Anda di halaman 1dari 52

Modul Pelatihan HYSYS 7.

Personal Training Centre


Copyright 2015

Simulasi Piping
Installation
menggunakan
HYSYS 7.1
M. Asyhari Galih S.

Copyright 2015
Simulasi Proses Teknik Kimia menggunakan HYSYS 7.1
M Asyhari Galih S

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Daftar Isi
Daftar Isi....................................................................................................................................................... 2
Pendahuluan ............................................................................................................................................... 5
Bab 1. Sistem Penggabungan Gas Condensate .............................................................................. 6
Bab 2. Pengenalan Fitur Simulasi Steady dan Dynamic .............................................................. 6
Bab 3 Dynamic Simulation pada HYSYS 7.1 ................................................................................. 6

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Pendahuluan
Flowsheet sebuah proses merupakan bahasa dalam proses teknik kimia untuk
menjabarkan proses yang sudah ada atau sebuah hipotesa dalam sebuah detail
yang cukup untuk menyampaikan fitur yang penting.
Seorang chemical engineer mempelajari flowsheet dari sebuah proses dalam
konteks untuk menangani troubleshooting, seperti mencari mekanisme yang tidak
berfungsi dengan baik atau dalam rangka ekspansi dan modifikasi sebuah proses.
Hipotesa sebuah proses melibatkan bahan kimia baru atau sebuah modifikasi radikal
dari unit proses yang sudah beroperasi, untuk menjawab pertanyaan mengenai
kondisi operasi, ukuran alat dan perkiraan keuntungan.
Analisa atau simulasi adalah sebuah tool chemical engineer yang digunakan untuk
menerjemahkan flowsheet sebuah proses, menentukan letak malfungsi dan untuk
memprediksi performa dari beberapa proses. Dengan bantuan sebuah program
simulasi proses, seorang chemical engineer dapat membuat model steady state dan
dinamis untuk perancangan pabrik, monitoring kinerja, troubleshooting, improvisasi
operasi, perencanaan bisnis dan manajemen aset.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Bab 1. Sistem Penggabungan Gas Condensate

Deskripsi Proses

Salah satu aplikasi proses simulasi PIPESYS adalah pemodelan performa Sistem
Penggabungan Gas Condensate. Gambar di bawah ini menunjukkan konfigurasi
fisis dari sistem lapisan tanah dalam sebuah peta topografis. Sistem terdiri dari 3
sumur yang terdistribusi dalam sebuah daerah seluas 1 mil persegi yang
terhubung ke pabrik gas melalui jaringan pemipaan.
Data lapangan menunjukkan bahwa sumur tersebut berlaju alir seperti berikut :
Well Rate
A

8.6

7.4

10.1

Ketiga sumur tersebut mempunyai komposisi yang sama. Residu dari semua
komponen terberatnya mempunyai berat molekul 122 dan kepadatan 760 kg/m 3.
Karakterisasi komponen akan diperkirakan menggunakan fitur Hypothetical
component dalam Simulation Basis Manager HYSYS.

Gambar 1.1 Peta Topografi Penggabungan pipa Gas kondensat


Karakterisasi komponen akan diperkirakan menggunakan fitur Hypothetical
Component dalam Simulation Basis Manager HYSYS.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Analisis komposisi dari Gas Condensate tersaji pada tabel informasi berikut :

Component

Composition

Component

Composition

Methane

0.623

n-Pentane

0.00405

Ethane

0.280

n-Hexane

0.00659

Propane

0.0163

C7+*

0.00992

i-Butane

0.00433

Nitrogen

0.00554

n-Butane

0.00821

Carbon Dioxide

0.0225

i-Pentane

0.00416

Hydrogen Sulfide

0.0154

Diameter pipa untuk masing-masing percabangan adalah sebagai berikut :


Branch

Diameter

Branch 1

Branch 2

Branch 3

Branch 4

Branch 5

Pipa baja bernomor schedule 40 digunakan pada seluruh komponen pipa dan
terkubur pada kedalaman 3 feet. Semua instalasi pipa tidak terinsulasi.
Tabel di bawah ini merangkum data elevasi pada masing-masing percabangan.
Data elevasi yang diberikan untuk unit pipa adalah pada titik endpoint dari pipa
(misalnya : pada akhir downstream).
Branch
Branch 1

Unit

Length (ft)

Elevation (ft)

Well A

n/a

2095

Pipe Unit 1

945

211

Pipe Unit 2

1110

Pipe Unit 3

1056

Branch 2

Well B

n/a

2015

Branch 3

Pipe Unit 1
Well A

2822
n/a

209
2085

Pipe Unit 1

528

212.5

Pipe Unit 2

334

208

208.9
209

Pipe Unit 3

670

207.7

Branch 4

Pipe Unit 1

1167

207.7

Branch 5

Pipe Unit 1

2110

198

Percabangan melintang pada tanah lapang berbukit-bukit telah dipisahkan


menjadi beberapa bagian dengan titik elevasi yang telah ditentukan pada lokasi
dimana terdapat perubahan ketinggian yang signifikan. Lokasi tersebut pada
jaringan pemipaan telah tertera dalam diagram dengan nilai elevasi yang tercetak
miring. Pada masing-masing percabangan, hasil pengukuran jarak dan data

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

elevasi sesuai dengan peta topografi juga telah terdaftar. Dengan data ini, user
dapat mensimulasikan performa sistem dan menghitung parameter penting seperti
tekanan yang hilang, perubahan temperatur, dan jumlah cairan tertahan (liquidholdup) dan memprediksi kisaran laju alir.
Pada contoh yang sederhana ini, laju alir masing-masing sumur telah ditentukan
dan tidak terikat dengan besarnya laju alir pada sumur yang lain. Pada kasus
seperti ini, sistem dapat dimodelkan dengan hanya melalui penentuan satu
penurunan tekanan tiap percabangan. Perhitungan tekanan dan suhu yang
simultan dapat dilakukan jika suhu pada masing-masing mulut sumur juga
diketahui. Karena tekanan terhubung kontinu melalui jaringan, penentuan
tekanan juga bisa dispesifikasikan hanya pada satu titik, kemudian tekanan pada
titik lain akan terdefinisikan oleh perhitungan simulasi HYSYS.
Sebagai contoh, tekanan 1060 psia ditetapkan pada Well A. HYSYS kemudian
akan menentukan tekanan di titik manapun pada jaringan yang bersesuaian
dengan spesifikasi pemipaan ini.

Gambar 1.2 Simulasi proses jaringan pemipaan Gas Condensate


Perhitungan perpindahan panas akan ditampilkan pada dimanapun aliran yang
memungkinkan. Lebih jauh lagi, simulasi akan dapat ditampilkan lebih baik jika
suhu pada mulut pipa secara umum telah diketahui.
Pada contoh kasus ini, suhu fluida pada sumur A, B dan C telah diketahui dan
dapat digolongkan berada pada kondisi yang tetap. HYSYS kemudian akan
melakukan perhitungan iterasi pada jaringan pemipaan dimana suhu upstream
dan tekanan downstream diketahui. Suhu dari fluida campuran akan
terkomputasi dalam basis massa pada jalur persimpangan antara dua arus atau
lebih.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Mendefinisikan Flowsheet

1. Klik ikon New Case.


2. Pada jendela Simulation Basis Manager, masukkan parameter Fluid Package sebagai

berikut :
Property Package

Pure Components

Peng Robinson

C1, C2, C3, i-C4, n-C4, i-C5, n-C5, C6, Nitrogen,


CO2, H2S

3. Buat sebuah hypothetical component, C7+, dengan sifat fisis di bawah ini.

Tambahkan pada fluid package sebelum memasuki Main Simulation


Environment.
Name

C7+**

Molecular Weight

122**

Ideal Liquid Density [lb/ft3]

47.45**

4. Masuk ke [Simulation Environment], klik ikon Workbook. Akan muncul

jendela Workbook Case (Main).

Workbook icon

5. Ketik 10 macam arus Material Stream di bawah ini pada kolom Name.
Well A
Well B
Well C

Material

Stream
PS1
PS2
PS3
PS4
PS5

FS4
FS5

6. Masukkan data komposisi untuk Stream Well A sebagaimana berikut ini :


Component (mole frac.)

Data

Methane

0.623**

Ethane

0.280**

Propane

0.0163**

i-Butane

0.00433**

n-Butane

0.00821**

i-Pentane

0.00416**

n-Pentane

0.00405**

n-Hexane

0.00659**

C7+

0.00992**

Nitrogen

0.00554**

Carbon Dioxide

0.0225**

Hydrogen Sulfide

0.0154**

Karena komposisi stream identik pada seluruh sistem, maka spesifikasi


komposisi stream Well A sama dengan komposisi Well B dan Well C.
7. Untuk spesifikasi Standard Liq Vol Rate dapat dimasukkan nilainya sama

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

dengan besarnya Flow Rate setiap sumur pada Tabel 1 bagian awal BAB ini.
8.

Klik tab [Energy Stream] pada jendela Workbook. Masukkan 5 macam


arus energi pada kolom Name.
Energy Streams

ES1
ES2
ES3
ES4
ES5

Pada studi kasus ini, masing-masing dari 5 percabangan pipa, akan


dipresentasikan secara mudah oleh simulasi perhitungan HYSYS.

Mendefinisikan Laju Alir Sumur


Untuk memulai perhitungan lengkap simulasi proses, dapat dimulai dengan
mendefinisikan Laju alir masing-masing Stream.

1. Tentukan spesifikasi arus Well A, Well B dan Well C sebagaimana data di


bawah ini :
Stream

Object

Specification

Well A

Temperature [F]

105

Pressure [psia]

1060

Molar Flow [MMSCFD]

8.6

Temperature [F]

115

Molar Flow [MMSCFD]

7.4

Temperature [F]

110

Molar Flow [MMSCFD]

10.1

Well B
Well C

2. Simpan file simulasi dalam case sebagai network.hsc.

Mendefinisikan Pipe Segment pertama


1. Klik ikon Pipe Segmentpada Simulation Environment dan beri nama
sebagai Branch-1.
2. Pada tab [Design] bagian Connections, pilih stream Well A sebagai Inlet
stream, dan PS1 sebagai Outlet Stream. Sedangkan untuk kolom Duty, pilih
stream ES1.
3. Setelah Connections terdefinisikan, klik tab [Worksheet] untuk

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

mendefinisikan tekanan pipa sebesar 1060 psia.


4. Klik tab [Rating] untuk mensetting Length-Elevation Profile. Klik tombol
[Append Segment] dan definisikan profile Piping Installation sebagaimana
spesifikasi di deskripsi proses.
Segment

Fitting

Pipe

Pipe

Pipe

Length (ft)

945

1110

1056

Elevation Change (ft)

211

208.9

209

Material

Mild Steel

Mild Steel

Mild Steel

5. Untuk mendefinisikan dimensi pipa, klik tombol [View Segment] pada


masing-masing Segment. Akan muncul jendela Pipe Info. Ganti jenis Pipe
Schedule menjadi Schedule 40, dan pilih Nominal Diameter 3 in. Klik
tombol [Specify] untuk mendefinisikan dimensi pipa.

Gambar 1.3 Jendela tab [Rating] bagian Sizing yang telah terisi.
6. Klik kategori Overall HTC, masukkan nilai Ambient Temperature sebesar
40 F.
7. Di kategori Estimate HTC, sistem pemipaan tidak terinsulasi. Masukkan No
Insulation pada Insulation Type.
Karena saluran pipa terkubur di dalam tanah sedalam 3 ft, maka pilih
Ground sebagai Ambient Medium dan Moist Clay sebagai Ground Type-

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

nya. Sebagai parameter kedalaman konstanta perpindahan panas,


masukkan nilai 3 ft pada kolom Buried Depth.
8. Asumsikan parameter lain (misal DeltaP = 0 atau Duty = 0) yang
diperlukan pada proses ini sampai lampu indikator simulasi berwarna hijau.

Gambar 1.4 Jendela tab [Rating] bagian Heat Transfer kategori Estimate HTC

Mendefinisikan Pipe Segment kedua


1. Masukkan spesifikasi berikut ini untuk mendefinisikan Pipe Segment kedua:
Tab
Connections

Object

Input Data

Name

Branch-2

Inlet Stream

Well B

Outlet Stream

PS2

Energy Stream

ES2

2. Klik tab [Rating] untuk mensetting Length-Elevation Profile. Klik tombol


[Append Segment] dan definisikan profile Piping Installation sebagaimana
spesifikasi di deskripsi proses.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015
Segment

Fitting

Pipe

Length (ft)

2822

Elevation Change (ft)

209

Material

Mild Steel

3. Untuk mendefinisikan dimensi pipa, klik tombol [View Segment] pada


masing-masing Segment. Akan muncul jendela Pipe Info. Ganti jenis Pipe
Schedule menjadi Schedule 40, dan pilih Nominal Diameter 3 in. Klik
tombol [Specify] untuk mendefinisikan dimensi pipa.

Gambar 1.5 Jendela tab [Rating] bagian Sizing yang telah terisi.
4. Klik kategori Overall HTC, masukkan nilai Ambient Temperature sebesar
40 F.
5. Di kategori Estimate HTC, sistem pemipaan tidak terinsulasi. Masukkan No
Insulation pada Insulation Type.
Karena saluran pipa terkubur di dalam tanah sedalam 3 ft, maka pilih
Ground sebagai Ambient Medium dan Moist Clay sebagai Ground Typenya. Sebagai parameter kedalaman konstanta perpindahan panas,
masukkan nilai 3 ft pada kolom Buried Depth.
6. Masukkan parameter lain, yaitu DeltaP = 0 atau Duty = 0, sampai lampu

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

indikator simulasi berwarna kuning (Not Solved). Biarkan kondisi ini untuk
sementara.

Gambar 1.6 Jendela tab [Rating] bagian Heat Transfer kategori Estimate HTC

Mendefinisikan Mixer Pertama


Pada program simulasi HYSYS, Mixer merupakan unit operasi yang paling
mudah dan paling sesuai untuk mendefinisikan penggabungan kedua stream
seperti pada contoh ini.
1. Klik ikon Mixer, dan beri nama sebagai Junction 1.
2. Pilih Stream PS1 dan PS2 sebagai Inlets dan beri nama FS4 sebagai Outlet
Stream-nya seperti pada gambar di bawah ini.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Gambar 1.7 Jendela ikon Mixer tab [Design] bagian Connections


3. Pada bagian Parameters, pilih titik Equalize All pada kelompok Automatic
Pressure Assignment.

Mendefinisikan Pipe Segment ketiga


1. Masukkan spesifikasi berikut ini untuk mendefinisikan Pipe Segment kedua:
Tab

Object

Connections

Input Data

Name

Branch-4

Inlet Stream

FS4

Outlet Stream

PS4

Energy Stream

ES4

2. Klik tab [Rating] untuk mensetting Length-Elevation Profile. Klik tombol


[Append Segment] dan definisikan profile Piping Installation sebagaimana
spesifikasi di deskripsi proses.
Segment

Fitting

Pipe

Length (ft)

1167

Elevation Change (ft)

207.7

Material

Mild Steel

3. Untuk mendefinisikan dimensi pipa, klik tombol [View Segment] pada


masing-masing Segment. Akan muncul jendela Pipe Info. Ganti jenis Pipe

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Schedule menjadi Schedule 40, dan pilih Nominal Diameter 4 in. Klik
tombol [Specify] untuk mendefinisikan dimensi pipa.

Gambar 1.8 Jendela tab [Rating] bagian Sizing yang telah terisi.
4. Klik kategori Overall HTC, masukkan nilai Ambient Temperature sebesar
40F.
5. Di kategori Estimate HTC, sistem pemipaan tidak terinsulasi. Masukkan No
Insulation pada Insulation Type.
Karena saluran pipa terkubur di dalam tanah sedalam 3 ft, maka pilih
Ground sebagai Ambient Medium dan Moist Clay sebagai Ground Typenya. Sebagai parameter kedalaman konstanta perpindahan panas,
masukkan nilai 3 ft pada kolom Buried Depth.
6. Asumsikan parameter lain yang diperlukan pada proses ini (misal DeltaP =
0 atau Duty = 0), sampai lampu indikator simulasi berwarna hijau.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Gambar 1.9 Jendela tab [Rating] bagian Heat Transfer kategori Estimate HTC

Mendefinisikan Pipe Segment keempat


1. Masukkan spesifikasi berikut ini untuk mendefinisikan Pipe Segment kedua:
Tab
Connections

Object

Input Data

Name

Branch-3

Inlet Stream

Well C

Outlet Stream

PS3

Energy Stream

ES3

2. Klik tab [Rating] untuk mensetting Length-Elevation Profile. Klik tombol


[Append Segment] dan definisikan profile Piping Installation sebagaimana
spesifikasi di deskripsi proses.
Segment

Fitting

Pipe

Pipe

Pipe

Length (ft)

528

334

670

Elevation Change (ft)

212.5

208

207.7

Material

Mild Steel

Mild Steel

Mild Steel

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

3. Untuk mendefinisikan dimensi pipa, klik tombol [View Segment] pada


masing-masing Segment. Akan muncul jendela Pipe Info. Ganti jenis Pipe
Schedule menjadi Schedule 40, dan pilih Nominal Diameter 3 in. Klik
tombol [Specify] untuk mendefinisikan dimensi pipa.

Gambar 1.10 Jendela tab [Rating] bagian Sizing yang telah terisi.
4. Klik kategori Overall HTC, masukkan nilai Ambient Temperature sebesar
40F.
5. Di kategori Estimate HTC, sistem pemipaan tidak terinsulasi. Masukkan No
Insulation pada Insulation Type.
Karena saluran pipa terkubur di dalam tanah sedalam 3 ft, maka pilih
Ground sebagai Ambient Medium dan Moist Clay sebagai Ground Typenya. Sebagai parameter kedalaman konstanta perpindahan panas,
masukkan nilai 3 ft pada kolom Buried Depth.
6. Asumsikan parameter lain, yaitu DeltaP = 0 atau Duty = 0, sampai lampu
indikator simulasi berwarna kuning (Not Solved). Biarkan kondisi ini untuk
sementara.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Gambar 1.11 Jendela tab [Rating] bagian Heat Transfer kategori Estimate HTC

Mendefinisikan Mixer Kedua


Mixer kedua menggabungkan antara stream dari Branch-3 dan Branch-4 menjadi
Branch-5.
1. Klik ikon Mixer, dan beri nama sebagai Junction 2.
2. Pilih Stream PS3 dan PS4 sebagai Inlets dan beri nama FS5 sebagai Outlet
Stream-nya seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 1.12 Jendela ikon Mixer tab [Design] bagian Connections

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

3. Pada bagian Parameters, pilih titik Equalize All pada kelompok Automatic
Pressure Assignment.

Mendefinisikan Pipe Segment kelima


1. Masukkan spesifikasi berikut ini untuk mendefinisikan Pipe Segment kedua:
Tab

Object

Connections

Input Data

Name

Branch-5

Inlet Stream

FS5

Outlet Stream

PS5

Energy Stream

ES5

2. Klik tab [Rating] untuk mensetting Length-Elevation Profile. Klik tombol


[Append Segment] dan definisikan profile Piping Installation sebagaimana
spesifikasi di deskripsi proses.
Segment

Fitting

Pipe

Length (ft)

2110

Elevation Change (ft)

198

Material

Mild Steel

3. Untuk mendefinisikan dimensi pipa, klik tombol [View Segment] pada


masing-masing Segment. Akan muncul jendela Pipe Info. Ganti jenis Pipe
Schedule menjadi Schedule 40, dan pilih Nominal Diameter 6 in. Klik
tombol [Specify] untuk mendefinisikan dimensi pipa.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Gambar 1.13 Jendela tab [Rating] bagian Sizing yang telah terisi.
4. Klik kategori Overall HTC, masukkan nilai Ambient Temperature sebesar
40F.
5. Di kategori Estimate HTC, sistem pemipaan tidak terinsulasi. Masukkan No
Insulation pada Insulation Type.
Karena saluran pipa terkubur di dalam tanah sedalam 3 ft, maka pilih
Ground sebagai Ambient Medium dan Moist Clay sebagai Ground Typenya. Sebagai parameter kedalaman konstanta perpindahan panas,
masukkan nilai 3 ft pada kolom Buried Depth.
6. Asumsikan parameter lain yang diperlukan pada proses ini (misal DeltaP =
0 atau Duty = 0) sampai lampu indikator simulasi berwarna hijau.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Gambar 1.14 Jendela tab [Rating] bagian Heat Transfer kategori Estimate HTC

Menampilkan Hasil Simulasi


1. Klik ikon Workbook, dan pilih tab [Material Streams]. Hasil simulasi yang
akan muncul seperti berikut ini :

2. Untuk mengoptimalkan performa sistem penggabungan Gas Condensate,


akan dipelajari pada Proses Optimasi Sistem Penggabungan Gas Condensate.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Menambahkan Adjust
Unit Adjust akan digunakan untuk mempertahankan tekanan konstan sebesar
1000 psia pada Pabrik Gas Alam dengan tekanan pada Well A sebagai variabel
yang di-adjust (ditentukan).
1. Klik ikon Adjust dan tambahkan unit operasi Adjust dengan spesifikasi
sebagai berikut :

Object

Specification

Name

Adjust

Adjusted Variable - Object

Well A

Adjusted Variable - Variable

Pressure

Target Variable - Object

PS5

Target Variable - Variable

Pressure

Specified Target Variable

1000 psia

Method

Secant

Tolerance

0.10 psi

Step Size

100 psi

Max. Iter.

25

2. Klik tombol [Start] yang muncul pada bagian bawah jendela Adjust untuk
memulai simulasi perhitungan. Setelah konvergen, tekanan masing-masing
Well akan menunjukkan tekanan sebagai berikut :
Well

Pressure (psia)

1093

B
C

1077
1052

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Bab 2. Pengenalan fitur Simulasi Steady State dan Dynamic

Deskripsi Modul

Modul pengenalan ini akan mengakrabkan User dengan konsep dasar yang
diperlukan untuk menciptakan sebuah simulasi di HYSYS.
Sebagai studi kasusnya, User akan mendefinisikan 3 arus Gas Well yang akan
digunakan sebagai umpan ke Pabrik Pengolahan Gas. User juga akan mengetahui
bagaimana menentukan properties dari ketiga arus ini dengan menggunakan
Phase Envelope dan Property Table Utilities.

Mendefinisikan Fluid Package


1. Mulai kasus baru dengan meng-klik ikon New Case.
2. Klik tab [Fluid Pkgs] dan mulai ciptakan sebuah fluid package dengan mengklik tombol [Add].
3. Pilih Peng-Robinson dari model pendekatan EOS.
4. Ubah nama default Basis-1 menjadi Gas Plant.

5. klik tombol [View] pada kotak Component List Selection, pada tab [Set Up].
6. Pilih komponen untuk kasus ini, yaitu : N2, H2S, CO2, C1, C2, C3, i-C4,
n-C4, i-C5, n-C5, C6 dan H 2O.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

7. Pilih menu Hypothetical di kotak Add Component untuk menambahkan


komponen hypothetical ke dalam Fluid Package.
Komponen hypotetical selalu digunakan untuk memodelkan komponen
campuran dalam gas alam yang BM-nya lebih berat daripada Hexana.
8. Klik tombol [Quick Create a Hypo Component] untuk membuat sebuah
komponen hypotetis. Pada jendela View, pilih tab ID dan ketikkan nama
komponen sebagai C7+. Karena struktur komponen hypotetis tidak diketahui,
maka Structure Builder tidak digunakan.
9. Klik pada tab [Critical]. Masukkan data yang hanya bisa didapatkan dari
laboratorium mengenai komponen ini, yaitu Normal Boiling Point sebesar
110C (230F).

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

10. Klik tombol [Estimate Unknown Properties] untuk memperkirakan smua


properties yang belum diketahui.
11. Kembali ke jendela Component List, tambahkan komponen hypotetical C7+,
ke kotak Selected Components dengan menekan tombol [Add Hypo].
12. Setiap komponen Hypo akan langsung terkelompokkan dalam Hypo Group1.
Dapat dilihat pada tab [Hypothetical] di Simulation Basis Manager.

Mengekspor Fluid Package


User dapat mengekspor fluid package yang telah disetting untuk simulasi proses
yang lain.
1. Pada tab [Fluid Pkgs], pilih fluida Gas Plant pada kotak Fluid Packages to
Use.
2. Klik tombol [Export].
3. Simpan fluid packages dengan nama unik, kemudian klik tombol [Save]. File
fluid package tersimpan dengan ekstension .fpk.
4. Klik Enter Simulation Environment untuk memulai simulasi.

Menambahkan Stream dari Menu Bar

1. Gunakan tombol F11 sebagai cara lain untuk membuat Stream baru, klik
dobel pada anak panah untuk memunculkan jendela Stream.
2. Ubah nama Stream menjadi Gas Well 1.
3. Masukkan input komposisi sebagai berikut :
Komponen

Mole fraction

N2

0.0002

H2S

0.0405

CO2

0.0151

C1

0.7250

C2

0.0815

C3

0.0455

i-C4

0.0150

n-C4

0.0180

i-C5

0.0120

n-C5

0.0130

n-C6

0.0090

H2O

0.0000

C7+

0.0252

4. Tutup jendela Stream.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Menambahkan Stream dari Workbook

Untuk membuka Workbook, klik ikon Workbook pada Tool bar.


1. Masukkan nama stream pada cell Name sebagai Gas Well 2.
2. Klik dobel pada cell Molar Flow dan masukkan komposisi berikut ini :
Komponen

Mole Fraction

N2

0.0025

H2S

0.0237

CO2

0.0048

C1

0.6800

C2

0.1920

C3

0.0710

i-C4

0.0115

n-C4

0.0085

i-C5

0.0036

n-C5

0.0021

n-C6

0.0003

H2O

0.0000

C7+

0.0000

3. Tutup jendela Workbook.

Menambahkan Stream dari Object Pallete

1. Jika Object Pallete tidak tampak pada Simulation Environment, tekan F4


atau klik ikon Object Pallete pada menu bar untuk membukanya.
2. Klik ikon Material Stream, ubah nama stream menjadi Gas Well 3 pada cell
Stream Name.
3. Klik dobel pada cell Molar Flow.
4. Masukkan data stream sebagai berikut :
Komponen

Mole Fraction

N2

0.0050

H2S

0.0141

CO2

0.0205

C1

0.5664

C2

0.2545

C3

0.0145

i-C4

0.0041

n-C4

0.0075

i-C5

0.0038

n-C5

0.0037

C6

0.0060

C7+

0.0090

H2O

0.0909

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Melampirkan Utilities

Tool Utilities pada HYSYS dapat digunakan untuk mendefinisikan proses yang
dapat berinteraksi dengan proses, menyediakan informasi tambahan atau analisis
operasi stream. Setelah diinstall, utility akan menjadi bagian dari flowsheet.
Utility akan melakukan perhitungan secara otomatis ketika terjadi perubahan
kondisi pada arus atau operasi.
Terdapat beberapa cara untuk menambahkan utilities pada sebuah Stream :
Menu Bar

Pada menu Tools, pilih Utilities, or


Press CTRL U . The Available Utilities view appears.

Stream Property
View

1. Open the Stream property view.


2. On the tab [Attachments], klik bagian Utilities.
3. Klik tombol [Create].
Jendela Available Utilities akan muncul.

Menambahkan Utility dari Jendela Stream

Envelope Utility memungkinkan user untuk memperbaiki hubungan antara


parameter tertentu dari Stream manapun yang sudah diketahui komposisinya,
walaupun hanya terdiri dari satu komponen.
Envelope Utility terdapat pada daftar di jendela Available Utilities.
Vapour-Liquid Envelopes bisa diplotkan untuk variabel berikut :

Hubungan Pressure Temperature


Hubungan Pressure Volume
Hubungan Pressure Enthalpy
Hubungan Pressure Entropy
Hubungan Temperature Volume
Hubungan Temperature Enthalpy
Hubungan Temperature Entropy

Kita akan menambahkan Envelope Utility dari jendela Stream Gas Well 2:
1. Klik Stream Gas Well 2.
2. Pada jendela Gas Well 2, klik tab [Attachments], pilih bagian Utilities.
3. Klik tombol [Create], akan muncul jendela Available Utilities.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

4. Pilih Envelope, klik tombol [Add Utility]. Akan muncul jendela Envelope
Utility.
5. Klik tab [Design] untuk menunjukkan nilai Critical dan Maxima untuk
envelope Stream Gas Well 2.
6. Klik tab [Performance] bagian Plots, untuk melihat display dari envelope.

7. Klik tab [Table] untuk melihat envelope data dalam bentuk tabel.

Menambahkan Utility dari Menu bar

User dapat menggunakan Property Table utility untuk melihat tren kenampakan
sebuah rentang kondisi baik dalam bentuk tabel maupun format grafik.
Utility akan menghitung variabel terikat dari hasil input variabel bebas yang

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

ditentukan oleh user.


Sebagai contoh, kita juga akan menambahkan Property Table Utility pada stream
Gas Well 2, dengan cara mengklik menu Tools> Utilities dari menu bar.

1. Tekan Ctrl + U, akan muncul jendela Available Utilities.


2. Pilih Property Table pada daftar Available Utilities.
3. Klik tombol [Add Utility]. Akan muncul jendela Property Table.
4. Klik tombol [Select Stream] dan pilih stream Gas Well 2.

5. Klik tombol [OK] untuk kembali ke tab [Design].


6. Pilih Pressure sebagai Independent Variable pertama.
7. Pada cell Mode ganti opsi semula menjadi State.
8. Pada kotak State Values, masukkan nilai 2500, 5000, 7500, dan 9000
dalam kPa, atau 350, 700, 1050, 1400 dalam psia.
9. Pilih Temperature sebagai Independent Variable kedua.
10. Ganti Lower dan Upper Bounds menjadi 0C (32F) dan 100C
(212F). Untuk nilai Increment, berikan nilai 10.
11. Pilih bagian Dep. Prop.
12. Klik tombol [Add].
13. Pilih Mass Density dari daftar. Klik tombol [OK].
14. Pilih tombol [Add]. Pilih Thermal Conductivity dan klik [OK].
15. Klik tombol [Calculate] untuk menjalankan perhitungan.
16. Untuk memeriksa hasil perhitungan Property Table, baik dalam bentuk
grafik maupun tabel, klik tab [Performance].

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Menganalisa hasil Simulasi

Dari jendela Material Stream


Fitur yang ada di dalam HYSYS memeungkinkan kita untuk memeriksa sifat fisis
dalam fase tunggal dari semua Stream yang ada dalam proses simulasi.

1. Sebagai contoh, buka jendela Stream Gas Well 3, dan buka bagian
Conditions.
2. Tambahkan nilai Temperature dan Pressure pada -20C (-4F) dan 5000
kPa (725 psia).
3. Pindahkan tanda panah mouse pada sebelah kanan atau kiri jendela,
sampai tanda panah berubah menjadi tanda panah berganda.
4. Tekan dan tahan tombol kiri mouse dan pindahkan sampai batas maksimal
jendela agar jendela dapat terlihat sepenuhnya, seperti pada gambar di
bawah ini.

5. Buka bagian Properties. Pada bagian ini, user dapat melihat informasi
lebih detail yang ada mengenai stream tersebut.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Mencetak Stream dan Datasheet pada Workbook

Pada fitur HYSYS, user dapat mencetak Datasheets, Operasi maupun


Workbook sebuah Stream.

Mencetak Datasheet dari Workbook


1. Buka jendela Workbook dengan mengklik ikon Workbook.
2. Klik kanan pada bagian judul Workbook. Akan muncul menu pop-up
Print Datasheet.
3. Klik Print Datasheet, akan muncul jendela Select Datablock.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

4. Dari daftar pilihan print-out, user dapat memilih untuk mencetak atau
mempreview datasheet yang ada.

Mencetak Stream Datasheet tunggal


Untuk dapat mencetak datasheet pada stream tunggal, klik kanan pada bagian
atas judul jendela stream. Lakukan prosedur yang sama dengan ketika
mencetak Workbook.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Bab 3. Dynamic Simulation pada HYSYS 3.2

Memulai penyusunan simulasi Steady State

Sebagai contoh kasus untuk memulai penggunaan dynamic simulation pada


HYSYS, user akan mendefinisikan Stream, Unit Operasi yang diperlukan dalam
penyusunan Flowsheet untuk rangkaian pengumpan kolom DePropanizer.

Mendefinisikan Basis Simulasi


1. Mulai proses simulasi baru dengan meng-klik ikon New Case.
2. Klik tab [Fluid Pkgs] dan mulai gunakan Fluid Package dengan memilih
tombol [Add].
3. Pilih model Equation Of State Peng-Robinson.
4. Ubah nama default fluid package dari Basis-1 menjadi DePropanizer.

Ikon New Case

5. Klik tombol [View] pada kotak [Component List Selection] pada tab
[Setup]. Akan muncul jendela yang memungkinkan untuk mengisi
Component List-1 yang terhubung dengan fluid package DePropanizer.
6. Pilih komponen berikut : Ethane, Propane, i-Butane, n-Butane, iPentane, n-Pentane dan n-Hexane.
7. Tutup jendela Component List.
8. Tutup jendela Fluid Package.
Pendefinisian fluid package sudah lengkap, dan simulasi dapat mulai disusun
dengan mengklik ikon [Enter Simulation Environment].

Menambahkan sebuah Stream dari Menu Bar

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Prosedur ini akan menunjukkan bagaimana menambahkan sebuah Stream


baru menggunakan tombol F11 saat memasuki Simulation Environment.
Pastikan pula mode simulasi berada pada mode Steady State.

1. Tekan tombol F11 akan muncul jendela Stream

Steady State mode

Dynamic mode

2. Tambahkan stream dengan informasi dan komposisi sebagai berikut :


Parameter

Input Data

Worksheet
Name

NGL Feed

Temperature

15C (60F)

Pressure

380 kPa (55 psia)

Std Ideal Liq Vol Flow

200 m3/hr (30,000 bbl/d)

Composition (Mole Fraction)


Ethane

0.01

Propane

0.43

i-Butane

0.07

n-Butane

0.12

i-Pentane

0.05

n-Pentane

0.04

n-Hexane

0.28

3. Tutup jendela Stream.

Menambahkan sebuah Stream dari Object Pallete


1. Jika Object Pallete belum nampak pada Desktop, tekan F4 untuk
membukanya.

2. Dobel klik ikon Material Stream, akan muncul jendela Stream.


3. Ubah nama Stream menjadi Shell-Out dan lengkapi dengan informasi dan
komposisi sebagai berikut :

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015
Parameter

Input Data

Worksheet
Name

Shell-Out

Temperature

155C (310F)

Pressure

1100 kPa (160 psia)

Std Ideal Liq Vol Flow

55 m3/hr (8300 bbl/d)

Composition (Mole Fraction)


Ethane

Propane

i-Butane

n-Butane

0.03

i-Pentane

0.11

n-Pentane

0.11

n-Hexane

0.75

4. Tutup jendela Stream.

Menambahkan Unit Operasi

Pilih salah satu metode di atas untuk menambahkan unit operasi berikut ini:

Menambahkan sebuah Valve


1. Pilih NGL Feed sebagai Feed Stream dan ketik To Sep sebagai Product
Stream-nya.

2. Pilih bagian Parameters dan masukkan nilai Pressure Drop sebesar 70


kPa (10 psi).

Menambahkan sebuah Separator

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Tambahkan sebuah Separator dan masukkan informasi sebagai berikut :


Parameter

Input Data

Connections
Name

Separator

Inlet

To Sep

Vapour Outlet

Sep Vap

Liquid Outlet

Sep Liq

Ikon
Separator

Sebagai catatan bahwa unit operasi Separator dijalankan pada kondisi Steady
State tanpa pendefinisian besarnya Presssure Drop dan Volume. Namun
kedua parameter ini akan sangat berpengaruh pada analisis Dynamic
Simulation.

Menambahkan sebuah Pompa


Tambahkan sebuah Pompa dan masukkan informasi sebagai berikut :
Parameter

Input Data
Ikon
Pompa

Connections
Name

Feed Pump

Inlet
Outlet

Sep Liq
Pump Out

Energy

Pump Q

Parameters
Delta P

1900 kPa (275 psi)

Adiabatic Efficiency

75% (default)

Menambahkan sebuah Valve


Tambahkan sebuah Valve lagi dan masukkan informasi sebagai berikut :
Parameter

Input Data

Connections
Name

VLV-101 (default)

Inlet

Pump Out

Outlet

Process-In

Parameters
Delta P

70 kPa (10 psi)

Menambahkan sebuah Heat Exchanger


Tambahkan sebuah Heat Exchenger dan masukkan informasi sebagai berikut:
Parameter

Input Data

Connections
Name

Heat Exchanger

Tube Side Inlet

Process-In

Shell Side Inlet

Shell-In

Tube Side Outlet

Process-Out

Shell Side Outlet

Shell-Out

Ikon
Heat Exchanger

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015
Parameter

Input Data

Parameters
Heat Exchanger Model

Exchanger Design End Point (default)

Tube Side Delta P

70 kPa (10 psi)

Shell Side Delta P

70 kPa (10 psi)

UA

8000 kJ/C-h (4200 Btu/F-hr)

Heat Leak/Loss

None (default)

Menambahkan sebuah Heater


Tambahkan sebuah Heater dan masukkan informasi sebagai berikut:
Parameter

Input Data

Connections
Name

Heater

Inlet

Process-Out

Outlet

ColFeed

Energy

Heater-Q

Parameters
Delta P

70 kPa (10 psi)

Worksheet
ColFeed Temperature

50C (120F)

Sebagai alternatif dalam pendefinisian temperatur ColFeed sebesar 50C (120F), kita
dapat menspesifikasikan Heater Duty, yang dapat di-input-kan pada tab [Design],
bagian Parameters.
Namun, dengan mendefinisikan temperatur ColFeed, Heater Duty akan terhitung
secara otomatis. Ini adalah salah satu contoh penerapan analisis derajat kebebasan
(DOF, Degree of Freedom) yang digunakan pada mode Steady State.

Simpan kasus simulasi sebagai : Feed Heater Train.hsc

Mengenal HYSYS Dynamic Assistant

Program simulasi HYSYS diperkaya dengan fitur Dynamic Assistant yang


membantu user baru untuk mengembangkan dynamic simulation agar dapat
berjalan dengan baik. Fitur Assistant membrikan banyak tugas isian yang
mampu membiasakan user baru dalam mengenal proses penyusunan simulasi
yang belum dikenal sebelumnya.
Fitur Assistant dapat memberikan saran spesifikasi input data yang harus
ditambahkan agar proses simulasi dapat berjalan dengan baik. Jika user
menghendaki detail spesifikasi yang Standard, fitur Assistant juga
menyarankan beberapa input data yang tidak terlalu diperlukan dalam

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

simulasi tersebut.
Sebagai tujuan akhir dari tutorial ini, fitur Assistant akan di-nonaktif-kan
agar user lebih terbiasa dengan perhitungan yang biasa dilakukan oleh
Assistant. Sangat penting bagi user untuk membiasakan diri dengan proses
input data simulasi ini, karena Dynamic Assistant merupakan fitur yang
sangat berguna untuk menciptakan Dynamic Simulation sederhana.
Kemampuan fitur ini akan tidak dapat digunakan ketika ingin menyusun
sebuah Dynamic Simulation tingkat lanjut.
Untuk me-non aktifkan Assistant, buka jendela Preferences dari menu Tools,
kemudian pilih tab [Simulation] bagian Dynamics.
Hapus tanda centang pada pilihan pertama kotak Assistant pada opsi Set
Dynamic Stream. . Pe-nonaktif-an ini akan mencegah fitur Dynamic
Assistant dalam membuat perubahan pada simulasi yang sedang dijalankan.
Jendela Preferences akan nampak seperti di bawah ini, ketika langkahlangkah proses sudah terselesaikan.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Perubahan dari mode Steady State ke mode Dynamic

Deskripsi Proses
Pada bagian ini, user akan mencoba untuk merubah simulasi Steady State menjadi
simulasi Dynamics. Proses perubahan ini akan lebih mudah jika user sudah
menguasai fitur simulasi proses di HYSYS.
Dimulai dengan mempersiapkan proses simulasi DePropanizer yang sudah ada
sebelumnya, user hanya melengkapi informasi dari peralatan dan spesifikasi
flowsheet yang diperlukan untuk dapat melakukan analisis dynamic simulation.

Desain Dynamics Simulation


Modul HYSYS Dynamics ini telah dirancang untuk memungkinkan pendekatan
dua tingkatan simulasi. Dengan ketersediaan opsi desain peralatan pada tingkatan
berbeda-beda dan informasi performa. HYSYS Dynamic mampu menyajikan
pemodelan dalam desain proses secara umum maupun dalam kegiatan desain
secara lebih mendetail.
Untuk simulasi kegiatan desain, user biasanya masuk ke Basic Design
Information dan HYSYS Dynamic akan memperkirakan perhitungan secara
default untuk informasi peralatan yang lebih detail. Biasanya, parameter desain
bisa ditemukan pada tab [Design] masing-masing unit operasi.

Informasi peralatan yang diperkirakan secara default oleh HYSYS Dynamics


ditandai dengan cetak warna merah. Umumnya, informasi secara detail dapat
diketahui dalam tab [Rating] pada jendela Unit Operasi.
Pada pembahasan selanjutnya, akan difokuskan pada desain dynamics untuk
menggambarkan konsep dasar mengenai fungsi dan konfigurasi HYSYS
Dynamics. Selanjutnya user akan mengembangkan model desain Dynamics
dengan menggabungkan detail peralatan dan informasi performa, kemudian
mengungkap detail kemampuan yang dikalkulasi oleh HYSYS Dynamics.
Dimulai dengan membuka file Feed Heater Train.hsc yang sudah disimpan
sebelumnya, untuk dimodelkan dalam simulasi dinamis.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Perubahan ke Mode Dynamics


Untuk memindahkan mode simulasi ke mode Dynamics dari Steady State, klik
tombol [Dynamics] dan tekan [Yes], akan nampak warna indikator beberapa
peralatan berubah menjadi merah.
Ketika membuka jendela dari Valve dan Separator, HYSYS Dynamics akan
mengindikasikan bahwa masing-masing unit kehilangan beberapa informasi yang
berkaitan dengan analisis pada simulasi dinamis.
Hal ini timbul karena peralatan tersebut belum terdimensikan. Pendimensian
peralatan merupakan langkah yang sangat penting dalam pemodelan dinamis.

Ikon
Dynamics Mode

Setelah meng-klik ikon Dynamics Mode, klik ikon Steady State mode untuk
kembali ke mode Steady State dan mendimensikan peralatan.
Sebelum perpindahan dari Steady State ke Dynamics berlangsung, Flowsheet
simulasi harus diatur sedemikian sehingga selalu terdapat perbedaan tekanan
(pressure drop) di sepanjang jaringan peralatan plant.
Besarnya pressure drop sangat diperlukan karena aliran pada HYSYS Dynamics
ditentukan oleh pressure drop di seluruh area plant. Tidak adanya pressure drop
menunjukkan tidak adanya aliran fluida.
Spesifikasi area di bawah ini harus ditinjau ketika mengatur simulasi pada
Steady State dan akan berpindah ke mode Dynamics.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

1. Mena mbahk an Unit Op erasi.


2. Mendimensikan P era la tan.
3. Penyetelan Tekanan Kolom.
4. Operasi Logika
5. Menambahkan Unit Operasi Kontrol
6. Masuk ke HYSYS Dynamic Environment
7. Menambahkan spesifikasi Pressure -Flow
8. P e n a n g a n an Ma sa la h

Kedelapan identitas tersebut akan diperbaiki ketika user mengkonversikan


mode simulasi Steady State ke mode Dynamic.

Menambahkan Unit Operasi

Identifikasikan arus material yang terhubung dengan dua unit operasi tanpa
hubungan Pressure-Flow dan identifikasikan pula unit operasi mana yang harus
dispesifikasikan dalam Dynamic Mode.
Unit operasi tanpa hubungan Pressure-Flow meliputi : Separator, dan Tray
Section pada Kolom. User perlu menambahkan unit operasi seperti : Valve,
Heat Exchanger, atau Pompa, yang akan mendefinisikan hubungan pressureflow pada arus ini.

Mendimensikan Peralatan

Semua unit operasi pada simulasi perlu didimensikan menggunakan ukuran


peralatan pabrik sebenarnya atau menggunakan teknik pendekatan pengukuran
alat. Tangki penampung perlu didimensikan agar dapat menampung laju alir dan
tekanan plant sebenarnya, dengan memperhitungkan waktu tinggal yang
dibutuhkan.

Mendimensikan Valve
Mula-mula HYSYS dapat secara otomatis mendimensikan valve berdasarkan
asumsi secara default. Asumsi yang digunakan adalah :
Tipe valve linear
Presentase bukaan valve 50%
Pressure drop ditentukan oleh User
Laju a lir sa at itu

User dapat merubah beberapa parameter yang ada dan HYSYS akan
mengkalkulasi ulang nilai Cv dengan menekan tombol [Size Valve].
Ubah presentase bukaan valve kembali ke 50% dan lakukan pengukuran ulang
untuk mengembalikan ke spesifikasi kondisi semula.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Mendimensikan Separator
Pengukuran tangki penampung secara tepat sangat penting dalam analisis
simulasi dynamic. Tahanan tangki penampung akan mempengaruhi respon
peralihan dari sistem ketika user berpidah dari satu kondisi operasi ke kondisi
berikutnya. Ditambah lagi, ukuran tangki penampung akan mempengaruhi
perhitungan tekanan yang terhubung dengan unit operasi ini.
Untuk mendefinisikan Separator, klik tab [Dynamics] pada jendela Separator dan
masukkan nilai Volume Vessel sebesar 85 m3 (3000 ft3).

Mendimensikan Heat Exchanger


Untuk mendefinisikan Heat Exchanger, klik tab [Dynamics] pada jendela Heat
Exchanger dan masukkan nilai Volume Tube sebesar 33 m3 (1165 ft3) dan Volume
Shell sebesar 9 m3 (315 ft3)

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Mendimensikan Heater
Untuk mendefinisikan Heater, klik tab [Dynamics] pada jendela Heater dan
masukkan nilai Volume sebesar 33 m3 (1165 ft3).

Simpan simulation case sebagai FHT-Sizing.hsc.

Perbedaan Spesifikasi Dinamis dan Spesifikasi Steady State

Pada HYSYS Dynamics, hasil simultan dari hubungan pressure-flow dalam


Flowsheet menuntut user untuk membuat beberapa spesifikasi pengoperasian
simulasi dinamis. Beberapa tipe spesifikasi tekanan atau spesifikasi aliran pada
Flowsheet yang memungkinkan untuk dilakukan antara lain :

Spesifikasi tekanan pada material stream


Spesifikasi aliran pada material stream
Nilai pressure drop dianggap tetap sepanjang rangkaian alat.
Persamaan Pressure/Flow
Kalkulasi faktor penghambat/Resistensi (pada valve)
Kalkulasi konduktansi (pada peralatan proses )

Spesifikasi pressure-flow akan dibuat pada bagian Specs tab [Dynamic]


dalam masing-masing Unit Operasi dan Stream.

Beberapa aturan untuk diperhatikan :


Pada tabel di bawah ini akan dicantumkan beberapa aturan yang akan
membantu memastikan konsistensi hasil, agar dapat menspesifikasikan
hasil perhitungan pada Flowsheet secara tepat setiap saat.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Dynamic Specifications
Kondisi Stream pada ujung
batas proses

Masukkan valve pada semua arus di ujung


batas (berupa stream feed/product) yang
tersusun dalam stream, namun tidak
terhubung dengan peralatan konduktansi
(misal : heat exchanger,
cooler/pendingin, heater/pemanas)

Spesifikasi Tekanan

Tambahkan spesifikasi tekanan pada


semua stream ujung pembatas (berupa
stream feed/product) yang tersusun dalam
Flowsheet.

Kolom Distilasi

Kolom distilasi dengan condenser


membutuhkan spesifikasi tambahan di
sekitar condenser. Tambahkan
spesifikasi laju alir untuk laju alir reflux.

Valves

Gunakan hubungan tekanan/laju alir sebagai


spesifikasi dinamis bagi sebuah unit valve .

K value

Gunakan nilai K overall sebagai spesifikasi


dinamis untuk cooler, heater, heat
exchanger dan LNG exchanger.

Kemiringan perubahan tekanan

Pastikan untuk mendata perubahan tekanan


di seluruh Flowsheet. Lebih jauh lagi,
pastikan untuk menspesifikasikan
kenaikan/penurunan tekanan yang bisa
diterima pada Flowsheet. Perubahan
tekanan adalah faktor pendorong melalui
Flowsheet proses.

Pendimensian Tray

Gunakan tray sizing utility untuk


memperkirakan geometri kolom dan profil
tekanan.

Mixer

Gunakan opsi Equalize All sebagai


spesifikasi tekanan untuk mixer.

Tee

Hapus Use Splits as Dynamic Flow


Specs pada pengaturan tee.

Peralatan Rotasional (Pompa,


Kompresor, Expander)

Gunakan Efisiensi kenaikan Head atau


Tekanan sebagai spesifikasi dinamis untuk
peralatan Rotasional seperti : Kompresor
dan Kurva Pompa, jika memungkinkan,
gunakan spesifikasi dinamis yang tepat
untuk peralatan tersebut.

Hold-up /Penahan

Pastikan untuk menyesuaikan ukuran


peralatan terhadap hold-up dengan tepat.

Spesifikasi Dinamis hanya dapat dimodifikasi ketika proses integrator


dimatikan terlebih dahulu. Ketika Integrator dimulai pertama kali, nilai
spesifikasi dinamis dapat diubah (ditandai dengan tampilan warna cetak biru),
namun pemilihan jenis spesifikasi dinamis tidak dapat dirubah.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Hubungan Pressure-Flow dan Simulasi Dinamis

Menganalisa Flowsheet dari Proses berjalan

Pada simulasi yang telah disusun, Stream pada ujung batas adalah
NGLFeed, Sep Vap, Shell-In, Shell-Out, dan ColFeed.
NGL-Feed telah terhubung dengan valve (VLV-100), sehingga sudah tidak
dibutuhkan valve tambahan lagi, sesuai dengan aturan pertama yang telah
dibahas sebelumnya.
Shell-Out dan Process-Out terhubung dengan peralatan konduktansi seperti
Heat Exchanger, sehingga sudah tidak diperlukan valve tambahan lagi pada
stream ini.
Col-Feed terhubung dengan peralatan konduktansi Feed Heater, jadi tidak
diperlukan penambahan valve pada stream ini.
Sep Vap, ternyata tidak terhubung dengan perala tan konduktansi. Karena itu,
perlu ditambahkan Valve pada arus ini.

1. Sep Vap ternyata TIDAK terhubung dengan peralatan konduktansi.

Karena itu, tambahkan sebuah V alve pada arus downstream dari


Sep Vap.
2. Pilih Sep Vap sebagai Feed dan masukkan Sep Vap1 sebagai

Product.
3. Spesifikasikan nilai deltaP 70kPa (10psi) .
4. Klik tombol [Size Valve] pada tab [Rating] untuk mengizinkan

HYSYS mengkalkulasi kondisi operasi valve ini. Gunakan default


parameters.

Membuat Spesifikasi Pressure-Flow yang tepat


Semua stream ujung batas pada flowsheet harus mempunyai spesifikasi tekanan
stream. Stream tersebut adalah : NGL-Feed, Sep Vap 1, Shell-In, Shell-Out dan
ColFeed.
1.

Pada tab [Dynamics] arus NGL Feed, tambahkan tanda centang pada
kotak Pressure Spesification agar berstatus Active.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

2.

Pada tab [Dynamic s] dalam arus Sep Vap 1, Shell-In, Shell-Out


dan ColFeed, aktifkan tanda centang pada kotak Pressure
Spesification. Pastikan status tanda centang sudah Active pada
masing-masing stream.

3.

Pada tab [Dynamics] bagian Specs dari Heat Exchanger , klik


tombol [Calculate K].
Nilai K adalah nilai konduktansi konstanta laju alir pada Heat
Exchanger sisi Tube/Shell. Nilai K dapat dikalkulasikan
berdasarkan data deltaP yang sudah ada, Densitas dan Laju alir
fluida melalui sisi Tube/Shell pada Heat Exchanger.

4.

Ketika nilai K pada sisi Shell/Tube sudah terkalkulasi, hilangkan


nilai spesifikasi deltaP dan aktifkan spesifikasi nilai K
(Konduktansi).

5.

Pilih Heater dengan mendobel -klik ikon unit tersebut.

6.

Pada tab [Dynamics] bagian Specs, klik tombol [Calculate K].

7.

Ketika nilai K pada Heater sudah terkalkulasi, hilangkan spesifikasi


deltaP dan aktifkan spesifikasi nilai K (Konduktansi) overall.

8.

Dobel-klik ikon Feed Pump.

9.

Pada tab [Dynamics] bagian Specs, pastikan nilai Efficiency adalah


75% dan Pressure Rise sebesar ( 1900 kPa/ 275 psi ) dalam keadaan
Active. Dan pastikan opsi Dynamic Specification lainnya dalam
keadaan Inactive.

Simpan kasus simulasi dalam file FHT-Specs.hsc.


Model simulasi kini sudah siap dijalankan pada mode Dynamics. Klik
ikon [Dynamic Mode] dan mulai jalankan Integrator dengan meng -klik
ikon [Integrator Active].

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Kesimpulan
1. Spesifikasi tekanan sudah dikalkula si dalam setiap Stream ujung

pembatas (Boundary Stream). TIDAK ada spesifikasi tekanan


maupun laju alir yang dibuat pada Stream ditengah -tengah flowsheet
(seperti arus: To Sep, Pump Out, Process -In, Process-Out). Buka
jendela masing-masing stream untuk memastikan hal ini .
2. Spesifikasi resistensi dalam aliran (Hubungan Pressure -Flow) sudah

ditentukan bagi Valve ( dikalkulasi secara otomatis oleh HYSYS


Dynamics). Buka tab [Specs] bagian Dynamics untuk memastikan
bahwa hal ini sudah terisikan dengan benar
3. Spesifikasi konduktansi sudah ditambahkan pada peralatan proses

(seperti : Heat Exchanger, Heater).

Stripchart dan Controller

Sementara Flowsheet sudah berjalan secara dynamis, sulit untuk melakukan


pengamatan terhadap variabel simulasi. Variabel secara terpisah dapat diamati
ketika berada dalam kondisi PFD environment. Jika ingin mengamati variabel
dalam jumlah banyak sekaligus dapat dilihat pada jendela Workbook. Semua
variabel akan diperbarui secara konstan, selama simulasi dinamis berjalan.
Gunakan sebuah strip chart yang memungkinkan user untuk mengamati beberapa
variabel pada saat itu juga selama simulasi dinamis berjalan.

Menambahkan Stripchart
Sebuah Stripchart menyediakan metode untuk memonitor variabel kunci secara
lebih mudah dalam bentuk tampilan grafik. Strip Chart dapat ditambahkan secara
terpisah melalui jendela bagian Strip Charts. Variabel hanya bisa dihubungkan
pada Strip Chart melalui jendela bagian ini. Pembuatan beberapa Strip Charts
sekaligus dapat dilakukan, dan masing-masing dapat memuat variabel dalam
jumlah banyak.
Saat ini akan diciptakan sebuah Strip Chart untuk memonitor laju alir dari NGL
Feed, Sep Vap 1, dan ColFeed.
1. Buat sebuah Strip Chart bernama Feed System.

Dari Menu bar, pilih opsi Tools, Databook, atau tekan tombol
Ctrl+D.
2. Pilih tab [Variables] dan klik tombol [Inse rt].
3. Tanbahkan 3 variabel berikut ini :
NGL Feed Mass Flow
SepVap1 Mass Flow
ColFeed Mass Flow
4. Pilih tab [Strip Charts]
5. Tekan tombol [Add] pada kotak Available Strip Charts.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

6. HYSYS akan menambahkan Strip Chart baru dan menamakann ya

secara otomatis. Pada contoh ini, dinamakan dengan DataLogger1.


7. Ubah naman ya menjadi Feed System pada kolom Logger Name .
8. Pada kotak Individual Strip Chart Data Selection, berikan tanda

centang pada kotak Active untuk variabel berikut ini :


NGL Feed Mass Flow
Sep Vap 1 Mass Flow
ColFeed Mass Flow

9. Untuk melihat Strip Charts yang sudah ada, gunakan salah satu dari

metode berikut ini :


Pilih salah satu nama Strip Chart yang ada pada kotak Available Strip Charts, kemudian
klik tombol [Strip Chart..] pada kotak View.

Dobel klik nama dari Strip Chart yang dipilih.


10. Klik ikon [Setup] pada Strip Chart agar dapat menyusun jumlah data

yang tersedia pada strip chart dan contoh interval masing -masing
titik data. Pada semua Strip Chart dalam contoh ini, akan diatur
besarnya Logger Size pada 3600 point dan Sample interval pada 1
sekon.
11. Tinjaulah strip chart Feed System.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Jika integrator dapat berjalan dengan baik, user dapat memantau Laju
alir massa dari stream terus diperbarui .
12. Buatlah Strip Chart kedua yang diberi nama Heat Exchanger dan

masukkan variabel berikut pada Strip Chart :

Process-In Mass Flow


Process-In Temperature
Process-Out Temperature
Shell- In Mass Flow
Shell-In Temperature
Shell-Out Temperature

Memodifikasi Parameter Strip Chart


Dobel klik Strip Chart untuk membuka jendela Strip Chart, sehingga user dapat
merubah parameter Strip Chart.

Menambahkan Controller
Unit operasi Controller dapat ditambahkan pada Flowsheet dengan menggunakan
metode yang sama seperti Unit Operasi yang lain. Unit operasi ini dapat
dimunculkan dengan mengklik ikon [Control Ops], kemudian pilih ikon [PID
Controller] pada jendela Object Pallete.
Ketika Controller pertama kali ditambahkan pada Flowsheet, perhatikan
prosedur berikut ini :
1. Buat hubungan antar peralatan yang diperlukan yang menyambungkan
2.

3.

4.
5.
6.

Sumber variabel proses dan Objek target keluaran hasil.


Tentukan nilai Minimum dan Maksimum untuk Variabel Proses. Nilai ini akan
mengelompokkan semua besaran nilai PV yang memungkinkan untuk muncul
dalam proses.
Ukur rentang valve controller. Namun pengukuran ini tidak perlu dilakukan
jika valve merupakan unit operasi yang dijadikan sebagai Objek target keluaran
hasil.
Pilih jenis Controller, sistem Reverse atau Direct.
Masukkan parameter Input Controller Tuning.
Jika diperlukan, pilih mode Controller, Off, Manual atau
Otomatis.

Ikon PID dalam Object


Palette

Menambahkan Rencana Strategi Control untuk Sistem De-Propanizer


1. Buat koneksi yang diperlukan bagi hubungan antara Sumber variabel proses

(Process Variable Source) dengan Objek target keluaran hasil (Output


Target Object).

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015
Controller Settings
Connections
Controller Name

NGL-FC

Process Variable Source

To Sep, Mass Flow

Output Target Object

VLV-1 00

Parameters
Action

Reverse

PV Minimum

0 kg/h (0 lb/hr)

PV Maximum

250, 000 kg/h (600, 000 lb/hr)

Mode

Manual

OP

50%

Kc

0.1

TI

0.2 minutes

2. Masukkan Controller Face Plate untuk memonitor proses dengan mengklik

tombol [Face Plate] pada bagian bawah jendela Controller.

3. Tambahkan PID Controller yang lain untuk mengendalikan tekanan di

dalam Separator.

Controller Settings
Connections
Controller Name

Flare-PC

Process Variable Source

Separator, Vessel Pressure

Output Target Object

VLV-1 02

Parameters
Action

Direct

PV Minimum

135 kPa (20 psia)

PV Maximum

415 kPa (60 psia)

Mode

Auto

SP

310 kPa (45 psia)

Kc

2.0

TI

2.0 Minutes

4. Tambahkan sebuah Face Plate untuk Flare-PC.


5. Tambahkan sebuah Level Controller untuk mengendalikan jumlah cairan

pada Tangki Separator.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015
Controller Settings
Connections
Controller Name

Separator-LC

Process Variable Source

Separator, Liquid Percent Level

Output Target Object

VLV-1 01

Parameters
Action

Direct

PV Minimum

0%

PV Maximum

100%

Mode

Auto

6. Tambahkan sebuah Face Plate pada Separator-LC.


7. Tambahkan controller lain untuk mengendalikan temperatur pada arus

ColFeed dengan memanipulasi Feed Heater Duty.

Controller Settings
Connections
Controller Name

Heater-TC

Process Variable Source

ColFeed, Temperature

Output Target Object

Heater-Q

Control Valve
Duty Source

Direct Q

Minimum Available

0 kJ/h (0 Btu/hr)

Maximum Available

2.0e7 kJ/h (1 .9e7 Btu/hr)

Parameters
Action

Reverse

PV Minimum

15C (60F)

PV Maximum

80C (180F)

Mode

Auto

SP

50C (120F)

Kc

TI

20 Minutes

Jika kondisi simulasi sudah berada pada mode Dynamic, mulai jalankan
Integrator. Atau jika belum, pindahkan mode ke model Dynamic dulu, baru
kemudian jalankan Integrator.
Amati Strip Chart pada Feed System. Kemudian jalankan Integrator selama
beberapa menit.
Simpan kasus simulasi sebagai : FHT-Dyn1.hsc

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

Latihan 1
Lakukan percobaan dengan pada Separator dengan meningkatkan atau
menurunkan Laju alir atau Temperatur pada tangki. Amati efek perubahan laju alir
yang terjadi terhadap kondisi tekanan tangki.
Jika laju alir Separator meningkat namun tidak disertai dengan perubahan laju alir
produk (baik produk uap maupun cair), maka ketinggian cairan (hold-up), suhu
(enthalpy), dan tekanan tangki harus diubah semuanya dari kondisi steady state.

Latihan 2
Tambahkan sebuah efek disturbansi pada Feed dan variasikan frekuensinya.
Perhatikan juga bagaimana pengaruh dimensi dari Separator dalam melemahkan
efek disturbansi.
Pada kondisi steady state, volume Separator tidak perlu untuk diperhatikan. Jika
ukuran volume tangki yang didimensikan dalam simulasi dinamis tidak sesuai,
maka dapat menyebabkan kesulitan dalam pengontrolan proses.
Operasi Transfer Function akan ditambahkan untuk menciptakan sebuah
disturbansi.
Pilih NGL-Feed >Temperature sebagai OP Target .
Gunakan Transfer Function orde 2.

Penambahan Level Cairan


Karena :
Flow Liquid In - Flow Liquid Out = Liquid Accumulation (hold-up)
Sebuah penambahan pada Laju alir umpan cair namun hanya disertai dengan Laju
alir produk cair yang konstan, akan menghasilkan tingkat ketinggian cairan (holdup) dalam tangki yang semakin bertambah.

Penambahan Tekanan Vessel


Tekanan tangki penampung akan meningkat karena 2 sebab :
1. Sebagaimana persamaan di atas,

Flow Vapour In - Flow Vapour Out = Vapour Accumulation,


Penambahan Laju alir umpan uap namun dengan laju alir produk uap yang
konstan akan mengakibatkan penambahan jumlah uap tertahan pada vessel
(hold-up) meningkat. Karena uap merupakan fluida yang dapat dikompresi,
akumulasi jumlah uap bertambah, menempati volume tangki yang seolah
menjadi semakin kecil, sehingga menyebabkan kenaikan tekanan pada tangki.

Modul Pelatihan HYSYS 7.1

Personal Training Centre


Copyright 2015

2. Sebab yang kedua, peningkatan level uap juga menyebabkan tahanan

(hold-up) semakin menempati volume yang mengecil dalam tangki,


sehingga menyebabkan tekanan tangki meningkat.

Tantangan penyelesaian kasus


1. Ubahlah Flowrate (Laju alir ) umpan (NGLFeed). Perhatikan

bagaimana unit control mengendalikan disturbansi yang munc ul.


2. Ubahlah komposisi umpan (NGL Feed) dan perhatikan bagaimana

unit pengontrolan mengatasi disturbansi yang muncul.