Anda di halaman 1dari 21

Kerangka Acuan Kerja

Paket pekerjaan :
SURVEY, INVESTIGASI&DESAIN (SID)
DAERAH IRIGASI (D.I.) LAMPEAPI KAB. KONAWE KEPULAUAN

Tahun Anggaran 2015

Page 1 of 21
Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


SURVEY, INVESTIGASI&DESAIN (SID)
DAERAH IRIGASI (D.I.) LAMPEAPI KAB. KONAWE KEPULAUAN
URAIAN PENDAHULUAN
1.

Latar Belakang

Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2008 tentang Pengelolaan


Sumber Daya Air (SDA) menjelaskan bahwa aspek utama dalam
Pengelolaan SDA adalah terselenggaranya kegiatan Konservasi SDA,
Pendayagunaan SDA, dan Pengendalian daya Rusak Air.
Upaya yang dilakukan dalam menunjang kegiatan tersebut yaitu
merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi demi
terwujudnya visi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Dalam rangka mendukung peningkatan ketahanan pangan melalui
peningkatan produksi pertanian tanaman pangan, khususnya padi
sawah, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan
melaksanakan perluasan areal tanam.
Hal tersebut diatas sejalan dengan upaya peningkatan produksi
tanaman pangan di Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi
Tenggara yang diharapkan berdampak terhadap peningkatan
pendapatan petani yang pada akhirnya akan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi
Sulawesi Tenggara.
Pengembangan Irigasi Teknis perlu memilih lokasi yang benar-benar
optimal untuk ditingkatkan agar memberikan manfaat yang
maksimal sehingga bisa menjadi sumber peningkatan pembangunan
irigasi. Kajian yang digunakan adalah aspek teknis, sosial,
budaya,ekonomi,
lingkungan
untuk dapat
merencanakan
pengembangan daerah irigasi.

2.

Maksud dan Tujuan

Maksud dilaksanakannya pekerjaan Survey Investigasi Design (SID)


Daerah Irigasi (D.I.) Lampeapi Kabupaten Konawe Kepulauan adalah
untuk mengetahui gambaran menyeluruh yang lebih detail dari
segala aspek teknis, social, ekonomi, budaya dan lingkungan dalam
rangka pelaksanaan fisik pasca detail desain ini, operasi maupun
pemeliharaannya.
Tujuannya adalah tercapainya dan tersedianya dokumen hasil
perencanaan sarana dan prasarana yang menyeluruh dari sistem
Daerah Irigasi Lampeapi.

Page 2 of 21
Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

3.

Sasaran

Terselenggarannya kajian yang menyeluruh dan mendetail


mengenai Survey Investigasi Design (SID) Daerah Irigasi (D.I.)
Lampeapi di Kabupaten Konawe Kepulauan.

4.

Lokasi Kegiatan

Lokasi Kegiatan terletak di Wilayah Administratif Kabupaten


Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara, sebelah tenggara
Kota Kendari, dapat ditempuh melalui transportasi kapal ferry
selama 3 jam perjalanan.

5.

Sumber Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN-P (Anggaran


Pendapatan Belanja Negara Perubahan) Tahun Anggaran 2015
sebesar Rp. 800.000.000,- (Delapan Ratus Juta Rupiah) DIPA Satker
Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV.

6.

Nama dan
Organisasi Pejabat
Pembuat Komitmen

Nama Pejabat Pembuat Komitmen :


PPK Perencanaan dan Program.
Satuan Kerja :
Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Jl. Balai Kota IV No. 1 Kendari 93117 Sulawesi Tenggara,
Telp/Fax : 0401-3122818.
DATA-DATA PENUNJANG

7.

Data Dasar

Data-data dasar untuk pelaksanaan Survey Investigasi Design(SID)


Daerah Irigasi (D.I) Lampeapi Kabupaten Konawe Kepulauan
meliputi, tetapi tidak terbatas pada:
Peta topografi
Peta regional geologi
Data-data hidrologi
Data RTRW Provinsi/Kabupaten
Dan lain-lain data terkait

8.

Standar Teknis

Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) yang digunakan


adalah yang berlaku di Indonesia pada umumnya yaitu Standar
Nasional Indonesia (SNI), serta teori/kajian teknis yang masih
berlaku. Untuk pekerjaan ini dipakai Norma, Standar, Prosedur,
Kriteria dan Pedoman Perencanaan Daerah Irigasi yang diterbitkan
oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau
Intansi yang berwenang. Apabila diperlukan perubahan
penggunaan standar tersebut, harus dengan persetujuan
Pengguna Jasa/Direksi Pekerjaan.
Page 3 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Perencanaan


adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku, antara lain
tetapi tidak terbatas pada :
Permen PU No.21/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum
Permen PU No. 04/PRT/M/2009 tentang Sistem Manajemen
Mutu
SNI 03-3432-1994 Tata cara penetapan banjir- desain dan
kapasitas pelimpah untuk bendungan
SNI 03-6465-2000 Tata cara pengendalian mutu bendungan
urugan
Pd T-02-2005-A Analisis Daya Dukung tanah Pondasi
Dangkal pd Bang. Air
Pd T-03.1-2005-A Penyelidikan Geoteknik utk Pondasi
Bang. Air Vol. 1
Pd T-03.2-2005-A Penyelidikan Geoteknik utk Pondasi
Bang. Air Vol. 2
Pd T-03.3-2005-A Penyelidikan Geoteknik utk Pondasu
Bang. Air. Vol.3
Kriteria Perencanaan Jaringan Irigasi (KP 01-07).
Dan lain-lain NSPK yang terkait.
Standar dan pedoman yang digunakan tidak terbatas seperti
pada daftar tersebut diatas tetapi juga menggunakan standar
dan pedoman lain yang terkait dan berlaku.
Penyedia Jasa wajib memiliki dan memahami seluruh standar
dan pedoman tersebut dan menjadikan acuan dalam
pelaksanaan pekerjaan.
9.

Studi-Studi Terdahulu

Penyedia Jasa diminta untuk mengumpulkan studi-studi terdahulu


atau studi-studi terkait yang berhubungan dengan kegiatan ini.

10.

Referensi Hukum

Payung Hukum yang berlandaskan pada meliputi tetapi tidak


terbatas pada :
Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi
Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya;
Undang-undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
Undang-undang No. 32 Th. 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
PP No. 20 Tahun 2007 Tentang Irigasi;
PP No. 42 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan SDA;
PP No. 33 Tahun 2011 tentang Kebijakan Nasional
Pengelolaan SDA;
Page 4 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

PP No. 37 Tahun 2011 tentang Bendungan;


PP No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai;
PP No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan;
PP N0.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan
lingkunga hidup.
Perpres No. 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat
Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
Dan peraturan-perundangan ataupun peraturan pemerintah
terkait lainnya.

Penyedia Jasa wajib memiliki dan memahami seluruh standar


dan pedoman tersebut dan menjadikan acuan dalam
pelaksanaan pekerjaan
11.

Lingkup Kegiatan

Lingkup kegiatan pekerjaan yang harus ditangani Penyedia


Jasaadalah meliputi tetapi tidak terbatas pada :
a) Pengumpulan data-data antara lain: peta topografi,
dataMeteorologi, data hidrologi, data geologi dan datadatalainnya yang terkait.
b) Meminta ijin survey kepada pemerintah setempat
c) Mengkaji kawasan tentang rencana tata letak bangunan utama
dan bangunan pendukung dan fasiltas penunjang lainnya.
d) Penjelasan mengenai alternatif rencana sistim jaringanIrigasi
lengkap dengan gambar, tipikal dan perhitungan teknisnya,
mulai dari bangunan utama, jaringan irigasi utama
(trase/alinyemen saluran induk dan sekunder lengkap dengan
kebutuhan bangunannya), rencana sistem jaringan pembuang
lengkap dengan saluran dan bangunan pelengkap lainnya.
e) Melakukan survey pengukuran topografi kawasan dan
Pemasangan Bench Mark (BM), Control Point (CP), Patok-Patok
yang meliputi rencana daerah irigasi, bangunan pengendali,
rencana pengambilan air (intake) dan bangunan fasilitas
lainnya.
Pengukuran Topografi (Peta Situasi Daerah Irigasi) secara detail,
dimaksudkan untuk mendapatkan data lapangan yang
sebenarnya (Existing) yang akan disajikan dalam bentuk peta
situasi, untuk keperluan Perencanaan detail. Peta tersebut
harus memuat data ketinggian dan Planimetri yang jelas dan
benar sesuai dengan keadaan lapangan yang diukur.
Titik referensi yang digunakan sebagai dasar pengukuran adalah
titik Bench Mark (BM) yang ada disekitar lokasi rencana
Bendung supaya satu system dalam Perencanaan jaringan
Irigasi atau sesuai Petunjuk Direksi.
Page 5 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Kegiatan Pengukuran Topografi meliputi :


- Pengukuran sungai dan lokasi bendung yang mencakup:
Peta bagian sungai di mana bangunan utama akan
dibangun. Skala peta ini adalah 1: 2.000 atau lebih besar,
yang meliputi 1 km ke hulu dan 1 km ke hilir bangunan
utama dan melebar hingga 250 m ke masing-masing sisi
sungai. Daerah bantaran harus terliput semuanya.
Kegiatan Pengukuran ini juga mencakup pembuatan peta
daerah rawan banjir. Peta itu harus dilengkapi dengan
garis-garis kontur pada interval 1,0 m, kecuali di dasar
sungai dimana diperlukan garis-garis kontur pada
interval 0,50 m. Peta itu juga harus memuat batas-batas
penting seperti batas-batas desa, sawah dan semua
prasarananya. Serta harus ditunjukkan tempat-tempat
titik tetap (benchmark) di sekeliling daerah lengkap
dengan koordinat elevasinya.
Potongan memanjang sungai dengan potongan
melintang setiap 50 m. Panjang potongan memanjang
serta skala horisontalnya akan dibuat sama dengan
untuk peta sungai di atas skala vertikalnya 1: 200 atau 1 :
500, bergantung kepada kecuraman medan. Skala.
potongan melintangnya 1 : 200 horisontal dan 1 : 200
vertikal. Panjang potongan melintang adalah 50 m ke
masing-masing sisi sungai. Elevasinya akan diukur pada
jarak maksimum 25 m atau untuk beda tinggi 0,25 m
mana saja yang bisa dicapai lebih cepat.
Pengukuran detail lokasi bendung yang sebenarnya
harus dilakukan, yang menghasilkan peta berskala 1:
200. Peta ini akan menunjukkan lokasi seluruh bagian
bangunan utama termasuk lokasi kantong pasir dan
tanggul penutup. Peta ini akan dilengkapi dengan titik
rincik ketinggian dan garis-garis kontur setiap 0,25 m.
Pengukuran situasi lokasi rencana Pengambilan material
konstruksi (quarry area), material timbunan tanah
(Borrow Area).
-

Pengukuran Trase Saluran :


Peta trase saluran dengan skala 1 : 2.000 dengan garis
garis kontur pada interval 0,5 m untuk daerah datar, dan
1,0 m untuk tanah berbukit bukit; .
Profil memanjang dengan skala horisontal 1 : 2000 dan
skala vertikal 1: 200 (atau 1: 100 untuk saluran-saluran
kecil);
Potongan melintang pada skala horisontal dan vertikal 1:
Page 6 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

200 atau 1 : 100 untuk saluran-saluran kecil pada interval


50 m pada ruas-ruas lurus dan 25 m pada tikungan.
Ketelitian Pengukuran Jarak:
- Untuk lokasi datar S = 0,008 D + 0,003 D + 0.005
- Untuk lokasi lereng S = 0,010 D + 0,004 D + 0.005
- Untuk lokasi curam S = 0,012 D + 0,005 D + 0.005

Pengukuran Lokasi Saluran :


Untuk lokasi-lokasi bangunan besar, seperti bangunan
pembuang silang, diperlukan peta lokasi detail. Skalanya
adalah 1 : 100 dengan skala garis kontur 0,25 m.
Dalam lingkup pekerjaan tersebut diatas, termasuk
pekerjaan :
(1) Pemasangan patok benchmark/BM dan patok
kayu.
Patok BM
dibuat dari pilar beton ukuran
20x20x100 cm, dipasang:
- Setiap jarak 2,5 km sepanjang jalur poligon
utama dan cabang,
- Setiap luas + 250 ha,
- Setiap titik simpul.
Patok kayu ukuran 5x5 cm, panjang minimal 50
cm dipasang pada titik-titik poligon yang tidak
dipasang patok BM atau patok penanda azimut.
Patok harus dipasang sedemikikan rupa
sehingga kuat bertahan selama pelaksanaan
pengukuran (minimal 6 bulan).
(2) Pengukuran poligon utama dan cabang.
Poligon utama harus meliputi daerah yang akan
dipetakan dan merupakan kring tertutup.
Poligon cabang harus dimulai dari poligon
utama dan diakhiri di poligon utama.
Poligon dibagi atas seksi-seksi dengan panjang
maksimum 2,5 km.
Alat ukur sudut yang digunakan adalah Minimal
Teodolit T2 wild atau yang sejenis. Pengukuran
jarak menggunakan EDM, dilakukan pulang
pergi masing-masing 4 kali bacaan untuk muka
dan belakang dibaca sudut Biasa dan Luar Biasa.
Untuk poligon utama Kesalahan penutup sudut
maksimum 10N,
N=jumlah titik poligon;
Ketelitian bacaan sudut vertikal10 (dua kali
bacaan); Ketelitian linier poligon 1:10.000.
Untuk poligon cabang Kesalahan penutup sudut
maksimum 20N,
N=jumlah titik poligon;
Ketelitian bacaan sudut vertikal 20 ; Ketelitian
linier poligon 1:5.000.

Page 7 of 21
Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

(3) Pengukuran sipat datar


Pengukuran sipat datar harus dilakukan setelah
benchmark dipasang. Semua benchmark yang
ada atau akan dipasang, harus melalui jalur
sipat datar apabila berada atau berdekatan
dengan jalur sipat datar. Alat ukur sipat datar
yang digunakan adalah Minimal Automatic
Level Ni2, Nak1, Nak2 atau yang sejenis. Batas
toleransi kesalahan penutup maksimum10D
mm, D=jumlah jarak dalam km.
(4) Pengukuran situasi detil
Alat yang digunakan adalah Minimal Teodolit
T0 ayau yang sederajat. Metode yang
digunakan adalah Raai dan Voorsral. Semua
tampakan yang ada baik alamiah atau buatan
manusia harus diambil sebagai titik detil.
Kerapatan titik detil (+ 40 m dilapangan) harus
sedemikian rupa sehingga bentuk topografi dan
buatan manusia dapat digambarkan sesuai
keadaan lapangan. Ketelitian poligon Raai untuk
sudut 20N, N=jumlah titik sudut; ketelitian
linier 1:1000, ketelitian tinggi 10cmD, D=dalam
km)
(5) Perhitungan
Semua pekerjaan hitungan sementara harus
diselesaikan dilapangan, sehingga bila terjadi
kesalahan dapat segera dilakukan pengukuran
ulang dan perbaikan saat itu pula. Perhitungan
dilakukan dalam proyeksi Polyeder.

f)

Menyiapkan rencana dan melakukan pekerjaan investigasi


geologi dan mekanika tanah secara rinci yang diperlukan
untuk perencanaan bangunan utama atau bangunan fasilitas
penunjang lainnya dengan merujuk pada kriteria perencanaan
atau pedoman yang ada, untuk lokasi bangunan utama bendung
di lakukan bor inti 3 (tiga) titik dengan kedalaman sesuai hasil
analisa Tim ahli penyedia jasa dan dikonsultasikan dengan Tim
Direksi.
g) Melakukan kajian hidrometeorologi, yang meliputi analisis
curah hujan, Evapotranspirasi, Banjir Rencana, Debit Andalan,
analisis sedimentasi dan neraca air.
h) Melakukan survey/penyelidikan tanah untuk pertanian, yaitu
dengan melakukan pengamatan tanah tiap 25 sampai 50 ha.
Dari lapisan tanah atas perlu diketahui data-data berikut :
- Warna
- Tekstur
- Struktur
Page 8 of 21
Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

i)

j)

- Tingkat kelembapan
- Kemiringan tanah
- Tata guna tanah dan bentuk permukaan tanah
- Kedalaman muka air tanah yang kurang dari 2 m.
Sebanyak kurang lebih 10 persen dari seluruh lokasi yang
diamati digali paritan sedalam 1,5 m dan kondisi tanah
dijelaskan secara terinci.
Dari paritan-paritan tersebut diambil contoh tanah untuk
diselidiki di laboratorium. Penyelidikan perkolasi dilakukan di
lokasi paritan.
Membuat Peta tanah yang menunjukkan distribusi kelompokkelompok tekstur tanah dan mengelompokkan jenis tanaman
yang cocok untuk kondisi tersebut.
Klasifikasi kemampuan tanah dilakukan berdasarkan data-data
tanah, kemiringan dan pembuang. Tanah bisa diklasifikasi
menurut kelas-kelas kecocokan tanah FAO untuk tanaman padi
dan palawija (jagung, kacang tanah atau jenis lainnya yang lebih
disukai di daerah yang bersangkutan).
Penyelidikan Geologi Teknik/Mekanika Tanah dibeberapa lokasi
Bangunan Khusus (Bendung, Suplesi, Talang/Siphon, dll).Tujuan
pemboran ini adalah untuk mendapatkan data dari kondisi
batuan/tanah di bawah bendung atau bangunan lainnya, serta
untuk mengetahui daya dukung dan nilai rembesan air di bawah
bangunannya.
Menyiapkan
rencana
dan
melakukan
penyelidikan tanah dan pengujian dilaboratorium dan pengujian
lapangan untuk letak pondasi, bahan timbunan dan bahan
konstruksi fasilitaslainnya.
Penyelidikan geologi teknik detail pada trase saluran yang
direncanakan terdiri dari sekurang-kurangnya satu titik
(pemboran tanah atau pembuatan sumuran uji) per km jika
kondisi tanah tidak teratur.
Melakukan pemetaan dan penyelidikan geologi permukaan
detail pada areal bendung dan lokasi borrow area atau quarry.
Untuk mencari material yang nantinya akan dipakai untuk
konstruksi bangunan, maka perlu dipersiapkan areal untuk
material timbunan di daerah borrow area dan material lainnya
di daerah Quary dengan memetakan daerah tersebut dan
menginformasikan luas area dan volume materialnya.
Melakukan pemboran inti pada as bendung rencana dengan
total kedalaman 45 (empat puluh lima) meter atau sebanyak 3
(tiga) titik atau menurut analisa tenaga ahli geologi dan
dikonsultasikan dengan Tim Direksi.
Menyiapkan kriteria perencanaan untuk detail dan gambar
Desain Daerah Irigasidan bangunan pelengkapnya untuk Sistem
jaringan irigasi terpadu, berpedoman pada standar yang berlaku
Page 9 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

k)
l)

m)

n)

o)

p)

meliputi :
Perencanaan Dimensi Saluran Pembawa, Pembuang
Perencanaan Hidrolis Bangunan, Bangunan Pelengkap,
Pintu pintu dan bangunan fasilitas penunjang lainnya.
Perencanaan Hidrolis dan Stabilitas pada Bangunan khusus
(Bangunan, Suplesi, Talang, Siphon, dll)
Perencanaan Tanggul Banjir, bangunan pengendali banjir,
penampungan air.
Pompanisasi untuk mensuplai areal irigasi bila diperlukan.
Menyiapkan gambar perencanaan detail desain.
Peta Ikhtisar skala 1:10.000
Peta Lay Out Daerah Irigasi skala 1:2000
Peta situasi khusus untuk tapak Bangunan skala 1:200
Situasi, Trase Saluran Induk, Sekunder, Pembuang skala
1:200
Situasi sungai skala 1:200
Potongan memanjang skala H = 1:2000 V = 1:200
Potongan melintang skala H = 1:200 V = 200.
Denah, Potongan dan Detail Bangunan Bagi/sadap serta
bangunan Pelengkap serta fasilitas penunjang lainnya
dengan skala 1:200, 1:100, 1:20.
Title Block (judul gambar) serta semua Penggambaran
tersebut diatas harus diajukan terlebih dahulu kepada
Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan Persetujuan.
Notasi gambar dalam Bahasa Indonesia.
Memberikan Kajian analisa ekonomi teknik denganmenyajikan
analisa biaya konstruksi dan perkiraan biaya-biaya lain yang
diakibatkan oleh kegiatan pekerjaan, perhitungan perkiraan
keuntungan akibat pekerjaan yang akan dilaksanakan sampai
dengan perhitungan kriteria ekonomi antara lain BCR dan IRR
sampai dengan gambaran saat pelaksanaan konstruksi.
Memberikan Kajian analisa Lingkungan, menyajikan dampak
lingkungan yang akan terjadi akibat pelaksanaan proyek ini
serta langkah-langkah antisipasi.
Memberikan Kajian Analisa sosial-budaya, menyajikan rincian
bagaimana proyek akan menimbulkan dampak kepada kaum
miskin, masyarakat asli, minoritas etnik dan kelompok rentan
lainnya termasuk kaum wanita.
Menyiapkan dokumen spesifikasi teknik, Rencana Anggaran
Biaya (analisa harga satuan tenaga/alat/bahan, Kuantitas),
perhitungan Back Up data volume dan masing-masing harga
dasar diusahakan dengan menggunakan referensi harga yang
dilampirkan dalam laporan analisa harga satuan. Referensi
harga menggunakan standar biaya terbaru pada saat dilakukan
studi dengan memperkirakan kenaikan harga pada tahun
Page 10 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

konstruksi dilakukan.
q) Menyiapkan pedoman operasi dan pemeliharaan (O&P),
termasuk rencana pengelolaan air, monitoring serta
rekomendasi dan petunjuk penyusunan organisasi P3A
(Perkumpulan Petani Pemakai Air) serta kelompok pengguna
dan pecinta air, sungai, alam lainnya dan pembiayaan operasi
dan pemeliharaannya.
r) Menetapkan hal-hal yang berkaitan dengan tanggungawab
untuk perencanaan dan pelaksanaan pembebasan tanah,
termasuk pengaturan kelembagaannya.
s) Memberikan rekomendasi atau saran-saran teknis, social,
budaya, ekonomi dan lingkungan kepada Pengguna Jasa dalam
hubungannya dengan kegiatan ini.
Lingkup Kegiatan Survei yang dilaksanakan minimum
untuk mendapatkan data sebagai berikut :
Survei rencana lokasi bangunan utama
Survei rencana jaringan irigasi
Survei rencana jaringan pembuang
Survei lokasi rencana jaringan jalan wilayah
Survei rencana petak-petak tersier
Identifikasi semua kerugian penduduk dan kerugian
lingkungan yang akan terkena pekerjaan.
Identifikasi rincian sumber daya milik pribadi dan umum
yang akan terkena pekerjaan
Identifikasi kerugian yang mungkin terjadiLingkup kegiatan
kelayakan ekonomis dan lingkungan meliputi :
- Merancang usulan bangunan utama
- Merancang jaringan irigasi dan menetapkan trase/
alinyement saluran irigasi beserta bangunan irigasinya
- Merancang jaringan pembuang dan menetapkan trase/
alinyement saluran pembuang beserta bangunannya
- Merancang jaringan jalan wilayah atau jalan usaha tani
- Merancang rencana petak tersier
- Memperkirakan volume pekerjaan
- Memperkirakan biaya pekerjaan
- Menganalisa kajian ekonomi teknik, social dan
lingkungan.
- Mengkaji dampak yang ditimbulkan
- Melakukan sosialisasi kepada stakeholder terkait.
12.

Keluaran

Keluaran yang dihasilkan dari pekerjaan Survey Investigasi dan


Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kabupaten Konawe Kepulauan
meliputi, tetapi tidak terbatas pada :
a) Laporan Bulanan
Page 11 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)

Konsep Laporan Pendahuluan


Laporan Pendahuluan
Konsep Laporan Pertengahan
Laporan Pertengahan
Konsep Laporan Akhir
Laporan Akhir
Laporan excecutive summary
Laporan Pendukung (social, ekonomi, lingkungan,Pertanian,
hidrologi, hidrometri, tofografi, geologi, mekanika tanah,
nota desain, perencanaan dan rencana pelaksanaan
pembebasan tanah, termasuk pengaturan kelembagaannya,
petunjuk pembentukan dan operasi kelompok tani danP3A)
j) Dokumen spesifikasi teknik pelaksanaan pekerjaan, operasi
maupun pemeliharaan.
k) Pedoman Operasi& Pemeliharaan (O&P).
l) Gambar gambar Perencanaan
m) Rencana Anggaran Biaya yang berisi back up data volume
dan rencana anggran yang diperlukan dalam setiap tahap.
n) Dan Laporan-laporan lain yang dianggap perlu, Penyedia
jasa apabila dipandang perlu atau atas permintaan
Pengguna jasa wajib membuat laporan yang ada
hubungannya dengan kegiatan ini.
13.

Peralatan Material, Personil


dan Fasilitas dari Pejabat
Pembuat Komitmen

14.

Peralatan
dan
Penyedia Jasa

Material

BWS Sulawesi IV selaku Pengguna Jasa menyediakan data data


atau fasilitas sebagai berikut :
a) Dukungan administrasi / surat menyurat yang diperlukan
guna mendukung pelaksanaan pekerjaan ini.
b) Studi-studi terdahulu atau data-data pendukung lainnya
yang ada di Pengguna Jasa
c) Pengguna jasa akan mengangkat petugas Tim Direksi
Pekerjaan yang bertindak sebagai pengawas dan
pendamping (counterpart), atau Project Officer (PO) dalam
rangka pelaksanaan jasa konsultasi.
a) Dalam melaksanakan pekerjaan, Penyedia Jasa harus
menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan, yaitu: kantor
yang resmi di Kota Kendari apabila Penyedia Jasa berasal
dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara, alat-alat kantor, dan
alat-alat penunjang kegiatan di lapangan.
b) Penyedia jasa harus memelihara semua fasilitas dan
peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan.
c) Dalam usulan penyedia jasa harus menyatakan bahwa
peralatanyang akan digunakan tersebut dengan cara
menyewa atau milik sendiri.
Page 12 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

d) Penyedia Jasa dapat juga menyebutkan dalam


usulannyabarang-barang dan fasilitas tambahan atau yang
menurut pertimbangan perlu diadakan untuk meningkatkan
efesiensi pelaksanaan jasa Penyedia Jasasi dengan biaya
dari Penyedia Jasa sendiri.
e) Semua personil, peralatan dan software yang diperlukan
dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan
oleh Penyedia Jasa.
f) Penyedia jasa bertanggung jawab atas mutu data yang
dipakai dalam pekerjaan ini. Penyedia jasa wajib
mengecek/memeriksa ketelitian dan keandalan data-data
yang diterimanya, mengecek ketelitian data di lapangan,
apabila data tidak realistik atau kurang memadai, maka
penyedia jasa harus memberitahukan hal ini kepada
Pemberi Pekerjaan. Selanjutnya Pemberi Pekerjaan akan
mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar pekerjaan
dapat diteruskan. Penyedia jasaakan membantu pihak
Pemberi Pekerjaan dalam menentukan langkah-langkah
yang akan diambil.
15.

Lingkup Kewenangan penyedia


Jasa

Kewenangan penyedia jasa adalah ketentuan yang mengatur


apabila penyedia jasa adalah sebuah joint venture yang
beranggotakan lebih dari satu penyedia, anggota joint venture
tersebut memberi kuasa kepada salah satu anggota joint
venture untuk bertindak dan mewakili hak-hak dan kewajiban
anggota penyedia lainnya terhadap PPK/ Penyedia Jasa.

16.

Jangka Waktu
Kegiatan

Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Perencanaan


TeknisSurvey Investigasi Design (SID) Daerah Irigasi (D.I.)
Lampeapi Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi
Tenggara dan sarana penunjang lainnya selama 7 (Tujuh) bulan
atau 210 (dua ratus sepuluh hari) kalendertermasuk
mobilisasidan demobilisasi, terhitung sejak dikeluarkan Surat
PerintahMulai Kerja (SPMK).

17.

Personil

penyelesaian

Tenaga ahli yang diperlukan, adalah mereka yang berpengalaman dibidangnya dan mempunyai
tanggung jawab profesi yang tinggi. Personil yang ditugaskan oleh Penyedia Jasa dalam pekerjaan ini
harus mampu dan memahami didalam tugasnya masing-masing.
Seluruh pekerjaan yang dilaksanakan berada dibawah tanggung jawab seorang engineer yang
ditugaskan sebagai Team Leader.Syarat-syarat yang harus dipenuhi masing-masing dijelaskan
dibawah ini ;

Page 13 of 21
Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

No

Posisi

Pendidikan/Jurusan
minimal

Pengamalan
Profesional
(Tahun)
Minimal

Sertifikat
Keahlian
(Minimal)

Jumlah
(Orang/
Bulan)

7 Tahun

Ahli Irigasi

1.0

5 Tahun

Ahli Struktur

1.0

Tenaga Ahli
S-2 Teknik Sipil / Teknik
Pengairan
S-1 Teknik Sipil/ Teknik
Pengairan

Team Leader

Ahli Struktur

Ahli Irigasi

S-1 Teknik Sipil/ Teknik


Pengairan

5 Tahun

Ahli Irigasi

1.0

Ahli Hidrologi

S-1 Teknik Sipil/ Teknik


Pengairan

4 Tahun

Ahli SDA

1.0

Ahli Geodesi

S-1 Teknik Geodesi

4 Tahun

Ahli Geodesi

1.0

Ahli
Geoteknik/Mekanika
Tanah

S-1 Teknik Sipil-Geologi


Teknik/
Teknik Geologi

4 Tahun

Ahli
Geoteknik/Me
kanika Tanah

1.0

Ahli Pertanian

S-1 Pertanian /Teknologi


Pertanian

4 Tahun

Ahli Pertanian

1.0

Ahli social budaya

S-1 Teknik Sipil/Ekonomi


Teknik

4 Tahun

Ahli Sosial

1.0

Ahli Ekonomi Teknik

S-1 Teknik Sipil/Ekonomi


Teknik

4 Tahun

10

Ahli Lingkungan

S-1 Teknik Lingkungan

4 Tahun

S1-Sederajat

3 Tahun

Ahli
Ekonomi/Ahli
SDA
Ahli Teknik
Lingkungan

1.0
1.0

Tenaga Pendukung
1.
2.

Administrasi Kantor

S1-Sederajat

1.0

Page 14 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Operator Komputer
3.
4.
5.

3 Tahun

SurveyorTopografy

S1-Sederajat

Surveyor
Geologi/Mekanika
Tanah
SurveyorHidrologiHidrometri-Hidrolika

S1-Sederajat

3 Tahun
3 Tahun

S1-Sederajat

3 Tahun

1.0
-

6.

Operator CAD

S1-Sederajat /Teknik
Arsitektur

3 Tahun

7.

Tenaga Lokal

SLTA/Sederajat

8.

Office Boy

SLTP/Sederajat

1.0
1.0

1.0
1.0

11.0
1.0

18.

Jadwal Tahapan Pelaksanaan


Kegiatan

Perincian kegiatan dibuatkan dalam bentuk jadwal


pelaksanaan kegiatan oleh Penyedia Jasa, disepakati bersama
oleh pihak Penyedia Jasa dengan pihak Pemberi Pekerjaan.

19.

Laporan - Laporan

a) Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK/Quality Plan)


Penyedia Jasa diwajibkan untuk menerapkan Quality
Assurance/Sistem Manajemen Mutu (SMM) sesuai
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum.
Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK) dibahas
bersama dalam diskusi Rencana Mutu Kontrak (RMK).
RMK ini harus diklarifikasi dan disetujui oleh PPK
Perencanaan & Program Balai Wilayah Sungai Sulawesi
IV.
Laporan RMK harus memuat Diagram Alir Tahap
Kegiatan, Daftar standar Prosedur (SP) dan Standar
Studi (ST), serta Laporan Audit Mutu, Form Usulan
Perbaikan, prosedur penanganan produk cacat, dan
lain-lain sesuai format Permen PU nomor :
04/PRT/M/2009 tentang system manajemen mutu
Departemen Pekerjaan Umum.
b) Laporan Rencana Kesehatan Keselamatan Kerja dan
Kontrak (RK3K)
Laporan
RK3Kharus
memenuhi
persyaratan
keselamatan dan kesehatan kerja yang akan dilakukan
pada saat pelaksanaan pekerjaan.
Penyedia Jasa diwajibkan untuk menerapkan Standar
Page 15 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Kesehatan dan keselamatan kerja sesuai standart yang


berlaku.
Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008 tentang
Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU.
Laporan RK3K dibahas bersama Tim Direksi/Pengguna
Jasa.
c) Laporan Bulanan
Laporan bulanan ini memuat keterangan mengenai
kemajuan pelaksanaan pekerjaan, masalah teknis dan non
teknis yang dihadapi dan cara mengatasinya serta rencana
pelaksanaan pekerjaan pada periode berikutnya dan
mobilisasi tenaga ahli orang/bulan, peralatan dan bahan
yang digunakan
d) Laporan Pendahuluan.
Laporan Pendahuluan memuat rencana kerja penyedia jasa
secaramenyeluruh, metode pelaksanaan pekerjaan,
metode analisis, data yang tersedia, identifikasi
permasalahan, hasil orientasi awal pada lokasi pekerjaan,
Tinjauan Kerangka Acuan Kerja dan jadwal kegiatan
penyedia jasa.
Laporan final diserahkan setelah dibahas dengan Tim
Teknis dan Instansi Terkait dan telah dilakukan perbaikanperbaikan sesuai arahan dalam diskusi pendahuluan
tersebut.
Koreksi-Koreksi dan saran-saran pada waktu diskusi Draft
Laporan Pendahuluan harus ditampung dan dimasukkan
dalam Laporan Pendahuluan final
e) Laporan Antara.
Laporan ini berisi tentang kemajuan pekerjaan yang telah
dilakukan, antara lain hasil survey-survey dan penyelidikan
yang telah dilakukan dilapangan, serta usulan tata
letak final Daerah Irigasi (D.I) dan bangunan
penunjang/pelengkapnya, serta perencanaan dasar/basic
design dan usulan system planning beserta kriteria
perencanaan untuk masing-masing pekerjaan.
Laporan anatara final harus diserahkan setelah dibahas
dengan Tim Teknis dan Instansi Terkait dan telah dilakukan
perbaikan-perbaikan sesuai arahan dalam diskusi antara
tersebut.
Koreksi-Koreksi dan saran-saran pada waktu diskusi Draft
Laporan antara harus ditampung dan dimasukkan dalam
Laporan antara final.
f) Laporan Akhir
Berisi hasil seluruh proses survey, investigasi & desain
Page 16 of 21
Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

pekerjaan
yang telah dilakukan serta kesimpulankesimpulan, saran dan rekomendasi pekerjaan.
Laporan final diserahkan setelah dibahas dengan Tim
Teknis dan Instansi Terkait dan telah dilakukan perbaikanperbaikan sesuai arahan dalam diskusi draft laporan akhir
tersebut.
Koreksi-Koreksi dan saran-saran pada waktu diskusi Draft
Laporan akhir harus ditampung dan dimasukkan dalam
Laporan akhir final.
g) Laporan Pendukung dan Penunjang lainnya
Laporan-laporan pendukung dan penunjang lainnya
sebagai backup dari seluruh proses survey, investigasi &
desain pekerjaan
yang telah dilakukan dan telah
didiskusikan, dikoreksi dan telah dilakukan perbaikan yang
diserahkan kepada pengguna jasa antara lain :

Laporan executive summary


Laporan Topografy+ Buku Ukur
Laporan Geologi + Mekanika Tanah
Laporan Hidrologi Hidrometri
Laporan Tanah Pertanian
Laporan Sosial - Budaya
Laporan Ekonomi
Laporan Lingkungan
Laporan status kawasan & kepemilikan tanah
Laporan Nota Desain
Laporan Nota perhitungan
Laporan system planning
Laporan Rencana Anggaran Biaya (backup data
volume pekerjaan + analisa harga satuan)
Laporan Spesifikasi Teknik Pelaksanaan Pekerjaan
Laporan Pedoman Operasi dan pemeliharaan
Gambar Desain
Dokumentasi foto-foto Kegiatan
Hard Disk External
Laporan Pertemuan Konsultasi Masyarakat
Booklet (Rangkuman hasil data teknis pekerjaan).

Selain Laporan tersebut di atas, Penyedia Jasa harus


membuatkan laporan tambahan apabila pihak Pengguna
Jasa/Direksi membutuhkan informasi tambahan yang
diperlukan untuk memperjelas pelaksanaan pekerjaan
Penyedia Jasa selama periode pelaksanaan pekerjaan.
Page 17 of 21
Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

20.

Produksi Dalam Negeri

Semua kegiatan jasa Penyedia Jasasi berdasarkan KAK ini harus


dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali
ditetapkan lain dalam KAK ini dengan pertimbangan keterbatasan
kompetensi dalam negeri.

21.

Persyaratan Kerjasama

Kewenangan penyedia jasa adalah ketentuan yang mengatur


mengenai apabila penyedia jasa adalah sebuah joint venture yang
beranggotakan lebih dari satu penyedia, anggota joint venture
tersebut memberi kuasa kepada salah satu anggota joint venture
untuk bertindak dan mewakili hak-hak dan kewajiban anggota
penyedia lainnya terhadap PPK/Pengguna Jasa.

22.

Pedoman Pengumpulan Data


Lapangan

Pengumpulan data lapangan baik primer maupun sekunder


mencakup:
a. Data fisik, teknis dan penunjang;
b. Data Hidrologi dan Hidrometri;
d. Data Topografi;
e. Data Sosial;
f. Data Ekonomi;
g. Data Lingkungan;
h. Data Pertanian;
i. Data Geologi;
j. Data kesehatan masyarakat setempat;
k. Data Kepemilikan Lahan
l. Data Status Kawasan
m. Data-data penunjang yang dibutuhkan lainnya.
Dalam proses pengambilan data lapangan, penyedia jasa
menggunakan pendekatan sosial untuk menghindari konflik
dengan masyarakat.
Untuk itu penyedia jasa selalu melakukan koordinasi dengan
pengguna
jasa/Tim
Direksi/Instansi
terkait/Pemerintah
Daerah/Masyarakat Setempat.

23.

