Anda di halaman 1dari 11

BAHAYA PENGELASAN DAN UPAYA PENCEGAHANNYA

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah


Keselamatan & Kesehatan Kerja

Oleh
NAMA
NIM

: Dody Genjer Simamora


: 21090111060004

PSD III TEKNIK PERKAPALAN


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012
1

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kita Panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan
kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Keselamatan & Kesehatan Kerja
(K3) dengan membahasBahaya Pengelasan Dan Upaya Pencegahannya dalam bentuk
makalah. Dalam penyusunan tugas atau makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis
hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain
berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis
hadapi dapat teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Sarwoko, selaku dosen pengampu Keselamatan & Kesehatan Kerja, yang telah
memberikan tugas kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan
tugas ini.
2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan
sehingga tugas ini selesai.
3. Teman-teman yang selalu memberi motivasi dalam mengerjakan tugas ini.
4.

Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan
bantuan dalam penulisan makalah ini.

Penyusunan makalah ini memang masih jauh dari sempurna, yang mana masih banyak
kekurangan, baik dalam penyusunan maupun penulisannya.Walaupun demikian penulis
berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan yang ada untuk penyusunan makalah ini.
Oleh karena itu maka penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat
membangun.Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi
pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat
tercapai. AMIN

Daftar Isi

Kata pengantar.............................................................................................. 1
Daftar isi........................................................................................................ 2
BAB I Pendahuluan.......................................................................................3
1.1 Latar Belakang......................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah............................................................................... ... 3
1.3 Manfaat dan Tujuan................................................................................ 4
1.4 Batasan makalah..................................................................................... 4
BAB II Pembahasan......................................................................................4
2.1 Kecelakaan Cahaya dan Sinar................................................................. 4
2.2 Kecelakaan Karena Listrik...5
2.3 Bahaya Gas Dalam Asap Las....6
2.4 Bahaya Percikan dan Terak Las..............................................................7
2.5 Bahaya Lainnya.......................................................................................7
BAB III Penutup..9
3.1 Kesimpulan..............................................................................................9
3.2 Saran........................................................................................................9
Daftar Pustaka..............................................................................................10

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada waktu ini teknik las telah dipergunakan secara luas dalam penyambungan
batang-batang pada kontruksi bangunan baja dan kontruksi mesin. Luasnya penggunaan
teknologi ini disebabkan karena bangunan dan mesin yang dibuat dengan mempergunakan
teknik penyambungan ini menjadi lebih ringan dan proses pembuatannya juga lebih
sederhana, sehingga biaya keseluruhannya menjadi lebih murah.
Penggunaan las dalam pengerjaan konstruksi semakin luas, terlebih dalam dunia
Perkapalan proses pengelasan sangat diperlukan pada kontruksi suatu kapal. Pada proses
pengelasan kita harus mematuhi prosedur yang ditetapkan. Pada galangan kapal kerap terlihat
proses pengelasan pada pembuatan kapal. Tetapi akibat penggunaan pengelasan yang kurang
baik, struktur las dan hasil las banyak masalah-masalah yang dihadapi. Selain masalah pada
hasil lasan, masalah keselamatan dan kesehatan pada pengelasan semakin menjadi-jadi.
Akhir-akhir ini kontruksi las banyak sekali digunakan, sehingga pelaksanaan
pekerjaan las juga menjadi makin besar dan dengan sendirinya kecelakaan-kecelakaan yang
berhubungan dengan pengelasan juga menjadi makin banyak. Kecelakaan-kecelakaan
tersebut pada umumnya disebabkan karena kurangnya kehati-hatian, cara memakai alat yang
salah, pemakaian pelindung yang kurang baik. Untuk menghindari kecelakaan-kecelakaan
tersebut, kita sebagai operator dalam mengoperasikan alat pengelasan dan alat keselamatan
kerja dipergunakan dengan baik dan benar, memiliki penguasaan cara cara pencegahan
bahaya akibat proses las. Untuk itu, diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai K3.

