Anda di halaman 1dari 49

BAB: 4

MENGAPA DIPERLUKAN PENYESUAIAN

Pembuatan penyesuaian pada umumnya berkaitan dengan penentuan laba bersih perusahaan.
seperti kita ketahui, tujuan utama perusahaan adalah mendapatkan laba, sehingga penentuan laba
yang tepat adalah merupakan salah satu fungsi akuntansi yang sangat penting. Sehubungan
dengan hal ini dalam akuntansi dikenal beberapa konsep dari prinsip yang erat kaitannya dengan
penentuan laba yang akan diterangkan dalam uraian berikut, yaitu konsep akuntansi akrual,
asumsi periode akuntansi, prinsip pendapatan, dan prinsip penandingan.

DASAR AKRUAL DAN DASAR TUNAI

Akuntansi mengenal dua dasar yaitu dasar akrual dan dasar tuani. Dalam dasar akrual, akuntansi
mengakui pengaruh transaksi pada saat transaksi tersebut terjadi. Apabila terjadi transaksi
pemberian jasa, penjualan barang, atau pengeluaran beban, maka transaksi-transaksi tersebut
akan dicatat dalam pembukuan sebagai pendapatan atau beban. Tanpa memandang apakah kas
sudah diterima atau dikeluarkan, sebaliknya apabila digunakan dasar tunai, transaksi pendapatan
dan beban hanya akan dicatat apabila terjadi penerimaan atau pengeluaran kas.
Dasar akrual yaitu, akuntansi mengakui pengaruh transaksi pada saat transaksi tersebut terjadi.
Apabila terjadi transaksi pemberian jasa, penjualan barang, atau pengeluaran biaya, maka
transaksi-transaksi tersebut akan dicatat dalam pembukuan sebagai pendapatan atau biaya, tanpa
memandang apakah kas sudah diterima atau dikeluarkan.
Dasar tunai, dalam akuntansi hanya akan dilakukan pencatatan apabila terjadi penerimaan atau
pengeluaran kas.
Prinsip Akuntansi Indonesia menghendaki agar perusahaan menggunakan dasar akrual. Hal ini
berarti bahwa pendapatan harus diakui pada saat pendapatan diperoleh, dan biaya diakui pada
saat biaya tersebut terjadi-tanpa memandang apakah kas dari transaksi tersebut telah diterima
atau dibayar.

Contoh dapat dilihat "Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo" tepatnya transaksi pada
tanggal 30 Januari: Tuan budi mengakui adanya pendapatan untuk penyerahan jasa yang
dilakukan secara kredit. Tuan budi telah memperoleh pendapatan pada saat itu, karena usahanya
telah mendatangkan suatu piutang dagang, yaitu suatu tagihan yang sah terhadap si pemesan.
Seandainya Tuan-Abadi menggunakan dasar tunai, maka ia tidak akan mencatat adanya
pendapatan pada saat ia menyerahkan pesanan barang cetakan, tetapi tuan Abadi baru akan
mengakui adanya pendapatan setelah ia menerima kas dari si pemesan
Mengapa Prinsip Akuntansi Indonesia menghendaki pemakaian dasar akrual? Alasannya adalah
karena penggunaan dasar akrual akan menghasilkan informasi yang lebih lengkap dibandingkan
dengan penggunaan dasar tunai. Hal ini penting, karena semakin lengkap data yang disajikan,
akan semakin baik informasi yang diterima pengambil keputusan dalam menilai kesehatan
keuangan dan prospek perusahaan di masa yang akan datang.
Sebagai misal, dalam contoh Tuan Abadi telah menyelesaikan pesanan sebelum akhir periode
akuntansi, tetapi kas dari si pemesan baru diterima setelah melewati akhir periode. Jika tuan
Abadi menggunakan dasar tunai, maka dalam laporan keuangannya tidak akan nampak
pendapatan maupun piutang sebagai akibat dari transaksi tersebut. Akibatnya laporan keuangan
tidak memberikan gambaran yang sesungguhnya. Pendapatan dan aktiva piutang dagang akan
dilaporkan terlalu rendah, sehingga perusahaan kelihatan kurang berhasil dibanding dengan
keadaan yang sebenarnya. Seandainya tuan Abadi akan menggunakan laporan keuangan tersebut
untuk meminta kredit ke Bank, maka situasi tersebut bisa merugikan dirinya.
Tuan Abadi juga menerapkan dasar akrual dalam pencatatan biaya. Sebagai contoh selain biaya
gaji yang sudah dibayar termasuk pula gaji yang sudah terutang kepada para pegawai tetapi
masih belum dibayar. Tuan Abadi mengakui kewajiban untuk membayar kepada para
pegawainya sebagai biaya gaji, walaupun pada saat itu belum dilakukan pembayaran. Apabila
tuan Abadi menggunakan dasar tunai, maka ia hanya akan mencatat gaji pegawai yang sudah
dibayarnya. Misalkan tuan Abadi belum membayar gaji salah seorang pegawainya, dan laporan
keuangan disusun sebelum ia membayar gaji tersebut, maka biaya gaji dan utang gaji akan
menjadi lebih rendah dari jumlah yang sesungguhnya, dan perusahaan akan kelihatan lebih
berhasil dari keadaan yang sesungguhnya. Informasi yang tidak lengkap ini akan menghasilkan

informasi yang tidak akurat bagi para pemakai laporan. Konsep yang digunakan dalam dasar
akrual adalah periode akuntansi, prinsip pendapatan, dan prinsip mempertandingkan (matching).

PERIODE AKUNTANSI

Apabila kita ingin mengetahui dengan pasti keberhasilan operasi perusahaan, maka cara yang
paling ekstrem adalah dengan menghentikan operasi perusahaan, menjual semua asset, melunasi
semua hutang dan mengembalikan kas yang tersisa kepada pemilik perusahaan
Cara yang paling ideal untuk menilai keberhasilan operasi perusahaan adalah dengan cara
menghentikan usaha perusahaan, menjual semua harta, melunasi semua utang, dan
mengembalikan kas yang tersisa kepada para pemilik perusahaan atau yang disebut likuidasi.
Namun para pengguna laporan keuangan tidak bisa menunggu sedemikian lama untuk menilai
kinerja suatu perusahaan. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi suatu perusahaan perlu dibagi
menjadi periode-periode akuntansi.
Jangka waktu suatu periode akuntansi pada umumnya adalah satu tahun dan pada akhir periode
akuntansi tersebut perusahaan membuat laporan keuangan tahunan. Periode akuntansi yang
lazim adalah dimulai dari tangga 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember. Namun ada
pula perusahaan yang menetapkan periode akuntansinya secara lain, sesuai dengan kebutuhan
intern perusahaan, misalnya dimulai dari tanggal 1 April dan diakhiri pada tanggal 31 Maret
tahun berikutnya.
Terkadang manajemen perusahaan ingin segera mengetahui perkembangan perusahaan yaitu
dengan cara membuat laporan keuangan sebelum berakhirnya periode akuntansi, misalnya akhir
kwartal. Laporan seperti ini disebut laporan keuangan interim. Penetapan periode akuntansi akan
berpengaruh terhadap laba periodik perusahaan. Pengaruh tersebut akan terlihat dalam penerapan
prinsip penandingan yang akan diterangkan kemudian.

PRINSIP PENDAPATAN

Prinsip pendapatan mengatur tentang (1) kapan pendapatan dicatat dan (2) jumlah pendapatan
yang dicatat. Pembahasan tentang prinsip pendapatan berikut ini akan ditekankan pada

pembuatan jurnal, karena penjurnalan adalah merupakan tindakan yang pertama dalam kegiatan
proses akuntansi.
Prinsip umum yang menjadi pedoman dalam menentukan kapan pencatatan pendapatan
dilakukan, menetapkan bahwa pendapatan dicatat pada saat diperoleh, yaitu pada saat
perusahaan menyerahkan barang atau jasa yang telah selesai dikerjakan kepada konsumen (si
pemesan). Dua situasi berikut ini dapat menjadi pedoman untuk menentukan kapan suatu
pendapatan akan dicatat adalah:
Situasi 1. Tidak memerlukan pencatatan pendapatan. Seorang calon konsumen datang ke kantor
Percetakan "RAPIH" dan menyatakan keinginannya untuk memesan beberapa macam barang
cetakan. Pesanan direncanaka baru akan disampaikan pada bulan yang akan datang. Kejadian ini
tidak perlu dicatat sebagai pendapatan karena belum terjadi transaksi apapun.
Situasi 2. Harus dicatat sebagai pendapatan. Pada bulan berikutnya konsumen tersebut datang
lagi dan memesan sejumlah barang cetakan. Pesanan dapat diselesaikan oleh percetakan
"RAPIH" dalam waktu satu minggu. Dengan diserahkannya pesanan yang disertai dengan faktur
maka percetakan "RAPIH" harus mencatat terjadinya pendapatan jasa percetakan. Apabila
konsumen langsung melakukan pembayaran maka transaksi ini akan dicatat dengan mendebet
rekening Kas, dan apabila pembayaran dilakukan kemudian maka yang didebet adalah rekening
piutang dagang.
Prinsip umum mengenai pencatatan jumlah pendapatan menetapkan bahwa pendapatan dicatat
sebesar nilai tunai barang atau jasa yang diserahkan kepada konsumen. Misalkan dari transaksi di
atas harga normal pemesanan adalah Rp 60.000,00 tetapi karena percetakan "RAPIH"
mengharapkan konsumen tersebut bisa menjadi langganannya maka untuk konsumen tersebut
diberikan harga khusus sebesar Rp 50.000,00. Maka jumlah yang harus dicatat sebagai
pendapatan adalah sebesar Rp 50.000,00 karena nilai kas yang akan diterima adalah Rp
50.000,00 bukan Rp 60.000,00.

