Anda di halaman 1dari 14

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

pendahuluan

Kabel listrik yang di tanam dalam tanah memiliki


type bermacam-macam, salah satunya yang akan kita
bahas kabel tanah low voltage adalah type kabel NYFGBY
dan NYRGBY.

Gambar 1.kabel NYFGby

Kabel type NYFGBY dan NYRGBY sering kita jumpai di


pasang dan diaplikasikan untuk tegangan menengah
seperti untuk suplai penerangan lampu jalan, suplai
lampu merah, dan juga sebagai penghubung antara
panel satu dengan lainnya, dimana kabel tersebut
ditanam dalam tanah.
Dan mari kita kupas sebenarnya apa sih yang ada dalam
kabel tersebut.
1. Konduktor : sebagai penghantar arus listrik.
2. Isolasi : sebagai penyekat antara konduktor satu
dengan lainnya, agar tak terjadi break down/
konsleting.
3. Innersheath : isolasi layer dalam berfungsi mengikat
agar pilinan cabling tetap pada diameter tertentu.
4. Armouring : adalah penyekat atau pelindung
mekanis agar konduktor terjaga dari bahaya luar
agar tidak terjadi break down/ konsleting. NYFGBY
berpelindung galvanized steel flat, sedangkan
NYRGBY berpelindung galvanized round wire.

Tugas alat ukur semester 2

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

5. Outersheath : adalah isolasi layer luar berfungsi


sebagai pelindung mekanis juga sebagai pengikat
kabel agar pada posisi di diameter tertentu.

Gambar 2. Kabel NYFGbY dan keterangan

JEMBATAN WHEATSTONE

Jembatan Wheatstone adalah alat ukur yang


ditemukan oleh Samuel Hunter Christie pada 1833 dan
meningkat kemudian dipopulerkan oleh Sir Charles
Wheatstone pada tahun 1843. Ini digunakan untuk
mengukur suatu yang tidak diketahui hambatan listrik
dengan menyeimbangkan dua kali dari rangkaian
jembatan, satu kaki yang mencakup komponen diketahui
kerjanya mirip dengan aslinya potensiometer. Jembatan
Wheatstone adalah suatu alat pengukur, alat ini
dipergunakan untuk memperoleh ketelitian dalam
melaksanakan pengukuran terhadap suatu tahanan yang
nilainya relatif kecil sekali umpamanya saja suatu
kebocoran dari kabel tanah/ kartsluiting dan sebagainya.
Jembatan Wheatstone adalah alat yang paling umum
digunakan untuk pengukuran tahanan yang teliti dalam
daerah 1 sampai 100.000 . Rangkaian ini dibentuk oleh
empat buah tahanan (R) yag merupakan segiempat A-BC-D dalam hal mana rangkaian ini dihubungkan dengan
Tugas alat ukur semester 2

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

sumber tegangan dan sebuah galvanometer nol (0).


Kalau tahanan-tahanan itu diatur sedemikian rupa
sehingga galvanometer itu tidak akan mengadakan suatu
hubungan antara keempat tahanan tersebut.
Metode Jembatan Wheatstone adalah susunan
komponen-komponen elektronika yang berupa resistor
dan catu daya seperti tampak pada gambar berikut:

Hasil kali antara hambatan hambatan berhadapan yang


satu akan sama dengan hasil kali hambatan hambatan
berhadapan lainnya jika beda potensial antara c dan d
bernilai nol. Persamaan R1 . R3 = R2 . R4 dapat
diturunkan dengan menerapkan Hukum Kirchoff dalam
rangkaian tersebut. Hambatan listrik suatu penghantar
merupakan karakteristik dari suatu bahan penghantar
tersebut yang mana adalah kemampuan dari penghantar
itu untuk mengalirkan arus listrik, yang secara matematis
dapat dituliskan:

Tugas alat ukur semester 2

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

Dimana:
R : Hambatan listrik suatu penghantar ()
: Resitivitas atau hambatan jenis (. m)
L : Panjang penghantar (m)
A : Luas penghantar ( m)

HUKUM DASAR LISTRIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN JEMBATAN


WHEATSTONE:
Hukum Ohm

Hukum Ohm menyatakan Jika suatu arus listrik melalui


suatu penghantar, maka kekuatan arus tersebut adalah
sebanding-larus dengan tegangan listrik yang terdapat
diantara kedua ujung penghantar tadi.
Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm,
seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan
dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The
Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada
tahun 1827.
Hukum Ohm :
Tegangan dinyatakan dengan nilai volt, disimbolkan
E dan V.
Arus dinyatakan dengan Ampere, disimbolkan I
Hambatan dinyatakan dengan Ohm, disimbolkan R.
Jika luas penampang A yang diperhatikan cukup kecil dan
tegak lurus kearah J (misalnya panjang konduktor besar
Tugas alat ukur semester 2

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

sekali dibanding dengan luas penampangnya), maka J


dapat dianggap sama pada seluruh bagian penampang
hingga

maka untuk beda potensial berlaku V =

E . dl dan juga integrasi diambil sepanjang suatu garis


gaya
V = E . dl
Terlihat bahwa faKtor yang berupa integrasi hanya
tergantung dari konduktornya dan merupakan sifat
khusus konduktornya dan biasa disebut sebagai tahanan
(R) atau resistansinya. Dapat dituliskan V = I .

Rumus Hukum Ohm


Secara matematis, hukum Ohm ini dituliskan
atau
Dimana:
I = arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar
(Ampere)
V = tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung
penghantar (Volt)
R = hambatan listrik yang terdapat pada suatu
penghantar (Ohm)
Tugas alat ukur semester 2

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

Hukum Kirchoff I

Dipertengahan abad 19, Gustav Robert Kichoff (18241887) menemukan cara untuk menentukan arus listrik
pada rangkaian bercabang yang kemudian dikenal
dengan hukum Kirchoff. Hukum Kirchoff berbunyi Jumlah
kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama
dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik
percabangan.
Jumlah I masuk = I keluar
Hukum Kirchoff II

Hukum Kirchoff II berbunyi, Dalam rangkaian tertutup,


jumlah aljabar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial
sama dengan nol.
Maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan
nol adalah tidak adanya energi listrik yang hilang dalam
rangkaian tersebut atau dalam arti semua energi bisa
digunakan atau diserap.

KONSEP JEMBATAN WHEATSTONE

Jembatan Wheatstone adalah suatu proses


menentukan nilai hambatan listrik yang presisi/tepat
menggunakan rangkaian Jembatan Wheatstone dan
melakukan perbandingan antara besar hambatan yang
telah diketahui dengan besar hambatan yang belum
diketahui yang tentunya dalam keadaan Jembatan
Tugas alat ukur semester 2

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

disebut seimbang yaitu Galvanometer menunjukkan pada


angka nol. Rangkaian Jembatan Wheatstone tersebut
memiliki susunan dari 4 buah hambatan yang mana 2
dari hambatan tersebut adalah hambatan variable dan
hambatan yang belum diketahui besarnya yang disusun
secara seri satu sama lain dan pada 2 titik diagonalnya
dipasang sebuah Galvanometer dan pada 2 titik diagonal
lainnya diberikan sumber tegangan. Galvanometer
adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan
pengukuran arus. Kebanyakan alat ini kerjanya
tergantung pada momen yang berlaku pada kumparan di
dalam magnet.
R1, R2, dan R3 merupakan hambatan yang sudah
diketahui, sedangkan R4 adalah hambatan yang akan
dicari besarnya. Dengan mengatur sedemikian rupa
besar hambatan variable sehingga arus yang mengalir
pada Galvanometer sama dengan nol, dalam keadaan ini
jembatan tersebut disebut seimbang sehingga sesuai
dengan hukum Ohm. Rangkaian Jembatan Wheatstone
juga dapat disederhanakan dengan menggunakan kawat
geser apabila besarnya hambatan bergantung pada
panjang penghantar.
Prinsip Kerja Jembatan Wheatstone

Hubungan antara resitivitas dan hambatan, yang


berarti setiap penghantar memiliki besar hambatan
tertentu. Dan juga menentukan hambatan sebagai
fungsi dari perubahan suhu.
Hukum Ohm yang menjelaskan tentang hubungan
antara hambatan, tegangan dan arus listrik. Yang