1.2 Rumusan Masalah


1.
2.
3.
4.
5.

Bagaimana cara pencegahan Kecelakaan karena Cahaya dan Sinar Las?


Bagaimana cara pencegahan Kecelakaan karena Listrik?
Gas apa saja yang berbahaya yang terkandung dalam Asap Las?
Bagaimana cara untuk menghindari bahaya Percikan dan Terak Las?
Bahaya-bahaya lainnya yang berbahaya dalam pengelasan?

1.3 Manfaat Dan Tujuan


4

1. Agar pembaca mengetahui kecelakaan kerja dalam bidang pengelasan.


2. Untuk memahami cara pencegahan-pencegahan kecelakaan tersebut.
3. Pembaca dapat mengerti bahaya-bahaya yang terkandung dalam unsur pengelasan.

1.4 Batasan Makalah


Dalam makalah ini, penulis memberikan sedikit pengetahuan tentang Kecelakaan
dan Penegahannya dalam Pengelasan . Mengingat keterbatasan waktu dan keterbatasan
kemampuan dalam meyusun makalah ini, mungkin banyak kesalahan-kesalahan penulisan
dan sistematika dari makalah ini. Tetapi penulis berharap agar pembaca mampu memahami
isi dari makalah ini dan mau menerima apa adanya.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kecelakaan Karena Cahaya dan Sinar


Dalam proses pengelasan tidak luput adanya cahaya dan sinar sewaktu kita mengelas.
Namun cahaya dan sinar ini dapat membahayakan juru las dan pekerja lain sewaktu di sekitar
pengelasan. Cahaya dan sinar las ini meliputi:
Sinar Ultraviolet
Cahaya Tampak
Sinar Inframerah
Cahaya dan sinar ini cukup berbahaya jika mata menerima dengan berlebih.
2.1.1 Pelindung Mata dan Muka
Pelindung mata tersebut harus mampu menurunkan kekuatan cahaya tampak dan
harus dapat menyerap atau melindungi mata dari pancaran sinar ultraviolet dan
inframerah. Untuk keperluan ini maka pelindung mata harus mempunyai warna
transmisi tertentu, misalnya abu-abu, coklat atau hijau (Harsono, 1996). Pelindung
mata atau goegle yang mempunyai nomor warna dan penggunaan seperti di tunjukkan
pada tabel di bawah ini :
Tabel 1. Nomor warna penggunaan goegle
5

No.warna

Las busur listrik

Las gas

2,5

Untuk cahaya rendah

Untuk cahaya rendah

Untuk cahaya rendah

Untuk busur di bawah 30 A

Untuk cahaya sedang

Untuk busur di bawah 30 A

Untuk cahaya sedang

Untuk busur di antara 30 s.d. 70 A

Untuk cahaya kuat

Untuk busur di antara 30 s.d. 70 A

Untuk cahaya kuat

Pelindung muka dipakai untuk melindungi seluruh muka terhadap kebakaran kulit
sebagai akibat cahaya busur, percikan yang tidak dapat dilindungi dengan hanya
memakai pelindung mata saja. Bentuk dari pelindung muka bermacam-macam dapat
berupa helmet dan dapat berupa pelindung yang harus dipegang.

2.2 Kecelakaan Karena Listrik


Kecelakaan ini sangat rentan terjadi pada pekerja las yang melakukan pekerjaan
mengelas tidak pada tempat yang benar. Banyak juru las menganggap kejutan listrik yang
kecil merupakan hal sepele. Namun kejutan listrik yang kecil tersebut bisa saja membuat para
pekerja las mengalami gangguan pada peredaran darah, bahkan mengalami kematian.
2.2.1 Pencegahan Bahaya Listrik

Listrik cukup berbahaya pada juru las, tetapi bahaya listrik ini dapat dicegah dengan
beberapa cara yaitu:

Penggunaan Wearpack atau perlengkapan yang sesuai untuk pengelasan.


Penggunaan pemegang elektroda berisolator.
Penggunaan alat penurunan tegangan otomatik.
Penggunaan kabel pengelasan yang sesuai.

2.3 Bahaya Gas Dalam Asap Las


Gas karbon monoksida ( CO )
Gas ini mempunyai afinitas yang tinggi terhadap haemoglobin ( Hb ) yang akan
menurunkan daya penyerapannya terhadap oksigen .
Karbon dioksida (CO2)
Gas ini sendiri sebenarnya tidak berbahaya terhadap tubuh tetapi bila konsentrasi CO 2
terlalu tinggi dapat membahayakan operator terutama bila ruangan tempat pengelasan
tertutup.
Gas Nitrogen monoksida (NO)
Gas NO yang masuk ke dalam pernafasan tidak merangsang, tetapi akan bereaksi
dengan haemoglobin (Hb) seperti halnya gas CO. Tetapi ikatan antara NO dan Hb
jauh lebih kuat daripada CO dan Hb maka gas NO tidak mudah lepas dari
haemoglobin, bahkan mengikat oksigen yang dibawa oleh haemoglobin. Hal ini
menyebabkab kekurangan oksigen yang dapat membahayakan sistem syaraf.
Gas nitrogen dioksida ( NO2)
Gas ini akan memberikan rangsangan yang kuat terhadap mata dan lapisan
pernafasan, bereaksi dengan haemoglobine ( Hb ) yang dapat menyebabkan sakit mata
dan batukbatuk pada operator . Keracunan gas ini apabila dipakai untuk jangka
waktu yang lama akan berakibat operator menderita penyakit TBC atau paruparu .
2.3.1 Pencegahan Bahaya Gas Dalam Asap Las
Ventilasi.
Ventilasi ini akan jalur keluarnya asap las yang mengandung gas diatas tersebut,
sehingga udara yang didalam ruangan dapat berganti.
Pelindung Pernapasan.
Selain ventilasi, pelindung pernapasan atau masker ini juga berperan penting dari
bahaya gas-gas berbahaya yang berada dalam las. Alat pernapasan harus tetap
memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam penggunaannya yaitu:
Mempunyai daya tampung yang tinggi.
7

Sesuai dengan bentuk muka.


Tidak mengganggu pernapasan.
Tidak mengganggu pekerjaan.
Kuat, ringan dan mudah dirawat.

2.4 Bahaya Percikan dan Terak Las


Percikan terjadi sewaktu berlangsungnya pengelasan, dan percikan ini juga berbahaya
jika terkena pada mata dan pada kulit. Biasanya kulit akan mengalami luka bakar jika terkena
percikan api las ini. Terak las juga berbahaya jika terkena ke kulit dan mata. Ini terjadi
sewaktu juru las membersihkan hasil las maupun mengkikis terak las tersebut. Untuk
mencegah bahaya percikan dan terak las ini perlu yang dinamakan dengan pelindung yaitu:
Pelindung Mata.
Pelindung ini berfungsi menghindari percikan maupun pecahan terak las masuk ke
mata. Jika juru las sudah menggunakan pelindung ini, percikan-percikan akan
memantul ke pelindung mata yang berbentuk kacamata maupun gogel yang berkaca
bening.
Pelindung Kulit.
Percikan las bila mengenai kulit akan menyebabkan luka bakar. Karena itu juru las
harus dilindungi terhadap hal ini terutama apabila harus melakukan pengelasan tegak
dan atas kepala. Untuk itu juru las harus menggunakan sarung tangan yang terbuat
dari kulit dimana bagian dalam sarung tangan ini dilapisi sarung tangan yang terbuat
dari katun, agar menghindari bahaya listrik.

2.5 Bahaya Lainnya


Bahaya Ledakan.
Bahaya ledakan yang sering terjadi pada proses pengelasan produk yang berbentuk
tangki atau bejana bekas tempat penyimpanan bahan bahan yang mudah menyala
atau terbakar . Pada proses pengelasan / pemotongan ini diperlukan beberapa hal
persiapan pendahuluan untuk menghindari bahaya ledakan , seperti :
Pembersihan bejana atau tangki.
Sebelum proses pengelasan berlangsung maka bejana atau tangki perlu
dibersihakan dengan : Air untuk bahan yang mudah larut, uap untuk bahan
yang ,mudah menguap dan soda kostik untuk membersihkan minyak , gemuk
atau pelumas.
Pengisian bejana atau tangki.
8

Setelah proses pembersihan selesai isilah tangki atau bejana dengan air sedikit
di bawah bagian yang akan dilas/dipotong.
Kondisi tangki sewaktu proses pengelasan.
Selama proses pengelasan berlangsung kondisi tangki atau bejana harus dalam
keadaan terbuka agar gas yang menguap karena pada proses pemanasan gas
dapat keluar.
Penggunaan gas lain.
Apabila dalam proses pengisian tangki atau bejana dengan air mengalami
kesulitan maka sebagai gantinya dapat digunakan gas CO 2 atau gas N2 dengan
konsentrasi minimum 50 % dalam udara .
Bahaya Jatuh.
Untuk pengerjaan konstruksi bejana, tangki pertamina atau konstruksi bangunan
lainnya yang membutuhkan tempat yang tinggi, bahaya yang mungkin dapat terjadi
adalah bahaya jatuh atau kejatuhan yang berakibat fatal . Beberapa langkah yang
perlu diambil oleh operator untuk menghindari bahaya ini :
Menggunakan tali pengaman.
Menggunakan topi atau helm proyek pengaman untuk mencegah terjadinya
kejatuhan benda benda atau kena panas matahari.
Bahaya Kebakaran.
Proses pengelasan selalu berhubungan dengan api sehingga bahaya kebakaran sangat
mungkin terjadi mengingat proses ini sangat berhubungan erat dengan api dan gas
yang mudah terbakar, untuk itu operator perlu sekali mengambil langkah langkah
pengamanan seperti :
Ruangan atau areal pengelasan harus bebas dari kain, kertas, kayu, bensin,
solar, minyak atau bahan bahan lain yang mudah terbakar atau meledakharus
ditempatkan di tempat khusu yang tidak akan terkena percikan las.
Jauhkan tabung tabung dan generator dari percikan api las, api gerinda atau
panas matahari.
Perbaikan pada sambungan sambungan pipa atau selang selang terutama
saluran Asetilen.
Penyediaan alat pemadam kebakaran di tempat yang mudah dijangkau seperti
bak air, pasir, hidrant .
Kabel yang ada didekat tempat pengelasan diisolasi dari karet ban.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
9

Dalam pengelasan ada 3 cahaya dan sinar yang berbahaya pada mata yaitu: Sinar
Ultraviolet, Cahaya Tampak dan Sinar Inframerah.
Listrik tidak boleh disepelekan karena listrik merupakan sesuatu yang cukup
mematikan.
Pada proses pengelasan juru las harus mengerti bahaya-bahaya apa saja yang terdapat
dan bagaimana cara untuk mencegah ataupun mengatasinya.

3.2 Saran
Penulis berharap agar pembaca dapat memahami isi dari makalah ini.
Pemberian penyuluhan kepada juru las tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja
dalam bidang pengelasan
Juru las dapat menjalani pekerjaan dengan baik, dan menghindari kecelakaankecelakaan kerja dengan cara memahami pencegahannya.

DAFTAR PUSTAKA
Bambang, P., 1992, Teknologi Mekanik, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
Harsono, Toshie, 1996, Teknologi Pengelasan Logam,. Pradnya Paramita, Jakarta.

10

King, R.W. and Hudson, R. (1985). Construction Hazard and Safety Handbook: Safety.
Butterworths, England.
Robert, W.,K., 1993, Dasar-dasar Pengelasan, Erlangga.
Sumakmur, P.,K., 1995, Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan, Gunung Agung,
Jakarta.
www.google.co.id,2012.KecelakaanKerjaPadaPengelasan

11