Anda di halaman 1dari 4

Khutbah Jum'at

AIR SEBAGAI HAKIM KEHIDUPAN


DR. KH. MUHAMMAD NAZAR D

Saudara-saudara kaum
Muslimin rahimakumullah.
Tidak kurang dari 180 kali Allah
berfirman dalam Al-Quran, bahwa
alam semesta ini diciptakan dimilikiNya dalam bentuk tujuh langit dan
bumi. Alam semesta ini menurut Neil
Amstrong yang terdeteksi terdiri dari
30 galaksi.
Kita tahu bahwa bumi kita ini
berada dalam galaksi Bima Sakti, dan
merupakan sebuah planet kecil saja
di antara sembilan planet dalam
kelompok kecil benda langit yang
disebut Tata Surya, dengan matahari
sebagai bintang pusat peredarannya
bersama dengan 33 satelit yang setia
mengitari matahari itu.
Bumi adalah benda langit ketiga
terdekat kepada matahari, setelah
Mercurius dan Venus, kemudian
disusul planet yang semakin jauh,
yakni Mars, Jupiter, Saturnus,
Uranus, Neptunus dan Pluto.
Di dalam galaksi Bima Sakti saja
terdapat 200 ribu bintang dan yang
dapat disaksikan, di saat malam yang
cerah hanyalah beberapa ribu saja.
Kalau dalam tiap galaksi terdapat 200
ribu bintang, maka dalam 30 juta

galaksi terdapat enam trilyun bintang


yang jaraknya ke bumi tidak mungkin
dapat terdeteksi.
Dapatlah kita renungkan apalah
artinya planet bumi yang kecil ini di
tengah-tengah benda angkasa yang
trilyunan jumlahnya.
Namun Allah SwT menyebut
Saba samawati wal ardh, yang
berarti, alam raya semesta dan
bumi. Allah tidak menyebut nama
benda angkasa lain atau
merangkainya dengan nama-nama
bintang yang besar di angkasa.
Persoalannya tidak lain karena pada
benda-benda langit yang lain itu
tidak terdapat kehidupan, karena di
sana tidak ada air, sementara di bumi
terdapat kehidupan karena di bumi
terdapat air
Dua pertiga dari permukaan bumi
adalah lautan. Dan lautan yang
demikian luas itulah yang menjadi
persediaan air yang tidak habis-habis
untuk menjamin lestarinya kehidupan
di permukaan bumi ini. Untuk itu
Allah memberikan sifat-sifat tertentu
kepada air. Di antaranya air selalu
mengambil permukaan yang datar,
mengalir ke tempat yang rendah,
dapat masuk ke dalam semua benda
melalui pori-pori yang ada pada
benda-benda itu. Air dapat mencair,
membeku dan menguap. Dengan
sifat-si fatnya itu air dapat mengisi
semua ruang dan memberikan
kemungkinan hidup kepada semua
makhluk. Dalam laut itu sendiri hidup
beribu jenis ikan dan berkembang
biak tidak pernah habis walaupun
setiap hari ditangkap oleh manusia.
Di daratan ribuan jenis hewan dan
tumbuh-tumbuhan, dan sekitar lima
milyar manusia hidup dengan
membutuhkan air. Untuk itu, Allah
memberikan sifat kepada air untuk
menguap dan terangkat ke angkasa
berupa kabut dan mengental menjadi

mega, dan pada titik tertentu dia


membeku dan mencair menjadi air
serta mencurah ke permukaan bumi.
Maka berkembang biaklah berbagai
jenis binatang dan berbagai
tumbuhan dan manusia.
Allah berfirman:

Artinya: "..dan Dia menurunkan


air dari langit, dan karena itu
berkembang biaklah segala macam
buah-buahan, sebagai rezki
bagimu." (Q.s. Al-Baqarah: 22)
Tegasnya tanpa air manusia tidak
mungkin bisa hidup di muka bumi ini,
karena itu Allah menjaga keberadaan
air di muka bumi ini. Marilah kita
renungkan bahwa usia bumi sudah
mencapai empat setengah milyar
tahun. Namun, air yang ada di
permukaannya tidak pernah tumpah
ke luar permukaan bumi, sehingga
setitik pun air tidak pernah berkurang
dari permukaan bumi ini. Walaupun
dia menguap menjadi hujan dan
menyirami permukaan bumi yang
kering, namun kernudian dia kembali
lagi ke laut. Demikianlah dia berputar
terus menerus melalui siklus yang
telah ditetapkan oleh Allah SwT.
Sehingga menjaga pula siklus
kehidupan yang ada di permukaan
bumi ini.
Di samping itu, air adalah sumber
keindahan. Karena air, pohonpohonan tumbuh menghijau, bungabunga mekar berwarna-warni. Beribu
jenis bunga, semua mengorak
kelopaknya karena tetesan air pada
tangkai, akar dan daunnya
Air membentuk danau-danau
yang indah, mengaliri sungai-sungai
membentuk air terjun, membuat arung
jeram. Semuanya memancarkan
panorama dengan pesona yang indah.

SUARA MUHAMMADIYAH 03 / 96 | 1 - 15 FEBRUARI 2011

31

Khutbah Jum'at
Bahkan laut di samping
mempunyai riak gelombang, ombak
yang tidak henti-hentinya
menghempas ke pantai juga telah
membentuk garis pantai yang indah.
Bahkan sebagiannya telah menjadi
sangat amat terkenal di dunia sebagai
daerah tujuan wisata.
Saudara-saudara kaum
Muslimin rahimakumullah.
Namun demikian, air adalah juga
pembuat tragedi kemanusiaan,
menyelamatkan orang-orang yang
beriman dan menghancurkan orangorang yang durhaka dan ingkar. AlQuran mengisahkan umat Nabi Nuh
yang beriman diselamatkan dengan
menumpang kapal yang dibuat Nabi
Nuh, dan umat yang durhaka
dihancurkan dengan banjir yang
didahului dengan hujan deras yang
tidak henti-hentinya. Kaum Saba
yang diberi oleh Allah negeri yang
subur karena mereka mampu
membuat bendungan air, sehingga
negeri mereka subur dan makmur
serta dapat hidup dalam kemewahan,
bahkan Allah mematrikan
kemakmuran negeri mereka dalam AlQuran sebagai negeri yang baik dan
diridlai Allah SwT (baldatun
thayyibatun wa rabbun ghafur).
Namun akhirnya, karena
kemakmurannya mereka kufur nikmat,
dan durhaka kepada Allah SwT.
Sehingga air bendungan itu
sendirilah yang menghancurkan
mereka. Akhirnya bendungan itu
jebol dan mendatangkan banjir yang
disebut oleh Allah SwT dengan
sailal arm. (As-Saba: 16)
Kaum Nabi Musa melalui mukjizat
Nabi Musa air pun menyelamatkan
kaumnya di Laut Merah, dengan
terbentangnya jalan di tengahtengah laut sehingga Nabi Musa dan
kaumnya dapat menyeberang.
Sementara Firaun dengan kaumnya
justru ditelan dan dihancurkan oleh
air laut yang kembali menyatu dan
menutup jalan yang terbentang tadi.
Begitu jugalah gelombang
tsunami yang melanda Aceh,
32

26 SHAFAR - 11 RABIULAWAL 1432 H

Thailand, India dan Srilangka dan


lain-lain. Orang-orang hanya
melihatnya sebagai peristiwa alam
belaka. Namun, tidak dapat
menjelaskan kenapa air tidak dapat
merusak masjid dan sejumlah makam
bersejarah yang dilintasinya di Aceh
dan tidak merusak madrasah yang
dilintasinya di Srilanka. Namun, air
melibas habis semua gedung dan
bangunan dan rumah-rumah di
sekitarnya.
Hasil rekaman sebuah foto satelit
di Srilangka, yang menunjukkan
beberapa hasil foto pantauan udara
tanggal 26 Desember 2004 lalu itu,
saat gelombang tsunami
menghantam kawasan Srilanka,
tertangkap gelombang dahsyat
tsunami yang bertuliskan kata:
Allah. Seorang ulama Srilangka,
Mohammad Faizen berkomentar
itulah tanda bahwa Allah SwT
mendatangkan gelombang tsunami
dengan nama-Nya, untuk
memperingatkan manusia terhadap
hukum-Nya yang sudah terlampau
banyak diabaikan dan dilanggar oleh
manusia.
Tidak ada kesimpulan lain yang
dapat diambil kecuali bahwa air akan
memberikan kehidupan dan
keindahan kepada manusia apabila
manusia taat kepada hukum-hukum
Allah. Sebaliknya air akan menjadi
bencana bagi manusia, apabila
manusia melanggar hukum-hukum
Allah.
Allah SwT berfirman:

Artinya: "...jika kamu bersyukur


akan Ku tambah nikmat-Ku
kepadamu, dan jika kamu kufur
sesungguhnya azab-Ku sangat
pedih." (Q.s. Ibrahim: 7).l

Doa Khutbah Kedua

AGEN BARU
SUARA
MUHAMMADIYAH
BROTO SUMPENO
SMP Muhammadiyah Tanjung Pinang,
Kep. Riau
Jl. Raya Haji Fisabilillah No. 70,
Tanjung Pinang, Riau
Telp. 0771-443048
Hp. 0819804022

Khutbah Jum'at
AKTUALISASI NILAI SHALAT
FATHIYATURRAHMAH KETUA MAJLIS TABLIGH PCA MANGLI JEMBER JAWA TIMUR
Muntaha bahkan melampauinya, lalu
kembali ke Makkah dalam waktu
yang amat singkat, yaitu hanya satu
malam. Akibatnya, peristiwa tersebut
tidak hanya mengundang polemik
dan kontroversi di kalangan
masyarakat Arab saat itu, namun juga
pada masa sekarang ini.
Sebagaimana difirmankan dalam
surat Al-Isra' ayat pertama:

Hadirin sidang jamaah Jum'at


yang dirahmati Allah!
Puji syukur kita panjatkan kepada
Allah yang telah memberi
kesempatan kepada kita untuk
kembali menunaikan shalat Jum'at
berjamaah, padahal betapa banyak
saudara-saudara kita yang tidak
diberi kesempatan untuk turut
berjamaah pada Jum'at kali ini.
shalawat dan salam semoga tetap
tercurahkan kepada junjungan kita
Nabi Muhammad saw yang telah
menghantarkan kita dari jurang
kegelapan menuju pencerahan Islam.
Maasyiral Muslimin
rahimakumullah!
Bulan Rajab adalah satu bulan
yang selalu mengingatkan kita akan
peristiwa Isra Miraj, sebuah
peristiwa supra rasional yang tidak
dapat dihayati kecuali dengan
menggunakan pendekatan imani.
Betapa tidak? Sebab Isra dan Miraj
adalah perjalanan Nabi Muhammad
saw dari Makkah ke Baitul Maqdis.
Kemudian naik menuju Sidratul

Maha Suci Allah, yang telah


memperjalankan hamba-Nya pada
suatu malam dari Al Masjidil Haram
ke Al Masjidil Aqsha yang telah
Kami berkahi sekelilingnya agar
kami perlihatkan kepadanya
sebagian dari tanda-tanda
(kebesaran) kami. Sesungguhnya
Dia adalah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui
Hadirin sidang Jumat yang
dirahmati Allah!
Demi mendapatkan pemahaman
yang utuh terhadap sebuah
peristiwa, maka kita harus menelusuri
latar belakang yang menjadi
pendahuluan bagi peristiwa tersebut.
Dalam catatan sejarah, peristiwa Isra
Miraj terjadi setelah Rasulullah saw
mengalami berbagai cobaan dan ujian
yang bertubi-tubi dalam
menyebarkan dakwah Islam. Cobaan
dan ujian tersebut antara lain:
Pertama, embargo dan boikot
ekonomi dan sosial terhadap Bani
Hasyim oleh suku Quraisy. Kedua,
perlakuan menyakitkan suku Taif
terhadap dakwah Nabi. Ketiga,
kematian Abu Talib yang selalu

memback up perjuangan Nabi dari


gangguan suku Quraisy. Keempat,
kematian Siti Khadijah, istri yang
selama hidupnya menjadi tempat
curahan hati Nabi Muhammad dan
penyandang dana yang menyokong
gerakan dakwah Nabi.
Dari beberapa latar belakang
tersebut dapat disimpulkan bahwa
Isra Miraj merupakan perjalanan
spiritual dalam rangka
membangkitkan kembali semangat
dakwah Nabi pasca berbagai macam
ujian yang bertubi-tubi.
Hadirin sidang Jumat yang
dirahamati Allah!
Salah satu pesan terbesar dari
perjalanan spiritual tersebut adalah
pesan atau turunnya kewajiban
shalat. Proses penurunan kewajiban
shalat melalui miraj memberi arti
tersendiri bagi urgensi shalat. Ketika
Allah hendak menurunkan fardlu
shalat, Allah tidak mengutus Jibril
untuk menyampaikan pesan tersebut
kepada Muhammad saw
sebagaimana fardlu-fardlu ibadat
Islam lainnya. Tetapi Allah berkenan
langsung menyampaikan pesan
tersebut secara langsung dengan
memanggil Nabi Muhammad ke
hadapan-Nya melalui perjalan miraj
Nabi ke sidratul muntaha.
Rasulullah bersabda:

Hadirin sidang Jumah yang


berbahagia!
Islam adalah agama yang
seimbang, yang mengatur hubungan
antara hamba dengan Tuhan dan
antara hamba dengan sesamanya.

SUARA MUHAMMADIYAH 03 / 96 | 1 - 15 FEBRUARI 2011

33

Khutbah Jum'at
Dalam semua ibadah yang ada dalam
Islam senantiasa dijaga
keseimbangan antara hubungan
vertikal hamba kepada Tuhan dengan
hubungan horisontal hamba dengan
hamba sesamanya. Prinsip
keseimbangan ini juga berlaku dalam
shalat.
Dalam definisi fiqih, shalat sering
dimaknai ibadah yang didahului
dengan takbir dan diakhiri dengan
salam menurut syarat-syarat yang
sudah ditentukan dalam agama Islam.
Definisi ini menunjukkan bahwa
shalat di samping memiliki nilai-nilai
vertikal yang mengatur hubungan
antara manusia dengan Allah SwT
yang dilambangkan dengan
kemestian mengucapkan takbir Allah
Akbar. Namun juga mengandung
nilai-nilai horisontal yang mengatur
hubungan manusia dengan manusia
yang dilambangkan dengan
mengucapkan salam, seraya
memalingkan muka ke kanan dan ke
kiri
Maasyiral Muslimin
rahimakumullah!
Shalat juga berfungsi media
penyucian jiwa. Dalam sebuah
riwayat, shalat diumpamakan sebagai
sebuah sungai bersih yang mengalir
di halaman rumah kita. Ibarat kita
mandi di sungai tersebut lima kali
sehari, maka apakah akan tersisa
kotoran yang ada dalam tubuh kita?
Itulah ibarat shalat yang berfungsi
membersihkan kita dari daki-daki dan
kotoran dosa yang melekat dalam
tubuh kita.

Rasulullah saw bersabda:


Tahukah kalian, seandainya sebuah
34

26 SHAFAR - 11 RABIULAWAL 1432 H

sungai ada di halaman rumah salah


seorang di antara kalian, yang
mana ia selalu mandi lima kali
dalam sehari, apakah akan tersisa
kotoran di tubuhnya sedikitpun?
Mereka menjawab, tidak kotoran
di tubuhnya sedikitpun Nabi
bersabda, Itulah perumpamaan
shalat lima waktu. Allah menghapus
dengan shalat lima waktu itu dosadosa kalian.
Hadirin sidang Jum'at yang
dirahmati Allah!
Secara horisontal, shalat yang
baik juga akan memengaruhi sikap
dan perilaku seseorang terhadap
sesamanya. Oleh karena itu, Islam
menekankan ibadat shalat secara
berjamaah dan memberinya imbalan
pahala yang lebih besar daripada
shalat yang dikerjakan secara
sendirian.
Demikian juga, shalat merupakan
sarana pendidikan budi pekerti dalam
pergaulan antara sesama manusia.
Seseorang yang shalat akan memiliki
akhlak yang baik dalam bergaul
dengan temannya, suka menolong,
memberi dan membantu sesama. Oleh
karena itulah ibadah shalat
senantiasa dilekatkan dengan ibadah
zakah dalam ayat-ayat Al-Quran.
Hadirin sidang Jum'at yang
dirahmati Allah!
Dengan mengenang kembali
peristiwa Isra Mirajnya Nabi
Muhammad dan menggali pesan
moral yang terkandung di dalamnya:
1. Meningkatkan semangat shalat
berjamaah kita di masjid dan
mushalla. Karena dengan
berjamaah, kita tidak hanya
membangun komunikasi dengan
Allah semata, tetapi kita juga
membina silaturrahim dengan
sesama hamba.
2. Meningkatkan kualitas dan
kuantitas shalat. Kualitas bisa
ditingkatkan melalui shalat yang
khusyu'. Sedangkan kuantitas
bisa diperbanyak dengan
mengerjakan shalat-shalat

sunnah.
3. Menjadikan shalat sebagai dasar
akhlak yang mulia, artinya shalat
harus ditindak lanjuti dengan
sikap dan perbuatan yang shalih
mulai dari pergaulan dalam
keluarga, masyarakat dan bekerja
sehari-hari.l

Doa Khutbah Kedua