Anda di halaman 1dari 196

FUNGSI dan RELASI

AGUSTINI TRIPENA

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

Fungsi
Suatu relasi dari A ke B
yang memasangkan
setiap anggota A ke
tepat satu anggota B
disebut fungsi atau pemetaan
dari A ke B

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

Notasi Fungsi
Suatu fungsi atau pemetaan
umumnya dinotasikan dengan
huruf kecil.
Misal, f adalah fungsi dari A ke B
ditulis f: A B
A disebut domain
B disebut kodomain
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

RELASI
Diketahui A={ Ayu, Bayu,
Cindy, Doni } dan B = { Buku
tulis,
Pensil, Penggaris} .
Jika himpunan A ke himpunan
B dinyatakan relasi membeli
, maka lebih jelasnya dapat
ditunjukkan pada gambar di
bawah :
10/13/15

membeli

A.
B.
C.
D.

.1
.2
.3

Diagram disamping
dinamakan diagram
panah . Arah relasi
ditunjukkan dengan anak
panah dan nama
relasinya adalah
membeli

10/13/15

Pengertian Relasi:
Relasi ( hubungan ) dari
himpunan A ke B adalah
pemasangan anggota-anggota
A dengan anggota-anggota B.
Relasi dalam matematika
misalnya : lebih dari , kurang
dari , setengah dari , faktor dari
, dan sebagainya .
10/13/15

Menyatakan Relasi

Relasi antara dua himpunan


dapat dinyatakan dengan 3
cara , yaitu : Diagram Panah
, Diagram Cartesius , dan
Himpunan pasangan
berurutan .
10/13/15

Contoh :
Jika Anto suka sepakbola , Andi suka voli
dan bulutangkis serta Budi dan Badri suka
basket dan sepakbola . Buatlah Diagram
Panah keadaan tersebut apabila A adalah
himpunan anak dan B adalah himpunan
olahraga .

10/13/15

Suka akan

Anto .

. Voli

Andi .

. Basket

Budi .

.
Bulutangkis

Badri .

. Sepakbola

10/13/15

2. Diketahui P = { 1, 2, 3, 4 } dan
Q = { 2, 4, 6, 8 } . Gambarlah diagram
panah yang menyatakan relasi dari P
dan Q dengan hubungan :
a. Setengah dari
b. Faktor dari
Jawab :
a.
Setengah dari

10/13/15

1.

.2

2 .

.4

3 .

.6

4 .

. 10
8

b.

10/13/15

P Faktor dari Q
1 .

.2

2 .

.4

3 .

.6

4 .

.8

11

b. Diagram Cartesius

Contoh :
Diketahui A = { 1, 2, 3, 4, 5 } dan
B = { 1, 2, 3, , 10 }.
Gambarlah diagram cartesius yang
menyatakan relasi A ke B dengan
hubungan :
a. Satu lebihnya dari
b. Akar kuadrat dari

10/13/15

12

Jawab :
a . Satu lebihnya dari

Himpunan B

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
10/13/15

2 3 4 5 6 7 8 9 10
Himpunan A
13

Jawab :

Himpunan B

b. Akar kuadrat dari


10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
10/13/15

2 3 4 5 6 7 8 9 10
Himpunan A
14

C. Himpunan pasangan berurutan


Contoh :

Himpunan A = { 1, 2, 3, , 25} dan


B = { 1, 2, 3, , 10 } .
Tentukan himpunan pasangan berurutan yang
menyatakan relasi A ke B dengan hubungan :
a. kuadrat dari
b. dua kali dari
c. Satu kurangnya dari

15

Jawab :

a.

{ (1,1), (4,2), (9,3),(16,4), (25,5) }

b. { (2,1), (4,2), (6,3), (8,4), (10,5), (12,6),


(14,7),(16,8), (18,9),(20,10) }
c. { (1,2) , (2,3), (3,4), (4,5), (5,6), (6,7),
(7,8), (8,9), (9,10) }
10/13/15

B. FUNGSI

Pengertian Fungsi
Sebuah fungsi f : x y adalah suatu aturan
yang memasangkan tiap anggota x pada suatu
himpunan (daerah asal / domain), dengan
tepat sebuah nilai y dari himpunan kedua
(daerah kawan / kodomain). Himpunan nilai
yang diperoleh disebut daerah hasil / range
fungsi tersebut .

Untuk lebih memahami pengertian diatas


perhatikan contoh berikut :
10/13/15

17

Contoh :
Perhatikan diagram panah dibawah
ini :
A

B
. 1

0.
2.
4.
6.
Daerah asal/
Domain
10/13/15

. 2
Daerah hasil/
Range

. 3
. 4
. 5
Daerah kawan/
kodomain
18

Dari diagram panah diatas dapat dilihat bahwa :


1. Fungsi A ke B adalah relasi khusus yang
memasangkan setiap anggota A dengan
tepat satu anggota B.
2. Himpunan A = { 0, 2, 4, 6 } disebut daerah
asal ( Domain ), Himpunan B = { 1, 2, 3, 4, 5 }
disebut daerah kawan ( Kodomain ), dan
{ 1, 2, 5 } disebut daerah hasil ( Range ).

10/13/15

19

Notasi Fungsi
Fungsi/ pemetaan dapat dinotasikan
dengan huruf kecil f , g , h , dan
sebagainya.
Misal :
f : x y dibaca f memetakkan x ke y ,
maka :
y = f(x) dibaca sama dengan f dari x
digunakan untuk menunjukkan bahwa y
adalah fungsi dari x .
10/13/15

20

Suatu fungsi juga dapat dinyatakan


dengan tiga cara yaitu dengan diagram
panah , diagram cartesius , dan
himpunan pasangan berurutan .
Contoh :
Diketahui A = { a, i, u, e, o } dan B = { 1, 2, 3, 4 }
a. Buatlah diagram panah yang menunjukkan
pemetaan f yang ditentukan oleh : a 1 ,
i2,u1,e4,o2.
b. Nyatakan pula dengan diagram cartesius
c . Nyatakan pula f sebagai himpunan
pasangan berurutan .
10/13/15

21

Jawab :
a . Diagram panah

a.
.1
i .
.2
u.
.3
e.
.4
o.

10/13/15

22

b. Diagram cartesius
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
10/13/15

a i

u e o
23

c. Himpunan pasangan berurutan

{ (a , 1) , (i , 2) , (u , 1) , (e , 4) ,
(o , 2) }

10/13/15

24

Banyaknya pemetaan dari dua himpunan

Banyaknya pemetaan dari dua himpunan

Jika n(A) = a , dan n(B) = b , maka


banyak pemetaan yang mungkin
terjadi dari
himpunan A ke B adalah ba dan
himpunan B ke A adalah ab

Contoh :

Berapa banyaknya pemetaan yang mungkin terjadi


untuk pemetaan berikut :
a. Dari himpunan A = {a} dan B = {1}
b. Dari himpunan C = {1} dan D = { a , b }
10/13/15

25

c. Dari himpunan E = {a,b} dan F = {1}


d. Dari himpunan G = {1} dan H =
{ a,b,c }
e. Dari himpunan I = {1,2} dan J =
{ a,b}
f. Dari
himpunan
K
=
{a,i,u,e,o}
dan
L
=
Jawab :
{1,2,3}
a. n(A) = 1 , n(B) = 1
g. Dari himpunan
M = {a,b,c,d} dan N =
Banyak pemetaan 11 = 1
{1,2,3,4,5}
b. n(C) = 1 , n(D) = 2
Banyak pemetaan 21 = 2

10/13/15

26

. n(E) = 2 , n(F) = 1
Banyak pemetaan 12 = 1
d. n(G) = 1 , n(H) = 3
Banyak pemetaan 31 = 3
e. n(I) = 2 , n(J) = 2
Banyak pemetaan 22 = 4
f. n(K) = 5 , n(L) = 3
Banyak pemetaan 35 = 243
g. n(M) = 4 , n(N) = 5
Banyak pemetaan 54 = 625

10/13/15

27

Merumuskan suatu fungsi


f : x y dibaca f memetakkan x ke y dan
dapat dinyatakan dengan f(x) .
Maka rumus fungsi dapat ditulis f(x) = y .
Contoh :
Diketahui suatu fungsi f : x x + 2 dengan
daerah asal fungsi { x/ 1 < x < 6, x A}
a. Tentukan rumus fungsi !
b. Tentukan daerah asal fungsi !
c . Tentukan daerah hasil fungsi !
d. Jika f(x) = 15 , maka tentukan nilai x !

