Anda di halaman 1dari 12

Pimpinan Radio Merapi FM RSPD

Kabupaten Boyolali

Totok Suprapto, ST.


Penata.
NIP. 19751119 200501 1 007.

NASKAH
ILMIAH
DISIARKAN
MEDIA MASSA ELEKTRONIK ( RADIO )

Judul
Bentuk
Disiarkan tgl
Disiarkan oleh
Naskah
Unit Kerja
No.

TULISAN
POPULER
OLEH

: Penanggulangan Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Tomat.


: Uraian
: 5 Maret 2014, Jam : 09.00 s/d 10.00 wib.
: Radio Merapi FM 93,6 ( RSPD) Kabupaten Boyolali.
: Bambang Supriyanto, S.ST.
: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng.

Narrator

Narasi

1.

Operator
Rafi

Para pendengar 93,6 Mhz Merapi FM, Radio Siaran Pemerintah


Daerah (RSPD) Kabupaten Boyolali dimana saja anda berada, pada
kesempatan Info Tani kali ini kita kedatangan Bapak Bambang
Supriyanto, S.ST, Jabatan sebagai Penyuluh Pertanian pada Balai
Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah. Pada siaran
kali ini akan menyampaikan materi dengan topik Penanggulangan
Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Tomat , selamat menyimak...

2.

Narrator /
Bambang

Assalmuallaikum warohmatullohi wabarohkatuh.


Saudara kaum tani dimanapun saat ini berada, selamat jumpa
kembali dalam acara Info Pertanian RSPD Kabupaten Boyolali.
Harapan kami semoga usahatani yang Bapak, Ibu, serta saudarasaudara kelola, baik itu mengenai tanaman pangan, perkebunan,
perikanan atau peternakan bahkan pengolahan hasil berjalan
dengan lancar dan tidak menemui kesulitan.
Nah ! . Para kaum tani di pedesaan siaran kita kali ini adalah
mengenai Penanggulangan Hama Dan Penyakit Pada Tanaman
Tomat.
Tomat merupakan tanaman yang dapat digolongkan sayur maupun
buah. Di Indonesia sendiri tanaman yang memiliki nama ilmiah
Solanum lycopersicum ini dikonsumsi baik dalam keadaan segar,
diolah dengan sayuran, sebagai lalapan dan olahan saus.
Hama yang sering menyerang tanaman tomat antara lain :
Ulat Tanah
Ulat tanah tanaman tomat adalah Agrotis ipsilon. Hama jenis ini
menyerang tanaman tomat di malam hari, sedangkan siang harinya
bersembunyi di dalam tanah atau di balik mulsa PHP. Ulat tanah
menyerang batang tanaman muda dengan cara memotongnya,
sehingga sering dinamakan ulat pemotong. Cara pengendaliannya
dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak
1gram pada lubang tanam.
Ulat Grayak
Ulat grayak tanaman tomat adalah Spodoptera litura. Ulat grayak
menyerang daun tanaman tomat bersama-sama dalam jumlah
sangat banyak, ulat ini biasanya menyerang di malam hari dengan
1

cara memakan daun dan buah tomat. Gejala pada daun berupa
bercak-bercak putih berlubang, sedangkan buahnya ditandai adanya
lubang tidak beraturan di setiap permukaan buah.

Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif


sipermetrin,
deltametrin,
profenofos,
klorpirifos,
metomil,
kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk
pada kemasan.
Ulat Buah
Ulat buah tanaman tomat adalah Heliotis armigera. Bagian tubuh
hama ini diselimuti kutil. Ulat menyerang tanaman tomat dengan
cara mengebor buah sambil memakannya sehingga buah terserang
berlubang. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida
berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos,
metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai
petunjuk pada kemasan.
Kutu Daun
Kutu daun tanaman tomat adalah Myzus persiceae. Kutu mengisap
cairan tanaman tomat terutama daun muda, kotorannya berasa
manis sehingga menggundang
semut. Serangan parah
menyebabkan daun mengalami klorosis (kuning), menggulung dan
mengeriting, akhirnya tanaman tomat menjadi kerdil. Pengendalian
kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin,
tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau
lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan.
Kutu Kebul
Kutu kebul tanaman tomat adalah Bemisia tabaci. Hama berwarna
putih, bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin.
Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun tanaman
tomat sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. Pengendalian
kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin,
tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau
lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan.
Lalat Buah
Lalat buah tanaman tomat adalah Dacus dorsalis. Lalat betina
dewasa menyerang buah tomat dengan cara menyuntikkan telurnya
ke dalam buah tomat, kemudian telur berubah menjadi larva, telurtelur ini akhirnya menggerogoti buah tomat sehingga buah tomat
menjadi busuk. Pengendalian lalat buah dapat menggunakan
perangkap lalat (sexpheromone), caranya : metil eugenol
dimasukkan botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi
horisontal, atau dapat pula menggunakan buah-buahan yang
aromanya disukai lalat (misal nangka, timun) kemudian dicampur
insektisida berbahan aktif metomil. Selain itu, dapat dilakukan
2

penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin,


deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau
dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan.
Nematoda

3.

Operator
Rafi

4.

Narrator /
Bambang

Nematoda tanaman tomat adalah Meloidogyne incognita. Serangan


nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar. Nematoda
merupakan cacing tanah berukuran sangat kecil, hama ini
merupakan cacing parasit penyerang bagian akar tanaman tomat.
Bekas gigitan cacing akhirnya menyebabkan serangan sekunder,
seperti layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau
cendawan lain penyerang akar.
Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif
karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.
Dalam gangguan yang menyerang tanaman tomat antara lain
disebabkan hama dan penyakit, tadi pak Bambang baru
menjelaskan hama yang menyerang tanaman obat, sedangkan
penyakit apa saja pak Bambang ysng menyerang tanaman tomat?
Mohon dijelaskan pak Bambang.
Benar mas Rafi, untuk penyakit yang menyerang tanaman tomat
ada 3 macam mas Rafi juga para pendengar setia Radio Merapi FM
Kabupaten Boyolali yang berbahagia.
Ada tiga macam penyakit yaitu yang disebabkan oleh jamur, bakteri
dan virus.
Sedang yang disebabkan jamur antara lain :
1. Septoria Leaf Spot (Bercak daun septoria)
Penyakit ini merupakan penyakit umum yang terjadi pada tanaman
tomat. Penyakit ini disebaban oleh jamur Septoria lycopersici Speg.
Sering ditemukan didaerah Jawa dan Lampung. Gejala yang terjadi
bila tanaman terserang penyakit ini adalah :
Terdapat bercak yang berukuran relatif kecil.
Bercak berwarna pucat dan hitam membatasi disekelilingnya.
Terdapat juga bintik-bintik hitam yang terdiri atas piknidium
pada bercak yang bewarna pucat tersebut.
Daun yang terserang kan menguning dan layu serta rontok.
Dalam keadaan lembab (hujan) dari yang tadinya panas, berpotensi
menyebabkan tanaman terserang penyakit ini. Selain itu Percikan air
dapat menyebarkan spora .
Untuk menghindarinya, yang anda lakukan sebaiknya :
Jangan biarkan tanaman tomat anda berkerumun, sebelum
tanam sebaiknya beri jarak tanam yang tepat. Hal ini
dilakukan agar anda memberikan ruangan yang cukup untuk
sirkulasi udara dan mebiarkan daun tetap kering.
Hindari penyiraman yang berlebihan dan siramlah bukan
pada daunnya tetapi dasar tanaman.
Penyiraman sebaiknya dilakukan pagi hari, hal ini dilakukan
untuk membuat daun tetap kering sebelum datangnya
malam.
3

Jika tanaman sudah terkena penyakit ini, gunakanlah


fungisida dengan dosis yang tepat.
2. Antraknosa
Antraknosa disebabkan jamur Colletotrichum atramentarium (Berk.
et Br.). Penyakit ini ditemukan didaerah Jawa, Sumatera dan Papua.
Gejala yang biasa terjadi adalah :
Awal mulanya jamur muncul kecil, melingkar dan biasanya
terdapat pada bahu tomat.
Akhirnya bercak atau jamur tersebut membesar dan berseatu
dan daging buah membusuk seluruhnya.
Kemudian terbentuk titik-titik hitam dengan lendir spora yang
berwarna merah jambu.
Spora dapat tersebar melalui percikan air hujan dan sering terjadi
pada cuaca yang hangat pada musim hujan. Untuk menghindarinya
mirip Bercak daun septoria.
3. Layu Fusarium
Penyakit layu fusarium disebabkan jamur Fusarium oxysporum yang
berada didalam tanah masuk melalui akar tanaman muda yang
kemudian menyumbat pembuluh yang memindahkan air keakar dan
batang tanaman. Tanpa air, tentunya tanaman akan layu walaupun
pada malam hari tanaman seakan-akan tidak menunjukkan layu.
Gejala awalnya ialah pada tulang daun dan daun atas, warnanya
terlihat memudar dan kemudian diikuti merunduknya tangaki lalu
tanaman menjadi layu secara keseluruhan. Terkadang muncul juga
akar adventif pada batang. Fusarium umumnya terjadi pada cuaca
yang panas.
Untuk menghindari penyakit ini, sebaiknya dilakukan :
Gunakanlah varietas tomat yang tahan akan penyakit ini.
Karena tanaman layu bukan berarti penyiraman harus
banyak, hindarilah penyiraman air yang berlebih.
Selalu perikasa keadaan tanah anda, jika kering maka
siramlah.
Jika salah satu tanaman anda terserang, buang dan
musnahkanlah tanaman tersebut dan yang terpenting jangan
dijadikan kompos.
Hindari lahan yang sebelumnya bekas pertanaman famili
Solanaceae seperti cabai, terung, tembakau, dan kentang.
Jika tetap memaksa, sebaiknya biarkan lahan tersebut
kosong selam empat sampai 6 tahun karena F. oxysporum
sangat sesuai pada tanah dengan kisaran pH 4,5-6,0 . Anda
juga dapat menanam tanaman lain diluar famili tersebut
seperti kacang dan jagung karena tanaman tersebut tidak
akan terpengaruh.
Jauhkan gulma dari lahan ini, karena dapat menjadi patogen
penyebab penyakit layu fusarium.
Pengendalian :
Gunakanlah kompos jerami 2 minggu sebelum tanam.
4

Gunakan agen hayati untuk mengendalikannya sepertiisolat


Trichoderma, antara lain : T. koningii, T. harzianum,
Gliocladium fimbriatum, dan T. viridae.
4. Hawar Daun (Late Blight)
Penyakit hawar daun disebabkan oleh jamur Phytophthora
infestans, biasa terjadi pada musim hujan yang mungkin datang
pada akhir musim tanam. Penyakit ini menyebabkan bercak-bercak
hijau hitam yang tidak teratur. Buah mungkin memiliki bercak
cokelat yang tidak teratur akibatnya buah menjadi cepat busuk.
Gunakan metode yang sama untuk menghindari hawar daun
seperti Bercak daun septoria.
5.

Operator
Rafi

Pak Bambang mohon dijelaskan Bagaimana langkah-langkah


pencegahan penyakit yang penyebabnya virus yang menyerang
tanaman tomat,pak Bambang?

6.

Narrator /
Bambang

Terima kasih mas Rafi, juga para pendengar setia Radio Merapi FM
Kabupaten Boyolali yang berbahagia.
Tanaman tomat sangat rentan terhadap serangan penyakit yang
disebabkan Virus, sampai saat ini belum ada tanaman tomat yang
tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh serangan virus, dan
jenis penyakit yang disebabkan oleh virus terhadap tanaman tomat
ada lebih dari 18 jenis.
Gejala gejala tanaman tomat yang terserang virus sangat tergantung
pada :
1. Jenis virus yang menyerang
2. Kultivar tanaman inang
3. Keadaan lingkungan
Gejala-gejala ini biasanya terlihat pada daun, warna daun yang hijau
biasanya kalau terserang virus terlihat warna hijau yang tidak
merata. Biasanya tercampur warna kuning atau kecoklatan dan
seperti ada bintik-bintik seperti percikan. Hal ini biasa disebut
mozaik.
Mosaik adalah gejala daun yang memperlihatkan banyak daerah
kecil berubah wama, yang kontras dengan warna asalnya dan
cenderung berupa lingkaran terang seperti cincin. Pola bagian hijau
yang bersiku kontras dengan wama kuning; daerah yang dikelilingi
cincin klorotik yang memberikan mosaik kuning di atas warna hijau.
Jika daerah warna yang berbeda jadi menyatu, akan menghasilkan
gejala belang. TMV dan CMV merupakan contoh penyakit yang
memiliki gejala seperti ini.
- Nekrosis yaitu kematian jaringan yang bisa terjadi pada urat daun,
pada batang berupa garis-garis coklat, berupa bercak pada daun
dan buah serta kematian pada titik tumbuh.
- Kerdil pada tomat ditandai pertumbuhan yang terhambat, ukuran
lebih kecil baik pada bagian morfologi tanaman, daun, cabang
ataupun buah.
- Malformasi yaitu terjadinya perubahan bentuk menjadi tidak
5

sempuma atau tidak normal. Sering terjadi di daun atau buah.


- Klorosis ditandai wama pucat, baik pucat yang menyeluruh atau
hanya berupa bercak saja Vein clearing yaitu warna pucat pada urat
daun sehingga urat daun kelihatan transparan, mengkilap di antara
warna daun yang hijau. (Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi
Jawa Barat 2013).
Langkah Pencegahan menurut Dinas Pertanian Tanaman Pangan
Propinsi Jawa Barat
Pergerakan virus ini hanya bisa terjadi bila ada yang membawa, baik
itu organisme hidup seperti vektor atau pembawa lainnya, bagian
dari tanaman yang terserang maupun manusia atau alat yang
digunakan sewaktu memelihara tanaman.
Untuk mengendalikan virus maka perlu dikenali sifatnya, yaitu :
bagaimana cara penyebaran dan penularannya, dan bagaimana
perbanyakan tanaman tersebut. Ada juga pengendalian virus ini
dengan menggunakan virus tular udara yang dibawa serangga untuk
jenis virus tular tanah.
Beberapa cara untuk mengendalikan virus tomat ini antara lain
dapat dilakukan dengan :
- Tanaman Perangkap
Virus tomat kebanyakan ditularkan melalui serangga. Aphid sebagai
serangga pembawa virus, biasanya menyukai warna kuning cerah,
penggunaan tanaman yang berwarna cerah sedikit banyak dapat
menarik aphid dan serangga lainnya. Pada waktu hinggap aphid
akan menusukkan stilelnya pada inang yangbenar. Sclama aphid
menusuk-nusuk, virus non persisten yang ada pada stiletnya akan
tercuci. Sehingga vims tersebut tidak akan tersebar pada tanaman
tomat. Adapun tanaman yang dapat menjadi penarik (atraktan) bagi
serangga tersebut adalah jenis tanaman kubis kubisan, jagung,
serta bunga matahari.
- Sanitasi dan Eradikasi Sumber Infeksi
Gulma berdaun lebar diyakini sering menjadi inang dari virus ini dan
harus dibersihkan. Begitu pula tanaman tomat yang sudah
menunjukkan terkena serangan harus dibuang secepatnya dan
diganti dengan tanaman yang sehat. Tanaman tomat agar dipangkas
secara hati-hati dalam memilih cabang utamanya agar diperhatikan
sisa-sisa pemangkasan tadi. Kemudian usahakan petani ataupun
buruh tidak membawa rokok ataupun bekas rokok pada areal
tanaman tomat karena rokok ini dapat menularkan virus mosaik
tembakau yang mudah menular secara kontak.
- Penggunaan Benih Sehat
Saat ini hanya tiga jenis virus utama yang menyerang pertanaman
tomat namun sangat penting karena dapat tertular melalui biji.
Penelitian yang berkaitan dengan virus yang terbawa pada benih
mengungkapkan bahwa ternyata dari 41 varietas tomat yang diuji,
sebanyak 13 mengandung virus ToMV.
Meskipun virus lain tidak menular melalui biji, namun bila
tanamannya terserang sebelum berbuah maka cairan buah
6

tomatnya akan mengandung virus. Hal ini bisa menular pada kulit
yang pada akhirnya kemungkinan tertularnya benih di persemaian
tersebut bisa terjadi. Maka dalam hal ini pemilihan benih sehat dan
unggul merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam
mencegah timbulnya penyakit virus tersebut.
- Proteksi Silang
Mengingat belum ada obat untuk menangani penyakit oleh virus,
maka pengendalian yang dilakukan dalam membasmi penyakit
akibat virus ini lebih ditujukan pada upaya untuk pencegahan.
Proteksi silang untuk imunisasi tanaman adalah upaya yang umum
dilakukan pada tomat untuk mencegah infeksi virus yang lebih
ganas. Pemberian imunisasi pada tomat dengan memberikan strain
virus yang telah dilemahkan diharapkan mampu berfungsi sebagai
sparing partner yang nantinya akan memiliki kemampuan untuk
menolak virus yang sama dengan serangan lebih ganas. Adapun
pengaruh pemberian strain virus pada tanaman tomat tidak akan
terlalu merugikan disebabkan gejala yang diakibatkannya juga tidak
terlalu parah sehingga produksinya tidak banyak berkurang.
7.
8.

Operator /
Rafi
Narrator /
Bambang

Bakteri yang sering menyerang tanaman tomat apa saja pak


Bambang?
Rebah Semai
Rebah semai tanaman tomat adalah Pythium debarianum. Rebah
semai biasa menyerang tanaman tomat pada fase pembibitan dan
tanaman muda setelah pindah tanam. Pengendalian kimiawi
menggunakan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb
hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf.
Dosis dosis terendah yang tertera pada kemasan.
Layu Bakteri
Bakteri penyebab layu tanaman tomat adalah Pseudomonas sp.
Penyakit ini sering menggagalkan tanaman, tanaman tomat
terserang mengalami kelayuan daun, diawali dari daun-daun muda.
Upaya pengendalian antara lain dengan meningkatkan pH tanah,
memusnahkan tanaman tomat terserang, melakukan penggiliran
tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari
golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin
sulfat,
asam
oksolinik,
validamisin,
atau
oksitetrasiklin.
Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.
Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat
persiapan lahan, umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran
menggunakan pestisida organik pada tanah, contoh super glio,
wonderfat. dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.
Layu Fusarium
Cendawan penyebab layu tanaman tomat adalah Fusarium
oxysporum. Tanaman tomat terserang mengalami kelayuan dimulai
7

daun-daun tua, kemudian menyebar ke daun-daun muda dan


menguning. Upaya pengendaliannya dengan meningkatkan pH
tanah, memusnahkan tanaman tomat terserang, melakukan
penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi
menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau
propamokarb hidroklorida. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.
Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat
persiapan lahan, umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran
dengan pestisida organik pada tanah, contoh super glio, wonderfat.
dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.
Busuk Phytopthora
Penyakit busuk tanaman tomat adalah Phytopthora infestans.
Penyakit ini dapat menggagalkan budidaya tomat karena menyerang
semua bagian tanaman. Batang terserang ditandai bercak coklat
kehitaman dan kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan
tanaman tomat layu. Daun tomat terserang seperti tersiram air
panas. Buah terserang ditandai bercak kebasah-basahan yang
menjadi coklat kehitaman dan lunak. Pengendalian kimiawi
menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa
digunakan adalah metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil
atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa
digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram.
Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Bercak Bakteri
Bercak bakteri tanaman tomat adalah bakteri Xanthomonas
vesicatoria, berkembang pesat terutama pada musim hujan.
Serangan ditandai adanya bercak berwarna gelap mengkilap.
Pengendalian kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan
antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam
oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan
anorganik seperti tembaga. Dosis/konsentrasi sesuai pada
kemasan.
Bercak Daun Septoria
Penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan Septoria
lycopersici. Cendawan menyerang semua fase pertumbuhan. Gejala
serangan berupa bercak-bercak berwarna coklat yang akhirnya
berubah keabu-abuan pada permukaan daun bagian bawah, tepi
daun berwarna hitam. Pengendalian kimiawi menggunakan
fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah
benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau
tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil,
azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai pada
kemasan.
Lunak Bakteri
8

Penyakit ini disebabkan oleh serangan bakteri Erwinia carotovora.


Serangan pada daun ditandai adanya bercak berair disertai
perubahan warna daun menjadi kecoklatan, terutama daun segar,
serangan pada batang menyebabkan tanaman tomat roboh.
Pengendalian kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan
antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam
oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan
anorganik seperti tembaga. Dosis/konsentrasi sesuai pada
kemasan.
9.

Operator
Rafi

Untuk mengendalikan hama penyakit pada tanaman tomat tentunya


ada teknik cara pemeliharaan tanaman tomat pak Bambang, mohon
dijelaskan pak Bambang?

10.

Narrator /
Bambang

Betul mas Rafi, juga para pendengar setia Radio Merapi FM


Kabupaten Boyolali yang berbahagia.
Dalam
penanaman
tomat
tentunya
ada
teknik
cara
pemeliharaannya.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan tanaman
tomat,
yang
disadur
dari
www.deptan.go.id/teknologi/horti/ttomat.htm, yaitu :
1. Penyiraman Penyiraman dilakukan bila selama pertumbuhan
tanaman jatuh pada musim kemarau yang berkepanjangan
(sesuai dengan kebutuhan). Hal ini dilakukan secara hati-hati
agar tanaman tidak rusak dan diusahakan penyiraman
tanaman pada pagi dan sore hari.
2. Pemupukan
Pupuk yang diperlukan untuk tanaman tomat adalah
a. Pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton per hektar atau
0,5-1 kg per tanaman, yang diberikan seminggu sebelum
tanam.
b. Untuk pupuk TSP dengan dosis 2,5 - 3 kwintal per hektar
atau 10-15 gram pertanaman, yang diberikan seminggu
sebelum tanam.
c. Pupuk Urea diberikan bersamaan saat tanam dengan
dosis 1 kwintal per hektar atau 4-5 gram per tanaman.
Sedangkan pemupukan Urea untuk susulan dilakukan 4
minggu setelah pemupukan pertama dengan dosis sama
seperti pemupukan pertama.
d. Cara pemberian pupuk baik pupuk dasar maupun susulan,
yaitu diletakkan melingkar di sekeliling tanaman dengan
jarak 10-15 cm, kenudian ditutup dengan tanah.
e. Pemupukan dilakukan pada saat awal atau akhir musim
hujan dan juga disesuaikan dengan tingkat kesuburan
tanah setempat.
3. Penyulaman Penyulaman dilakukan bila ada tanaman yang
mati atau pertumbuhannya kurang baik, dan diusahakan
agar bibit tanaman pengganti harus subur pertumbuhannya
9

11.
12.

Operator /
Rafi
Narrator /
Bambang

:
:

serta masih seumur dengan tanaman yang diganti.


