Anda di halaman 1dari 41

LAPORAN STUDI KASUS

PEMBANGUNAN HOTEL ROSE


JAKARTA SELATAN

Oleh:

JURUSAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatNya penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek di Proyek
Pembangunan Jembatan Dr. Ir Soekarno Manado. Laporan kerja praktek ini
disusun guna memenuhi salah satu syarat dalam mencapai derajat Sarjana Teknik
Sipil Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah
Mada.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis telah menerima bimbingan, bantuan, dan
saran dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat dan rahmatNya.
2. Orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan.
3. Bapak Ir.Kusumo Dradjad Sutjahjo, Msi, CSP, bapak Dr. Ir. Lilik Sumarliadi,
CES, dan bapak Toriq Arif Ghuzdewan, S.T., M.Sc.E. selaku Instruktur
Pelatihan Manajemen Proyek Konstruksi Bangunan Gedung yang telah
membimbing dan memberikan arahan.

Semoga laporan studi kasus ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Yogyakarta, Mei 2014

BAB I
1.1 Latar Belakang
Hotel adalah sebuah bangunan yang disediakan kepada publik secara komersial
untuk menginap, bermalam, atau tinggal dalam jangka waktu sementara.
Berdasarkan sejarahnya, hotel berasal dari bahasa Perancis kuno dari kata
"hostel". Diperkirakan hotel sudah ada sejak akhir abad 17 dan digunakan sebagai
"tempat penampungan pendatang". Sejak awal hotel sengaja dibangun untuk
keperluan masyarakat umum.
Seiring berkembangnya zaman hotel memiliki nilai komersial yang tinggi,
sehingga mendatangkan keuntungan yang besar bagi pemilik hotel. Oleh karena
itu pembangunan hotel berkembang sangat pesat terutama di perkotaan.
Permintaan untuk mendirikan hotel kepada para penyedia jasa cukup banyak,
sehingga penyedia jasa melihat ini sebagai peluang untuk mendapatkan
keuntungan.
Dalam pembangunan sebuah hotel dibutuhkan penyedia jasa yang berkompetensi,
sehingga para penyedia jasa harus memiliki tenaga kerja yang memenuhi SKKNI
(Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).
Salah satu jabatan yang mempunyai pengaruh besar dalam suatu proyek
pembangunan adalah kepala proyek. Sehingga kepala proyek harus mempunyai
sertifikasi keahlian dalam bidang pembangunan gedung.
1.2 Tujuan
Tujuan Studi Kasus Pembangunan Hotel Rose ini agar mampu mengelola
Pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Gedung sesuai ketentuan yang tertuang dalam
dokumen kontrak dan administrasi proyek. Oleh karena itu dibutuhkan Kepala
Proyek yang berkompetensi yang mencakup:
1. Menguasai, mempersiapkan dan mengendalikan pekerjaan pekerjaan yang
terkait dengan fungsi manajemen sepert diatur dalam dokumen kontrak
beserta addendum dan amandemen.
2.
Mempersiapkan dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan persiapan
dilapangan.
3.
Mempersiapkan dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan pokok
dilapangan
4.
Mempersiapkan dan mengendalikan pekerjaan administrasi (keuangan,
umum, teknik, commissioning) dan pelaksanaan serah terima pekerjaan.
5.
Mempersiapkan dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan pekerjaan
masa pemeliharaan serta prapengoperasian termasuk laporan akhir proyek.

BAB 2
STUDI KASUS
PELATIHAN AHLI GENERAL SUPERINTENDENT OF BUILDING
CONSTRUCTION METODE DISTANCE LEARNING
KEMENPU BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI,
12 s/d 14 MEI TAHUN 2014
UGM JOGYAKARTA

PROYEK HOTEL ROSE


Proyek konstruksi bangunan Hotel ROSE terletak pada sebuah kawasan wisata
seperti terlihat pada gambar 1, layout bangunan pada gambar 2, memiliki 3 lantai
basement, 1 lantai lobby dan 12 lantai kamar, serta memiliki fasilitas kolam
renang dan lainnya di atas lantai lobby.
Bangunan hotel ini menggunakan tiang pancang dengan dalam 12 meter pada
setiap kolom dengan jumlah tiang pancang sebanyak 200 buah.
Waktu penyelesaian proyek pembangunan hotel Anggrek selama 360 hari
kalender, sedangkan nilai kontrak sebesar Rp 250.275.500.000,Pekerjaan tersebut dimungkinkan terjadi pekerjaan tambah kurang apabila di
minta oleh pemilik proyek dan tidak terdapat di dalam Biil of Quantity.
Konstruksi Bangunan hotel menggunakan konstruksi Beton Komposite sebagai
strukturnya, sedangkan dinding basement menggunakan menggunakan konstruksi
beton K300 dan dinding bagian struktur atas menggunakan beton precast, lantai
beton menggunakan beton K300 dicor di tempat.
Jenis kontrak adalah lump sum fixed price. Spesifikasi teknis meliputi jenis dan
mutu material, persyaratan mutu pekerjaan & peralatan, persyaratan dan standar
K3 untuk prosedur pelaksanaan.
Metode kerja yang diusulkan General Superintendent dalam studi kasus ini
sbb :
A Pekerjaan Tanah dan Pondasi:
1 Pemancangan sheetpile beton untuk sekeliling lokasi blok bangunan sebagai
dinding penahan tanah.
2 Karena kondisi lapangan terbuka, pemancangan pondasi dilakukan terlebih
dahulu dengan metode dolly, sebelum penggalian tanah untuk semua pondasi
pada setiap kolom.
3 Penggalian tanah sampai elevasi kedalam permukaan lantai basement paling
dasar.

Pemotongan tiang pancang untuk dibuatkan footing pondasi pada setiap


kolom struktur.
B Pekerjaan Struktur Beton Basement (kolom, balok dan lantai)
1 Pemasangan perancah dan bekisting untuk kolom pada basement.
2 Pekerjaan Pembesian beton pada Kolom.
3 Pengecoran beton pada footing dan Kolom dikerjakan setelah pondasi footing
selesai
4 Pembongkaran perancah kolom.
C Pekerjaan Struktur baja:
1 Pekerjaan struktur dimulai dari pemasangan angkur pada kolom beton
2 Pemasangan kolom baja pada setiap kolom pada lantai 1
3 Pemasangan balok baja yang menghubungkan setiap kolom lantai 1
4 Diulangi pekerjaan no 2 dan 3 dilakukan untuk setiap lantai (typical)
D
1
2
3
E
1
2
3
4
5
6
7
F
1
2
3
4
5

Pekerjaan Lantai Beton


Pemasangan perancah dan bekisting untuk pekerjaan pengecoran plat lantai
Pemasangan pembesian plat lantai
Pengecoran plat lantai.
Pekerjaan Arsitektur / Finishing
Pekerjaan Dinding Bata Ringan Luar dan Dalam.
Pekerjaan pintu dan jendela
Pekerjaan KM/WC
Pekerjaan finishing lantai
Pekerjaan plafond
Pekerjaan ornament, art work, cat dan finshing lainnya
Pekerjaan landsekap, kolam renang, taman dan pekerjaan luar lainnya
Pekerjaan Instalasi Mekanikal, Elektrikal & Plumbing
Pekerjaaan instalasi tenaga listrik, penerangan dan penangkal petir.
Pekerjaaan instalasi plumbing air bersih dan air kotor
Instalasi hidran, sprinkler, detector dan alarm.
Pemasangan lift 4 (empat) buah
Instalasi telepon, TV, Internet, sound system, Public Address System dan
komunikasi.

Peralatan kerja yang disiapkan dalam studi kasus ini: 1. Excavator, Dump
truck; 2. Hummer Pilling; 3. Tower Crane; 4. Bar Cutter; 5. Concrete Pump;
Organisasi pelaksanaan lapangan dalam studi kasus ini.: 1 orang Project Site
Manajer, 3 orang Engineer (1 orang sipil, 1 orang arsitek, 1 orang ME), 1 orang
pelaksana utama lapangan, 1 orang inspektor spesialis, 1 orang logistik dan 3
orang mekanik, 2 orang Juru Gambar.
Jadwal Induk Pelasanaan Pekerjaan dalam studi kasus ini :

No

Uraian
Pekerjaan

Bobot

Persiapan/mobdemob

2,5%

Tanah &Sheetpile
dan Pondasi

14,5
%

Strktur
basement

Struktur Klm+Blk
Baja

20,5
%

Struktur
Lantaidan
Dinding

15,5
%

Arsitektur/Finishi
ng

20,5
%

Mek-ElektrikalPlumb.

