Anda di halaman 1dari 4

STUDI KASUS BRISTOL-MEYERS SQUIBB

1. BMS mentranformasi strategi manajemennya selama 7 tahun (2007-2013) dengan


mendapatkan beberapa perusahaan baru dan juga membentuk badan atau lembaga
baru dibawah naungannya yaitu perusahaan murni di bidang kesehatan.
2. BMS dan perusahaan farmasi lainnya mengalami kehilangan pendapatan yang besar
dari pakem Blockbuster drug, pelaksanaan merger. BMS melakukan perubahan
strategi yang disebut string of pearls yang diformulasikan pada tahun 2007 pada saat
perusahaan mengangkat CEO yang baru yaitu James Cornelius. Strategi berfokus
pada ketersediaan jenis produk dengan mengakuisisi perusahaan kecil, menengah
yang memiliki pengembangan produk yang baru.
3. Pemilihan akuisisi yang paling baik yang dipilih oleh BMS yaitu pada pelayanan
HIV/AIDS dan Neurogical,kelainan jantung dan Firosis.
4. BMS melakukan Akuisisi perusahaan yang memiliki terobosan farmasi dengan biaya
yang kecil yang disebut biaya R&D, tetapi mereka mengeluarkan biaya besar untuk
membeli produk yang bisa dipatenkan dengan potensi penjualan blockbuster. Harga
beli yang tinggi sehingga dengan setiap kesepakatan yang dibuat BMS merasa
berkewajiban untuk menjamin pemegang saham dan analis investasi tujuannya untuk
mengambil risiko minimal.
5. Mengakusisi Adnexus Therapeutic (2007), bernilai $430 milyar yang bertujuan
untuk membantu perusahaan peningkatan mutu produk khususnya divisi terapi.
6. BMS juga masuk ke dalam strategis aliansi perjanjian dengan astrazeneca dan pfizer
untuk co-develop dan co-commercialize yang masih diselidiki senyawa yang
sebelumnya telah ditemukan oleh bristol. Kesepakatan dengan astrazeneca terlibat
onglyza dan dapagliflozin, dua senyawa yang digunakan untuk pengobatan diabetes.
Untuk perjanjian dengan Pfizer difokuskan pada antikoagulan yang digunakan untuk
pencegahan dan pengobatan dari berbagai arteri thrombotic dan kondisi vena.
7. Tahun 2008, BMS meningkatkan stategi dengan melakukan akuisisi dan aliansi yaitu
dengan membeli Kosan Biosciences $190 juta, yaitu perusahaan terapi kanker, dan
juga dengan Exelixis dengan perjanjian $195 juta yang memberikan 2 molekul dalam
melawan kanker. Perjanjian ini memberikan hak pada BMS dapat mengembangkan
dan menjual kedua molekul.
8. Pada tahun 2009 melakukan kerjasama dengan Medarex sebesar $2.3 milyar,untuk
oncology pipeline. Kerjasama ini memberikan kemampuan biologi dan mengekspansi
oncology pipeline mereka, juga memberikan hak penuh atas ipilimumab yaitu

mempelajari terapi imun untuk tumor melanoma, kanker prostat dan kanker paruparu.
9. Pada tahun 2010 membeli merk ZymoGenetic sehingga mendapatkan hak penuh atas
hasil-hasil investigasi biologi termasuk hak atas investigasi senyawa virus Hepatitis
C.
10. Pada tahun 2011 mengakusisi AMbrix Inc dan Amira Farmasi, sebesar $24 juta,
untuk Diabetes,fibrosis dan memproduksi Amira yang dibeli dengan $325 juta.
11. Setelah berakhirnya paten pada obat pengencer darah Plavix di tahun 2012,maka versi
generik mulai diproduksi yang menyebabkan penurunan harga atas obat ini dan
mengakibatkan terjadi penurunan pencapaian laba sebesar $3,5juta.
12. Menutupi kehilangan tahun sebelumnya ditahun 2013 BMS membeli Biogen Idec
Inc , produsen obat neurological/syaraf sclerosis kronis dan berusaha untuk membeli
Shire

PLC,

yang

memproduksi

obat

keterbelakangan

mental

dan

sikap

hyperaktif.Kombinasi ini memiliki nilai sebesar $57 milyar.


13. Akuisisi ini akan bagus dengan melakukan kombinasi strategi yang BMS telah
lakukan dari tahun 2007 dimana dalam akuisisi yang dilakukan membuat perusahaan
menjadi lebih modern dan diorganisasi ulang untuk diidentifikasi, dihubungi dan
diatur terhadap hubungan dengan pihak ketiga yang dimiliki.
14. Sementara akuisisi adalah fokus strategis utama yang dilakukan Bristol, penekanan
kedua adalah melakukan spin off unit usaha. Perusahaan besar kadang-kadang
memiliki unit yang berbeda dari bagian lain dalam beberapa hal penting. Sebagai
hasilnya, unit dapat di ditekankan dalam perencanaan strategis perusahaan induk dan
dihargai oleh investor dan analis keuangan
15. Perusahaan melakukan Spin-Off untuk membentuk unit-unit yang lebih kecil yang
dapat focus dalam bidangnya.
16. Spin-Off dapat juga digunakan untuk untuk perusahaan kooperasi yang unitnya
bermasalah sehingga dapat saling membantu.
17. Alasan lain adalah Spin-Off dapat digunakan pasar yang berbeda yang sangat
potensial, BMS lebih focus pada Biopharma,baby formula dan bahkan perban yang
terpakai.
18. Dua saingan BMS yaitu Pfizer Inc dan Zoetis melakukan juga hal yang sama yaitu
Spin-Off.
19. Spin-Off akhirnya tidak terbatas

pada pada bidang produk saja tapi juga ke

pemasaran dan distribusi juga misalnya bergabung dengan Reckitt Benckiser.


20. BMS
bergabung dengan perusahaan China (Simecre pharmaceutical) untuk
memasarkan produknya Orencia,produk ini sudah dijual di America,Eropa dan
Jepang.

21. BMS bergabung dengan Samsung Biologics in 2013 untuk kerja sama antibody
(kekebalan) untuk obat Cancer dan memastikan juga untuk pasokan.
22. Focus pada organisasi,joint ventura.aliansi strategi dan perusahaan fokus pada
pengembangan dan memasarkan sendiri dan juga pathnership penjualan dari $18
milyar (2007), $ 20.6 milyar (2008), pada 2009 terkena dampak krisis hanya $18
milyar dan tahun berikutnya selalu meningkat 2013 mencapai $ 49.57 milyar.
23. Dengan perkembanganya semua pemegang saham mengambil keuntungangan yang
besar dan perusahaan lebih focus pada KRA (Key Areas Bisnis), fokus pada
investasi,financial risk (manajemen resiko) ,meningkatkan produk dan meminimalkan
potensi Blockbuster sales di luar farmasi dan mengadapi tantangan di dunia
kesehatan.

Case 1

Pertumbuhan Bristol-Myers Squibb melalui Penambahan,


Pengurangan, dan Berbagi
John A. Pearce II and Richard B. Robinson Jr.

1. Visi
Menjadi perusahaan farmasi terbaik yang selalu berinovasi guna memberikan produk
kesehatan yang memuaskan.

2. Misi
Melakukan akuisisi dengan perusahaan lain dalam upaya pengembangan produk
dan meningkatkan kualitas
Melakukan upaya-upaya untuk menghasilkan penemuan baru dalam bidang
kesehatan
Mengembangkan produk-produk pengobatan yang tanpa batasan dari berbagai
jenis penyakit
Membentuk unit-unit yang berfokus pada bidang produk dan distribusi yang
dapat memperluas jaringan pemasaran.

3. Analisis SWOT
4. Formulasi Strategi
5. Implementasi Strategi
6. Evaluasi Strategi