Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesenian merupakan salah satu bagian kebudayaan manusia yang merujuk pada
sistemasi aspek-aspek kehidupan lainnya sebagai bentuk pernyataan gagasan dan
ideasi untuk menciptakan pesan melalui keindahan yang bisa dinikmati melalui
panca indera manusia. Kesenian termasuk diantaranya adalah Seni Tari, Seni Musik,
Seni Pahat, Seni Lukis, Seni Lakon, dan Seni Suara. Para seniman umumnya harus
memiliki sebuah tempat dimana mereka bisa memperlihatkan karya mereka secara
layak agar pengunjung dapat menikmati dan mengapresiasi karya mereka dengan
baik. Indonesia sendiri memiliki banyak tempat kesenian mulai dari milik
pemerintah atau swasta, dari gedung yang besar dan galeri kecil. Potensi inilah yang
dapat dikembangkan sebagai kekuatan budaya bangsa di lingkup internasional.

Salah satu tempat yang berperan sebagai wadah kaum seniman adalah Gedung
Kesenian Jakarta. Gedung Kesenian Jakarta merupakan tempat pertunjukkan
kesenian milik pemerintah DKI Jakarta sejak 1987. Fasilitas pemerintah ini
berfungsi untuk menaungi seniman dan musisi baik dari tanah air maupun dari
mancanegara sebagai bentuk persahabatan internasional.

Namun sebagai instansi yang mewakili nama pemerintah dan memiliki taraf
internasional, Gedung Kesenian Jakarta masih belum memiliki sistem grafis yang
memadai sebagai landasan identitasnya di mata masyarakat.

2
1.1.1 Situasi Saat Ini

Hingga sekarang Gedung Kesenian Jakarta belum memiliki sebuah identitas visual
yang cukup kuat untuk mewakili nilai-nilai yang dikandungnya sebagai tempat
pentas kesenian bersejarah. Sebagai salah satu tempat bersejarah di kota Jakarta,
Gedung Kesenian Jakarta tidak memiliki penanganan komunikasi visual yang baik
untuk menunjang materi publikasinya di mata masyarakat. Apabila konsep baru
tidak segera dibentuk Gedung Kesenian Jakarta akan mengalami kesulitan dalam
bersaing dengan gedung pertunjukkan modern lainnya.

1.2 Lingkup Tugas Akhir

Berdasarkan masalah yang dimiliki oleh Gedung Kesenian Jakarta maka dapat
dilakukan pendekatan yang mengacu pada prinsip dan ilmu desain komunikasi
visual. Pendekatan dapat dilakukan dengan membuatkan sebuah identitas visual
yang akan membantu pengenalan Gedung Kesenian Jakarta kepada masyarakat.

Sebuah identitas visual yang diciptakan akan mempengaruhi konsep publik terhadap
Gedung Kesenian Jakarta yang "baru". Dan aplikasi beserta terapan identitas ini
akan digunakan dalam setiap materi promosional dan publikasi sebagai media
pengenalan akan identitas baru Gedung Kesenian Jakarta. Diharapkan dengan
adanya identitas baru Gedung Kesenian Jakarta akan terjadi sebuah restorasi baru
sikap publik terhadap Gedung Kesenian Jakarta