PRINSIP PENANDINGAN

Prinsip Penandingan [Pengakuan Beban] Pengakuan beban umumya terkait pada pengakuan
pendapatan dan ini disebut dengan prinsip penandingan [matching principle]. Prinsip ini

menyatakan bahwa beban harus dikaitkan dengan pendapatan pada periode dimana usaha untuk
memperoleh pendapatan dilakukan. Beban tidak diakui ketika kas dibarkan, atau ketika
pekerjaan dilakuakn, atau ketika barang diproduksi. Tetapi, beban diakui ketika tenaga kerja
[jasa] atau barang benar2 berkontribusi terhadap pendapatan.
Namun, terkadang sulit untuk menetukan periode akuntansi di mana beban berkontribusi
terhadap pendapatan. Oleh karena itu, beberapa pendekatan dibuat untuk mengaitkan beban dan
pendapatan di laporan laba-rugi.
Untuk mengerti pendekatan ini, kita harus mengerti sifat dari beban. Biaya adalah sumber dari
beban. Biaya yang menghasilkan pendapatan hanya pada periode akuntansi berjalan segera
dibebankan. Beban2 ini dilaporkan sebagai beban operasional di laporan laba-rugi. Contohnya
antara lain adalah biaya untuk pengiklanan, gaji penjualan, dan perbaikan. Beban2 ini sering
disebut dengan harga perolehan [biaya] yang kedaluwarsa [expired cost].
Biaya akan mengahasilkan pendapatan pada periode akuntansi di masa mendatang diakui sebgai
aset. Contohnya antara lain persediaan barang dagang, beban dibayar dimuka, dan aset pabrik.
Biaya2 ini disebut dengan harga perolehan [biaya] yang belum kadaluwarsa [unexpired cost].
Biaya perolehan yang belum kadaluwarsa berubah menjadi beban dalam 2 cara,
Harga pokok penjualan
Harga perolehan [biaya] yang ditanggung sebagai persediaan barang dagang menjadi beban
ketika persediaan tersebut terjual. Biaya2 ini dibebankan sebagai harga pokok penjualan pada
periode ketika penjualan terjadi. Oleh akrena itu, terdapat penandingan langsung antara beban
dengan pendapatan.
Beban operasional.
Harga perolehan yang belum kadaluwarsa lainnya menjadi beban operasional melalui
penggunaan atau konsumsi [ seperti pada kasus persediaan toko] atau melalui berlalunya waktu
[seperti pada kasus asuransi dibayar dimuka]. Biaya perolehan aset pabrik dan sumber daya
berumur panjang lainnya dibebankan melalui metode alokasi rasional dan sistematis depresiasi

atau amortisasi periodik. Beban operasional berkontribusi terhadap pendapatan untuk periode
tersebut, namun hubungan beban operasional dengan pendapatan tidak lebih langsung dari harga
pokok penjualan.
Sejumlah beban lain tidak dapat dihubungkan secara langsung dengan pendapatan. Sebagai
contoh, bila perusahaan harus bayar sewa gedung setiap bulan, maka dengan tidak tergantung
pada ada atau tidaknya pendapatan. Beban sewa gedung tetap harus dibayar. Untuk beban-beban
semacam ini, pedoman umum yang diikuti dalam akuntansi ialah mengaitkan beban dengan
suatu periode waktu tertentu, misalnya perbulan sewa yang harus dibayar perusahaan adalah Rp
500.000,00 maka perusahaan akan mencatat beban sewa gedung sebesar Rp 500.000,00 setiap
bulan.

PRINSIP AKUNTANSI DAN PENENTUAN LABA BERSIH

rekening yang tercantum dalam Neraca Saldo harus sesuai dengan prinsip dan konsep di atas
(menunjukkan keadaan sebenarnya).
Apabila diamati akun-akun yang tercantum dalam neraca saldo, maka akan kita jumpai bahwa
kebanyakan akun dapat dikutip langsung dari neraca saldo kedalam laporan keuangan tanpa
perubahan. Namun beberapa akun yang lain memerlukan penyesuaian terlebih dahulu.

DUA KATEGORI JURNAL PENYESUAIAN


penyesuaian atas pendapat dan beban akan berdampak pada asset dan kewajiban, dan
pada akhirnya akan berdampak juga pada modal perusahaan. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa tujuan proses penyesuaian adalah :
1) Agar setiap akun nominal (akun-akun pendapatan dan akun-akun beban)
menunjukan pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu periode
akuntansi.
2) Agar setiap akun ini, khususnya akun-akun asset dan akun-akun kewajiban,
menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
Sebagian besar penyesuaian yang harus dilakukan pada akhir periode dapat

digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok deferral dan kelompok akrual.

Kelompok deferral timbul dari pencatatan akuntansi yang dilakukan sedemikian rupa sehingga
terjadi penundaan pengakuan suatu beban atau suatu pendapatan. Deferral atau penundaan bisa
berupa penundaan pengakuan beban atau penundaan pengakuan pendapatan seperti di uraikan di
bawah ini.
Beban ditunda (deferred expenses) adalah pos-pos yang pada awal terjadi dicatat sebagai
Asset, tetapi diharapkan akan menjadi beban untuk kurun waktu tertentu atau melalui
operasi normal perusahaan. Perlengkapan dan asuransi dibayar dimuka yang disebutkan di
atas adalah contoh beban ditunda. Ketika perusahaan membeli perlengkapan, transaksi ini
dicatat dengan mendebet asset yaitu akun perlengkapan. Ketika perlengkapan dipakai, maka
asset perlengkapan berubah menjadi beban perlengkapan. Hal yang sama terjadi pada
asuransi yang akan berlaku untuk beberapa waktu ke depan, perusahaan mencatatnya dalam
aku asset asuransi dibayar di muka. Dengan berlalunya waktu maka sebagian demi sebagian
asset ini berubah menjadi beban asuransi. Beban ditunda sering disebut juga beban dibayar
di muka.
Pendapatan ditunda (diferred revenue) adalah pos-pos yang pada awal terjadi dicatat
sebagian kewajiban, tetapi diharapkan akan menjadi pendapatan untuk kurun waktu tertentu
atau melalui operasi normal perusahaan. Contoh pendapatan ditunda misalnya pendapatan
sewa diterima di muka dan pendapatan langganan majalah diterima di muka. Ketika
perusahaan menerima uang sewa dari si penyewa untuk beberapa bulan ke depan, perusahaan
mencatat transaksi itu dengan mendebet kas dan mengkredit akun kewjiban yang disebut
sewa diterima di muka ini sebagian demi waktu maka uang sewa yang diterima di muka ini
sebagian demi sebagian berubah menjadi pendapatan yang disebut pendapatan sewa. Hal
yang sama terjadi pada penerimaan uang langganan majalah pada sebuah perusahaan
penerbit majalah. Jika perusahaan menerima uang langganan majalah di muka yang akan
berlaku untuk beberapa nomor penerbitan atau beberapa bulan dari pelanggan, transaksi itu
pada awalnya dicatat dengan mengkreditan akun kewajiban yang disebut pendapatan
langganan majalah diterima di muka. Kelak setelah majalah terbit nomor demi nomor, maka
pendapatan diterima di muka ini akan berubah menjadi pendapatan yang disebut pendapatan
langganan majalah.

Kelompok akrual timbul dari keterlambatan pencatatan akuntansi yang terjadi sedemikian rupa
sehingga perusahaan belum mencatat beban yang sudah terjadi serta pendapatan yang telah
terjadi ha perusahaan. Akrual bisa berupa beban yang masih harus dibayar atau pun pendapatan
yang masih akan diterima (disebut juga piutang pendapatan), seperti akan diterangkan di bawah
ini.
Beban masih harus dibayar adalah beban yang telah terjadi dan sudah menjadi kewajiban
perusahaan , tetapi belum dibayar dan belum dicatat. Contoh, gaji pegawai yang sudah
menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dibayar dan belum dicatat. Beban yang masih
harus dibayar sering disebut juga utang beban.
Pendapatan masih akan diterima adalah pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan,
tetapi belum dicatat dalam pembukuan. Contoh, pendapatan sewa yang sudah menjadi hak
perusahaan, tetapi sampai akhir periode akuntansi belum dicatat. Contoh lain, pendapatan
jasa yang masih akan diterima yaitu pendapatan jasa yang telah menjadi hak perusahaan
tetapi belum dicatat . pendapatan yang masih akan diterima disebut piutang pendapatan.
Bagaimana anda membedakan antara deferral dan akrual? Deferral biasanya timbul ketika kas
diterima atau dibayar pada periode ini tetapi pendapatan atau beban yang bersangkutan baru
diakui pada periode berikutnya. Akrual biasanya timbul ketika pendapatan atau beban dicatat
bersangkutan baru akan dilakukan pada periode yang akan datang. Perbedaan ini dilukiskan pada
gambar 4-1 berikut ini :

Defera

Periode ini

Periode berikutnya

Kas diterima atau dibayar

pendapatan atau beban dicatat

l
pendapatan
Akrual

dicatat

atau

beban
kas diterima atau dibayar

JURNAL PENYESUAIAN

penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai akun-akun setiap buku
besar yang belum mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya.
Tujuan Penyesuaian :
- Setiap rekening riil, khususnya rekening aktiva dan rekening utang menunjukkan
jumlah yang sebenarnya pada akhir periode
- Setiap rekening nominal, khususnya rekening pendapatan dan beban menunjukkan
pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu pendapatan dan beban dari
suatu periode dengan periode yang lain.
1. Beban dibayar di muka (prepaid expenses)
2. Penyusutan aktiva tetap (depreciation of fixed asset)
3.

Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)

4.

Pendapatan masih akan diterima (accrued receivable)

5.

Nama Akun

Pendapatan

diterima

di

muka

Perusahaan Percetakan " RAPIH "


Neraca saldo
31 April 2010
Kredit
debet

(deferred

revenue)

Kas
piutang usaha
perlengkapan
Asuransi dibayar dimuka
mesin cetak
Gedung
Utang usaha
Utang wesel
pendapatan sewa diterima di

RP 2.145.000,00
515.000,00
1.475.000,00
60.000,00
4.800.000,00
9.000.000,00
-

Rp

muka
Modal, Budi
Prive, Budi
Pendapatan percetakan
Beban advertensi
Gaji & upah pegawai
beban macam-macam

90.000,00
13.480.000,00

1.700.000,00
2.000.000,00

50.000,00
-

2.250.000,00
15.000,00
710.000,00
300.000,00
Rp19.520.000,

Rp 19.520.000,00

00

BEBAN DIBAYAR DI MUKA


Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dikelompokkan
sebagai harta(aktiva), tetapi akan menjadi beban di kemudian hari. Beban ini merupakan
harta perusahaan yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang.
Contoh dari akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar
di muka, iklan dibayar di muka, bunga dibayar di muka, dan sebagainya.

ASURANSI DIBAYAR DIMUKA

Perusahaan percetakan Rapih mengasuransikan mesin-mesin cetaknya pada sebuah perusahaan


asuransi. Sehubungan dengan itu percetakan Rapih harus membayar premi asuransi yang
besarnya Rp 20.000,00 per bulan. Pada tanggal 2 april 2010, perusahaan membayar premi
asuransi untu 3 bulan sekaligus yaitu untuk bulan april,mei, dan juni 2010. Jurnal yang telah

dibuat untuk mencatat transaksi pembayaran premi asuransi diatas adlah sebagai berikut (lihat
ayat jurnal pada bab 3 halaman 137)
Apri
l

60.000,0
2

Asuransi dibayar di muka.


0
kas

60.000,0

..
pembayaran premi asuransi di muka)

Setelah ayat di atas diposting, maka akun asuransi dibayar di muka didalam buku besar akan
memiliki saldo debet sebesar Rp60.000,00.
Aset
Asuransi dibayar di muka
60.000,0
Apr.

Neraca saldo percetakan rapih tanggal 3 april 2010 di atas memuat saldo debet aku asuransi
dibayar di muka sebesar Rp60.000,00. Sepanjang bulan april, akun asuransi dibayar dimuka
memuat jumlah ini, padahal tidak lagi berjumlah Rp60.000,00. Mengapa?
1/

30/

31/

0/

beban
1
Rp20.000,0

2
Rp20.000,0

3
Rp20.000,

00

pada tanggal 30 april, asuransi dibayar di muka harus dikurangi dengan jumlah premi untuk
masa yang telah dilalui premi satu bulan (april 2010) dari jumlah yang telah dibayar di muka,
atau 1/3 dari jumlah yang telah dibayar. Sebagaimana telah dijelasin di muka, asset yang telah
terpakai akan berubah menjadi beban. Ayat jurnal penyesuaian akan memindahkan Rp20.000,00
(1/3 x Rp60.000,00) dari asuransi dibayar di muka menjadi beban asuransi. Jurnal yang harus
dibuat adalah sebagai berikut:

Asuransi
April

30

dibayar

di

muka
Asuransi
dibayar

20.000,00
di

muka
(pembayaran premi asuransi)
bulan april 2010)

20.000,00

Setelah diposting ke buku besar, asuransi dibayar di muka dan beban asuransi akan menunjukkan
saldo yang benar.

ASET
Asuransi dibayar

di

muka
60.000,0
april

BEBAN
Beban
asuransi
3 20.000,0

apr.

20.000,0
Apr.

3 0

Sald

20.000,0

Sald

20.000,0

Asuransi dibayar adalah contoh asset yang lebih saji (overstated) sebelum dilakukan posting ayat
jurnal penyesuaian. Cobalah perhatikan, saldo dalam akun asuransi dibayar di muka sekarang
berjumlah Rp40.000,00. Akun asuransi dibayar di muka adalah akun asset. Pada tanggal 30 april,
akun ini tinggal berisi premi untuk 2 bulan mendatang (mei dan juni 2010) yang berjumlah
Rp40.000,00 (2 x Rp20.000,00).
Analisis yang sama dapat dilakukan untu pembayaran-pembayaran beban di muka lainnya,
semisal perusahaan membayar beban sewa di muka atau beban yang dibayar di muka lainnya.
Beban dibayar di
muka
Saldo sebelum

ASET
Kredit

Beban
ayat

Debet

ayat

disesuai

jurnal

jurnal

Penyesuaian (-)

penyesuaian (+)

PERLENGKAPAN

Perlengkapan ( supplies ) adalah asset yang digunakan untuk membantu kelancaran operasi
perusahaan operasi perusahaan. Perlengkapan bisa di kantor administrasi (office supplies),
bisa di pabrik (factory supplies), atau bisa di bagian lain misalnya dibagian pemasaran atau di
gabung (store supplies). Percetakan rapih memerlukan supplies baik untuk kantor maupun
untuk keperluan lain (kardus dan kertas pembungkus).
Pada tanggal 20 april, percetakan rapih membeli sejumlah perlengkapan seharga
Rp350.000,00 secara tunai, transaksi tersebut telah dicatat pada tanggal 20 april dengan
jurnal sebagai berikut:

April

Perlengkapan

350.000

kas

,00

(Pembelian tunai perlengkapan)

350.000
,00

Setelah ayat jurnal di atas diposting ke buku besar,akun perlengkapan Nampak sebagai
berikut:

apr.

ASET
Perlengkapan
1.125.000,0

0
2

350.000,0

apr.

0
3

0
1.475.000,0

apr.

Pada tanggal 30 april, akun perlengkapan menunjukkan saldo sebesar Rp1.475.000,00 yaitu
perlengkapan yang berasal dari bulan maret yang dibawa sebagai setoran modal ketika
perusahaan didirikan (lihat bab 3, halaman 137) sebesar Rp1.125.000,00, dan pembelian
perlengkapan tambahan seharga Rp350.000,00 pada tanggal 20 april. Selama bulan april,
percetakan rapih telah memakai perlengkapan tersebut untuk berbagai keperluan. Harga
perolehan perlengkapan yang telah dipakai merupakan beban pemakaian perlengkapan.
Untuk mengetahui berapa beban pemakaian perlengkapan selama bulan april, percetakan
rapih harus menghitung berapa perlengkapan yang masih tersisa digudang pada tanggal 30
april berjumlah Rp1.150.000,00. Ini berarti bahwa pemakaian perlengkapan selama bulan
april adalah Rp3255.000,00 (Rp1.475.000,00-Rp1.150.000,00).
Pada tanggal 30 april, percetakan rapih harus membuat jurnal penyesuaian agar akun
perlengkapan menunjukkan jumlah sisa (saldo) yang sesungguhnya ada pada akhir bulan
(Rp1.150.000,00) dan mengakui pemakaian perlengkapan sebagai beban periode bulan april
(325.000,00) jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah sebagai berikut:

April

Beban

pemakaian 325.000,

perlengkapan
00
Perlengkapan

(pembebanan pemakaian perlengkapan


selama bulan april)

325.000,
00

Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas diposting ke buku besar, maka akun asset perlengkapan
dan akun beban pemakaian perlengkapan akan Nampak sebagai berikut:

ASET
Perlengkapan
apr.

1
2

1.125.000,00
350.000,0

apr.
sald

Apr 3

325.000,0

BEBAN
Beban pemakaian perlengkapan
3 325.000,0
Apr. 0

sald

325.000,0

o
1.150.000,00
o
0
Akun perlengkapan akan dibawa ke bulan mei sebagai saldo awal mei sebesar Rp1.150.000,00,
dan proses penyesuaian akan berulang pada setiap akhir bulan. Perlengkapan merupakan contoh
asset lain yang lebih saji yaitu sebesar Rp1.475.000,00 sebelum dilakukan penyesuaian dengan
adanya jurnal di atas, akun perlengkapan menunjukkan saldo yang benar yaitu Rp1.150.000,00

DEPRESIASI

Perusahaan pada umumnya memiliki asset-aset berupa gedung, mesin, kendaraan, peralatan,
mebel, dan sebagainya. Ciri khas asset-aset semacam itu adalah masa penggunaannya yang
panjang, bahkan ada

yang bisa digunakan sampai berpuluh-puluh tahun. Karena masa

penggunaannya cukup panjang, maka asset-aset semacam itu disebut asset tetap. Pada saat
diperoleh (misalnya, dibeli), asset tetap dicatat sebesar beban perolehannya(cost) sesuai
dengan akuntansi yang mengatur hal itu (dilihat prinsip biaya perolehan, bab 1 halaman 18).
Pada hakekatnya, pengeluaran

untuk membeli asset tetap merupakan beban yang

ditangguhkan berjangka panjang.


Dalam uraian diatas, pemakaian perlengkapan terlihat dari penurunan jumlah
perlengkapan. Jumlah perlengkapan yang dipakai adalah selisih antara jumlah perlengkapan
yang dibeli dikurangi dengan jumlah perlengkapan yang tersisa pada akhir periode. Dalam
hal asset tetap dalam operasi perusahaan, kemampuan dan nilai asset karena digunakan
dalam operasi perusahaan merupakan beban yang dikorbankan untuk

pendapatan.

Pembebanan penurunan nilai ini dilakukan akuntan dengan menyebarkan secara sistematis

beban perolehan asset tetap sepanjang masa manfaat (umur ekonomis) asset tersebut. Proses
pengalokasian beban perolehan ini disebut depresiasi.
Konsep akuntansi untuk asset tetap sama dengan perlakuan terhadap beban dibayar di
muka. Perbedaan utama terletak pada jangka waktu pemakaian kedua kelompok asset
tersebut. Beban dibayar di muka biasanya berlaku hanya untuk berapa bulan, sedangkan asset
tetap digunakan dalam operasi perusahaan selama bertahun-tahun.
Asset tetap memiliki percetakan rapih berdiri dari mesin cetak dan gedung yang
digunakan dalam memperoleh pendapatan. Pencatatan pembelian mesin cetak dan asset tetap
lainnya (jika ada), tidak berbeda dengan pencatatan ketika perusahaan membayar beban di
muka. Perhatian jurnal yang 2010 (dilihat bab 3,halaman137).

mesin
apr
il

cetak
3

1.800.000,
00

kas
..
(pembelian mesin cetak)

1.800.000,
00

Setelah ayat jurnal diatas diposting ke buku besar, akun mesin cetak Nampak sebagai berikut:

ASET
mesin
cetak
apr.1
3.000.000,00
apr.3
1.800.000,00
apr.30
saldo
4.800.000,00
Saldo akun mesin cetak pada tanggal 30 april berjumlah Rp4.800.000,00 yaitu penjumlahan dari
mesin yang sudah ada pada tanggal 1 april (mesin yang diterima perusahaan sebagai setoran

pemilik) sehingga Rp3.000.000,00 dan mesin baru yang dibeli tanggal 3 april sehingga
Rp1.800.000,00.

