Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

RINGKASAN MINERAL KARBONAT

OLEH :
FEBRIANTO PATABANG
D621 12 277

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
KEMENTERIAN RISET DAN PERGURUAN TINGGI NEGERI

GOWA
2015

MINERAL KARBONAT
Golongan mineral Karbonat merupakan persenyawaan dengan ion (CO 3)2- , dan
disebut karbonat. Seumpama persenyawaan Ca dinamakan kalsium karbonat CaCO 3
dikenal sebagai menirel kalsit. Merupakan mineral utama pembentuk batuan sedimen.
Karbonat terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai plankton. Karbonat
juga terbentuk pada daerah evaporitik dan pada daerah karst yang membentuk gua, stalaktit
dan stalagmit. Pembentukan mineral karbonat tidak lepas dari kondisi air (tawar dan asin)
dimana batuan karbonat tersebut terbentuk. Walaupun mineral karbonat dapat terbentuk
pada air tawar dan laut, namun informasi banyak diperoleh dari kondisi air laut.
Beberapa contoh mineral yang termasuk dalam kelompok karbonat adalah dolomite
(CaMg(CO3)2 , calcite (CaCO3) dan magnesite (MgCO3).
A.

KALSIT
Kalsit merupakan mineral utama pembentuk batugamping, dengan unsur kimia

pembentuknya terdiri dari kalsium (Ca) dan karbonat (CO3), mempunyai sistem kristal
Heksagonal

dan

belahan

rhombohedral,

tidak

berwarna

dan

transparan.

Unsur kalsium dalam kalsit dapat tersubtitusi oleh unsur logam sebagai pengotor yang
dalam prosentasi berat tertentu membentuk mineral lain. Dengan adanya substitusi ini ada
perubahan dalam penulisan rumus kimia yaitu CaFe (CO 3)2 dan MgCO3 (subtitusi Ca oleh
Fe), CaMgCO3, Ca2MgFe (CO3)4 (subtitusi oleh Mg dan Fe) dan CaMnCO3 (substitusi oleh
Mn).
Sifat fisika dari kalsit adalah bobot isi 2,71; kekerasan 3 (skala Mohs); bentuk
prismatik; tabular; pejal; berbutir halus sampai kasar; dapat terbentuk sebagai stalaktit,
modul tubleros, koraloidal, oolitik atau pisolitik. Warna kalsit yang tidak murni adalah
kuning, coklat, pink, biru, lavender, hijau pucat, abu-abu, dan hitam.
Penggunaan kalsit saat ini telah mencakup berbagai sektor yang didasarkan pada
sifat fisik dan kimianya. Penggunaan tersebut, meliputi sektor pertanian, industri kimia,
makanan, logam dan lainnya.
Dilihat dari kejadiannya, kalsit secara umum berkaitan erat dengan batu-gamping
dan aktifitas magma, namun berdasarkan data hasil penelitian baru diketahui di sepanjang
pantai barat Sumatera, Jawa bagian selatan dan utara (sebagian kecil). Bentuk endapan

dapat datar, bukit atau berupa lensa. Cadangan yang diketahui merupakan klasifikasi
cadangan tereka di daerah Indarung (10,1 juta ton), Sumatera Barat (10 juta ton) dan
Begelan di Kabupaten Purwokerto (0,1 Juta ton).
Sektor pertambangan di Pacitan juga mempunyai prospek yang cukup menjanjikan
dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ({PAD), peningkatan kesempatan
berusaha dan penyerapan tenaga kerja.
Berdasarkan kondisi dasar, topografi, struktur dan jenis batuan yang 85 %
merupakan bagian seluruh wilayah Kabupaten Pacitan, ternyata di dalamnya banyak
mengandung bahan tambang yang melimpah. Adapun bahan tambang yang ada dengan
klasifikasi golongan A, golongan B dan golongan C yang sampai saat ini pengelolaannya
masih dirasakan belum optimal karena terbatasnya sarana dan prasarana perambangn
sehingga belum banyak memberikan kontribusi kepada peningkatan pendapatan
mesayarakat yang akhirnya peningkatan pendapatan daerah.
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pertambang Propinsi Jawa
Timur menunjukkan adanya sebaran, luas aresal, bersarnya cadangan serta kualitas bahan
galian yang ada di Kabupaten Pacitan sejumlah 33 jenis bahan tambang di antaranya kalsit.
Deskripsi: Batu kalsit lebih dikenal dengan Batu Bintang. Unsur utama marmer
dan zat kapur: CaCO3 dengan warna putih ke kuning-kuningan serta memancarkan cahaya.
Kegunaan : Kegunaan Kalsit antara lain sebagai bahan baku industri antara lain :
kimia, plastik, cat, kosmetika dan gelas

Gambar
B.

Mineral Kalsit

DOLOMIT
Dolomit termasuk rumpun mineral karbonat, mineral dolomit murni secara teoritis

mengandung 45,6% MgCO3 atau 21,9% MgO dan 54,3% CaCO3 atau 30,4% CaO. Rumus
kimia mineral dolomit dapat ditulis meliputi CaCO3.MgCO3, CaMg(CO3)2 atau CaxMg1CO3 , dengan nilai x lebih kecil dari satu. Dolomit di alam jarang yang murni, karena

umumnya mineral ini selalu terdapat bersama-sama dengan batu gamping, kwarsa, rijang,
pirit dan lempung. Dalam mineral dolomit terdapat juga pengotor, terutama ion besi.
Dolomit berwarna putih keabu-abuan atau kebiru-biruan dengan kekerasan lebih
lunak dari batugamping, yaitu berkisar antara 3,50 - 4,00, bersifat pejal, berat jenis antara
2,80 - 2,90, berbutir halus hingga kasar dan mempunyai sifat mudah menyerap air serta
mudah dihancurkan. Klasifikasi dolomit dalam perdagangan mineral industri didasarkan
atas kandungan unsur magnesium, Mg (kimia), mineral dolomit (mineralogi) dan unsur
kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Kandungan unsur magnesium ini menentukan nama
dolomit tersebut. Misalnya, batugamping mengandung 10 % MgCO3 disebut
batugamping dolomitan, sedangkan bila mengandung 19 % MgCO3 disebut dolomit .
Penggunaan dolomit dalam industri tidak seluas penggunaan batugamping dan
magnesit. Kadang-kadang penggunaan dolomit ini sejalan atau sama dengan penggunaan
batugamping atau magnesit untuk suatu industri tertentu. Akan tetapi, biasanya dolomit
lebih disukai karena banyak terdapat di alam.
Madiapoera, T (1990) menyatakan bahwa penyebaran dolomit yang cukup
besar terdapat di Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan
Madura dan Papua. Di beberapa daerah sebenarnya terdapat juga potensi dolomit, namun
jumlahnya relatif jauh lebih kecil dan hanya berupa lensa-lensa pada endapan
batugamping.
1. Propinsi Nangroe Aceh Darussalam; Aceh Tenggara, desa Kungki berupa marmer dolomit.
Cadangan masih berupa sumberdaya dengan kandungan MgO = 19%.
2. Propinsi Sumatera Utara; Tapanuli Selatan, desa Pangoloan, berupa lensa dalam
batugamping. Cadangan berupa sumberdaya dengan kandungan MgO = 11 - 18%.
3. Propinsi Sumatera Barat; Daerah Gunung Kajai. (antara Bukittinggi - Payakumbuh). Umur
diperkirakan Permokarbon.
4. Propinsi Jawa Barat; daerah Cibinong, yaitu di Pasir Gedogan. Dolomit di daerah ini
umumnya berwarna putih abu-abu dan putih serta termasuk batugamping dolomitan yang
bersifat keras, kompak dan kristalin.
5. Propinsi Jawa Tengah; 10 km timur laut Pamotan. Endapan batuan dolomit dan
batugamping dolomitan.
6. Propinsi Jawa Timur; Gn. Ngaten dan Gn. Ngembang, Tuban, formasi batu-gamping
Pliosen. MgO = 18,5% sebesar 9 juta m3, kandungan MgO = 14,5% sebesar 3 juta m3;
Tamperan, Pacitan. Cadangan berupa sumberdaya dengan cadangan sebesar puluhan juta

ton. Kandungan MgO = 18%; Sekapuk, sebelah Utara Kampung Sekapuk (Sedayu
Tuban). Terdapat di Bukit Sekapuk, Kaklak dan Malang, formasi gamping umur Pliosen,
ketebalan 50 m, bersifat lunak dan berwarna putih. Cadangan sekitar 50 juta m3;
Kandungan MgO di Sekapuk (7,1 - 20,54%); di Sedayu (9,95- 21,20 %); dan di Kaklak
(9,5 - 20,8%); Gunung Lengis, Gresik. Cadangan sumberdaya, dengan kandungan MgO =
11,1- 20,9 %, merupakan batuan dolomit yang bersifat keras, pejal, kompak dan kristalin;
Socah, Bangkalan, Madura; satu km sebelah Timur Socah. Cadangan 430 juta ton dan
sumberdaya. Termasuk Formasi Kalibeng

berumur Pliosen, warna putih, agak lunak,

sarang. Ada di bawah batugamping dengan kandungan MgO 9,32 -20,92%. Pacitan,
Sentul dan Pancen; batugamping dolomitan 45,5 - 90,4%, berumur Pliosen. Di Bukit
Kaklak, Gresik endapan dolomit terdapat dalam formasi batu-gamping Pliosen, tebal + 35
m dan jcadangan sekitar 70 juta m3.
7. Propinsi Sulawesi Selatan; di Tonassa, dolomit berumur Miosen dan merupakan lensalensa dalam batugamping.
8. Propinsi Papua; di Abe Pantai, sekitar Gunung Sejahiro, Gunung Mer dan Tanah Hitam;
kandungan MgO sebesar 10,7-21,8%, dan merupakan lensa-lensa dan kantong-kantong
dalam batugamping.
Kegunaan :

Kegunaan dolomit sangat beragam, antara lain sebagai bahan refraktori dalam tungku
pemanas atau tungku pencair, sebagai pupuk (unsur Mg ) dan pengatur Ph tanah,
pengembang dan pengisi cat, plastik, kertas dan bahan pembuat semen sorel.

Gambar mineral Dolomite


C.

MAGNESIT
Nama kimia dari magnesit yaitu MgCO3, Magnesium Karbonat, dijumpai dalam

bentuk kompak dan mikrokristalin, bentuk rhombohedral, jarang didapatkan, warna putih,
kuning, atau abu abu, kadang kadang memperlihatkan kenampakan seperti porselin
dengan fraktur konkoidal.

Kristal magnesit umumnya terbentuk oleh proses dolomitisasi hidrotermal batu


gamping ganggang atau penggantian dolomit amfibolit, piroksenit, diabas, peridotit, riolit,
basalt dan granit.
Mineral ini mempunyai tingkat kekerasan 3,5 4,5, berat jenis 3,0, tidak larut
dalam asam klorida tetapi berbuih bila dipanaskan, tidak terbakar. Apabila disinari
ultraviolet akan memancarkan warna biru atau hijau.
Magnesit kriptokristalin atau amorf terbentuk dari alterasi larutan serpentin atau
larutan ultrabasa lainnya. Magnesit jenis yang tersebut terakhir ini umumnya terdapat
dalam jumlah sedikit karena sebarannya terbatas hanya dipermukaan batuan induk.
Magnesit dapat ditemukan dalam mineral sekunder dan biasanya berasosiasi
dengan batuan sedimen atau batuan metamorfik, berasal dari endapan marin, kecuali
brukit. Magnesit ditemukan didalam batuan serpentin. Magnesit umumnya jarang
ditemukan dalam bentuk mineral, tetapi secara utuh terdapat pada larutan padat siderit
(FeCO3) bersama-sama Mn dan Ca yang dapat menggantikan unsur Mg. Mineral magnesit
keterdapatannya berasosiasi dengan batuan ubahan, sehingga cadangan magnesit akan
mengikuti pola cadangan bahan ubahan tersebut. Batuan atau mineral yang mengandung
magnesit adalah dolomit (CaMg(CO3)2, magnesit zedin (MgCO3), epsonil (MgSO4)7H2O,
dan brukit (Mg(OH)2
Magnesium karbonat yang mengkristal dalam sistem trigonal , dimanasistem
trigonal yaitu menghalangi 3 Crystal Habits 2/m adalah format yang pada umumnya
raksasa (masive) seperti daun, fiberous dan mengejar menuju batu karang yang berjaringan
halus. Kristal adalah sangat jarang,, tetapi ketika ditemukan adalah dalam wujud
rombohedron atau prisma bersudut enam dengan suatu penghentian pinacoid. Perpecahan
sempurna di tiga arah yang membentuk rombohedron. Belahan conchoidal ke tidak
seimbang. Karakteristik yang lainnya berbuih dengan mudah hanya di panas melemahkan
zatair-khlor.
Di Indonesia mineral magnesit dijumpai antara lain :
a.

Daerah Istimewa Aceh : Daerah Kr.Jreue Kab.Aceh Besar (cukup baik, berupa urat urat
pada batuan ultrabasa berasosiasi dengan talk)

b. Nusa Tenggara Timur : P. Moa (berasosiasi dengan peridotit serpentinit).


c.

Timor Timur : Desa Vemasse dan Laleia antara Manatuto, Baucau (mengisi rekahan pada
batuan ultrabasa, kadar MgO = 6,75 9,24%).

d. Sulawesi Tenggara: P.Padamarang (berasosiasi dengan batuan ultrabasa, peridotit


serprntinit yang berumur Pra Tersier); P. Lambasina (berasosiasi dengan batuan ultrabasa,
peridotit serpentinit yang berumur Pra Tersier).
Teknik penambangan magnesit sama seperti penambangan kaolin yaitu
penambangannya dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
1. Tambang terbuka (open pit)
2. Tambang semprot (hydraulicking)
3. Tambang dalam (underground mining)
Dua cara yang pertama lebih banyak diterapkan dibanding cara yang ketiga. Pada
tambang terbuka, pengupasan tanah penutup dilakukan dengan alat sederhana atau dengan
alat mekanis (bulldoser, scrapper, dan lain lain). Endapan magnesitnya dapat digali
dengan menggunakan excavator antara lain : backhoe ataupun shovel, kemudian dimuat
kedalam truck dan diangkut ke pabrik pengolahan. Pada cara tambang semprot setelah
pengupasan tanah penutup lalu disemprot dengan menggunakan pompa air bertekanan
tinggi. Hasil penyemprotan berbentuk lumpur yaitu campuran magnesit dengan air.
Kemudian lumpur tersebut dipompakan ke tempat pengolahan dengan pipa pipa.
Magnesit hasil dari penambangan dibersihkan dari pengotor/ kontaminan. Tahap
berikutnya disemprot dengan air untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel.
Proses lanjutan dapat diperlakukan seperti pada kaolin. Keterdapatan magnesit alam sangat
terbatas, sehingga untuk memenuhi kebutuhan dibuat magnesit sintesis dari dolomit atau
gamping dolomitan (dikenal sebagai seawater magnesia).
Magnesit digunakan untuk bahan tahan api dimanamagnesit yang telah dipanasi dan
mengandung kurang dari 1% CO2 banyak digunakan untuk pembuatan batu bata yang
tahan api. Magnesit adalah bahan utama refraktori yang digunakan dalam tungku-tungku
temperatur tinggi, dapat menahan karat pada pembuatan baja. Magnesit juga digunakan
untuk bahan industri semen, bahan isolasi, pertanian, peternakan, dan industri karet.

Gambat mineral Magnesit