Anda di halaman 1dari 7

Koreksi Radiometrik

Koreksi radiometrik dijabarkan sebagai pengukuran nilai radiasi elektromagnetik pada


panjang gelombang tertentu dari sinar ultraviolet, sinar tampak, inframerah hingga radiasi
gelombang mikro yang digunakan untuk mendeteksi objek dari pantulan refleksi irradiant
sinar matahari disetiap kanal spektral (Schott, 2007). Manfaat dari koreksi radiometrik adalah
memperbaiki kualitas citra akibat dari kesalahan pantulan permukaan atau kelengkungan
bumi dan faktor lain, seperti arah sinar matahari, kondisi cuaca, kondisi atmosfer dan faktor
lainnya, sehingga informasi

yang dihasilkan

menjadi

lebih akurat,

seperti dapat

memperkirakan perbedaan parameter biofisik tanaman (biophysical vegetation), diantaranya


tingkat konsentrasi klorofil daun (Main et al., 2011). Selain itu, koreksi radiometrik sangat
bermanfaat untuk menganalisis data mutitemporal dan multi sensor yang digunakan untuk
interpretasi dan mendeteksi perubahan secara berkelanjutan.
Citra satelit pada umumnya mengandung nilai Digital Number (DN) asli yang belum
diproses berdasarkan nilai spektral radian sesungguhnya yang berdampak pada hasil
informasi yang kurang akurat. Hal ini disebabkan oleh perbedaan nilai sudut perekaman,
lokasi matahari, kondisi cuaca dan faktor pengaruh lainnya. Oleh karena itu perlu
dilakukan koreksi radiometrik untuk memperbaiki nilai piksel dengan cara mengkonversi
nilai DN menjadi nilai unit spektral reflektan (reflectance). Proses koreksi radiometrik
dikelompokkan menjadi 3 kelompok utama, yaitu:
1. Koreksi sensor
2. Koreksi atmosfer
3. Koreksi matahari

1. Koreksi Sensor
Koreksi radiometrik dilakukan pada kesalahan oleh sensor dan sistem sensor
terhadap respon detector. Koreksi radiometrik dilakukan untuk memperbaiki
kesalahan atau distorsi yang diakibatkan oleh tidak sempurnanya operasi dan sensor.
Kesalahan yang berkaitan dengan nilai kecerahan dari pixel, akibat instrumen
yang digunakan untuk merekam data yaitu kesalahan instrument. Idealnya detektor
radiasi harus memiliki peningkatan proporsional dan penurunan sinyal dengan tingkat
radiasi yang terdeteksi. Tetapi kenyataanya banyak tingkat kecil non-linearitas dan
juga akan memberikan sinyal kecil keluar bahkan ketika tidak ada radiasi yang

terdeteksi.

Detektor masing-masing

akan

memiliki

karakteristik

transfer

sedikit berbeda. Mengarah ke striping pada gambar.


Koreksi radiometrik oleh respon detektor dipengaruhi oleh jumlah
detektor yang digunakan dalam pengindraan jauh adalah untuk merubah radiasi yang
ditangkap sensor menjadi harga voltage dan kecerahan. Kesalahan yang ditimbulkan
oleh detektor secara individu adalah:
1. Line Dropout, terjadi apabila salah satu detektor salah fungsi pada satusapuan,
maka nilai kecerahan pada pixel-pixel tertentu berada pada satu baris menjadi nol.
Koreksi dilakukan pada setiap pixel dengan baris scan buruk. Hasilnya adalah
citra yang telah diinterpretasi pada setiap baris n yang lebih mungkin
diinterpretasi dari pada baris hitam horizontaldiseluruh citra.
2. Stripping atau bounding, terjadi apabila detektor tidak benar-benar salahtetapi
meragukan dan perlu dikoreksi atau direstorasi agar mempunyaikontras yang
sama dengan detektor yang lain pada setiap sapuan.Koreksinya adalah identifikasi
garis buruk pada setiap sapuanmenggunakan histogram dari tiap n detektor pada
daerah homogen.
3. Line start, terjadi apabila dalam pengumpulan data sistem scanningmengalami
kegagalan penyapuan di awal garis scanning atau secara tiba-tiba detektor berhenti
sehingga mengakibatkan nilai kecerahan nol.Koreksi kesalahan dari line start
dapat dilakukan dengan interpolasi nilaikecerahan dari pixel hasil scan bagus.
Namun kesalahan yang terjadisecara acak sulit untuk dikoreksi.

2. Koreksi Atmosfer
Koreksi radiometri karena faktor eksternal atmosfer meliputi koreksi
atmosfer atas (Top of Atmosphere), BRDF (Bidirectional Reflectance Difference
Function), dan Slope Correction. Hasil dari koreksi radiometri karena faktor
eksternal biasanya berupa nilai reflectance objek yang merupakan rasio dari radian
terhadap irradian.
Koreksi Radiometrik Top of Atmosphere (TOA)
Koreksi radiometrik TOA dilakukan melalui dua tahap, tahap pertama adalah
konversi nilai DN menjadi nilai spektral radian, dan tahap ke-dua adalah konversi
nilai spektral radian menjadi nilai spektral reflektan.

a.

Mengkonversi nilai DN ke nilai spektral radian


Pada proses ini diperlukan informasi Gain dan Bias dari sensor di setiap
band. Transformasi dilakukan berdasarkan kurva kalibrasi DN ke radian yang
telah

dihitung

secara

sistematik.

Kalibrasi dilakukan sebelum sensor

diluncurkan dan tingkat akurasi menurun seiring dengan sensitivitas senson


yang berubah sepanjang waktu, sehingga diperlukan kalibrasi ulang sensor.
Metode untuk mengkalibrasi nilai DN menjadi nilai spektral radian (L)
adalah sebagai berikut:
L = Bias + (Gain x DN)
Adapun formula yang digunakan untuk menghitung

nilai Gain dan Bias

adalah bervariasi untuk setiap citra yang diproses. Gain dan Bias untuk setiap
band dihitung dari batas nilai terendah (Lmin) dan tertinggi (Lmax) dari jarak
spektral radian setelah kalibrasi. Dimana nilai Lmax and Lmin dapat diperoleh di
file header. Metode untuk menentukan nilai Gain dan Bias tersebut adalah sebagai
berikut

;
b. Mengkonversi nilai spektral radian ke nilai spectral reflekta
Langkah selanjutnya adalah menormalisasi nilai irradian

dengan

mengkonversi nilai spektral radian dengan mempertimbangkan nilai cosinus


akibat dari perbedaan sudut matahari dan nilai exoatmospheric irradian dari
perbedaan nilai spektral di setiap kanal. Dengan demikian nilai reflektan
exoatmospheric adalah kombinasi faktor kelengkungan permukaan dan reflektan
atmosfer yang dihitung menggunakan persamaan berikut;

Informasi Irradiansi untuk kanal SPOT 4 untuk vir 1 yang digunakan dapat
dilihat pada tabel 2-1.
Tabel 2-1. SPOT 4 Solar Exoatmospheric Irradiansi ESUN
Kanal
Kanal-1

Satelit SPOT
4

1858

Kanal-2

1573

Kanal-3

1043

Kanal-4

236

Berdasarkan persamaan tersebut, nilai d2, sun zenit (sz) dan sun elevation
(se), ditentukan sebagai berikut:
d2=1-0.0168*cos(((julday/365)*360)/180*);
sz=(90.0-se)/180* ;
3. Koreksi Matahari
Koreksi radiometrik menggunakan koreksi ToA yang meliputi ToA Reflektansi
dan koreksi matahari. Koreksi ToA Reflektansi dilakukan dengan mengkonversi nilai
DN ke nilai reflektansi. Berdasarkan (USGS, 2014), persamaan konversi untuk
koreksi ToA reflektansi yaitu:

Selanjutnya citra dikoreksi sudut matahari untuk menghilangkan perbedaan


nilai DN yang diakibatkan oleh posisi matahari. Posisi matahari terhadap bumi
berubah bergantung pada waktu perekaman dan lokasi obyek yang direkam.
Persamaan untuk koreksi dengan sudut matahari yaitu:

DAFTAR PUSTAKA
Wulansari,

I.R,

2014,

JENIS

JENIS

KOREKSI

RADIOMETRIK,

http://www.academia.edu/4901802/BAB_II_JENIS_JENIS_KOREKSI_RADIOMETRIK
(diakases pada tanggal 15 September 2014)
Rahayu, Candra, D.S, 2014, KOREKSI RADIOMETRIK CITRA LANDSAT-8 KANAL
MULTISPEKTRAL MENGGUNAKAN TOP OF ATMOSPHERE (TOA) UNTUK
MENDUKUNG KLASIFIKASI PENUTUP LAHAN, Seminar Nasional Penginderaan Jauh
2014
Kustiyo, Dewanti R, Lolitasari I, 2014, PENGEMBANGAN METODA KOREKSI
RADIOMETRIK CITRA SPOT 4 MULTI-SPEKTRAL DAN MULTI-TEMPORAL UNTUK
MOSAIK CITRA, Seminar Nasional Penginderaan Jauh 2014

TUGAS
SISTEM PENGINDERAAN JAUH

Disusun Oleh:
Wildan Wahyu Saputra
11/313232/TK/37847

PROGRAM PASCASARJANA TEKNIK GEOMATIKA


UNIVERSITAS GADJAHMADA
YOGYAKARTA
2014