Anda di halaman 1dari 4

No.

Tumor
Jinak
Payudara
Kelainan
Fibrokistik

Definisi

Gejala

Terapi

Kelainan fibrokistik pada


payudara adalah kondisi
yang ditandai penambahan
jaringan fibrous dan
glandular. Biasanya terjadi
pada wanita yang berusia
25-50 tahun.

Benjolan yang keras dengan


konsistensinya lunak,dan rasa
nyeri. Kista dapat membesar
dan terasa sangat nyeri selama
periode menstruasi.

Menjelaskan ke
pasien bahwa
penyakit ini
berhubungan
dengan hormone
sehingga kita akan
tatalaksana sesuai
dengan keluhan
pasien seperti obat
anti nyeri.
Eksisi dan
pemeriksaan
histopatologis atas
specimen operasi.
Followup penting
untuk mengetahui
diagnosis patologis
dan kemungkinan
terjadinya
kekambuhan atau
tumbuhnya tumor
baru.

Fibroadeno
ma

Adalah tumor neoplasma BeBenjola padat, keyal dan sangat


jinak payudara yang terdiri mobile dan batas tegas. Dapat
dari campuran elemen
single atau multiple, pada satu
kelenjar (glandular) dan
payudara atau kedua payudara,
elemen stroma
Lebih sering tidak disertai rasa
(mesenkhimal), yang
nyeri, hubungan dengan siklus
terbanyak adalah
menstruasi sangat variatif
komponen jaringan fibrous.
Perkambangannya
dianggap suatu kelainan
dari normal.sering
ditemukan pada usia yang
lebih muda, antara 20-40
tahun

Kista
payudara

Kista adalah ruang berisi


cairan yang dibatasi sel
glandular terbentuk dari
cairan yang berasal dari
kelenjar payudara, Secara
etio patogenesis, kista
terbentuk akibat obstruksi
dilatasi duktus koligentes.
Terbanyak pada usia 40
tahun-pre menopause.

Besarnya berubah sesuai


dengan siklus haid, bila
membesar dengan cepat,
umumnya disertai rasa nyeri,
benjolannya berbatas
tegas,mobile dan berisi cairan
yang keruh dan debris.

dilakukan operasi
pengangkatan
tumor (ekstirpasi)
karena tumor jinak
ini akan terus
membesar

Tumor
Filoides

Sel neoplasma jinak yang


berasal dari jaringan
penyokong non epitel
bersifat menyusup secara
lokal.

Benjolan besar atau sangat


besar (5 cm-40 cm), mobile,
Benjolan biasanya tidak nyeri,
dapat disertai dengan ulkus

Eksisi luas.jika
terlalu besar
mastektomi
simple.apabila
ganas dilakukan
mastektomi radikal.

Galaktokel

kista berisi air susu yang


terjadi pada wanita yang
sedang hamil atau
menyusui.

Keluhan adanya benjolan di


tengah payudara atau dibawah
putting, teraba massa yang
permukaannya licin, benjolan
dapat digerakkan namun dapat
juga keras dan susah
digerakkan

Papiloma
intraduktus

Adenosis

Pertumbuhan menyerupai
kutil dengan disertai
tangkai yang tumbuh dari
dalam payudara yang
berasal dari jaringan
glandular
Adenosis adalah
pembesaran lobulus
payudara, yang mencakup
kelenjar-kelenjar yang lebih
banyak dari biasanya.

keluar sekret/cairan berdarah


dari puting susu, kadang ada
keluhan massa pada area
subareola. Massa yang teraba
sebenarnya adalah duktus yang
berdilatasi .
Ada tonjolan keras di
payudara, mobile

Hiperplasi
epitel

Hiperplasi epitel (disebut


juga kelainan payudara
proliferatif) adalah
pertumbuhan abnormal dari
sel-sel yang membatasi
antar duktus atau lobulus

Benjolan kecil dipayudaranya,


tidak nyeri dan mobile

Mastitis

Selama menyusui, kadang


bisa terjadi suatu infeksi
yang disebut mastitis. Ini
terjadi apabila saluran air
susu tersumbat.

Adanya massa dengan batas


tak tegas, kemerahan disertai
rasa nyeri spontan dan nyeri
tekan. Kadang-kadang sudah
didapatkan massa yang
fluktuatif.

Aspirasi jarum
untuk
mengeluarkan
secret susu dan
pembedahan baru
dilakukan jika kista
terlalu kental untuk
bisa di aspirasi atau
jika terjadiinfeksi.
Terapi dengan
eksisi atau
mengangkat
papilloma tersebut

Sebelum dilakukan
pengangkatan,
harus dilakukan
biopsy untuk
membedakan
dengan karsinoma
mamae
Sebelum
pengangkatan harus
dilakukan biopsy
untuk memastikan
ini keganasan atau
tidak.
Bila belum jelas
adanya fluktuasi
(abses), diberi
antibiotik, Bila
telah terbentuk
abses, maka
dilakukan insisi,
yang jika sering
terjadi kekambuhan
maka tindakan yang
dikerjakan adalah
eksisi

2. Mastektomi
Berdasarkan tujuan terapi pembedahan, mastektomi dibedakan menjadi dua macam yaitu
tujuan kuratif dan tujuan paliatif. Prinsip terapi bedah kuratif adalah pengangkatan seluruh sel
kanker tanpa meninggalkan sel kanker secara mikroskopik. Terapi bedah kuratif ini dilakukan
pada kanker payudara stadium dini(stadium 0, I dan II).
Sedangkan tujuan terapi bedah palliatif adalah untuk mengangat kanker payudara secara
makroskopik dan masih meninggalkan sel kanker secara mikroskopik. Pengobatan bedah
palliatif ini pada umumnya dilakukan untuk mengurangi keluhan-keluhan penderita seperti
perdarahan, patah tulang dan pengobatan ulkus, dilakukan pada kanker payudara stadium
lanjut,yaitu stadium III dan IV.
Prosedur pengangkatan sel kanker dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Mastektomi radikal, yaitu Mengangkat seluruh payudara, kulit, otot mayor dan minor,

nodus limfe aksila dan jaringan lemak disekitarnya.


Mastektomi radikal modifikasi, seperti mastektomi radikal tetapi otot pektoralis mayor

dipertahankan.
Mastektomi sederhana, Mengangkat payudara dengan mempertahankan otot-otot yang

menyokong.
Mastektomi parsial, Mengangkat lesi dan jaringan disekitarnya termasuk nodus limfe.
Lumpektomi, Mengangkat lesi dan 3 sampai 5 cm jaringan ditepinya, jaringan
payudara dan kulitnya dipertahankan.

3. Mamografi

Pemeriksaan mammografi terutama berperan pada payudara yang mempunyai jaringan lemak
yang dominan serta jaringan fibroglanduler yang relatif sedikit. Pada mammografi, keganasan
dapat memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. Tanda primer berupa fibrosis reaktif, comet
sign (Stelata), adanya perbedaan yang nyata antara ukuran klinis dan radiologis, adanya
mikroklasifikasi, adanya spikulae, dan ditensi pada struktur payudara. Tanda sekunder berupa
retraksi, penebalan kulit, bertambahnya vaskularisasi, keadaan daerah tumor dan jaringan
fibroglandular tidak teratur, infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mamma dan adanya
metastatis ke kelenjar (gambaran ini tidak khas). Mammografi digunakan untuk mendiagnosa
wanita dengan usia tua sekitar 60-70 tahun.
Pada wanita usia> 35 sampai 49 tahun mamografi dilakukan 1 tahun sekali sedangkan pada
wanita >50 tahun dilakukan 2 kali dalam setahun

Anda mungkin juga menyukai