Anda di halaman 1dari 5

PERPINDAHAN MASSA

Perpindahan massa adalah perpindahan massa dari satu lokasi, biasanya berupa
aliran, fasa, fraksi, atau komponen, ke lokasi lainnya. Perpindahan massa muncul pada
banyak
proses,
seperti absorpsi, evaporasi, adsorpsi, pengeringan, presipitasi, filtrasi
membran, dan distilasi. Perpindahan massa digunakan oleh berbagai ilmu sains untuk proses
dan mekanisme yang berbeda-beda, namun frasa ini banyak digunakan pada
ilmu teknik untuk proses fisika yang melibatkan difusi molekuler dan transport konveksi
suatu speses kimia dalam sistem.
Beberapa
contoh
sederhana
proses
perpindahan
massa
adalah evaporasi air ke atmosfer, penjernihan darah pada ginjal dan liver, serta distilasi
alkohol. Pada proses industri, operasi perpindahan massa termasuk pemisahan komponen
kimia pada kolom distilasi, adsorber seperti scrubber, adsorber seperti activated carbon bed,
dan ekstraksi liquid-liquid. Perpindahan massa pada umumnya digabungkan dengan proses
perpindahan untuk penerapannya seperti pada menara pendingin industri.
PROSES PERPINDAHAN
Dalam fisika, kimia, dan teknik, fenomena perpindahan adalah salah satu dari
berbagai mekanisme di mana partikel atau kuantitas fisik berpindah dari satu tempat ke
tempat lain. Tiga contoh umum fenomena perpindahan adalah difusi, konveksi, dan radiasi.
Tiga jenis utama fenomena perpindahan adalah perpindahan panas, perpindahan massa,
dan perpindahan momentum (dinamika fluida).
Satu prinsip penting dalam fenomena perpindahan adalah adanya analogi antar tiap
fenomena. Sebagai contoh, massa, energi, dan momentum semua dapat mengalami
perpindahan secara difusi:

Penyebaran atau disipasi bau di udara merupakan contoh difusi massa

Konduksi panas pada bahan padat adalah contoh difusi panas

Seretan (drag) yang dialami butiran hujan sewaktu jatuh dalam atmosfer adalah
contoh dari difusi momentum (butiran hujan kehilangan momentumnya ke udara sekitar
melalui tegangan kental, viscous stress, dan berkurang kecepatannya)

Perpindahan massa, energi, dan momentum juga dipengaruhi faktor-faktor luar:

Disipasi atau pelesapan bau menjadi lebih lambat jika sumber bau tetap ada

Laju pendinginan suatu zat padat yang menghantarkan panas tergantung pada apakah
sumber panas ada

Gaya gravitasi yang bekerja terhadap butiran hujan melawan seretan yang disebabkan
udara sekitar

Semua pengaruh ini dijelaskan oleh persamaan perpindahan skalar generik. Persamaan
yang sama yang mengatur konveksi pada perpindahan panas dapat diterapkan pada konveksi
pada perpindahan massa. Sewaktu mempelajari problem fenomena perpindahan yang
kompleks, seseorang harus menggunakan mekanika malaran (continuum mechanics)
dan kalkulus tensor dan seringkali permasalahan tersebut dapat dijelaskan dengan persamaan
diferensial parsial.
DIFUSI
Ada beberapa kesamaan pada persamaan perpindahan panas, momentum, dan
massa semuanya dapat dipindahkan dengan difusi:

Massa: tersebarnya bau di udara merupakan contoh difusi massa.

Panas: konduksi panas pada material padat merupakan contoh difusi panas.

Momentum: drag yang dialami oleh tetesan air hujan di atmosfer merupakan
contoh difusi momentum.

Persamaan perpindahan molekuler untuk momentum Hukum Newton, panas Hukum Fourier,
dan massa Hukum Fick sangat mirip.

Perbandingan fenomena difusi

Besaran yang berpindah

Fenomena fisika

Momentum

Viskositas
(Fluida Newtonian)

Energi

Konduksi panas
(Hukum Fourier)

Massa

Difusi molekuler
(Hukum Fick)

Perpindahan Massa

Persamaan

Ketika sistem berisi 2 atau lebih komponen yang konsentrasinya berbeda-beda antar titik,
ada kecenderungan alami dari massa untuk berpindah, untuk meminimalkan perbedaan
konsentrasi dalam sistem. Perpindahan massa dalam sistem dijelaskan oleh Hukum pertama
Fick: 'Difusi fluks dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah berbanding lurus dengan
gradien konsentrasi substansi dan difusivitas substansi pada medium.' Perpindahan massa
dapat berlangsung karena ada perbedaan driving force. Beberapa diantaranya adalah:

Massa dapat berpindah akibat gradien tekanan (difusi tekanan)

Difusi gata muncul akibat gerak beberapa gaya luar

Difusi disebabkan oleh gradien temperatur (difusi termal)

Dapat dibandingkan dengan Hukum Fourier mengenai konduksi panas:

dengan D adalah konstanta difusivitas.

Metode-metode yang tercakup dalam istilah operasi perpindahan massa meliputi:


Distilasi
Absorbsi
Humidifikasi
Ekstraksi
Leaching
Kristalisasi
Pengolahan kuantitatif mengenai perpindahan massa didasarkan atas neraca bahan dan neraca
enargi,kesetimbangan fase, laju perpindahan massa dan laju perpindahan panas.
NERACA MASSA DAN NERACA TENAGA
Neraca massa dan neraca tenaga masing-masing dijabarkan berdasarkan atas hukum
kekekalan massa dan hukum kekekalan tenaga.
Prinsip hukum kekekalan massa : massa tidak dapat terbentuk atau dihilangkan didalam suatu
proses fisis atau kimia. Hukum kekelan tebaga menyatakan bahwa tidk ada tenaga yang dapat
dibuat atau dihilangkan. Dengan hukum-hukum kekekalan massa dan kekekalan tenaga,
perhitungan kesetimbangan massa dan tenaga dapat dilakukan untuk setiap satuan operasi
didalam suatu system pengolahan. Hasil perhitungan yang diperoleh berupa persamaanpersamaan neraca massa dan neraca tenaga.

Klasifikasi proses
Terdapat tiga macam proses, antara lain :
Proses batch : selama proses berlangsung tidak ada bahan yang masuk atau keluar system
Proses keluar : Bahan baku diumpankan secara terus menerud, demikian pula hasil proses
dikeluarkan secara terus menerus.
Proses semi kontinyu : bahan baku diumpankan masuk pada permulaan proses dan hasil
dikeluarkan dari system secara terus menerus.atau sebaliknya
Bentuk persamaan neraca massa
Massa masuk + Massa tergenerasi masa keluar Massa terkonsumsi = Massa terakumulasi
Persamaan neraca massa tersebut diatas dipakai untuk penyususnan neraca massa salah satu
komponen bahan masuk dan keluar dari sistem yang mengalami reaks kimia.
Bila tidak terjadi reaksi kimia didalam sistem proses, seperti halnya pada proses pengeringan
dan proses-proses fisis lainnya, maka massa tergenerasi dan massa terkonsumsi masingmasing sama dengan nol.
Persamaan neraca massa yang dipakai adalah :
Masa masuk massa keluar = massa terakumulasi
Perhitungan untuk neraca tenaga analog dengan perhitungan neraca massa.
Langkah-langkah yang diperlukan dalam penyusunan neraca massa dalam suatu system
proses, adalah :
1. Gambarlah diagram proses termasuk pemberian semua data informasi
2. Tunjukkanlah batas-batas dari system dengan agris-garis putus dan pilihlah basis
perhitungan yang sesuai.
3. Berikanlah simbol pada besaran-besaran yang tidak diketahui dan harus ditentukan.
4. Susunlah hubungan neraca massa konstituen-konstituen yang dinyatakan dalam besaran
yang diketahui dan besaran yang tidak diketahui.
5. Selesaikan persamaan aljabar yang tersusun untuk mendapatkan besaran-besaran yang
tidak diketahui.
PROSES-PROSES DIFFUSI DAN TAHAP KESETIMBANGAN
Masalah perpindahan massa dapat diselesaikan dengan dua cara yang berbeda, pertama
dengan menggunakan konsep tahap kesetimbangan(equilibrium stage) atau kedua atas dasar
proses laju diffusi(diffusional rate process)
Cara mana yang dipilih, bergantung pada jenis peralatan yang digunakan untuk melaksanakan
operasi tersebut.
Semua perhitungan perpindahan massa akan memerlukan pengetahuan tentang hubungan
kesetimbangan fase.
KESETIMBANGAN FASE

Batas perpindahan fase tercapai apabila kedua fase itu mencapai kesetimbangan dan
perpindahan netto behenti. Untuk proses praktis, yang harus mempunyai laju produksi, maka
proses kesetimbangan harus dihindari, karena laju perpindahan massa pada setiap
keseimbangan.
Ada beberapa macam kesetimbangan yang penting dalam perpindahan massa. Dalam fase
lindak (bulk), pengaruh luas permukaaan dapat diabaikan dan variabel yang menentukan
adalah sifat-sifat intensif seperti suhu, tekanan dan konsentrasi.
Data kesetimbangan dapat disajikan dalam bentuk tabel, persamaan atau grafik.
APLIKASI PERPINDAHAN MASSA
1. Proses Destilasi, pemberian kalor sebagai gaya dari luar akan mendorong zat murni
teruapkan dan secara tak langsung densitas zat murni berubah nan mengakibatkan terjadinya
perpindahan massa dari substansi asal ke medium lain.
2. Proses Ekstraksi, yakni penambahan zat buat memurnikan suatu zat dengan berdasar
prinsip kelarutan. Dengan memberikan suatu zat kimia, secara otomatis densitas (massa jenis)
nan akan dipisahkan akan berubah, sehingga secara mudah akan terpisah dengan sendiri.
3. Kristalisasi (pemurnian dengan cara penguapan solvent),
4. Sentrifugasi (pemisahan berdasarkan densitas),
5. Adsorpsi (pemisahan berdasarkan hubungan ion terhadap adsorben),
6. Pengeringan (penghilangan solvent dari zat nan akan dimurnikan).