Anda di halaman 1dari 6

Epidemiologi GGA

2.4.1. Distribusi GGA


a. Distribusi Menurut Orang
GGA dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, umur ataupun ras.
Menurut penelitian Bates dkk (2000), Boston, Amerika serikat, GGA paling banyak diderita
oleh laki-laki (71,7%), sedangkan perempuan ada sebesar 28,3%. Berdasarkan ras jumlah
penderita yang berkulit putih adalah sebesar 82,5%, dan rata-rata terjadi pada penderita yang
berumur 45 tahun.
Menurut penelitian Orfeas Liangos dkk (2001), dari 558.032 penderita GGA, 51,8%
adalah laki-laki, sedangkan perempuan sebesar 48,2%. Berdasarkan ras, jumlah penderita
yang berkulit putih ada sebesar 62,3%, kulit hitam 14,4% dan yang lainnya berjumlah 23,4%.
Berdasarkan umur, penderita GGA paling banyak diderita oleh kelompok umur 60-82 tahun.
Menurut penelitian Ravindra L. Mehta dkk (2002), dari empat rumah sakit yang ada
di California Selatan, penderita GGA yang laki-laki ada sebesar 71,6% sedangkan perempuan
sebesar 28,4%. Berdasarkan ras jumlah penderita yang berkulit putih adalah sebesar 59,5%
dan paling tinggi terjadi pada mereka yang berusia > 65 tahun (39,0%). Menurut penelitian
Sushrut S.Waikar dkk (2006), di Amerika Serikat, dari 439.192 orang penderita GGA,
80,45% adalah penderita berkulit putih, dimana 53,70% dari jumlah tersebut adalah laki-laki.
Penderita yang berkulit hitam sebesar 19,5% dimana 50,3% dari jumlah penderita yang
berkulit hitam tersebut adalah lakilaki.
b. Distribusi Menurut Tempat
Menurut penelitian Atef dkk (1990), dari dua propinsi yang ada di Iran dengan jumlah
populasi sebanyak 2,3 juta orang, terdapat kasus GGA yaitu sebanyak 30 orang dimana 12
diantaranya meninggal, dengan angka insidensi 13 kasus/1.000.000 penduduk (CFR =
40%).21 Menurut penelitian Schiffl dkk (2002), di negara Jerman pada tahun 1998 terdapat
172 orang penderita GGA, dimana 59 orang diantaranya meninggal (CFR = 34,3%).22
Menurut penelitian Katherine L. OBrien dkk (1996) di Haiti terdapat kasus GGA sebanyak
109 orang.
c. Distribusi Menurut Waktu
Menurut penelitian Cengiz Utaz, pada tahun 1991 - 1997 di salah satu rumah sakit di
Kayseri, Turkey, ditemukan penderita GGA yaitu berjumlah 323 orang penderita. Menurut
Jay L. Xue dkk pada tahun 1992-2001 di salah satu rumah sakit yang ada di Amerika Serikat
ditemukan 255.228 orang yang menderita penyakit GGA. Menurut Sushrut S. Waikar pada

tahun 2004, dari 3 rumah sakit yang ada di Amerika Serikat ditemukan 99.629 orang yang
menderita GGA. Menurut penelitian Fernando Liano, di Madrid, Spanyol, pada tahun 19771980 terdapat 202 orang penderita, dan pada tahun 1991 meningkat menjadi 748 orang
penderita.
2.4.2. Determinan GGA
GGA adalah suatu penyakit tidak menular yang merupakan suatu sindrom klinis yang
ditandai dengan penurunan mendadak (dalam beberapa jam sampai beberapa hari) laju filtrasi
glomerulus (LFG), disertai sisa metabolisme (ureum dan kreatinin). GGA merupakan suatu
sindrom klinis oleh karena dapat disebabkan oleh berbagai keadaan dengan patofisiologi
yang berbeda-beda.
a. Host
1. Umur dan jenis kelamin
Usia penderita GGA berkisar antara 40-50 tahun, tetapi hampir semua usia dapat
terkena penyakit ini.27 Menurut penelitian D.W. Bates penyakit GGA paling banyak pada
penderita yang berumur 45 tahun.18 Menurut penelitian Katherine L. OBrien, Haiti,
ditemukan 109 orang penderita GGA yang berumur dibawah 18 tahun. Berdasarkan data
penyakit ginjal anak di Indonesia yang dikumpulkan dari 7 pusat pendidikan Dokter Spesialis
Anak yaitu Universitas Sumatera Utara, Universitas Indonesia , Universitas Padjajaran ,
Universitas Diponegoro , Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada dan Universitas
Udayana ditemukan sebanyak 107 orang anak yang menderita penyakit GGA. Kejadian pada
laki-laki dan perempuan hampir sama. Menurut penelitian Orfeas Liangos dkk (2001), dari
558.032 penderita GGA, 51,8% adalah laki-laki, sedangkan perempuan sebesar 48,2%.26
2. Pekerjaan
Orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan bahan-bahan kimia akan dapat
mempengaruhi kesehatan ginjal. Bahan-bahan kimia yang berbahaya jika terpapar dan masuk
kedalam tubuh dapat menyebabkan penyakit ginjal. Misalnya pada pekerja di pabrik atau
industri.
3. Perilaku minum
Air merupakan cairan yang sangat penting di dalam tubuh. Lebih kurang 68% berat
tubuh terdiri dari air. Minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari adalah cara perawatan
tubuh terbaik. Air ini sebagai simpanan cairan dalam tubuh. Sebab bila tubuh tidak menerima
air dalam jumlah yang cukup tubuh akan mengalami dehidrasi. Di mulai dengan simpanan air
tubuh yang mengalami penurunan yang mengakibatkan gangguan kesehatan.

