Anda di halaman 1dari 22

PENGHIMPUNAN DAN

PENYALURAN DANA
Oleh:
Ira Ayu W (128554002)
Mila Hariyanti (128554017)
Febrina Ikhyanul I
(128554039)

Penghimpunan Dana
Keberhasilan suatu bank dalam
menghimpun dana dari masyarakat
dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
Kepercayaan

Perkiraan pendapatan yang diperoleh

Resiko penyimpanan dana


Pelayanan yang diberikan bank kepada
penyimpan dana

Sumber Penghimpunan Dana


Dana
sendiri

Dana
dari
deposa
n

Altenatif
memghimp
un dana

Dana
pinjam
an

Sumbe
r dana
lain

Dana
Sendiri
Proprosi dana sendiri relatif lebih
kecil dibandingkan dengan sumber
penghimpunan dana yang lain,
namun dana sendiri merupakan
hal
yang
penting
untuk
keberlangsungan
usaha.
Penghimpunan dana ini berupa
modal disetor, dana penjualan
saham dari bursa efek,akumulasi
laba
di
tahan,
cadangancadangan, dan agio saham.

Dana
dari
Deposan

Giro

Rekening
giro
Cek
Bilyet giro
Jasa giro

Deposito
berjangka
Berasal Dari:
Tabungan

Cara lain
penghimpun
an dana dari
deposan

Sertifikat
deposito
Deposito on call
Rekening giro
terkait
tabungan

Dana Pinjaman
Call
money

Berup
a
Pinjaman
antar bank

Kredit
Likuiditas
Bank
Indonesia

Setoran
jaminan

Dana
transfer

Sumb
er
Dana
Lain
Surat
berharg
a pasar
uang

Diskonto
bank
indonesi
a

Penggunaan Dana
Pertimbanga
n
penggunaan
dana
Resiko dan
Hasil (rate of
return)

Jangka Waktu
dan
Likuiditas

Alternatif Penggunaan Dana


Cadangan
Lukuiditas
Cadang
an
primer
Cadang
an
sekunde
r

Penyaluran
Kredit

Jangka
Panjang
Jangka
Pendek

Investasi
Penanam
an dana
dalam
suratsurat
berharga
Penyertaa
n
langsung
pada
badan
usaha
lain

Aset Tetap
dan
Inventaris

Kebijakan Penghimpunan dan


Penggunaan Dana
Agar penyaluran dana dapat menghasilkan
keuntungan bagi bank maka, Biaya yang

dikeluarkan dalam penghimpunan dana <


dari pada penerimaan yang diperoleh dari
penyaluran dana
Tingkat bunga
simpanan> Tingkat
bunga pinjaman
Selisih tingkat bungan
pinjaman dan tingkat
bunga simpanan
disebut spread

Contoh Komponen Perhitungan Tingkat


Bunga Pinjaman
Deskripsi Komponen Perhitungan Tingkat
Bunga Pinjaman

Contoh
Perhitungan

Biaya bunga simpanan

6,00%

Reserve adjustment

1,00%

Biaya pelayanan dan pengelolaan dana


masyarakat

0,05%

Penjumlahan 3 komponen di atas disebut


dengan marjinal cost of found

7,05%

Biaya pelayanan dan pengelolaan falisitas


kedit/simpanan

1,00%

Profit margin (tingkat keuntungan yang


diingkan oleh bank

2,00%

Penjumlahan 3 komponen di atas disebut


dengan base rate
Risk adjustment
Lending rate (tingkat bunga pinjaman yang

10,05%
5,00%
15,05%

Salah satu
komponen
dalam
perhitungan
bunga bank
adalah
penyesuaian
resiko (risk
adjustment).
Secara umum
resiko yang di
hadapi bank
adalah risiko
kredit
bermasalah
maupun risiko
yang berasal
dari sisi aset
atau liabilitas
meliputi:

Risiko Likuiditas (liquidity risk)

Risiko kredit (credit risk)

Risiko investasi (investment risk)

Risiko operasi (operating risk)

Risiko kecurangan (fraund risk)

Risiko fidusiari (fiduciary risk)

Pengelolaan Aset dan


Liabilitas
Karena sangat kompleks, kebijakan pengelolaan aset
liabilitas melibatkan beberapa bagian yaitu, AssetLiability Committee (Alco). Berupa komite yang
melaksanakan tugas tersebut dan menghadapi
permasalahan
Penghimpunan dana
yang melibatkan aspek:
Biaya administrasi
Biaya bunga
Strategi/cara/mode
Diversifikasi
Jangka waktu dan
likuiditas
Portofolio dan
kaitannya dengan
penggunaan dana

Pengunaan dana yang


mempertimbangkan
aspek:
Likuiditas dan
jangka waktu
Risiko
Rate of return
Biaya bunga
Diversifikasi
Portofolio dan
kaitannya dengan
penghimpunan
dana

Pendekatan Dasar Pengelolaan Aset-Liabilitas

Pool of Funds

Giro
Cadangan
Primer
Cadangan
Sekunder

Kredit yang
disalurkan
Surat
Berharga
Aset Tetap
Asset
Allocation

Tabungan

Pool
of
Foun
ds

Deposito
Pinjaman
jangka
pendek
Pinjaman
jangka
panjang
Modal sendiri

Likuiditas Bank
Manfaat likuiditas

Pemenuhan aturan reserve requirement atau


cadangan wajib minimum yang ditetapkan
bank sentral
Penarikan dana oleh deposan
Penarikan dana oleh debitur
Pembayaran kewajiban yang jatuh
tempo

KONSEP
LIKUIDITAS BANK
a. Mempunyai sejumlah alat-likuid
yang dapat memenuhi kebutuhan
likuiditas sesuai dengan waktunya.
b. Mampu memperoleh tambahan
alat likuid sesuai kebutuhan dengan
berbagai macam cara seperti
melalui pinjaman, penjualan saham,
penyetoran modal, dan konversi dari
aset yang likuiditasnya rendah
menjadi alat-alat likuid.

Pendekatan Pemenuhan Likuiditas Bank

a.

Commercial loan theory atau productive


theory of credit atau real bills doctrine.

b.

Asset shiftability theory

c.

Doctrine of anticipated income theory

Cadangan
Primer
Cadangan
Sekunder

Giro
Tabungan
Deposito

Kredit yang
disalurkan
Surat Berharga

Aset Tetap

Penggunaan dana

Pinjaman
jangka
pendek
Pinjaman
jangka
panjang
Modal
sendiri

Sumber dana

Indikator likuiditas
a. Rasio alat likuid terhadap dana
pihak ketiga
b. Rasio kredit terhadap total
dana pihak ketiga (loan to
deposit ratio-LDR)
c. Rasio surat berharga jangka
pendek terhadap total surat
berharga

Giro Wajib Minimum


Salah satu peranti moneter yang
digunakan Bank Indonesia untuk
mempertahankan stabilitas
moneter
Jumlah dana minimum yang wajib
dipelihara oleh bank yang besarnya
ditetapkan oleh Bank Indonesia
sebesar persentase tertentu dari
Dana Pihak Ketiga Bank ( DPK)
GWM diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor
12/19/PBI/2010

Bank diwajibkan
memenuhi GWM
dalam rupiah yang
terdiri atas GWM
Primer, QWM
Sekunder, dan
GWM Loan to
Deposit Ratio
(GWM LDR), GWM
Valas.

SEKIAN

Terimakasih