Anda di halaman 1dari 14

GERAK LURUS

Disusun untuk Memenuhi Tugas Fisika Terapan


Dosen Pembimbing : Imaniah Sriwijayasih, S.T.,M.T.

DISUSUN OLEH :
NAMA

: ALI SATRIA WIJAYA


DAUD IFADAH
EFRANSYAH
FATMA CAHYANI
MUSAB

KELOMPOK

: 3 (TIGA)

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mekanika merupakan bagian dari fisika yang membicarakan hubungan antara gaya,
materi, dan gerak. Metode matematika yang dapat menjelaskan tentang gerak,
khususnya

memandang

gerak

tanpa

melihat

penyebabnya

dalam

mekanika

dikelompokkan dalam kinematika. Apabila penyebab gerak itu dapatdilihat, maka


dikelompokkan dalam dinamika.
Kinematika ini diberikan sebagai dasar kita untuk mempelajari konsep fisika lebih
lanjut utamanya yang berkaitan dengan gerak yang mengabaikan penyebabnya.
Gerak lurus adalah salah satu pembahasan yang sangat menarik. Geraklurus juga
merupakan hal yang sangat penting dalam fisika. Konsep gerak lurus ini merupakan
materi dasar dalam fisika. Konsep ini juga menjadi materi yang fundamental. Selain itu,
materi ini juga memberikan pengaruh yang besar dalam penemuan ilmu pengetahuan
dan teknologi.
1.2 Rumusan Masalah
1.

Apakah yang dimaksud dengan gerak lurus?

2.

Apakah yang dimaksud dengan gerak lurus beraturan dan gerak lurus
berubah beraturan?

3.

Apa saja rumus-rumus gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan?

4.

Bagaimana cara menyelesaikan soal-soal dalam gerak lurus beraturan dan gerak
Gerak lurus berubah beraturan?

1.3 Tujuan
1.

Untuk mengetahui pengertian gerak lurus.

2.

Untuk mengetahui pengertian gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah
beraturan.

3.

Untuk mengetahui rumus-rumus gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah
beraturan.

4.

Untuk mengetahui cara menyelesaikan soal-soal dalam gerak lurus beraturan dan
gerak lurus berubah beraturan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Gerak Lurus


Gerak lurus merupakan peristiwa gerak benda yang memiliki lintasan berupa garis
lurus. Pengertian gerak lurus tidak bisa dipisahkan dengan pengertian gerak. Gerak
adalah perubahan kedudukan suatu benda atau partikel terhadap suatu acuan tertentu
(Azizah,2005:26). Acuan tersebut dapat berupa acuan yang diam dan acuan yang
bergerak. Gerak dengan acuan diam biasa disebut dengan gerak nyata. Contoh gerak
nyata adalah seseorang yang diam di tepi jalan melihat sebuah mobil yang bergerak di
jalan raya. Maka dapat dikatakan mobil tersebut bergerak terhadap acuan orang yang
diam di tepi jalan. Sedangkan gerak dengan acuan yang bergerak biasa disebut gerak
semu (relatif). Contoh gerak semu (relatif) adalah seseorang yang berada dalam mobil

melihat sebuah motor menyalipnya, maka dapat dikatakan bahwa motor tersebut
bergerak terhadap acuan orang yang berada dalam mobil tersebut.
2.2 Pembahasan Gerak Lurus
Pembahasan tentang fenomena gerak lurus memang sangat luas. Gerak lurus ini
dibahas melalui cabang ilmu yang bernama kinematika. Azizah (2005:26) menyatakan
bahwa kinematika adalah ilmu yang mempelajari benda tanpa mempedulikan
penyebab timbulnya gerak. Kinematika membahas gerak dengan melihat kedudukan,
jarak, kecepatan, dan percepatan.
Salah satu aspek pembahasan kinematika adalah kedudukan. Azizah (2005:27 )
menyatakan bahwa kedudukan adalah letak suatu benda pada waktu tertentu terhadap
acuan tertentu. Kedudukan biasanya dinyatakan dalam arah dan nilai jarak terhadap
acuan tertentu.
Besaran lain yang berhubungan dengan gerak lurus adalah jarak dan perpindahan.
Kedua besaran ini biasanya dianggap sama, tetapi keduanya memiliki banyak perbedaan
yang mencolok. Perbedaan itu terlihat melalui pengertian keduanya. Jarak merupakan
panjang lintasan yang telah ditempuh benda selama bergerak. Jarak juga merupakan
besaran skalar yang tidak memperhitungkan posisi benda. Sedangkan perpindahan
merupakan perubahan posisi awal (S0) dan posisi akhir (St) suatu benda tanpa
memperhitungkan bentuk dan panjang lintasannya. Perpindahan juga merupakan
besaran vector yang memiliki besar dan arah.
Besaran lain yang sangat penting dalam gerak lurus adalah kecepatan. Kecepatan
adalah perubahan posisi benda tiap satuan waktu. Namun, biasanya terjadi kerancuan
antara kecepatan dan kelajuan. Keduanya sering dikatakan sama, tetapi keduanya
memiliki pengertian yang berbeda. Ludolph (1984:184) menyatakan bahwa kecepatan
adalah besaran vektor yang dinyatakan dengan nilai dan arah, sedangkan kelajuan
adalah besaran skalar yang hanya mempunyai nilai saja tanpa memperhitungkan arah.
Besaran lain yang juga sangat penting dalam gerak adalah percepatan. Percepatan
biasanya dilambangkan dengan a. Percepatan adalah perubahan kecepatan tiap satuan
waktu.
Percepatan adalah besaran vektor. Percepatan memiliki arah dan nilai. Percepatan
bisa bernilai positif (+) maupun negatif (-) karena tergantung besarnya kecepatan. Jika
bernilai positif disebut percepatan, sedangkan bernilai negatif jika perlambatan.