PENCATATAN DEPRESIASI AKTIVA TETAP

DEPRESIASI MESIN
Diatas telah dijelaskan bahwa depresiasi adalah proses pengalokasian beban perolehan asset
tetap secara sistematis selama masa manfaat (umur) asset tetap tersebut. Proses
pemgalokasian biasanya dilakukan setiap akhir periode ( setiap akhir bulan atau akhir tahun,
tergantung periode akuntansi perusahaan).
Misalkan Budi memperkirakan bahwa kedua mesin cetak yang dimiliki percetakan akan
dapat digunakan secara ekonomis selama 4 tahun. Salah satu cara untuk menghitung beban
depresiasi adalah dengan membagi beban perolehan asset (Rp4.800.000,00) dengan taksiran
umur (4 tahun atau 48 bulan). berhubung percetakan rapih menetapkan periode akuntansi
selama 1 bulan (penyusunan laporan keuangan dilakukan secara bulan), maka depresiasi
dihitung untuk jangka waktu satu bulan. Beban depresiasi mesin per bulan adalah
Rp4.800.000,00 dibagi 48 = Rp100.000,00 dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian
sebagai berikut:

Beban
April

depresiasi

30 mesin.
100.000,00
Akumulasi
depresiasi
mesin.
(pembebanan depresiasi mesin)

100.000,00

AKUN AKUMULASI DEPRESIASI


Pembebanan depresiasi adalah proses pengalokasian perolehan asset tetap dalam hal depresiasi
mesin diatas, yang dialokasikan adalah beban perolehan mesin sebesar Rp4.800.000,00 selama 4

tahun atau 48 bulan. Kalau yang dialokasikan (Rp4.800.000,00) berada dalam akun mesin,
depresiasi? Sebenarnya tidaklah salah kalau kita mengkredit akun mesin, namun informasi yang
dihasilkan akan berbeda. Manajemen biasanya berkeinginan agar beban perolehan asset tetap
selalu Nampak dalam neraca. Apabila akun mesin dikredit setiap bulan sebesar depresiasi
bulanan, maka saldo akun mesin yang dilaporkan di neraca akan semakin menurun dan beban
perolehan aslinya menjadi tidak kelihatan lagi. Informasi tentang beban perolehan (cost) asset
tetap berguna bagi manajemen, misalnya dalam rangka mengambil keputusan untuk menjadi
baru.
Dengan membuat ayat jurnal penyesuaian seperti di atas, akun mesin tidak dikredit
melainkan tetap menunjukkan saldo beban perolehannya, akun akumulasi depresiasi
menghimpun (mangakumulasi) beban depresiasi bulanan. Saldo akun akumulasi depresiasi pada
suatu saat tertentu dibukukan, saldo akumulasi depresiasi pada suatu saat tertentu adalah
kumpulan depresiasi bulanan yang telah dilakukan sampai saat itu.
Akumulasi depresiasi adalah sebuah asset kontra, artinya akun ini merupakan asset yang
bersaldo normal kredit. Sebuah Akun kontra memiliki dua karakteristik pokok, yaitu :

Sebuah akun kontra selalu berpasangan dengan dan mengikuti akun pasangannya.

Saldo normal sebuah akun kontra (debit atau kredit) adalah kebalikan dari saldo akun
pasangannya.

Sebagai contoh, akun akumulasi depresiasi mesin adalah akun kontra yang selalu mengikuti akun
mesin. Akun mesin adalah akun bersaldo debet, sedangkan akumulasi depresiasi yang
merupakan kontra asset, selalu bersaldo kredit.
Perusahaan biasanya menggunakan akun akumulasi depresiasi untuk setiap asset tetap yang
dimilikinya. Dengan demikian percetakan rapih akan memiliki dua akun akumulasi depresiasi,
yaitu akumulasi depresiasi mesin dan akun akumulasi depresiasi gedung seandainya perusahaan
memiliki asset lain berupa peralatan, kendaraan, dan mebel, maka perusahaan perlu menyediakan
akun akumulasi depresiasi tersendiri untuk masing-masing asset tetap tersebut, kecuali dalam

perusahaan kecil kadang-kadang hanya diselenggarakan satu akumulasi depresiasi untuk semua
asset tetapnya.
Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas diposting, maka akun-akun yang bersangkutan akan
Nampak sebagai berikut:

ASET

BEBAN
Beban depresiasi

ASET
NORMAL
MESI
N
4.800.000,0

ASET KONTRA

mesin

Akumulasi depresiasi mesin


30/4

30/4

0
4.800.000,0

30/4 100.000,00

100.000,00
so

so

so

100.000,00

100.000,00

DEPRESIASI GEDUNG
Seperti halnya depresiasi mesin, pencatatan depresiasi gedung juga disenggarakan melalui jurnal
penyesuaian yang dilakukan pada setiap akhir periode dengan mendebet akun beban depresiasi
gedung, dan mengkredit akun akumulasi depresiasi gedung. Misalkan, Budi selaku manajemen
percetakan rapi menaksir bahwa masa manfaat ( umur) gedung adalah 5 tahun atau 60 bulan,
maka depresiasi gedung pertahun adalah (Rp1.800.000,00 (Rp9.000.000,00 : 5) atau
Rp150.000,00 perbulan (Rp1.800.000,00 : 12).
Jurnal penyesuaian yang harus dibuat percetakan rapih untuk membebankan depresiasi
gedung pada tanggal 30 april 2010, adalah sebagai berikut:

Beban
April

30

depresiasi

mesin.
150.000,00
Akumulasi
depresiasi

150.000,00

mesin.
(pembebanan depresiasi mesin)
Apabila ayat jurnal diatas diposting ke buku besar, maka akun-akun yang bersangkutan dibuku
besar akan Nampak sebagai berikut.
ASET

BEBAN

ASET
NORMAL
MESIN

ASET KONTRA

Beban depresiasi m

Akumulasi depresiasi mesin


30/4

30/4

9.000.000,00

30/4 150.000,00

150.000,00
so

so

9.000.000,00

so

150.000,00

150.000,00

NILAI BUKU

Neraca melaporkan beserta mesin akumulasi depresiasinya, karena merupakan akun kontra,
maka akumulasi depresiasi dikurangkan terhadap mesin. Hasil akhirnya, yaitu beban
perolehan mesin yang dikurangi dengan akumulasi depresiasi mesin merupakan nilai buku
mesin. Perhitungan nilai buku mesin adalah sebagai berikut:
Mesin.. Rp4.800.000,00
Dikurangi: akumulasi depresiasi mesin

100.000,00

Nilai buku mesin. Rp4.700.000,00


PENYAJIAN AKUN AKUMULASI DEPRESIASI DI NERACA
Akun akumulasi depresiasi merupakan akun yang unik. disebut unik, karena akun asset
pada umumnya bersaldo normal debet, sedangkan akumulasi depresiasi selalu bersaldo

kredit. Ini wajar, karena seperti telah diterangkan di atas, akun ini merupakan asset kontra
yang keberadaannya dimaksudkan untuk membantu agar akun asset tidak langsung dikredit
ketika perusahaan melakukan penyusutan atas beban perolehan aktiva tetap.
Cara penyajian akun asset tetap beserta akun akumulasi depresiasi dalam neraca adalah
sebagai berikut:

ASET TETAP
mesin

Rp

cetak..

Rp48.000.000,00
100.000,0

dikurangi: akumulasi depresiasi


Gedung

Rp90.000.000,00
150.000,0

dikurangi: akumulasi depresiasi

Rp
89.850.000,00
Rp137.750.000

total aset tetap (neto)

47.900.000,00

,00

PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA

Perusahaan kadang-kadang menerima sejumlah uang untuk jasa yang akan diberikan di
waktu yang akan datang. Dalam kasus percetakan rapih, perusahaan tersebut pada tanggal 3
april 2010, menerima uang sewa gedung sebesar Rp90.000,00 untuk jangka waktu 6 bulan.
Jurnal yang telah dibuat untuk mencatat penerimaan uang sewa di muka tersebut adalah
sebagai berikut (lihat bab 3, halaman..)
Apri
l

kas
3

90.0
00,00

90.000,0
pendapatan sewa diterima di muka
(penerimaan sewa di muka untuk 6
bulan)

Setelah ayat jurnal diatas diposting, maka akun pendapatan sewa diterima di muka di buku besar
Nampak sebagai berikut:
KEWAJIBA
N
Pendapatan sewa diterima di muka
Apr.3
90.000,00

Sebelum anda melangkah lebih lanjut(4-1)


Untuk mendapatkan kepastian bahwa anda memahami apa yang baru saja anda pelajari, jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Jelaskan perbedaan akuntansi dasar tunai dengan akuntansi dasar akrual
2. Apakah pengaruh terhadap asset, beban, dan laba bersih, seandainya penyesuaian atas
beban dibayar di muka tidak dilakukan?
3. Apakah pengaruh terhadap kewajiban, pendapatan, dan laba bersih, seandainya
penyesuaian untuk pendapatan diterima di muka tidak dilakukan?
4. depresiasi periodik ?

Beban seperti beban asuransi atau sewa biasanya dibayar perusahaan di muka artinya jasa
belum kita terima tapi kita harus sudah membayar lebih dahulu. Seperti telah diterangkan di
atas, pembayaran di muka seperti ini termasuk kelompok deferral. Di pihak lain sejumlah
beban tertentu biasa dibayar di belakang. Artinya jasa sudah diterima atau dikonsumsi

perusahaan. Tetapi pembayarannya baru di lakukan kemudian. Sebagai contoh adalah upah
pegawai harian yang pembayarannya dilakukan pada hari tertentu (misalnya hari sabtu).
Jumlah upah yang telah menjadi kewajiban perusahaan tetapi sampai dengan akhir periode
belum dibayar, merupakan beban dan kewajiban

perusahaan pada periode yang

bersangkutan. Atas dasar itulah akrual sering disebut juga beban masih harus dibayar atau
utang beban.

GAJI & UPAH MASIH HARUS DIBAYAR (UTANG GAJI & UPAH)
Sebagai contoh, misalkan percetakan rapih mempunyai dua orang pegawai yang upahnya
dihitung secara harian dan pembayarannya dilakukan pada setiap hari sabtu. Upah
pegawai per hari adalah Rp10.000,00. Tanggal 30 april 2010 (akhir periode) jatuh pada
hari jumat. Dengan demikian pada hari tersebut perusahaan telah mempunyai kewajiban
untuk membayar upah selama 5 hari, yaitu untuk hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat.
Dalam situasi seperti ini, perusahaan sudah mempunyai utang kepada pegawainya, karena
upah selama 5 hari tersebut baru akan dibayar pada hari sabtu (tanggal 1 mei) sebesar 2
(orang) x 5 (hari) x Rp10.000,00 = Rp100.000,00. Untul mengakui adanya kewajiban
(utang) kepada pegawai pada akhir periode dan untuk membebanan gaji & upah yang
belum dibayar tersebut, maka pada penyesuaian sebagai berikut:

Gaji
april

&

upah

pegawai
utang gaji

100.000,00
&

upah
(pembebanan upah pegawai selama
5 hari)

100.000,00

BUNGA MASIH HARUS DIBAYAR (UTANG BUNGA)

Pada tanggal 2 april 2010, percetakan rapih

meminjam uang dari bank sebesar

Rp2.000.000,00. Jangka waktu wesel adalah 1 tahun, dengan tingkat bunga 12% setahun.
Bunga wesel akan dibayar bersamaan dengan pelunasan pokok pinjaman wesel yang akan

dilakukan pada tanggal 2 april 2011. Dengan demikian, pada akhir bulan april 2010 telah
terutang bunga selama satu bulan,yaitu sebesar Rp20.000.000,00 (1/2 x12/100 x
Rp2.000.0000,00). Pencatatan beban bunga bulan april dan penyesuaian sebagai berikut:
Beban
3
april 0

bunga

20.000,0
0

utang
bunga

20.000,

.
(pembebanan bunga bulan april 2010)

00

PENDAPATAN MASIH AKAN DITERIMA

Seperti telah kita pelajari di atas, beban dapat terjadi sebelum perusahaan melakukan
pembayaran, sehingga pada akhir periode menimbulkan kewajiban (utang). Demikian pula,
perusahaan dapat memperoleh pendapatan padahal belum menerima uangnya. Hal demikian
disebut Pendapatan masih akan masih diterima, yaitu pendapatan yang telah menjadi hak
perusahaan tetapi masih merupakan tagihan.
Sebagai contoh, misalkan perusahaan percetakan rapih pada tanggal 30 april 2010 telah
menyelesaikan sebuah pesanan seharga Rp150.000,00. Pesanan telah diserahkan kepada
pemesan. Namun demikian hal ini belum Nampak dalam pembukuan perusahaan. Oleh karena
itu, pada tanggal 30 april 2010, percetakan rapih harus membuat jurnal penyesuaian berikut:

april

Piutang

usaha

150.00
0,00

.
pendapatan
percetakan
(untuk mencatat pendapatan yang masih akan
diterima)

150.0
00,00

NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN

Pada awal bab ini diterangkan bahwa langkah-langkah dalam siklus akuntansi dilakukan
dengan urutan sebagai berikut:
1) Mencatat transaksi-transaksi dalam jurnal.
2) Membukukan (posting) ayat ayat jurnal ke buku besar.
3) Menyusun neraca saldo, yaitu membuat daftar saldo-saldo akun yang ada di buku besar
pada suatu saat tertentu.
4) Membuat jurnal penyesuaian dan membukukan angka-angkanya ke dalam akun-akun
buku besar yang bersangkutan. Apabila data yang tercantum dalam neraca saldo tidak
memerlukan penyesuaian, maka langkah keempat adalah menyusun laporan keuangan
yang datanya diikuti dari neraca saldo tersebut. Akan tetapi jika data dalam pembukuan
masih memerlukan penyesuaian seperti telah dibahas di atas, maka langkah berikutnya
adalah:
5) Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan.
6) Menyusun laporan keuangan.
Dalam contoh kasus percetakan rapih di atas, telah kita membuat 8 ayat jurnal
penyesuaian. Apabila ayat-ayat jurnal tersebut dibukukan ke dalam buku besar, maka
jumlah akun di buku besar akan berubah saldonya, bahkan muncul beberapa akun baru
yang tidak ada dalam neraca saldo yang telah kita susun sebelumnya. Pada bab 3
disebutkan bahwa salah satu tujuan pembuatan neraca saldo adalah untuk
mempermudahkan penyusunan laporan keuangan. Tujuan ini berlaku apabila neraca saldo
tidak memerlukan penyesuaian .

Apabila data dalam neraca saldo masih harus

disesuaikan lebih dahulu. Maka angka-angka dalam neraca saldo tidak sepenuhnya bisa
diikuti ke dalam laporan keuangan neraca saldo tidak sepenuhnya bisa dikutip ke dalam

laporan keuangan oleh karena itu kita memerlukan neraca saldo yang baru, yang disebut
neraca saldo setelah disesuaika.
Neraca saldo setelah disesuaikan dapat dikerjakan langsung dari buku besar setelah
jurnal penyesuaian dibukukan ke dalamnya. Apabila buku besar terdiri dari banyak akun,
maka proses posting jurnal penyesuaian dan penyusunan neraca saldo yang baru, akan
membutuhkan waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu agar penyusunan laporan
keuangan dapat segera dikerjakan, maka neraca saldo setelah disesuaikan dapat segera
diperoleh bantuan suatu kertas kerja yang terdiri atas tiga pasang kolom. Kolom pertama
berisi data neraca saldo sebelum disesuaikan, kolom kedua memuat pendebetan dan
pengkreditan untuk akun-akun yang perlu disesuaikan dan kolom ketiga berisi saldo
sesudah disesuaikan. Apabila hal ini kita terapkan pada percetakan rapih, maka neraca
saldo setelah disesuaikan akan Nampak pada kertas di bawah ini.

PERCETAKAN RAPIH
Penyusunan Neraca Saldo Setelah
disesuaikan
30-Apr-10
Neraca
Nama akun

Neraca

saldo
sebelum

Penyesuaian

disesuaikan
D

disesuaikan
K

2.145.000,
Kas

00
00
1.475.000,

Perlengkapan
00
Asuransi dibayar

D
2.145.000,0
0

515.000,
Piutang usaha

saldo
setelah

150.0
00,00

665.000,00
325.00 1.150.000,0

di muka

00
4.800.000,

0,00
0
20.00
40.000,00
0,00
4.800.000,0

Mesin cetak
Gedun

00
9.000.000,

0
9.000.000,0

00

60.000,

1.700.000,

1.700.000,0

Utang usaha

00
2.000.000,

0
2.000.000,0

Utang wesel

00

Pendapatan sewa
Diterima di

90.000,

muka

00
13.480.000,

Modal, Budi

15.00

75.000,00

0,00

13.480.000,

00

00

500.000,
Prive,Budi
Pendapatan

500.000,00

00
2.250.000,

percetakan

150.00

00

0,00

15.000
100.00

00
macam-

macam

810.000,00

0,00
300.000,

300.000,00

00
19.520.000,

19.520.000,

00

00
20.0

Beban Asuransi
beban pemakaian

00,00
325.00

perlengkapan
Beban depresiasi

0,00
100,00

mesin
akumulasi

0,00

Mesin
Beban

0
15.000,00

Beban Advertensi
,00
Gaji
&
upah
710.000,
pegawai
Beban

2.400.000,0

depr.

20.000,00
325.000,00
100.000,00
100.00

100.000,00

0,00
depresiasi

Gedung
Akumulasi

150.00

150.000,00

0,00
depr.

150.00

Gedung

0,00
100.00

Utang gaji & upah

0,00
20.00

Beban bunga

0,00

150.000,00
100.000,00
20.000,00

20.0
Utang bunga
Pendapatan sewa

00,00
880.00
880.00 20.040.000,
0,00

20.000,00

00,00
15.0

0,00

00

15.000,00
20.040.000,
00

LAPORAN KEUANGAN

Kolom terakhir dalam kertas kerja di atas memuat saldo-saldo akun yang telah disesuaikan.
Data tersebut siap untuk disajikan dalam laporan keuangan. Berikut adalah laporan keuangan
percetakan rapih yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca
untuk bulan April 2010 yang datanya dikutip dari kertas kerja di atas.

percetakan rapih
laporan laba rugi
untuk bulan yang terakhir tanggal 30 april
2010
Rp2.400.000,0
pendapatan percetakan
pendapatan sewa

0
15.000,00
Rp2.415.000,0

jumlah pendapatan

beban usaha
Rp15.000,0
beban advertensi
gaji & upah pegawai
beban asuransi
beban pemakaian
perlengkapan
beban depresiasi mesin

0
810.000,00
20.000,00
325.000,00
100.000,00

beban depresiasi gedung


beban bunga
beban macam-macam

150.000,00
20.000,00
300.000,00

Rp1.740.000,0
jumlah beban
laba bersih

0
RP
675.000,00

ALTERNATIF LAIN

Jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode dilakukan dengan tujuan agar data di buku
besar mencerminkan keadaan yang benar, sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum.
Ini berarti bahwa jurnal penyesuaian yang harus dibuat tergantung kepada yang sudah dicatat
sebelumnya, sebagaimana tercermin dalam neraca saldo sebelum disesuaikan. Hal ini terutama
berkaitan dengan pembayaran beban di muka dan penerimaan pendapatan diterima di muka (pospos deferral). Untuk menjelaskan hal ini, marilah kita kembali pada pembukuan percetakan rapih
yang lalu.

