Anda di halaman 1dari 2

Kerapatan adalah turunan besaran karena menyangkut satuan massa dan volume.

Batasannya adalah massa per satuan volume pada temperature dan tekanan tertentu,
dan dinyatakan dalam system cgs dalam gram

per sentimeter kubik (g/cm 3)

(Martin, 1990)
Atau, kerapatan adalah massa per satuan volume, yaitu bobot zat per satuan
volume. Misalnya, satu milliliter raksa berbobot 13,6 g, dengan demikian kerapatannya
adalah 13,6 g/mL. jika kerapatan dinyatakan sebagai satuan bobot dan volume, maka
bobot jenis merupakan bilangan abstrak. (Ansel.H.C, 2004)
British standard 2955 (1958) mendefenisikan tiga istila yang berlaku untuk
partikel itu sendiri. Partikel kepadatan massa partikel dibagi dengan volumenya. Istila
yang berbeda muncul dari cara dimana volume didefenisikan
1. Kerapatan partikel sejati adalah ketika volume diukur tidak termasuk baik terbuka dan
tertutup pori-pori dan merupakan property fundamental dari suatu material.
2. Kerapatan partikel jelas adalah ketika volume diukur meliputi intrapartikel pori-pori
3. Kerapatan partikel yang efektif adalah volume dilihat oleh fluida bergerak melewati
partikel. Itu sangat penting dalam proses seperti sedimentasi atau fluidization tetapi
jarang digunakan dalam bentuk sediaan padat
(Gibson, 2004)
Perbandingan antara massa (berat) dengan volume diketahui sebagai kerapatan
bahan. Didasarkan atas perbandingan-perbandingan berikut, untuk serbuk bahan padat
dapat dinyatakan tiga kerapatan yang berbeda.
= t (kerapatan sebenarnya)
= b (kerapatan bulk)

= g (kerapatan granuler)

Dimana M adalah massa sampel. Membandingkan kerapatan dari satu sampel pada
kondisi tes yang spesifik dengan kerapatan sebenarnya (kadang-kadang disebut
kerapata teoritis) dari bahan. (Lachman, L. 1986)
Tipe-tipe ruang-ruang udara atau rongga dapat dibedakan :
1. Rongga intrapartikel yang terbuka-rongga-rongga terdapat didalam partikel tunggal,
tetapi terbuka pada lingkungan luar.
2. Rongga intrapartikel yang tertutup-rongga-rongga terdapat didalam partikel tunggal,
tetapi tertutup dari lingkungan luar.
3. Rongga antarpartikel-ruang-ruang udara antara dua partikel individu. (Lachman, L.
1986)

Kebanyakan zat padat dan cairan mengembang sedikit bila dipanaskan dan
menyusut sedikit bila dipengaruhi penambahan tekanan eksternal. Perubahan
dalam volume ini relatif kecil sehingga dapat dikatakan bahwa kerapatan
kebanyakan zat padat dan cairan hampir tidak bergantung pada temperatur dan
tekanan. Sebaliknya, kerapatan gas sangat bergantung pada tekanan dan temperatur
sehingga harus dinyatakan bila memberikan kerapat gas (Mochtar,1990).

Daftar Pustaka
C.ansel,H. dkk, 2004. KALKULASI FARMASETIK paduan untuk apoteker.EGC. Jakarta.
Gibson, M. 2004. Pharmaceutical preformulation and formulation. CRC press. USA.
Lachman, leon, dkk. 2007. Teori dan Praktek Kimia Industri.UI-Pres.jakarta
Martin, A, dkk. 1990. FARMASI FISIK dasar-dasar kimia fisik dalam ilmu farmasi 1.edisi
ketiga.ui-press.jakarta

Mochtar. 1990. Farmasi Fisik Bagian Struktur Atom dan Molekul Zat Padat dan
Mikromeretika. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. Hal 36.