Anda di halaman 1dari 13

PENGGUNAAN METODE DINDING PREFABRIKASI PADA

PROYEK MARGONDA RESIDENCE III

Disusun untuk Memenuhi Tugas


Mata Kuliah Metode dan Teknologi Konstruksi
Dosen Pengampu : Taufiq Lilo Adi Sucipto

Oleh :
Dwi Sarono (K1513028)

PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN


JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kemajuan teknologi dewasa ini sudah merebak ke semua aspek bidang, tak
terkecuali bidang konstruksi. Bermacam-macam teknologi maupun metode baru
diciptakan untuk meningkatkan kemakmuran umat manusia. Baik di darat maupun di laut
sistem konstruksi lama kelamaan semakin maju.
Metode konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan pelaksanaan konstruksi yang
mengikuti prosedur dan telah dirancang sesuai dengan pengetahuan maupun standar yang
telah diujicobakan. Dalam setiap pelaksanaan konstruksi dibutuhkan inovasi teknologi,
agar berbagai kegiatan pembangunan dapat berjalan secara efisien dan efektif, serta
diperoleh produk konstruksi yang lebih berkualitas. Dalam makalah ini akan dibahas
metode konstruksi pemecah gelombang pada pulau buatan Palm Jumeriah di dubai UEA.
B. Rumusan Masalah

Apa yang dimaksud dengan metode dinding prefabrikasi?

Bagaimana mekanisme metode dinding prefabrikasi?

Bagaimana penggunaan metode dinding prefabrikasi pada proyek apartemen


margonda residence III ?

C. Tujuan Penulisan

Mengetahui pengertian dari metode dinding prefabrikasi.

Mengetahui mekanisme metode dinding prefabrikasi.

Mengetahui penggunaan metode dinding prefabrikasi pada proyek apartemen


margonda residence III.

BAB II LANDASAN TEORI


A. Pengertian Dinding Prefabrikasi
Prefabrication (prefabrikasi) adalah industrialisasi metode konstruksi di mana
komponen-komponennya diproduksi secara massal dirakit (assemble) dalam bangunan
dengan bantuan crane dan alat-alat pengangkat dan penanganan yang lain. Prefabricated
Structural Components (Komponen Struktur Prefabrikasi) dibuat dari beton melalui
precast units/precast numbers atau precast elements (unit cetakan) tergantung pada
alternative penggunaannya, percetakan dikontrol dengan baik diberi waktui untuk
pengerasan dan mencapai kekuatan tertentu yang diingfinkan sebelum diangkat dan dibawa
menuju tapak kontruksi sesungguhnya untuk pembangunan. Metode konstruksi yang
dibuat dengan menggunakan komponen prefabrikasi secara kolektif disebut sebagai
prefabricated contruction (konstruksi prefabrikasi).
Sedangkan yang dimaksud dengan dinding prefabrikasi adalah dinding yang dibuat
sebelumnya di luar lokasi pembangunan dan dalam bentuk yang sudah jadi dipasang pada
lokasi pembangunan yang sudah ditentukan dengan menggunakan alat.
Pada kasus umum, dinding prefab terbuat dari pasangan bata ringan atau celcon.
Dinding tersebut dibagi-bagi menjadi beberapa tipe sesuai dengan gambar atau desain
ukuran bangunan yang diinginkan untuk selanjutnya diplester dan diaci. Umumnya,
dinding prefab ini telah dilapisi cat dasar sebelum diaplikasikan pada bangunan. Sehingga
akan memberikan efek warna lebih maksimal saat pewarnaan atau pengecatan selanjutnya.
Untuk pemasangan dinding ini, biasanya digunakan tower crane maupun mobile
crane, tergantung pada tingkat kesulitan dan kondisi medan. Penggunaan tower crane lebih
difokuskan untu pembangunan rumah atau gedung yang sangat tinggi. Sementara untuk
bangunan gedung yang tidak tinggi penggunaan ini bisa digantikan dengan lainnya
misalnya mobile crane.
Keuntungan yang utama dari penggunaan dinding prefab adalah pelaksanaan yang
lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional. Penggunaannya
berarti lebih sedikit material dan distribusi yang harus dilakukan. Bangunan yang dibangun
dengan menggunakan dinding prefab ini bisa dikombinasikan dengan bangunan semen dan
cor konvensional, namun penerapannya harus sesuai petunjuk ahli di bidang tekhnik sipil.

B. Jenis konstruksi Prefabrikasi


Prefabrikasi mempunyai beberapa jenis yang dibedakan dari tempat penyususnanya.Ada
tiga macam konstruksi prefabrikasi :

1. Pembuatan Ex situ
Yaitu pembuatan komponen prefabrikasi yang dilakukan di pabrik. Dengan kata
lain, komponen prefab diproduksi secara massal kemudian baru di bawa ke lokasi
proyek menggunakan alat transportasi.
2. Pembuatan In situ
Yaitu pembuatan komponen prefabrikasi yang dilakukan di dalam lokasi proyek.
Pembuatan dilakukan dengan alat alat mekanis yang telah disesuaikan dengan
kebutuhan komponen fabrikasi di dalam proyek tersebut.
3. Pembuatan komponen setengah jadi
Maksudnya adalah komponen prefabrikasi dibuat untuk dirangkai lagi dengan
komponen yang lebih besar.
C. Metode Pelaksanaan Dinding Prefabrikasi
Metode pemasangan komponen prefabrication dilakukan melalui beberapa tahapan.
Diantaranya :
1. Serangkaian kegiatan yang dilakukan pada proses produksi adalah :
a. Pembuatan rangka tulangan
b. Pembuatan cetakan
c. Pembuatan campuran beton
d. Pengecoran beton
e. Perawatan ( curing)
f. Penyempurnaan akhir
g. Penyimpanan

2. Transportasi dan alat angkut


Transportasi adalah pengangkatan elemen pracetak dari pabrik ke lokasi
pemasangan. Sistem transportasi berpengaruh terhadap waktu, efisiensi konstruksi
dan biaya transport.

Yang perlu diperhatikan dalam system transportasi adalah :

Spesifikasi alat transport

Ronte transport

Perijinan

Alat angkat yaitu memindahkan elemen dari tempat penumpukan ke posisi


penyambungan ( perakitan ).Peralatan angkat untuk memasang beton pracetak
dapat dikategorikan sebagai berikut :

Keran mobile

Keran teleskopis

Keran menara

Keran portal

3. Pelaksanaan Konstruksi ( Ereksi )


Metode dan jenis pelaksanaan konstruksi precast diantaranya adalah :
a.

Dirakit per elemen

b.

Lift Slab system


Lift Slab system adalah pengikatan elemen lantai ke kolom dengan
menggunakan dongkrak hidrolis.
Prinsip konstruksinya sebagai berikut :
Lantai menggunakan plat-plat beton bertulang yang dicor pada lantai
bawah
Kolom merupakan penyalur beban vertical dapat sebagai elemen
pracetak atau cor di tempat.
Setelah lantai cukup kuat dapat diangkat satu persatu dengan dongkrak
hidrolis.

c.

Slip Form System


Pada system ini beton dituangkan diatas cetakan baja yang dapat bergerak
memanjat ke atas mengikuti penambahan ketinggian dinding yang
bersangkutan.

Push Up / Jack Block System

d.

Pada system ini lantai teratas atap di cor terlebih dalu kemudian diangkat
ke atas dengan hidranlic jack yang dipasang di bawah elemen pendukung
vertical.
e.

Box System
Konstruksi menggunakan dimensional berupa modul-modul kubus beton.

D. Ikatan
Cara mengikatkan / melekatkan suatu komponen terhadap bagian komponen
konstuksi yang lain secara prinsip dibedakan sebagai berikut :
1. Ikatan Cor ( In Situ Concrete Joint )
Penyaluran gaya dilakukan lewat beton yang dicorkan.
Diperlukan penunjang / pendukung pembantu selama pemasangan sampai beton
cor mengeras
Penyetelan berlangsung dengan bantuan adanya penunjang / pendukung
pembantu. Toleransi penyusutan diserap oleh Coran Beton.

2. Ikatan Terapan
Cara menghubungkan komponen satu dengan yang lain secara lego (permainan
balok susun anak-anak) disebut Ikatan Terapan. Dimulai dengan cara hubungan
PELETAKAN , kemudian berkembang menjadi Saling Menggigit .

3. Ikatan Baja
Bahan pengikat yang dipakai : Plat baja dan Angkur. Sistem ikatan ini dapat
dibedakan sebagai berikut :

Menyambung dengan cara di las ( Welded Steel )

Menyambung dengan Baut / Mur / Ulir ( Corbel Steel )

4. Ikatan Tegangan
Merupakan perkembangan lebih jauh dari ikatan baja dengan memasukan unsur
Post Tensioning dalam system koneksi.

BAB III ISI


A. Deskripsi proyek
Margonda III residence adalah sebuah apartemen yang terletak di Jalan Margonda
Raya Depok Jawa Barat. Apartemen dengan jumlah hunian mencapai 748 unit ini di buat
oleh kontraktor PT Cipta Kestari Mas pada area seluas 10.646,50 m. Tujuan dibuatnya
apartemen ini adalah untuk mengatasi meningkatnya tingkat hunian apartemen di daerah
satelit ibu kota.

Tampak depan desain gambar margonda residence III


Di dalam konstruksinya, Margonda residence memakai dinding prefabrikasi in situ.
Hal yang melatarbelakangi dipilihnya metode dinding prefabrikasi adalah keinginan dari
kontraktor maupun owner untuk menyelesaikan proyek tersebut dalam waktu yang efisien.
Selain itu, pengerjaan dinding prefabrikasi dapat menghasilkan kualitas yang lebih baik
dan tidak terkendala cuaca.

B. Metode pelaksanaan konstruksi dinding prefabrikasi pada proyek


1. Pencetakan dinding prefabrikasi
Percetakan dinding prefabrikasi pada proyek ini dilakukan secara in situ di dalam
lokasi proyek. Proses percetakan dilakukan meliputi pembuatan rangka tulangan
pada bekisting dinding, kemudian di cor dengan adonan beton dan di keringkan.

cetakan dinding

Pembesian pada cetakan

Percetakan dinding

2. Pengangkatan dinding
Dinding prefabrikasi yang telah jadi kemudian diangkat ke konstruksi dengan 2
cara, diantaranya :
a. Pertama pengangkatan menggunakan tower crane. Pada pengangkatan dengan
cara ini pekerja memasang kawat baja kemudian pada oprasinya tinggal
dilakukan oleh operator tower crane

Pengangkatan menggunakan tower crane


b. Kedua dengan menggunakan Chain block dandigantung pada baja kaki dengan
menggunakan prinsipkatrol yang dikendalikan oleh pekerja.

Pengangkatan menggunakan chain block


3. Pengelasan sambungan
Setelah dinding di gantungkan pada konstruksi, pekerja kemudian melakukan
pengecekan pada dinding supaya benar-benar berdiri vertikal. Kemudian dilakukan
pembobokan. Dan yang terakir dilakukan pengelasan pada bagian sambungan
supaya dinding menyatu dengan konstruksi.

Proses pemasangan sambungan


4. Pengerjaan Grouting
Grouting adalah sebuah pekerjaan untuk mengisi celah atau rongga dalam sebuah
struktur. material yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah material yang tidak
memiliki sifat susut dan bahkan cenderung memiliki karakteristik expand /
mengembang dalam skala kecil biasanya antara 0,5 % s/d 1,5 %.
Pekerjaan grouting dilakukan pada cela-celaantara dinding Prefabrication dan
bagunan utama.Tujuan dari grouting untuk menghindari kebocoran airhujan dan
untuk kenyamanan penghuni.

Proses grouting
5. Finishing
Pada pengerjaan finishing seperti pengecatan danpembersihan dilakukan dengan
gondola

Proses finishing

KESIMPULAN

Prefabrication (prefabrikasi) adalah industrialisasi metode konstruksi di mana komponenkomponennya diproduksi secara massal dirakit (assemble) dalam bangunan dengan
bantuan crane dan alat-alat pengangkat dan penanganan yang lain

Dinding prefab adalah dinding yang dibuat sebelumnya di luar lokasi pembangunan dan
dalam bentuk yang sudah jadi dipasang pada lokasi pembangunan yang sudah ditentukan
dengan menggunakan alat.

Proses pelaksanaan terbagi dalam 4 tahapan pokok yaitupersiapan, percetakan, site erection
dan sistem sambungan.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/99297972/METODE-PELAKSANAAN-KONSTRUKSI
http://niagaartha.blogspot.co.id/p/grouting.html
http://margonda-residence.blogspot.co.id/2014/07/profile-margonda-residence-depok.html
http://adhipersadabeton.co.id/news/23-beton-pracetak-precast-beton-adalah-beton-pracetakyang-di-buat-dicetakan-dengan-ukuran-yang-sudah-ditentukan.html
http://ekonomimanajemenakuntansi.blogspot.co.id/2012/04/prinsip-dan-gambaran-umumkonstruksi.html
http://konstruksiplus.blogspot.co.id/2009/01/material-dinding-prefab.html
http://solid-parquet.com/blog/mengenal-dinding-prefab

Anda mungkin juga menyukai