ASURANSI DIBAYAR DI MUKA

Sebagaiman diuraikan di atas, pada tanggal 3 april 2010 percetakan rapih membayar premi
asuransi untuk tiga bulan (april, mei, dan juni) sebesar Rp60.000,00. Premi asuransi adalah
beban bagi perusahaan.
Dalam contoh yang lalu, percetakan rapih mencatat transaksi tersebut dengan mendebet akun
asuransi dibayar dimuka (sebuah akun asset ), sebagaiman tercermin juga dalam neraca saldo
tanggal 30 april 2010. Akun asset ini dipilih dengan pertimbangan bahwa premi yang dibayar
menyangkut lrbih dari satu periode.
Alternatif lain, percetakan rapih tidak mencatat transaksi ini dengan mendebet akun
asset, melainkan mendebet akun beban, yaitu akun beban asuransi.

Akun beban asuransi adalah contoh akun beban yang lebih saji (overstated) sebelum
dilakukan posting ayat jurnal penyesuaian. Cobalah perhatikan, saldo setelah disesuaikan
dalam akun beban asuransi sekarang berjumlah Rp20.000,00, yaitu beban asuransi selama
satu bulan (april). Sementara itu akun asuransi dibayar di muka (akun asset) pada tanggal 30
april akan menunjukkan jumlah premi untuk 2 bulan mendatang ( mei dan juni 2010) yang
berjumlah Rp40.000,00 (2 x Rp20.000,00).

PENDAPATAN SEWA DITERIMA DI MUKA

Percetakan rapih memiliki sebuah gedung yang sebagian ruangannya disewakan kepada
perusahaan lain dengan tariff Rp15.000,00 sebulan. Sebagaimana diuraikan di atas, pada
tanggal 3 april 2010 percetakan rapih menerima pembayaran sewa di muka untuk 6 bulan
(bulan april sampai dengan oktober 2010) sebesar Rp90.000,00. Sewa adalah pendapatan
bagi perusahaan. Dalam contoh yang lalu, percetakan rapih mencatat transaksi tersebut
dengan mengkredit akun pendapatan sewa diterima di muka (sebuah akun kewajiban),
sebagaiman tercermin juga dalam neraca saldo tanggal 30 april 2010. Akun kewajiban uni
dipilih dengan pertimbangan bahwa sewa yang diterima menyangkut lebih dari satu periode.
Alternatif lain, percetakan rapih tidak mencatat transaksi ini dengan mengkredit akun
kewajiban, melainkan mengkredit akun pendapatan, yaitu akun pendapatan sewa. Dengan
demikian jurnal yang dibuat pada transaksi ini terjadi akan Nampak sebagai berikut:

90.000,0
april

kas

0
90.000,0

pendapatan sewa
(penerimaan sewa untuk 6
bulan)

CONTOH SOAL DAN PENYELESAIANNYA

Berikut ini adalah Contoh (1) cara membuat jurnal penyesuaian ,(2) membukuan ayat-ayat
jurnal penyesuaian ke dalam buku besar,(3) membuat kertas kerja untuk menyusun nearca
saldo setelah disesuaikan ,dan (4) menyusun laporan keuangan berdasarkan neraca saldo
yang telah disesuaikan.kasus yang digunakan untuk contoh ini adalah pembukuan Foto
Studio Aneka untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010.

Kolom hal.216

FOTO STUDIO ANEKA


Neraca Saldo
31 Desember 2010
Nama Akun
Debit
Rp 52.350.000,00
kas
10.000.000,00
surat berharga
18.200.000,00
piutang usaha
perlengkapan
96.150.000,00
fotografi
perlengkapan kantor 41.300.000,00
Asuransi
dibyr
10.000.000,00
dimuka
480.000.000,00
peralatan fotografi
115.000.000,00
peralatan kantor
1.000.000.000,00
Gedung
Utang Usaha
Modal,Priyono
pendptan Foto Studio
20.000.000,00
Beban kantor
22.000.000,00
Gaji pegawai
4.000.000
Beban Advertensi
Pendapetan Bunga
pengapatan sewa
Rp
1.869.000.000,00

Kredit

Rp 12.000.000,00
1.363.000.000,00
457.650.000,00

350.000,00
36.000.000,00
Rp
1.869.000.000,00

Informasi Tambahan :
1.Masih harus diterima bunga dari investasi dalam obligasi yang bernilai nominal Rp
10.000.000,00,bunga 6%.tanggal pembayaran bunga setiap 1 april dan 1 Oktober.
2.Masih harus dibayar gaji pegawai bulan Desember sebesar Rp 2.000.000,00.
3.pendapatan sewa yang diterima dimuka ,Rp 6.000.000,00
4.Asuransi dibayar dimuka per 31 Desember adalah Rp 4.000.000,00
5.Depresiasi asset tetap dilaukun berdasarkan terif berikut:
a).peralatan fotografi
b).peralatan kantor 10% setahun
c).Gedung 5% setahun
6.perlengkapan yang masih tersisa adalah per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:
a).perlengkapan fotografi Rp 32.400.000,00
b).perlengkapan kantor Rp 15.500.000,00
(a) JURNAL PENYESUAIAN
(1) Piutang Usaha

Rp150.000,00

Pendapatan bunga
(2) Gaji pegawai

Rp 150.000,00
Rp 2.000.000,00

Utanng Gaji
(3) pendapatan sewa

Rp 2.000.000,00
Rp 6.000.000,00

Pendapatan sewa ditrima dimuka


(4) Beban Asuransi

Rp 6.000.000,00
Rp 6.000.000,00

Asuransi Dibyr Dimuka


(5) a) Depresiasi peralatan Fotografi

Rp 6.000.000,00
Rp 96.000.000,00

Akm. Depr.peralatan ftografi


b) Depresiasi peralatan kantor

Rp 96.000.000,00
Rp 11.500.000,00

Akm. Depr. Geduperalatan kantor


c) Depresiasi Gedung

Rp 50.000.000,00

Akumulasi Depr.Gedung
(6) a) pmakaian perlngkpn Fotografi

Rp 50.000.000,00
Rp 63.750.000,00

Perlengkapan fotografi
b) Beban Kantor
Perlengkapan Kantor

Rp 11.500.000,00

Rp 63.750.000,00
Rp 25.800.000,00
Rp 25.800.000,00

o PERTANYAAAN

BAGIAN A
1. Data yang tercantum dalam neraca saldo kadang-kadang perlu disesuaikan lebih
dahulu sebelum data tersebut di cantumkan dalam laporan keuangan. Mengapa
demikian?
2. Sebut dan jelaskan 6(enam) elemen ( akun) pokok yang ada di dalam neraca saldo
yang biasanya memerlukan penyesuaian setiap akhir periode.

3. Di dalam proses penyesuaian dapat timbul akun-akun baru. Sebut dan jelaskan
akun-akun baru yang muncul dari proses penyesuaian sebagai berikut:
a. Depresiasi asset
b. Penyerapan beban yang dibayar di muka
c. Pengakuan terhadap utang pendapatan
d. Pengakuan terhadap utang beban
e. Pengakuan terhadap piutang pendapatan.
4. Jelaskan bagaimana perusahaan menentukan/ menghitung laba bersih, apabila:
a. Digunakan dasar tunai (cash basis)
b. Digunakan dasar akrual (accrual basis)
5. Perusahaan menerima sebuah mesin sebagai pembayaran atas jasa yang telah
diselesaikan. Mesin tersebut mempunyai nilai buku sebesar Rp125.000,00 dan
nilai wajarnya sebesar Rp140.000,00. Berapa besar pendapatan yang harus dicatat
oleh perusahaan?
6. Mengapa pengambilan uang perusahaan oleh pemilik bukan merupakan beban?
Jelaskan!
7. Laba bersih yang tercantum dalam laporan rugi-laba yang saudara susun adalah
Rp30.000,00. Pimpinan perusahaan meragukan kebenaran laporan tersebut,
dengan alasan bahwa jumlah penerimaan kas selama periode yang bersangkutan
adalah Rp100.000,00 dan pengeluaran kasnya Rp50.000,00. Jelaskan tanggapan
saudara terhadap keraguan pimpinan perusahaan di atas!
8. Jelaskan istilah-istilah berikut ini:
a. Beban dibayar di muka.
b. Pendapatan diterima di muka.
9. Jelaskan perbedaan antara sewa dibayar di muka dengan beban sewa.
10. Jelaskan mengapa pembelian perlengkapan dicatat dalam akun asset, bukan dalam
akun beban!
11. Jika perusahaan mendebet akun beban perlengkapan pada asset perlengkapan
tersebut dibeli, akun apa yang harus didebet dan dikredit pada akhir periode untuk
mengambarkan jumlah perlengkapan yang masih dimiliki perusahaan?
12. Apa yang dimaksud dengan akun kontra (akun pengurang)? Berikan contoh akun
kontra (akun kurang) yang digunakan dalam proses penyesuaian.
13. Pada awal tahun perusahaan menerima uang tunai dari pelanggan untuk
pembayaran langganan majalah selama 3(tiga) tahun. Atas transaksi tersebut
perusahaan mengkredit akun pendapatan diterima di muka.
a. Perlukah dibuat penyesuaian setiap akhir periode akuntansi?
b. Akun-akun apa saja yang terpengaruh oleh jurnal penyesuaian tersebut?

14. Jika perusahaan tidak melakukan penyesuaian untuk mencatat pendapatan yang
diperoleh, karena uangnya belum diterima, bagaimana pengaruhnya terhadap
laporan keuangan.
15. Dengan menggunakan akuntansi dasar tunai:
a. Bagaimana pendapatan dicatat?
b. Bagaimana beban dicatat?
16. Bagaimana kaitan antara prinsip penandingan dengan pencatatan penadapatan
dan beban?
17. Bagaimana pengaruhnya terhadap laporan keuangan (neraca dan laporan laba-rugi)
jika dibuat?
18. Apa yang dimaksud dengan depresiasi?
19. Mengapa perlu dibuat jurnal penyesuaian untuk beban yang telah terjadi tapi
belum dicatat?
20. Sebutkan 2(dua)

manfaat yang dapat diberikan oleh neraca saldo setelah

disesuaikan?
BAGIAN B
Untuk setiap kesalahan berikut ini, tunjukkan apakah menyebabkan penyajian
yang terlalu besar (TB). Terlalu rendah (TR), atau tidak terpengaruh (TT).
21. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mencatat gaji yang telah
menjadi hak para pegawai, tapi belum dibayar oleh perusahaan.
Asset..utang..
Beban....laba bersih..
22. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mengakui bahwa
perlengkapan kantor yang dimiliki perusahaan pada akhir periode telah
digunakan/dikonsumsi sepanjang tahun.
Asset..pendapatan,,,,,,,,,,
Beban.... laba bersih..
23. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mengaku bunga yang
telah menjadi hak perusahaan atas investasi yang dilakukan perusahaan selama
periode tersebut.

Asset..pendapatan,,,,,,,,,,

Beban.... laba bersih..


24. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mengaku pendapatan
sewa yang diperoleh karena uangnya belum diterima di muka.
Asset..pendapatan,,,,,,,,,,
Beban.... laba bersih..
25. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mencatat depresiasi
tahun yang bersangkutan.

Asset..pendapatan,,,,,,,,,,

Beban.... laba bersih..


LATIHAN 4-1

Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 31 desember 2010 (akhir periode
akuntansi), apabila pada tanggal tersebut terdapat hal-hal berikut:
a.
b.
c.
d.

Masih harus dibayar gaji pegawai Rp3.600.000,00


Asuransi dibayar di muka telah dipakai untuk tahun 2010 sebesar Rp450.000,00
Masih harus diterima bunga Rp5.000.000,00.
Pendapatan jasa diterima di muka telah menjadi pendapatan tahun 2010 sebesar

Rp800.000,00.
e. Beban depresiasi tahun 2010,Rp6.200.000,00
LATIHAN 4-2
Seandainya penyesuaian dalam latihan 4-1 diatas tidak dibuat, hitunglah pengaruh (terlalu
tinggi atau terlalu rendah) terhadap laba bersih 2010 sebagai akibat tidak dilakukannya
penyesuaian tersebut.

LATIHAN 4-3

Buku besar perusahaan abadi pada tanggal 31 mei antara lain memuat akun-akun beserta
saldonya (sebelum disesuaikan) sebagai berikut:

Piutang usaha, Rp1.200.000,00; perlengkapan Rp600.000,00; utang gaji, Rp0,00; pendapatan


jasa diterima di muka, Rp400.000,00; pendapatan jasa, Rp5.100.000,00; beban gaji,
Rp1.200.000,00; beban perlengkapan, Rp0,00.
Data untuk penyesuaian per 31 mei adalah sbagai berikut:
a.
b.
c.
d.

Persedian perlengkapan, Rp200.000,00.


Masih harus dibayar gaji pegawai,Rp100.000,00.
Masih harus diterima pendapatan jasa,Rp350.000,00.
Pendapatan jasa diterima dimuka yang telah menjadi pendapatan Rp250.000,00.

Bukalah akun-akun T dan catatlah penyesuaian yang diperlukan langsung ke dalam akunakun T yang bersangkutan (cantumkan kode huruf transaksinya). Tentukan saldo akun setelah
disesuaikan.

SOAL

Perusahaan Asahi beroperasi selama satu periode akuntansi yang berakhir pada tanggal 31
desember. Berikut ini adalah informasi yang dapat digunakan sebagai pembuatan jurnal
penyesuaian yang diperlukan untuk menyesuaika saldo akun pada tanggal 31 desember.
a. Pada tanggal 1 januari, akun perlengkapan kantor memiliki saldo debet Rp210.000,00.
Perlengkapan yang dibeli sepanjang tahun adalah Rp360.000,00 dan perhitungan fisik
yang dilakukan menunjukkan bahwa perlengkapan yang ada pada akhir tahun berjumlah
Rp180.000,00.
b. Pada tanggal 1 januari perusahaan melakukan pembayaran premi asuransi untuk jangka
waktu 2 tahun sebesar Rp900.000,00 dan telah dicatat dengan mendebet akun asuransi
dibayar di muka.
c. Peralatan yang dibeli tahun lalu seharga Rp14.000.000,00 diperkiraan memiliki umur
ekonomis 8 tahun dan mempunyai nilai sisa sebesar Rp2.000.000,00. Pada tahun ini
belum dilakukan penyesuaian untuk mencatat depresiasi yang terjadi.
d. Pada tanggal 1 agustus diterima kas sebesar Rp4.000.000,00 untuk jasa yang akan
diberikan di masa yang akan datang. Atas penerimaan ini, perusahaan sudah mencatat
dengan mendebet kas dan mengredit pendapatan diterima di muka. Demikian pula pada
tanggal 16 november diterima kas sebesar Rp4.300.00,00. Pada tanggal 31 desember
ditentukan bahwa 100% dari penerimaan tanggal 1 agustus dapat diakui sebagai

pendapatan pada tahun tersebut dan 40% dari penerimaan tanggal 16 november dapat
pula diakui sebagai pendapatan pada tahun tersebut.
e. Gaji pegawai untuk 2 hari terakhir bulan desember sebesar Rp920.000,00 beum dibayar
dan belum dicatat sebagai beban.
f. Pada tanggal 1 desember diperoleh pinjaman bank yang berjangka 3 bulan sebesar
Rp8.000.000,00, dengan tingkat bunga sebesar 10%. Pada tanggal 31 desember belum
ada bunga yang dibayar dan dicatat.
g. Pada tanggal 23 desember perusahaan

setuju untuk menyewa peralatan. Perjanjian

menetapkan bahwa jangka waktu penyewaan tersebut tidak lebih lama dari dua puluh hari
dan tidak lebih pendek dari empat hari dengan tarip sewa Rp60.000,00 per hari. Pada
tanggal 31 desember, 6 hari kerja telah berlalu sejak persetujuan sewa ditandatangani.
Soal
Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 30 november 2010, untuk tiap
informasi berikut ini:
a. Beban gaji untuk bulan November sebesar Rp2.200.000,00 belum dicatat dan
dibayar.
b. Pada tanggal 1 november diterima wesel sebesar Rp12.000.000,00 dengan bunga
sebesar 15% per tahun. Pinjaman beserta bunganya akan dibayar pada tanggal 1
maret tahun depan.
c. Pada tanggal 1 november diterima pendapatan untuk jangka waktu 3 bulan yaitu
untuk bulan November dan desember tahun ini dan bulan januari tahun depan. Pada
saat diterimanya pendapatan ini, perusahaan mencatatnya dengan mendebet akun kas
dan mengkredit akun pendapatan yang diterima di muka sebesar Rp600.000,00.
d. Pada tanggal 30 november terdapat saldo perlengkapan sebesar Rp460.000,00.
Setelah dilakukan perhitungan fisik, ternyata persedian perlengkapan pada akhir
bulan hanya tinggal Rp170.000,00.
e. Pada tanggal 1 september tahun ini dibeli peralatan seharga Rp10.000.000,00.
Peralatan ini mempunyai umur ekonomis 5 tahun dan taksiran nilai residunya (sisa)
adalah Rp4.000.000,00.
f. Pembayaran premi asuransi telah dicatat dengan mendebet akun asuransi dibayar
dimuka dan mengkredit akun kas. Pada tanggal 30 nopember, premi asuransi yang
terserap berjumlah Rp820.000,00.

g. Mulai tanggal 1 oktober tahun ini disewa sebuah ruangan took untuk jangka 6 bulan
dengan tarif sewa sebesar Rp540.000,00 dan sewa ini telah dibayar di muka. Pada
saat dilakukan pembayaran sewa tersebut, perusahaan mencatatnya dengan mendebet
akun sewa dibayar dimuka dan mengkredit akun kas.
h. Sebuah gedung yang harga pokoknya Rp48.000.000,00 didepresiasi denga tariff 5%
per tahun. Gedung ini di peroleh tahun lalu.
i. Beban bunga untuk bulan November 2010 belum dibayar sebesar Rp125.000,00.
j. Pendapatan bunga atas investasi sebesar Rp540.000,00 per tahun. Bunga ini diterima
setiap tanggal 1 april, 1 juli, dan 1 oktober.
SOAL
Perusahaan prima pada tanggal 30 april mempunyai neraca saldo sebagai berikut:
perusahaan prima
Neraca Saldo
31 April 2010
Nama Akun
Kas
piutang usaha
surat berharga
perlengkapan kantor
Asuransi dibyr dimuka
Tanah

Debit
Kredit
RP 4.200.000,00
3.900.000,00
3.000.000,00
600.000,00
900.000,00
18.500.000,00
Rp

Utang Usaha
pendapatan komisi diterima di muka
pendapatan konsultasi diterima di
muka
utang hipotik
Modal tuan prima
beban gaji
beban perlengkapan
bebam telepon
beban perjalanan
beban lain-lain

1.570.000,00
2.320.000,00
9.460.000,00
10.000.000,00
15.000.000,00
5.800.000,00
400.000,00
250.000,00
620.000,00
180.000,00
Rp38.350.000,0
Rp38.350.000,00

Informasi tambahan:
a. Pada tanggal 1 april dibayar premi asuransi sebesar Rp900.000,00 untuk jangka waktu 3
tahun.
b. Honor konsultasi yang diperoleh dan menjadi hak perusahaan adalah Rp9.220.000,00.
c. Berdasarkan perhitungan fisik terhadap persedian perlengkapan diperoleh informasi
bahwa persedian perlengkapan yang ada pada akhir bulan berjumlah Rp440.000,00.
d. Pendapatan komisi untuk bulan tersebut adalah Rp1.500.000,00.
e. Bunga hipotik dibayar setiap empat bulan sekali mulai bulan januari denga tarif bunga
sebesar 15% per tahun.
f. Perusahaan melakukan investasi pada surat-surat berharga mulai tanggal 1 april, dengan
tingkat bunga 12% per tahun. Bunga di bayarkan setiap tanggal 1 april dan tanggal 1
oktober.
Diminta:
1. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 30 april.
2. Buatlah akun T dan cantumkan saldo yang ada dineraca saldo selanjutnya bukukanlah
jurnal penyesuaian yang telah dibuat.
3. Susunlah neraca saldo yang telah disesuaikan.
4. Buatlah laporan laba-rugi untuk bulan april.
Soal:
Neraca saldo sebelum di sesuaikan perusahaan angkutan cepat dan aman Nampak sebagai
berikut:

PERUSAHAAN ANGKUTAN CEPAT & AMAN


Neraca Saldo
Nama Akun

31 Desember 2010
Debet

Kredit

Kas

Rp 2.990.000,00

Piutangj usaha
Asuransi di bayar di muka
Perlengkapan kentor
Investasi dalam saham

775.000,00
4.500.000,00
10.000.000,00
4.500.000,00

Peralatan kantor
Akumulasi depresiasi peralatan kantor
Truk

Rp 2.000.000,00
54.000.000,00

Akumulasi depresiasi truk


Gedung

14.000.000,00
160.000.000,00

Akumulasi depresiasi gedung


Tanah

35.000.000,00
51.000.000,00

Pendapatan diterima di muka

2.075.000,00

Utang wesel

144.000.000,00

Modal, Daniel
Prive,daniel

65.000.000,00
29.000.000,00

Pendapatan angkutan

118.325.000,00

Beban gaji pegawai kantor

13.745.000,00

Beban gaji sopir dan kernet

32.950.000,00

Bensin, oli, dan pemeliharaan


Beban bunga
Jumlah

3.525.000,00
12.930.000,00
Rp380.400.000,00

Rp 380.400.000,00

Diminta:

1.

Bukalah akun-akun yang tercantum dalam neraca saldo ditambah akun-akun berikut:
utang gaji; beban asuransi; beban perlengkapan; beban depresiasi peralatan kantor; beban

depresiasi truk; beban depresiasi gedung. Cantumkan saldo yang terdapat dalam neraca
saldo pada akun yang bersangkutan.
2.

Buatlah jurnal penyesuaian dengan menggunakan informasi


berikut:
a.

Beban asuransi tahun ini, rp.820.00,00

b.

Perlengkapan yang masih ada dalam persediaan, rp 165.000,00

c.

Depresiasi peralatan kantor, rp545.000,00.

d.

Depresiasi truk, Rp 5.300.000,00

e.

Depresiasi gedung, rp6.700.000,00

f.

Dari pendapatan diterima di muka sebesar Rp2.075.000,00


Sejumlah Rp1.700.000,00 di antaranya telah menjadi pendapatan tahun 2010.

g.

Pendapatan jasa angkutan yang telah menjadi hak perusahaan, tetapi belum di
catat Rp315.000,00

h.
3.

Gaji sopir dan kernet yang masih harus di bayar,rp730.000,00.

Buatlah neraca saldo setelah di sesuaikan,laporan rugi-laba tahun 2010 laporan


perubahan modal tahun 2010, dan neraca per 31 desember 2010 dengan klasifikasi yang
baik. (catatan: saldo akun modal Daniel, yang Nampak dalam neraca saldo di atas terdiri
atas saldo per 31 desember 2009, ditambah dengan tambahan investasi yang di lakukan
Daniel pada tanggal 1 januari 2010 sebesar Rp50.000.000,00)

SOAL:
Perusahaan jasa Bermuda mempunyai neraca saldo yang belum disesuaikan pada tanggal 30
nopember 2010 sebagai berikut:

Perusahaan Jasa Bermuda


Neraca Saldo
30 Nopember 2010
Nama Akun
Debet
Rp4.600.000,00
Kas
3.800.000.00
Piutang usaha
960.000,00
Asuransi dibayar dimuka
320.000,00
Perlengapan kantor
7.200.000,00
Peralatan kantor
Utang usaha
Pendapatan diterima dimuka
Modal,tuan barry
1.400.000,00
Prive,tuan barry
Pendapatan komisi
19.200.000,00
Beban gaji
1.800.000,00
Beban sewa
920.000,00
Beban perjalanan
340.000,00
Beban lain-lain
Rp40.540.000,00

Rp3.330.000,00
800.000,00
9.000.000,00
27.410.000,00

Rp40.540.000,00

Informasi tambahan:

a. Beban asuransi untuk bulan nopember adalah Rp160.000,00.


b. Berdasarkan perhitungan fisik,diperoleh informasi bahwa persediaan perlengapan
kantor pada akhir periode berjumlah Rp140.000,00.
c. Gaji karyawan bulan nopember, perusahaan menerima pendapatan yang diterima di
muka dari tokoh angsa sebesar Rp800.000,00
d. Pendapatan tersebut merupakan pendapatan untuk bulan nopember dan desember.
e. Peralatan kantor diperkirakan memiliki umur ekomomis 8 tahun tanpa nilai sisa.

Diminta:
1. Buatlah jurnal penyesuaian untuk bulan Nopember 2010.
2. Buatlah akun T untuk tiap akun yang ada pada neraca saldo yang belum disesuaikan
dan masukkan saldo-saldo yang ada pada akun yang bersangkutan. Kemudian

bukukanlah jurnal penyesuaian yang sudah pada butir 1 ke dalam akun yang
bersangkutan,dan tentukan saldo yang sudah disesuaikan.
3. Buatlah neraca saldo yang sudah disesuaikan.
4. Buatlah laporan laba-rugi,laporan perubahan modal,dan neraca.

Soal 4-9
Berikut ini adalah neraca saldo yang dimiliki oleh perusahaan angkasa pada akhir bulan pebruari
2010:
PERUSAHAAN ANGKASA
Neraca Saldo
28 Pebruari 2010
Nama Akun
Kas

Neraca Saldo

Nama Saldo

Sebelum Disesuaikan

Setelah Disesuaiakan

Rp 3.535.000,00

Piutang komisi

Rp 3.535.000,00
175.000,00

Perlengkapan kantor

1.490.000,00

880.000,00

Asuransi di bayar di muka

1.270.000,00

720.000,00

Sewa dibayar di muka

1.200.000,00

900.000,00

Mesin

8.800.000,00

8.800.000,00

Akuml. Depresiasi mesin

1.200.000,00

1.480.000,00

Kendaraan

3.700.000,00

3.700.000,00

800.000,00

910.000,00

Utang usaha

1.010.000,00

1.010.000,00

Utang wesel

1.500.000,00

1.500.000,00

Akuml, depr, kendaraan

Utang gaji

410.000,00

Utang pajak

40.000,00

Utang bunga

25.000,00

Pendapat komisi diterima di muka

320.000,00

210.000,00

10.000.000,00

10.000.000,00

Prive, tuan abiding

3.700.000,00

3.700.000,00

Pendapatan komisi

15.400.000,00

15.685.000,00

6.200.000,00

6.610.000,00

Modal. Tuan abiding

Beban gaji
Beban sewa

300.000,00

Beban perlengkapan kantor

610.000,00

Depresiasi mesin

280.000,00

Depresiasi kendaraan

110.000,00

Beban asuransi

550.000,00

Beban bunga

25.000,00

Beban lain-lain

170.000,00

170.000,00

Beban pajak

165.000,00

205.000,00

Rp 30.820.000,00

Rp 31.270.000,00

Diminta:
Analisa yang ada pada data neraca saldoj tersebut, dan buatlah jurnal penyesuaian yang
menjelaskan perubahan dalam saldo akun dari neraca saldo sebelum disesuaikan ke neraca saldo
setelah disesuaikan.

soal 4-10
Laporan laba-rugi perusahaan angsa putih untuk bulan oktober adalah
sebagai berikut:
PERUSAHAAN ANGSA PUTIH
Laporan Rugi-Laba
Untuk Bulan Yang Berakhir Tanggal 31 Oktober 2010

Pendapatan:
Pendapatan konsultasi

Rp 18.700.000,00

Pendapatan sewa

600.000,00

Pendapatan bunga

100.000,00
Rp 19.400.000,00

Beban-beban:
Gaji

Rp 11.200.000,00

Sewa

1.900.000,00

Perjalanan

720.000,00

Iklan

450.000,00

Depresiasi

120.000,00

Perlengkapan kantor

110.000,00

Bunga

260.000,00

Reparasi

60.000,00

asuransi

90.000,00
14.910.000,00

Laba bersih

Rp 4.490.000,00

Neraca saldo sebelum disesuaikan adalah sebagai berikut:


PERUSAHAAN ANGSA PUTIH
Neraca Saldo
31 Oktober 2010
Nama Akun

Debet

Debet

Kas

Rp 2.160.000,00

Piutang usaha

3.980.000,00

Piutang wesel

12.000.000,00

Asuransi dibayar di muka


Perlengkapan kantor
Peralatan kantor

1.080.000,00
560.000,00
13.200.000,00

Utang usaha

Rp 3.370.000,00

Sewa diterima di muka

1.800.000,00

Utang wesel

4.000.000,00

Modal,tuan omar
Prive,tuan omar

20.500.000,00
1.400.000,00

Pendapatan konsultasi

18.700.000,00

Beban gaji

10.600.000,00

Beban sewa

1.900.000,00

Beban perjalanan

720.000,00

Beban advertensi

450.000,00

Beban bunga

260.000,00

Beban reparasi

60.000,00
Rp 48.370.000,00

Rp 8.370.000,00

Diminta:

1.

Analisislah data yang ada pada neraca saldo dan laporan rugi-laba di atas untuk
menemukan:
(a)

perubahan yang terjadi pada masing-masing akun kerena adanya penyesuaian,dan

(b)

akun baru yang muncul karena adanya penyesuaian.

2.

Buatlah jurnal penyesuaian yang dapat mengungkapkan dan menjelasakn perubahan pada
masing-masing akun dari nerca saldo sebelum disesuaikan kelaporan laba-rugi.