Anda di halaman 1dari 580

RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014

PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT


TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

1 Program Pelaksanaan Tugas Terlaksananya tugas konstitusional MPR dan alat 1 Peraturan Tata Tertib MPR dan Kode Etik Anggota MPR 100% - 713,2
Konstitusional MPR dan Alat kelengkapannya sesuai dengan ketentuan peraturan
Kelengkapannya (MPR RI) perundang-undangan 2 Terlaksananya Sidang Akhir Masa Jabatan MPR periode - 1 kali
2009-2014
3 Terlaksananya Sidang Awal Masa Jabatan Anggota periode - 1 kali
tahun 2014-2019
4 Terlaksananya Sidang Pelantikan Presiden dan Wakil - 1 kali
Presiden hasil Pemilu 2014
5 Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap Nilai-Nilai 100% 100%
Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
Bhineka Tunggal Ika
1.1 Pelaksanaan Tugas MPR Terumuskannya berbagai aturan dan tata cara pelaksanaan 1 Tersedianya peraturan Tata Tertib MPR 100% - 13,0
tugas-tugas konstitusional MPR sebagaima- na tertuang 2 Tersedianya kode etik anggota MPR 100% -
dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 3 Terlaksananya Sidang Akhir Masa Jabatan MPR periode - 100%
Tahun 1945 serta terlaksananya sidang MPR 2009-2014
4 Terbentuknya MPR masa Jabatan periode tahun 2014-2019 - 100%

5 Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilu 2014 - 100%

II.L.001.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

1.2 Pelaksanaan Tugas Pimpinan Terlaksananya sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila, Undang- 1 Jumlah badan diklat provinsi yang telah menyelenggarakan 7 badan diklat provinsi 31 badan diklat K) 700,2
MPR Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, TOT untuk masing-masing 50 widyaiswara provinsi
Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka
Tunggal Ika

2 Jumlah pelaksanaan sosialisasi di daerah pemilihan masing- 2768 13.148 K)

masing oleh seluruh Anggota MPR


3 Jumlah sekolah yang mengikuti seleksi cerdas cermat dari 33 594 sekolah 594 sekolah
provinsi
4 Jumlah sosialisasi publik melalui dialog interaktif di TVRI 80 kali 400 kali K)

dan RRI
5 Jumlah organisasi/kelompok masyarakat yang bekerjasama 25 ormas 200 ormas K)

dengan MPR menyelenggarakan Sosialisasi

6 Jumlah Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan MPR 50 kab/kota 50 kab/kota


menyelenggarakan Sosialisasi untuk aparatur Pemerintah
Daerah serta guru PPKN dan sejarah.
7 Jumlah baliho yang terpasang di 33 provinsi 165 buah 825 buah K)

8 Jumlah paket bahan ajar untuk sekolah tingkat dasar, 165.000 paket 825.000 paket K)

menengah, dan lingkungan pendidikan agama di 33 provinsi

9 Jumlah Lomba karya tulis konstitusi untuk tingkat pelajar 2 lomba 10 lomba K)

dan mahasiswa
10 Jumlah paket buku yang terdistribusi ke perpustakaan sekolah 165.000 paket 825.000 paket K)

di 33 provinsi
11 Jumlah paket buku yang terdistribusi pada acara sosialisasi 10.000 paket 50.000 paket K)

yang dilaksanakan oleh para trainer di daerah

12 Jumlah iklan layanan masyarakat di televisi 7.300 kali tayang 36.500 kali tayang K)

II.L.001.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

2 Program Dukungan Manajemen Meningkatnya kualitas pelayanan teknis dan administrasi 1 % Dukungan teknis dan administrasi persidangan MPR dan 100% 100% 213,4
dan Pelaksanaan Tugas Teknis kepada MPR dan Alat Kelengkapannya Alat kelengkapannya
MPR (Setjen MPR)
2 % Dukungan teknis dan administrasi kesekretariatan 100% 100%
pimpinan MPR
3 % Dukungan teknis dan administrasi Kehumasan 100% 100%
4 % Dukungan teknis dan administrasi Keanggotaan dan 100% 100%
Kepegawaian
5 % Dukungan teknis dan administrasi Keuangan 100% 100%
6 % Dukungan teknis dan administrasi Pengkajian 100% 100%
2.1 Dukungan teknis dan administrasi Terlayaninya dukungan teknis dan administrasi 1 %Dukungan pelaksanaan sidang MPR dan Alat 100% 100%
persidangan MPR dan Alat persidangan MPR dan Alat kelengkapannya Kelengkapannya
kelengkapannya 2 %Dukungan pelaksanaan sosialisasi 100% 100%
2.2 Pelaksanaan Tugas Kesekretariatan Terlaksananya dukungan kesekretariatan dan kegiatan 1 % Pelaksanaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan 100% 100% 32,6
Pimpinan Pimpinan MPR Pimpinan MPR
(Biro Sekretariat Pimpinan) 2 % Fasilitasi kegiatan Pimpinan MPR 100% 100%
2.3 Penyelenggaraan Kehumasan Terlaksananya kegiatan pemberitaan, keprotokolan, 1 % Dukungan penyebarluasan informasi kegiatan MPR dan 100% 100% 69,0
(Biro Hubungan Masyarakat) pengolahan data dan sistem informasi, penerbitan naskah Alat kelengkapannya
kemajelisan, serta pelayanan perpustakaan dan 2 % Pelayanan keprotokolan Pimpinan dan Anggota MPR serta 100% 100%
dokumentasi dalam lingkup MPR Sekretariat Jenderal
3 % Pelayanan penerbitan naskah MPR dan Sekretariat Jenderal 90% 90%

4 % Pelayanan perpustakaan dan dokumentasi 60% 100%


5 % Dukungan sistem informasi kemajelisan 60% 100%
2.4 Kegiatan Pengelolaan Terselenggaranya administrasi keanggotaan dan 1 % Dukungan teknis dan administrasi Keanggotaan dan 100% 100% 50,0
Administrasi MPR dan Sekretariat kepegawaian, perencanaan dan evaluasi, ketatausahaan Kepegawaian
Jenderal (Biro Administrasi) serta pelayanan kesehatan Sekretariat Jenderal 2 % Dukungan teknis dan administrasi perencanaan dan 100% 100%
evaluasi
3 % Dukungan teknis dan administrasi ketatausahaan 100% 100%
4 % Pelayanan kesehatan 80% 80%

II.L.001.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

2.5 Kegiatan Pengelolaan Pelayanan administrasi keuangan Pimpinan dan Anggota 1 % Pelayanan Pembayaran gaji dan tunjangan 100% 100% 52,5
Administrasi Keuangan MPR dan MPR serta pegawai Sekretariat Jenderal 2 % Pelayanan Pembukuan dan Verifikasi anggaran 100% 100%
Sekretariat Jenderal (Biro 3 % Administrasi perjalanan dinas dan perbendaharaan 100% 100%
Keuangan)
2.6 Pengkajian Kemajelisan (Pusat Pelayanan pengkajian Pimpinan MPR dan Setjen 1 % Dukungan kegiatan pengkajian dan penyusunan naskah 100% 100% 9,4
Pengkajian) pidato
3 Peningkatan Sarana dan Prasarana Tersedianya sarana dan prasarana fisik Majelis dan Sekjen 1 % Kebutuhan sarana dan prasarana terpenuhi sesuai 80% 80% 63,9
Aparatur MPR yang memadai kebutuhan
(Setjen MPR)
3.1 Pembangunan, Pengadaan, Pelayanan perlengkapan dan inventarisasi dalam lingkup 1 % Ketersediaan peralatan, perlengkapan kerja dan alat tulis 80% 80% 63,9
Peningkatan dan Pengelolaan MPR dan Sekretariat Jenderal kantor
Sarana dan Prasarana MPR (Biro 2 % Pemeliharaan gedung dan peralatan kantor 100% 100%
Kerumahtanggaan) 3 % Ketersedian ruang rapat, ruang kerja, rumah dinas dan 80% 80%
akomodasi serta sarana mobilitas lainnya
4 % Pelayanan pengamanan di lingkungan kantor dan rumah 100% 100%
dinas Pimpinan MPR dan Sekretariat Jenderal

TOTAL ALOKASI MPR 2010-2014 990,4

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.001.4
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA: DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAN SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (SETJEN DPR)
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
I Program Pelaksanaan Fungsi Legislasi DPR Terfasilitasinya Dewan dalam penyusunan UU 1. % kajian, naskah akademis, dan draft RUU sesuai standar dan 80% 100% 1.263,0
RI (Deputi Bidang Legislasi) tepat waktu
2. % pelayanan hukum yg akuntabel dan tepat waktu 90% 100%
3. % RUU yang diharmonisasi dan UU yang dilakukan 90% 100%
pemantauan
II Program Pelaksanaan Fungsi Anggaran Terfasiltiasinya Dewan berkenaan dengan Kebijakan % hasil analisis asumsi makro dan pembiayaan defisit sebagai 80% 90% 203,5
DPR RI (Deputi Bidang Anggaran) APBN yang tepat sasaran, transparan dan akuntabel referensi Anggota dalam pembahasan RAPBN dengan tepat
waktu
% hasil analisis kebijakan negara dan belanja daerah sebagai 80% 90%
referensi Anggota dalam pembahasan RAPBN dengan tepat
waktu
III Program Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Terfasilitasinya Dewan dalam melaksanakan fungsi % hasil analisis pengawasan pelaksanaan UU dan kebijakan 90% 100% 2.312,9
(Deputi Bidang Pengawasan) Pengawasan pemerintah

IV Program Dukungan Manajemen dan Seluruh kegiatan dewan memperoleh dukungan % fasilitas pelaksanaan persidangan yang tepat waktu dan tepat 75% 90% 789,2
Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya Setjen manajemen yang handal administrasi
DPR RI (Deputi Bidang Dukungan % fasilitas pelaksanaan tugas pimpinan yang tepat waktu 75% 90%
Manajemen Dan Persidangan)
% kelengkapan data dan informasi yang akurat, up-to-date dan 75% 90%
akuntabel
% pengelolaan SDM yang memenuhi standar 75% 90%

II.L.002.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA: DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAN SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (SETJEN DPR)
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
V Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan Kepuasan anggota DPR terhadap kinerja Setjen 75% 90% 6.900,7
Aparatur Sekretariat Jenderal DPR RI pelaporan menerapkan manajemen yang terintegrasi
(Deputi Bidang Administrasi) dengan data yang up to date dan akurat

Terbangunnya citra positif DPR/Indeks kepuasan masyarakat


terhadap DPR
% perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi 75% 90%
% kelengkapan sarana dan pra sarana yang tepat guna 75% 90%
% pelaporan keuangan dan pelaporan barang milik negara yang 75% 90%
akuntabel
% aparatur yang kompeten dan kelengkapan administrasi 75% 90%
Dewan
TOTAL ALOKASI DPR RI 2010-2014 11.469,3

II.L.002.2
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN


TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

I PROGRAM PEMERIKSAAN Meningkatnya cakupan dan mutu pemeriksaan Skor opini laporan keuangan 2,6 4 3.977,0
KEUANGAN NEGARA keuangan negara dan pemantauan kerugian negara Peningkatan skor opini laporan keuangan 13% 35%
Indeks penerapan GGG 4 4
Persentase jumlah temuan krusial yang berulang 30% 5%
Indeks kepuasan stakeholders atas hasil pemeriksaan 3 4
Persentase terpenuhinya harapan penugasan Badan 80% 100%
Tingkat kesesuaian pelaksanaan pemeriksaan dengan SPKN, PMP
dan Kode Etik 80% 100%
Pelaksanaan pemeriksaan sesuai RKP 90% 100%
Ketepatan waktu pemeriksaan 90% 100%
Kesesuaian pemeriksaan dengan sistem pengendalian mutu
pemeriksaan 90% 100%
Persentase rekomendasi yang telah ditindaklanjuti auditee 50% 90%
Persentase pemeriksaan kinerja 10% 30%
Persentase laporan pemantauan kerugian negara yang disampaikan
tepat waktu 60% 100%
Cakupan pemantauan kerugian negara 60% 100%

Rasio nilai temuan yang berpengaruh terhadap keuangan negara 3 7

Persentase deviasi realisasi biaya pemeriksaan terhadap RKP 20% 5%

II.L.004.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

II PROGRAM PENINGKATAN MUTU Meningkatnya mutu perencanaan dan pelaporan 554,6


KELEMBAGAAN, APARATUR DAN pemeriksaan, serta terpenuhinya perangkat lunak Persentase Satker yang pencapaian skor BSC-nya minimum 80 80% 100%
PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA dan terselenggaranya diklat yang berbasis Ketepatan waktu penyampaian draft RKT Juni Juni
kompetensi
Tingkat kehandalan pengukuran dan evaluasi kinerja Satker 80% 100%
Persentase pemanfataan rekomendasi hasil pengukuran dan evaluasi
kinerja Satker 60% 100%
Tingkat pemenuhan perencanaan inisiatif strategis 90% 100%
Tingkat pemenuhan pelaksanaan inisiatif strategis 80% 100%
Indeks kepuasan pemilik kepentingan atas IHPS 4 4
Tingkat pemenuhan kebutuhan pemeriksa dari luar
BPK sesuai kebutuhan BPK 100% 100%
Tingkat pemanfaatan hasil evaluasi atas LHP 100% 100%
K)
Jumlah bahan pendapat yang diterbitkan 4 30
Indeks kepuasan pengguna atas produk kelitbangan yang ada 3 4
Persentase PL yang disusun dan ditetapkan 70% 95%
Persentase jumlah SOP yang telah diselesaikan dibandingkan dengan
rencana 70% 95%

Persentase penyelesaian tugas kajian yang diberikan oleh Badan 100% 100%

Persentase jumlah pertimbangan yang dapat diakomodasi Badan 70% 95%


Persentase pegawai yang memenuhi standard nilai kelulusan yang
dipersyaratkan 100% 100%
Indeks Kepuasan Pengguna 3.5 4
Jumlah komplain atas ketidakbenaran informasi kalender diklat & w
ebsite Pusdiklat yang disajikan 0 0
Rata - rata penilaian peserta atas penyelenggaraan diklat 3.4 3.8
Persentase modul yang disempurnakan 100% 100%
Jumlah jam pelatihan per instruktur 18 Jam 28 Jam

II.L.004.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
K)
Jumlah kegiatan dalam rangka melaksanakan kerjasama yang
sudah disetujui 4 30

Persentase penyelesaian kurikulum yang berbasis kompetensi 100% 100%


III PROGRAM KEPANITERAAN Meningkatnya pengelolaan kepaniteraan kerugian Persentase jumlah komplain atas pendapat hukum 5% 2% 135,6
KERUGIAN NEGARA/DAERAH, negara/daerah serta terpenuhinya peraturan Rata-rata waktu penyelesaian konsep pertimbangan
PENGEMBANGAN DAN PELAYANAN perundangan dan pelayanan hukum di bidang kerugian Negara/Daerah 18 Hari 18 Hari
HUKUM DI BIDANG PEMERIKSAAN pemeriksaan keuangan negara
KEUANGAN NEGARA
Persentase penyelesaian pendapat hukum atas temuan pemeriksaan 80% 100%
Rata-rata waktu penyelesaian pemberian pendapat hukum 21 Hari 21 Hari
Persentase penyelesaian konsep/pertimbangan kerugian Negara/Daer
ah 80% 100%

Persentase ketepatan waktu penyampaian kompilasi laporan


pemantauan kerugian Negara/Daerah kepada Direktorat EPP 100% 100%
Tingkat pemenuhan penyusunan rancangan/konsep produk
hukum BPK 70% 95%
K)

Jumlah peraturan perundangan yang sudah diusulkan kepada


MK/MA untuk dilakukan Judicial Review dan Fatwa 2 20

Persentase tingkat penyelesaian usulan Judicial Review dan Fatwa 100% 100%
Tingkat pemenuhan atas permintaan perlindungan hukum 100% 100%
Tingkat efektifitas perlindungan hukum 90% 100%
Jumlah komplain atas pelayanan informasi hukum 10 1
Tingkat pemenuhan penyusunan peraturan BPK yang terkait dengan
tugas dan wewenang BPK 70% 95%

Tingkat ketepatan waktu penyelesaian proses penyusunan


rancangan peraturan BPK di bidang pemeriksaan keuangan negara 80% 100%
Tingkat pemenuhan bantuan hukum 100% 100%

II.L.004.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

IV PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN Meningkatnya efektivitas dan efisiensi pengelolaan Tingkat pemenuhan kebutuhan Badan 100% 100% 6.509,9
DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS sumber daya dalam rangka terwujudnya organisasi Persentase diterimanya usulan konsep pidato 100% 100%
LAINNYA BPK prima
Persentase pelayanan protokol 70% 100%

Persentase tersedianya bahan sidang Badan secara tepat waktu 60% 100%
Persentase ketepatan pendistribusian hasil sidang Badan 100% 100%
Persentase pelaksanaan rapat 60% 100%
Indeks kepuasan pemilik kepentingan atas informasi tentang BPK
dan implementasi kerjasama 4 4
Persentase jumlah komplain yang ditindaklanjuti 70% 100%
Tingkat ketersediaan informasi ke-BPK-an 80% 100%
Jumlah peliputan pemberitaan tentang BPK oleh media 29 42
Persentase pengaduan yang selesai ditindaklanjuti 50% 100%
Frekuensi pertemuan dengan lembaga lain dan media 32 50
K)
Jumlah kerjasama yang disetujui 3 25
Persentase pemenuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan 95% 100%
Persentase pegawai yang memenuhi standar kompetensi yang
dipersyaratkan 60% 100%
Persentase realisasi penempatan dibandingkan rencana penempatan
pegawai 100% 100%
Jangka waktu pengisian jabatan kosong
Persentase rencana pengembangan individual yang disusun 80% 100%
Jumlah jalur karir yang tersedia bagi pegawai 2 6
Persentase kesalahan dalam penyajian informasi pegawai 10% 0%
Persentase pegawai yang memiliki data yang tidak lengkap 0% 0%
Jenis opini laporan keuangan tahunan BPK WTP WTP
Tingkat kepatuhan laporan keuangan terhadap SAP 100% 100%
Tingkat pemenuhan anggaran BPK 90% 99%
Tingkat penyerapan anggaran 85% 99%

II.L.004.4
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Tingkat kesesuaian proses pelaksanaan anggaran dengan SOP 80% 100%

Persentase deviasi realisasi biaya pemeriksaan terhadap RKP 10% 2%


Persentase rekomendasi yang ditindaklanjuti 85% 100%
V PROGRAM PENINGKATAN SARANA Meningkatnya efektivitas dan efisiensi pengelolaan Indeks Kepuasan Pemilik Kepentingan 3 4 3.521,7
DAN PRASARANA APARATUR BPK sarana dan prasarana, teknologi informasi dan Persentase bisnis proses yang telah memanfaatkan
komunikasi serta arsip teknologi Informasi dan komunikasi 70% 95%
Persentase kesesuaian realisasi pengembangan aplikasi dengan
rencana 70% 95%

Persentase kesesuaian rancangan aplikasi dengan kebutuhan satker 75% 95%

Persentase ketersediaan infrastruktur TI di seluruh kantor BPK 100% 100%


Persentase keluhan yang dapat diselesaikan 75% 95%

Persentase penyelesaian pertimbangan dan persetujuan jadwal retensi


dan penghapusan arsip keuangan negara yang diajukan oleh instansi 90% 100%
Indeks kepuasan pegawai atas ketersediaan sarana dan prasarana
kerja 3.5 4
Opini LK tahunan WTP WTP
Ketepatan waktu penyelesaian jadwal penyelesaian retensi dan
penghapusan arsip keuangan negara 90% 100%
Tingkat pemenuhan gedung kantor, rumah dinas, Kendaraan, dan
fasilitas kantor di kantor pusat 75% 95%
Ketepatan waktu pencetakan IHPS 3

Kesesuaian pengelolaan SA BMN dengan peraturan yang berlaku 80% 100%


Pemanfaatan BMN sesuai dengan kebutuhan 80% 100%

II.L.004.5
KEMENTERIAN/LEMBAGA : BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

VI PROGRAM PENGAWASAN DAN Terlaksananya sistem pengendalian mutu, serta Tingkat kepatuhan terhadap peraturan dan Standar Operasional 95,7
PENINGKATAN AKUNTABILITAS meningkatnya efektivitas penanganan pelanggaran dan Prosedur (SOP) 80% 100%
APARATUR BPK kode etik dan disiplin pegawai Tingkat kesesuaian pelaksanaan pemeriksaan dengan
SPKN dan PMP 80% 100%

Tingkat kesesuaian antara rekomendasi dengan tindak lanjut 80% 100%

Pertimbangan yang dimanfaatkan untuk penyempurnaan sisdur 100% 100%


Tingkat pemanfaatan hasil review untuk penyempurnaan
konsep laporan keuangan BPK 100% 100%
Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan review konsep
laporan keuangan 25 Hari 25 Hari
Tenggang waktu antara diterimanya pengaduan sampai
dengan penyerahan ke MKKE 5 Hari 5 Hari
Persentase pemberkasan terhadap pelanggaran disiplin pegawai yang
diserahkan ke Biro SDM 100% 100%
Tenggang waktu diterimanya data pelanggaran sampai
dengan penyerahan hasil 35 Hari 25 Hari
Persentase penyerapan anggaran satker 80% 100%

TOTAL ALOKASI BPK 2010-2014 14.794,4


K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.004.6
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG


TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)
1 Program Penyelesaian Perkara Percepatan peningkatan penyelesaian perkara Tingkat · Penyelesaian tunggakan perkara dapat dilakukan 450,7
Pertama, Banding, Kasasi dan PK. dengan cepat.
· Penyelesaian minutasi perkara yg tepat waktu.
· Penurunan tunggakan perkara
· Terwujudnya lembaga peradilan yang dihormati dan
disegani oleh setiap warga negara dengan diterapkannya
sistem peradilan yang sederhana, cepat, transparan dan
akuntabel
1.1 Kegiatan : Terselesaikannya penyelesaian perkara yang · Jumlah penyelesaian perkara termasuk perkara-perkara 10.000 pkr 51.400 pkr K) 146,9
Percepatan peningkatan penyelesaian sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabel yang menarik perhatian masyarakat (perkara KKN dan
perkara HAM)
· Jumlah penyelesaian minutasi perkara yg tepat waktu.

· Terselenggaranya pengelolaan informasi


administrasi perkara secara akurat, efektif dan efisien

· Tersedianya biaya penyelesaian perkara yang


memadai
2 Program Peningkatan Manajemen Terselesaikannya penyelesaian perkara yang · Peningkatan jumlah penyelesaian perkara 799,3
Peradilan Umum sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabel di · Peningkatan penyelesaian proses administrasi perkara
lingkungan Peradilan Umum
· Penyediaan Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin
dan Terpinggirkan
· Penyediaan Zitting Plaatz dan pelaksanaan sidang
keliling untuk memberikan akses kepada masyarakat
terhadap keadilan

II.L.005.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)
2.1 Kegiatan: Peningkatan penyelesaian dan penanganan perkara · Jumlah penyelesaian administrasi perkara (yang 145.000 pkr 746.250 pkr K) 320,2
Peningkatan Manajemen Peradilan sederhana, dan tepat waktu) di tingkat Pertama dan
Umum Banding di lingkungan Peradilan Umum

· Jumlah Penyelesaian Perkara yang kurang dari 6


(enam) bulan
· Jumlah penyampaian berkas perkara Kasasi, PK dan
Grasi yang lengkap dan tepat waktu
· Penyusunan kebijakan mengenai manajemen dan tata
laksana di lingkungan Peradilan Umum
2.2 Kegiatan: Penyelesaian perkara pidana bagi Masyarakat Miskin · Jumlah Penyediaan dana bantuan hukum di 33.960 pkr 174.785 pkr K) 174,7
Penyediaan dana bantuan hukum di dan Terpinggirkan Pengadilan Tingkat Pertama
Pengadilan Tingkat Pertama · Kebijakan mengenai bantuan hukum bagi
masyarakat miskin dan terpinggirkan
· Jumlah Pembangunan atau perbaikan fungsi
operasionalisasi Zitting Plaatz dan pelaksanaan sidang
keliling untuk menjangkau segenap lapisan masyarakat

2.3 Kegiatan: Terlaksananya peradilan Tipikor di tiap provinsi di Tersusunnya kebijakan mengenai penyelenggaraan/tata 6 lokasi 30 lokasi K) 3,0
Pengembangan kebijakan Peradilan lingkungan peradilan umum laksana peradilan Tipikor
Tipikor
3 Program Peningkatan Manajemen Terselesaikannya penyelesaian perkara yang · Peningkatan jumlah penyelesaian perkara 274,1
Peradilan Agama sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabel di · Peningkatan penyelesaian proses administrasi perkara
lingkungan Peradilan Agama
· Penyediaan Zitting Plaatz dan pelaksanaan sidang
keliling untuk memberikan akses kepada masyarakat
terhadap keadilan

II.L.005.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)
3.1 Kegiatan: Peningkatan penyelesaian dan penanganan perkara · Jumlah penyelesaian administrasi perkara (yang
Peningkatan Manajemen Peradilan sederhana, dan tepat waktu) di tingkat Pertama dan
Agama Banding di lingkungan Peradilan Agama

· Jumlah Penyelesaian Perkara yang kurang dari 6 80.000 pkr 411.600 pkr K) 102,8
(enam) bulan
· Jumlah penyampaian berkas perkara Kasasi, PK dan
Kesyariahan yang lengkap dan tepat waktu

· Penyusunan kebijakan mengenai manajemen dan


tata laksana di lingkungan Peradilan Umum
3.2 Kegiatan: Penyelesaian perkara peradilan agama bagi · Penyediaan dana prodeo di Pengadilan Tingkat 372 satker 1.924 satker K) 102,7
Penyediaan dana bantuan hukum di Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan Pertama
Pengadilan Agama
· Mengoptimalisasikan fungsi pelaksanaan sidang
keliling untuk menjangkau segenap lapisan masyarakat

4 Program Peningkatan Manajemen Terselesaikannya penyelesaian perkara yang · Peningkatan jumlah penyelesaian perkara 81,7
Peradilan Militer dan TUN sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabel di · Peningkatan penyelesaian proses administrasi perkara
lingkungan Peradilan Militer dan TUN
· Penyediaan dana pelaksanaan sidang keliling (hakim
terbang) untuk memberikan akses kepada masyarakat
terhadap keadilan
4.1 Kegiatan: Peningkatan penyelesaian dan penanganan perkara · Jumlah penyelesaian administrasi perkara (yang 5,000 pkr 25.731 pkr K) 26,0
Peningkatan Manajemen Peradilan sederhana, dan tepat waktu) di tingkat Pertama dan
Militer dan TUN Banding di lingkungan Peradilan Peradilan Militer dan
TUN
· Jumlah Penyelesaian Perkara yang kurang dari 6
(enam) bulan
· Jumlah penyampaian berkas perkara Kasasi, PK dan
Grasi yang lengkap dan tepat waktu
· Penyusunan kebijakan mengenai manajemen dan
tata laksana di lingkungan Peradilan Umum

II.L.005.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)
4.2 Kegiatan: Penyelesaian perkara peradilan Militer dan TUN di · Kebijakan mengenai bantuan hukum bagi 124 pkr 639 K) 639,0
Penyediaan dana bantuan hukum di wilayah yang belum terjangkau peradilan Militer dan masyarakat di wilayah yang belum terjangkau peradilan
Pengadilan Militer dan TUN TUN Militer dan TUN
· Pelaksanaan sidang keliling (hakim terbang) untuk 23 satker 115 K) 26,0
menjangkau segenap lapisan masyarakat
5 Program Peningkatan Dukungan Tersedianya dukungan manajemen dan tugas teknis Tersedianya dukungan manajemen dan tugas teknis dalam 21.687,0
Manajemen dan Pelaksanaan Tugas dalam penyelenggaraan fungsi peradilan penyelenggaraan fungsi peradilan
Teknis Lainnya MA-RI
5.1 Kegiatan: · Jumlah kebijakan/pedoman tentang sistem · Jumlah rekrutmen yang transparan, adil, akuntabel dan 802 satker 4058 satker 25,7
Pembinaan Administrasi pengelolaan rekruitmen, pola karir, sistem promosi dan mutasi, berdasarkan kompetensi
kepegawaian dan pengembangan SDM. aparat penegak hukum yang berbasis merit,
transparan dan akuntabel

· Tersedianya data informasi terpusat mengenai · Jumlah rekrutmen Hakim Adhoc Tipikor
sumber daya manusia aparat penegak hukum yang
dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan
mutasi, promosi dan sebagainya

· Tersedianya informasi seleksi yang transparan · Persentase Database kepegawaian kesekretariatan,


dan akuntabel kepada masyarakat diklat, dan pengawasan terintergrasi.

· Jumlah dokumen rencana kerja pengelolaan rekrutmen


yang berisi proses, metode dan tahap rekrutmen.

· Tersedianya dokumen rancangan pola karir


· Tersedianya dokumen rekomendasi perbaikan pola
karir
· Tersedianya dokumen rencana kerja pelaksanaan
perbaikan pola karir.
6 Program Sarana dan Prasarana Aparatur · Persentase penyediaan sarana dan prasarana yang 5.273,8
Negara MA-RI mendukung penyelenggaraan peradilan
· Penyelenggaraan peradilan berbasis teknologi
informasi

II.L.005.4
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)
6.1 Kegiatan : • Tersedianya dokumentasi analisa data · Dokumen analisa data pemenuhan kebutuhan Sarana 802 satker 814 satker 23,0
Pembinaan Administrasi Pengelolaan pemenuhan kebutuhan Sarana dan Prasarana di dan Prasarana di lingkungan MA dan Badan Peradilan
Perlengkapan Sarana dan Prasarana lingkungan MA dan Badan Peradilan yang berada yang berada di bawahnya
dilingkungan MA dan Badan Peradilan di bawahnya
yang berada di bawahnya

6.2 Kegiatan : Tersedianya sarana dan prasarana dalam Jumlah penyediaan sarana dan prasarana di lingkungan 7 satker 7 satker 566,3
Pengadaan Sarana dan Prasarana di penyelenggaraan peradilan di lingkungan MA MA Pusat
lingkungan MA

6.3 Kegiatan : Tersedianya sarana dan prasarana dalam Jumlah pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana teknis Pengad.tanah 100.000 Penga.tanah 500.000 K) 4.270,5
penyelenggaraan peradilan tingkat banding dan dan umum peradilan tingkat banding dan tingkat daerah. m2 m2
tingkat pertama.
Pengadaan Sarana dan Prasarana di Pemb.ged baru 25 unit Pemb.ged. Baru 175 K)

lingkungan peradilan tingkat banding unit


dan tingkat pertama
Pemb.lanjutan 48 unit Pemb.lanjutan 298 K)

unit
Pemb.rumah dinas 19 Pemb.rumah dinas K)

unit 149 unit

Rehab ged 90 unit Rehab ged 450 unit K)

Reha rumah dinas 43 unit Reha rumah dinas 265 K)

unit

Sarana dan prasarana Sarana dan prasarana


795 satker 795 satker

- Pengad kend roda K)

empat utk 1.800 unit


utk wkl dan pansek
pengadilan tkt

II.L.005.5
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)
Penyediaan sarana dan prasarana pengadilan tipikor Penyediaan Sarana Penyediaan Sarana K)

termasuk tunjangan hakim adhoc Tipikor (di dalamnya prasarana dan tunjangan prasarana dan
termasuk tunjangan kesehatan dan keamanan) hakim adhoc di 7 PN di tunjangan hakim
ibukota propinsi adhoc di 340 PN di
ibukota
kabupaten/kota

Penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung 64 lokasi 320 lokasi K)

penyelenggaraan Zitting Plaatz


7 Program Pendidikan dan Pelatihan Tersedianya sumber daya aparatur hukum yang Terlaksananya sistem Diklat dan Litbang sesuai dengan 369,1
profesional dan kompeten dalam melaksanakan kebutuhan dalam penyelenggaraan peradilan
penyelenggaraan peradilan
7.1 Kegiatan: Tersedianya sumber daya aparatur hukum yang · Jumlah SDM yang sudah mendapatkan pelatihan 3826 org 34.306 org K) 203,5
Peningkatan Profesionalitas Tenaga profesional dan kompeten dalam melaksanakan teknis peradilan dan Manajemen dan Kepemimpinan
Teknis Peradilan dan Aparatur Peradilan penyelenggaraan peradilan yang memenuhi standar kompetensi, tugas dan kinerja
di bidang Manajemen dan
Kepemimpinan
· Jumlah pelatihan bagi Hakim/Hakim Adhoc dan
tenaga teknis lainnya mengenai Tipikor, asset recovery
dll
· Jumlah kurikulum, silabus, materi ajar yang
dikembangkan berdasarkan kebutuhan pelatihan (needs-
based curriculum)
· Jumlah pengembangan sistem diklat yang terhubung
dengan sistem rekruitmen, sistim pengawasan dan
sistim karir bagi hakim dan aparatur peradilan

7.2 Kegiatan: · Jumlah kegiatan-kegiatan penelitian dan 6 wil prop 50 wil prop K) 25,8
Penelitian dan Pengembangan Hukum pengembangan hukum dan peradilan dengan
dan Peradilan mempertimbangkan kebutuhan lembaga peradilan dan
rekomendasi unit kerja lainnya.

II.L.005.6
KEMENTERIAN/LEMBAGA : MAHKAMAH AGUNG
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)
· Jumlah sistim penelitian dan pengembangan 30 audience 150 audience K)

· Jumlah asessment keterkaitan antara sistim diklat, 9 kajian 45 kajian K)

dengan sistim rekruitmen, sistim karir bagi hakim dan


aparatur pengadilan dan sistim pengawasan

8 Program Peningkatan Pengawasan dan Terlaksananya mekanisme pengawasan terhadap Penyelenggaraan peradilan yang bebas dari praktek- 123,5
Akuntabilitas Aparatur Negara MA-RI penyelenggaraan peradilan praktek KKN

8.1 Pengawasan pelaksanaan teknis, Penanganan pengaduan masyarakat secara transparan, · Jumlah penanganan pengawasan teknis, administrasi 204 laporan 1.049 laporan K) 66,8
administrasi peradilan, administrasi akuntabel, efektif dan efisien peradilan dan administrasi umum, serta penanganan
umum, penanganan pengaduan pengaduan di Mahkamah Agung dan badan peradilan di
bawahnya
· Jumlah sosialisasi Sistem pengelolaan pengaduan
kepada aparat pengadilan dan masyarakat.

8.2 Pengawasan dan pemeriksaan kinerja Meningkatnya kualitas kinerja hakim dan aparat Jumlah laporan pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan 100 laporan 500 laporan K) 10,5
serta perilaku aparat Mahkamah Agung peradilan dan kepercayaan publik kepada lembaga kinerja serta perilaku hakim dan aparat peradilan.
dan badan peradilan di bawahnya. peradilan.

TOTAL ALOKASI MAHKAMAH AGUNG 2010-2014 29.059,2

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.005.7
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEJAKSAAN AGUNG


TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM /
NO. SASARAN INDIKATOR 2010-2014
KEGIATAN PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

1. Program Dukungan Manajemen & Pelaksanaan Meningkatnya kemampuan profesional di bidang SDM, Tercapainya dukungan manajemen SDM, keuangan, 7.562,5
Tugas Teknis Kejaksaan RI keuangan, informasi, data peraturan perundang-undangan informasi, data peraturan perundang-undangan

1.1 Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kejaksaan Meningkatnya kemampuan profesional, integritas Jumlah pendidikan dan pelatihan baik penjenjangan 35 185 K) 420,1
kepribadian dan disiplin di lingkungan Kejaksaan. maupun fungsional

1.2 Pembinaan dan Pengelolaan Kepegawaian, di Meningkatnya kualitas Pembinaan kepegawaian meliputi Jumlah dokumen Blue Print mengenai rekruitmen - 3 dok blueprint 8,6
Kejagung, Kejati, Kejari dan Cabjari. rekruitmen pegawai, jenjang karier dan mutasi pegawai; pegawai, pola jenjang karier dan mutasi pegawai.

Jumlah kegiatan manajemen kepegawaian 6 keg 6 keg


1.3 Sistem Informasi Manajemen Tersedianya basis data yang dapat menyajikan informasi Jumlah kegiatan pendataan perkara yang disajikan 1 keg 1 keg 151,9
data perkara secara akurat, cepat dan lengkap dalam berdasarkan jenis penanganan perkara termasuk jenis
rangka mewujudkan penanganan perkara secara cepat dan perkara KDRT, perkara anak dan perkara lainnya
akuntabel serta dapat diakses oleh masyarakat; (statistik kriminal).

Jumlah Kegiatan Penunjang Operasional Simkari-2 4 keg 22 keg K)

1.4 Pelayanan Penyusunan Peraturan Perundang – Meningkatnya Pemberian pertimbangan hukum kepada Jumlah kegiatan kerja sama hukum untuk 7 keg 45 keg K) 8,6
Undangan dan kerjasama hukum satuan organisasi Kejaksaan dan instansi pemerintah, serta penyusunan kesepakatan MLA rangka penelusuran
turut melakukan penelaahan dan penyusunan perumusan dan pengembalian aset negara hasil tindak pidana
peraturan perundang-undangan dan pembinaan hubungan korupsi yang disembunyikan diluar negeri.
dengan lembaga negara, lembaga pemerintah dan lembaga
lain baik di dalam maupun di luar negeri.

II.L.006.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEJAKSAAN AGUNG
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM /
NO. SASARAN INDIKATOR 2010-2014
KEGIATAN PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Terpenuhinya dukungan sarana dan prasarana dalam Persentase penyediaan sarana dan prasarana dalam 3.074,2
Kejaksaan rangka menunjang tugas pokok dan fungsi Kejaksaan RIrangka menunjang tugas pokok dan fungsi
Kejaksaan RI
3. Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Meningkatnya kinerja aparatur Kejaksaan Terlaksananya pengawasan pelaksanaan tugas dan 79,6
Aparatur Kejaksaan wewenang aparatur Kejaksaan
3.1 Kegiatan Peningkatan Pengawasan Bidang Tindak Meningkatnya kualitas pengawasan atas pelaksanaan tugas Jumlah laporan pengaduan masyarakat terhadap 100 lapdu 2100 lapdu K) 33,1
Pidana Umum rutin dan pembangunan semua unsur Kejaksaan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan
berdasarkan peraturan perundang-undangan dan perkara tindak pidana umum yang ditindaklanjuti
kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung.

3.2 Peningkatan Pengawasan Bidang Intelijen Meningkatnya kualitas pengawasan atas pelaksanaan tugas Jumlah laporan pengaduan masyarakat terhadap 30 lapdu 830 lapdu K) 13,0
rutin dan pembangunan semua unsur Kejaksaan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan
berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kegiatan operasi intelijen yang ditindaklanjuti
kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung.

3.3 Peningkatan Pengawasan Bidang Pidana Khusus, Meningkatnya kualitas pengawasan atas pelaksanaan tugas Jumlah laporan pengaduan masyarakat terhadap 10 lapdu 810 lapdu K) 12,8
Perdata dan Tata Usaha Negara rutin dan pembangunan semua unsur Kejaksaan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan
berdasarkan peraturan perundang-undangan dan perkara pidana khusus, tindak pidana korupsi dan
kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung. perkara perdata dan tata usaha negara yang
ditindaklanjuti
3.4 Peningkatan Pengawasan Aparatur Kejaksaan oleh Meningkatnya kualitas pengawasan atas pelaksanaan tugas Jumlah laporan pengaduan masyarakat terhadap 10 lapdu 610 lapdu K) 7,4
Kejati dan jajaran pengawasan di daerah rutin dan pembangunan semua unsur Kejaksaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh
berdasarkan peraturan perundang-undangan dan seluruh aparat Kejaksaan, baik di Kejati dan jajaran
kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung. pengawas di daerah yang ditindaklanjuti

4. Program Penanganan Dan Penyelesaian Perkara Meningkatnya penyelesaian Perkara Pidana Khusus, Terselesaikannya penanganan Perkara Pidana 989,8
Pidana Khusus, Pelanggaran HAM yang Berat dan Pelanggaran HAM yang Berat dan Perkara Tindak Pidana Khusus, Pelanggaran HAM yang Berat dan Perkara
Perkara Tindak Pidana Korupsi Korupsi Tindak Pidana Korupsi secara cepat, tepat dan
akuntabel

II.L.006.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEJAKSAAN AGUNG
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM /
NO. SASARAN INDIKATOR 2010-2014
KEGIATAN PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

4.1 Penanganan Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Meningkatnya penyelesaian perkara tindak pidana korupsi Jumlah Penyidikan perkara tindak pidana Korupsi 145 pkr 725 pkr K) 53,3
secara cepat, tepat dan akuntabel. yang diselesaikan
4.2 Penanganan Penyidikan Pelanggaran HAM yang Meningkatnya penyelesaian penanganan perkara Jumlah penyidikan perkara pelanggaran HAM yang 10 pkr 30 pkr K) 0,8
Berat pelanggaran HAM yang berat secara cepat, tepat dan berat yang diselesaikan
akuntabel.
4.3 Peningkatan Penuntutan Meningkatnya penyelesaian perkara pidana khusus, tindak - Jumlah perkara tindak pidana korupsi yang 145 pkr 545 pkr K) 19,5
pidana korupsi dan pelanggaran HAM yang berat secara diselesaikan dalam tahap Penuntutan.
cepat, tepat dan akuntabel. - Jumlah perkara pelanggaran HAM yang berat 5 pkr 25 pkr K)

yang diselesaikan dalam tahap Penuntutan.

4.4 Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Meningkatnya penyelesaian perkara pidana khusus, dan - Jumlah perkara tindak pidana korupsi yang 1700 pkr 7300 pkr K) 736,8
Tindak Pidana Khusus lainnya di Kejati, Kejari dan tindak pidana korupsi secara cepat, tepat dan akuntabel diselesaikan oleh Kejati, Kejari dan Cabjari.
Cabjari. yang dilaksanakan oleh jajaran Kejaksaan di daerah.

5. Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Meningkatnya penyelesaian Perkara Pidana Umum Terselesaikannya penanganan Perkara Pidana Umum 1.835,3
Tindak Pidana Umum secara cepat, tepat dan akuntabel

6. Program Penyelidikan / Pengamanan / Penggalangan Meningkatnya penyelesaian Penyelidikan / Pengamanan / Terselesaikannya penanganan Penyelidikan / 124,1
Kasus Intelijen Penggalangan Kasus Intelijen Pengamanan / Penggalangan Kasus Intelijen secara
cepat, tepat dan akuntabel
7. Program Penanganan Dan Penyelesaian Perkara Meningkatnya penyelesaian Perkara Perdata dan Tata Terselesaikannya penanganan Perkara Perdata dan 148,7
Perdata dan Tata Usaha Negara Usaha Negara Tata Usaha Negara secara cepat, tepat dan akuntabel

TOTAL ALOKASI KEJAKSAAN AGUNG 2010-2014 13.814,2

K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.006.3
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA


TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp. Miliar)
I. PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN 7.429,8
DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS
LAINNYA SEKRETARIAT NEGARA

1 Terselenggaranya perencanaan dan pelaksanaan anggaran 1 Persentase tersedianya dokumen perencanaan, penganggaran dan 100% 100%
secara transparan dan akuntabel serta pelayanan pelaporan yang disusun sesuai dengan standar pelayanan
ketatausahaan dan kearsipan Sekretariat Negara
2 Persentase ketepatan dalam pelayanan pelaksanaan anggaran 100% 100%
sesuai standar pelayanan
3 Persentase pelayanan penatausahaan surat kepada Presiden dan 100% 100%
Mensesneg sesuai dengan standar pelayanan

4 Persentase penyelesaian pencetakan dokumen Sekretariat Negara 100% 100%


sesuai dengan standar pelayanan
2 Terselenggaranya pembinaan dan pengembangan SDM 1 Persentase penyelesaian pelayanan administrasi kepegawaian di 100% 100%
Sekretariat Negara, pelayanan administrasi pejabat lingkungan Sekretariat Negara dan administrasi pejabat negara
negara, penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan, serta sesuai dengan standar pelayanan
pelayanan kehumasan di lingkungan Sekretariat Negara
2 Persentase pegawai/pejabat Sekretariat Negara yang menempati 30% 100%
jabatan sesuai dengan standar kompetensi jabatan

3 Persentase penyelesaian pelaksanaan penataan kelembagaan dan 100% 100%


ketatalaksanaan, serta penyelenggaraan pelayanan kehumasan
sesuai dengan standar pelayanan

4 Persentase pejabat/pegawai yang telah mendapatkan pendidikan 100% 100%


dan pelatihan sesuai dengan kompentensi
3 Terwujudnya dukungan manajemen dan pelayanan 1 Persentase pelayanan kerumahtanggaan yang telah distandarisasi 100% 100%
kerumahtanggaan yang prima

II.L.007.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp. Miliar)
2 Persentase pelaksanaan pelayanan kerumahtanggaan yang sesuai 100% 100%
dengan standar
4 Terwujudnya dukungan manajemen dan pelayanan 1 Persentase pelayanan keprotokolan yang telah distandarisasi 100% 100%
kerumahtanggaan yang prima

2 Persentase pelaksanaan pelayanan keprotokolan yang sesuai 100% 100%


dengan standar
5 Terwujudnya penyelenggaraan pelayanan administrasi danPersentase Penyelenggaraan bidang keprotokolan, media massa, 80% 90%
kerumahtanggaan di lingkungan Sekretariat Wakil penerjemahan, pengelolaan naskah pidato dan notulen, administrasi
Presiden yang efektif umum dan ketatausahaan sesuai standar

6 Terwujudnya penyelenggaraan pelayanan bidang Persentase pelayanan bidang administrasi umum di lingkungan 85% 100%
administrasi umum di lingkungan Sekretariat Militer Sekretariat Militer yang dilaksanakan secara efektif dan efisien

7 Meningkatnya kualitas pelayanan publik dalam bidang 1 Sarana Prasarana olahraga maupun non olahraga yang memenuhi 5 VNU 9 VNU
olahraga maupun non olah raga kepada seluruh kualitas standar
stakeholder PPKGBK 2 jumlah penyewa sarana dan prasarana di lingkungan PPKGBK 80% 90%

3 Pelayanan yang diberikan PPKGBK 80% 90%


8 Beroperasinya fungsi operasional dan pemeliharaan Persentase beroperasinya pemeliharaan perkantoran dan pemeliharaan 100% 100%
perkantoran kawasan Kemayoran
9 Kesiapan bahan wicara sidang kabinet 1 Kecepatan penyiapan bahan wicara sidang kabinet 2 hari 2 hari

10 Kelancaran distribusi hasil sidang kabinet 2 Ketepatan penyiapan bahan wicara sidang kabinet 90% 90%
3 Kecepatan distribusi risalah sidang kabinet 3 hari 3 hari
4 Ketepatan distribusi risalah sidang kabinet 90% 90%

II.L.007.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp. Miliar)
11 Akurasi dan proses penyelesaian Keputusan Presiden 1 Kecepatan penyelesaian pengangkatan dan pemberhentian dalam 30 hari 12 hari
mengenai pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan jabatan pemerintahan dan kepangkatan Pegawai Negeri Sipil yang
pemerintah dan kepangkatan pensiun Pegawai Negeri menjadi wewenang Presiden
Sipil yang menjadi wewenang Presiden

12 Kecepatan penyediaan data/informasi dan aksesibilitas 2 Ketepatan penyelesaian pengangkatan dan pemberhentian dalam 95% 98%
stakeholders jabatan pemerintahan dan kepangkatan Pegawai Negeri Sipil yang
menjadi wewenang Presiden

3 Kecepatan penyediaan data dan aksesibilitasstakeholders 1 hari 1 hari


terhadap informasi yang dihasilkan Sekretariat Kabinet

13 Peningkatan kualtas bidang intelejen, operasi, personil, Jumlah kegiatan dan kekuatan personel 85% 100%
dan dukungan umum logistik
14 Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis 1 Persentase data dan informasi yang ditindaklanjuti oleh anggota 100% 100%
lainnya yang dicapai Dewan Pertimbangan Presiden
2 Persentase pelayanan keprotokolan dan persidangan di 100% 100%
lingkungan Dewan Pertimbangan Presiden sesuai Standar
Pelayanan
15 Seluruh kegiatan operasional ORI dapat berjalan lancar Seluruh kebutuhan pendanaan bagi ORI dapat terpenuhi sesuai jadwal

16 Terselenggaranya dukungan manajeman dan pelaksanaan Adanya rekomendasi kebijakan pembaharuan hukum yang 100% 100%
tugas teknis Sekretariat Negara ditujukan kepada Presiden
17 Tersusunnya pendapat, saran, dan pertimbangan atas Rekomendasi, memorandum, fatwa, pandangan, pendapat, saran, 100% 100%
prakarsa sendiri atau permintaan mengenai penguasaan, pertimbangan, atas prakarsa sendiri dan atau permintaan mengenai
pengembangan, dan pemanfaatan iptek kepada penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
pemerintah serta masyarakat untuk mencapai tujuan teknologi di bidang ilmu pengetahuan dasar, ilmu kedokteran, ilmu
nasional rekayasa, ilmu sosial, dan kebudayaan kepada pemerintah &
masyarakat

18 Terlaksananya dukungan manajemen dan pelaksanaan Meningkatkan hasil pemantauan dan evaluasi 100% 100%
tugas teknis Sekretariat Negara

II.L.007.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp. Miliar)
II. PENINGKATAN SARANA DAN 3.249,4
PRASARANA APARATUR SEKRETARIAT
NEGARA
1 Terselenggaranya dukungan pelayanan umum kepada 1. Persentase ketersediaan sarana dan prasarana kantor, rumah 100% 100%
pejabat negara dan aparatur Setneg yang berstandar jabatan pejabat tinggi negara serta wisma sesuai dengan standar
kualitas baik serta perawatan dan pengelolaan aset/BMN yang ditetapkan
Sekretariat Negara 2. Persentase BMN yang dilaporkan sesuai dengan ketentuan 100% 100%

2 Tersedianya sarana dan prasaran yang berkualitas Persentase sarana & prasarana dilingkungan Rumah Tangga 100% 100%
Kepresidenan yang dapat di operasikan/dimanfaatkan

3 Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai di 1 Persentase Sarana dan Prasarana yang berkualitas sesuai standar 80% 90%
lingkungan Sekretariat Wakil Presiden pelayanan

2 Persentase Pelayanan kerumahtanggaan yang berkualitas sesuai 80% 90%


standar pelayanan
4 Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai di Persentase fasilitas kerja yang siap pakai 80% 80%
lingkungan Sekretariat Militer
5 peningkatan kualitas dukungan sarana prasarana terselenggaranya pengadaan alat peralatan, sarana/prasarana fisik 85% 100%
penunjang tupoksi lainnya dalam rangka menunjang pelaksanaan tupoksi
III. PROGRAM PENYELENGGARAAN 404,8
PELAYANAN DUKUNGAN KEBIJAKAN
KEPADA PRESIDEN DAN WAKIL
PRESIDEN
1 Terselenggaranya kerjasama teknik luar negeri yang 1. Persentase dokumen kerjasama teknik luar negeri yang dapat 100% 100%
cepat, tepat dan aman serta terselenggaranya program diselesaikan tepat waktu
kerjasama teknik selatan-selatan 2. Persentase dokumen penugasan pejabat/pegawai/tenaga Indonesia 100% 100%
ke luar negeri dalam rangka dinas dan belajar atas tanggungan
negara dan perorangan yang dapat diselesaikan tepat waktu

3. Persentase pelatihan yang dilaksanakan dalam kerangka 100% 100%


kerjasama teknik selatan-selatan sesuai dengan dokumen
kerjasama

II.L.007.4
KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp. Miliar)
2 Meningkatnya kualitas analisis dan kecepatan dalam 1. Persentase rekomendasi kebijakan dalam dan luar negeri kepada 100% 100%
memberikan dukungan kebijakan dalam dan luar negeri, Presiden yang diselesaikan secara akurat dan tepat waktu sesuai
penyiapan bahan dan data dukungan kebijakan, serta standar
dukungan informatika 2. Persentase rekomendasi kebijakan atas kelayakan permohonan 100% 100%
kegiatan/acara-acara Kepresidenan di dalam dan luar negeri
secara akurat dan tepat waktu sesuai standar

3. Persentase surat/naskah letter of recall (LR) dan letter of 100% 100%


credential (LC) Dubes RI, letter of commission (LC)
Konsul/Konjen/Konsul Kehormatan RI, dan penerjemahan
naskah/surat resmi kepresidenan/kenegaraan yang diselesaikan
secara akurat dan tepat waktu

4. Persentase ketersediaan transkrip dan pointers pidato presiden 100% 100%


yang dapat dijadikan sebagai dokumen negara
5. Persentase ketersediaan aplikasi sistem, layanan infrastruktur 100% 100%
jaringan, serta layanan data dan informasi dukungan kebijakan
yang diselesaikan secara akurat dan tepat waktu sesuai standar

3 Terselenggaranya hubungan kelembagaan yang harmonis 1. Persentase laporan hasil pertemuan yang difasilitasi dalam 100% 100%
dan sinergis antara Presiden/Mensesneg dengan lembaga hubungan antara Presiden/Mensesneg dengan Lembaga Negara,
negara, lembaga daerah, organisasi politik, LSM dan Lembaga Daerah, Orpol, LSM, dan Ormas sesuai standar
organisasi kemasyarakatan pelayanan
2. Persentase rekomendasi berkaitan dengan hubungan kelembagaan 100% 100%
yang ditindaklanjuti oleh Presiden/Mensesneg

3. Persentase ketersediaan profil lembaga negara, lembaga daerah, 24% 100%


organisasi politik, Lembaga Swadaya Masyarakat, organisasi
kemasyarakatan

II.L.007.5
KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp. Miliar)
4 Terselenggaranya ijin prakarsa, dan analisa RUU, 1. Persentase penyelesaian laporan hasil analisis RUU, RPerpu, RPP 100% 100%
RPerpu, RPP, penyiapan pertimbangan rancangan dan pertimbangan Rperpres sesuai dengan standar pelayanan
Perpres, otentifikasi UU, Perpu, PP, evaluasi pelaksanaan
UU, Perpu, PP, dan pendapat hukum serta analisis dan 2. Persentase penyelesaian administratif RUU, RPerpu, dan RPP 100% 100%
administrasi permasalahan hukum, ratifikasi, prerogratif, yang akan disampaikan/disahkan/ditetapkan oleh Presiden sesuai
naturalisasi, dan perundang-undangan dengan standar pelayanan
3. Persentase penyelesaian laporan hasil evaluasi dan penyusunan 100% 100%
pendapat hukum pelaksanaan RUU, R Perpu, dan RPP sesuai
dengan standar pelayanan
4. Persentase penyelesaian gugatan dan permohonan hak uji materiil 100% 100%
serta permohonan perlindungan hukum yang ditindaklanjuti

5. Persentase permasalahan dan permohonan grasi, amnesti, abolisi, 100% 100%


rehabilitasi, dan remisi perubahan pidana penjara serta naturalisasi
yang ditelaah dan diselesaikan

5 Tersedianya rekomendasi kebijakan di bidang Politik, 1 Persentase Rekomendasi kebijakan bidang hubungan 80% 90%
Ekonomi, Kesejahteraan Rakyat, dan Dukungan internasional, pemerintahan dan politik dalam negeri, pertanan
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan dan negara, keamanan dan ketertiban, kehakiman, hukum dan HAM,
Pembangunan kepada Wakil Presiden yang ditindaklanjuti kewilayahan dan wawasan kepada Wakil Presiden yang
ditindaklanjuti sesuai standar

2 Persentase Rekomendasi kebijakan bidang moneter dan keuangan 80% 90%


perdagangan dan kerjasama internasional, produksi serta
prasarana dasar dan energi kepada Wakil Presiden yang
ditindaklanjuti sesuai standar

3 Persentase Rekomendasi kebijakan bidang agama dan sosial, 80% 90%


pendidikan, kebudayaan dan olahraga, kesehatan, lingkungan
hidup dan perumahan rakyat, pemberdayaan perempuan, usaha
mikro kecil dan masalah ketenagakerjaan kepada Wakil Presiden
yang ditindaklanj

II.L.007.6
KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp. Miliar)
4 Persentase Rekomendasi kebijakan bidang dukungan pengawasan 90% 90%
pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan otonomi daerah,
dukungan pengawasan pembangunan dan pengelolaan kekayaan
negara, pemantauan pemberantasan korupsi serta pengelolaan
data dan pengaduan

6 Terselenggaranya kegiatan VVIP, dukungan administrasi 1 Persentase kegiatan VVIP yang terlaksana dengan tertib dan 100% 100%
personel TNI dan Polri, dan penganugerahan tanda jasa aman
dan tanda kehormatan 2 Persentase pemberian dukungan administrasi personel TNI dan 90% 90%
POLRI secara efektif
3 Persentase WNI dan WNA yang akan dianugerahi gelar tanda 100% 100%
jasa dan tanda kehormatan sesuai kriteria
7 Saran kebijakan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis 1 Kecepatan penyelesaian laporan hasil pemantauan, evaluasi dan 10 hari 10 hari
atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah yang analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di
ditindaklanjuti bidang politik dan keamanan, perekonomian, dan kesejahteraan
rakyat
2 Persentase penyelesaian laporan hasil pemantauan, evaluasi dan 70% 90%
analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di
bidang politik dan keamanan, perekonomian, dan kesejahteraan
rakyat
8 Saran kebijakan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis 1 Kecepatan penyelesaian penyiapan saran kebijakan hasil 11 hari 11 hari
atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di pemantauan, evaluasi dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan
bidang hukum yang ditindaklanjuti program pemerintah di bidang hukum dalam bentuk peraturan
perundang-undangan

9 Penyelesaian permasalahan hukum yang ditindaklanjuti 2 Ketepatan penyelesaian penyiapan saran kebijakan hasil 85% 90%
pemantauan, evaluasi dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan
program pemerintah di bidang hukum dalam bentuk peraturan
perundang-undangan

II.L.007.7
KEMENTERIAN/LEMBAGA: SEKRETARIAT NEGARA
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp. Miliar)
10 Rancangan Perpres, Keppres, dan Inpres yang 3 Kecepatan penyelesaian permasalahan hukum 11 hari 11 hari
ditindaklanjuti
11 Saran kebijakan hasil pemantauan, evaluasi dan analisis 4 Ketepatan penyelesaian permasalahan hukum 85% 90%
atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah yang 5 Kecepatan penyelesaian penyiapan rancangan Peraturan Presiden, 11 hari 11 hari
ditindaklanjuti Keputusan Presiden, dan Instruksi Presiden

6 Ketepatan penyelesaian penyiapan rancangan Peraturan Presiden, 85% 90%


Keputusan Presiden, dan Instruksi Presiden

1 Kecepatan penyelesaian laporan hasil pemantauan, evaluasi dan 10 hari 10 hari


analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di
bidang politik dan keamanan, perekonomian, dan kesejahteraan
rakyat
2 Persentase penyelesaian laporan hasil pemantauan, evaluasi dan 70% 90%
analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di
bidang politik dan keamanan, perekonomian, dan kesejahteraan
rakyat

TOTAL ALOKASI SETNEG 2010-2014 11.084,1

II.L.007.8
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI


TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

1. PROGRAM BINA PEMBANGUNAN 1.300,0


DAERAH
a. Fasilitasi Penataan Ruang Daerah dan Tersusunnya PP Sesuai Amanat UU 26/2007 Jumlah PP tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Serta 1 PP 1 PP K) 40,8
Lingkungan Hidup di Daerah Masyarakat.
Jumlah Penyusunan NSPM Penataan Ruang Daerah. 3 Permendagri 13 Permendagri K)

Tersusunnya Perda Sesuai Amanat UU 26/2007 dan Undang- Meningkatnya (Persentase) Penyelesaian Perda Sesuai 30% daerah 100% daerah
Undang 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah : Amanat UU 26/2007 dan Undang-Undang 32 tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Bantuan Penyusunan Rencana Tata Ruang Daerah Jumlah RTR Daerah Pemekaran yang sudah 2 daerah 14 K)

Pemekaran. disempurnakan.
Meningkatnya keterpaduan dalam penataan ruang Jumlah BKPRD yang terbentuk. 30% daerah 90% daerah
Terselenggaranya Rakernas BKPRN. - 2 kegiatan K)

Terselenggaranya Raker BKPRD. 2 kegiatan 6 kegiatan K)

Meningkatnya Pemahaman Aparat Daerah dalam Penataan Terselenggaranya Peningkatan SDM dalam Penataan 1 kegiatan 5 kegiatan K)

Ruang. Ruang (Pemda, BKPRD dan DPRD).

Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Penataan 1 kegiatan 5 kegiatan K)

Ruang.
Monitoring dan Evaluasi kinerja penyelenggaraan penataan Jumlah kegiatan evaluasi kinerja penyelenggaraan 1 kegiatan 5 kegiatan K)

ruang di Daerah. penataan ruang.

II.L.010.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

b. Fasilitasi pembangunan kawasan perkotaan Tersusunnya UU ttg Perkotaan Jumlah naskah akademis 1 K) 100,5
Jumlah rancangan UU ttg Perkotaan 1 K)

Jumlah uji publik RUU Perkotaan 1 K)

Jumlah UU 1 K)

Terbentuknya forum koordinasi pembangunan perkotaan di Jumlah pedoman 1 K)

tingkat provinsi Jumlah forum koordinasi pembangunan perkotaan 15


tingkat provinsi di 5 wilayah pulau besar
K)

Tersedianya Peraturan Daerah tentang penyediaan Jumlah Peraturan Daerah berkaitan dgn penyediaan 40 K)

perumahan untuk MBR. perumahan bagi MBR di kawasan perkotaan.

Tersusunnya pedoman peningkatan peran PKL dan Jumlah kebijakan/pedoman 1 rancangan pedoman 1 K)

peremajaan kawasan kumuh perkotaan dalam rangka


percepatan penanggulangan kemiskinan di perkotaan. Jumlah personil Pemda dan masy yang mengikuti 400 K)

training .
Tersusunnya kebijakan Kemendagri terkait dgn Jumlah kebijakan/pedoman 1 ranc. pedoman 1 K)

pengendalian masalah sosial dan penyakit menular di


Jumlah prov, kab/kota yang mendapat fasilitasi Pemda 28 provinsi dan 120 K)
kawasan perkotaan.
dalam mengoptimalkan pengendalian masalah sosial kab/kota
dan penyakit menular.

Tersusunnya pedoman dalam rangka penguatan peran Jumlah pedoman. 1 rancangan pedoman 1 K)

lembaga masyarakat perkotaan dalam peran sertanya bagi


percepatan pemb.perkotaan. Jumlah kelembagaan masyarakat (LKM) yang 200 K)

difasilitasi
Tersusunnya pedoman pengelolaan dan pelestarian Jumlah naskah akademis 1 1 K)

bangunan warisan budaya di perkotaan Jumlah pedoman 1 K)

II.L.010.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Terfasilitasinya pemda dalam penyusunan kebijakan daerah Jumlah kota yang memiliki perda tentang pengelolaan 25 K)

tentang pengelolaan dan pelestarian bangunan warisan dan pelestarian bangunan warisan budaya
budaya
Terbangunnya sistem informasi dan data base perkotaan
Jumlah data tipologi kawasan perkotaan seluruh 1 1 K)

yang terintegrasi mulai dari kab/kota, provinsi dan pusat.


Indonesia.
Jumlah aplikasi data base sistem informasi kawasan 1 1 K)

perkotaan
Jumlah kab/kota, provinsi yang memiliki data base dan 140 K)

terintegrasi dalam satu sistem informasi kawasan


perkotaan
Terbentuknya lembaga dan badan pengelola kawasan Tersusunnya pedoman pembentukan lembaga/badan 1 ranc. pedoman 1 K)

perkotaan pengelola kawasan perkotaan


Jumlah kota yang difasilitasi dalam untuk penyiapan 15 K)

pola pengelolaan kawasan perkotaan

Terumuskannya kebijakan Kemendagri terkait dengan Jumlah kab/kota yang terfasilitasi dalam pembentukan 49 365 K)

percepatan pembangunan sanitasi perkotaan Pokja.


Jumlah kebijakan/pedoman 1 K)

Terlaksananya kerjasama city sharing Jumlah Best Practices Perkotaan Unggulan 4 20 K)

Jumlah Kerjasama City Sharing 10 50 K)

Terlaksananya kerjasama sister city Jumlah kerjasama sister city 4 20 K)

Jumlah Kerjasama Sister City yang berjalan (terlaksana) 10 50 K)

Terlaksanannya Kerjasama Pembangunan Perkotaan Jumlah Badan Kerjasama Kawasan Metropolitan yang 1 9 K)

Kawasan Metropolitan terbentuk.


Jumlah Rencana Objek Kerjasama yang tersusun scr 2 22 K)

memadai

II.L.010.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Tertatanya batas, fungsi, nama dan luas kawasan perkotaan Jumlah pedoman pembentukan, batas, fungsi dan luas 1 1 K)

non otonom kawasan perkotaan


Jumlah supervisi dan fasilitasi pembentukan, batas, 80 K)

fungsi dan luas kawasan perkotaan


Terlaksananya fasilitasi pemda dalam penyusunan perda Jumlah kota terfasilitasi. 45 K)

pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana

Tersusun dan terlaksananya kebijakan tentang pengelolaan Jumlah kebijakan 1 K)

pasar tradisional Jumlah kota yang memiliki kebijakan tentang 15 K)

pengelolaan pasar tradisional


Jumlah evaluasi kota yang telah menerapkan 10 K)

modernisasi pengelolaan pasar tradisional


Tersusunnya Pedoman Standar Pelayanan Perkotaan ( Jumlah kebijakan/pedoman 1 1 K)

kebijakan mengenai jenis-jenis pelayanan yang harus Jumlah prov, kab/kota yang difasilitasi dan penyiapan 10 kab/kota di 3
tersedia dalam suatu kawasan perkotaan) kebutuhan perencanaan pembangunan perkotaan sesuai provinsi
SPP
Terlaksananya penilaian terhadap daerah yang mengikuti Jumlah penghargaan IMP 15 45 K)

IMP Award Jumlah dokumen evaluasi dan penyempurnaan sistem 2 K)

penilaian IMP Award


Terfasilitasi dan tersupervisinya penyelenggaraan Jumlah Prov, kab/kota yamg terfasilitasi dan 5 prov, 10 kab/kota 25 prov, 50 kab/kota K)

penyerahan aset PSU dari pengembang ke Pemda tersupervisi dalam penyelenggaraan penyerahan aset
PSU dari pengembang ke Pemda

Jumlah prov, kab/kota yang terfasilitasi dalam 10 kab/kota dari 3


penyusunan Perda terkait PSU di daerah provinsi

Tersusunnya standar pengukuran besaran RTH kawasan Jumlah kebijakan/dokumen 1 konsep rancangan 1 K)

perkotaan dan perda terkait RTH di kawasan perkotaan. dokumen.


Jumlah Kabupaten/kota yang terfasilitasi 28 K)

II.L.010.4
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Terlaksananya fasilitasi pemda dalam penyusunan perda Jumlah daerah terfasilitasi. 31 K)

berkaitan dengan pemberian IMB Jumlah daerah yang memiliki perda ttg Pemberian IMB 31 K)

Meningkatnya kinerja pemerintah daerah dalam perencanaan Jumlah daerah yg terfasilitasi dalam penyelenggaraan 10 50 K)

perkotaan dan melaksanakan tertib ruang perencanaan di kawasan perkotaan

Jumlah pedoman koordinasi pengawasan dan 1 K)

pengendalian pembangunan perkotaan


Jumlah kegiatan koordinasi pengawasan dan 15 K)

pengendalian provinsi (5 wilayah)


Jumlah hasil evaluasi kinerja pemda dalam pengawasan 3 K)

dan pengendalian pembangunan perkotaan

c. Peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah Tersusunnya regulasi/ kebijakan pengembangan ekonomi Jumlah regulasi/kebijakan yang disusun dan disahkan, 1 pkt 5 pkt K) 221,2
lokal dan daerah terkait dengan Optimalisasi Potensi, terkait dengan optimalisasi potensi, promosi, sarana dan
Promosi, Sarana dan Prasarana, Kerjasama serta prasarana, kerjasama serta kelembagaan ekonomi
Kelembagaan Ekonomi Daerah daerah.

Berkembangnya lembaga usaha ekonomi daerah terutama di Jumlah SOP/Institusi/Unit Pelayanan Terpadu (UPT) 1 paket 5 paket k)

bidang permodalan dan perijinan usaha untuk pelaksanaan OSS (One Stop Services), termasuk
di kawasan transmigrasi, agropolitan/minapolitan,
kawasan sentra produksi, klaster industri, dan kawasan
khusus lainnya.

Mempercepatproses perijinan di daerah jumlah daerah yang membentuk PTSP 5% 70%


PTSP yang siap menerapkan SPIPISE 5% 60%
Pembatalan Perda bermasalah 100% 100%
Daerah yang mengurangi biaya untuk berusaha 30% 70%

II.L.010.5
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Tersedianya data dan informasi tentang terkait dengan Tesedianya data dan info terkait dengan Potensi, 1 pkt 5pkt K)

potensi, sarana dan prasarana, kerjasama dan kelembagaan Promosi, Sarana, Kerjasama dan Kelembagaan
ekonomi daerah Ekonomi Daerah.

Terlaksananya desiminasi/sosialisasi hasil 1 pkt 5 pkt K)

pengembangan data dan info terkait dengan potensi,


promosi, sarana dan prasarana, kerjasama serta
kelembagaan ekonomi daerah
Terfasilitasinya Daerah dalam memecahkan permasalahan Jumlah daerah yang terfasilitasi dalam upaya 15 prov/kab/ kota 25 prov/kab/kota
implementasi kebijakan yang terkait dengan Potensi, memecahkan permasalahan implementasi kebijakan
Promosi, Sarana dan Prasarana, Kerjasama serta yang terkait dengan Potensi, Promosi, Sarana dan
Kelembagaan Ekonomi Daerah Prasarana, Kerjasama serta Kelembagaan Ekonomi
Daerah
Terlaksananya peningkatan wawasan aparatur dlm bidang Jumlah workshop Diseminasi/ studi Banding mengenai 1 pkt 5 pkt K)

pengembangan ekonomi lokal dan daerah. pengembangan ekonomi lokal dan daerah.

Terbentuknya forum lintas stakeholder terkait perencanaan Jumlah forum lintas stakeholder yang aktif 1 pkt 5 pkt K)

dan penganggaran program/kegiatan pengembangan


ekonomi lokal dan daerah
Meningkatnya ketersediaan tenaga fasilitasi dan jangka § Jumlah tenaga fasilitator, baik di pusat maupun 1 pkt 5 pkt K)

waktu fasilitasi kepada pelaku usaha ekonomi daerah daerah, termasuk di kawasan transmigrasi,
mengenai kualitas produksi, pengolahan dan pemasaran agropolitan/minapolitan, kawasan sentra produksi,
klaster industri, dan kawasan strategis lainnya

§ Jumlah lembaga fasilitasi di daerah 1 unit 5 unit K)

§ Jangka waktu penyelenggaraan fasilitasi di daerah, 10 bln 10 bln


termasuk di kawasan transmigrasi,
agropolitan/minapolitan, kawasan sentra produksi,
klaster industri dan kawasan strategi lainnya.

II.L.010.6
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Meningkatnya kualitas kerja sama antar daerah dan Jumlah forum kerjasama antar daerah/wilayah - 1 pkt evaluasi hasil
kemitraan pemerintah swasta dalam mendukung kinerja forum
pengembangan ekonomi lokal dan daerah kerjasama/kemitraan

Jumlah sektor / bidang ekonomi yang dikerjasamakan - 1 pkt evaluasi hasil


kerjasama kemitraan
dibid eklok antar
daerah/ swasta

Jumlah MoU PPP - 1 pkt evaluasi


potensi eklok yang
dapat di kerjasama
kan.
- Optimalisasi pelaksanaan Evaluasi hasil
kerjasama dlm rangka kerjasama
mendorong pengembangan
pengembangan eklok dan eklok dan daerah
daerah (Care, Plan, CHF (Care, Plan, CHF
dan AusAID) dan AusAID)

Meningkatnya kualitas kerja sama antar daerah dan Jumlah forum kerjasama antar daerah/wilayah - 1 pkt evaluasi hasil
kemitraan pemerintah swasta dalam mendukung kinerja forum
pengembangan ekonomi lokal dan daerah kerjasama/kemitraan

II.L.010.7
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Finalisasi pedum Evaluasi


pengembangan model pelaksanaan pedum
kerjsama ekonomi daerah pengembangan
model kerjasama
ekonomi daerah

Penyusunan instrumen Evaluasi pelaksa


kerjasama ekonomi naan instrumen
daerah kerjasama ekonomi
daerah
d. Fasilitasi Pengembangan Wilayah Terpadu Terlaksananya koordinasi pengelolaan dan pengembangan Persentase daerah yang menerapkan 50% 100% 438,6
kawasan pedoman/kebijakan terkait dengan pengembangan
potensi perekonomian daerah
Meningkatnya pertumbuhan dan pemerataan hasil Jumlah pedoman/kebijakan terkait dengan 1 1
pembangunan kawasan perbatasan dan pulau-pulau kecil pengembangan wilayah perbatasan dan pulau-pulau
kecil
Persentase wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil, 20% 90%
yang mengimplementasikan pedoman/kebijakan terkait
dengan pengembangan wilayah perbatasan dan pulau-
pulau kecil

Terwujudnya optimalisasi pengembangan wilayah tertinggal, % Pemerintah Daerah yang melaksanakan kebijakan 20% 90%
perbatasan, pesisir, dan pulau kecil, dan kawasan strategis terkait dengan PNPM PISEW di 9 Provinsi
cepat tumbuh
Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Perbatasan Persentase terfasilitasinya wilayah perbatasan untuk 5% 100%
mendorong pertumbuhan Ekonomi.

II.L.010.8
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

2. PROGRAM PEMBERDAYAAN 50.547,8


MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN
DESA
a. Peningkatan Kemandirian Masyarakat Pelayanan percepatan penanggulangan kemiskinan, Cakupan penerapan PNPM-MP dan penguatan PNPM 4.791 kec 32 provinsi 2.133 48.782,0
Perdesaan (PNPM-MP) pengangguran di kecamatan dan desa/ (PNPM-Perdesaan); kec, (termasuk 95
PNPM-RISE (PISEW); DAN PNPM-LMP sesuai standar. Cakupan wilayah kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi 2 Kab,/9 Kec. 2 Kab/9 Kec. K)

pasca bencana, khususnya di Kab. Nias dan Nias


Selatan
b. Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan · Mewujudkan pemerintahan desa yang demokratis dan · Jumlah fasilitasi pelayanan administrasi 33 Prov 33 Prov 134,5
Pemerintahan Desa dan Kelurahan efektif dalam rangka pemberian pelayanan kepada pemerintahan desa dan kelurahan melalui Bintek
masyarakat. konsulidasi , inventarisasi serta penyusunan UU
tentang Desa.
86 Kab 100 Kab
1 Produk Hukum 2 Produk Hukum K)

· Mengembangkan manajemen pemerintahan desa yang · Jumlah fasilitasi pengelolaan keuangan dan aset 15 Provinsi 30 Kabupaten 32 Provinsi 192 Kab
efektif, dengan tetap mengakui dan menghormati kesatuan desa serta kelurahan melalui Bintek, inventarisasi dan
masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya pendataan keuangan dan asset desa, pengembangan
sepanjang masih hidup dan sesuai perkembangan desa wisata sebagai sumber PAD
masyarakat.
· Memperkuat kemampuan Perangkat Desa dan anggota · Jumlah fasilitasi pengembangan desa dan 8 Provinsi, 10 Kabupaten, 32 Provinsi 64
Badan Perwakilan Desa, agar mampu menyelenggarakan kelurahan melalui penetapan indikator keberhasilan 20 Desa Kabupaten 128 Desa
pemerintahan desa secara demokratis dan efektif. pemdes, penetapan dan penegasan, pemetaan batas
wilayah desa, penyusunan data based desa dan
kelurahan, bimtek, dan koordinasi.

· Meningkatnya kemampuan Pemerintah Daerah dalam · Jumlah fasilitasi peningkatan kapasitas melalui 600 Orang dari 32 1000 Orang dari 32
memfasilitasi penyelenggaraan pemerintahan desa. TOT, Bimtek peningkatan kapasitas aparat desa dan Provinsi, 18 Kab/Kota Provinsi, 32
kelurahan Kab/Kota

II.L.010.9
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

· Jumlah fasilitasi pemantapan Badan 15 Provinsi 30 Kabupaten 32 Provinsi 192 Kab


Permusyawaratan Desa melalui Bintek, Orientasi, 60 BPD 384 BPD
Koordinasi, Monitoring dan evalusasi

c. Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Dan 137,0


Desa Lingkup Regional

· Meningkatkan kapasitas Aparat dan Masyarakat dalam · Jumlah pelatihan di bidang pemberdayaan aparatur 27 Angkt 147 Angkt K)

pelaksanaan pembangunan desa. desa/kelurahan sesuai standar


· Jumlah pelatihan di bidang pemberdayaan lembaga 30 Angkt 174 Angkt K)

masyarakat desa/kelurahan sesuai standar

· Biaya rata-rata pelayanan urusan ketatausahaan, 100% 1


kepegawaian, keuangan, administrasi umum,
perpustakaan, perlengkapan dan rumah tangga.

d. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Dan 311,3


Pelatihan Masyarakat
■ Pelayanan pengembangan kelembagaan dan pelatihan ■ Jumlah pelatihan yang diberikan bagi masyarakat 12 Angkt 480 orang dari 25 Angkt 1000
masyarakat sesuai standar. perdesaan melalui penyusunan kurikulum dan modul, 32 Prov orang dari 32 Prov
pelatihan, sinkronisasi, TOT;

■ Jumlah fasilitasi pendataan potensi desa melalui 33 prov, 394 Kab 5 33 prov, 468
Pedataan dan Pendayagunaan Profil Desa/Kelurahan, Kelurahan dan 5 Desa Kab 5
Penyelenggaraan Lomba Desa/Kelurahan Kelurahan dan 5
Desa
■ Jumlah Program dan Kegiatan masuk desa dan 12 Kegiatan di 32 32 Kegiatan di 32
peningkatan system perencanaan partisipatif melalui Provinsi, 12 Kabupaten Provinsi, 32
Sosialisasi, Bimtek, Pelatihan dan Monitoring dan Kabupaten
evaluasi.

II.L.010.10
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

■ Jumlah penataan ruangan kawasan pedesaan 10 Kab. di 10 Provinsi 50 Kab di


melalui fasilitasi Pemda dalam penyusunan perda 25 Provinsi
tentang tata ruang kawasan perdesaan, pengembangan
Pusat pertumbuhan antar desa (PPTAD), bimtek, dan
koordinasi.

■ Menata kembali peranan dan fungsi lembaga masyarakat, ■ Jumlah Fasilitasi penataan dan pengembangan 33 prov 33 prov
khususnya Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa Atau lembaga kemasyarakatan di desa melalui Bimtek,
Sebutan Lain. pelatihan, pendataan
468 kab 468 kab
12 lkeg 48 lkeg
Peningkatan kapasitas kelembagaan dan pelatihan Meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat untuk Jumlah daerah tertinggal 32 prov
masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan yang memperoleh
fasilitasi peningkatan
kelembagaan dan
pelatihan masyarakat
(provinsi)

e. Fasilitasi Pemberdayaan Adat dan Sosial 216,5


Budaya Masyarakat
· Pelayanan pengembangan pemberdayaan adat dan sosial · Jumlah fasilitasi kesejahteraan sosial melalui 33 Prov. 33 Prov.
budaya masyarakat sesuai standar. Sosialisasi, Bimtek dan Identifikasi pendataan serta 15 Kab 36 Kab
penguatan kelembagaan di daerah.
6 Keg. 10 Keg.
· Jumlah fasilitasi pemberdayaan dan kesejahteraan 33 prov 33 prov
keluarga (PKK) melalui Penguatan Kelemb. Posyandu,
468 kab 468 kab
Pendataan Posyandu, peningkt. Peran posyandu dlm
kesehatan keluarga, pelaks. Bangdesmadu.

II.L.010.11
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

· Jumlah fasilitasi tenaga kerja perdesaan yang 33 Prov 33 Prov


memperoleh pembinaan dan perlindungan keselamatan
50 Kab 50 Kab
kerja perdesaan melalui peningkatan kemampuan
tenaga kerja pedesaan di wilayah perbatasan antar 7 Keg. 10 Keg.
Negara, penyusunan permendagri, pelatihan dan
orientasi.
· Jumlah pelaksanaan pembinaan budaya nusantara 15 Kab 50Kab
melalui inventarisai KAT, pelestarian Adat dan Budaya
13 Keg 7 Keg
Nusantara dengan pemberian stimulant kepada
pemerhati adat dan budaya

· Jumlah dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan 10 Kab. di 10 Provinsi 50 Kab di 25


pemberdayaan perempuan melalui pendataan, bintek, Provinsi
dan pemberantasan buta aksara;

f. Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat 287,8

· Terwujudnya usaha masyarakat di perdesaan yang maju, Jumlah Fasilitasi Pemda dalam pengembangan usaha 33 Prov. 32 Kab 33 Prov. 32 Kab
mandiri dan berorientasi pada pemenuhan permintaan pasar, ekonomi masyarakat tertinggal termasuk PNPM-
dalam rangka meningkatkan ketahanan ekonomi nasional PISEW

· Terwujudnya usaha ekonomi masyarakat di perdesaan · Jumlah fasilitasi pelaksanaan peningkatan usaha 15 Kab 50Kab
yang maju, mandiri dan berorientasi pada pemenuhan ekonomi keluarga melalui TOT dan pelatihan
permintaan pasar, dalam rangka meningkatkan ketahanan kewirausahaan, pemberian stimulan kepada kelompok
ekonomi nasional. masyarakat pesisir dan penguatan kelembagaan
BUMKEL.
13 Keg 7 Keg

II.L.010.12
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

· Jumlah fasilitasi usaha ekonomi masyarakat 33 Prov. 33 Prov.


tertinggal melalui pelatihan, pemetaan/identifikasi,
koordinasi, sosialisasi, penyusunan proksi kemiskinan
serta pemberian stimulan kepada kelompok masyarakat
tertinggal; (termasuk PNPM-PISEW) .

15 Kab 36 Kab
· Jumlah fasilitasi pelaksanaan usaha perkreditan dan 33 Prov 33 Prov
simpan pinjam dan lembaga keuangan mikro pedesaan
melalui Bintek, koordinasi, dan pemberian stimulan
kepada kelompok masyarakat,

6 Keg. 8 Keg.
· Persentase Lembaga Keuangan Mikro 20% 0,7
Perdesaan/UED-SP yang berfungsi
· Jumlah fasilitasi pengembangan dan pengelolaan 33 Prop 33 Prop
pasar desa/ pasar lokal dan pengembangan informasi
pasar melalui Bintek Pengelolaan Pasar Desa bagi
aparat pemerintah Desa, Pengelola Pasar dan BPD,
memberikan Stimulan kepada Pasar Desa;

10 Kab, 20 Desa 10 Kab, 60 Desa


· Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana · Jumlah ketersediaan sarana dan prasarana 20 pasar 235 pasar K)

perdesaan terutama sarana prasarana pemasaran hasil pemasaran hasil produksi masyarakat desa
produksi masyarakat desa
· Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana · Tingkat pelayanan dan akses masyarakat - 80 Kab
perdesaan terutama sarana prasarana pemasaran hasil terhadap sarpras perdesaan
produksi masyarakat desa

II.L.010.13
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

· Tersusunnya RTR desa oleh Kab/Kota · Tersusunnya RTR desa oleh kab/kota - 120 Kab.
· Pelayanan pengembangan usaha ekonomi masyarakat · Jumlah fasilitasi usaha di bidang pertanian dan 33 Prov. 33 Prov.
sesuai standar. pangan yang berada di perdesaan melalui Bintek CPPD
Provinsi dan Kabupaten/Kota, koordinasi, serta
pemberian stimulan kepada kelompok masyarakat
pengelola Cadangan Pangan Pemerintah Desa (CPPD).

15 Kab 36 Kab
6 Keg 10 Keg
g. Fasilitasi Pengelolaan Sumber Daya Alam 165,8
Dan Teknologi Tepat Guna
· Pelayanan pengelolaan sumber daya alam dan · Jumlah fasilitasi pelaksanaan pengelolaan
pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai standar. konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan
melalui pelatihan, rakor, supervisi, BLM dan evaluasi
dengan kegiatan:

(a) pemanfaatan lahan kritis sebagai pilot project 14 desa di 13 provinsi 20 desa di 20
DME provinsi
(b) Pengelolaan Desa Hutan 4 desa, 4 provinsi 5 desa, 5 provinsi

(c) Pengelolaan Hutan Mangrove 1 desa 1 provinsi 2 desa, 2 provinsi

· Jumlah fasilitasi pembangunan sarana dan 33 Prov. 33 Prov.


prasarana perdesaan melalui orientasi, pelatihan,
koordinasi, bintek AMPL (PAMSIMAS).

32 Kab 10 Keg.

II.L.010.14
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

· Jumlah hasil kajian dan pemetaan kebutuhan 32 provinsi 32 provinsi


teknologi perdesaan yang diterapkan termasuk di
wilayah perbatasan.
50 kab. tertinggal 50 kab. tertinggal

· Jumlah fasilitasi pemasyarakatan dan kerjasama · 33 Provinsi · 33 Provinsi


teknologi tepat guna melalui Pelatihan, Bintek
· 35 Kab/Kota · 35 Kab/Kota
Posyantekdes, BLM, Gelar TTG, Koordinasi, dan
Monev · 4 Pokmas 20 Pokmas K)

· 20 Posyantekdes 100 Posyantekdes K)

· 8 Usaha Mikro dan 40 UMK K)

Kecil (UMK)
3. PROGRAM PENGELOLAAN 731,2
DESENTRALISASI DAN OTONOMI
DAERAH

a. Penataan Urusan Pemerintahan Daerah dan Terselenggaranya penguatan dan pemantapan urusan Jumlah Kebijakan penyempurnaan pembagian urusan 1 Kebijakan 1 Kebijakan K) 62,9
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan pemerintahan daerah pada aspek pelaksanaan dan pemerintahan antar tingkat pemerintahan dalam revisi
Daerah pengembangan urusan pemerintahan daerah, serta evaluasi UU No. 32 Tahun 2004.
dan pelaporan pelaksanaan urusan pemerintahan.
Jumlah Peraturan Pemerintah tentang Pembagian 1 Peraturan K)

Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Pemerintah


Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota, sebagai turunan dari revisi UU No. 32
Tahun 2004.

Jumlah Sosialisasi penyempurnaan pembagian urusan 1 Paket K)

pemerintahan antar tingkat pemerintahan kepada K/L


dan Pemerintah Daerah.

II.L.010.15
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Persentase pelaksanaan urusan yang telah menjadi - 100%


kewenangan pemerintahan daerah
Persentase daerah yang sudah menyelesaikan perda 30% 100%
mengenai kewenangan/urusan (wajib dan pilihan) pada
pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota.

Persentase Perda kewenangan/urusan pada 30% 100%


pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota yang telah
Jumlah bidang urusan yang telah disusun Norma 5 bidang urusan 31 bidang urusan
Standar Prosedur Kriteria (NSPK) oleh K/L dan
fasilitasi implementasi
Terwujudnya harmonisasi peraturan perundang-undangan Persentase peraturan perundang-undangan sektoral 100% 100%
terkait dengan peraturan perundang-undangan desentralisasi yang diinventarisasi yang belum sejalan dengan
dan otonomi daerah, baik di Pusat maupun antara Pusat dan peraturan perundang-undangan desentralisasi dan
Daerah dalam rangka reformasi regulasi secara bertahap. otonomi daerah di pusat dan di daerah

Persentase harmonisasi peraturan perundang-undangan 20% 60%


sektoral dengan peraturan perundang-undangan
desentralisasi dan otonomi daerah di pusat

b Pengembangan Kapasitas dan Evaluasi Terevaluasinya kinerja penyelenggaraan pemerintahan Persentase daerah yang dievaluasi kinerja 100% 100% 60,5
Kinerja Daerah daerah penyelenggaranan pemerintahan
Meningkatnya kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Persentase daerah yang meningkat kinerja 60% 90%
sebagai tindaklanjut dari pengawasan dan evaluasi kinerja pemerintahan daerahnya dalam penyelenggaraan
pemerintahan daerah desentralisasi dan otonomi daerah
c Penetapan Indikator Kinerja Utama Tersusunnya SPM Bidang lainnya yang belum diterbitkan Jumlah SPM yang ditetapkan 13 SPM 17 SPM 7,5
Pelayanan Publik yang selaras antara sampai dengan akhir tahun 2009
pemerintah pusat dan pemerintah daerah

II.L.010.16
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

d Penerapan Indikator Utama Pelayanan Publik Meningkatnya Implementasi Urusan Pemerintahan Daerah Jumlah Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah 5 SPM 17 SPM 20,0
di Daerah dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Daerah. diterapkan oleh Daerah

Jumlah bidang SPM yang dimonitor penerapannya - 17 bidang SPM K)

Jumlah bidang SPM yang dievaluasi penerapannya - 17 bidang SPM K)

e. Penataan Daerah Otonom dan Otonomi Terbitnya UU Keistimewaan DIY Jumlah undang-undang 1 UU 1 UU K) 25,0
Khusus
Tersusunnya dan terimplementasinya peraturan pelaksana Jumlah peraturan pelaksana turunan UU yang mengatur 3 RPP dan 2 Perpres 3 RPP dan 2 Perpres K)

seluruh UU yang mengatur otonomi khusus daerah dengan otonomi khusus

Terevaluasinya perkembangan Daerah Otonom Baru Persentase daerah otonom baru (< 3 th) yang dievaluasi 100% 100%

f. Penghentian/pembatasan pemekaran wilayah Terlaksananya seluruh mekanisme pengusulan pemekaran Jumlah Strategi Dasar Penataan Daerah 1 paket 1 paket K) 20,0
dan penggabungan daerah sesuai dengan PP No 78 tahun
Persentase evaluasi setiap usulan pemekaran, - 100%
2007, dalam rangka penghentian/pembatasan pemekaran
penggabungan, dan penghapusan daerah sesuai dengan
wilayah/pembentukan daerah otonom baru.
PP No 78 tahun 2007
Jumlah daerah otonom baru yang terbentuk berdasarkan - 0 (nol)
usulan Pemerintah
g. Pembinaan administrasi pejabat negara di Kapasitas kepala daerah dan pimpinan DPRD yang memadai Jumlah kepala daerah dan pimpinan DPRD yang Kepala daerah 5 Kepala daerah di K) 18,7
daerah dan DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah mengikuti kegiatan orientasi bagi peningkatan kabupaten/kota terpilih di 478 kabupaten/kota
kemampuan dalam menjalankan fungsi-fungsi setiap provinsi pada 33 otonom.
kepemimpinan daerah, legislasi, penganggaran, dan provinsi.
pengawasan, serta inovasi pemerintahan dan
pembangunan. Pimpinan DPRD 5 Pimpinan DPRD di K)

kabupaten/kota terpilih di 491 kabupaten/kota


setiap provinsi pada 33 otonom
provinsi.

