Anda di halaman 1dari 3

A.

1.

Lembaga-Lembaga Negara sebelum amandemen:


MPR:

MPR merupakan lembaga tertinggi negara yang diberi kekuasaan tak terbatas
(super power) karena kekuasaan ada di tangan rakyat dan dilakukan
sepenuhnya oleh MPR dan MPR adalah penjelmaan dari seluruh rakyat
Indonesia yang berwenang menetapkan UUD, GBHN, mengangkat presiden dan
wakil presiden. Dengan kata lain MPR merupakan penjelmaan pendapat dari
seluruh warga Indonesia.
Susunan keanggotaannya terdiri dari anggota DPR dan utusan daerah serta
utusan golongan yang diangkat termasuk didalamnya TNI/Polri.
Wewenang MPR antara lain :
1.
Membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga
negara yang lain, termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang
pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris.
2.
Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan
Majelis.
3.
Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil
Presiden.
4.
Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai
pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban
tersebut.
5.
Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan memberhentikan
Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh
melanggar Haluan Negara dan/atau Undang-Undang Dasar.
6.

Mengubah Undang-Undang Dasar 1945.

7.

Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.

8.

Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota.

9.
Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar
sumpah/janji anggota.

2.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai


lembaga negara. Anggota DPR berasal dari anggota partai politik peserta pemilu
yang dipilih berdasarkan hasil pemilu. Oleh karena itu Presiden tidak dapat
membubarkan DPR yang anggota-anggotanya dipilih oleh rakyat melalui
pemilihan umum secara berkala lima tahun sekali. Meskipun demikian, Presiden

tidak bertanggung jawab kepada DPR. DPR berkedudukan di tingkat pusat,


sedangkan yang berada di tingkat provinsi disebut DPRD provinsi dan yang
berada di kabupaten/kota disebut DPRD kabupaten/kota.
Wewenang DPR antara lain :
1.

Memberikan persetujuan atas RUU yang diusulkan presiden.

2.

Memberikan persetujuan atas PERPU.

3.

Memberikan persetujuan atas Anggaran.

4.
Meminta MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta
pertanggungjawaban presiden.

3.

PRESIDEN

Presiden adalah lembaga negara yang memegang kekuasaan eksekutif.


Maksudnya, presiden mempunyai kekuasaan untuk menjalankan pemerintahan.
Presiden mempunyai kedudukan sebagai kepala pemerintahan dan sekaligus
sebagai kepala negara. Sebelum adanya amandemen UUD 1945, presiden dan
wakil presiden diangkat dan diberhentikan oleh MPR dan bertanggung jawab
kepada MPR.
Wewenang Presiden antara lain :
1.

Presiden memegang posisi sentral dan dominan sebagai mandataris MPR,

2.

Presiden menjalankan kekuasaan pemerintahan negara tertinggi

3. Presiden selain memegang kekuasaan eksekutif (executive power), juga


memegang kekuasaan legislative (legislative power) dan kekuasaan yudikatif
(judicative power).
4. Tidak ada aturan mengenai batasan periode seseorang dapat menjabat
sebagai presiden serta mekanisme pemberhentian presiden dalam masa
jabatannya.
5.

Mengangkat dan memberhentikan anggota BPK.

6.
Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (dalam
kegentingan yang memaksa)
7.

Menetapkan Peraturan Pemerintah

8.

Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri pemilihan.

4.

Mahkamah Agung (MA)

Mahkamah Agung merupakan lembaga negara yang memegang kekuasaan


kehakiman. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk
menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Mahkamah
Agung adalah pengadilan tertinggi di negara kita. Perlu diketahui bahwa
peradilan di Indonesia dapat dibedakan peradilan umum, peradilan agama,
peradilan militer, dan peradilan tata usaha negara (PTUN).
Wewenang MA antara lain :
1.
Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan
perundangundangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang, dan
mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh undang-undang.
2.

Mengajukan tiga orang anggota hakim konstitusi.

3.
Memberikan pertimbangan dalam hal presiden memberi grasi dan
rehabilitasi.

5.

BPK dan DPA

Disamping lembaga-lembaga tinggi Negara diatas terdapat lembaga tinggi


Negara yang lain yang wewenangnya cukup minim, yaitu BPK dan DPA.
Badan Pemeriksa Keuangan
Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu
Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan undang
undang . Hasil Pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan
Rakyat dalam pasal 23 yang berbunyi :
a. Anggaran pendapatan dan belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan undangundang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran yang
diusulkan pemerintah, maka pemerintah menjalankan
anggaran tahun yang lalu. b. Segala pajak untuk keperluan negara
berdasarkan undang-undang.
c. Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang.
d. Hal keuangan negara selanjutnya diatur dengan undang-undang.
Adapun wewenang dari Dewan Pertimbangan Agung (DPA), yaitu berkewajiban
memberi jawab atas pertanyaan Presiden dan berhak memajukan usul kepada
pemerintah.