Organ-organ tubuh yang vital juga sangat peka terhadap kekurangan air, salah satunya
adalah ginjal. Ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik bila tidak cukup air. Pada proses
penyaringan zat-zat racun, ginjal melakukannya lebih dari 15 kali setiap jam, hal ini
membutuhkan jumlah air yang banyak sebelum diedarkan ke dalam darah. Bila tidak cukup
cairan atau kurang minum, ginjal tidak dapat bekerja dengan sempurna maka bahan-bahan
yang beredar dalam tubuh tidak dapat dikeluarkan dengan baik sehingga dapat menimbulkan
keracunan darah dan menyebabkan penyakit ginjal.
4. Riwayat penyakit sebelumnya.
Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan penyakit GGA, yaitu :
a. Penyebab penyakit GGA Prarenal, yaitu :
1. Hipovolemia, disebabkan oleh :
a) Kehilangan darah/ plasma : perdarahan , luka bakar.
b) Kehilangan cairan melalui gastrointestinal, kulit, ginjal (diuretik, penyakit ginjal
lainnya), pernafasan, pembedahan.
c) Redistribusi cairan tubuh : pankreatitis, peritonitis, edema, asites.
2. Vasodilatasi sistemik :
a)
b)
c)
d)
e)

Sepsis.
Sirosis hati.
Anestesia/ blokade ganglion.
Reaksi anafilaksis.
Vasodilatasi oleh obat.

3. Penurunan curah jantung/kegagalan pompa jantung :


a)
b)
c)
d)
e)

Renjatan kardiogenik, infark jantung.


Gagal jantung kongestif (disfungsi miokard, katub jantung).
Tamponade jantung.
Disritmia.
Emboli paru.

b. Penyebab penyakit GGA renal, yaitu :


1. Kelainan glomerulus
a) Glomerulonefritis akut
Glomerulonefritis akut adalah salah satu jenis GGA renal yang biasanya disebabkan
oleh kelainan reaksi imun yang merusak glomeruli. Sekitar 95% daripasien, GGA
dapat terjadi satu sampai tiga minggu setelah mengalami infeksidibagian lain dalam
tubuh, biasanya disebabkan oleh jenis tertentu dari streptokokus beta grup A. Infeksi
dapat berupa radang tenggorokan streptokokal, tonsilitis streptokokal, atau bahkan
infeksi kulit streptokokal.
b) Penyakit kompleks autoimun

