Anda di halaman 1dari 6

Laporan: Hasil Bina Kepemimpinan

Di: Griya Sekesalem, Bandung Jawa Barat


Tanggal: 22 24 Tahun 2015
1. Materi: Kepemimpinan Kristen
Pembicara: Pnt. Johan Tumanduk
Isi: Di sini saya di ajarkan apa itu Kepemimpinan Kristen dengan dasar kepercayaan
sepenuhnya kepada Tuhan. Bila kita berpikir dan berbicara mengenai kepemimpnan
Kristen, maka ada suatu persoalan yg dasar akan segara muncul: apa yang
membuat/menjadikan kepemimpinan Kristen itu Kristen? Dengan kata lain: ciri-ciri khusus
dan kualitas khususapa yang terdapat pada kepemimpinan pada umumnya? Kita harus
memiliki:
- Kasih
- Pengabdian
- Pembawa Pesan
- Memiliki Wawasn
- Berkeyakinan Kuat & Percaya Diri
- Tekun Sabar & Selalu Bersemangat
- Berkemauan Untuk Bekerja Keras
- Memiliki Rasa Disiplin Pada Diri Sendiri
- Dapat Merangkul Para Anggota Dengan Baik
Delapan point tersebut memiliki sesuatu yang kuat agar dapat di terapkan dan di wujudkan agar
kepengerusan Gereja khususnya di Gerakan
Pemuda dapat berjalan dengan baik dan benar serta dapat merangkul para AGP (Anggota
Gerakan Pemuda) yang tadinya tidak aktif menjadi aktif kembali.

2. Materi: GP GPIB & Penyusunan Proker


Pembicara: Rudolf Oweth Haurissa

Isi: Di sini kami membahas tentang sejarah terbentuknya GPIB di awal tahun 1948 pada
tanggal 30 bulan Oktober. Di jelaskan juga pada awal tersebut sudah banyak juga
Komunitas Pemuda di jemaat GPIB khususnya di kota-kota besar seperti Persatua Pemuda
Kristen, Angkatan Muda Kristen, Persatuan Pemuda ProtestanPersatuan Pemuda
Jogjakarta, MP, Protestantsche Jongeren Club. Sampai akhirnya pada tahun 1950 di
adakan konfrensi I Pemuda GPIB di Surabaya yang mennghasilkan komisi pemuda Sinode
dalam hal peleburan Jemaat. Tanggal 15 Juli tahun 1950 tercetus sebuah nama Gerakan
Pemuda dengan melalui itu maka tercetuslah sebuah visi yaitu: Pelkat GP Gpib menjadikan
Pemuda GPIB yang Misioner dalam hal
1. Benteng Iman / Spiritual
2. Sosialisasi (Progam)
3. Wawasan kebangsaan Global ( Oikumene Gereja-Gereja)
4. Kader Gereja & Masyarakat
Lagu Mars GP di ciptakan oleh Tijs Loppies salah satu Jemaat di Gpib Gloria di Bekasi
Penyusunan Progam Kerja. Disini kami di berikan pengajaran bagaimana membuat
penyusunan progam kerja rutin dan non rutin. Ada beberapa acuan yang perlu kita lihat dan
telaah dalam membuat sebuah progam kerja
1. Mengajak dan menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan para Anggota Gerakan
Pemuda agar Pengurus Gerakan Pemuda dapat mengetahui apa yang menjadi
kebutuhan dari para Anggota
2. Melihat serta memahami kekuatan dari devisa atau pendapatan gereja melalui ARK atau
Anggaran Rutin Kerja selama setahun yang telah di sediakan oleh PHMJ agar tidak
menimbulkan perdebataan Pengurus Gerakan Pemuda dengan PHMJ
3. Harus Smart
a. Spesifik
b. Measureable
c. Archive
d. Realistic
e. Time Bound
4. Untuk rutin sendiri harus berdasarakan 4 Triwulan sedangkan non rutin yang skala
prioritasnya di adakan selama setahun sekali.
Progam Kerja juga harus di buat agar Gerekan Pemuda tersebut dapat keluar atau
melakukan kegiatan yang tidak biasa di dalam gereja maupun di luar gereja. Dengan begitu
Pengurus Gerakan Pemuda dapat mengetahui kualitas dan kuantitas dari Gerakan Pemuda
itu sendiri. Progam Kerja juga harus ada agar itu menjadi sebuah perhitungan terhadap apa
atau dampak apa yang dapat dibawa oleh seorang pemuda selama dia menjadi seorang
pemuda di gereja dimana pemuda tersebut berada.

3. Materi: Peribadahan dan Musik Gereja


Pembicara:

Isi: Kali ini kami membahas tentang rumpun Ibadah dimana fokus kami ada dua
arah antara Tuhan Manusia & Manusia Tuhan. Kami juga di ajarkan juga cara
membuat tata ibadah khusus yang benar
seperti:
a. Persiapan
i. Doa Persiapan
ii. Pembagian Tugas
iii. Pengumuman
b. Menghadap Tuhan
i. Nyanyian Pembukaan
ii. Doa Pembukaan
iii. Puji-pujian
iv. Nyanyian Umat
c. Pemberitaan Firman
i. Doa Epiklese
ii. Pembacaan Alkitab
iii. Pemberitaan Firman (Dalam berbagai bentuk dan situasi)
d. Jawaban Umat
i. Nyanyian Umat
ii. Doa Syafaat
iii. Nyanyian Persembahan
iv. Doa Persembahan
e. Pengutusan
i. Warta Pelkat
ii. Nyanyian Pengutusan
iii. Doa Penutup / Berkat
iv. Saat Teduh
Selain di ajarkan tentang rumpun kami di ajarkan oleh Pembina kami mengenai apa itu
Musik Gereja. Di ajarkan dari zaman Daud Musik Gereja itu sudah ada. Di mainkan
oleh gambus dan kecapi. Untuk dizaman modern seperti ini Anak Muda khususnya di
Gerakan Pemuda cenderung menyukai musik Easy Listening atau musik yang cukup
mudah dan simple baik dalam aransemen maupun bunyi. Biasanya di ajarkan
menggunaka Gitar, Cajon (Perkusi), Bass, & Piano untuk ibadah-ibadah khususnya di
bidang ibadah kreatif yang melibatkan Gerakan Pemuda untuk berpartisipasi dalam
Ibadah Tersebut.

5. Materi: Merencanakan & Memimpin Penelaahan Alkitab


Pembicara:
Isi: Merencanakan & Mmemimpin Penelaahan Alkitab di buat agar kita dapat
mengerti dan memahi mencari tahu dan menelaah apa isi firman Tuhan kepada

kita. Seringkali dalam ibadah khususnya Gerakan Pemuda sangat jarang kita
membahas dan menelaah bacaan Alkitab. Yang di lakukan di setiap Ibadah
hanyalah pembicaraan 2 arah tanpa mengetahui dan menelaah apa bacaan
firman Tuhan pada ibadah tersebut. Di ajarkan pula kita-kiat baik bagaimana kita
menalaah bacaan firman Tersebut
Seperti:
a. Mempersiapakan Bahasan Apa Yang Di Bawakan
b. Mengetahui Siapa yang menjadi Tokoh Utama dalam Firman tersebut
c. Membelajari Dimana tempat kejadian dan latar belakan kejadian itu
d. Mengerti akan Kemana Firman ini akan dibawakan atau apa tujuan
Firman tersebut
e. Mengetahui Bagaimana sikap kita ketika menyikapi Bacaan Firman
f. Mengetahui pula Pelajaran Apa yang bisa di petik pada Bacaan Firman
itu
Jadi sebagai Anggota Gerakan maupun Pengurus dapat mengerti apa dan dapat
di aplikasikan kedalam kehidupan kami apa isi firman Tuhan dengan mantap dan
baik. Adanya kesadaran dari kita bahwa agar setiap sebulan sekali dapat
membuat Ibadah yang temanya adalah Penalaahan Alkitab (PA) khusus di GP.

6. Materi: Menyusun & Membawakan Khotbah


Pembicara:
Isi: Selain kami harus menggunakan konsep Penelaahan Alkitab kami juga di
ajarkan untuk membawakan Firman secara Apple to Apple atau pembicaraan 2
arah. Kami dipersiapkan untuk dapat melayani sesame kami dengan cara
membawakan Firman Tuhan. Selain itu kami di ajarkan beberapa hal dalam
berkhotbah
A. Harus mempersiapkan diri baik Iman maupun Mental
B. Vokal harus jelas lantang

C. Artikulasi dalam bicara juga harus baik dan jelas agar audience dapat
mengerti apa yang menjadi point inti, pembahasan yang di bahas
D. Penguasaan diri yang baik agar tidak gugup ketika bertemu dengan Audience
E. Tidak selengekaan
F. Posisi berdiri yang baik
G. Melakukan observasi terhadap bahan bacaan
Ini bertujuan agar sebagai Pengurus Gerakan Pemuda juga bisa membawakan
Khotbah di ibadah-ibadah tertentu dan jikalau Penatua, Diaken & Pendeta tidak
dapat memimpin Ibadah Gerakan Pemuda dan juga mengajarkan kami sebagai
Pengurus Gerakan Pemuda agar dapat Membawakan Firman dengan baik dan
benar

7. Materi: GP, Oikumene & Era Globalisasi


Pembicara: Pnt. Johan Tumanduk
Isi: Perkembangan zaman yang semakin maju tentunya menjadi salah satu
pengaruh besar terhadap Gerakan Pemuda. Beberapa dampak tersebut dapat
membawa GP terperosok lebih dalam oleh buaian, rayuan dunia ini. Banyak
anak GP di luar sana yang mungkin menjadi korban akan ganasnya dan
kerasnya dunia. Banyak dari anak GP kita yang mungkin belum sadar ancaman
apa jikalu kita semakin terpuruk atas kemajuan zaman ini. Kami disini ajarkan
agar lebih prepare akan apa yang kita hadapi ini dengan cara berfokus terhadap
Tuhan melalui Kolose 3 ayat 23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah

dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia jadi
dengan begitu kita hanya berfokus dengan Tuhan. Selain itu kami di ajarkan
untuk tetap bergaul dengan siapapun dan apapun latar belakangnya. Tetap
berpegang teguh kepada Bhineka Tunggal Ika dan Pluralism yang ada dan di
terapkan agar hubungan antar umat beragama dan gereja seazas dapat
berlangsung dengan baik tanpa adanya perbedaan yang berarti. Cenderungnya
Gerakan Pemuda kita jarang adanya mengadakan acara bersama lingkungan
sekitar yang bertujuan untuk menerapkan Pluralism agar dampaknya Gerakan
Pemuda dapat bergaul baik dengan teman, saudara kami di luar sana.
Selama 3 Hari itu kami membahas seputar Pemimpin yang Melayani bukan di
Layani. Karena itu kami siap menerima Tugas panggilan Gereja untuk menjadi
pilar gereja untuk kemudian hari. Semoga dengan ini kami dapat bertumbuh
kembang dan menjadikan sebagai generasi Gerakan Pemuda yang dapat
berdampak, bermanfaat bagi Gereja dan Masyarakat.

Beri Nilai