatan Laporan pendataan dan informasi FDI Outflow Indonesia melalui 10 kali sosialisasi di KBRI/KJRI 5 pedoman arah kebijakan penanaman modal
K)

o.

Perencanaan Pengembangan Penanaman Meningkatnya kualitas Pemetaan & Perencanaan Modal Sektor Industri Agribisnis & Sumber Pengembangan Penanaman Modal Sektor Industri Daya Alam Lainnya (prioritas bidang) Agribisnis & Sumber Daya Alam Lainnya

1. Jumlah pedoman arah kebijakan umum perencanaan penanaman modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor industri agribisnis dan sumber daya alam lainnya.

1 pedoman arah kebijakan penanaman modal

31,2

II.L.065.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2. Jumlah kajian perencanaan pengembangan penanaman 1 kajian sektor baru dan 1 modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor kajian sektor Up-Dating industri agribisnis dan sumber daya alam lainnya. 3. Jumlah kajian perencanaan insentif penanaman modal di sektor industri agribisnis dan sumber daya alam lainnya. 2014 5 kajian sektor baru dan 1 kajian sektor Up-Dating
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

1 kajian perencanaan insentif 5 kajian perencanaan penanaman modal insentif penanaman modal 5 buku pedoman NSP perencanaan penanaman modal

K)

4. Jumlah buku pedoman tentang Norma, Standar dan 1 buku pedoman NSP Prosedur yang Baku dalam melakukan Perencanaan Penanaman perencanaan penanaman Modal di Pusat dan di Daerah di Sektor Agribisnis & Sumber modal Daya Alam lainnya. p. Perencanaan Pengembangan Penanaman Meningkatnya kualitas Perencanaan Pengembangan 1. Jumlah pedoman arah kebijakan perencanaan penanaman 1 pedoman arah kebijakan Modal Sektor Industri Manufaktur (prioritas Penanaman Modal Sektor Industri Manufaktur modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor penanaman modal bidang) industri manufaktur. 2. Jumlah kajian perencanaan pengembangan penanaman 1 kajian sektor baru dan 1 modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor kajian sektor Up-Dating industri manufaktur. 3. Jumlah kajian Perencanaan Insentif Penanaman Modal di Sektor Industri Manufaktur

K)

1 pedoman arah kebijakan penanaman modal 5 kajian sektor baru dan 1 kajian sektor Up-Dating
K)

31,8

1 kajian perencanaan insentif 5 kajian perencanaan penanaman modal insentif penanaman modal 1 buku pedoman NSP perencanaan penanaman modal 5 buku pedoman NSP perencanaan penanaman modal 5 pedoman

K)

4. Jumlah buku tentang Norma, Standar dan Prosedur yang Baku dalam melakukan Perencanaan Penanaman Modal di Pusat dan di Daerah di Sektor Industri Manufaktur q. Perencanaan Pengembangan Penanaman Modal di bidang Sarana, Prasarana, Jasa dan Kawasan (prioritas bidang) Meningkatnya kualitas Pemetaan & Perencanaan Pengembangan Penanaman Modal di Bidang Sarana, Prasarana, Jasa dan Kawasan

K)

1. Jumlah pedoman arah kebijakan perencanaan penanaman 1 pedoman modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor sarana prasarana, jasa dan kawasan.

K)

27,1

II.L.065.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2. Jumlah kajian perencanaan pengembangan penanaman 1 kajian baru dan 1 modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor updating kajian sarana prasarana, jasa dan kawasan. 3. Jumlah kajian Perencanaan Insentif Penanaman Modal di sektor Sarana, Prasarana, Jasa dan Kawasan. 4. Jumlah buku tentang Norma, Standar dan Prosedur Baku dalam melakukan Perencanaan Penanaman Modal di Pusat dan di Daerah di sektor Sarana, Prasarana, Jasa dan Kawasan. 1 kajian 1 buku pedoman NSP perencanaan penanaman modal/1 Updating kajian 2014 5 kajian baru dan 1 updating kajian
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

5 kajian 5 buku pedoman NSP perencanaan penanaman modal/ 1 Updating kajian 100% 100% 100% 100% 100%

K)

K)

r.

Terbangunnya KEK di 5 lokasi Pengembangan Penanaman Modal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (prioritas nasional)

Persentase penyusunan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan KEK Persentase penetapan institusi Sekretariat Dewan Nasional KEK Persentase pengoperasian Sekretariat Dewan Nasional KEK asistensi dan fasilitasi dalam rangka penetapan dan pengembangan KEK (a.l. verifikasi, assessment , evaluasi) Hasil koordinasi masalah strategis di bidang pengembangan KEK Jumlah promosi penanaman modal di KEK 1 buku laporan 2 negara & 3 daerah -

100% 100%

18,0

5 buku laporan 7 negara & 8 daerah 5 negara 240 target investor potensial

K)

s.

Peningkatan Kualitas Strategi Promosi di Bidang Penanaman Modal (prioritas nasional)

Kerja sama di bidang pengembangan KEK Meningkatnya kualitas pengembangan strategi 1. Pemetaan kebijakan, insentif dan potensi penanaman modal 180 target investor potensial promosi yang berpijak pada peningkatan daya saing negara pesaing dan negara target investasi yang berorientasi penanaman modal pada peningkatan strategi promosi penanaman modal.

207,3

II.L.065.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2. Pemetaan sektor potensial di Indonesia yang berorientasi pada pengembangan kebijakan promosi penanaman modal. informasi iklim investasi di Indonesia dan 6 negara pesaing 2014 informasi iklim investasi di Indonesia dan 12 negara pesaing TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

3. Jumlah perencanaan dan pengembangan fokus strategi promosi penanaman modal yang berbasis sektor, wilayah dan baurannya.

16 bahan masukan dalam 24 bahan masukan penyusunan strategi promosi dalam penyusunan investasi strategi promosi investasi 24 strategi promosi

4. Jumlah strategi promosi penanaman modal yang efektif dan 16 strategi promosi efisien dengan mengedepankan daya saing penanaman modal. 5. Sarana promosi penanaman modal yang efektif dengan pengembangan kantor perwakilan BKPM di luar negeri. Mendapatkan investor asing sebanyak-banyaknya dari 6 perwakilan di luar negeri

Mendapatkan investor asing sebanyakbanyaknya dari 10 perwakilan di luar negeri 25 kegiatan 183,2

t.

Promosi Penanaman Modal Sektoral Terpadu dan Terintegrasi di Dalam dan Luar Negeri (prioritas nasional)

Meningkatnya kualitas promosi penanaman modal sektoral terpadu yang berpijak pada peningkatan daya saing penanaman modal

1. Penyelenggaraan promosi penanaman modal berdasarkan sektor dan negara melalui antara lain temu usaha, business forum, business match-making , dan sebagainya.

16 kegiatan

2. Jumlah Marketing Investasi Indonesia dan Rebranding 5 kegiatan penanaman modal Indonesia melalui Media Internasional yang berpijak pada daya saing penanaman modal. 3. Target partisipasi stakeholder di tingkat pusat dalam 3 media penyelenggaraan promosi penanaman modal berdasarkan sektor dan negara di luar negeri.

3 kegiatan

3 media

II.L.065.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No u. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Fasilitasi Daerah Dalam Rangka Kegiatan Promosi Penanaman Modal (prioritas nasional) SASARAN Meningkatnya kualitas fasilitasi daerah yang berpijak pada peningkatan daya saing penanaman modal INDIKATOR 2010 1. Jumlah fasilitasi promosi daerah 33 Instansi Penanaman Modal Propinsi untuk ikut serta dalam kegiatan promosi investasi di dalam dan luar negeri 2014 33 Instansi Penanaman Modal Propinsi untuk ikut serta dalam kegiatan promosi investasi di dalam dan luar negeri TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 91,6

2. Jumlah fasilitasi pelayanan penerimaan misi penanam modal misi investasi 33 kali di pusat misi investasi 50 kali luar negeri di pusat dan di daerah tempat tujuan rencana dan daerah di pusat dan daerah penanaman modal. 3. Jumlah pelayanan pendampingan misi pusat dan daerah ke negara potensial penanam modal di berbagai sektor usaha. 4. Jumlah kegiatan promosi penanaman modal daerah di dalam negeri antara lain Talkshow , Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID), Seminar Investasi (Business Meeting, Match Making, One on One Meeting ). promosi investasi di 6 negara promosi investasi di 18 negara 6 kali TalkShow di TV Nasional, 2 kali Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID) di Jawa Timur dan Sulawesi Utara, 2 kali Seminar Investasi di Jawa Timur dan Sulawesi Utara (Business Meeting, matchmaking,One-on-One Meeting ) 8 kali TalkShow di TV Nasional, 3 kali Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID) di Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta, 3 kali Seminar Investasi di Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta (Business Meeting, matchmaking,One-onOne Me

II.L.065.12

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 5. Jumlah kegiatan promosi penanaman modal daerah di luar negeri antara lain Marketing Investasi Indonesia (MII) dan Trade, Tourism and Investment (TTI) Forum , Joint Promotion antara Pusat dan Daerah, Joint Promotio n antar Instansi Pusat (Instansi Penanaman Moda Pusat dengan Instansi-instansi Sektor dan lembaga-lembaga terkait) Terfasilitasinya Instansi Penanaman Modal Propinsi/Instansi Penanaman Modal Kabupaten (IPMP/IPMK) dalam kegiatan MII di 3 negara dan TTI di 6 negara 150 pameran 2014 Terfasilitasinya IPMP/IPMK dalam kegiatan MII di 3 negara dan TTI di 6 negara TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

v.

Penyelenggaraan Pameran dan Penyediaan Sarana Promosi Penanaman Modal untuk Kegiatan di Dalam dan di Luar Negeri (prioritas bidang)

Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pameran dan penyediaan sarana promosi penanaman modal yang berpijak pada peningkatan daya saing penanaman modal

1. Jumlah kegiatan pameran yang mengikutsertakan instansi penanaman modal di pusat dan daerah, instansi sektoral pusat dan daerah, asosiasi/ kalangan dunia usaha serta masyarakat lainnya dalam pelaksanaan pameran.

150 pameran

51,1

2. Informasi potensi penanaman modal, antara lain profil proyek, brosur, leaflet , Indonesia Investment News , Guide for Investor , Investment Procedures , film, video, slide, CD ROM dan multimedia/situs web .

1.000 eksemplar brosur dan leaflet, 6.500 eksemplar Brief Guide for Investment , 15.000 eksemplar Investment Procedures dan buku-buku peraturan, media elektronik.

2.500 eksemplar brosur dan leaflet ,9.000 eksemplar Brief Guide for Investment , 30.000 eksemplar Investment Procedures dan bukubuku peraturan, media elektronik.

II.L.065.13

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3. Jumlah kegiatan pameran baik di dalam maupun di luar negeri. 2014 9 pameran di dalam negeri 13 pameran di dalam dan 15 pameran di luar negeri negeri dan 22 pameran di luar negeri 1.650 pengunjung dan 100 peminat 1.650 pengunjung dan 100 peminat TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

4. Jumlah kunjungan dan minat penanaman modal sebagai respon terhadap penyelenggaraan pameran serta kegiatan promosi lainnya baik di dalam dan di luar negeri w. Peningkatan Pelayanan Hukum Penanaman Meningkatnya kualitas pelayanan, pertimbangan Modal (Prioritas Bidang) dan bantuan hukum serta penyelesaian kasus/ sengketa di bidang penanaman modal

Jumlah pelaksanaan bantuan hukum dan penyelesaian sengketa Pelayanan konsultasi hukum Pelayanan konsultasi di bidang penanaman modal secara efisien efektif. penanaman modal sejumlah hukum penanaman 48 kali konsultasi modal sejumlah 34kali konsultasi Penanganan permasalahan dan bantuan hukum bidang penanaman modal di dalam/di luar pengadilan sejumlah 18 kegiatan Penanganan permasalahan dan bantuan hukum bidang penanaman modal di dalam/di luar pengadilan sejumlah 14 kegiatan

33,7

TOTAL ALOKASI BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL 2010-2014

2.241,9

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.065.14

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN NARKOTIKA NASIONAL
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1. 2. Program Dukungan Manajemen dan Meningkatnya kinerja akuntabilitas dan keuangan BNN. Pelaksanaan Teknis Lainnya BNN Meningkatnya sikap positif masyarakat terhadap bahaya Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) Pelaksanaan Kegiatan Diseminasi Informasi di Meningkatnya kegiatan Diseminasi Informasi P4GN Bidang P4GN Pelaksanaan Alternative Development Meningkatnya kegiatan Alternatif Development Pelaksanaan Kegiatan Penindakan dan Pengejaran Pelaksanaan Kegiatan Interdiksi Pelaksanaan Pengembangan Rehabilitasi Instansi Pemerintah Pelaksanaan Pengembangan Rehabilitasi Berbasis Komponen Masyarakat Meningkatnya Kegiatan Penindakan dan Pengejaran jaringan peredaran gelap narkoba Opini laporan akuntabilitas kinerja dan keuangan BNN. Prosentase peningkatan sikap positif masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba 50 besar 10% 2014 10 besar 10% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.239,4 2.865,2

a. b. c. d. e.

Tingkat pemahaman masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Jumlah penanam ganja yang beralih ke kegiatan legal produktif (orang) Jumlah penangkapan tersangka tindak kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba

10% 50 10% 10% -

10% 250 10% 10% 3 Fasilitas TR
K) K)

92,7 27,6 147,0 37,1 279,0

Meningkatnya kegiatan interdiksi di pintu masuk (Bandara Jumlah Narkoba ilegal yang disita di Bandara, Pelabuhan, dan Pelabuhan) dan Border line dan Border line Meningkatnya fasilitas rehabilitasi korban penyalahgunaan Jumlah fasilitas rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba narkoba yang dikelola Instansi Pemerintah yang dikelola Instansi Pemerintah Meningkatnya fasilitas rehabilitasi korban penyalahgunaan Jumlah fasilitas rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba narkoba yang dikelola Komponen Masyarakat yang dikelola Komponen Masyarakat

f.

20 Fasilitas

100 Fasilitas

K)

69,8

1

II.L.066.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN NARKOTIKA NASIONAL
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 g. Peningkatan Kapasitas Pelayanan BNN di Daerah Terselenggaranya pelayanan P4GN yang dilaksanakan oleh 1. Jumlah BNNP yang terbentuk untuk menyelenggarakan struktur organisasi BNN Propinsi dan Kabupaten/Kota P4GN yang vertikal 2. Jumlah BNNK yang terbentuk untuk menyelenggarakan P4GN 2014 14 BNNP dan 156 BNNK
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.816,5

ALOKASI BNN 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

4.104,6

2

II.L.066.2

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENEG PDT
TARGET NO I PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 4.624,7 1. Persentase kabupaten di daerah tertinggal yang memiliki pusat produksi 2. (a). meningkatkan kemampuan dan keberdayaan petani skala kecil dan aparat pemerintah untuk mendukung kegiatan usaha berbasis kelompok di perdesaan, (b). Melaksanakan kegiatan perbaikan usaha pertanian dan usaha lainnya, (c). Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam perencanaan belanja publik, manajemen pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi program. 20% 100% 100% 309,6

Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi 1. Meningkatnya pengembangan pusat produksi di pusat produksi daerah tertinggal daerah tetinggal 2. Terfasilitasinya pemulihan ekonomi dan pengurangan kemiskinan, dengan menciptakan dan memberdayakan lingkungan pendukung bagi perbaikan kegiatan usaha dan pembangunan manusia

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi 1. Meningkatnya pengembangan pusat pertumbuhan di Pusat Pertumbuhan Daerah Tertinggal Daerah Tertinggal 2. Terfasilitasinya pembiayaan untuk pengembangan ekonomi

1. Persentase kabupaten di daerah tertinggal yang memiliki Pusat Pertumbuhan 2. Persentase kabupaten di daerah tertinggal yang mendapatkan fasilitasi pembiayaan untuk pengembangan ekonomi melalui (a) Berkembangnya sektor usaha swasta berorientasi pasar, (b) meningkatnya kualitas dan nilai tambah produksi pertanian, perikanan, dan perkebunan, (c). Meningkatkan perdagangan internasional, dan (d). Meningkatkan investasi dalam negeri maupun luar negeri

20% 100%

100%

676,6

II.L.067.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENEG PDT
TARGET NO PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR Persentase daerah tertinggal yang mengembangkan usaha mikro kecil menengah dan koperasi di daerah tertinggal Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang telah memiliki sumber pendanaan dan melaksanakan kemitraan usaha dengan daerah lain. Persentase kabupaten di daerah tertinggal yang telah meningkatkan jumlah dan nilai investasi 1. Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memperoleh fasilitasi penguatan kelembagaan pemerintah daerah dan mengalami peningkatan indeks good governance 2. (i) Persentase jumlah kabupaten tertinggal yang kemampuan kelembagaan pembangunan masyarakat dan pemda meningkat dalam pengelolaan sumberdaya lokal, (ii) Persentase jumlah kawasan pembangunan perdesaan yang terpadu dari aspek ekonomi, sumberdaya manusia, dan infratruktur lingkungan, dan (iii) Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang mengalami peningkatan mobilitas penduduk dan arus barang antara daerah tertinggal ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik 2010 20% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 93,0

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya pengembangan usaha mikro kecil usaha mikro kecil menengah dan koperasi daerah menengah dan koperasi di daerah tertinggal tertinggal Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya ketersediaan sumber pendanaan dan pendanaan dan kemitraan usaha daerah tertinggal pengembangan kemitraan usaha di daerah tertinggal Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya jumlah dan nilai investasi di daerah investasi ekonomi daerah daerah tertinggal tertinggal Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi 1. Meningkatnya kemampuan sistem, organisasi, dan penguatan kelembagaan pemerintah daerah SDM pemerintahan daerah untuk mewujudkan good tertinggal , terdepan, terluar, dan pasca konflik. governance 2. (i) Meningkatnya kemampuan kelembagaan Pemda dan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya lokal, (ii) Meningkatnya kegiatan ekonomi, pengembangan sumberdaya manusia, dan infrastruktur lingkungan perdesaan secara terpadu di daerah tertinggal, dan (iii) Meningkatkan mobilitas penduduk dan arus barang antara daerah tertinggal ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik, melalui PNPM Mandiri

20%

100%

92,0

20%

100%

96,0

20%

100%

1.227,5

64%

100%

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya kapasitas kelembagaan sosial penguatan kelembagaan sosial masyarakat daerah masyarakat daerah tertinggal tertinggal

Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memperoleh fasilitasi penguatan kelembagaan sosial masyarakat daerah tertinggal

20%

100%

89,0

II.L.067.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENEG PDT
TARGET NO PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 20% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 85,0