Penjelasan Umum

a) Sewaktu-waktu Penyedia Jasa dapat dipanggil oleh Pengguna


Jasa/Tim Direksi untuk mengadakan diskusi atau memberikan
penjelasan tentang hasil kerja atau yang berkaitan dengan
pekerjaan ini;
b) Penyedia Jasa harus menunjuk seorang wakilnya dalam hal ini
Tim Leader yang sewaktu-waktu dapat dihubungi dalam
rangka pelaksanaan pekerjaan tersebut dan mempunyai kuasa
penuh untuk bertindak dan mengambil keputusan atas nama
Penyedia Jasa;
Page 18 of 21

Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

c) Penyedia Jasa diharuskan untuk mendiskusikan substansi


pekerjaan ini selain dengan Direksi pekerjaan juga dengan
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air/Direktorat Sungai dan
Pantai Air cq. Sub Direktorat Perencanaan Teknis / Direktorat
Pembina guna memperoleh masukan;
d) Seluruh Laporan yang disajikan Penyedia Jasa harus dibuat
pada kertas HVS 70/80 gram dengan ukuran A4 yang diketik
1,5 spasi dengan besar huruf ( font size ) 12 point, huruf tegak
dan dicetak dengan printer laserjet atau sejenisnya;
Sedangkan untuk penggambaran dengan menggunakan
program AutoCAD disajikan dalam Ukuran A1 dan A3 pada
kertas kalkir 90 95 gram serta blue print/copy dengan
ukuran yang sama (A1 dan A3);
Seluruh laporan disajikan dalam bentuk buku dijilid antero
sampul laminating dengan penamaan pada sisi depan dan sisi
samping sampul.
e) Semua peralatan dan software yang diperlukan dan yang
digunakan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini harus
disediakan oleh Penyedia Jasa;
f) Hal-hal yang belum tercakup dalam Kerangka Acuan Kerja
Pekerjaan ini akan dijelaskan dalam acara penjelasan
pekerjaan.
Penyedia Jasa diharuskan melaksanakan diskusi atau pertemuanPertemuansebagai berikut:
a)
Technical Meeting
Dilaksanakan sebelum Penyedia Jasa memulai kegiatan
lapangan. Dalam Technical Meeting ini dibahas segala
macam persiapan dan program kerja RMK (Rencana Mutu
Kontrak) dan RK3K (Rencana Kesehatan, Keselamatan, Kerja
dan Kontrak) yang harus dilaksanakan tim Penyedia Jasa
dalam melaksanakan pekerjaan;
b)
Diskusi Pendahuluan
Pembahasan Laporan Pendahuluan mengenai landasan
teori, metode pelaksanaan pekerjaan, analisis yang
dibutuhkan, kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dan
hasil peninjauan Lapangan.
c)
Diskusi Antara
Penyedia Jasa melaksanakan Diskusi Draft laporan Antara
terhadap pekerjaan yang telah, akan atau sementara
dilaksanakan disampaikan dihadapan Tim Teknis BWS
Sulawesi IV dan Instansi terkait atau dengan Direktorat
Pembina.
d)
Diskusi Akhir
Diskusi Akhir dilaksanakan untuk membahas pekerjaan yang
Page 19 of 21
Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

telah selesai dilaksanakan sebelum dibuatkan laporan final.


Penyedia Jasa harus melakukan presentasi terhadap isi dari
draft laporan akhir kepada Pengguna Jasa, Tim Direksi
Pekerjaan serta Tim Teknis BWS Sulawesi IV dan Tim dari
instansi terkait. Komentar dan usulan-usulan akan
ditampung dan dilaksanakan perbaikan sebelum
dimasukkan dalam Laporan Akhir (Final);
e)
Alih Pengetahuan / Pelatihan staff
Sebelum Penyerahan pekerjaan Penyedia jasa Penyedia
Jasaberkewajiban menyelenggarakan pertemuan dan
pembahasan dalam rangka alih pengetahuan dalam hal
desain, operasional, pemeliharaan, pelaporan maupun
penggunaan software-software, perhitungan/analisisyang
digunakan dalam kegiatan ini kepada staf teknis Balai
Wilayah Sungai Sulawesi IV. Jadwal Rencana Pertemuan Alih
Pengetahuan
dimasukkan
dalam
Time
schedule
pelaksanaan pekerjaan.
f) Rapat Tim Direksi Pekerjaan
Penyedia jasa mengikuti atau melaksanakan rapat asistensi
atau Konsultasi dengan Tim direksi Pekerjaan yang
ditunjukminimal 2 (dua) kali dalam sebulan untuk
membahas progress pekerjaan dan kendala-kendala yang
dihadapi serta penanganannya.
25.

Tanggungjawab Profesi

MENGETAHU / MENYETUJUI,
Kepala Satuan Kerja
Wilayah Sungai Sulawesi IV

Apabila dikemudian hari ditemukan ketidak sesuaian hasil studi,


kajian, survey, identifikasi, desain maupun pelaksanaan pekerjaan,
maka Penyedia jasa diharuskan melengkapi dan memperbaiki atas
biaya sendiri sebagai bentuk tanggungjawab profesi.
Penyedia jasa bertanggung jawab atas mutu data yang dipakai
dalam pekerjaan ini. Penyedia jasa wajib mengecek/memeriksa
ketelitian dan keandalan data-data yang diperoleh atau
diterimanya, mengecek ketelitian data di lapangan, apabila data
tidak realistik atau kurang memadai, maka penyedia jasa harus
memberitahukan hal ini kepada Pemberi Pekerjaan. Selanjutnya
Pemberi Pekerjaan akan mengambil langkah-langkah yang
diperlukan agar pekerjaan dapat diteruskan. Penyedia jasa akan
membantu pihak Pemberi Pekerjaan dalam menentukan langkahlangkah yang akan diambil.

Balai

Page 20 of 21
Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Ir. H. SARONI SOEGIARTO, ME


NIP : 19630612 199103 1

Page 21 of 21
Kerangka Acuan Kerja Survey, Investigasi & Desain Daerah Irigasi Lampeapi Kab. Konawe Kepulauan
PPK Perencanaan dan Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015