P. 1
Sistem Air Bersih Gedung_Kuliah 2 Tek. Pml.ged.&Perk

Sistem Air Bersih Gedung_Kuliah 2 Tek. Pml.ged.&Perk

|Views: 2,183|Likes:
Dipublikasikan oleh Dr. Ir. R. Didin Kusdian, MT.
Bahan kuliah ini terutama untuk mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik USB YPKP yang mengikuti perkuliahan Teknik Pemeliharaan Gedung Perkantoran
Bahan kuliah ini terutama untuk mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik USB YPKP yang mengikuti perkuliahan Teknik Pemeliharaan Gedung Perkantoran

More info:

Published by: Dr. Ir. R. Didin Kusdian, MT. on Mar 16, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

Sistem Air Bersih Gedung

KULIAH 2 TEKNIK PEMELIHARAAN GEDUNG PERKANTORAN PS S1 TEKNIK SIPIL-FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP BANDUNG

DEMAND AIR BERSIH GEDUNG
Untuk menghitung perkiraan demand (kebutuhan) air bersih gedung, perlu diketahui terlebih dahulu: • Luas gedung • Jenis gedung • Fungsi gedung • Jumlah penghuni Jumlah air yang harus selalu tersedia di dalam sistem air bersih gedung pada prinsipnya dapat ditentukan berdasarkan jumlah penghuni gedung dikalikan rata-rata kebutuhan air per orang per hari. Ketersediaan air di dalam gedung perlu dilihat dari dua sisi, yaitu: • Debit • Volume Debit adalah aliran air per satuan waktu (dinamik), dan volume adalah jumlah air dalam satuan kubik (statik). Volume berkaitan dengan kapasitas reservoar atau tangki.

RATA-RATA KEBUTUHAN AIR PER ORANG PER HARI
(SUMBER :Soufyan Moh. Noerbambang & Takeo Morimura, 2005)
No Jenis Gedung Pemakaian air rata-rata per hari (liter) Jangka waktu pemakaian air rata-rata sehari (jam) 8-10 8-10 8-10 Perbandingan luas lantai efektif/total (%) 42-45 50-53 45-50 Keterangan

1 2 3

Perumahan mewah Rumah biasa Apartemen

250 160-250 200-250

Setiap penghuni Setiap penghuni Mewah 250 liter Menengah 180 ltr Bujangan 120 ltr bujangan

4 5

Asrama Rumah sakit

120 Mewah>1000 Menengah 500-1000 Umum 350-500

8 8-10 45-48

(setiap tempat tidur pasien) Pasien luar : 8 ltr Staf/pegawai :120 ltr Kelg.pasien: 160 ltr Guru : 100 liter Guru : 100 liter Guru/Dosen:100 liter Penghuninya: 160 ltr

6 7 8 9

Sekolah Dasar SLTP SLTA dan Perg. Tinggi Rumah-toko

40 50 80 100-120

5 6 6 8

58-60 58-60

RATA-RATA KEBUTUHAN AIR PER ORANG PER HARI
(SUMBER :Soufyan Moh. Noerbambang & Takeo Morimura, 2005)

No

Jenis Gedung

Pemakaian air rata-rata per hari (liter)

Jangka waktu pemakaian air rata-rata sehari (jam) 8 7 8

Perbandingan luas lantai efektif/total (%) 60-70 55-60

Keterangan

10 11 12

Gedung kantor Toko serba ada departement store Pabrik/industri

100 3 Buruh pria: 60 wanita: 100 3

Setiap pegawai Untuk kakus blm termasuk restoran Per orang, setiap giliran (kalau kerja lebih dari 8 jam/hari) Setiap penumpang (yang tiba maupun berangkat Untuk penghuni 160 ltr Untuk penghuni: 160 ltr; pelayan: 100 ltr; 70% dari jml tamu perlu 15 ltr/org untuk kakus, cuci tangan dsb.

13

Stasiun/terminal

15

14 15

Restoram Restoran umum

30 15

5 7

RATA-RATA KEBUTUHAN AIR PER ORANG PER HARI
(SUMBER :Soufyan Moh. Noerbambang & Takeo Morimura, 2005)
No Jenis Gedung Pemakaian air rata-rata per hari (liter) Jangka waktu pemakaian air rata-rata sehari (jam) 5 Perbandingan luas lantai efektif/total (%) 53-55 Keterangan

16

Gedung pertunjukan

30

Kalau digunakan siang dan malam, pemakaian air dihitung per penonton, jam pemakaian air dalam tabel adalah untuk satu kali pertunjukan Idem Pedangan besar: 30 liter/tamu, 10 liter/satf, atau 5 liter per hari setiap m2 luas lantai Untuk setiap tamu, untuk staf 120-150 liter; penginapan 200 liter Didasarkan jumlah jemaah per hari

17 18

Gedung bioskop Toko pengecer

10 40

3 6

19

Hotel/penginapan

250-300

10

20

Gedung peribadatan

10

2

RATA-RATA KEBUTUHAN AIR PER ORANG PER HARI
(SUMBER :Soufyan Moh. Noerbambang & Takeo Morimura, 2005) No Jenis Gedung Pemakaian air rata-rata per hari (liter) Jangka waktu pemakaian air rata-rata sehari (jam) 6 Perbandingan luas lantai efektif/total (%) Keterangan

21

Perpustakaan

25

Untuk setiap pembaca yang tinggal

22 23

Bar Perkumpulan sosial

30 30

6

Setiap tamu Setiap tamu

24

Kelab malam

120-350

Setiap tempat duduk

25 26

Gedung perkumpulan Laboratorium

150-200 100-200 8

Setiap tamu setiap staf

DASAR PERHITUNGAN
• PENAKSIRAN BERDASARKAN JUMLAH PEMAKAI/PENGHUNI didasarkan pada pemakaian air rata-rata sehari dari setiap penghuni, dan perkiraan jumlah penghuni. jika diketahui jenis gedung dan jumlah penghuninya, jumlah kebutuhan air dihitung berdasarkan ‘standar’ pemakaian air per orang per hari jenis gedung tersebut. kalau jumlah penghuni tidak dapat diketahui, ditaksir berdasarkan luas lantai dan menetapkan kepadatan hunian per luas lantai, luas lantai yang dimaksud adalah luas lantai efektif, berkisar antara 55%-80% dari luas seluruhnya, kepadatan hunian misalnya ditetapkan 5 sampai 10 m2 per orang. pemakaian air rata-rata dihitung berdasarkan jumlah pemakaian air seluruh gedung dalam se hari, dibagi 24 jam pada waktu-waktu tertentu pemakaia air akan melebihi pemakaian air rata-rata, yang tertinggi dinamakan pemakaian air jam-puncak laju aliran air pada jam puncak digunakan untuk menentukan diameter pipa utama (dari tangki atap) atau pipa dinas, dan kapasitas pompa penyadap air

RUMUS DEBIT PEMAKAIAN AIR DALAM GEDUNG
• PEMAKAIAN AIR RATA-RATA Qh = Qd/T Qh= pemakaian air rata-rata (m3/jam) Qd= pemakaian air rata-rata sehari (m3) T= jangka waktu pemakaian (jam) PEMAKAIAN AIR PADA JAM-PUNCAK Qh-max = (c1)(Qh) c1 konstanta bergantung lokasi, berkisar antara 1,5 sampai 2,0 • PEMAKAIAN AIR PADA MENIT-PUNCAK Qm-max = (c2) (Qh/60) c2 konstanta berkisar antara 3,0 sampai 4,0

CONTOH PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR GEDUNG
Diketahui suatu gedung kantor dengan luas 15000 m2, hitung jumlah kebutuhan air bersihnya? Jawab : Perkiraan jumlah penghuni = 0,6 x 15000/5 = 1800 orang Dari tabel standar pemakaian air untuk jenis gedung: kantor adalah 100 liter per orang per hari, jadi kebutuhan seluruh gedung per hari = 1800 x 100 = 180.000 liter per hari atau 180 m3/hari Diperkirakan diperlukan penambahan untuk mengatasi kebocoran, pancuran air, tambahan air untuk ketel pemanas grdung, mesin pendingin gedung, penyiraman taman, dll, sebesar 20 %’ Qd= 1,2 x 180 = 216 m3/hari Dianggap durasi pemakaian 8 jam, maka Qh = 72/8 = 27 m3/jam Dengan menetapkan c1 =2 dan c2 =3, maka: Qh-max = 2 x 27 = 54 m3/jam Qm-max = 3 x 27/60 = 1,35 m3/menit

RUMUS ‘DARCY-WEISBACH’ UNTUK MENENTUKAN KERUGIAN GESEK
• Kerugian gesek (friction loss) menimbulkan tekanan terhadap aliran akibat adanya gesekan air terhadap dinding pipa, dapat dinyatakan dengan rumus DARCY-WEISBACH sebagai berikut:

h = (λ )(l / d )(v / 2 g )
2
h = kerugian gesek pipa lurus (m) koefisien gesekan l = panjang pipa lurus (m) d = diameter dalam (m) v = kecepatan rata-rata aliran air ( m/detik) g = percepatan gravitasi = 980 (m/det/det) Kerugian gesek untuk setiap satuan panjang pipa (h/l) disebut gradien hidrolik, dinyatakan dengan “i” ; dan jika aliran air dinyatakan dengan “Q”, maka secara experimental diperoleh hubungan yang disebut rumus HAZEN-WILLIAMS

RUMUS HAZEN-WILLIAMS UNTUK MENENTUKAN LAJU ALIRAN PIPA
• Rumus HAZEN_WILLIAMS:

Q = (1,67)(c)(d

2 , 63

)(i

0 , 54

)(10000)

Q = laju aliran air (liter/menit) ,c =koefisien kecepatan aliran (lihat tabel) ,d = diameter dalam pipa (m) , l = gradien hidraulik (m/m)

Koefisien kecepatan untuk berbagai jenis pipa

C
140

Jenis Pipa
Pipa baru : kuningan, tembaga, timah hitam, besi tuang, baja (dilas atau ditarik), baja atau besi dilapis semen. Pipa asbes-semen (selalu “licin” dan sangat lurus) Pipa baja baru (lurus tanpa perlengkapan, dilas atau ditarik), pipa besi tuang baru (biasanya angka ini yang dipakai), pipa tua: kuningan, tembaga, timah hitam. Pipa PVC keras Pipa dengan lapisan semen yang sudah tua, pipa keramik yang masih baik

130

110

100

Pipa besi tuang atau pipa baja yang sudah tua

PENENTUAN UKURAN PIPA
• • • • Ditentukan berdasarkan laju aliran puncak Dipertimbangkan batas kerugian gesek atau gradien hidraulik yang diizinkan Dipertimbangkan batas kecepatan tertinggi, biasanya 2m/detik atau kurang UKURAN DIAMETER EKONOMIS PIPA DISTRIBUSI (AWWA)

⎛ fbQ S ⎞ D = 0.215⎜ ⎟ ⎜ aiH ⎟ a ⎠ ⎝
3 a

1/ 7

Dimana: D = diameter pipa, ft(m) , f = faktor gesek Darcy-Weisbach , b = nilai daya, $/hp per tahun ($/kW per tahun) Qa = debit rata-rata, ft3/detik (m3/detik) S = unit tekanan izin dalam pipa , lb/in2 (MPa) ,a = harga pipa di lokasi, $/m (Rp/kg) , i = ongkos tetap tahunan jalur pipa ( dinyatakan sebagai fraksi/bagian dari biaya modal total Ha = rata-rata head dari pipa, ft (m) AWWA = American Water Work Association

KERUGIAN GESEK YANG DIIZINKAN
• Kerugian gesek yang diizinkan dapat dihitung dengan rumus (untuk pipa dengan laju aliran tertinggi, lantai tertinggi): Menurut “HASS 206-1976, Plumbing Code” : R = (1000) (H-H1)(K)(L+1) Dimana : R = kerugian gesek yang diizinkan (mm/m) H = Head statik pada alat plambing (m) H1 = Head standar pada alat plambing (m), lihat tabel K = Koefisien sistem pipa L = panjang pipa lurus, pipa utama (m) l = panjang pipa lurus, pipa cabang (m)

TABEL HEAD STANDAR ALAT PLAMBING
Nama Alat Plambing Katup gelontor kloset Katup gelontor peturasan Keran yang menutup sendiri, otomatis Pancuran mandi, dengan pancaran halus/tajam Pancuran mandi (biasa) Keran biasa Pemanas air langsung, dengan bahan bakar gas Tekanan yang dibutuhkan (kg/cm2) 0,7 0,4 0,7 0,7 0,35 0,3 0,25-0,7 1,0 Tekanan standar (kg/cm2)

KERUGIAN GESEK UNTUK LANTAI ke-n
H n − Rn−1 ( Ln −1 + L'n−1 − Rn−2 ( Ln −2 − L'n −2 )... − H 1n × 1000 Rn = K ( Ln + l n )

Dimana: Rn = Kerugian gesek diizinkan pada lantai ke-n Rn-1 = kerugian gesek pada lantai ke (n-1) Rn-2 = kerugian gesek pada lantai ke (n-2) Hn = head statik pada alat plambing pada lantai ke (n) H1n = head statik standar alat plambing pada lantai ke (n) K = koefisien sistim pipa Ln = panjang lurus pipa utama pada lantai ke (n) Ln-1 = panjang lurus pipa utama dari lantai ke (n-2) sampai lantai ke (n-1) Ln-2 = panjang lurus pipa utama dari lantai ke (n-2) sampai lantai ke (n-2) ln = panjang lurus pipa-pipa cabang pada lantai ke n

KAPASITAS TANGKI AIR BAWAH
• Volume air yang terlalu besar dibandingkan dengan pemakaian air akan menyebabkan “pergantian” air dalam tangki terlalu lambat. Untuk mencegah hal itu biasanya tangki air dibuat untuk melayani kebutuhan air sehari saja. Rumus-rumus di bawah ini memberikan hubungan antara kapasitas tangki air bawah dengan kapasitas dinas: Qd =QsT Untuk tangki air yang hanya digunakan menampung air minum, ukuran tangkinya adalah : VR = Qd – QsT Sedang kalau tangki tersebut juga berfungsi menyimpan air untuk pemadam kebakaran, ukuran tangkinya adalah: VR = Qd –QsT + VF

• •

Keterangan: Qd = jumlah kebutuhan air per hari (m3/hari) Qs = kapasitas pipa dinas (m3/jam) T = Rata-rata pemakaian per hari (jam/hari) VR = volume tangki air minum (m3) VF = cadangan air untuk pemadam kebakaran (m3)

CONTOH PERHITUNGAN KAPASITAS TANGKI AIR BAWAH
• Sebagai contoh misalnya pada gedung yang sama (luas 15000 m2) terdapat menara pendingin yang melayani mesin refrijerasi dengan kapasitas 200 ton-refrijerasi, di mana air yang di sirkulasikan sekitar 12 liter/menit. Mesin bekerja rata-rata 8 jam per hari, kehilangan air dalam menara 2% dari air yang disirkulasikan, maka air yang diperlukan menara pendingin: 12 x 200 x 0,02 x 60 x 8 (liter per hari) = 23040 liter/hari = 23,04 m3/hari dalam contoh perhitungan terdahulu telah didapat kebutuhan air gedung adalah 72 m3/hari , sehingga seluruh kebutuhan air menjadi: Qd = 216 + 23,04 = 239.04 m3/hari diasumsikan kapasitas pipa dinas (Qs) dianggap 2/3 dari rata-rata per jam, yaitu 27 m3/jam,, durasi/lama pemakaian air (T) per hari rata-rata 8 jam, volume tangki air bawah adalah : VR = 239,04-(27x 2/3 x 8) = 239,04- 144 = 95,05 m3 Jadi tangki air bawah dengan volume kira-kira 96 m3 cukup untuk contoh gedung ini.

KAPASITAS TANGKI AIR ATAS (TANGKI ATAP)
• Tangki atas dimaksudkan untuk menampung kebutuhan puncak, disediakan dengan kapasitas cukup untuk jangka waktu puncak selama 30 menit. Untuk mengantisipasi kejadian kebutuhan puncak pada saat muka air terendah dalam tangki atas, perlu diperhitungkan jumlah air yang dapat dimasukan dalam waktu 10 sampai 15 menit oleh pompa-angkat (dari tangki bawah ke tangki atap)

Kapasitas tangki atas dinyatakan oleh rumus:

VE = (Qp-Qmas)Tp –Qpu x Tpu
Dimana: VE = kapasitas efektif tangki atas (liter) Qp = kebutuhan puncak (liter/menit) Qmax = kebutuhan air jam puncak Qpu = kapasitas pompa pengisi (liter/menit) Tp = jangka waktu kebutuhan puncak (menit) Tpu = Jangka waktu kerja pompa pengisi (menit) kapasitas pompa diusahakan sebesar Qpu = Qmax air yang diambil dari tangki atas melalui pipa pembagi utama dianggap sebesar Qp makin dekat Qpu dengan Qp makin kecil ukuran tangki atas dari rumus diatas dapat dilihat bahwa kalau Qpu = Qp, maka volume tangki adalah : VE = Qpu x Tpu

CONTOH PERHITUNGAN KAPASITAS TANGKI AIR ATAS (TANGKI ATAP)
• Melanjutkan contoh terdahulu diatas (untuk gedung 15.00 m2), telah dihitung Qp =1,35 m3/menit = 1350 liter/menit, Qmax =(2/3)(1350)= 900 iter/menit; Qpu= Qmax kalau Tp = 30 menit dan Tpu = 10 menit, volume tangki atas adalah: VE = (1350-900) x 30 + 600 x 10 = 19500 liter pipa keluar tangki atas harus dapat mengalirkan air dengan laju 1350 liter/menit berdasarkan angka laju aliran ini dapat ditentukan diameter pipa berdasarkan kerugian gesek menurut masing-masing jenis bahan pipa yang akan dipakai, dan telah ada nomogram/grafik yang dapat dipakai. jika akan digunakan pipa baja dengan kecepatan antara 1,5 sampai 2 m/detik, maka dari nomogram didapat diameter pipa antara 225 sampai 250 mm

