Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PERCOBAAN OPTIK BENDA HITAM (BLACK BODY)

Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Optika

Dosen Pengampu :

Ir. H. M. Djamil, MT

mata kuliah Optika Dosen Pengampu : Ir. H. M. Djamil, MT Disusun Oleh : Kelompok Eyepiece

Disusun Oleh : Kelompok Eyepiece

Lovina Wijayanti Imro’atus Syarifatul H. Mushlihatul Umamy Deny Dwi Yulianto

115090301111004

115090313111005

115090313111006

115090313111007

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2013

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

i

DAFTAR

ISI

ii

DAFTAR

GAMBAR

iii

BAB I : Pendahuluan

1

1.1. Tujuan

 

1

1.2. Dasar Teori

1

BAB II : METODOLOGI

2

2.1. Alat dan Bahan

2

2.2. Tata Laksana Percobaan

2

2.3. Prinsip Percobaan

3

BAB III : PEMBAHASAN

5

3.1. Analisa Prosedur

5

3.2. Analisa Hasil

6

3.2.1. Hasil Percobaan hanya salah satu sisi luar kardus

 

yang dilapisi karbon

6

3.2.2 Hasil Percobaan seluruh sisi luar kardus dilapisi karbon

7

BAB IV : PENUTUP

9

4.1 Kesimpulan

9

4.2.

Saran

9

DAFTAR PUSTAKA

10

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Tujuan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja benda

hitam dan karakteristik cahaya yang memasuki benda hitam.

1.2. Dasar Teori

Dalam kehidupan sehari-hari benda hitam dapat diamati pada lubang

udara (ventilasi) yang terdapat pada dinding rumah. Lubang udara tersebut

tampak gelap atau hitam dari kejauhan. Lubang seperti ini mendekati kriteria

sebagai benda hitam (Kartina, 2011).

Istilah "benda hitam" pertama kali diperkenalkan oleh Gustav Robert

Kirchhoff pada tahun 1862. Cahaya yang dipancarkan oleh benda hitam disebut

radiasi benda hitam. Permukaan benda hitam merupakan permukaan yang

memiliki sifat sebagai pemancar atau penyerap radiasi yang sangat baik (Kartina,

2011).

Benda yang dapat menyerap seluruh radiasi yang diterimanya dan

memancarkan seluruh radiasi yang dikeluarkannya disebut sebagai benda hitam.

Benda hitam dimodelkan sebagai suatu rongga dengan celah bukaan yang sangat

kecil. Jika ada radiasi yang masuk ke dalam rongga melalui lubang, radiasi

tersebut akan dipantulkan berulang-ulang oleh dinding dalam rongga sehingga

energinya terserap habis dan tidak ada radiasi yang terpantul memancarkan keluar

lubang karena lubang sangat kecil. Jadi, rongga berlubang kecil ini memiliki

karakteristik sebagai benda hitam karena dapat menyerap seluruh radiasi yang

diterimanya (Hecth, 2002).

BAB II

METODOLOGI

2.1. Alat dan Bahan

Bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain, kotak kardus

berukuran 22 x 8 x 7 cm, kertas karbon sebanyak 2 lembar, dan peralatan

berupa gunting dan lem, serta sebuah kamera untuk mendokumentasikan hasil

percobaan.

2.2. Tata Laksana dan Gambar Rangkaian Percobaan

2.2.1. Tata Laksana Percobaan

Siapkan alat dan bahan

2.2.1. Tata Laksana Percobaan Siapkan alat dan bahan Lapisi bagian dalam kotak kardus dengan kertas berwarna

Lapisi bagian dalam kotak kardus dengan kertas berwarna putih

bagian dalam kotak kardus dengan kertas berwarna putih Lapisi seluruh permukaan luar kotak kardus dengan kertas
bagian dalam kotak kardus dengan kertas berwarna putih Lapisi seluruh permukaan luar kotak kardus dengan kertas

Lapisi seluruh permukaan luar kotak kardus dengan kertas karbon

seluruh permukaan luar kotak kardus dengan kertas karbon Lapisi salah satu sisi luar kardus yang akan

Lapisi salah satu sisi luar kardus yang akan dibuat lubang dengan kertas karbon

Buat lubang di salah satu sisi kotak kardus dengan diameter ± 5

mm

di salah satu sisi kotak kardus dengan diameter ± 5 mm Letakkan kotak kardus dibawah sinar

Letakkan kotak kardus dibawah sinar matahari langsung

5 mm Letakkan kotak kardus dibawah sinar matahari langsung Amati fenomena kegelapan warna yang terjadi pada

Amati fenomena kegelapan warna yang terjadi pada lubang kotak kardus dibandingkan dengan permukaan kotak kardus yang dilapisi kertas karbon

dengan permukaan kotak kardus yang dilapisi kertas karbon Dokumentasikan hasil pengamatan dengan menggunakan kamera

Dokumentasikan hasil pengamatan dengan menggunakan kamera

Gambar 1. Diagram Alir Tata Lakasana Percobaan

2.2.2. Gambar Percobaan

2.2.2. Gambar Percobaan Gambar 2. Rangkaian Percobaan Karbon Lubang ± 5mm Gambar 3. Kotak berongga yang

Gambar 2. Rangkaian Percobaan

2.2.2. Gambar Percobaan Gambar 2. Rangkaian Percobaan Karbon Lubang ± 5mm Gambar 3. Kotak berongga yang
Karbon
Karbon

Lubang

± 5mm

Gambar 3. Kotak berongga yang dilubangi salah satu sisinya sebagai analogi benda hitam (permukaan luar dilapisi kertas karbon seluruhnya)

hitam (permukaan luar dilapisi kertas karbon seluruhnya) Gambar 4. Kotak berongga yang salah satu sisinya (bagian

Gambar 4. Kotak berongga yang salah satu sisinya (bagian depan) dilapisi kertas karbon dan diberi lubang

2.3. Prinsip Percobaan Dalam percobaan ini lubang kecil pada kotak kardus dapat dianggap sebagai benda hitam yang berfungsi untuk menyerap radiasi gelombang elektromagnetik (sinar matahari). Hal ini akan menyebabkan perbedaan derajat kegelapan antara lubang pada kardus dengan permukaan luar kardus yang dilapisi dengan kertas karbon.

BAB III PEMBAHASAN

3.1. Analisa Prosedur Percobaan benda hitam ini menggunakan peralatan simulasi berupa kotak kardus yang dilapisi karbon pada bagian luarnya yang berfungsi sebagai referensi pembanding derajat kegelapan lubang pada salah satu sisi kotak kardus. Prosedur pengamatan mengenai benda hitam dilakukan dengan mengamati lubang yang telah dibuat pada salah satu sisi kotak kardus. Melalui pengamatan derajat kegelapan warna lubang yang telah dibuat pada kardus dibandingkan dengan sisi kardus yang dilapisi kertas karbon ini akan dapat dianalisa mengenai karakteristik dan pendekatan benda hitam, yakni lubang pada kardus tersebut. Pada percobaan ini dilakukan dua kali pengambilan data untuk membandingkan kondisi lubang pada kardus. Perlakuan pertama, hanya salah satu sisi kardus yang dilapisi oleh kertas karbon, yakni pada bagian yang diberi lubang. Sedangkan perlakukan yang kedua, seluruh permukaan luar kardus dilapisi kertas karbon dan kemudian salah satu sisinya diberi lubang. Selanjutnya, diamati derajat kegelapan warna lubang dibandingkan dengan warna permukaan luar kardus yang dilapisi oleh karbon.

3.2. Analisa Hasil Gambar hasil percobaan benda hitam dalam percobaan ini dilakukan dua kali perlakukan, yakni saat seluruh sisi permukaan luar kardus dilapisi kertas karbon dan saat hanya salah satu sisi luar kardus yang dilapisi oleh karbon. Gambar hasil percobaan tersebut dapat dilihat pada pembahasan bagian 3.2.1 dan 3.2.2 berikut ini :

3.2.1. Hasil Percobaan hanya salah satu sisi luar kardus yang dilapisi karbon

hanya salah satu sisi luar kardus yang dilapisi karbon Lubang terlihat lebih terang dibanding kertas karbon

Lubang terlihat

lebih terang

dibanding kertas

karbon

Gambar 5. Gambar hasil percobaan dengan perlakuan kertas karbon hanya menutupi salah satu sisi luar kotak kardus

Berdasarkan gambar 4, hasil percobaan menunjukkan bahwa lubang

pada dinding kardus masih terlihat lebih terang dibandingkan dengan permukaan

kardus yang dilapisi dengan kertas karbon. Hal ini dapat dipengaruhi karena

bagian sisi kardus yang tidak ditutupi oleh kertas karbon masih memiliki

kemungkinan untuk tertembus cahaya matahari sehingga bagian dalam kardus

masih akan tampak lebih terang yang diindikasikan dengan derajat warna yang

terlihat dari lubang dibandingkan dengan warna permuakaan luar kardus yang

dilapisi kertas karbon.

Selain itu, karena hanya salah satu sisi kardus yang dilapisi dengan

karbon maka cahaya tidak sepenuhnya terserap, namun ada bagian yang terpantul

dan kembali keluar melalui lubang pada kardus tersebut, sehingga lubang pada

kardus masih akan tampak lebih terang dibandingkan dengan sisi luar kardus

yang dilapisi oleh kertas karbon. Dengan demikian, lubang pada sisi kardus

tersebut belum bisa dikatakan sebagai benda hitam karena tidak mampu

menyerap seutuhnya cahaya matahari yang masuk kedalam lubang tersebut.

3.2.2 Hasil Percobaan seluruh sisi luar kardus dilapisi karbon

Hasil Percobaan seluruh sisi luar kardus dilapisi karbon Lubang seperti Benda hitam Gambar 6. Hasil percobaan

Lubang seperti

Benda hitam

luar kardus dilapisi karbon Lubang seperti Benda hitam Gambar 6. Hasil percobaan benda hitam saat seluruh

Gambar 6. Hasil percobaan benda hitam saat seluruh permukaan luar kardus dilapisi kertas karbon

Berdasarkan hasil percobaan pada gambar 5 saat seluruh permukaan kardus

dilapisi karbon, didapatkan bahwa lubang pada salah satu sisi kardus tersebut akan

menjadi berwarna lebih gelap dibandingkan dengan sisi luar kardus yang dilapisi oleh

karbon. Hal ini dapat dijelaskan dengan diagram karakteristik benda hitam pada

gambar 6 berikut ini.

diagram karakteristik benda hitam pada gambar 6 berikut ini. Gambar 7. Diagram karakteristik benda hitam Berdasarkan

Gambar 7. Diagram karakteristik benda hitam

Berdasarkan hasil percobaan akan didapatkan bahwa lubang pada

gambar 5 lebih gelap, hal ini dikarenakan lubang tersebut mendekati karakteristik

dari benda hitam seperti yang digambarkan pada gambar 6. Lubang tersebut

tampak hitam karena saat suatu cahaya memasuki rongga dalam kardus yang

melalui lubang tersebut, maka berkas cahaya akan dipantulkan berkali-kali di

dalam rongga tanpa sempat keluar lagi dari lubang tadi dan setiap kali dipantulkan, sinar akan diserap dinding-dinding dalam kardus. Dengan demikian, lubang pada kardus ini dapat dianalogikan sebagai benda hitam karena cahaya yang masuk tidak lagi dapat keluar dari lubang tersebut. Semakin kecil diameter lubang tersebut maka kemungkinan cahaya untuk keluar dari lubang tersebut menjadi lebih kecil Faktor yang juga mempengaruhi dalam percobaan ini adalah diameter lubang yang dibuat pada kardus cukup kecil, yakni berdiameter ± 5mm. Pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa panjang gelombang datang lebih kecil dibandingkan dengan diameter lubang, sehingga cahaya yang masuk ke lubang akan dipantulkan oleh dinding rongga berulang kali dan semua energinya diserap oleh dinding bagian dalam kotak kardus, yang selanjutnya akan dipancarkan kembali sebagai radiasi gelombang elektromagnetik melalui lubang itu juga. Lubang pada rongga inilah yang merupakan contoh dari sebuah pendekatan benda hitam karena seolah-olah menyerap seluruh energi matahari sehingga tidak ada lagi cahaya yang keluar dari lubang tersebut.

Dengan demikian dapat disimpulkan syarat benda hitam adalah :

a. Benda hitam dapat dijumpai pada benda dengan ruang tertutup yang terdapat lubang kecil di dindingnya. Seperti halnya dalam percobaan ini dibuat sebuah kotak tertutup kertas karbon yang salah satu sisinya diberi lubang. Lubang pada salah satu dinding kardus ini yang dianalogikan sebagai benda hitam.

b. Benda hitam merupakan benda yang dapat menyerap sempurna cahaya yang masuk kedalam benda tersebut. Sehingga objek benda hitam tidak selalu harus berwarna hitam karena hal terpenting adalah kemampuan menyerap cahaya secara sempurna.

4.1. Kesimpulan

BAB IV

PENUTUP

Lubang pada salah satu dinding kardus merupakan salah satu contoh dari benda hitam karena cahaya matahari yang masuk ke dalam kotak kardus akan terserap sepenuhnya tanpa bisa keluar kembali melalui lubang tersebut. Hal ini pula yang menjadi faktor penyebab warna yang teramati pada lubang tersebut lebih gelap dibandingkan dengan warna kertas karbon yang melapisi bagian luar kotak kardus tersebut. Selain itu, prinsip benda hitam ini hanya akan tercapai jika seluruh ruangan kotak tertutup sehingga daya penyerapan cahaya akan lebih sempurna.

4.2. Saran

Pada percobaan ini, hendaknya digunakan kotak kardus yang tertutup kertas karbon dengan rapat sehingga dapat dibandingkan dengan jelas derajat kegelapan lubang kecil pada kotak kardus (lubang hitam) dengan permukaan kardus yang dilapisi kertas karbon.

DAFTAR PUSTAKA

Hecth, Eugene. 2002. Optics Fourth Edition. San Fransisco : Addison Wesley.

Kartina. 2011. Radiasi Benda Hitam. Diakses tanggal 4 Maret 2013