Tugas alat ukur semester 2

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

mana besar arus yang mengalir pada galvanometer


diakibatkan oleh adanya suatu hambatan.
Hukum Kirchoff 1 dan 2, yang mana sesuai dari hukum
ini menjelaskan jembatan dalam keadaan seimbang
karena besar arus pada ke-2 ujung galvanometer
sama besar sehingga saling meniadakan

Aplikasi Jembatan Wheatstone

Salah satunya adalah dalam percobaan mengukur


regangan pada benda uji berupa beton atau baja. Dalam
percobaan kita gunakan strain gauge, yaitu semacam
pita yang terdiri dari rangkaian listrik untuk mengukur
dilatasi benda uji berdasarkan perubahan hambatan
penghantar di dalam strain gauge. Strain gauge ini
direkatkan kuat pada benda uji sehingga deformasi pada
benda uji akan sama dengan deformasi pada strain
gauge. Seperti kita ketahui, jika suatu material ditarik
atau ditekan, maka terjadi perubahan dimensi dari
material tersebut sesuai dengan sifat2 elastisitas benda.
Perubahan dimensi pada penghantar akan menyebabkan
perubahan hambatan listrik, ingat persamaan

Perubahan hambatan ini sedemikian kecilnya, sehingga


untuk mendapatkan hasil eksaknya harus dimasukkan
kedalam rangkaian jembatan Wheatstone. Rangkaian
listrik beserta jembatan Wheatstonenya sudah ada di
dalam strain gauge.(besi disini diibaratkan kabel yang
terpasang dibawah tanah)
Kelebihan Jembatan Wheatstone

Dapat mengukur perubahan hambatan yang sangat


kecil pada penghantar.
Tugas alat ukur semester 2

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

Contoh aplikasi : strain gauge, yang digunakan untuk


mengukur regangan material (baja atau beton)
didasarkan pada perubahan kecil penghantar yang
berdeformasi akibat gaya eksperimen. Perubahan kecil
dimensi penampang dihitung dari perubahan hambatan
pada rangkaian jembatan wheatstone yang dihubungkan
sensor ke alat pencatat data logger untuk setiap
transducer.
Kesalahan Pada Jembatan Wheatstone

Jembatan Wheatstone dipakai secara luas pada


pengukuran presisi tahanan dari sekitar 1 sampai
rangkuman mega ohm rendah. Sumber kesalahan utama
terletak pada kesalahan batas dari ketiga tahanan yang
diketahui. Kesalahan-kesalahan lain bisa mencakup:
1. Sensitivitas detektor nol yang tidak cukup

2. Perubahan tahanan lengan-lengan jembatan karena


efek pemanasan arus melalui tahanan-tahanan
tersebut. Efek pemanasan (I2R) dari arus-arus
lengan jembatan dapat mengubah tahanan yang
diukur. Kenaikan temperatur bukan hanya
mempengaruhi tahanan selama pegukuran yang
sebenarnya, tetapi arus yang berlebihan dapat
mengakibatkan perubahan yang permanen bagi nilai
tahanan. Hal ini tidak boleh terjadi, karena
pengukuran-pengukuran selanjutnya akan menjadi
salah karena itu disipasi daya dalam lengan-lengan
Tugas alat ukur semester 2

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

jembatan harus dihitung sebelumnya sehingga arus


dapat dibatasi pada nilai yang aman.
3. GGL termal dalam rangkaian jembatan atau
rangkaian galvanometer dapat juga mengakibatkan
masalah sewaktu mengukur tahanan-tahanan
rendah. Untuk mencegah ggl termal, kadang-kadang
galvanometer yang lebih sensitif dilengkapi dengan
sistem kumparan tembaga dari sistem suspensi
tembaga yakni untuk mencegah pemilikan logamlogam yang tidak sama yang saling kontak satu
sama lain dan untuk mencegah terjadinya ggl
termal.
4. Kesalahan-kesalahan karena tahanan kawat
sambung dan kontak-kontak luar memegang
peranan dalam pengukuran nilai-nilai tahanan yang
sangat rendah.
Untuk menentukan apakah galvanometer
mempunyai sensitivitas yang diperlukan untuk
mendeteksi kondisi setimbang atau tidak, arus
galvanometer perlu ditentukan. Galvanometergalvanometer yang berbeda bukan hanya
memerlukan arus satu per satuan defleksi yang
berbeda (sensivitas arus), tetapi juga dapat
mempunyai tahanan dalam yang berbeda. Adalah
tidak mungkin mengatakan tanpa menghitung
sebelumnya, galvanometer mana yang akan
membuat rangkaian jembatan lebih sensitif terhadap
suatu kondisi tidak setimbang. Sensitivitas ini dapat
ditentukan dengan memecahkan persoalan
rangkaian jembatan pada ketidaksetimbangan yang
kecil. Pendekatan ini didekati dengan mengubah
jembatan Wheatstone menjadi rangkaian Thevenin.
Tugas alat ukur semester 2

10

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

Pengertian Galvanometer

Galvanometer adalah alat ukur listrik yang


digunakan untuk mengukur kuat arus dan beda potensial
listrik yang relatif kecil. Galvanometer tidak dapat
digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda
potensial listrik yang relatif besar, karena komponenkomponen internalnya yang tidak mendukung.
Galvanometer bisa digunakan untuk mengukur kuat arus
maupun beda potensial listrik yang besar, jika pada
galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal
(pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan
pada ampermeter disebut hambatan shunt). Kebanyakan
alat itu kerjanya tergantung pada momen yang berlaku
pada kumparan di dalam medan magnet.
Bentuk mula-mula dari galvanometer adalah seperti alat
yang dipakai Oersted yaitu jarum kompas yang
diletakkan dibawah kawat yang dialiri arus yang akan
diukur. Kawat dan jarum diantara keduanya mengarah
utara-selatan apabila tidak ada arus di dalam kawat.
Kepekaan galvanometer semacam ini bertambah apabila
kawat itu dililitkan menjadi kumparan dalam bidang
vertical dengan jarum kompas ditengahnya. Dan
instrument semacam ini dibuat oleh Lord Kelvin pada
tahun 1890, yang tingkat kepekaanya jarang sekali
dilampaui oleh alat-alat yang ada pada waktu ini.
Tugas alat ukur semester 2

11

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

Strain Gauge

Sensor adalah piranti yang dapat


mendeteksi/merasa perubahan suatu besaran fisika
(misalnya tekanan atau gaya) dan kemudian
melaporkannya sebagai besaran listrik. Sensor resistif
adalah sensor yang bilamana ada suatu besaran fisika
yang mengenainya, maka resistansinya akan berubah (Rnya berubah). Contoh di artikel ini adalah sensor straingauge, sensor ini adalah sensor gaya dan tekanan;
apabila dikenai gaya atau tekanan maka bentuknya akan
berubah, perubahan bentuknya ini menyebabkan
resistansinya berubah pula.

Tugas alat ukur semester 2

12

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

Gambar 3. Strain Gauge

CATATAN
AWAL PEMASANGAN KABEL BAWAH TANAH DILETAK
DIPINGGIR JALAN BERHUBUNG DENGAN PELEBARAN
JALAN KABEL YANG AWALNYA TERPASANG DIPINGGIR
JALAN MENJADI DITENGAH JALAN, HAL INI
MENGGAKIBATKAN TEKANAN PADA KABEL SANGAT
BESAR YANG MENGAKIBATKAN ISOLASI KABEL
MENJADI KONYAK DAN TERJADI KEBOCORAN ARUS
HASIL YANG TERHITUNG PADA APLIKASI JEMBATAN
WHEATSTONE DAN RUMUS YANG BERSANGKUTAN
BELUM TENTU PRESISI DIKARENAKAN ADA
Tugas alat ukur semester 2

13

Politeknik Negeri Medan

Aplikasi jembatan wheatstone pada pemeriksaan kebocoran kabel bawah tanah.

KESALAHAN PEMBACAAN JARUM PENUNJUK DAN


NILAI PRESISI (%)

Tugas alat ukur semester 2

14

Politeknik Negeri Medan