Anda di halaman 1dari 4

MANAJEMEN LIKUIDITAS

Disusun dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Treasury, yang
dibimbing oleh:
Arif Fauzan, SE,MM

Oleh:
Kelompok 3
Herdi Karunia Pratama (1112046100050)
Ayu Dwi Adani (1112046100099)
Rabiahtul Addawiyah (1112046100103)
Suci Duwiliyani (1112046100139)
Ani Nurmuliyani (1112046100134)
Ridwan Setiawan (1112046100151)

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM


UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2015

PEMBAHASAN
1.

Pengertian
Pengertian manajemen likuiditas menurut beberapa sumber :
a. Duane B. Graddy
Manajemen likuiditas melibatkan perkiraan permintaan dana oleh masyarakat dan
penyediaan cadangan untuk memenuhi semua kebutuhan.
b. Oliver G. Wood
Manajemen likuiditas melibatkan perkiraann kebutuhan dan penyediaan kas
secara terus menerus baik kebutuhan jangka pendek atau musiman maupun
kebutuhan jangka panjang.
Jadi manajemen likuiditas adalah ilmu yang mengatur bagaimana suatu
perusahaan atau bank mampu untuk memenuhi kewajibannya terutama kewajiban jangka
pendek, serta dapat membayar kembali semua deposannya, dan dapat memenuhi
permintaan kredit yang diajukan pada debitur tanpa terjadi penangguhan.

2.

Tujuan
Tujuan dari manajemen likuiditas adalah :
a. Menjaga posisi likuiditas bank agar selalu berada pada posisi yang ditentukan
bank sentral.
b. Mengelola alat-alat likuid agar selalu dapat memenuhi semua kebutuhan cash
flow, termasuk kebutuhan yang tidak diperkirakan, misalnya penarikan yang tibatiba terhadap sejumlah giro atau deposito berjangka yang belum jatuh tempo;
c. Sedapat mungkin memperkecil adanya idle funds.

3.

Manfaat
Pengelolaan likuiditas tersebut dilakukan untuk memenuhi pekerjaan-pekerjaan sebagai
berikut:
a.
Kemampuan untuk memprediksi kebutuhan dana di masa yang akan datang.
b.
Mencari sumber dana untuk mencukupi jumlah yang dibutuhkan.
c.
Melakukan penatausahaan untuk arus dana yang masuk dan keluar.

4.

Instrumen Likuiditas
Instrument dari likuiditas adalah:

1. Primary Reserve (Cadangan Primer) adalah dana dalam kas dan saldo rekening
Koran Bank pada Bank Indonesia dan Bank-Bank lainnya, serta warkat-warkat
dalam proses penagihan, komponen ini sering disebut sebagai alat-alat likuid.
Tujuan dari Primary Reserve :
Untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu likuiditas wajib
minimum (giro wajib minimum), keperluan operasi bank, semua penarikan
simpanan, dan permintaan pencairan kredit dan nasabah, penyelesaian kliring antar
bank dan kewajiban-kewajiban bank lainnya yang harus segera di bayar.
Primary reserve terdiri dari:
Giro Wajib Minimum pada Bank Indonesia
Kas pada valuta asing
Giro pada bank lain
Item-item uang tunai yang masih dalam proses inkaso.
2. Secondary Reserve (Cadangan Sekunder) adalah penempatan dana-dana ke dalam
non cash liquid asset (asset likuid yang bukan kas) yang dapat memberikan
pendapatan kepada bank dan mudah diperjualbelikan seperti, Surat berharga
tersebut antara lain :

Surat berharga pasar uang (SBPU)

Sertifikat Bank Indonesia

Surat berharga jangka pendek lainnya

Surat Utang Negara


Tujuan Cadangan Sekunder :

Memenuhi kebutuhan likuiditas yang bersifat jangka pendek.


Memenuhi kebutuhan likuiditas yang segera harus dipenuhi dan

kebutuhan-kebutuhan lainnya yang sebelumnya tidak diperkirakan.


Sebagai tambahan apabila cadangan primer tidak mencukupi.
Memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek yang tidak diperkirakan.

3. Loan Portofolio (kredit) adalah penyaluran kredit, bank baru dapat menentukan
besarnya volume kredit yang akan diberikan setelah bank mencukupi primary
reserve serta kebutuhan secondary reserve.

Portofolio Investment adalah investasi berupa penanaman dalam bentuk suratsurat berharga jangka panjang atau surat-surat berharga yang berlikuiditas tinggi,
contoh obligasi.
5.

Rasio Likuiditas
Untuk melihat likuiditas suatu perusahaan maka dapat di hitung melalui rasio likuiditas.
Dalam praktiknya,untuk mengukur rasio keuangan secara lengkap,dapat menggunakan
jenis-jenis rasio likuidias yang ada,seperti: Current Ratio,quick ratio/acid test ratio,cash
ratio,rasio perputaran kas,inventory to net working capital.
Current Ratio
Quick ratio
Cash ratio
Rasio perputaran kas
Invetory to NWC

: (Aktiva Lancar : utang lancar) x 100%


: (aktiva lancar-persediaan) : kewajiban lancar) x 100%
: (kas+bank) : kewajiban lancar) x 100%
: Perjalanan bersih : modal kerja bersih
: inventori: (aktiva lancar-utang lancar) x 100%

6. Strategi Mengamankan Likuiditas


Strategi mengamankan likuiditas yang dapat dikembangkan oleh bank yaitu :
a. Memperpanjang jatuh tempo semua kewajiban bank, kecuali bila tingkat bunga
cenderung mengalami penurunan.
b. Melakukan diversivikasi sumber dana bank
c. Menjaga keseimbangan jangka waktu asset dan kewajiban
d. Memperbaiki posisi likuiditas antara lain, mengalihkan asset yang kurang marketable
menjadi lebih marketable