10/13/15

28

Jawab :

a. Rumus fungsi f(x) = x +2


b. Daerah asal = { 2, 3, 4, 5 }
c. Daerah hasil : f(x) = x + 2
untuk x = 2 f(x) = 2 + 2 = 4
x = 3 f(x) = 3 + 2 = 5
x = 4 f(x) = 4 + 2 = 6
x = 5 f(x) = 5 + 2 = 7
Jadi daerah hasil fungsi : { 4, 5, 6,
7}
d. f(x) = 15
x + 2 = 15
x = 15 2
x = 13
Jadi

10/13/15

29

Uji Kompetensi 4
1. Diketahui A = { 2, 3, 4, 5 } dan B = { 0, 1, 2,
3, }
Relasi A ke B adalah dua lebihnya dari ,
maka :
a. Himpunan pasangan berurutan :
{ ( 2,0), (3,), (,2), (,) }
b. Diagram Panah

10/13/15

30

Pembahasan
1. Diketahui A = { 2, 3, 4, 5 } dan B = { 0, 1, 2, 3, }
Relasi A ke B adalah dua lebihnya dari ,
maka :
a. Himpunan pasangan berurutan :
{ ( 2,0), (3,1), (4,2), (5,3) }
b. Diagram Panah
Dua lebihnya dari

10/13/15

2.
3.
4.
5.

.0
.1
.2
.3
31

2. Gambarlah relasi-relasi berikut dengan


diagram panah. Kemudian tentukan
termasuk fungsi atau bukan fungsi !
a. { (1,2), (1,3), (2,4), (3,5) }
b. { (1,1), (2,2), (3,3) }
c. { (3,4), (5,6), (7,8) }
d. { (2,3), (3,4), (4,5) }

10/13/15

32

Pembahasan
a. { (1,2), (1,3), (2,4), (3,5) }
bukan fungsi karena ada anggota x
yang berpasangan lebih dari satu
dengan anggota y .

10/13/15

1.
2.
3.

.2
.3
.4
.5

Bukan fungsi

33

b. { (1,1), (2,2), (3,3) }

10/13/15

1.

.1

2.

.2

3.

.3

Fungsi

34

c. { (3,4), (5,6), (7,8) }


P

3.

.4

5.

.6

7.

.8

10/13/15

Fungsi

35

d. { (2,3), (3,4), (4,5) }

10/13/15

2.

.3

3.

.4

4.

.5

Fungsi

36

3 . Fungsi f : x x + 3 mempunyai
domain
{ -2, -1, 0, 1, 2 } .
a. Tunjukkan fungsi f dalam diagram
panah .
b. Nyatakan dalam himpunan
pasangan berurutan .
c. Tulis range dari f .
10/13/15

37

Pembahasan
a. Fungsi f : x x + 3 , jadi f(x) = x + 3
Untuk x = -2 maka f(-2) = -2 + 3 = 1
x = -1 maka f(-1) = -1 + 3 = 2
x = 0 maka f(0) = 0 + 3 = 3
x = 1 maka f(1) = 1 + 3 = 4
x = 2 maka f(2) = 2 + 3 = 5
x
-2 .
-1 .
0.
1 .
2.
10/13/15

x+3
.1
.2
.3
.4
.5
38

b. Himpunan pasangan berurutan


{ (-2,1), (-1,2), (0,3), (1,4), (2,5) }
c. Range (daerah hasil ) = ( 1, 2, 3, 4, 5 )
4. Suatu persamaan fungsi f(x) = x + 1
dengan
daerah asal { 2, 4, 6, 8, 10 } .
Tentukan :
a. Daerah hasil / bayangan .
b. Himpunan pasangan berurutan .

10/13/15

39

Pembahasan :
a. f(x) = x + 1
f(2) = . 2 + 1 = 1 + 1 = 2
f(4) = . 4 + 1 = 2 + 1 = 3
f(6) = . 6 + 1 = 3 + 1 = 4
f(8) = . 8 + 1 = 4 + 1 = 5
f(10) = . 10 + 1 = 5 + 1 = 6
Jadi Range / daerah hasil / daerah
bayangan = { 2, 3, 4, 5, 6 }
b. Himpunan pasangan berurutan
{ (2,2), (4,3), (6,4), (8,5), (10,6) }
10/13/15

40

Range atau Daerah Hasil


Jika f memetakan
x A ke y B
dikatakan y adalah peta dari x
ditulis f: x y atau y = f(x).
Himpunan y B
yang merupakan peta dari x A
disebut range atau daerah hasil
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

41

PERSOALAN FUNGSI

42
42
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

42

PERSOALAN FUNGSI

Contoh 1
Diketahui :
1. { (-1,2), (-4,51), (1,2), (8,-51) }
2. {(13,14),(13,5), (16,7), (18,13) }
3. { (3,90), (4,54), (6,71), (8,90) }
4. { (3,4), (4,5), (6,7), (8,9) }
5. {(3,4), (4,5), (6,7),(3,9)}
6. { (-3,4), (4,-5), (0,0), (8,9) }
7. {(8, 11), (34,5), (6,17),(8,19)}
Ditanya :
Carilah yang merupakan fungsi
Jawab : 1, 3, 4,6
43
43
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

43

DOMAIN,KODOMAIN DAN RANGE


Domain fungsi dinyatakan dengan notasi Df
Kodomain fungsi dinyatakan dengan notasi Kf
Range dinyatakan dengan Rf
Contoh 2:
A = {1, 2, 3, 4}
B = {5, 7, 9, 10, 11, 12}
f: A B dimana f(x) = 2x +3
Domainnya adalah A = {1, 2, 3, 4}.
Kodomainnya adalah B = {5, 7, 9, 10, 11, 12}
Rangenya adalah C = {5, 7, 9, 11}
44
44
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

44

DOMAIN,KODOMAIN,RANGE

Contoh 3
Diketahui :
1. { (-1,2), (2, 51), (1, 3), (8, 22), (9, 51) }
2. { (-5,6), (21, -51), (11, 93), (81, 202), (19,51)}
Ditanya :
Carilah Domain dan Range
Jawab :
1. Domain: -1, 2, 1, 8, 9
Range: 2, 51, 3, 22, 51
2. Domain: -5, 21, 11, 81, 19
Range:
6, -51, 93, 202, 51
45
45
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

45

DOMAIN,KODOMAIN,RANGE

Contoh 4
Diketahui :
fungsi f(x) = 2x-4
Hitunglah :
f(1)
f(-1)
Jawab :
f(1) = 2(1)-4 = -2
f(-1) = 2(-1)-4 = -6
46
46
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

46

contoh 5
Perhatikan gambar pemetaan
f :A B
f
domain
adalah
1
a

10/13/15

A = {a, b, c, d}

kodomain adalah

B = {1, 2, 3, 4, 5}

5
B
AGUSTINI TRIPENA

47

Perhatikan gambar pemetaan


f :A B
f
1
a
f(a) = 1, f(b) = 2

10/13/15

5
B

f(c) = 3, f(d) = 4
range adalah
R = {1, 2, 3, 4}

AGUSTINI TRIPENA

48

contoh 6
Misal f: R R
dengan f(x) = 1 - x2
Tentukan domain dari fungsi f.

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

49

Jawab
Supaya f: RR dengan f(x)=1-x2
maka haruslah 1 x2 0.
1 x2 0 x2 1 0 atau
(x - 1)(x + 1) 0 atau -1 x 1.
Jadi, domain fungsi tersebut
adalah -1 x 1.

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

50

contoh 7
Misal f: R R
dengan f(x 1) = x2 + 5x
Tentukan : a. f(x)
b. f(-3)
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

51

Jawab
a.Misal y = x 1 maka x = y + 1
karena f(x 1) = x2 + 5x
maka f(y) = (y + 1)2 + 5(y + 1)
f(y) = y2 + 2y + 1 + 5y + 5
f(y) = y2 + 7y + 6

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

52

f(y) = y2 + 7y + 6
a. f(x) = x2 + 7x + 6
b. f(-3) = (-3)2 + 7(-3) + 6
= 9 21 + 6
= -6

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

53

RELASI DAN FUNGSI


Perhatikan
anak
panahnya

2
4

11
22
3
3
4

6
8

relasinya adalah dua kali dari

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

54

x
f(x)
f(x)

2
1
1
2

4
2

1
2

6
3

8
4

1
26

1
28

rumus pemetaannya f(x) =

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

1
2X

55

Ada 3 cara dalam menyatakan suatu


relasi :
1.Diagram panah
2.Himpunan pasangan berurutan
3.Diagram Cartesius
Contoh:
Diketahui himpunan A = {1,2,3,4,5} dan
himpunan
B = {becak, mobil, sepeda, motor,bemo}.
Relasi yang menghubungkan himpunan A
ke himpunan B adalah banyak roda dari.
Tunjukkan relasi tersebut dengan:
a.Diagram panah
b.Himpunan pasangan berurutan
10/13/15
AGUSTINI TRIPENA
56
c.Diagram
Cartesius

Jawab:

c. Diagram Cartesius

a. Diagram panah

Jawab:
a. Diagram panah
banyak roda
dari
1.
2.
3.
4.
5.
A

. becak
.
mobil
.
motor
.
sepeda
.
bemo
B

becak
mobi
l
moto
r
seped
a
bemo

O 1 2 3 4 X

b. Himpunan pasangan berurutan = {(2, sepeda), (2, motor),


(3, becak)
(3, bemo), (4, mobil )}
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

57

SISTIM KOORDINAT CARTESIUS

X = absis / koordinat x

Y = ordinat / koordinat y

Titik P koordinat catesius (x,y)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

58

Contoh Soal :
Gambarlah titik A (4,3)

B (-3,2)

C (4,0)

A (4,3)
B (-3,2)
C (4,0)

A
10/13/15

f
AGUSTINI TRIPENA

B
59

Beberapa cara penyajian fungsi :


Dengan diagram panah
f : D K. Lambang fungsi tidak harus f.
Misalnya,
un = n2 + 2n atau u(n) = n2 + 2n
Dengan diagram Kartesius
Himpunan pasangan berurutan
Dalam bentuk tabel

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

60

Contoh : grafik fungsi


Gambarlah grafik sebuah fungsi : f: x f(x) = x2
dengan Df = {2, 1, 0, 1, 2}, Rf = {0, 1, 4}.

(2,4)

(2,4)

(1,1)

(1,1)

4 disebut bayangan (peta) dari 2


dan juga dari 2.
2 dan 2 disebut prapeta dari 4,
dan dilambangkan f1(4) = 2 atau
2.
Grafik Kartesius merupakan
grafik fungsi y=f(x) hanya
apabila setiap garis sejajar
sumbu- Y yang memotong grafik
hanya memotong di tepat satu
titik saja.

O (0,0)
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

61

FUNGSI KOMPOSISIS

Definisi
Karena fungsi adalah relasi yang
khusus, maka kita bisa menyatakan
fungsi sebagai komposisi dari dua
fungsi.
Misalnya g adalah fungsi dari X ke Y
dan f adalah fungsi dari Y ke Z.
Kita bisa menyatakan terdapat fungsi
dari X ke Z. fungsi X ke Z tersebut
disebut dengan Komposisi dari f
dengan g yang dinotasikan dengan f o
g.

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

62

Misalkan
g = { (1,a), (2,a), (3,c) }
Adalah fungsi dari X = {1,2,3} ke Y =
{a,b,c} dan,
f = { (a,y), (b,x), (c,z) }
Adalah fungsi dari Y ke Z = {x,y,z}
f o g = {(1,y), (2,y), (3,z)}

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

63

visualisasi

1
2
3

a
b
c
g

x
y
z
f

1
2
3

x
y
z
fog

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

64

Komposisi Fungsi
Penggabungan operasi dua fungsi
secara berurutan akan
menghasilkan sebuah fungsi baru.
Penggabungan tersebut disebut
komposisi fungsi dan hasilnya
disebut fungsi komposisi.

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

65

A
x

B
f

C
g

x A dipetakan oleh f ke y B
ditulis f : x y atau y = f(x)
y B dipetakan oleh g ke z C
ditulis g : y z atau z = g(y)
atau z = g(f(x))
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

66

A
x

B
f

C
g

gof

maka fungsi yang memetakan


x A ke z C
adalah komposisi fungsi f dan g
ditulis (g o f)(x) = g(f(x))
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

67

contoh 1
f : A B dan g: B C
didefinisikan seperti pada gambar
A
a
b

1
2
3

C
p
q

Tentukan (g o f)(a) dan (g o f)(b)


10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

68

Jawab:

(g o f)(a) = ?
A
a
b

1
2
3

C
p
q

f(a) = 1 dan g(1) = q


Jadi (g o f)(a) = g(f(a)) = g(1) q
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

69

(g o f)(b) = ?
A
a
b

1
2
3

C
p
q

f(b) = 3 dan g(3) = p


Jadi (g o f) = g(f(b)) = g(3) = p
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

70

contoh 2
Ditentukan g(f(x)) = f(g(x)).
Jika f(x) = 2x + p dan
g(x) = 3x + 120
maka nilai p = .
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

71

Jawab:
f(x) = 2x + p dan g(x) = 3x + 120
g(f(x)) = f(g(x))

g(2x+ p) = f(3x + 120)


3(2x + p) + 120 = 2(3x + 120) + p
6x + 3p + 120 = 6x + 240 + p
3p p = 240 120
2p = 120 p = 60
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

72

Sifat Komposisi Fungsi


1.Tidak komutatif:
foggof
2. Bersifat assosiatif:
f o (g o h) = (f o g) o h = f o g o h
3. Memiliki fungsi identitas:
I(x) = x
foI=Iof=f
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

73

73

contoh 1
f : R R dan g : R R
f(x) = 3x 1 dan g(x) = 2x2 + 5
Tentukan: a. (g o f)(x)
b. (f o g)(x)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

74

Jawab:
f(x) = 3x 1 dan g(x) = 2x2 + 5
a. (g o f)(x) = g[f(x)] = g(3x 1)
= 2(3x 1)2 + 5
= 2(9x2 6x + 1) + 5
= 18x2 12x + 2 + 5
= 18x2 12x + 7
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

75

f(x) = 3x 1 dan g(x) = 2x2 + 5


b. (f o g)(x) = f[g(x)] = f(2x2 + 5)
= 3(2x2 + 5) 1
= 6x2 + 15 1
(f o g)(x) = 6x2 + 14
(g o f)(x) = 18x2 12x + 7
(g o f)(x) (f o g )(x)
tidak bersifat komutatif
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

76

contoh 2
f(x) = x 1, g(x) = x2 1 dan
h(x) = 1/x
Tentukan: a. (f o g) o h
b. f o (g o h)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

77

Jawab:
f(x) = x 1, g(x) = x2 1
dan h(x) = 1/x
((f o g) o h)(x) = (f o g)(h(x))
(f o g)(x) = (x2 1) 1
= x2 2
(f o g(h(x))) = (f o g)(1/x)
= (1/x)2 2
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

78

f(x) = x 1, g(x) = x2 1
dan h(x) = 1/x
(f o (g o h))(x) = (f(g oh)(x))
(g o h)(x)= g(1/x)
= (1/x)2 1
= 1/x2 - 1
f(g o h)(x)= f(1/x2 1)
= (1/x2 1) 1
=(1/x)2 2
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

79

contoh 3
I(x) = x, f(x) = x2 dan g(x) = x + 1
Tentukan:
a.(f o I)(x) dan (g o I)
b.(I o f) dan (I o g)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

80

Jawab:
I(x) = x, f(x) = x2 dan g(x) = x + 1
(f o I)(x) = x2
(g o I)(x) = x + 1
(I o f)(x) = x2
(I o g)(x) = x + 1
(I o f)(x) = (f o I) = f
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

81

Menentukan
Suatu Fungsi
Jika Fungsi Komposisi
dan
Fungsi Yang Lain Diketahui

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

82

Contoh 1
Diketahui f(x) = 3x 1
dan (f o g)(x) = x2 + 5
Tentukan g(x).

Jawab
f(x) = 3x 1dan (f o g)(x) = x2 + 5
fg(x)] = x2 + 5
3.g(x) 1 = x2 + 5
3.g(x) = x2 + 5 + 1 = x2 + 6
Jadi g(x) = (x2 + 6)
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

83

contoh 2
Diketahui g(x) = x + 9 dan (f o g)(x) = x2 6
maka f(x) = .
Jawab:
g(x) = x + 9
(f o g)(x) = f(g(x)) = x2 6
f(x + 9) = x2 6
Misal: x + 9 = y x = y 9
f(y) = (y 9)2 6
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

84

f(y) = (y 9)2 6
= (y2 18y + 81) 6
= y2 6y + 27 6
Jadi f(x) = x2 6x + 21

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

85

contoh 3
Diketahui f(x) = x 3 dan
(g of)(x) = x2 + 6x + 9
maka g(x 1) = .

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

86

Jawab:

f(x) = x 3;
(g o f)(x) = g (f(x)) = x2 + 6x + 9
g(x 3) = x2 + 6x + 9
Misal: x 3 = y x = y + 3
g(y) = (y + 3)2 + 6(y + 3) + 9
= y2 + 6y + 9 + 6y + 18 + 9
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

87

g(y) = y2 + 6y + 9 + 6y + 18 + 9
= y2 + 12y + 36
g(x 1) = (x 1)2 + 12(x 1) + 36
= x2 2x + 1 + 12x 12 + 36
= x2 + 10x + 25
Jadi g(x 1) = x2 + 10x + 25
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

88

Contoh 4
Diketahui f(x) = 2x + 1
dan (f o g)(x + 1)= -2x2 4x + 1
Nilai g(-2) =.

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

89

Jawaban:
f(g(x + 1))= -2x2 4x + 1
f(x) = 2x + 1 f(g(x))= 2g(x) + 1
f(g(x + 1)) = 2g (x + 1) + 1
2g(x + 1) + 1 = -2x2 4x 1
2g(x + 1) = -2x2 4x 2
g(x + 1) = -x2 2x 1
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

90

g(x + 1) = -x2 2x 1
g(x) = -(x 1)2 2(x 1) 1
g(2) = -(2 1)2 2(2 1) 1
= -1 2 1 = -4
Jadi g(2) = - 4

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

91

KOMPOSISI FUNGSI
Ada 3 himpunan yaitu, A = {2, 3, 4, 5}, B = {5, 7, 9, 11}
dan C = {27, 51, 66, 83}.
f : AB ditentukan oleh rumus f(x) = 2x+1
g: BC ditentukan oleh rumus g(x) = x+2.
Ditunjukkan oleh diagram panah sbb:

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

92

KOMPOSISI FUNGSI
Jika h merupakan fungsi dari A ke C sehingga :
2 27
3 51
4 66
5 83

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

93

KOMPOSISI FUNGSI
Fungsi h dari A ke C disebut fungsi komposisi dan
h( x) ( g f )( x).
f
ditulis h g atau

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

94

KOMPOSISI FUNGSI
Contoh :
Diketahui
: f(x) = x + 1 dan g(x) = 2x 3.
Ditanya : 1. (f g)(x)
2. (g f)(x)
Jawab :
a. (f o g)(x) = f (g(x))
= f(2x 3)
= (2x 3) + 1
= 4x 12x + 9 + 1
= 4x 12x + 10
b. (g o f)(x) = g (f(x))
= g(x + 1)
= 2(x + 1) 3
= 2x - 1
Jadi pada komposisi fungsi tidak berlaku sifat komutatif.
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

95

LATIHAN SOAL

1. Diketahui : f(x) = x - 4 dan g(x) = - 4x + 1.

Ditanya : a. (f g)(x)
b. (g f)(x)
c. (f f)(x)
d. (g g)(x)

2.Diketahui f : R R dan g : R R ditentukan oleh


f(x) = x + 3 dan (f o g)(x) = x + 6x + 7, maka
tentukan g(x) !

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

96

INVERS FUNGSI
Diberikan fungsi f : X Y. Kebalikan (invers) fungsi f
adalah relasi g dari Y ke X.

Pada umumnya hasil invers suatu fungsi belum


tentu merupakan fungsi
Apabila f : XY merupakan korespondensi 1-1
maka invers fungsi f juga merupakan fungsi
Notasi invers fungsi adalah f
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

97

INVERS FUNGSI

(1)

(2)

(3)

Terlihat bahwa fungsi yang hasil inversnya juga


berupa fungsi hanya pada gambar 3.

