Anda di halaman 1dari 35

MAKALAH ILMU BAHAN

ESKALATOR

DISUSUN OLEH :
APRILIA DWI NUGROHO

(14518241048)

MUHAMMAD RAFII NAUFAL

(14518244003)

PENDIDIKAN TEKNIK MEKATRONIKA


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui komponenkomponen dari sebuah eskalator. Kami sajikan berdasarkan pengamatan dari
berbagai sumber. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan.
Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun
dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah
ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang Eskalator yang sengaja dipilih karena
menarik perhatian penulis untuk dicermati setiap bagiannya serta bahan dari setiap
bagian tersebut.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Kami menyadari bahwa makalah ini tidaklah sempurna. Bila
menemukan kekurangan atau kesalahan, kami mohon untuk saran dan kritiknya.
Terimakasih.

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................

ii

DAFTAR ISI................................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG......................................................................

B. RUMUSAN MASALAH.................................................................

C. TUJUAN PENULISAN...................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A. APA ITU ESKALATOR..................................................................

1. FUNGSI.....................................................................................

2. JENIS.........................................................................................

3. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN......................................

B. FISIK ESKALATOR.......................................................................

1. TAMPILAN...............................................................................

2. DAYA LISTRIK.........................................................................

3. BAGIAN, KOMPONEN DAN BAHAN...................................

A. Bagian Paling Luar...............................................................

B. Bagian Dalam.......................................................................

14

4. CARA KERJA...........................................................................

22

C. PROSEDUR KERJA ESKALATOR...............................................

23

D. PERAWATAN DAN ANALISIS KERUSAKAN............................

25

1. Perawatan Eskalator...................................................................

25

2. Sistem Perawatan.......................................................................

26

3. Prosedur Pelaksanaan.................................................................

27

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN................................................................................

29

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................

31

DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN SAAT PRESENTASI..........

32

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sebuah bangunan yang besar dan tinggi memerlukan sebuah sarana angkut
/ transportasi yang nyaman untuk aktifitas perpindahan orang dan barang
secara vertikal. Beberapa sarana angkut vertikal yang bekerja secara mekanik
elektrik adalah :
Eskalator
Travelator / Moving walk
Elevator (Lift)
(http://cv-yufakaryamandiri.blogspot.com/2012/10/elevator-eskalator-padaperencanaan.html)
Sejak jaman kuno sampai jaman pertengahan dan memasuki abad ke-13,
tenaga manusia dan binatang merupakan tenaga penggerak. Pada tahun 1899,
Charles D. Seeberger bergabung dengan Perusahaan Otis Elevator Co., yang
mana dari dia timbullah nama escalator (yang diciptakan dengan
menggabungkan kata scala, yang dalam bahasa Latin berarti langkah-langkah
(step), dengan elevator).
(http://f4iqun.wordpress.com/2007/08/01/perencanaan-instalasi-gedungbertingkat)
Awal mulanya saat Seeberger dan Otis bergabung, telah menghasilkan
eskalator pertama step type eskalator untuk umum, dan eskalator itu dipasang
di Paris Exhibition 1900 dan memenangkan hadiah pertama. Mr. Seeberger
pada akhirnya

menjual hak patennya

ke Otis pada tahun 1910.

(http://jelajahunik.blogspot.com/2011/10/mempelajari-cara-kerjaeskalator.html)
Perkembangan eskalator, perusahaan Mitsubishi Electric Corporation
telah berhasil mengembangkan eskalator spiral (kenyataannya lebih cenderung
melengkung / curve daripada melingkar / spiral) dan secara eksklusif dijual
sejak pertengahan tahun 1980. Eskalator ini dipasang di Osaka, Jepang pada
tahun 1985. (http://jelajahunik.blogspot.com/2011/10/mempelajari-cara-kerjaeskalator.html)
1

Dasar dari eskalator sendiri adalah modifikasi dari konveyor yaitu plat
penahan yang diletakkan pada sebuah lintasan dengan dihubungkan pada
sebuah motor melalui rantai / chain. Namun dari yang sering ditampakkan dari
eskalator di sebuah pusat belanja, hotel ataupun instansi pemerintah hanyalah
bagian terluarnya saja. Tangga yang berjalan, pegangan karet, papan penahan
di sisi kiri dan kanan yang terkadang hanya ditempeli iklan produk dan deck
penumpu sebagai lantai pendaratan.
(http://jelajahunik.blogspot.com/2011/10/mempelajari-cara-kerjaeskalator.html)
Alasan di atas membuat kami tertarik untuk mengkaji komponenkomponen eskalator serta bahan dari tiap komponen tersebut. Sehingga
penulis membuat makalah ilmu bahan : Eskalator ini untuk pemenuhan
tugas semester mata kuliah Ilmu Bahan.
B. RUMUSAN MASALAH
Beberapa permasalah yang diangkat dalam penulisan makalah ini adalah
1. Apa saja bagian dan bahan dari tiap bagian eskalator?
2. Mengapa memilih bahan tersebut untuk komponen pada eskalator?
3. Bagaimana cara mengoperasikan eskalator dengan benar?
4. Bagaimana cara merawat eskalator berdasarkan bahan yang telah ditelaah?
C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah
1. Mengetahui bahan yang digunakan pada setiap komponen eskalator.
2. Mengetahui alasan pemilihan bahan yang digunakan untuk komponen
pada eskalator.
3. Mengetahui dasar dari pengoperasian eskalator yang terpasang.
4. Mengetahui cara merawat eskalator berdasarkan bahan yang telah ditelaah

BAB II
PEMBAHASAN

A. APA ITU ESKALATOR


Eskalator menurut istilah berasal dari kata scala
yang berarti permukaan dan elevate yang berarti tinggi.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
adalah tangga dengan anak tangga yg bergerak naik atau
turun, dengan bagian dari rangkaian rantai angkut yang
tidak berujung dan bergerak terus-menerus dengan motor
listrik, biasanya diperlengkapi dengan pegangan yg turut
bergerak. (http://kbbi.web.id)
Eskalator yang didukung oleh kecepatan konstan
bolak motor saat ini dan bergerak di sekitar 1-2 kaki (0,300,61 m) per detik. Sudut maksimum kemiringan eskalator
ke tingkat lantai horizontal adalah 30 derajat dengan
kenaikan standar sampai sekitar 60 kaki (18 m). Eskalator
modern memiliki bagian aluminium atau baja langkah
tunggal yang bergerak pada sistem trek dalam loop terus
menerus. (http://www.reference.com/browse/escalator)
Eskalator modern memiliki bagian step aluminium
atau baja yang bergerak pada sebuah sistem lintasan yang
memutar terus menerus (loop). Eskalator yang biasa
digunakan adalah model 2 berpasangan dengan satu naik
dan satu turun. Namun, di beberapa tempat - terutama
toko Eropa dan stasiun metro - tidak ada eskalator turun,
eskalator hanya naik. Beberapa eskalator modern memiliki
sisi panel samping yang biasanya untuk menutupi isinya
dibiarkan transparan yang memperlihatkan gear

bagian

dalamnya. Arah gerakan (atas atau bawah) dapat secara


permanen sama, atau dikendalikan oleh personil sesuai
dengan waktu hari, atau secara otomatis dikendalikan oleh
3

siapapun tiba dulu, apakah di bagian bawah atau di atas


(sistem diprogram sehingga arah tidak terbalik saat
penumpang berada di eskalator).
(http://www.reference.com/browse/escalator)
1. Fungsi dari Eskalator
Setiap orang pasti pernah menggunakan eskalator
yang kini telah banyak tersebar di berbagai pusat
perbelanjaan dan gedung-gedung berlantai lebih dari
dua. Fungsi eskalator yang utama adalah sebagai
pemindah/alat transportasi antar lantai bagi seseorang
yang dapat kita temui di pusat perbelanjaan, bandara,
gedung pertemuan, hotel, stadion dan bangunan umum
lainnya.
(http://en.wikipedia.org/wiki/Escalator)
2. Jenis-Jenis Eskalator
a. Eskalator Paralel
Eskalator Paralel adalah eskalator yang
hanya naik dan turun seperti biasanya dengan

lintasan yang lurus.


Kecepatan : 0.5m/s
Kemiringan : 30 / 35 derajat
Lebar step : 800 / 1000 mm
Daya : 50 Hz / 3p
Bahan Handrail : Stainless steel yang dilapisi

Karet
Bahan Step : Stainless steel
Bahan Landing plate : Stainless steel anti skid

Pengoperasian : Tombol Berhenti Emergency /


Mengubah
Kunci (Key Switch) / Operasi Inspeksi (Manual)

Iluminasi : Cahaya di bawah dan di atas step


Indikator : Indikator kegagalan pada kabinet

kontrol
(http://sahlifadli.blogspot.com)

Gambar 1.1. Eskalator Paralel


(Sumber : http://sahlifadli.blogspot.com)
b. Eskalator Multi Paralel
Eskalator Multi Paralel adalah eskalator

yang disusun 2 atau 3 tapi searah bersamaan.


Kecepatan : 0.5m/s
Kemiringan : 30 / 35 derajat
Lebar step : 800 / 1000 mm
Daya : 50 Hz / 3p
Bahan Handrail : Stainless steel yang dilapisi

Karet
Bahan Step : Stainless steel

Bahan Landing plate : Stainless steel anti skid

(http://sahlifadli.blogspot.com)

Gambar 1.2. Eskalator Multi Paralel


(Sumber :
http://1000awesomethings.com/2009/01/23/845good-escalator-etiquette)
5

c. Eskalator Jenis Spiral


Digunakan untuk memperindah arsitektural

dan menghemat ruang


Kemiringan : 30 derajat
Kecepatan : 25m/sekon
Penumpang : 6300 per jam
Kecepatan rata-rata : 25m/menit
Kenaikan vertikal : 3500 ~ 6600 m
Sebenarnya ada sebuah eskalator spiral di
Times Square, Hong Kong. Jesse Reno, sebagai
praktisi eskalator yang pertama kali dikenal
dan digunakan masyarakat. Di daerah stasiun
tabung Holloway Road, London juga dirancang
eskalator pertama yang dipasang di sistem
kereta api bawah tanah dalam bentuk spiral
eskalator

pada

tahun

1906.

Perangkat

eksperimen ini tidak pernah terlihat di depan


umum,

dan

dilupakan

selama

beberapa

dekade. Sisa-sisa eskalator sprial ini sekarang


berada di depot London Transport Museum di
Acton.
(http://en.wikipedia.org/wiki/Escalator dan
http://sahlifadli.blogspot.com)

Gambar 1.3. Eskalator Spiral


(Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Escalator)
d. Eskalator Unik (Freeform escalator)
Levytator, adalah eskalator unik desainnya
berasal dari City University di London. Eskalator

ini bisa bergerak dalam garis lurus atau kurva


dengan atau tanpa naik atau turun. Step-step
yang bergerak hanya masuk di landing plate
dan tidak menghilang. Jadi step yang sama
langsung

diputar

untuk

menggerakkan

eskalator secara aktif. Step yang digunakan


juga

tak

berbeda

biasa.
karena

Pemasangan
mesin

mesin

bagaikan

juga

memutar

sebuah karet penghubung di mesin diesel


namun

secara

horisontal.

(http://www.gizmag.com/the-levytator/20111)

Gambar 1.4. Eskalator unik (Levytator)


(Sumber : http://www.gizmag.com/thelevytator/20111)
3. Sejarah Dan Perkembangan Eskalator
Penemuan eskalator ini adalah Charles D.
Seeberger

yang

Perusahaan
langkah

Otis

bekerja

sebagai karyawan dari

Elevator,

pertama-jenis

Beliau

menghasilkan

eskalator

dibuat

untuk

digunakan oleh masyarakat umum. Ciptaan Charles


dipasang

di

Pameran

memenangkan

hadiah

Paris

1900,

pertama.

di

mana

Seeberger

ia

juga

menciptakan istilah eskalator dengan menggabung


scala, yang merupakan bahasa Latin dari langkahlangkah (step), dengan bentuk kecil dari "lift." Pada
tahun 1910 Seeberger menjual hak paten asli untuk
penemuan
Meskipun

kepada
banyak

Perusahaan
perbaikan

yang

Otis
telah

Elevator.
dibuat,

desain dasar Seeberger tetap digunakan saat ini. Ini


terdiri

dari

platform

lantai

atas

dan

bawah

dihubungkan dengan rangka logam. Yang menarik


tangga dapat melalui lingkaran tak berujung. Dan
juga

mendukung

dua

pegangan

tangan,

yang

dikoordinasikan untuk bergerak dengan kecepatan


yang kurang lebih sama dengan langkah kaki kita.
(http://www.otis.com)
Untuk eskalator jaman sekarang, kebanyakan
di Indonesia memakai eskalator modifikasi yang telah
banyak diproduksi oleh berbagai macam perusahaan
seperti PT Fujita Nayottama, PT. Citas Otis Elevator,
PT. Este Indoniaga, PT. Berca Schindler Indonesia, dan
lain-lain.
(http://daftarperusahaanindonesia.com/2009/05/dafta
r-alamat-perusahaan-penyedia-elevator-escalatordan-lift-bag-1-dari-2/)
B. FISIK ESKALATOR
1. Tampilan Eskalator

Gambar 2.1. Tampak Luar Eskalator Gambar 2.2. Tampak Dalam Eskalator
(Sumber: http://jonpurba.wordpress.com)
(Sumber: http://sahlifadli.blogspot.com)
2. Daya Listrik Eskalator
Eskalator pada jaman sekarang adalah eskalator dengan
menggunakan daya input dari listrik yang dihubungkan ke mesin
motor utama yang akan menggerakkan chain, step dan karet
pegangan. Berdasarkan hasil riset, daya listrik yang digunakan oleh
sebuah eskalator adalah sebesar 187,000 Kilo Watt-Hour dalam
setahun.

(http://ivyannoproject.com/2012/02/20/penghematan-listrik-padaeskalator)
3. Bagian, Komponen, dan Bahan Eskalator
Eskalator yang kita lihat biasanya hanyalah bagian luarnya
saja, jarang sekali bagian dalamnya sampai ditampilkan seperti di
luar negeri. Sebenarnya, sistem dari eskalator sangatlah rumit dan
merinci, namun dalam makalah ini yang kami bahas adalah versi
singkat-nya agar lebih mudah dimengerti. Menurut kami, bagian
eskalator dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
a. Bagian paling luar (bagian yang nampak)
b. Bagian dalam
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 1)
a.Bagian Paling Luar
Bagian paling luar adalah bagian yang paling
nampak dalam sebuah eskalator. Bagian luar eskalator ini
diagi lagi ke beberapa sub bagian komponen agar tidak
menyusahkan bila dipelajari. Pembagian tersebut yaitu:
1. Handrail (Rel tangan / pegangan)
2. Comb
3. Balustrade (Pagar penyangga rel tangan)
4. Newel
5. Skirt
6. Steps (Anak tangga)
7. Landing Platform (Lantai pendaratan)
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 2)
1. Handrail
Handrail adalah bagian pegangan yang
bergerak atau sabuk pagar bergerak sepanjang
pegangan. BAHAN yang digunakan dalam karet
handrail hitam itu : Karet poliuretan yang berasal
dari campuran polimer dan karet sintetis agar kuat,
tahan lama dan tidak licin. Karet pegangan ini
dirancang untuk melawan degradasi dari kondisi
lingkungan, sobek dan perusakan oleh manusia.
(http:// jonpurba.wordpress.com/)

Gambar 2.3.1. Handrail


(Sumber : electrical-knowhow.com)
2. Comb
Comb adalah bagian dari peralatan eskalator
berbentuk sama seperti sisir, memiliki gigi yang
cocok dengan alur step untuk mencegah bendabenda

kecil

memasuki

mekanisme

internal

eskalator. Comb menggunakan BAHAN plat baja


agar tidak cepat aus karena akan sering bergesekan
dengan sepatu, dan benda-benda yang cukup keras.
Untuk gambar comb adalah yang diberi garis merah.
(http:// jonpurba.wordpress.com/)

Gambar 2.3.2. Comb


(Sumber : mitsubishielectric.com)
3. Balustrade
Balustrade (Pagar Penyangga Rel Tangan) di
sini ada 2 jenis, yaitu bagian interior panel adalah
bagian panel utama dari balustrade terletak
langsung di bawah pegangan handrail. BAHANnya
adalah kaca tebal sebagai penahan pegangan. Kaca

10

tebal dipiih karena kaca tersebut akan dipres dengan


pengangan sehinggan pegangan yang berjalan tidak
mudah lepas dan pelumasan kaca lebih mudah
ketimbang pelumasan pada logam.
Bagian kedua adalah deck board yaitu
pijakan atau tempat interior menempel. Deck board
ini terbuat dari stainless steel yang tahan akan
karat karena seringnya kontak dengan udara luar
dan gesekan dengan orang yang menaiki eskalator.
(http://jonpurba.wordpress.com/)

Gambar 2.3.3. Balustrade


(Sumber : electrical-knowhow.com)
4. Newel
Newel adalah bagian bulat balustrade, yang
terletak di ujung tangga, baik bagian bawah maupun
atas. Semua pasti ada newel-nya. Newel ini terbuat
dari stainless steel, menempel pada interior dan
menjadi tumpuan awal ketika seseorang akan
menggunakan eskalator. Maka dari itu bagian ini
harus

kokoh

dan

anti

karat.

(http://jonpurba.wordpress.com)

Gambar 2.3.4. Newel


(Sumber : electrical-knowhow.com)
11

5. Skirt
Skirt

adalah

proyeksi

dari

setiap

sisi

eskalator, Fungsinya adalah untuk mengamankan


susunan tangga yang ada di sisi dekat step. BAHAN
yang digunakan juga sama seperti pada deck board,
yaitu stainless steel. (http://jonpurba.wordpress.com)

Gambar 2.3.5. Skirt


(Sumber : stephaniescerra.com )
6. Steps
Anak tangga merupakan tempat pijakan dari
penumpang eskalator dan bagian permukaannya
harus selalu dalam keadaan horisontal pada saat
membawa penumpang. Adapaun material yang
digunakan harus terbuat dari BAHAN yang tidak
mudah terbakar seperti aluminium, stainless steel,
dan besi cor. Untuk memudahkan penumpang
dalam membedakan satu anak tangga dengan anak
tangga yang lain harus diberi warna kuning.
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 4)

Gambar 2.3.6. Step


(Sumber : electrical-knowhow.com)
7. Landing Platform

12

Lantai pendaratan ada dua, yaitu bagian atas


dan bawah yang berfungsi sebagai tempat landasan
saat kita akan naik ke eskalator atau turun dari
eskalator. Di bawah lantai pendaratan ini adalah
sebuah kotak dek besar dimana di dalamnya ada
gear-gear dan mesin-mesin sebagai penggerak step.
BAHAN dasarnya adalah plat baja keras yang
diberikan terkstur khusus agar menghindari licin
dan sebagai penambah nilai estetika. (Yuriadi
Kusuma, 2013 : 6).

Gambar 2.3.7. Lapisan Landing Platforms


(Sumber : electrical-knowhow.com)
b.

Bagian Dalam
Bagian dalam eskalator juga dapat dibagi lagi ke
beberapa subbab agar tidak rumit. Pembagiannya:
1. Rangka
2. Step rail (roda anak tangga)
3. Roller
4. Chain
5. Gear
6. Electric motor
(http:// jonpurba.wordpress.com/)
13

1. Rangka
Rangka (Truss), dari namanya saja kita
sudah pasti paham. Rangka inilah bagian penopang
utama dari sistem eskalator yang berjalan. BAHAN
yang digunakan adalah baja yang terstruktur dan di
cat anti karat. Sifat utama yang diambil adalah
kekuatan-nya dan pastinya daya tahan.
(http:// electrical-knowhow.com)

Gambar 2.4.1. Rangka Eskalator


(Sumber : electrical-knowhow.com)
2. Step rail
Rel berfungsi untuk mengarahklan gerakan
luncuran roda rantai penggerak anak tangga (step
chain roller) dan roda anak tangga (step roller). Rel
harus dipasang dan disetel dengan benar agar
gerakan roda anak tangga dan roda rantai penggerak
anak

tangga

halus

dan

lurus.

Dalam

pengoperasiannya, rel ini harus diberi pelumas, agar


selalu solid. MATERIALnya adalah besi siku,
mengingat akan pentingnya kekuatan menarik
14

sebuah step yang berat saat dinaiki seseorang.


(Yuriadi Kusuma, 2013 : 3)

Gambar 2.4.2. Step rail


(Sumber : aflye.com)
3. Roller
Roller adalah penyangga dari sebuah step
(anak tangga) pada rel yang telah menempel di
rangka utama. BAHAN utamanya adalah karet
poliuretan. Poliuretan digunakan secara meluas
dalam dudukan busa fleksibel berdaya lenting (daya
pegas) tinggi, panel isolator busa yang kaku, segel
busa mikroseluler dan gasket, roda dan ban karet
yang tahan lama, senyawa pot elektrik, segel dan
lem berkinerja tinggi, serat Spandeks, alas karpet,
dan bagian plastik yang keras.
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 3)

Gambar 2.4.3.1. Roller


(Sumber : aliexpress.com)

15

Gambar 2.4.3.2. Penggunaan Roller di Step


(Sumber : buckylab.blogspot.com)
4. Chain
Ada beberapa jenis chain (rantai) yaitu :
a. Rantai penggerak utama (driving chain)
Rantai penggerak utama yaitu yang
menggerakkan step agar tetap melaju pada
jalurnya.

BAHAN-nya

terbuat

dari

Stainless / Karbon besi hollow, dikarenakan


perlu bahan yang kokoh dan anti karat agar
bisa terus menerus bergerak.
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 3)

Gambar 2.4.4.1. Driving Chain


(Sumber : hzdonghua.en.made-in-china.com)
b. Rantai penggerak anak tangga (step chain)
Rantai penggerak anak tangga adalah
rantai yang diberikan roller sebagai pembuat
anak tangga mendatar dikala keluar dari
landasan. BAHAN rolller nya ialah karet
16

poliuretan. Butuh bahan yang anti slip agar


step tetap bisa berjalan dengan lancar.
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 3)

Gambar 2.4.4.2. Step Chain


(Sumber : hzdonghua.en.made-in-china.com)
c. Rantai penggerak pegangan tangan (hand
rail driving chain)
Rantai penggerak pegangan tangan
adalah rantai yang bergerak bersamaan
dengan handrail dan berkecepatan sama
dengan step. BAHAN rolller nya ialah karet
poliuretan. Butuh bahan yang anti slip agar
handrail tetap bisa berjalan dengan lancar.
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 3)

Gambar 2.4.4.3. Hand rail driving chain


(Sumber : escalatorparts.en.alibaba.com)
5. Gear
Gear dalam eskalator terbagi menjadi
beberapa bagian :
a. Drive Gear (Gear pengarah)

17

Gear ini terletak di ruang mesin


sebagai penggerak utama sistem eskalator.
Gear ini dihubungkan dengan mesin setelah
kecepatan putar dari mesin diturunkan
melalui sebuah kotak pada mesin yang
disebut gear pereduksi kecepatan, sehingga
didapat kecepatan linear kurang lebih 30
meter permenit.( Yuriadi Kusuma, 2013 : 3)

Gambar 2.4.5.1. Drive Gear


(Sumber : renold.com )

b. Gear pembalik
Gear pembalik berfungi sebagai
pembalik step agar naik/turun. Yang arahnya
berlawanan dengan drive gear.
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 4)

Gambar 2.4.5.2. Gear Pembalik


(Sumber : best-b2b.com)

18

Kedua

gear

ini

bekerja

secara

simbiosis mutualisme, saling membantu


dalam memutar step.
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 4)
BAHAN dari gear ini adalah baja
khusus paduan antara krom dan molibdenum
dalam

proses

yang

canggih,

sehingga

menghasilkan tegangan tarik yang sangat


kuat,

yaitu

mencapai

ton.

(http:// www.astra-honda.com)
6. Electric Motor
Spesifikasi :
a. Motor penggerak adalah motor induksi 3
phasa dengan arus bolak balik, frekuensi
50 Hz.
b. Putaran dari motor penggerak ini kemudian
diturunkan

oleh

kotak

kecepatan,

sehingga

gear

pereduksi

didapat

kecepatan

linear kurang lebih 30 meter permenit.


c. Untuk menahan gerakan anak tangga pada
saat motor terhenti, ataupun pada saat supply
daya terputus dipasang rem magnet.
d. Cara kerjanya mirip seperti mesin dalam
traktor, menggunakan prinsip gerak benda
melingkar.
(http:// m.plm.automation.siemens.com)

Gambar 2.4.6. Electric Motor


19

(Sumber : m.plm.automation.siemens.com)
Gambar di atas adalah ruangan mesin
di eskalator pada lantai pendaratan. Gambar
mesin motor utama yang memutar gear dan
menggerakkan step dengan roller nya yang
juga

menggerakkan

pemutar

untuk

menggerakkan handrail.
Syarat ruang mesin eskalator:
1. Pencahayaan harus ada pada ruang
mesin.
2. Ventilasi yang tersedia harus cukup,
agar panas radiasi dari mesin dapat
segera keluar.

(http:// electrical-

knowhow.com)
4. Cara Kerja Eskalator
a.Ketika kunci saklar diputar, arus listrik mengalir menuju
saklar kemudian ke kumparan tembaga. Dimana akan
terjadi medan magnet yg akan memutar stator. Adanya arus
listrik yang mengalir melalui kumparan mengakibatkan
terjadinya medan magnet putar, sehinggah terjadi putaran
pada stator motor yang berada di electric motor.
Electric motor yang menerima daya

b.

lalu

menggerakkan motornya untuk menggerakkan drive gear


yang juga disambungkan ke handrail drive.
c.Drive gear mengggerakkan step dan rollernya.
d.
Chain guide membalikkan step agar mengikuti
lintasan roller untuk kembali ke drive gear. Dan seterusnya.
(http:// science.howstuffworks.com)

20

Gambar 2.5. Cara Kerja Eskalator


(Sumber : science.howstuffworks.com)

C. PROSEDUR KERJA ESKALATOR


Untuk cara cara pengoperasian yang benar, dapat dibaca dari manual
book operation yang diberikan oleh masing masing pabrik pembuat.
Salah satu panduan operasi yang kami kutip dari salah satu produsen
eskalator, Schindler, seperti di bawah ini :
Panduan Pengoperasian - Kontrol
Untuk pemilik atau operator, satu-satunya kontrol untuk pengoperasian
eskalator menyebabkan memulai dan menghentikan eskalator. Personil
bangunan yang berwenang harus dilatih dalam memulai dan
memberhentikan eskalator agar siap dalam keadaan darurat.
Off /
emerge
ncy
stop
button
(instalasi
yang
lebih
21
Schindler

Kunc
i
Sakl
ar - Off /
On

emergen
cy stop
button
(instalasi
yang

Gambar 3.1. Kontrol pengoperasian eskalator


(Sumber : us.schindler.com)
Saklar kunci - On

Saklar - on adalah kunci yang dioperasikan dan berlokasi di kedua


bagian atas dan bawah masing-masing eskalator. Lokasinya dapat
bervariasi, tergantung pada model. Arah dikendalikan oleh-arah pada
saklar. Saklar ditandai untuk mengindikasi sebuah putaran arah jarum
jam untuk operasi ke arah atas dan putaran berlawanan arah jarum jam
untuk operasi ke arah bawah. Putar kunci untuk memulai perjalanan ke
arah yang diinginkan. Jika Anda memilih untuk mengubah arah
perjalanan eskalator yang mana eskalator Anda telah dioperasikan
dalam jangka waktu yang signifikan, hubungi teknisi servis Anda
untuk bimbingan.
Disarankan agar tidak ada orang / suatu benda di eskalator ketika
mulai beroperasi. (http://www.us.schindler.com)

Off / tombol berhenti darurat


Tombol stop adalah tombol tekan warna merah yang terletak di
newels atas dan bawah untuk aksesibilitas yang mudah dalam keadaan
darurat. Newel ini terletak di kedua ujung eskalator. (Banyak model
lama memiliki fitur ini di samping saklar on di bawah newel tersebut.
Silakan periksa eskalator Anda segera mungkin dan menginformasikan
semua personil bangunan untuk lokasi tombol ini) Fungsi tombol tekan
ada dua, yakni sebagai berhenti normal dan tombol berhenti darurat.
Jangan pernah memberhentikan eskalator saat penumpang naik
kecuali dalam darurat. Hal tersebut dapat menyebabkan cedera pada
penumpang yang mungkin tidak siap untuk berhenti. Jika berhenti
darurat diperlukan ketika pengendara hadir, mengingatkan pengendara
22

sebelum menekan tombol berhenti darurat. Re-start eskalator hanya


setelah kondisi darurat teratasi.
(http://www.us.schindler.com)
Beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dalam pengoperasian
eskalator :
1. Pada saat terjadi kebakaran, gempa bumi atau keadaan darurat lain,
hendaknya seluruh eskalator segera dimatikan oleh petugas, blokir jalan
masuk / keluar eskalator dan umumkan agar penumpang tidak
menggunakan eskalator.
2. Untuk mencegah kerusakan eskalator dan juga demi keselamatan,
dianjurkan untuk mematikan eskalator bila :
a. Salah satu pegangan tangan tidak berjalan
b. Ada bunyi tabrakan / gesekan yang tidak normal
c. Keluar asap / bau terbakar dari panel kontrol maupun dari motor
atau rem magnet.
d. Ada balustrade kaca yang pecah
e. Ada salah satu penutup yang lepas
f. Jumlah penumpang melebihi kapasitas
3. Adapun hal hal yang dianjurkan untuk diperhatikan :
a. Dilarang membuang sampah diatas anak tangga eskalator
b. Anak kecil hendaknya didampingi orang tua
c. Dilarang duduk diatas anak tangga
d. Dilarang menaiki / duduk pada pegangan tangan
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 11)
D. PERAWATAN DAN ANALISIS KERUSAKAN
1. Perawatan Eskalator
Kita bicara mengenai suatu arti dari suatu perawatan eskalator
true value maintenance. Dalam perawatan eskalator berarti kita
melakukan suatu penghematan karena memperpanjang umur dari
peralatan tersebut, jika :
-

Dilakukan oleh ahlinya

Menggunakan peralatan (tools) yang cocok

Memakai suku cadang yang tepat dan asli (correct genuine parts)

Dilaksanakan secara sistematis


23

Berdasarkan pengalaman, maka biaya perawatan eskalator adalah :


1. Kurang lebih 3 % dari harga barang pertahun untuk sistem
menyeluruh / terpadu (full maintenance)
2. Kurang lebih 2 % dari harga barang pertahun untuk sekadar oiling
and greasing (OG- Maintenance)
Umur rata rata eskalator yang wajar, jika dirawat secara teratur,
sistematis periodik, dapat mencapai lebih dari 40 tahun. Setelah
berumur 30 sampai 40 tahun terserah kepada pemiliknya atau
pengelola gedung. (Yuriadi Kusuma, 2013 : 12)
Eskalator yang tidak dirawat akan rusak dalam waktu kurang
lebih 5 6 tahun. Bila dirawat sekedarnya akan rusak pada umur 8
10 tahun. Sebagai contoh perbandingan biaya perawatan eskalator
setelah 40 tahun, dengan perawatan sama dengan 40 x 3 % = 120 %
dari harga harga awal. Sedangkan tanpa perawatan akan mengalami
4 atau 5 kali ganti baru atau 3 kali lipat lebih mahal.
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 13)
2. Sistem Perawatan
Ada dua cara berlangganan pemeliharaan escalator yang pada
umumnya dilaksanakan oleh agen pemegang merk dagang, yaitu :
A.

Full or Comprehensive Maintenance (OM)


Sistem perawatan terpadu meliputi :

Pemeriksaan berkala (periodic check up)

Pelumasan (lubrication)

Penyetelan kembali (re-adjustment)

Penggantian part (replacement)

Reparasi, kecuali jika ada kerusakan tidak wajar


(repair)

Test tahunan (annual test)

Pelayanan macet (call back service)

B. Oil and Grease (OG), meliputi :

Pemeriksaan berkala
24

Pelumasan

Penyetelan sekedarnya (minor adjustment)


Sedangkan point no 4 7 atas dasar laporan / pesanan

terpisah, dan persetujuan tersendiri antara pelaksana dan pemilik


atau pengelola gedung. (Yuriadi Kusuma, 2013 : 13)
Keuntungan dan kerugian antara dua sistem
Atas dasar pengalaman maka sistem OM (full Maintenance)
mempunyai banyak keuntungan dan secara total pada akhirnya
lebih menguntungkan dibandingkan sistem OG.
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 13)

Daftar perbandingan :
Tabel 1.1. Tabel daftar perbandingan perawatan eskalator OM
dan OG
FULL
1.

MAINTENANCE

(OM)
Anggaran biaya tidak
berubah

tiap

tahun

OIL AND GREASE (OG)


1.

tiap

Biaya

naik

turun

tergantung repair dan part

dapat

part yang diganti.

dianggarkan.
2. Tidak perlu negosiasi 2.
atas suatu kerusakan
3.

Biaya

mahal

Atas

dasar

laporan

kerusakan dan persetujuan.

pada 3. Biaya murah pada awalnya

awalnya tetapi secara

karena escalator baru belum

keseluruhan setelah +

ada keausan atau kerewelan

10 tahun menjadi lebih


murah,

seterusnya

lebih ekonomis.
4. Beban moral pemilik
terhadap

penyewa

4.

Manajemen
bertanggung

gedung

jawab

atas
25

gedung berkurang jika

kecelakaan

terjadi kecelakaan

akibat

penumpang
kelalaian

keterlambatan

mengganti

part
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 14)
3. Prosedur Pelaksanaan
Eskalator dibagi atas dua macam golongan komponen :
1. Komponen utama yang senantiasa bekerja selama operasi
memerlukan perawatan rata rata 80 jam setahun :
a. Traction machine termasuk motor dan brake
b. Controller, tombol tombol dan travelling cables fixtures
- Rantai penarik (traction / chain) dan sprocket
- Rantai pembawa step
c. Governor dan tripping switch
d. Step roller dan step track
e. Handrails dan lain lain
2.

Komponen

sampingan

yang

kurang

tidak

berfungsi atau hanya terjadi bahaya / emergency,


memerlukan perawatan rata rata 30 jam / tahun :
a. Step
b. Balustrade
c. Safety device
d. Indle sheave
e. Landing step dan decking
Masing masing komponen mendapat giliran
pemeriksaan / perawatan sesuai jadwalnya sehingga
tidak ada yang terlupakan mulai dari peralatan pit
terbawah sampai ujung atas kamar mesin.
(Yuriadi Kusuma, 2013 : 14)

26

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan makalah
ini adalah :
1. Bagian dan bahan dari eskalator terdiri dari :
a. Bagian luar :
1.
Handrail (Rel tangan / pegangan) - karet poliuretan
2.
Comb - plat baja
3.
Balustrade (Pagar penyangga rel tangan) - kaca tebal dan
stainless steel
Newel - stainless steel
Skirt - stainless steel
Steps (Anak tangga) - alumunium, stainless steel, dan besi

4.
5.
6.

cor
7.

Landing Platform (Lantai pendaratan) - plat baja


27

b. Bagian dalam :
1.
Rangka baja
2.
Step rail (roda anak tangga) - besi siku
3.
Roller - karet poliuretan
4.
Chain - stainless / karbon besi hollow dan karet poliuretan
5.
Gear - baja khusus paduan antara krom dan molibdenum
6.
Electric motor
2. Komponen pada eskalator terdiri atas bahan-bahan yang memiliki
beberapa faktor pertimbangan pemilihan bahan, agar eskalator bisa
berjalan dengan fungsi optimal dan sebaik mungkin.
3.
Cara menyalakan eskalator dengan menggunakan kunci saklar
(on) di bagian atas dan bawah eskalator, tetapi posisi tepat nya
bervariasi, tergantung pada model. Setelah kunci di putar, step
eskalator akan berjalan dengan sendirinya.
Cara mematikan eskalator dengan cara menekan tombol stop
yang berwarna merah yang terletak di newels atas dan bawah, yang
berada di ujung eskalator. Tombol ini punya dua fungsi, yakni sebagai
berhenti normal dan berhenti darurat.
4. Proses penggunaan dan perawatan eskalator yang sesuai dengan buku
panduan dan standar keamanan dapat membuat eskalator berjalan
dengan baik, ditambah lagi dengan servis berkala, agar eskalator tak
cepat rusak.

28

DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Barney, G.C. 1986. Elevator Technology. John Wiley & Sons Inc. : New Jersey.
Kusuma, Yuriadi. 2013. Sistem Mekanikal Gedung - Eskalator.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB : Jakarta.

Internet :
Anonim. 2012. Escalators Basic Components.
http://www.electrical-knowhow.com/2012_04_01_archive.html,
(diakses 7 November 2014)
Anonim. 2013. Uraian System Escalator dan Travelator.
http://amoraonuye.blogspot.com/2013/01/uraian-systemescalator-dan-travelator.html, (diakses 17 Desember 2014)
Anonim. Escalator. http://en.wikipedia.org/wiki/escalator, (diakses
7 November 2014)
Anonim. Escalator.
http://science.howstuffworks.com/transport/enginesequipment/
escalator1.htm, (diakses 11 Desember 2014)

29

Anonim. Escalator. http://www.madehow.com/Volume3/Escalator.html, (diakses 27 November 2014)


Letink, Dave. 2012. How It Works - Escalators,
http://buckylab.blogspot.com/2012/11/how-it-worksescalators.html, (diakses 27 November 2014)
Mitsubishi Electric Corporation. Elevator Moving Walks
Equipment.
http://www.mitsubishielectric.com/elevator/overview/e_m_walk
s/e_s_equipment.html, (diakses 27 November 2014)
Purba, Jon. 2010.
Escalator.http://jonpurba.wordpress.com/2010/03/10/escalator/
, (diakses 7 November 2014)
Schindler Elevator Corporation, 2007. Schindler Owner's Guide,
http://www.us.schindler.com, (diakses 18 Desember 2014)

DAFTAR PERTANYAAN & JAWABAN SAAT PRESENTASI


Pada presentasi, ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan dari peserta yaitu:
1. Pertanyaan dari Iqbal Debi A. :
Pada beberapa eskalator, ada yang dapat hidup dengan sendirinya
ketika ada seseorang yang mendekat pada jarak tertentu.

Bagaimanakah sinkronisasinya dengan eskalator?


Jawaban: Beberapa eskalator yang harga nya lebih mahal biasanya
dilengkapi oleh sensor jarak, yang mana bisa membaca suatu

objek, kemudian bergerak seperti biasanya.


2. Pertanyaan dari Yunus Karsiana:
Apakah saat membeli eskalator antara eskalator untuk naik dan
eskalator untuk turun dibedakan? Ataukah keduanya telah

disatukan pada satu mesin?


Jawaban: Sebenarnya mesin motor yang dipasang pada eskalator
tersebut dapat digunakan ke dua arah. Hanya tinggal mengatur di

ruang kontrol pada landing plate


3. Pertanyaan dari Indriya Galih P. :
Bagaimanakah kejadian pada kaki yang terjepit di eskalator yang
pernah keluar di berita?
30

Jawaban: Untuk kejadian kaki yang terjepit pada eskalator,


biasanya adalah kaki yang terjepit pada comb yang bergerigi
sebagai pembersih step. Pada kejadian ini, kemungkinannya adalah
sebuah step yang memiliki jarak yang agak renggang dengan comb
dan muat memakan / menjepit sepatu / sandal yang dipakai orang

yang menggunakan eskalator.


4. Pertanyaan dari Haris Imam K. F.:
Bagaimanakah prinsip kerja eskalator mendatar yang biasa ada di

bandara? Apakah mirip dengan eskalator miring?


Jawaban: Prinsip kerja dari eskalator mendatar atau konveyor dan
eskalator miring sebenarnya sama, Karena pada dasarnya, eskalator
mengadopsi dasar dari konveyor hanya bedanya adalah kemiringan
tangganya.

31