Anda di halaman 1dari 21

Faktor - Faktor Risiko Pasien Diabetes Melitus

Albert Chandra Wijaya


102010249
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Terusan Arjuna

Abstrak
Kadar glukosa darah dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, hormon insulin, emosi,
stress, jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi serta aktivitas fisik yang dilakukan.
Perubahan gaya hidup seperti pergeseran pola makan dengan makanan kurang serat dan
mengandung banyak gula kini sangat digemari terutama oleh anak muda. Hal ini menjadi
salah satu faktor risiko kelebihan berat badan dan bila berlangsung terus-menerus akan
meningkatkan insiden penyakit Diabetes Melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran kadar glukosa darah. Metode penelitian yang dipakai adalah kros sektional dengan
pengambilan sampel secara simple random sampling pada 100 orang di wilayah X pada
tanggal 26 Juli 2015. Variabel terikatnya adalah kadar gula darah sewaktu, sedangkan
variabel bebasnya adalah umur, aktivitas fisik, tinggi badan dan berat badan. Hubungan
antara variabel bebas dan terikat di analisa menggunakan metode Chi- Aquare, metode
Fischer dan Kolmogorov Smirnov dengan menggunakan program SPSS 16.0.Hasil yang
didapat adalah jumlah sampel yang didapat adalah 100 orang di wilayah X. Dari hasil analisis
ternyata tidakada didapatkan hubungan antara jenis kelamin dan gula darah sewaktu, ada
hubungan antara umur dan gula darah sewaktu, tidak ada hubungan antara tinggi badan dan
gula darah sewaktu, ada hubungan antara aktivitas fisik dan gula darah sewaktu dan tidak ada
hubungan antara berat badan dan gula darah sewaktu.
Kata kunci :umur, gula darah sewaktu, aktifitas fisik, tinggi badan, berat badan

Abstract
Blood glucose levels are affected by several factors such as age, insulin hormone, emotion,
stress, type and amount of food consumed and physical activities. Lifestyle changes such as
eating foods lacking of fiber and contain lots of sugar is now very popular, especially in
young people. This type of diet is one of the risk factors for overweight and if it lasts
continuously will increase the incidence of Diabetes Mellitus. The aim of this descriptive
study was to find out the level of blood glucose.The purpose will be done this research is to
find a relationship between the ages,physical activity, height and weigh to increase blood
glucose levell. Research method is kros sektional with samples taking a simple random
sampling in 100 people in the region X on July 26, 2015. Dependent variable is blood
glucose levels, Independent variable is age,physical activity, height and weight. Relations
between the free and bound in analysis using methods Chi Square, Fisher and Kolmogorov
Smirnov with using a program SPSS 16.0. Results obtained is the number of sample that

acquired is 100 people in region X after analyzed it turns out that there is no relationship
between blood glucose level by gender, there is a relationship betweenblood glucose level by
age, there is no relationship between blood glucose level by height, there is a relationship
between blood glucose level by physical activity, there is no relationship between blood
glucose level by weight.
Key words : Age, blood glucose level, physical activity, height, weight

Pendahuluan
Kelebihan gula darah merupakan sebuah tanda bahwa tubuh Anda mengalami diabetes,
sebuah keadaan di mana tubuh tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup,
yang dibutuhkan untuk mengkonversi gula darah menjadi energi.
Kadar glukosa darah merupakan factor yang sangat penting untuk kelancaran kerja tubuh.
Karena pengaruh berbagai factor dan hormone insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas,
sehingga hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah
Kadar gula darah seseorang yang menderita diabetes harus menunjukkan angka sebanyak 70130 mg/dL sebelum makan dan kurang dari 180 mg/dL pada dua jam setelah makan. Angka
tersebut merupakan standar, namun Anda juga bisa mengalami kebingungan karena paling
tidak setiap ahli kesehatan memiliki kriteria standar tersendiri yang berbeda satu sama lain1,2

Tinjauan Pustaka
Pengertian Gula Darah
Gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah .
Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh.
Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh.
Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8
mmol/l (70-150 mg/dl). Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level
terendah pada pagi hari, sebelum orang makan.3,4
World Health Organisation (WHO) men-definisikan diabetes melitus (DM) sebagai penyakit
yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat,
lemak, dan protein yang dihu-bungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari
kerja dan atau sekresi insulin.5

Epidemiologi

Tahun 2003, WHO memperkirakan 194 juta atau 5,1% dari 3,8 milyar pen-duduk dunia usia
20-79 tahun menderita DM dan diperkirakan pada tahun 2025 akan meningkat menjadi 333
juta. Di tahun yang sama International Diabetes Federa-tion (IDF) menyebutkan bahwa
prevalensi DM di dunia adalah 1,9% dan telah men-jadikan DM sebagai penyebab kematian
urutan ke tujuh di dunia. 5,6

Factor yang bisa meningkatkan kadar gula darah


Tingginya prevalensi DM, yang se-bagian besar adalah tergolong dalam DM tipe-2
disebabkan oleh interaksi antara faktor-faktor kerentanan genetis dan papar-an terhadap
lingkungan. Faktor lingkungan yang diperkirakan dapat meningkatkan faktor risiko DM tipe2 adalah perubahan gaya hidup seseorang, diantaranya adalah kebiasaan makan yang tidak
seimbang akan menyebabkan obesitas. Selain pola makan yang tidak seimbang, aktifitas fisik
juga merupakan faktor risiko dalam memicu terjadinya DM. Latihan fisik yang teratur dapat
meningkatkan mutu pembuluh darah dan memperbaiki semua aspek metabolik, termasuk
meningkatkan kepekaan insulin serta memperbaiki toleransi glukosa.7

Control gula darah


Pemeriksaan gula darah puasa mengukur kadar glukosa darah selepas tidak makan
setidaknya 8 jam. Pemeriksaan gula darah postprandial 2 jam mengukur kadar glukosa darah
tepat selepas 2 jam makan. Pemeriksaan gula darah ad random mengukur kadar glukosa
darah tanpa mengambil kira waktu makan terakhir.
GDP (Gula Darah Puasa)
Pasien berpuasa 8-12 jam sebelum tes.Semua obat dihentikan, bila ada obat yang harus diberi
ditulis pada formulir permintaan tes.
GD2PP
Dilakukan 2 jam setelah tes GDP.Pasien dianjurkan makan makanan yang mengandung 100
gram karbohidrat sebelum tes.
GDS (Gula Darah Sewaktu)
Pemeriksaan gula darah sewaktu dilakukan tanpa persiapan yang bertujuan untuk melihat
kadar gula darah sesaat tanpa puasa dan tanpa pertimbangan waktu setelah makan.

Tes Glukosa Urin


Persiapan pasien untuk pemeriksaan glukosa urin sama seperti persiapan pasien untuk
pemeriksaan glukosa darah GDP dan GD2PP.8,9,10,11

Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi peningkatan gula darah sewaktu (GDS). Populasi yang di perlukan adalah
lansia yang berusia diatas 40 tahun. Penelitian kali ini melakukan pengambilan sample secara
simple random sampling, yaitu semua lansia berusia diatas 40 tahun yang tinggal di wilayah
X dengan kriteria inklusi dan eksklusi dalam satu kali pengumpulan data. Kriteria eksklusi
yaitu umur, jenis kelamin, TB, BB, aktivitas fisik serta pengumpulan data dilakukan pada
tanggal 26 juli 2015 yang setuju untuk ikut dalam penelitian. Sedangkan kriteria inklusi yaitu
kadar gula darah sewaktu. Data yang perlu dicatat adalah meliputi umur, jenis kelamin, TB,
BB,aktivitas fisik, serta gula darah sewaktu. Umur selain dijadikan data numerik, juga diubah
menjadi data kategorik tipe nominal, yaitu <40 tahun dan 40 tahun. Jenis kelamin juga
selain digunakan dalam bentuk numerik, juga diubah menjadi data kategorik tipe nominal,
yaitu laki-laki dan perempuan. Tinggi badan juga selain digunakan dalam bentuk numeric,
juga diubah menjadi data kategorik tipe nominal, yaitu < 150 cm dan 150 cm. Kriteria berat
badan dibuat menjadi data kategorik tipe nominal, yaitu < 80 kg dan 80 kg. Kriteria
aktifitas fisik dibuat menjadi data kategorik nominal, yaitu rendah, sedang, tinggi. Sedangkan
untuk data gula darah sewaktu dibuat menjadi data kategorik tipe nominal, yaitu < 200 mg/dL
dan 200 mg/dL. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, TB, BB,
aktivitas fisik. Sedangkan, variabel terikatnya adalah gula darah sewaktu. Hipotesis yang
digunakan adalah tidak ada hubungan antara peningkatan gula darahsewaktu dengan umur,
jenis kelamin, TB, BB, dan aktivitas fisik, (Ho). Penganalisaan data menggunakan program
SPSS versi 16, dan penolakan atau penerimaan hipotesis dengan melihat signifikansinya.
Hubungan gula darah sewaktu yang di kategorikan dihubungkan dengan umur, jenis kelamin,
TB, BB, aktivitas fisik dilakukan analisis dengan menggunakan chi square, fisher, dan
kolmogrov smirnov tergantung kriteria metode yang terpenuhi atau tidak.12,13
Hasil Penelitian
Sampel yang didapatkan adalah 110 orang di wilayah X yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi. Dari 110 orang tersebut, dapat dilihat pada Tabel 1 kriteria sampel yang didapatkan.
Jenis kelamin perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Umur juga lebih banyak yang
berusia 40 tahun daripada yang berusia 20-39 tahun. Tinggi badan lebih banyak daripada
yang > 150 cm dari pada yang < 150 cm. Berat badan lebih banyak < 80 kg dari pada > 80
kg. Aktivitas fisik yang dilakukan lebih banyak yang tinggi daripada yang sedang dan rendah.

Dan kadar gula darah sewaktu 200 mg/dL (normal) lebih banyak dibandingkan >200 mg/dL
(hiperglikemi).
Tabel 1. Karakteristik dasar sampel dalam data kategorikal (n=110)
Variable

Umur
-

< 40 tahun

43

39.1 %

> 40 tahun

67

60.9 %

Jenis kelamin
-

Laki-laki

45

40.9 %

Perempuan

65

59.1 %

< 150 cm

21

19.1 %

> 150 cm

89

80.9 %

> 80 kg

13

11.8 %

< 80 kg

97

88.2 %

TB

BB

Aktifitas fisik
-

Rendah

12

10.9 %

Sedang

43

39.1 %

Tinggi

55

50.0 %

Normal

95

86.4 %

Hiperglikemi

15

13.6 %

GDS

Tabel 2 akan menunjukkan karakteristik sampel dengan tipe data numerik. Umur
berkisar dari usia 20 tahun sampai 70 tahun dengan nilai rata-rata 44.49 tahun. Tinggi badan
berkisar dari 64 cm sampai 178 cm dengan nilai rata-rata 156.50 cm. Berat badan berkisar
dari 32 kg sampai 160 kg dengan nilai rata-rata 63.78 kg.sedangkan gula darah sewaktu
berkisar dari 73 mg/dL sampai 391 mg/dL.

Tabel 2. Karakteristik dasar sampel dalam data numerik (n=110)


Variable

Mean

Median

Modus

St. Deviasi

Variance

Umur

44.49

43.50

35.00

1.35

183.79

TB

156.54

156.50

152.00

12.15

147.66

BB

63.78

62.00

65.00

17.17

294.85

GDS

125.28

109.50

112.00

52.45

2751.30

Tabel 3 menjelaskan hubungan antara jenis kelamin dan GDSyang dianalisa dengan
menggunakan Chi squaredengan alfa 5% dan didapatkan signifikansi p= 0.949, maka
hipotesis 0 kita diterima, sehingga tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan GDS.
Tabel 3. Hasil analisis dengan Chi square antara jenis kelamin dengan GDS

Variabel
Jenis Kelamin : Laki-laki

Perempuan

Total

GDS
Normal

Hiperglikemi

Total

39

45

(38.9)

(6.1)

(45.0)

56

65

p=

(56.1)

(8.9)

(65.0)

0.939

95

15

110

(95.0)

(15.0)

(110.0)

Tabel 4 menjelaskan hubungan antara umur dan GDSyang dianalisa dengan menggunakan
Chi squaredengan alfa 5% dan didapatkan signifikansi p=0.028, maka hipotesis 0 kita
ditolak, sehingga ada hubungan antara umur dan GDS.
Tabel 4. Hasil analisis dengan Chi squareantara umur dengan GDS
Variabel

GDS
Normal

Hiperglikemi

Total

Umur : < 40 tahun

> 40 tahun

Total

41

43

(37.1)

(5.9)

(43.0)

54

13

67

p=

(57.9)

(9.1)

(67.0)

0.028

95

15

110

(95.0)

(15.0)

(110.0)

Tabel 5 menjelaskan hubungan antara tinggi badan dan GDSyang dianalisa dengan
menggunakan Fisherdengan alfa 5% dan didapatkan signifikansi p=1.00, maka hipotesis 0
kita diterima, sehingga tidak ada hubungan antara TB dan GDS.
Tabel 5. Hasil analisis dengan Fisherantara TB dengan GDS
Variabel
< 150 cm

>150 cm

Total

GDS
Normal

Hiperglikemi

Total

18

21

(18.1)

(2.9)

(21.0)

77

12

89

(76.9)

(12.1)

(89.0)

95

15

110

(95.0)

(15.0)

(110.0)

p=
0.100

Tabel 6 menjelaskan hubungan antara berat badan dan GDSyang dianalisa dengan
menggunakan Fisherdengan alfa 5% dan didapatkan signifikansi p=1.00, maka hipotesis 0
kita diterima, sehingga tidak ada hubungan antara BB dan GDS.
Tabel 6. Hasil analisis dengan Fisherantara BB dengan GDS
Variabel

GDS
Normal

Hiperglikemi

Total

< 80 kg

>80 kg

Total

84

13

97

(83.8)

(13.2)

(97.0)

11

13

p=

(11.2)

(1.8)

(13.0)

1.00

95

15

110

(95.0)

(15.0)

(110.0)

Tabel 7 menjelaskan hubungan antara aktifitas fisik dan GDSyang dianalisa dengan
menggunakan Kolmogorov smirnov dengan alfa 5% dan didapatkan signifikansi p=0.00,
maka hipotesis 0 kita ditolak, sehingga ada hubungan antara aktifitas fisik dan GDS.
Tabel 7. Hasil analisis dengan Kolmogorov smirnovantara aktifitas fisik dengan GDS
Variabel
Rendah

Sedang

Tinggi

Total

GDS
Normal

Hiperglikemi

Total

10

12

(10.4)

(1.6)

(12.0)

39

43

p=

(37.1)

(5.9)

(143.0)

0.00

54

55

(47.5)

(7.5)

(55.0)

95

15

110

(95.0)

(15.0)

(110.0)

Pembahasan
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas responden berumur 20-72 tahun.
Bisa disimpulkan bahwa responden yang berusia di atas 40 tahun memiliki kadarGDS yang
tinggi.Resiko untuk menderita intoleransi glukosa meningkat seiring dengan meningkatnya
umur. Umur >45 tahun harus dilakukan pemeriksaan diabetes melitus.hal ini disebabkan oleh

komposisi tubuh yang berubah, penurunan kegiatan fisik, penurunan sensifitas jaringan
terhadap insulin
Berdasarkan analisis antara jenis kelamin dengan tingginya kadar GDS, prevalensi
tingginya kadar GDS pada wanita lebih tinggi. Wanita lebih beresiko memiliki kadar GDS
yang tinggi karena secar fisik wanita memilik peluang peningkatan IMT yang lebih besar.
Sindrom siklus bulanan, pasca menopause yang membuat distribusi lemak tubuh menjadi
mudah terakumulasi akibat proses hormonal tersebut.
Menurut analisis aktivitaas fisik secara teratur dapat menambah sensiftas insulin dan
menambah toleransi glukosa. Baru-baru ini penilitian prospektif jumlah memperlihatkan
bahwa aktivitas fisik berhubungan dengan berkurangnya resiko terhadap tingginya kadar
gula darah sewaktu, dalam hal ini adalah kasus DM tipe 2.

Kesimpulan
Dari hasil analisis didapati bahwa umur (p= 0.028) dan aktivitas fisik (p= 0.00) adalah
faktor yang mempengaruhi naik nya kadar GDS. Sedangkan dengan jenis kelamin, tinggi
badan, dan berat badan tidak memiliki hubungan. Tapi untuk mengetahuinya diperlukan
penelitian lebih lanjut.
Saran
Penyakit Diabetes Melitus merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat
dicegah dengan pola hidup yang sehat.

Penekanan kasus Diabetes Melitus pada masyarakat dengan melakukan gaya hidup yang
sehat guna menormalkan kadar glukosa darah sehingga terhindar dari penyakit DM.

Daftar Pustaka
1. Robert KM, Daryl KG, Victor WR. Biokimia Harper. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC. 2009 ; 25-26 : 225-249.
2. Corwin, E. J. 2009. Buku Saku Patofisiologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC :
Jakarta.
3. Guyton, Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC. 2007 ; 11, 64-68 : 14-17, 1028-1091
4. Adam, J. Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia. Edisi V. Jakarta : Interna
Publishing. 2009 ;310
5. Suyono S, Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I, Setiati S, Simadibrat M, et al. Diabetes
Melitus Indonesia. Jakarta: IPD FKUI; 2007. Hal.1852-7.
American Medical Assisiation. Guide for living with diabetes preventing and treating type 2
diabates. Esential information you and your family need to know. America: John Wiley and
Sons, Inc, 2009; p.21-30.
Panduan Pengelolaan dan Pencegahan Pradiabetes di Indonesia. Jakarta: Penerbit PB.
Persadia, 2009; hal.1.

6. Lumenta, Nico A.dkk. 2006. Manajemen Hidup Sehat. Gramedia : Jakarta.


7. Longo DL, Fauci AS, Kasper DL, Hauser SL, Jameson JL. Loscalzo J. Harrisons
8. principles of internal medicine. 18th ed. Singapura: McGraw Hill;2012.p 3145.
Perkeni. Konsensus pengelolaan dan pencegahan

diabetes melli- tus tipe 2

di

Indonesia 2006. Jakarta: Perkeni; 2006.


9. Gustaviani, Reno. 2007. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus. Dalam (Sudoyo,
Aru W; Bambang Setiyohadi; Idrus Alwi; Marcellus Simadibrata K; Siti Setiadi. ed.).
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 3, edisi 4. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen
Imu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal 1857-1859.
10. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. 2010 ; 5-6 :
50-74
11. Budiarto, Eko. 2004. Metodologi Penelitian Kedokteran: Sebuah Pengantar.
Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

LAMPIRAN
1. Frekuensi sample jenis kelamin

Statistics
Sex
N

Valid

110

Missing

Mean

.4091

Median

.0000

Mode

.00

Std. Deviation
Variance

.49392
.244

Sex
Cumulative
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Percent

perempuan

65

59.1

59.1

59.1

laki-laki

45

40.9

40.9

100.0

110

100.0

100.0

Total

2. Frekuensi sample aktifitas fisik

Statistics
Aktivitas Fisik
N

Valid

110

Missing

Mean

1.3909

Median

1.5000

Mode

2.00

Std. Deviation

.67858

Variance

.460

Aktivitas Fisik
Cumulative
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Percent

rendah

12

10.9

10.9

10.9

sedang

43

39.1

39.1

50.0

tinggi

55

50.0

50.0

100.0

Total

110

100.0

100.0

3. Frekuensi sample umur

Statistics
Umur 2 kategori
N

Valid

110

Missing

Mean

1.6091

Median

2.0000

Mode

2.00

Std. Deviation
Variance

.49019
.240

Umur 2 kategori
Cumulative
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Percent

dibawah 40

43

39.1

39.1

39.1

diatas 40

67

60.9

60.9

100.0

110

100.0

100.0

Total

4. Frekuensi sample tinggi badan

Statistics
tb 2 kategori
N

Valid
Missing

110
0

Mean

1.8091

Median

2.0000

Mode

2.00

Std. Deviation
Variance

.39482
.156

tb 2 kategori
Cumulative
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Percent

dibawah 150

21

19.1

19.1

19.1

diatas 150

89

80.9

80.9

100.0

110

100.0

100.0

Total

5. Frekuensi sample berat badan

Statistics
bb 2 kategori
N

Valid

110

Missing

Mean

1.1182

Median

1.0000

Mode

1.00

Std. Deviation
Variance

.32430
.105

bb 2 kategori
Cumulative
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Percent

dibawah 80

97

88.2

88.2

88.2

diatas 80

13

11.8

11.8

100.0

110

100.0

100.0

Total

6. Frekuensi sample gula darah sewaktu

Statistics
gds 2 kategori
N

Valid
Missing

110
0

Mean

1.1364

Median

1.0000

Mode

1.00

Std. Deviation
Variance

.34474
.119

gds 2 kategori
Cumulative
Frequency
Valid

Percent

Valid Percent

Percent

normal

95

86.4

86.4

86.4

hiperglikemi

15

13.6

13.6

100.0

110

100.0

100.0

Total

7. Uji hubungan jenis kelamin dengan gula darah sewaktu

Case Processing Summary


Cases
Valid
N
Sex * gds 2 kategori

Missing

Percent
110

Total

Percent

100.0%

Percent

.0%

110

100.0%

Sex * gds 2 kategori Crosstabulation


gds 2 kategori
normal
Sex

perempuan

Count
Expected Count

laki-laki

Count
Expected Count

Total

Count
Expected Count

hiperglikemi

Total

56

65

56.1

8.9

65.0

39

45

38.9

6.1

45.0

95

15

110

95.0

15.0

110.0

Chi-Square Tests

Value
Pearson Chi-Square
Continuity Correction

Likelihood Ratio

df

Asymp. Sig. (2-

Exact Sig. (2-

Exact Sig. (1-

sided)

sided)

sided)

.006a

.939

.000

1.000

.006

.939

Fisher's Exact Test


Linear-by-Linear Association
N of Valid Cases

1.000
.006

.939

110

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6,14.
b. Computed only for a 2x2 table

8. Uji hubungan aktifitas dengan gula darah sewaktu

.586

Case Processing Summary


Cases
Valid
N
Aktivitas Fisik * gds 2

Percent
110

kategori

Missing
N

Total

Percent

100.0%

.0%

Percent
110

Aktivitas Fisik * gds 2 kategori Crosstabulation


gds 2 kategori
normal
Aktivitas Fisik

rendah

Count
Expected Count

sedang

Count
Expected Count

tinggi

Count
Expected Count

Total

Count
Expected Count

hiperglikemi
2

10

12

10.4

1.6

12.0

39

43

37.1

5.9

43.0

54

55

47.5

7.5

55.0

95

15

110

95.0

15.0

110.0

Chi-Square Tests
Asymp. Sig. (2Value

df

sided)

56.706a

.000

Likelihood Ratio

40.203

.000

Linear-by-Linear Association

37.036

.000

Pearson Chi-Square

N of Valid Cases

Total

110

a. 1 cells (16,7%) have expected count less than 5. The minimum


expected count is 1,64.

9. Uji hubungan umur dengan gula darah sewaktu

100.0%

Case Processing Summary


Cases
Valid
N
Umur 2 kategori * gds 2
kategori

Missing

Percent
110

Total

Percent

100.0%

.0%

Percent
110

100.0%

Umur 2 kategori * gds 2 kategori Crosstabulation


gds 2 kategori
normal
Umur 2 kategori

dibawah 40

Count
Expected Count

diatas 40

Count
Expected Count

Total

Count
Expected Count

hiperglikemi

Total

41

43

37.1

5.9

43.0

54

13

67

57.9

9.1

67.0

95

15

110

95.0

15.0

110.0

Umur 2 kategori * gds 2 kategori Crosstabulation


gds 2 kategori
normal
Umur 2 kategori

dibawah 40

Count
Expected Count

diatas 40

Count
Expected Count

Total

Count
Expected Count

hiperglikemi

Total

41

43

37.1

5.9

43.0

54

13

67

57.9

9.1

67.0

95

15

110

95.0

15.0

110.0

10. Uji hubungan tinggi badan dengan gula darah sewaktu

Case Processing Summary


Cases
Valid
N
tb 2 kategori * gds 2 kategori

Missing

Percent
110

Total

Percent

100.0%

.0%

Percent
110

100.0%

tb 2 kategori * gds 2 kategori Crosstabulation


gds 2 kategori
normal
tb 2 kategori

dibawah 150

Count
Expected Count

diatas 150

Count
Expected Count

Total

Count
Expected Count

hiperglikemi

Total

18

21

18.1

2.9

21.0

77

12

89

76.9

12.1

89.0

95

15

110

95.0

15.0

110.0

Chi-Square Tests

Value
Pearson Chi-Square
Continuity Correction

Likelihood Ratio

df

Asymp. Sig. (2-

Exact Sig. (2-

Exact Sig. (1-

sided)

sided)

sided)

.009a

.923

.000

1.000

.009

.924

Fisher's Exact Test


Linear-by-Linear Association
N of Valid Cases

1.000
.009

.924

110

a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 2,86.
b. Computed only for a 2x2 table

11. Uji hubungan berat badan dengan gula darah sewaktu

.580

Case Processing Summary


Cases
Valid
N
bb 2 kategori * gds 2

Percent
110

kategori

Missing
N

100.0%

Total

Percent
0

.0%

Percent
110

100.0%

bb 2 kategori * gds 2 kategori Crosstabulation


gds 2 kategori
normal
bb 2 kategori

dibawah 80

Count
Expected Count

diatas 80

Count
Expected Count

Total

Count
Expected Count

hiperglikemi

Total

84

13

97

83.8

13.2

97.0

11

13

11.2

1.8

13.0

95

15

110

95.0

15.0

110.0

Chi-Square Tests

Value
Pearson Chi-Square
Continuity Correction

Likelihood Ratio

df

Asymp. Sig. (2-

Exact Sig. (2-

Exact Sig. (1-

sided)

sided)

sided)

.038a

.845

.000

1.000

.037

.847

Fisher's Exact Test


Linear-by-Linear Association
N of Valid Cases

1.000
.038

.846

110

a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1,77.
b. Computed only for a 2x2 table

.559