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

98

CONTOH
Tentukan rumus fungsi invers dari fungsi
f(x) = 2x + 6
Jawab :
y = f(x) = 2x+6
y = 2x+6
2x = y-6
x = (y-6)
Jadi : f (y)= (y-6) atau f (x)= (x-6)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

99

LATIHAN SOAL 2
Tentukan rumus fungsi invers dari
fungsi
1. f(x) = -3x + 6
2. f(x) = 4x + 8
3. f(x) = 8x - 2

100
100
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

100

INVERS FUNGSI
1

( g f ) ( x) ( f g )( x)
1

( f g ) ( x) ( g f )( x)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

101

CONTOH SOAL
Diketahui :
f(x) = x+3
g(x) = 5x 2
Hitunglah (fg) (x)

Cara 2 :

Cara 1
(fg)(x) = f(g(x))
= g(x) +3
= 5x-2+3
= 5x+1
(fg)(x) = y = 5x+1
5x = y-1
x = (y-1)/5
(fg)(x) = x -
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

102

LATIHAN SOAL 3
Diketahui :
f(x) = x - 2
g(x) = 2x + 1
Hitunglah
1. (fg) (x)
2. (gf) (x)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

103

OPERASI FUNGSI
Diberikan skalar real a dan fungsi-fungsi f dan g.
Jumlahan f + g , selisih f - g , hasil kali skalar a. f ,
hasil kali f .g , dan hasil bagi f /g masing-masing
didefinisikan sebagai berikut:
(f+g)(x)= f(x) + g(x)
(f-g)(x)=f(x) - g(x)
(af)(x) = a f(x)
(f.g)(x)= f(x)g(x)
(f/g)(x)= f(x)/g(x) , g(x)0

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

104

CONTOH SOAL
Diketahui :
f(x) = 2x-4
g(x) = -3x+2
Ditanya :
1. f+g = 2x-4-3x+2 = -x-2
2. fg = 2x -4 (-3x+2) = 5x - 6
3. f g = (2x 4)(-3x+2) = -6x + 16x 8
4. f/g = (2x-4)/(-3x+2) = (-6x+8x+8)/(9x-4)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

105

LATIHAN SOAL

Diketahui :
f(x) = 3x+2
g(x) = 4-5x
Ditanya :
1. f+g
2. fg
3. f g
4. f/g

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

106

LATIHAN SOAL

Diketahui :
f(x) = x -1
Hitung :
a. f(1)
b. f(0)
c. f(-6)
d. f(-2)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

107

LATIHAN SOAL

Diketahui :
F(x) = 3x3 + x
Hitung :
a. F(-6)
b. F(3,2)
c. F(1/2)
d. F()
e. F(1/x)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

108

Jenis-jenis fungsi
Fungsi

Fungsi aljabar

Fungsi
irrasional
F. Polinom
F. Linier
F. Kuadrat
F. Kubik
F. Bikuadrat

10/13/15

Fungsi non-aljabar
(transenden)

Fungsi rasional

F.Pangkat

AGUSTINI TRIPENA

F. Eksponensial
F. Logaritmik
F. Trigonometrik
F. Hiperbolik

109

RELASI DAN FUNGSI

Beberapa Fungsi Khusus

1).
2).
3).
4).

Fungsi
Fungsi
Fungsi
Fungsi

Konstan
Identitas
Modulus
Genap dan Fungsi Ganjil

Fungsi genap jika f(x) = f(x), dan


Fungsi ganjil jika f(x) = f(x)
5). Fungsi Tangga dan Fungsi Nilai Bulat
Terbesar
[[ x ] = {b | b x < b + 1, b bilangan bulat,
xR}
Misal, jika 2 x < 1 maka [[x] = 2
6). Fungsi Linear
10/13/15
AGUSTINI TRIPENA
110

1. FUNGSI KONSTAN
Notasinya : f(x) = c
Apabila terdapat fungsi f : AB, Fungsi f disebut
fungsi konstan jika setiap anggota A dipetakan ke
satu anggota B yang sama
Misalkan : f(x) = 2 dan x bil real
Grafik fungsi ini berupa garis lurus sejajar sumbu x

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

111

lanjutan FUNGSI KONSTAN


Suatu fungsi f dari A ke dalam B disebut fungsi
konstan jika elemen b B yang sama
ditetapkan untuk setiap elemen dalam A.
Dengan kata lain, f : a B adalah suatu fungsi
konstan jika daerah nilai dari fungsi f hanya
terdiri dari satu elemen.
Contoh 1: Misalkan fungsi f didefinisikan oleh
diagram:

Maka f bukan fungsi


karena jangkau
dari f
AGUSTINIkonstan
TRIPENA
112

10/13/15

Contoh 2:
Misalkan fungsi f didefinisikan oleh
diagram:

Maka f adalah fungsi konstan karena 3


ditetapkan untuk setiap elemen A
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

113

2. Fungsi Identitas
f(x) = x
contoh : f(1) = 1

3. Fungsi Modulus (mutlak)


f(x) = |x| = x jika x 0
f(x) = |x| = -x jika x < 0
contoh :
f(x) = |x|
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

114

Soal
Buat grafik dari fungsi :
f(x) = |x-2|
f(x) = -2x
f(x) = -2

4. Fungsi Genap dan


Ganjil

Fungsi, y = f(x) dikatakan:


Genap, jika f(-x)=f(x)
Ganjil, jika f(-x) = - f(x)
Contoh:
Fungsi Genap
Grafik fungsi genap y = f(x) simetris
terhadap sumbu y

Fungsi Ganjil
Grafik fungsi ganjil y = f(x)
simetris terhadap titik asal.

Soal
Selidikilah apakah

Fungsi genap, ganjil atau bukan


keduanya?
F(x) = x + x, Fungsi genap, ganjil
atau bukan keduanya?

5. Fungsi linear
Bentuk umum: y = f(x) = ax + b, a dan b
konstanta
a = kemiringan garis
b = perpotongan garis dengan sumbu-y
Df = ,

Daerah asal dan daerah hasil:


Wf =
Grafik:

y
b

y = ax + b
x
119

6. Polinomial
Bentuk umum:
y = P(x) = an xn + an-1 xn-1 + + a2 x2 + a1 x + a0
dimana: an, an-1, , a1, a0 = konstanta,
n = derajat polinom ( an 0)
Daerah asal:

10/13/15

Df =

AGUSTINI TRIPENA

120

Fungsi polinom : fungsi yang


mengandung banyak suku
(polinom) dalam variabel
bebasnya.
y = a0 + a1x + a2x2 +...+
anxn
Fungsi Linear : fungsi polinom
khusus yang pangkat tertinggi
dari variabelnya adalah
pangkat satu (fungsi
berderajat satu).

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

121

Fungsi Kuadrat : fungsi polinom


yang pangkat tertinggi dari
variabelnya adalah pangkat dua,
sering juga disebut fungsi
berderajat dua.
y = a0 + a1x + a2x2
a2 0
Fungsi berderajat n : fungsi
yang pangkat tertinggi dari
variabelnya adalah pangkat n (n
= bilangan nyata).
y = a0 + a1x + a2x2 + + an-1xn1
+ a xn

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

122

Fungsi Pangkat : fungsi yang


veriabel bebasnya berpangkat
sebuah bilangan nyata bukan
nol.
y = xn
n = bilangan nyata
bukan nol.
Fungsi eksponensial : fungsi
yang variabel bebasnya
merupakan pangkat dari suatu
konstanta bukan nol.
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

123

JENIS-JENIS FUNGSI
1. ONE ONE /INTO (INJEKTIF)
Fungsi f dikatakan satu-ke-satu (oneto-one) atau injectif jika tidak ada dua
elemen himpunan A yang memiliki
bayangan sama.
Dengan kata lain, jika a dan b adalah
anggota himpunan A, maka f(a) f(b)
bilamana a b.
Jika f(a) = f(b) maka implikasinya adalah
a = b.
Misalnya Fungsi f(x) = 2x adalah fungsi
124

JENIS INJEKTIF

Apabila setiap anggota himpunan B


mempunyai yang kawan di A, kawannya
tunggal, maka f disebut fungsi injektif atau
fungsi 1-1 (into function).

