Anda di halaman 1dari 19

PENGUKURAN MINYAK.

DEFINISI :
PENGUKURAN MINYAK ADALAH SUATU PEKERJAAN YANG
DILA-KUKAN UNTUK MENDAPATKAN DATA YANG DAPAT
DIGUNAKAN UNTUK MENGETAHUI KUALITAS DAN
KUANTITAS MINYAK DALAM PADA SETIAP PERGERAKANNYA.
PENGUKURAN DILAKSANAKAN OLEH SEORANG JURU
UKUR YG
MEMPUNYAI TUGAS :
1. MEMELIHARA DAN MENGGUNAKAN PERALATAN UKUR
SECARA BAIK DAN BENAR.
2. MENGUKUR MINYAK SESUAI KETENTUAN YANG BERLAKU
(PROSEDUR ASTM IP).
3. MENGAMBIL CONTOH DENGAN PERALATAN YANG BAIK
DAN
BENAR ( SESUAI STANDARD).
4. MENCATAT DATA HASIL PENGUKURAN APA ADANYA
SESUAI
HASIL YANG SEBENARNYA.
5. MELAKSANAKAN PENGUKURAN TANPA KECELAKAAN KERJA.

6. MENGETAHUI CARA MENCEGAH BAHAYA KEBAKARAN


DAN
TEKNIK PEMADAMAN API.
DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA, JURU UKUR
MENDAPAT
PENGAWASAN OLEH SEORANG PENGAWAS JURU UKUR,
YANG
MEMPUNYAI TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SECARA
OBJECTIVE
YAITU :
* MEMBERI PENGERTIAN DAN MENYADARKAN SEMUA JURU
UKUR BAHWA PERANANNYA SANGAT PENTING DALAM
PROSES
PENANGANAN ARUS MINYAK.
* BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERLAKSANANYA
PENGUKURAN
MINYAK YANG AKURAT , PENCATATAN MAUPUN
PENYIMPANAN
DATANYA YANG SESUAI DENGAN QUANTITY ACCOUNTING
SISTEM.
* BERTANGGUNG JAWAB ATAS KESELAMATAN KERJA
MELIPUTI
PERSONAL MAUPUN MATERIAL DILINGKUNGAN KERJANYA.
* MEMPUNYAI KEAHLIAN ( SKILL ) SEBAGAIMANA TUGAS

3
PENGAWAS JURU UKUR YANG PROFESIONAL MEMEGANG
PERANAN PENTING DALAM PENGENDALIAN ARUS MINYAK :
1.

DAPAT MENGURANGI KERUGIAN AKIBAT SALAH UKUR :


* PENGUKURAN KETINGGIAN MINYAK/AIR
* PENGUKURAN DENSITY/SG/API.
* PENGUKURAN SUHU MINYAK.

2. DAPAT MENGURANGI KESALAHAN DALAM PENCATATAN DATA


AWAL ARUS MINYAK SEHINGGA LAPORAN ADMINISTRASI KEUANGAN DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN.
DATA ARUS MINYAK YANG TIDAK AKURAT / SALAH
MENGAKIBATKAN :
* REALISASI KERJA MENJADI TIDAK BENAR.
* SUSUT SEMU TIMBUL CUKUP BESAR DAN TIDAK BISA
DIPERTANGGUNG JAWABKAN.
* LAPORAN YANG DISAJIKAN TIDAK DAPAT UNTUK PEDOMAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH MENAJEMEN.

4
ADA 2 ( DUA ) SISTIM PENGUKURAN MINYAK :
1. STATIC MEASUREMENT SISTEM.
2. DYNAMIC MEASUREMENT SISTEM.
STATIC MEASUREMENT SISTEM.
SISTEM PENGUKURAN YANG DILAKSANAKAN PADA SAAT
ZAT
CAIR DALAM KEADAAN DIAM ( STATIC ) DAN MEMERLUKAN
WAKTU PENGENDAPAN ( SETTLING TIME ) YANG CUKUP.
1. MANUAL TANK GUAGING :
PERALATAN STANDARD :
* INNAGE / OUTAGE TAPE & BOB : UNTUK MENGUKUR
KETINGGIAN CAIRAN / AIR.
* WATER GAGE BARS : UNTUK MENGUKUR KETINGGIAN
AIR
( + 1 M ).
* OIL INDICATING PASTE : PASTA PENCARI MINYAK.

5
* ALAT UKUR SUHU MINYAK ( ASTM D. 1086 API 2543 ) :
THERMOMETER SKALA O C ATAU O F.
THERMOMETR CASE : CUP CASE ATAU FLUSHING CASE.
* ALAT UKUR DENSITY / SG / API ( ASTM D. 1298 API 2547 ):
HYDROMETER SKALA DENSITY / SG / API.
HYDROMETER CYLINDER : TABUNG DARI GLASS
DENGAN
INSIDE DIAMETER TABUNG TIDAK KURANG
DARI 25 MM.
* ALAT PENGAMBIL CONTOH / SAMPLE ( ASTM D. 270 API
2545 ) :
6
WEIGHTED BEAKER / WEIGHTED BOTTLE.
CONTEINER
* ALAT SAMPLE
UNTUK MENGANALISA
KADAR AIR & SEDIMEN ( ASTM
D.
96 API 2542 ) :
CENTRIFUGE : ALAT PEMUTAR TABUNG CENTRIFUGE.
TABUNG CENTRIFUGE (KERUCUT/PEAR) YAITU TABUNG
DARI
GLASS BERSKALA MM / % .

7
PERSYARATAN UMUM YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM
MELAKSANAKAN PENGUKURAN DENGAN SISTEM MANUAL :
1. PERALATAN UKUR HARUS STANDARD DAN DALAM
KEADAAN
BERSIH , KERING , DAN JUMLAHNYA CUKUP.
2. SEMUA KERANGAN TANKI HARUS DALAM KEADAAN
TERTUTUP
RAPAT.
3. YAKIN BAHWA SETTLING TIME ( WAKTU PENGENDAPAN )
MINYAK TELAH CUKUP.
4. PERHATIKAN KESELAMATAN KERJA :
* PAKAI ALAT KESELAMATAN KERJA ( SAFETY SHOES ,
SARUNG TANGAN DAN SAFETY HELMET ).
* LAMPU SENTER HARUS KEDAP GAS.
- HINDARI MENGHIRUP UAP GAS.
- DALAM KEADAAN HUJAN DISERTAI PETIR TIDAK
BOLEH
MELAKSANAKAN PENGUKURAN.

8
TATA CARA PENGUKURAN KETINGGIAN CAIRAN ( MINYAK /
AIR ).
A. TATA CARA PENGUKURAN DI TANKI DARAT
( ASTM D. 1085 API 2545) .
KHUSUS UNTUK TANKI YANG MEMPUNYAI REID VAPOR
PRESSURE ( RVP ) < 40 LB PADA FIXED ROOF MAUPUN
FLOATING ROOF TANK .
METODE PENGUKURAN :
1. INNAGE METHOD : CARA PENGUKURAN
KETINGGIAN
CAIRAN DIMANA YANG DIUKUR ADALAH TINGGI
CAIRANNYA.
2. ULLAGE / OUTAGE METHOD : CARA PENGUKURAN
DIMANA
YANG DIUKUR ADALAH RUANG KOSONG TANKI
YAITU
JARAK DARI PERMUKAAN CAIRAN SAMPAI KE
TITIK
BATAS DITEMPAT PENGUKURAN DIATAS TANKI

9
PERSIAPAN SEBELUM PENGUKURAN :
YAKINKAN PERALATAN UKUR DALAM KEADAAN BERSIH
DAN
KERING SERTA LENGKAP.
PASTIKAN NOMOR TANKI DAN JENIS PRODUK YANG AKAN
DIUKUR.
PERIKSA SEMUA KERANGAN TANKI HARUS DALAM
KEADAAN
TERTUTUP RAPAT.
PASTIKAN MIXER TANKI TIDAK DALAM KEADAAN RUNNING
DAN
SETTLING TIME SUDAH CUKUP .
BAWA FORMULIR TANK TICKET KE ATAS TANKI UNTUK
MENCATAT
DATA HASIL PENGUKURAN.
SEBELUM NAIK KETANKI YAKIN BAHWA TANGGA TANKI
MASIH
DALAM KEADAAN BAIK.
PERIKSA GROUNDING CABLE TANKI YANG AKAN DIUKUR
MASIH DALAM KEADAAN TERSAMBUNG ( TIDAK PUTUS ).

PELAKSANAAN PENGUKURAN.
1. BAWA PERALATAN UKUR KEATAS TANKI DENGAN TETAP
MEMPERHATIKAN ASPEK KESELAMATAN KERJA ( PADA SAAT
NAIK TANKI SATU TANGAN HARUS BERPEGANGAN PADA
TANGGA
RILLING TANKI ).
2.
BUKA TUTUP LUBANG UKUR ( REFERENCE POINT )
SECARA
PERLAHAN DENGAN TETAP BERDIRI DAN MEMBELAKANGI
ARAH
ANGIN.
3.

PENGUKURAN HARUS DILAKSANAKAN PADA


REFFERENCE
POINT YANG TELAH DITENTUKAN ( REFFERENCE MARK).

4.

UKUR TINGGI TANKI ( REFERENCE DEPTH ) HARUS


SESUAI
DENGAN TABEL TANKI ( KALIBRASI ).

5.

UKUR TINGGI PERMUKAAN MINYAK / AIR DENGAN


CARA :
* INNAGE METHOD ( TINGGI PERMUKAAN CAIRAN ).

11
* BILA DIDASAR TANKI ADA ENDAPAN , PERUBAHAN
PADA
BOTTOM PLATE TANKI DAN MINYAK YANG DIUKUR
VISCOSITASNYA TINGGI ( ASPAL / HIGH POUR POINT )
GUNAKAN CARA OUTAGE / ULLAGE , UMUMNYA PADA
TANKI
KAPAL.
* UNTUK FLOATING ROOF TANK :
- PASTIKAN DISPLACEMENT ZONE VALUE SESUAI
DENGAN
YANG TERDAPAT PADA TABEL KALIBRASI TANKI .
- DRAIN AIR HUJAN DAN BERSIHKAN KOTORAN YANG
TERDAPAT DIATAS TANKI.
6. PENGUKURAN DILAKUKAN SAMPAI MENDAPATKAN 2
( DUA )
ANGKA YANG IDENTIK ( SELISIH < 3 mm ).

7. BATASAN WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK


MERENDAM PITA UKUR KEDALAM TANKI SUPAYA
MENDAPATKAN TANDA UNTUK DIBACA SECARA JELAS
ADALAH :
* WHITE OIL ( PREMIUM,KEROSEN,GASOIL) = + 10 DETIK
.
8. CATAT
HASIL
KEDALAM ) TANK=TICKET
* BLACK
OIL PENGUKURAN
(CRUDE,IDF,IFO,DECANT
+ 30
DAN DETIK
BERSIHKAN ATAP TANKI DARI CECERAN MINYAK.

12
B. TATA CARA PENGUKURAN TINGGI PERMUKAAN MINYAK / AIR
DI TANKI KAPAL.
PADA DASARNYA TATA CARA PENGUKURAN DI TANKI KAPAL
SAMA
DENGAN TATA CARA PE-NGUKURAN DI TANKI DARAT , ADA
BEBERAPA HAL YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN
SUNGGUH
SUNGGUH YAITU :
1. POSISI KAPAL APAKAH DALAM KEADAAN :
* EVEN KEEL ( SAMA RATA ) .
* TRIM ( TIDAK SAMA RATA ANTARA DRAFT HALUAN DAN
BURITAN.
* HEEL ( KEMIRINGAN KAPAL : KEKIRI (PORT) , KEKANAN
( STARBOARD ).
2. FAKTOR KOREKSI TRIM DAN HEEL PADA TABEL KALIBRASI

PROSEDUR UNTUK MENGETAHUI KETINGGIAN-AIR BEBAS


DALAM TANKI :
1. WATER INDICATING PASTE ( MENGGUNAKAN PASTA
PENCARI
AIR )
PADA UMUMNYA CARA INNAGE MAUPUN ULLAGE
MENGGUNAKAN WATER INDICATING PASTE YANG
DIOLESKAN
PADA SKALA TAPE DAN BOB + 10 CM , HASIL
PENGUKURAN
SAMPAI MENDAPATKAN 2 ( DUA ) ANGKA YANG IDENTIK.
2. THIEF PROSEDUR.
MENGUKUR AIR BEBAS DENGAN MENGGUNAKAN ALAT
THIEF
BILA DASAR TANKI STABIL DAN ALAT DAPAT
MENYENTUH
DASAR TANKI.
3. GUAGE GLASS PROSEDUR.
PROSEDUR INI DIGUNAKAN KHUSUS UNTUK MENGUKUR
AIR

ASTM D. 2546
API 2546
PERSARATAN PITA
1. TEBAL 0.0008 0.012
2. LEBAR 3/8
3. PANJANG SESUAI TANKI

FREE WATER

13
12
11
10
11
9 8 7 6 5
4
3
2
1
14

PITA DAN BOB UJUNGNYA


MUDAH BERPUTAR

PERSYARATAN BOB
1. BAHAN DARI LOGAM ANTI KARA
2. PANJANGNYA 6 12 INCH
( UJUNG RUNCING )
3. TEBAL MAX. 1 NCH
4. BERAT 20 ONS

FREE WATER

PERSIAPAN SEBELUM PENGUKURAN TINGGI MINYAK


DIDALAM TANKI DARAT
LANGKAH PEKERJAAN
JURU UKUR

KETERANGAN

1.TUTUP/SEGEL KERANGAN TANKI YANG


AKAN DIUKUR TERMASUK PIPA CABANG

1. MENCEGAH :
KONTAMINASI
GRAVITY KE TANKI LAIN
TANKI FINISH PRODUCT
HARUS DISEGEL.

2.PIPA HARUS DALAM KEADAAN PENUH


3.LAPORKAN APABILA ADA GENANGAN AIR
MINYAK DAN LAIN-LAIN.

2.MEMPERKECIL LOSS SEMU


3.MENGHINDARI BAHAYA
KECELAKAAN KERJA

4.PERIKSA APAKAH MINYAK DALAM TANKI


SUDAH DLM KEADAAN DIAM (MIN 1 JAM)
5.PERIKSA KONDISI PERLENGKAPAN ALAT
UKUR
YG DIPAKAI UNTUK MELAKSANAKAN
PENGUKURAN

4.MEMBERI WAKTU PENGENDAPAN


AIR
DAN PERMUKAAN CAIRAN MENJADI
TENANG
5.ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN
SESUAI
STANDRD

REFRENCE MARK

REFRENCE MARK

TANK SHELL

TANK SHELL

BOB

LIQUID LEVEL

INNAGE

OUTAGE

TANK TIKET
O
PENGUKURAN
SISTEM ULLAGE/
KOSONGAN

TEMPAT SURABAYA

NO. URUT

TGL

TANGGAL

BULAN

WAKTU
NO. TANKI
OPERASI

TAHUN

TANKER
MINYAK TANAH

JENIS MINYAK
TINGGI TANKI

MM

PITA

MM

BANDULAN
KOSONGAN

MM

MM

MINYAK + AIR
AIR
TINGGI MINYAK

MM

MM

MM

SUHU C F

MM

OPERATOR/AUDITOR

JURU UKUR

PENGAWAS

TANK TIKET
O
PENGUKURAN
SISTEM INNAGE/
KOSONGAN

TEMPAT SURABAYA

NO. URUT

TGL

TANGGAL

BULAN

WAKTU
NO. TANKI
OPERASI

TAHUN

TANKER
MINYAK TANAH

JENIS MINYAK
TINGGI TANKI

MM

PITA

MM

BANDULAN
KOSONGAN

MM

MM

MINYAK + AIR
AIR
TINGGI MINYAK

MM

MM

MM

SUHU C F

MM

OPERATOR/AUDITOR

JURU UKUR

PENGAWAS

LAPORAN HASIL ANALISA MINYAK


LABORATORIUM MINYAK
NO. URUT

TGL

TANGGAL

MINYAK TANAH

METHODA

HASIL

SUHU
PENGUKURAN

ASTM D-1295

46

DENSITY
PENGUKURAN

ASTM D-1298

0.805

DENSITY 15 C

ASTM T-53

0.8261

API GRAVITY 60 F

ASTM T- 51

39.7

KADAR AIR % VOL

ASTM D-95

S & W % VOL

ASTM D-96

0.05

PEMUKA

LABORAN

TAHUN

TANKER

JENIS MINYAK
URAIAN

BULAN

WAKTU
NO. TANKI
OPERASI