Anda di halaman 1dari 11

Mengenal Potensi

Manusia
Matakuliah Agama Islam
By Rana Dariana

Penyiaran & Kombis


D3 PAKT FIKOM UNPAD

POTENSI MANUSIA

A. POTENSI HIDUP (Thoqoh Hayawiyah)


Potensi yang umum dimiliki sebagaimana
makhluq hidup lainnya
B. POTENSI KHAS (Thoqoh Khoshshoh)
Potensi Khas/Khusus hanya dimiliki manusia
yang berbeda dengan makhluq hidup
lainnya

A. POTENSI HIDUP
(Thoqoh Hayawiyah)

1. Naluri/Instinct/Want/Ghorizah

2. Kebutuhan Jasmani/Basic
Need/Hajat Udhowiyyah

A. POTENSI HIDUP
(Thoqoh Hayawiyah)

a. Beragama (ghorizah
tadayyun/ religious instinct)

1. NALURI
(ghorizah)

b. Mempertahankan
Diri (ghorizatul
baqo/Existential Instinct)

c. Mempertahankan
Jenis (ghorizatun
Nau/Sexual Instinct)

PENAMPAKAN NALURI
a. NALURI BERAGAMA:
Menghormati, Mensegani, Mengagumi, Mengidolakan,
Memuji, Mengkultuskan, Memuja,Menyembah, Mengabdi pada
sesuatu yang dianggap lebih
b. NALURI MEMPERTAHANKAN DIRI:
Ingin Berkuasa/menonjolkan diri (hubbus siyyadah)
Ingin memiliki (hubbut tamalluk / sense of belonging)
Tersinggung, tertantang, bereaksi, ego, mementingkan diri sendiri,
temannya, keluarga, sahabat, kroni,suku,bangsa dst.
c. NALURI MEMPERTAHANKAN JENIS:
Menyukai Lawan Jenis, Menyayangi Anak, istri,suami dst

A. POTENSI HIDUP
(Thoqoh Hayawiyah)

2. KEBUTUHAN JASMANI
(hajatun udhowiyyah)

Makan, Minum, Tidur,


BAB,BAK,HIP, dll.

KARAKTERISTIK POTENSI HIDUP

1. NALURI Pemicu/Perangsang dari Luar


Kalau tidak terpenuhi tidak
menyebabkan
kebinasaan tapi
hanya menyebabkan Gelisah
Dipengaruhi oleh Persepsi

2. KEBUTUHAN Pemicu/Perangsang dari Dalam


JASMANI Kalau tidak terpenuhi
Bisa
mengantarkan pada
kebinasaan

B. POTENSI KHAS MANUSIA

(Thoqotun Khoshshoh)

Manusia Dibekali Aqal untuk berfikir dalam


menilai suatu fakta atau realitas, inilah kekhasan
manusia dibanding makhluq lainnya:
Berfikir adalah:
Menangkap fakta dengan panca indra dikirim ke
otak beserta informasi sebelumnya untuk
menjelaskan fakta tadi.
Unsur-unsur agar bisa berfikir:
Panca indra yang sehat
Otak Yang Sehat
Fakta yang terindra
Informasi Sebelumnya

JENIS BERFIKIR
1.

Berfikir Dangkal (Shuthhiy)


hanya memikirkan apa yang terindra kemudian memberi
penilaian/keputusan terhadap sesuatu

2. Berfikir Mendalam (Amiq)

memikirkan yang terindra secara mendalam sampai unsur-unsurnya


kemudian memberi penilaian/keputusan terhadap sesuatu
3. Berfikir Cemerlang (Mustanir)

memikirkan segala yang terindra beserta unsurnya dengan mengaitkan


berbagai unsur lainnya yang relevan dan berkaitan (secara mendalam dan
menyeluruh) kemudian memberi penilaian/keputusan terhadap sesuatu

KAIDAH PERBUATAN
Berfikir sebelum berbuat,
Berbuat mengikuti jalan tertentu,
Jalan yang menyampaikan pada tujuan.

BERFIKIR
Berencana
BERBUAT
Mengikuti Jalan, Metode dan Teknis yang sejalan deng
BERTUJUAN
Qimah (Maddiyah,
insaniyah,
Ruhiyyah)
Ahdaf
Ghoyah

Fungsi Islam sebagai Agama Fitrah


Islam Menunjukkan bahwa Alloh SWT adalah sang
Pencipta yang pastinya sangat memahami karakteristik
makhluq yang diciptakan-Nya. Sesuai fitrahnya
manusia beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan
Jasmani dan nalurinya dengan pertimbangan aqalnya.
Untuk itu islam datang BUKAN untuk Mengekang
atau Membebaskan kebutuhan/keinginan manusia,
tapi islam datang memberi petunjuk jalan untuk
tandzim wa tansiq mengatur dan mengharmoniskan
pemenuhan kebutuhan manusia tsb. sehingga
mengantarkan manusia pada keselamatan dan
kebahagiaan haqiqi dengan mendapat ridla Alloh SWT.