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

125

Contoh1:
Relasi f = { (1, w), (2, u), (3, v)}
dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w, x}
adalah fungsi satu-ke-satu.
Contoh2:
Relasi f = { (1, u), (2, u), (3, v)}
dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w}
adalah bukan fungsi satu-ke satu
karena f(1) = f(2) = u.
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

126

2. FUNGSI ONTO /PADA


(Surjektif)
Fungsi f dikatakan dipetakan pada
(ONTO) atau surjektif jika setiap
elemen B merupakan bayangan sari
satu atau lebih himpunan A.
Dengan kata lain, seluruh elemen B
merupakan jelajah dari f. Fungsi f
disebut fungsi pada himpunan B.
Semua elemen di B merupakan peta
dari elemen-elemen A (Range A = B
atau f(A) = B). maka f adalah suatu
Fungsi

127

Contoh1:
Relasi f = { (1, u), (2, u), (3, v)}
dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w}
bukan fungsi pada karena w tidak
termasuk jelajah dari f.
Contoh2:
Relasi f = { (1, w), (2, u), (3, v)}
dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w}
merupakan fungsi pada karena
semua anggota B merupakan
jelajah dari f.

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

128

3. BIJEKSI (Korespodensi satu


ke satu)
Fungsi f dikatakan berkorespoden
satu-ke-satu atau bijeksi jika ia
fungsi satu-ke-satu dan juga fungsi
pada.atau
Bijektif (Korespondensi Satu-satu)
Apabila f: A B merupakan fungsi
injektif dan surjektif maka f adalah
fungsi yang bijektif
Contoh:
Relasi f = { (1, u), (2, w), (3, v)}
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

129

Jika setiap anggota himpunan B mempunyai


tepat satu kawan di A maka f disebut fungsi
bijektif atau korespodensi 1-1. Mudah
dipahami bahwa korespondensi 1-1 adalah
fungsi surjektif sekaligus injektif.

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

130

LATIHAN

Fungsi

131

Fungsi

132

FUNGSI LINIER
Notasinya : f(x) = mx+n
Grafik fungsi ini berupa garis lurus
dengan gradien m dan melalui titik (0,n)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

133

FUNGSI LINEAR
1.Bentuk Umum Fungsi Linear
Fungsi ini memetakan setiap x R kesuatu
bentuk ax + b dengan a 0, a dan b
konstanta.
Grafiknya berbentuk garis lurus yang
disebut grafik fungsi linear dengan
Persamaan y = mx + c, m disebut gradien
dan c konstanta
2. Grafik Fungsi Linear
Cara menggambar grafik fungsi linear ada 2 :
1. Dengan tabel
2. Dengan menentukan titik- titik potong
dengan
10/13/15

sumbu x dan
sumbu
AGUSTINI
TRIPENA y

134

GRAFIK FUNGSI
Diketahui :
f(x) = x+1 dimana domain dan kodomain berupa
bil riil
Menuliskan fungsi dalam tabel

Menuliskan fungsi dalam grafik Kartesius

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

135

GRAFIK FUNGSI
Diketahui :
f(x) = 2x dimana domain dan kodomain berupa bil riil
Menuliskan fungsi dalam tabel

Menuliskan fungsi dalam grafik Kartesius

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

136

Contoh :
Suatu fungsi linear ditentukan oleh y = 4x 2
dengan daerah
Asal {X\-1 X 2, X R}
a. Buat tabel titik-titik yangmemenuhi persamaan
diatas .
b. Gambarlah titik-titik tersebut dalam diagram
Jawa
Cartesius.
c.ba.Tentukan
titik
grafik dengan sumbu X
Ambil sembarang
titikpotong
pada domain
dan sumbu Y.
X
Y = 4x-2

-1
-6

0
-2

1
2

2
6

Jadi, grafik fungsi melalui titik-titik (-1,-6), (0,-2), (1,2), (2,6)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

137

c. Titik potong dengan sumbu x ( y= 0 )


y = 4x 2

b.

0 = 4x - 2

2 = 4x
x =1

2
-2 -1 O
-1

1 2 X
-2

-6
10/13/15

2
Jadi titik potong dengan sumbu X
adalah
Titik potong dengan sumbu Y ( x = 0 )
( ,0)
y = 4x 2
y = 4(0) 2
y = -2
Jadi titik potong dengan sumbu Y adalah
(0,-2)
AGUSTINI TRIPENA

138

3. Gradien Persamaan Garis Lurus


Cara menentukan gradien :
(i). Persamaan bentuk y = mx+c, gradiennya
adalah m.
(ii). Persamaan bentuk ax+by+c=0 atau
ax+by=-c adalah
(iii). Persamaan garis lurus melalui dua titik
(x1,y1) dan (x2,y2), gradiennya adalah
Contoh
:
1. Tentukan gradien persamaan garis berikut
a. y = 3x 4
b. 2x 5y = 7
2. Tentukan gradien garis yang melalui pasangan
titik (-2,3) dan (1,6)
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

139

Jawab :

1a. Y = 3x 4
gradien = m = 3
b. 2x - 5y = 7, a = 2 dan b = - 5
a
2 = m =
b
5
2. m

y2 y1

x2 x1

63

1 (2)

63

1 2
=
10/13/15

1
AGUSTINI TRIPENA

140

4. Menentukan Persamaan Garis Lurus


Persamaan garis melalui sebuah titik
(x1,y1) dan gradien m adalah y y1 = m
( x x1 )

y y1 garis
x x1 melalui dua titik
Persamaan
,y ) adalah
(x1,y1) ydan
(x
y 2x 2x
2

Contoh 1 :
Tentukan persamaan garis yang melalui
titik ( -2, 1 ) dan gradien -2
Jawab :
y y1 = m ( x x 1 )
y 1 = -2 ( x (-2))
y - 1 = -2x 4
10/13/15
AGUSTINI
y = -2x
- 3TRIPENA

141

Contoh 2 :
Tentukan persamaan garis yang
y yP(-2,
x x3)
melalui titik
dan Q(1,4)
1
1

y2 y1

x2 x1

y 3 x 2

4 3 1 2
y 3 x 2

1
3

3(y 3) = 1(x + 2)
3y 9 = x + 2

10/13/15

3y - x 11 = 0
AGUSTINI TRIPENA

142

5. Kedudukan dua garis lurus


Dua garis saling berpotongan jika
m1 m2
Dua garis saling sejajar jika m1 =
m2
Dua garis saling tegak lurus jika
Contoh :
m1. m2 = -1 atau m1 = - 1/m2
1.Tentukan persamaan garis lurus
yang melalui titik (2,-3) dan sejajar
dengan garis x 2y + 3 = 0
2.Tentukan persamaan garis lurus
yang melalui titik (-3,5) dan tegak
lurus pada 6x 3y 10 = 0
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

143

Jawab :
1. Diketahui persamaan garis x 2y + 3 = 0

a
1 1
m1

b
2 2

m1 m2

maka m1

1
2

Persamaan garis melalui titik (2,-3) dan


gradien
adalah
y y1 = m ( x x 1 )
y+3 =(x2)
y+3 =x1
2y + 6 = x 2
x 2y 8 = 0
Jadi persamaan garis lurus yang sejajar dengan
garis x 2y + 3 = 0 dan melalui titik (2,-3)
adalah x 2y 8 = 0
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

144

2. Diketahui persamaan garis 6x 3y 10 = 0.


a
6
m1
2
b
3

1 1
1
m1 m2 1 m2

m1
2
2

Persamaan garis lurus yang dicari melalui


titik (-3,5) dan bergradien -, maka
persamaannya adalah
y y1 = m(x x1)
y 5 = - (x + 3)
y 5 = -x 2y 10 = -x 3
x + 2y 10 + 3 = 0
x + 2y 7 = 0
Jadi, persamaan
garis
lurus yang melalui
titik
10/13/15
AGUSTINI
TRIPENA
145

LATIHAN SOAL 6
Diketahui :
1. f(x) = 2x-1
2. f(x) = -2x - 2
dimana domain { x | -3 x 3, x R }
Ditanya :
1. Tuliskan fungsi dalam bentuk tabel
2. Tuliskan fungsi dalam grafik kartesius

146
146
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

146

FUNGSI KUADRAT
1.Bentuk umum fungsi kuadrat
y = f(x) ax2+bx+c dengan a,b, c R dan a 0
Grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola simetris
2. Sifat-sifat Grafik Fungsi Kuadrat
Berdasarkan nilai a
(i) Jika a > 0 (positif), maka grafik terbuka ke atas. Fungsi
kuadrat memiliki nilai ekstrim minimum, dinotasikan
ymin atau titik balik minimum.
(ii) Jika a < 0 (negatif), maka grafik terbuka ke bawah.
Fungsi kuadrat memiliki nilai ekstrim maksimum,
dinotasikan ymaksAGUSTINI
atauTRIPENA
titik balik maksimum.
147

10/13/15

Berdasarkan Nilai Diskriminan (D)


Nilai diskriminan suatu persamaan kuadrat adalah
D = b2 4ac
Hubungan antara D dengan titik potong grafik dengan
sumbu X
(i)

Jika D > 0 maka grafik memotong sumbu X di dua


titik yang berbeda.

(ii) Jika D = 0 maka grafik menyinggung sumbu X di


sebuah titik.
(iii) Jika D < 0 maka grafik tidak memotong dan tidak
menyinggung sumbu X.

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

148

Kedudukan Grafik Fungsi Kuadrat


Terhadap Sumbu X

a>0
D=0

a>0
D>0

(i)

a>0
D<0

(ii)

(iii)

(iv)

10/13/15

a<0
D>0

a<0
D=0

(v)

AGUSTINI TRIPENA

a<0
D<0

(vi)

149

3. Menggambar Grafik Fungsi Kuadrat


Langkah-langkah menggambar grafik fungsi kuadrat :
(i)

Menentukan titik potong dengan sumbu X (y = 0)

(ii)

Menentukan titik potong dengan sumbu Y (x = 0)

(iii) Menentukan sumbu simentri dan koordinat titik balik

b
x
2a

Persamaan sumbu simetri adalah

Koordinat titik puncak / titik balik adalah

b D
,

2a 4a

(iv) Menentukan beberapa titik bantu lainnya (jika di perlukan)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

150

Grafik fungsi kuadrat


.Grafik fungsi kuadrat berupa parabola
.Cekung ke atas untuk a > 0
.Cekung ke bawah untuk a < 0
.Sumbu simetri x = -b/2a
.Titik puncak (-b/2a, f(-b/2a))
.f(-b/2a) minimum untuk a < 0f(-b/2a)
.f(-b/2a) maksimum untuk a > 0
.Memotong sumbu-y di titik (0, f(0))
.Jika D = b2 - 4ac >0, maka grafik memotong
sumbu-x di dua
titik (x1 dan x2)
.Jika D = b2 - 4ac =0, maka grafik memotong
sumbu-x di satu
titik (x1 = x2)
.Jika D = b2 - 4ac < 0, maka grafik tidak
memotong
sumbu-x
10/13/15
AGUSTINI TRIPENA
151

Gambarlah grafik fungsi kuadrat y = x2 4x 5.


(i)

Titik potong dengan sumbu X (y = 0)

x2 4x 5 = 0
(x + 1)(x 5) = 0
x = -1 atau x = 5

Jadi, titik potong grafik dengan sumbu X adalah titik (-1, 0) dan (5, 0).
(ii)

Titik potong dengan sumbu Y (x = 0)


y = 02 4(0) 5
y = -5

Jadi titik potong dengan sumbu Y adalah titik ( 0, -5 )

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

152

b ( 4) 4
x

2
4a
2(1)
2
D ((4) 2 4(1)(5))
y

9
4a
4(1)
Jadi, sumbu simetrinya x = 2 dan koordinat titik
baliknya (2, -9).
(iv) Menentukan beberapa titik bantu. Misal untuk x = 1,
maka y = -8.
Jadi, titik bantunya (1, -8).

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

153

FUNGSI KUADRAT

Grafiknya :

-1

-1
-2
-3
-4
-5

-6
-7
-8
-9

Persamaan fungsi kuadrat f(x) =ax2 + bx + c


apabila diketahui grafik fungsi melalui tiga titik
Contoh:
Tentukan fungsi kuadrat yang melalui titik (1,-4), (0,-3)
dan (4,5)
Jawab:
f(x) = ax2 + bx + c
f(1) = a(1)2 + b(1) + c = -4

a + b + c = -4 . . . 1)

f(0) = a(0)2 + b(0) + c = -3


0 + 0 + c = -3

c = -3 . . . 2)

f(4) = a(4)2 + b(4) + c = 5


16a + 4b + c = =5 . . . 3)
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

155

Substitusi 2) ke 1)
a + b 3 = -4
a + b = -1 . . . 4)
Substitusi 2) ke 3)
16a + 4b 3 = 5
16a + 4b = 8 . . . 5)
Dari 4) dan 5) diperoleh :
a + b = -1 x 4
4a + 4b = -4
16a + 4b = 8 x 1 16a + 4b = 8 _
-12a = -12
a = 1
Substitusi a = 1 ke 4)
1 + b = -1
b = -2
Jadi, fungsi kuadratnya adalah f(x) = x2 -2x -3
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

156

Persamaan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx


+ c apabila diketahui dua titik potong
terhadap sumbu X dan satu titik lainnya
dapat ditentukan dengan rumus berikut .

f ( x) a( x x )( x x )
1
2
Contoh :
Tentukan persamaan fungsi kuadrat yang
memotong sumbu X di titik A (1,0), B(3,0), dan memotong sumbu Y di titik (0,3)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

157

Jawab :

f ( x) a( x x1 )( x x2 )

Titik (1,0) dan (-3,0) disubstitusikan ke f(x) menjadi :


f(x) = a(x 1)(x + 3) . . . 1)
Kemudian subsitusikan (0,3) ke persamaan 1) menjadi :
3 = a(0 - 1)(x + 3)
3 = -3a
a = -1
Persamaan fungsi kuadratnya menjadi :

f ( x) 1( x 1)( x 3)

1( x 2 x 3)
2

f ( x) x 2 2 x 3
Jadi fungsi kuadratnya adalah
10/13/15

f ( x) x 2 2 x 3

AGUSTINI TRIPENA

158

Persamaan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx


+ c apabila diketahui titik puncak grafik
(xp yp) dan satu titik lainnya dapat
ditentukan dengan rumus berikut.

f ( x) a( x y p ) y p
2

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

159

Contoh :
Tentukan persamaan fungsi kuadrat yang titik
puncaknya (-1, 9) dan melalui (3, -7)
Jawab :

f(x) = a(x xp)2 + yp

(xp , yp) = (-1, 9)

f(x) = a(x + 1 )2 + 9 . . . 1)
Subsitusikan titik (3,-7) ke persamaan 1) menjadi :
-7 = a(3 + 1)2 + 9
-16 = 16 a
a= 1
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

160

Jarak Dua Titik di Bidang


Jarak dua titik P(X1, Y1) dan Q (X2,Y2)
PQ

x2 x1 y2 y1

PQ

x1 x2 y1 y2

Q (x2,y2)
Q (x2,y2)
P (x1,y1)
P (x1,y1)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

161

2. Diketahui titik M (6,-1) dan N (2,-4).


Hitunglah jarak MN?
Penyelesaian :
M (x1,y1) = (6,-1)
N (x2,y2)= (2,-4)

MN
MN

x1 x2 y1 y2
62 1(4)
2

4 2 3 2 25 5

Jadi jarak MN = 5

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

162

FUNGSI KUBIK
Fungsi kubik: .