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya kerjasama antar lembaga pemerintah di persentase kabupaten daerah tertinggal yang menjalin kerjasama lembaga kerjasama antar daerah daerah tertinggal daerah tertinggal dengan pemerintah daerah lain. Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya kapasitas lembaga perekonomian daerah persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memperoleh lembaga perekonomian d aerah tertinggal tertinggal fasilitasi penguatan lembaga perekonomian di daerah tertinggal Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya kemitraan antar lembaga pemerintahan persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memperoleh kemitraan antar lembaga daerah tertinggal kabupaten daerah tertinggal fasilitasi penguatan kemitraan antar lembaga daerah tertinggal Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya koordinasi pembangunan infrastruktur pembangunan infrastruktur kesehatan daerah kesehatan daerah tertinggal tertinggal Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Kesehatan Dasar, Lanjutan Daerah Tertinggal Meningkatnya persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memiliki kebijakan di bidang Kesehatan Dasar Daerah Tertinggal Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memperoleh fasilitasi pembangunan infrastruktur kesehatan daerah tertinggal Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memiliki kebijakan di bidang Kesehatan Dasar Daerah Tertinggal Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memiliki kebijakan di bidang pembangunan infrastruktur pendidikan daerah tertinggal

20%

100%

77,0

20%

100%

77,0

20%

100%

70,0

20%

100%

62,0

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya persentase kabupaten didaerah pembangunan infrastruktur pendidikan daerah tertinggal yang memiliki kebijakan di bidang tertinggal pembangunan infrastruktur pendidikan daerah tertinggal

20%

100%

48,0

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya persentase kabupaten didaerah Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memiliki Pendidikan Dasar, Menengah Dan Kejuruan di tertinggal yang memiliki kebijakan Pendidikan Dasar, kebijakan Pendidikan Dasar, Menengah Dan Kejuruan Daerah Daerah Tertinggal Menengah Dan Kejuruan Daerah Tertinggal Tertinggal Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya persentase kabupaten didaerah Pendidikan Luar Sekolah Daerah Tertinggal tertinggal yang memiliki kebijakan di bidang Pendidikan Luar Sekolah Daerah Tertinggal Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memiliki kebijakan pembangunan pembangunan infrastruktur ekonomi daerah infrastruktur ekonomi daerah tertinggal tertinggal Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memiliki kebijakan di bidang Pendidikan Luar Sekolah Daerah Tertinggal Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memiliki kebijakan pembangunan infrastruktur ekonomi daerah tertinggal

20%

100%

48,0

20%

100%

87,0

20%

100%

170,0

II.L.067.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENEG PDT
TARGET NO PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 1. Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memiliki kebijakan pembangunan infrastruktur energi daerah tertinggal 2. Persentase kabupetan didaerah tertinggal yang memiliki database permintaan kelistrikan dengan menggunakan teknologi GIS dan memanfaatkan energi matahari untuk pengembangan infrastruktur serta peningkatan kemampuan masyarakat yang dapat melakukan pemetaan Wilayah Rentan Perubahan Iklim dan Kegiatan Adaptasi Untuk Mengantisipasi Perubahan Iklim 2010 20% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 220,5

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi 1. Meningkatnya persentase kabupaten didaerah pembangunan infrastruktur energi daerah tertinggal yang memiliki kebijakan pembangunan tertinggal infrastruktur energi daerah tertinggal 2. Meningkatnya Pemanfaatan Energi Matahari untuk Pengembangan Infrastruktur Dasar di Wilayah Perdesaan Tertinggal Terpencil

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya persentase kabupaten didaerah pembangunan infrastruktur telekomunikasi tertinggal yang memiliki kebijakan pembangunan daerah tertinggal infrastruktur telekomunikasi daerah tertinggal

Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memiliki kebijakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi daerah tertinggal

20%

100%

60,0

Pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi Meningkatnya persentase kabupaten didaerah Pembangunan Infrastruktur Transportasi Daerah tertinggal yang memiliki kebijakan di bidang Tertinggal pembangunan infrastruktur transportasi daerah tertinggal

Persentase kabupaten didaerah tertinggal yang memiliki kebijakan di bidang pembangunan infrastruktur transportasi daerah tertinggal

20%

100%

232,0

II.L.067.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENEG PDT
TARGET NO PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4 2014 4 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 147,0

Pengembangan kebijakan, koordinasi, dan fasilitasi Meningkatnya koordinasi antar sektor dalam Jumlah rapat koodinasi daerah tertinggal di kawasan perbatasan pengembangan daera tertinggal di kawasan perbatasan Jumlah rencana aksi pengembangan daerah tertinggal di kawasan perbatasan yang dioperasionalisasikan II Program Dukungan Managemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis KPDT TOTAL ALOKASI KPDT 2010-2014

27

27 660,7 5.285,4

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.067.5

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
TARGET NO 1 PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA SASARAN Tercapainya penduduk tumbuh seimbang INDIKATOR 2010 Contraceptive Prevalence Rate/CPR (%) 1. Jumlah peserta KB baru /PB (juta) 2. Jumlah peserta KB aktif/PA (juta) 3. Jumlah peserta KB baru mandiri (ribu) 4. Persentase peserta KB aktif mandiri 5. Persentase peserta KB baru MKJP 6. Persentase peserta KB aktif MKJP 7. Persentase peserta KB baru Pria 1.1 Analisis dan kajian kebijakan pengendalian penduduk Meningkatnya keserasian kebijakan pembangunan dengan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk 1. Jumlah kajian/analisis kebijakan pembangunan yang kurang serasi dengan program KKB 2. Persentase kebijakan pembangunan yg diserasikan dengan Kebijakan Kependudukan dan KB 1. Jumlah kajian neraca kependudukan yang disusun 2. Jumlah neraca kependudukan yang disusun 3. Jumlah kajian parameter kependudukan dan KB 4. Persentase parameter kependudukan yang tersedia tepat waktu 5. Indeks pemanfaatan hasil analisis parameter kebijakan penyerasian dampak kependudukan oleh stakeholders dan mitra kerja (dari skala 1-4) 57,4 7,1 26,7 3,4 48,4 12,1 24,2 3,6 34 34 34 34 2014 65 36,7 29,8 17,3 51 64,3 27,5 5 34 75 34 170 170 100 3
K) K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 8.476,1

101,9

1.2

Penetapan parameter kependudukan

Tersedianya parameter kependudukan dan KB yang disepakati oleh lintas sektor terkait dan dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan rencana dan pelaksanaan program pembangunan sektor

101,6

II.L.068.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
TARGET NO 1.3 PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS Sosialisasi kebijakan dan program kependudukan SASARAN Meningkatnya komitmen lintas sektor serta pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan INDIKATOR 2010 1. Persentase Stakeholders dan mitra kerja yang menerima sosialisasi 2. Persentase penentu kebijakan yang menerapkan perspektif pembangunan berwawasan kependudukan dalam kebijakan sektor 3. Jumlah modul pendidikan tentang kependudukan 4. Persentase sekolah yang melaksanakan modul pendidikan tentang kependudukan 1.4 Pengembangan kebijakan kelompok penduduk rentan dan produktivitas penduduk 1. Tersedianya kebijakan kependudukan untuk kelompok penduduk rentan 2. Tersedianya kebijakan kependudukan terkait mobilitas penduduk dalam rangka peningkatan produktivitas wilayah 1. Jumlah kajian tentang kondisi penduduk rentan 2. Jumlah strategi penanganan Lansia dan Penduduk Rentan 2014 80 50 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 86,3

1 34 34

5 20 102 34

K)

K) K)

99,7

3. Persentase stakeholders dan mitra kerja yang mendapat sosialisasi strategi penanganan lansia dan penduduk rentan 4. Jumlah kajian potensi wilayah pengirim dan penerima tenaga kerja 5. Jumlah analisis kebijakan pengarahan mobilitas

20

80

34 34

102 102

2)

2)

II.L.068.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
TARGET NO 1.5 PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS Pengembangan kebijakan dan pembinaan kesertaan ber-KB 1) SASARAN Meningkatnya pembinaan, kesertaan, dan kemandirian ber-KB melalui 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta 1. INDIKATOR 2010 Persentase NSPK tentang pembinaan kemandirian ber-KB 10 23.500 3,75 2014 100 23.500 19,46
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 4.378,2

2. Jumlah klinik KB pemerintah dan swasta yang melayani KB 3. Jumlah peserta KB baru miskin (KPS dan KS-1) dan rentan lainnya yang mendapatkan pembinaan dan alokon gratis melalui 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta (juta) 4. Jumlah peserta KB aktif miskin (KPS dan KS-1) dan rentan lainnya yang mendapatkan pembinaan dan alokon gratis melalui 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta (juta) 5. 6. 7. Persentase komplikasi berat yang dilayani Persentase kegagalan KB yang dilayani Jumlah pencabutan implant yang dilayani (kasus)

11,9

62,5

K)

0,12 0,03 297.600 40 4.700 35 20

0,11 0,03 1.831.941 90 23.500 100 85
K) K)

1.6

Penguatan sumberdaya penyelenggara program KB

Meningkatnya kapasitas sumberdaya penyelenggara program KB di 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta dalam rangka pembinaan, kesertaan, dan kemandirian ber-KB

8. Persentase kab/kota yang menyediakan sarana dan prasarana pelayanan KB 9. Jumlah klinik KB pemerintah dan swasta yang mendapat dukungan sarana prasarana 1. Persentase tenaga pelayanan KB terlatih di 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta 2. Persentase klinik KB yang melayani KB sesuai SOP (dari 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta)

646,9

II.L.068.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
TARGET NO 1.7 PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja Meningkatnya PSP remaja tentang PKBR (PKBR) 1. Jumlah kebijakan tentang PKBR 2. Persentase pengetahuan remaja tentang : a. Kesehatan reproduksi remaja b. HIV/AIDS c. Perencanaan kehidupan berkeluarga 3. Jumlah pelatih PKBR dilatih 4. Persentase kab/kota yang mempunyai kebijakan program PKBR 5. Persentase mitra kerja yang melaksanakan kegiatan PKBR 6. Jumlah center of excellent PKBR (per provinsi) 7. Jumlah PIK remaja/ mahasiswa yang dibentuk dan dibina 1.8 Peningkatan kemandirian ber-KB keluarga Pra-S dan KS-1 Meningkatnya pembinaan dan kemandirian ber-KB keluarga Pra-S dan KS-1 1. Jumlah kebijakan kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga peserta KB 2. Jumlah PUS anggota kelompok usaha ekonomi produktif yang menjadi peserta KB mandiri 3. Persentase Kab/kota yang mempunyai kebijakan pemberdayaan ekonomi keluarga peserta KB 4. Jumlah mitra kerja yang memberikan bantuan modal dan pembinaan kewirausahaan kepada kelompok usaha ekonomi produktif 5. Jumlah tenaga pengelola kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga peserta KB yang dilatih 6. Jumlah mitra kerja yang menjadi pendamping kelompok usaha ekonomi produktif 50 64 10 20 20 1 9.373 3 22.000 20 34 62 76 30 205 100 100 15 63.977 6 110.000 75 170
K) K) K) K) *)

2014 5
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 205,3

1

135,7

3

99 15

K) K)

II.L.068.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
TARGET NO 1.9 PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS Pembinaan ketahanan keluarga SASARAN 1. Meningkatnya ketahanan keluarga dalam rangka peningkatan kesertaan, pembinaan, dan kemandirian ber-KB bagi PUS anggota poktan 2. Meningkatnya ketrampilan keluarga dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak, pembinaan remaja, serta peningkatan kualitas hidup lansia INDIKATOR 2010 1. Jumlah kebijakan kegiatan pembinaan ketahanan keluarga 4 2014 8
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 222,6

2. Jumlah mitra kerja yang melaksanakan pembinaan dan pendampingan ketahanan keluarga

2

20

K)

3. Persentase kab/kota yang mempunyai kebijakan pembinaan ketahanan keluarga 4. Jumlah tenaga pengelola pembinaan ketahanan keluarga yang dilatih 5. Jumlah tenaga pelatih pembinaan ketahanan keluarga yang dilatih 6. Jumlah prototype BKB-Kit yang diproduksi 7. Persentase kabupaten/kota yang memperoleh dan mendayagunakan prototype BKB-Kit 1. Jumlah kebijakan tentang advokasi kepada stakeholders yang dikeluarkan 2. Persentase stakeholder dan mitra kerja mempunyai kebijakan Kependudukan dan KB 1. Jumlah kebijakan tentang komunikasi, informasi, dan edukasi 2. Persentase media dan materi KIE yang diproduksi 3. Persentase PUS, WUS, dan remaja yg mengetahui informasi KKB melalui media massa (cetak dan elektronik) dan media luar ruang

50 1 20 20 95

75 1.341 1.644 5 20 2 80 2 100 95
K) K) K) K) K)

1.10

Peningkatan advokasi kepada stakeholder

Meningkatnya komitmen stakeholders terhadap pengendalian penduduk dan program KB

281,8

1.11

Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi pengendalian penduduk dan KB

Meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang pengendalian penduduk dan KB

958,8

II.L.068.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
TARGET NO PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4. Persentase media cetak dan elektronik yang menayangkan informasi KKB 5. Jumlah media luar ruang yang menayangkan informasi KKB 6. Persentase klinik KB dan mitra kerja yang mendapatkan media dan materi KIE 7. Jumlah PLKB yang mendapatkan KIE-Kit 8. Jumlah petugas Mupen yang dilatih 9. Persentase kab/kota yang mendapatkan sarana prasarana KIE 1. Jumlah kebijakan tentang publikasi kependudukan dan KB 2. Jumlah prototype yang diproduksi 2014 100 328 287 1.000 1.584 100 2 3 70
K) K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar)

1.12

Pengembangan media komunikasi

Tersedia dan dimanfaatkannya media dan materi KIE pengendalian penduduk dan KB

281,8

3. Persentase stakeholders mendayagunakan prototype bahan dan media advokasi dan KIE Kependudukan dan KB 4. Persentase mitra kerja mendayagunakan prototype bahan dan media advokasi dan KIE Kependudukan dan KB 5. Jumlah publikasi yang disusun

-

100

12 3 1 100 -

60 3 7 435 100 75

K)

1.13

Peningkatan kemitraan dengan lintas sektor dan pemerintah daerah

Meningkatnya komitmen dan peran serta lintas sektor dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan program KKB

6. Indeks kepuasan pelanggan terhadap publikasi (dari skala 1-4) 1. Jumlah kebijakan kemitraan lintas sektor dan pemerintah daerah 2. Jumlah kab/kota yang membentuk BKKBD 3. Persentase kab/kota mempunyai kebijakan program KKB dalam rencana pembangunan daerah 4. Persentase kab/kota melaksanakan NSPK

K) K)

266,3

II.L.068.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
TARGET NO 1.14 PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS SASARAN 1. INDIKATOR 2010 Peningkatan kemitraan dengan sektor swasta, Meningkatnya peran serta LSM, swasta, dan masyarakat LSM, dan masyarakat dalam penyelenggaraan program KKB Jumlah MOU baru 2 2014 10
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 269,8

2. 3. 4. 5.

Persentase MOU yang operasional Persentase pelatih IMP yang terlatih Persentase toga/toma/toda yang terlatih Persentase motivator swasta dan LSM yang terlatih

25 20 -

65 80 75 75

6. Jumlah tenaga lini lapangan KB (PLKB/PKB) yang terlatih: 1. Latihan dasar umum (LDU) 2. 3. 1.15 Penyediaan data dan informasi Program Kependudukan dan KB Tersedianya data dan informasi Program Kependudukan dan KB berbasis TI Refreshing Pelatihan teknis

1.065 1.350 3.018 1

3.750 11.000 12.875 4

K) K) K) K)

1. Jumlah kebijakan yang berkaitan dengan penyediaan data dan informasi 2. Persentase cakupan laporan: 1. 2. 3. Provinsi Kab/Kota

165,6

100 85 918 2 50

100 85 4.590 5 100
K) K)

Jumlah data dan informasi yang tersedia tepat waktu

1.16

Peningkatan kualitas analisis data dan Tersedia dan meningkatnya kualitas analisis data dan informasi manajemen program kependudukan informasi manajemen program kependudukan dan KB dan KB

1. Jumlah kebijakan analisis dan evaluasi pengelolaan kependudukan dan KB 2. Persentase hasil analisis dan evaluasi yang dimanfaatkan dalam pengelolaan kependudukan dan KB 3. Jumlah pelaporan pelaksanaan program

84,7

72

360

K)

II.L.068.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
TARGET NO 1.17 PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS Peningkatan pelayanan informasi dan dokumentasi Program KKB berbasis TI SASARAN Meningkatnya pelayanan informasi dan dokumentasi Program KKB bagi stakeholders INDIKATOR 2010 1. Jumlah kebijakan pelayanan informasi dan dokumentasi Program KKB berbasis TI 2. Jumlah publikasi berbahasa Indonesia 3. Jumlah publikasi luar negeri 4. Indeks kepuasan stakeholders terhadap hasil publikasi (dari skala 1-4) 5. Frekuensi pemutakhiran data dan informasi di website 6. Persentase PKB yang mendapatkan pelatihan e-learning 7. Persentase PKB yang mendapatkan pelatihan e-learning dan mengakses e-learning 1. Jumlah kebijakan STIK Kependudukan dan KB 2. Jumlah aplikasi STIK Kependudukan dan KB 3. Jumlah pengembangan/ penyediaan infrastruktur TIK 4. Persentase cakupan jejaring STIK Kependudukan dan KB sampai kab/kota 5. Indeks kepuasan pelanggan (dari skala 1-4) 2 PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN BKKBN Meningkatnya kualitas pelaksanaan pelatihan SDM aparatur, serta penelitian Program Kependudukan dan KB 1. Jumlah SDM aparatur yang terlatih (orang) 2. Jumlah OST dari negara lain (orang) 3. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan kependudukan 4. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan KB 2 6 2 3 12 7 20 2 4 1 15 3 560 40 3 2014 5 42 14 3 12 30 80 4 20 5 80 3 12.417 200 12 15
K) K) K) K) K) K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 82,3

1.18

Pengembangan teknologi informasi komunikasi

Tersedia dan meningkatnya sarana prasarana dan teknologi informasi komunikasi program kependudukan dan KB

107,0

456,3

II.L.068.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
TARGET NO 3 PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN Tersedianya dukungan manajemen dalam rangka DAN TUGAS TEKNIS LAINNYA BKKBN penyelenggaraan program kependudukan dan KB 1. Persentase ketersediaan peta strategi map dan score card program kependudukan dan KB yang uptodate 2. Persentase pegawai yang memiliki profil kompetensi 100 2014 100 TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 1.840,4

30 75 3 3 1 90 10 Lead time 3-3-1 20 100 100 100

80 100 3 3 WTP 5 90 55 Lead time 3-1 100 100 100 100 3K) K)

3. Persentase pegawai yang memiliki score card individu yang uptodate 4. Indeks kepuasan pegawai terhadap pelayanan administrasi dan kerumah tanggaan (dari skala 1-4) 5. Indeks kecepatan dan ketepatan pelayanan administrasi perkantoran (dari skala 1-4) 6. Status laporan keuangan 7. Jumlah peraturan perundangan tentang SOTK (struktur organisasi dan tata kerja) 8. Persentase kasus bantuan hukum yang dapat diselesaikan 9. 4 PROGRAM SARANA PRASARANA APARATUR BKKBN Tersedianya dukungan sarana prasarana aparatur pengelola program kependudukan dan KB Jumlah perangkat tata laksana

1. Ratio ketersediaan alokon dan sarana Klinik KB 2. Persentase kesesuaian standar gudang alokon propinsi

378,5

5

PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR BKKBN

Meningkatnya akuntabilitas pengelolaan program, SDM aparatur dan administrasi umum, serta ke-uangan dan per-bekalan Prog KB

1. Persentase rekomendasi pengawasan digunakan bagi pengambilan keputusan pimpinan 2. Persentase unit kerja yang menerapkan SAKIP 3. Persentase kepatuhan pejabat dalam melaporkan LHKPN

26,07

TOTAL ALOKASI BKKBN 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

11.177,3

II.L.068.9

TABEL 2.3 RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KOMNAS HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 I Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Komnas HAM Meningkatnya dukungan manajemen pelaksanaan Jumlah rekomendasi yang terkait dengan pembentukan, tugas teknis Komnas HAM perubahan & pencabutan peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan HAM Tingkat pelibatan dan penyikapan aparat negara dalam upaya pencegahan dan penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan serta perlindungan, penegakan dan pemajuan HAM perempuan Prosentase penanganan pengaduan kasus pelanggaran HAM yang disampaikan kepada Komnas HAM Prosentase kasus pelanggaran HAM yang diselesaikan melalui mekanisme mediasi Jumlah kesepakatan/MoU kerjasama dengan stakeholder dalam jangka waktu yang ditargetkan 1.1 Penguatan Kesadaran HAM Masyarakat dan Aparatur Negara. Meningkatnya kesadaran HAM masyarakat dan aparatur negara melalui penguatan peraturan perundang-undangan yang berperspektif HAM Jumlah rekomendasi yang terkait dengan pembentukan, perubahan dan pencabutan peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan HAM Tingkat rekomendasi hasil pengkajian dan penelitian yang terkait dengan pembentukan, perubahan dan pencabutan peraturan perundang-undangan nasional serta ratifikasi instrumen HAM internasional 8 2014 30
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 323,8

30%

30%

80% 40% 12

90% 85% 60
K)

8

30

K)

41,7

50%

80%

II.L.074.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KOMNAS HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Tingkat tindak lanjut dari rekomendasi hasil pengkajian dan penelitian yang terkait dengan pembentukan, perubahan & pencabutan peraturan perundang-undangan nasional serta ratifikasi instrumen HAM internasional Tersedianya alat ukur pemenuhan HAM (hak dasar) Meningkatnya kesadaran masyarakat dan aparatur negara terhadap kegiatan pemajuan HAM melalui klien feedback survey (jumlah survey) Prosentase kenaikan alumni pelatihan yang menjadi fasilitator HAM Prosentase kenaikan pemahaman aparatur negara terhadap ketaatan atas produk perundang-undangan yang berperspektif HAM. 1.2 Peningkatan Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Terlaksananya penanganan dan penyelesaian kasus Prosentase penanganan pengaduan kasus pelanggaran HAM pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat yang disampaikan kepada Komnas HAM penegak hukum dan instansi terkait Tersedianya sistem pengaduan online dan database pengaduan (aplikasi) Prosentase rekomendasi terkait kasus pelanggaran HAM yang ditindaklanjuti oleh pihak terkait Jumlah rekomendasi hasil penyelidikan Komnas HAM terkait kasus pelanggaran HAM berat yang ditindaklanjuti Jaksa Agung Prosentase kasus pelanggaran HAM yang diselesaikan melalui mekanisme mediasi Prosentase pelaksanaan hasil mediasi kasus-kasus pelanggaran HAM 50% 2014 75% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

4 2

10 15
K)

5% 10%

25% 10%

80% 1 40% 2

90% 1 65% 8
K)

58,3

40% 40%

85% 75%

II.L.074.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KOMNAS HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1.3 Pencegahan dan Penanggulangan Segala Bentuk Kekerasan terhadap Perempuan dan Pemenuhan Hak Korban Terlaksananya kegiatan pencegahan dan Tingkat pelibatan dan penyikapan aparat negara dalam upaya penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap pencegahan dan penanggulangan segala bentuk kekerasan perempuan dan pemenuhan hak korban terhadap perempuan serta perlindungan, penegakan dan pemajuan HAM perempuan Tingkat pelibatan dan penyikapan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan serta perlindungan, penegakan dan pemajuan HAM perempuan Tingkat rekomendasi hasil pengkajian dan penelitian yang terkait dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan instrumen internasional yang relevan bagi perlindungan HAM perempuan Jumlah pemantauan termasuk pencarian pendokumentasian pelanggaran HAM perempuan fakta dan 30% 2014 30% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 52,4

50%

50%

50%

50%

10 50% 25% 25%

50 50% 75% 45%

K)

Prosentase pengaduan pelanggaran HAM perempuan yang ditindaklanjuti Prosentase pendampingan dan sistem pemulihan pelanggaran HAM yang dikembangkan korban

Prosentase jumlah mekanisme penyelesaian alternatif yang dikembangkan

II.L.074.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KOMNAS HAM
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Prosentase pendokumentasian pelanggaran HAM yang terjadi Presentase advokasi terhadap korban pelanggaran HAM Meningkatnya fungsi kelembagaan Komnas Perempuan dalam rangka menciptakan lembaga yang independen, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan mandat Komnas Perempuan. 50% 50% 20% 2014 90% 50% 40% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

TOTAL ALOKASI KOMNAS HAM 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

323,8

II.L.074.4

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 1 PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Pengelolaan Metorologi Publik BMKG Meningkatnya pelayanan data dan informasi Persentase tingkat kemampuan pelayanan data dan informasi meteorologi publik serta peringatan dini cuaca ekstrim meteorologi publik Persentase tingkat kemampuan pelayanan data dan informasi potensi kebakaran hutan Persentase tingkat kemampuan pelayanan data dan informasi cuaca ekstrim Kesinambungan (sustainabilitas) Ina-TEWS 50% 80% 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3.127,6

a

899,7

50% 50% 100%

80% 80% 100% 515,0

c

Pengelolaan Gempa Bumi dan Tsunami BMKG

Tersedianya kebijakan teknis dalam penanganan penyediaan informasi gempa bumi dan tsunami

d.

Pengelolaan Iklim Agroklimat dan Iklim Maritim BMKG Meningkatnya kualitas dan kuantitas pelayanan data dan informasi di bidang iklim agroklimat dan iklim maritim

Kesinambungan sistem pengamatan di bidang gempabumi dan tsunami Kesinambungan sistem analisa data di bidang gempabumi dan tsunami Jumlah pelayanan informasi perubahan iklim dan kualitas udara Persentase pengguna informasi perubahan iklim dan kualitas udara

90% 90% 75%

80% 90% 95% 151,6

75%

90%

II.L.075.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 e Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Tersedianya pelayanan data dan informasi di bidang Jumlah pelayanan informasi iklim agroklimat dan iklim perubahan iklim dan kualitas udara, serta kerjasama di maritim tingkat nasional dan internasional terkait kegiatan di bidang perubahan iklim dan kualitas udara Persentase pengguna informasi perubahan iklim dan kualitas udara Persentase tingkat kemampuan pelayanan data dan informasi meteorologi maritim Persentase tingkat kemampuan pelayanan data dan informasi meteorologi penerbangan Frekuensi pelayanan informasi meteorologi maritim Ketersediaan data meteorologi g. Pengelolaan Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Tersedianya sarana dan prasarana untuk pengelolaan Tersedianya peralatan pengamatan seismoteknik, geopotensial data dan informasi bidang seismologi teknik, geofisika dan tanda waktu potensial dan tanda waktu Kesinambungan (sustainabilitas) sistem pengamatan, analisa, dan pelayanan dalam bidang seismoteknik, geopotensial, dan tanda waktu Tersedianya data dan informasi dalam bentuk peta secara kumulatif dan bulletin di bidang seismoteknik, geopotensial, dan tanda waktu Jumlah kebijakan teknis instrumentasi, rekayasa dan kalibrasi yang disusun Persentase informasi pengelolaan instrumentasi, rekayasa dan kalibrasi secara maksimal 70% 2014 90% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 46,0

65% 40%

90% 85% 395,4

f.

Pengelolaan Meteorologi Penerbangan dan Maritim BMKG

Meningkatnya kualitas, kuantitas dan jangkauan pelayanan data, informasi dan jasa di bidang meteorologi penerbangan dan maritim

40% 365 680 40

85% 1460 890 300
K)

62,5

90%

90%

90%

90%

h

Pengelolaan Instrumentasi, Rekayasa dan Kalibrasi BMKG

Tersedianya kebijakan teknis bidang instrumentasi, rekayasan dan kalibrasi

17

107

K)

172,9

10%

30%

II.L.075.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 i Pengelolaan Jaringan Komunikasi BMKG Tersedianya kebijakan teknis bidang jaringan komunikasi Jumlah kebijakan teknis jaringan komunikasi yang disusun Persentase informasi pengelolaan jaringan komunikasi j Pengelolaan Data Base BMKG Tersedianya mekanisme yang mengatur ketersediaan dan pengelolaan database Jumlah kebijakan database yang disusun Persentase informasi pengelolaan database secara maksimal k 2 d. Pengembangan UPT BMKG DUKUNGAN MANAJEMEN DAN TUGAS TEKNIS LAINNYA BMKG Penelitian dan Pengembangan BMKG Terbinanya pelaksanaan UPT BMKG Persentase pembinaan dan pengembangan UPT BMKG seluruh Indonesia 63% 90% 11 20% 80% 2014 100% 90% 86 100% 90% 688,7 2.598,7 Terselenggaranya penelitian dan pengembangan bidang Jumlah penelitian dan pengembangan bidang meteorologi meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika Jumlah penelitian dan pengembangan bidang klimatologi Jumlah penelitian dan pengembangan bidang kualitas udara Jumlah penelitian dan pengembangan bidang geofisika Jumlah penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam operasional Jumlah penelitian dan pengembangan yang di publikasikan Jumlah kerjasama penelitian dan pengembangan 0 75
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 127,9

68,0

81,7

0 0 0 0 0 0

40 16 92 51 30 34

K)

K)

K)

K)

K)

K)

TOTAL ALOKASI BMKG 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

5.726,3

II.L.075.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KOMISI PEMILIHAN UMUM
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 2014 85% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 358,5

I

Program Penguatan Kelembagaan Meningkatnya kapasitas dan kredibilitas organisasi Prosentase penyiapan dan penyelenggaraan pemilu yang tepat Demokrasi dan Perbaikan Proses penyelenggara pemilu dan pemilihan kepala daerah waktu dan akuntabel (sesuai dengan peraturan perundangan). Politik di KPU, KPU Provinsi, dan KPU kabupaten/kota Penyiapan penyusunan rancangan Terselenggaraanya penyiapan penyusunan rancangan 1. Tingkat ketepatan penyiapan analisis dan masukan peraturan KPU, advokasi, peraturan KPU, advokasi hukum dan penyuluhannya rancangan verifikasi peraturan parpol, perseorangan peserta penyelesaian sengketa dan pemilu dan dana kampanye peserta pemilu, penyusunan dapil, penyuluhan peraturan perundangdll undangan yang berkaitan dengan 2. Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan regulasi penyelenggaraan Pemilu penyelenggaraan pemilu 2014 3. Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan tata cara dan pelaksanaan advokasi dan penyelesaian sengketa hukum 4. Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan dokumentasi dan informasi hukum peraturan perundangan dan pelaksanaan penyuluhan hukum Pedoman, petunjuk teknis dan Terselenggaranya bimbingan 1. % pedoman dan petunjuk teknis bimbingan teknis bimbingan teknis/supervisi/publikasi/sosialiasi penyelenggaraan penyelenggaraan pemilu yang diselesaikan tepat waktu dan teknis/supervisi/publikasi/sosialisa pemilu dan pendidikan pemilih akuntabel si penyelenggaraan pemilu dan 2. % pedoman dan petunjuk teknis dalam rangka PAW anggota pendidikan pemilih DPR, DPD, DPRD dan KPU yang diselesaikan dengan akuntabel dan tepat waktu 3. % fasilitasi bimbingan teknis (bimtek) pemilu kepala daerah untuk KPU prov/kab/kota, PPK, dan PPS yang tepat waktu, sesuai rencana dan efektif

1.1

60%

85%

111,0

60%

85% 90%

60%

90%

1.2

60%

77,50%

247,5

60%

77,50%

75%

85%

II.L.076.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KOMISI PEMILIHAN UMUM
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 4. % fasilitasi bimbingan teknis (bimtek) pemilu legislatif dan presiden untuk KPU prov/kab/kota, PPK dan PPS yang tepat waktu sesuai rencana dan efektif 5. % kemajuan pengembangan pusat pendidikan pemilih 6. Jumlah modul pendidikan pemilih untuk kelompok perempuan,miskin, cacat, pemilih pemula, lansia 7. Jumlah kerja sama dan kegiatan pendidikan pemilih yang dilaksanakan 2014 85% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

35% 5 -

100% 25 40 media massa kerja sama dengan 1.000 OMS 40 kegiatan kemasyarakatan 80% 40 500 77,5%
K)

K) K)

K)

8. 9.

% kemajuan pengembangan media center Jumlah kegiatan pendidikan pemilih bagi caleg perempuan

60% 60%

K)

II

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Pelaksanaan manajemen perencanaan dan data

Meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya

10. Jumlah kader parpol perempuan yang mendapatkan pendidikan politik Prosentase penyelenggaraan dukungan manajemen yang profesional, akuntabel (sesuai dengan peraturan perundangan), efisien (tepat sasaran), dan efektif (tepat guna) 1. Prosentase kesesuaian antara Renstra dan Renja K/L dan RKA KL 2. % fasilitasi kerjasama KPU dengan lembaga lain 3. % laporan monitoring dan evaluasi yang akuntabel dan tepat waktu

K)

4.328,8

2.1

Tersedianya dokumen perencanaan dan penganggaran, koordinasi antar lembaga, data dan

60% 60% 60%

77,50% 77,50% 77,50%

173,0

II.L.076.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KOMISI PEMILIHAN UMUM
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 4. % kemajuan penyusunan dan pelaksanaan model dan pedoman reformasi birokrasi dan tata kelola KPU 2014 100% (tersusunya model dan pedoman, serta penerapan)
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

2.2

Pengelolaan data, dokumentasi, pengadaan, pendistribusian, dan inventarisasi sarana dan pra sarana pemilu

Terselenggaraanya pengelolaan data, dokumentasi, pengadaan, pendistribusian, inventarisasi sarana dan pra sarana serta terpenuhinya logistik keperluan 2. Tingkat ketepatan pengadaan dan distribusi logistik pemilu Pemilu. 3. Tingkat ketepatan standar mutu barang/jasa administrasi pengadaan dan dokumentasi pengadaan kebutuhan Pemilu 4. % kemajuan penyusunan peta distribusi logistik pemilu

5. Frekuensi pemutakhiran data pemilih di tingkat kelurahan di seluruh wilayah Indonesia 1. Tingkat ketepatan pengelolaan informasi kebutuhan pemilu

-

8 kali 90% 100% 95%

150,0

60% -

100% 77,5% 90% 745,0

III

Program Sarana dan Prasarana Aparatur

Memadainya sarana dan prasarana operasionalisasi KPU

5. Tingkat keberhasilan pemeliharaan sarana dan pra sarana pemilu Tingkat/ kesesuaian kebutuhan anggota dan staf KPU terhadap ketersediaan sarana dan prasarana KPU/KPU Prov/Kab/Kota dan sarana dan prasarana serta kendaraan operasional untuk daerah pemekaran

TOTAL ALOKASI KPU 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

5.432,3

II.L.076.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH KONSTITUSI
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1 Program Penanganan Perkara Konstitusi Penyelesaian perkara konstitusi yang tepat · Prosentase perkara konstitusi yang diputus waktu, transparan dan akuntabel · Tersedianya biaya penanganan dan penyelesaian perkara yang memadai · Tersedianya satuan biaya penanganan perkara yang memadai · 1.1 Penanganan Perkara PUU, SKLN, PHPU Legislatif, Terselesaikannya penyelesaian perkara Pilpres, Pilgub, Pilbup, Walikota dan Perkara Lainnya yang tepat waktu, transparan dan akuntabel Terlaksananya administrasi perkara · Jumlah perkara PUU/SKLN dan perkara lainnya yang diputus 84% 2014 91% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 275,4

60 500

280 660 2.350

K)

275,4

2

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Teknis Lainnya Mahkamah Konstitusi RI

2.1

Pelayanan Hubungan Masyarakat, Kerjasama, Keprotokolan dan Pengelolaan Teknologi Informasi

· Jumlah perkara pemilu legislatif/presiden/wapres yang diputus · Jumlah perkara pemilukada yang diputus Tersedianya fasilitas sarana dan prasarana · Penyediaan sarana dan prasarana pendukung penanganan berbasis TI dalam penanganan perkara perkara konstitusi konstitusi · Penyediaan informasi penanganan perkara konstitusi kepada masyarakat Tersedianya fasilitas sarana prasarana · Presentase informasi perkembangan penanganan perkara dalam penanganan perkara konstitusi yang transparan dan akuntable · Prosentase hasil putusan yang dapat diakses publik secara on line · Tersusunnya rincian satuan harga penanganan perkara yang ditangani Mahkamah Konstitusi

K)

K)

605,1

100%

100%

55,0

100% 1 Pkt

100% 3 Pkt
K)

2.2

Penyusunan Program, Rencana Kerja Anggaran, Pengelolaan Keuangan, dan Pengawasan

Tersusunnya rencana anggaran, pengelolaan anggaran dan pengawasan internal kelembagaan.

0,9

II.L.077.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH KONSTITUSI
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2.3 Penyelenggaraan Adm. Perkara, Persidangan, Putusan Terselenggaranya manajemen administrasi dan Hukum perkara konstitusi · · Jumlah perkara yang diregisterasi dan tidak diregisterasi Jumlah persidangan dalam penyelesaian perkara 560 pkr 960 sidang 960 risalah 92 putusan 60 pengaduan 500 org 100 pegawai 24 pegawai 40% 50% 2014 3.290 4.800 4.800 497 760 2.900 600 161 100% 100%
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 162,2

K)

2.4

Pengelolaan Arsip, Pembinaan SDM dan Kerumahtanggaan

Terlaksananya manajemen arsip, SDM dan pengelolaan kelembagaan.

· Jumlah risalah yang diselesaikan · Jumlah salinan putusan yang disampaikan kepada para pihak dan masyarakat · Jumlah pengaduan masyarakat yang ditangani dan ditindaklanjuti · Jumlah peserta dan target group diklat hukum acara Mahkamah Konstitusi · Jumlah pegawai yang mengikuti diklat kepaniteraan · · Jumlah pegawai yang mengikuti program rintisan gelar Prosentase penyusunan analisis kebutuhan SDM

K) K)

K)

K)

K)

K)

· Prosentase penerapan perekrutan pegawai baru sesuai dengan standar mutu organisasi internasional (ISO) · Prosentase penyusunan analisa beban kerja unit kerja dan pegawai · Prosentase penyempurnaan struktur organisasi 3 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Tersedianya fasilitas sarana dan prasarana · Penyediaan sarana dan prasarana penunjang penanganan Konstitusi RI dalam pelaksanaan tugas Mahkamah perkara yang berbasis teknologi Konstitusi Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Gedung Pengembangan sistem informasi dalam Jumlah pengembangan sistem informasi terkait dengan penanganan penanganan perkara konstitusi perkara Program Kesadaran Berkonstitusi

60% 65%

100% 100% 163,6

3.1

6 pkt

26

K)

18,2

4

172,8

TOTAL ALOKASI MAHKAMAH KONSTITUSI 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

1.216,9

II.L.077.2

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: PUSAT PELAPORAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
TARGET No 1. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Program Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pendanaan Terorisme SASARAN INDIKATOR 2010 1. Jumlah laporan hasil analisis yang disampaikan kepada Meningkatnya partisipasi pihak terkait dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TPPU dan pendanaan penyidik dan instansi lainnya yang tidak dimintakan klarifikasi terorisme di Indonesia. kembali. 2. Jumlah instansi dan Unit Intelejen Keuangan (Financial Intelligence Unit - FIU) yang secara formal melakukan kerjasama 3. Jumlah pelaksanaan audit kepatuhan terhadap Pihak Pelapor. 4. Jumlah pendapat dan bantuan hukum terkait masalah TPPU dan pendanaan terorisme maupun masalah terkait lainnya. 5. Jumlah kegiatan operasional dan infrastruktur PPATK dalam mengelola Teknologi Informasi (TI) PPATK yang sesuai dengan Jumlah Mutu Layanan yang Baku (Service Level Guarantee - SLG). 6. Tingkat pencapaian manajemen kualitas sistem TI PPATK sesuai standar internasional (standar Cobit PO8). 250 Laporan 2014 1.400 Laporan
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 229,9

4 MOU 75 PJK 24 Dokumen

20 MOU 375 PJK 144 Dokumen

K)

K)

K)

5 Kegiatan

31 Kegiatan

K)

1.1. Level (Sesuai Maturity Model )

2 Level (Sesuai Maturity Model )

7.

Jumlah pembuatan cetak biru Sistem Informasi.

1 Dokumen 2 Aplikasi

5 Dokumen 9 Aplikasi

K) K)

8. Jumlah spesifikasi kebutuhan (bussines process ) aplikasi yang dilakukan peng-coding-an (STR, CTR, CBCC). 9. Jumlah piranti lunak (software) aplikasi yang dipelihara.

2 Aplikasi

12 Aplikasi

K)

II.L.078.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: PUSAT PELAPORAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
TARGET No a. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pengembangan Riset dan Analisis Dalam Rangka Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan Pendanaan Terorisme SASARAN INDIKATOR 2010 1. Hasil riset (analisis strategis, tipologi, dan statistik) a. Jumlah laporan analisis strategis dan tipologi. yang berkualitas dalam upaya pencegahan dan b. Persentase informasi hasil riset yang dapat menggambarkan pemberantasan TPPU dan pendanaan terorisme. perkembangan, pemetaan, dan modus pencucian uang dan pendanaan terorisme di Indonesia. 2. Hasil analisis yang berkualitas dan bermanfaat bagi a. Jumlah laporan hasil analisis yang disampaikan kepada penyidik penyidik dan instansi pengguna lainnya terkait dan instansi lainnya. pencegahan dan pemberantasan TPPU dan pendanaan b Persentase h il analisis awal terhadap seluruh LTKM yang h d b t d d b. P hasil li i l h d l h terorisme. diterima dan telah dikategorikan (high, medium, low ). a. Jumlah instansi yang secara formal melakukan kerjasama dengan PPATK dalam bentuk Nota Kesepakatan (MoU). b. Persentase terimplementasikannya kerjasama dengan instansi dalam negeri dalam upaya penguatan kebijakan anti pencucian uang dan pendanaan teroris di Indonesia. c. Penelaahan dan penyusunan peraturan perundang- 1. Pendapat dan bantuan hukum terkait TPPU dan undangan serta pemberian pendapat dan bantuan pendanaan terorisme. hukum terkait TPPU dan pendanaan terorisme. a. Jumlah dokumen pendapat hukum terkait masalah TPPU dan pendanaan teroris maupun masalah terkait lainnya. b. Persentase pemberian pendapat hukum terkait masalah TPPU dan pendanaan teroris maupun masalah terkait lainnya oleh internal dan ekternal PPATK. Jumlah rancangan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksana terkait masalah TPPU, pendanaan teroris dan masalah terkait lainnya serta rancangan peraturan dan kebijakan internal PPATK terkait implementasi UU TPPU dan peraturan perundangundangan terkait lainnya 4 laporan 100% 2014 20 laporan 100%
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 47,4

250 laporan 85%

1.400 laporan 90%

K)

b.

Pelaksanaan Kerjasama Nasional dan Internasional 1. Kerjasama dengan instansi dalam dan luar negeri di Bidang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU sebagai upaya penguatan kebijakan anti pencucian dan pendanaan terorisme. uang dan pendanaan terorisme di Indonesia.

4 MOU

20 MOU

K)

35,6

70%

80%

24 dokumen

144 dokumen

K)

32,9

100%

100%

2. Rancangan peraturan perundang-undangan dan peraturan pelaksana terkait masalah TPPU serta rancangan peraturan dan kebijakan internal PPATK.

12 dokumen

72 dokumen

K)

II.L.078.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: PUSAT PELAPORAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
TARGET No d. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Pengawasan Kepatuhan terhadap Pihak Pelapor dalam menyampaikan kewajiban pelaporan ke PPATK. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya PPATK Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur PPATK SASARAN INDIKATOR 2010 Kepatuhan Pihak Pelapor dalam memenuhi kewajiban a. Jumlah pelaksanaan audit kepatuhan terhadap Pihak Pelapor. penyampaian laporan ke PPATK. b. Persentase kesesuaian laporan yang diterima dari Pihak Pelapor dengan pedoman tata cara pelaporan. Terpenuhinya Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis PPATK yang berkualitas. Tersedianya Sarana dan Prasarana untuk mendukung pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi PPATK. 75 PJK 99% 2014 375 PJK 100% 349,4
K)

TOTAL ALOKASI 20102014 (Rp Miliar) 12,5

2.

3.

77,4

TOTAL ALOKASI PPATK 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

656,7

II.L.078.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI)
TARGET NO. 1 a. PROGRAM/KEGIATAN PROGRAM PENELITIAN, PENGUASAAN, DAN PEMANFAATAN IPTEK Pengembangan Sistem Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Terbangunnya pusat penelitian maju dan interdisipliner bertaraf internasional Inisiasi LIPI International Center for Interdisciplinary and Advanced Research (ICIAR) International training-workshops, penelitian pasca sarjana tematis internasional, twinning institution Pendaftaran HKI Paket teknologi/HKI 1 1 20 3 27 4 8,2 8,7 SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2.355,3 15,0

b.

Pengembangan Pranata Inovasi

Drafting paten dan pendaftaran HKI atas produk inovasi teknologi Kapitalisasi dan pemanfaatan paten serta invensi LIPI yang selama ini selama ini menjadi produk bernilai ekonomi yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat Terbangunnya teknopolis yang melibatkan kluster-kluster pengetahuan, pengembangan kawasan dan pelayanan jasa

c.

Pengembangan Sistem Dokumentasi dan Informasi Ilmiah

Tumbuhnya wirausahaan baru yang berbasis inovasi teknologi

dokumen Kajian substansi Teknopolis (master plan fisik) paket sarana dan prasarana kawasan teknopolis kajian/publikasi iptek, paket portal pengetahuan dan bibliotainment Database journal ilmiah Unit usaha UMKM inovatif baru teknologi/HKI LIPI yang diinkubasi tenant

1

34,5

2 2 1

3 1 1 3 4 2

II.L.079.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI)
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN Pengembangan Inovasi SASARAN Tumbuhnya wirausahaan baru yang berbasis inovasi teknologi INDIKATOR 2010 Unit usaha UMKM inovatif baru teknologi/HKI LIPI yang diinkubasi tenant Lab terakreditasi, Sistem dan metoda uji Prototip Paket interlaboratory comparison Publikasi ilmiah Paket aplikasi e-commerce Jumlah varietas Benih unggul percontohan produksi pupuk organik di tk pedesaan aplikasi pupuk organik pada paket biovillage Jumlah varietas Fasilitas Laboratorium dan peralatannya Paket pengembangan program biotek peternakan Publikasi ilmiah nasional Publikasi ilmiah internasional Pembenahan koleksi mikroba rujukan, bank biji, bank DNA, tissue culture, dan bank extract, Master plan fasilitas koleksi Penambahan koleksi, data base, sistem pengelolaan bestandart nasional 2 2 1 2 8 5 5 40 1 1 10 2 28,0 1 4 1 1 4 1 17,0 21,0 2014 3 4 2 2 8 5 5 40 1 4 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

d.

Penelitian dan Pengembangan KIM; Penelitian dan Penguatan Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian

Terbangunnya infrastruktur system pengukuran (metrology), pengujian dan perangkat kalibrasi nasional

20,0

e.

Litbang Benih Unggul Berbasis Biologi Molekuler (PN5) Litbang pupuk organic dari mikroba hayati Indonesia (PN5) Litbang keanekaragaman pangan (PN5) Penelitian bioteknologi peternakan modern (PN5)

Benih unggul berbasis biologi molekuler Pupuk organik dari mikroba hayati Indonesia

45,0

f.

Keaneka-ragaman pangan Terbangunnya fasilitas litbang bioteknologi peternakan modern

2 2

g.

Penelitian Bioteknologi

Meningkatnya penguasaan dan pemanfaatan biologi molekuler dan bioteknologi Pengembangan Bioresource Centre dan Microbial Culture Collection

1000

II.L.079.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI)
TARGET NO. h. PROGRAM/KEGIATAN Penelitian Biologi SASARAN Informasi mikroorganisme dalam habitat alam dan dinamikanya, serta Pemanfaatan genetik mikroorganisme untuk mendegradasi polutan, dan Terbangunnya infrastruktur pengamanan plasma nutfah INDIKATOR 2010 Publikasi ilmiah isolat mikroba prototipe paket teknologi paten plasma nutfah Penambahan koleksi rujukan flora dan fauna, ,data base, sistem pengelolaan berstandart internasional (spesimen) paket fasilitas depositori Jenis bahan obat Paket Laporan O&M kebun raya LIPI 10 10 2 1 10 30.000 2014 10 10 2 1 1 10 30.000 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 20,5

Terkelolanya koleksi spesimen flora dan fauna hidup maupun awetan

31,5

i. j.

Penelitian Molecular Farming dan Bahan Baku Obat Pengembangan Konservasi Tumbuhan Indonesia (Kebun Raya Bogor; Pengembangan Konservasi Kebun Raya Cibodas; Pengembangan Konservasi Kebun Raya Purwodadi; Pengembangan Konservasi Kebun Raya Bali ) Pengembangan Konservasi Tumbuhan Indonesia Kebun Raya Bogor Penelitian Oceanografi

Pengembangan bahan obat berbasis bahan alam dan biologi molekular Terlaksananya fungsi kebun raya sebagai tempat konservasi exsitu

2 3 4

2 3 4

26,0 25,0

k. l.

Konservasi ex-situ dalam bentuk kebun raya daerah Data potensi bahan obat dari makro algae dan sponge; biota laut potensial, terumbu karang; abalon, dan rajungan; serta sistem informasi oseanografi. Panduan dan sosialisasi kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pengembangan Sistem Informasi dan penelitian Kerusakan terumbu karang

kebun raya (paket kawasan) Publikasi makalah Prototipe Konsep paket Paket informasi dasar

2 37 7 6 2 3

4 58 10 8 2 3

25,0 62,0

m.

Penelitian Oceanografi (PN 9)

17,0 70,4

II.L.079.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI)
TARGET NO. n. PROGRAM/KEGIATAN Penelitian Konversi Energi (PN 8) SASARAN Demo pilot plant bio-gasoline dari ligno selulosa Standardisasi teknologi pengujian konversi energi Peningkatan kemampuan nasional dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber-sumber energi baru dan terbarukan (fuelcell, biofuel, sel surya) Pengembangan produk komponen berbasis magnet dan polimer Terbangunnya kemampuan di dalam negeri dalam upaya merancang, membuat dan mengoperasikan dan menguji sendiri Pengembangan dan pemasangan radar pengintai (surveilance radar ) di perairan Indonesia paket paket Prototype pembangkit energi INDIKATOR 2010 1 1 1 2014 1 1 2 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 21,3

o.

Penelitian Energi Baru dan Terbarukan

54,7

p. q. r.

Penelitian material maju dan nanoteknologi Litbang Teknologi Pertahanan Keamanan Penelitian elektronika dan telekomunikasi

Paket komponen metoda, prototipe sistem uji safety reliability dan fungsi (paket) Prototype Radar (seri 0) Prototype Mobile Radar (seri 0), jaringan Radar terkoneksi litbang air surveilance radar prototipe air surveilance radar pengembangan life detector radar Prototype Publikasi Ilmiah Jumlah Paten Teknologi Proses paket Paket pengumpulan data Paket dokumen ilmiah

2 1 1 1

4 2 1

40,5 24,0 10,2

s.

Penelitian Tenaga listrik dan mekatronik; Penelitian elektronika dan telekomunikasi; Penelitian Informatika,

Membangun kemampuan perancangan dan rekayasa di dalam negeri

5 8

1 7 10 2 1

15,5

t. u.

Penelitian Informatika Penelitian Geoteknologi

Pengembangan produk open source untuk pelaksanaan egovernment Dokumen ilmiah kontribusi Indonesia untuk perubahan iklim

1 1

10,0 10,0

Final

II.L.079.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI)
TARGET NO. v. PROGRAM/KEGIATAN Penelitian Geoteknologi SASARAN Konsep pengurangan resiko bencana kebumian dan perubahan iklim INDIKATOR 2010 publikasi nasional prosiding publikasi internasional konsep tataruang makalah ilmiah internasional makalah ilmiah nasional rekomendasi prototipe Kajian 10 20 2014 20 20 3 4 4 15 2 5 17 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 25,3

w.

Penelitian Limnologi (Sumber Daya Perairan Darat)

Konsep pengelolaan serta mitigasi dan adaptasi bencana dan perubahan iklim global pada sumber daya perairan darat

x.

- Penelitian Kependudukan - Penelitian politik - Penelitian Sumber Daya Regional - Penelitian masyarakat dan budaya - Penelitian Ekonomi Litbang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kebudayaan

Terwujudnya penguasaan, pengembangan, dan penerapan iptek dalam ilmu-ilmu sosial, inovasi-ekonomi, budaya, perilaku dan kognitif, serta hukum dan politik

2 11 1 3 17

25,0

46,5

y.

Kajian ilmu sosial & kemanusiaan untuk keutuhan NKRI Ketahanan dan daya saing wilayah serta masyarakat pesisir

Makalah/ publikasi ilmiah paket kebijakan paket

40 1 1 1

40 1 1 1

6,5 24,5 13,1 393,6

z. 2 a.

Pengembangan dan perlindungan kekayaan budaya Pengembangan dan perlindungan kekayaan budaya (pencegahan paket (PN11) kepunahan bahasa masyarakat lokal) PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA Perencanaan, Penganggaran, Verifikasi dan Perbendaharaan Penataan, Pengembangan Organisasi dan SDM Terbangunnya tatakelola litbang yang efisien dan efektif, yang mampu mendorong kreatifitas dan profesionalisme peneliti Paket sistem pengelolalan keuangan, perencanaan dan penganggaran, Paket kebijakan reformasi birokrasi Paket sistem seleksi proposal kompetitif

3

3

45,7

1 1

1 1

II.L.079.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI)
TARGET NO. b. PROGRAM/KEGIATAN Pengembangan jaringan kerjasama penelitian dan Pemasyarakatan Iptek SASARAN Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya iptek INDIKATOR 2010 Kegiatan sosialisasi Kegiatan pembinaan Kegiatan temu ilmiah Jejaring terbangun terkait fokal point nasional Paket kerjasama Wilayah aplikasi TTG Jumlah UKM terbina paket Rehabilitasi infrastruktur sarana dan prasarana Gatot Subroto paket Rehabilitasi infrastruktur sarana dan prasarana LIPI, termasuk jaringan internet Angkatan diklat Paket Peraturan/kajian Peneliti Jumlah Peneliti S2 (Kumulatif) Jumlah peneliti S3 (Kumulatif) Jumlah Publikasi ilmiah, termasuk buku indikator iptek 10 12 2 7 1 5 40 1 2014 10 12 2 10 1 5 40 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 10,8

c. d.

Kerjasama Pemanfaatan Iptek Penatausahaan, pengadaan, pemeliharaan sarana dan prasarana

Meningkatnya kerjasama antar lembaga litbang dan antara lemlit dengan perguruan tinggi Aplikasi dan diseminasi Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk peningkatan produktivitas usaha berbasis teknologi di daerah. Meningkatnya kualitas fasilitas-fasilitas riset yang ada

14,0 82,0 47,5

1 24 1 10 2 3 25 1 20 5 3 21,0 17,0

e. f.

