Anda di halaman 1dari 1

Prescott dan Dunn (1981) menyatakan bahwa waktu fermentasi etanol yang dibutuhka

n adalah 3 hingga 7 hari.


Prescott SC, Dunn M. 1981. Industrial Microbiology. New York: Mc. Graw Hill Book
Publishing Co. Ltd.
Menurut Bailey dan Ollis (1991), fermentasi media cair dapat dilakukan dengan ti
ga cara yaitu fermentasi sistem tertutup (batch), fermentasi semi sinambung (fed
batch), dan sistem sinambung (continous). Pada fermentasi tertutup, pemanenan d
ilakukan setelah fermentasi berakhir dan tidak dilakukan lagi penambahan kompone
n substrat selama fermentasi berlangsung.
Bailey, J.E. dan D.F Ollis. 1991. Dasar-Dasar Biokimia. Diterjemahkan oleh A.A D
arwis. PAU IPB, Bogor.
Menurut Moat dan Foster (1988),fase adaptasi merupakan masa penyesuaian mikroba
sejak inokulum
diinokulasi ke dalam media fermentasi. Fase adaptasi sangat dipengaruhi oleh kon
disi inokulum yang diberikan. Jika inokulum berasal dari fase eksponensial maka
fase adaptasi akan lebih pendek atau tidak ada sama sekali. Jika inokulum berasa
l dari fase stasioner, maka sel membutuhkan waktu yang lebih lama untuk beradapt
asi karena sel membutuhkan waktu untuk melengkapi kelompok koenzim dan metabolit
esensial untuk pembelahan sel.
Pada penelitian ini inokulum yang digunakan merupakan S. cerevisiae yang telah d
itumbuhkan dala media selama 24 jam sehingga diharapkan S. cerevisiae berada dal
m fase eksponensil dan mampu untuk langsung memfermentasi substrat.
Moat, A.G. dan J.W. Foster. 1988. Microbial Physiology Second Edition. John Wile
y and Sons Inc, New York.
Woolfe, J.A. 1999. Sweetpotato: an Untapped Food Resource. Chapman and Hall, New
York.
Menurut Ramdja dkk. (2010) Substrat yang dapat difermentasikan menjadi etanol ad
alah :
1. Bahan yang mengandung gula, antara lain : tebu dan sisa produknya (molase, ba
gasse, gula bit, buah-buahan, kentang, sorgum, dan lain-lain).
2. Bahan-bahan berpati, antara lain : tapioka, maizena, gandum, padi dan kentang
.
3. Bahan-bahan biomassa lignoselulosa, antara lain : sumber selulosa dan lignose
lulosa yang berasal dari limbah pertanian dan kayu
Ramdja,A.F., Rimma A.S., N. Sihombing. 2010. Pengaruh Waktu, Temperatur dan Dosi
s H2SO4 Pada Hidrolisa Asam Terhadap Kadar Etanol Berbahan Baku Alang-Alang. Jur
nal Teknik Kimia. 17(2):42-54.
Penentuan kadar gula reduksi (Metode Nelson-Somogyi)
Sebanyak 1,0 ml filtrat jernih yang telah disaring dari hasil hidrolisis dimasuk
kan dalam tabung reaksi. Kemudian ditambah dengan 1 ml Reagen Nelson dan dipanas
kan pada penangas air yang mendidih selama 20 menit. Selanjutnya larutan tersebu
t didinginkan di dalam gelas beker yang berisi air dingin sehingga suhu tabung m
encapai 25oC. Setelahlarutan dingin, ditambah 1 ml reagen arsenomolibdat dan dik
ocok sampai semua endapan Cu2O yang ada dapat larut kembali. Selanjutnya larutan
ditambah 7 ml akuades dan divortex sampai homogen. Kemudian absorbansi campuran
diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm.