Anda di halaman 1dari 35

menurunnya tekanan pompa air laut pendingin diatas kapal

mv.tuscarora
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pompa sebagai salah satu mesin aliran fluida hidrolik pada dasarnya digunakan untuk
memindahkan fluida tak mampat(incompressible fluids) dari suatu tempat ke tempat lain dengan
cara menaikkan tekanan fluida yang dipindahkan tersebut. Pompa akan memberikan energi
mekanis pada fluida kerjanya, dan energi yang diterima fluida digunakan untuk menaikkan tekanan
dan melawan tahanan-tahanan yang terdapat pada saluran-saluran instalasi pompa.
Pompa air laut pendingin mesin induk merupakan salah satu jenis pompa sentrifugal. Pompa
sentrifugal sebagai salah satu jenis pompa yang banyak dijumpai dalam industri bekerja dengan
prinsip putaran impeller sebagai elemen pemindah fluida yang digerakkan oleh suatu penggerak
mula. Zat cair yang berada di dalam akan berputar akibat dorongan sudu-sudu dan menimbulkan
gaya sentrifugal yang menyebabkan cairan mengalir dari tengah impeller dan keluar melalui saluran
di antara sudu-sudu dan meninggalkan impeller dengan kecepatan tinggi. Cairan dengan kecepatan
tinggi ini dilewatkan saluran yang penampangnya makin membesar (diffuser) sehingga terjadi
perubahan head (tinggi tekan) kecepatan menjadi head tekanan. Setelah cairan dilemparkan
oleh impeler, ruang di antara sudu-sudu menjadi vacum, menyebabkan cairan akan terhisap masuk
sehingga terjadi proses pengisapan.
Beberapa keunggulan pompa air laut sentrifugal adalah harga yang lebih murah, kontruksi
pompa sederhana, mudah pemasangan maupun perawatan, kapasitas dan tinggi tekan (head) yang
tinggi, kehandalan dan ketahanan yang tinggi.
Sistem pendingin adalah salah satu bagian penting pada sebuah kapal yang memerlukan
perhatian yang cukup, karena lancar tidaknya pengoperasian kapal sangat tergantung pada hasil
kerja mesin, sebab dalam mesin diesel dinding silinder selalu dikenai panas dari pembakaran
secara radiasi yaitu: perpindahan panas melalui sinar atau cahaya. Jika silinder tidak didinginkan,
maka minyak yang melumasi torak akan encer dan menguap dengan cepat, sehingga torak maupun
silinder dapat rusak akibat suhu tinggi hasil dari pembakaran.
Kejadian diatas kapal MV.Tuscarora pada saat taruna melaksanakan kegiatan praktek laut
dimana pada saat kegiatan kapal berlayar dimana tekanan dari main sea water cooling
pump mengalami penurunan yang sangat signifikan, sehingga menimbulkan adanya peningkatan
suhu pada media yang didinginkan oleh air laut sebagai pendingin untuk mendukung kelancaran
pengoperasian mesin induk hal ini dikarenakan kurang optimalnya perawatan dan pemeriksaan
terhadap pompa air laut pendingin.
Melihat kejadian diatas pompa air laut sebagai pendingin mesin induk di atas kapal sangatlah
perlu untuk dijaga dan diadakan perawatan yang sifatnya berkelanjutan guna untuk menunjang
pengoperasian permesinan induk diatas kapal.Turunnya performansi pompa secara tiba-tiba dan

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

ketidakstabilan dalam operasi sering menjadi masalah yang serius dan mengganggu kinerja sistem
secara keseluruhan. Salah satu indikasi penyebab turunnya tekanan performansi pompa.
B. PERUMUSAN MASALAH.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas maka, rumusan masalah
yang penulis ambil adalah apa yang menyebabkan menurunnya tekanan pompa air laut pendingin
pada mesin induk di kapal ?
C. TUJUAN PENELITIAN.
Adapun tujuan dan manfaat dari penulisan skripsi penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui bagaimana cara perawatan yang baik bagi pompa khususnya pompa air laut.
2. Sebagai gambaran kepada para pembaca pentingnya perawatan periodic terhadap pompa air laut
sebagai media pendingin pada mesin induk.
D. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Adapun manfaat dari karya ilmiah ini adalah :
1. Secara Praktis
a) Kita dapat mengetahui apa saja yang menyebababkan terjadinya penurunan tekanan pompa air laut
pendingin pada mesin induk.
b) Menyadari pentingnya perawatan dan perbaikan pada pompa air laut pendingin mesin induk.
2. Secara Teoritis
a) Para pembaca dengan mudah dapat memahami hal-hal yang terkait pada sistem pompa air laut
pendingin mesin induk.
b) Sebagai bahan penelitian lebih lanjut.
E. HIPOTESIS
Menurunnya tekanan pompa air laut pendingin pada motor induk di duga disebabkan oleh :
1. Kurangnya isapan dan tekanan pompa air laut.
2. Menurunnya kinerja impeller pada pompa.
3. Kebocoran pada bagian gland packing pompa.

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN POMPA

Dalam kamus besar lndonesia (Depdiknas, 2005 : 52) pump atau pompa itu
dapat diartikan dengan tolak bara , atau balas, atau pemberat. Pengertian dasar
tersebut dapat penulis maknakan dengan pesawat, yaitu pesawat bantu yang biasanya
digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain.
Dalam abad modern sekarang ini, pengertian pompa telah banyak di dapat dari
berbagai buku para ahli tergantung dari sudut atau kondisi mana pompa itu
berada.Jadi, kalau pompa itu berada pada suatu kapal, dan berfungsi untuk
mendinginkan mesin induk yaitu pompa air laut.
Menurut Adji, 1972. Pompa dapat di artikan dengan pesawat bantu, pompa itu
menurutnya adalah pesawat yang pada umumnya dipergunakan orang untuk
memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat yang lainnya.
Menurut Casand, 1993.Mengatakan bahwa pompa sentrifugal adalah pompapompa yang bekerja berdasarkan prinsip.
Gambar 2.1 Pompa sentrifugal
Sumber:http://pipaudara.blogspot.com/2010/04/pompa-sentrifugal.html
Menurut Saputra, 2010. Pompa sentrifugal adalah suatu mesin yang digunakan untuk
memindahkan fluidadengan cara putaran (menaikan tekanan dengan gaya sentrifugal) dan fluida
keluar secara radial melalui impeller.
Pompa sentrifugal termaksud pompa dinamik yaitu energi yang ditambahkan pada cairan
untuk menurunkan kecepatannya, maka tekanannya akan meningkat. Penambahan energinya
diperoleh dengan perputaran impeller lalu fluida masuk ke volute yang berbentuk spiral.
B. PRINSIP KERJA DARI POMPA SENTRIFUGAL
Prinsip dasar kerja dari pompa sentrifugal sebagai berikut:
Gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar sehingga kecepatan
fluida meningkat. Kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh casing pompa ( volute atau difusser )
menjadi tekanan atau head. Cairan dipaksa menuju sebuah impeller oleh tekanan. Baling
baling impeller meneruskan energi kinetik ke cairan, sehingga menyebabkan cairan berputar .
Cairan meninggalkan impeller pada kecepatan tinggi. Impeller dikelilingi oleh volute casing atau
dalam pompa yang digunakan cincin diffuser mengubah energi kinetik menjadi energi
tekanan. berikut ini merupakan bagian atau jalur dan penjelasan masukan dari pipa.
1. Sea Chest dan Sistim Air Laut
Kotak laut (sea chest) adalah suatu perangkat yang berhubungan dengan air laut yang
menempel pada sisi dalam dari pelat kulit kapal yang berada dibawah permukaan air dipergunakan
untuk mengalirkan air laut kedalam kapal sehingga kebutuhan sistem air laut (Sea water sistem)
dapat dipenuhi. Pada kapal-kapal yang berukuran besar, menengah maupun kecil dengan sistem
instalasi permesinan dari mesin induk seluruhnya terletak didalam kamar mesin, pada badan kapal
bawah air menurut peraturan dari Biro Klasifikasi harus dipasang suatu bagian konstruksi yang
disebut sea chest. Karena dari sea chest inilah kebutuhan air laut dalam kapal dapat dipenuhi.

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Antara sea chest dengan sistem-sistem yang memerlukan suplai air laut dihubungkan dengan
perantaraan pipa-pipa dari bermacam-macam ukuran sesuai dengan penggunaannya. Pada pipapipa tersebut terdapat katup-katup yang berfungsi sebagai pembuka dan penutup aliran air laut,
katup tersebut dibuka bila sistem perlu suplai air laut dan ditutup bila sistem sudah tidak perlu lagi.
Misalnya mesin induk dimatikan saat kapal sandar di pelabuhan, maka katup air laut yang menuju
ke mesin induk ditutup, tetapi karena kapal masih memerlukan suplai arus listrik untuk bongkar muat
dari mesin bantu, maka katup air laut yang menuju mesin bantu tetap dibuka. Dengan kata lain
bahwa pembukaan dan penutupan katup pada pipa-pipa perantara tersebut dilakukan sesuai
dengan kebutuhan kapal dalam eksploitasinya, dan diharapkan bahwa sea chest mampu
menyediakan air laut yang dibutuhkan oleh kapal untuk suplai sistem air laut dari kapal diam sampai
kapal bergerak dan beroperasi. Kinerja dari sistem air laut dalam kapal tergantung dari suplai air laut
yang di isap oleh sea chest, jadi sistem air laut dapat beroperasi secara penuh apabila sea chest
mampu mengisap air laut sesuai dengan kebutuhannya
2. Kelengkapan Sea Chest
Supaya dapat melaksanakan pengisapan air laut dengan baik, maka antara sea
chest dengan sistem-sistem yang memerlukan suplai air laut dihubungkan dengan pipa-pipa,
pompa-pompa, katup-katup, katup pengaman untuk yang bertekanan tinggi dan peralatan lainnya
sehingga dapat mensuplai air laut sesuai dengan yang dibutuhkan oleh sistem air laut dalam kapal.
Untuk
merencanakan
bermacam-macam
kelengkapan
dari
sistem sea
chest diharuskan mengacu pada peraturan Biro Klasifikasi, dan selanjutnya kelengkapan dari
sistem sea chest secara garis besar adalah sebagai berikut :
a. Plat dinding sea chest
Sea chest adalah berupa kotak yang menampung air laut terbuat dari baja, padanya dipasang
beberapa pipa-pipa untuk mengalirkan air laut, pipa peniup udara, pipa pembuangan udara dan lainlain, sehingga sea chest dapat bekerja sesuai dengan tujuannya.

b. Strainer
Strainer adalah suatu alat berbentuk kotak atau silinder yang biasanya dipasang pada
pipa ke mesin induk, pipa ke mesin bantu atau pada pipa by pass. Alat ini berfungsi
sebagai jebakan kotoran dari laut, dalam strainer tersebut dipasang filter.
c. Sea Grating
Sea Grating adalah saringan atau kisi-kisi yang dipasang pada sea chest untuk
mencegah masuknya benda-benda yang tidak dikehendaki dari laut ke dalam sistem
pipa dalam kapal, Jadi fungsi Sea Grating adalah menyaring air laut sebelum masuk
kedalam kotak sea chest, yang merupakan saringan awal sebelum air laut masuk
sistem melewati strainer danfilternya. Sea Grating ini di ikat menggunakan baut yang
tahan korosi, yang kemudian baut-baut ini antara satu dan lainnya di ikat atau dikunci
dengan menggunakan kawat agar baut tidak mudah lepas.
d. Pipa Peniup Udara
Pipa ini menghubungkan antara kotak sea chest dengan kompresor atau tabung udara
tekan, yang digunakan untuk meniupkan udara ke kotak sea chest, apabila
saringan sea chest kotor atau tersumbat oleh kotoran-kotoran yang mengakibatkan
suplai air laut keseluruh sistem tidak lancar sehingga mengurangi debit air yang
http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

dibutuhkan. Untuk stop atau meniup udara diatur oleh satu valve yang dapat
dioperasikan secara manual atau otomatis yang dapat dikendalikan dari ruang kemudi.
e. Pipa Pembuangan Udara
Dengan adanya udara yang terjebak dalam kotak sea chest, yang mungkin berasal dari
gelembung-gelembung udara dari haluan yang menyusur dasar kapal dan terjebak di
sea chest, atau kapal sedang oleng atau miring sehingga udara masuk ke sea chest,
dari putaran baling-baling saat kapal mundur atau udara dari sisa tiupan udara
kompresor. Apabila udara dalam sea chest ini dibiarkan akan merugikan seluruh sistem,
terutama pada sistem pendingin mesin. Karena air pendingin yang di isap tidak
sepenuhnya berupa air laut, tapi bercampur dengan gelembung-gelembung udara,
sehingga dapat menyebabkan mesin menjadi panas. Dapat pula berakibat jelek pada
pompa-pompa yang mengisap air dari sea chesttersebut.
f. Katup ( Valve )
Semua sistem perpipaan dalam kamar mesin selalu dilengkapi dengan valve yang
berfungsi sebagai pintu untuk membuka dan menutup aliran air laut, sebagai pengaman
pula bila suatu saat aliran air harus dipompa karena kebocoran, atau karena untuk
pemadam kebakaran dan lain-lain. Untuk ukuran valve harus disesuaikan dengan
ukuran pipanya.
C. KERUGIAN ALIRAN PADA POMPA SENTRIFUGAL
1. Kerugian head dalam jalur pipa ( suction )
a. Ujung Masuk Pipa
Pada pengoperasian pompa untuk daya hisap dari ujung masuk pipa memiliki beberapa
kerugian kerugian. Kerugian secara umum dapat dinyatakan dengan rumus :
hf = f (v2/2g)
.................................................................... (2.1)
Dimana :
hf = kerugian head ( m )
f = koefisien kerugian
v = kecepatan rata-rata dalam pipa (m/s)
g = percepatan gravitasi ( m/s )
b. Kerugian Head Dalam Fittings
Kerugian head dalam jalur pipa, seperti dalam sambungan sambungan pipa dinyatakan secara
umum dengan persamaan :
hf = k V2
............................................................................ (2.2)
2g
Dimana :
hf = kerugian head (m)
K = koefisien kerugian
V = kecepatan rata-rata (m/det2)
Harga koefisien kerugian K dari Appendix pada sambungan -sambungan pipa untuk :

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Belokan 45 K = 0,35 - 0,45


Belokan 90 K = 0,50 - 0,75
Katup terbuka K= 0,25
Katup tertutup K = 3,0
Sambungan T K = 1,5 - 2,0
c. Pembesaran Penampang Secara Mendadak
Pembesaran mendadak pada bagian saluran, terdapat perubahan penampang dari kecil ke
besar dengan demikian terjadi perubahan kecepatan aliran. Untuk kerugian head dapat dinyatakan
dengan persamaan :
hf = ( V1 V2 )2
........................................................... (2.3)
2g
Dimana :
Hf = kerugian head (m)
V1 = kecepatan rata-rata penampang kecil (m/det)
V2 = kecepatan rata-rata penampang besar (m/det)
g = percepatan gravitasi ( 9,8 m/det )
d. Pengecilan Penampang Secara Mendadak
Pengecilan mendadak pada bagian pipa saluran, terdapat perubahan penampang dari besar ke
kecil dengan demikian terjadi perubahan kecepatan aliran. Untuk kerugian head pengecilan
mendadak dapat dinyatakan dengan persamaan:
Head total pompa menurut instalasi sistem pipa tertutup adalah :
H = hf1 + hf2 + hm
......................................................... (2.4)
Dimana:
H=head total pompa (mH2O)
Hf1=kerugian gesek dalam pipa lurus (mH2O)
Hf2=kerugian gesek komponen dari sistem pipa (mH2O)
hm=tahanan dari perlengkapan (mH2O)
e. Head Kerugian Gesek Dalam Pipa
Persamaan dasar untuk menghitung head turun untuk aliran fluida didalam pipa pipa dan
saluran dengan menggunakan rumus
Dimana :
hf = Penurunan Head ( m )
f = faktor gesekan
L = Panjang ( m )
g = kecepatan gravitasi ( m/det2)
v = kecepatan rata rata ( m/det2)
D = Diameter dalam pipa
Aliran laminer atau aliran terbulen dengan memakai bilangan reynolds :
Re = d
........................................................................ (2.6)
V
Re = Bilangan reynold ( tak berdimensi )]
= Visikositas kinematik zat cair ( m2/s )

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

D = diameter dalam pipa ( m )


untuk aliran tertutup, koefisen kerugian gesek dalam pipa dengan rumus empiris menurut cara
Darchy
f = 0,020 + 0,005
........................................................... (2.7)
D
Dimana :
f = koefisien gesek
D = diameter pipa
f. Ujung Keluar Pipa
Kerugian ujung keluar pipa adalah dapat dinyatakan dengan persamaan :
hf= f(V2/2g)
................................................................(2.8)
Dimana :
hf = kerugian head ( m )
f = koefisien kerugian
v = kecepatan rata-rata dalam pipa (m/s)
g = percepatan gravitasi ( m/s )
g. Kerugian Aliran Dalam Satuan Lurus
koefiesien gesekan baru dapat ditentukan walau keadaan aliran diketahui, jenis aliran dapat
ditentukan dengan besarnya angka reynolds dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :
Re = Vm. Vid m3/s
....................................................... (2.9)
atau
Re = Vm.d1 Pn
......................................................... (2.10)
Dimana :
Vid = Visikositas dinamik dalam Pas
Vm = Kecepatan rata rata dalam m/s
d1 = diameter saluran dalam ( m ) karena
Vm = = 4 Qn d12( dalam m/s )................................... (2.11)
maka
Re = 4 Q ( .d1.V )
....................................... (2.12)
Angka reynold menunjukan apakah suatu aliran laminer
h. Kerugian Head Pada Katup
Pada katup atau valve suction terdapat beberapa kerugian ketika cairan melewati, kerugian ini
dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :
hv = m.v ...................................................................................... ( 2.13)
Dimana :
hv = kerugian head katup
m = Koefisien kerugian katup
v = kecepatan rata-rata di penampang masuk katup (m/s)
2. Faktor Tekanan Dalam Impeller pompa
a. Debit Aliran Pada Impeller
Kapasitas air tergantung pada luas penampang. Untuk menyatakan rumus pada aliran didalam
impeller dapat dinyatakan :

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Q = D1. b1

................................................................................. (2.14)
C1

Dimana :
Q = kapasitas aliran ( m3/s )
D1 = diameter impeller ( m )
b1 = Lebar impeller ( m )
C1 = kecepatan masuk aliran ( m/s )
b. Kecepatan Putar Dalam Impeller
Persamaan head teoritis, persamaan ini digunakan untuk menghitung besarnya ketinggian yang
dihasilkan dari kecepatan putar impeller.
H = ( U2Vn2 ) ( U1Vn1 )
......................................... (2.15)
g
Dimana :
U2 = kecepatan putar impeller pada bagian terluar piringan
Vn2 = kecepatan putar fluida melalui bagian terluar impeller.
U1 = kecepatan putar impeller pada bagian mata ( poros )
Vn1 = kecepatan putar fluida melalui bagian mata ( impeller )
g = gravitasi ( m/s )
c. Kecepatan Fluida Pada Impeller
kecepatan fluida dalam impeller dapat dihitung dengan persamaan berikut :
Vnx = Ux Vfx
................................................................... (2.16)
tan
atau
Ux = 2 r N
.................................................................... (2.17)
60
dimana :
Vnx = kecepatan fluida saat melintasi bagian luar impeller ( m/s )
Vfx = kecepatan fluida discharge ( m/s )
= Sudut yang dibentuk cekungan impeller ( degree )
N = kecepatan putar motor ( rpm )
r = jari jari ( m )
d. Putaran Spesifik ( Impeller )
Jenis impeller yang digunakan pada suatu pompa tergantung dari pada putaran spesifknya.
putaran spesifik adalah putaran yang diperlukan pompa untuk menghasilakn 1 m dengan kapasitas
1 m3/s dan dihitung berdasarkan persamaan berikut :
..................................... (2.18)
Dimana :
ns = Putaran Spesifik ( rpm )
nP = Putaran Pompa ( rpm )
Q = Kapasitas Pompa ( m3/s )
Hp = Head Pompa ( mH20 )

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

3. Energi
Dalam pemompaan energi yang diperlukan dengan debit tertentu :
a. Energi Air
Jumlah energi yang diperlukan untuk memompa air tergantung pada volume air yang dipompa
dan head yang diperlukan :
b. Tenaga / daya ( Power )
Tenaga / daya adalah laju penggunaan energi yang biasanya diukur dengan satuan
kilowatt

cara lain menghitung tenaga dan energi adalah menggunakan debit air pompa dari pada volume air
yang dipompa.
Tenaga Air ( kw ) = 9,81 x debit x head
Energi Air = Tenaga Air ( kw ) x waktu operasional
4. Tekanan ( Pressure )
a. Tekanan Air
Tekanan air dalam pipa dapat diukur dengan suatu alat bourdon gauge didalam alat ini terdapat
suatu slang ( tube ) berbentuk lengkung ang akan meregang apabila dibawah tekanan, jika tekanan
1 bar maka air akan naik 10 m untuk persamaan ini dapat dinyatakan:
Head Tekanan
= 0,1 x Tekananan ( Kn/ m2 ) .......... (2.21)
= 10 x Tekanan ( Bar )
b. Tekanan Atmosfir
Tekanan dari atmosfir mempengaruhi berbagai faktor terhadap permukaan bumi.
persamaannya yaitu :
Tekanan atmosfir = 100 kN/m2 = 1 bar = 10 meter kolom air
Persamaan matematis kerugian tekanan didalam saluran sirkuler
hubungan antara head dan tekanan
kerugian head ( head loss )
Dimana :
= kerugian tekanan

5.

d = diameter pipa
V = kecepatan aliran
F = faktor fiksi
L = panjang pipa
g = gravitasi
h = head
Daya Penggerak Pompa
a. Daya Air.
Energi yang secara efektif diterima oleh air dari pompa persatuan waktu dapat
dinyatakan dengan persamaan berikut :
Pw = 0,163. y. Q. H .......................................... (2.25)
Dimana :

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Pw = Daya air ( kw )
Q = kalor jenis air
H = head total pompa
b. Daya Poros
Daya yang ditetapkan untuk menggerakan sebuah pompa adalah sama dengan daya air
ditambah kerugian daya dalam pompa yang dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :
P = Pw
................................................................................... (2.26)
P
Dimana :
P = Daya poros ( kw )
Pw = Daya air ( kw )
P = Efiesensi Pompa ( % )
c. Daya Nominal
Meskipun daya poros ditentukan untuk menurut rumus diatas daya nominal penggerak mula
yang dipakai untuk menggerakan pompa harus tetap ditentukan dengan rumus sebagai berikut :
Pm = P ( 1 + )
................................................................. (2.27)
t
Dimana :
Pm = Daya nominal
P = Daya poros
= Faktor cadangan
t = Efisiensi Transmisi
6. Katup Isap Bawah ( Foot Valve )
Katup hisap bawah merupakan sebuah komponen yang harus ada pada pompa non-self
priming. Fungsi dari katup hisap bawah (foot valve) adalah :
a. untuk mencegah benda-benda asing yang tidak diinginkan masuk bersamaan dengan terhisapnya
air,
b. untuk mempertahankan air didalam pipa hisap sehingga mengurangi priming time dari pompa
tersebut. Fungsi yang pertama dipengaruhi oleh desain saringan (strainer), yang merupakan
komponen yang tidak terpisahkan dari unit katup hisap bawah.
7. Efisiensi Pompa
Efisiensi sebuah media didasarkan kepada besarnya energi yang dapat diubah menjadi
bentuk energi yang lain untuk pompa sentrifugal. efisiensi menyeluruh sebuah pompa sentrifugal
adalah perbandingan ( ratio ) energi hydraulic sebagai keluaran ( output ) dan energi masukan
( input ) dan dinyatakan dengan persamaan :
Dimana :
Np = efisiensi pompa
Pw = energi hydraulic atau daya yang diberikan ke air oleh sudu sudu yang berputar dalam impeller.
Ps = Daya yang diberikan oleh elektromotor ke poros pompa
Energi hidrolik ditentukan dengan :
Pw = Q x H x GR
.................................................................... (2.29)
6128

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Jadi
Np = Q x H x GR

................................................................... (2.30)
6128 x Ps

Dimana :
Q = Debit aliran dalam L / men
H = Tinggi tekan ( Head ) dalam ( m )
GR = Gravitasi jenis air
Input power ( Ps ) dapat diukur dengan menggunakan dinamometer yaitu :
Ps = t .w
..................................................................................... (2. 31)
atau
MgR
Ps = 2HN ................................................................................ (2.32)
60
Dimana :
t = torsi elektromotor ( N/m )
w = kecepatan sudut ( rad/det )
M = Beban yang digunakan untuk membalancing torsi ( N )
R = Panjang lengan torsi ( n )
N = Putaran Pompa ( rpm )
g = Percepatan gravitasi bumi ( m/det2)

D. INSTALASI DAN PENEMPATAN POMPA.

1.
2.
3.
4.

Yang dimaksud dengan instalasi pompa adalah suatu perlengkapan yang terdiri dari bagianbagian yang dibutuhkan untuk keperluan pemompaan. Adapun instalasi pompa itu adalah:
Pompa dan peralatannya.
Pipa-pipa penyalur.
Saringan.
Pipa-pipa pemasukan.
Instalasi pompa yang memerlukan tempat penyimpanan air adalah kalau air dari hasil
pemompaan itu tidak langsung dipergunakan atau air itu dipergunakan untuk bermacam-macam
kebutuhan.Mengenai
penempatan
pompa
tergantung
padajenis pompa
yang
akan
dipakai. Mengenai pompa air laut pendingin pada mesin induk pada dasarnya menggunakan pompa
sentrifugal (pompa impeller): Tujuan pompa-pompa ini adalah untuk mempermudah dan melayani
pompa supaya dengan cepat dapat bekerja. Terutama untuk pompa-pompa kecil dan harus dapat
digunakan dan digerakan, misalnya pompa-pompa pemadam kebakaran. Biasanya tidak dipakai
sebagai pompa yang bekerja sendiri melainkan dipasang satu poros dengan poros pompa
sentrifugal.
Hal ini dimaksudkan agar diwaktu menggerakannya didalam pompa ini terdapat suatu ruang
hampa udar. Didalam pompa ini terdapat sebuah kipas dan diberi sudu-sudu radial secara luar pusat
terhadap rumah pompa yang selalu tetap terisi air. Ketika kipas berputar maka air yang berada

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

didalam sudu dilontarkan keluar yaitu kedinding dan terjadilah suatu gelang air dengantebal yang
sesuai.

Gambar 2.2 Instalasi Cooling Sea Water System


E. PRINSIP DASAR POMPA SENTRIFUGAL
Menurut Rahadian, 2008. Prinsip prinsip dasar pompa sentrifugal ialah sebagai berikut:
i. Gaya sentrifugal bekerja pada impeler untuk mendorong fluida ke sisi luar sehingga kecepatan fluida
meningkat
ii. Kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh rumah pompa (volute atau diffuser) menjadi tekanan
1. Cara Kerja Pompa Sentrifugal
Menurut Suharto, 2008.yangmenjelaskan tentang cara kerja pompa sentrifugal ialah cairan
masuk ke impeler (impeller eye) dan bergerak ke arah radial diantara sudu sudu impeler (impeller
vanes) hingga cairan tersebut keluar dari diameter luar impeler. Ketika cairan tersebut meninggalkan
impeler, cairan tersebut dikumpulkan didalam rumah pompa (casing).Salah satu
desain casing dibentuk seperti spiral yang mengumpulkan cairan dari impeler dan menggerakannya
ke discharge nozzle.Discharge nozzle dibentuk seperti suatu kerucut sehingga kecepatan aliran
yang tinggi dari impeler secara bertahap turun.Kerucut ini disebut diffuser (diffuser).Pada waktu
penurunan kecepatan di dalam diffuser, energi kecepatan pada aliran cairan diubah menjadi energi
tekanan.
berikut merupakan bagian bagian dari pompa air laut pendingin mesin induk jenis sentrifugal
1. Bagian Pompa Sentrifugal
Gambar 2.3 Pompa sentrifugal
1) StuffingBox
Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros pompa menembus
casing.

Gambar 2.4 Stuffing Box


Sumber:http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://9.bp.blogspot.com
2) Gland Packing
Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing pompa melalui poros.
Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.
Gambar 2.5 Gland Packing
Sumber:http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com
3) Shaft(poros)
Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama beroperasi dan tempat
kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar lainnya.
Gambar 2.6 Shaft (poros pompa)
Sumber:http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://2.bp.blogspot.com

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

4) Shaft Sleeve
Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan pada stuffing
box. Pada pompa multi stagedapat sebagai leakage joint, internal bearing
dan interstage atau distance sleever.
Gambar 2.7 Shaft Sleeve
Sumber:http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://11.bp.blogspot.com
5) Vane
Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.

Gambar 2.8 sudu atau vane impeler


Sumber:http://www.google.co.id/imgres?
imgurl=http://7.bp.blogspot.com

6) Casing
Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemen yang berputar,
tempat kedudukandiffusor (guide vane), inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran
dari impeller.

Gambar 2.9 Casing Pompa Sentrifugal

Sumber:http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://5.bp.blogspot.com
7) Eye Of Impeller
Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.

Gambar 2.10 sisi masuk impeller

Sumber:http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://11.bp.blogspot.com
8) Impeller
Impeller berguna sebagai pemutar media zat cair, dan merubah energi kecepatan menjadi
tekanan (tekanan pembawa naik atau ketinggian naik pompa) bentuk impeller dan sudut harus
disesuaikan dengan jenis zat cair.

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Gambar 2.11 Jenis jenis impeler


Sumber:http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://6.bp.blogspot.com
9) WearingRing
Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati bagian
depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara memperkecil celah antara
casing dengan impeller.
Gambar 2.12 Wearing Ring
10) Ball bearing
Ball bearing adalah sebagai penahan gesekan. Sehubungan dengan jumlah putaran per menit
yang tinggi, maka ball bearing mempunyai gaya gesekan yang kecil, akibatnya rendeman mekanik
diperbesar.
Gambar 2.13. Ball bearing
Sumber :http//www.hibearing.com/product-angular-contract- ball-bearing/8471/angular-contract-bearing.html
2. Klasifikasi pompa sentrifugal
Menurut suswono (2011), menjelaskan bahwa pompa sentrifugal dapat diklasifikasikan
berdasarkan :
a. Kapasitas :
1) Kapasitas rendah
< 20 m3 / jam
2) I stage Kapasitas menengah 20 60 m3/ jam
3) Kapasitas tinggi
> 60 m3 / jam
b. Tekanan discharge :
1) Tekanan rendah
<5 kg / cm2
2) Tekanan menengah
5 50 kg / cm2
3) Tekanan tinggi
> 50 kg / cm2
c. Jumlah / susunan impeler dan tingkat :
1) Single stage
: Terdiri dari satu impeler dan satu casing
2) Multi stage : Terdiri dari beberapa impeler yang tersusun seri dalam satu cesing
3) Multi impeler : Terdiri dari beberapa impeler yang tersusun paralel dalam satu cashing

d.
1)
2)
e.
1)
2)
f.
1)
2)

Posisi poros :
Poros tegak
Poros mendatar
Jumlah suction :
Single suction
Double suction
Arah aliran :
Radial flow
Axial flow

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

3) Mixed flow

Pompa sentrifugal, untuk menggerakkan pertama kali akan dapat bekerja


dengan 2 macam cara yaitu :
1) Pompa-pompa sentrifugal yang tidak dapat menghisap sendiri :
Untuk dapat bekerja, pompa harus diisi zat cair terlebih
dahulu. Cara
pengisiannya dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yaitu :
a) Memakai Ejektor
Di atas pompa dipasang ejektor yang dapat menghisap air dari ruang pompa
sampai vakum, dengan demikian zat cair akan dari permukaan isap secara berangsurangsur melalui pembuluh isap. Sampai seluruh pompa berisi zat cair dan zat cair
terbawa oleh ejektor. Sebuah ejektor dapat bekerja dengan uap, angin yang
dimanfaatkan atau zat cair di bawah tekanan. Sebagai catatan, kalau memakai zat cair,
maka zat cair ini sedapat mungkin di usahakan sama dengan zat cair yang akan
dipompa
b) Memakai Corong Pengisi
Corong pengisi ditempatkan diatas rumah pompa diisi dengan zat cair sampai
rumah pompa terisi penuh.Cara ini digunakan pada pompa-pompa kecil juga disini di
gunakan sebuah katup kaki didalam pembuluh isap dan sebuah kran pelepas
udara. Kalau pompa itu terisi penuh,penutup tekan tetap ditutup, mesin penggerak
dapat digerakkan dapat digerakkan sampai putaran kerja telah tercapai dan tekanannya
telah tinggi, maka penutup tekan dapat dibuka secara perlahan-lahan. Penutup tekan
itu akan terbuka semua dan pompa akan bekerja seperti yang telah ditentukan.
Pada pompa sentrifugal tekanannya tidak pernah dapat naik lebih tinggi dari pada
tekanan kerja, berlawanan dengan pompa plunyer, di mana sebuah penutup tekan yang
tidak boleh tertutup karena akan merusak alat-alat lainnya.
2) Pompa-pompa sentrifugal yang mengisap sendiri
Tujuan pompa-pompa ini adalah untuk mempermudah dan melayani pompa
supaya dengan cepat dapat bekerja.Terutama untuk pompa-pompa kecil dan harus
dapat digunakan dan digerakan,misalnyapompa-pompa pemadam kebakaran.pompapompa jenis ini dilengkapi dengan alat yang namanya pompa gelang air.Didalam
pompa ini terdapat sebuah kipas dan diberi sudu-sudu radial secara luar pusat terhadap
rumah pompa yang selalu terisi air.
3. Keuntungan Dan Kerugian Pompa Sentrifugal
Gambar 2.14. Pompa pemasukan dua sisi dengan pengaliran masuk 2 tingkat

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

(Sumber :www.wikipedia.com tentang pompa sentrifugal)


a. Keuntungan-keuntungan pompa sentrifugal terhadap pompa plunger antara lain:
1) Ongkos pembelian dan perawatan murah
2) Bobot dan fondasi kecil.
3) Ruang atau tempat kecil
4) Kemungkinan langsung digerakkan oleh tenaga penggerak.
5) Kapasitas tenaga yang lebih bear dari pompa plunger.
b. Kerugiann-kerugian pompa sentrifugal terhadap pompa plunger adalah :
1) Rendemen pompa sentrifugal lebih rendah dari pada rendemen pompa plunger terurtama jika
penghasilan kecildan tinggi kenaikannya besar. Tetapi untuk jam kerja yang terbatas pompa seperti
ini untuk penggulingan dan pompa pemadam api, rendemen ini tidak begitu penting dan lebih
banyak keuntungan pompa sentrifugal.
2) Kerugian pompa sentrifugal lainnya yaitu dalam pemakaian yang normal pompa-pompa itu tidak
dapat menghisap sendiri sehingga terlebih dahulu harus dipancing sebelum dijalankan.
5). Priming Pada Pompa Sentrifugal
Sebagian besar pompa sentrifugal tidak bisa priming. Dengan kata lain, casing pompa harus
diisi dengan
cairansebelum pompa dimulai, atau pompa tidak
akan
dapat berfungsi. Jika casing pompa menjadi
penuh
dengan uap atau
gas,impeller pompa menjadi gas terikat dan
tidak
mampu memompa. Untuk memastikan
bahwa pompa jenis sentrifugal tetapprima dan tidak menjadi gas-terikat, pompa sentrifugal yang
paling berada di bawah tingkat sumber dari mana pompa adalah untuk mengambil hisapnya. Efek
yang sama dapat diperoleh dengan memasok cairan ke suction pompa di bawah tekanandisediakan
oleh pompa yang lain ditempatkan di garis hisap. Berdasarkan cara pembagiannya priming pada
pompa sentrifugal dibagi menurut :
a. Priming Pompa dengan pasokan hisap di atas pompa
b. Priming pompa dengan pasokan hisap bawah pompa
F. FENOMENA KAVITASI
1. Proses Dan Efek Yang Ditimbulkan
Kavitasi dikenal sebagai masalah terbesar dalam operasi pompa sentrifugal. Oleh karena itu
penting untuk diperhatikan proses terjadinya kavitasi, gejala-gejala yang muncul, dan bagian-bagian
pompa yang rentan terhadap kerusakan akibat kavitasi ini.
Kavitasi terjadi bila tekanan fluida pada saat memasuki pompa turun hingga di bawah tekanan
uap jenuhnya (pada temperatur lingkungan), gelembung-gelembung uap kecil akan mulai
terbentuk. Gelembung-gelembung uap ini akan terbawa oleh aliran fluida dan masuk pada daerah
yang bertekanan lebih tinggi, sehingga gelembung akan pecah dan menimbulkan suara berisik dan
getaran. Selain itu performansi pompa akan turun secara tiba-tiba sehingga pompa tidak dapat
beroperasi dengan baik. Jika pompa dijalankan dalam keadaaan kavitasi secara terus-menerus
dalam jangka waktu lama, maka permukaan dinding saluran di sekitar aliran akan termakan
sehingga menjadi berlubang-lubang. Peristiwa ini yang dinamakan erosi kavitasi, sebagai akibat
tumbukan gelembung-gelembung uap yang pecah pada dinding.

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Gambar 2.15. Penurunan Tekanan Pada Pompa Sentrifugal

Bagianbagian yang sering terkena kavitasi adalah sudu-sudu impeler dan difuser dan juga
bagian dalam dinding rumah pompa. Pada pompa diagonal dan pompa aksial (propeller pumps),
kavitasi terjadi pada sudu impeler dekat sisi masuk, pada bagian dalam dari dinding rumah pompa,
dan pada sisi masuk sudu difuser.
Penurunan tekanan pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :
a. Kenaikan gaya angkat statis (static lift) dari pompa sentrifugal
b. Penurunan tekanan atmosfer seiring dengan bertambahnya ketinggian/elevasi
c. Penurunan tekanan absolut sistem, seperti dijumpai pada pemompaan fluida dari tabung vakum.
d. Kenaikan temperatur fluida yang dipompa.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa terjadinya kavitasi akan mengakibatkan beberapa
kerugian sebagai berikut :
1) Penurunan head dan kapasitas pemompaan
2) Penurunan efisiensi pompa
3) Pecahnya gelembung-gelembung uap saat melalui daerah yang bertekanan lebih tinggi akan
menyebabkan suara berisik, getaran dan kerusakan pada beberapa komponen
terutama impeller dan disfuser.
2. Beberapa Metode Pencegahan Terjadinya Kavitasi
Fluida yang dipompa akan menguap ketika tekanan menjadi sangat rendah atau temperaturnya
terlalu tinggi, sehingga akan memacu terjadinya kavitasi. Untuk mencegah penguapan fluida ini,
beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
a. Menaikkan Besarnya Head Statis Pompa
1) Menambah ketinggian level fluida dalam tangki
2) Menaikkan posisi tangki
3) Meletakkan pompa dalam sebuah sumuran penampung
4) Mengurangi kerugian head pada pipa
5) Memasang pompa penguat (booster pump)
6) Memberi tekanan pada tangki penyalur
b. Menurunkan Temperatur Fluida Yang Dipompa
1) Menginjeksi fluida pendingin pada sisi isap (telah banyak dilakukan)
2) Mengisolasi pipa-pipa dari sinar matahari
c. Menurunkan Besarnya NPSH Yang Diperlukan (Npshr)
1) Menggunakan pompa isap ganda (double suction pump). Hal ini dapat menurunkan NPSHr hingga
27%.
2) Menggunakan pompa dengan kecepatan yang lebih rendah
3) Jika dimungkinkan dapat digunakan inducer, hal ini dapat mengurangi NPSHr hingga 50%.
4) Menggunakan beberapa pompa yang lebih kecil
G. KOROSI PADA INSTALASI

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Korosi dapat diartikan sebagai kerusakan logam yang oleh keadaan sekitar ini antara
lain adalah udara lembab, bahan kimia, air laut, gas, dan sebagainya. Maka dari itu korosi dapat
digolongkan dalam bentuk serta penyababnya adalah sebagai berikut :
Penyebab dari korosi dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:
1. Korosi Kimia
Logam akan berkarat dapat direncanakan sebagai proses kimia yang sederhana. Oksigen yang
terdapat pada atmosfir dapat bergabung dengan logam-logam membentuk lapisan oksida pada
permukaannya. Kemudian untuk berkaratnya besi dan baja tidak dalam oksidasi yang sederhana,
diperlukan adanya udara dan air dimana besi tidak akan berkarat pada udara yang kering dan juga
pada air murni. Maka dari itu korosi dapat terjadi melalui proses kimia yang sederhana.

2. Korosi Elektrolit
Pada dasarnya korosi elektrolit adalah korosi kimia juga walaupun sedikit lebih kompleks.
Seperti pada arus listrik yang terdiri dari arus partikel yang bermuatan negative ( elektron ) mengalir
dari seng ke tembaga atau dari anoda ke katoda. Dimana seng adalah anodic terhadap tembaga.
Sehingga apabila logam-logam itu dihubungkan kedalam suatu elektrolit, seng akan mengurai dan
berkorosi lebih cepat dari pada dicelupkan sendiri kedalam elektrolit tersebut. Maka dari itulah dalam
penguraiannya seng akan melindungi baja ringan dari korosi. Pelapisan dengan seng untuk baja
ringan dikenal dengan istilah pelindung berkorban.
H. KERANGKA PEMIKIRAN
Segala sesuatu yang digunakan pasti akan mengalami kerusakan, hal ini berlaku pada
semua jenis permesinan danpesawat jika digunakan terus - menerus akan mengalami kerusakan
dan kesalahan yang mungkin bisa terjadi, meskipun pabrik pembuatnya sudah melakukan
pengawasan dan uji coba semua barang produksinya dengan baik sebelum sampai pada
konsumennya. Namun ada beberapa sebab, misalnya perawatan yang kurang memenuhi syarat
atau karena kesalahan pengoperasian dalam jangka waktu tertentu sehingga menimbulkan
kerusakan
pada komponen tersebut.
Jadi
untuk dapatmenentukan
kerusakan
pada komponen pompa air laut pendingin mesin induk, maka kita dapat melihat atau
membaca padainstruksi buku manual (instruction manual book)karena telah disusun langkahlangkah untuk mencari kerusakan komponentersebut, disertai gambar dan cara-cara
menanggulanginya dengan didasari pengetahuan tentang cara kerja bagian - bagian pompa air laut
tersebut. Maka akan memudahkan dalam menentukan kerusakan yang terjadi.
Dalam hal ini penulis mengambil permasalahan tentang penyebab menurunnya tekanan
pompa air laut pendingin dari standar normal dan bagaimana cara perawatannya agar tetap
berfungsi dengan normal. gambar dibawah ini menunjukan skema dari kerangka pikir tentang
menurunnya tekanan pompa air laut pendingin mesin induk.
Gambar 2.16 Kerangka pikir

Menurunnya tekanan pompa air laut pendingin mesin induk


Jam Kerja
( Running Hours )
http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Komponen Pompa Air Laut :


Stuffing box
Impeller
Ball Bearing
Gland packing
Shaft
Shaft sleeve
Vane
Cashing
Wearing ring
Eye of impeller
Kurangnya perawatan berencana dan insendential pada pompa
Tekanan Masuk Normal = 3 kg/cm2
Tekanan Keluar Normal = 4,3 kg/cm2
faktor faktor Penyebab terjadinya penurunan pada pompa air laut pendingin mesin
induk jenis sentrifugal.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. JENIS DAN LOKASI PENELITIAN
Penelitian yang digunakan penulis di dalam melakukan pengamatan tentang menurunnya
tekanan pompa air laut pendingin mesin induk yaitu di kapal MV.Tuscarora berbendera LIBERIAN
yang merupakan salah satu dari armada kapal dari perusahaan Amaltia Marine Inc. Athens,
GREECE Yang dimana waktu yang digunakan dalam melaksanakan penelitian dan pengumpulan
data-data yang diperlukan adalah 12 bulan selama taruna melaksanakan praktek laut diatas kapal
tersebut.
B. BATASAN ISTILAH
Adapun batasan istilah mengenai faktor penyebab menurunnya tekanan pompa air laut
pendingin mesin induk untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman sehingga dibuat beberapa
istilah antara lain :
1.
TDH = Total Dynamic Head, yaitu besarnya head pompa. Merupakan selisih antara head
discharge dengan head suction; terkadang disebut head atau total head.
2.

BEP = Best Efficiency Point, yaitu kondisi operasi dimana pompa bekerja paling optimum.

3.
NPSHr = Net Positive Suction Head required, yaitu nilai head absolut dari inlet pompa
yang dibutuhkan agar tidak terjadi kavitasi.
4.
NPSHa = Net Positive Suction Head available, yaitu nilai head absolut y ang tersedia
pada inlet pompa.

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

5.
Kavitasi, yaitu kondisi dimana terjadinya bubble (gelembung udara) di dalam pompa akibat
kurangnya NPSHa (terjadi vaporisasi) dan pecah pada saat bersentuhan dengan impeller atau
casing. Agar tidak terjadi kavitasi, maka NPSHa harus lebih besar dari NPSHr.
C. DATA DAN SUMBER DATA
1. Jenis Data
Jenis data data yang digunakan dalam menunjang pembahasan penulisan skripsi ini
diperoleh data dan sumber data dari :
a. Data primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dari tempat penelitian yang terdiri
atas observasi secara langsung ditempat penulis praktek laut di atas kapal. Observasi,yaitu metode
yang dilakukan penulis dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung pada bagian dan
unit-unit instalasi pompa pendingin air laut khususnya bagian yang merupakan kaitan dari judul
yang penulis angkat pada penulisan kertas kerja skripsi ini. Berdasarkan pada pengalaman pada
waktu penulis mengadakan praktek laut di kapal
b. Data sekunder
Data sekunder merupakan data pelengkap dari data primer yang didapat dari sumber kepustakaan
seperti literature, bahan kuliah serta hal-hal lain yang berhubungan dengan penelitian ini.
2. Sumber Data
Adapun data data yang digunakan dalam penulisan skrpisi ini didapat dari :
a. Buku buku yang berhubungan dengan pompa air laut jenis sentrifugal yang didapat di
perpustakaan.
b.

Literatur literatur yang di dapat dari internet.


c. Laporan laporan dan data pengamatan langsung tentang kejadian yang didapat dari kapal.

D. INSTRUMENT PENELITIAN
1. Observasi
Observasi atau pengamatan kegiatan adalah setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran,
pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengajukan pertanyaanpertanyaan.
2. Wawancara
Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh
pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam dengan
alat perekam.
E. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
Data dan informasi yang diperlukan untuk skripsi ini dikumpulkan melalui :
a. Metode Lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara peninjauan langsung
pada objek yang diteliti. Data dan informasi dilakukan melalui : Observasi, yaitu mengadakan

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

pengamatan secara langsung di lapangan dimana pada saat penulis melaksanakan praktek diatas
kapal.
b. Tinjauan kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca dan
mempelajari literatur-literatur, buku-buku dan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan masalah
yang bahas untuk memperoleh landasan teori yang akan digunakan dalam membahas masalah
yang diteliti.
F. TEKNIK ANALISIS DATA
Kegiatan yang dilakukan setelah memulai langkah-langkah untuk menganalisa yaitu untuk
mengadakan penelitian di kapal untuk mengetahui situasi dengan bekal pengetahuan yang di
dapatkan dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh diolah sesuai dengan teori dan metode
yang telah kita tetapkan dari awal sebelum kita melakukan pengumpulan data. Data yang telah kita
olah kemudian kita analisa hasil yang diperoleh.
G. TABEL JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN
Untuk melaksanakan kegiatan penelitian diperlukan suatu jadwal atau schedule sehingga
tercapai suatu penyusunan yang efektif dalam penelitian ini :
Tabel Jadwal Penelitian 3.1

TAHUN 2010-2013
BULAN
N
O

Nama
Object

5
2

1
2

4
5

Diskusi buku
referensi
Membahas
judul
Pemilihan
judul &
bimbingan
Penetapan
judul
Seminar
judul
Penyusunan
/ judul
penelitian
Pengambila
n data
penelitian

Praktek laut

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

7
8
9
10
11

Penetapan
judul untuk
proposal
Penyusunan
proposal
Seminar
proposal
Bimbingan
skripsi
Seminar has
il

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. DESKRIPSI HASIL PENELITIAN
1. Deskripsi Data
Berikut ini adalah beberapa gambaran dari pengalaman atau data data yang pernah dialami
oleh penulis pada waktu melaksanakan praktek laut di MV Tuscarora. Selama penulis melaksankan
praktek laut penulis menemukan permasalahan yang terjadi pada pompa air laut ,dan pada skripsi
ini penulis mencoba mengambarkan permasalahan yang pernah dialami antaranya:
a. Kurangnya Isapan Dan Tekanan Pompa Air Laut
Pada saat kapal MV. Tuscarora berlayar pada tgl 21 juni 2011 pompa sedang
bekerja tiba- tiba saja isapan pada pompa air laut menurun dari tekanan keluar normal turun
menjadi 3,8 bar dari normalnya, mengetahui hal itu oiler jaga langsung menghidupkan pompa air
laut nomor dua dan langsung mematikan pompa yang bermasalah tersebut, setelah pompa nomor
dua bekerja dengan baik barulah melaporkan kejadian itu kepada masinis jaga yang
kemudian dilaporkan ke masinis yang bertanggung jawab. Setelah mendapat laporan tersebut
dengan di Bantu oleh cadet segera mengecek pompa dengan membawa peralatan yang di
perlukan. Dalam pelaksananya masinis hanya mengecek katup-katup pada instalasi pompa saja,
dan ternyata katup-katup tersebut memang sudah harus di ganti dengan yang baru karena banyak
terdapat kerak di sekelilingnya,sehinga kinerja dari pompa tersebut menjadi terganggu. Setelah
katup-katup tersebut diganti dengan baru,kemudian di adakan pengetesan terhadap pompa tersebut
ternyata isapan yang di hasilkan masih tetap tidak berubah.Kemudian masinis melakukan
pengecekan pada sistem instalasi penataan pipa yang
berhubungan dengan pompa air laut tersebut agar dapat menemukan penyebabnya, namun tidak di
temukan adanya kerusakan pada sistem instalasi pompa air laut tersebut. akhirnya masinis
melaporkan kejadian itu kepada kepala kamar mesin (KKM). dan mengusulkan untuk di adakan

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

perbaikan secara menyeluruh (over houl) terhadap pompa tersebut. Setelah di adakan
pembongkaran terhadap semua komponen pada pompa tersebut ternyata banyak di temukan
kotoran sampah dan kerang-kerang kecil menyumbat pada impeller yang dapat menyebabkan
isapan dan tekanan dari pompa tersebut berkurang. Seperti yang telah ditemukan oleh penulis
diatas kapal tentang pengadaan suku cadang, bahwa pengadaan tersebut masih kurang dengan
apa yang diharapkan oleh orang yang berada diatas kapal khususnya pada bagian mesin, dan
kurang tersusunnya manajemen untuk pemakaian dan penerimaan suku cadang diatas kapal, itu
dilihat dari kebutuhan suku cadang yang selalu kekurangan serta kurangnya perhatian dari pihak
perusahaan tentang pengadaan suku cadang. Hal ini akan mempengaruhi proses yang menyangkut
perawatan dan perbaikan pesawat pesawat yang ada diatas kapal. Serta buruknya kualitas dari
suku cadang tersebut membuat perawatan tidak optimal, karena dari bahan yang tidak sesuai
mengakibatkan ketahanan dari suatu benda tersebut tidak akan lama.
b. Menurunnya Kinerja Dari Impeller Pada Pompa.
Selain permasalah tekanan pada pompa air laut penulis juga pernah mengalami pada saat
pompa dijalankan terdapat bunyi dan putaran yang tidak normal, setelah dicek ternyata sumber dari
suara dan getaran tersebut adalah diakibatkann impeller terkikis oleh kotoran. akibat dari kinerja
impeller pada pompa yang mengakibatkan getaran pada pompa dapat mengakibatkan bagian
bagian dari pompa menjadi ikut terpengaruh oleh getaran tersebut, sehingga pompa tidak dapat
bekerja secara optimal dan menyebabkan produksi dari pompa menurun. Zat cair yang telah masuk
kedalam ruang impeller akan ditekan keluar oleh pompa dengan tenaga penggerak motor listrik
disini zat cair akan ditekan keluar oleh impeller akibat gaya sentrifugal dengan dihubungkan satu
poros dengan motor listrik
melalui saluran keluar yang berbentuk konis. Permulaan dari rumah keong adalah bagian
yang sempit, kemudian melebar semakin jauh semakin lebar dan akhirnya keluar dari bagian ini
adalah bagian yang paling lebar dan cairan itu akan bergerak dan menuju kearah keluar munuju
cooler-cooler yang ada
c. Kebocoran Pada Bagian Gland Packing Pompa
Pada saat taruna melaksanakan kegiatan praktek laut sering sekali ditemukan adanya
kebocoran pada bagian gland packing pompa berupa kebocoran air yang mulanya sedikit dan akan
bertambah jika semakin lama tidak diperhatikan hal ini berdampak langsung pada tekanan keluar
pompa yang sering turun dari normalnya . Umumnya terjadi kerusakan dan bocorpada bagian gland
packing pompa tidak mudah dihindari dan waktu/umur pakai susah untuk diprediksi kapan akan
terjadi kerusakan. Kerusakan packing banyak disebabkan oleh kesalahan pemasangan ,tidak
mengikuti prosedur yang benar atau tidak mengikuti petunjuk yang diberikan oleh produsen
packing. Selama peneliti melaksanakan pengamatan kebocoran gland packing sangat sering
dijumpai pada pompa pendingin air laut sehingga hal ini lama kelamaan jika tidak ditangani dengan
serius akan menimbulkan penurunan pada kapasitas tekanan pompa.

2. Analisa Data

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Pada bagian ini diperoleh data-data dengan spesifikasi pada pompa air laut pendingin mesin
induk berdasarkan Engine
Ship
Particular M.V.Tuscarora salah satu
unit
kapal berbendera LIBERIA milik Amalthia
Marine
yang dibuat oleh Dalian
Ship
Yard Building, CHINA yang merupakan type kapal BULKERIER ( Curah ) dengan :
Spesifikasi Pompa Pendingin Air Laut Mesin Induk pada MV.Tuscarora
Maker
: Naniwa Pump Mfg.co.,ltd
Type
: FBSV 450
Model
: Horizontal Centrifugal,
Capacity
: 200 / 30 m3 / h
Suction Bore
: 450 mm
Delivery Bore
: 450 mm
Total Head
: 20 / 50 m
Suction Head
: -5 m
Speed
: 1750 rpm
Motor Output
: 45 kw
W.T.P
: 4.5 kg / cm2
HYD Test Pressure
: 5 Kgf / cm2
Power Source
: 440 V, 60 HZ, 3 Ph
Penulis akan menguraikan data-data yang ada dan menjelaskan penyebab dari timbulnya
masalah pada pompa air laut serta mencari hubungannya dari permasalahan tersebut dangan caracara mengatasi permasalahan tersebut :
a. Data pengamatan pompa air laut pendingin selama praktek di Kapal MV. Tuscarora meliputi :

1) Pendataan mingguan.
Tabel 4.1 Pendataan mingguan tentang tekanan masuk dan tekanan keluar pompa air laut.

Waktu
pengamata
n
18 / 01 /
2011
19 / 01 /
2011
20 / 01 /
2011
21 / 01 /
2011
22 / 01 /
2011

Tekanan
masuk (kg/cm
)

Tekanan
keluar (kg/cm
)

3 kg/cm

4,3 kg/cm

3 kg/cm

4,3 kg/cm

3 kg/cm

4,3 kg/cm

3 kg/cm

4,3 kg/cm

3 kg/cm

4,3 kg/cm

Keteranga
n
Kondisi
normal
Kondisi
normal
Kondisi
normal
Kondisi
normal
Kondisi
normal

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

23 / 01 /
2011
-

3 kg/cm

4,3 kg/cm

Kondisi
normal

Sumber : MV. Tuscarora


Pengamatan terhadap rumah pompa (casing perhatikan bila ada keretakan, kebocoran akibat
korosi).
Pengamatan packing apabila terjadi kebocoran
Pelumasan pada shaft pompa
Gambar 4.1 Diagram Pengamatan Mingguan
Sumber : MV.Tuscarora

2) Pendataan bulanan
Tabel 4.2 Pendataan bulan tentang pengamatan tekanan masuk dan tekanan keluar pompa pendingin air laut.

Waktu
pengam
atan

13 / 01 /
2011
08 / 02 /
2011
23 / 03 /
2011
26 / 04 /
2011
10 / 05 /
2011
19 / 06 /
2011
28 / 07 /
2011
16 / 08 /
2011

Tekan
an
masu
k
(kg/c
m)
3
kg/cm

3
kg/cm

3
kg/cm

3
kg/cm

3
kg/cm

3
kg/cm

3
kg/cm

3
kg/cm

Tekan
an
kelua
r
(kg/c
m)
4,3
kg/cm

4,3
kg/cm

4,1
kg/cm

3,8
kg/cm

4,2
kg/cm

4,1
kg/cm

4,1
kg/cm

4,1
kg/cm

Keterangan

Kondisi normal

kondisi normal
Bocor
(penggantiangland paking)
Overhaul,penggantianballbearin
g,impeller,
gland paking
Kondisi normal
Bocor (penggantian
gland paking)
Kondisi normal
Kondisi normal

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

27 / 09 /
2011
24 / 10 /
2011
03 / 11 /
2011
01 / 12 /
2011

3
kg/cm

2.9
kg/cm

3
kg/cm

3
kg/cm

4,0
kg/cm

4,2
kg/cm

4.2
kg/cm

4.2
kg/cm

Penggantian gland paking dan


gemuk
Kondisi normal

Kondisi normal

Kondisi normal

Sumber : MV. Tuscarora


- Pengamatan atau penggantian paking dan gland paking pada rumah pompa dan poros pompa
- Pengamatan atau pengantian ball bearing, impeller dan baut, kopling.
- Pengamatan terhadap motor listrik antaranya ball bearing, kelurusan poros, kekencangan ikatan
kabel, pengecekan carbon brush bila ada.
Gambar 4.2 Diagram Pengamatan Bulanan Pompa
Sumber : MV.Tuscarora
3) Pengamatan tahunan
Hal hal yang perlu diamati adalah :
- Keausan pada bagian-bagian yang berputar, terutama besarnya celah pada cincin perapat.
- Korosi didalam rumah pompa.
- Keadaan katup-katup dengan bagian yang bergerak seperti katup tekan dan katup isap.
- Kelurusan poros. Harus dilakukan pelurusan kembali setelah pompa dibongkar dan dipasang.
Berdasarkan pengambilan data di atas, untuk mengetahui terjadinya penurunan tekanan pada
pompa air laut dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
. D (Pp - Pz)..................................................... (4.1)
di mana :
p = tekanan pompa (kg/cm2)
D = diameter impeller
Pp = tekanan keluar (kg/cm2)
Pz = tekanan masuk (kg/cm2)
Contoh.
1) Pada tanggal 13/02/2011 tekanan masuk pompa air laut yaitu 3 kg/cm 2 dan tekanan keluar adalah
4.3 kg/cm2 pada keadaan normal.
Diketahui :
D = 450 mm = 4.5 cm
Pp = 4.3 kg/cm2
Pz = 3 kg/cm2

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

Dit. P = .....?
Penyelesaian :
. D(Pp - Pz)
= 0.785 x 4.5 ( 4.3 - 3)
= 4.5 kg/cm2
2) Pada tanggal 23/03/2011 tekanan masuk pada pompa air laut yaitu 3 kg/cm 2 dan tekanan keluarnya
4.1 kg/cm2 dalam keadaan tidak normal disebabkan karena terjadinya kebocoran dan harus
mengganti gland packingnya.
Diketahui :
D = 450 mm = 4.5 cm
Pp = 4.3 kg/cm2
Pz = 3 kg/cm2
Dit. P = .....?
Penyelesaian :

. D(Pp - Pz)
= 0.785 x 4.5 ( 4.1 - 3) = 3.88 kg/cm2
Tabel 4.3 Hasil perbandingan antara tekanan normal dan tidak normal

No.

Tanggal

1.
2.

13/02/2011
23/03/2011

Tekanan
masuk
3 kg/cm2
3 kg/cm2

Tekanan
keluar
4. kg/cm2
4.1 kg/cm2

Tekanan
akhir
4.5 kg/cm2
3.88 kg/cm2

Keterangan
Normal
Tidak normal

Sumber : MV. Tuscarora


Berdasarkan data pada tabel 3 diatas tentang hasil perbandingan antara tekanan normal
dan tekanan tidak normal didapat kesimpulan bahwa hasil akhir dari tekanan normal yaitu
4.5 kg/cm2 sedangkan tekanan tidak normal yaitu 3.88 kg/cm 2, tekanan yang tidak normal
disebabkan karena terjadinya kebocoran dan harus mengganti gland packingnya.
B. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
1. Mengapa terjadi penurunan tekanan pompa air laut pendingin mesin induk dari standar normal ?
Tidak bekerjanya pompa atau kapasitasnya lebih rendah dari ketentuan dapat disebabkan beberapa
kemungkinan yaitu :
i. Kurangnya isapan dan tekanan pompa air pendingin
ii. Menurunnya kinerja dari impeller pada pompa
iii. Kebocoran pada bagian gland packing pompa
Kalau salah satu dari penyebab itu terjadi pada pompa, maka pompa akan mendapat
gangguan yang menyebabkan kapasitas dan tekanan dari pompa menurun. Bahkan kalau yang
terjadi adalah putaran kipas atau lengkung sudunya salah arah, mungkin kenaikan manometrik yang
harus dilawan pompa terlalu besar, maka pompa kemungkinan sama sekali tidak menghasilkan zat
cair, atau jelasnya tidak memompa misalnya : dua penyebab atau tiga dan empat atau semuanya
terjadi bersama-sama. Ini berarti pompa itu dapat dinyatakan rusak dan tidak dapat dipakai lagi
karena untuk mengatasi semua itu membutuhkan waktu yang lama. Sekarang ditinjau satu persatu
penyebab itu dan pula bagaimana cara mengatasinya, seperti dibawah ini :

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

ompa Air Laut


a. Membersihkan saringan utama pompa air laut secara rutin diatas kapal, saringan utama pada
instalasi air laut sangat menunjang kelancaran pengoperasian pompa. Tetapi diadakan pembersihan
saringan utama pompa tersebut, maka setiap kali pula zinc anoda pada saringan itu diperiksa
apakah masih dapat dipakai atau harus diganti, hal ini sangat berpengaruh terhadap biaya
penyediaan. Dan akhirnya cara ini sering dilakukan hanya pada pelabuhan tertentu saja yaitu
pelabuhan yang sangat kotor dan keruh.
b. Mengembalikan proses korosi untuk mencegah terjadinya kebocoran serta terkikisnya impeller.
Banyak cara atau proses yang dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi, maka semakin
mempermudah pula pemecahan masalah yan dikehendaki. Sehingga paling cocok dilakukan karena
sangat mudah dikerjakan dengan banyak adanya alternatif pemecahannya. Dan itupun juga tersedia
diatas akapal dan hanya dibutuhkan keahlian dari seorang masinis untuk menerapkan hal ini.
Secara baik dan tepat pada penerapannya.
c. Saringan isap tertutup kotoran
Saat kapal masuk keperairan dangkal baik pantai maupun sungai yang terdapat kotoran terutama
plastik maka sampah,
dan lumpur tersebut akan menghalangi aliran isap dari pompa air laut pendingin. Cara
mengatasinya adalah dengan membersihkan saringan. Oleh sebab itu selama kapal memasuki
perairan dangkal maka kita harus menggunakan sea chest di sisi atas agar sampah tidak ikut terisap
oleh pompa.
d. Adanya kebocoran di pembuluh isap.
Kebocoran di pembuluh isap akan menyebabkan udara masuk kedalam pembuluh isap. Ini
berlawanan dengan kebocoran di pembuluh tekan. Pengaruh kebocoran di pembuluh isap ternyata
lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan kebocoran di pembuluh tekan. Karena udara yang
masuk itu mengakibatkan ruang yang tidak terisi oleh cairan pembuluh tekan, ini berarti mengurangi
jumlah cairan yang masuk kedalam pompa. Udara akan ikut mengalir dengan cairan masuk
kedalam rumah pompa, bila dibiarkan maka rumah pompa akan terisi oleh udara sehingga tidak
terjadi kevacuman dalam rumah pompa dan akhirnya akan mengisi rumah pompa sampai ke batas
permukaan poros. Kalau ini terjadi maka penghasilan pompa akan berkurang banyak sekali,
kemungkinan pompa ini tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kebocoran pada pembuluh
isap ini dapat diatasi dengan jalan yaitu tempat yang bocor tersebut ditutup atau dilas. Apabila pada
waktu bekerja terjadi kebocoran sebaiknya kita sumbat dahulu pipa tersebut dengan karet atau
sandal, jika tidak memungkinkan kita dapat matikan pompa dan menjalankan pompa cadangan dan
kemudian pompa yang mengalami kerusakan bisa kita adakan perbaikan.
e. Zat cair mengandung zat-zat padat dan kotor atau lumpur.
Zat-zat padat dan kotoran yang terisap dapat menyumbat pembuluh sudu kipas dan kotoran
tersebut dapat pula membuat sempitnya pembuluh tadi. Untuk mencegah hal ini agar tidak terjadi,
maka pompa itu harus memakai saringan yang baik dan dapat menahan kotoran dan zat-zat padat
itu. Maka dalam hal ini dapat dipakai saringan yang besar sehingga kecepatan zat cair pada lubanglubang saluran pada saringan dapat lancar.Jika kipas tersumbat atau saringan pada lubang-lubang
laluan, maka hal ini dapat diatasi dengan jalan membersihkan dari sumbatan-sumbatan itu atau
dengan jalan menghentikan kerja pompa. Untuk menghindari agar

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

kotoran dan zat-zat padat tidak terisap disekitarnya, sarangan harus dibuat rumah sarangan. Ini
agar cairan yang terisap oleh saringan telah benar-benar bersih dalam arti cairan itu tidak
mengandung zat-zat padat atau kotoran.
b. Menurunnya Kinerja Impeller Pada Pompa
a. Menurunnya tekanan pompa air laut disebabkan karena terjadinya penyumbatan pada impeller oleh
kotoran-kotoran, keran-keran atau binatang laut yang masuk melalui sea cest sehingga
menyebabkan terjadinya penurunan tekanan pompa ait laut. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan
pada kondisi ini yaitu dilakukan pembersihan pada saringan sea cest dan membersihkan impeller
pompa dengan cara memnyogok celah-celah pompa dari kotoran-kotoran, kran-keran atau binatang
laut yang terhisap oleh sea chest dan masuk keimpeller pompa melalui katup isap.
b. karena adanya kotoran, keran-keran dan binatang laut pada sudu-sudu impeller dalam waktu yang
lama dan sudu-sudunya
tidak dibersihkan dari kotoran sehingga lama kelamaan sudu-sudunya akan mengalami keausan
dan rusak sehingga menyebabkan terjadinya penurunan tekanan pada pompa air laut dan kapasitas
air laut yang dihasilkan tidak mksimal atau berkurang. Adapun hal-hal yang dapat kita lakukan yaitu
dengan cara menmbersihkan sudu-sudu impeller dari kotoran dan apabila terjadi keausan pada
impeller maka harus mengganti impeller pompa tersebut agar tekanan pada pompa tetap normal.
c. Kebocoran Pada Bagian Gland Packing Pompa
a. Temperature dan kebocoran pada kotak packing.
Kebocoran dari kotak packing harus berupa tetesan zat cair yang jumlahnya tidak lebih dari 0,5
cm3/s. jika jumlah tetesan lebih dari ini, penekan packing harus dikencangkan pelan-pelan dan
merata dengan mengencangkan kedua mur secara bergantian sampai tetesan menjadi normal.
Pengencangan yang berlebihan akan menyebabkan packing menjadi panas. Jika hal ini terjadi
maka mur penekan harus dikendorkan dan sementara pompa berjalan, mur penekan dikendorkan
untuk membocorkan zat cair lebih banyak selama beberapa saat kemudian penekan packing
dikencangkan kembali secara lebih baik. Adapun temperature kotak packing yang masih diijinkan
adalah tidak lebih dari 30 C diatas temperature zat cair yang di pompa. Karena itu untuk pompa air
kebocoran ini dalam jumlah sedikit justru diperlukan untuk pendinginan dan pelumasan packing
untuk banyak zat cair diperbolehkan .jika kebocoran tidak mengecil setelah penekan packing di
kencangkan dan pompa di oprasikan beberapa jam,maka packing harus di ganti dengan yang
baru. pergantian di lakukan dengan cara sebagai berikut:sediakan packing dalam jumlah ukuran
yang sesuai, masing-masing potongan packing harus dapat menutup penuh tanpa celah pada
belakanganya.bila packing di pasang pada poros,arah anyamanya harus sesuai dengan arah
putaran poros. Belahan dari packing-packing yang saling berdekatan harus di susun membentuk
180 dimasing-masing bagian packing dimasukan satu persatu di rapatkan,setelah semua dimasukan
penekan packing di pasang dan di keraskan secukupnya, jangan memasang belahan packing dalam
satu garis karena akan mudah bocor.
b. Jika dipakai perapat mekanis, keadaan di pandang norkal
jika tidak ada kebocoran yang dapat di lihat dengan mata. Jika ada kebocoran pada saat
dilakukan uji coba, oprasi dapat di teruskan jika kebocoran berhenti setelah beberapa waktu maka

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

keadaan normal sudah di capai. Namun pada pompa aksial, katup pembocoran udara harus di buka
sebelum katup keluar di tutup.
C. PERAWATAN PADA POMPA AIR LAUT PENDINGIN MESIN INDUK
Untuk melaksanakan kegiatan perawatan atau pemeliharaan secara fisik terhadap pompa
air laut beserta instalasinya, pelaksanaannya dengan menggunakan strategi perawatan yang
diantaranya :
1. PERAWATAN BERENCANA
a. Pemeriksaan pendahuluan sebelum pompa dijalankan pompa yang baru selesai dipasang atau
sudah lama tidak dipakai harus terlebih dahulu diperiksa sebelum dijalankan.
1) Pembersihan pada katup hisap dan pipa hisap.
Jika selama perawatan instalasi pompa ada benda asing, kotoran atau sampah yang masuk ke
dalam pipa hisap, maka pompa akan mengalami gangguan yang serius karena itu pompa harus
diperiksa sebelum dicoba dan benda-benda yang dapat mengganggu dan merusak harus
disingkirkan, perhatian khusus perlu diberikan kepada pompa yang menggunakan perapat mekanis.
Dalam beberapa kasus tertentu paking tekan harus dipakai terlebih dahulu di dalam kotak paking
pompa dalam pelaksanaan perawatan atau pemeliharaan serta mempermudah dalam mengatasi
kerusakan atau perbaikan pesawat pompa dan instalasinya dimanapun kapal berada.
2) Pemeriksaan kelurusan
Kelurusan poros pompa dan motor harus diperiksa. Hal ini diperlukan karena kelurusan dapat
berubah oleh berbagai hal sebagai berikut :
3) Perubahan (distrasi) rumah pompa karena pemuaian dan mengerutan pipa-pipa.
4) Perubahan bentuk struktur bangunan dan kedudukan ketidaklurusan yang terjadi pada pompa dalam
jangka panjang akan menimbulkan keausan yang cepat pada bantalan serta getaran yang besar
pada pompa dan motornya.
5) Pemeriksaan minyak pelumas bantalan.
Gemuk dan minyak untuk bantalan harus diperiksa kebersihan dan jumlahnya.
6) Pemeriksaan dengan memutar poros.
Poros harus dapat berputar dengan halus jika diputar dengan tangan.
7) Pemeriksaan pipa alat Bantu.
Semua katup system pipa pembantu seperti pipa pendingin harus terbuka penuh, jumlah dan
tekanan air pendingin dan air pelumas harus sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
8) Pemeriksaan katup sorong.
Katup sorong yang dipasang ditengah pipa hisap pada hisapan dengan dorongan harus dipastikan
dalam keadaan terbuka penuh.
9) Priming.
Pompa harus dipancing dengan mengisi penuh pompa dan pipa hisap dengan zat cair.
10) Pemeriksaan arah putaran.
Pemeriksaan arah putaran biasanya dilakukan dengan terlebih dahulu melepas kopling yang
menghubungkan pompa dan motor penggerak. Motor dihidupkan sendiri dan diperiksa putarannya.
11) Penanganan katup keluar pada waktu star.
Pada waktu star, katup sorong pada pipa keluar harus dalam keadaan tertutup penuh. Setelah
pompa distar, katupnya lalu dibuka pelan-pelan dan manometer diamati terus sampai menunjukan

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

tekanan normal sebagaimana dinyatakan dalam spesifikasi pompa operasi dalam keadaan katup
tertutup tidak boleh berlangsung terlalu lama karena zat cair di dalam pompa akan menjadi panas
sehingga dapat menimbulkan berbagai kesulitan dalam keadaan katup tertutup pompa tidak boleh
dijalankan lebih dari 5 menit.
b. Pemeriksaan pada kondisi operasi
Ada beberapa hal yang perlu diperiksa serta cara penilaian kasar tentang kondisi pompa baik pada
waktu uji coba, maupun pada waktu operasi.
1) Pembacaan manometer dan ampermeter
Tekanan keluar dan tekanan hisap harus sesuai atau mendekati harga yang telah ditentukan atau
diperhitungkan sebelumnya, serta tidak boleh berfluktuasi secara tidak normal. Jika ada benda asing
yang menyumbat atau ada udara yang terhisap, maka tekanan akan jatuh atau akan berfluktuasi
secara tidak normal.
2) Arus listrik yang dikonsumsikan harus lebih rendah dari pada yang dinyatakan pada label motor,
arus ini tidak berfluktuasi secara tidak normal. Jika ada benda asing atau pasir yang terselip pada
cela-cela sempit antara impeller dan rumah pompa, arus listrik dapat berfluktuasi secara tidak
normal sebelum impeller macet.
c. Penanganan pompa cadangan.
1) Pompa cadangan (standby pump) harus dipersiapkan untuk dapat di star setiap saat. Minyak
pelumas, air pendingin bantalan dan air perapat untuk kotak packing harus siap dialirkan bila
diperlukan.
2) Pompa cadangan harus dioperasikan secara periodic jika tidak pernah dijalankan bagian dalam
pompa dapat berkarat sehingga tidak dapat berputar. Dalam hal ini pompa perlu dijalankan
sedikitnya sekali sebulan atau sekali seminggu selama kurang lebih 10 menit dalam keadaan
normal.
3) Penanganan pompa yang tidak dipakai dalam jangka waktu yang lama.
a) Jika pompa tidak akan dioperasikan dalam jangka waktu lama, zat cair didalam pompa harus
dibuang dan pompa dikeringkan.
b) Permukaan-permukaan pada bantalan, poros penekan packing dan kopling, harus dilumasi minyak
atau zat untuk penahan korosi.
Ketentuan selanjutnya yang dipakai sebagai dasar untuk melaksanakan pemeriksaan rutin adalah
menentukan bagian yang diperiksa beserta jangka waktunya. Atas dasar petunjuk ini kondisi mesin
pada saat pemeriksaan dibandingkan dengan harga standart yang diperoleh dari pemeriksaanpemeriksaan sebelumnya. Adapun frekuensi tersebut sebagai berikut :

1) Pemeriksaan harian.
Hal-hal yang perlu diperiksa setiap hari adalah sebagai berikut :
a) Temperature permukaan rumah bentuk dan rumah pompa dapat dirasakan dengan tangan.
b) Tekanan hisap dan tekanan keluar petunjuk manometer dan vakummeter harus dibaca.
c) Kebocoran dari kotak packing diamati secara cermat.
d) Arus listrik dibaca pada amperemeter.

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

e) Jumlah pelumas didalam rumah bentukan dirasakan dengan tangan, dilihat dan didengarkan.
2) Pemeriksaan bulanan.
Setiap bulan tahanan disolasi pada motor pompa harus diperiksa biasanya tahanan tidak boleh
kurang dari 1 mega ohm
3) Pemeriksaan bantalan.
a) Jika bantalan yang digunakan memakai cara pelumas cincin maka ini harus dapat berputar secara
normal.
b) Jika rumah bantalan dipegang dengan tangan harus tidak terasa panas yang berlebihan. Jika diukur
dengan thermometer biasanya bantalan diangkat normal lihat temperaturnya tidak lebih dari 40 C
diatas temperature udara disekitarnya.
4) Pemeriksaan getaran dan bunyi.
a) Bila tangan diletakan diatas permukaan rumah pompa, harus tidak ada geteran-getaran yang
berlebihan. Untuk pengukuran yang teliti, getaran dapat diukur dengan vibrometer pada rumah
bantalan dan pada motor. Harga getaran yang diukur harus kurang dari 30 mm, pada 3000 rpm dan
kurang dari 50 mm pada 1500 rpm.
b) Tidak boleh ada bunyi yang luar biasa karena kavitasi atau sunging maupun bunyi dari bantalan.
c) Pengamanan untuk penghentian pompa.
Untuk penghentian pompa secara manual perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
(1) Pompa sentrifugal dapat diamati dan dapat dimatikan setelah katup dimatikan.
(2) Dalam pompa dipancing dengan pompa vacumm bukalah katup pembocor udara (vacumm breaker)
ini air didalam pipa hisap akan kembali masuk tidak terjadi tekanan negative.
(3) Bila pompa menggunakan air pendingin tutuplah katup air pendingin setalah pompa dihentikan.
(4) Zat cair perapat pada kotak packing harus dibiarkan selama ada zat cair didalam pompa.
(5) Jika pompa berhenti karena listrik padam waktu beroperasi, tombol listrik dimatikan dan pada saat
bersamaan katup keluar ditutup. Namun pada pompa aksial, katup pembocoran udara harus dibuka
sebelum katup keluar ditutup.
WATAN INSIDENTIL
Pengadaan perawatan insidentil serta berbagai gangguan pada pompa dan cara mengatasinya.
1. Pompa sukar di vacumm
a. Apakah katup isi tersumbat sampah atau benda asing bersihkan benda-benda asing tersebut.
b. Apakah dudukan katup aus : perbaiki katup atau ganti yang baru
2. Pompa tidak berputar ssetelah tombol ditekan.
a. Apakah alat pelindung bekerja :
Ganti sekring jika putus. Jika pemutus sirkuit terbuka kembali, jika tidak bekerja semestinya, perbaiki
atau ganti cari sebab-sebab alat pelindung dan perbaiki penyimpangan tersebut.
b. Apakah pompa dapat diputar dengan tangan :
Jika motor terbakar, putus lilitannya atau ganti motor.
benda asing tersangkut dipompa :
Keluarkan benda asing tersebut.
engalami pembebanan lebih :
a. Apakah tegangan jala-jala terlalu rendah : periksa tegangan jala-jala.
b. Apakah penekan packing menekan terlalu keras : kendorkan penekan packing.

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

c. Apakah ada benda asing yang menyumbat bagian yang berputar : keluarkan benda asing.
an getaran terlalu berlebihan.
a. Apakah kelurusan kopling kaku berubah : perbaiki kelurusan.
b. Apakah vondasi atau penumpu pipa kurang kokoh : periksa kembali vondasi dan bila perlu diperkuat.
c. Apakah ada udara masuk : kencangkan sambungan pipa dan packing tekan.
d. Apakah ada benda asing tersangkut di impeks : keluarkan benda asing.
e. Apakah bagian tidak berputar karena impeller aus : seimbangkan kembali impeller atau ganti dengan
yang baik.
ran dan pemanasan kotak packing.
a. Air bocor dari packing tekan.
1) Apakah penekan packing cukup tekanannya : kencangkan tekanan packing sampai air yang bocor
dari kotak packing mengecil dan menetes dari jumlah yang memadai.
2) Apakah packing terlalu pendek sehingga celah terlalu besar : ganti dengan packing yang
panjangnya sesuai.
3) Apakah packing sudah buruk dan selubung poros aus : ganti packing yang anti selubung poros.
b.
Packing tekan terlalu panas.
1) Apakah penekan packing dikencangkan secara berlebihan setelah penekan packing tidak ada yang
menetes keluar dari kotak packing.
2) Apakah tekanan dalam pompa terlalu tinggi untuk packing yang ada ganti packing dengan jenis yang
sesuai untuk tekanan tinggi
c.
Air bocor dari perapat mekanis.
1) Apakah permukaan yang saling bergesek menjadi cacatt karena kemasukan benda asing
permukaan dirasakan dan diharuskan dengan lap atau ganti baru.
2) Apakah packing pada bagian perapat rusak ganti packing.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penyebab tidak menurunnya tekanan p
ompa air laut pendinginmesin induk di kapal adalah:
1.
Kurangnya Isapan Dan Tekanan Pompa Air Laut.
Dapat diatasi dengan memberikan perhatian terhadap saringan utama (sea chest). Seperti yang
telah kita ketahui saringan utama itu mempunyai fungsi untuk menyaring dan memisahkan kotoran-

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

kotoran, maka dari itu harus dilakukan pembersihan serta penggantian zinc anoda pada saringan
utama tersebut secara rutin.
2.
Menurunnya Kinerja Impeller Pada Pompa
Pengendalian proses korosi untuk mencegah terjadinya kebocoran serta terkikisnya impeller
pompa.hal ini merupakan suatu tindakan dari upaya perawatan dan pencegahan pada instalasi
pompa air laut yang utama. Karena proses korosi sangat mudah terjadi pada instalasi dengan
menggunakan media air laut. Karena air laut tersebut bersifat korosif dan mudah bereaksi dengan
udara luar sehinga mempercepat terjadinya karat dimana mana
3.
Kebocoran Pada Bagian Gland Packing Pompa
kerusakan dan bocor tidak mudah dihindari dari waktu/umur pakai susah untuk diprediksi kapan
akan terjadi kerusakan. Kerusakan packing banyak disebabkan oleh kesalahan pemasangan ,tidak
mengikuti procedure yang benar atau tidak mengikuti petunjuk yang diberikan oleh produsen
packing. Salah satu upaya untuk memperpanjang umur pakai adalah memasang dengan benar
serta memilih spesifikasi yang cocok untuk pemakaian media tertentu. kebocoran pada gland paking
juga umumnya terjadi karena pengamatan yang kurang atau perawatan yang kurang direncanakan
sehingga hal ini terjadi secara terus menerus.
B. SARAN
Dari hasil analisa untuk diterapkan diatas, maka penulis mencoba menuliskan saran-saran guna
meningkatkan kinerja pompa air laut, antara lain
1. Meningkatkan Perawatan Secara Berencana (Planning Maintenance System) Diatas Kapal. Hal ini
merupakan yang penting untuk dilakukan bagi seluruh crew mesin diatas kapal karena dengan
perawatan yang di lakukan secara berencana akan dapat mencegah terjadinya kerusakan dini pada
permesinan kapal. Yaitu karena perawatan ini dilaksanakan berdasarkan jadwal-jadwal yang telah
dibuat dan disusun dimana perawatan berencana ini dapat dilakukan dengan perawatan
pencegahan dan perawatan secara kolektif jika keduanya dapat dijalankan dengan baik dan benar.
Maka keadaan daripada permesinan diatas kapal terdapat terjaga dan teratur didalam
pengoperasiannya tanpa ada hambatan yang berarti. dari itu kegiatan ini diharapkan mendapat
perhatian yang khusus diatas kapall dan di galakkan penerapannya kepada seluruh awak mesin
berdasarkan cara dan penerapan yang sesuai diatas kapal.
2. Memberikan Pelatihan-Pelatihan Keterampilan Kepada Masinis Dan Crew Kapal Tentang Penyebab
Korosi Serta Penanggulangannya. Dalam hal dan sumber daya manusia dapat memenuhi syarat
sebagaii seorang operator dimana tidak hanya mengetahui tentang permesinan saja disini juga
diharapkan mengetahui tentang penyebab korosi yang mana hal ini banyak terjadi diatas kapal
karena sebagian bangunan dan mesin kapal terbuat dari bahan metal dan air laut sebagai media
yang sering digunakan dapat termakannya kekuatan bahan.
3. Agar kerja dari pompa air laut pendingin dapat mencapai maksimal dan tetap pada
standar normal maka perlu diadakan perawatan secara rutin atau berkala sesuai
dengan jam kerja pompa tersebut. Ada pun cara perawatan pompa air laut pendingin mesin induk
sebagai berikut:
a. Perawatan mingguan
b. Perawatanbulanan

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1

c. Perawatan 3 bulanan
d. Perawatan 6 bulanan
e. Perawatan tahunan

DAFTAR PUSTAKA
Adji, R. t.th, 1972, Pesawat Bantu, Jakarta :Persatuan Pelaut Indonesia.
BP3lP, 2007 / 2008, Permesinan Bantu,Makassar : PIP Makassar.
Casand Van,1993, Pesawat
Bantu Pompa Sentrifugal, Makassar:
Perpustakaan PIP
Makassar.
Hunt, Modern Marine Engineers Manual (volume II),Perpustakaan PIP Makassar.
Khetagurov, Marine Auxiliary Machinery And Sistem, Perpustakaan PIP Makassar. .
PIP-MKS, 2012, Pedoman Penulisan Skripsi, Makassar:TimPIP-mks.
Suharto, Manajemen Perawatan Mesin, Jakarta : PT. Rineka Cipta.
www.wikipedia.comtentangpompasentrifugal
http://pipaudara.blogspot.com/2010/04/pompa-sentrifugal.html
http://www.scribd.com/doc/27804524/pompa-sentrifugal#

http://hariyantogasali89.blogspot.com/2013/05/menurunnya-tekanan-pompa-airlaut.html?m=1