Anda di halaman 1dari 2

a.

Uji Mikroba (Arum, 2010)


(a) Mikroba Strain:
Mikroorganisme yang digunakan dalam tes antimikroba adalah Staphylococcus
aureus (Gram-positif ) dan Escherichia coli (Gram-negatif).
(b) Pembuatan Nutrien Agar (NA) :
Pembuatan nutrien agar (NA) dimulai dengan membuat 2 larutan. Larutan I yaitu 5 gram
pepton dan 3 gram ekstrak daging ditambahkan aquades s.d 300 mL, kemudian diaduk hingga
homogen. Larutan II yaitu 15 gram nutrien agar ditambahkan 700 mL aquades, kemudian
dipanaskan sambil diaduk dengan magnetic stirer. Setelah keduanya larut, larutan I dituangkan
dalam larutan II dan diaduk sampai homogen.
Selanjutnya mengukur pH media dengan mencelupkan kertas pH indikator. Apabila pH
tidak netral ditambahkan dengan NaOH/ HCl. Medium agar yang telah siap dimasukkan dalam
erlenmeyer tahan panas, kemudian ditutup dengan kapas dan kertas sampul coklat untuk
kemudian disterilkan.
(c) Pembuatan Nutrien Both
Pembuatan nutrien both (NB) dilakukan dengan cara melarutkan 5 gram pepton dan 3
gram ekstrak daging ke dalam aquades 1000 mL, kemudian ditampung dalam labu erlenmeyer
atau tabung reaksi untuk disterilisasi.
(d) Penyiapan Bakteri
1. Satu ose biakan bakteri murni dimasukkan ke dalam 10 mL media (Nutrien Both) secara aseptis,
digojog dan diinkubasi dengan menggunakan inkubator pada suhu kamar selama 24 jam.
2. Selanjutnya melakukan pengenceran 1 mL dari media NB, lalu dimasukkan ke dalam 9 mL
aquadest steril, sehingga didapatkan pengenceran 10-1 sebagai sumber bakteri.
3. Pengenceran kedua dilakukan dengan mengambil 1 mL suspensi bahan yang berasal dari
pengenceran ke dalam 9 mL aquadest steril, demikian seterusnya sehingga diperoleh biakan
bakteri dengan jumlah yang sama yaitu 10-6.
(e) Uji Antimikroba
1. Media nutrien agar (NA) yang sudah dibuat sebagai media pertumbuhan bakteri dipanaskan
kembali, kemudian dituangkan ke dalam cawan petri steril secara aseptis. Bakteri ditanam pada
media NA dengan cara memasukkan 1 mL biakan bakteri hasil pengenceran ke dalam media NA
kemudian menggoyangkan seperti angka 8.

2. Paper disk dicelupkan dalam ekstrak kulit nanas pada konsentrasi yang telah ditentukan selama
20 menit agar ekstrak kulit nanas tersebut bisa meresap ke dalam paper disk tersebut, kemudian
diangin-anginkan lalu diletakkan pada media NA yang telah ditanami bakteri.
Seluruh cawan petri yang sudah berisi pembenihan bakteri diinkubasi selama 24 jam pada suhu
kamar, kemudian diamati dan diukur daerah hambat pertumbuhan bakteri di sekitar paper disk,
dilanjutkan dengan menghitung luas daerah hambat/zona beningnya.

Arum, Y.P. 2010. Isolasi dan Uji Daya Antimikroba Ekstrak Daun Kersen (Muntingia
Calabura). Skripsi. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang