Anda di halaman 1dari 2

Politik Dunia II

Kelompok 6
Review Kelompok - "Currency War"

Sebelum memulai pembahasan mengenai currency war atau yang bila diartikan
adalah perang mata uang ini, ada baiknya kita memahami arti dari mata uang itu sendiri.
Apakah yang dimaksud dengan mata uang? Dan kemudian apa perbedaan antara mata uang
(currency) dan uang (money) itu sendiri?
Dari berbagai data yang berhasil kami kumpulkan, ada beberapa syarat atau indikator
yang menjelaskan pengertian tentang mata uang, yaitu: as a medium of exchange, unit of
account, portable, divisible, durable, dan fungible. Seluruh indikator tersebut juga merupakan
indikator yang sama dari definisi uang, perbedaannya adalah uang memiliki satu syarat
khusus, yaitu as a store of value over a long period of time. Dari syarat khusus tersebut, dapat
dikatakan bahwa uang yang kita kenal selama ini tidak memenuhi syarat untuk menjadi uang
itu sendiri, melainkan hanya sebagai mata uang. Mengapa bisa demikian? Hal ini disebabkan
oleh sistem moneter yang berbasis fiat money. Dalam sistem ini, nilai sebuah mata uang tidak
didasarkan pada apapun, sehingga nilai dari mata uang itu sangat fluktuatif. Oleh karena
ketidakstabilan yang dapat ditimbulkannya, maka tidak memenuhi syarat as a store of value
over a long period of time.
Lalu mengapa nilai mata uang yang sangat fluktuatif ini kemudian dapat
menimbulkan perang mata uang seperti yang terjadi belakangan ini? Menurut kelompok
kami, hal ini disebabkan karena penggunaan mata uang US Dollar secara global sebagai
sebuah standar, yang kemudian menciptakan ketergantungan kepada mata uang Amerika
Serikat tersebut. Secara singkat, salah satu pemicunya adalah krisis ekonomi global tahun
2008 yang bermula dari Amerika Serikat. Untuk menangani krisis 2008 tersebut, pemerintah
AS mengeluarkan paket kebijakan berupa quantitative easing, yaitu penyuntikan modal
dalam jumlah besar ke dalam pasar dengan tujuan untuk menstimulasi Dollar agar kembali
kuat. Dollar dalam jumlah besar itu kemudian diinvestasikan ke seluruh dunia, terutama ke
negara-negara berkembang seperti Indonesia. Setelah stimulasi tersebut berhasil dan Dollar
kembali menguat, maka dikeluarkan paket kebijakan berikutnya yaitu tappering off, yaitu
pemotongan dana quantitative easing sebelumnya. Pemotongan modal ini menyebabkan
dana-dana yang sebelumnya telah beredar di luar AS, ditarik kembali ke dalam AS dan
menyebabkan kelangkaan Dollar di pasar. Kelangkaan ini kemudian membuat nilai tukar US
Dollar meningkat tajam dan mata uang lainnya melemah.

Politik Dunia II

Tentu negara-negara yang terkena dampak dari lemahnya mata uang mereka tidak
tinggal diam. Pemerintahan mereka kemudian mengeluarkan berbagai paket kebijakan untuk
menyelamatkan perekonomiannya. Salah satu yang paling disoroti oleh media internasional
adalah kebijakan pemerintah Tiongkok untuk mendevaluasi mata uangnya, Yuan Remimbi.
Dinamika aksi reaksi dari kebijakan pemerintah berbagai negara inilah yang kemudian
disebut sebagai currency war.

Pertanyaan:
The Great Depression yang terjadi pada tahun 1930-1940an pada akhirnya berakhir dengan
dimulainya Perang Dunia II. Apabila perkembangan krisis ekonomi global yang terjadi saat
ini tidak bisa diredam, adakah kemungkinan akan terjadi fenomena yang serupa dengan yang
terjadi sebelumnya? Dimana jika dilihat secara garis besar, ada kemiripan antara krisis
ekonomi global saat ini dengan yang terjadi pada masa The Great Depression, yaitu
kegagalan sistem ekonomi yang diterapkan dalam mencegah krisis.