4. Penyiangan dan Pembubunan Penyiangan dan pembubunan
dilakukan secara bersamaan setelah tanaman berumur kirakira 1 bulan, yaitu dengan cara membabat atau mencabut
rerumputan, kemudian tanah di sekitar tanaman dibumbun
pada tanaman.
5. Pemberian Mulsa Pemberian mulsa utuk menjaga agar tanah
tetap gembur, mengurangi penguapan, dan menekan
pertumbuhan rerumputan. Mulsa yang digunakan yaitu sisasisa tanaman atau rumpur-rumput kering. Caranya yaitu
mulsa diletakkan dipermukaan tanah di antara tanaman.
6. Pengajiran Pengajiran untuk menghindari agar tanaman
tomat tidak rebah dan memudahkan pemeliharaan. Ajir
dipasang pada saat tanaman berumur 1 bulan atau tanaman
mencapai tinggi kira-kira 40 cm. Ajir dapat digunakan seperti
banbu atau tali.
7. Pemangkasan Pemangkasan dimaksudkan agar dapat
diperoleh buah yang besar dan cepat masak. Pemangkasan
dilakukan sekali atau dua kali sebulan yaitu dengan cara
memangkas bagian pucuk atau cabang ketiga pada batang
pokok, atau cabang kelima pada kedua cabang yang
dibiarkan hidup. Pemangkasan tanaman tomat dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu pemangkasan tunas muda
dan pemangkasan batang.
8. Hama dan Penyakit Adapun jenis hama dan penyakit yang
sering menyerang tanaman tomat yaitu :
a.Hama Jenis Hama Pengendalian/Pemberatasan - Ulat
tanah coklat Kumpulkan larva,kemudian musnahkan atau
disemprot dengan Diptrek 95 SL atau Dusban 20 EC,
dengan dosis 0,1 %. - Ulat buah Semprot dengan
Diazinon 60 EC, dengan dosis 0,2 %.
b.Penyakit Jenis Penyakit Pengendalian - Penyakit Lanas
Cabut dan buang tanaman yang terserang Rhizoetonia
dan Phytium sp. Semprot dengan Dithane M -45 0,2%.
Mohon dijelaskan tentang budidaya tanaman tomat pak Bambang?.
Waduh waduh mas Rafi kalau bertanya sangat mendetail sekali, tapi
saya sangat senang sekali agar para petani kita juga bisa
termotivasi dalam usaha taninya.
Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari
Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini bisa tumbuh optimal pada
kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan sekitar 750-1250 mg per
tahun. Budidaya tomat bisa dilakukan baik di dataran rendah
maupun dataran tinggi, tergantung dari varietasnya. Secara umum
tomat tumbuh pada ketinggian 1-1500 m dpl. Namun budidaya tomat
di dataran tinggi biasanya lebih produktif dibanding dataran rendah.
Dewasa ini terdapat lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam
10

secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi


seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah
seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang bisa ditanam
baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.
Memilih benih tomat
Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan
dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di
dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi
begitu juga sebaliknya.
Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko
penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau
harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya
dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran
(besar) dan bentuk (tidak cacat).
Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan
benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon.
Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang
menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji
yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji
tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).
Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan dalam wadah
yang kering dan steril. Menurut www.alamtani.com, Nop 2013.

13.

Operator
Rafi

Terima kasih pak Bambang atas penjelasannya tentang


Penanggulangan Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Tomat yang
sangat jelas sekali.
Sebelum acara ini diakhiri, mungkin pak Bambang ada pesan-pesan
untuk Para pendengar setia Radio Merapi FM 93,6 RSPD
Kabupaten Boyolali, monggo pak Bambang dipersilahkan.

14.

Narrator /
Bambang

Terima kasih mas Rafi.


Demikianlah, para pendengar setia radio Merapi FM RSPD
Kabupaten Boyolali dimana saja berada tentang Penanggulangan
Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Tomat. Apabila bapak dan ibu
para petani ingin lebih mendalami Inovasi Teknologi Peternakan,
ataupun inovasi Teknologi Pertanian bisa datang untuk konsultasi ke
kantor kami : BPTP Jawa Tengah atau ke Laboratorium Klepu
dengan alamat Jl. Sukarno Hatta no 10 A Kecamatan Bergas
Kabupaten Semarang tepatnya sebelah utara POM Bensin
Karangjati Ungaran.
Sampai jumpa pada siaran Info Pertanian selanjutnya. Terima kasih.
Wassalamuallaikum wr wb.
11

Sumber :
1. infotanam.blogspot.com ... tanaman sayuran 2013.
2. kukuharifwicaksana.blogspot.com
3. Website
Dinas
Pertanian
Tanaman
Pangan
(http://diperta.jabarprov.go.id/) 2013.
4. www.alamtani.com, Nop 2013.
5. www.deptan.go.id/teknologi/horti/ttomat.htm

Provinsi

Jawa

Barat

Tulisan ilmiah di bidang pertanian dengan Judul Penanggulangan Hama Dan


Penyakit Pada Tanaman Tomat dengan Penulis : Bambang Supriyanto, telah
disebarluaskan melalui media massa Radio Merapi FM 93,6 Kabupaten Boyolali
yang merupakan satu kesatuan
Pada tanggal 5 Maret 2014..
Pimpinan Radio Merapi FM RSPD
Kabupaten Boyolali.

Totok Suprapto, ST.


Penata.
NIP. 19751119 200501 1 007.

12