II.L.010.17
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Kepala daerah provinsi Kepala daerah K)

pada 33 provinsi. provinsi pada 33


provinsi.
Pimpinan DPRD provinsi Kepala daerah dan K)

pada 33 provinsi. pimpinan DPRD


provinsi pada 33
Jumlah laporan evaluasi terhadap peningkatan kapasitas i i
1 paket K)

kepala daerah dan DPRD

Meningkatnya kualitas Perda yang berasal dari usul inisiatif Jumlah perwakilan dari masing-masing komisi DPRD Perwakilan dari masing- Perwakilan dari K)

DPRD yang mengikuti diklat Regulatory Impact Assesment masing komisi DPRD di 5 masing-masing
(RIA) atau harmonisasi peraturan perundangan. kabupaten/kota terpilih di komisi DPRD di
setiap provinsi pada 33 491 Kab/Kota
provinsi.

Jumlah laporan evaluasi kualitas Perda yang berasal 1 paket K)

dari usul inisiatif DPRD

h Penyempurnaan pelaksanaan pemilihan Tersusunnya UU tentang PEMILU Kepala Daerah dan Persentase revisi terbatas UU No. 32 tahun 2004 terkait 100% 100% 3,0
kepala daerah Wakil Kepala Daerah dan terselenggaranya Pilkada yang dengan efisiensi pelaksanaan Pilkada
efisien.
Jumlah UU tentang PEMILU Kepala Daerah dan 1 UU 1 UU K)

Wakil Kepala Daerah


i Penyusunan Peraturan Perundangan Terselenggaranya dukungan pelayanan teknis dan Jumlah penetapan UU tentang pemerintahan daerah 1 UU 1 UU K) 9,5
Pemerintahan Daerah administrasi berkualitas di lingkungan Direktorat Jenderal sebagai revisi UU No. 32 Tahun 2004
Otonomi Daerah Persentase penyelesaian penyusunan peraturan 100%
pelaksanaan UU hasil revisi UU No. 32 Tahun 2004

Jumlah sosialisasi peraturan bidang otonomi daerah 1 paket 5 paket K)

II.L.010.18
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

4. PROGRAM 1.655,0
PENGUATAN PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN UMUM

a. Pengembangan Kawasan dan Otorita Meningkatnya pengembangan kawasan dan otorita di daerah Persentase fasilitasi kawasan otorita, kawasan industri 65% 90% 105,8
dan perdagangan bebas, dan kawasan kepentingan
umum yang dikelola dan dikembangkan

b. Pengembangan Manajemen Pencegahan dan Meningkatnya sarpras Pemerintahan Pasca Persentase sarpras yang diberikan kepada daerah 40% 75% 211,7
Penanggulangan Bencana Bencana/pengurangan resiko bencana
Meningkatnya kapasitas aparat dalam upaya penanggulangan Persentase fasilitasi peningkatan kapasitas aparat dalam 75% 75%
bencana daerah dan bahaya kebakaran upaya penanggulangan bencana dan bahaya kebakaran

c. Penyelenggaraan Hubungan Pusat dan Meningkatnya daerah yang menerima manfaat dari Persentase peningkatan jumlah daerah yang 10% 20% dari jumlah di 141,4
Daerah serta Kerjasama Daerah kerjasama daerah dalam bidang ekonomi, prasarana dan melaksanakan kerjasama daerah dalam bidang tahun 2013
pelayanan publik ekonomi, prasarana dan pelayanan publik.
Persentase jumlah daerah yang menerima manfaat dari 50% 75%
kerjasama daerah dalam bidang ekonomi, prasarana dan
pelayanan publik.
Jumlah sistem database dan sistem monev kerja sama 1 paket K)

daerah yang disusun


Jumlah pemetaan pelaksanaan Kerjasama Daerah baik 1 paket K)

yang sukses maupun yang gagal


Jumlah pemutakhiran pemetaan pelaksanaan kerja sama 2 paket K)

daerah baik yang sukses maupun yang gagal

II.L.010.19
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Meningkatnya kerjasama antar daerah Persentase jumlah kegiatan fasilisasi kerjasama antar 75% 75%
daerah yang diusulkan
Tersusunnya regulasi Pusat tentang administrasi pelayanan Jumlah Permendagri tentang Pedoman Pelayanan 1 Permendagri 1 Permendagri K)

terpadu di tingkat kecamatan Administrasi Terpadu Kecamatan.


Terlaksananya administrasi pelayanan terpadu di tingkat Persentase kabupaten/kota yang telah melaksanakan 10% kabupaten/kota telah 50% kabupaten/kota
kecamatan. pelayanan administrasi terpadu kecamatan memiliki dan menerapkan telah memiliki dan
regulasi pelayanan menerapkan regulasi
terpadu di tingkat pelayanan terpadu di
kecamatan tingkat kecamatan

d. Pengembangan dan Penataan Wilayah Terfasilitasinya pengembangan dan penataan wilayah Persentase jumlah rumusan kebijakan dan produk 75% 95% 977,2
Administrasi dan Perbatasan administrasi, penegasan batas daerah, perbatasan antar hukum penataan wilayah administrasi dan penegasan
negara, toponimi, dan pertanahan batas daerah, pengembangan wilayah perbatasan,
toponimi, dan pertanahan.

Jumlah segmen penataan dan penegasan batas wilayah 15 segmen 15 segmen


administrasi perbatasan antar daerah yang ditetapkan
dengan Peraturan Perundangan

Persentase pemetaan rupabumi (toponimi) 15% 100%

Meningkatnya kemampuan pengelolaan Pos Lintas Batas Jumlah Pos lintas Batas tradisional dan internasional 3 3
(PLB) internasional dan tradisional secara terpadu yang telah dengan kualitas manajemen pengelolaan serta fasilitas
disepakati antar negara pendukung yang memadai

II.L.010.20
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Terfasilitasinya penguatan kelembagaan wilayah perbatasan Prosentase penguatan kelembagaan di pusat dan daerah 25% 100%
antar negara dalam rangka penanganan perbatasan antar negara.

Meningkatnya sarpras perbatasan antar negara dan pulau- Prosentase jumlah kab/kota di wilayah perbatasan antar 25% 100%
pulau terluar dalam rangka pelayanan umum pemerintahan negara dan pulau-pulau terluar yang mendapat sarpras
perbatasan antar negara

Meningkatnya kerjasama perbatasan antar negara Jumlah provinsi yang termasuk ke dalam perbatasan 6 6
(SOSEKMALINDO, JBC RI-RDTL, JBC RI-PNG) antar negara (SOSEKMALINDO, JBC RI-RDTL, JBC
RI-PNG

5. PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN 949,0


DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS
LAINNYA KEMENTERIAN DALAM
NEGERI

a. Penataan Produk Hukum dan Pelayanan Percepatan harmonisasi dan sinkronisasi peraturan Jumlah perda yang dikaji 3.000 perda 20.000 perda K) 12,5
Bantuan Hukum Departemen perundang-undangan di tingkat Pusat dan daerah hingga
tercapai keselarasan arah dalam implementasi pembangunan.

b. Penataan Kelembagaan, Ketatalaksanaan, Tersusunnya peraturan pemerintah pengganti PP No 41 Jumlah evaluasi pelaksanaan PP No. 41 Tahun 2007 1 paket 1 paket 6,0
Analisis Jabatan, dan Pelaporan Kinerja tahun 2007 dan peraturan-peraturan pelaksanaannya agar
organisasi perangkat daerah dapat efektif dan efisien dalam Jumlah PP pengganti PP No. 41 Tahun 2007 yang 1 PP K)

melaksanakan seluruh SPM yang telah ditetapkan serta disahkan


mengharmoniskan dengan amanat perundang-undangan
sektor dalam pembentukan organisasi sektor di daerah. Persentase daerah yang melaksanakan PP pengganti PP 100%
No. 41 Tahun 2007
Jumlah laporan monitoring pelaksanaan PP pengganti 2 laporan K)

PP No. 41 Tahun 2007

II.L.010.21
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah laporan evaluasi pelaksanaan PP pengganti PP 1 laporan K)

No. 41 Tahun 2007


6. PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS 350,0
KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

a. Pembinaan dan Fasilitasi Dana Perimbangan Peningkatan efektifitas pemanfaatan DAK sesuai Petunjuk Persentase Provinsi, kabupaten/kota yang telah 70% 90% 15,1
Pelaksanaan memanfaatkan DAK sesuai Petunjuk Pelaksanaan

Optimalisasi penyerapan DAK oleh daerah Persentase daerah yang telah Optimal (100%) menyerap 70% 90%
DAK
Terwujudnya tertib administrasi Pengelolaan Keuangan Jumlah rekomendasi kebijakan untuk dukungan materi 1 paket rekomendasi 1 paket rekomendasi K)

Daerah yang akuntabel dan transparan sebagai masukan terhadap revisi UU No. 32 Tahun kebijakan kebijakan
2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 33
Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah dan Pemerintahan Daerah.

Tersusunnya kebijakan/regulasi di bidang fasilitasi dana Jumlah Permendagri 6 18 K)

perimbangan yang dapat diimplementasikan di daerah

Jumlah Surat Edaran Mendagri 2 SE 6 SE K)

b. Pembinaan Administrasi Anggaran Daerah Peningkatan kualitas belanja daerah dalam APBD Persentase kabupaten/kota yang proporsi belanja 30% 60% 37,6
langsungnya lebih besar dari belanja tidak langsung

Persentase rata-rata belanja modal terhadap total 26% 30%


belanja daerah (Propinsi)

II.L.010.22
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Penetapan APBD secara tepat waktu Persentase jumlah APBD yang disahkan secara tepat 60% 90%
waktu.
c. Pembinaan Administrasi Pendapatan dan Meningkatnya pendapatan daerah yang bersumber dari pajak Persentase rata-rata perolehan pajak dan retribusi 4,60% 11,80% 30,7
Investasi Daerah daerah dan retribusi daerah daerah terhadap APBD Kab/Kota
Persentase rata-rata perolehan pajak dan retribusi 44,50% 48%
daerah terhadap APBD Provinsi
Meningkatnya Optimalisasi investasi daerah dan pengelolaan Persentase rata-rata hasil penerimaan Investasi dan 3% 7%
barang milik daerah barang milik daerah terhadap PAD

Meningkatnya kemampuan administrasi pendapatan dan Persentase kabupaten daerah tertinggal yang 0% 50%
investasi daerah memperoleh fasilitasi peningkatan kemampuan
administrasi pendapatan dan investasi daerah

d. Pembinaan dan Fasilitasi Provinsi dan kabupaten/ kota memiliki Laporan Keuangan Persentase daerah provinsi, Kab/Kota ber-LKPD 15% 100% 21,0
Pertanggungjawaban dan Pengawasan Pemerintah Daerah (LKPD) berstatus Wajar Tanpa dengan status WTP.
Keuangan Daerah Pengecualian (WTP).
Penetapan dan penyampaian Raperda pertanggungjawaban Persentase penetapan dan penyampaian Raperda 40% 90%
pelaksanaan APBD secara tepat waktu pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang disahkan
secara tepat waktu.
7. PROGRAM PENDIDIKAN DAN 718,0
LATIHAN
a. Pendidikan dan Pelatihan Bidang Terintegrasinya seluruh diklat bagi PNS Daerah untuk Jumlah Grand Strategy penyelenggaraan diklat 1 1 K) 42,3
Pemerintahan dan Politik menunjang penyelenggaraan pemerintahan, politik dan
penerapan SPM di daerah
Jumlah sosialisasi Grand Strategy penyelenggaraan 1 paket K)

diklat

Jumlah daerah pelaksana Grand Strategy 33 provinsi


penyelenggaraan diklat

II.L.010.23
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah camat peserta diklat teknis pemerintahan 150 510 K)

Jumlah provinsi/angkatan diklat penguatan 33 Provinsi (52 K)

pemerintahan dan politik bagi anggota DPRD, pejabat Angkatan)


pemerintahan Provinsi dan Kabupaten dan Kota,
Kecamatan, Kelurahan dan Desa untuk mendukung
penyelenggaraan pemerintahan, politik dan SPM

Jumlah peserta orientasi pengenalan tugas bagi anggota 3,000 K)

DPRD hasil Pemilu 2014


Jumlah angkatan diklat calon camat 3 K)

8. PROGRAM PENATAAN ADMINISTRASI 6.900,0


KEPENDUDUKAN

a. Pengembangan Sistem Adminstrasi Terlaksananya tertib administrasi kependudukan dengan Jumlah kabupaten/kota yang memberikan Nomor Induk 497 497 6.600 (Angka sementara
Kependudukan (SAK) Terpadu tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat dan Kependudukan (NIK) kepada setiap penduduk. untuk 5 tahun. Kepastian
terpadu. alokasi dana pertahun
menunggu penyelesaian
Jumlah penduduk yang menerima e-KTP berbasis NIK 4,2 juta jiwa di 6 kab/kota 172 juta jiwa di 497 K)
Grand Design )
dengan perekaman sidik jari kab/kota

b. Pengelolaan Informasi Manajemen Terlaksananya penataan sistem koneksi SIAK yang berbasis Jumlah koneksitas Kementerian/ Lembaga yang telah 4 K/L 15 K/L K) 148,8
Kependudukan NIK dengan sistem informasi Kementerian/Lembaga melalui mengembangkan data warehouse berbasis data
pembangunan dan pengembangan data warehouse berbasis kependudukan dengan data warehouse NIK Nasional.
data kependudukan dengan NIK Nasional

II.L.010.24
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah smart card atau dokumen lainnya yang - 23 K)

diterbitkan oleh Kementerian/ Lembaga yang telah


mengembangkan data warehouse berbasis data
kependudukan dengan NIK Nasional untuk
peningkatan pelayanan publik

c. Penataan Kebijakan Perkembangan Terwujudnya Sistem Administrasi Kependudukan yang baik Jumlah daerah yang telah menetapkan perda sebagai 127 Kab/Kota 497 Kab/kota 15,4
Kependudukan sebagai upaya reformasi pelayanan registrasi penduduk dan amanat UU No. 23 tahun 2006 dalam penyelenggaraan
pencatatan sipil. administrasi kependudukan

Jumlah peraturan pelaksana UU No. 23 Tahun 2006 4 Permendagri 18 permendagri


dan peraturan tentang penyelenggaraan registrasi
penduduk dan catatan sipil

9. PROGRAM PEMBINAAN KESATUAN Meningkatnya komitmen dan dukungan pemangku Indeks Kinerja Lembaga Demokrasi 52,3* 70 625,8
BANGSA DAN POLITIK kepentingan terhadap berjalannya proses demokratisasi dan
Indeks Kesehatan Masyarakat Sipil - 3
dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
Indeks Kebebasan Sipil 75,7* 80
Indeks Hak-Hak Politik 53* 70
Prosentase kebijakan/peraturan perundangan yang - 80%
dilaksanakan oleh pemda dan para pemangku
kepentingan
Prosentase forum dialog publik yang efektif - 80%

a. Fasilitasi Organisasi Politik dan Terlaksananya penyusunan kebijakan, fasilitasi dan 1. Prosentase kemajuan rancangan revisi terbatas UU 55% 100% 184,5
Kemasyaratan dukungan bagi peningkatan peran organisasi politik dan Parpol
kemasyarakatan
2. Jumlah parpol yang mendapatkan fasilitasi - 9 parpol
peningkatan kapasitas

II.L.010.25
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

3. Jumlah dokumen Indeks Kesehatan Masyarakat - 1 Dokumen K)

Sipil
4. Jumlah organisasi kemasyarakatan yang 580 Ormas, LSM dan 2.580 Ormas, LSM K)

mendapatkan peningkatan kapasitas LNL dan LNL


5. Prosentase kemajuan rancangan revisi UU No. 8 55% 100%
tahun 1985 tentang Ormas
6. Prosentase kemajuan penyusunan rumusan - 100%
kebijakan, perbaikan mekanisme dan prosedur
penyelenggaraan kebijakan publik yang melibatkan
masyarakat

7. Prosentase kemajuan pengembangan Democracy - 85%


Trust Fund
8. Jumlah laporan fasilitasi pertemuan, forum dan uji - 3 laporan (1 laporan K)

publik untuk masukan penyusunan naskah akademis masukan hasil


dan draft RPP Insentif Perpajakan. pertemuan/forum, 1
laporan masukan
hasil uji publik, 1
laporan sosialisasi)

9. Prosentase kumulatif provinsi/ kabupaten/kota 50% 85%


yang mendapatkan sosialisasi dan fasilitasi
peningkatan peran FKUB
10. Jumlah dokumen evaluasi UU No 9 Tahun 1961 - 2 K)

mengenai Pengumpulan Uang atau Barang

II.L.010.26
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

11. Jumlah publikasi best practices dan inovasi - 200 K)

praktek demokrasi
12. Prosentase kumulatif wilayah Indonesia yang - 65%
mendapatkan fasilitasi peningkatan peran forum publik

13. Tahapan perumusan kebijakan yang mendorong Kajian PP tentang Partai PP tentang Partai
peran dan keberlanjutan organisasi politik dan Lokal di Aceh Lokal di Aceh
kemasyarakatan dan mendorong kerja sama organisasi
kemasyarakatan dengan pemda
Permendagri tentang Permendagri tentang
Pelaksanaan Koordinasi Pelaksanaan
Pemantauan Orang Asing Koordinasi
dan Lembaga Asing Pemantauan Orang
Asing dan Lembaga
Asing

Permendagri tentang Permendagri tentang


Fasilitasi Pelayanan dan Fasilitasi Pelayanan
Pemantauan Tenaga Kerja dan Pemantauan
Orang Asing Tenaga Kerja Orang
Asing

25% pemda bekerja sama 70 % pemda bekerja


dengan organisasi sama dengan
masyarakat sipil organisasi
masyarakat sipil

II.L.010.27
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

- PP tentang Bantuan
Keuangan Parpol

- Permendagri tentang
Pedoman
pelaksanaan
Bantuan Keuangan
Parpol

18. Tingkat kepuasan pelayanan organisasi 50% 75%


kemasyarakatan, termasuk data basenya.
b. Fasilitasi Penanganan Konflik Terlaksananya penyusunan kebijakan dan fasilitasi 1. Prosentase kemajuan penetapan UU Penanganan - 100% 88,1
penanganan konflik Konflik
2. Prosentase kumulatif provinsi/ kabupaten/kota yang 40% 75%
mendapatkan fasilitasi pembentukan dan fasilitasi
pelembagaan penguatan forum dialog penyelesaian
konflik
3. Jumlah angkatan aparatur pemda yang 8 48 K)

mendapatkan pendidikan dan pelatihan manajemen


konflik dan negosiasi
4. Jumlah wilayah yang mendapatkan fasilitasi 6 wilayah pasca konflik · 8 wilayah pasca
penanganan konflik berkaitan dengan aspek (NAD, Kalteng, Sulteng, konflik (NAD,
pemerintahan dan keamanan Maluku, Maluku Utara Kalteng, Sulteng,
dan Papua Barat) Maluku, Maluku
Utara, Papua, Papua
Barat dan NTT)

II.L.010.28
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

- · 16 wilayah rawan
konflik

- · 10 wilayah
potensi konflik
5. Jumlah dokumen laporan situasi daerah 1 laporan puskomin 5 laporan puskomin K)

6. Jumlah paket kerjasama dengan organisasi - 400 paket kerjasama K)

masyarakat sipil dalam penanganan konflik di 33 provinsi

c. Pengembangan Nilai-Nilai Kebangsaan Terlaksananya penyusunan kebijakan, dukungan dan 1. Prosentase jumlah penyelesaian rumusan - 87% 50,4
fasilitasi pengembangan nilai-nilai kebangsaan kebijakan pengembangan nilai kebangsaan Indonesia
yang tepat waktu

2. Jumlah modul pengembangan nilai kebangsaan - · 4 Modul (3 K)

Modul Wawasan
Kebangsaan dan 1
Modul Bingkai
Kebangsaan)

II.L.010.29
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

- · 3 Modul ( 1 K)
Modul Pembauran
Kebangsaan, 1
Modul Pancasila
sebagai Dasar
Negara dan Ideologi
Bangsa, 1 Modul
Ketahanan Bangsa)

- · 3 Modul Bela K)
Negara

- · 2 Modul (1 K)
Modul
Pengembangan Nilai-
Nilai Pranata Sosial,
1 Modul
Pengembangan Nilai-
Nilai Budaya)

II.L.010.30
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

3. Jumlah forum sosialisasi pengembangan nilai - 85 K)

kebangsaan untuk pemuda, perempuan, aparatur


pemerintah
4. Jumlah peserta TOT/peningkatan kapasitas kader - 196 orang dari 28 K)

pembauran provinsi
d. Pembinaan dan Pengembangan Budaya Terlaksananya penyusunan kebijakan, dukungan dan 1. Prosentase penyusunan rumusan kebijakan - 90% 98,1
Politik fasilitasi pengembangan budaya politik yang berdasarkan pembinaan dan pengembangan budaya politik yang
pada 4 pilar negara (Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka akuntabel dan tepat waktu
Tunggal Ika, dan NKRI)
2. Prosentase penyusunan rumusan kebijakan - 82,50%
pendidikan perdamaian yang akuntabel dan tepat waktu

3. Jumlah paket kerja sama pembinaan dan - 536 K)

pengembangan budaya politik di wilayah miskin,


terisolasi, perbatasan dan kaum marjinal

4. Jumlah paket kerja sama sosialisasi perundang- - 536 paket kerjasama K)

undangan dan cinta tanah air di 33 provinsi

5. Jumlah provinsi yang mendapatkan fasilitasi 33 provinsi 33 provinsi


pengembangan kelompok kerja demokrasi dan
pendampingan pusat pendidikan kewarganegaraan

6. Jumlah akumulasi provinsi yang membangun dan - 25 provinsi


memperkuat pusat pendidikan kewarganegaraan/politik
rakyat

II.L.010.31
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

7. Jumlah materi/modul pendidikan politik bagi calon 3 Modul tentang 15 Modul tentang K)

pemilih pemula Pendidikan Politik bagi Pendidikan Politik


calon pemilih Pemula bagi calon pemilih
Pemula

e. Lembaga Perwakilan dan Partisipasi Politik Terlaksananya penyusunan kebijakan, dukungan dan 1. Prosentase penyusunan rumusan kebijakan 50% 90% 68,5
fasilitasi lembaga perwakilan dan partisipasi politik fasilitasi lembaga perwakilan dan pengembangan
partisipasi politik yang akuntabel dan tepat waktu

2. Prosentase penyusunan mekanisme partisipasi 50% 90%


politik rakyat dalam keterlibatan penyusunan kebijakan
publik dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan
yang akuntabel dan tepat waktu

3. Prosentase pelaksanaan fasilitasi hubungan kerja 50% 90%


antar pemerintah dengan lembaga perwakilan

4. Jumlah forum komunikasi politik - 12 K)

5. Prosentase laporan pemantauan dan pelaporan 75% 95%


perkembangan politik yang tepat waktu

6. Jumlah dokumen evaluasi sistem dan pelaksanaan 1 5 K)

pemilihan umum
7. Prosentase kemajuan penetapan rancangan revisi 100% 100%
UU No. 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara
Pemilihan Umum
9. Prosentase kemajuan penyusunan rancangan revisi 50% 100%
terbatas UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR,
DPD dan DPRD

II.L.010.32
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

10. Prosentase kemajuan penyusunan rancangan 50% 100%


revisi terbatas UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu
Anggota DPR, DPD dan DPRD

11. Prosentase kemajuan penyusunan rancangan 50% 100%


revisi terbatas UU No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilu
Presiden dan Wakil Presiden

12. Jumlah paket kerja sama dengan organisasi - 400 K)

masyarakat sipil dalam peningkatan partisipasi politik


perempuan

10. PENINGKATAN SARANA DAN Terpenuhinya sarana dan prasarana sesuai kebutuhan dan Tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung 1.735,0
PRASARANA APARATUR terlaksananya pengelolaan sarana dan prasarana pelaksanaan Tupoksi Sekretariat Jenderal dan
KEMENTERIAN DALAM NEGERI kementerian. Kementerian Dalam Negeri untuk kategori fasilitas
tertentu.
Persentase pembangunan sarana dan prasarana kampus 25% (4 daerah) 100%
IPDN Daerah.

11. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian sebagai bahan Persentase hasil penelitian dan pengembangan yang 45% 65% 181,0
KEMENTERIAN DALAM NEGERI rekomendasi perumusan kebijakan. ditindaklanjuti.

12. PENGAWASAN DAN PENINGKATAN Meningkatnya kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur Persentase tingkat ketaatan aparatur terhadap 80% 90% 200,0
AKUNTABILITAS APARATUR dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatnya pelaksanaan tugas dan fungsi di unit kerja lingkup
KEMENTERIAN DALAM NEGERI transparansi dan akuntabilitas keuangan. Kemendagri

Persentase tingkat ketaatan aparatur terhadap 80% 90%


pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan
pemerintahan di provinsi

II.L.010.33
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN DALAM NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI 2010-
No PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Persentase tingkat penyelesaian kasus-kasus dan 80% 80%


pengaduan khusus atas Petunjuk Menteri di unit kerja
lingkup Kemendagri dan Provinsi serta
Kabupaten/Kota tertentu.
13. PENDIDIKAN KEPAMONGPRAJAAN Tersedianya kader aparatur Pemerintahan Dalam Negeri Peningkatan jumlah lulusan pendidikan kader dengan 4% dari jumlah praja 5% dari jumlah praja 1.262,6
yang professional dan berkualitas pada derajat program predikat “Dengan Pujian” dan atau “cum laude”.
vokasi, akademik dan profesi.

Peningkatan rata-rata nilai pendidikan (pengajaran, Naik 2,5% (0,1 dari skala Naik 2,5% (0,1 dari
pelatihan, dan pengasuhan) 4) skala 4) dari kondisi
tahun 2013

Nilai rata-rata > 2 Nilai rata-rata > 2

TOTAL ALOKASI KEMENDAGRI 2010-2014 67.155,4


K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)
* indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2007

II.L.010.34
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI


TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

1. Program Peningkatan Hubungan dan Meningkatnya peran dan kepemimpinan 1. % prakarsa/rekomendasi Indonesia yang diadopsi 80% 80% 200,1
Politik Luar Negeri melalui Kerjasama Indonesia dalam pembentukan Komunitas
2. % dukungan dan partisipasi masyarakat domestik terhadap 100% 100%
ASEAN ASEAN di bidang politik dan keamanan,
pembentukan komunitas ASEAN 2015
ekonomi, dan sosial budaya.

1.1 Kerjasama ASEAN bidang Politik dan Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. Jumlah pertemuan/kegiatan/seminar/sidang yang diikuti 68 350 K) 43,9
Keamanan mewujudkan komunitas ASEAN di bidang oleh Indonesia
Politik dan Keamanan 2. Terlaksananya grand design nasional pelaksanaan Cetak Penjabaran kerangka 80% terlaksana
Biru Politik-Keamanan ASEAN implementasi Cetak Biru
Politik-Keamanan ASEAN
3. Jumlah provinsi/wilayah daerah yang telah memperoleh 7 33 K)

sosialisasi tentang Cetak Biru ASEAN bidang Politik dan


Keamanan
4. Jumlah pelaksanaan kegiatan terkait dengan dukungan RI 10 38 K)

kepada Timor Leste dalam upaya menjadi anggota ASEAN.

5. Jumlah kegiatan terkait pelaksanaan Pertemuan Resmi 2 11 K)

ASEAN dan Persiapan Indonesia menjadi Ketua ASEAN


pada 2013.

II.L.011.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

1.2 Kerjasama ASEAN bidang Ekonomi Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. % partisipasi Indonesia dalam 100 % keikutsertaan dalam 100 % keikutsertaan K) 21,7
mewujudkan komunitas ASEAN di bidang pertemuan/kegiatan/seminar/sidang sidang, dan 76 kertas posisi dalam sidang,dan 407
ekonomi dengan karakteristik utama pasar kertas posisi
tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi K)
2. % partisipasi dalam upaya menjaga sentralitas ASEAN 100 % keikutsertaan dalam 100 % keikutsertaan
berdaya saing tinggi, kawasan dengan
dalam hubungan ekonomi dengan mitra wicara (sidang sidang, dan 20 kertas posisi dalam sidang, dan 100
pembangunan ekonomi yang merata dan
dengan mitra wicara) kertas posisi
kawasan yang terintegrasi penuh dengan
ekonomi global 3. Jumlah kegiatan dalam rangka meningkatkan pemahaman 8 kegiatan, di Pulau Jawa 40 kegiatan di Pulau K)

publik mengenai integrasi ekonomi ASEAN Jawa, Sumatera,


Kalimantan, Sulawesi,
Bali, Nusa Tenggara,
Maluku dan Papua
1.3 Kerjasama ASEAN bidang Fungsional Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. Jumlah pertemuan/kegiatan/seminar/sidang yang diikuti 38 195 K) 22,0
mewujudkan komunitas ASEAN di bidang oleh Indonesia
Sosial Budaya 2. Jumlah pertemuan koordinasi kerjasama 2 11 K)

Fungsional/Sosial-Budaya ASEAN dalam rangka ASEAN


Senior Official Committee mengenai ASCC di luar negeri

3. Jumlah rapat koordinasi teknis dengan instansi teknis 4 22 K)

terkait dalam rangka persiapan sidang terkait kebijakan


politik luar negeri
4. Jumlah kegiatan sosialisasi perkembangan isu-isu di 5 kali kegiatan sosialisasi dan 22 kali kegiatan K)

bidang Sosial-Budaya dalam kerangka ASEAN kepada 1 kali event internasional sosialisasi dan 7 kali
masyarakat event internasional
5. % provinsi yang telah memperoleh sosialisasi mengenai 20% (7 propinsi dari 33 100% (33 provinsi) K)

Cetak Biru Sosial-Budaya ASEAN kepada masyarakat dan propinsi)


guru SMP/SMA

II.L.011.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

1.4 Kerjasama ASEAN dengan Mitra Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. Jumlah pertemuan/sidang dalam rangka implementasi 60 300 K) 14,6
Wicara dan Antar Kawasan mewujudkan Kawasan ASEAN yang Dinamis kesepakatan kerjasama di bidang politik, ekonomi, sosial
dan Outward-Looking (kerjasama ASEAN- budaya
Australia, China, Canada, Uni Eropa, India,
2. Jumlah kegiatan dalam rangka meningkatkan pemahaman 4 22 K)
Jepang, Selandia Baru, Republik Korea, Rusia,
Amerika Serikat, ASEAN+3, negara-negara publik mengenai hubungan ASEAN dengan Mitra Wicara
East Asia Summit, PBB, Gulf Cooperation serta perkembangan dan tindak lanjut implementasi Plan of
Council, MERCOSUR, dan Pakistan Action kerjasama ASEAN dengan Mitra Wicara

2. Program Peningkatan Peran dan Meningkatnya peran dan diplomasi Indonesia 1. Tingkat keberhasilan rekomendasi/ gagasan Pemri yang 70% 70% 1.787,5
Diplomasi Indonesia di Bidang dalam penanganan isu multilateral diterima dalam sidang terkait penanganan isu-isu multilateral
Multilateral dan pemajuan kerjasama multilateral

2. Tingkat dukungan lintas sektoral dalam penanganan isu- 80% 80%


isu multilateral dan implementasi kesepakatan multilateral

3. Tingkat keberhasilan pencalonan pemerintah/ individu 60% 60%


dalam keanggotaan/jabatan pada badan di berbagai fora
internasional
2.1 Kerjasama Multilateral terkait Isu Terlaksananya partisipasi Indonesia dalam 1. Jumlah prakarsa Indonesia untuk mendorong reformasi 4 20 K) 20,6
Keamanan Internasional, Senjata forum kerja sama multilateral Dewan Keamanan PBB.
Pemusnah Massal dan Senjata 2. Jumlah posisi pemri yang disampaikan dalam sidang 10 50 K)

Konvensional, Penanggulangan internasional


Kejahatan Lintas Negara dan Terorisme
3. Jumlah koordinasi teknis 19 119 K)

4. Jumlah partisipasi Indonesia pada sidang internasional 7 35 K)

5. Jumlah penyelenggaraan pertemuan internasional - 3 K)

(Indonesia sebagai tuan rumah)

II.L.011.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

2.2 Kerjasama Multilateral Dalam Rangka Terlaksananya partisipasi Indonesia dalam 1. Jumlah koordinasi teknis 28 196 K) 40,0
Pemajuan dan Perlindungan HAM serta forum kerja sama multilateral tentang pemajuan 2. Jumlah penyelenggaraan pertemuan/kerjasama 12 60 K)
Penanganan Isu Kemanusiaan dan perlindungan HAM serta penanganan isu internasional
kemanusiaan termasuk penanganan isu residual K)
3. Jumlah partisipasi Indonesia pada sidang internasional 4 226
Timor-Timur, dan penanganan isu kemanusiaan
pada tingkat nasional K)
4. Jumlah posisi Pemri yang disampaikan dalam sidang 5 227
internasional

2.3 Kerjasama Multilateral Terkait Isu Terlaksananya partisipasi Indonesia dalam 1. Jumlah posisi Pemri yang disampaikan dalam sidang 17 107 K) 22,8
Perdagangan, Perindustrian, Investasi, setiap forum kerja sama multilateral tentang internasional
dan HAKI Perdagangan, Perindustrian, Investasi, dan
2. Jumlah koordinasi teknis 21 109 K)
HAKI
3. Jumlah penyelenggaraan pertemuan/kerjasama 2 10 K)

internasional
4. Jumlah partisipasi Indonesia dalam sidang internasional 10 60 K)

2.4 Kerjasama Multilateral Terkait Isu Terlaksananya partisipasi Indonesia dalam 1. Jumlah Posisi pemri yang disampaikan dalam sidang 8 40 K) 26,3
Pembangunan Ekonomi, Keuangan, dan setiap forum kerja sama multilateral tentang internasional
Lingkungan Hidup pembangunan ekonomi, keuangan, dan 2. Jumlah koordinasi teknis 52 260 K)

lingkungan hidup serta pembangunan sektoral K)


3. Jumlah penyelenggaraan pertemuan/kerjasama 2 6
internasional
4. Jumlah partisipasi Indonesia dalam sidang regional dan 27 135 K)

multilateral
2.5 Kerjasama Multilateral Terkait Isu Terlaksananya partisipasi Indonesia dalam 1. Jumlah posisi Pemri yang disampaikan dalam sidang 22 107 K) 32,7
Sosial Budaya dan Organisasi setiap forum kerja sama multilateral tentang internasional
Internasional Negara Berkembang sosial budaya dan organisasi internasional 2. Jumlah koordinasi teknis 16 80 K)

negara berkembang K)
3. Jumlah penyelenggaraan pertemuan/kerjasama - 2
internasional
4. Jumlah partisipasi Indonesia dalam sidang internasional 23 133 K)

II.L.011.4
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

5. Jumlah pertemuan tentang LSM Asing 20 106 K)

6. Tersusunnya grand design kerjasama Selatan-Selatan - Tersusunnya grand


design kerjasama
Selatan-Selatan

3. Program Pemantapan Hubungan dan Meningkatnya kerjasama RI dengan negara- 1. % prakarsa/rekomendasi Indonesia yang diadopsi 70% 70% 215,7
Politik Luar Negeri serta Optimalisasi negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika
Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan 2. Tingkat kelancaran hubungan dan kerjasama bilateral di 80% 80%
Afrika berbagai bidang.

3.1 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. % fasilitasi penyelenggaraan kerjasama 100% 100% 27,8
Negeri di Kawasan Asia Timur dan kerjasama di bidang politik, keamanan, 2. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 15 82 K)
Pasifik ekonomi, dan sosial budaya dengan negara-
3. Jumlah kunjungan/pernyataan dukungan Kepala 4 51 K)
negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik
Negara/Pemerintahan dan Pejabat Tinggi dari/ke negara-
negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik
4. Jumlah rekomendasi/prakarsa Indonesia dalam 5 14 K)

mendukung upaya perdamaian di kawasan Asia Timur dan


Pasifik
5. % fasilitasi untuk sidang/pameran/forum bisnis (Trade, 100% 100%
Tourism and Investment )
6. Tingkat penanganan isu illegal migrant dan human 25% 25%
traficking serta isu-isu lainnya
7. Jumlah pelaksanaan koordinasi teknis 30 200 K)

3.2 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. % fasilitasi penyelenggaraan kerjasama 100% 100% 18,8
Negeri di Kawasan Asia Selatan dan kerjasama di bidang politik, keamanan, 2. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 8 52 K)
Tengah ekonomi, dan sosial budaya dengan negara-
3. Jumlah kunjungan/pernyataan dukungan Kepala 8 46 K)
negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah
Negara/Pemerintahan dan Pejabat Tinggi dari/ke negara-
negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah

II.L.011.5
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

4. Jumlah rekomendasi/prakarsa Indonesia dalam 2 16 K)

mendukung upaya perdamaian di kawasan Asia Selatan dan


Tengah
5. % fasilitasi untuk sidang/pameran/forum bisnis (Trade, 100% 100%
Tourism and Investment )

6. Tingkat penanganan isu illegal migrant dan human 25% 25%


traficking serta isu-isu lainnya
7. Jumlah koordinasi teknis 30 200 K)

3.3 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. % fasilitasi penyelenggaraan kerjasama 100% 100% 22,4
Negeri di Kawasan Sub Sahara Afrika kerjasama di bidang politik, keamanan, 2. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 3 24 K)
ekonomi, dan sosial budaya dengan negara-
negara di kawasan Sub Sahara Afrika 3. Jumlah kunjungan/pernyataan dukungan Kepala 17 92 K)

Negara/Pemerintahan dan Pejabat Tinggi dari negara-negara


di kawasan Sub Sahara Afrika dan pernyataan dukungan
resmi dari negara-negara kawasan Sub Sahara Afrika
terhadap NKRI

4. Jumlah rekomendasi/prakarsa Indonesia dalam 4 24 K)

mendukung upaya perdamaian di kawasan Sub Sahara Afrika

5. % fasilitasi untuk sidang/pameran/forum bisnis (Trade, 100% 100%


Tourism and Investment )
6. Jumlah koordinasi teknis 30 200 K)

3.4. Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. % fasilitasi penyelenggaraan kerjasama 100% 100% 18,4
Negeri di Kawasan Timur Tengah kerjasama di bidang politik, keamanan, K)
2. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 8 52
ekonomi, dan sosial budaya dengan negara-
negara di kawasan Timur Tengah 3. Jumlah kunjungan/pernyataan dukungan Kepala 12 63 K)

Negara/Pemerintahan dan Pejabat Tinggi dari negara-negara


di kawasan Timur Tengah dan pernyataan dukungan resmi
dari negara-negara kawasan Timur Tengah terhadap NKRI

II.L.011.6
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

4. Jumlah rekomendasi/prakarsa Indonesia dalam 6 38 K)

mendukung upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah


(Palestina, Irak, Lebanon dan Sudan)
5. % fasilitasi untuk sidang/pameran/forum bisnis (Trade, 100% 100%
Tourism and Investment )
6. Jumlah koordinasi teknis 30 200 K)

3.5 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. Jumlah partisipasi Indonesia pada sidang/pertemuan 68 372 K) 41,0
Negeri Melalui Kerjasama Intra kerjasama di bidang politik, keamanan,
Kawasan Asia Pasifik dan Afrika ekonomi, dan sosial budaya di berbagai forum 2. Tingkat penyampaian posisi Delri dalam mencegah 100% 100%
Kerjasama Intra Kawasan Asia Pasifik dan pencantuman isu separatisme di Indonesia dalam dokumen
Afrika (APEC, ARF, ACD, NAASP, AMED, akhir sidang
SwPD, PIF, IOR-ARC, CTI, BIMP-EAGA, 3. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 8 48 K)
IMT-GT, dll)
4. Jumlah penyelenggaraan sidang/sosialisasi/seminar 10 60 K)

mengenai kebijakan luar negeri RI

5. Jumlah prakarsa/inisiatif/rekomendasi Indonesia yang 11 61 K)

diterima
6. Jumlah koordinasi teknis 40 270 K)

4. Program Optimalisasi Diplomasi Terkait Meningkatnya diplomasi bidang hukum dan 1. Tingkat kemajuan perundingan yang terkait dengan 20% 100% 166,2
dengan Pengelolaan Hukum dan perjanjian internasional masalah perbatasan (kualitatif)
Perjanjian Internasional
2. Tingkat kepastian perumusan perjanjian internasional 100% 100%
yang melindungi kepentingan nasional

4.1 Optimalisasi Diplomasi terkait dengan Terselenggaranya penguatan diplomasi melalui 1. Jumlah telaahan dalam proses perumusan dan pelaksanaan 14 70 K) 64,2
Perjanjian Politik, Keamanan optimalisasi perjanjian politik, keamanan, kebijakan dan politik luar negeri
Kewilayahan dan Kelautan kewilayahan dan kelautan 2. Jumlah telaahan terhadap persoalan-persoalan hukum 13 65 K)

internasional
3. Jumlah pelaksanaan ratifikasi, penerapan hukum, 6 30 K)

penyelesaian sengketa hukum, dan perjanjian internasional

II.L.011.7
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

4. Jumlah standar, norma, pedoman, kriteria, prosedur, dan 49 245 K)

pemberian bimbingan teknis, serta evaluasi pembuatan


perjanjian internasional
5. Jumlah pelaksanaan perundingan yang terkait dengan 12 60 K)

pembuatan perjanjian bilateral, regional, dan multilateral


antara RI-Malaysia, Filipina, Singapura, Timor Leste,
Vietnam, dan Palau
6. Tersusunnya dokumen tentang Ocean Policy Penyusunan Rancangan Tersedianya dokumen
Dokumen tentang Ocean tentang Ocean Policy
Policy
5 Program Pemantapan Hubungan dan Meningkatnya kerjasama di berbagai bidang 1. % prakarsa/rekomendasi Indonesia yang diadopsi 70% 70% 163,7
Politik Luar Negeri serta Optimalisasi antara RI dengan negara-negara dan organisasi
Diplomasi di kawasan Amerika dan intrakawasan di kawasan Amerop 2.Tingkat kelancaran hubungan dan kerjasama bilateral di 80% 80%
Eropa berbagai bidang.

5.1 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di Indonesia 12 74 K) 11,6
Negeri di Kawasan Amerika Utara dan kerjasama di bidang politik, keamanan, 2. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di negara-negara 19 99 K)
Tengah ekonomi, dan sosial budaya dengan negara- kawasan Amerika Utara dan Tengah
negara di Kawasan Amerika Utara dan Tengah K)
3. Jumlah kunjungan pejabat tinggi dan senior dari/ke 6 40
negara-negara di kawasan Amerika Utara dan Tengah
4. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 15 89 K)

5. % fasilitasi untuk pameran/forum bisnis di bidang 100% 100%


ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata
6. Jumlah koordinasi teknis (interdep) 90 482 K)

7. Jumlah keikut sertaan dalam pameran dan kegiatan - 32 K)

kebudayaan di negara-negara Amerika Utara dan Tengah

II.L.011.8
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

5.2 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di Indonesia 4 16 K) 10,9
Negeri di Kawasan Amerika Selatan dan kerjasama di bidang politik, keamanan, 2. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di negara-negara 6 32 K)
Karibia ekonomi, dan sosial budaya dengan negara- kawasan Amerika Selatan dan Karibia
negara di kawasan Amerika Selatan dan Karibia K)
3. Jumlah kunjungan pejabat tinggi dari/ke negara-negara di 5 31
kawasan Amerika Selatan dan Karibia
4. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 11 59 K)

5. % fasilitasi untuk pameran/forum bisnis di bidang 100% 100%


ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata
6. Jumlah koordinasi teknis (interdep) 30 144 K)

7. Jumlah keikut sertaan dalam pameran dan kegiatan 1 25 K)

kebudayaan di negara-negara Amerika Selatan dan Karibia

5.3 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di Indonesia 8 42 K) 10,9
Negeri di Kawasan Eropa Barat kerjasama di bidang politik, keamanan, 2. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di negara-negara 7 42 K)
ekonomi, dan sosial budaya dengan negara- kawasan Eropa Barat
negara di kawasan Eropa Barat K)
3. Jumlah kunjungan tingkat pejabat tinggi dari/ke negara- 10 55
negara di kawasan Eropa Barat
4. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 9 48 K)

5. % fasilitasi untuk pameran/forum bisnis di bidang 100% 100%


ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata
6. Jumlah koordinasi teknis (interdep) 35 187 K)

7. Jumlah keikut sertaan dalam pameran dan kegiatan 2 26 K)

kebudayaan di negara-negara Eropa Barat

II.L.011.9
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

5.4 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di Indonesia 5 30 K) 10,7
Negeri di Kawasan Eropa Tengah dan kerjasama di bidang politik, keamanan, 2. Jumlah penyelenggaraan pertemuan di negara-negara 5 33 K)
Timur ekonomi, dan sosial budaya dengan negara- kawasan Eropa Tengah dan Timur
negara di Kawasan Eropa Tengah dan Timur K)
3. Jumlah kunjungan tingkat pejabat tinggi dari/ke negara- 2 13
negara di kawasan Eropa Tengah dan Timur
4. Jumlah dokumen implementasi kesepakatan 10 61 K)

5. % fasilitasi untuk pameran/forum bisnis di bidang 100% 100%


ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata
6. Jumlah koordinasi teknis (interdep) 25 137 K)

5.5 Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Terlaksananya peran Indonesia dalam 1. Jumlah kerjasama yang disepakati antara RI melalui 11 64 K) 24,4
Negeri Melalui Kerjasama Intrakawasan kerjasama di bidang politik, keamanan, kerjasama intrakawasan Amerika dan Eropa
Amerika dan Eropa ekonomi, dan sosial budaya di Organisasi 2. Jumlah prakarsa/rekomendasi Indonesia dalam kerjasama 6 34 K)

Intrakawasan Amerika dan Eropa FEALAC


3. Jumlah prakarsa/rekomendasi Indonesia dalam kerjasama 4 20 K)

ASEM
4. Jumlah penyelenggaraan sidang/pertemuan dalam rangka 12 65 K)

optimalisasi diplomasi intrakawasan Amerika dan Eropa

5. Jumlah sidang/pertemuan yang dihadiri dalam rangka 37 195 K)

optimalisasi diplomasi intrakawasan Amerika dan Eropa

6. % fasilitasi untuk pameran/forum bisnis di bidang 100% 100%


ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata dalam
kerjasama intra kawasan
7. Jumlah koordinasi teknis (interdep) 30 165 K)

8. Jumlah keikutsertaan dalam pameran dan kegiatan 2 12 K)

kebudayaan di kawasan Amerika dan Eropa

II.L.011.10
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

6 Program Pengkajian dan Pengembangan Meningkatnya Kualitas Pengkajian dan % rekomendasi kebijakan politik luar negeri yang 70% 100% 108,2
Kebijakan Luar Negeri Pengembangan Kebijakan di Bidang Hubungan ditindaklanjuti sebagai kebijakan Kementerian Luar Negeri
dan Politik Luar Negeri RI

7 Program Peningkatan Kualitas Meningkatnya kualitas pelayanan keprotokolan Tingkat pelayanan keprotokolan, kekonsuleran, fasilitas 100% 100% 1.249,4
Pelayanan Keprotokolan dan dan kekonsuleran diplomatik dan perlindungan WNI/BHI yang memadai dan
Kekonsuleran tepat waktu
7.1 Peningkatan perlindungan dan Terlaksananya pelayanan dan perlindungan 1. Jumlah pertemuan dengan negara sahabat terkait 5 35 K) 1.120,3
pelayanan WNI/BHI di Luar Negeri WNI/BHI perlindungan WNI/BHI dengan negara lain
2. Jumlah Citizen Services yang diperkuat 24 120 K)

3. Jumlah WNI/TKI yang memperoleh fasilitas di - 14998


penampungan
4. Jumlah WNI/TKI yang direpatriasi - 14998 K)

5. Jumlah WNI/TKI yang dideportasi - 24020 K)

6. % pemberian bantuan hukum (advokasi dan lawyer) bagi - 100%


WNI terutama tenaga kerja wanita
7. Jumlah laporan monitoring dan evaluasi pelayanan dan - 96 K)

perlindungan WNI/TKI
8. Jumlah sosialisasi untuk PJTKI tentang pelayanan dan 3 15 K)

perlindungan WNI di luar negeri


9. Jumlah koordinasi dengan instansi terkait baik di dalam 65 390 K)

maupun di luar negeri


10. Tersedianya database mengenai penyebaran WNI Database WNI/BHI di Database WNI/BHI di
terdaftar di seluruh perwakilan di luar negeri seluruh perwakilan seluruh perwakilan
11. Jumlah buku saku/leaflet tentang informasi pelayanan 1 9 K)

dan perlindungan WNI di luar negeri


12. Jumlah kota yang menjadi program diseminasi 15 125 K)

perlindungan WNI melalui media elektronik


13. Jumlah tayangan iklan tentang pelayanan dan 6 76 K)

perlindungan WNI/BHI di luar negeri

II.L.011.11
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

8. Program Optimalisasi Informasi dan Meningkatnya kualitas informasi dan diplomasi 1. Tingkat keandalan konten dan metode penyebaran 100% 100% 311,8
Diplomasi Publik publik informasi tentang Indonesia
2. Tingkat persepsi positif masyarakat internasional terhadap Baik Baik
Indonesia
3. Tingkat pemahaman publik Indonesia tentang pentingnya Baik Baik
diplomasi
8.1 Penguatan Citra Indonesia Melalui Terselenggaranya kegiatan pemberian 1. Jumlah koordinasi dalam rangka meningkatkan kualitas 3 kali Updates from the 22 kali Updates from the K) 115,9
Diplomasi Publik dukungan publik di dalam dan luar negeri bagi diplomasi publik Regions Regions
pelaksanaan politik luar negeri RI

2. Tingkat penyelesaian legal matters Museum KAA 50 % Penyelesaian Legal 100 % Penyelesaian
Matters MKAA Bandung Legal Matters MKAA
Bandung
3. Jumlah pelaksanaan kegiatan dalam rangka diplomasi 21 120 K)

publik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri khususnya


terkait isu demokrasi, interfaith dialogue, global media
dialogue, dan cultural exchange

4. Jumlah penyelenggaraan pertemuan internasional di 1 kali penyelenggaraan BDF 5 kali penyelenggaraan K)

bidang diplomasi publik (3 rangkaian kegiatan Bali BDF(48 rangkaian


Democracy Forum : kegiatan Bali
workshop, BDF EGPM, Democracy Forum :
BDF , operasionalisasi workshop, BDF EGPM,
Sekretariat IDP, Publikasi) BDF, operasionalisasi
Sekretariat IDP,
Publikasi)

II.L.011.12
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

5. Jumlah diseminasi informasi mengenai kebijakan luar 20 117 K)

negeri dan pelaksanaan tugas Kementerian Luar Negeri dan


Perwakilan RI di luar negeri kepada publik dalam dan luar
negeri.

6. Jumlah Promosi dan Community Outreach Museum 8 40 K)

KAA
7. Revitalisasi Museum KAA (tergantung dari penyelesaian 100 % Revitalisasi Museum 100 % Revitalisasi
legal matters MKAA) KAA Museum KAA

8.2 Penguatan Citra Indonesia Melalui Terlaksananya kebijakan di bidang kerjasama 1. Jumlah koordinasi dalam rangka meningkatkan kualitas - 28 K) 32,0
Kerjasama Teknik teknik yang berkualitas penyelenggaraan kerjasama teknik
2. Jumlah pelaksanaan kegiatan kerjasama teknis di 2 10 K)

berbagai bidang dengan negara-negara sahabat.


3. Jumlah pelaksanaan kegiatan kerjasama teknik yang 7 27 K)

diberikan Indonesia dalam rangka kerjasama Selatan-Selatan

4. % Penguatan entitas untuk melakukan koordinasi dan 100% 100%


sinergi antar lembaga dalam melaksanakan kerjasama Selatan-
Selatan
9 Program Peningkatan Pengawasan dan Meningkatnya Kualitas Pengawasan pada 1. Opini audit BPK Wajar Tanpa Pengecualian Wajar Tanpa 124,2
Akuntabilitas Kementerian Luar Negeri Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI (WTP) Pengecualian (WTP)
2. % pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan rencana 75% 90%

II.L.011.13
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/KEGIATAN
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp. Miliar)

10 Program Dukungan Manajemen dan Meningkatnya dukungan manajemen dan teknis % penyelenggaraan dukungan manajemen yang profesional, 70% 90% 24.455,9
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pelaksanaan diplomasi Indonesia akuntabel (sesuai peraturan perundangan), efisien (tepat
Kementerian Luar Negeri sasaran) dan efektif (tepat guna)

11 Program Peningkatan Sarana dan Meningkatnya kualitas dukungan sarana dan Tingkat dukungan sarana dan prasarana aparatur 100% 100% 2.072,8
Prasarana Kementerian Luar Negeri prasarana Kementerian Luar Negeri Kementerian Luar Negeri

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN LUAR NEGERI 2010-2014 30.855,6


K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.011.14
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN


TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

A. DEPHAN 279.862,5
1. Program dukungan Manajemen dan pelak- Meningkatnya pelaksanaan manajemen yang terintegrasi Persentase manajemen yang terintegrasi dan akuntabel 80% 80% 5.750,4
sanaan tugas teknis lainnya UO. Dephan dan akuntabel berdasarkan data yang up-to-date dan akurat berdasarkan data yang up-to-date dan akurat di lingkungan
di lingkungan Dephan Dephan
2. Program Pengawasan dan Peningkatan Meningkatnya kinerja dan akuntabilitas aparatur Dephan Persentase satuan kerja mencapai target kinerjanya dgn 90% 90% 78,5
Akuntabilitas Aparatur Dephan administrasi yg akuntabel sesuai SOP
3. Program Penelitian dan Pengembangan Dephan Mewujudkan teknologi dan sumber daya pertahanan sesuai Persentase sarana dan prasarana pertahanan memenuhi 25% 25% 111,9
kemajuan IPTEK dan mampu dikembangkan secara kebutuhan dan standar mutu, sesuai kemajuan IPTEK serta
mandiri dikem-bangkan secara mandiri

a Penelitian, dan pengembangan alat peralatan Terwujudnya model dan/ atau prototype alat pera-latan Persentase prototype alat peralatan pertahanan matra darat, 30% 30% 19,3
pertahanan pertahanan matra darat, matra laut dan matra udara yang matra laut dan matra udara yang mampu dikembangkan secara
sesuai kemajuan IPTEK dan mampu dikembangkan secara mandiri
mandiri
4. Program Pendidikan dan Pelatihan Dephan/TNI Terlaksananya pendidikan dan pelatihan Dephan/TNI Persentase lulusan yang profesional melalui Diklat yang 75% 75% 456,8
memenuhi standar mutu, menerapkan kemajuan IPTEK memenuhi standar mutu dan menerapkan kemajuan IPTEK
serta mampu menjawab tantangan tugas untuk
menghasilkan lulusan yang profesional

a Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas Meningkatnya perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan Presentase perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan 90% 90% 95,7
teknis lainnya Badiklat Dephan pelaporan berdasarkan data yang up-to-date dan akurat pelaporan berdasarkan data yang up-to-date dan akurat secara
secara terintegrasi akuntabel dan tepat waktu dilingkungan terintegrasi, akuntabel dan tepat waktu dilingkungan Badiklat
Badiklat Dephan Dephan
b. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Pertahanan Meningkatnya kualitas pendidikan tinggi bidang pertahanan Persentase lulusan yang menguasai pengetahuan bidang 40% 43% 230,1
pertahanan
5. Program Strategi Pertahanan Terwujudnya kebijakan strategi pertahanan negara yang Persentase rumusan kebijakan strategi pertahanan negara yang 50% 50% 219,3
terintegrasi dalam menghadapi ancaman, gangguan, terintegrasi dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan,
hambatan, tantangan dan peluang baik nasional, regional tantangan dan peluang baik nasional, regional dan global
dan global

II.L.012.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

a Analisa Strategis Terlaksananya prediksi ancaman, gangguan, hambatan, Persentase cakupan prediksi ancaman, gangguan, hambatan, 40% 40% 40,2
tantangan dan peluang baik nasional, regional dan global tantangan dan peluang baik nasional, regional dan global
secara tepat waktu dengan data yang up-to-date dan akurat secara tepat waktu dengan data yang up-to-date dan akurat

b. Perumusan Kebijakan Strategis dan Kebijakan Tersusunnya kelengkapan kebijakan pertahanan negara Presentase kelengkapan kebijakan pertahanan negara yang 45% 45% 40,2
Implementatif yang mampu memenuhi kebutuhan nasional dan mampu memenuhi kebutuhan nasional dan tantangan global
tantangan global serta diimplementasikan secara sinergis serta diimplementasikan secara sinergis lintas sektor
lintas sektor
6. Program Perencanaan Umum dan Penganggaran Terwujudnya perencanaan umum dan penganggaran Persentase perencanaan umum dan penganggaran pertahanan 50% 50% 2.020,3
Pertahanan pertahanan yang terintegrasi, akuntabel, tepat waktu dan yang terintegrasi, akuntabel, tepat waktu dan mampu
mampu memenuhi kebutuhan memenuhi kebutuhan

7. Program Potensi Pertahanan Meningkatnya masyarakat, sumber daya alam/ buatan dan Persentase seluruh masyarakat, sumber daya alam/buatan dan 50% 50% 162,6
sarana prasarana nasional berdaya guna secara optimal sarana prasarana nasional berdaya guna secara optimal dalam
dalam rangka penyelenggaraan pertahanan negara rangka penyelenggaraan pertahanan negara

a Pembinaan kesadaran bela negara Terlaksananya penerapan nilai-nilai bela negara pada Indeks penerapan nilai-nilai bela negara pada masyarakat 25% 25% 19,7
masyarakat
b. Pembentukan dan pembinaan komponen Terbentuknya komponen cadangan sesuai postur Persentase terbentuknya komponen cadangan sesuai postur 20% 20% 17,6
cadangan pertahanan secara akuntabel perta-hanan secara akuntabel
c. Penataan dan Pembinaan Komponen Pendukung Tertata dan terbinanya komponen pendukung secara Jumlah komponen pendukung secara terintegrasi dengan data 20% 20% 20,1
terintegrasi dengan data yang up-to-date, akurat dan siap yang up-to-date, akurat dan siap digunakan
digunakan
8. Program Kekuatan Pertahanan Terwujudnya kekuatan pertahanan negara yang mampu Persentase kekuatan pertahanan negara yang mampu 30% 30% 251,7
mengidentifikasi, menangkal, menindak ancaman secara mengidentifikasi, menangkal, menindak ancaman secara
terintegrasi dan tepat waktu terintegrasi dan tepat waktu
9. Program Manajemen pembangunan sarana Meningkatnya industri, sarana dan prasarana pertahanan Presentase industri, sarana dan prasarana pertahanan yang 40% 40% 1.134,2
prasarana pertahanan yang memenuhi kebutuhan dan standar mutu, sesuai memenuhi kebutuhan dan standar mutu, sesuai kemajuan
kemajuan IPTEK serta dikembangkan secara mandiri IPTEK serta dikembangkan secara mandiri

a Pembangunan sarana dan prasarana pertahanan Meningkatnya jumlah sarana dan prasarana pertahanan di Persentase kecukupan jumlah sarana dan prasarana kebijakan 10% 14% 12,9
di wilayah perbatasan wilayah perbatasan pertahanan di wilayah perbatasan

II.L.012.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

10. Program Pengembangan teknologi dan industri Meningkatnya jumlah kebutuhan Alutsista produksi dalam Persentase penggunaan potensi kebutuhan Alutsista produksi 20% 22% 7.100,0
pertahanan negeri terpenuhi secara bertahap dalam negeri terpenuhi secara bertahap
a. Penyusunan Rencana induk, master plan dan Tersusunnya rencana pengembangan & pengadaan alutsista Dokumen rencana pengembangan dan pengadaan 50% 100% K) 0,0
road map revitalisasi industri pertahanan TNI dan Alut Polri 2010 – 2014
b. Konsolidasi RPJMN 2010-2014 beserta RKP, Tersusunnya mekanisme pendanaan Industri Pertahanan Rumusan pendanaan Industri Pertahanan Dalam Negeri yang 100% 100% K) 0,0
Penguatan basis pendanaan, dan Perumusan dalam negeri yang bersifat multiyears bersifat multiyears
Kerangka Pendanaan 5 tahun
c. Revisi Keppres 80 Tahun 2003 untuk Tersedianya payung hukum untuk mendukung revitalisasi Ditetapkannya Keppres Pengadaan barang dan jasa 100% 100% K) 0,0
mendukung revitalisasi industri pertahanan industri pertahanan

d. Identifikasi teknologi – Alutsista TNI dan Alut Tersedianya data kemampuan produksi alutsista TNI dan Jumlah item produk alutsista TNI dan Alut Polri yang mampu 25% 100% K) 0,0
POLRI yang dibutuhkan dalam PJP I Alut Polri oleh Industri Pertahanan dalam Negeri diproduksi oleh Industri Pertahanan dalam Negeri

e. Pembentukan Komite Kebijakan Industri Tersedianya badan Clearing House lintas bidang dan lintas Efisiensi dan Efektivitas pengadaan Alutsista TNI dan Alut 100% 100% K) 0,0
Pertahanan sebagai Clearing House KL POLRI
f. Refocusing, intensifikasi dan kolaborasi R & D Terwujudnya model dan/atau prototype alat peralatan Jumlah model dan /atau prototype alat peralatan pertahanan 30% 30% 0,0
pertahanan matra darat, laut, dan udara yang sesuai dengan matra darat, laut, dan udara yang sesuai dengan kemajuan
kemajuan IPTEK dan mampu dikembangkan secara IPTEK dan mampu dikembangkan secara mandiri
mandiri
g. Produksi Alutsista Industri dalam negeri Meningkatnya produksi Alutsista industri dalam negeri Jumlah produksi Alutsista industri dalam negeri 20% 25% 7.100,0

II.L.012.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
I. MABES TNI
1. Program dukungan manajemen dan pelaksaan Terlaksananya fungsi dukungan manajemen dan tugas a. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan 100% 100% 14.432,0
tugas teknis lainnya integratif teknis dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan administrasi dan perawatan personel.
kekuatan dan kemampuan menuju Minimum Essential
Force (MEF). b. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan 70% 73%
fungsi.
c. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan 60% 62%
pemelihara/perawatan perkantoran integratif.

d. Prosentase kualitas dan kuantitas operasional 70% 72%


perkantoran integratif.
e. Prosentase kualitas dan kuantitas pengembangan sistem 60% 62%
dan evaluasi kinerja integratif.

a. Penyelenggaraan administrasi dan perawatan Melaksanakan pemenuhan hak-hak prajurit dan PNS TNI Prosentase pemenuhan hak-hak prajurit dan PNS TNI berupa 100% 100% 3.599,7
personel integratif berupa pembayaran gaji, honorarium dan tunjangan serta pembayaran gaji, honorarium, dan tunjangan serta lembur yang
lembur yang dapat diterima secara tepat waktu dan tepat dapat diterima secara tepat waktu dan tepat jumlah sesuai
jumlah sesuai dengan peraturan yang berlaku. dengan peraturan yang berlaku.

2. Program penggunaan kekuatan pertahanan Tercapainya tingkat kesiapan Alutsista, non Alutsista, a. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan 50% 52% 8.328,7
integratif organisasi, doktrin, fasilitas dan sarana prasarana serta Operasi Militer untuk Perang (OMP).
kekuatan pendukung, tegaknya hukum dan terjaganya
keamanan wilayah laut yurisdiksi nasional. b. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan 50% 52%
Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

c. Prosentase kualitas dan kuantitas penyelenggaraan 45% 47%


operasi Gaktib Yustisi.
d. Prosentase kualitas data intelijen dan pelaksanaan 45% 47%
pengamanan.
e. Prosentase kualitas dan kuantitas pemberdayaan potensi 45% 47%
nasional menjadi kekuatan wilayah pertahanan.

II.L.012.4
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

a. Operasi Militer untuk Perang (OMP). Terlaksananya tugas OMP secara efektif Jumlah dan cakupan wilayah penyelenggaraan OMP 90% 92% 6.132,0
b. Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Terlaksananya tugas OMSP secara efektif Jumlah dan cakupan wilayah penyelenggaraan OMSP 30% 32% 1.485,0
c. Ops Gaktib dan Ops Yustisi. Meningkatnya kondisi ketertiban di daerah rawan. Prosentase kualitas dan kuantitas operasi Gaktib. 45% 47% 95,6
d. Operasi intelijen Setrategis Dapat ditangkalnya ATHG pertahanan negara. Prosentase kualitas dan kuantitas data intelijen dan 45% 47% 267,6
pengamanan yang dibutukan
e. Operasi Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Terselenggaranya operasi wilayah pertahanan Prosentase kualitas dan kuantitas pembinaan wilayah 45% 47% 54,7
pertahanan nasional
3 Program Modernisasi Alutsista/ Non- Meningkatnya modernisasi dan peningkatan Alutsista dan a. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah 10% 13% 9.159,0
Alutsista/Sarpras Integratif fasilitas/Sarpras dalam rangka pencapaian sasaran Alutsista.
pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI menuju MEF b. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Non- 23% 26%
Alutsista.
c. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah 20% 23%
Amunisi.
d. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Alat 30% 33%
Khusus/ Fungsional.
e. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah 25% 28%
Alkom/Matsus Komlek.
f. Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah 20% 23%
Fasilitas dan Sarpras.
a Pengadaan MKK Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah munisi. Prosentase kecukupan Bekal Pokok MKK. 36% 38% 194,0

b. Pengadaan Munisi Khusus Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah munisi Prosentase kecukupan Munisi Khusus 36% 38% 356,3
khusus
c. Pengadaan MKB Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah MKB Prosentase kecukupan Bekal Pokok MKB 63% 65% 679,8

d. Pengadaan Alutsista Strategis Integratif Percepatan peningkatan kemampuan Alutsista Integratif. Prosentase pencapaian MEF Integratif 10% 14% 5.872,6

II.L.012.5
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

4 Program Profesionalisme Prajurit Integratif. Terwujudnya profesionalisme dan satuan dalam rangka a. Prosentase kualitas dan kuantitas latihan. 30% 32% 1.434,9
pencapaian sasaran pembinaan kekuatan dan kemampuan b. Prosentase kualitas dan kuantitas hasil latihan bersama 30% 32%
menuju MEF dengan negara sahabat.
c. Prosentase kualitas dan kuantitas hasil kerja sama militer 25% 27%
internasional.
d. Prosentase kualitas dan kuantitas pendaftaran dan seleksi. 30% 32%

e. Prosentase kualitas dan kuantitas pendidikan pertama. 50% 52%

f. Prosentase kualitas dan kuantitas pendidikan 40% 42%


pengembangan umum.
g. Prosentase kualitas dan kuantitas pendidikan umum. 40% 42%

h. Prosentase kualitas dan kuantitas pendidikan 45% 47%


spesialisasi/profesi & latihan.
a Latihan kesiapsiagaan Ops Menguji kemampuan unsur-unsur TNI dan diarahkan untuk Prosentase kecukupan porsi dan jenis latihan kesiapsiagaan. 20% 22% 47,9
menyiapkan unsur TNI dalam rangka tugas OMP dan
OMSP.
b. Latihan Pembinaan Balakpus TNI Memelihara serta meningkatkan kemampuan dan Prosentase kecukupan porsi dan jenis latihan Balakpus 20% 22% 37,2
kesiapsiagaan satuan untuk mendukung tugas pokok satuan.

c. Latihan Pratugas Operasi Meningkatkan dan menguji kemampuan unsur-unsur TNI Prosentase kecukupan porsi dan jenis latihan pratugas 20% 22% 7,8
yang akan melaksanakan tugas ke daerah rawan dan
perbatasan dalam bentuk latihan Pratugas Operasi.

d. Pembangunan Sarana Prasarana Profesionalisme Tercukupinya fasilitas profesionalisme personel secara Prosentase jumlah kecukupan fasilitas pendidikan kesehatan 15% 17% 265,8
Personel Integratif. minimum. perumahan sarana prajurit.

II.L.012.6
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

C. TNI AD
1 Program Dukungan Manajemen dan Terwujudnya kekuatan dan kemampuan TNI AD menuju a. % Peningkatan kinerja dan profesionalitas personel Matra 60% 62% 80.269,5
Pelaksanaan Tugas Teknis Matra Darat Minimum Essetial Force (MEF) Darat.
b. % Peningkatan kemampuan operasional perkantoran. 60% 62%

c. % Terwujudnya akuntabilitas dan optimalisasi kinerja 45% 47%


serta laporan keuangan
2 Program Dukungan Kesiapan Matra Darat Tercapainya tingkat kesiapan Alutsista dan Fasilitas/Sarpras % Kesiapan kekuatan dan kemampuan Matra Darat 30% 32% 15.035,6
dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan dan
kemampuan TNI AD menuju MEF

a. Penyelenggaraan Intelijen dan Pengamanan Kesiapan kekuatan dan kemampuan matra darat % Kecukupan Operasi Pengamanan Personel, Material dan 40% 45% 731,9
Matra Darat Dokumen serta Efektifitas dan Efesiensi Deteksi Dini

3 Program Modernisasi Alutsista dan Non Terlaksananya modernisasi dan peningkatan Alutsista dan % Peningkatan / penambahan alutsista, non alutsista, fasilitas 20% 22% 19.956,7
Alutsista/Sarana dan Prasarana Matra Darat Fasilitas/ Sarpras dalam rangka pencapaian sasaran serta sarpras Matra Darat terhadap MEF
pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI Angkatan Darat
menuju MEF
a. Pengadaan / Penggantian Kendaraan Tempur Terlaksananya modernisasi dan peningkatan Alutsista % Prosentase peningkatan dan penambahan Ranpur terhadap 20% 25% 491,1
Ranpur dalam rangka pencapaian sasaran pembinaan MEF.
kekuatan serta kemampuan TNI Angkatan Darat menuju
MEF
b. Pengadaan / Penggantian Pesawat Terbang Terlaksananya modernisasi dan peningkatan Alutsista % Prosentase peningkatan dan penambahan Sabang terhadap 20% 25% 217,2
(Sabang) Pesud/Rotary Wing dalam rangka pencapaian sasaran MEF.
pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI Angkatan Darat
menuju MEF
c. Pengadaan / Penggantian Senjata dan Munisi Terlaksananya modernisasi dan peningkatan Senjata Berat % Prosentase peningkatan dan penambahan Senjata dan munisi 20% 25% 567,6
dan Senjata Ringan dalam rangka pencapaian sasaran terhadap MEF.
pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI Angkatan Darat
menuju MEF
d. Pengadaan Alutsista Strategis Matra Darat Percepatan Modernisasi Alutsista melaui PLN % Pencapaian MEF matra Darat 15% 23% 16.357,0

II.L.012.7
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

4 Program Peningkatan Profesionalisme Personel Terwujudnya profesionalisme personel dan satuan dalam % Pemenuhan kebutuhan personel sesuai TOP/DSPP/DSP. 30% 35% 3.246,9
Matra Darat rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan dan
kemampuan TNI AD menuju MEF
a. Latihan Matra Darat Terwujudnya profesionalisme personel dan satuan dalam % Ketepatan Frekuensi Latihan perorangan dan satuan secara 25% 30% 681,9
rangka pencapaian sasaran pembinaan kekuatan dan rutin dan terjdawal.
kemampuan TNI AD menuju MEF
b. Pembangunan Sarana-Prasarana Profesionalisme Tercukupinya fasilitas profesionalisme personel secara % jumlah kecukupan fasilitas pendidikan-kesehatan- 10% 15% 389,6
Personel Matra Darat minimum perumahan-asrama prajurit
C. TNI AL 41% 49%
1. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Meningkatnya kedisiplinan dan profesionalitas Personel Persentase pemenuhan dan peningkatan dukungan umum dan 44% 54% 23.423,2
Teknis Lainnya Matra Laut TNI AL, kelancaran penyelenggaraan operasional pelaksanaan tugas teknis lainnya, meliputi :
perkantoran, serta akuntabilitas dan optimalisasi kinerja Administrasi perawatan personel.
Pelayanan kesehatan.
Fungsi Kepolisian Militer.
Pembinaan dan dukungan hukum.
Administrasi Personel.
Fasilitas dan sarana prasarana Pangkal-an.
Administrasi perbekalan dan dukungan bekal.
Penerangan Pasukan dan Penerangan Umum.
Administrasi Umum.
Pengelolaan Keuangan serta Adminis-trasi Perencanaan dan
Penganggaran.
Pengawasan dan Pemeriksaan.
2. Dukungan Kesiapan Matra Laut Kemampuan dan kekuatan TNI AL meningkat dan siap 32% 41% 8.793,8
operasional mendukung pelaksanaan tugas, serta
meningkatnya daya tangkal dan daya gentar pertahanan
negara di laut

II.L.012.8
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

a. Penyelenggaraan Intelijen dan Pengamanan Meningkatnya produk/data intelijen baik secara kualitas Persentase keakurasian dan kelengkapan deteksi dan analisis 65% 84% 94,9
Matra Laut maupun kuantitas serta meningkatnya pengamanan sesuai AGHT secara akuntable dan tepat waktu.
standar
b. Penyelenggaraan Operasi Matra Laut dan Peningkatan penegakan hukum dan penjagaan keamanan di Persentase wilayah laut yurisdiksi nasional yang bebas 48% 65% 200,8
Penegakan Hukum serta Penjagaan Keamanan di wilayah laut yuridiksi nasional serta kesiapsiagaan operasi pelanggaran hukum dan gangguan keamanan serta
wilayah Laut Yuridiksi Nasional TNI AL. kesiapsiagaan operasi TNI AL secara akuntabel dan tepat
waktu.
c. Penyelenggaraan Surta Hidros Peningkatan penyelenggaraan Surta Hidros Matra Laut 40% 54% 26,5
Persentase kesiapan dan kelengkapan data dan informasi Hidro-
oseanografi secara akuntabel dan tepat waktu.
3. Modernisasi Alutsista dan non Alutsista serta Kemampuan dan kekuatan TNI AL meningkat dan siap Persentase kesiapan dan penambahan material/bekal alutsista 30% 38% 25.745,4
Pengembangan Fasilitas dan Sarana Prasarana operasional mendukung pelaksanaan tugas, serta dan non alutsista serta fasilitas dan sarana prasarana pertahanan
Pertahanan Negara Matra Laut meningkatnya daya tangkal dan/atau daya gentar sistem negara matra laut.
pertahanan negara di laut
a. Peningkatan / pengadaan Alpung, KRI, KAL, Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Alpung, Persentase kesiapan dan penambahan Alpung, KRI, KAL, 40% 45% 657,3
Ranpur dan Rantis KRI, KAL, Ranpur dan Rantis Ranpur dan Rantis secara akuntabel dan tepat waktu.

b. Peningkatan / pengadaan Pesud dan sarana Peningkatan kesiapan dan penambahan Pesud beserta Persentase kesiapan dan penambahan Pesawat Udara TNI AL 40% 45% 159,7
prasarana Penerbangan TNI AL. sarana prasarana Penerbangan TNI AL. beserta sarana prasarana Penerbangan TNI AL dalam
mendukung tugas operasi secara akuntabel dan tepat waktu.

c. Pengadaan Alutsista Strategis Matra Laut Percepatan pengadaan Alut-sista Strategis Matra Laut Persentase penambahan material Alutsista strategis TNI AL 14% 22% 20.315,9
secara akuntabel dan tepat waktu.
4. Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Kinerja organisasi semakin meningkat dan diawaki oleh Persentase kesiapan personel dan satuan TNI AL dalam 58% 62% 2.116,4
Laut personel yang berkualitas, profesional sesuai SKP dan melaksanakan tugas.
dengan jumlah yang mencukupi sesuai DSP

a. Penyelenggaraan Latihan Operasi Matra Laut Peningkatan kemampuan personel dan satuan TNI AL Persentase kesiapan dan keberhasilan operasi TNI AL secara 70% 75% 345,5
dalam melaksanakan tugas operasi TNI AL. mandiri, gabungan dan bersama secara akuntable dan tepat
waktu.
b. Pembangunan Fasilitas dan sarana prasarana Tercukupinya Fasilitas dan sarana prasarana Persentase kesiapan fasilitas dan sarana prasarana 40% 45% 318,9
profesionalisme Matra Laut profesionalisme Matra Laut. profesionalisme matra laut secara akuntabel dan tepat waktu.

II.L.012.9
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

D. TNI AU
1 Program Dukungan Manajemen dan Meningkatnya kedisiplinan dan profesionalisme, kelancaran a. Meningkatnya kedisiplinan dan sikap profesionalitas 55% 57% 11.982,1
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Matra Udara operasional perkantoran, akuntabilitas, dan optimalisasi personel matra udara
kinerja/laporan b. Kelancaran penyelenggaraan operasional perkantoran. 70% 72%

c. Akuntabilitas dan optimalisasi kinerja serta laporan 50% 52%


keuangan
2 Dukungan Kesiapan Matra Udara Tercapainya tingkat kesiapan alutsista, non alutsista, a. % tingkat kesiapan kekuatan dan kemampuan tni 20% 22% 2.776,4
organisasi, doktrin, fasilitas dan sarana presarana serta angkatan udara
kekuatan pendukung matra udara b. Menurunnya angka pelanggaran hukum dan gangguan 30% 32%
keamanan di udara.
a. Penyelenggaraan OMSP Matra Udara Peningkatan penyelenggaraan operasi militer selain perang Jumlah dan cakupan wilayah penyelenggaraan OMSP Matra 30% 35% 5,6
Matra Udara dan penegakan hukum serta penjagaan Udara
keamanan di wilayah yuridiksi nasional

b. Penyelenggaraan Intelijen dan Pengamanan Peningkatan penyelenggaraan intelijan dan pengamanan % kualitas dan kuantitas data intelijen dan pengamanan yang 35% 40% 21,8
Matra Udara matra udara dibutuhkan
c. Penyelenggaraan Surta Peningkatan penyelenggaraan Surta % kualitas dan kuantitas produk Surta untuk kepentingan 30% 35% 12,5
Militer
3 Modernisasi Alutsista dan non Alutsista serta Terlaksananya modernisasi dan peningkatan Alutsista dan Prosentase peningkatan/ penambahan alutsista, non alutsista, 15% 17% 34.823,7
Pengembangan Fasilitas dan Sarpras Matra Fasilitas/Sarpras dalam rangka pencapaian sasaran fasilitas serta sarpras matra udara
Udara pembinaan kekuatan serta kemampuan TNI AU menuju
MEF
a. Peningkatan/pengadaan Pesawat udara Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Pesawat % Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Pesawat 15% 46% 7.796,9
udara udara terhadap MEF.
b. Peningkatan/pengadaan Radar dan Alat Komlek Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Radar % Peningkatan kemampuan dan penambahan jumlah Radar 10% 40% 4.616,8
Lainnya dan Alat Komlek Lainnya dan Alat Komlek Lainnya terhadap MEF.
c. Pengadaan Alutsista Strategis Matra Udara Percepan peningkatan alutsista strategis matra udara % peningkatan total alutista strateis matra udara terhadap MEF. 10% 32% 19.996,4

II.L.012.10
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTAHANAN
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

4 Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Terpenuhinya profesionalisem personel matra udara sesuai % kualitas dan kuantitas latihan tingkat L.U.M.P-1 s.d. 30% 32% 1.052,7
Udara DSP, peningkatan, dan kesiapan personel L.U.M.P-4 Matra Udara

a. Latihan Matra Udara Terlaksananya kegiatan latihan operasi Matra Udara % kualitas dan kuantitas latihan tingkat L.U.M.P-1 s.d. 30% 35% 232,2
L.U.M.P-4 Matra Udara
b. Pembangunan Sarana-Prasarana Kesejahteraan Tercukupinya fasilitas kesejahteraan personel secara % jumlah kecukupan fasilitas perumahan-asrama prajurit 20% 25% 261,3
Personel Matra Udara minimum

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PERTAHANAN 2010-2014 279.862,5


K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.012.11
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM


TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

1. Program Peningkatan Pelayanan dan Seluruh pengawasan dan penindakan dilakukan secara Persentase hasil pengawasan yang ditindaklanjuti 2.081,0
Pengawasan Keimigrasian. konsisten untuk menjamin kepastian hukum.

Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima Persentase target kinerja yang terpenuhi
dan mencapai target kinerjanya dengan administrasi
yang akuntabel.

1.1. Kegiatan pelayanan dokumen perjalanan visa Peningkatan pelayanan dokumen perjalanan, visa dan Persentase Penerbitan persetujuan visa yang 80% 85% 35,0
dan fasilitas keimigrasian. fasilitas keimigrasian. memenuhi standar dengan data akurat.
Persentase Kebijakan pemberian paspor RI yang
memenuhi standar dengan data akurat.

Persentase Pemberian paspor TKI Timur Tengah


yang memiliki standar.
Jumlah dan jenis fasilitas keimigrasian yang
diberikan memenuhi standar.
Persentase Kebijakan pemberian izin
keimigrasian yang memenuhi standar dengan
data akurat.

II.L.013.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

1.2. Persetujuan izin tinggal dan status keimigrasian. Peningkatan pelayanan pemberian izin tinggal dan Persentase persetujuan izin tinggal yang 85% 90% 2,9
status keimigrasian dengan waktu yang lebih singkat diterbitkan.
dan berbiaya rendah.

Persentase Persetujuan alih status yang


diterbitkan sesuai standar.
Jumlah persetujuan Surat Keterangan
Keimigrasian (SKIM) dan penelaahan status
kewarganegaraan yang diterbitkan sesuai
standar.
2 Program Administrasi Hukum Umum. Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima Persentase target kinerja yang terpenuhi 80% 95% 381,6
dan mencapai target kinerjanya dengan administrasi
yang akuntabel.

2.1 Kegiatan administrasi badan hukum. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan jasa Persentase adm pelayanan jasa hukum Perseroan 80% 95% 127,0
badan hukum PT dan badan hukum sosial yang sesuai Tertutup yang sesuai standar dan akuntabel.
standar dan akuntabel serta berbasis IT dengan waktu
yang lebih singkat dan berbiaya rendah.
Persentase adm pelayanan jasa hukum PT, 80% 95%
Lembaga Keuangan dan fasilitas penanaman
modal yang sesuai standar dan akuntabel.

Persentase adm pelayanan jasa hukum badan 80% 94%


hukum sosial yang sesuai standar dan akuntabel.

Persentase pengumuman dlm (tambahan Berita 80% 95%


Negara (TBN) secara tepat waktu dan persentase
layanan permohonan badan hukum berbasis IT
dengan data yang lengkap dan akurat.

II.L.013.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Persentase penyelesaian gugatan masy dan 69% 83%


pemberian pendapat hukum secara akuntabel.

3 Program Pembinaan/Penyelenggaraan HKI. Terselenggaranya pembinaan dan penyelenggaraan Persentase target kinerja yang terpenuhi 400,9
HKI
3.1 Penyelenggaraan Sistem Hak Cipta, Desain Peningkatan kualitas system Hak Cipta, Desain Presentasi pendaftaran hak cipta Desain Industri, 20% 100% 8,6
Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Industri, Desain tata letak Sirkuit Terpadu, dan Desaign Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia
Rahasia Dagang. Rahasia Dagang yang memperoleh perlindungan Dagang.
hukum dengan waktu yang lebih singkat dan biaya
Persentase administrasi kelengkapan dokumen 20% 100%
rendah.
permohonan, mutasi dan lisensi Hak Cipta, Hak
Tata Letak Sirkuit Terpadu, Desain Industri dan
Rahasia Dagang yang sesuai standar.

Persentase administrasi klasifikasi dan 20% 100%


penyelesaian pemeriksaan substantif Desain
Industri yang sesuai standar.
Persentase pengumuman desain industri dan 20% 100%
penerbitan surat pendaftaran ciptaan, sertifikat
Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu serta
sertifikat dan perpanjangan Desain Industri yang
sesuai standar.
Persentase pelayanan hukum di bidang Hak 20% 100%
Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit
Terpadu dan Rahasia Dagang yang sesuai
standar.
3.2 Penyelenggaraan Sistem Paten. Peningkatan kualitas system paten yang memperoleh Persentase administrasi pemeriksaan substantif 20% 100% 14,0
perlindungan hukum dengan waktu yang lebih singkat sesuai standar.
dan biaya rendah.
Persentase administrasi penerbitan sertfikat 20% 100%
Paten dan pemeliharaan sesuai standar

II.L.013.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Persentase pelayanan hukum di bidang Paten 20% 100%


sesuai standar.
3.3 Penyelenggaraan Sistem Merek dan Indikasi Peningkatan kualitas system Merek dan Indikasi Presentasi pendaftaran Hak Merek dan Indikasi 20% 100% 17,4
Geografis. Geografis dengan waktu yang lebih singkat dan biaya Geografis.
rendah.
Persentase administrasi kelengkapan dokumen
permohonan Merek dan Indikasi Geografis,
perpanjangan, mutasi dan lisensi serta
pengklasifikasian Merek sesuai standar.

Persentase administrasi pemeriksaan substantif


Merek.
Persentase administrasi pemeriksaan substantif
Indikasi Geografis sesuai standar.
Persentase penerbitan sertifikat merek dan
Indikasi Geografis serta perpanjangan Merek
sesuai standar.
Persentase pelayanan hukum di bidang Merek.

3.4 Penyelenggaraan Sistem Teknologi Informasi Peningkatan jumlah layanan HKI yang bisa diakses Persentase unit kerja HKI yang terintegrasi 20% 100% 57,7
HKI masyarakat secara on line dengan sistem aplikasi dan dalam aplikasi sistem informasi HKI yang
basis data yang akurat. terjamin keamanannya.

Persentase unit kerja HKI dan kantor wilayah 20% 100%


yang terintegrasi melalui sistem jaringan
terintegrasi Kemenkumham.
Persentase informasi HKI yang dapat diakses 20% 100%
masyarakat secara on line 24 jam dengan data
yang up to date.
Persentase kelengkapan dokumentasi HKI secara 20% 100%
manual dan digital.

II.L.013.4
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

4 Program Pembentukan Hukum. Pembentukan Peraturan Perundang-undangan mampu 236,0


menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan
global secara tepat waktu.
4.1 Kegiatan Perancangan Peraturan Perundang- Peningkatan kualitas RUU dan perat perundang- Persentase rancangan peraturan perundang- 20% 100% 75,0
undangan. undangan di bawah UU di DPR serta tenaga undangan dibawah UU yang mampu menjawab
fungsional Perancang PerUUan. kebutuhan masyarakat dan perkembangan.

Persentase penyelesaian pembahasan rancangan


undang-undang di DPR secara tepat waktu.

Persentase tenaga fungsional perancang


peraturan perundang-undangan yang
mendapatkan kualifikasi dan promosi sesuai
standar secara tepat waktu dengan administrasi
yang akuntabel.
Persentase kelengkapan dokumentasi dan
pustaka bidang peraturan perundang-undangan
secara akurat dan up to date.
Persentase Pembenahan Peraturan Perundang- 20% 100%
undangan di bidang Pertanahan, tata ruang, dan
Lingkungan Hidup.
Persentase Peraturan perundang-undangan di 20% 100%
bidang mekanisme Perlindungan Saksi dan
Pelapor.
Persentase Peraturan Perundang-undangan yang 20% 100%
mendorong pemberantasan korupsi.

II.L.013.5
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

4.2 Kegiatan Harmonisasi Peraturan Perundang- Meningkatkan keharmonisan rancangan peraturan Persentase rancangan peraturan perundang- 20% 100% 38,5
undangan. perundang-undangan tingkat pusat bidang politik, undangan tingkat pusat bidang politik, hukum
hukum, keamanan, keuangan, perbankan, industri, dan keamanan yang harmonis.
perdagangan, sumber daya alam, riset, teknologi,
kesejahteraan rakyat yang harmonis. Persentase rancangan peraturan perundang-
undangan tingkat pusat bidang keuangan dan
perbankan yang harmonis.
Persentase rancangan peraturan perundang-
undangan tingkat pusat bidang industri dan
perdagangan yang harmonis.
Persentase rancangan peraturan perundang-
undangan tingkat pusat bidang kesejahteraan
rakyat yang harmonis.
Persentase Pembenahan Peraturan Perundang-
undangan di bidang Pertanahan, tata ruang, dan
Lingkungan Hidup.

Persentase Peraturan Perundang-undangan di


bidang mekanisme Perlindungan Saksi dan
Pelapor.
Persentase Peraturan Perundang-undangan di
bidang yang mendorong pemberantasan korupsi.

II.L.013.6
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

4,3 Kegiatan fasilitasi perancangan peraturan Meningkatkan pemerintahan daerah (provinsi, Persentase pemerintahan daerah 20% 100% 9,0
daerah. kab/kota) yang di petakan dan dipublikasikan (provinsi,kab/kota) yang dipetakan dan
peraturan daerahnya dalam sistem informasi peraturan dipublikasikan peraturan daerahnya dalam sistem
daerah yang akurat dan up to date. informasi peraturan daerah yang akurat dan up
to date .
Persentase pemerintahan daerah di wilayah I
yang memperoleh fasilitasi perancangan
peraturan daerah.
Persentase pemerintahan daerah di wilayah II
yang memperoleh fasilitasi perancangan
peraturan daerah.
Persentase pemerintahan daerah di wilayah III
yang memperoleh fasilitasi perancangan
peraturan daerah.
5 Program Pembinaan Hukum Nasional. Tersusunnya hasil pengkajian; penelitian dan naskah Persentase target kinerja yang terpenuhi 239,8
akademik peraturan perundang-undangan dalam
rangka mendukung efektifitas peraturan per-undang-
undangan.
5.1 Kegiatan Penyelenggaraan Pelayanan Teknis, Tersusunnya analisa, evaluasi, dan naskah akademik Persentase Pemetaan kebutuhan hukum baik 50% 85% 30,0
Perencanaan Pembangunan Hukum, Analisa dan dalam rangka pembinaan dan pengembangan sistem ditingkat nasional maupun daerah secara
Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik hukum nasional. terintegrasi dan tepat waktu untuk jangka
Peraturan Perundang-undangan serta Kerjasama panjang, menengah dan tahunan.
Bidang Hukum dalam rangka pembinaan dan Tersusunnya Daftar RUU Prioritas Prolegnas
pengembangan sistem hukum nasional. Pemerintah sejumlah 247 dan 50 % inventarisasi
Prolegda.
Persentase penyusunan mekanisme Prolegnas
dan Prolegda yang mendukung perencanaan
pembangunan nasional.

II.L.013.7
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Persentase kesesuaian RUU yang dibahas dengan


prioritas dalam Prolegnas.

5.2 Kegiatan Penyelenggaraan Pelayanan Teknis, Tersusunnya rekomendasi hasil penelitian di bidang Tersusunnya rekomendasi hasil: 100% 100% 40,9
Pengkajian dan Penelitian serta Pertemuan substansi hukum kelembagaan hukum dan budaya - 60 kajian hukum.
Ilmiah dalam rangka pengem-bangan Sistem hukum dalam rangka pengembangan system hukum - 4 kajian konstitusi
Hukum Nasional. nasional. - 40 penelitian hukum.
- 75 naskah akade-mik
5.3 Kegiatan Penyelenggaraan Pelayanan Teknis, Meningkatnya peran masyarakat dalam proses Adanya forum komunikasi dan konsultasi 100% 100% 41,7
Pengembangan Penyuluhan Hukum dan penyusunan peraturan perUUan. penyusunan naskah akademik peraturan
Pembudayaan Kesadaran Hukum Nasional. perundang-undangan.

Persentase keterlibatan masyarakat dalam setiap


tahapan proses pembentukan peraturan
perundangan-undangan dan pemahaman dalam
pelaksanaannya.

6 Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Terselenggaranya pembinaan dan penyelenggaraan Persentase target kinerja yang terpenuhi 207,2
Pemasyarakatan. Permasyarakatan
6.1 Pembinaan Penyelenggaran Kegiatan di bidang Terkelolanya benda sitaan negara dan barang Persentase benda sitaan negara dan barang 70% 90% 2,0
Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan barang rampasan perkara rampasan negara yang dikelola secara tepat
Rampasan Negara. waktu dan akuntabel.
6.2 Pembinaan Penyelenggaraan Kegiatan di bidang Penyelenggaraan kegiatan di bidang keamanan dan Persentase Lapas Rutan yang memenuhi standar 10% 30% 5,8
Keamanan dan Ketertiban. kertertiban yang berkualitas serta pengelolaan benda hunian dan keamanan.
sitaan Negara dan barang rampasan Negara. Persentase penanganan kasus penyebaran
NAPZA kejahatan terorganisir dan pelanggaran
kode etik petugas pemasyarakatan di UPT PAS.

II.L.013.8
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Persentase pengaduan masyarakt maupun


tahanna dan warga binaan pemasyarakatan yang
ditidaklanjuti secara cepat dan tepat.

6.3 Pembinaan Penyelenggaraan Kegiatan di bidang Penyelenggaraan kegiatan di bidang kesehatan dan Persentase tahanan narapidana dan anak didik 30% 50% 9,8
Kesehatan dan Perawatan warga binaan perawatan yang berkualitas. pemasyarakatan yang memperoleh perawatan
Pemasyarakatan. dan pelayanan kesehatan sesuai standar
kesehatan.
Penurunan jumlah penyakit menular.
Persentase bayi, ibu hamil, ibu menyusui dan
kelompok resiko tinggi yang memperoleh
perlindungan secara tepat waktu dan akuntabel.

6.4 Pembinaan Penyelenggaran Kegiatan di Bidang Terlakasananya pembinaan terhadap tahanan dan Persentase tahanan dan narapidana yang 62% 82% 3,4
Pelayanan Tahanan dan Pembinaan Narapidana. narapidana yang tepat dan akuntabel. teregistrasi dan terklasifikasi secara tepat dan
akuntabel.
Persentase narapidana yang terserap di kegiatan 60% 80%
kerja secara tepat dan akuntabel.
Persentase narapidana yang memperoleh 60% 90%
pembinaan kepribadian secara tepat dan
akuntabel.
6.5 Pembinaan Penyelenggaraan kegiatan di bidang Penyeleggaraan kegiatan Bimbingan Kemasyarakatan Persentasi anak didik pemasyarakatan yang 62% 82% 7,1
Bimbingan Kemasyarakatan dan Anak. dan Anak yang berkualitas. memperoleh pendidikan dan reintegrasi secara
tepat waktu dan akuntabel.

Persentase anak didik pemasyarakatan yang


memperloleh pendampingan dan pembimbingan
secara tepat dan akuntabel.

II.L.013.9
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Persentase klien pemasyarakatan yang


memperoleh pembimbingan dan pengawasan
secara tepat dan akuntabel.
Persentase anak didik pemasyarakatan dan klien
pemasyarkatan yang mendapatkan litmas secara
tepat dan akuntabel.

7 Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Seluruh aparatur Hukum dan HAM memiliki Persentase target kinerja yang terpenuhi 412,5
Kementerian Hukum dan HAM. kompetensi yang sesuai dengan bidangnya dan
memperoleh pengembangan karir yang jelas.
7.1 Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peningkatan kualitas SDM hukum dan HAM Peningkatan kenerja lulusan diklat 92% 97% 38,0
Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen. kepemimpinan dan manajemen pada unit kerja.

7.2 Kegiatan penyelenggaraan Pendidikan dan Peningkatan kualitas SDM hukum dan HAM Persentase peningkatan kinerja lulusan diklat di 92% 97% 37,0
Pelatihan Teknis. bidang teknis pada unit kerjanya.
7.3 Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peningkatan kualitas SDM hukum dan HAM Persentase peningkatan kinerja lulusan diklat di 92% 97% 40,6
Pelatihan Fungsional HAM. bidang fungsional dan HAM pada unit kerjanya.

7.4 Kegiatan Pendidikan Kedinasan. Peningkatan kualitas SDM hukum dan HAM Persentase lulusan yang menguasai ilmu dan 92% 97% 50,2
keahlian teknis pemasyarakatan.
Peningkatan kualitas SDM hukum dan HAM Persentase lulusan yang menguasai ilmu dan 92% 97%
keahlian teknis keimigrasian.
8 Program Perlindungan dan Pemenuhan HAM. Penyusunan Peraturan Perundang-undangan yang Persentase peraturan perundang-undangan dan 150,9
berperspektif HAM dan Penyusunan kebijakan terkait kebijakan yang berperspektif HAM
pemajuan, dan pemenuhan Hak Asasi Manusia.

8.1 Kegiatan Kerjasama HAM. Peningkatan kerjasama dalam dan luar negeri dlm Persentase harmonisasi rancangan peraturan 100% 100% 9,0
rangka pemajuan HAM dan harmonisasi rangcangan peruundang-undangan dalam perspektif HAM
peraturan perundang-undanganan

II.L.013.10
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

dalam perspektif HAM serta Naskah Akademik Jumlah analisis laporan pelaksanaan instrument 6 Inst. HAM Internasional 6 Inst. HAM
instrumen HAM internasional. HAM Internasional dan Naskah Akademik dan 2 N.A Internasional dan 2
instrumen HAM Internasional. N.A

Jumlah kerjasama luar negeri dalam rangka 10 Negara/ NGO; 10 Negara/ NGO;
pemajuan HAM

Jumlah kerjasama dalam negeri dalam rangka 440 pusat dan daerah 440 pusat dan
implementsi HAM/RAN HAM. daerah
8.2 Kegiatan Penguatan HAM. Presentasi KL pemerinta propinsi dan kabupaten/ Tersusunnya pedoman dan standarisasi 10 50 K) 10,0
kotamadya telah mengikuti pelatihan HAM. kebijakan di semua bidang pembangunan yang
berperspektif HAM.
Persentase Kementerian/ Lembaga yang telah 10% 10%
melaksanakan kebijakan yang berperspektif
HAM.
Jumlah program pembelajaran HAM. 40 200 K)

Jumlah bahan ajar HAM. 10 50 K)

Jumlah fasilitator pelatihan HAM.


Jumlah pelatihan HAM.
8.3 Kegiatan Diseminasi HAM. Meningkatnya Kementerian/Lembaga, Pemerintah Jumlah K/L atau daerah yang telah melaksanakan 34 kab/kota 34 kab/kota 8,0
Propinsi dan Kabupaten/Kota yang telah memperoleh RAN HAM.
diseminasi HAM. Jumlah penyuluh HAM. 136 penyuluh 680 K)

Jumlah evaluasi dan pengembangan diseminasi 34 kab/kota 34 kab/kota


HAM.
8.4 Kegiatan Informasi HAM. Informasi yang dapat diakses dari K/L, Provinsi dan Jumlah data HAM yang diolah dari KL Propinsi 156 850 K) 7,0
Kabupaten/Kota tentang HAM. dan Kabupaten/Kota.
Jumlah evaluasi dan laporan tentang HAM. 156 850 K)

Jumlah akses jalur informasi HAM melalui 156 850 K)

penyediaan koneksi internet.

II.L.013.11
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah layanan informasi melalui media cetak 156 850 K)

dan elektronik.
9 Program Peningkatan Pengawasan dan Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah I, 84% 92% 145,5
Peningkatan Akuntabilitas Aparatur pelaporan dilakukan secara tepat waktu dan Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah II,
Kemenkumham. terintegrasi serta berdasarkan data yang akurat. Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah III,
Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah IV,
Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah V dan
dan mencapai target kinerjanya dengan administrasi Pengawasan Kinerja Inspektorat Khusus,
yang akuntabel. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis
Lainnya.

9.1 Kegiatan pengawasan Inspektorat khusus. Terlaksananya mekanisme pebgaduan masyarakat yang Persentase pengaduan dan kasus yang 20% 100% 19,0
responsif terhadap kinerja aparat Kemenkumham dituntaskan secara tepat waktu.

10 Program Penelitian dan Pengembangan HAM Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan Persentase target kinerja yang terpenuhi 118,4
Kemenkumham pelaporan dilakukan secara tepat waktu dan
terintegrasi serta berdasarkan data yang akurat.

11 Program Dukungan Manajemen dan Tugas Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan Persentase target kinerja yang terpenuhi 17.847,2
Teknis Lainnya Kemenkumham. pelaporan dilakukan secara tepat waktu dan
terintegrasi serta berdasarkan data yang akurat.

Seluruh unit kerja memiliki sumberdaya manusia


profesional sesuai kebutuhan dan kaderisasi yang
berkesinambungan.

II.L.013.12
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

11.1 Kegiatan Pengelolaan dan Pembinaan Peningkatan kualitas SDM Kemenkumham Persentase unit kerja yang memiliki kaderisasi 100% dari formasi 100% 108,2
Kepegawaian Kemenkumham. berkesinambungan dan pegawai yang Penyesuaian ijazah S1,S2;
memperoleh pengembangan karir.
100% dari formasi pim tk III 100%
dan IV.
100% dari formasi ujian 100%
dinas TK I dan II.
100% dari formasi yang 100%
mengikuti pendidikan dasar
keimigrasian dan teknis
keimigrasian.

100% data daftar kebutuhan 100%


pegawai untuk penyusunan
formasi.

80% Pengadaan CPNS 100%


pusat dan kanwil.
Seluruh Unit Kerja memiliki SDM profesional 100% dari jumlah formasi 100%
sesuai kebutuhan dan kaderisasi yang yang mengikuti fit and
berkesinambungan. proper test dalam rangka
usulan promosi jabatan.

12 Program Sarana dan Prasarana Kemenkumham. Terpenuhingan sarana dan prasarana yang menunjang Prosentase kebutuhan sarana dan prasarana dari 3.892,0
tupoksi Kemenkumham. unit kerja yang terpenuhi secara tepat waktu dan
akuntabel sesuai anggaran.

TOTAL ALOKASI KEMENKUMHAM 2010-2014 26.113,0


K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.013.13
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN


TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

1. Pengelolaan Anggaran Negara Terlaksananya fungsi penganggaran sesuai dengan Terwujudnya pengelolaan anggaran negara yang tepat 100% 100% 498,0
peraturan perundang-undangan dan kebijakan waktu, transparan, dan akuntabel
pemerintah
a. - Penyusunan dan penyampaian laporan Tersusunnya Laporan Keuangan BSBL yang transparan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Lain-lain (BSBL) yang 100% 100% 17,6
keuangan Belanja Subsidi dan Belanja Lain- dan akuntabel lengkap dan tepat waktu
lain (BSBL) (Prioritas Nasional)

b. - Pengelolaan Anggaran Belanja Terlaksananya kebijakan penganggaran yang transparan 1. Pengalokasian belanja pemerintah pusat yang tepat waktu 100% 100% 35,5
Pemerintah Pusat (ABPP) (Prioritas dan akuntabel dan efisien
2. Penyediaan anggaran secara tepat waktu dan tepat jumlah 100% 100%
untuk menunjang program di bidang pangan, pertanian, dan
industri perdesaan sesuai dengan persetujuan

3. PMK No. 261/2008 tentang tatacara penyediaan anggaran, - 100%


perhitungan, pembayaran, dan pertanggungjawaban subsidi
pupuk
4. Dokumen RAPBN-P 2010 tentang perubahan sistem 100% -
pengelolaan pendanaan BLU Tanah dan Land Capping untuk
ditampung dalam APBN-P 2010
5. Peraturan pelaksanaan anggaran R&D berdasarkan 100% -
program prioritas K/L yang bersangkutan sesuai dengan alokasi
anggaran dalam APBN

II.L.015.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
c. - Pengembangan Sistem Penganggaran Terlaksananya penerapan sistem penganggaran 1. Tersedianya norma penganggaran berbasis kinerja dan 100% 100% 47,4
(Prioritas Bidang) berorientasi kinerja dan penerapan MTEF penerapan MTEF yang kredibel dan tepat waktu
2. Revisi Keppres 80/2003, usulan mengenai percepatan 100% -
proses pengadaan barang dan jasa, termasuk dalam angka
pinjaman luar negeri
d - Penyusunan Rancangan APBN (Prioritas Tersusunnya APBN yang sehat, kredibel, dan 1. Tersusunnya Draft NK, RAPBN, & RUU APBN (APBN- 100% 100% 26,1
Bidang) berkelanjutan P) dengan besaran yang akurat dan tepat waktu

2. Peraturan pelaksanaan anggaran R&D berdasarkan 100% -


program prioritas K/L yang bersangkutan sesuai dengan alokasi
anggaran dalam APBN

3. Road Map rasionalisasi subsidi listrik 100% -


4. Roap Map rasionalisasi subsidi BBM 100% -
5. RPP tentang penghapusan PNBP - 100%
e - Pengelolaan PNBP dan subsidi (Prioritas Mengoptimalkan keuangan negara di bidang PNBP 1. Tercapainya target penerimaan SDA Migas dan Laba 95% 100% 38,8
Bidang) dengan tetap menjaga pelayanan kepada masyarakat BUMN dalam APBN atau APBN-P
2. Tersusunnya target dan pagu penggunaan PNBP untuk 100% 100%
APBN dan atau APBN-P

II.L.015.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
3. Terlaksananya pembayaran subsidi energi yang tepat waktu 100% 100%
dan jumlah
4. Road Map rasioalisasi subsidi listrik 100%
5. Roap Map rasionalisasi subsidi BBM 100% -
6. RPP tentang penghapusan PNBP - 100%
7. Melaksanakan penyempurnaan kebijakan dan peraturan - 100%
subsidi SOP verifikasi perhitungan subsidi BBM, listrik, dan
Pupuk agar lebih cepat dan efisien
2. Peningkatan Pengelolaan Perimbangan 1. Peningkatan efektifitas dan efisiensi pengelolaan 1. Persentase ketepatan jumlah penyaluran dana transfer 100% 100% 603,0
Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan ke daerah
Pemerintahan Daerah Pemerintahan Daerah

2. Terciptanya tata kelola yang tertib sesuai 2. Ketepatan waktu penyelesaian dokumen pelaksanaan 4 hari 3 hari
peraturan perundang-undangan, transparan, penyaluran dana transfer ke daerah
kredibel, akuntabel, dan profesional dalam
pelaksanaan hubungan keuangan antara
3. Indeks kepuasan Pemda terhadap norma, standar, dan 3 3
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
pengelolaan belanja transfer daerah ke pihak eksternal

4. Realisasi janji pelayanan evaluasi Perda/Raperda PDRD 15 hari 12 hari


ke pihak eksternal dalam bentuk rekomendasi Menteri
Keuangan
5. Kajian revisi UU 33/2004 dan PP 54/2005 100% -
a. - Perumusan kebijakan, bimbingan teknis, 1. Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Pengelolaan 1. Persentase ketepatan jumlah penyaluran jumlah dana 100% 100% 86,4
dan pengelolaan transfer ke Daerah Dana Transfer transfer ke daerah
(Prioritas Nasional) 2. Terciptanya Tata Kelola yang Tertib Sesuai 2. Ketepatan waktu penyelesaian dokumen pelaksanaan 4 hari 3 hari
Peraturan Perundang-undangan, Transparan, adil, penyaluran dana transfer ke daerah
proporsional, Kredibel, Akuntabel, dan Profesional
dalam Pelaksanaan Transfer ke Daerah

II.L.015.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
b. - Perumusan kebijakan bimbingan teknis, 1. Optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 1. Persentase jumlah kebijakan Pajak Daerah dan Retribusi 80% 85% 68,7
monitoring, dan evaluasi di bidang PDRD Daerah yang dapat diimplementasikan
2. Mewujudkan Kebijakan Pajak Daerah dan Retribusi 2. Realisasi janji pelayanan evaluasi Perda/Raperda PDRD ke 15 hari 12 hari
Daerah yang mendukung Perimbangan Keuangan Pusat pihak eksternal dalam bentuk rekomendasi Menteri Keuangan
dan Daerah
3. Evaluasi dan rekomendasi Perda dan Raperda PDRD 75% 100%
bermasalah
4. Program transisi/pengalihan PBB menjadi Pajak Daerah - 100%

5. Pengalihan BPHTB menjadi Pajak Daerah - 100%

6. Penerapan Pajak Rokok menjadi Pajak Daerah - 100%

7. RPP tentang sistem pemungutan pajak daerah 100% -

8. RPMK pemberian sanksi terhadap daerah yang melanggar 100% -


ketentuan PDRD
9. Mengkaji penerapan PBBKB di daerah berkaitan dengan 100% -
harga dan subsidi BBM

c. - Perumusan kebijakan, bimbingan teknis, 1. Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Pengelolaan 1. Persentase jumlah kebijakan Pembiayaan dan Kapasitas 100% 100% 153,4
monitoring dan evaluasi di bidang Pinjaman Daerah, Hibah Daerah, Obligasi Daerah, dan Daerah yang dapat diimplementasikan
pembiayaan dan kapasitas daerah (Prioritas Investasi Daerah
Bidang) 2. PeningkatanEfektifitas dan Efisiensi Penataan 2. Persentase jumlah konsep kebijakan pembiayaan dan 100% 100%
Daerah kapasitas daerah sesuai dengan rencana
3. Peningkatan Kapasitas Aparat Pengelola Keuangan 3. Persentase kepatuhan dan penegakan ketentuan/peraturan 80% 85%
Daerah dibidang hibah ke daerah

II.L.015.4
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
d. - Perumusan kebijakan, pemantauan dan 1. Efisiensi dan Efektifitas Pengelolaan Dana 1. Persentase jumlah kebijakan Evaluasi Pendanaan dan 100% 100% 84,0
evaluasi di bidang pendanaan daerah dan Desentralisasi, Dana Dekonsentrasi, dan Dana Tugas Informasi Keuangan Daerah sesuai rencana
ekonomi daerah, penyusunan laporan Pembantuan
keuangan transfer ke daerah, serta 2. Terkendalinya Defisit Anggaran Daerah 2. Persentase penyelesaian laporan hasil evaluasi pendanaan 100% 100%
pengembangan sistem informasi keuangan desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta
daerah (Prioritas Bidang) perekonomian daerah sesuai rencana
3. Terselenggaranya SIKD Nasional yang TRUST 3. Persentase tersedianya layanan informasi yang lengkap dan 80% 90%
(Complete, Reliable, Up to date, Secure, and terkini pada website dan Mofisda sesuai yang disampaikan oleh
Accurate ) penyaji data
3. Pengelolaan Perbendaharaan Negara Meningkatkan pengelolaan keuangan negara secara 1. Persentase ketepatan penarikan dana 50% 80% 6.833,7
profesional, transparan, dan akuntabel sesuai
2. Jumlah penerimaan remunerasi atas penyimpanan, 3 triliun 16,9 triliun K)
dengan ketentuan
penempatan, dan investasi jangka pendek (Idle Cash KUN)

3. Persentase ketepatan penyediaan dana untuk membiayai 98% 98%


pengeluaran negara
4. Persentase realisasi kontribusi RDI/RPD kepada APBN 100% 100%

5. Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat WDP WTP

6. Jumlah LK K/L dan LK BUN yang mendapat opini 78 K/L& PA BUN 83K/L& PA
WTP/WDP dari BPK WTP:50 WDP:28 BUN WTP:81
a. - Peningkatan Pengelolaan Kas Negara 1. Optimalisasi Idle Cash Pemerintah 1. Jumlah penerimaan remunerasi atas penyimpanan, 3 triliun 16,9 triliun K) 96,9
(Prioritas Bidang) penempatan, dan investasi jangka pendek (Idle Cash KUN)
2. Menutup cost of fund pemerintah dalam 2. Persentase ketepatan penyediaan dana untuk membiayai 98% 98%
pembiayaan defisit APBN pengeluaran Negara
3. Mengukur kinerja pengelolaan kas terkait pelayanan
dalam penyaluran dana APBN

II.L.015.5
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
b - Manajemen Investasi dan Penerusan Mengoptimalkan penerimaan APBN hasil penerusan Persentase realisasi kontribusi RDI/RPD kepada APBN 100% 100% 107,6
Pinjaman (Prioritas Bidang) pinjaman sehingga mampu mendukung pengelolaan
keuangan negara yang berkelanjutan

c - Penyelenggaraan pertanggungjawaban 1. Menjamin akuntabilitas dan transparansi 1. Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat WDP WTP 154,9
pelaksanaan anggaran (Prioritas Bidang) pertanggungjawaban keuangan negara
2. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas 2. Jumlah LK K/L dan LK BUN yang mendapat opini WTP dan 78 K/L& PA BUN 83K/L& PA
keuangan negara WDP dari BPK WTP:50 WDP:28 BUN WTP:81
3. Pengelolaan Keuangan Kementerian memperoleh opini WDP WTP
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK
d. - Pembinaan Pelaksanaan Anggaran dan Agar pelaksanaan kegiatan dan pencairan dana dapat Persentase ketepatan penarikan dana 50% 80% 80,2
Pengesahan Dokumen Pelaksanaan dilaksanakan sesuai jadwal yang direncanakan
Anggaran (Prioritas Bidang)

4. Pengelolaan Kekayaan Negara, Terselenggaranya pengelolaan kekayaan negara, 1. Jumlah Penerimaan Negara dan penerimaan kembali 3.246,9
Penyelesaian Pengurusan Piutang penyelesaian pengurusan Piutang Negara dan yang berasal dari pembiayaan APBN
Negara, dan Pelayanan Lelang pelayanan Lelang yang profesional, tertib, tepat - Biaya Administrasi Pengurusan Piutang Negara 67,7 Miliar 413,33 Miliar K)

guna, dan optimal serta mampu membangun citra


baik bagi stakeholder - Bea Lelang 44,04 Miliar 260,01 Miliar K)

- Penerimaan pembiayaan APBN 350 Miliar 1105 Miliar K)

2. Jumlah penyelesaian piutang Negara dan pelayanan


lelang
- Piutang negara yang dapat diselesaikan 770 Miliar 7109,76 Miliar K)

- Pokok lelang 3, 15 Triliun 18,57 Triliun K)

3. Persentase penyelesaian permohononan pengelolaan 68% 87,80%


kekayaan negara, termasuk pemanfaatan asset idle

II.L.015.6
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

4. Persentase BMN yang disertifikasi - 90%

a - Perumusan kebijakan, standardisasi, Terselenggaranya pengelolaan Barang Milik Negara 1. Persentase formulasi / pembaruan peraturan 80% 100% 57,0
bimbingan teknis, evaluasi dan pengelolaan yang professional, tertib, optimal, serta akuntabel perundangan di bidang pengelolaan BMN
Barang Milik Negara (Prioritas Bidang) 2. Persentase penyelesaian permohonan pengelolaan 70% 82,50%
kekayaan Negara, termasuk pemanfaatan aset idle .
3. Persentase BMN yang akan disertifikasi - 90%

4. Penyelesaian inventarisasi dan penilaian terhadap Barang - 100%


Milik Negara serta koreksi neraca
b. - Perumusan kebijakan, standardisasi, Terselenggaranya pengelolaan barang milik negara dan 1. Persentase formulasi / pembaruan peraturan 55% 100% 39,4
bimbingan teknis, evaluasi dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan yang professional, perundangan di bidang pengelolaan BMN
Barang Milik Negara dan Kekayaan Negara tertib, optimal serta akuntabel 2. Persentase penyelesaian permohonan pengelolaan 66% 93%
yang Dipisahkan (Prioritas Bidang) kekayaan Negara, termasuk pemanfaatan aset idle .
3. Persentase BMN yang akan disertifikasi - 90%

4. Persentase penyelesaian pengelolaan dan penatausahaan 60% 100%


Kekayaan Negara Dipisahkan
5. Penyelesaian inventarisasi dan penilaian terhadap - 100%
Barang Milik Negara serta koreksi neraca
c. - Perumusan kebijakan, standardisasi, Terselenggaranya pengelolaan kekayaan negara lain- 1. Jumlah formulasi / pembaharuan peraturan perundangan di 6 20 K) 289,0
bimbingan teknis, evaluasi dan Pengelolaan lain secara professional, efektif, efisien, transparan dan bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain\
Kekayaan Negara Lain-lain (Prioritas dapat dipertanggungjawabkan sekaligus mampu
Bidang) mengoptimalkan penerimaan negara yang berasal dari 2. Jumlah penyelesaian berkas kekayaan negara lain-lain 1770 3970 K)
kekayaan negara lain-lain
3. Jumlah penerimaan kembali (recovery) yang berasal dari 350 Miliar 1105 Miliar K)

pengeluaran pembiayaan APBN


4. Penyelesaian inventarisasi dan penilaian terhadap Barang - 100%
Milik Negara serta koreksi neraca

II.L.015.7
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

5. Program Perumusan Kebijakan Fiskal Terwujudnya kebijakan fiskal yang sustainable 1. Tingkat akurasi kebijakan fiskal 569,9
dengan beban risiko fiskal yang terukur dalam
rangka stabilisasi dan mendorong pertumbuhan - Rata-rata persentase deviasi asumsi makro 10% 5%
perekonomian
- Persentase deviasi target defisit APBN 10% 8%

- Persentase deviasi proyeksi pendapatan Negara 4,50% 4%

2. Persentase efektivitas kebijakan pendapatan Negara 75% 85%

a. - Perumusan Kebijakan APBN (Prioritas Tersedianya rekomendasi kebijakan APBN yang 1. Persentase deviasi target defisit APBN 10% 8% 68,1
Bidang) sustainable untuk mendukung pembangunan nasional
2. Persentase deviasi proyeksi penerimaan perpajakan 4,50% 4%

3. Penyempurnaan PMK no.261/2008 tentang tata cara - 100%


penyediaan anggaran, perhitungan, pembayaran, dan
4. Penyempurnaan kebijakan subsidi BBM, listrik dan pupuk 100% -
agar lebih cepat dan efisien
5. Kajian penerapan PBBKB di daerah berkaitan dengan harga 100% -
dan subsdi BBM
6. Kajian tentang rasionalisasi subsidi listrik dan subsidi BBM 100% -

II.L.015.8
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
b. - Pengelolaan Risiko Fiskal dan Sektor 1. Terwujudnya pengelolaan risiko fiskal yang 1. Jumlah risiko fiskal teridentifikasi yang terukur 4 21 K) 66,6
Keuangan (Prioritas Bidang) antisipatif dan responsif yang dapat mendukung
2. Tersedianya rekomendasi dan pernyataan risiko 2. Perubahan sistem pengelolaan pendanaan BLU Tanah dan 100% -
fiskal Land Capping untuk ditampung dalam APBN-P 2010
c. - Perumusan Kebijakan Ekonomi (Prioritas Terwujudnya kebijakan ekonomi makro yang antisipatif Persentase rata rata deviasi proyeksi asumsi makro 10% 5% 93,3
Bidang) dan responsif yang dapat mendukung stabilisasi dan
mendorong pertumbuhan perekonomian

d. - Perumusan Kebijakan Pajak, Tersedianya rekomendasi dan rumusan kebijakan 1. Persentase efektifitas kebijakan pendapatan negara 75% 85% 68,0
Kepabeanan, Cukai dan PNBP (Prioritas pendapatan negara yang mendukung terwujudnya
Bidang) kebijakan fiskal
6. Peningkatan dan Pengamanan Peningkatan penerimaan pajak negara yang optimal 1. Persentase realisasi penerimaan pajak terhadap target 100% 100% 20.817,9
Penerimaan Pajak penerimaan pajak
2. Persentase realisasi waktu pelayanan terhadap janji waktu 100% 100%
pelayanan (quick win)
a. - Perumusan kebijakan di bidang PPN, Peningkatan efektifitas pembuatan peraturan 1. Persentase penyelesaian usulan pembuatan / Revisi 100% 100% 12,1
PBB, BPHTB, KUP, PPSP, dan Bea peraturan perundangan terhadap peraturan perundangan yang
Materai (Prioritas Nasional) harus dibuat / direvisi
2. Tersedianya PMK-PMK ttg Pemberian Fasilitas Fiskal sesuai - 100%
Peraturan Per-UU-an dan skema Pembiayaan Infrastruktur ke &
di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

b. - Perumusan kebijakan di bidang PPh dan Peningkatan efektifitas pembuatan peraturan 1. Persentase penyelesaian usulan pembuatan / Revisi 100% 100% 13,3
perjanjian kerjasama perpajakan peraturan perundangan terhadap peraturan perundangan yang
internasional (Prioritas Nasional) harus dibuat / direvisi
2. Tersedianya PMK-PMK ttg Pemberian Fasilitas Fiskal sesuai - 100%
Peraturan Per-UU-an dan skema Pembiayaan Infrastruktur ke &
di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

II.L.015.9
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
3. Peraturan pelaksanaan mengenai insentif potongan PPh 5% 100% -
bagi perusahaan yang melakukan R&D

c. - Peningkatan efektivitas pemeriksaan, Pemeriksaan dan Penagihan yang optimal untuk Persentase jumlah Refund Discrepancy dan Penerimaan Pajak 4% 3% 17,1
optimalisasi pelaksanaan penagihan peningkatan kepatuhan Wajib Pajak dan Peningkatan dari Pemeriksaan dan Penagihan terhadap Realisasi
(Prioritas Bidang) Penerimaan Pajak Penerimaan Pajak

d. - Peningkatan kualitas pelayanan serta Tingkat Kepuasan yang Tinggi atas Pelayanan Indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan dan penyuluhan 72 76 344,8
efektivitas penyuluhan dan kehumasan Perpajakan
(Prioritas Bidang)
e. - Perencanaan, pengembangan, dan Teknologi informasi dan komunikasi yang handal dan Persentase penyelesaian pembangunan dan pengembangan 100% 100% 772,6
evaluasi di bidang teknologi, komunikasi tepat guna sistem informasi terhadap target
dan informasi (Prioritas Bidang)

f. - Pelaksanaan reformasi proses bisnis Proses Bisnis yang efektif dan efisien 1. Persentase penyelesaian SOP terhadap SOP yang harus 100% 100% 1.397,2
(Prioritas Bidang) dibuat
2. Persentase penyelesaian proses bisnis/ SOP terhadap proses 100% 100%
bisnis/SOP yang harus disempurnakan
g. - Pengelolaan data dan dokumen Kepuasan yang tinggi dari pengguna data dan dokumen Persentase penyelesaian pemindaian berkas SPT 71% 79% 146,2
Perpajakan (Prioritas Bidang) perpajakan

7. Pengawasan, Pelayanan, dan Penerimaan 1. Terciptanya administrator kepabeanan dan cukai 1. Jumlah Penerimaan Bea dan Cukai 100% 100% 9.758,2
di Bidang Kepabeanan dan Cukai yang dapat memberikan fasilitasi terbaik kepada
industri, perdagangan, dan masyarakat serta
optimalisasi penerimaan
2. Terwujudnya profesionalisme SDM kepabeanan dan 2. Persentase jumlah kasus tindak pidana di bidang kepabeanan 40% 50%
cukai dan cukai yang diserahkan ke Kejaksaan
3. Terwujudnya pelayanan yang efisien dan 3. Persentase penyelesaian rancangan PMK dan aturan - 100%
pengawasan yang efektif pelaksanaan lainnya terkait sistem pelayanan kepabeanan yang
menunjang Sistem Logistik Nasional (Customs Advance Trade
Systems)

II.L.015.10
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
4. Persentase kantor pabean di perbatasan dengan kondisi 10% 50%
sarana dan prasarana yang memadai
a. - Perumusan Kebijakan dan 1. Terciptanya administrator kepabeanan dan cukai 1. Persentase sistem aplikasi dan infrastruktur TI yang sesuai 100% 100% 675,4
Pengembangan Teknologi Informasi yang dapat memberikan fasilitasi terbaik berbasis dengan proses bisnis DJBC
Kepabeanan dan Cukai (Prioritas Nasional) teknologi informasi kepada industri, perdagangan, dan
masyarakat serta optimalisasi penerimaan

2.Terwujudnya tingkat pelayanan yang efisien kepada 2. Persentase penyelesaian aplikasi sistem kepabeanan yang - 100%
pemangku kepentingan berkaitan dengan layanan terintegrasi dengan portal NSW
berbasis teknologi informasi 3. PMK untuk pengembangan sistem elektronik terkait dengan - 100%
perijinan investasi di bidang kepabeanan dan perpajakan

4. PMK tentang Authorized Economic Operator (AEO) dan - 100%


dukungan terkait dengan Sistem Logistik Nasional

5. PMK tentang Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) - 100%


dalam rangka pengembangan sistem logistik

6. PMK-PMK tentang pemberian fasilitas fiskal sesuai - 100%


peraturan perundang-undangan dan skema pembiayaan
infrastruktur ke dan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

7. PMK untuk memadukan Kawasan Pelayanan Pabean - 100%


Terpadu (KPPT) dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di 5
lokasi (di Jawa dan Sumatra)

II.L.015.11
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
b. - Perumusan Kebijakan dan Bimbingan 1. Terciptanya administrator di bidang fasilitas 1. Persentase realisasi janji layanan publik terkait pemberian 70% 80% 133,0
Teknis Fasilitas Kepabeanan (Prioritas kepabeanan yang dapat memberikan dukungan fasilitas pembebasan dan keriganan bea masuk
Nasional) industry, perdagangan dan masyarakat serta
optimalisasi pendapatan

2. Terwujudnya pelayanan yang efisien dan 2. Persentase realisasi janji layanan public terkait pemberian 70% 80%
pengawasan efektif fasilitas pertambangan
3. Persentase realisasi janji layanan public terkait pemberian 70% 80%
tempat penimbunan berikat (TPB).
4. Persentase penyelesaian rancangan PMK dan aturan - 100%
pelaksanaan lainnya terkait sistem pelayanan kepabeanan yang
menunjang Sistem Logistik Nasional (Customs Advance Trade
Systems)
5. Persentase penyelesaian peraturan terkait sistem pelayanan - 100%
kepabeanan dan cukai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

6. PMK untuk pengembangan sistem elektronik terkait dengan - 100%


perijinan investasi di bidang kepabeanan dan perpajakan

7. PMK tentang Authorized Economic Operator (AEO) dan - 100%


dukungan terkait dengan Sistem Logistik Nasional

8. PMK-PMK tentang pemberian fasilitas fiskal sesuai - 100%


peraturan perundang-undangan dan skema pembiayaan
9. PMK untuk memadukan Kawasan Pelayanan Pabean - 100%
Terpadu (KPPT) dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di 5
c. - Pelaksanaan Pengawasan dan Penindakan 1. Terciptanya administrator kepabeanan dan cukai 1. Persentase tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai 40% 50% 596,8
atas Pelanggaran Peraturan Perundangan, yang dapat memberikan fasilitasi terbaik kepada yang diserahkan ke kejaksaaan
Intelijen dan Penyidikan Tindak Pidana i d ti d d k t t
2. Terciptanya institusi kepabeanan dan cukai yang 2. PMK tentang Authorized Economic Operator (AEO) dan - 100%
Kepabeanan dan Cukai (Prioritas Bidang)
dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat dukungan terkait dengan Sistem Logistik Nasional

II.L.015.12
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
Kepabeanan dan Cukai (Prioritas Bidang) 3. Terwujudnya profesionalisme SDM di bidang
intelijen, penindakan dan penyidikan yang handal
4. Terwujudnya pengawasan efektif dan pelayanan
yang efisien
d. - Perumusan Kebijakan dan Peningkatan 1. Terciptanya administrasi penerimaan kepabeanan 1. Jumlah penerimaan bea dan cukai 100% 100% 19,6
Pengelolaan Penerimaan Bea dan Cukai dan cukai yang tertib dan dapat memberikan fasilitasi
(Prioritas Bidang) terbaik kepada industri, perdagangan, dan masyarakat
serta optimalisasi penerimaan

2. Terwujudnya profesionalisme SDM di bidang 2. Persentase penyelesaian evaluasi dan rekomendasi, 70% 80%
penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai penyempurnaan perancangan peraturan perundang-undangan di
bidang kepabeanan dan cukai
3. Tercapainya perumusan peraturan di bidang 3. Persentase peraturan pelaksanaan di bidang kepabeanan dan 75% 90%
kepabeanan dan cukai cukai yang selaras (tidak bertentangan) dengan perundang-
undangan
4. Terwujudnya pelayanan yang efisien dan 4. PMK tentang Authorized Economic Operator (AEO) dan - 100%
pengawasan yang efektif dukungan terkait dengan Sistem Logistik Nasional

5. PMK-PMK tentang pemberian fasilitas fiskal sesuai - 100%


peraturan perundang-undangan dan skema pembiayaan
infrastruktur ke dan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

e. - Perumusan Kebijakan dan Bimbingan 1. Terwujudnya professional SDM di bidang Teknis 1. Frekuensi pemutahiran Database harga I 12x 60x K) 6,6
Teknis Bidang Kepabeanan (Prioritas Kepabeanan
Bidang)
2. Terciptanya pelayanan yang pasti di bidang 2. Presentase ketepatan waktu penyelesaian penetapan nilai 75% 80%
kepabeanan kepada seluruh pemangku kepentingan pabean dan klasifikasi barang
(stakeholders)
3. Persentase rumusan peraturan yang menjadi keputusan di 75% 80%
bidang teknis kepabeanan

II.L.015.13
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
4. PMK untuk pengembangan sistem elektronik terkait dengan - 100%
perijinan investasi di bidang kepabeanan dan perpajakan

5. PMK tentang Authorized Economic Operator (AEO) dan - 100%


dukungan terkait dengan Sistem Logistik Nasional

6. PMK tentang Kawasan Pelayanan Kepabeanan Terpadu - 100%


(KPPT) dalam rangka pengembangan Sistem Logistik

7. PMK-PMK tentang Pemberian Fasilitas Fiskal sesuai - 100%


peraturan perundang-undangan dan skema pembiayaan
infrastruktur ke dan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

8.PMK dan Perdirjen mengenai prosedur penetapan nilai 100% -


pabean termasuk prosedur pengaduan dan keberatan

9. Penerapan secara konsisten dan pemberian penjelasan 100% -


kepada pengguna jasa kepabeanan mengenai SOP tentang
penetapan nilai pabean
10. sistem penanganan pengaduan masyarakat khusus 100% -
mengenai penetapan nilai pabean
8. Pengelolaan dan Pembiayaan Utang Mengoptimalkan pengelolaan utang pemerintah, 1. Pemenuhan target pembiayaan melalui utang 100% 100% 360,9
baik yang berasal dari Surat Berharga Negara
maupun pinjaman dengan biaya dan tingkat risiko 2. Pembayaran utang secara tepat waktu, jumlah, dan 100% 100%
yang terkelola dengan baik untuk mendukung sasaran
kesinambungan fiskal 3. Ketersediaan informasi dalam rangka transparansi 100% 100%
pengelolaan utang
4. Terpenuhinya struktur portofolio utang sesuai dengan 100% 100%
strategi yang ditetapkan
a. - Pengelolaan Pinjaman (Prioritas Bidang) Terpenuhinya kebutuhan pembiayaan APBN yang 1. Pemenuhan target pembiayaan melalui pinjaman program 100% 100% 47,9
aman melalui pengadaan pinjaman
2. Penyelesaian perjanjian pinjaman dan hibah 100% 100%

II.L.015.14
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
b. - Pengelolaan Surat Utang Negara Terpenuhinya kebutuhan pembiayaan APBN yang 1. Pemenuhan target pembiayaan melalui SUN 100% 100% 44,1
(Prioritas Bidang) aman bagi kesinambungan fiskal melalui pengelolaan
2. Terpenuhinya struktur portofolio SUN sesuai dengan 100% 100%
Surat Utang Negara (SUN)
strategi yang ditetapkan
c. - Pengelolaan Pembiayaan Syariah Terpenuhinya kebutuhan pembiayaan APBN yang 1. Pemenuhan target pembiayaan melalui SBSN 100% 100% 34,0
(Prioritas Bidang) aman bagi kesinambungan fiskal melalui Penerbitan
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2. Terpenuhinya struktur portofolio SBSN sesuai dengan 100% 100%
strategi yang ditetapkan
d. - Pengelolaan Strategi dan Portofolio Penyediaan strategi pengelolaan utang yang 1. Tersedianya dokumen Strategi pengelolaan utang 1 6 K) 17,7
Utang (Prioritas Bidang) mempertimbangkan aspek biaya dan risiko
2. Pencapaian target effective cost yang kredibel 100% 100%
e. - Pelaksanaan Evaluasi, Akuntansi, dan Terwujudnya pelaksanaan penyelesaian transaksi, 1. Pembayaran utang secara tepat waktu, jumlah, dan sasaran 100% 100% 30,0
Setelmen Utang (Prioritas Bidang) pencatatan, dan pelaporan utang pemerintah yang
profesional, efektif, transparan, dan akuntabel 2. Ketersediaan informasi dalam rangka transparansi 100% 100%
pengelolaan utang
9. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan 1. Terwujudnya tata kelola yang baik dan kualitas Tingkat kompetensi karyawan untuk jabatan tematik 82,5% (JPM 70%) 85% (JPM 33.806,4
Tugas Teknis Lainnya Departemen layanan dan dukungan yang tinggi pada semua 75%)
Keuangan Eselon I di Kementerian Keuangan

2. Tingkat kepercayaan stakesholders (internal dan


eksternal) yang tinggi

II.L.015.15
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

10. Pengawasan dan Peningkatan Terwujudnya pengawasan yang memberi nilai 1. Jumlah Policy Recommendations 14 buah 82 buah K) 462,7
Akuntabilitas Aparatur Keuangan tambah melalui peningkatan efektivitas proses
manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola 2. Indeks kualitas laporan keuangan kementerian keuangan 3 4
serta peningkatan akuntabilitas aparatur di (BA 15)
lingkungan Kementerian Keuangan

11. Pengembangan SDM Keuangan dan 1. Meningkatkan pemahaman masyarakat dan 1. Jumlah peserta edukasi publik tentang Keuangan 9.595 49.967 K) 2.565,6
Kekayaan Negara yang profesional pelaku ekonomi akan penyelenggaraan pengelolaan Negara
melalui pendidikan dan pelatihan Keuangan Negara

2. Mengembangkan SDM yang berintegritas dan 2. Rasio jam pelatihan terhadap jam kerja 3% 3.5%
berkompetensi tinggi

12. Pengaturan, Pembinaan dan Pengawasan 1. Terwujudnya Bapepam-LK sebagai lembaga 1. Persentase pertumbuhan nilai transaksi saham harian 2,50% 3% 814,6
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang memegang teguh prinsip-prinsip transparansi,
Non Bank akuntabilitas, independensi, dan integritas

2. Terwujudnya industri Pasar Modal dan Jasa 2. Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh lembaga 10% 10%
Keuangan Non Bank sebagai penggerak pembiayaan dan penjaminan
perekonomian nasional dan berdaya saing global 3. Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh industri 6% 10%
perasuransian
4. Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh industri 5% 15%
dana pensiun
5. Persentase pertumbuhan unit penyertaan Reksa Dana 36% 36%

6. Indeks Kepuasan Stakeholders Bappepam-LK 77 82

II.L.015.16
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
a. Perumusan Peraturan, Penetapan Sanksi 1. Terciptanya regulasi di bidang Pasar Modal dan 1. Persentase jumlah regulasi di bidang pasar modal dan LKNB 90% 90% 27,2
dan Pemberian Bantuan Hukum Lembaga Keuangan Non Bank yang mampu menjamin yang memenuhi asas peraturan perundang-undangan yang baik.
kepastian hukum, adil, dan transparan

2. Terwujudnya penegakan hukum di bidang Pasar 2.Persentase jumlah sanksi administrasi atas pelanggaran 97% 97%
Modal dan Lembaga Keuangan Non Bank yang peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Jasa
obyektif dan efektif Keuangan yang obyektif.
3. Terjaganya kredibilitas Bapepam dan LK dengan 3. Persentase jumlah perkara/litigasi yang diselesaikan dengan 50% 50%
mengamankan seluruh kebijakan yang telah diambil baik.
melalui pelaksanaan Litigasi yang taktis dan efektif.

b. Riset Pasar Modal dan Lembaga Keuangan 1. Terwujudnya kebijakan berbasis riset dan sistem 1. Persentase penyelesaian jumlah laporan hasil riset yang tepat 100% 100% 25,7
Non Bank serta Pengembangan Teknologi pengawasan yang berbasis teknologi informasi dan akurat di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
Informasi terhadap industri pasar modal dan jasa keuangan non sesuai rencana.
bank
2. Terwujudnya industri pasar modal dan jasa 2. Persentase jumlah sistem yang terimplementasi sesuai 60% 80%
keuangan non bank yang kredibel sebagai penggerak dengan rencana.
perekonomian nasional dan berdaya saing global

c. Pemeriksaan dan penyidikan di bidang 1. Terciptanya penegakan hukum di bidang pasar 1. Persentase Laporan Hasil Pemeriksaan yang dapat diterima 80% 90% 34,0
Pasar Modal modal yang kredibel oleh Ketua atau Komite Penetapan Sanksi dan Keberatan
(KPSK).
2. Terwujudnya kepastian hukum di bidang Pasar 2. Penyelesaian perilaku pelaku Pasar Modal yang
Modal dan memberikan perlindungan bagi pemodal menyimpang:
dan masyarakat a. Persentase penyelesaian pelanggaran terhadap kewajiban 90% 98%
pelaporan, baik berkala maupun insidentil sesuai target waktu
(keterlambatan penyampaian pelaporan)

b. Penyelesaian pelanggaran terhadap peraturan perundang- 70% 90%


undangan di bidang Pasar Modal yang memerlukan Surat
Perintah Pemeriksaan sesuai target waktu.

II.L.015.17
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
c. Penyelesaiam pelanggaran terhadap ketentuan pidana di 50% 70%
bidang Pasar Modal yang memerlukan Surat Perintah
Penyidikan sesuai target waktu
d. - Pengaturan, Pembinaan dan Pengawasan 1. Terwujudnya Biro Pengelolaan Investasi sebagai 1. Capaian pelaksanaan pemeriksaan dalam satu tahun: 20,8
Bidang Pengelolaan Investasi salah satu biro yang kredibel, akuntabel dan transparan

2. Terwujudnya industri pengelolaan investasi yang a. Persentase pemeriksaan kepatuhan terhadap Manajer 100% 100%
tangguh dan berdaya saing global Investasi sesuai rencana
b. Persentase pemeriksaan kepatuhan terhadap Agen Penjual 100% 100%
Efek Reksa Dana sesuai rencana
2. Persentase layanan yang memenuhi target SOP:

a. Layanan Pendaftaran Reksa Dana yang memenuhi target 100% 100%


SOP
b. Layanan Perizinan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana 90% 90%
yang memenuhi target SOP
e. - Pengaturan, Pembinaan dan Pengawasan 1. Terwujudnya Biro Transaksi dan Lembaga Efek 1. Persentase lama proses perijinan yang sesuai dengan target 28,1
Bidang Transaksi dan Lembaga Efek sebagai salah satu biro di Bapepam-LK yang kredibel, SOP.
akuntabel dan transparan
2. Terwujudnya Lembaga Efek yang berkualitas dan a. Proses perijinan Wakil Perantara Pedagang Efek. 90% 100%
berdaya saing global serta Transaksi Efek yang teratur,
wajar dan efisien b. Proses perijinan Wakil Penjamin Emisi Efek 90% 100%
2. Persentase jumlah pemeriksaan Lembaga Efek yang 100% 100%
dilaksanakan dbandingkan dengan yang direncanakan.

3. Persentase tingkat penyelesaian penelaahan hasil 67% 70%


pengawasan transaksi efek yang dindikasikan tidak wajar

f. - Penelaahan dan Pemantauan Perusahaan 1. Meningkatnya tata kelola Perusahaan yang baik atas 1. Persentase jumlah Laporan Keuangan Tahunan, Laporan 100% 100% 14,4
Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa Keuangan Tengah Tahunan, dan Laporan Tahunan yang
ditelaah sesuai dengan rencana

II.L.015.18
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
2. Meningkatnya jumlah Emiten dan Perusahaan 2. Persentase jumlah pemrosesan Penyataan Pendaftaran sesuai 100% 100%
Publik Sektor Jasa SOP
3. Diterbitkannya produk regulasi terkait penyederhanaan 100% -
proses dan persyaratan Penawaran Umum

g. - Penelaahan dan Pemantauan Perusahaan 1. Meningkatnya tata kelola perusahaan yang baik atas 1. Persentase jumlah Laporan Keuangan Tahunan, Laporan 100% 100% 14,8
Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Tahunan yang ditelaah
sesuai dengan rencana

2. Meningkatnya jumlah Emiten dan Perusahaan Publik 2. Persentase jumlah pemrosesan Pernyataan Pendaftaran 100% 100%
Sektor Riil sesuai SOP
3. Diterbitkannya produk regulasi terkait penyederhanaan 100% -
proses dan persyaratan Penawaran Umum

h. - Pengaturan, Pembinaan, dan Pengawasan 1. Membangun otoritas Lembaga Pembiayaan dan 1. Persentase jumlah kebijakan di bidang pembiayaan dan 100% 100% 23,5
di bidang Lembaga Pembiayaan dan Penjaminan yang profesional yang mampu penjaminan yang dihasilkan
Penjaminan mewujudkan industri jasa pembiayaan dan penjaminan
sebagai penggerak ekonomi nasional yang tangguh dan
berdaya saing tinggi
2. Terwujudnya industri jasa pembiayaan dan 2. Persentase jumlah peraturan di bidang pembiayaan dan 100% 100%
penjaminan yang sehat, kuat dan kompetitif dalam penjaminan yang dihasilkan
rangka melindungi kepentingan masyarakat 3. Persentase perizinan perusahaan pembiayaan dan penjaminan 100% 100%
sesuai SOP
i. - Pengaturan, Pembinaan, dan Pengawasan 1. Terwujudnya Biro Perasuransian yang memegang 1. Persentase jumlah rumusan peraturan di bidang 100% 100% 39,0
bidang Perasuransian teguh prinsip akuntabilitas dan integritas perasuransian sesuai rencana

2. Meningkatnya peran dan kualitas pelaku industri 2. Persentase layanan pemberian izin usaha asuransi dan 100% 100%
perasuransian reasuransi yang memenuhi target SOP
3. Persentase jumlah laporan keuangan perusahaan asuransi dan 100% 100%
reasuransi yang telah dianalisis sesuai dengan target waktu

II.L.015.19
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN KEUANGAN
TARGET TOTAL ALOKASI
No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)
j. - Pengaturan, Pembinaan, dan Pengawasan 1. Terwujudnya Biro Dana Pensiun sebagai lembaga 1. Persentase pengesahan pembentukan dana pensiun yang 100% 100% 34,8
Bidang Dana Pensiun yang memegang teguh prinsip-prinsip tata kelola yang sesuai dengan SOP
baik (good goverment governance )

2. Terwujudnya industri dana pensiun sebagai 2. Persentase jumlah laporan hasil analisis sesuai rencana 100% 100%
penopang pembangunan ekonomi nasional dan sarana
untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat di hari tua

3. Persentase jumlah pemeriksaan langsung sesuai rencana 100% 100%

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN KEUANGAN 2010-2014 80.337,7


K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.015.20
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN PERTANIAN

TARGET TOTAL ALOKASI


NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

1 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN Peningkatan pelaksanaan kegiatan Kementerian Jumlah dokumen perencanaan, keuangan & perlengkapan, 24 paket 24 paket 7.832,0
PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA Pertanian melalui dukungan koordinasi, pembinaan dan hukum & humas, kerjasama luar negeri, organisasi dan
KEMENTERIAN PERTANIAN pelayanan administrasi kepegawaian, statistik dan sistem informasi pertanian

Jumlah ijin usaha pertanian, ijon pemasukan/pengeluaran 2500 5000


benih/bibit, obat hewan dan pakan ternak, produk ternak dan
agensia hayati, serta rekomendasi produk pangan

Realisasi penyaluran kredit program untuk pertanian (KKP-E, 1,5 trilyun 2,5 trilyun
KUR)
Realisasi penyaluran pembiayaan Syariah dan pembiayaan 4 trilyun 8 trilyun
komersial untuk sektor pertanian
Jumlah sentra-sentra usaha pertanian di perdesaan 200 200
Jumlah Gapoktan PUAP (unit) 10.000,00 10.000,00
1.6 Pelayanan perizinan dan investasi pertanian Peningkatan penerimaan penyiapan bahan analisa, Jumlah ijin usaha pertanian, ijon pemasukan/pengeluaran 2500 5000 64,1
(Prioritas Nasional dan Bidang) fasilitas proses teknis permohonan ijin, pendaftaran di benih/bibit, obat hewan dan pakan ternak, produk ternak dan
bidang pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian, agensia hayati, serta rekomendasi produk pangan
benih/bibit, produk ternak dan pangan segr serta
penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi Bahan informasi dan bahan kebijakan pengembangan investasi 1 1
pertanian (publikasi, pameran, bahan analisis untuk kebijakan
pertanian) (PAKET)

II.L.018.1
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

1.7 Pelayanan pembiayaan Pertanian, Pengembangan Peningkatan realisasi penyaluran kredit program (KKP- Realisasi penyaluran kredit program untuk pertanian (KKP-E, 1,5 2,5 5.621,6
Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dan E dan KUR) pembiayaan komersial, pembiayaan KUR) (Trilyun)
Penguatan Kelembagaan Ekonomi Perdesaan syariah, pengembangan sentra usaha pertanian Realisasi penyaluran pembiayaan Syariah dan pembiayaan 4 8
Melalui LM3 (Prioritas Nasional dan Bidang) perdesaan, dan pengembangan Gapoktan PUAP komersial untuk sektor pertanian (Trilyun)

Jumlah sentra-sentra usaha pertanian di perdesaan 200 200


p
Jumlah Gapoktan ( )
PUAP (unit) 10.000 10.000
1.9 Pengembangan perlindungan dan pendaftaran Peningkatan kinerja pelayanan teknis, hukum dan Jumlah pelayanan teknis, hukum dan administrasi perlindungan 300 700 38,7
varietas tanaman (Prioritas Bidang) administrasi perlindungan varietas tanaman varietas tanaman (buah)

2 PROGRAM PENGAWASAN DAN Pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Jumlah pelaksanaan kegiatan pengawasan intern pada unsur 384 384 345,2
PENINGKATAN AKUNTABILITAS di Kementerian Pertanian Kementerian Pertanian untuk mewujudkan good governance
APARATUR KEMENTERIAN PERTANIAN dan clean government (Kinerja/Satker)
% proses administrasi dan dukungan teknis Itjen tepat waktu 100% 100%

% temuan laporan audit internal Kementerian Pertanian


ditindaklanjuti
- Tahun Tunggal (awal) '- Tahun Tunggal (awal) 65% 90%
- Rata-rata 5 tahun '- Rata-rata 5 tahun 79% 79%
3 PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI, Perluasan penerapan budidaya tanaman pangan yang Luas areal penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat 2.969,49 4.493,31 6.656,2
PRODUKTIVITAS DAN MUTU TANAMAN tepat yang didukung oleh sistem penyediaan sarana (ribu ha)
PANGAN UNTUK MENCAPAI produksi dan benih serta pengamanan produksi yang Jumlah sarana produksi yang disediakan dan disalurkan serta - -
SWASEMBADA DAN SWASEMBADA efisien untuk mewujudkan produksi tanaman pangan lembaga perbenihan tanaman pangan yang dibina di lokasi
BERKELANJUTAN yang cukup dan berkelanjutan penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat :

- Sarana Produksi (Unit) 13.836,00 18.354,00


- Lembaga perbenihan (Balai) 63 63

II.L.018.2
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah subsidi pupuk dan benih : - -


- Pupuk (Juta ton) 11,06 12,2
- Benih (ribu ton) 178,18 226,92
Luas areal yang aman dari serangan OPT dan DFI pada 147,5 223,75
pertanaman pangan yang menerapkan budidaya tanaman yang
tepat (ribu ha)
Luas Areal :
- Padi non hibrida (ribu ton) 12.544,00 15.680,00
Padi hibrida (ribu ton) 1.509,20 3.773,00
Padi lahan kering (ribu ton) 1.234,80 2.058,00
- Jagung (ribu ton) 926,25 1.543,75
- Kedelai (ribu ton) 356,25 712,5
- Kacang tanah (ribu ton ) 59,23 236,93
- Kacang hijau (ribu ton) 3,3 25,72
- Ubi kayu (ribu ton) 115,63 117,07
- Ubi jalar (ribu ton) 103,05 121,49
Produktivitas :
- Padi non hibrida (ku/ha) 64 64
Padi hibrida (ku/ha) 77 77
Padi lahan kering (ku/ha) 42 42
- Jagung (ku/ha) 65 65
- Kedelai (ku/ha) 15 15
- Kacang tanah (ku/ha) 12,47 12,47
- Kacang hijau (ku/ha) 10,83 10,83
- Ubi kayu (ku/ha) 186,54 186,54

II.L.018.3
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

- Ubi jalar (ku/ha) 110,69 110,69


Luas Panen :
- Padi non hibrida (ribu ha) 2.000,00 2.500,00
Padi hibrida (ribu ha) 200 500
Padi lahan kering (ribu ha) 300 500
- Jagung (ribu ha) 150 250
- Kedelai (ribu ha) 250 500
- Kacang tanah (ribu ha) 50 200
- Kacang hijau (ribu ha) 3,21 25
- Ubi kayu (ribu ha) 6,53 6,61
- Ubi jalar (ribu ha) 9,5 11,2
- Padi non hibrida (ribu ha) 1.960,00 2.450,00
Padi hibrida (ribu ha) 196 490
Padi lahan kering (ribu ha) 294 490
- Jagung (ribu ha) 142,5 237,5
- Kedelai (ribu ha) 237,5 475
- Kacang tanah (ribu ha) 47,5 190
- Kacang hijau (ribu ha) 3,05 23,75
- Ubi kayu (ribu ha) 6,2 6,28
- Ubi jalar (ribu ha) 9,31 10,98
3.1 Pengelolaan produksi tanaman serealia (Prioritas Meningkatnya perluasan penerapan budidaya tanaman Luas areal penerapan budidaya serealia yang tepat dan 2.650,20 3.750,40 2.259,0
Nasional dan Bidang) serealia yang tepat dan berkelanjutan untuk berkelanjutan (ribu ha) :
SLPTT padi non hibrida (ribu ha) 2.000,00 2.500,00
SLPTT padi hibrida (ribu ha) 200 500
SLPTT Padi lahan kering (ribu ha) 300 500

II.L.018.4
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

SLPTT Jagung hibrida (ribu ha) 150 250


Pengembangan peningkatan produksi gandum (ribu ha) 0,1 0,2

Pengembangan peningkatan produksi sorghum (ribu ha) 0,1 0,2

Peta sentra produksi komoditas serealia (paket) 1,00 1,00


Data luas tanam komoditas serealia 1,00
1 00 1,00
1 00
3.2 Pengelolaan produksi tanaman kacang-kacangan Meningkatnya perluasan penerapan budidaya tanaman Luas areal penerapan budidaya tanaman kacang-kacangan dan 319,29 742,91 1.256,5
dan umbi-umbian (Prioritas Nasional dan kacang-kacangan dan umbi-umbian yang tepat dan umbi-umbian yang tepat dan berkelanjutan (ribu ha) :
Bidang) berkelanjutan untuk peningkatan produksi melalui
peningkatan produktivitas per satuan luas. SLPTT kedelai (ribu ha) 250 500
SLPTT kacang tanah (ribu ha) 50 200
SLPTT kacang hijau (ribu ha) - 25
PTT kacang hijau (ribu ha) 3,21
PTT ubi kayu (ribu ha) 6,53 6,61
PTT ubi jalar (ribu ha) 9,5 11,2
PTT pangan lokal (ribu ha) 0,05 0,1
Peta sentra produksi beberapa komoditas Kabi (paket) 1,00 1,00

Data luas tanam beberapa komoditas Kabi (paket) 1,00 1,00


3.3 Pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman Terselenggaranya sistem pembinaan lembaga Lembaga perbenihan tanaman pangan yang dibina di lokasi 334,0
pangan (Prioritas Bidang) perbenihan tanaman pangan yang efisien dan penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat :
berkelanjutan di lokasi penerapan budidaya tanaman
pangan yang tepat Tersusunnya roadmap kebutuhan & ketersediaan benih (paket) 1,00 1,00

Tersusunnya kebijakan sistem subsidi benih (paket) 1,00 1,00

II.L.018.5
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Tersusunnya rancangan revitalisasi perbenihan (paket) 1,00 1,00

BPSBTPH (Balai) 32 32
BBI (Balai) 31 31
3.4 Penyaluran subsidi benih tanaman pangan Tersalurnya benih tanaman pangan bersubsidi Jumlah benih tanaman pangan bersubsidi (ribu ton) 178,18 226,92
(Prioritas Nasional dan Bidang)
3.5
35 Pengelolaan sistem penyediaan dan pengawasan Terselenggaranya sistem penyediaan dan pengawasan Sarana produksi tersedia dan terawasi di lokasi penerapan 13.836,00
13 836 00 18.354,00
18 354 00 735,7
735 7
sarana produksi tanaman pangan (Prioritas sarana produksi tanaman pangan yang efisien dan budidaya tanaman pangan yang tepat (unit) :
Bidang) berkelanjutan di lokasi penerapan budidaya tanaman
pangan yang tepat. Bantuan RPPPO (unit) 200 1.200,00
Bantuan Traktor R-2 (unit) 623 912
Bantuan Traktor R-4 (unit) 7 10
Bantuan pompa air (unit) 350 512
Penguatan UPJA pemula (unit) 8.747,00 8.071,00
Penguatan UPJA berkembang (unit) 2.864,00 4.313,00
Penguatan UPJA profesional (unit) 585 2.792,00
Penguatan KP3 (unit) 430 514
Penguatan PPNS Pupes (orang) 30 30
Skrening pestisida (unit) 30 30
Tersusunnya roadmap kebutuhan & penyediaan pupuk & 1,00 1,00
alsintan (paket)
3.6 Penyaluran pupuk bersubsidi (Prioritas Nasional Tersalurnya pupuk bersubsidi Jumlah pupuk bersubsidi (juta ton) 11,06 12,2
dan Bidang)
3.7 Penguatan perlindungan tanaman pangan dari Terkendalinya serangan OPT dan DFI di lokasi Jumlah luas areal tanaman pangan yang terserang OPT (ribu 59 89,5 526,3
gangguan OPT dan DFI (Prioritas Bidang) penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat ha) dan

II.L.018.6
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah luas areal tanaman pangan yang terkena DFI (ribu ha) 88,5 134,25

3.8 Pengembangan metode pengujian mutu benih dan Berkembangnya metode pengujian mutu benih dan Jumlah metode pengujian mutu benih yang dikembangkan, 8 8 37,2
penerapan sistem mutu laboratorium pengujian penerapan sistem mutu laboratorium pengujian benih divalidasi dan disyahkan (metode),
benih (Prioritas Bidang) tanaman pangan dan hortikultura

Jumlah laboratorium y g menerapkan


yang p sistem mutu 8 8
(laboratorium),
Jumlah laboratorium peserta uji profisiensi (laboratorium), dan 30 30

Jumlah pelaksanaan uji petik mutu benih yang beredar (contoh 15 25


benih)
3.9 Pengembangan peramalan serangan Organisme Tersedianya informasi dan model peramalan Jumlah informasi peramalan serangan OPT (unit), 5 5 44,6
Penganggu Tumbuhan (Prioritas Bidang) Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) sebagai
rujukan dalam pengamanan produksi tanaman pangan
dan hortikultura Jumlah teknologi pengamatan, peramalan dan pengendalian 8 8
OPT (model), dan
Jumlah propinsi yang menerapkan teknologi pengamatan, 6 18
peramalan dan pengendalian OPT (propinsi)

4. PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI, Terwujudnya agribisnis hortikultura yang berdaya Produksi Hortikultura : (Ton) 2.239,5
PRODUKTIVITAS DAN MUTU PRODUK saing dan berkelanjutan buah 19.216.575 23.805.903
TANAMAN HORTIKULTURA Sayuran 10.483.440 12.264.052
BERKELANJUTAN
Tanaman Hias 216.675.019 278.745.121

Biofarmaka 511.416.046 598.284.439

II.L.018.7
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Laju Pertumbuhan Produksi : (%)


buah 5 5,6
Sayuran 3,5 4,2
Tanaman Hias 6 6,5
Biofarmaka 3,5 4
Volume dan nilai perdagangan dalam negeri dan ekspor Buah : 5 %, Buah : 5 %,
Tanaman
T Hias
Hi 5 % T
Tanaman Hias
Hi
5%
PDB Sub Sektor Hortikultura (Milyar) 88,86 108,28
4.2 Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Berkembangnya sistem agribisinis yang efisien dan Laju pertumbuhan produksi tanaman buah 5% 5,60% 429,9
Produk Tanaman Buah Berkelanjutan (Prioritas berkelanjutan yang mampu menyediakan produk buah
Nasional dan Bidang) yang cukup, bermutu dan aman konsumsi

Proporsi produk buah bermutu di pasar 20% 50%


4.3 Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Berkembangnya sistem agribisnis yang efisien dan Laju pertumbuhan produksi Tanaman Sayuran dan 3,50% 4,20% 442,0
Produ Tanaman Sayuran dan Biofarmaka berkelanjutan yang mampu menyediakan produk Biofarmaka (kenaikan terhadap tahun sebelumnya)
Berkelanjutan (Prioritas Nasional dan Bidang) sayuran dan biofarmaka yang cukup, bermutu dan Laju pertumbuhan luas panen Tanaman sayuran dan 2,50% 2,50%
aman konsumsi biofarmaka (Kenaikan terhadap tahun sebelumnya)
4.4 Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Berkembangnya sistem agribisnis yang efisien dan Laju pertumbuhan produksi Tanaman Hias 6,5 6,5 447,8
Produ Tanaman Hias Berkelanjutan (Prioritas berkelanjutan yang mampu menyediakan produk Proporsi tanaman hias segar bermutu di pasar 10 20
4.5 Bid )
Pengembangan sistem perbenihan, pupuk dan tPeningkatan
hi usaha/produsen
k b benih, t dpupuk dank sarana i % jumlah usaha/produsen benih hortikultura 312,9
sarana produksi lainnya (Prioritas Nasional dan produksi lainnya guna mendukung keberlanjutan * buah (%) 3 3
Bidang) ketersediaan produk hortikultura yang berdaya saing. * Sayuran (%) 2 2
* Tanaman Hias (%0 1 1
* Biofarmaka (%) 2 2
% penggunaan benih bermutu

II.L.018.8
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

* buah (%) 60 80
* Sayur umbi (%) 17 30
* Sayur biji (%) 75,2 80,9
4.6 Pengembangan Sistem Perlindungan Tanaman Berkembangnya sistem perlindungan tanaman dalam Proporsi luas serangan OPT utama hortikultura terhadap total 5% 5% 281,1
Hortikultura (Prioritas Bidang) mendukung pengembangan agribisnis hortikultura luas panen. (maksimal terhadap luas panen)

5.
5 PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI
PRODUKSI, Peningkatan produksi
produksi, produktivitas dan mutu · Capaian produksi (ribu ton) komoditi unggulan perkebunan 3.527,3
3 527 3
PRODUKTIVITAS DAN MUTU TANAMAN tanaman perkebunan yang berkelanjutan melalui upaya (tebu, kapas, nilam, tembakau, kopi, teh, kakao, lada, cengkeh,
PERKEBUNAN BERKELANJUTAN pengembangan tanaman semusim, tanaman rempah dan kelapa, kelapa sawit, jambu mete dan jarak pagar);
penyegar, tanaman tahunan, dukungan penyediaan
benih unggul bermutu dan sarana produksi, - Swasembada gula nasional
perlindungan perkebunan serta dukungan manajemen 2.996 4.806
Tebu (hablur)
dan teknis lainnya
- Koordinasi dalam perumusan kebijakan dan pemantauan
ketersediaan dan distribusi pangan di 33 Provinsi

- Pengembangan komoditas pemenuhan konsumsi dalam


negeri
Kapas 26 63
Cengkeh 78 86
- Pengembangan komoditas ekspor
Tembakau 181 184
Nilam 91 124
Kopi 698 738
Teh 168 182
Kakao 988 1.648
Lada 83 92

II.L.018.9
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Jambu mete 145 159


Karet 2681 2801
- Penyediaan bahan tanaman sumber bahan bakar nabati
(bioenergi)
Jarak pagar 15 35
Kelapa 3.266 3.380
Kelapa
K l Sawit
S i 23.200
23 200 28.439
28 439
Kemiri sunan 0 0
● Peningkatan produktivitas (kg/ha) tanaman unggulan
perkebunan (tebu, kapas, nilam, tembakau, kopi, teh, kakao,
lada, cengkeh, kelapa, kelapa sawit, jambu mete dan jarak
pagar);
- Swasembada gula nasional
Tebu 6450 7230
- Pengembangan komoditas pemenuhan konsumsi dalam
negeri
Kapas 1750 2500
Cengkeh 266 300
- Pengembangan komoditas ekspor
Tembakau 885 893
Nilam 6300 6600
Kopi 780 900
Teh 1520 1780
Kakao 1000 1500
Lada 694 760
Karet 999 1019

II.L.018.10
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Jambu Mete 537 640


- Penyediaan bahan tanaman sumber bahan bakar nabati
(bioenergi)
Jarak Pagar 1000 2000
Kelapa 1105 1200
Kelapa Sawit 3888 4344
Kemiri
K i i Sunan
S 0 0
● Peningkatan mutu (% populasi standar) tanaman unggulan 76 80
perkebunan (tebu, kapas, nilam, tembakau, kopi, teh, kakao,
lada, cengkeh, kelapa, kelapa sawit, jambu mete dan jarak
pagar);

● Penggunaan benih unggul bermutu, sarana produksi serta


sumber benih bina perkebunan
- Jumlah penggunaan sarana produksi (%) ( Revitalisasi 45 65
perbenihan dan pembibitan)
● Penguatan kelembagaan pengawas dan kelembagaan usaha
perbenihan (Revitalisasi perbenihan dan perbibitan)
- Jumlah kelembagaan perbenihan (unit) 210 270
- Jumlah kelembagaan UPJA (unit usaha) 59 114
● Jumlah kelembagaan perlindungan tanaman
SL-PHT 500 563
● Jumlah areal pengendalian OPT (hektar) dan penurunan titik
api (hot spot) serta penanganan gangguan usaha perkebunan

Jumlah penurunan titik api 2500 1640

II.L.018.11
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Ø Jumlah kelembagaan perbenihan (unit) 210 270


Ø Jumlah kelembagaan UPJA (unit usaha) 59 114
· Jumlah kelembagaan perlindungan tanaman 500 563
Ø SL-PHT
· Jumlah areal pengendalian OPT (hektar) dan penurunan titik 2.500 1.640
api (hot spot) serta penanganan gangguan usaha perkebunan;

Ø Jumlah penurunan titik api 36 44


Jumlah penanganan kasus GUP
5.1 Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu · Terfasilitasinya pengembangan budidaya tanaman · Capaian luas areal (ribu hektar) pembinaan dan - - 251,8
tanaman semusim (Prioritas Nasional dan semusim (tebu,kapas, tembakau dan nilam) pengembangan tanaman semusim :
Bidang) - Swasembada Gula Nasional
Ø Tebu 465 641
- Pengembangan Komoditas Pemenuhan Konsumsi Dalam
Negeri
Ø Kapas 15 25
- Pengembangan Komoditas Ekspor
Ø Tembakau 205 205
Ø Nilam 14 18
5.2 Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu · Terfasilitasinya pengembangan budidaya tanaman · Peningkatan luas areal (ribu hektar) pembinaan dan 1.254,6
tanaman rempah dan penyegar (Prioritas Nasional rempah dan penyegar (kopi, teh, kakao, lada, cengkeh) pengembangan tanaman rempah dan penyegar :
dan Bidang) - Pengembangan Komoditas Ekspor
Ø Kopi 1.291 1.354
Ø Teh 129 130
Ø Kakao 1.655 2.020
Ø Lada 192 196

II.L.018.12
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

- Pengembangan Komoditas Pemenuhan Konsumsi Dalam


Negeri
Ø Cengkeh 465 484
- Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional
(ribu ha)
Rehabilitasi 81,85 10,00
Intensifikasi 30,55
30 55 20,00
20 00
Peremajaan 22,60 5,00
Pengendalian OPT 135,00 35,00
Pemberdayaam petani (kelompok Tani) 6.750,00 1.750,00
5.3 Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu · Terfasilitasinya pengembangan budidaya tanaman · Peningkatan luas areal (ribu hektar) pembinaan dan - - 437,4
tanaman Tahunan (Prioritas Nasional dan tahunan (kelapa, kelapa sawit, karet, jambu mete, jarak pengembangan tanaman tahunan
Bidang) pagar)
- Pengembangan Komoditas Ekspor
Karet 3.445 3.487
Jambu Mete 573 577
- Penyediaan bahan tanaman sumber bahan bakar nabati
(bio energi)
Jarak Pagar 10 21
Kelapa 3.807 3.833
Kelapa Sawit 8.127 8.987
Kemiri sunan 1 10
- Revitalisasi perkebunan
Kelapa sawit 125 148
Karet 10 51
Kakao 0 32

II.L.018.13
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

- Penyusunan kebijakan Pengembangan bio energi


√ Pengembangan Desa Mandiri Energi (DME)
√ Koordinasi dengan pihak terkait dalam menyediakan insentif
pajak untuk mendorong pemantapan energy terbarukan

√ Berpartisipasi aktif dalam Tim Koordinasi Interdept


pengembangan bio-fuel
bio fuel
√ Pengembangan integrasi kebun-ternak (paket) 27 31
5.4 Dukungan penyediaan benih unggul bermutu dan · Terfasilitasinya penyediaan benih unggul bermutu · Jumlah penggunaan benih unggul bermutu dan sarana - - 169,4
sarana produksi perkebunan (Prioritas nasional dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas produksi perkebunan (%)
dan Bidang) dan mutu tanaman perkebunan - Revitalisasi Perbenihan
Jumlah penggunaan benih unggul bermutu 45 60
5.5 Dukungan perlindungan perkebunan dan Terfasilitasinya pengamatan dan pengendalian · Revitalisasi Perlindungan Perkebunan - 127,3
penanganan gangguan usaha perkebunan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman - Areal pengendalian OPT dan intensitas serangan OPT 51.467 54.841
(Prioritas Bidang) perkebunan pada 13 komoditas perkebunan (ha)
Ø Penanganan gangguan usaha perkebunan 36 44
( dukungan pengembangan tanaman perkebunan
berkelanjutan)
- 8.000
· Jumlah luas areal perkebunan yang terkena dampak
perubahan iklim (ha)

II.L.018.14
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

5.6 Dukungan pengujian dan pengawasan mutu benih · Terlaksananya pengawasan dan pengujian benih Jumlah bibit yang tersertifikasi (dalam 1.000 batang) 201.542 255.869 352,8
serta penerapan teknologi proteksi tanaman tanaman perkebunan
perkebunan (Prioritas Bidang) Terlaksananya penerapan teknologi proteksi tanaman Pelaksanaan analisadata serangan, situasi dan identifikasi OPT, - -
perkebunan koleksi OPT penting, pengembangan metode pengamatan,
teknik survailance, model peramalan, teknik survailance, model
peramalan OPT, fenomena iklim dan ganguan usaha serta
taksasi kehilangan hasil, teknik pengendalian OPT dengan PHT

Ø Jumlah teknologi terapan perlindungan perkebunan (paket) 19 25

6. PROGRAM PENCAPAIAN SWASEMBADA Meningkatnya ketersediaan pangan hewani (daging, Produksi daging meningkat 4,10% per tahun (ton) 2.201.214 2.584.432 6.571,3
DAGING SAPI DAN PENINGKATAN telur, susu)
PENYEDIAAN PANGAN HEWANI YANG · Produksi telur meningkat 4,42% per tahun (ton) 1.506.837 1.791.609
AMAN, SEHAT, UTUH DAN HALAL · Produksi susu meningkat 15,56% per tahun (ton) 727.539 1.297.034
Meningkatnya kontribusi ternak domestik dalam · Kontribusi daging sapi domestik terhadap total produksi - -
penyediaan pangan hewani (daging dan telur) daging sapi nasional meningkat (%)

· Kontribusi daging ayam buras terhadap total produksi - -


daging ayam nasional meningkat (%)
Meningkatnya ketersediaan protein hewani asal ternak · Ketersediaan protein hewani asal ternak per kapita - -
meningkat 0,03% per tahun (g/kapita/hr)
6.1 Peningkatan kuantitas dan kualitas benih dan Peningkatan kualitas dan kuantitas benih dan bibit · Peningkatan kuantitas semen (dosis) 2.700 4.000 1.021,0
bibit dengan mengoptimalkan sumber daya lokal ternak (sapi potong, sapi perah, domba, kambing, ayam
(Prioritas nasional dan Bidang) buras, itik) yang bersertifikat melalui:

· Penguatan kelembagaan perbibitan yang · Peningkatan produksi embrio 400 700


menerapkan Good Breeding Practices

II.L.018.15
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

· Peningkatan penerapan standar mutu benih dan · Bibit sapi 2.625 4.150
bibit ternak
· Peningkatan penerapan teknologi perbibitan · Bibit unggas lokal 60.000 84.800

· Pengembangan usaha dan investasi perbibitan · Bibit Kambing/domba 2.000 2.820

6.2 g
Peningkatan p
produksi g
ternak ruminansia dengan g y populasi
Meningkatnya p p p
dan produksi ternak g
Peningkatan p
produksi p
dan produktivitas ( p ekor))
ternak (sapi 21.000 31.625 2.418,7
pendayagunaan sumber daya lokal (Prioritas ruminansia
Nasional dan Bidang) Swasembada daging sapi (share produk dalam negeri %) 76 90

Pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk organik dan 0 10.000


pemberian paket bantuan sosial pupuk organik (rumah
kompos) (Dampak Perubahan Iklim)
Pengembangan dan pembinaan Biogas Asal Ternak Bersama 100 300
Masyrakat (BATAMAS) terutama di sentra terpencil dan padat
ternak (unit) (Dampak Perubahan Iklim)

Pengembangan integrasi ternak dan tanaman melalui 75 110


pengelolaan kotoran ternak (padat & cair) menjadi pupuk
organik dan pengolahan limbah tanaman untuk ternak terutama
di sentra perkebunan, tanaman pangan dan holti kulture (klp)
(Dampak Perubahan Iklim)

6.3 Peningkatan produksi ternak non ruminansia Meningkatnya populasi dan produksi, serta Pengembangan kelompok unggas lokal 230 470 611,4
dengan pendayagunaan sumber daya lokal meningkatnya pendayagunaan sumber daya lokal Pengembangan kelompok non unggas 28 72
(Prioritas Nasional dan Bidang) ternak non ruminansia Pengembangan pakan ternak 25 70
Pengembangan alsin ternak 50 45

II.L.018.16
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

6.4 Pengendalian dan penanggulangan penyakit · Penguatan kelembagaan kesehatan hewan Penguatan otoritas veteriner melalui Puskeswan dan lab (unit) 110 140 1.148,2
hewan menular strategis dan penyakit zoonosis
(Prioritas Bidang) · Perlindungan hewan terhadap penyakit eksotik Terlaksananya vaksinasi dan pengobatan thd penyakit hewan 100 140
(juta dosis)
· Terjaminnya mutu obat hewan Terlaksananya pengambilan dan pemeriksaan sampel dlm 200 280
rangka survailance PHMSZE (ribu sampel)
Terlaksananyay p p
produksi dan pendaftaran p g
dan pengawasan obat 250 350
hewan yang beredar di Indonesia (produk/merek)

6.5 Penjaminan pangan asal hewan yang aman dan · Penguatan peran dan fungsi lembaga otoritas Jumlah kebijaka kesmavet (pedoman) 25 31 1.059,7
halal serta pemenuhan persyaratan produk hewan veteriner
non pangan (Prioritas Nasional dan Bidang) · Peningkatan jaminan produk hewan ASUH dan - -
daya saing produk hewan
· Tersosialisasikannya resiko residu dan cemaran Pertumbuhan terpenuhinya persyaratan dan standar keamanan 169 400
pada produk hewan serta zoonosis kepada masyarakat dan mutu produk hewan pangan dan non pangan
dan tersedianya profil keamanan produk hewan (RPU,RPH,RPB,TPU,KIOS DAGING,TPS) Unit
nasional serta peta zoonosis

· Peningkatan penerapan kesrawan di RPH/RPU Jumlah lab yang dibina (unit) 35 41

7. PROGRAM PENINGKATAN NILAI TAMBAH Meningkatnya usaha pengolahan dan pemasaran hasil % penurunan kehilangan/kerusakan hasil tanaman pangan, 0,2 – 5% 0,2 – 5% 2.104,0
DAYA SAING, INDUSTRI HILIR, pertaian berkelanjutan hortikultura, perkebunan dan peternakan / tahun
PEMASARAN DAN EKSPOR HASIL
PERTANIAN
% peningkatan produk dan jenis olahan hasil pertanian yang 5% 5%
bermutu untuk ekspor dan substitusi impor/tahun

II.L.018.17
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

% peningkatan jumlah lembaga pemasaran petani da 5% 5%


npenyerapan pasar hasil pertanian di pasar domestik/tahun

% peningkatan ekspor dan surplus neraca perdagangan hasil 15% 15%


pertanian /tahun
7.1 Pengembangan penangangan pasca panen Meningkatnya penanganan pasca panen hasil pertanian Jumlah kelompok tani yang menerapkan penangnan pasca 1800 2520 328,8
pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang) panen sesuai GHP dan standar mutu (poktan/gapoktan)

7.2 Pengembangan pengolahan hasil pertanian Berkembangnya pengolahan hasil pertanian yang Jumlah usaha pengolahan hasil pertanian yang bernilai tambah 11200 4000 777,5
(Prioritas Nasional dan Bidang) berkelanjutan dan berdaya saing (unit)
7.3 Pengembangan mutu dan standardisasi pertanian Meningkatnya mutu dan keamanan pangan hasil Jumlah usaha pasca panen dan pengolahan yang menerapkan 330 unit + 54 unit 330 unit + 54 303,0
(Prioritas Nasional dan Bidang) pertanian sistem jaminan mutu. organik unit organik

Jumlah pengujian mutu alat mesin pertanian (sertifikat) 42 42

7.4 Pengembangan pemasaran domestik (Prioritas Meningkatnya pemasaran hasil pertanian Jumlah kelembagaan pemasaran bagi petan (pasar) 186 223 386,9
Bidang) Jumlah hasil pertanian yang diserap pasar dalam negeri 0% 5%

7.5 Pengembangan pemasaran internasional Meningkatnya pemasaran internasional hasil pertanian Jumlah ekspor dan surplus neraca perdagangan hasil pertanian Meningkat 15% dan Meningkat 278,5
(Prioritas Nasional dan Bidang) 30% 15% dan 30%

8. PROGRAM PENYEDIAAN DAN Terlaksananya pengembangan fasilitasi dalam · Terlaksananya 2.000.000 (ha), 25.884unit kegiatan 19.725,2
PENGEMBANGAN PRASARANA DAN pengelolaan lahan dan air melalui upaya pemberdayaan pengelolaan air irigasi
SARANA PERTANIAN lahan pertanian, pengelolaan air irigasi pertanian dan · Terlaksananya 2.000.000 (Ha) perluasan areal lahan
perluasan areal pertanian Pertanian
· Terlaksananya 1.000.000 Ha optimasi lahan pertanian
(pupuk organik), dan 12.500 Km JUT/Jalan produ ksi

8.1 Perluasan areal pertanian (Prioritas Nasional dan Meningkatnya luasan areal baru lahan pertanian dalam Luasan (Ha) perluasan areal Tanaman pangan (saawah dan 32.505 2.000.000 K) 13.085,8
Bidang) mendukung peningkatan produksi pertanian lahan Kering), hortikultura, perkebunan Dan kawasan
peternakan

II.L.018.18
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

8.2 Pengelolaan air untuk pertanian (Prioritas Meningkatnya ketersediaan air irigasi untuk pertanian Tersedianya (unit) pengembangan sumber air alternatif skala 1.005 7.085 K) 3.649,7
Nasional dan Bidang) kecil (melalui irigasi pedesaan, pengembangan sumber air
tanah, pompanisasi air permukaan) yang berfungsi.

Tersedianya optimasi pemanfaata Air irigasi (melalui 108.486 2.000.000 K)

perbaikan JITUT/JIDES dan pengembangan TAM) yang


berfungsi (ha)
Tersedianya (unit) pengembangan Konservasi air (melalui 464 18.799 K)

pengembangan Embung, chek dam, sumur resapan, Antisipasi


kekeringan dan banjir) yang berfungsi

8.3 Pengembangan pengelolaan lahan pertanian Meningkatnya produktivitas lahan pertanian, dan Terlaksananya Lahan yang dioptimasi, dikonservasi, 25.709 74.648 2.979,7
(Prioritas Nasional dan Bidang) prasarana Jalan Usaha Tani/Jalan Produksi serta direhabilitasi dan direklamasi
pengendalian lahan untuk mendukung peningkatan Konservasi DAS Hulu 160.000 Ha (Adaptasi Iklim) 9.600 160.000 K)

produksi pertanian Terbangunnya Rumha Kompos 6.500 unit 235 6.500 K)

Terlaksananya Pengembangan Systeme of Rice Intensificaion 62 2.000 K)

2000 paket (adaptasi iklim)


Tersedianya data bidang tanah petani yang disertifikasi 726 200.000 K)

200.000 persil
Tersedianya jalan sepanjang 12.500 km untuk JUT dan jalan 952 12.500 K)

produksi, serta tersedianya data bidang tanah petani yang layak


disertifikasi

II.L.018.19
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

9. PROGRAM PENCIPTAAN TEKNOLOGI DAN Peningkatan inovasi dan adopsi teknologi pertanian Inovasi teknologi benih, bibit, pupuk, obat hewan dan tanaman, 98 200 5.456,5
VARIETAS UNGGUL BERDAYA SAING alsintan, dan produk olahan (paket)
Inovasi teknologi pengelolaan sumberdaya pertanian (paket) 35 35

Rekomendasi kebijakan pertanian (paket) 33 33


Adopsi inovasi teknologi benih, bibit, pupuk, obat hewan dan 32 32
tanaman,, alsintan dan produk
p (p p )
olahan (propinsi)

9.2 Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Pangan Peningkatan inovasi teknologi tanaman pangan Jumlah varietas unggul baru padi, serealia, kacang-kacangan & 5-6 14 - 15 657,3
(Prioritas Nasional dan Bidang) mendukung ketahanan dan kemandirian pangan umbi-umbian
Jumlah teknologi budidaya, panen dan pasca panen primer 5 8

Jumlah aksesi sumberdaya genetik (SDG) padi, serealia, 800 800


kacang-kacangan dan umbi-umbian terkoleksi, teridentifikasi
dan terkonservasi untuk perbaikan sifat varietas

Jumlah produksi benih sumber (BS, FS) padi, serealia, kacang- BS 10 ton FS 20 ton BS 15 ton FS
kacangan & umbi-umbian dengan SMM ISO 9001-2000 20 ton

9.3 Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Meningkatnya inovasi teknologi tan.hortikultura Jml VUB yg diminati knsumen 40 1032 377,3
Hortikultura (Prioritas Nasional dan Bidang) mendukung pengembangan kawasan hortikutura Jumlah PN yang terkonservasi dan terkarakterisasi 20 Bw, 455 acc, 600 acc 4100
3925
Jml benih sumber :
Sayuran 20.000 GO 20 ton 28.000 GO 40
ton
14335 batang 18700 batang

VUB buah trop dan sub trop 960 960

II.L.018.20
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Aksesi mutasi buah trop 151800 254000


Planlet, benih, stek tan hias
- Jumlah benih bt bwh dan bt atas hsl SE 100000 5000000
Jumlah teknologi prod hortikultura ramah lingkungan 12 12
9.4 Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Peningkatan inovasi tek. tan. perkebu-nan untuk Jumlah varietas/klon unggul tanaman perkebunan 10 15 579,8
Perkebunan (Prioritas Nasional dan Bidang) mening-katkan produk-tivitas, diversifikasi dan nilai Jumlah teknologi untuk peningkatan produtivitas tanaman 42 52
tambah tan.
tan perkebunan perkebunan
k b
Jumlah produk olahan tanaman perkebunan 20 33
9.5 Penelitian Dan Pengembangan Peternakan Dan Meningkatkan Inovasi Teknologi Peternakan dan Jumlah rekomendari pembangunan peternakan dan veteriner, 10 10 511,3
Veteriner (Prioritas Nasional dan Bidang) Veteriner Mendukung Program Percepatan Produksi diseminasi, promosi, publikasi hasil penelitian dan koordinasi
Swasembada Daging Sapi (P2SDS) dengan stakeholders
Jumlah SDG peternakan, TPT dan veteriner yang dikonservasi 112 112
dan dikarakterisasi
Jumlah galur baru ternak dan TPT yang dihasilkan 6 8
Jumlah inovasi peternakan, TPT dan veteriner yang dihasilkan 22 25
dan dialihkan/didesiminasikan kepada pengguna

9.6 Penelitian/Analisis Sosial Ekonomi Dan Hasil penelitian/ analisis sosial ekonomi dan Jumlah rekomendasi kebijakan tentang Penguatan daya saing 12 12 98,7
Kebijakan Pertanian (Prioritas Bidang) rekomendasi kebijakan pertanian dan perlindungan usaha pertanian; Pengelolaan sumberdaya
pert. & pembangunan infrastruktur pert.; Pengembangan
kelembagaan dan paraturan medorong iklim usaha yg kondusif;
Makro ekonomi mendorong pertumbuhan sektor pertanian;
Pembangunan pert.& perdesaan

II.L.018.21
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

9.7 Pengembangan Perpustakaan Dan Penyebaran Meningkatnyapenyebaran teknologi hasil litbang Jumlah judul jurnal primer dan publikasi bibliografis (judul) 13 13 78,1
Teknologi Pertanian (Priorita Bidang) pertanan mendukung ketahanan dan kemandirian
pangan Jumlah perpustakaan yang dibina dan ditata (UK/UOT) 65 65

Jumlah tambahan koleksi 30 jdl/3 dtbase 50 jdl/ 4


dtbase
g
Jumlah kegiatan p p
diseminasi dan perpustakaan ( g)
(Keg) 8 8
9.8 Penelitian/Perekayasaan dan Pengembangan Meningkatnya inovasi dan adopsi teknologi Inovasi teknologi dan sistem mekanisasi pertanian untuk 4 4 82,2
Mekanisasi Pertanian (Prioritas Bidang) mekanisasi pertanian untuk peningkatan produktiifitas, peningkatan; produktivitas, efisiensi, kualitas, nilai tambah
efisiensi dan nilai tambah produk pertanian dan komoditas utama pertanian dan limbahnya
limbahnya
Kerjasama litbang mektan serta bahan rekomendasi kebijakan 3 3
(paket)
Prototipe alsin yang didiseminasikan (Paket) 1 1
9.9 Penelitian Dan Pengembangan Sumberdaya Tersedianya data, informasi dan peningkatan inovasi Tersedianya peta potensi sumberdya lahan pertanian 2,5 juta ha di 15,5 juta Ha K) 295,1
Lahan Pertanian(Prioritas Nasional dan Bidang) teknologi pengelolaan sumberdaya lahan pertanian Sulawesi dan
daerah lainnya

Jumlah informasi, paket komponen teknologi pengelolaan SDL 12 11


(tanah, air, perubahan iklim, pupuk dan lingkungan pertanian)
(paket)

II.L.018.22
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

9.10 Penelitian Dan Pengembangan Bioteknologi Dan Peningkatan inovasi dan adopsi hasil bioteknologi dan Jumlah aksesi SDGP dan database yang dikonservasi atau 2250 aksesi; 4 2250 aksesi; 4 173,1
Sumber Daya Genetik Pertanian (Prioritas pemanfaatan sumberdaya genetik pertanian (SDGP) diremajakan dtbase dtbase
Nasional dan Bidang) untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan
daya saing produk pertanian Jumlah varietas atau galur harapan padi, kedelai, dan jagung 51 galur kedelai dan 5 Galur
berproduktivitas tinggi dan berumur genjah padi; 3 populasi transgenik
baru padi; 6 galur (LUT)
transgenik

Jumlah galur harapan gandum tropis Galur gandum


adaptif iklim
LUT

Jumlah galur padi dan jagung efisien penggunaan pupuk 125 galur calon 2-4 varietas
sintetik hibrida jagung unggul hibrida
unggul jagung Galur
padi
transgenik

Jumlah biofertilizer untuk padi dan tebu 20 isolat potensial 1 biofertilizer


biofertilizer tebu

Jumlah tanaman manggis dan durian tanpa biji 2 metode regenerasi Bahan
dan transformasi sambungan

Jumlah peta gen sifat-sifat penting pada kelapa sawit, jarak 7 sekuens whole -
pagar dan sapi genom

II.L.018.23
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

9.11 Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Meningkatnya inovasi teknologi pascapanen dan Jumlah teknologi penanganan segar produk hortikultura 5 2 93,3
Pertanian (Prioritas Nasional dan Bidang) pengembangan produk hasil pertanian
Jumlah produk diversifikasi pangan dan substitusi pangan 6 8
impor
Jumlah produk pengembangan/ product development untuk 2 10
peningkatan nilai tambah
9.12 g j Dan Percepatan
Pengkajian p Diseminasi Inovasi g g teknologi
Pengembangan g perta-nian
p p
serta pembinaan Jumlah koordinasi p y
penyusunan p g gg
penganggaran, p
pelaksanaan dan 10 10 1.934,7
Teknologi Pertanian (Prioritas Bidang) dan koordinasi kegiatan Balai Pengkajian Teknologi monev kegiatan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
Pertanian (koordinasi)
Jumlah advokasi teknis dan kebijakan operasional 34 69
pembangunan pertanian wilayah, regional, dan nasional
(advokasi)
Jumlah adaptasi teknologi spesifik lokasi (teknologi) 64 96
10. PROGRAM PENGEMBANGAN SDM Pengembangan SDM pertanian, melalui pemberdayaan Jumlah aparatur di sektor pertanian yang diberdayakan dan 48.853 102.983 6.852,1
PERTANIAN DAN KELEMBAGAAN PETANI SDM dan kelembagaan petani dikembangkan kapasitasnya melalui kegiatan penyuluhan,
pendidikan dan pelatihan, serta sertifikasi profesi SDM
pertanian (orang)
Jumlah non aparatur di sektor pertanian yang diberdayakan 19.091 29.278
dan dikembangkan kapasitasnya melalui kegiatan penyuluhan,
pendidikan dan pelatihan, serta sertifikasi profesi SDM
pertanian (orang)
Jumlah kelembagaan Petani yang ditumbuhkembangkan dan 28.344 72.880
diberdayakan kapasitasnya melalui penyuluhan dan pelatihan
pertanian (unit)
10.1 Pengembangan reorientasi pendidikan pertanian Mengembangkan progam pendidikan pertanian Persentase jumlah kegiatan pendidikan pertanian yang 80 80 497,5
(Prioritas Bidang) dirancang dan dianggarkan(%)
Jumlah jenis profesi SDM Pertanian yang terstandarisasi dan 3 3
tersertifikasi (jenis)

II.L.018.24
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Mengembangkan kelembagaan pendidikan pertanian Jumlah kelembagaan pendidikan yang ditingkatkan kualitasnya 25 25
(lembaga)
Mengembangkan ketenagaan pendidikan pertanian Jumlah tenaga fungsional dan profesi yang sesuai dengan 600 600
standar kompetensi (orang)
Jumlah SDM Pertanian yang ditingkatkan kompetensinya 3.000 3.000
melalui Diklat Fungsional dan Diklat Profesi yang sesuai
dengan standar kompetensi(orang)

Jumlah aparatur yang meningkat jenjang pendidikan formal 100 100

Jumlah lulusan DIV di bidang RIHP 750 600


Jumlah SDM Pertanian yang ditingkatkan kompetensinya 4.000 4.000
melalui pendidikan SPP(orang)
Jumlah lulusan yang mengikuti retooling di bidang pertanian 600 600

Peningkatan kerjasama pendidikan pertanian di dalam Persentase Jumlah kegiatan kerjasama pendidikan di dalam dan 60 60
dan luar negeri di luar negeri yang dirancang dan dilaksanakan (%)

10.2 Pemantapan sistem pelatihan pertanian Menumbuh kembangkan kelembagaan pelatihan dan jumlah kelembagaan UPT Pusat dan P4S yang terakreditasi 40 880 968,1
(Prioiritas Bidang) kelembagaan petani
Meningkatkan kualitas dan kuantitas ketenagaan
pelatihan pertanian
- Mengembangkan pelatihan aparatur pertanian Jumlah aparatur pertanian yang ditingkatkan kompetensinya 17.010 27.983
melalui pelatihan (orang)
- Mengembangkan pelatihan non aparatur pertanian Jumlah non aparatur pertanian yang ditingkatkan 14.491 24.678
kompetensinya melalui pelatihan(orang)

II.L.018.25
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

Meningkatkan penyelenggaraan pelatihan pertanian Persentase jumlah kegiatan yang mendukung penyelenggaraan 60 90
pelatihan pertanian yang dirancang dan dianggarkan (%)

Mengembangkan kerjasama pelatihan pertanian Jumlah kegiatan kerjasama pelatihan dan prosentase jumlah 15 15
jenis pelatihan yang dirancang dan dilaksanakan (paket)

10.3 p sistem penyuluhan


Pemantapan p y p
pertanian g
Menata dan menguatkan g
kelembagaan p y
penyuluhan g
Jumlah kelembagaan p y
penyuluhan p
pertanian y g terbentuk
yang 245 491 4.202,4
(Prioritas Nasional dan Bidang) pertanian sesuai UU No. 16 Tahun 2006 tentang SP3K(Bakorluh dan
Bapeluh)
Menumbuhkembangkan kelembagaan petani jumlah kelembagaan petani (gapoktan) 28304 72000
Meningkatnya BPP model Jumlah BPP model 336 458
Meningkatkan kualitas dan kuantitas ketenagaan Jumlah Ketenagaan penyuluhan pertanian yang ditingkatkan 27.393 72.000
penyuluh pertanian kualitas dan kuantitasnya(orang)
Meningkatkan mutu penyelenggaraan penyuluhan Persentase jumlah kegiatan yang mendukung penyelenggaraan 30 100
pertanian penyuluhan pertanian yang dirancang dan dianggarkan (%)

11. PROGRAM PENINGKATAN DIVERSIFIKASI Meningkatnya ketahanan pangan melalui · % Realisasi koordinasi analisis dan rumusan kebijakan 90 100 3.184,3
DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT pemberdayaan ketersediaan, distribusi, konsumsi dan ketahanan pangan;
keamanan pangan segar ditingkat masyarakat serta
terkoordinasinya kebijakan ketahanan pangan. · % Realisasi pengembangan Desa Mandiri Pangan dalam 95 100
mengurangi jumlah penduduk rawan pangan;
· % Realisasi Penguatan kelembagaan distribusi pangan 95 100
masyarakat dalam stabilisasi harga dan cadangan pangan
masyarakat;
· % Realisasi Gerakan percepatan penganekeragaman 95 100
konsumsi dan keamanan pangan segar dalam peningkatan
konsumsi pangan beragam dan bergizi seimbang.

II.L.018.26
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

11.1 Pengembangan ketersediaan dan penanganan Meningkatnya pemantapan ketersediaan pangan dan · Jumlah Desa Mandiri Pangan yang dikembangkan. (desa) 1.750 5.00 982,6
rawan pangan. (Prioritas Nasional dan Bidang) penanganan rawan pangan.

· Jumlah Lumbung Pangan yang dikembangkan. (Lumbung) 800 2.500

· Lokasi Rawan Pangan. Kab) 350 450


y Data dan Informasi tentang
· Tersedianya g ketersediaan,, 33 33
cadangan dan daerah rawan pangan. (prop)

· Terlaksananya pemantauan dan pemantapan ketersediaan 33 33


dan kerawanan pangan. (prop)
11.2 Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas Meningkatnya pemantapan distribusi dan harga · Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) (gap) 750 2.000 798,7
Harga Pangan. (Prioritas Nasional dan Bidang) pangan.
· Tersedianya data dan informasi tentang distribusi, harga 33 33
dan akses pangan. (prop)
· Terlaksananya pemantauan dan pemantapan distribusi, 33 33
harga dan akses pangan. (prop)
11.3 Pengembangan penganekaragaman konsumsi Meningkatnya pemantapan penganekara-gaman · Desa P2KP (Percepatan penganekaragaman konsumsi 2.000 10.000 994,3
pangan dan peningkatan keamanan pangan segar konsumsi pangan dan keamanan pangan pangan. (desa)
(Prioritas Nasional dan Bidang) · Promosi penganekaragaman konsumsi pangan dan 383 Pusat/ Prop/ 484 Pusat/
keamanan pangan Kab Prop/ Kab

· Penanganan keamanan pangan tingkat produsen dan 33 Prop 429


konsumen Prop/ Kab
· Terlaksananya pemantauan dan pemantapan 33 33
penganekaragaman konsumsi pangan dan keamanan pangan
(prop)

II.L.018.27
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

· Tersedianya data dan informasi tentang pola konsumsi, 33 33


penganekaragaman dan keamanan pangan.(prop)

12. PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS Meningkatnya efektifitas pelayanan karantina dan Efektifitas pengendalian resiko masuk dan menyebarnya HPHK 50% 90% 2.754,7
PENGKARANTINAAN PERTANIAN DAN pengawasan keamanan hayati dan OPTK, serta pangan yang tidak sesuai standar keamanan
PENGAWASAN KEAMANAN HAYATI pangan
Efektifitas p y
pelayanan p komoditas pertanian
ekspor p p
dan produk 90% 95%
tertentu.
Tingkat kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina 75% 95%
pertanian
12.1 Peningkatan Sistem Karantina Hewan (Prioritas Kebijakan teknis Karantina Hewan yang efektif dalam Jml Rumusan Kebijakan teknis operasional karantina hewan 3 3 39,5
Bidang) operasional pencegahan masuk, menyebar dan yang dihasilkan/disempurnakan dan dapat berimplementasi
keluarnya HPHK. (paket)
12.2 Peningkatan Sistem Karantina Tumbuhan Kebijakan teknis Karantina Tumbuhan yang efektif Jml Rumusan Kebijakan teknis operasional karantina 3 3 39,5
(Prioritas Bidang) dalam operasional pencegahan masuk dan tumbuhan yang dihasilkan/disempurnakan dan dapat
menyebarnya OPTK berimplementasi (paket)
12.3 Pengembangan Sistem Informasi dan Kebijakan teknis pengawasan keamanan hayati yang Jml Rumusan Kebijakan teknis operasional pengawasan 2 2 70,0
Peningkatan sistem Pengawasan Keamanan efektif dalam operasional pengawasan keamanan hayati keamanan hayati yang dihasilkan/disempurnakan dan dapat
Hayati (prioritas Bidang) hewani dan Nabati; dan sistim informasi yang optimal berimplementasi
dalam mendukung operasional Program Barantan
Tingkat kesiapan infrastruktur sistem informasi Barantan 40% 90%
Prosentase peningkatan akses informasi melalui jaringan ke 25% 25%
pusat data Barantan oleh instansi terkait, pengguna jasa dan
unit kerja lingkup Barantan

II.L.018.28
TARGET TOTAL ALOKASI
NO PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR 2010-2014
2010 2014 (Rp Miliar)

12.4 Peningkatan Kualitas Pelayanan karantina Pelayanan karantina pertanian dan pengawasan Vol. dan frek. operasional tindakan karantina pertanian dan 350 rb 450 rb 1.476,4
Pertanian dan Pengawasan Keamanan keamanan hayati yang efektif pengawasan keamanan hayati (sertifikasi karantina)
Hayati.(Prioritas Nasional dan Bidang) 10% 5%
Prosentase peningkatan indeks kesesuaian operasional
tindakan karantina dan pengawasan terhadap kebijakan,
standar, teknik dan metoda yang diberlakukan
Prosentase p g ekspor
penolakan kiriman barang p yang
y g disertifikasi 0% 0%
karantina pertanian
15% 10%
Peningkatan Indeks kepuasan dan kepatuhan pengguna jasa
12.5 Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Penyelenggaraan laboratorium yang berkualitas dalam Jml teknik dan metoda tindakan karantina dan pengawasan 4 2 99,3
laboratorium Uji Standar Karantina Pertanian mendukung efektifitas penilaian dan pengendalian keamanan hayati yang diujicobakan dan dikembangkan
(Prioritas Nasional dan Bidang) resiko ditempat pemasukkan dan pengeluaran Jumlah sampel lab. yang diperiksa sesuai ruang lingkup 5000 8000
pengujian (Uji Standar, rujukan, konfirmasi dan profisiensi)

Jumlah laboratorium karantina yang diakreditasi 4 2


TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PERTANIAN 2010-2014 67.248,3
K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.018.29
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN


TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
KEGIATAN PRIORITAS 2010 2014 (Rp Miliar)

I PROGRAM REVITALISASI DAN PENUMBUHAN Tumbuh dan kuatnya basis industri manufaktur 5.069,7
BASIS INDUSTRI MANUFAKTUR

1 Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Kimia Dasar Tumbuh dan kuatnya struktur industri kimia dasar Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi 40% 100% 128,0
pulih mencapai 100%
Nilai tambah produk kimia dasar 20% 50%
a. Revitalisasi Industri Pupuk (Prioritas Nasional 5) Fasilitasi pembangunan restrukturisasi 5 pabrik pupuk Persen kemajuan 20% 100%
urea baru dan 5 pabrik pupuk NPK

b. Pengembangan klaster industri berbasis migas, kondesat di Berkembangnya klaster industri berbasis migas dan 2 Lokasi (Jawa Timur dan Kalimantan) 2 2
Jawa Timur dan Kalimantan Timur (Prioritas Nasional 8) petrokimia
Entitas Kolaborasi Klaster 152 152

2 Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Material Dasar dan Tumbuh dan kuat struktur industri material dasar Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi 40% 100% 1.831,9
Permesinan permesinan pulih mencapai 100%
Meningkatnya jumlah populasi industri material 9 37
dasar dan permesinan
a. Pengembangan Klaster Industri Material Dasar Permesinan Berkembangnya klaster industri baja, listrik, TPT, Jumlah entitas kolaborasi klaster baja, listrik, TPT, 123 528
mesin dan peralatan umum mesin dan peralatan umum
b. Restrukturisasi Permesinan Industri Terwujudnya peremajaan permesinan industri Jumlah perusahaan yang menerima fasilitasi 158 968 K)

restrukturisasi
3 Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Bahan Bangunan Tumbuh dan kuatnya struktur industri bahan bangunan Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi 40% 100% 45,7
dan Konstruksi dan konstruksi pulih mencapai 100%
Meningkatnya jumlah populasi industri bahan 100% 105%
bangunan dan konstruksi

II.L.019.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
KEGIATAN PRIORITAS 2010 2014 (Rp Miliar)

a. Pengembangan Klaster Industri Bahan Bangunan Berkembangnya klaster industri semen dan industri Jumlah entitas kolaborasi klaster industri semen dan 42 324
Konstruksi keramik industri keramik
4 Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Aneka dan Alat Tumbuh dan kuat struktur industri aneka dan alat Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi 40% 100% 23,0
Pertanian pertanian pulih mencapai 100%
Nilai tambah produk industri aneka dan alat 100% 120%
pertanian
a. Pengembangan Klaster Industri Alas Kaki Berkembangnya klaster industri Alas Kaki Jumlah entitas kolaborasi klaster 46 226
II PROGRAM REVITALISASI DAN PENUMBUHAN Tumbuh dan kuatnya basis industri manufaktur 2.532,1
INDUSTRI AGRO
1 Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Makanan Tumbuhnya industri Makanan Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi 85% 39,2
pulih mencapai 85% sebagaimana sebelum krisis

a. Revitalisasi Industri Gula (Prioritas Nasional / P5) - Terlaksananya restrukturisasi 3 perusahaan industri Jumlah Pabrik 3 3
permesinan dalam negeri pendukung PG

Fasilitasi pembangunan pabrik gula baru Jumlah Pabrik 10 10


b. Pengembangan Klaster Industri Pengolahan Kelapa, Berkembangnya klaster industri pengolahan kelapa, Jumlah instansi dan perusahaan terkait industri 160 160
Kakao, dan Gula kakao, dan gula kelapa, kakao, dan gula
Beroperasinya masing-masing 1 unit peralatan 2 2
pengolahah kelapa dan kakao
2 Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Hasil Hutan dan Tumbuh industri Hasil Hutan dan Perkebunan Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi 85% 216,1
Perkebunan pulih mencapai 85% sebagaimana sebelum krisis

a. Pengembangan klaster industri berbasis pertanian, Fasilitasi Pengembangan Kawasan Industri Berbasis Jumlah Perusahaan di 3 kawasan 40 100
oleochemical di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sawit kawasan 3
Riau (Prioritas Nasional Lainnya 2)
unit pilot project berbasis hasil samping / limbah 1 2
sawit

II.L.019.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
KEGIATAN PRIORITAS 2010 2014 (Rp Miliar)
b. Pengembangan Klaster Industri Karet, Kelapa Sawit, Berkembangnya klaster industri karet, kelapa sawit, Jumlah instansi dan perusahaan terkait 140 145
Furniture, dan Kertas furniture dan kertas Mesin peralatan dalam rangka meningkatkan mutu 2 2
produk karet
Terminal Kayu & Rotan 2 9 K)

Peralatan pensortir kertas bekas 4 K)

c. Pengembangan Industri Bahan Bakar Nabati Teknologi dan pemanfaatan bahan bakar nabati Unit Peralatan 4 12 K)

3 Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Hasil Laut Tumbuhnya industri Hasil Laut Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi 75% 33,7
pulih mencapai 75% sebagaimana sebelum krisis

a. Pengembangan Klaster Industri Pengolahan Ikan Berkembangnya klaster industri pengolahan ikan Jumlah instansi dan perusahaan terkait 50 50
Peralatan pengolahan ikan 1 5 K)

b. Pengembangan Industri Berbasis Rumput Laut Berkembangnya industri berbasis rumput laut Wilayah 3 3
4 Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Minuman dan Tumbuhnya industri Minuman dan Tembakau Pada akhir tahun 2014, utilisasi kapasitas produksi 87,50% 71,5
Tembakau pulih mencapai 87,5% sebagaimana sebelum krisis

a. Pengembangan Klaster Industri Pengolahan Tembakau, Berkembangnya klaster industri pengolahan tembakau, Jumlah instansi dan perusahaan terkait 180 195
Buah, Kopi, dan Susu buah, kopi, dan susu Peralatan peningkatan efisiensi pengolahan 40 50
tembakau (tungku)
Mesin dan peralatan pengolahan buah 2 6 K)

Mesin dan peralatan pengolahan kopi 2 18 K)

Unit peralatan utk peningkatan mutu susu 5 5


Pabrik susu 0 1

II.L.019.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
KEGIATAN PRIORITAS 2010 2014 (Rp Miliar)

III PROGRAM PENUMBUHAN INDUSTRI UNGGULAN 640,0


BERBASIS IPTEK
1 Pengembangan Industri Alat Angkut (Kendaraan 127,7
Bermotor, Perkapalan, Kedirgantaraan dan perkeretaapian.

Pengembangan Klaster Industri Kendaraan Bermotor, Berkembangnya klaster industri Jumlah Perusahaan klaster industri kendaraan 100 200
Perkapalan, Kedirgantaraan, perkerataapian bermotor
Jumlah Perusahaan klaster industri perkapalan 75 122

Jumlah Perusahaan klaster industri kedirgantaraan 1 1

Jumlah Perusahaan klaster industri perkeretaapiaan 1 1

2 Pengembangan Industri Elektronika dan Telematika Tercapainya penguasaan dan pengembangan teknologi 107,9
di Bidang Telematika secara berkesinambungan

Pengembangan Klaster Industri Elektronika, Berkembangnya klaster industri Jumlah Perusahaan dalam klaster industri 60 100
Telekomunikasi, Komputer dan Peralatannya, Perangkat elektronika
Lunak dan Konten Multimedia Jumlah Perusahaan dalam klaster indstri 3 7
telekomunikasi
Jumlah Perusahaan dalam klaster indstri komputer 3 7

Jumlah Perusahaan dalam klaster indstri konten 5 9


multimedia

II.L.019.4
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
KEGIATAN PRIORITAS 2010 2014 (Rp Miliar)

IV PROGRAM REVITALISASI DAN PENUMBUHAN 1.900,0


IKM
1 Pengembangan Industri Kecil dan Menengah melalui Meningkatnya kemampuan desain, manajemen dan Terlaksananya implementasi kolaborasi dan 22 39 lokasi 82,9
pendekatan Klaster kreatifitas perajin kelembagaan klaster industri garam, fashion dan
batik, batu mulia dan perhiasan, gerabah dan
keramik hias, minyak atsiri dan makanan ringan
yang semakin kuat.
Terbentuknya jaringan kerjasama bisnis dan lokasi
pengembangan Industri Kreatif
2 Penyebaran dan Pengembangan IKM di Kawasan Barat Terbinanya Pengembangan IKM di Kawasan Barat Meningkatnya Unit Usaha dan Tenaga Kerja 16 Prov 16 Prov 775,8
Indonesia Indonesia 32 Kab/ Kota 32 Kab/ Kota

Terbinanya Produk IKM Pangan, Sandang, KBB 18 Kab/ Kota di 18 Kab/ Kota di
dan Kerajinan melalui pendekatan OVOP 6 Pro-pinsi 6 Pro-pinsi

3 Penyebaran dan Pengembangan IKM di Kawasan Tengah Terbinanya Pengembangan IKM di Kawasan Tengah Meningkatnya Unit Usaha dan Tenaga Kerja 12 Prop 12 Prop 562,3
Indonesia Indonesia 28 Kab /Kota 28 Kab /Kota

Terbinanya Produk IKM Pangan, Sandang, KBB 12 Kab/ Kota di 7 Pro- 12 Kab/ Kota di 7
dan Kerajinan melalui pendekatan OVOP pinsi Pro-pinsi

4 Penyebaran dan Pengembangan IKM di Kawasan Timur Terbinanya Pengembangan IKM di Kawasan Timur Meningkatnya Unit Usaha dan Tenaga Kerja 5 Prop 5 Prop 247,7
Indonesia Indonesia
Terbinanya Produk IKM Pangan, Sandang, KBB 8 Kab/ Kota 8 Kab/ Kota
dan Kerajinan melalui pendekatan OVOP

II.L.019.5
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
KEGIATAN PRIORITAS 2010 2014 (Rp Miliar)

V PROGRAM PERWILAYAHAN INDUSTRI 259,0


1 Fasilitasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Meningkatnya fasilitasi pengembangan kawasan zona Dokumen fasilitasi (AMDAL, engineering 5 5 32,40
(KEK) (PN7) industri di 5 kawasan ekonomi khusus (KEK) design/DED, dan kelembagaan) di 5 kawasan

VI PROGRAM KERJASAMA INDUSTRI


INTERNASIONAL
1 Peningkatan Promosi Investasi dan Pemasaran Industri Meningkatnya fasilitasi promosi investasi dan Jumlah paket promosi investasi (temubisnis, 2 11 23,3
pemasaran industri eksibisi, dll)
VII PROGRAM KEBIJAKAN, IKLIM USAHA, MUTU, 352,0
DAN INDUSTRI HIJAU
1 Pengembangan Standardisasi Industri dan Manajemen Meningkatnya RSNI Jumlah RSNI 100 500 K) 64,0
HAKI Meningkatnya hasil litbang yang dipatenkan Hasil litbang yang dipatenkan 5 25 K)

2 Pengembangan Lingkungan Industri Meningkatnya industri berwawasan lingkungan Dokumen Kebijakan/Peraturan 1 5 K)

Tingkat pengurangan emisi CO2 2%/tahun 3%/tahun


VIII PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN 1.405,0
PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
1 Peningkatan Pengelolaan Pelayanan Publik 21,7
a. Reformasi Birokrasi di Bidang Pelayanan Umum (Prioritas Meningkatkan profesionalisme aparatur Meningkatnya pelayanan kepada pemangku 95%
Nasional 1) kepentingan dengan lebih cepat, singkat dan
transparan
2 Pengembangan SDM Industri Meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap Jumlah SDM industrial telah mengikuti diklat 1930 orang 14.330 orang K) 1.067,6
perilaku SDM industri sebanyak 14.330 orang
Terwujudnya pendidikan untuk mendukung Jumlah penyelenggaraan pendidikan sesuai 1 unit 2 unit
pengembangan kompetensi inti daerah kompetensi inti daerah 9 unit
Penguatan kelembagaan pelatihan dan pendidikan Peningkatan sarana dan prasarana lembaga diklat 3 unit 6 unit
dan tata kelola manajemen yang baik

II.L.019.6
KEMENTERIAN/LEMBAGA: KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/
No SASARAN INDIKATOR 2010-2014
KEGIATAN PRIORITAS 2010 2014 (Rp Miliar)

3 Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Terciptanya SDM industri terampil siap kerja Jumlah lulusan SDM terampil sebanyak 7.150 1100 orang 7150 orang K) 718,0
orang
Terciptanya ahli madya sesuai dengan kebutuhan Jumlah lulusan ahli madya sebanyak 7.670 orang 1360 orang 7670 orang K)

industri
IX PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN 148,5
PRASARANA APARATUR
X PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN 131,3
AKUNTABILITAS APARATUR

TOTAL ALOKASI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN 2010-2014 12.613,6


K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014)

II.L.019.7
RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014
PER KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

I PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA DESDM 3.524,5
II PROGRAM PENINGKATAN SARANA PRASARANA APARATUR DESDM 288,1
III PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR NEGARA KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 679,6
IV PROGRAM PENGELOLAAN DAN PENYEDIAAN MINYAK DAN GAS BUMI 3.935,3
A. KEGIATAN PRIORITAS NASIONAL 2.657,5
1. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Meningkatkan pembinan, koordinasi dan Penggunaan Gas alam sebagai bahan bakar angkutan umum 1 kajian 3 kajian / 21 SPBG K) 367,2
Tugas Teknis Lainnya Ditjen Migas dukungan teknis bagi Ditjen Migas secara optimal perkotaan di Palembang Surabaya dan Balikpapan

2 Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Peningkatan Kapasitas, kehandalan dan efisiensi Penambahan jaringan gas kota (kota/sambungan rumah) 3/16000 19/80000 K) 1.370,8
Hilir Minyak dan Gas Bumi infrastruktur sistem penyediaan bahan bakar dan
bahan baku industri Pembangunan kilang mini plant LPG 1 Kajian 2 kajian / 1 kilang K) 382,0
miniplant LPG
Pembangunan unit pengolahan Biofuel dalam rangka 8 40 K) 40,0
pembentukan DME di desa terpilih (desa)
3 Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Meningkatnya pengelolaan,pengusahaan dan Jumlah Kontrak Kerja Sama Minyak dan gas Bumi dan CBM 40 KKS Migas dan 10 120 KKKS Migas dan K) 117,4
Hulu Minyak dan Gas Bumi pembinaan usaha hulu minyak dan gas bumi dan yang ditawarkan dan ditandatangani KKS GMB ditawar- kan 50 KKS GMB
CBM ditawarkan
· Pengolahan data seismik 2 D 2000km 10000 km K) -
Jumlah produksi migas dan CBM 1 lap 5 lap K) 58,0
Jumlah investasi sub sektor minyak dan gas bumi dan CBM 554 Juta USD dan 150 3047 Juta USD dan K) 7,3
Juta USD dari komitmen 3 830 Juta USD dari
tahun pertama komitmen 3 tahun
pertama

II.L.020.1
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah kegiatan eksplorasi dalam upaya mencari cadangan Survei Seismik 2D 14.700 Survei Seismik 2D K) 59,9
migas baru km, Survei Seismik 3D 36.790 km, Survei
7.975 km2, Pemboran 63 Seismik 3D 23545
sumur km2, Pemboran 299
sumur
Jumlah
J l h pelaksanaan
l k Survei
S i Umum
U di Wilayah
Wil h Terbuka
T b k Data
D t seismik
i ik 2D dan
d hasil
h il Data
D t seismik
i ik 2D dan
d K) 213,7
213 7
pengolahannya di Lepas hasil pengolahannya
Pantai Sulawesi Selatan 10000 km
sepanjang 2000 km

Jumlah kegiatan penyiapan, promosi dan penawaran Wilayah 8 (delapan) event 50 event K) 28,7
Kerja Baru Migas
Menyiapkan Rencana Induk Petrokimia (DME) 1,8% dari produksi 2% produksi nasional 2,2
nasional
Prosentasi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam 50% 67% 6,2
negeri.
4 Pembinaan Lindungan Lingkungan, Pembinaan dan Pengawasan Kehandalan Prosentase pengurangan volume pembakaran gas flare (%) 60 100 4,1
Keselamatan Operasi dan Usaha Infrastruktur,K3, Keselamatan Operasi, dan
Penunjang Migas Lingkungan, serta Usaha Penunjang dan Teknis
serta Standardisasi
B. KEGIATAN PRIORITAS BIDANG 829,3
1. Penyiapan Kebijakan dan Peningkatan Pengembangan program, peningkatan penerimaan Jumlah kejadian kelangkaan pasokan BBM dan LPG 3 12 K) 2,8
Kerja Sama Bilateral/Multilateral, negara, investasi, kerjasama, dan kapasitas · Jumlah laporan monitoring dan pengawasan 1 lap 5 lap K) -
Peningkatan Investasi Kegiatan Usaha nasional bidang migas pendistribusian BBM dan LPG
Migas, dan Pemberdayaan Kapasitas Persentase terpenuhinya kebutuhan bahan baku pupuk dan 100% 100% 9,0
Nasional petrokimia dalam negeri
Peningkatan kapasitas infrastruktur 4 lap 20 lap K) 15,4

II.L.020.2
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Roadmap rasionalisasi subsidi BBM 2 lap 2 lap K) 1,0


Jaminan pasokan gas untuk industri, transportasi, pembangkit 70% 70% 5,5
listrik
Jumlah realisasi Investasi subsektor migas (US$) 15,415 88.021 K) 40,5
Transparansi dan akuntabilitas pencatatan pendapatan negara 100% 100% 75,3

Ratio tenaga kerja asing dengan tenaga kerja nasional 3 lap 15 lap K) 13,9
Persentase pemanfaatan barang dan jasa dalam negeri pada 55 65 16,1
usaha minyak dan gas bumi
Jumlah Pelaksanaan Pertemuan Kerjasama Dalam Negeri, 3 20 K) 52,1
Bilateral, Regional, dan Multilateral, Minyak dan Gas Bumi

2. Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Meningkatnya pengelolaan,pengusahaan dan Jumlah Laporan Potensi Cadangan Minyak dan Gas Bumi dan 1 lap 5 lap K) 3,5
Hulu Minyak dan Gas Bumi pembinaan usaha hulu minyak dan gas bumi dan CBM
CBM Jumlah Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi dan CBM 1 lap 5 lap K) 6,2
Jumlah persetujuan Plan of Development (POD) I 2 37 K) 6,6
Jumlah persetujuan harga gas bumi 15 78 K) 7,7
Jumlah persetujuan amandemen dan atau perpanjangan kontrak 3 15 K) 2,0

Jumlah persetujuan Participating Interest (PI) kepada BUMD 2 21 K) 2,4


atau perusahaan nasional terkait dengan POD I.

Prosentase pengembangan dan pemanfaatan gas bumi. 97% 99% 4,5


Prosentase penyerahan data minyak dan gas bumi dan CBM. 90% 95% 4,4

Prosentase pengelolaan data dan informasi bidang eksplorasi 90% 95% 5,8
dan eksploitasi migas.

II.L.020.3
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Prosentase perkembangan penanganan tumpang tindih lahan. 20% 60% 1,3

Prosentase Pengelolaan, Pembahasan dan Evaluasi Laporan 100% 100% 5,5


Kegiatan KKKS dari BPMIGAS.
3. Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Peningkatan Kapasitas, kehandalan dan efisiensi Jumlah laporan pengembangan kapasitas dalam negeri 1 lap 5 lap K) 7,5
Hilir Minyak dan Gas Bumi infrastruktur sistem penyediaan bahan bakar dan (infrastruktur cadangan strategis minyak bumi dan BBM)
bahan baku industri
Jumlah laporan pemutakhiran kapasitas penyimpanan dalam 2 lap 10 lap K) 2,8
negeri (peta dan data fasilitas pengangkutan dan penyimpanan
migas)
Jumlah laporan kapasitas pengangkutan (pemetaan kapasitas 1 lap 5 lap K) 2,8
infrastruktur dan kebutuhan fasilitas pendistribusian bahan
bakar minyak dan gas)
Jumlah laporan produksi (monitoring dan evaluasi kegiatan 1 lap 5 lap K) 3,6
operasi kilang migas)
Pemenuhan BBM dalam negeri untuk Indonesia bagian timur 73,36% 73,60% 15,4

Laporan penggunaan BBN dalam pemakaian Bahan Bakar total 6 lap 30 lap K) 115,5

Jumlah laporan Desa Mandiri Energi berbasis BBN 2 lap 10 lap K) 16,6
(pengawasan, pembinaan dan pengembangan DME)
Jumlah laporan penjualan hasil olahan migas 3 lap 15 lap K) 15,6
Jumlah laporan kelangkaan pendistribusian LPG 3 kg (PSO) ke 3 lap 9 lap K) 11,1
seluruh Indonesia
Jumlah laporan penambahan kapasitas Depot 4 lap 20 lap K) 12,7
Jumlah laporan Indeks kepuasan konsumen bahan bakar 4 lap 20 lap K) 35,5

Jumlah laporan usaha pengolahan minyak bumi 1 lap 5 lap K) 3,6

II.L.020.4
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah laporan usaha pengolahan gas bumi 1 lap 5 lap K) 3,6


Jumlah laporan usaha pengolahan Hasil Olahan 1 lap 5 lap K) 3,6
Jumlah laporan usaha pengangkutan 1 lap 5 lap K) 3,6
Jumlah laporan usaha pengangkutan gas bumi melalui pipa 1 lap 5 lap K) 6,6

Jumlah
J mlah laporan usaha
saha penyimpanan
pen impanan 1 lap 5 lap K) 2,2
22
Jumlah laporan usaha niaga minyak bumi, Bahan Bakar 1 lap 5 lap K) 3,4
Minyak, LPG, LNG, CNG serta hasil Olahan
Jumlah usaha niaga gas bumi melalui pipa 1 lap 5 lap K) 3,4
Jumlah rekomendasi pemantauan realisasi ekspor minyak dan 2 lap 10 lap K) 8,5
evaluasi stok minyak mentah
Jumlah pelanggaran regulasi usaha hilir (Sosialisasi dan 1 pkt 5 pkt K) 10,6
menyusun peraturan, pameran)
Laporan prosentase penghematan BBM Bersubsidi 2 lap 10 lap K) 15,7
Laporan prosentase pengalihan pemakaian minyak tanah ke 1 lap 5 lap K) 20,1
LPG
4. Pembinaan Lindungan Lingkungan, Pembinaan dan Pengawasan Kehandalan Prosentase pengurangan volume pembuangan air limbah ke 20 75 35,1
Keselamatan Operasi dan Usaha Infrastruktur,K3, Keselamatan Operasi, dan lingkungan (%)
Penunjang Migas Lingkungan, serta Usaha Penunjang dan Teknis Prosentase pengurangan volume limbah pada sumbernya (%) 20 75 6,5
serta Standardisasi
Prosentase peningkatan jumlah penggunaan bahan, bahan kimia 50 100 2,8
dan lumpur bor yang ramah lingkungan
Prosentase Penurunan Jumlah tingkat kegagalan operasi Pada 50 BU Pada 75 BU 26,6
infrastruktur kegiatan usaha hilir Migas
Prosentase penurunan jumlah tingkat kecelakaan kerja operasi 70% 80% 22,5
kegiatan usaha hulu migas
Prosentase peningkatan pemahaman peraturan keselamatan 20 100 6,9
operasi kegiatan usaha migas (%)

II.L.020.5
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Prosentase peningkatan penggunaan sistem basis data usaha 0 5 4,5


penunjang migas dalam operasi internal (%)
Jumlah tersedianya Rancangan Standar Nasional Indonesia 5 25 K) 29,9
untuk kegiatan usaha migas (buah)
Jumlah tersedianya Rancangan Standar Kompetensi Kerja 3 15 K) 29,9
Nasional Indonesia (RSKKNI) untuk kegiatan usaha migas

Prosentase tingkat kegagalan operasi kegiatanhilir migas (%) 30% 24% 13,5

Prosentase penurunan angka kecelakaan kerja kegiatan usaha 20% 100% 1,6
migas
Prosentase peningkatan kemampuan nasional dalam merancang 60% 80% 43,8
dan merakit instalasi peralatan migas
C. KEGIATAN PENUNJANG 448,5
1. Kegiatan Dukungan Manajemen dan Meningkatkan pembinan, koordinasi dan Prosentase peningkatan pengunjung website 10% 10% 19,4
Teknis Ditjen Migas dukungan teknis bagi Ditjen Migas secara optimal Jumlah laporan RKAKL yang disusun berdasarkan anggaran 1 5 3,7
berbasis kinerja dalam kerangka pengeluaran berjangka
menengah
Jumlah buku LAKIP Ditjen Migas 1 5 3,3
Jumlah draft Peraturan Perundang-undangan migas yang telah 15 60 5,7
diselesaikan
Jumlah draft Kontrak Kerjasama Migas dan Gas Metana 40 Kontrak Migas dan 10 210 Kontrak Migas dan 8,4
Batubara yang disusun Kontrak CBM 50 Kontrak CBM

Jumlah penyidikan pelanggaran pidana bidang migas 17 97 4,0


Transformasi dan konsolidasi BUMN bidang energi dimulai 1 rumusan kebijakan 1 rumusan kebijakan 7,6
dari PLN dan Pertamina yang selesai selambat-lambatnya 2010
(SDM)

II.L.020.6
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Prosentase penempatan pegawai dalam jabatan sesuai dengan 70% 100% 148,9
kompetensi personil
Prosentase pemenuhan pelayanan pimpinan 100% 100% 34,4
Prosentase sarana dan prasarana yang berada dalam kondisi 100% 100% 20,3
baik (layak pakai)
Prosentase
P t pencapaian
i realisasi
li i anggaran 100% 100% 12,0
12 0
Hasil Opini Pemeriksaan BPK WDP WTP 3,7
Prosentase target realisasi PNBP Migas 100% 100% 7,4
Prosentase BMN Ditjen Migas yang tercatat 100% 100% 32,2
Prosentase BMN Migas yang dihapuskan 100% 100% 6,4
Prosentase pemenuhan gaji pegawai 100% 100% 130,9
V PROGRAM PENGELOLAAN LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI 55.922,4
A. KEGIATAN PRIORITAS NASIONAL 54.873,6
1. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Pelayanan yang optimal baik administratif maupun Jumlah aturan pendukung peraturan perundang-undangan 3 PP, 3 RPP 6 PP, 3 RPP, 21 K) 50,0
Tugas Teknis Lainnya Direktorat teknis untuk mendukung pelaksanaan tupoksi bidang listrik dan pemanfaatan energi peraturan lainnya
Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Ditjen LPE

2. Penyusunan Kebijakan dan Program Terpenuhinya kebutuhan tenaga listrik dan Jumlah Kapasitas pembangkit (MW) 22 60 K) 595,0
Serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan meningkatnya ratio elektrifikasi. Transmisi (kms) 3.381 19.462 K) 16.094,7
Ketenagalistrikan Gardu Induk (MVA) 2.159 12.858 K) 9.631,0
Panjang jaringan dan gardu distribusi (kms/MVA)/satker Lisdes 18004/1266 95551/7109 K) 27.483,0

3. Penyediaan dan Pengelolaan Energi Baru Terwujudnya penyediaan dan pengelolaan energi Kapasitas terpasang pembangkit listrikdari sumber energi mikro 46 K) 69,0
1,53
Terbarukan dan Pelaksanaan Konservasi baru terbarukan dan konservasi energi hidro (MW) ditambah DAK
Energi Kapasitas terpasang pembangkit listrik dari sumber energi surya 102 K) 492,6
3,55
(MWp) ditambah DAK
Kapasitas terpasang pembangkit listrik dari sumber energi angin 22 K) -
0,00
(MW) dari DAK

II.L.020.7
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Kapasitas pembangkit dari sumber energi biomassa (MW) 0,40 K)


dari DAK-
0
Jumlah desa mandiri energi (desa) 50 250 K) 300,0
Jumlah studi kelayakan dan pilot project energi laut (studi & 1 studi 5 studi & 10 pilot K) 30,0
pilot)
Jumlah
J l h gedung
d ddan iindustri
d t i yang menerima
i layanan
l audit
dit 185 1.003
1 003 K) 115,4
115 4
energi (objek)
Jumlah regulasi di bidang energi baru terbarukan (buah) 4 10 K) 9,3
Jumlah regulasi di bidang efisiensi energi (buah) 3 12 K) 3,8
B. KEGIATAN PRIORITAS BIDANG K) 685,8
1 Pembinaan, Pengaturan dan Pengawasan Meningkatnya pelayanan usaha penyediaan tenaga Jumlah rekomendasi pembinaan dan pengawasan kepada 10 60 K) 4,5
Usaha Penyediaan Tenaga Listrik dan listrik, meningkatnya pengembangan usaha PKUK dan PIUKU (buah)
pengembangan usaha penyediaan tenaga penyediaan tenaga listrik, dan meningkatnya mutu Rata-rata pelayanan permohonan daerah usaha atau ekspansi 30 25 2,4
listrik usaha penyediaan tenaga listrik daerah usaha (hari)
Jumlah konsep persetujuan harga beli tenaga listrik yang 24 120 K) 2,5
disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
(buah)
Rata-rata waktu penyelesaian evaluasi permohonan persetujuan 20 20 5,0
harga beli tenaga listrik (hari)
Jumlah penetapan/penyesuaian harga jual tenaga listrik oleh 4 20 K) 3,8
Pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan untuk Kepentingan
Umum (IUKU) (buah)
Rata-rata waktu penetapan besar susut jaringan PT PLN 15 15 2,7
(Persero) setiap triwulan (hari)
Jumlah perhitungan biaya pokok penyediaan tenaga listrik PT 10 50 K) 2,5
PLN (Persero) (buah)

II.L.020.8
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah perhitungan subsidi listrik PT PLN (Persero) (buah) 10 50 K) 3,3

Jumlah pelaksanaan fasilitasi perselisihan konsumen listrik 80 340 K) 3,0


dengan penyedia listrik (buah)
Jumlah pelaksanaan sosialisasi peningkatan usaha (kali) 6 28 K) 6,3

Prosentase penyempurnaan dan penyederhanaan aturan 20 30 3,0


usaha(%)
Prosentase penyelesaian permohonan daerah usaha dan ekspansi 100 100 6,0
nya (%)
Prosentase izin usaha yang diterbitkan (%) 20 25 6,1
Prosentase pengawasan terhadap pelaksanaan izin usaha yang 20 25 3,8
diterbitkan
Prosentase persetujuan dan penandasahan Rencana Impor 20 25 4,1
Barang Modal (%)
Prosentase pengawasan terhadap pelaksanaan Impor Barang 20 25 4,1
Modal
Tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan pengaduan 100 100 3,8
(indeks)
Prosentase penyelesaian pengaduan konsumen listrik (%) 100 100 2,5

Prosentase pencapaian indikator Tingkat Mutu Pelayanan tenaga 25 80 8,3


listrik (%)
Prosentase penyelesaian fasilitasi perselisihan (%) 90 100 2,7
Tingkat pemahaman sosialisasi peningkatan usaha (indeks) 70 90 2,8

II.L.020.9
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

2 Penyusunan Kebijakan dan Program Terpenuhinya kebutuhan tenaga listrik dan Jumlah kebijakan investasi listrik (laporan) 6 34 K) 30,8
Serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan meningkatnya ratio elektrifikasi. Jumlah Perencanaan dan Program Ketenagalistrikan (Laporan) 7 36 K) 172,4
Ketenagalistrikan
3 Penyediaan dan Pengelolaan Energi Baru Terwujudnya penyediaan dan pengelolaan energi Tingkat kepedulian masyarakat terhadap pemanfaatan sumber 50 50 125,0
Terbarukan dan Pelaksanaan Konservasi baru terbarukan dan konservasi energi energi baru terbarukan (indeks)
Energi Jumlah
J l h peserta t bimbingan
bi bi teknis
t k i energii baru
b terbarukan
t b k (orang)
( ) 180 900 K) 5,0
50

Jumlah fasilitas energi baru terbarukan yang sudah 10 50 K) 5,0


dikembangkan secara komersial (unit)
Jumlah jenis peralatan pemanfaat tenaga listrik yang 3 11 K) 1,8
menerapkan labelisasi hemat energi (buah)
Jumlah manager energi dan auditor energi yang bersertifikat - 350 K) 2,1
(orang)
Jumlah peserta bimbingan teknis konservasi energi 170 850 K) 5,0
Tingkat kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan konservasi 50 70 3,2
energi (indeks)
Jumlah pemanfaatan biomassa untuk rumah tangga (laporan) 1 5 K) 17,0

4 Pembinaan keselamatan dan lindungan Meningkatnya pembinaan keselamatan dan Jumlah perumusan SNI 45 225 K) 17,5
lingkungan ketenagalistrikan serta usaha lindungan lingkungan ketenagalistrikan Jumlah pemberlakuan SNI sebagai standard wajib 10 50 K) 1,0
jasa penunjang tenaga listrik Jumlah sertifikasi peralatan tenaga listrik dan pemanfaatan 40 250 K) 3,1
tenaga listrik
Jumlah lokasi pengawasan dan sosialisasi SNI 8 40 K) 1,3
Jumlah lokasi sidang dalam rangka kerjasama internasional 8 40 K) 1,8
standardisasi
Jumlah pembangkit tenaga listrik yang bersertifikat 25 145 K) 5,2
Jumlah instalasi transmisi dan distribusi yang bersertifikat 75 395 K) 4,3

II.L.020.10
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah instalasi pemanfaatan tenaga listrik yang bersertifikat 300 1.500 K) 5,4

Jumlah sosialisasi regulasi teknik dan lingkungan 2 16 K) 6,4


ketenagalistrikan
Instalasi penyediaan tenaga listrik dan instalasi pemanfaatan 50% 75% 8,3
tenaga listrik yang aman
aman, andal
andal, dan akrab lingkungan

Tingkat mutu dan keandalan pembangkit, transmisi, dan 70% 80% 4,8
distribusi tenaga listrik
Jumlah Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik yang 5 25 K) 3,5
tersertifikasi di bidangnya
Jumlah Lembaga Sertifikasi Produk Yang Terakreditasi 2 35 K) 12,3

Jumlah IMJ (Ijin Menggunakan Jaringan) Badan Usaha 3 78 K) 20,8


Pemanfaat jaringan tenaga listrik untuk kepentingan telematika

Tingkat Tertib administrasi dan teknis di bidang sertifikasi laik 60% 80% 1,9
operasi instalasi tenaga listrik
Tingkat tertib administrasi dan teknis di bidang sertifikasi 60% 80% 2,3
produk peralatan dan pemanfaat tenaga listrik

Jumlah Lembaga Inspeksi Teknik yang terakreditasi 2 67 K) 26,8


Penggunaan Barang dan Jasa Produksi dalam negeri dalam 60% 80% 4,1
pembangunan sektor ketenagalistrikan
Jumlah standar kompetensi ketenagalistrikan (buah) 350 1.750 K) 12,6
Jumlah penetapan dan pemberlakuan standar kompetensi (buah) 3 15 K) 2,5

Jumlah sertifikat kompetensi (buah) 560 3.100 K) 4,0

II.L.020.11
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah sosialisasi tentang standar kompetensi ketenagalistrikan 3 17 K) 2,0


(buah)
Jumlah rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing 40 250 K) 2,8

Jumlah Tenaga Teknik yang tersertifikasi (orang) 2180 12.040 K) 2,5


JJumlah
l h updating
d ti fakotr
f k t emisi
i i Clean
Cl Development
D l t Mechanism
M h i 1 grid
id koneksi
k ki 25 grid
id koneksi
k ki K) 33,99
33
(CDM) sistem grid koneksi ketenagalistrikan

Jumlah data analisis medan magnit dan medan listrik di bawah 400 responden, 2000 responden, K) 4,0
jaringan SUTET 500 KV serta kesehatan masyarakat yang
terpajan medan magnit dan medan listrik di bawah jaringan
SUTET
Jumlah fasilitasi penyelesaian kasus-kasus lingkungan 10 kasus 72 kasus K) 5,0
ketenagalistrikan (SUTET 500 kV, Pembangkitan dll)
Jumlah pembinaan dan pengawasan pelaksanaan Community 13 unit usaha 95 unit K) 5,9
Development Sektor Ketenagalistrikan
Jumlah pembinaan dan pengawasan teknis bidang lingkungan 13 sektor 95 sektor K) 4,8
sektor ketenagalistrikan baik pada ijin usaha (AMDAL dan atau
UKL/UPL) maupun kelaikan teknis bidang lingkungan
ketenagalistrikan
Jumlah mitigasi teknologi strategi penurunan emisi CO2 di 1 teknologi 25 teknologi K) 25,0
sektor ketenagalistrikan
C. KEGIATAN PENUNJANG 362,9
1. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Pelayanan yang optimal baik administratif maupun Jumlah SOP pelayanan administratif dan teknis 50 SOP 250 SOP 50,0
Tugas Teknis Lainnya di Direktorat teknis untuk mendukung pelaksanaan tupoksi Jumlah kumulatif aset pembangunan ketenagalistrikan dan 3 Triliun 45 triliun 100,0
Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Ditjen LPE pemanfaatan energi yang dapat dilaporkan sebagai barang milik
negara
Jumlah kasus administratif kepegawaian 5 Kasus 25 kasus 30,0

II.L.020.12
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah laporan perencanaan program dan kegiatan bidang 5 Laporan 25 laporan 85,0
listrik dan pemanfaatan energi
Pemutakhiran sistem dan jaringan informasi 4 Paket 20 paket 97,9

VI PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGUSAHAAN MINERAL. BATUBARA. PANAS BUMI DAN AIR TANAH 2.434,4
A.
A KEGIATAN PRIORITAS NASIONAL 364,2
364 2
1. Pembinaan dan Pengusahaan Panas Tercapainya target kontribusi PLTP pada program Jumlah kapasitas PLTP terpasang sebesar 5795 MW di tahun 1.261 5.795 K) 296,4
Bumi dan Air Tanah 10.000 MW tahap II 2014
Tersedianya regulasi bidang panas bumi dan air Jumlah regulasi panas bumi dan air tanah 20 50 K) 25,0
tanah Jumlah PNBP dari sektor panas bumi (ribu USD) 63.961 188.867 K) -
Tercapainya target produksi listrik panas bumi - Penyusunan klasifikasi data potensi dan cadangan panas bumi 2 keg 10 keg K) 13,9
untuk ketenagalistrikan dan pemanfaatan langsung energi panas
bumi
Jumlah lokasi penugasan survei pendahuluan untuk 6 K) -
meningkatan status potensi
Tersedianya informasi investasi produksi industri - Perencanaan produksi listrik dari panas bumi (MWh) 9.712.224 45.061.920 K) 22,7
minuman berbahan baku air tanah dari 33 provinsi

2. Pembinaan Keteknikan Lindungan Meningkatnya kompetensi KTT dan penanggung Prosentasi penjaminan reklamasi dan pasca tambang pada 100 100 3,6
Lingkungan dan Usaha Penunjang jawab kegiatan di lapangan pada IUP (KP) kegiatan usaha pertambangan
Mineral. Batubara. Panas Bumi dan Air Kualitas baku mutu air limbah tambang pada kegiatan usaha 100% 100% 2,7
Tanah pertambangan
B. KEGIATAN PRIORITAS BIDANG 1.224,6
1. Kegiatan Penyusunan Kebijakan dan Tersedianya pelayanan data dan informasi · Jumlah Pedoman/NSPK untuk aplikasi pengelolaan kegiatan 8 35 K) 22,6
Program serta Evaluasi Pelaksanaan Mineral, Batubara, Panas Bumi dan air tanah pertambangan di Provinsi/Kabupaten/ Kota
Kebijakan Mineral. Batubara dan Panas secara lengkap, aktual dan on line;
Bumi

II.L.020.13
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Terinventarisirnya potensi PNBP dari KP/IUP - verifikasi/ inventarisasi/ rekonsiliasi/ sosialisasi kajian PNBP 7 keg 35 keg K) 115,2
seluruh Indonesia; Tersedianya data on line PNBP, bidang pertambangan mineral, batubara dan panas bumi
antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah;
Terlaksananya dekonsentrasi penagihan PNBP KP - Pelaksanaan otonomi daerah dalam pengelolaan kegiatan 50 kab/kota 90 kab/kota K) 44,5
terbitan daerah; Tersedianya data mineral, pertambangan di pemerintah provinsi/ kabupaten/kota
batubara,
batubara panas bumi dan air tanah secara on line
antara pemerintah pusat dan pemerintah - Penyusunan kajian investasi di sektor mineral. batubara dan 8 keg 40 keg K) 45,0
daerah;Tersosialisasinya UU Nomor 4 Tahun panas bumi
2009;Tumbuhnya perijinan IUP; Tersedianya data - Pelaksanaan pengelolaan kerja sama sub sektor mineral. 8 keg 48 keg K) 17,5
dan informasi peluang investasi pembangunan batubara dan panas bumi
smelter mineral logam utama (Ni, Au, Cu, Al, Sn); - Penyusunan perumusan sistem prosedur teknis (inventarisasi, 12 keg 60 keg K) 42,1
Tersedianya data dan informasi infrastruktur evaluasi, pemantauan, pembinaan aparat, identifikasi)
penunjang pelabuhan angkut batubara; perencanaan produksi
Meningkatnya pemanfaatan briket batubara; K)
Jumlah rencana pasokan batubara untuk kebutuhan dalam negeri 75 110 7,0
Terlaksananya pengembangan; Meningkatnya
(juta ton)
pemahaman aparat daerah dan pelaku tambang K)
-Pengembangan pemanfaatan briket batubara, pengembangan 3 keg 15 keg 74,4
rakyat dalam pengelolaan/ pemahaman Pedoman
daerah percontohan dan optimalisasi nilai tambah mineral dan
Teknis Pertambangan Rakyat pertambangan skala
batubara
kecil;
Jumlah penetapan wilayah usaha pertambangan (WUP), 3 15 keg K) 64,8
Wilayah pencadangan negara (WPN), dan Wilayah ijin usaha
Pertambangan (WIUP) mineral dan batubara

Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) panas bumi 6 30 K) 3,3

Jumlah buku data informasi mineral. batubara. panas bumi dan 1 5 K) 6,2
air tanah
Evaluasi Penggunaan Lahan Pertambangan 1 5 K) 5,0

II.L.020.14
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

2. Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Terciptanya optimalisasi penerimaan negara Jumlah TKA yang sesuai dengan standar kompetensi 6 wilayah dan 20 8 wilayah dan 30 -
dan Batubara khususnya dari sektor batubara diperlukan Perusahaan Perusahaan
pengumpulan dan evaluasi data biaya penjualan - Evaluasi dan veifikasi ketenagakerjaan sub sector mineral, 2 keg 6 keg K) 26,2
dalam kaitannya dengan penetapan DHPB secara batubara dan panas bumi
Terlaksananya program dalam rangka Jumlah evaluasi pelaksanaan Community Development 25 Wilayah dan 20 25 wilayah dan 30 -
meningkatkan investasi dan penerimaan negara Perusahaan KK dan Perusahaan KK dan
dari sektor pertambangan secara berkelanjutan PKP2B PKP2B

- Evaluasi pelaksanaan Community Development 4 keg 20 keg K) 30,3


Terciptanya penguatan kelembagaan daerah dalam Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian Tambang 6 Wilayah 34 wilayah K) -
sektor pertambangan dalam rangka OTDA dan - Kajian (verifikasi dan inventarisasi) nilai tambah bahan galian 6 Wilayah 34 wilayah K) 5,5
dekosentrasi, serta terlaksananya kertasama tambang
Terciptanya pengembangan batubara sebagai Jumlah terselesaikannya konflik tumpang tindih dalam wilayah 10 Wilayah 52 wilayah K) -
energi alternatif utama melalui peningkatan PKP2B
produksi, pemanfaatan dalam negeri, dll. - Terselesaikannya konflik tumpang tindih dalam wilayah 10 Wilayah 52 wilayah K) 5,2
PKP2B
Terciptanya bank data mineral dan batubara Jumlah penagihan PNBP bidang Minerba 34% 30% -
nasional yang komprehensif, sehingga dapat - Terlaksananya penagihan PNBP bidang Minerba 34% 30% 7,5
Terciptanya pengusahaan mineral dan batubara Persentase Realisasi Masterlist (pembelian dalam negeri dan 33%:67% 42%:58% -
yang kondusif impor) perusahaan KK dan PKP2B
- Evaluasi masterlist 1 lap 5 lap K) 20,9
Terciptanya penanggulangan PETI melalui Jumlah Divestasi dan Perubahan Saham Bidang Mineral dan 33 Perusahaan K) -
program verifikasi terhadap perusahaan tambang Batubara
- Evaluasi Divestasi dan Perubahan Saham Bidang Mineral dan 1 keg 5 keg K) 10,3
Batubara (pembuatan buku susunan
Terlaksananya inventarisasi batubara mutu rendah Persentase penggunaan kandungan lokal (local content) untuk Naik 2 % -
dan cara peningkatan nilai tambahnya menunjang pembangunan berkelanjutan

II.L.020.15
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

- Penyusunan peningkatan penggunaan kandungan lokal (local 1 pkt 5 paket K) 17,2


content) untuk menunjang pembangunan berkelanjutan

Terlaksananya promosi kepentingan nasional Sistem yang terintegrasi, mudah digunakan, handal dan 6 sistem 6 sistem K) -
dalam rangka pelaksanaan dan pembinaan usaha pelayanan publik yang lebih baik.
jasa mineral dan batubara dan peningkatan local - Pembuatan
P b t Sistem
Si t yang terintegrasi,
t i t i mudah
d h digunakan,
di k handal
h d l 6 sistem
it 6 sistem
it K) 3,3
33
content dan pelayanan publik yang lebih baik

Jumlah Perusahaan yang diawasi kegiatan usaha 42 KK dan 76 PKP2B 210 KK dan 380 K) -
pertambangannya PKP2PB
- Pelaksanaan pengawasan Perusahaan terhadap perusahaan 42 KK dan 76 PKP2B 210 KK dan 380 K) 12,5
tambang PKP2PB
Tersusunnya laporan akuntabilitas Kinerja DBM 1 LAKIP 5 LAKIP K) 2,3
Jumlah perusahaan KK dan PKP2B Eksplorasi dan FS yang 42 KK dan 76 PKP2B 210 KK dan 380 K) -
dievaluasi RKAB nya PKP2PB
- Evaluasi terhadap perusahaan KK dan PKP2B Eksplorasi dan 42 KK dan 76 PKP2B 210 KK dan 380 K) 5,0
FS yang dievaluasi RKAB nya PKP2PB
Jumlah laporan kegiatan perusahaan KK dan PKP2B yang 20 provinsi dan 30 20 provinsi dan 30 K) -
dievaluasi perusahaan KK/PKP2B perusahaan KK/PKP2B

- Penyusunan laporan kegiatan perusahaan KK dan PKP2B 20 provinsi dan 30 20 provinsi dan 30 K) 10,0
yang dievaluasi perusahaan KK/PKP2B perusahaan KK/PKP2B

Jumlah Neraca cadangan, sumberdaya dan cadangan Izin usaha, 5 cadangan Izin Usaha dan 5 cadangan Izin Usaha K) -
KK dan PKP2B yang dievaluasi 20 KK dan 20 KK
- Evaluasi terhadap Neraca cadangan, sumberdaya dan 5 cadangan Izin Usaha dan 5 cadangan Izin Usaha K) 13,2
cadangan Izin usaha, KK dan PKP2B yang dievaluasi 20 KK dan 20 KK

II.L.020.16
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah Kebijakan eksplorasi perusahaan induk (principal ) dari 40 KK/20 PKP2B 40 KK/20 PKP2B K) -
perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia yang
dievaluasi
- Penyusunan Kebijakan eksplorasi perusahaan induk 40 KK/20 PKP2B 40 KK/20 PKP2B K) 12,5
(principal ) dari perusahaan tambang yang beroperasi di
Indonesia yang dievaluasi
Jumlah laporan rencana kerja dalam amandemen 42 KK dan 76 PKP2B K) -
kontrak/perjanjian Minerba yang dievaluasi
- Penyusunan laporan rencana kerja dalam amandemen 42 KK dan 76 PKP2B 42 KK dan 76 PKP2B K) 3,9
kontrak/perjanjian Minerba yang dievaluasi

Jumlah Pengadaan alat-alat software, sistem pengawasan 1 software, 2 sistem dan 5 5 software, 10 sistem K) -
eksplorasi dan penyampaian laporan kegiatan eksplorasi unit dan 25 unit
perusahaan
- Terencananya Pengadaan alat-alat software, sistem 1 software, 2 sistem dan 5 5 software, 10 sistem K) 26,5
pengawasan eksplorasi dan penyampaian laporan kegiatan unit dan 25 unit
eksplorasi perusahaan
Jumlah seminar prospek eksplorasi Sumber Daya Mineral 1 provinsi 5 propinsi K) -
batubara di Indonesia
- Pelaksanaan seminar prospek eksplorasi Sumber Daya Mineral 1 provinsi 5 propinsi K) 5,5
batubara di Indonesia
Jumlah Pedoman untuk perusahaan KK/PKP2B dan Kajian 1 Pedoman dan 10 KK 3 pedoman dan 30 KK K) -
tahap Produksi Mineral
- Tersusunnya Pedoman untuk perusahaan KK/PKP2B dan 1 Pedoman dan 10 KK 3 pedoman dan 30 KK K) 23,1
Kajian tahap Produksi Mineral

II.L.020.17
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah pengawasan produksi kepada perusahaan KK dan Produksi: 10KK/ Produksi: 50KK/ K) 52,8
PKP2B 45PKP2B Konstruksi: 5 225PKP2B Konstruksi:
KK/ 15 PKP2B 25 KK/ 75 PKP2B

Evaluasi Rencana dan Pelaksanaan Kegiatan Perusahaan KK Produksi: 10KK/45PKP2B Produksi: 50KK/ K) 7,7
dan PKP2B Konstruksi:
Konstr ksi: 5 KK/ 15 Konstruksi:
225PKP2B Konstr ksi:
PKP2B 25 KK/75 PKP2B

Jumlah invoice/kontrak penjualan KK/PKP2B yang dievaluasi 10 KK/ 45 PKP2B 70 KK/225 PKP2B K) -

- Terevaluasinya invoice/kontrak penjualan KK/PKP2B yang 10 KK/ 45 PKP2B 70 KK/225 PKP2B K) 60,3
dievaluasi
Jumlah KP Mineral di Sulteng dan Sultra & batubara di Kalsel 700 2200 K) -
dan Kaltim yang diinventarisir
- Inventarisir jumlah KP Mineral di Sulteng dan Sultra & 100 200 K) 3,5
batubara di Kalsel dan Kaltim yang diinventarisir
Jumlah daerah yang terkait dengan aktivitas Pertambangan 3 Prov. 25 Kab 3 prov 25 kab K) -
Tanpa Izin (PETI)
- Inventarisasi daerah yang terkait dengan aktivitas 3 Prov. 25 Kab 3 prov 25 kab K) 20,2
Pertambangan Tanpa Izin (PETI)
Jumlah proses Persetujuan Prinsip. Peningkatan Tahap dan 42 KK 76 PKP2B 210 KK 370 PKP2B K) -
Perubahan Luas Wilayah KK dan PKP2B
- Evaluasi proses Persetujuan Prinsip. Peningkatan Tahap dan 42 KK 76 PKP2B 210 KK 370 PKP2B K) 5,4
Perubahan Luas Wilayah KK dan PKP2B
Jumlah dokumen elektronik berupa rekapitulasi data perizinan 500 3100 K) -
IUP. IUPK. KK dan PKP2B
- Terdatanya dokumen elektronik berupa rekapitulasi data 500 3100 K) 4,6
perizinan IUP. IUPK. KK dan PKP2B

II.L.020.18
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah lokasi pelaksanaan pembinaan perizinan pengusahaan 3 Provinsi 25 Kab 15 Provinsi1 25 Kab K) -
mineral dan batubara
- Pelaksanaan pembinaan perizinan pengusahaan mineral dan 3 Provinsi 25 Kab 15 Provinsi1 25 Kab K) 20,3
batubara
Jumlah lokasi pelaksanaan sosialisasi PP tentang Pengusahaan 5 Provinsi 25 provinsi K) -
Pertambangan Minerba Sebagai Pelaksanaan UU No No.4
4 Tahun
2009
- Pelaksanaan sosialisasi PP tentang Pengusahaan Pertambangan 5 Provinsi 25 provinsi K) 10,3
Minerba Sebagai Pelaksanaan UU No.4 Tahun 2009

Peningkatan mutu serta kinerja pelayanan Pelayanan Usaha 1 PKT 1 pkt K) 3,8
Minerba dalam menjalankan tugas dan fungsinya

Persentase Pelaksanaan Pedoman 1 pedoman 5 pedoman K) 3,8


Jumlah kontrak KK dan PKP2B yang sudah di amandemen 42 KK 76 PKP2B 42 KK 76 PKP2B K) -

- Evaluasi Jumlah kontrak KK dan PKP2B yang sudah di 42 KK 76 PKP2B 42 KK 76 PKP2B K) 9,9
amandemen
3. Pembinaan dan Pengusahaan Panas Tercapainya target PNBP dari sektor panas bumi - Verifikasi/ inventarisasi/ rekonsiliasi/ sosialisasi kajian PNBP 1 pkt 5 pkt K) 19,3
Bumi dan Air Tanah bidang pertambangan panas bumi
Jumlah pemanfaatan langsung energi panas bumi 0 5 K) -
Tercapainya target pemanfaatan langsung panas - Pelaksanaan penugasan survei pendahuluan untuk 6 30 K) 4,6
bumi meningkatan status potensi
Tersedianya data potensi panas bumi yang - Inventarisasi pajak air tanah (provinsi) 6 33 K) 10,5
menarik bagi investor Jumlah inventarisasi pajak air tanah (provinsi) 6 33 K) -
Tersedianya informasi yang lengkap tentang pajak - Penetapan Zona Pemanfaatan Air Tanah (CAT) 6 33 K) 34,3
air tanah di daerah dari 33 provinsi Jumlah Penetapan Zona Pemanfaatan Air Tanah (CAT) 6 33 K) -

II.L.020.19
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Tersedianya zona pemanfaatan air tanah dari 33 Inventarisasi investasi produksi industri minuman berbahan 1 5 K) 7,7
provinsi baku air tanah (Provinsi)
Jumlah inventarisasi investasi produksi industri minuman 1 5 K) -
berbahan baku air tanah (Provinsi)
4. Pembinaan Keteknikan Lindungan Tersedianya sebanyak 200 standar, norma, Jumlah rancangan SNI dan SKKNI bidang pertambangan 5 SNI & 4 SKKNI 25 SNI dan 20 SKKNI K) -
Lingkungan dan Usaha Penunjang pedoman,
pedoman kriteria dan prosedur di bidang Minerbapabum
Mineral. Batubara. Panas Bumi dan Air lindungan lingkungan, keselamatan pertambangan, - Penyusunan rancangan SNI dan SKKNI bidang pertambangan 5 SNI & 4 SKKNI 25 SNI dan 20 SKKNI K) 16,2
Tanah standardisasi, teknik pertambangan serta usaha Minerbapabum
Terciptanya kegiatan pertambangan mineral, Jumlah kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara 60 312 K) -
batubara dan panas bumi yang memenuhi kaidah yang taat melakukan pelaksanaan reklamasi lahan bekas
good mining practice tambang
- Pengawasan kegiatan usaha pertambangan mineral dan 60 312 K) 8,3
batubara yang taat melakukan pelaksanaan reklamasi lahan
bekas tambang
Tersedianya 1000 orang inspektur tambang di Jumlah kompetensi tenaga kerja industri pertambangan 100 750 K) -
seluruh Indonesia dan peningkatan kemampuan minerbapabum melalui sertifikasi
teknis melalui diklat pusat maupun daerah - Pelaksanaan kompetensi tenaga kerja industri pertambangan 100 750 K) 7,6
minerbapabum melalui sertifikasi
Meningkatnya kompetensi KTT dan penanggung Persentase recovery penambangan dan pengolahan terkait 85 95 8,5
jawab kegiatan di lapangan pada IUP (KP) konservasi bahan galian pada kegiatan usaha pertambangan

Tingkat kekerapan kecelakaan pada perusahaaan pertambangan 0.74 0.66 -

- Evaluasi kekerapan kecelakaan pada perusahaaan 0,74 0.66 3,5


pertambangan
Luas lahan kegiatan usaha pertambangan yang reklamasi oleh 6000 ha 31400 ha K) -
pemegang usaha pertambangan

II.L.020.20
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

- Pengawasan luas lahan kegiatan usaha pertambangan yang 6000 ha 31400 ha K) 9,1
reklamasi oleh pemegang usaha pertambangan
Jumlah peraturan menteri tentang pembinaan dan pengawasan 6 23 K) -
kegiatan usaha pertambangan
- Penyusunan peraturan menteri tentang pembinaan dan 6 23 K) 9,5
pengawasan kegiatan usaha pertambangan
Jumlah norma/pedoman teknis/juknis/kriteria aspek K3. 14 146 K) -
keselamatan operasi. teknis pertambangan. lindungan
lingkungan. usaha jasa dan standardisasi
- Penyusunan norma/pedoman teknis/juknis/kriteria aspek K3. 14 146 K) 27,3
keselamatan operasi. teknis pertambangan. lindungan
lingkungan. usaha jasa dan standardisasi
Jumlah usaha jasa lokal dan nasional yang berusaha di bidang 600 3550 K) -
usaha jasa pertambangan
- Evaluasi usaha jasa lokal dan nasional yang berusaha di 600 3550 K) 20,7
bidang usaha jasa pertambangan
Jumlah SNI/SKKNI hasil kaji ulang 6 36 K) -
- Penyusunan SNI/SKKNI hasil kaji ulang 6 36 K) 3,8
Jumlah Propinsi/perguruan tinggi/perusahaan yang memahami 3 15 K) -
dengan baik system kompetensi dan SNI
- Sinkronisasi dan sosialisasi mengenai sistem kompetensi dan 3 15 K) 4,0
SNI
Jumlah Perusahaan yang menerapkan standar 15 95 K) -
- Pengawasan terhadap Perusahaan yang menerapkan standar 15 95 K) 4,0

Jumlah Pemda yg melaksanakan pengelolaan usaha 20 100 K) -


pertambangan yg benar

II.L.020.21
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

- Evaluasi Pemda yg melaksanakan pengelolaan usaha 20 100 K) 11,5


pertambangan yg benar
Jumlah perusahaan yang laik secara teknik 60 300 K) -
- Evaluasi perusahaan yang laik secara teknik 60 300 K) 16,9
Jumlah Inventarisasi daerah yg terkena dampak pengolahan 3 15 K) -
emas menggunakan bahan kimia
- Inventarisasi daerah yg terkena dampak pengolahan emas 3 15 K) 3,0
menggunakan bahan kimia
Jumlah perusahaan tambang yg melakukan perencanaan pasca 15 75 K) -
tambang sesuai dengan tata guna lahan

Evaluasi perusahaan tambang yg melakukan perencanaan pasca 15 75 K) 3,3


tambang sesuai dengan tata guna lahan

Jumlah Inventarisasi Penguasaan dan penetapan teknologi 3 15 K) -


perusahaan
Inventarisasi Penguasaan dan penetapan teknologi perusahaan 3 15 K) 2,0

Jumlah pengawasan perusahaan usaha jasa 40 200 K) -


Pengawasan perusahaan usaha jasa 40 200 K) 8,7
Jumlah perusahaan yang dinilai dlm rangka penilaian prestasi 60 300 K) -
K3
Pengawasan perusahaan yang dinilai dlm rangka penilaian 60 300 K) 3,3
prestasi K3
Jumlah tim yg berperan dlm fire & rescue challenge regional 19 99 K) -

Pengawasan tim yg berperan dlm fire & rescue challenge 19 99 K) 4,0


regional

II.L.020.22
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah pemda yg berperan aktif dlm pengawasan K3 40 200 K) -


Monitoring pemda yg berperan aktif dlm pengawasan K3 40 200 K) 5,6

Jumlah perusahaan yg dinilai dlm rangka prestasi pengelolaan 45 225 K) -


lingkungan
Penilaian
P il i terhadap
t h d perusahaan
h dlm
dl rangka
k prestasi
t i pengelolaan
l l 45 225 K) 6,3
63
lingkungan
Penyelesaian kasus lingkungan 100% 100% 3,9
Jumlah perusahaan yg berperan dlm meningkatkan nilai tambah, 15 75 K) -
pegelolaan pertambangan dengan baik
Evaluasi terhadap perusahaan yg berperan dlm meningkatkan 15 75 K) 23,4
nilai tambah, pegelolaan pertambangan dengan baik

Jumlah Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 1 5 K) -

Penyusunan Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 1 5 K) 1,6

Jumlah kepala dinas dan aparat yang meningkat memahaminya 50 250 K) -


dalam GMP
Penilaian terhadap kepala dinas dan aparat yang meningkat 50 250 K) 23,0
memahaminya dalam GMP
Jumlah SDM yg meningkat kemampuan keteknikan dan 50 250 K) -
lingkungan
Penilaian terhadap SDM yg meningkat kemampuan keteknikan 50 250 K) 18,6
dan lingkungan

II.L.020.23
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

C. KEGIATAN PENDUKUNG 845,6


1. Dukungan Manajemen dan Teknis Terintegrasinya informasi pertambangan se- Jumlah SOP yang akan dibuat dan direvisi dalam 108 598
Direktorat Jenderal Mineral, Batubara Indonesia penyempurnaan tata laksana organisasi
dan Panas Bumi - Penyusunan SOP DJMBP 1 dokumen 5 dokumen 3,2
Tersusunnya Rancangan Peraturan Perundang- Jumlah publik yang mengunjungi situs informasi bidang 20000 139000 -
undangan Mineral,
Mineral Batubara dan Panas Bumi mineral.
mineral batubara dan panas bumi
(sebanyak 28 pedoman dan 4 RPP); - Pelaksanaan integrasi jaringan DJMBP 1 paket 5 paket 34,0
Terlaksananya sinkronisasi kebijakan usaha Jumlah regulasi bidang pertambangan mineral. batubara dan 16 90 -
pertambangan umum, panas bumi, dan air tanah panas bumi
dengan sektor lain dapat dilaksanakan; - Penyusunan konsep rancangan PP dan Permen ESDM bidang 22 keg 142 keg 71,0
mineral, batubara dan panas bumi
Tercapainya sistem dan mekanisme perencanaan Persentase realisasi pelaksanaan anggaran di lingkungan 100 100 -
dan pelaporan efisien dan efektif DJMBP
- Pembinaan dan evaluasi hasil pemeriksaan dan tindak lanjut 1 laporan 5 laporan 11,0

- Pembukuan verifikasi dan pelaksanaan anggaran 1 laporan 5 laporan -


- Pembinaan Pengelolaan keuangan dan akuntansi pemerintah 13 laporan 65 laporan -

Tercapainya peningkatan SDM yang berkualitas Persentase pelaksanaan koordinasi bidang mineral. batubara. 100 100 -
panas bumi dan air tanah dengan instansi terkait

- Pelaksanaan koordinasi bidang mineral, batubara dan panas 1 paket 5 paket 59,9
bumi
Terkelolanya sarana dan prasarana secara optimal Jumlah dokumen rencana kerja dan anggaran berbasis kinerja 6 30 -
dalam mendukung pelaksanaan kebijakan; yang disusun dan disempurnakan
- Penyusunan dokumen rencana kerja dan anggaran berbasis 6 30 9,8
kinerja

II.L.020.24
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Terlaksananya koordinasi internal yang optimal Jumlah pelaporan hasil pemeriksaan (LHP) 13 65 -
dan pelayanan publik yang prima. - Penyusunan pelaporan hasil pemeriksaan (LHP) 10 50 5,5
Jumlah dan jenis layanan informasi bidang mineral. batubara. 15 100 -
panas bumi dan air tanah
- Pelaksanaan dan pembuatan jenis dan layanan informasi 15 100 17,6
bidang mineral
mineral, batuabara dan panas bumi
Jumlah penyelenggaraan inspektur tambang 23 507 6,0
Persentase PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai 29 329 -
spesifikasi bidang mineral. batubara. panas bumi dan air tanah

- Pembinaan terhadap PNS yang memiliki kompetensi yang 135 1485 6,8
sesuai spesifikasi bidang mineral. batubara. panas bumi dan air
tanah
Kualitas data yang mutakhir untuk periode triwulan dan tahunan 5 dok 0 -

- Penyusunan data yang mutakhir untuk periode triwulan dan 5 dok 0 4,1
tahunan
Prosentasi Pengumpulan dan evaluasi laporan di DJMBP yang 100 500 -
akurat dan tepat waktu.
- Pelaksanaan Pengumpulan dan evaluasi laporan di DJMBP 7 keg 35 keg 15,3
yang akurat dan tepat waktu.
Prosentasi Pelaksanaan program dan kegiatan di DJMBP sesuai 100 100 -
dengan rencana dan tepat waktu
- Pelaksanaan penyusunan program dan kegiatan di DJMBP 6 lap 30 lap 13,7
sesuai dengan rencana dan tepat waktu
Persentase tingkat pengelolaan administrasi perbendaharaan dan 100 100 -
barang milik negara

II.L.020.25
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

- Penyusunan pengelolaan administrasi perbendaharaan dan 3 lap 15 keg 85,8


barang milik Negara
Tingkat tertib administrasi pengelolaan ketatausahaan. kearsipan 80 100 -
dan rumah tangga
- Penyusunan administrasi pengelolaan ketatausahaan. kearsipan 17 keg 85 104,0
dan rumah tangga
Persentase tingkat pengelolaan administrasi kepegawaian 99 99 -

- Pembinaan pengelolaan kepegawaian 11 lap 55 lap 31,6


Persentase Terbayarnya gaji/honor/tunjangan pegawai 100 100 -
- Terbayarnya gaji/honor/tunjangan pegawai 453 org 2265 org 144,2
Persentase Terselenggaranya operasional dan pemeliharaan 100 100 -
perkantoran dengan baik
- Terselenggaranya operasional dan pemeliharaan perkantoran 13 pkt 65 136,0
dengan baik
- Persentase Terselenggaranya pelayanan publik/birokrasi 100 500 -
sesuai tugas dan fungsi masing-masing saker

- Terlaksananya pelayanan publik/birokrasi sesuai tugas dan 1 pkt 5 pkt 86,4


fungsi masing-masing saker

VII PROGRAM PENELITIAN, MITIGASI DAN PELAYANAN GEOLOGI 3.970,5


A. KEGIATAN PRIORITAS NASIONAL 1.871,8
1. Survei dan Pelayanan Geologi Meningkatnya pemanfaatan hasil survei penelitian, Jumlah wilayah/kawasan pemetaan geologi bersistem dan 2 10 K) 348,7
penyelidikan dan pelayanan geologi bertema
Jumlah peta geofisika bersistem dan bertema yang dihasilkan 2 14 K) 432,1

Jumlah peta geokimia yang dihasilkan, 6 30 K) 34,7

II.L.020.26
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah peta seismotektonik yang dihasilkan , 2 10 K) 15,4


Jumlah peta geomorfologi yang dihasilkan 2 10 K) 15,4
Jumlah peta geologi kuarter yang dihasilkan 2 10 K) 21,8
Jumlah perolehan / pendaftaran sistim mutu 7 35 K) 11,1
2. Penyelidikan dan Pelayanan Sumber Meningkatnya pemanfaatan wilayah keprospekaan Jumlah lokasi Penyelidikan status keprospekan sumber daya 22 110 K) 154,7
Daya Geologi sumber daya geologi Panas bumi
Jumlah lokasi Penyelidikan status keprospekan sumber daya 18 90 K) 480,7
Batubara dan CBM
Jumlah lokasi Penyelidikan status keprospekan sumber daya 5 25 K) 16,6
Gambut dan Bitumen Padat
Jumlah lokasi Penyelidikan status keprospekan sumber daya 28 144 K) 88,4
mineral
Jumlah kegiatan kajian/evaluasi WKP dan WP 8 40 K) 57,5
3. Mitigasi dan Pelayanan Kebencanaan Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan Jumlah Peta Geologi Gunungapi Aktif 2 10 K) 17,7
Geologi penyelidikan di bidang vulkanologi dan mitigasi Jumlah Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Aktif Skala 1 5 K) 8,3
bencana geologi 1:50,000
Jumlah peta yang diterbitkan Peta Zona Kerentanan Gerakan 5 25 K) 34,4
Tanah
Jumlah peta yang diterbitkan Peta Kawasan Rawan Bencana 3 15 K) 15,1
Gempabumi dan Tsunami
Jumlah gunung api yang dipantau untuk kegiatan gunungapi 10 66 K) 50,2
aktif tipe A dari Pos Pengamatan Gunungapi

Jumlah kegiatan pemahaman masyarakat tentang kebencanaan 7 35 K) 3,9


geologi melalui pelatihan kebencanaan, pameran, dan
pembuatan film yang lebih intensif

II.L.020.27
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

Jumlah Pedoman/peraturan/norma Mitigasi Bencana Gunungapi 2 10 K) 8,1


dan Pedoman Gerakan Tanah, Gempabumi dan Tsunami

4. Riset dan Pengembangan Teknologi Meningkatnya pemanfaatan hasil pengembangan Jumlah perangkat sistem monitoring kegunungapian hasil 4 20 K) 13,8
Kebencanaan Geologi metoda dan teknologi dalam mendukung upaya rancang bangun sendiri di 20 gunung api
mitigasi bencana geologi Jumlah
J l h data
d t geokimia
ki i gunungapii di 25 gunungapii 4 25 K) 19,3
19 3
Jumlah kegiatan mitigasi di kawasan Bencana G. Merapi 15 80 K) 24,0

B. KEGIATAN PRIORITAS BIDANG 0 K) 577,2


1. Survei dan Pelayanan Geologi Meningkatnya pemanfaatan hasil survei penelitian, · Terwujudnya museum tsunami NAD yang terpelihara 1 2 K) 82,5
penyelidikan dan pelayanan geologi

2. Dokumentasi Koleksi dan Pelayanan Meningkatnya pemanfaatan informasi geologi bagi · Kegiatan Pengelolaan Museum Geologi untuk 2 10 K) 4,1
Museum Geologi masyarakat meningkatkan pelayanan pengunjung
· Jumlah survei, kajian dan penelitian geologi yang 12 60 K) 3,6
dihasilkan
· Peningkatan jumlah koleksi 1 5 K) 3,5
· Jumlah koleksi geologi yang dipelihara 5 25 K) 1,1
· Jumlah koleksi geologi yang terdata 30.000 150000 K) 6,1
· Jumlah sarana dan prasarana peragaan Museum Geologi 7 Corner/Sudut 74 corner/sudut K) 22,1

3. Penelitian dan Pelayanan Geologi Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian, · Jumlah peta geologi teknik bersistem 1:100,000 6 30 K) 7,5
Lingkungan dan Air Tanah penyelidikan, dan pemetaan bidang lingkungan
geologi dan air tanah · Jumlah peta geologi teknik untuk Infrastruktur 6 33 K) 7,5
· Jumlah lokasi yang telah dilakukan penyelidikan kondisi 9 42 K) 11,2
geologi teknik geodinamik dan infra struktur kawasan andalan
pertambangan

II.L.020.28
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

· Jumlah informasi hasil penelitian geologi teknik 1 5 K) 1,2

· Jumlah kawasan karst terpetakan pada skala 1:50,000 2 10 K) 2,5

· Jumlah lokasi yang dilakukan pemetaan geologi 17 85 K) 21,1


lingkungan untuk tata ruang pada skala 1:100,000
1:100 000
· Jumlah lokasi yang dilakukan pemetaan geologi 7 35 K) 8,7
lingkungan kawasan pertambangan untuk tata ruang pada skala
1:100,000
· Jumlah sumur bor sumber air bersih penduduk di desa 100 500 K) 334,3
tertinggal dan daerah sulit air
· Jumlah rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi 19 96 K) 23,6
dan air tanah, dan pengelolaan tata ruang

· Jumlah peta hidro geologi bersistem skala 1:250.000 5 25 K) 7,5

· Jumlah peta potensi cekungan air tanah skala 1:100.000 2 14 K) 7,5

· Jumlah peta konservasi air tanah 5 15 K) 11,2


4. Mitigasi dan Pelayanan Kebencanaan Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan · Jumlah layanan pemberian rekomendasi teknis hasil 1 5 K) 10,5
Geologi penyelidikan di bidang vulkanologi dan mitigasi mitigasi bencana geologi;
bencana geologi
C. KEGIATAN PENUNJANG 1.521,5
1. Manajemen, Dukungan Teknis, dan Meningkatnya manajemen, dukungan teknis, dan · Jumlah kegiatan penyusunan program, rencana kerja dan 8 41 16,1
Pelayanan Sekretariat Badan Geologi pelayanan administrasi kepada semua unsur di anggaran; laporan dan evaluasi Badan Geologi
lingkungan Badan Geologi

II.L.020.29
KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TARGET TOTAL ALOKASI
PROGRAM/ KEGIATAN
NO SASARAN INDIKATOR 2010-2014
PRIORITAS
2010 2014 (Rp Miliar)

· Terpenuhinya kebutuhan pegawai, sarana parasarana dan 12 60 50,7


lancarnya kegiatan sehari hari perkantoran (bulan)

· Pengembangan organisasi dan kelembagaan Badan 1 1 2,5


Geologi Indonesia
· Jumlah
J l h kegiatan
k i t pengembangan
b jaringan
j i sistem
i t informasi
i f i 1 5 3,0
30

· Jumlah kegiatan pengelolaan data dan informasi Geologi 4 20 12,5

· Jumlah kegiatan pembinaan aparatur, pola karier dan 17 85 41,4


administrasi kepegawaian
· Jumlah PNS Badan Geologi yang dikembangkan 15 90 10,1
kompetensinya
· Jumlah kegiatan publikasi dan diseminasi informasi 7 35 14,4

· Jumlah kegiatan administrasi dan akuntansi keuangan 17 87 45,3


Badan Geologi menuju kesesuaian dengan dengan standar yang
ditetapkan
· Jumlah usulan peraturan bidang geologi 4 16 14,9