Ditinjau dari sudut pandang kinematika, gerak terdiri atas gerak lurus beraturan
(GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
2.3 Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus dengan kecepatan
tetap. Untuk lebih memahaminya, amati grafik berikut!

Tampak dari grafik pada gambar, kecepatan benda sama dari waktu ke waktu yakni 5 m/s.
Anda dapat menghitung jarak yang ditempuh oleh benda dengan cara menghitung luas daerah di
bawah kurva bila diketahui grafik (v-t).Tentu saja satuan jarak adalah satuan panjang, bukan
satuan luas. Berdasarkan gambar di atas, jarak yang ditempuh benda = 15 m. Cara lain
menghitung jarak tempuh adalah dengan menggunakan persamaan GLB.

Telah Anda ketahui bahwa kecepatan pada GLB dirumuskan:

Dari rumus di atas diperoleh hubungan :

S=V.t
berdasarkan grafik di atas kecepatan benda (v ) = 5 m/s, sedangkan waktu (t ) = 3 s, sehingga
jarak(s)

s=v.t
s = 5 x 3 = 15 m

Di samping grafik v - t di atas, pada gerak lurus terdapat juga grafik s-t, yakni
grafik yang menyatakan hubungan antara jarak tempuh (s) dan waktu tempuh (t) seperti
pada gambar di bawah.

Perhatikan gambar di atas, perubahan jarak benda per satuan waktunya sama, hal ini
terjadi karena kecepatan benda selalu sama.
dengan menggunakan rumus V = s/t untuk semua waktu yang ada dalam grafik.
Pada grafik tersebut terlihat bahwa pada saat t = 0 s, maka s = 0. Artinya, pada mulanya
benda diam, baru kemudian bergerak dengan kecepatan 2 m/s. Padahal dapat saja terjadi bahwa
saat awal kita amati benda sudah dalam keadaan bergerak, sehingga benda telah memiliki posisi
awal (So). coba perhatikan grafik GLB antara s-t berikut ini :

Maka kecepatan gerak tidak bisa kita cari langsung dengan V = s/t, namun dicari dengan
kecepatan rata-rata :

Kemudian jarak tempuhnya :

Saat detik ke 5 telah bergerak sejauh s = 4 + 1.5 = 9 m


hasil yang didapat sesuai dengan keterangan pada grafik.
jadi untuk waktu yang tidak tertera pada grafik pun dapat kita cari, misalnya jarak yang
ditermpuh pada detik ke 6 berarti : s = 4 + 1.6 = 10 m
2.4 Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus
dengan percepatan tetap. Jadi, ciri utama GLBB adalah bahwa dari waktu ke waktu
kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat/lambat, sehingga gerakan benda
dari waktu ke waktu mengalami percepatan/perlambatan. Dalam artikel ini, kita tidak
menggunakan istilah perlambatan untuk gerak benda diperlambat. Kita tetap saja
menamakannya percepatan, hanya saja nilainya negatif. Jadi perlambatan sama dengan
percepatan negatif.
Contoh sehari-hari GLBB adalah peristiwa jatuh bebas. Benda jatuh dari ketinggian
tertentu di atas permukaan tanah. Semakin lama benda bergerak semakin cepat. Kini,
perhatikanlah gambar di bawah yang menyatakan hubungan antara kecepatan (v) dan
waktu (t) sebuah benda yang bergerak lurus berubah beraturan dipercepat.

vo = kecepatan awal (m/s)


vt = kecepatan akhir (m/s)
a = percepatan
t = selang waktu (s)
Perhatikan bahwa selama selang waktu t , kecepatan benda berubah dari vo menjadi vt
sehingga kecepatan rata-rata benda dapat dituliskan:

Kita tahu bahwa kecepatan rata-rata :

dan dapat disederhanakan menjadi :

S = jarak yang ditempuh


seperti halnya dalam GLB (gerak lurus beraturan) besarnya jarak tempuh juga dapat
dihitung dengan mencari luasnya daerah dibawah grafik v - t
Bila dua persamaan GLBB di atas kita gabungkan, maka kita akan dapatkan persamaan
GLBB yang ketiga.

2.5 Contoh GLBB


a. Gerak Jatuh Bebas
Ciri khasnya adalah benda jatuh tanpa kecepatan awal (vo = nol). Semakin ke
bawah gerak benda semakin cepat.Percepatan yang dialami oleh setiap benda jatuh
bebas selalu sama, yakni sama dengan percepatan gravitasi bumi (a = g) (besar g = 9,8
m/s2 dan sering dibulatkan menjadi 10 m/s2)

Rumus gerak jatuh bebas ini merupakan pengembangan dari ketiga rumus utama
dalam GLBB seperti yang telah diterangkan di atas dengan modifikasi : s (jarak)
menjadi h (ketinggian) dan vo = 0 serta percepatan (a) menjadi percepatan grafitasi (g).
coba kalian perhatikan rumus yang kedua....dari ketinggian benda dari atas tanah (h)
dapat digunakan untuk mencari waktu yang diperlukan benda untuk mencapai

permukaan tahah atau mencapai ketinggian tertentu... namun ingat jarak dihitung dari
titik asal benda jatuh bukan diukur dari permukaan tanah.

Sebagai contoh : Balok jatuh dari ketinggian 120 m berapakah waktu saat benda berada
40 m dari permukaan tanah?
jawab : h = 120 - 40 = 80 m

t=4s

b. Gerak Vertikal ke Atas

Selama bola bergerak vertikal ke atas, gerakan bola melawan gaya gravitasi
yang menariknya ke bumi. Akhirnya bola bergerak diperlambat. Akhirnya setelah
mencapai ketinggian tertentu yang disebut tinggi maksimum (h max), bola tak dapat naik
lagi. Pada saat ini kecepatan bola nol (V t = 0). Oleh karena tarikan gaya gravitasi bumi
tak pernah berhenti bekerja pada bola, menyebabkan bola bergerak turun. Pada saat ini
bola mengalami jatuh bebas.
Jadi bola mengalami dua fase gerakan. Saat bergerak ke atas bola bergerak GLBB
diperlambat (a = - g) dengan kecepatan awal tertentu lalu setelah mencapai tinggi

maksimum bola jatuh bebas yang merupakan GLBB dipercepat dengan kecepatan awal
nol.

Pada saat benda bergerak naik berlaku persamaan :

vo = kecepatan awal (m/s)


g = percepatan gravitasi
t = waktu (s)
vt = kecepatan akhir (m/s)
h = ketinggian (m)

c. Gerak Vertikal ke Bawah


Berbeda dengan jatuh bebas, gerak vertikal ke bawah yang dimaksudkan adalah
gerak benda-benda yang dilemparkan vertikal ke bawah dengan kecepatan awal
tertentu. Jadi seperti gerak vertikal ke atas hanya saja arahnya ke bawah. Sehingga
persamaan-persamaannya sama dengan persamaan-persamaan pada gerak vertikal ke
atas, kecuali tanda negatif pada persamaan-persamaan gerak vertikal ke atas diganti
dengan tanda positif.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari isi makalah ini, kami dapat menyimpulkan bahwa:
a. Gerak lurus merupakan peristiwa gerak benda yang memiliki lintasan
b. Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah Gerak suatu benda pada lintasan garis
lurus dengan kelajuan tetap.
c.Gerak Lurus Berubah Beraturan(GLBB) adalah Gerak suatu benda pada lintasan
garis lurus dengan percepatan tetap.

DAFTAR PUSTAKA
Daniel. 2004. Buku Ringkasan rumus & Konsep dasar pelajaran. Bandung: CV. YRAMA WIDYA.
http://pembahasansoal.blogspot.com/2010/10/contoh-soal-dan-jawaban-glb-danglbb.html
http://www.scribd.com/doc/66804655/Materi-Pelajaran-Fisika-Tentang-Gerak-Glb-Glbb
http://www.tugasmu.com/index.php?
option=com_content&view=article&id=65&Itemid=78
Indrawati. 2005. Fisika Dasar. Jember: UPT Perpustakaan Universitas Jember .
Lasmi, Ketut. 1998. Bimbingan Pemantapan Fisika. Bandung: CV. YRAMA WIDYA.
Nufus, Nurhayati dan Furqon As, A. 2009. Fisika. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional.
Nurachmandani, Setya. 2009. Fisika 1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Purwanti, Endang. 2009. Fisika. Klaten: PT Intan Pariwara.
Sumarsono, Joko. 2009. Fisika. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Sumarsono, Joko dan Damari, Sri. 2009. Fisika. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional.