Anda di halaman 1dari 18

PERCOBAAN VI

REAKSI-REAKSI KIMIA DAN REAKSI REDOKS


I.TUJUAN
a. Mempelajari jenis reaksi kimia secara sistematis
b. Mengamati tanda-tanda terjadinya reaksi
c. Menuliskan persamaan reaksi dengan benar
d. Menyelesaikan persamaan reaksi dari setiap percoban
II.TEORI
Reaksi

asam basa dapat dikenali sebagai proses transfer protein.

Kelompok reaksi yang disebut reaki redoks dikenal juga sebagai reaksi transfer
electron. Reaksi setengah sel yang melibatkan hilang electron disebut reaksi
oksidasi. Reaksi setengah sel yang melibatkan penangkapan electron disebut
reaksireduksi. Suatu jenis reaksi redoks yang umum adalah reaksi antara logam
dengan asam.
Logam + asam

garam + molekul hydrogen

Bilangan oksidasi juga dikenal sebagai tingkat oksidasi menunjuk pada


jumlah muatan yang dimiliki suatu atom dalam molekul ( senyawa ionic) jika
electron- elektronnya berpindah seluruhnya.
Untuk ion- ion yang tersusun atas satu atom saja, bilangan oksidasinya
sama dengan bilangan ion tersebut. Semua logam alkali memiliki bilangan
oksidasi +1 dan semua bilangan logam alkali tanah memiliki biloks +2 dalam
senyawanya.
Dalam molekul netral, jumlah bilangan oksidasi semua atom
penyusunnya harus nol. Dalam ion tersebut harus sama dengan muatan total
ion.

(Raymond Chang , 2004 : 59)

Oksida adalah suatu proses yang mengakibatkan hilangnya satu electron atau
lebih dari dalam zat( atom , ion, atau molekul). Bila suatu unsure dioksidasi, keadaan
oksidasinya berubah keharga yang lebih positif.
Suatu zat pengoksidasi adalah zat yang memperoleh electron dari dalam
proses zat

itu direduksi. Reduksi adalah suatu proses yang mengakibatkan

diperolehnya satu electron atau lebih oleh zat ( atom, ion, atau molekul). Bila suatu
unsure direduksi, keadaan oksidasi berubah menjadi lebih negative ( kurang positif).
Jadi, suatu zat pereduksi adalah zat yang kehilangan electron, dalm proses zat itu
dioksidasi.
Tahap reaksi atau oksidasi yang melibatkan pelepasan atau pengikatan
electron sering disebut reaksi setengah sel( lebih sederhana sel setengah) karena dari
golongan mereka dapat disusun sel galvani( baterai). Sistem redoks biasanya adalah
sistem dimana antar bentuk oksidasi dan reduksi zat hanya electron yang
dipertukarkan.

( Suehla G, 1985: 121)

Berdasarkan perubahan

bilangan oksidasi unsurnya, reaksi dapat dibagi

menjadi dua , yaitu reaksi metatesis dan reaksi reduksi,


-

Reaksi metatesis adalah reaksi yang tidak menimbulkan perubahan biloks


unsure, yang terjadi hanya pertukaran pasangan ion, contohnya:
NaCl
+ AgNO3 AgCl + NaNO3
(Na+, Cl-)

(Ag+, NO3-) (Ag+, Cl-) ( Na+, NO3-)

Reaksi redoks dalah reaksi yang mengakibatkan ada unsure yang


mengalami perubahan bilangan oksidasi, disebut teroksidasi, dan yang
turut disebut reduksi, contohnya:
2Na + Cl2
2NaCl
Na = teroksidasi
Cl = tereduksi. Untuk menentukan reaksi redoks ,dengan mencari biloks
semua unsure dalam suatu reaksi, kita dapat mengetahui reaksi tersebut
redoks atau metatesis, serta menentukan unsure yang teroksidasi dan
tereduksi, contoh:
1) Fe + 2 HCl

FeCl2 + H2
Biloks Fe = 0 ke 2 ( oksidasi)
Biloks H = 1 ke 0 ( reduksi)
( Syukri, 1991:83 ).
2) Na2S + CaCl
CaS + 2HCl
Bilangan oksidasi semua unsure tetap

Jadi, reaksi 1 adalah reaksi redoks, sedangkan reaksi 2 adalah reaksi metatesis.
2

Penyusun persamaan reduksi oksidasi penyusun setengah reaksi dapat dengan


mudah
ditentukan
dengan setengah reaksi dan reaksi total.
Lady Gaga
- Telephone.mp3
a. Penyusun setengah reaksi redoks
1. Tuliskan persamaan perubahan oksidasi dan reduktan
2. Setarkan jumlah hydrogen
dari kedua sisi persamaan dengan
menambahkan jumlah H2O
3. Setarakan jumlah hidrogen kedua sisi persamaan dengan menambahkan
jumlah H+ yang tepat
4. Setarakan muatan dengan menambahkan sejumlah electron sekali
setengah reaksi telah disusun mudah untuk menyusun persamaan redoks
keseluruhan dalam oksidasi dan kenaikan biloks harus sama hal ini sama
dengan hubungan equivalen dalam reaksi asam basa.
b. Penyusun setengah oksidasi reaksi total
1. Pilihlah persamaan untuk oksidasi dan reduktan yang terlibat dalam
reaksi kalikan sehingga jumlah electron yang terlibat sama
2. Jumlahkan kedua reaksi
3. Ion lawan yang mungkin muncul dalam persamaan harus ditambahkan
kedua sisi.
( Sukardjo, 1985: 96)
Senyawa- senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa
lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau agen oksidasi.
Oksidator melepas electron dari senyawa lain, sehingga dirinya sendiri tereduksi.
Senyawa yang memiliki

kemampuan untuk mereduksi senyawa lain

dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagai rduktor atau agen reduksi. Reduktor
melepas electron kesenyawa lain, sehingga teroksidasi , oleh karena ia mendonorkan
elektronnya, ia juga disebut pendonor electron.
Cara yang mudah untuk melihat proses redoks adalah reduktor mentransfer
elektronnya keoksidator. Sehingga dalam reaksi, reduktor melepas electron dan
teroksidasi, dan oksidator mendapatkan electron dan tereduksi. Pasangan oksidator
dan reduktor yang terlibat dalam sebuah reaksi disebut pasangan redoks.
( Hiskia Ahmad, 1993: 187)

III. PROSEDUR PERCOBAAN


3.1 Alat dan bahan
3.1.1 Alat
- Sudip
- Krus
- Bunsen
- Tabung reaksi
- Pipet tetes
3.1.2 Bahan
- Mg
- CuSO4.5H2O
- Larutan AgNO3 0,01 M
- Larutan ZnSO4 0,5 M
- NaNO3 0,5 M
- H2O2 0,1 M
- H2SO4 1 M
- Larutan kanji
- FeCl3 0,1 M
- Serbuk Cu
- Larutan HCl 0,1 M
- Larutan Hg(NO3)2 0,1 M
- Larutan Al(NO3)2 0,1 M
- KI 0,1 M
- Larutan Na3PO4 1 M
- HNO3 1M
- H2SO4 0,1 M
- H3PO4 0,1 M
- Indikator fenolftalein

- CuSO4 0,1 M
- logam Zn

3.2 Skema Kerja


A. Reaksi penggabungan
Mg
dimasukkan seujung sudip kedalam krus
dibakar pada nyala Bunsen
diamati
dicatat hasil pengamatan
Hasil
B. Reaksi Penguraian
Kristal CuSO4.5H2O
dimasukkan seujung sudip kedalam tabung reaksi
dipanaskan dengan Bunsen
diamati dan dicatat hasil pengamatan
Hasil
C. Reaksi Penggantian Tunggal
1 mL larutan AgNO3 0,01 M
dimasukkan ke dalam tabung reaksi
0,1 gram serbuk Cu
dimasukkan kedalam tabung tadi
dikocok dan diamati
dicatat hasil pengamatan
1 ml larutan hcl 0,1 m
dimasukkan kedalam tabung reaksi lain
0,1 gram serbuk Mg
dimasukkan tabung berisi HCl 0,1 M
diamati dan dicatat hasil pengamatan
Hasil

D. Reaksi Penggantian Rangkap


1 mL larutan AgNO3 0,01 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi I
1 mL larutan Hg(NO3)2 0,1 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi II
1 mL larutan Al(NO3)2 0,1 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi II
1 mL KI 0,1 M
dimasukkan kedalam tabung I,II,III tadi
diamati
dicatat hasil pengamatan
diulangi percobaan dengan tabung reaksi IV,V,
dan VI
1 mL larutan Na3PO4 1 M
ditambahkan masing-masing ke dalam tabung
reaksi IV,V, dan VI
diamati
dicatat hasil pengamatan
Hasil

Catatan: khusus untuk reaksi V jangan goyangkan tabung setelah


penambahan Na3PO4
E. Reaksi Netralisasi
1 mL HNO3 0,1 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi VII
1 mL H2SO4 0,1 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi VIII

1 mL H3PO4 0,1 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi IX
Indikator fenolftalein
ditambahkan 1 tetes kedalam masing-masing tabung
ditambahkan lagi larutan NaOH samapi ada perubahan warna
dicatat jumlah tetesan NaOH
diamati
Hasil
F. Reaksi Redoks Serta Perubahan Warna
0,5 mL larutan H2SO4 6 M dan 0,5 mL larutan KMnO4 0,1 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi XI
ditetesi Na2C2O4 0,1 M sampai terjadi
perubahan warna
3 mL larutan NaHSO3 0,1 M dan 1 mL NaOH 10 M
dimasukkan dalam tabung reaksi XI
dikocok
ditetesi larutan KMnO4 0,1 M kedalam
tabung
diamati tiap penambahan tetes sampai terjadi
perubahan warna
dicatat jumlah KMnO3 terpakai
1 mL HCl 6 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi XII
ditambahkan kira-kira 1 gr Kristal kMnO4
dipanaskan didalm lemari asam
diamati apa yang terjadi
Hasil

G. Beberapa reaksi redoks


2 mL CuSO4 0,5 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi
ditambahkan logam Zn
dibiarkan beberapa menit
dicatat apa yang terjadi
2 mL larutan ZnSO4 0,5 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi
ditambahkan sepotong logam Cu
dibiarkan beberapa menit
dicatat apa yang terjadi
dijelaskan keadaan diatas menggunakan daftar potensial
elektroda reduksi
Larutan Pb(NO3)2 dan NaNO3 0,5 M
dimasukkan kedalam tabung reaksi
dimasukkan sedikit serbuk logam Mg kedalam larutan
tadi
dicatat urutan
kereaktifan

asam

logam

sesuai

berkurangnya

ditulis persamaan reaksinya


dijaga agar tabung jangan goyang
5 tetes H2O2
dimasukkan kedalam tabung reaksi
ditambahkan 5 tetes H2SO4 1 M kedalam larutan
ditambahkan larutan kanji
dicatat pengamatan
Hasil

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Data dan perhitungan
4.1.1 Data
Persamaan reaksi
A. Reaksi penggabungan
Mg + O2 MgO2

Bukti terjadinya reaksi


Terjadi perubahan warna
dari
hitam
menjadi
kecoklatan

B. Reaksi Penguraian
CuSO4.5H2O CuSO4 + 5H2O

C. Reaksi Penggantian Tunggal


1.Cu+2AgNO3 Cu(NO3)2+2Ag
2.Mg + 2HCl

MgCl2 + H2

D. Reaksi Penggantian Rangkap


1.AgNO3 + KI KNO3 + AgI
2.Hg(NO3)2+KI 2KNO3 + HgI2
3.AlNO3+ 3KI
3KNO3 + AlI3
4.AgNO 3+ Na3PO4 AgPO4 +
3NaNO3
5.Hg(NO3)2+Na3PO4Hg(PO4)2+
6NaNO3
6.Al(NO3)3+Na3PO4AlPO4+3NaNO3
E. Reaksi Netralisasi
1.HNO3+ NaOH NaNO3+ H2O
2.H2SO4+2NaOH NaSO4+2H2O
3.H3PO4+NaOH

NaPO4+H2O

Terjadi perubahan warna


dari biru menjadi putih dan
terdapat uap air
-terjadi endapan dan warna
tetap
-ada gelembung, Mg habis
oleh HCl dan terasa panas
-Ag menjadi kuning pucat
-Hg berwarna orange
-Al menjadi bening
-menjadi berwarna coklat
keruh
-menjadi berwarna kuning
kunyit
-menjadi bening dan terjadi
endapan
-bening menjadi ungu
-bening menjadi ungu
-bening menjadi ungu

F. Reaksi Redoks
1.Na2C2O4+KMnO42NaMnO4
+ -terjadi perubahan warna
KC2O4
dari putih ejadi coklat
2.NaHSO4+ KMnO4 NaMnO4 + -terjadi perubahan warna
KSO4 +H2O
dari putih menjadi hijau dan
ada endapan
3.HCl+ KMnO4 KCl + HMnO4
-terjadi perubahan warna
dari hitam coklat menjadi
coklat bening
9

Beberapa reaksi redoks : tidak dilakukan percobaan

10

4.1.2 Perhitungan
=
1. Jumlah NaOH yang diperlukan untuk menetralkan 1 mL HNO 3
Jumlah tetesan = 20

jumlah tetesan
=
20 tetes
20
= 20

x volume HNO3

x 1 mL

=1 mL NaOH 0,1 M
2. Jumlah NaOH yang diperlukan untuk menetralkan 1 mL H 2SO4
Jumlah tetesan = 30
=

jumlah tetesan
x volume H SO
2
4
20 tetes

30
= 20

x 1 mL

= 1,5 mL NaOH 0,1 M


3. Jumlah NaOH yang diperlukan untuk menetralkan 1mL H3PO4
Jumlah tetesan = 30
=

jumlah tetesan
x volume H PO
3
4
20 tetes

30
= 20

x 1 mL

=1,5 mL NaOH 0,1 M


4. Jumlah KMnO4 yang diperlukan untuk menetralkan 0,5 mL H 2SO4
Jumlah tetesan = 10
=

jumlah tetesan
x volume H 2 SO 4
20 tetes

10
= 20

x 0,5 mL

= 0,25 mL KMnO4 0,1 M


5. Jumlah KMnO4 yang diperlukan untuk menetralkan 3 mL NaHSO4
Jumlah tetesan = 20
=

jumlah tetesan
x volume NaHSO
4
20 tetes

20
= 20

x 3 mL

= 3 mL KMnO4 0,1 M

11

4. Reaksi penggantian rangkap


Pada percobaan ini persamaan reksi yang pertama yaitu :

V. KESIMPULAN DAN SARAN


AgNO3+ KI

KNO3+ AgI

5.1 kesimpulan

Hasil dari reaksi ini adalah terjadinya perubahan warna Ag dari bening

menjadi
kuningjenis
pucat,
serta kimia
terdapat endapan. Hal ini berarti antara AgNO 3 dan KI
1. Jenisreaksi

: A + Z AZ
b. Penguraian
: AZ A+ Z
c. antara
Penggantian
tunggal
+ BZ
KI
AZ+
Reaksi
1 mL larutan
Hg(NO3)2 0,1 :MAdan
1 mL
0,1BM yaitu:
d. Penggantian ganda
: AX+ BZ AZ + BX
e. Netralisasi
: HX + BOH BX + HOH
Hg(NO3)2+ 2 KI
2KNO3 + HgI2
2. Tanda- tanda terjadi reaksi yaitu :
a. Endapan
Ketika
senyawa
tersebut / dicampurkan
, hasilnya adalah terjadi
b. dua
Timbulnya
gelembung
gas
c. Perubahan
suhuorange, terbentuknya endapan berwarna orange
perubahan warna
Hg menjadi
d. Perubahan warna
antara
dan reaksi
larutandapat
terpisah.
hal ini berarti
terjadi
reaksi. Reaksijumlah
ketiga
3. endapan
Persamaan
diselesaikan
dengan
mengembangkan
yaitu : zat sebelum dan sesudah reaksi
a. Penggabungan/
sintesis
telah terjadi reaksi.
Reaksi kedua yaitu
:

4. Reaksi redoks dapat disetarakan dengan metode setengah reaksi dari


Al( NO3)3+ KI KNO3 + AlI3, hasilnya terjadi perubahan warna Al
persamaan bilangan oksidasi. Reaksi redoks dikatakan setara apabila
menjadi bening. Untuk reaksi keempat yaitu reaksi antara AgNO3 0,01 M dan
jumlah zat sebelum dan sesudah reaksi sama, serta muatan produk
Na3PO4 0.1 M , persamaan reaksinya:
adalah sama.
5.2 Saran
AgNO
AgPO4 + 3NaNO
3+ Na3PO4
3
Praktikan
hendaknyabisa menyetarakan
persamaan
reaksi. Hendaknya
diberi
mana
yangterjadi
harus perubahan
dilakukan warna
diluar
Hasilpengarahan
percobaan tentang
yang direaksi
peroleh
adalah
ruangan.
sebelum
praktikum
praktikan
mengecek
menjadi
berwarna
coklat
keruh. dilaksanakan,
Untuk reaksi kelia
yaituhendaknya
reaksi antara
1 mL
kondisi
alat) dalam
keadaan baik, dan juga menggunakan alat-alat di labor
larutan
Hg(NO
3 2 0,1 M dan 1 mL larutan Na3PO4 1 M sebagai berikut:
dengan hati-hati.
3Hg(NO3)2 + 2Na3PO4

Hg3(PO4)2 + 6NaNO3
Hasil dari reaksi ini adalah terjdinya perubahan warna menjadi warna
kuning kunyit. Pada reaksi keenam yaitu :
Al(NO3)2 + Na3PO4

Al3(PO4)3 + NaNO3

Hasil dari reaksi ini adalah terbentuknya endapan dan warna menjadi
bening. Pada percobaaan tersebut Al(NO3)3 yang semula berwarna bening
berubah menjadi warna putih keruh setelah ditambahkan 1 mL larutan Na 3PO4.
Pada penambahan larutan Na3PO4, selam percobaan tidak boleh dikocok atau
12

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Hiskia. 1993. Materi Pokok Kimia Dasar 1. Jakarta: Depdikbud


Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga
Suehla, G. 1989. Vogel Buku Teks Analisa Kualitatif Makro dan Semimikro.
Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka
Sukardjo. 1985. Kimia Dasar. Yogyakarta: Bina Ausara
Syukri, S . 1991. Kimia Dasar 1. Bandung : ITP

13

PERTANYAAN PASCA PRAKTEK


1) Indifikasikan zat-zat berikut ini. Lihat kembali hasil pengamatan anda
a. Asap putih (A.1)
b. Cairan tak bewarna (B.1)
c. Gas yang dapat memadamkan api (B.2)
d. Padatan kelabu (C.1)
e. Gas tak bewarna (C.2)
f. Endapan jingga (D.4)
g. Yang mengubah warna indikator (E.1)
2) Buatlah persamaan reaksi nya
a) Tembaga logam + oksigen tembaga (II) oksida
Jawab :
2 Cu + O2 2CuO
b) Merukuri II nitrat + kalium oromida merkuri (I) bromida +
kalium nitrat
Jawab :
Hg(NO3)2 + 2KBr 2HgBr + 2KNO3
3) Lengkapilah persamaan reaksi berikut. Bila tak ada reaksi, tulislah RT!
(a) Hg + Fe(NO3)3
(b) Zn + Ni(OH)2 Zn(OH)2 + Ni
(c) Pb (NO3)2 + K2CrO4 RT
(d) Zn (HCO3)2 Zn (OH)2 + 2CO2

14

tidak boleh di goyang, karena dapat mengganggu hasil reaksi yang akan
terjadi dan hasil reaksi sulit untuk diketahui.
5. Reaksi Netralisasi
Pada percobaan ini, praktikan menggunakan tiga larutan, yaitu larutan
HNO3, H2SO4 dan H3PO4. Masing-masing larutan dibutuhkan 1 mL. setelah
masing-masing-masing larutan dimasukkan kedalam masing-masing tabung
reaksi, kedalam masing-masing larutan ditetesi fenolftalein larutan.
Menurut teori, setelah ditetesi fenolftalein larutan akan berubah
menjadi warna pink, namun pada percobaan, larutan tidak mengalami
perubahan warna. Hal itu disebabkan karena adanya kesalahan, bisa
kesalahan pada larutan yang sudah kuran baik ataupun kesalahan pada pipet
tetes yang tidak kering setelah dicuci, fenolftalein bisa saja tercampur
terlebih dahulu dengan air yang ada pada pipet tetes.
Selanjutnya masing- masing larutan ditambahkan dengan larutan
NaOH. Penambahan larutan NaOH ditambahkan sampai terjadi perubahan
warna pada asing-masing larutan, dengan persamaan reaksi masing-masing,
yaitu :
1. HNO3 + NaOH NaNO3 +H2O
2. H2SO4 +NaOH Na2SO4 +H2O
3. H3PO4 + NaOH Na3PO4 +H2O
Untuk penambahan NaOH pada larutan HNO3, terjadi perubahan warna
menjadi warna ungu setelah ditetesi sebanyak 20 tetes NaOH. Untuk
penambahan NaOH pada larutan H2SO4, warna berubah menjadi warna ungu,
setelah ditetesi NaOH sebanyak 30 tetes, dan untuk penambahan 1 mL NaOH
kedalam H3PO4 hasilnya larutan berubah menjadi warna ungu setelah 30
tetes, larutan NaOH. Pada percobaan netralisasi peeerubahan warna larutan
sama, yaitu berwarna ungu hanya saja berbeda jumlah tetesan NaOH nya.
6. reaksi redoks
Pada percobaan reaksi redoks ini larutan yang digunakan yaitu

15

PERTANYAAN PRAPRAKTEK
:
1. Berikan definisi dari istilah berikut ini:
Jawab:
a. Katalis adalah yang dapat meningkatkan laju reaksi, tanpa
mengalami perubahan kimia secara tetap.
b. Deret elektromatif adalah suatu deret yang mengatakan
kemampuan suatu zat untuk mereduksi dari yang paling kuat
hingga ke yang paling lemah.
c. Reaksi eksotermik adalah reaksi kimia yang memberikan atau
melepas kalor kelingkungan.
d. Endapan adalah zat padat tidak larut dalam larutan dan terdap[at
dibagian bawah campuran.
e. Produk adalah zat hasil reaksi
f. Pereaksi adalah zat yang digunakan untuk mereaksikan zat-zat
lain atau menguji zat lain.
2. Terangkan arti lambing berikut:
Jawab :
artinya diberi panas
a.
b.

WR artinya jumlah energy dalam reaksi

c.

(s ) solid untuk fase padat

d.

(l)

e.

( g) gas untuk fase gas

f.

(aq) artinya berlangsung dalam larutan air.

liquid untuk fase cair

3. Berapa kira-kira volume dalam tabung reaksi yang berisi


sepersepuluh bagian?
Jawab :
1/10 x 250ml = 25ml
4. Apakah warna indicator pp dalam larutan asam?
Jawab :
Tidak berwarna

16

5. Hitung massa atom Cu dari data berikut:


Bobot cawan penguap + logam M yang tidak diketahui =

45,82gram
Bobot cawan penguap = 45,361gram
Bobot cawan penguap + logam Cu = 45,781gram

Jawab :
Massa atom Cu = ( bobot cawan penguap + logam Cu ) bobot
cawan penguap
= 45,781gram 45,361gram = 0,420gram
6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan oksidasi dan reduksi!
Jawab :
Oksidasi adalah reaksi penyerahan atau melepas electron sedangkan
reduksi adalah reaksi penerimaan atau menangkap electron.
7. Apa yang dimaksud dengan oksidator dan reduktor!
Jawab :
Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi sedangkan reduktor
adalah zat yang mengalami oksidasi.

17

Na2C2O4, NaHSO4, dan larutan HCl. Masingmasing larutan dibutuhkan


sebanyak 1 ml. setiap larutan dimasukkan kedalam masing-masing tabung
reaksi keudian masing-masing larutan dalam tabung reaksi tersebut
ditambahkan larutan KMnO4 sebanyak 1 mL.
Persamaan reaksi yang dihasilkan dari percobaan reaksi redoks yaitu :
1. Na2C2O4 + KMnO4 2 NaMnO4 + KC2O4
2. 2. NaHSO4 +KMnO4 NaMnO4+ KSO4 +H2)
3. 3. HCl +KMnO4 KCl + HMnO4
Pada percobaan penambahan 1 mL KMnO4 kedalam 1 L Na2C2O4 hasil
yang didapat yaitu terjadi perubahan warna dari putih menjadi coklat dengan
jumlah tetesan KMnO4 sebanyak 10 tetes. Hal ini tidak sesuai teori seharusnya
warna semula yaitu ungu san terjadi perubahn menjadi warna bening .
kesalahan ini terjadi karena salah menggunakan senyawa , senyawa yang
digunakan yaitu H2SO4.
Untuk penambahan larutan KMnO4 kedalam 3 mL NaHSO4 hasil yang
didapat yaitu warna NaHSO4 berubah warna menjadi hijau , tidak bersatu
dengan larutan NaHSO4, setelah itu campuran dikook. Hasil yang diperoleh
setelah dikocok yaitu terjadi endapan yang berwarna coklat.
Pada penambahan KMnO4 kedalam 1 mL larutan HCl, hasil yang didapat
dari pencampuran larutan tersebut, yaitu timbulnya bau yang menyengat,
mengeluarkan uap air, serta warna menjadi ungu pekat. Selain itu, bagian
bawah larutan terdapat endapan yang berwana coklat, serta volume larutan
menjadi berkurang.

18