f ( x) a3 x 3 a 2 x 2 a1 x a0 , a3 0

163
163
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

163

FUNGSI PECAH

164
164
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

164

FUNGSI IRASIONAL

165
165
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

165

FUNGSI EKSPONEN
f(x) =2X

X
3
2

1
0
1
2
3
...
n

2 3
22
2 1
20
21
22
23

2n

D = domain K = kodomain
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

166

Grafik f: x f(x) = 2x

(5,32)

untuk x bulat dalam [0, 5]


adalah:
x

F(x)=2x 1

16

32

(4,16)

(3,8)

(2,4)
(1,2)
(0,1)

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

167

Kedua grafik melalui titik (0, 1)

Sifat

Kedua grafik simetris terhadap sumbu Y

Y
7

1
g(x) =
2

f(x)= 2

merupakan grafik yang menurun, dan


keduanya berada di atas sumbu X
(nilai fungsi senantiasa positif)

4
3
2
1

3 2 1 O

Grafik f: x 2x merupakan grafik


naik/mendaki dan grafik g: x

1 2 3 X

Dari kurva tersebut dapat dicari berbagai


nilai 2x dan nilai
untuk berbagai nilai x real

Sebaliknya dapat dicari pangkat dari 2 jika hasil perpangkatannya diketahui.


Atau: menentukan nilai logaritma suatu bilangan dengan pokok logaritma 2.
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

168

FUNGSI EKSPONENSIAL UMUM


Grafik
Y
7
6

0<a<1

a> 1

5
4
3

Fungsi eksponen dengan


bilangan dasar a . Maka
f(x) = ax
a > 0, a 1
Catatan: f(x) = 2x
f(x) = 2-x =
Grafik simetri thd s Y

2
1

3 2 1 O

10/13/15

1 2 3 X

AGUSTINI TRIPENA

169

Aplikasi Fungsi
Eksponensial

1. Model Pertumbuhan dengan waktu


penggandaan (doubling time)

N (t ) No.2

t/h

No.2

N(t) = pop. Pd saat t


No = pop awal
h = waktu penggandaan
2. Waktu paruh

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

170

kt

2. Waktu Paruh

1
A(t ) Ao.
2

t/ p

A(t) = pop. pd saat t


Ao = pop awal
p = waktu paruh

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

171

3. Bunga Majemuk

A(t ) Ao.(1 )

r nt
n

A(t) = pop. pd saat t


Ao = pop awal
t = waktu
r = bunga majemuk
N = tahun

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

172

FUNGSI EKSPONENSIAL ASLI


Fungsi eksponensial asli adalah fs eksp dengan
bil dasar e yang ditulis y = f(x) = ex
X bil real dan e = 2,718281829459
Df = R , Range = (0, )

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

173

APLIKASI EKSPONENSIAL ASLI


1. Model Pertumbuhan Malthus
Model Pertumbuhan Malthus disebut juga model
pertumbuhan geometrik dengan persamaan

N (t ) N o .e

rt

N(t) = pop. pd saat t


r = laju pertumbuhan perkapita jika r > 0
= laju pertumbuhan perkapita jika r < 0
No = pop.awal = pop pada saat t = 0
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

174

2. Bunga majemuk sinambung

r
lim 1
n
n

nt

rt

Jika uang (modal) sebesar Ao diinvestasikan


bunga majemuk sinambung 100 r(r%), maka
banyaknya uang pada akhir tahun ke t adalah

A(t ) Ao .e
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

rt

175

FUNGSI LOGARITMA
Logaritma merupakan kebalikan dari
eksponen.
Fungsi logaritma juga merupakan kebalikan
dari fungsi eksponen.

f ( x ) log x
a

Untuk a > 1, a R

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

176

Fungsi logaritma didefinisikan


dengan persamaan :
y = f(x) = logax , a > 0 , a 1
Fungsi ini terdefiniskan untuk x > 0,
dan merupakan invers dari fungsi
eksponen.

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

177

Secara visual grafik fungsi eksponen dan


fungsi logaritma adalah sebagai berikut :
Y

y ax

y a log x

o
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

178

Contoh 1 :
a. 8 = 23
b. = 2-2
Jawab :
a. 8 = 23
b. = 2-2

log 8 = 3
2
log = -2

Contoh 2 :
Nyatakan persamaan berikut ke dalam bentuk
perpangkatan yang ekuivalen
a. 4 = 2 log 16
1
2
b. -6 =
log 64
Jawab :
a. 4 = 2log 16 24 = 16
b. -6 = 2log 1
2-6 =1
10/13/15

64

64

AGUSTINI TRIPENA

179

Contoh 3 :
Gambarkan grafik fungsi f(x) = 2 log
x+2
Jawab :
Sebelum menggambar grafik kita dapat menggunakan
bantuan tabel berikut.
x

f(x) = 2 log x+2


0

2
4
8
10/13/15

3
4
5
AGUSTINI TRIPENA

180

Grafiknya
6
5

f ( x) log x 2
2

4
3
2
1
-1 -2 O

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

9 10

181

Gambarlah garfik fungsi logaritma y =


y = f(x) = 2log x - 2
x

log x - 2
-2
-1

10/13/15

2
4
8

1
2
3
AGUSTINI TRIPENA

182

Grafiknya 2log x - 2
2
1
0
-1
Sumbu y
-2
-3
-4
-5
Sumbu x
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

183

SIFAT-SIFAT FUNGSI
LOGARITMA
1. blog 1 = 0
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

log b = 1
bb logx = x
b
log mn = blog m + blog n
b
log m/n = blog m - blog n
b
log bx = x
b
log mp = blog m
b
log m = blog n m = n
b

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

184

def lain untuk bx


bx = ex ln b
Apa bila yb = blog x maka x = by
ln x = y ln b
Y = ln x = x = ey
Y = ln x/ ln b
b
log x = ln x/ ln b

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

185

Contoh:
Carilah x yang memenuhi
b
log 4 - blog 8 + blog 2 = blog x
b
log 43/2 - blog 82/3 + blog 2 = blog x
b
log (41/2)3- blog (81/3)2+ blog 2 = blog x
b
log 8 - blog 4 + blog 2 = blog x
b
log 8/4.2 = blog x
b
log 4 = blog x
4=x
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

186

Fungsi Trigonometri

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

187

Contoh
Penyelesaian
X

Sin x

210

Sin x

10/13/15

30

45

60

90

120

135

150

1
225

240

270

300

0
315

330

-1

AGUSTINI TRIPENA

180

360
0

188

Grafik sinus
1.5
1
0.5
Sumbu y

0
-0.5
-1
-1.5
Sumbu x

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

189

FUNGSI TRIGONOMETRI
Grafik y = sin x
1
amplitudo
0

900

2700

3600

-1
1 periode
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

190

Periode 3600

Grafik y = 2 sin x

2
Amlpitudo 2

1
0

900

1800

-1

2700

3600
Y=sin x

-2
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

191

Grafik y = sin 2x

pereode
1

amplitudo
450

900

1350 1800 2250 2700 3150 3600

-1
Y=sin x

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

192

Contoh
Penyelesaian
X

30

45

60

90

120

135

150

210

225

240

270

300

315

330

360

cos
x
X
cos
x

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

193

180

Grafik Cosinus
1.5
1
0.5
Sumbu y

0
-0.5
-1
-1.5
Sumbu x

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

194

Grafik y = cos x
1
amplitudo

-900

00

900

1800

-900
2700

-1
1 periode
10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

195

bersambung

10/13/15

AGUSTINI TRIPENA

196