Anda di halaman 1dari 9

PAPER

SATUAN OPERASI INDUSTRI


( Destilasi )

Oleh :
Nama

Reinaldy Pradana

NPM

240110120040

Co. Ass

1. Astri Ariyanti
2. Rizqi Putri Fathoni

LABORATORIUM PASCA PANEN DAN TEKNOLOGI PROSES


JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2014

2.1

Pengertian Destilasi

Gambar: proses destilasi

Destilasi merupakan suatu teknik pemisahan larutan yang berdasarkan pada perbedaan titik
didihnya atau dapat juga dikatakan destilasi adalah suatu cara pemisahan larutan dengan
menggunakan panas sebagai pemisah atau separating agent. Jika larutan yang terdiri dari dua
buah komponen yang cukup mudah menguap, misalnya larutan benzena-toluena, larutan nHeptan dan n-Heksan dan larutan lain yang sejenis didihkan, maka fase uap yang terbentuk akan
mengandung komponen yang lebih menguap dalam jumlah yang relatif lebih banyak
dibandingkan dengan fase cair.
Jadi ada perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap, dan hal ini merupakan syarat
utama supaya pemisahan dengan distilasi dapat dilakukan. Kalau komposisi fase uap sama
dengan komposisi fase cair, maka pemisahan dengan jalan distilasi tidak dapat dilakukan.
Destilasi ini memisahkan campuran yang memiliki titik didih yang jauh berbeda sehingga
dapat dipisahkan dengan destilasi sederhana. Misalnya pada pemisahan air tawar dengan air laut
dapat kita gunakan proses destilasi uap sederhana ini. Sedangkan untuk campuran yang memiliki
titik didih hampir sama maka dapat digunakan destilasi bertingkat atau fractional distilasion.
2.2

Jenis-jenis Destilasi

A. Destilasi Sederhana
Destilasi sederhana adalah salah satu cara pemurnian zat cair yang tercemar oleh zat padat
atau zat cair lain dengan perbedaan titik didih cukup besar, sehingga zat pencemar atau pengotor
akan tertinggal sebagai residu.

Gambar : proses destilasi sederhana

Gambar di atas merupakan alat destilasi atau yang disebut destilator. Yang terdiri dari
thermometer, labu didih, steel head, pemanas, kondensor, dan labu penampung destilat.
Thermometer Biasanya digunakan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi
selama proses destilasi berlangsung. Seringnya thermometer yang digunakan harus memenuhi
syarat:
a.

Berskala suhu tinggi yang diatas titik didih zat cair yang akan

didestilasi.

b.

Ditempatkan pada labu destilasi atau steel head dengan ujung atas

reservoir

HE

sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor.


Labu didih berfungsi sebagai tempat suatu campuran zat cair yang akan didestilasi. Steel
head berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke alat pendingin ( kondensor )
dan biasanya labu destilasi dengan leher yang berfungsi sebagai steel head.

Kondensor memiliki 2 celah, yaitu celah masuk dan celah keluar yang berfungsi untuk
aliran uap hasil reaksi dan untuk aliran air keran. Pendingin yang digunakan biasanya adalah air
yang dialirkan dari dasar pipa, tujuannya adalah agar bagian dari dalam pipa lebih lama
mengalami kontak dengan air sehingga pendinginan lebih sempurna dan hasil yang diperoleh
lebih sempurna.
Penampung destilat bisa berupa erlenmeyer, labu, ataupun tabung reaksi tergantung
pemakaiannya. Pemanasnya juga dapat menggunakan penangas, ataupun mantel listrik yang
biasanya sudah terpasang pada destilator.
Pemisahan senyawa dengan destilasi bergantung pada perbedaan tekanan uap senyawa
dalam campuran. Tekanan uap campuran diukur sebagai kecenderungan molekul dalam
permukaan cairan untuk berubah menjadi uap. Jika suhu dinaikkan, tekanan uap cairan akan naik
sampai tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer.
Pada keadaan itu cairan akan mendidih. Suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan
tekanan uap atmosfer disebut titik didih. Cairan yang mempunyai tekanan uap yang lebih tinggi
pada suhu kamar akan mempunyai titik didih lebih rendah daripada cairan yang tekanan uapnya
rendah pada suhu kamar.

Aplikasinya seperti pada sintesis kloroform dan ekstraksi padat

cair yang pemurniannya menggunakan destilator. Selain itu salah satu penerapan terpenting dari
metode distilasi adalah pemisahan minyak mentah menjadi bagian-bagian untuk penggunaan
khusus seperti untuk transportasi, pembangkit listrik, pemanas, dll. Destilator terdiri dari
thermometer, labu didih, steel head, pemanas, kondensor, dan labu penampung destilat yang
memiliki fungsi tertentu.
Pemisahan senyawa dengan destilasi bergantung pada perbedaan tekanan uap senyawa
dalam campuran. Tekanan uap campuran diukur sebagai kecenderungan molekul dalam
permukaan cairan untuk berubah menjadi uap. Jika suhu dinaikkan, tekanan uap cairan akan naik
sampai tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer. Pada keadaan itu cairan akan
mendidih. Suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer disebut titik
didih. Cairan yang mempunyai tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu kamar akan mempunyai
titik didih lebih rendah daripada cairan yang tekanan uapnya rendah pada suhu kamar.

Jika campuran berair didihkan, komposisi uap di atas cairan tidak sama dengan komposisi
pada cairan. Uap akan kaya dengan senyawa yang lebih volatile atau komponen dengan titik
didih lebih rendah. Jika uap di atas cairan terkumpul dan dinginkan, uap akan terembunkan dan
komposisinya sama dengan komposisi senyawa yang terdapat pada uap yaitu dengan senyawa
yang mempunyai titik didih lebih rendah. Jika suhu relative tetap, maka destilat yang terkumpul
akan mengandung senyawa murni dari salah satu komponen dalam campuran.

B. Destilasi Bertingkat atau Fraksinasi


Destilasi bertingkat adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagian-bagian
dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan bagian-bagian
ini

dimaksudkan untuk destilasi ulang (lihat gambar). Destilasi bertingkat


merupakan proses pemurnian zat/senyawa cair dimana zat pencampurnya
berupa senyawa cair yang titik didihnya rendah dan tidak berbeda jauh
dengan titik didih senyawa yang akan dimurnikan.
Dengan perkataan lain, destilasi ini bertujuan untuk memisahkan senyawa-senyawa

dari suatu campuran yang komponen-komponennya memiliki perbedaan titik didih relatif kecil.
Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran aseton-metanol, karbon tetra kloridatoluen, dll. Pada proses destilasi bertingkat digunakan kolom fraksinasi yang dipasang pada labu
destilasi.
Tujuan dari penggunaan kolom ini adalah untuk memisahkan uap campuran senyawa cair
yang titik didihnya hampir sama/tidak begitu berbeda. Sebab dengan adanya penghalang dalam
kolom fraksinasi menyebabkan uap yang titik didihnya sama akan sama-sama menguap atau
senyawa yang titik didihnya rendah akan naik terus hingga akhirnya mengembun dan turun
sebagai destilat.
Sedangkan senyawa yang titik didihnya lebih tinggi, jika belum mencapai harga titik
didihnya maka senyawa tersebut akan menetes kembali ke dalam labu destilasi, yang akhirnya
jika pemanasan dilanjutkan terus akan mencapai harga titik didihnya. Senyawa tersebut akan
menguap, mengembun dan turun/menetes sebagai destilat. Contoh destilasi bertingkat adalah

pemisahan campuran alkohol-air, titik didih alkohol adalah 78*C dan titik didih air adalah 1000C.
Campuran tersebut dicampurkan dalam labu didih.
Pada suhu sekitar 780C alkohol mulai mendidih tetapi sebagian air juga ikut menguap.Oleh
karena alkohol lebih mudah menguap,kadar alkohol dalam uap lebih tinggi daripada kadar
alkohol dalam campuran semula. Ketika mencapai kolom fraksionasi,uap mengembun dan
memanaskan kolom tersebut.
Setelah suhu kolom mencapai 780C,alkohol tak lagi mengembun sehingga uap yang mengandung
lebih banyak alkohol naik ke kolom di atasnya,sedangkan sebagian air turun ke dalam labu
didih.Proses seperti itu berulang beberapa kali (bergantung pada banyaknya plat dalam
kolom),sehingga akhirnya diperoleh alkohol yang lebih murni.Contoh lain dari Destilasi
bertingkat adalah pemurnian minyak bumi,yaitu memisahkan gas,bensin,minyak tanah, dan
sebagainya dari minyak mentah.

C. Destilasi Uap

Untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air, dan titik didihnya cukup
tinggi, sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah terurai,
teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearranagement), maka zat cair tersebut tidak
dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat, melainkan harus didestilasi
dengan

destilasi

uap.

Destilasi uap adalah istilah yang


secara umum digunakan untuk destilasi
campuran air dengan senyawa yang tidak
larut dalam air, dengan cara mengalirkan
uap air ke dalam campuran sehingga bagian
yang dapat menguap berubah menjadi uap
pada temperatur yang lebih rendah dari pada
dengan pemanasan langsung (lihat gambar pemasangan alat pada proses destilasi uap). Untuk
destilasi uap, labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan dengan labu
pembangkit uap (lihat gambar alat destilasi uap). Uap air yang dialirkan ke dalam labu yang
berisi senyawa yang akan dimurnikan, dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa
tersebut, karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik didih komponenkomponennya.
Yang perlu diperhatikan dalam destilasi ini adalah dalam destilasi uap kadang-kadang
digunakan zat-zat padat, oleh karena itu bahan mungkin memadat dalam pendingin. Perhatikan
secara hati-hati dan hindarkan pembentukan massa kristal yang akan menghambat tabung,
kemudian hentikan sebentar pengaliran air melalui pendingin dan keluarkan air yang ada dalam
pendingin.
Uap panas akan meleburkan kristal dan hambatan akan hilang. Setelah hambatan hilang,
segeralah

alirkan

kembali

air

ke

dalam

pendingin.

Jika dalam destilasi uap dari labu yang mengandung zat tidak mau mengalir maka labu tersebut
dapat dipanaskan dengan menggunakan api yang lebih kecil dari api pada pemanasan labu
pembangkit uap.
D. Destilasi Stahl

Destilasi Stahl adalah alat untuk mengukur kadar / rendemen minyak atsiri dari simplisia
tanaman, ekstrak ataupun ramuan / sediaan jamu. Dipakai juga untuk menyuling minyak atsiri
dalam skala kecil guna keperluan pendidikan, penelitian dan pengujian di laboratorium.
Minyak dari hasil destilasi stahl adalah sebagai pembanding produk minyak berkualitas.
Terbuat dari bahan berkualitas pyrexglass sesuai standar SNI/ MMI.

Gambar: pemasangan alat pada destilasi Stahl

DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia, 2011. Destilasi. http://id.wikipedia.org/wiki/distilasi. diakses tanggal 03 Juni 2014


pukul 20.55.
Anonim, 2011. Destilasi. http://gedehace.blogspot.com/2009/03/kuliah/destilasi /distilasi- part1. html. diakses tanggal 03 Juni 2014 pukul 21.11.
Chemistry, 2011. Destilation. http://www-chem-istry:org . diakses tanggal 03 Juni 2014 pukul
20.56.
Ristiyani, Janik. 2008 .Laporan praktikum Kimia Organik II . Sintesis Klorofom .
Yogyakarta: Laboratorium UIN Sunan Kalijaga
Sudjadi, Drs. (1986). "Metode Pemisahan". UGM Press:Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai