Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Masalah

:Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpajan


informasi

Pokok Bahasan

: Nutrisi

Sub Pokok Bahasan

: Nutrisi untuk ibu nifas

Sasaran

: Ibu post partum di Ruang Alamanda RSUP Dr.Hasan


Sadikin

Waktu

: 20 menit

Hari/ Tanggal

: Kamis, 01 Oktober 2015

Tempat

: Ruangan Alamanda

Per.ke

: Pertemuan ke-1

Pelaksana

: Kelompok 3

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan, sasaran diharapkan mampu mengetahui serta memenuhi
kebutuhan nutrisi yang diperlukan selama masa nifas untuk mempertahankan kesehatan
ibu dan bayi.
II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit, diharapkan sasaran dapat :
1. Mengulang pengertian nutrisi tanpa melihat materi dengan benar
2. Menyebutkan kembali tujuan pemberian nutrisi untuk ibu nifas tanpa melihat materi
dengan benar (K1)
3. Menyebutkan prinsip pemberian nutrisi pada ibu nifas dengan benar (K2)
4. Menyebutkan jenis makanan yang dibutuhkan untuk ibu nifas tanpa melihat materi
dengan benar (K3)
III. Materi Penyuluhan
a. Pengertian nutrisi
b. Tujuan pemberian nutrisi untuk ibu nifas
c. Prinsip pemberian nutrisi untuk ibu nifas
d. Jenis makanan untuk ibu nifas

IV. Kegiatan Belajar Mengajar


1) Metode : Diskusi
2) Langkah langkah kegiatan :
No
1.

Kegiatan
Pra pembelajaran

Waktu

a. Mempersiapkan materi, media dan tempat

2 menit

b. Memberi salam dan perkenalan


c. Kontrak waktu
Membuka pembelajaran

2.

a. Menjelaskan

pokok

bahasan

yang

disampaikan
b. Menjelaskan tujuan

akan
2 menit

c. Apersepsi
3.

Inti pembelajaran
a. Penyuluh menyampaikan materi
b. Sasaran menyimak materi
c. Sasaran mengajukan pertanyaan

10 menit

d. Penyuluh menjawab pertanyaan


e. Penyuluh menyimpulkan jawaban
Penutup

4.

a. Evaluasi
b. Sasaran menjawab pertanyaan

6 menit

c. Penyuluh dan sasaran menyimpulkan materi


d. Memberi salam
V. Media Dan Sumber
1. Media

: Power point dan leaflet

2. Sumber

a. Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia


b. Almatsier, Sunita. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
c. Bahiyatun.2008.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal.Jakarta:EGC
d. Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika
e. http://www.lusa.web.id/kebutuhan-dasar-ibu-nifas-nutrisi-dan-cairan/

VI. Evaluasi
1. Prosedur

: Post test

2. Jenis tes

: Pertanyaan secara lisan

3. Butir soal

: 4 soal

Lisan

: a. Pengertian nutrisi
b. Tujuan pemberian nutrisi untuk ibu nifas
c. Jenis makanan yang diberikan untuk ibu nifas

VII. Materi terlampir


Bandung, September 2015
Penyuluh

Kelompok 3

LAMPIRAN

1. Pengertian nutrisi
Nutrisi adalah zat yang memproduksi energy yang ditemukan dalam makanan dan
dibutuhkan untuk fungsi tubuh atau apa yang dimakan seseorang dan bagaimana tubuh
menggunakannya.
2. Tujuan pemberian nutrisi untuk ibu nifas
a.
b.
c.
d.
e.

Pemulihan kondisi kesehatan setelah melahirkan


Mencegah terjadinya penyakit anemia malnutrisi pada ibu nifas
Cadangan tenaga
Memenuhi produksi ASI
Menunjang tumbuh kembang bayi

3. Prinsip pemberian nutrisi untuk ibu nifas


Pada dasarnya prinsip diit pada ibu post partum yaitu tinggi kalori dan tinggi protein
(TKTP).
1. Mengonsumsi makanan tambahan kurang lebih 500 kalori tiap hari.
2. Makan dengan diit gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein,
lemak, vitamin dan mineral.
3. Minum sedikitnya 3liter setiap hari.
4. Mengonsumsi vitamin yang mengandung zat besi selama 40 hari post partum.
5. Zat-zat yang dibutuhkan ibu pasca persalinan antara lain: kalori, protein, kalsium,
vitamin D, magnesium, sayuran hijau, buah, lemak, cairan, vitamin, Zinc, dan DHA.
4.

Jenis makanan yang diberikan untuk ibu nifas


a. Karbohidrat
Kebutuhan kalori pada masa menyusui sekitar 400-500 kalori. Wanita dewasa
memerlukan 1800 kalori per hari. Total makanan yang dikonsumsi dianjurkan
mengandung 50-60% karbohidrat. Manfaatnya dapat memberi tenaga untuk
penguatan Rahim. Sebaiknya ibu nifas jangan mengurangi kebutuhan kalori, karena
akan mengganggu proses metabolisme tubuh dan menyebabkan ASI rusak.
Makanan sumber karbohidrat antara lain nasi, kentang, roti, ubi, mie, jagung dan
berbagai makanan jajanan yang berasal dari tepung.
Bahan makanan
Nasi
Kentang
Ubi

Berat (g)
100
200
150

urt
gelas
2 biji sedang
1 biji sedang

Roti putih

80

2 iris

b. Protein
Fungsi protein untuk membentuk jaringan baru dan memproduksi air susu. Jumalh
protein sekitar 10-15% dari total makanan. Pada wanita dewasa, kebutuhan
seharinya 51 gram, sedangkan pada ibu menyusui perlu tambahan 16 gram pada 6
bulan pertama, selanjutnya 12 gram. Makanan sumber protein seperti tempe, tahu,
kacang-kacangan, daging, telur, hati dan ikan.
Bahan makanan
Daging sapi
Daging ayam
Hati sapi
Telur ayam
Ikan segar
Udang
Kacang hijau
Kacang kedelai
Tahu
Tempe

Berat (g)
50
50
50
75
50
50
25
25
100
50

urt
1 potong sedang
1 potong sedang
1 potong sedang
2 butir
1 potong sedang
gelas
2 sendok makan
2 sendok makan
biji besar
2 potong sedang

c. Lemak
Kebutuhan lemak sebesar 25-35% dari total makanan. Bahan makanan sumber
lemak adalah keju, susu, santan, mentega dan margarin. Fungsi lemak untuk ibu
menyusui sebagai daya tahan tubuh.
d. Vitamin dan Mineral
Konsumsi cairan sebanyak 8 gelas per hari. Minum sedikitnya minimal 2 liter tiap
hari. Kebutuhan akan cairan diperoleh dari air putih, sari buah, susu dan sup.
Kebutuhan vitamin selama menyusui sangat dibutuhkan. Vitamin yang diperlukan
antara lain:

1. Vitamin A yang berguna bagi kesehatan kulit, kelenjar serta mata. Vitamin A
terdapat dalam telur, wortel, hati dan keju. Jumlah yang dibutuhkan adalah 1,300
mcg.
2. Vitamin B6 membantu penyerapan protein dan meningkatkan fungsi syaraf.
Asupan vitamin B6 sebanyak 2,0 mg per hari. Vitamin B6 dapat ditemui di
daging, hati, padi-padian, kacang polong dan kentang.
3. Vitamin C
Fungsi pembentukan sel jaringan tubuh, membantu penyerapan zat gizi,
memperkuat pembuluh darah, contohnya pada buah-buahan.
5. Vitamin D
Fungsi membantu penyerapan zat kapur dan fosfor, mengatur pengerasan tulang.
Contoh : Susu sapi, mentega, telur, minyak ikan
6. Vitamin E
Berfungsi sebagai antioksidan, meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
Terdapat dalam makanan berserat, kacang-kacangan, minyak nabati dan gandum.
7. Vitamin K
Fungsi mempengaruhi proses pembekuan darah. Contohnya Hati, sayur-sayuran
sepertibayam, kangkung, daun singkong dengan kacang panjang, buncis, wortel,
labu kuning dan sebagainya. 100 gram sayuran campur adalah lebih kurang 1
gelas (setelah dimasak dan ditiriskan).
Bahan makanan
Jeruk
Pepaya
Pisang
Minyak goreng
Minyak ikan
Margarine
Susu sapi
Susu kental tak
manis
Keju

e. Zinc (Seng)

Berat (g)
100
100
50
5
5
5
200

urt
2 buah sedang
1 buah sedang
1 buah sedang
sendok makan
sendok makan
sendok makan
1 gelas

100

gelas

30

1 potong sedang

Berfungsi untuk kekebalan tubuh, penyembuhan luka dan pertumbuhan. Kebutuhan


Zinc didapat dalam daging, telur, gandum dan tablet zat besi. Enzim dalam
pencernaan dan metabolisme memerlukan seng. Kebutuhan seng setiap hari sekitar
12 mg. Sumber seng terdapat pada ikan laut, hati dan daging.
f. DHA
DHA penting untuk perkembangan daya lihat dan mental bayi. Asupan DHA
berpengaruh langsung pada kandungan dalam ASI. Sumber DHA ada pada telur,
otak, hati dan ikan.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


NUTRISI UNTUK IBU NIFAS
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Keperawatan Maternitas II

Disusun Oleh :
Dela Nurfitriani Faizin
Ingrit Aulia Yesin
Medina Hutami
Putra Hariyanto Sihaloho
Vita Nur Azizah
3A

JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG
2015