KERUGIAN GESEK PADA PIPA BAJA KARBON (NOMOGRAM INI DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN DIAMETER PIPA JIKA KEBUTUHAN DEBIT/ LAJU ALIRAN DAPAT DIKETAHUI)
• SUMBER : SOUFYAN MOH. NOURBAMBANG dan TAKEO MORIMURA (2005)

KERUGIAN GESEK PADA PIPA PVC KAKU (NOMOGRAM INI DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN DIAMETER PIPA JIKA KEBUTUHAN DEBIT/ LAJU ALIRAN DAPAT DIKETAHUI)
• SUMBER : SOUFYAN MOH. NOURBAMBANG dan TAKEO MORIMURA (2005)

KERUGIAN GESEK PADA PIPA BAJA DILAPISI PVC KAKU (DI DALAM) (NOMOGRAM INI DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN DIAMETER PIPA JIKA KEBUTUHAN DEBIT/ LAJU ALIRAN DAPAT DIKETAHUI)
• SUMBER : SOUFYAN MOH. NOURBAMBANG dan TAKEO MORIMURA (2005)

KERUGIAN GESEK PADA PIPA TEMBAGA (NOMOGRAM INI DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN DIAMETER PIPA JIKA KEBUTUHAN DEBIT/ LAJU ALIRAN DAPAT DIKETAHUI)
• SUMBER : SOUFYAN MOH. NOURBAMBANG dan TAKEO MORIMURA (2005)

KAPASITAS POMPA PENGISI TANGKI
• Tinggi angkat pompa tinggi angkat pompa dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

H = H S + H d = H fsd + v 2 / 2 g H = H a + H fsd + v 2 / 2 g

dimana:
H = tinggi angkat total (m) HS = tinggi hisap (m) Hd = Tinggi tekan (m) Ha = Tinggi potensial (m) Hfsd = kerugian gesek dalam pipa hisap dan pipa tekan (m) V2/2g= tekanan kecepatan pada lubang keluar pipa (m)

DAYA YANG DIBUTUHKAN POMPA
• Daya hidraulik (dalam kilowatt) dinyatakan dengan

N h = (0,163)(Q )( H )(γ ) dim ana : H = tinggi angkat total ( m)

Q = kapasitas pompa m 3 / menit γ = berat spesifik kg / liter

Daya poros pompa (disebut juga brake horsepower atau shaft horsepower) adalah daya hidraulik dibagi dengan efisiensi pompa :

N p = ( N h /η p ) dim ana ηp = efisiensi pompa

DAYA MOTOR PENGGERAK POMPA
Daya motor penggerak pompa Nm harus lebih besar dari daya poros pompa; kelebihannya bergantung pada jenis motor dan hubungan poros pompa dengan poros motor

N m = N p (1 + A)(η p ⋅ η k )
Dimana A = faktor yang bergantung jenis motor 0,1 sampai 0,2 untuk motor listrik 0,2 untuk motor bakar besar 0,25 untuk motor bakar kecil ,k = efisiensi hubungan poros, dengan nilai: 1 untuk poros yang dikopel langsung

CONTOH PERHITUNGAN KAPASITAS POMPA
• Melanjutkan contoh-contoh perhitungan sebelumnya diatas, diambil anggapan kebutuhan air puncak dilayani oleh tangki atas., dan kapasitas pompa pengisi tangki atas sama dengan kebutuhan jam puncak, Qmax = 900 liter/menit Misalkan dibuat perkiraan harga-harga berikut: Ha = 50 m --- = tinggi atap gedung + tinggi inlet ke tangki dari atap gedung Hfsd = 20% dari Ha v2/2g = 2 m dengan demikian dapat dihitung: H = 50 + 0,2 (50) +2 = 62 m Qmax = 900 liter/menit = 0,9 m3/menit kalau efisiensi pompa 50%, hubungan poros langsung, penggerak motor listrik , maka daya motor dapat dihitung sbb:

Nm = 0,163 x 0,9 x 62 x (1+0,1)/(0,5)=18,4 kW

Skema sistem suply air bersih gedung dengan tangki atap
(sumber : soufyan Moh. Nurbambang dan Takeo Morimura, 2005)

Soal Tugas
• Jika gedung luasnya 7500 m2 hitung: - kebutuhan air gedung - laju aliran air rata-rata per 24 jam - pemakaian air jam puncak dengan pemakaian 8 jam - pemakaian air menit puncak - volume tangki air bawah - volume tangki air atas - kapasitas dan daya pompa

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->