c) Hipertensi maligna
2. Kelainan tubulus
a. Nekrosis Tubular Akut (NTA) akibat iskemia
Tipe iskemia merupakan kelanjutan dari GGA prarenal yang tidak teratasi. Iskemia
ginjal berat dapat diakibatkan oleh syok sirkulasi atau gangguan lain apapun yang sangat
menurunkan suplai darah ke ginjal. Jika iskemia berlangsung cukup berat sampai
menyebabkan penurunan yang serius terhadap pengangkutan zat makanan dan oksigen ke selsel epitel tubulus ginjal dan jika gangguan ini terus berlanjut, kerusakan atau penghancuran
sel-sel epitel dapat terjadi. Jika hal ini terjadi, sel-sel tubulus hancur terlepas dan menempel
pada banyak nefron, sehingga tidak terdapat pengeluaran urin dari nefron yang tersumbat,
nefron yang terpengaruh sering gagal mengekskresi urin bahkan ketika aliran darah ginjal
kembali pulih normal, selama tubulus masih baik. Beberapa gangguan yang menyebabkan
iskemia ginjal, yaitu :
1. Hipovolemia : misalnya dehidrasi, perdarahan, pengumpulan cairan pada luka bakar,
atau asites.
2. Insufisiensi sirkulasi : misalnya syok, payah jantung yang berat, aritmi jantung, dan
tamponade.
b. Nekrosis Tubular Akut (NTA) akibat toksin
Tipe NTA yang kedua yaitu terjadi akibat menelan zat-zat nefrotoksik. Zat-zat yang bersifat
nefrotoksik yang khas terhadap sel epitel tubulus ginjal menyebabkan kematian pada banyak
sel. Sebagai akibatnya sel-sel epitel hancur terlepas dari membran basal dan menempel
menutupi atau menyumbat tubulus. Beberapa keadaan membran basal juga rusak, tetapi sel
epitel yang baru biasanya tumbuh sepanjang permukaan membran sehingga terjadi perbaikan
tubulus dalam waktu sepuluh sampai dua puluh hari.
Gejala-gejala yang dapat terjadi pada NTA ini, antara lain :
1. Makroskopis ginjal membesar, permukaan irisan tampak gembung akibat sembab.
Khas pada daerah perbatasan kortiko medular tampak daerah yang pucat.
2. Histopatologi dikenal 2 macam bentuk kelainan, yaitu lesi nefrotoksik dan lesi
iskemik.
3. Kelainan interstisial
a. Nefritis interstisial akut
Nefritis interstisial akut merupakan salah satu penyebab GGA renal, yang merupakan
kelainan pada interstisial. Nefritis interstisial akut dapat terjadi akibat infeksi yang berat dan

dapat juga disebabkan oleh obat-obatan.7 Menurut penelitian Fernando,1996, nefritis


interstisial akut merupakan 2,1% dari semua penderita GGA.
b. Pielonefritis akut
Pielonefritis akut adalah suatu proses infeksi dan peradangan yang biasanya mulai di
dalam pelvis ginjal tetapi meluas secara progresif ke dalam parenkim ginjal. Infeksi tersebut
dapat disebabkan oleh berbagai jenis bakteri, tetapi terutama dari basil kolon yang berasal
dari kontaminasi traktus urinarius dengan feses.
4. Kelainan vaskular
a. Trombosis arteri atau vena renalis
b. Vaskulitis.
c. Penyebab penyakit GGA postrenal, yaitu :
1. Obstruksi intra renal :
a. Instrinsik : asam urat, bekuan darah, kristal asam jengkol.
2. Obstruksi ekstra renal :
b. Intra ureter : batu, bekuan darah.
c. Dinding ureter : neoplasma, infeksi (TBC).
d. Ekstra ureter : tumor cavum pelvis.
e. Vesika urinaria : neoplasma, hipertrofi prostat.
f. Uretra : striktur uretra, batu, blader diabetik, paraparesis.
g. Pelvis renalis : striktur, batu, neoplasma.
b. Agent
Agent dalam penyakit GGA adalah jenis obat-obatan. NTA akibat toksik terjadi akibat
menelan zat-zat nefrotoksik. Ada banyak sekali zat atau obat-obat yang dapat merusak epitel
tubulus dan menyebabkan GGA, yaitu seperti :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Antibiotik : aminoglikosoid, penisilin, tetrasiklin, amfotersisin B,


sulfonamida, dan lain-lainnya.
Obat-obat dan zat kimia lain : fenilbutazon, zat-zat anestetik,
fungisida, pestisida, dan kalsium natrium adetat.
Pelarut organik : karbon tetraklorida, etilon glikol, fenol, dan metil
alkohol.
Logam berat : Hg, arsen, bismut, kadmium, emas, timah, talium, dan
uranium.
Pigmen heme : Hemoglobin dan mioglobin.
Environment
Cuaca panas dapat mempengaruhi terjadinya penyakit GGA. Jika seseorang bekerja di

dalam ruangan yang bersuhu panas, hal ini dapat mempengaruhi kesehatan ginjalnya. Yang
terjadi adalah berkurangnya aliran atau peredaran darah ke ginjal dengan akibat gangguan
penyediaan zat-zat yang diperlukan oleh ginjal, dan pada ginjal yang rusak hal ini akan
membahayakan.