Pembinaan, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan Terbangunnya sumberdaya yang kompeten dan memenuhi Peneliti kebutuhan dalam perkembangan Iptek; Penataan, Pengembangan Organisasi dan SDM Peneliti yang mengikuti pendidikan S2 dan S3

g. 3 4 5 6

Pengukuran dan Penelitian Perkembangan Iptek

Tersusunnya konsep dan rancangan pembangunan kebijakan Iptek Nasional yang tepat PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR LIPI PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN LIPI PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABLITIAS LIPI

30,0 83,8 191,1 79,5 19,3

TOTAL ALOKASI LIPI 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

3.122,6

II.L.079.6

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN)
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 1 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA a. Pelaksanaan Standardisasi Iptek Nuklir Diperolehnya Standardisasi, akreditasi dan sertifikasi serta jaminan mutu Iptek Nuklir Usulan SNI bidang nuklir Jumlah Standar BATAN (SB) % akreditasi laboratorium BATAN 3 1 40 2014 3 2 100 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 469,6 6,6

% sertifikasi sistem mutu

50

100

b. Penyelenggaraan Pendidikan Teknologi Nuklir

Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan teknologi nuklir

Jumlah lulusan Jumlah makalah nasional Jumlah makalah internasional Jumlah hasil litbang yang dikomersialisasikan Jumlah mitra komersial

120 15 3 2 3

75 25 5 2 3 3

20,0

c. Peningkatan Kemitraan Teknologi Nuklir

Diperolehnya mitra komersial yang memanfaatkan hasil litbang iptek nuklir

9,6

2 PROGRAM PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN ENERGI NUKLIR, ISOTOP DAN RADIASI a. Pengembangan Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Peningkatan upaya penelitian dan pengembangan bidang (PN 5) pertanian yang mampu menciptakan benih unggul dan hasil peneilitian lainnya menuju kualitas dan produktivitas hasil pertanian nasional yang tinggi.

varietas padi (padi sawah, padi gogo, padi dataran tinggi dan padi hibrida) varietas kedelai (jenis biji besar, genjah, produksi tinggi dan jenis biji hitam) varietas kacang tanah dan kacang hijau varietas gandum tropis dan sorghum

2.662,0 21,0

1

1 1 2

1

1

II.L.080.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN)
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 b. Penyusunan Pedoman Infrastruktur Dasar Pendukung Program Energi Nuklir Nasional (PN 8) Diseminasi Hasil Litbang Iptek Nuklir (PN 8) Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan termasuk energi alternatif geothermal sehingga mencapai 2.000 MW pada 2012 dan 5.000 MW pada 2014 dan dimulainya produksi coal bed methane untuk membangkitkan listrik pada 2011 disertai pemanfaatan potensi tenaga surya, microhydro , dan nuklir secara bertahap. Paket Penyiapan Infrastruktur Tapak PLTN dan Penyusunan Detail Desain Paket Sosialisasi PLTN (media), advokasi masyarakat, dunia usaha dan stakeholder yang terkait lainnya untuk persiapan implementasi program PLTN 1 2014 1 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 453,6

3

3

138,0

c. Pengembangan Teknologi Bahan Industri Nuklir

d. Pengembangan Teknologi Akselerator

Diperolehnya Bahan unggul Magnetik untuk Aplikasi Diagnostik Dokumen teknis Protoipe bahan unggul Publikasi ilmiah Prototipe Mesin Berkas Elektron Diperolehnya Desain Mesin berkas elektron untuk industri berbasis lateks karet alam dan rancangan detil siklotron 13 MeV Dokumen teknis siklotron 13 MeV untuk pembuatan radiofarmaka dan pengembangan obat Publikasi Ilmiah Diperolehnya paket teknologi penatalaksanaan kanker payudara, dan serviks, bahan vaksin malaria tropika (Plasmodium falciparum), metode standardisasi dan kalibrasi radiasi Dokumen teknis/metode Paket teknologi penatalaksanaan kanker payudara, dan serviks Bahan vaksin Prototipe sistem carbone monitoring dan sistem deteksi kontaminasi internal

1 7 1 1 6 4 1 1 2 1 7

13,6

17,6 1 7 32,0

e. Pengembangan Teknologi Biomedika Nuklir, Keselamatan dan Metrologi Radiasi

f. Pengembangan Eksplorasi dan Teknologi Pengelolaan Bahan Galian Nuklir

g. Pengembangan Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Publikasi ilmiah Diperolehnya data sumberdaya U dan Thorium di Indonesia serta Data Teknis potensi Th dan U di Indonesia, pengembangan teknologi pengolahan bijih uranium dan thorium Dokumen teknis pemurnian bijih Uranium Paket teknologi pengolahan bijih uranium dan thorium Diperolehnya paket teknologi penguasaan dan fabrikasi bahan Dokumen Teknis bakar PWR serta dokumen rekayasa pabrik konversi bahan bakar nuklir Paket teknologi Publikasi ilmiah

4 1 1

4 1 1

26,5

3

1 2 3

16,9

3

2

II.L.080.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN)
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 h. Pengembangan Teknologi Pengelolaan Limbah Radioaktif dan Lingkungan Diperolehnya Paket teknologi Pengelolaan Limbah Radioaktif dan Pra rancangan instalasi pengolah limbah cair padat yang dihasilkan dari operasi PLTN. Dokumen Teknis 4 1 4 4 1 1 6 3 2014 2 1 1 4 3 1 1 4 3 1 3 4 10 2 1 1 1 10 2 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 20,3

i. Pengembangan Perekayasaan Perangkat Nuklir

j. Pengembangan Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir

k. Pengembangan Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi

Paket Teknologi Pototipe Publikasi ilmiah Diperolehnya paket pengembangan teknologi rekayasa perangkat Prototipe Perangkat Nuklir untuk kesehatan nuklir untuk kesehatan, industri dan sistem kendali reaktor Prototipe Perangkat Nuklir untuk industri Prototipe Perangkat Nuklir untuk sistem kendali reaktor Publikasi ilmiah Diperolehnya Desain konseptual reaktor riset inovatif; desain Data Teknis konseptual reaktor daya maju kogenerasi serta Evaluasi teknologi, keselamatan dan keandalan reaktor daya PWR Desain konseptual reaktor riset dan daya Publikasi ilmiah Paket Teknologi Diperolehnya Aplikasi teknologi isotop dan radiasi di bidang peternakan, kesehatan dan industri Publikasi DN Publikasi LN Paket teknologi produksi radioisotop Paket teknologi produksi radiofarmaka Paten Publikasi DN Publikasi LN

20,3

19,1

3 4 10 2 1 1 10 2

50,4

l. Pengembangan Teknologi Produksi Radioisotop dan Radiofarmaka

Diperolehnya paket pengembangan teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka

24,6

TOTAL ALOKASI BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN) 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

3.131,5

3

II.L.080.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT)
TARGET NO. 1 a. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 PROGRAM PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI Pengkajian dan Penerapan Audit Teknologi (PN11) Termanfaatkannya Audit Teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas litbang Paket rekomedasi, advokasi, survei dan konsultasi mengenai audit teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas litbang 3 2014 3 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.090,2 26,0

b.

Pengkajian dan Penerapan Inkubasi Teknologi (PN11) Termanfaatkannya inkubasi teknologi untuk terbangunnya Paket rekomendasi, advokasi, sruvei dan konsultasi mengenai inkubasi untuk meningkatkan efisiensi dan sinergi antara lembaga litbangyasa, industri dan efektivitas litbang dan terbangunnya sinergi antara lembaga pemerintah litbangyasa, industri dan pemerintah Pengkajian dan Penerapan Kebijakan Teknologi Termanfaatkannya kebijakan inovasi teknologi untuk untuk meningkatnya efisiensi dan efektivitas litbang Termanfaatkannya teknologi produksi benih unggul ikan nila untuk mendukung ketahanan pangan Paket rekomendasi, advokasi, sruvei dan konsultasi kebijakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas litbang Prototipe Rekmondasi dan alih teknologi Kajian ikan Prototipe ikan Rekomendasi dan alih teknologi Sejumlah rekomendasi, alih teknologi, prototipe, pengujian pada pengolahan hasil ikan dan ternak (paket prototype)

3

3

65,4

c.

1

1

15,2

d.

Pengembangan Teknologi Pembenihan Ikan Nila Unggul

1

6,0

e.

Pengembangan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Termanfaatkannya teknologi pengolahan hasil ikan dan dan Peternakan; ternak untuk mendukung ketahanan pangan Bioremediasi Lahan Pertanian di Pulau Jawa,

4

1 2

6,8

f.

Termanfaatkannya teknologi bioremediasi lahan pertanian Kajian Bioremediasi Lahan Pertanian di Pulau Jawa untuk mendukung ketahanan pangan Proto tipe, pengujian Bioremediasi Lahan Pertanian di Pulau Jawa Rekomendasi dan Alih teknologi Bioremediasi Lahan

6,5

3

IIII.L.081.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT)
TARGET NO. g. PROGRAM/KEGIATAN Teknologi hyperspectral untuk pemetaan sentra produksi pertanian Pengkajian dan Penerapan Teknologi Produksi Obat Generik dan Obat Herbal SASARAN Termanfaatkannya Teknologi hyperspectral untuk pemetaan sentra produksi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan Termanfaatkannya teknologi farmasi dan medika untuk kesehatan. INDIKATOR 2010 Rekomendasi mengenai sentra-sentra produksi pertanian 1 2014 1 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 5,0

h.

rekomendasi, prototipe, bibit unggul Rekomendasi alih teknologi dan pengujian untuk teknologi farmasi dan medika Prototipe produk bahan farmasi (probiotik) Rekomendasi alat medis Survei, pilot plant Pilot project, peng- ujian Pilot plant, biofer- tilizer Pengujian, alih tekn Rekomendasi Terlaksananya pemeliharaan, pemanfaatan dan pengembangan Pilot Plant Tsunami Buoy dalam program nasional InaTEWS (Jumlah buoy) Jumlah prototype, alih teknologi sistem dan komponen Rekomendasi dan pilot plant untuk pemanfaatan sumberdaya air alih tekno-logi 2 MW alih tekno- logi PLTP Conden- sing %MW alih tekno- logi, pilot plant binarycyle 100kw alih tekno- logi, binarycyle 1 MW pilot plant binary cycle 1 Mw dan sertifi- kasi Jumlah HAKI, prototipe, rekomendasi, pilot plant, paper, Studi Kelayakan, hasil pengujian, dan PNBP teknologi Gasifikasi Batubara/ Biomasa Jumlah kajian desain & aplikasi, prototyping, studi kelayakan, rekomendasi kebijakan danpelaksanaan, dan intermediasi teknologi energi terbarukan, energy fosil dan efisiensi energy (paket)

1

25,5

1 1 79,0

i.

Pengembangan Pupuk Berimbang (PN 5)

Termanfaatkannya teknologi pupuk berimbang untuk mendukung ketahanan pangan

j.

Pengembangan, Pemanfaatan dan Pemeliharaan Tsunami Buoy dalam Program Nasional InaTEWS

Termanfaatkannya teknologi survei kelautan untuk lingkungan hidup dan pengelolaan bencana, ketahanan pangan, infrastruktur dan energi kelautan. Termanfaatkannya sistem teknologi pembangkit listrik Termanfaatkannya teknologi efisiensi pemanfaatan sumberdaya air di daerah tertinggal Termanfaatkannya sistem teknologi pembangkit listrik skala kecil, aplikasi teknologi kualitas daya sistem energi, serta penerapan teknologi dan sistem konservasi energi [ada peralatan dan pemanfaatan energi kandungan komponen dalam negeri semaksimal mungkin

9

1 17

36,5

k. l. m.

Pengembangan PLTP Skala Kecil (PN 8) Teknologi Efisiensi Pemanfaatan Sumberdaya Air (PN 10) Pengkajian dan Penerapan Teknologi Energi Bersih

1 1 1

2 1

177,0 6,3 23,0

1 kajian

1 1 FS

22,5

2

5

31,0

IIII.L.081.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT)
TARGET NO. n. o. p. PROGRAM/KEGIATAN Pemanfaatan Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar rumah tangga Pengembangan listrik tenaga surya Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi untuk Pemerintahan dan Industri SASARAN Termanfaatkannya DME pada pengembangan energi alternatif Termanfaatkannya listrik tenaga surya Termanfaatkannya dan Terkuasainya kemampuan rekayasa di bidang teknologi informasi dan komunikasi INDIKATOR 2010 rekomendas pada DME untuk alternatif energi pilot project pada DME untuk alternatif energi rekomendasi dan pilot plant Prototipe, alih teknologi, pengujian untuk pendukung transportasi dan kepemrintahan pada transportasi udara, sistem informasi dan akuntasi, jaringan infostructure Jumlah alih teknologi, rekomendasi, prototipe, pengujian dan jasa operasional pada perkereta-apian dan otomotif Jumlah rekomndasi, alih teknologi, advokasi, konsultasi,prototipe, mini plant pada otomasi industri Terbangun dan termanfaatkannya prototipe Perangkat PC USG Multi Chanel, Perangkat Lunak Free-Open Source S f i Si l Prototipe d K penerapan sistem informasi dan i untuk 1 1 2 proto tipe, 2014 1 1 1 2 proto tipe, uji pakai TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 10,5 9,0 56,5

q.

Pengkajian dan Penerapan Teknologi Untuk Transportasi Masal Pengkajian dan Penerapan Teknologi Manufaktur untuk Teknologi Energi, Pangan, Transportasi, K h Pengkajian d H k dan Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PN11) Teknologi Komunikasi dan Sistem Informasi (ICT) pertanian Teknologi Pengendalian dan Mitigasi Dampak Pemanasan Global (PN 9)

Termanfaatkannya teknologi transportasi untuk transportasi massal Termanfaatkannya Teknologi Manufaktur untuk Teknologi Energi, Pangan, Transportasi, Kesehatan, dan H k Terkuasainya kemampuan rekayasa di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang menunjang prioritas i l Termanfaatkannya teknologi informasi dan komunikasi pada pertanian untuk mendukung ketahanan pangan

2 rekmd

2 kon sults, rekmd, uji coba 3 Proto tipe, alih tekn, advo k3 i

39,2

r. s. t.

3 advo kasi, rekmd 3 1

34,5 30,0 3,5

u.

komunikasi untuk pertanian Rekomendasi untuk penerapan sistem informasi dan Rekomendasi kebijakan pengurangan emisi dan Termanfaatkannya neraca karbon dan rekomendasi penurunan carbon pada sektor pertanian, kehutanan, lahan peningkatan carbon sink dan Pilot plant fotobioreaktor untuk penyerap CO2 (paket rekomendasi dan model) basah. Model fisik kolamkultur penyerap CO2, Penyempurnaan dan pengujian peralatan produksi flare Prototipe pesawat udara nir awak rekomendasi Terlaksanakanya pelayanan teknologi berupa rekomendasi, alih teknologi, survei, konsultasi dan advokasi pada bidang kebijakan teknologi (paket)

1

1 1

0 14,85

v. w.

Pengkajian dan Penerapan Teknologi Industri PertahananTermanfaatkannya teknologi pertahanan, keamanan dan keselamatan Peningkatan Kemandirian daya Saing Industri dan Terbangunnya keterkaitan antar lembaga litbang, antar UMKM Berbasis Teknologi lemlit dengan perguruan tinggi, dan antara lemlit dengan industri dan masyarakat pengguna.

1 1 1 1

10,0 18,4

IIII.L.081.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT)
TARGET NO. 2 3 a. PROGRAM/KEGIATAN PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN TEKNIS LAINNYA PROGRAM PENINGKATAN SARANA PRASARANA APARATUR BPPT Peningkatan dan Pembangunan Laboratorium BPPT Terpadu SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2.125,5 356,6 Termafaatkannya laboratorium BPPT terpadu untuk mendukunga sistem inovasi nasional dan P3IPTEK Laboratorium dari Klaster I s/d VI untuk : Transportasi & Produksi, Material, Proses & Konstruksi, Hankam & ICT, GeosTech, Energi serta Fasilitas lain 1 1 356,6

TOTAL ALOKASI BPPT 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

3.572,3

IIII.L.081.4

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN)
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 1 a PROGRAM PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENERBANGAN DAN ANTARIKSA Pengembangan Teknologi Roket Peningkatan kemampuan penguasaan teknologi roket 1. Jumlah tipe/ jenis roket yang dikembangkan; 2. Jumlah unit roket yang diuji statik; 3. Jumlah roket yang diuji terbang; 4. Jumlah produksi amonium perklorat (AP) oleh LAPAN (ton); 5. Jumlah roket dengan bahan baku AP produk LAPAN yang diuji terbangkan 6. % Peningkatan Kapasitas Sarpras Litbang Roket untuk mencapai minimum kebutuhan 1. Jumlah Satelit yg dibuat/ diintegrasi di dalam negeri 2. Jumlah Satelit yangg akan diluncurkan 3. Jumlah rancangan satelit baru kerjasama dengan pengguna 4. Jumlah pembangunan stasiun bumi utama penerima data & pengendali satelit 5. Jumlah Doktek satelit (user requirement, mission definition, desain satelit, desain stasiun bumi, rancangan pengolahan data, bentuk produk data) c Uji terbang roket dan akuisisi data ionosfer, geomag net, Kontinuitas operasi instalasi uji terbang, stasiun peng dan meteo amat dir gantara untuk mendukung litbang dan pemanfaat an sains antariksa % Kontinuitas operasi instalasi uji terbang dan stasiun pengamat dirgantara 10 28 31 2 5 2 2 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.470,7 632,2

9 24 10 20 15 45 1 -

b

Pengembangan teknologi satelit

Peningkatan kemampuan penguasaan teknologi satelit dan stasiun bumi

189,9

100

100

25,9

II.L.082.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN)
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 d Pengembangan Teknologi Penerbangan Rancang bangun pesawat nir awak, ramjet dan diseminasi pemanfaatan teknologi dirgantara 1. Jumlah jenis pesawat nir awak dan propulsi jet yang dikembangkan 2. Jumlah pesawat nir awak dan ramjet yang di uji terbang 3. Jumlah sistem ground segment pesawat nir awak dan pesawat ramjet yang dikembangkan 4. Jumlah Doktek Spinoff Teknologi Penerbangan 1. Jumlah penelitian dan pengembangan teknologi penginderaan jauh 2. Jumlah doktek kajian sistem satelit multimisi (Sistem Akuisisi Data NPP/ NPOESS, LDCM, Arsitektur system Pengolahan Data Satelit Mulitimissi) 3. % Jumlah data yang terdistibusi 4. Jumlah modul Pengolahan citra berbasis Open Source f Akuisisi dan pengo lahan data satelit penginderaan jauh sumber daya alam serta pelayanan pengguna Kontinuitas operasi sistem stasiun bumi satelit penginderaan jauh sumber daya alam Parepare untuk mendukung pelayanan kepada pengguna 1. % Keberhasilan akuisisi data sa-telit penginderaan jauh multi misi 2. % Jumlah “ near real time” catalog metadata tepat waktu 3. Jumlah kegiatan pelayanan teknis kepada pengguna untuk kawasan Indonesia Tengah 4. % integrasi sub Sistem stasiun bumi dan Uji coba operasi Akuisisi da ta NPP/ NPOESS, Landsat 8 1. % Kontinuitas operasi stasiun bumi penginderaan jauh cuaca, stasiun pengamat geomagnet, meteo dan atmosfer serta TTC 1 1 2 4 2 2014 1 2 2 4 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 143,3

e

Pengembangan Teknologi Dan Bank Data Penginderaan Jauh (PUSDATA)

Penguatan kemampuan akuisisi data satelit wilayah Indonesia

93,9

80

80 1 95% 100 4 50 95 25,9 55,1

95% 100 4 95

g

Ops. stasiun bumi penginderaan jauh cuaca, stasiun pengamat geomagnet, meteor, dan atmosfer dan Stasiun Telemetri Tracking Commands (TTC) dan pelayanan pengguna (BIAK)

Kontinuitas operasi stasiun bumi satelit peng inderaan jauh cuaca Biak untuk mendukung pelayanan kepada pengguna

2. Jumlah kegiatan pelayanan teknis kepada pengguna untuk kawasan Indonesia Timur

2

2

II.L.082.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN)
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 h Pengembangan Pemanfaatan Penginderaan Jauh Pemanfaatan data satelit untuk pemantauan sumber daya 1. Jumlah penelitian dan pemanfaatan teknologi penginderaan lahan dan kondisi lingkungan jauh 2. % kelengkapan data satelit lingkungan dan cuaca wilayah Indonesia 3. Jumlah jenis informasi spasial penginderaan jauh yang dapat diakses terkait pemantauan dan sumber daya alam, mitigasi bencana dan hankam 4. Jumlah basis data spasial penutup dan penggunaan lahan (satuan Propinsi ) 5. % Downtime Operasi Penyajian Info mitigasi bencana dan Inventarisasi SDAL i. Pengundangan Undang-Undang Tentang Keantariksaan UU Keantariksaan Nasional dan PP turunannya Sinkronisasi dan harmonisasi RUU Keantariksaan Nasional UU Keantariksaan Nasional RPP terkait UU Keantariksaan Nasional dan sinkronisasi / harmonisasi PP terkait UU Keantariksaan Nasional dan turunannya 2 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA TOTAL ALOKASI LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014) 1 5 96 7 2014 6 100 9 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 80,4

2 15

4 5 2,0 2,0 3,0 3,0 449,3 1.920,1

II.L.082.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BAKOSURTANAL
NO
1

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS
PROGRAM SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL

TARGET SASARAN
Meningkatnya Pemanfaatan Peta Dasar Dalam Mendukung Pembangunan Nasional.

INDIKATOR 2010
Jumlah dokumen Kebijakan Pemetaan Dasar Rupabumi, Jumlah Peta Dasar Nasional Matra Darat, Lautan Dan Udara, Serta Batas Wilayah. 3

2014
15
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
2.049,1

A

Pemetaan Dasar Rupabumi dan Tata Ruang.

Memperluas pemanfaatan data dan informasi spasial tematik hasil Jumlah dokumen data dan informasi spasial SDA dan LH tematik survei SDA dan LH untuk pengelolaan sumber daya alam dan matra darat. perlindungan fungsi lingkungan hidup yang berkelanjutan. Jumlah dokumen data dan informasi spasial SDA dan LH tematik matra laut. Jumlah dokumen data dan informasi atlas serta pengembangan wilayah. Tertatanya Penyelenggaraan Survei dan Pemetaan Di Bidang Jumlah dokumen koordinasi pelaksanaan di bidang sistem jaringan Sistem Jaringan dan Standardisasi data Spasial Serta Survei dan standarisasi data spasial. Geodesi dan Geodinamika. Jumlah dokumen koordinasi pelaksanaan di bidang survei geodesi dan geodinamika. Kebijakan pemetaan dasar rupabumi dan meningkatnya jumlah Jumlah Nomor Lembar Peta (NLP) Peta Rupabumi skala 1:10.000 cakupan peta rupabumi Indonesia. (Sumatera & selatan Jawa). Jumlah NLP Peta Rupabumi skala1:50.000 wilayah gap. Jumlah NLP Peta Rupabumi skala1:250.000 wilayah gap. Jumlah NLP Basis Data Geospasial skala 1:10.000 (Sumatera & selatan Jawa), 1:50.000, dan 1:250.000. Jumlah Dokumen Norma Spesifikasi Pedoman Kriteria (NSPK) Jumlah dokumen pelaksanaan Koordinasi penyelenggaraan Pemetaan Dasar Rupabumi dan Tata Ruang. Jumlah NLP gasetir dan model penataan ruang provinsi.

3 3 3 2 2 90 160 0 250 5 5 400

15 15 15 10 10 724 1.490 60 2.274 25 25 2.000

K)

K)

K)

K)

K)

K)

532,6

K) K) K)

K)

K)

K)

II.L.083.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BAKOSURTANAL
NO
B

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS

TARGET SASARAN INDIKATOR 2010
2 Kualitas kerjasama,sinergi, koordinasi, program dan kegiatan, serta diseminasi data spasial kelautan dan kedirgantaraan nasional. Survei batimetri lepas pantai line km Jumlah liputan data spasial batimetri, Pantai (LPI) dalam ln km Percepatan Survei Hidrografi pantai multibeam line km Jumlah NLP Peta LPI skala 1:25K, 1:50K, 1:250K dan LLN 1:500K Jumlah liputan peta dasar kelautan dan kedirgantaraan dan basis data kelautan dan kedirgantaraan Pemutakhiran peta dasar kelautan dan kedirgantaraan serta basis data kelautan dan kedirgantaraan Pembuatan Peta LBI Pembuatan peta navigasi udara (Aeronautical Chart) Peta Resmi tingkat peringatan tsunami 30.000 52 1 4 2 8 2 0 Jumlah NLP Peta batas wilayah negara (joint Mapping) koridor perbatasan darat RI-PNG, RI-Malaysia skala 1:50.000 72 Jumlah NLP pemetaan kecamatan kawasan perbatasan darat RI-PNG, RI-Malaysia, dan RI-RDTL skala 1:50.000 serta skala 1:25.000 Jumlah pulau pemetaan pulau-pulau terluar Jumlah daerah penataan batas provinsi/kab/kota Jumlah wilayah dalam pemetaan wilayah provinsi Jumlah wilayah dalam pemetaan wilayah kabupaten Jumlah wilayah dalam pemetaan wilayah kota Jumlah (Border Sign Post) BSP RI-RDTL 25 0 0 40 0 0 58 36 33 397 98 240
K) K) K) K) K) K)

2014
10
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
109,7

Pemetaan Dasar Kelautan dan Kebijakan pemetaan dasar kelautan dan kedirgantaraan serta Kedirgantaraan. meningkatnya cakupan peta dasar kelautan dan kedirgantaraan.

13.680 34.000

68.400 265.000 225.000 292 5 41 15 51 16 44

K) K)

K) K)

K)

K)

K) K) K) K)

C

Pemetaan Batas Wilayah.

Kebijakan pemetaan batas wilayah dan meningkatnya cakupan peta batas wilayah.

89,6

161

K)

II.L.083.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BAKOSURTANAL
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010
Jumlah Perapatan pilar batas RI-Malaysia Jumlah Perapatan pilar batas RI-PNG Jumlah Perapatan pilar batas RI-RDTL Jumlah dokumen perundingan teknis batas darat Jumlah dokumen perundingan teknis batas maritim Jumlah dokumen kajian LKI>200 NM Jumlah dokumen pengkajian dan pemetaan batas negara dan geopolitik Jumlah NLP penyusunan dan pemeliharaan basisdata batas wilayah D Peningkatan Ketersediaan Data Dan Informasi Survei Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup Matra Darat. Tersedianya data dan informasi spasial SDA dan LH tematik matra darat. Jumlah dokumen rumusan kebijakan dan NSPK survei dan pemetaan SDA dan LH tematik matra darat. Jumlah NLP produk inventarisasi, neraca, kebencanaan, kajian aplikasi tekno surta, remote sensing, dinamika geografis dan kajian wilayah, SDA dan LH matra darat yang diatur dan dikelola sebagai basis data pemetaan nasional. Jumlah dokumen database SDA darat. 1 25 5 225
K)

2014
110 20 300 15 17 6 5 1.130
K) K) K) K) K) K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

22 0 60 3 3 1 1 110

K)

63,8

K)

1

5

K)

E

Peningkatan Ketersediaan Data dan Informasi Survei Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Matra Laut.

Tersedianya data dan informasi spasial SDA dan LH tematik matra laut.

Jumlah akses, diseminasi dan utilitas informasi data spasial tematik 33 Prov, 6 K/L 33 Prov, 6 K/L SDA dan LH matra darat. Jumlah dokumen rumusan kebijakan dan NSPK survei SDA dan LH 1 5 tematik matra laut Jumlah produk inventarisasi, neraca, kajian aplikasi tekno surta , 18 NLP(@5 tema) dan 90 NLP(@5 remote sensing/GIS, dinamika geografis SDA dan kajian wilayah LH 4 dok tema) dan 20 dok matra laut yang diatur dan dikelola sebagai basis data pemetaan nasional Jumlah akses, diseminasi dan utilitas informasi data spasial tematik 33 Prov, 6 K/L 33 Prov, 6 K/L SDA dan LH matra laut Jumlah dokumen rumusan kebijakan dan NSPK atlas serta kajian pengembangan wilayah. 0 4

K)

66,4

K)

F

Penyusunan Atlas Sumberdaya Tersedianya data dan informasi atlas serta kajian pengembangan dan Kajian wilayah.

K)

153,8

II.L.083.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BAKOSURTANAL
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS
Pengembangan Wilayah.

TARGET SASARAN INDIKATOR 2010
Jumlah dokumen produk atlas sumberdaya beserta basisdatanya. Jumlah dokumen kajian model spasial dinamis serta difusi, diseminasi atlas dan kajian pengembangan wilayah. Jumlah daerah (propinsi dan kabupaten) untuk pelaksanaan akses, utilitas data dan informasi atlas sumberdaya dan kajian pengembangan wilayah. Jumlah simpul jaringan di pusat. Jumlah simpul jaringan di provinsi Jumlah simpul jaringan di kabupaten/kota. Jumlah dokumen SNI Jumlah metadata simpul jaringan pusat. Jumlah metadata simpul jaringan provinsi. Jumlah metadata simpul jaringan kabupaten/kota Jumlah pembangunan dan pengembangan penghubung simpul. Jumlah dokumen pembangunan dan pengembangan IDSN. Jumlah tenaga terampil melalui Diklat Teknis Surta Jumlah tenaga terampil melalui Diklat Fungsional Surveyor Pemetaan Jumlah Dokumen NSPK tentang Pedoman, Standardisasi Kurikulum dan Silabus Diklat Surta Jumlah kegiatan peningkatan Kapabilitas Personil, Infrastruktur dan Administrasi Kediklatan Jumlah rasio jumlah penelitian per peneliti. 18 2 14

2014
84 6 70
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

K)

K)

G

Pembangunan Infrastruktur Data Spasial.

Rancangan rumusan kebijakan teknis, rencana dan program di bidang pembangunan Infrastruktur Data Spasial.

14 6 50 12 3 3 4 1 1 70 140 5 5 1:03

14 28 480 60 13 15 19 5 5 430 1.160 34 30 1:02

K) K) K) K) K) K) K) K)

948,2

K) K) K)

K)

K)

II.L.083.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BAKOSURTANAL
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010
Jumlah peraturan per-UU-an dan jumlah dokumen penyelenggaraan reformasi birokrasi. 1 UU

2014
1 UU, 4 PP, 2 Perpres, 3 Kep KABAKOSURTAN AL, 2 dokumen reformasi birokrasi 2 20 950 458 22 468 7 4 5 5
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

H

Pembangunan Data Dan Informasi Geodesi Dan Geodinamika.

Rancangan rumusan kebijakan teknis, rencana dan program di bidang pembangunan data dan informasi geodesi dan geodinamika.

Jumlah dokumen penegakan Sertifikasi SDM surta non-PNS dan fungsionalisasi SDM surta PNS. Jumlah dokumen kegiatan promosi, humas, administrasi kerjasama dan publikasi surta. Jumlah jaring kontrol geodesi dan geodinamika yang dirawat Jumlah stasiun tetap GPS dan perawatan sistem Jumlah Pembangunan stasiun tetap GPS Jumlah stasiun pasang surut laut yang dirawat Jumlah pembangunan stasiun pasang surut laut Jumlah stasiun permanen gayaberat yang dirawat Jumlah dokumen kebijakan teknis di bidang data dan informasi geodesi dan geodinamika. Jumlah basis data geodesi dan geodinamika.

0 4 150 78 12 88 7 0 1 1

K)

K)

K)

84,9

K) K) K) K) K) K)

K)

2

Program Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BAKOSURTANAL

462,7

TOTAL ALOKASI BAKOSURTANAL 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

2.511,8

II.L.083.5

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN STANDARDISASI NASIONAL (BSN)
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 1 PROGRAM PENGEMBANGAN STANDARDISASI NASIONAL a. Pengembangan sistem standardisasi dan penilaian Tersedianya peraturan perundang-undangan di bidang kesesuaian standardisasi dan penilaian kesesuaian 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 299,4 11,3

Draft RUU Standardi-sasi UU Standardi-sasi PP Standardi-sasi Laporan sosialisasi UU dan PP Standardi-sasi SNI

1

1 200 200 24,2

b. Perumusan Standar

Meningkatnya jumlah Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan sesuai kebutuhan pasar dan tata cara perumusan standar

Meningkatnya penerapan standar/SNI oleh pemangku kepentingan standardisasi d. Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi Meningkatnya persepsi dan partisipasi pemangku kepentingan dalam kegiatan standardisasi 2 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TEKNIS LAINNYA 3 PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA FISIK

c. Peningkatan Penerapan Standar

Laporan fasilitasi penerapan SNI kepada LPK dan industri/ organisasi Laporan promosi dan diklat standardi-sasi

1 1

1 1

55,0 54,8 178,5 5,1 483,0

TOTAL ALOKASI BADAN STANDARDISASI NASIONAL (BSN) 2010-2014

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

1

II.L.084.1

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR (BAPETEN)
TARGET NO. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010 1 a b c d PENGAWASAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR Pengkajian Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir (IBN) Perumusan dan Pengembangan Peraturan Perundangan Instalasi dan Bahan Nuklir (IBN) Pengembangan dan Pengelolaan Pelayanan Perizinan Instalasi dan Bahan Nuklir (IBN) Penyelenggaraan dan Pengembangan Inspeksi Keselamatan, Keamanan dan Safeguards Instalasi dan Bahan Nuklir (IBN) Penyelenggaraan dan Pengembangan Keteknikan, Sistem Manajemen dan Kesiapsiagaan Nuklir PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR TOTAL ALOKASI BADAN PENGAWASAN TENAGA NUKLIR (BAPETEN) 2010-2014 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 122,5 7,6 8,0 6,9 15,2

Tersedianya hasil kajian IBN Tersedianya rancangan peraturan perundangan IBN Terselenggaranya pelayanan perizinan IBN

Dokumen kajian bidang IBN Terkait PLTN Dokumen Rancangan Peraturan bidang IBN Terkait PLTN Dokumen Perizinan Terkait PLTN

8 6 3 54

8 7 3 54

Terselenggaranya inspeksi keselamatan instalasi nuklir, Laporan Hasil Inspeksi safeguard dan proteksi fisik yang efektif dan efisien Terselenggaranya pengembangan keteknikan, sistem manajemen dan kesiapsiagaan nuklir Dokumen Pengembangan Keteknikan, Sistem Manajemen dan Kesiapsiagaan Nuklir

e 2 3

6

6

28,7 306,9 19,6 449,0

DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

1

II.L.085.1

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
NO 1. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 - Persentase terlaksananya program dan kegiatan yang direncanakan. - Jumlah laporan kegiatan yang sesuai dengan sistem aplikasi pelaporan - Jumlah laporan keuangan yang sesuai dengan Sistem Akuntansi Publik (SAP). - Jumlah peraturan perundang- undangan yang disusun. - Persentase pelaksanaan kegiatan kerjasama luar negeri di bidang administrasi negara. - Persentase ketersediaan arsip dalam memenuhi kebutuhan administrasi dan keuangan. - Jumlah pegawai yang dikembangkan kapasitas dan kompetensinya. - Jumlah publikasi hasil pelaksanaan tupoksi LAN. - Persentase dukungan pelayanan yang dilakukan Persentase kelengkapan sarana dan prasarana layak pakai dan sesuai standar Luas bangunan gedung B (10.000 m2/7 lantai) 100% 1 Lap 1 Lap 1 paket 80% 100% 100 orang 1 paket 100% 70% 2014 100% 5 Lap 5 Lap 5 paket 80% 100% 825 orang 5 paket 100% 100%
K) K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 649,5

PROGRAM DUKUNGAN Meningkatnya koordinasi perencanaan pembinaan, MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN pengendalian terhadap program, administrasi dan TUGAS TEKNIS LAINNYA LAN sumber daya serta kerjasama dalam lingkup LAN

K)

K)

K)

2.

PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR LAN

- Terlaksananya pembangunan, pengadaan dan peningkatan sarana dan prasarana di LAN - Terlaksanya penyelesaian pembangunan gedung B Jakarta

207,7

30%

100%

II.L.086.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
NO 3. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PENGKAJIAN ADMINISTRASI NEGARA DAN DIKLAT APARATUR NEGARA TARGET SASARAN - Meningkatnya kualitas pendidikan dan pelatihan sekolah pimpinan administrasi nasional secara optimal dan terukur. INDIKATOR 2010 - Persentase kelengkapan bahan pengembangan kurikulum dan bahan ajar pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (diklatpim) dan program pengembangan eksekutif nasional. - Persentase kelengkapan dan bahan ajar pendidikan dan pelatihan SPIMNAS bidang teknik manajemen, fungsional dan kebijakan pembangunan. - Meningkatnya kualitas perumusan, kualitas manajemen pelayanan publik, implementasi dan evaluasi serta monitoring kebijakan. - Tingkat kepuasan pengguna terhadap hasil telaahan, penyusunan agenda dan sistem yang terkait dengan perumusan implementasi dan evaluasi serta monitoring kebijakan. - Tingkat pemanfaatan hasil telaahan, penyusunan agenda dan pengembangan sistem yang terkait dengan perumusan, implementasi dan evaluasi serta monitoring kebijakan. - Tingkat kepuasan pengguna terhadap hasil telaahan dan pengembangan sistem yang terkait dengan manajemen pelayanan publik. - Tingkat pemanfaatan hasil telaahan dan pengembangan sistem yang terkait dengan manajemen pelayanan publik. - Meningkatnya kualitas pelaksanaan kajian dan penelitian dan pengembangan dibidang pengembangan administrasi pembangunan negara, pengembangan sistem informasi administrasi negara dan pengembangan hukum administrasi negara. - Indeks data penyusunan telaahan kebijakan. - Indeks data pengembangan hukum administrasi negara - Indeks data penyusunan agenda pengembangan administrasi negara. - Indeks data pengembangan kerjasama dan administrasi pembangunan sosial ekonomi. - Indeks data pengembangan sistem informasi dan otomasi administrasi negara. 90% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 151,6

100%

100%

50%

70%

10%

25%

60%

80%

20%

30%

60% 60% 40% 30% 30%

80% 80% 65% 50% 50%

II.L.086.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010 - Indeks implementasi rekomendasi kajian di bidang administrasi pembangunan, hukum administrasi negara dan sistem informasi dan otomasi administrasi negara. - Meningkatnya kualitas pembinaan diklat aparatur dan widyaiswara. Terbangunnya sistem diklat aparatur pola baru Standar kualitas diklat dan widyaiswara Jumlah juknis dan pedoman kediklatan 20% 2014 40% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

70% -

100% 1 SK Kepala LAN 1 modul 2 laporan 2 laporan 2 laporan 1 400 org 300 org
K)

1.

Peningkatan kualitas pembinaan pendidikan dan pelatihan aparatur

9,0

2. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknik manajemen dan kebijakan publik Tersusunnya modul dan terselenggaranya diklat pelayanan publik

Jumlah modul diklat Laporan sosialiasi pembaharuan sistem diklat pola baru Laporan hasil revitalisasi SIDA Laporan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan diklat

1 modul

K) K)

1 laporan 1 laporan 60 org

K) K)

3.

Peningkatan kualitas penyelenggaraan Terselenggaranya diklat kepemimpinan tingkat I pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat I , II , III dan IV Pengkajian kinerja sumber daya aparatur Tersusunnya kebijakan magang bagi calon pemimpin aparatur negara pada institusi bertaraf internasional Pengkajian manajemen kebijakan

Jumlah Peraturan Kepala LAN tentang Metode dan Modul Diklat Pelayanan Publik Jumlah peserta diklat TOT pelayanan publik berbasis kinerja Jumlah peserta diklat kepemimpinan tingkat I

K)

1,9

K)

K)

4.

5.

Jumlah kebijakan tentang magang bagi calon pemimpin aparatur negara Jumlah laporan review kebijakan magang Tersusunnya kebijakan penyelenggaraan diklat bagi Jumlah petunjuk teknis tentang penyelenggaraan diklat bagi upaya penanganan dampak reformasi birokrasi upaya penanganan dampak reformasi birokrasi instansi instansi

-

1 kebijakan 1 laporan 1 Kajian, 1 Perka LAN

K)

11,7 1,2

K) K)

1,8

TOTAL ALOKASI LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

1.008,8

II.L.086.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
NO
I

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS
PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ANRI

TARGET SASARAN
Meningkatnya efektifitas koordinasi perencanaan program dan kegiatan serta pengelolaan administrasi di lingkungan ANRI

INDIKATOR 2010
1. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja 3. Jumlah pengunjung ANRI 4. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 5. Persentase layanan di bidang hukum dan kerjasama yang tepat sasaran 6. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 7. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja 8. Persentase penyelesaian SOP unit kerja 9. Persentase penyelesaian adminstrasi kepegawaian terkait dengan kenaikan pangkat dan usulan pensiun pegawai 10. Persentase penempatan pegawai sesuai dengan kompetensi 11. Persentase peningkatan kualitas pengelolaan, penatausahaan anggaran/barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya 12. Persentase ketersedian pedoman pengelolaan/data base arsip dinamis dan ketersedian program/daftar arsip vital serta ketepatan waktu pendistribusian surat/barang cetakan 100% 20% 2.900 org 90% 90% 100% 100% 100% 100%

2014
100% 20% 37.245 org 90% 90% 100% 100% 100% 100%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
322,3

100% 100%

100% 100%

100%

100%

II.L.087.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS TARGET SASARAN INDIKATOR 2010
13. Jumlah laporan hasil pengawasan dan rekomendasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di bidang kearsipan 14. Jumlah instansi/perusahaan yang memanfaatkan jasa kearsipan - Jumlah PP - Jumlah Inpres - Jumlah Perka. ANRI 6 Laporan

2014
30 Laporan
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

8 Instansi - 4 PP tentang: · Sistem Kearsipan Nasional (SKN), Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN), Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN); · Pengelola-an Arsip Dinamis; · Pengelola-an Arsip Statis; dan · Penyusu-tan Arsip - 1 Inpres, dan - 1 Perka ANRI 100%

40 Instansi 7 PP, 1 Inpres, 52 Perka ANRI

K)

1.

Peningkatan layanan hukum, pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan, dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI

Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

K)

7,0

II

PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ANRI

Meningkatnya efektifitas pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip

Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip

100%

85,6

II.L.087.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
NO
III

PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS
PROGRAM PENYELENGGARA-AN KEARSIPAN NASIONAL

TARGET SASARAN
Meningkatnya kualitas pembinaan kearsipan secara efektif dan efisien

INDIKATOR 2010
1. Persentase lembaga dan unit kearsipan yang sudah terakreditasi 2. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu 3. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) 4. Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai input penyempurnaan sistem kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 5. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 5% 5%

2014
25% 75%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
207,3

5%

25%

80%

80%

2 angkatan diklat penciptaan Arsiparis 750 peserta diklat teknis

2 6 angkatan diklat penciptaan Arsipa-ris 1500 peserta diklat teknis 2250 peserta diklat teknis 30 instansi pusat

K)

K)

K)

1.

Pembinaan kearsipan pusat

Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK)

Jumlah instansi pusat dan Lembaga Kearsipan Pusat yang sudah menerapkan SIKD-TIK

10 instansi pusat

K)

11,4

TOTAL ALOKASI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

615,2

II.L.087.3

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010
- Persentase monev yang digunakan sebagai bahan perbaikan proses perencanaan pada periode selanjutnya - Persentase terlaksananya program dan kegiatan yang direncanakan - Persentase penempatan pegawai yang sesuai dengan kompetensi - Persentase laporan asset BKN yang dinilai wajar - Opini BPK tentang laporan keuangan BKN - Lamanya waktu merespon berita negatif - Jumlah dokumentasi, informasi dan publikasi kegiatan BKN - Persentase gedung kantor yang dimiliki dengan gedung kantor yang dibutuhkan - Persentase gedung pusdiklat BKN yang dimiliki dengan gedung pusdiklat yang dibutuhkan - Persentase gedung arsip yang dimiliki dengan gedung arsip yang dibutuhkan - Persentase perbandingan rumah dinas yang dimiliki dengan kebutuhan - Persentase sarana penunjang yang dimiliki dengan sarana penunjang yang dibutuhkan 50%

2014
80%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
1.382,3

I.

PROGRAM DUKUNGAN - Meningkatnya efektifitas koordinasi perencanaan MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN program dan kegiatan, sumber daya serta TUGAS TEKNIS LAINNYA BKN pengelolaan administrasi di lingkungan BKN

100% 50% 60% WDP 10 hari 40 100% 0% 63% 60% 70%

100% 80% 95% WTP 1 hari 95 100% 100% 100% 100% 90% 413,0

II.

PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR BKN

- Terlaksananya pembangunan, pengadaan dan peningkatan sarana dan prasarana di BKN

II.L.088.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS
PROGRAM PENYELENGGARAAN MANAJEMEN KEPEGAWAIAN NEGARA

SASARAN

INDIKATOR 2010 2014
100%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)
514,7

III.

- Terwujudnya rumusan kebijakan di bidang perencanaan dan pengembangan kepegawaian

- Presentase instansi pemerintah yang mengusulkan formasi PNS berdasarkan pedoman perencanaan kebutuhan pegawaii - Persentase instansi pemerintah yang telah menerapkan standar kompetensi jabatan di lingkungannya - Persentase hasil kajian/penelitian yang digunakan dalam penyusunan kebijakan nasional bidang kepegawaian - Persentase lulusan diklat teknis manajemen PNS yang telah menempati posisi sesuai dengan bidangnya - Persentase instansi pemerintah yang menerapkan penilaian kompetensi PNS dalam pengembangan karir kepegawaian di lingkungannya - Persentase PNS memiliki kompetensi jabatan sesuai bidangnya - Persentase produk peraturan perundang-undangan kepegawaian mengacu pada UU Nomor 43 Tahun 1999 dan peraturan pelaksanaannya - Jumlah kebijakan kepegawaian baru yang ditetapkan - Persentase instansi pemerintah yang telah menerapkan reward & punishment sesuai kinerjanya serta pola pengembangan karier yang jelas - Persentase instansi pemerintah yang telah menerapkan employee benefit program - Persentase PNS yang memiliki kompetensi jabatan sesuai dengan bidangnya

30%

20%

100%

10%

40%

40% 20%

80% 100%

50%

75% 90%

- Terwujudnya rumusan kebijakan pembinaan kinerja dan pelaksanaan penyusunan peraturan perundang-undangan bidang kepegawaian

2 Naskah 50%

7 Naskah 75%

K)

50% 40%

75% 100%

II.L.088.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010
- Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan di bidang pengadaan, kepangkatan, dan mutasi lainnya, pelayanan pensiun PNS dan Pejabat Negara serta penetapan pertimbangan status dan kedudukan kepegawaian - Persentase percepatan durasi penyelesaian penetapan SK, persetujuan, pertimbangan teknis kenaikan pangkat dan mutasi lainnya serta pensiun PNS dan pejabat negara - Persentase percepatan durasi penyelesaian penetapan NIP, Karpeg dan Karis/Karsu - Persentase percepatan durasi penyelesaian penetapan persetujuan / pertimbangan status dan kedudukan kepegawaian - Persentase tindak lanjut evaluasi kinerja/pelayanan kepegawaian - Lamanya waktu pelayanan kepegawaian yang telah disempurnakan - Persentase instansi yang menerapkan sistem aplikasi kepegawaian secara online - Persentase data PNS yang up to date dan akurat - Jumlah jenis pelayanan kepegawaian yang dilaksanakan secara online sesuai standar pelayanan mutu - Jumlah stakehoulder menggunakan sistem KPE - Persentase dokumen/arsip fisik yang mudah diakses secara cepat lengkap dan benar - Persentase ketersediaan kebijakan-kebijakan pelaksanaan wasdal/bimtek di bidang kepegawaian - Persentase penurunan pelanggaran norma, standar dan prosedur (sengketa bidang kepegawaian ) - Persentase lulusan Diklatfung yang diangkat dalam jabatan fungsional sesuai dengan kompetensi jabatan masing-masing 80%

2014
90%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

80% 80%

90% 90%

80% 30 hari 10% 30% 2 Paket

90% 20 hari 90% 90% 4 Paket

Terwujudnya layanan kepegawaian dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan mudah, berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan dukungan database PNS yang akurat yang dapat dipakai sebagai bahan penyusunan kebijakan di bidang kepegawaian

31 Instansi 20% 50% 20% 20%

150 Instansi 80% 90% 60% 80%

K)

Meningkatnya efektifitas pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kepegawaian

II.L.088.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010
- Persentase jumlah PNS yang diangkat dalam jabatan struktural/fungsional sesuai dengan standar kompetensi jabatan yang diterapkan (the right man on the right place ) 1. Pembangunan, pengembangan sistem informasi dan pengolahan data kepegawaian - Terbangunnya sistem informasi kepegawaian yang terpadu - Persentase berfungsinya sistem informasi kepegawaian nasional - Persentase SAPK online di semua instansi pusat dan daerah - Persentase tingkat keakuratan data kepegawaian yang disajikan BKN - Jumlah petunjuk teknis penataan kepegawaian sebagai dampak pelaksanaan reformasi birokrasi - Persentase jumlah pegawai yang telah tertangani statusnya sebagai dampai reformasi birokrasi - Jumlah kebijakan tentang right sizing kepegawaian 20%

2014
80%

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

25% 25% 30% -

100% 100% 100% 1 Perka BKN 80% 1 Perka BKN
K) K)

174,9

2.

Perencanaan kepegawaian dan formasi

- Terbangunnya database kepegawaian yang lengkap, akurat, dan terkini - Tersusunnya kebijakan realokasi/distribusi pegawai dan pelaksanaannya

4,8

- Tersusunnya kebijakan right sizing kepegawaian

TOTAL ALOKASI BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

2.310,1

II.L.088.4

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
TARGET NO 1. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM PENGAWASAN INTERN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA DAN PEMBINAAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH SASARAN - Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP pada Kementerian/ Lembaga Bidang Perekonomian INDIKATOR 2010 - Persentase hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders - Persentase hasil pengawasan kebendaharaan umum negara yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh Menteri Keuangan - Persentase masukan yang dimanfaatkan Presiden - Persentase Kementerian/Lembaga yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP - Tingkat opini BPK terhadap LKPP - Persentase peningkatan penerimaan negara dari hasil pengawasan - Persentase hasil pengawasan atas permintaan stakeholders yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders - Persentase K/L dan Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008 70% 2014 90% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.573,7

50%

90%

60% 60% 60% 70% 50%

60% 95% 80% 85% 90%

20%

70%

II.L.089.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN - Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP pada Kementerian/ Lembaga Bidang Polsoskam INDIKATOR 2010 - Persentase hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders - Persentase hasil pengawasan kebendaharaan umum negara yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh Menteri Keuangan - Persentase masukan yang dimanfaatkan Presiden - Persentase Kementerian/Lembaga yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP - Persentase peningkatan penerimaan negara dari hasil pengawasan - Persentase hasil pengawasan atas permintaan stakeholders yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders - Persentase hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders - Persentase hasil pengawasan kebendaharaan umum negara yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh Menteri Keuangan - Persentase masukan yang dimanfaatkan Presiden - Persentase Kementerian/Lembaga yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP - Persentase hasil pengawasan atas permintaan stakeholders yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders - Jumlah IPD yang melaksanakan pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal/Pelayanan Prima 50% 2014 90% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

50%

90%

60% 60% 50% 50%

60% 95% 90% 90%

- Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP pada instansi Pemerintah Daerah

50%

90%

50%

90%

75% 75% 100%

75% 95% 100%

50

300

II.L.089.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN - Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP pada Badan Usaha Milik Negara/Pemerintah Daerah INDIKATOR 2010 - Persentase BUMN/BUMD/BLU/BLUD yang GCG atau KPI mendapat skor baik - BUMD yang kinerjanya memperoleh minimal predikat baik - Persentase hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders - Persentase hasil pengawasan kebendaharaan umum negara yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh Menteri Keuangan - Persentase BUMN yang kinerja PSO-nya baik - Persentase BUMD yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP - Persentase masukan yang dimanfaatkan Presiden - Persentase pemahaman dan kepedulian atas permasalahan korupsi - IPP/IPD/BUMN/BUMD berisiko fraud yang mengimplementasikan FCP - IPP/IPD/BUMN/BUMD yang membuat/mengoreksi kebijakan - Persentase terselesaikannya kasus HKP, klaim, dan ekskalasi - Persentase penyerahan kasus kepada instansi penegak hukum - Persentase hasil audit investigasi yang ditindaklanjuti oleh instansi berwenang - Persentase telaahan terhadap laporan penugasan investigasi yang memenuhi standar - Reviu terhadap laporan dan pengaduan masyarakat ditindaklanjuti - Persentase masukan yang dimanfaatkan Presiden 35% 30% 0% 2014 75% 70% 75% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

0%

75%

0% 40% 75% 70% 10 10 80% 85% 20% 80% 10% 70%

80% 60% 75% 80% 60 35 84% 85% 50% 90% 10% 70%
K)

- Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP terkait kegiatan investigasi

K)

II.L.089.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
TARGET NO 1. PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS Pengendalian/pelaksanaan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP Kementerian/Lembaga bidang fiskal dan investasi SASARAN - Terlaksananya Pembinaan Penyelenggaraan SPIP INDIKATOR 2010 - Jumlah Keputusan Kepala BPKP tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan SPIP - Jumlah peserta diklat SPIP - Jumlah K/L dan Pemda yang mendapatkan sosialisasi SPIP - Jumlah K/L dan Pemda yang mendapatkan konsultasi dan bimbingan teknis penyelenggaraan SPIP 2. PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA BPKP Meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan kapasitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP - Persentase jumlah rencana penugasan pengawasan yang terealisasi 26 1.650 575 116 2014 46 5.700 1035 655
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 61,6

K) K)

K)

70%

90%

2.298,3

- Persentase jumlah pegawai BPKP yang kompeten dan profesional di setiap bidang kompetensi yang dibutuhkan - Persepsi kepuasan terhadap pelayanan pengelola kepegawaian dan organisasi - Persepsi kepuasan pengguna atas pencairan anggaran yang diajukan sesuai prosedur - Tingkat opini BPK terhadap laporan keuangan BPKP - Persepsi kepuasan pegawai/satuan kerja atas pembinaan dan bantuan hukum - Persepsi publik yang positif terhadap BPKP - Indeks efektivitas pengelolaan aset - Persepsi kepuasan terhadap pelayanan pengelolaan sarpras - Persentase tindak lanjut hasil pengawasan Inspektorat BPKP

70%

90%

7,2 skala likert 7,5 skala likert 100% 7,5 skala likert 75% 100% 7,5 skala likert 70%

8 skala likert 8,50 skala likert 100% 8,5 skala likert 83% 100% 8,3 skala likert 80%

II.L.089.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
TARGET NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 - Rasio SDM terdiklat sesuai kompetensi terhadap total jumlah yang dibutuhkan - Persentase Pemanfaatan hasil Litbang - Tingkat penerapan Jabatan Fungsional Auditor - Pencapaian tatakelola APIP yang baik - Tingkat persepsi kepuasan Instansi Pemerintah atas auditor bersertifikat - Terimplementasinya sistem informasi untuk mendukung pengambilan keputusan internal (manajemen BPKP) - Terimplementasinya Sistem Kendali Akuntabilitas Presiden (PASS) Tingkat kepuasan penerimaan layanan (skala likert 1-10) 82% 70% 60% 20% 7 skala likert 46% 2014 90% 80% 80% 60% 8 skala likert 70% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

49% 7,5

100% 8,3 107,1

3.

PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR BPKP

Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana aparatur BPKP

TOTAL ALOKASI BPKP 2010-2014 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

3.979,1

II.L.089.5

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 1. DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PERDAGANGAN Terwujudnya tatakelola yang baik dan kualitas layanan serta dukungan yang tinggi terhadap unit kerja dilingkungan Kementerian Perdagangan 1.Presentase penyelesaian SOP 2.Tercapainya implementasi pengadaan barang-jasa secara p y p p g gj elektronik 100% 2014 100% 60% % TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 2.364,0

Tingkat kepercayaan stakeholders (internal maupun 3.Prosentase penyelesaian Peraturan Menteri Perdagangan/ eksternal) yang tinggi. Keputusan Menteri Perdagangan 4.Presentasi penyelesaian penataan/modernisasi organisasi dilingkungan Kementerian Perdagangan 5.Kualitas laporan keuangan Kementerian Perdagangan (opini) dari BPK a. Pemberdayaan Dagang Kecil dan Menengah (Prioritas Bidang) Meningkatnya, kreatifitas, kapasitas, dan kompetensi UMKM sektor perdagangan 1. Jumlah kebijakan dan pedoman untuk pengembangan usaha UKM mitra binaan (bahan) 2. Jumlah UKM mitra binaan yang diberikan bimbingan teknis, promosi/pemasaran, kemitraan usaha, sarana dagang/sarana usaha produktif, sertifikasi, fasilitasi, pendaftaran serta akses jaringan pembiayaan 3. Jumlah UKM yang tercantum pada database PDKM

95%

95%

100%

100%

WDP 4 1.000

WTP 24 1.200
K)

110,0

200 50

1000 50

k)

4. Jumlah wirausaha baru dalam rangka pemberdayaan masyarakat madani melalui program Bantuan Sarana Usaha Mandiri (BSUM)-(UKM) 5. Jumlah kegiatan verifikasi dan evaluasi

6

6

II.L.090.1

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 b. Pengembangan Ekonomi Kreatif (Prioritas Bidang) Meningkatnya kontribusi pelaku kreatif (UKM Kreatif dan Insan Kreatif) terhadap PDB 1. Persentase PDB ekonomi kreatif terhadap PDB Nasional 2% 90% 400 2014 4% 90% 900 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 217,5

2. Persentase UKM Kreatif yang mendapat transaksi bisnis di pameran DN dan LN 3. Jumlah pelaku ekonomi kreatif yang diberikan promosi/pemasaran, kemitraan, fasilitasi, penghargaan, dan akses pembiayaan 4. 4 Persentase pelaku ekonomi kreatif di Indonesia yang pelak ang tercantum dalam database online 5. Jumlah brand produk ekonomi kreatif yang dihasilkan

20% 26 2

20% 93 2 73,0

c.

Pengembangan Standardisasi Bidang Perdagangan (Prioritas Bidang)

Terlaksananya standardisasi bidang perdagangan yang mengacu pada standar internasional

1.

Jumlah rumusan standar barang dan jasa perdagangan

2. Jumlah negosiasi pada sidang internasional yang terjadwal (sidang) 3. Jumlah penyusunan regulasi teknis standardisasi dalam bidang perdagangan 4. Pembuatan buku standar contoh karet konvensional (sesuai amanat International Rubber Asosiation - IRA - setiap 2 tahun) 5. Penyelesaian pendaftaran Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) (hari) 6. Persentasi dukungan dan pemahaman publik terhadap Kebijakan Standardisasi Bidang Perdagangan (indeks persepsi stakeholder)

18 1 -

21 5 800
K)

5 NA

3 80%

II.L.090.2

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2. PENINGKATAN SARANA DAN Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana PRASARANA APRATUR KEMENTERIAN aparatur Kementerian Perdagangan PERDAGANGAN PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR KEMENTERIAN PERDAGANGAN Terwujudnya pengawasan yang memberi nilai tambah terhadap peningkatan kinerja unit, akuntabilitas Laporan Keuangan dan tertib administrasi di lingkungan Kementerian Perdagangan. 1.% Jumlah Unit Eselon I di lingkungan Kementerian Perdagangan yang menerima manfaat berupa fasilitas sarana dan prasarana kantor guna menunjang kegiatan kelancaran operasional perkantoran. 1.Persentase penurunan jumlah temuan atas penyimpangan peraturan perundang-undangan. 2.Persentase jumlah pelaksanaan rekomendasi kebijakan 3.Peningkatan kualitas reviu Laporan Keuangan Kementerian 4.Peningkatan kualitas Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAK) Kementerian. 5.Jumlah unit yang memperoleh WTA (Wilayah Tertib Administrasi) 1.Jumlah kegiatan kajian kebijakan dan pengembangan yang dihasilkan dalam bidang perdagangan. 2.Persentase hasil kajian kebijakan dan pengembangan dalam bidang perdagangan yang dijadikan sebagai bahan masukan perumusan kebijakan 3. Persentase hasil kajian kebijakan dan pengembangan perdagangan yang diterbitkan dalam publikasi ilmiah 4.Jumlah Rekomendasi Kebijakan yang dihasilkan 5.Jumlah sistem dan pelayanan data/informasi perdagangan yang akurat dan mudah diakses 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 302,1

3.

167,7 25% 25% 9 keg 60 keg 4 unit 12 75% 75% 9 keg 60 keg 28 unit 15 317,2

4.

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERDAGANGAN

Meningkatnya kualitas hasil penelitian dan pengembangan bidang perdagangan

20

30

80

95

2 6.600

3 7.800

II.L.090.3

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 5. PENGEMBANGAN EKSPOR Meningkatnya diversifikasi pasar ekspor 1. Menurunnya pangsa ekspor di pasar ekspor utama (%) 2. Meningkatnya pangsa ekspor di pasar ekspor lainnya (%) 3.Meningkatnya pelayanan promosi dan hubungan dagang : a. a Jumlah kantor ITPC b. Jumlah pameran internasional & misi dagang c. Jumlah transaksi dagang (USD juta) d. Jumlah Inquiry 4.Jumlah informasi pasar dan produk (ditinjau dari negara tujuan ekspor) 5.Jumlah informasi produk dan produsen produk ekspor (ditinjau dari komoditi ekspor) 6.Jumlah pelatihan bagi eksportir dan calon eksportir a. Peningkatan kualitas promosi dan kelembagaan ekspor (Prioritas Bidang) Meningkatnya peran lembaga promosi dan nilai tambah produk ekspor non migas 1.Jumlah pameran dagang dalam negeri 2.Jumlah kerjasama dengan instansi terkait/asosiasi/dunia usaha 3.Jumlah penyelenggaraan kantor ITPC 4.Persentase penyerapan anggaran Dekon Pengembangan Ekspor Daerah 20 57 650 1800 53 27 120 21 8 20 100 30 113 850 4260 73 47 140 30 11 30 100 47 53 2014 41 59 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 1.425,9

726,1

II.L.090.4

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 b. Pengembangan Pasar dan Produk Ekspor di Wilayah Afrika dan Timur Tengah (Prioritas Bidang) Berkembangnya informasi pasar dan produk ekspor 1.Jumlah promosi dagang internasional yang diikuti bagi dunia usaha, serta meningkatnya kerjasama 2.Jumlah inquiry yang dihasilkan dari pameran dagang dengan instansi terkait di wilayah Afrika dan Timur 3.Jumlah peserta yang mengikuti pameran dagang Tengah 4.Jumlah buku petunjuk pasar, profil produk, analisa pasar dan katalog produk yang disusun 5.Jumlah 5 Jumlah kerjasama dengan instansi terkait dalam pengembangan produk dan pasar di wilayah Afrika dan Timur Tengah c. Pengembangan Pasar dan Produk Wilayah Asia, Australia, dan Selandia Baru (Prioritas Berkembangnya informasi pasar dan produk ekspor 1. bagi dunia usaha, serta meningkatnya kerjasama Jumlah promosi dagang internasional yang diikuti 20 600 160 27 5 2014 42 1.350 275 48 9 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 66,6

18 600 230 19 7

35 1.350 530 32 15

95,4

2. Jumlah inquiry yang dihasilkan dari pameran dagang 3. Jumlah peserta yang mengikuti pameran dagang 4. Jumlah buku petunjuk pasar, profil produk, analisa pasar dan katalog produk yang disusun 5. Jumlah kerjasama dengan instansi terkait dalam pengembangan produk dan pasar di wilayah Asia, Australia, dan Selandia Baru d. Pengembangan SDM Bidang Ekspor (Prioritas Bidang) Meningkatnya jumlah dan kualitas pelatihan eksportir dan calon eksportir 1.Jumlah pelatihan yang berorientasi ekspor

120

140

131,5

2.Jumlah pelayanan prima terhadap peserta diklat 3.Jumlah pengembangan kurikulum dan metode diklat 4.Jumlah laporan monitoring dan evaluasi diklat ekspor 5.Jumlah kegiatan promosi kegiatan PPEI 6.Jumlah kerjasama diklat ekspor di dalam dan luar negeri 7.Jumlah peserta kegiatan temu alumni 8.Jumlah kegiatan partisipasi pameran bersama bagi alumni sebagai layanan program pascadiklat

50 9 120 25 55 100 4

70 10 140 50 65 100 12

II.L.090.5

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 e. Pengembangan Pasar dan Produk Wilayah Amerika dan Eropa (Prioritas Bidang) Berkembangnya informasi pasar dan produk ekspor 1. bagi dunia usaha, serta meningkatnya kerjasama dengan instansi terkait di wilayah Amerika dan Eropa Jumlah promosi dagang internasional yang diikuti 19 2014 36 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 107,2

2. Jumlah inquiry yang dihasilkan dari pameran dagang 3. J l h 3 Jumlah peserta yang mengikuti pameran dagang ik i d 4. Jumlah buku petunjuk pasar, profil produk, analisa pasar dan katalog produk yang disusun 5. Jumlah kerjasama dengan instansi terkait dalam pengembangan produk dan pasar di wilayah Amerika dan Eropa 6. PROGRAM PENINGKATAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI Meningkatnya efektivitas pelaksanaan perdagangan 1.Jumlah Rumusan kebijakan di bidang perdagangan luar luar negeri negeri (peraturan) 2.Waktu penyelesaian perijinan ekspor dan impor (hari) 3.Jumlah Pengawasan dan pengendalian mutu barang (komoditi) 4.Jumlah Pembinaan pelaku usaha dan pemangku kepentingan di bidang perdagangan luar negeri (kegiatan) 5.Persentase penyelesaian SOP pelayanan ekspor dan impor 6.Jumlah Perizinan ekspor dan impor yang dapat dilayani secara Online 1. Jumlah PP tentang Kawasan Ekonomi Khusus (peraturan) 2. Jumlah kebijakan perdagangan yang dilimpahkan ke KEK (peraturan)

600 195 19 4

1.560 350 33 9

24 4 3 24

25 1 10 24

1.044,7

100% 40 1 1

100% 93 2 5
k)

a.

Dukungan Sektor Perdagangan Terhadap Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (Prioritas Nasional)

Meningkatnya peranan sektor perdagangan di kawasan ekonomi khusus

10,9

II.L.090.6

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 b. Pengelolaan Fasilitasi Ekspor dan Impor (Prioritas Nasional) Tersedianya kebijakan, Koordinasi, Bimbingan 1.Jumlah penerbitan kebijakan fasilitasi ekspor dan impor Teknis, Monitoring dan Evaluasi di bidang fasilitasi (Peraturan) ekspor dan impor 2.Jumlah pengembangan sistem elektronik bidang fasilitasi pelayanan publik (Kegiatan) 3.Jumlah pengguna perijinan ekspor/impor online melalui INATRADE (Perusahaan) 4.Jumlah bimbingan teknis bidang fasilitasi perdagangan (Kegiatan) 5.Jumlah koordinasi bidang fasilitasi perdagangan (Kegiatan) 6.Jumlah partisipasi sidang - sidang fasilitasi perdagangan didalam dan luar negeri (Kegiatan) 7.Jumlah laporan evaluasi pelaksanaan monitoring fasilitasi perdagangan (Bahan) PEDULI MUTU : 1.1 Jumlah bimbingan teknis, sosialisasi, monitoring untuk meningkatkan mutu produk ekspor (komoditi) 1.2 Jumlah bimtek, sosialisasi untuk meningkatkan kepedulian mutu produk impor (daerah) KENDALI MUTU: 2.1Pengawasan mutu barang ekspor melalui preshipment inspection (komoditi) 2.2 Pengawasan mutu barang impor melalui pengawasan prapasar dengan mekanisme pendaftaran Nomor Pendaftaran Barang (NPB) 4 2014 4 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 100,8

2 1.500 5 60 17 5 3

2 7.500 5 60 17 5 10 111,6

c.

Peningkatan Pengawasan dan Pengendalian Mutu Barang (Prioritas Bidang)

Tersedianya kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan dan pengendalian mutu

8 3

8 10

650

3400

II.L.090.7

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2.3 Pengawasan mutu barang produk dalam negeri setara dengan mutu produk impor melalui mekanisme pendaftaran Nomor Regristrasi Produk (NRP) JEJARING KERJA MUTU 3.1 Road map kerjasama lembaga penilaian kesesuaian (LPK) baik dalam maupun luar negeri 3.2 3 2 Jumlah kemampuan Lembaga Penilai Kesesuaian (LPK) yang dipantau 3.3 Jumlah pejabat fungsional Penguji Mutu Barang (PMB) (orang) 3.4 Jumlah Penetapan Angka Kredit (PAK) Penguji Mutu Barang (PMB) yang diterbitkan 1. Jumlah rumusan kebijakan/peraturan di bidang impor (peraturan) 100 2014 500
k)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

1

5

k)

20 65 95 5

100 325 495 5 48,0

d.

Pengelolaan Impor (Prioritas Bidang)

Tersedianya kebijakan, standardisasi, dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang impor

2. Jumlah data dan informasi importasi barang yang diatur tataniaga impornya (jenis) 3. Jumlah penerbitan penetapan importir terdaftar(IT), 4. Jumlah penerbitan pengakuan sebagai Importir Produsen (IP) 5. Jumlah penerbitan surat persetujuan Impor (SPI) 6. Jumlah bimbingan teknis di bidang impor (kegiatan) 7. Jumlah laporan evaluasi pelaksanaan kebijakan impor (dokumen)

3 4.000 2.000 3.000 5 5

15 5.000 2.800 4.000 9 25

K)

K)

II.L.090.8

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 7. PROGRAM PENINGKATAN KERJASAMA Meningkatnya kerja sama perdagangan PERDAGANGAN INTERNASIONAL internasional dalam rangka peningkatan dan pengamanan akses pasar 1.Pemenuhan Asean Economic Community (AEC) Blue Print berdasarkan Scorecard (%) 2.Jumlah profil kasus tuduhan dumping, tuduhan subsidi, dan tindakan safeguard 3.Jumlah partisipasi dalam for a perundingan dan kerjasama perdagangan internasional 4.Jumlah 4 Jumlah hasil perundingan perdagangan internasional (Agreement, kesepakatan kerjasama komoditi, MRA, MoU,agreement, Agreed Minutes, Declaration, Chair Report) 70 19 174 140 2014 90 20 311 192 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 494,6

a.

Peningkatan Peran dan Kemampuan Diplomasi Perdagangan Internasional (Prioritas Nasional)

5.Jumlah kesepakatan kerjasama perdagangan yang diratifikasi Meningkatnya peran dan kemampuan Indonesia 1.Jumlah partisipasi dalam perundingan perdagangan dibidang diplomasi perdagangan internasional guna internasional pembukaan, peningkatan, dan pengamanan akses pasar 2.Jumlah posisi runding yang disusun

7 40

1 55 179,9

40

55

3.Jumlah penyelenggaraan sidang internasional di Dalam Negeri 4.Jumlah hasil perundingan Perdagangan Internasional (MRA, MoU, Agreement, Agreed Minutes, Declaration, Chair Report) 5.Jumlah forum konsultasi teknis kesepakatan perundingan internasional 1.Jumlah partisipasi dalam perundingan kerjasama bilateral di kawasan Asia, Amerika dan Australia

8 34

8 34

6 20

8 42 26,0

b.

Peningkatan Kerjasama dan Perundingan Bilateral di Kawasan Asia, Amerika dan Australia (Prioritas Bidang)

Meningkatnya hasil kerjasama dan perundingan perdagangan bilateral di kawasan Asia, Amerika dan Australia

2.Jumlah hasil perundingan kerjasama perdagangan bilateral di kawasan Asia, Amerika dan Australia

5

2

II.L.090.9

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3.Jumlah kesepakatan kerjasama perdagangan bilateral di kawasan Asia, Amerika dan Australia yang diratifikasi c. Peningkatan Kerjasama dan Perundingan Bilateral di Kawasan Afrika, Eropa, dan Timur Tengah (Prioritas Bidang) Meningkatnya hasil kerjasama dan perundingan perdagangan bilateral di Kawasan Afrika, Eropa, dan Tmur Tengah 1.Jumlah partisipasi dalam perundingan kerjasama bilateral di Kawasan Afrika, Eropa, dan Timur Tengah 1 2014 2
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

12

12

26,0

2.Jumlah hasil perundingan kerjasama perdagangan bilateral di Kawasan Afrika, Eropa, dan Timur Tengah 3.Jumlah kesepakatan kerjasama perdagangan bilateral di Kawasan Afrika, Eropa, dan Tmur Tengah yang diratifikasi d. Peningkatan Kerjasama di Bidang Perdagangan Jasa (Prioritas Bidang) Peningkatan Pengamanan dan Perlindungan Akses Pasar (Prioritas Bidang) Meningkatnya Kerjasama di Bidang Perdagangan Jasa 1. Jumlah perundingan bidang jasa yang diikuti

6

20

K)

0

1

10 3 28 19

30 2 30 20

20,4

e.

2. Jumlah hasil perundingan bidang jasa di forum internasional Meningkatnya hasil pengamanan dan perlindungan 1.Jumlah submisi/sanggahan atas tuduhan dumping/tuduhan akses pasar subsidi/tuduhan safeguard 2.Jumlah abstraksi atas non confidential complaint tuduhan dumping, tuduhan subsidi, dan tindakan safeguard 3.Jumlah profil kasus tuduhan dumping, tuduhan subsidi dan tindakan safeguard Meningkatnya efektivitas kebijakan yang menunjang 1.Persentase ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat pengembangan dan pengamanan perdagangan dalam negeri 2.Persentase rata-rata perbedaan tingkat harga Bahan Pokok antar provinsi di Indonesia 3.Jumlah Perizinan di bidang Perdagangan Dalam Negeri yang dilayani secara online 4.Waktu penyelesaian perizinan dan non perizinan dibidang perdagangan dalam negeri (hari) 5.Persentase masyarakat yang memahami perlindungan konsumen

34,3

19 90% 15%

20 98% 9% 2.425,5

8.

PROGRAM PENGEMBANGAN DAN PENGAMANAN PERDAGANGAN DALAM NEGERI

12 6 2,5 %

21 2 12,5 %

II.L.090.10

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 6.Jenis barang beredar ber-SNI Wajib yang diawasi (notifikasi WTO) a. Peningkatan Kelancaran Distribusi Bahan Pokok (Prioritas Nasional) 1. Jumlah rumusan kebijakan dan standar, norma, kriteria Terlaksananya kebijakan dan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan kelancaran distribusi dan dan prosedur di bidang pembinaan pasar dan distribusi (jenis) stabilisasi harga bahan pokok 2. 2 Jumlah pelaku usaha yang mengikuti pembinaan, pembinaan pelatihan dan bimbingan teknis (orang) 3. Persentase rata-rata perbedaan tingkat harga Bahan Pokok antar provinsi di Indonesia 4. Persentase ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat 5. Jumlah perizinan di bidang pembinaan pasar dan distribusi yang dilayani secara online 6. Waktu penyelesaian perizinan dan non perizinan di bidang pembinaan pasar dan distribusi (hari) 1. Jumlah pengembangan pasar percontohan (unit) 14 6 2014 46 25
K)

TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

226,8

1.920 1 920 15% 90% 6 6 13

3.000 3 000 9% 98% 11 2 26 875,5

b.

Pengembangan Sarana Distribusi Perdagangan (Prioritas Nasional)

Terbangunnya sarana distribusi dalam rangka kelancaran distribusi barang pokok

2. Jumlah pembangunan pusat distribusi (unit) 3. Jumlah rekomendasi penataan sistem distribusi (rekomendasi) 1.Jumlah rumusan kebijakan pembinaan usaha, lembaga perdagangan dan pendaftaran perusahaan yang disusun (kebijakan) 2. Jumlah perizinan di bidang usaha perdagangan yang dilayani secara online

2 10

4 6 10

K)

c.

Pengembangan Kelembagaan dan Pelaku Usaha Perdagangan (Prioritas Bidang)

Terlaksananya kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan kelembagaan dan pelaku usaha di bidang perdagangan dalam negeri

85,7

6

7

II.L.090.11

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 3. Waktu penyelesaian perizinan dan non perizinan di bidang usaha perdagangan(hari) 6 2014 2 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar)

4.Jumlah data dan informasi perusahaan (perusahaan) 5.Jumlah pelaku usaha mengikuti pembinaan, pelatihan dan bimbingan teknis (orang) 6.Jumlah waralaba asing yang terdaftar (berdasarkan jumlah Surat Tanda Pendaftaran Waralaba-STPW yang dikeluarkan oleh kementerian perdagangan) 7.Jumlah waralabalokal/UKM yang terdaftar (berdasarkan jumlah Surat Tanda Pendaftaran Waralaba-STPW yang dikeluarkan oleh Disperindag Kabupaten/Kota) d. e. Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Meningkatnya penggunaan produk dalam negeri Negeri (Prioritas Bidang) Pengembangan Kebijakan dan Pemberdayaan Terlaksananya kebijakan pemberdayaan Perlindungan Konsumen (Prioritas Bidang) perlindungan konsumen Jumlah promosi produk dalam negeri (kegiat