12,5
%

beton 14,5
%

Beton

Progres

Realisasi
Pek

Progres

11

12

==== =
=
========
=
===== ==== ==
=
==== ==== ==== ==== ====
=
=
=
=
=
======= ==== ==== ==== ==== ==
=
=
=
=
=
======== ==== ==== ==== ==== ====
=
=
=
=
=
=
= = = = = = = = = = = = = = = === ==== ==== ==== ==== ==
=
=
=
=

Bobot kumulatif 100%


Rencana
Pek

10

Deviasi Progres

TUGAS AHLI GENERAL SUPERINTENDENT BANGUNAN GEDUNG


Saudara ditugaskan sebagai ahli General Superintendent pembangunan hotel
tersebut, agar melaksanakan pekerjaan tersebut dengan baik sesuai dengan
persyaratan dokumen kontrak.
Dalam sesi Tatap Muka selama 3 (tiga) hari ini, saudara diminta untuk:
1 Review dokumen kontrak terlebih dahulu apakah sudah sesuai dengan mutu,
gambar dan lokasi.
2 Lebih dulu memeriksa apakah usulan dalam studi kasus di atas sudah memadai
sebagai Rencana Kerja konstruksi, apabila belum, sebutkan terdiri dari apa saja
dokumen rencana kerja yang harus dibuat dan diajukan oleh kontraktor.
3 Apabila substansi belum lengkap untuk dibahas, saudara dapat:
a Menambahkan bagian-bagian rencana kerja yang belum dibuat dalam studi
kasus.
b Memperbaiki bagian rencana kerja yang dibuat/diajukan dalam studi kasus
tsb di atas.

Sampai di sini, anggaplah bahwa samua rencana kerja dalam studi kasus
tersebut sudah siap untuk dilaksanakan oleh saudara sebagai tim General
Superintendent .
4

Sebagai General Superintendent , saudara diminta melaksanakan tugas,


tanggungjawab & wewenang untuk memeriksa, mengarahkan, mengkoreksi,
meminta / menolak / menerima usulan dan memberi ijin pekerjaan yang akan
dilaksanakan, oleh saudara sebagai kepala proyek dari perusahaan kontraktor
anda.
No Kode Unit

INA.
5230.211.18.01.05

INA.
5230.211.18.02.05

INA.
5230.211.18.03.05

INA.
5230.211.18.04.05

Unit Kompetensi

Elemen Kompetensi
Review teknik gambar-gambar disain,

spesifikasi teknik dan persyaratan umum


seperti diatur dalam dokumen kontrak
beserta addendum dan amandemen
Mempersiapkan, melaksanakan, dan
Menguasai, mempersiapkan
mengendalikan Rencana Anggaran
dan
mengendalikan
Pelaksanaan Proyek (RAPP)
pekerjaan pekerjaan yang
Mempersiapkan dan mengendalikan waktu
terkait
dengan
fungsi
pelaksanaan proyek
manajemen seperti
Mempersiapkan dan mengendalikan aspek
diatur dalam dokumen
mutu dan meminimalkan resiko-resiko
kontrak beserta
pelaksanaan proyek
addendum dan amandemen
Mempersiapkan dan mengendalikanStandard
Operational Procedure (SOP) Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SM K3) serta perlindungan
lingkungan hidup
Mempersiapkan dan mengendalikan organisasi
proyek, lengkap dengan rencana mobilisasi
dan demobilisasi tenaga kerja dan fasilitas
kelengkapan kerja di proyek dll
Merencanakan, melaksanakan dan
mengendalikan project site (lapangan)

mobilisasi tenaga kerja dan alat serta


Mempersiapkan
dan
pengaturan mobilitas di proyek.
mengendalikan
Merencanakan, melaksanakan dan
pelaksanaan
pekerjaan
mengendalikan metode kerja dan
persiapan
pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan persiapan
dilapangan.
(land development, termasuk peralatan
proyek, dll)
Merencanakan, melaksanakan dan
mengendalikan pelaksanaan logistik proyek,
termasuk sistem keamanan, K3, komunikasi
dan transportasi di proyek

Contoh Bukti Kerja


Hasil pemeriksaan:
a. Rencana K3,
b. Kelayakan APAR, Ko
P3K, penggunaan APD (b
kerja, sepatu,helmet, saf
harness, kedok las ds
Rambu,
pagar
&jar
keselamatan.

Mempersiapkan, melaksanakan dan

mengendalikan pelaksanaan pekerjaan tanah


dan pondasi dan bangunan bawah (sub
structure)

Mempersiapkan, melaksanakan dan


Mempersiapkan
dan
mengendalikan pelaksanaan pekerjaan

mengendalikan
bangunan atas (upper structure)
pelaksanaan
pekerjaan
Mempersiapkan dan mengendalikan
pokok dilapangan
pelaksanaan pekerjaan utilitas plumbing,
mekanikal dan elektrikal
Mempersiapkan dan mengendalikan
pelaksanaan pekerjaan sipil non struktur,
finishing, interior, exterior dan external
Mempersiapkan
dan
Mempersiapkan dan mengendalikan pekerjaan
mengendalikan
administrasi, keuangan dan umum

Daftar pembag tugas General


Superintendent berdasarkan
spesialisasi atau area kerja
Struktur organisasi dan uraian
tugas ,
Prosedur kerja General
Superintendent an (flow char
dsb),

Catatan / daftar gambar kerja d


daftar spesifikasi teknis
Ringkasan butir-2 kontrak hasi
review sbg pedoman Genera
Superintendent ,
Daftar dokumen terkait pekerja
lainnya

Format pemeriksaan, koreksi,


persetjuan shopdrawing

INA.
5230.211.18.05.05

Mempersiapkan dan mengendalikan pekerjaan


pekerjaan
administrasi
administrasi dan pekerjaan inspeksi, testing
(keuangan, umum,
dan commissioning serta pelaksanaan serah
teknik, commissioning) dan
terima pertama dan terakhir
pelaksanaan
Mempersiapkan dan mengendalikan pekerjaan
serah terima pekerjaan
administrasi teknik
Mempersiapkan dan mengendalikan

Mempersiapkan
dan
pelaksanaan pekerjaan selama masa
mengendalikan
pemeliharaan.
pelaksanaan pekerjaan
Mempersiapkan dan mengendalikan pekerjaan
pekerjaan masa
pelatihan para calon operator (kalau diminta)
pemeliharaan serta pra
dan pelaksanaan pekerjaan pra operation
pengoperasian
Menyusun dan menyerahkan laporan akhir
termasuk laporan akhir
proyek secara lengkap termasuk standar
proyek
/manual pengoperasian banguna

Hasil pemeriksaan persiapan


pekerjaan.
Format ijin kerja,kelengkapan
kerja, daftar rujukan/
spesifikasi, kesiapan sbr daya

Jadwal induk blnan, jadwal rin


mgan, S-curve, Ra vs Ri
progres
Monitoring progres,
Respons terhadap keterlambata
Catatan rekomendasi
percepatan, penambahan sbrdaya

Kompetensi ahli General Superintendent bangunan gedung t.d. 5 unit dengan 19


elemen Kompetensi sbb:
5

Berdasarkan daftar unit dan elemen kompetensi tersebut di atas, susun dan
presentasikan bukti pelaksanaan tugas saudara untuk menunjukkan kompetensi
saudara sebagai Ahli General Superintendent Konstruksi Bangunan Hotel
Rose. Perhatian:Tidak menulis ulang (copy-paste) teori dari modul.

Catatan: a. Untuk menyelesaikan studi kasus ini saudara dapat menambah data,
sesuai dengan kebutuhan saudara sebagai Ahli General
Superintendent Bangunan Gedung.
b. Gunakan formulir, daftar simak, tools inspeksi, flow-chart, bagan
organisasi, prosedur, gambar monitoring dsb, sesuai dengan
kebutuhan untuk memermudah Pelaksanaan tugas General
Superintendent.
c. Beberapa butir pertanyaan untuk membantu saudara bekerja:
1 Apa saja rencana kerja General Superintendent yang harus
saudara persiapkan?
2 Apakah rencana kerja General Superintendent pd studi kasus
secara substantif sudah benar dan lengkap? Apabila belum benar
dan lengkap apa yang harus saudara lakukan terhadap Proyek
hotel Rose pada studi kasus ini?
3 Formulir/borang-borang apa saja yang perlu saudara siapkan dan
gunakan untuk:
Mempersiapkan rencana kerja (lay-out pelaksanaan, gambar kerja, jadwal
pelaksanaan induk, jadwal pelaksanaan rinci, rencana progres/RAB, bobot dan Scurve, rencana K3, rencana mutu dsb)
Melaksanakan permintaan & ijin kerja untuk setiap jenis pekerjaan
Notulen rapat koordinasi mingguan dan bulanan
4 Dst.
d Untuk bisa menunjukkan kompetensi mengendalikan jadwal
penyelesaian, terindikasi bahwa pada bulan ke 6, progres

pelaksanaan terlambat 5% karena keterlambatan fabrikasi dinding


precast, apa yang harus saudara lakukan atas keterlambatan tersebut
dan apa yang harus direkomendasikan sebagai jalan keluar untuk
mengatasi keterlambatan tsb?
e

Waktu pelatihan berbasis kompetensi yang terbatas ini hendaknya


saudara gunakan sefisien dan seefektif mungkin, lakukan
pembahasan yang sistematis singkat, padat dan tepat.
Selamat belajar dan berdiskusi

LAMPIRAN KASUS lihat halaman berikut :

LOKASI PROYEK HOTEL ROSE

Gambar 1. Peta lokasi Proyek Hotel Anggrek.

Gambar 2: Layout Hotel Anggrek.

Gambar 3. Potongan Melintang

URAIAN TUGAS
PERSONIL DALAM STRUKTUR ORGANISASI
A.
GENERAL SUPERINTENDENT
Wewenang :
1. Menetapkan harga satuan bahan, upah, alat, subkontraktor maupun biaya tak
langsung.
2. Menunjuk subkontraktor pada batas nilai tertentu dengan kuasa dari Direksi.
3. Mengesahkan bukti pembayaran.
4. Berhubungan dengan pihak luar dalam rangka pelaksanaan tugsanya.
Tanggung Jawab :
1. Tercapainya tujuan proyek, yaitu tepat waktu, mutu, dan dapat memberikan
keuntungan yang optimal kepada perusahaan dengan tidak melampaui ARP
yang sah.
2. Menjaga agar selama pelaksanaan tidak terjadi menyimpang dari ARP, dan bila
tetap terjadi penyimpangan maka penyimpangan tersebut harus dapat
dipertanggung jawabkan.
3. Menjaga agar selama pelaksanaan pekerjaan, kebijakan yang diambil tidak
bertentangan dengan Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Wilayah.
Tugas Pokok :
1. Mengkoordinir bidang, bagian, dan urusan yang ada dan terlibat dalam proyek.
2. Melakukan evaluasi atas laporan yang dibuat oleh bagian-bagian yang terlibat
sesuai dengan ketentuan perusahaan.
3. Mengevaluasi realisasi pelaksanaan terhadap ARP, RKK & SMK3L.
4. Mewakili perusahaan menyelesaikan urusan-urusan yang berkaitan dengan Pihak
Luar (Direksi Proyek, Konsultan dan Pemilik).
5. Menyelesaikan urusan-urusan dengan Pihak berwenang/Pemerintah.
6. Melaksanakan instruksi yang diberikan oleh Kepala Divisi yang berkaitan dengan
pelaksanaan pekerjaan dan kebijakan perusahaan.
7. Melakukan pengawasan mutu dan keselamatan kerja.
8. Memantau dan mengarahkan pelaksanaan mutu di proyek.
9. Menjamin bahwa sistem mutu telah dilaksanakan secara efektif di Proyek.
10.
Menyelesaikan keluhan pelanggan yang diterima di Proyek dan memastikan
bahwa keluhan pelanggan telah ditangani secara baik.
11.Memonitor pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen di Proyek.
12.
Memeriksa dan menyetujui Review Rencana Mutu Proyek dan Rencana
Kegiatan dimasa pemeliharaan.
13.
Menetapkan pengendali sistem mutu di Proyek.
14.
Meneliti perubahan-perubahan terhadap kontrak dan meng-evaluasi
akibatnya.
15.
Mengembangkan kemampuann personil dan penempatannya selama masa
pelaksanaan dan pemeliharaan proyek.
16.
Memelihara bukti-bukti kerja

B.
DEPUTY GENERAL SUPEINTENDENT
Tugas Pokok :
1. Menggantikan tugas Kepala Proyek bila yang bersangkutan tidak berada di Lokasi
Pekerjaan.
2. Melakukan evaluasi atas laporan yang dibuat oleh seluruh bagian yang ada di
proyek.
3. Mengevaluasi realisasi pelaksanaan terhadap ARP, RMP, RKK, dan APDU dan
mengusulkan alternatif tindak turun tangan agar mendapatkan hasil yang
optimal.
4. Mewakili Kepala Proyek menyelesaikan urusan-urusan yang berkaitan dengan
Pihak Luar (Direksi Proyek, Konsultan dan Pemilik).
5. Membantu Kepala Proyek dalam menyelesaikan urusan-urusan dengan Pihak
berwenang atau Pemerintah.
6. Melaksanakan instruksi yang diberikan oleh Kepala Proyek yang berkaitan
dengan pelak-sanaan pekerjaan dan kebijakan perusahaan.
7. Membantu Kepala Proyek dalam melakukan pengawasan mutu dan keselamatan
kerja.
8. Membantu Kepala Proyek dalam memantau dan mengarahkan pelaksanaan mutu
di proyek.
9. Membantu Kepala Proyek dalam menjamin bahwa sistem mutu telah
dilaksanakan secara efektif di Proyek.
10.
Membantu Kepala Proyek dalam menyelesaikan keluhan pelanggan yang
diterima di Proyek dan memastikan bahwa keluhan pelanggan telah ditangani
secara baik.
11.Memimpin pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen di Proyek.
12.
Bersama-sama dengan bidang lainnya membuat dan mengusulkan Review
Rencana Mutu Proyek dan Rencana Kegiatan dimasa Pemeliharaan.
13.
Berperan sebagai Pengendali Sistem Mutu di Proyek.
14.
Meneliti perubahan-perubahan terhadap kontrak dan meng-evaluasi dan
melaporkannya kepada Kepala Proyek.
15.
Membantu Kepala Proyek dalam mengembang-kan kemampuan personil
yang ada di Proyek.
16.
Membantu Kepala Proyek dalam memelihara bukti-bukti kerja.
Wewenang :
1 Membantu Kepala Proyek dalam menetapkan harga satuan bahan, upah, alat,
subkontraktor maupun biaya tak langsung.
2 Membantu Kepala Proyek dalam menunjuk subkontraktor pada batas nilai
tertentu dengan persetujuan dari kepala proyek.
3 Mengesahkan bukti pembayaran.
4 Berhubungan dengan pihak luar dalam rangka pelaksanaan tugsanya
Tanggung Jawab :

1
2
3
4

Tercapainya tujuan proyek, yaitu tepat waktu, mutu, dan dapat memberikan
keuntungan yang optimal kepada perusahaan dengan tidak melampaui ARP
yang sah.
Membantu Kepala Proyek dalam menjaga agar biaya pelaksanaan tidak
menyimpang dari ARP, dengan menberikan informasi yang cepat dan akurat
atas penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan.
Memberi masukan kepada kepala proyek agar selama pelaksanaan pekerjaan,
kebijakan yang diambil tidak bertentangan dengan peraturan dan undangundang yang berlaku.
Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Proyek.

C.
PENGENDALI SMMK3L
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1 Menjamin agar Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkunagn diproyek
tersedia, memadai dan diimplementasikan dengan benar dan efektif serta
selalu dimutakhirkan sesuai keadaan yang terbaru berdasarkan standar ISO
9001:2000; OHSAS 18001:1999; ISO41001:2004.
2 Tersedianya dokumen (prosedur & instruksi kerja) Sistem Manajemen Mutu,
K3 dan Lingkungan di proyek yang memadai dan diimplementasikan dengan
status terkendali.
3 Memutakhirkan dokumen Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan di
proyek.
4 Menentukan pihak-pihak di proyek yang seharusnya menerima dokumen
Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan dengan status terkendali.
5 Mengaudit pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu, K3 dan
Lingkungan di proyek.
6 Mengajukan revisi instruksi kerja sesuai dengan perkembangan yang terjadi.
7 Memberikan masukan untuk menghentikan kegiatan yang tidak memenuhi
persyaratan Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan berdasarkan
masukan dari ahli Sistem Manajemen Mutu, K3, dan Lingkungan kepada
Kepala Proyek.
1
2

Tugas Pokok :
Menjamin agar Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan diproyek
tersedia, memadai dan diimplementasikan dengan benar dan efektif di proyek.
Melaporkan dan memberi input kepada Kepala Proyek dan WMW tentang
kinerja Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan untuk kepentingan
perbaikan dan peningkatan Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan yg
ada di proyek.
Menyelenggarakan komunikasi dan konsultasi Sistem Manajemen Mutu, K3
dan Lingkungan pemilihan metode/media komunikasi/konsultasi diproyek.

4
5

6
7
8
9
10
11

12
13

Mengkoordinir pelaksanaan uji coba kesiagaan tim tanggap darurat dalam


menangani kondisi-kondisi mungkin terjadi di proyek.
Mengkoordinir pelaksanaan aktivitas-aktivitas pemantauan dan pengukuran
yang berkaitan dengan Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan di
proyek.
Mengendalikan dan mengevaluasi kecelakaan, insiden, dan ketidaksesuaian
dan tindakan perbaikan dan yang terjadi di proyek.
Menyusun laporan K3 dan Lingkungan ke instansi terkait.
Mengusulkan Program Kerja dan Anggaran Sistem Manajemen Mutu, K3 dan
Lingkungan proyek.
Menyusun agenda dan risalah rapat tinjauan manajemen proyek.
Mengkoordinir penyelesaiantindak lanjut auditee atas hasil audit diproyek &
mengecek kebenarannya.
Memonitor pelaksanaan audit Internal Sistem Manajemen Mutu, K3 dan
Lingkungan diproyek dan melaporkan hasilnya kepada Kepala Proyek &
WMW.
Menyimpan dan memelihara bukti-bukti kerja.
Melakukan pembinaan pengurus Manajemen Sistem Manajemen Mutu, K3
dan Lingkungan Proyek.

D.
PPDSMMK3L
Tugas Pokok :
1 Mengidentifikasi, mendistribusikan, menyimpan dan menarik kembali
dokumen Sistem Manajemen mutu, K3 dan Lingkungan (internal &
eksternal) di proyek.
2 Mengendalikan dokumen Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan yang
beredar di proyek.
3 Menyimpan dokumen Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan asli
(master) baik yang masih berlaku maupun yang sudah tidak berlaku
(disimpan terpisah sebagai referensi) di proyek.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1 Menjamin dokumen Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan
terdistribusikan kepada semua pihak di proyek yang telah ditentukan oleh
Pengendali Sistem Manajemen Mutu, K3 dan Lingkungan Proyek &
mengelolah peredaran dokumen Sistem Manajemen Mutu, K3 dan
Lingkungan tersebut.
2 Menginformasikan kepada pihak - pihak diproyek yang menerima copy
terkendali mengenai perlakuan terhadap dokumen Sistem Manajemen Mutu,
K3 dan Lingkungan yang beredar.
3 Menarik kembali / memusnahkan dokumen Sistem Manajemen Mutu, K3 dan
Lingkungan yg sudah tidak berlaku di proyek.

E.
PENGAWAS MUTU
Tugas Pokok :
1 Melakukan pemeriksaan thd hasil kerja pelaksana , dan memberikan status
pemeriksaan.
2 Melakukan joint survey / check list dgn pihak konsultan setiap tahapan
pekerjaan sehingga pekerjaan berikutnya bisa dilanjutkan.
3 Mencatat semua hasil pemeriksaan untuk dijadikan dokumen quality yang
digabung dengan hasil test laboratorium.
4 Memelihara bukti-bukti kerjanya.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1 Bertanggung jawab terhadap kebenaran data - data hasil pemeriksaan,
penandaan status yang jelas sehingga tdk menimbulkan salah penafsiran .
F.
SEKRETARIS
Tugas Pokok :
1 Mencatat surat masuk dan membuat disposisi.
2 Membuat surat keluar bila diperlukan.
3 Membuat undangan rapat.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1 Bertanggung jawab atas tertib surat menyurat proyek , penyampaian
informasi.
G.
MANAGER ENGINEERING
Tugas Pokok :
1 Memeriksa & mereview bagian planning & cost control, memeriksa kajian
teknis , mereview shop drawing, laboratorium, survey.
2 Melakukan evaluasi atas perencanaan struktur yang ada dan melakukan
rekayasa teknik dalam menerapkan VE (Value Engineering).
3 Mengelola pelaksanaan pengukuran dan melakukan evaluasi atas hasil
pengukuran tersebut.
4 Menyusun data teknis sesuai dengan spesifikasi dan menampilkannya dalam
format yang mudah dipahami dalam pelaksanaan.
5 Mengelolah proses pembuatan Shop Drawing dan mengarsipkannya.
6 Mengelolah proses pembuatan As Built Drawing dan mengarsipkannya.
7 Membantu KUP dan Pelaksana dalam membuat Metoda Kerja dan membackup dalam perencanaan teknis.
8 Menjamin keberadaan dan mengendalikan buku-buku standar Internal dan
Eksternal dengan status terkendali di Proyek sesuai dengan kebutuhan.
9 Membuat revisi Cash Flow bulanan sesuai dengan kondisi proyek dan
wilayah.
10 Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kapro / WaKapro / KUP
sesuai dengan bidang tugasnya.

11 Membantu Kepala Unit Pelaksanaan dalam membuat Job Mix Disain,


sehingga diperoleh suatu Job Mix yang memenuhi standar mutu, biaya dan
kemudahan dalam pelaksanaan.
12 Meneliti kontrak yang ada, membuat catatan-catatan.
13 Memelihara bukti-bukti kerja yang menjadi tanggung jawabnya.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1 Bertanggung jawab terhadap struktur jembatan bahwa sudah sesuai dengan
perencanaan ataupun kriteria engineering dan dipastikan sudah melalui kajian
engineering yang tepat.
2 Bertanggung jawab bahwa metode kerja bisa efisien atau sesuai dengan ARP.
3 Bertanggung jawab bahwa Laporan sudah sesuai dengan data transaksi yang
benar dengan acuan ARP.
H.
SM PROJECT PLANNING & COST CONTROL
Tugas Pokok :
1. Memeriksa & mereview bagian planning & cost control, memeriksa kajian
teknis , mereview shop drawing, laboratorium, survey.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Menolak bukti2 transaksi yang dianggap menyimpang, progress yang tdk
sesuai.
2. Bertanggung jawab bahwa Laporan sdh sesuai dengan data transaksi yang
benar dg acuan ARP.
3. Bertanggung jawab thd pengakuan progress kepada pihak I.

I.
COST CONTROL
Tugas Pokok :
1. Membantu SM Planning & Cost Control dalam hal pengendalian biaya,
kelayakan bukti-bukti akuntansi.
2. Membuat Laporan Bulanan Proyek ( RKK )
3. Memeriksa Laporan Mingguan Barang ( LP-10)
4. Verifikasi bukti-bukti transaksi
5. Melakukan prosedur pengadaan barang dan jasa subkontraktor, pengadaan
barang, alat sesuai manual mutu.
6. Membuat Rencana Pembayaran koordinasi dengan bagian administrasi,
disesuaikan dengan skala prioritas.
7. Monitoring laporan progress intern dari pelaksana.
8. Memelihara bukti - bukti kerjanya.
Wewenang dan Tanggung Jawab :

1. Bertanggung jawab bahwa Laporan sudah sesuai dengan data transaksi yang
benar dengan acuan ARP.

J.
QUANTITY SURVEYOR
Tugas Pokok :
1. Menyiapkan administrasi teknik untuk kepentingan dengan pihak 1 seperti :
Laporan Harian, Laporan Mingguan.
2. Menyiapkan berkas MC beserta back up-nya. Menguruskan untuk mendapat
approval dari pihak konsultan dan owner.
3. Melampirkan Back-up Quality dalam MC, setelah koordinasi dengan Quality
Control.
4. Mereview BQ setiap ada perubahan pekerjaan, maupun perubahan usulan
desain.
5. Menyiapkan hitungan Contract Change Order, untuk dijadikan addendum
kontrak.
6. Monitor Laporan Cuaca utk kepentingan ekstern & intern.
7. Memelihara bukti-bukti kerjanya.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap pengakuan progress kepada pihak 1.

K.
CONTRACT ADMINISTRATION
Tugas Pokok :
1. Memahami dan meresume klausul kontrak baik syarat-syarat teknis maupun
syarat-syarat hukum.
2. Menyiapkan addendum kontrak setiap ada perubahan.
3. Meng-update Manajemen Risiko.
4. Memelihara bukti-bukti kerjanya.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap pengakuan progress kepada pihak 1, tidak
menyalahi klausul kontrak.
L.
PLANNING & SCHEDULING
Tugas Pokok :
1. Membuat laporan mingguan proyek, membuat evaluasi pengendalian waktu.
2. Meng-update schedule dan plotting antara rencana dan realisasi.
3. Membuat tracking schedule, terhadap penekanan pekerjaan yang perlu
perhatian / kritis terhadap ketersediaan.
4. Memelihara bukti-bukti kerjanya.

Wewenang dan Tanggung Jawab :


1. Bertanggung jawab terhadap laporan progress dengan kondisi yang
sebenarnya.
M.
SM ENGINEERING
Tugas Pokok :
1. Mengkoordinir unit - unit kerjanya dalam penyediaan kepentingan
engineering struktur.
2. Menyiapkan kajian teknis bila diperlukan seperti usulan untuk perubahan
disain.
3. Menganalisa metode kerja yang paling mudah dikerjakan dan efisien, serta
memenuhi kriteria teknis.
4. Memberikan masukan inovasi dalam hal metode kerja.
5. Memelihara bukti-bukti kerjanya.
Wewenang :
1. Menetapkan kriteria keterimaan hal-hal teknis yang memenuhi standar
struktur, standard eksternal.
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap struktur jembatan bahwa sudah sesuai dengan
perencanaan ataupun kriteria engineering dan dipastikan sudah melalui kajian
engineering yang tepat.
N.
STRUCTURE ENGINEER
Tugas Pokok :
1. Menyiapkan hitungan metode kerja yang diperlukan, spt perancah,
bekisting, pondasi TC dll.
2. Menyiapkan hitungan perubahan desain bila ada.
3. Memelihara bukti-bukti kerjanya.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab hasil hitungan dan kajian struktur yang sudah memakai
standar perhitungan yang benar.
O.
SURVEYOR
Tugas Pokok :
1. Melakukan pengukuran awal bersama dengan konsultan, owner.
2. Melakukan pengukuran setiap akan ada tahapan pekerjaan.
3. Men-check ulang hasil pekerjaan pelaksana.
4. Mencatat , mengolah dan menyajikan data ukur dari awal pekerjaan sampai
akhir proyek.
5. Memelihara bukti-bukti kerjanya.

P.
DRAFTER
Tugas Pokok :
1. Menyiapkan Shop Drawing, gambar-gambar metode kerja.
2. Menyiapkan bahan visualisasi untuk presentasi.
3. Membuat As Built Drawing.
4. Memelihara bukti-bukti kerjanya.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap kebenaran angka-angka dalam gambar dan skala
yang benar, sehingga tidak membingungkan.
Q.
LABORATORAT
Tugas Pokok :
1. Membuat Job Mix Formula.
2. Melakukan pengetesan thd pekerjaan yang memerlukan test.
3. Memelihara bukti-bukti kerjanya.
R.
QUALITY CONTROL
Tugas Pokok :
1. Melakukan pemeriksaan terhadap hasil kerja pelaksana, dan memberikan
status pemeriksaan.
2. Melakukan joint survei dengan pihak konsultan setiap tahapan pekerjaan
sehingga pekerjaan berikutnya bisa dilanjutkan
3. Mencatat semua hasil pemeriksaan untuk dijadikan dokumen quality yang
digabung dengan hasil test labolatorium.
4. Memelihara bukti-bukti kerjanya.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap kebenaran data-data hasil pemeriksaan dan
penandaan status yang jelas.
S.
MANAGER FINANCE
Tugas Pokok :
1. Memastikan bahwa data transaksi dan data keuangan sdh memenuhi standard
SAKKU HK.
2. Memberikan masukan dalam hal penenuan kompetensi personil.
3. Memberikan masukan dalam hal strategi administrasi keuangan, langkahlangkah inovasi.
4. Pengelolaan perpajakan.
5. Memverifikasi data transaksi agar layak buku dan layak bayar.
6. Mengendalikan transaksi yang mengandung kewajiban perpajakan.
Wewenang dan Tanggung Jawab :

1. Bertanggung jawab terpeliharanya


kepersonaliaan & hubungan masyarakat.

tertib

administrasi

keuangan,

T.
UMUM & SDM
Tugas Pokok :
1. Membuat daftar personalia proyek dan membuat laporan setiap bulannya.
2. Menjaga data - data personalia seperti ijasah, curiculum vitae, dll.
3. Membuat kontrak personil, menampung keluhan personil untuk disampaikan
dan dicarikan solusi.
4. Membuat daftar gaji personil.
5. Melakukan kegiatan yg sifatnya Humas, tamu-tamu, pendataan tenaga kerja
untuk dilaporkan kepada lingkungan setempat.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab atas urusan kepersonaliaan, umum dan rumah tangga
proyek.
U.
KASIR
Tugas Pokok :
1. Melakukan pembayaran ke pada pihak III sesuai bukti transaksi yg telah
diverifikasi.
2. Membuat laporan kas dan Bank.
3. Membayar pengajuan kasbon oleh personil proyek untuk kepentingan
pekerjaan, setelah mendapat persetujuan.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab atas kebenaran saldo keuangan, dan keseseuaian
pembayaran data transaksi.
V.
MANAGER OPERATIONAL
Tugas Pokok :
1. Menggantikan tugas Kepala Proyek maupun Wakil Kepala Proyek bila yang
bersangkutan tidak berada di Lokasi Pekerjaan.
2. Mengendalikan unit kerja dibawahnya, logistik, peralatan, dan pelaksana
area.
3. Mengevaluasi realisasi volume pelaksanaan pekerjaan terhadap ARP &
RMK3L dan bersama - sama dengan Wakil Kepala Proyek melakukan
tindak turun tangan agar mendapatkan hasil yang optimal.
4. Membantu Kepala Proyek dalam menyelesaikan urusan pelaksanaan yang
berkaitan dengan Pihak Luar (Direksi Proyek, Konsultan dan Owner).
5. Membantu Kepala Proyek dalam menyelesaikan urusan-urusan dengan Pihak
berwenang/ Pemerintah.
6. Melaksanakan instruksi yang diberikan oleh Kepala Proyek yang berkaitan
dengan pelaksanaan pekerjaan dan kebijakan perusahaan.

7. Menjaga kesinambungan & mengendalikan implementasi K3L terhadap unitunit kerja dibawahnya.
8. Mengikuti pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen di Proyek.
9. Membantu Kepala Proyek dalam menyelesaikan keluhan pelanggan yang
diterima di Proyek.
10. Memberikan masukan terhadap Review RMK3L & Rencana Kegiatan dimasa
Pemeliharaan.
11. Berperan sebagai penanggung-jawab pelaksanaan di Proyek, dan
bertanggung-jawab terhadap sasaran kerja yang telah ditetapkan.
12. Mengusulkan perubahan-perubahan bila ada pada pelaksanaan pekerjaan
terhadap kontrak dan perkiraan akibatnya.
13. Mengembangkan kemampuan personil yang ada di Proyek.
14. Memelihara bukti-bukti kerjanya.
Wewenang :
1. Menetapkan personil pelaksanaan yang dianggap mampu dan kooperatif,
memberhentikan personil yang dianggap tidak cakap.
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap terpeliharanya kemajuan pekerjaan di lapangan.
2. Bertanggung jawab terhadap keselamatan & kesehatan kerja di lapangan.
W.
SM CONSTRUCTION
Tugas Pokok :
1. Memastikan pelaksanaan konstruksi di masing - masing area berjalan sesuai
rencana.
2. Mengatur koordinasi antar pelaksana dan berkoordinasi dgn unit lain,
engineering.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap sinerginya pelaksanaan di lapangan antar
masing - masing pelaksana area.
X.
SM EQUIPMENT & PURCHASING
Tugas Pokok :
1. Me-manage penggunaan peralatan di lapangan agar pelaksanaan sesuai dgn
syarat-syarat K3L.
2. Membuat perencanaan terhadap peralatan di lapangan baik R&O ataupun
maintenance.
3. Memeriksa permintaan barang dari pelaksana.
4. Memastikan ketersediaan material di lapangan.
Wewenang dan Tanggung Jawab :

1. Bertanggung jawab terhadap tersedianya sumber daya alat & bahan di


lapangan dan beroperasi dgn baik.
Y.
EQUIPMENT OPERATOR
Tugas Pokok :
1. Mencatat semua peralatan yang beroperasi di lapangan.
2. Memeriksa kondisi peralatan , memastikan semua operator mempunyai
sertifikat dan alat punya SIO (Surat Ijin Operator).
3. Bertanggung jawab atas semua peralatan yang beroperasi di lapangan.
Z.
MECHANIC (R & O)
Tugas Pokok :
1. Menginventarisir peralatan yang perlu perbaikan.
2. Inventarisir spare part yang perlu diganti dan tentukan skala prioritas.
3. Melakukan perbaikan alat setelah mendapat persetujuan.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab atas perbaikan alat dan alat bisa operasi sesuai schedule
pemakaian alat.
AA. ADMINISTRASI LOGISTIK
Tugas Pokok :
1. Memproses SPB dari pelaksana.
2. Melakukan order barang sesuai wewenang proyek.
3. Melengkapi bukti2 akuntansi dan data pendkung kelogistikan., BKTBI, LP10, LT-3.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab tertib administrasi pergudangan , sesuai dengan data
transaksi.
AB. WAREHOUSEMAN
Tugas Pokok :
1. Mencatat barang keluar - masuk.
2. Melakukan opname periodik terhadap stok fisik material.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab kebenaran saldo gudang antara stok fisik dan catatan
buku gudang.
AC. ARSITEKTUR
Tugas Pokok :
1. Merencanakan desain konsep bangunan.
2. Mereview desain gambar konsultan perencana apakah sudah sesuai dengan
arsitektural.

Wewenang dan Tanggung Jawab :


1. Dapat mengusulkan perubahan terhadap desain arsitektural dan dapat
mempertanggung jawabkannya.
AD. MEKANIKAL ELEKTRIKAL
Tugas Pokok :
1. Merencanakan desain konsep mekaninal dan elektrikal.
2. Merencanakan desain konsep jaringan kabel, komunikasi, dll.
Wewenang dan Tanggung Jawab :
1. Dapat mengusulkan perubahan terhadap desain mekanikal dan elektrikal dan
dapat mempertanggung jawabkannya.

TATA ATURAN JAM KERJA dan DISIPLIN KERJA


Berdasarkan UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenaga kerjaan dan KEPMEN No
233 Tahun 2003 tentang Jenis dan Sifat Pekerjaan yang dijalankan secara terus
menerus maka dibuat peraturan tentang jam kerja dan disiplin kerja sebagai
berikut :
BAB I
HARI KERJA DAN WAKTU KERJA
Pasal 1
HARI KERJA DAN WAKTU KERJA
1.

2.

3.
4.

Hari dan atau jam kerja pegawai berbeda satu dengan lainnya sesuai
dengan fungsi atau jabatan pegawai tersebut, namun tidak melebihi 7
jam sehari dan 40 jam seminggu atau 8 jam sehari dan 40 jam seminggu.
Penentuan mengenai hari kerja dan jam kerja seorang pegawai akan
diatur oleh perusahaan dan dapat diubah oleh perusahaan selama
perubahan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan ayat (1) pasal
ini.
Setiap kelebihan dari hari kerja sesuai dengan ketentuan ayat 1 (satu)
pasal ini harus dianggap sebagai kerja lembur.
Dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku, maka hari
kerja & jam kerja di PT Karya Bersama sebagai berikut :
Hari kerja : Senin s/d Sabtu
Jam kerja :
a.

Untuk 5 (lima) hari kerja


Senin Jumat
08.00 17.00 WIB

b.

Untuk 6 (enam) hari kerja


Senin Jumat
07.30 15.30 WIB
Sabtu
07.30 13.00 WIB

c.

Istirahat

Senin Kamis
12.00 13.00 WIB
Jumat
11.00 13.00 WIB (untuk karyawan lakilaki)
12.00 13.00 WIB (untuk karyawan perempuan)
Jam kerja shift:

5.

a.

Shift I

b.

Shift II

c.

Shift III

07.30 15.30 WIB


15.30 23.30 WIB
23.30 07.30 WIB

Hal-hal lain diluar ketentuan ayat 4 akan diatur perusahaan sesuai


dengan kebutuhan perusahaan, sepanjang tidak menyimpang dari ayat 1.

Pasal 2
KERJA LEMBUR
1. Pada dasarnya kerja lembur adalah sukarela bagi pegawai kecuali hal-hal
berikut:
a. Dalam hal-hal yang bersifat force majeur seperti kebakaran dan
sebagainya.
b. Dalam hal ada pekerjaan-pekerjaan yang apabila tidak segera
diselesaikan akan membahayakan kesehatan atau keselamatan orang.
c. Dalam hal-hal apabila pekerjaan tidak diselesaikan akan menimbulkan
kerugian bagi perusahaan atau dapat mengganggu kelancaran pelayanan.
d. Dalam hal terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan dengan segera,
karyawan harus bekerja atas panggilan darurat, dan bagi karyawan yang
mengabaikan perintah lembur dapat dikenai sanksi.
2. Perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut :
1) Pada hari kerja biasa
a) 1 (satu) jam pertama dibayar 1 (satu setengah) kali tarif lembur
sejam
b) Setiap jam berikutnya dibayar 2 (dua) kali tariff lembur sejam
2) Pada hari istirahat, minggu atau hari libur Nasional :
a) Untuk tiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua)
kali upah sejam
b) Jam pertama dan seterusnya setelah 7 (tujuh) jam dibayar 3 (tiga)
kali upah sejam
3. Perhitungan upah per jam akan diatur dalam ketentuan tersendiri.

4. Bagi pegawai yang melakukan kerja lembur 4 jam berturut-turut akan


memperoleh hak tambahan uang makan atau ekstra fooding.
BAB II
PERATURAN DAN TATA TERTIB
Pasal 3
KEWAJIBAN BAGI PEGAWAI
Kewajiban yang harus ditaati oleh setiap pegawai antara lain:
1. Mentaati ketentuan jam kerja.
2. Melakukan check in pada waktu masuk kerja dan check out pada waktu
pulang kerja.
3. Melaksanakan tugas/pekerjaan dengan sebaik-baiknya, penuh pengabdian,
kesadaran dan bertanggung jawab.
4. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan
perusahaan.
5. Memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan dan persatuan untuk
menciptakan suasana kerja yang baik sesuai dengan harapan perusahaan.
6. Menyimpan rahasia perusahaan dan/atau rahasia-rahasia jabatan dengan
sebaik-baiknya.
7. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik perusahaan dengan
sebaik-baiknya, serta menjaga pemborosan waktu dan material.
8. Segera melaporkan kepada atasannya, apabila mengetahui ada hal yang dapat
membahayakan atau merugikan perusahaan, terutama dibidang keamanan,
keuangan dan materiil.
9. Bertindak dan bersikap tegas, tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannnya.
10. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap
bawahannya.
11. Memberikan bimbingan kepada bawahannya dalam melaksanakan tugasnya.
12. Memberikan kesempatan dan dorongan kepada bawahannya untuk
meningkatkan prestasi kerja dan mengembangkan kariernya.
13. Berpakain rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan santun
terhadap masyarakat dan sesama pegawai.
14. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang dan/atau orang lain
yang ditunjuk olehnya.
15. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan-peraturan PT
Karya Bersama.
16. Memperhatikan dengan sebaik-baiknya setiap tindakan disipliner yang
diterima.
17. Datang ditempat kerja sebelum jam kerja dan mulai bekerja tepat pada waktu
yang telah ditentukan.
18. Menggunakan/melalui pintu yang telah ditentukan untuk masuk atau keluar
kompleks perusahaan.

19. Harus memperlihatkan isi dari bungkusan yang dibawa masuk atau keluar
kompleks perusahaan.
20. Selalu menggunakan atau membawa kartu tanda pengenal pegawai dan harus
dapat menunjukkan jika diminta oleh petugas keamanan.
21. Bersikap sopan, jujur dan selalu mentaati perintah atasan dalam melakukan
pekerjaannya serta selalu meningkatkan efisiensi dan produktifitas kerja.
22. Selalu menggunakan alat-alat keselamatan kerja dan selalu mencegah
terjadinya tindakan atau keadaan yang dapat menimbulkan bahaya seperti
misalnya kebakaran, kecelakaan kerja dan sebagainya dalam perusahaan.
23. Tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak atau merugikan nama baik
perusahaan, pimpinan atau teman sekerja dan harus memelihara kerjasama
yang baik diantara pegawai untuk menciptakan ketenangan kerja dan
memelihara ketertiban dalam perusahaan.
24. Menggunakan, menjalankan atau menyimpan dengan baik semua peralatan
atau mesin-mesin, bahan-bahan atau surat-surat berharga milik perusahaan
yang dipercayakan kepadanya.
25. Bertanggung jawab atas semua barang atau harta milik perusahaan yang
dipercayakan kepadanya dan harus segera melaporkan kehilangan atau
kerusakan yang terjadi terhadap barang-barang atau harta milik perusahaan
tersebut kepada kepala kerjanya untuk dipertimbangkan penggantinya.
26. Tetap berada ditempat kerja masing-masing selama jam kerja, kecuali untuk
keperluan dinas yang telah mendapat persetujuan dari kepala unit kerjanya dan
harus melaporkan diri kepada kepala unit kerjanya masing-masing bila datang
terlambat atau apabila hendak pulang lebih awal.
Pasal 4
HAK-HAK PEGAWAI
1.
2.
3.
4.
5.

Pegawai berhak mendapatkan upah dan dibayarkan tepat pada waktunya.


Pegawai berhak mendapatkan perlindungan hukum secara adil.
Pegawai berhak menolak pekerjaan yang diberikan apabila membahayakan
pekerja itu sendiri atau orang lain.
Pegawai berhak atas jenjang karir yang ada di perusahaan sesuai dengan
kemampuan dan prestasi kerjanya.
Pegawai berhak mangajukan pendapat yang bersifat membangun/positif yang
bertujuan untuk memajukan perusahaan dan kesejahteraan pegawai melalui
prosedur yang baik dan benar.

Pasal 5
LARANGAN BAGI PEGAWAI
Larangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap pegawai antara lain:
1. Lebih dari 5 (lima) kali datang terlambat, dan/atau dispensasi non dinas lebih dari
20 jam/bulan.

2. Meninggalkan perusahaan atau pekerjaannya selama jam kerja dan/atau pulang


cepat tanpa ijin atasan (yang dalam hal ini kepala seksi, kepala bagian atau
yang lebih tinggi).
3. Melanggar kesopanan maupun sopan santun dalam pergaulan dan/atau minumminuman yang sifatnya memabukkan dilingkungan perusahaan.
4. Melakukan perbuatan yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.
5. Menyimpan, menjual atau memperdagangkan barang-barang apapun dalam
perusahaan tanpa ijin pimpinan perusahaan.
6. Mengadakan rapat-rapat/pertemuan-pertemuan dilingkungan perusahaan tanpa ijin
dari pimpinan perusahaan.
7. Membawa orang lain/luar masuk dalam lingkungan perusahaan tanpa ijin pihak
atasan yang berwenang.
8. Mangkir (tidak masuk bekerja tanpa alasan).
9. Mengedarkan
daftar
sokongan,
menempel/memasang
poster/spanduk
dilingkungan perusahaan tanpa ijin pimpinan perusahaan.
10.
Mempengaruhi pegawai lain untuk tidak melakukan kewajibannya.
11.Menggunakan alat-alat perusahaan tanpa ijin atasan yang berwenang dan
menyerahkan tugas kerja kepada orang lain tanpa persetujuan atasan.
12.
Menjalankan kendaraan perusahaan tanpa memiliki ijin mengemudi dan atau
tanpa persetujuan perusahaan.
13.
Menjalankan kendaraan/alat-alat perusahaan dengan mengabaikan syaratsyarat keselamatan kerja.
14.
Membawa keluar barang-barang milik perusahaan atau barang-barang milik
orang lain/ ketiga tanpa ijin atasan yang berwenang.
15.
Menyalahgunakan waktu kerja untuk kepentingan komersial pribadi.
16.
Mempengaruhi pegawai lain untuk melanggar ketentuan-ketentuan
perusahaan.
17.
Membuat isu-isu yang dapat menimbulkan terjadinya kerusakan dalam
lingkungan perusahaan dan atau merugikan perusahaan.
18.
Mengabaikan kewajiban-kewajiban yang ditentukan oleh perusahaan.
19.
Menjalankan kendaraan perusahaan secara kebut-kebutan/tidak mengindahkan
sopan santun baik di jalan raya, maupun di area pabrik PT Karya Bersama.
20.
Menggunakan kemudahan, perkakas dan keterangan-keterangan perusahaan
untuk kepentingan diri sendiri atau pihak lain.
21.
Dengan sengaja atau karena lalai mengakibatkan dirinya dalam keadaan
sedemikian, sehingga ia tidak dapat menjalankan perusahaannya.
22.
Berkelahi dilingkungan perusahaan.
23.
Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan dan memalsukan
dokumen yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan.
24.
Mabuk, madat, memakai obat bius atau narkotika atau obat terlarang lainnya
di lingkungan perusahaan.
25.
Melakukan perbuatan asusila di lingkungan perusahaan.
26.
Melakukan tindakan kejahatan misalnya: mencuri, menggelapkan, menipu,
memperdagangkan barang-barang terlarang baik dalam lingkungan
perusahaan maupun diluar lingkungan perusahaan.

27.

28.

Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam atasan, keluarga atasan


atau teman sekerja termasuk dalam pengertian menganiaya adalah siapapun
yang menyerang terlebih dulu seorang karyawan dalam waktu dinas apapun
persoalannya, begitu pula mereka yang hendak menghindari tindakan
disipliner melakukan diluar perusahaan.
Membujuk atasan atau teman sekerja untuk melaksanakan sesuatu yang
bertentangan dengan hukum dan kesusilaan.
Dengan sengaja atau ceroboh merusak, merugikan atau membiarkannya dalam
keadaan bahaya milik perusahaan.
Dengan sengaja atau ceroboh merusak, merugikan atau membiarkan diri atau
teman sekerjanya dalam keadaan bahaya.
Membongkar/membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik
perusahaan dan keluarganya yang seharusnya dirahasiakan.
Melakukan/mengadakan permainan judi dalam lingkungan perusahaan.
Pegawai yang menyalahgunakan kepercayaan perusahaan dengan menerima
sesuatu suapan baik dalam bentuk uang maupun barang atau jasa yang
merugikan kepentingan perusahaan atau diluar pengetahuan perusahaan.
Menjalankan kendaraan perusahaan dalam keadaan mabuk.
Mencemarkan nama baik perusahaan.
Mengambil bagian atau menganjurkan setiap penghentian kerja, mogok atau
memperlambat pekerjaan.
Berniaga, menjalankan pekerjaan untuk pihak ketiga dan atau menjalankan
pekerjaan lain bersifat apapun juga tanpa ijin direksi.
Menyelenggarakan langsung atau tidak langsung pembelian untuk perusahaan
dan usaha-usaha lain di segala lapangan yang bersangkutan dengan usaha
perusahaan dan oleh karenanya bisa mendapat keuntungan bagi diri sendiri.
Membuka usaha yang sejenis dengan usaha yang dijalankan oleh perusahaan
sehingga merugikan perusahaan.
Berambut panjang melebihi krah seragam kerja.
Merokok dan atau menyalakan api pada semua tempat yang ada tanda
larangannya.
Membawa senjata tajam, senjata api atau barang berbahaya lainnya didalam
lingkungan perusahaan.
Menyalahgunakan kedudukan /jabatan untuk kepentingan pribadi.

29.
30.
31.
32.
33.

34.
35.
36.
37.
38.

39.
40.
41.
42.
43.

Pasal 6
TINDAKAN DISIPLIN
Termasuk pelanggaran disiplin adalah setiap perbuatan memperbanyak,
mengedarkan, mempertontonkan, menempelkan, menawarkan, menyimpan,
memiliki tulisan atau rekaman yang berisi anjuran atau hasutan untuk melanggar
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 dan 5 diatas
1. Setiap pegawai yang melakukan pelanggaran peraturan dan tata tertib perusahaan
dapat dikenakan tindakan disiplin.

2. Tingkatan hukuman disiplin (tindakan disipliner)


1. Tegoran tertulis
2. Peringatan tertulis I (pertama)
3. Peringatan tertulis II (kedua)
4. Peringatan tertulis III (ketiga) atau hukuman administratif
5. Skorsing
6. Pemutusan hubungan kerja
3. Jenis pelanggaran disiplin yang dapat dikenakan hukuman disiplin, ketentuan
pelaksanaannya ditetapkan sebagai berikut:
1. Tegoran Tertulis
1.1. Karyawan diberikan pengarahan dan dicatat oleh perusahaan.
1.2. Karyawan diberitahu bahwa ia akan dikenakan tindakan disipliner
tingkat selanjutnya, apabila ia melakukan pelanggaran lain.
1.3. Peringatan ini akan dihapuskan apabila selama 3 (tiga) bulan ia tidak
melakukan pelanggaran.
1.4. Tindakan ini digunakan untuk pelanggaran sejenis tidak terbatas
pada contoh-contoh dibawah ini :
1.4.1
Lebih dari 5 (lima) kali datang terlambat dan atau
dispensasi non dinas total lebih dari 20 jam/bulan.
1.4.2
Meninggalkan perusahaan atau pekerjaannya selama jam
kerja dan atau pulang cepat tanpa ijin atasan (yang dalam hal ini
kepala seksi, kepala bagian atau yang lebih tinggi).
1.4.3
Melanggar kesopanan atau sopan santun dalam pergaulan
dan atau minum-minuman yang sifatnya memabukkan dilingkungan
perusahaan.
1.4.4
Melakukan perbuatan yang dapat membahayakan diri
sendiri ataupun orang lain.
1.4.5
Tidak memelihara dengan baik alat-alat yang menjadi
tanggung jawabnya.
1.4.6
Menyimpan/menjual/memperdagangkan
barang-barang
apapun dalam perusahaan tanpa ijin pimpinan perusahaan.
1.4.7
Lebih dari 2 (dua) kali dalam satu bulan tidak melakukan
check in atau check out.
1.4.8
Mengadakan
rapat-rapat/pertemuan-pertemuan
lingkungan perusahaan tanpa seijin pimpinan perusahaan.
1.4.9
wajar.

dalam

Tidak melaporkan kepada atasan, adanya hal-hal yang tidak

1.4.10 Membawa orang lain/luar masuk dalam lingkungan


perusahaan tanpa ijin pihak atasan.
1.4.11 Menimbulkan pemborosan waktu kerja dan material
perusahaan.
2. Peringatan Tertulis I (Pertama)
2.1
Karyawan diberikan peringatan tertulis I, dan dicatat oleh
perusahaan.
2.2
Karyawan diberitahukan bahwa peringatan ini akan
dihapuskan apabila selama 6 (enam) bulan ia tidak melakukan
pelanggaran.
2.3
Tindakan ini digunakan untuk pelanggaran ringan
berikutnya sesudah karyawan mendapat tegoran tertulis. Juga dapat
dikenakan langsung untuk pelanggaran sejenis, tidak terbatas pada
contoh-contoh dibawah ini :
2.3.1

Berkali-kali merusak/menghilangkan perkakas kerja

2.3.2

Mangkir

2.3.3

Tidak melaksanakan tugas dengan baik

2.3.4
Mengedarkan daftar sokongan, menempel/memasang
poster atau spanduk di lingkungan perusahaan tanpa ijin pimpinan
perusahaan
2.3.5
Mempengaruhi karyawan lain untuk tidak melakukan
kewajiban
2.3.6
Menggunakan alat-alat perusahaan tanpa ijin atasan yang
berwenang
2.3.7
Menjalankan kendaraan perusahaan tanpa memiliki ijin
mengemudi dan tanpa persetujuan perusahaan
2.3.8
Menjalankan kendaraan/alat-alat milik perusahaan dengan
mengabaikan syarat-syarat keselamatan kerja (kecuali pelanggaran
4.4.4)
2.3.9
Membawa keluar barang-barang milik perusahaan atau
barang-barang milik orang lain/ketiga tanpa ijin atasan yang
berwenang

2.3.10 Menyalahgunakan waktu kerja untuk kepentingan komersiil


pribadi
2.3.11 Mempengaruhi karyawan lain untuk melanggar ketentuanketentuan perusahaan
2.3.12 Membuat isu-isu yang dapat menimbulkan terjadinya
keresahan dalam lingkungan perusahaan dan atau merugikan
perusahaan
3. Peringatan Tertulis II (Kedua)
3.1 Karyawan diberikan peringatan tertulis II, dan dicatat oleh
perusahaan
3.2 Karyawan diberitahu bahwa peringatan ini akan dihapuskan
apabila selama 9 (sembilan) bulan ia tidak melakukan pelanggaran.
3.3 Dalam hal yang menyangkut karyawan tidak melakukan tugastugasnya dengan baik, pada karyawan akan diberitahukan bahwa
pelanggaran sejenis berikutnya sebagai sanksi akan dikenakan hukuman
administrative.
3.4 Tindakan ini dipakai untuk pelanggaran ringan berikutnya apabila
karyawan berada pada tingkat peringatan tertulis I.
4. Peraturan Tertulis III (Ketiga) atau Hukuman Administratif
4.1 Karyawan diberikan peringatan tertulis ketiga, dan dicatat oleh
perusahaan.
4.2 Karyawan diberitahukan bahwa ini adalah peringatan terakhir dan
pelanggaran berikutnya akan mengakibatkan ia diskorsing atau bahkan
diberhentikan.
4.3 Dalam hal pelanggaran yang menyangkut hal karyawan yang tidak
melaksanakan tugas-tugas dengan baik, ia akan dijatuhi hukuman
administratif.
4.4 Peringatan tertulis ketiga ini digunakan untuk pelanggaran ringan
berikutnya sesudah karyawan berada pada tingkat peringatan tertulis
kedua. Juga dapat dikenakan langsung pada pelanggaran sejenis tidak
terbatas pada contoh-contoh dibawah ini:

4.4.1 Menolak perintah yang layak dari atasan dan atau orang lain
yang ditunjuk olehnya.
4.4.2

Mengabaikan kewajiban-kewajiban seperti:


a.
Berulang-ulang datang terlambat walaupun telah
diperingatkan tentang kemungkinan pemecatan
b.

Berkali-kali mangkir tanpa alasan yang kuat

c.

Menolak melakukan pemeriksaan kesehatan

4.4.3 Tidak cakap melakukan pekerjaan walaupun sudah dicoba


untuk ditempatkan/dipekerjakan pada bagian lainnya.
4.4.4 Menjalankan kendaraan perusahaan secara
kebutan/tidak mengindahkan sopan santun di jalan raya.

kebut-

4.4.5 Menggunakan kemudahan, perkakas dan keteranganketerangan perusahaan untuk kepentingan diri sendiri atau pihak
lain.
4.4.6 Dengan sengaja atau karena lalai mangakibatkan dirinya
dalam keadaan sedemikian sehingga ia tidak dapat menjalankan
pekerjaannya.
4.4.7 Melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan
perusahaan dan perjanjian kerja, sedangkan kepadanya telah
diberikan peringatan I (pertama) dan II (kedua)
4.4.8

Berkelahi dilingkungan perusahaan

5. Skorsing (Pembebasan Tugas)


Skorsing (pembebasan tugas) dapat dikenakan pada:
5.1 Pegawai yang dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan yang dapat
mengakibatkan pemutusan hubungan kerja. Dalam hal ini juga untuk
menunggu proses ijin pemutus hubungan kerja.
5.2 Pegawai yang melakukan pelanggaran mempunyai tingkat yang
sama dengan peringatan terakhir, dengan pertimbangan bahwa dengan
pemberian sanksi ini diharapkan lebih efektif untuk memperbaiki disiplin
kerja.

5.3 Lamanya masa skorsing maksimal 6 (enam) bulan dengan upah


75%.
6. PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA
Pemutusan hubungan kerja dapat digunakan untuk pelanggaran yang
tidak terbatas pada contoh-contoh dibawah ini:
6.1 Pada saat melamar pekerjaan atau waktu mengadakan perjanjian
kerja, memberikan keterangan palsu atau dipalsukan.
6.2 Mabuk, madat, memakai dan mengedarkan obat bius atau
narkotika/psikotropika dilingkungan perusahaan maupun diluar
lingkungan perusahaan.
6.3

Melakukan perbuatan asusila dilingkungan perusahaan.

6.4 Melakukan tindakan kejahatan misalnya: mencuri, menggelapkan,


menipu, memperdagangkan barang terlarang baik dalam lingkungan
perusahaan maupun diluar lingkungan perusahaan.
6.5 Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam atasan,
keluarga atau teman kerja. Termasuk dalam pengertian menganiaya
adalah siapapun yang menyerang terlebih dulu seorang karyawan dalam
waktu dinas apapun persoalannya, begitu pula mereka yang hendak
menghindari tindakan disipliner perusahaan melakukan di luar dinas.
6.6 Membujuk atasan atau teman sekerja untuk melaksanakan sesuatu
yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan.
6.7 Dengan sengaja atau ceroboh merusak, merugikan
membiarkannya dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan.

atau

6.8 Dengan sengaja atau ceroboh merusak atau membiarkan diri atau
teman sekerjanya dalam keadaan bahaya.
6.9 Membongkar/membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan
nama baik atasan atau teman sekerja dan keluarganya yang seharusnya
dirahasiakan, kecuali untuk kepentingan Negara.
6.10 Melakukan/mengadakan
perusahaan.

permainan

judi

dalam

lingkungan

6.11 Karyawan yang menyalahgunakan kepercayaan perusahaan dengan


menerima sesuatu suapan baik dalam bentuk uang maupun barang atau

jasa yang merugikan kepentingan perusahaan atau diluar pengetahuan


perusahaan.
6.12 Bagi pengemudi truk yang mengalami kecelakaan sehingga
menimbulkan kerugian terhadap perusahaan minimal 10 (sepuluh) kali
gaji pengemudi yang bersangkutan, dan dalam kasus tersebut pengemudi
di pihak yang salah.
6.12 Menjalankan kendaraan perusahaan dalam keadaan mabuk.
6.14 Mencemarkan nama baik perusahaan.
6.15 Mengambil bagian atau menganjurkan setiap penghentian kerja
mogok atau memperlambat pekerjaan.
6.16 Berniaga, menjalankan pekerjaan untuk pihak ketiga dan atau
menjalankan pekerjaan lain bersifat apapun juga tanpa ijin direksi.
6.17 Menyelenggarakan langsung atau tidak langsung pembelian untuk
perusahaan dan usaha-usaha lain di segala lapangan yang bersangkutan
dengan usaha perusahaan dan oleh karenanya bisa mendapat keuntungan
bagi diri sendiri.
6.18 Menyalahgunakan kedudukan/jabatan untuk kepentingan pribadi.
6.19 Membuka usaha yang sejenis dengan usaha yang dijalankan oleh
perusahaan sehingga merugikan perusahaan.
6.20 Pengendara yang mengalami perampokan atas hasil produksi
perusahaan atau barang angkutan yang menjadi tanggung jawabnya
sampai 3 (tiga) kali kejadian dan atau yang terbukti ikut terlibat baik
secara langsung/tidak langsung dalam kejadian tersebut.
6.21 Pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Republik Indonesia.
Pasal 7
GANTI RUGI
1. Karyawan diwajibkan membayar ganti rugi kepada perusahaan apabila:
1.1. Menghilangkan/merusak barang-barang milik perusahaan.
1.2. Karena kurang hati-hati atau karena kesalahan karyawan yang
bersangkutan menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
1.3. Karyawan tidak mentaati kewajiban/peraturan perusahaan, sehingga
menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
2. Pelaksanaan/pembayaran ganti rugi akan dilakukan oleh perusahaan.

3. Dalam hal karyawan telah berkali-kali menimbulkan kerugian bagi perusahaan


ia tidak terlepas dari kemungkinan dikenakan tindakan disiplin.
Pasal 8
SANKSI
Bentuk hukuman yang sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 tersebut diatas
ditetapkan sebagai berikut :
1. Tegoran tertulis
Berupa pemotongan tunjangan jabatan sebesar 10% (sepuluh persen) berlaku
selama 3 (tiga) bulan.

2.

Peringatan Tertulis I

Berupa pemotongan tunjangan jabatan sebesar 20% (dua puluh persen) berlaku
selama 6 (enam) bulan.

3.

Peringatan Tertulis II

Berupa pemotongan tunjangan jabatan sebesar 30% (tiga puluh persen) berlaku
selama 9 (sembilan) bulan.

4.

Peringatan Tertulis III

Berupa pemotongan tunjangan jabatan sebesar 50% (limapuluh persen) berlaku 12


(dua belas) bulan atau pemberian sanksi administratif berupa penundaan kenaikan
tingkat golongan selama masa peringatan dan akan dievaluasi pada periode
penilaian berikutnya

Pejabat yang berwenang memberikan hukuman adalah:


1.

Direksi

Berwenang menghukum karyawan yang menjabat tenaga pelaksana sampai


dengan kepala divisi dan staf (sederajt kepala divisi) sepanjang mengenai
hukuman disiplin (tindakan indisipliner) antara lain:

1.1

Hukuman administratif

1.2

Skorsing

1.3

Pemutusan hubungan kerja

2.

Kepala Sumber Daya Manusia atas nama Direksi

Apabila dipandang perlu juga mengikutsertakan atasan langsung dan tidak


langsung dari karyawan yang bersangkutan berwenang menghukum karyawan
yang menjabat tenaga pelaksana sampai dengan kepala seksi dan staf (sederajat
seksi), sedangkan untuk karyawan yang menjabat kepala bagian dan staf sederajat
kepala bagian yang berwenang menghukum adalah direksi sepanjang mengenai
hukuman disiplin (tindakan indisipliner):
2.1 Tegoran tertulis
2.2

Peringatan tertulis I (pertama)

2.3

Peringatan tertulis II (kedua)

2.4

Peringatan tertulis III (ketiga)

3
Hukuman disiplin yang berupa hukuman administratif, skorsing dan
pemutusan hubungan kerja ditetapkan dengan surat keputusan direksi.