Anda di halaman 1dari 5

AGRIBISNIS KELAUTAN

PEMANFAATAN TERUMBU KARANG SEBAGAI POTENSI DAYA TARIK PARIWISATA


DI PULAU GILI LABAK SUMENEP MADURA
Rahbini Efendi, Ahmad Faris Suparno, Ayatullah Humaini, Syaiful Khafidzi, Frida Eta
Pratama, Fajar Miftachul Huda
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura
Jl. Raya Telang, Po. Box 2 Kamal, Bangkalan.
e-mail : fridaeta@gmail.com
ABSTRAK
Gili labak merupakan pulau kecil yang berada di madura yang terletak di
kabupaten Sumenep, berada pada posisi 05 03927,8 LS dan 10603431,0 BT. Ekosistem
terumbu karang di Gili labak merupakan ekosistem utama yang dimanfaatkan oleh
masyarakat setempat. Salah satu pemanfaatan ekosistem terumbu karang di gili labak
adalah sebagai objek pariwisata lokal yang mampu menarik wisatawan lokal maupun
mancanegara.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan terumbu
karang sebagai potensi daya tarik pariwisata untuk meningkatkan perekonomian
masyarakat di pulau gili labak. Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa nilai
manfaat ekosistem terumbu karang yang di peroleh dari beberapa referensi. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa pulau gili labak memiliki potensi daya tarik pariwisata
yang dapat meningkatkan perokonimian masyarakat di gili labak bila ditinjau dari
pemanfaatan terumbu karang.
Keyword : pemanfaatan terumbu karang, potensi pariwisata, gili labak sumenep.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang
terkenal dengan kekayaan keindahan
alam yang beraneka ragam yang
tersebar di berbagai kepulauan yang
ada di Indonesia. Indonesia memilki
banyak potensi dan sumber daya alam
yang belum dikembangkan secara
maksimal, termasuk didalamnya di
sektor pariwisata. Sektor pariwisata
Indonesia merupakan penyumbang
devisa yang signifikan bagi Indonesia.
Pengembangan
kepariwisataan
berkaitan erat dengan pelestarian
nilainilai
kepribadian
dan
pengembangan budaya bangsa, dengan
memanfaatkan
seluruh
potensi
keindahan
dan
kekayaan
alam
Indonesia. Pemanfaatan disini bukan
berarti merubah secara total, tetapi lebih
berarti mengelola, memanfaatkan dan
melestarikan setiap potensi yang ada,
dimana potensi tersebut dirangkai
menjadi satu daya tarik wisata.
Pembangunan
bidang
pariwisata
diharapkan
dapat
memberikan
manfaatbagi masyarakat, karena sektor

pariwisata merupakan salah satu sektor


pembangunan di bidang ekonomi.
Kegiatan pariwisata merupakan salah
satu sektor nonmigas yang diharapkan
dapat memberikan kontribusi yang
cukup besar terhadap perekonomian
Negara. Usaha mengembangkan dunia
pariwisata ini didukung dengan UU No
10 Tahun 2009 yang menyebutkan
bahwa keberadaan obyek wisata pada
suatu
daerah
akan
sangat
menguntungkan,
antara
lain
meningkatnya Pendapatan Asli Daerah
(PAD), meningkatnya taraf hidup
masyarakat
dan
memperluas
kesempatan kerja mengingat semakin
banyaknya pengangguran saat ini,
meningkatkan rasa cinta lingkungan
serta melestarikan alam dan budaya
setempat. (Kementerian Kebudayaan
dan Pariwisata Republik Indonesia,
2011:4).
Pulau
Madura
memiliki
beberapa daya tarik pariwisata yang
bagus, indah, alami, dan elok seperti
tempat pariwisata lain yang berada di
seluruh Pulau di Indonesia ini. Pulau gili
labak Gili labak merupakan pulau kecil
yang berada di madura yang terletak di

AGRIBISNIS KELAUTAN

kabupaten Sumenep, berada pada


posisi 0503927,8 LS dan 10603431,0
BT. Ekosistem terumbu karang di Gili
labak merupakan ekosistem utama yang
dimanfaatkan.oleh
masyarakat
setempat.Ekosistem terumbu karang di
Gili labak merupakan ekosistem utama
yang dimanfaatkan oleh masyarakat
setempat. Perairan Pulau Kangean
sesuai dengan letak geografisnya yang
terdiri dari pulau - pulau dan
laut,memiliki potensi sumber daya
bawah laut yang sangat besar dan
melimpah.Potensi
ini
dapat
dimanfaatkan
untuk
mendukung
perekonomian masyarakat sekitar.
METODE
Penelitian ini dilakukan pada 23
juni 2013 - 30 juni 2013 dengan cara
pengumpulan data dari berbagai
referensi. Adapun jenis data yang
digunakan adalah data sekunder. Data
sekunder adalah data yang berasal dari
jurnal, makalah, internet dll. Model
analisis
yang
digunakan
adalah
mengevaluasi nilai manfaat dari terumbu
karang, adapun nilai yang di evaluasi
adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Langsung
Terumbu Karang

Ekosistem

Manfaat langsung atau Direct Use


Value (DUV) adalah manfaat yang dapat
diperoleh dari ekosistem terumbu
karang misalnya perikanan terumbu,
pariwisata, penelitian, penambangan
karang, ikan hias, dan lain-lain (Fauzi,
2002).
2. Manfaat Tak Langsung Ekosistem
Terumbu Karang
Manfaat tak langsung (Indirect Use
Vakue) adalah nilai manfaat yang
diperoleh dariterumbu karang secara
tidak langsung, misalnya sebagai
penahan ombak, dan lain-lain
3. Manfaat
Pilihan
Terumbu Karang

Ekosistem

Manfaat pilihan dalam penelitian ini


mengacu
pada
biodiversity
(keanekaragamanhayati).
4. Manfaat Keberadaan
Terumbu Karang

Ekosistem

Manfaat keberadaan adalah nilaii


yang diukur dari manfaat yang
dirasakan masyarakat dari keberadaan
ekosistem terumbu setelah manfaat lain
dihilangkan dari analisis.
5. Manfaat
Warisan
Terumbu Karang

Ekosistem

Nilai warisan ekosistem terumbu


karang yang dimiliki tidak dapat dinilai
dengan pendekatan nilai pasar.

HASIL
Hasil
pengamatan
nilai
pemanfaatan terumbu karang dari
pengumpulan berbagai referensi pada
table 1:

PEMBAHASAN
4.1 Manfaat
Terumbu
Karang
Ditinjau dari beberapa aspek
nilai.
Dari uraian hasil diatas dapat
dikatakan bahwa pulau Gili Labak kaya
akan sumberdaya alam yang melimpah,
terutama dalam sektor perikanan dan
kelautan. Salah satu wujud sumberdaya
alam yang melimpah diantaranya adalah
keanekaragaman terumbu karang yang
melimpah. Sumberdaya alam yang
melimpah ini dapat dimanfaatkan dalam
berbagai hal sesuai dengan nilai yang
terkandung didalamnya, pemanfaatan
tersebut diantaranya:
1. Manfaaat
langsung,
manfaat
langsung yang diarasakan oleh
masyarakat setempat adalah
a. Menjadikan ekosistem terumbu
karang
sebagai
budidaya
perikanan, mengingat lokasi pulau
Gili Labak masih jauh dari
kontaminasi
bahan
pencemar
industri,

AGRIBISNIS KELAUTAN

b. Sebagai objek pariwisata yang


masih asri sehingga dapat menarik
wisatawan
lokal
maupun
mancanegara.
Tetapi
karena
sulitnya akses dan minimnya air
bersih (tawar) masih menjadi
kendala dalam mengembangkan
pariwisata pada daerah ini.
c.

Untuk tempat penelitian. Pulau Gili


Labak merupakan tempat yang
cocok digunakan sebagai objek
penelitian,
baik
konservasi,
budidaya atau penelitian yang
bersifat sains lainnya.

d. Ribuan ikan hias


berasosiasi
pada
terumbu karang.

hidup dan
ekosistem

e. Beberapa dari jenis terumbu karang


dapat dimanfaatkan sebagai bahan
umtuk membuat obat
2. Manfaat tidak langsung yang dapat
dirasakan adalah :
a. Sebagai penahan ombak dan
pelindung pantai, karena sebagian
besar karang yang hidup di pulau
Gili Labak sampai perairan dangkal
sehingga dapat terlihat langsung
dari
atas.
Hal
ini
dapat
dimanfaatkan
secara
tidak
langsung sebagai penahan ombak
untuk mengatasi masalah abrasi
yang biasanya banyak dihadapi
beberapa daerah pesisir yang
minim terumbu karang.
b. Sebagai serapan karbon dan
sumber karbon. Karena pada
dasarna tumbuhan maupun biota
yang ada di ekosistem terumbu
karang akan melakukan proses
metabolisme
dan
proses
fotosintesin, dalam proses ini dapat
memanfaatkan karbon yang ada
diudara sehingga juga berfungsi
sebagai serapan karbon.
c.

Manfaat pilihan, yaitu manfaat


berupa nilai yang diberikan oleh
masyarakat atas adanya pilihan
untuk menikmati barang dan jasa
dari sumberdaya alam pada masa
yang akan datang, manfaat yang
dapat diambil dari ekosistem
terumbu karang yang ada di pulau
Gili Labak adalah berupa nilai
keanekaragaman hayati yang ada,

selain itu juga sebagai tempat


berasosiasinya biota laut yang
dapat menciptakan spesies baru.
d. Manfaat keberadaan dari ekosistem
terumbu karang di pulau Gili Labak
adalah sebagai nilai keindahan
yang dapat dinikmati secara
langsung,
sebagai
produsen
penghasil bahan makanan, dan
sebagai wujud pelestarian terumbu
karang yang berkelanjutan.
4.2 Terumbu Karang sebagai objek
pariwisata.
Banyak studi yang dilakukan
untuk memanfaatkan dan melestarikan
ekosistem terumbu karang. Salah
satunya
adalah
melalui
sektor
pariwisata. Pulau Gili Labak terkenal
akan keindahan bawah laut berupa
terumbu karang yang masih tergolong
asri dapat dijadikan sebagai pilihan
destinasi untuk kunjungan pariwisata.
Menariknya lagi, pulau ini dihuni kurang
lebih 35 kepala keluarga yang rata-rata
hanya bisa menggunakan bahasa
daerah pulau Gili Labak ( bahasa
Madura). Akses menuju pulau Gili Labak
sudah dapat digunakan dengan baik.
Sehingga untuk menarik minat para
pengunjung lokal dan mancanegara
mudah. Namun dalam kegiatan Pulau
Gili Labak menjadi kunjungan wisata ini
perlu diperhtikan aspek kelestariannya,
agar
dapat
dimanfaatkan
secara
berkelanjutan mengingat sumberdaya
alam yang melimpah khususnya pada
ekosistem terumbu karang ini sangat
produktif. Apabila ekosistem terumbu
karang ini terganggu maka akan
mempengaruhi
ketekaitan
antara
ekosistem lainnya.
Hal yang perlu diperhatikan dan
dilakukan
untuk
tetap
menjaga
kelesatarian ekosistem terumbu karang
ini adalah dengan membatasi wisatawan
yang akan berkunjung ke Pulau Gili
Labak, menerapkan sanksi untuk
wisatawan maupun penduduk lokal
apabila melakukan eksploitasi yang
berlebihan terhadap ekosistem teumbu
karang, dan perlu adanya kegiatan
konservasi
untuk
mengembalikan
kembali ekosistem terumbu karang yang
sudah rusak. Jadi, pada dasarnya dlam

AGRIBISNIS KELAUTAN

memanfaatkan
ekosistem
terumbu
karang di Pulau Gili Labak sebgai
pariwisata
perlu
memperhatikan
beberapa
nilai
manfaat
yang

berhubungan satu
terciptanya sektor
berkelanjutan.

sama lain agar


pariwisata yang

Tabel 1. Hasil analisis manfaat terumbu karang


No
1

JenisNilai
Manfaat
langsung

Manfaat
tidak lansung

Manfaat
pilihan

Manfaat
keberadaan

Nilai warisan

Definisi
Nilai
ekonomi
yang diperoleh dari pemanfaatan langsung dari ekosistem terumbu karang
Nilai
manfaat
yang diperoleh dari ekosistem terumbu karang secara tidak langsung
Nilai yang diberikan oleh masyarakat atas adanya
pilihan untuk menikmati barang dan jasa dari sumberdaya alam pada
masa yang akan datang
Nilai yang diperoleh dari manfaat
pelestarian ekositem terumbu karang untuk kepentingan generasi
mendatang
Nilai keberadaan
yang diperoleh
dari
sebuah
presepsi adanya sebuah
sumberdaya ekosistem

Contohpemanfaatan
Sebagai budidaya perikanan
Sebagai objek pariwisata
Untuk tempat penelitian
Sebagai tempat penambangan
karang
Sebagai tempat hidup ikan hias
Perikanan tangkap
Sebagai bahan baku obat
Sebagai penahan ombak
Sebagai pelindung pantai
Sebagai serapan karbon
Sebagai biological support
Sebagai sumber karbon
Nilai keanekaragaman hayati dari
terumbu karang
Sebagai penyedia kepiting
Sebagai
penghasil
spesiesspesies ikan baru
Nilai keindahan karang
Sumber bahan makanan
Terjadinya
pemanfaatan
ekosistem terumbu
karang
yang berkelanjutan
Nilai kearifan local terumbu
karang

PENUTUP
Kesimpulan
REFERENSI