Anda di halaman 1dari 120

INFORMASI UMUM ZIRKONIUM

INFORMASI UMUM ZIRKONIUM Disusun oleh: Ir. Herry Poernomo, MT. BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL PUSAT TEKNOLOGI AKSELERATOR

Disusun oleh:

Ir. Herry Poernomo, MT.

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

PUSAT TEKNOLOGI AKSELERATOR DAN PROSES BAHAN

Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 Ykbb Yogyakarta 55281 Telp: 0274-488435, HP: 085879825841, E-mail: herry-poernomo05@batan.go.id Juli 2012

1

DAFTAR ISI

JUDUL

1

 

DAFTAR ISI

2

ABSTRAK

3

I.

PENDAHULUAN

8

II.

PRA-KAJIAN KELAYAKAN

12

1. Rantai Nilai

12

2. Ketersediaaan Bahan Baku

18

3. Aspek Pasar

33

4. Aspek Teknologi

53

5. Aspek Keselamatan

66

6. Aspek Kualitas Standar

83

III.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PASIR ZIRKON MENJADI PRODUK ZIRKONIUM

90

KESIMPULAN

108

DAFTAR PUSTAKA

110

 

LAMPIRAN

109

1. Surat Edaran Direktorat Jenderal Bea Cukai-Kementerian Keuangan No. S-377/BC/2012 tanggal 4 Mei 2012 tentang Pelarangan Ekspor Bijih (Raw Material atau Ore) Mineral ke Luar Negeri

116

2. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 11 Tahun 2012

118

2

ABSTRAK Telah disajikan informasi umum zirkonium‖ yang kemungkinan dapat digunakan sebagai data pendukung awal oleh pihak yang akan melakukan penelitian dan pengembangan tentang zirkonium dan pihak yang akan melakukan pra-studi kelayakan pendirian pabrik pengolahan konsentrat zirkon menjadi beberapa produk zirkonium seperti zircon opacifier (ZrSiO 4 ), zirconium oxychloride atau zirconil chloride: ZOC (ZrOCl 2 .8H 2 O), zirconium sulphate: ZOS (Zr(SO 4 ) 2 .4H 2 O), zirconium basic sulphate: ZBS (Zr 5 O 8 (SO 4 ) 2 .xH 2 O) atau (Zr 5 O 7 (SO 4 ) 3 .xH 2 O), zirconium basic carbonate: ZBC (ZrOCO 3 .xH 2 O), zirconium hydroxide: ZOH (Zr(OH) 4 .xH 2 O), zirconium oxide atau zirconia (ZrO 2 ), zirconium metal (Zr). Informasi umum zirkonium ini berisi beberapa data umum yang mengkaji tentang rantai nilai, ketersediaan bahan baku, aspek pasar, aspek teknologi, aspek keselamatan, aspek kualitas standar. Hasil kajian pada rantai nilai menunjukkan bahwa produk zirkonium di dunia konsisten mengalami kenaikan penggunaan selama 20 tahun sejak 1990 dengan 6 kelompok besar pengguna yaitu industri keramik, refraktori, pengecoran logam, TV glass, zirconia & Zr chemicals, dan lain-lain. Peraturan Kepala BAPETEN No. 09 tahun 2009 tentang intervensi terhadap paparan radiasi yang berasal dari Technologically Enhanced Natural Occuring Radioactive Materials (TENORM) menyebutkan bahwa jika jumlah TENORM > 2 ton dan aktivitas radiasi anggota deret uranium dan deret thorium masing-masing ≤ 1Bq/g, maka penghasil TENORM harus dapat melaksanakan intervensi terhadap paparan radiasi yang berasal dari TENORM melalui tindakan remedial. Kemudian Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun

2012 tanggal 6 Februari 2012 tentang peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan

pengolahan dan pemurnian mempersyaratkan batasan produk minimum untuk dijual ke luar negeri terhadap produk zirkonia (ZrO 2 + Hf) dengan kadar > 99%. Selanjutnya oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam surat nomor S-377/BC/2012 tertanggal 4 Mei

2012 telah melarang ekspor raw material mineral ke luar negeri antara lain adalah bijih

zirkon dan zirkonium silikat dari jenis yang dipakai sebagai opasitas (opacifier) sebagaimana disebutkan dalam lampiran II surat Dirjen Bea Cukai tersebut. Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2012 tanggal 6 Februari 2012 tersebut sudah direvisi dengan

Peraturan Menteri ESDM No. 11 Tahun 2012 tanggal 16 Mei 2012 dengan menyisipkan 1

3

(satu) pasal yakni pasal 21.A. diantara pasal 21 dan pasal 22. Isi pasal 21.A. adalah sebagai berikut:

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dapat menjual bijih (raw material atau ore) mineral ke luar negeri apabila telah mendapatkan rekomendasi dari Menteri c.q. Direktur Jenderal. (2) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah Pemegang IUP Operasi Produksi dan IPR memenuhi persyaratan antara lain:

a. status IUP Operasi Produksi dan IPR Clear and Clean;

b. melunasi kewajiban pembayaran keuangan kepada Negara;

c. menyampaikan rencana kerja dan/ atau kerjasama dalam pengolahan dan/ atau

pemurnian mineral di dalam negeri; dan

d. menandatangani pakta integritas.

Keempat produk hukum tersebut dapat menjadi instrumen hukum yang efektif untuk mengurangi ekspor pasir zirkon, konsentrat zirkonium (zirkonium silikat) dan terikutnya bahan sumber ( 238 U dan 232 Th) yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian diharapkan bisa diusahakan peningkatan nilai tambah dari pengolahan konsentrat zirkonium menjadi beberapa produk zirkonium sehingga dapat menstimulasi berdirinya beberapa industri hilir berbasis zirkonium di dalam negeri. Jumlah deposit pasir zirkon yang terukur di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Kalimantan Tengah pada tahun 2008 sekitar 6,556 juta ton dengan kandungan zircon opacifier (ZrSiO 4 ) sekitar 2,615 juta ton. Sisa sumber daya ZrSiO 4 terukur yang ada sekarang sekitar 2,468 juta ton cukup digunakan sebagai bahan baku pada rencana pendirian pabrik pengolahan konsentrat pasir zirkon menjadi beberapa produk zirkonium selama lebih dari 30 tahun sebagaimana umur pabrik kimia pada umumnya. Hasil kajian terhadap aspek pasar menunjukkan bahwa Dubbo Zircon Project (DZP) di New South Wales Australia telah memprediksi konsumsi terhadap produk zirkonium di dunia sejak tahun 2012 s/d 2020 akan mengalami kenaikan yang cukup tajam dibandingkan dengan kapasitas produksi pabrik yang sekarang maupun kemungkinan pabrik baru yang akan berdiri. Dengan demikian prospek kehadiran pabrik pengolahan pasir zirkon menjadi beberapa produk zirkonium layak dapat didirikan di daerah Kalimantan. Harga produk zirkonium dari DZP pada kuartal 4 tahun 2011 sebagai berikut:

konsentrat zirkon dengan kadar ZrO 2 65% sekitar $2,100 - $2,900 per ton, ZOC dengan kadar ZrO 2 36% sekitar $2,850 - $3,100 per ton dan ZOC dengan kadar ZrO 2 100% sekitar

4

$7,920 - $8,610 per ton, ZBS dengan kadar ZrO 2 33% sekitar $4,180 per ton dan ZBS dengan kadar ZrO 2 100% sekitar $12,580 per ton, zirconia (fused zirconia) dengan kadar ZrO 2 98,50% sekitar $5,500 - $7,000 per ton, chemical zirconia dengan kadar ZrO 2 98,50% sekitar $10,000 - $12,000 per ton, dan chemical zirconia dengan kadar ZrO 2 98,90% sekitar $12,500 - $14,000 per ton. Kemudian beberapa produk zirkonium yang dihasilkan oleh Noah Technologies Corporation di Texas USA dengan kualitas pure analysis (PA) untuk keperluan riset dan produk zirkonium kualitas teknis untuk keperluan industri yang disajikan pada Tabel 13 harganya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa produk zirkonium yang dihasilkan oleh Dubbo Zircon Project (DZP) di New South Wales Australia. Standar harga produk zirkonium dari Noah Technologies Corporation di Texas USA pada Tabel 13 tersebut dapat dijadikan sebagai data bantu untuk analisis pasar dalam rangka membuat studi kelayakan pabrik pengolahan pasir zirkon di Indonesia. Hasil kajian terhadap aspek teknologi menunjukkan bahwa dengan melalui tahap proses pengendapan zirconium basic sulphate (ZBS) yang tidak larut dalam air dan 5 kali pencucian ZBS dengan air mampu menurunkan kandungan U dan Th dalam konsentrat pasir zirkon sekitar 440 1.290 ppm menjadi sekitar 0,463 3,103 ppm dalam produk zirkonium oksiklorid (ZOC). Nilai kadar U dan Th sekitar 0,463 3,103 ppm tersebut terletak jauh di bawah very low-grade (U + 0,4 Th) < 100 ppm menurut ketentuan Jepang tentang impor produk zirkonium, dan jauh di bawah persyaratan standar perdagangan internasional produk zirkonium untuk keperluan industri non nuklir dengan kadar (U + 0,4 Th) < 500 ppm. Kemudian dari aspek keselamatan menunjukkan bahwa proses pengolahan pasir zirkon menjadi ZOC murni dengan melalui proses pengendapan ZBS menimbulkan volume air limbah dalam jumlah banyak yang berasal dari proses pencucian ZBS dan pencucian Zr(OH) 4 . Air limbah dengan volume yang banyak tersebut mengandung HCl, Fe +3 , Ti +4 , U +6 dan Th +4 yang berasal dari 5 kali proses pencucian ZBS dengan air dan mengandung NH 4 OH dan SO 4 -2 yang berasal dari 5 kali pencucian endapan Zr(OH) 4 dengan air. Air limbah tersebut menurut Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 2005 atau PP. No. 77/2008 termasuk limbah radioaktif pemancar alpha () aktivitas rendah dengan tarif pengelolaan sebesar Rp. 81.000,- per liter. Jika pabrik pengolahan konsentrat pasir zirkon menjadi produk zirkonium akan mengirim air limbah yang ditimbulkan ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN sesuai dengan tarif tersebut, maka pabrik

5

pengolahan pasir zirkon tersebut kemungkinan tidak akan memperoleh keuntungan. Hal ini karena harga beberapa produk zirkonium yang dihasilkan seperti tersebut di atas lebih rendah daripada tarif pengelolaan limbah radioaktif pemancar alpha () aktivitas rendah

tersebut. Dengan demikian pabrik pengolahan pasir zirkon mutlak memerlukan unit pengolahan limbah radioaktif beserta fasilitas repositori limbah radioaktif terolah. Metode pengolahan air limbah yang mengandung TENORM ( 238 U dan 232 Th) dari pabrik zirkonium yang relatif mudah, murah, dan dapat dilakukan oleh pabrik zirkonium adalah dengan menggunakan proses evaporasi menggunakan energi panas matahari pada sistem evaporasi

di kolam (evaporation pond) sebagaimana yang telah dilakukan di DZP New South Wales

- Australia, Arafura Rare Earth Australia, dan fasilitas tambang uranium di Wyoming USA. Jika sisa sumber daya konsentrat pasir zirkon (ZrSiO 4 ) terukur yang ada sekarang sekitar 2,468 juta ton mengandung TENORM ( 238 U dan 232 Th) sekitar > 500 ppm ( > 0,05% berat), maka terdapat deposit (U 3 O 8 dan ThO 2 ) lebih dari 1.234 ton. Apabila diasumsikan umur peralatan pabrik pengolahan konsentrat pasir zirkon menjadi beberapa produk zirkonium dapat mencapai 30 tahun dalam mengolah 10.000 ton konsentrat pasir zirkon/tahun yang mengandung TENORM, maka terdapat (U 3 O 8 dan ThO 2 ) lebih dari 5 ton/tahun sebagai bahan sumber yang akan terbuang percuma ke lingkungan. Karena jumlah bahan nuklir (uranium dan thorium) melebihi 2 (dua) ton sebagaimana tercantum di dalam Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 09 tahun 2009 bab II pasal 7 ayat (1) a., maka pihak otoritas pabrik zirkonium wajib melakukan tindakan remedial terhadap TENORM yang ditimbulkan. Dalam melakukan tindakan remedial terhadap TENORM, maka dimungkinkan dapat dilakukan pengambilan U 3 O 8 dan ThO 2 yang terkandung dalam limbah sebagai bahan baku bahan bakar reaktor nuklir. Selanjutnya dari aspek kualitas standar produk zirkonium menunjukkan bahwa persyaratan standar perdagangan untuk beberapa produk zirkonium sebagai berikut: zircon opacifier (ZrO 2 .SiO 2 ) dengan kadar (% berat) (ZrO 2 + HfO 2 ) > 66%, SiO 2 < 32%, Al 2 O 3 <

0,45%, Fe 2 O 3 < 0,10%, TiO 2 < 0,15%, dan (U + Th) < 500 ppm; zirconil chloride (ZrOCl 2 .8H 2 O) dengan kadar (ZrO 2 + HfO 2 ) > 35%, SiO 2 < 0,01, Al 2 O 3 < 0,02%, Fe 2 O 3 < 0,005%, TiO 2 < 0,002%, CaO < 0,01%, Na 2 O < 0,04%; zirconium hydroxide Zr(OH) 4 dengan kadar (ZrO 2 + HfO 2 ) 45 55%, SO 4 = 3 4%, Si = 300 ppm, Al < 25 ppm, Fe < 20 ppm, Ti < 50 ppm; zirconia (ZrO 2 ) untuk komponen mesin jet dengan kadar (ZrO 2 + HfO 2 ) ≥ 99,5%, HfO 2 < 100 ppm, SiO 2 < 0,2%, Al 2 O 3 < 100 ppm, Fe 2 O 3 < 200 ppm, TiO 2

< 100 ppm, LOI < 0,5%; zirconia (ZrO 2 ) untuk reaktor nuklir dengan kadar ZrO2 = 99,5%,

6

HfO 2 < 100 ppm, SiO 2 = 1000 ppm, Al 2 O 3 < 100 ppm, Fe 2 O 3 = 200 ppm, TiO 2 < 100 ppm,

SO 4 < 0,5%; zirkonium oksinitrat ZrO(NO 3 ) 2 .2H 2 O dengan kemurnian 99,9% untuk

reaktor nuklir dengan kadar HfO 2 < 100 ppm, SiO 2 < 100 ppm, Al 2 O 3 < 25 ppm, Fe 2 O 3 < 50 ppm, TiO 2 < 25 ppm, Cl 2 < 100 ppm; zirconium tetrachloride ZrCl 4 dengan kemurnian (Zr + Hf)Cl 4 = 99,95% untuk reaktor nuklir dengan kadar HfO 2 = 50 100 ppm, SiO 2 = 25 100 ppm, Al 2 O 3 = 25 100 ppm, Fe 2 O 3 = 25 100 ppm, TiO 2 = 25 50 ppm, insoluble

< 0,1%; zirconium basic sulphate (ZBS) dengan kadar ZrO 2 = 35,0%, SO 4 = 18,5%, SiO 2

< 0,05%, Al 2 O 3 < 0,03 %, Fe 2 O 3 < 0,003%, TiO 2 < 0,04%, Na 2 O < 0,01%, Cl < 0,4%, bulk

density = 55,0 lb/ft 3 , zirconium sponge untuk kelas industri: (ZrO 2 + HfO 2 ) minimum 95%, C = 500 ppm, O = 3000 ppm, N = 3000 ppm, Cl = 1500 ppm, Mg = 1000 ppm, Al =

500 ppm, Cr = 1000 ppm, Fe = 10.000 ppm, Nb = 500 ppm, Ni = 500 ppm, Si = 500 ppm,

Sn = 500 ppm, Ti = 1000 ppm; zirconium sponge untuk kelas alloy rotate: (ZrO 2 + HfO 2 )

= 99,2%, C = 300 ppm, O = 900 ppm, N = 80 ppm, Cl = 500 ppm, Mg = 600 ppm, Al =

500 ppm, B = 10 ppm, Bi = 50 ppm, Cd = 35 ppm, Cu = 100 ppm, Cr = 400 ppm, Fe =

2000 ppm, Hf = 10.000 ppm, H = 50 ppm, Mn = 100 ppm, Mo = 100 ppm, Na = 100 ppm, Nb = 500 ppm, Ni = 200 ppm, P = 100 ppm, Pb = 100 ppm, S = 20 ppm, Si = 150 ppm, Sn

= 500 ppm, Ta = 200 ppm, Ti = 200 ppm, W = 500 ppm; zirconium sponge untuk kelas

reaktor ASTM B349: (ZrO 2 + HfO 2 ) = 99,5%, C = 250 ppm, O = 1400 ppm, N = 50 ppm,

Cl = 1300 ppm, Al = 75 ppm, B = 0,5 ppm, Cd = 0,5 ppm, Co = 20 ppm, Cu = 30 ppm, Cr

= 200 ppm, Fe = 1500 ppm, Hf = 100 ppm, Mn = 50 ppm, Mo = 50 ppm, Ni = 70 ppm, Si

= 120 ppm, Ti = 50 ppm, W = 50 ppm, U = 3 ppm; zirconium sponge untuk kelas reaktor

rotate: (ZrO 2 + HfO 2 ) = 99,55%, C = 250 ppm, O = 800 ppm, N = 50 ppm, Cl = 400 ppm,

Al = 75 ppm, B = 0,5 ppm, Bi = 50 ppm, Cu = 30 ppm, Cr = 100 ppm, Fe = 600 ppm, Hf =

100 ppm, Mn = 50 ppm, Mo = 50 ppm, Na = 50 ppm, Nb = 100 ppm, Ni = 50 ppm, P = 50

ppm, Pb = 100 ppm, S = 20 ppm, Si = 100 ppm, Sn = 200 ppm, Ta = 200 ppm, Ti = 50

ppm, W = 40 ppm.

Kata kunci: rantai nilai, bahan baku, pasar, teknologi, keselamatan, kualitas standar

7

I.

PENDAHULUAN

Azas dan tujuan dalam Pasal 2 Bab II Undang-undang No. 4 Tahun 2009 tentang

Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) dikelola dengan berasaskan [1] :

a. manfaat, keadilan, dan keseimbangan;

b. keberpihakan kepada kepentingan bangsa;

c. partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas;

d. berkelanjutan dan berwawasan lingkungan

Tujuan pengelolaan mineral dan batubara dalam Pasal 3 UU minerba tersebut adalah [1] :

a. menjamin efektivitas pelaksanaan dan pengendalian kegiatan usaha pertambangan secara berdaya guna, berhasil guna, dan berdaya saing;

b. menjamin manfaat pertambangan mineral dan batubara secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan hidup;

c. menjamin tersedianya mineral dan batubara sebagai bahan baku dan/atau sebagai sumber energi untuk kebutuhan dalam negeri;

d. mendukung dan menumbuhkembangkan kemampuan nasional agar lebih mampu bersaing di tingkat nasional, regional, dan internasional;

e. meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, daerah, dan negara, serta menciptakan lapangan kerja untuk sebesarbesar kesejahteraan rakyat; dan

f. menjamin kepastian hukum dalam penyelenggaraan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara.

Tujuan pengelolaan minerba dalam Ayat d. dan e. pada Pasal 3 UU minerba tersebut telah diturunkan oleh Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) RI No. 07 Tahun 2012 tentang ―Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral‖. Khusus untuk komoditas zirkonium, maka di dalam Lampiran II Permen ESDM tersebut telah membatasi produk minimum komoditas zirkonia (ZrO 2 ) yang dijual ke luar negeri yaitu (ZrO 2 + Hf) > 99% [2] . Berdasarkan Permen ESDM tersebut, maka Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam surat No. S-377/BC/2012 tertanggal 4 Mei 2012 telah melarang ekspor raw material mineral ke luar negeri antara lain adalah bijih zirkon dan zirkonium silikat dari jenis yang dipakai sebagai opasitas (opacifier) sebagaimana disebutkan dalam lampiran II surat Dirjen Bea Cukai tersebut [3] .

8

Sebagian besar pemegang Izin Usaha Penambangan (IUP) dan Kuasa Penambangan (KP) yang melakukan kegiatan eksplorasi, eksploitasi, dan produksi belum mempunyai unit pemurnian mineral menjadi produk setengah jadi sebagaimana yang diinginkan dari Permen ESDM No. 7 Tahun 2012 dan Surat Dirjen Bea Cukai No. S-377/BC/2012 tertanggal 4 Mei 2012. Diperlukan investasi yang sangat besar untuk mendirikan pabrik pemurnian mineral pada skala komersial. Dengan demikian beberapa pemegang IUP dan KP mineral tengah mengalami kesulitan untuk menyikapi dua produk hukum tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, maka telah diterbitkan Permen ESDM No. 11 Tahun

2012 tertanggal 16 Mei 2012 yang merevisi Permen ESDM No. 7 Tahun 2012 dengan menyisipkan 1 (satu) pasal yakni pasal 21.A. diantara pasal 21 dan pasal 22. Isi pasal 21.A. adalah sebagai berikut [4] :

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dapat menjual bijih (raw material atau ore) mineral ke luar negeri apabila telah mendapatkan rekomendasi dari Menteri c.q. Direktur Jenderal. (2) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah Pemegang IUP Operasi Produksi dan IPR memenuhi persyaratan antara lain:

a. status IUP Operasi Produksi dan IPR Clear and Clean;

b. melunasi kewajiban pembayaran keuangan kepada Negara;

c. menyampaikan rencana kerja dan/ atau kerjasama dalam pengolahan dan/ atau pemurnian mineral di dalam negeri; dan

d. menandatangani pakta integritas.

Zirkonium sebagian besar terdapat dalam mineral baddeleyit dan pasir zirkon, kemungkinan juga terdapat dalam tanah jarang (rare earth), monazit, senotim, dan ilmenit dengan kadar yang tidak begitu besar. Beberapa mineral yang terdapat zirkonium tersebut umumnya mengandung naturally occuring radioactive materials (NORM) yaitu bahan radioaktif yang terkandung di dalam mineral alam. NORM tersebut antara lain seperti 238 U dan anak luruhnya, 232 Th dan anak luruhnya, serta 40 K. Radiasi zirkon mengandung elemen-elemen radioktif dari seri uranium dan thorium seperti pada Gambar 1 [5] .

9

Gambar 1. Peluruhan radiaktif seri uranium dan thorium Pasir zirkon yang dihasilkan oleh Iluka Resources

Gambar 1. Peluruhan radiaktif seri uranium dan thorium

Pasir zirkon yang dihasilkan oleh Iluka Resources mengandung TENORM dengan kadar keaktifan antara 0,6 sampai 1,2 Bq/g (thorium-232) dan 1,5 sampai 4,5 Bq/g (uranium-238). Anak-anak luruh produk biasanya terdapat dalam konsentrasi konsentrasi yang stabil [6] . Kandungan TENORM dalam pasir zirkon akan berbeda jika diambil dari daerah yang berlainan seperti ditunjukkan pada Tabel 1 Tabel 1. TENORM pada zirkon dari beberapa Negara [7]

Tabel 1. TENORM pada zirkon dari beberapa Negara [ 7 ] Anak-anak luruh produk biasanya terdapat

Anak-anak luruh produk biasanya terdapat dalam konsentrasi-konsentrasi yang stabil. Bahaya radiasi utama terjadi karena terkena partikel-partikel alpha dengan terhisapnya debu dalam pernafasan. Tindakan-tindakan pengontrolan debu yang memadai harus dilakukan untuk memastikan bahwa tingkat pemajanan (exposure) terhadap debu produk dapat ditekan seminimal mungkin. Sebagai panduan, karyawan yang secara terus-

10

menerus pernafasannya terkena debu pada kadar di atas 1,5 mg/m 3 bisa mengalami pajanan di atas 1 mSv. Radiasi eksternal berasal dari radiasi sinar gamma. Pemajanan terus- menerus (2000 jam setiap tahun) dalam jarak 2 meter dari pasir zirkon bisa menghasilkan dosis di atas 1 mSv [6] . Tujuan pengelolaan mineral dan batubara sebagaimana tercantum dalam Ayat b. Pasal 3 UU minerba tersebut adalah melindungi masyarakat dan lingkungan hidup di sekitar daerah pengelolaan mineral alam dari dampak negatif TENORM yang ditimbulkan. Zirkon baik sebagai pasir zirkon maupun produk zirkonium mengandung bahan radioaktif

238 U beserta anak luruhnya dan 232 Th beserta anak luruhnya yang termasuk bahan sumber. Adanya keberadaan bahan sumber di dalam pasir zirkon maupun produk zirkonium, maka oleh Peraturan Kepala (Perka) BAPETEN No. 9 Tahun 2009 tentang Intervensi terhadap Paparan yang Berasal dari TENORM [8] . (1) Tingkat intervensi sebagaimana dimaksud di atas dapat dinyatakan dalam:

a. jumlah atau kuantitas TENORM paling sedikit 2 (dua) ton; dan

b. tingkat kontaminasi sama dengan atau lebih kecil dari 1 Bq/cm 2 (satu becquerel persentimeter persegi) dan/atau konsentrasi aktivitas sebesar:

1. 1 Bq/gr (satu Becquerel pergram) untuk tiap radionuklida anggota deret uranium dan thorium; atau

2. 10 Bq/gr (sepuluh Becquerel pergram) untuk kalium.

(2) Radionuklida sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b angka 1 paling kurang

meliputi: Pb-210, Ra-226, Ra-228, Th-228, Th-230, Th-234; dan/atau Po-210.

Semangat yang ditunjukkan untuk tidak sekedar ―menjual tanah-air‖ dan euphoria otonomi daerah mewarnai isi UU Minerba maupun Permen ESDM ini membuat para pemangku kepentingan harus mempersiapkan diri memasuki era baru industri ekstraktif metalurgi. Perjalanan sejarah penelitian dan industri ekstraktif metalurgi di Indonesia telah banyak mengalami peningkatan penguasaan dan adaptasi teknologi. Kemampuan merancang dan membangun berbagai tanur peleburan seperti untuk timah dan besi adalah diantara contoh hasil karya bangsa ini. Namun demikian, masih banyak potensi sumber daya mineral Indonesia yang jumlahnya cukup besar dan menyebar, masih belum mendapat peningkatan nilai-tambah (added value), seperti cadangan bijih kadar rendah (low-grade/lateritic ores) dan mineral ikutan [9] . PT. Aneka Tambang (Antam) dan Pemda Kabupaten Landak dalam rangka realisasi kerjasama dengan Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) merencanakan

11

akan mendirikan pabrik zirkonia di Kawasan Industri Mandor, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Kerjasama tersebut antara lain PT. Antam sebagai penyedia modal dan pembangunan infrastruktur, Pemda Landak sebagai penyedia area lokasi pabrik dan pemegang otoritas deposit pasir zirkon, sedangkan PTAPB sebagai penyedia paket teknologi pengolahan pasir zirkon menjadi zircon opacifier, zirconium chemicals seperti zironium oxychloride (ZOC), zirconium sulphate (ZOS), zirconium basic sulphate (ZBS), zirconium basic carbonate (ZBC), dan zirconia (ZrO 2 ). Kawasan Industri Mandor merupakan daerah bekas penambangan emas tanpa izin (PETI) dengan deposit pasir zirkon cukup banyak karena zirkon merupakan mineral ikutan dalam endapan alluvial emas.

II. PRA-KAJIAN KELAYAKAN

Sebelum dilakukan pengolahan sumber daya alam pasir zirkon menjadi beberapa produk zirkonium untuk keperluan berbagai industri hilir, maka perlu pra-kajian kelayakan

terlebih dahulu yang meliputi:

1. Rantai nilai

2. Ketersediaan bahan baku

3. Aspek pasar 4. Aspek teknologi

5.

6. Aspek kualitas standar

Aspek keselamatan

1. Rantai Nilai

Berbasis rantai nilai suatu hasil olahan maka industri tersebut dapat mencapai umur yang lebih tinggi sehingga keeknomiannya akan lebih baik, bahkan industri tersebut bersifat generic atau mempunyai pasar yang luas. Rantai nilai pengolahan pasir zirkon di Indonesia untuk keperluan industri hilir dapat diadopsi dari Gambar 2 sebagai berikut [10] .

12

Mining and Concentrating

Intermediate Compounds

Final Products

Zirconium Wet Concentrate Dewatering Calcination Crushing containing ores with 80-90% Tension Zirconia and Zircon
Zirconium
Wet
Concentrate
Dewatering
Calcination
Crushing
containing ores
with 80-90%
Tension
Zirconia and Zircon
for:
Formation of oven:
concentrator
and dry
Grinding
mixing with other
of heavy
separation
and
Sizing
 foundries
components
Zircon ZrSiO 4
(sedimentary rock)
Baddeleylite ZrO 2
(igneous rock)
Vlasovit
Na 4 Zr 2 (Si 8 O 2 )
Primary heavy
Minerals
Ilmenite
Monazite
Rutile
minerals
magnetic
 refractories
(Alumina, Sodium
separators
 ceramics
Carbonate)
Tailing
 abrasive
Spesific Act. (Bq/kg)
U-238: 7 – 12 × 10 3
Th-232: 1 – 2 × 10 3
melting,
cleaning,
polishing
Formation of ZrOCl 2
Purification of
Specific Act. (Bq/kg)
U-238: 0,5 – 4 × 10 3
Chemical
treatment to
result in pure
Zr-Oxylsulfate
Decomposition of
Zr 5 O 8 (SO 4 ) 2 to
give high quality
ZrO 2
Milling of Waste and
makes shift materials
Chlorides
Zirconia ZrO 2
Basic forming
metal for
advanced
refractors
Ra-226:
1 × 10 3
Fusion
Fused or
stabilized ZrO 2
Th-232: 0,4–1 × 10 3
Zircaloy for
Reduction to
Hafnia-free
metallic Zirconium
Zirconia powder
Melting of metallic
sponge
Nuclear
Industry
Specific Act. (Bq/kg)
U+Th: < 500
Silica
Pyrochemicals
for airbags and
flash items
Fume
Dust
Formation of
Decomposition to
Pigment industry
Activity slightly
 Zr-Carnonate
ZrO 2
Oxygen getters
Clinical and
increased
 Zr-Sulfater
chemical
equipment
(Alkali/acid
Waste with
resistant)
increased
activity
1 × 10 4 Bq/kg

Gambar 2. Rantai nilai pengolahan pasir zirkon Rantai nilai secara umum yang rutin telah mengkonsumsi produk zirkonium untuk digunakan sebagai bahan baku dalam memproduksi bahan jadi (end product) di berbagai industri hilir di dunia saat ini ditunjukkan pada Gambar 3 [11] .

13

Gambar 3. Rantai nilai yang rutin menggunakan produk zirkonium Enam kelompok rantai nilai yang menggunakan

Gambar 3. Rantai nilai yang rutin menggunakan produk zirkonium

Enam kelompok rantai nilai yang menggunakan produk zirkonium di dunia untuk berbagai industri sejak 1990 - 2010 setiap tahun cenderung mengalami kenaikan seperti ditunjukkan pada Gambar 4 [11] .

14

Gambar 4. Konsumsi zirkon pada berbagai segmen pasar 1990-2010 Gambar 4 menunjukkan, bahwa lebih dari

Gambar 4. Konsumsi zirkon pada berbagai segmen pasar 1990-2010

Gambar 4 menunjukkan, bahwa lebih dari 50% penggunaan zirkon di dunia adalah pada bidang industri keramik. Pada industri keramik, bahan baku zirkon digunakan untuk membuat refractories, cutting tools, noozle, komponen otomotif, material glaze (glasir) yang berfungsi sebagai opacifier untuk produk glazing sanitary, tablewares, ceramic tiles. Rantai nilai lainnya dari bahan zirkonium yang digunakan oleh industri hilir dan dapat menaikkan nilai tambah (added value) ditunjukkan pada Gambar 5 [12] .

( added value ) ditunjukkan pada Gambar 5 [ 1 2 ] . Gambar 5. Beberapa

Gambar 5. Beberapa industri hilir yang menggunakan bahan zirkonium

15

Pada umumnya di dalam mineral pasir zirkon (ZrSiO 4 ) terkandung juga beberapa senyawa berharga lain seperti titanium dalam mineral rutile (TiO 2 ) dan ilmenite (FeTiO 2 ), logam tanah jarang (LTJ) seperti (Y, Dy, Tb, Gd, La, Ce, Nd, Pr, Sm), dan naturally occurring radioactive materials (NORM) seperti U 3 O 8 dan ThO 2 . Sebagai contoh beberapa senyawa berharga tersebut yang terkandung di dalam pasir zirkon adalah pasir zirkon dari Tumbang Titi, Ketapang, Kalimantan Barat yang pernah diolah di PTAPB- BATAN dengan kandungan Ti, LTJ, dan NORM seperti ditunjukkan pada Tabel 2.

Tabel 2. Komposisi pasir zirkon dari Tumbang Titi

 

Unsur Kimia (Oksida/Elemen)

 

Oksida

Satuan

Jumlah

Elemen

Satuan

Jumlah

Sd

SiO 2

%

30.03

Si

%

-

0.23

TiO 2

%

6.68

Ti

%

4.00

0.07

Al 2 O 3

%

0.696

Al

%

0.368

0.018

Fe 2 O 3

%

2.83

Fe

%

1.98

0.06

MnO

%

0.0442

Mn

%

0.0342

0.0017

CaO

%

0.135

Ca

%

0.097

0.0017

MgO

%

0.487

Mg

%

0.294

0.015

Na 2 O

%

0.479

Na

%

-

0.024

K

2 O

%

0.048

K

%

-

0.021

P

2 O 5

%

0.516

P

%

-

0.026

 

S

%

0.146

S

%

-

0.007

LOI

%

-

-

%

-

-

ZnO

%

-

Zn

%

-

-

PbO

%

0.0060

Pb

%

0.0056

0.0021

NiO

%

-

Ni

%

-

-

ZrO 2

%

53.89

Zr

%

39.89

0.18

HfO 2

%

1.10

Hf

%

0.931

0.044

HgO

%

-

Hg

%

-

-

Cs 2 O

%

0.0083

Cs

%

0.0078

0.0028

Cr 2 O 3

%

0.137

Cr

%

0.0934

0.0047

Y

2 O 3

%

0.354

Y

%

0.279

0.014

Nb 2 O 5

%

0.0555

Nb

%

0.0388

0.0026

Nd 2 O 3

%

0.131

Nd

%

0.112

0.006

Ta 2 O 5

%

-

Ta

%

-

-

La 2 O 3

%

0.257

La

%

0.219

0.064

ThO 2

%

0.114

Th

%

0.100

0.011

U

3 O 8

%

0.0447

U

%

0.0379

0.0031

Am 2 O 3

%

0.0240

Am

%

0.0218

0.0045

MoO 3

%

0.070

Mo

%

0.0469

0.0090

CeO 2

%

0.387

Ce

%

0.315

0.016

SnO 2

%

1.34

Sn

%

1.05

0.05

16

Rantai nilai dari hasil pengolahan Nb dan LTJ yang digunakan oleh industri hilir ditunjukkan pada Gambar 6 dan 7 [12] .

hilir ditunjukkan pada Gambar 6 dan 7 [ 1 2 ] . Gambar 6. Rantai nilai

Gambar 6. Rantai nilai Nb dari hasil pengolahan pasir zirkon

17

Gambar 7. Rantai nilai LTJ dari hasil pengolahan pasir zirkon 2. Ketersediaan Bahan Baku Keberadaan

Gambar 7. Rantai nilai LTJ dari hasil pengolahan pasir zirkon

2. Ketersediaan Bahan Baku

Keberadaan deposit zirkon di Indonesia yang berpotensi untuk dilakukan proses eksplorasi, eksploitasi, dan produksi terdapat di daerah kepulauan Riau, Bangka-Belitung, dan pulau Kalimantan seperti ditunjukkan pada Gambar 8 [13] .

dan pulau Kalimantan seperti ditunjukkan pada Gambar 8 [ 1 3 ] . Gambar 8. Peta

Gambar 8. Peta keberadaan zirkon di Indonesia

18

Keberadaan zirkon di Indonesia telah dikenal sejak lama di perairan BangkaBelitung sebagai endapan alluvial bersama pasir timah dan mineral ikutan lainnya. Peta wilayah kuasa pertambangan timah (WKPT) di pesisir pantai dan daratan yang tengah dikerjakan dapat ditunjukkan pada Gambar 9.

yang tengah dikerjakan dapat ditunjukkan pada Gambar 9. Gambar 9. Wilayah kuasa pertambangan timah yang mengandung

Gambar 9. Wilayah kuasa pertambangan timah yang mengandung zirkon

Disamping itu, zirkon juga terdapat di sepanjang aliran sungai pedalaman Kalimantan mengikuti penyebaran endapan alluvial emas dan rawa rawa. Endapan- endapan placer yang mengandung zirkon di Pulau Kalimantan teridentifikasi dari hasil pendulangan aluvium untuk mendapatkan emas dan intan (Rodiana, 2007), yang hingga saat ini masih terbatas di daerah-daerah tertentu dalam wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Gambar 10 sebagai berikut [14] :

19

Gambar 10. Peta lokasi sejumlah wilayah kabupaten di Pulau Kalimantan, tempat teridentifikasinya endapan placer

Gambar 10.

Peta lokasi sejumlah wilayah kabupaten di Pulau Kalimantan, tempat teridentifikasinya endapan placer mengandung zirkon.

Kalimantan Barat

Kabupaten Kapuas Hulu

Zirkon berasosiasi dengan emas ditemukan dalam endapan placer dari jenis point bar

yang teridentifikasi sebagai bagian dari aluvium purba, tersebar di wilayah-wilayah

pertambangan rakyat di desa Nanga Sangan, Riam Mengelai dan Nanga Betung,

Kecamatan Boyan Tanjung. Aluvium purba dapat dikenali dengan mudah karena

membentuk bentang alam dataran aluvial, sementara ketebalan endapan point bar yang

dapat teridentifikasi dari bukaan penambangan berkisar antara 6 hingga 10 meter seperti

ditunjukkan pada Gambar 11 [14] .

20

Gambar 11. Endapan point bar mengandung zirkon, emas, magnetit, dan ilmenit bagian dari aluvium purba

Gambar 11. Endapan point bar mengandung zirkon, emas, magnetit, dan ilmenit bagian dari aluvium purba di wilayah penambangan emas rakyat Desa Nanga Sangan, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Tim Konservasi Kapuas Hulu-PMG, 2006)

Volume kandungan zirkon berdasarkan hasil analisis butir mineral dapat mencapai

10% dari volume total konsentrat hasil pendulangan (Tim Konservasi Kapuas Hulu-PMG,

2006), diduga merupakan hasil rombakan dari batuan sumber tonalit yang membentuk

Tinggian Semitau.

Kabupaten Landak

Di daerah lingkungan Demuan, Sei Ruang Baam dan Sei Pantek; Desa Tebedak,

Kecamatan Ngabang, zirkon ditemukan di dalam aluvium yang diduga merupakan hasil

rombakan batuan granitik dan tonalit berasal dari Blok Kalimantan Barat. Zirkon

teridentifikasi berukuran butir sangat halus bersama mineral berat lain dengan volume

kandungan berkisar 0,0001% hingga 0,14% di dalam endapan aluvial masa kini dan purba

yang masing-masing mempunyai luas sebaran antara 165 hingga 360 ha, ketebalan rata-

rata antara 2,75 hingga 8,5 m.

Kabupaten Sanggau

Placer mengandung zirkon di wilayah kabupaten ini terdapat di dua lokasi: Saeh

Miru, Bayan Beruang, Sei Tekam, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam dan daerah

Empado, Maengkok Sei Menduk, Desa Sejotang, Kecamatan Tayan Hilir. Placer

21

merupakan bagian dari aluvium masa kini dan purba, hasil rombakan batuan granitik dan tonalit berasal dari Pegunungan Schwaner yang dibawa oleh aliran Sungai Kapuas dan Sungai Tayan. Luas sebaran mencapai lebih dari 300 ha, ketebalan rata-rata berkisar antara 3,25 hingga 4,5 m dan mengandung 0,0001 0,00015% zirkon, berasosiasi dengan emas yang hingga saat ini masih ditambang dengan cara pendulangan.

Kabupaten Melawi Zirkon di dalam placer berasosiasi dengan emas di daerah-daerah bekas penambangan emas aluvial, ditemukan di 12 lokasi yang tersebar di lima wilayah kecamatan: Nanga Pinoh, Nanga Ella Hilir, Menukung, Nanga Sayan, dan Nanga Sokan. Mineral terdiri atas butiran berukuran halus s/d sedang, warna bervariasi, bentuk butir menyudut tanggung dengan volume kandungan zirkon umumnya <7% dan dapat mencapai hingga 34,48% dari volume total konsentrat. Sama halnya dengan yang terjadi di Kabupaten Sanggau, bahwa zirkon dalam placer di wilayah ini diduga merupakan hasil rombakan batuan sumber granit dan tonalit berasal dari Pegunungan Schwaner.

Kalimantan Tengah Pasir zirkon di Kalimantan Tengah dijumpai di Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Kota Palangka Raya, Gunung Mas, Kapuas dan Pulang Pisau.

Kabupaten Katingan Endapan zirkon di daerah ini diduga bagian dari rombakan terutama batuan sumber granitik dan tonalit yang membentuk Pegunungan Schwaner, diendapkan di lingkungan sungai dan pantai; berasosiasi dengan pasir kuarsa dan mineral-mineral berat seperti hematit, rutil dan magnetit. Zirkon juga ditemukan di dalam batuan sedimen, berupa butiran berukuran halus yang membentuk lapisan tipis berwarna kehitaman. Kandungan zirkon dalam aluvium terdeteksi secara kimiawi berkisar 2,691 hingga 12 ppm dan pernah mencapai 11%.

Kabupaten Seruyan Mineral zirkon di wilayah ini ditemukan dalam aluvium dan merupakan hasil rombakan dari batuan granitik berasal dari Pegunungan Schwaner, berukuran butir halus berasosiasi dengan kuarsa dan kasiterit. Sebaran aluvium mengandung mineral ini ditemukan di desa-desa Pematang Tambat, Sungai Bakau Pal 7 dan Sungai Pucuk,

22

Kecamatan Seruyan Hilir; desa Sembuluh I, Kecamatan Danau Sembuluh dan desa Asam

Baru (Air Kuning), Kecamatan Hanau.

Kabupaten Waringin Timur

Salah satu jenis zirkon di wilayah ini teridentifikasi mempunyai titik lebur sekitar

2430 o C dan dimanfaatkan untuk bahan refraktori tinggi, sementara zirkon lainnya

digunakan untuk pelapis dan perhiasan. Sebaran zirkon ditemukan di wilayah Kecamatan

Mentaya Hilir Selatan dan Kecamatan Mentaya Hulu, teridentifikasi berada di dalam

aluvium hasil rombakan terutama batuan sumber granit yang berasal dari bagian tepi

Pegunungan Schwaner.

Kedua jenis endapan placer yang disebut terakhir ini diperkirakan dapat ditemukan di

bagian-bagian garis pantai dan laut dalam wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan

Tengah.

Secara geologi endapan pasir zircon dijumpai di formasi dahor dan aluvium. Lokasi-

lokasi yang biasanya mengandung endapan pasir zircon tinggi adalah yang berada di dasar

atau kanan/kiri sungai atau anak-anak sungai berupa endapan channel atau teras sungai.

Sebelum pasir zirkon laku dijual, beberapa perusahaan tambang yang melakukan

ekplorasi emas aluvial melaporkan bahwa pada saat mereka melakukan pendulangan dalam

rangka mencari emas diperoleh konsentrat mineral berat rata-rata 5,6 kg/m 3 yang

komposisinya seperti pada Tabel 3 [14] :

Tabel 3. Komposisi sumberdaya zirkon Kalimantan Tengah

 

Mineral

DAS

DAS

DAS

No.

Katingan

Kahayan

Sekonyer

1

Zirkon (ZrSiO 4 )

59,5 %

17,1 %

75,5 %

2

Ilmenite (FeTiO 2 )

1,0 %

55,5 %

6,6 %

3

Leucoxene

32,5 %

-

-

4

Magnetite

-

12,1 %-

2,6 %

5

Garnet

-

5,3 %

-

6

Rutile (TiO 2 )

4,7 %

1,3 %

6,5 %

7

Epidot

 

- 2,6 %

-

8

Sphene

 

- 2,6 %

-

9

Hornblende

0,9 %

2,4 %

-

10

Spinel

-

1,1 %

-

11

Maghemite

0,7 %-

-

-

12

Tourmaline

0,5 %

-

-

13

Pyrite (FeS 2 )

0,2 %

-

-

14

Kuarsa (SiO 4 )

_

-

8,8 %

23

Berdasarkan data tersebut serta data luasan wilayah eks pertambangan emas tanpa

izin serta hasil-hasil perhitungan jumlah endapan pasir yang dilakukan oleh perusahaan

yang melaksanakan kegiatan eksplorasi emas aluvial Tim Kalteng Mining mencoba

menghitung sumberdaya pasir zirkon di Provinsi Kalimantan Tengah. yang hasilnya

ditunjukkan pada Tabel 4 [14] .

Tabel 4. Sumberdaya Hipotetik Zirkon Kalimantan Tengah

No.

Lokasi

Volume Endapan (M 3 )

Jumlah Konsentrat (ton)

Sumberdaya ZrSiO 4 (ton)

1

DAS S. Sekonyer

88.500.000

513,300

384.975

2

DAS S. Seruyan

11.820.000

68.556

44.561

3

DAS S. Mentaya

102.140.000

592.412

385.068

4

DAS S. Katingan

235.400.000

1.318.240

777.762

5

DAS S. Rungan

21.900.000

122 640

74.810

6

DAS S. Kahayan

553.251.000

3.098.206

526,695

7

DAS S. Muroi

22.560.000

126.336

63.168

8

DAS S. Kapuas

35.800.000

200.480

100.240

9

Lain-lain

103.292.000

516.460

258.230

10

Total

1.174.663.000

6.556.630

2.615.509

Sumberdaya hipotetik ini adalah sumberdaya yang sifatnya minimal. Masih banyak

wilayah-wilayah yang juga diketahui ada endapan zirkonnya tetapi masih belum masuk

dalam perhitungan ini.

Pulau Kalimantan merupakan salah satu wilayah deposit pasir zirkon yang cukup

besar di Indonesia dengan cadangan pasir zirkon di provinsi Kalimantan Tengah sekitar

5.410.484.720 ton [15] .

Produksi Konsentrat Pasir Zirkon Tahun 2008 2010 [16]

Pada tahun 2008 produksi konsentrat pasir zirkon di Kalimantan Tengah yang

terbanyak dihasilkan dari Kabupaten Katingan, disusul oleh Kabupaten Kotawaringin

Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya.

Produksi konsentrat pasir zircon tersebut mempunyai kecenderungan terus menurun.

Penyebabnya diperkirakan adalah ada kebijakan pemerintah Provinsi yang tidak

memberikan Izin Penambangan dan Pengolahan Bahan Galian (IP2BG) terhadap zirkon

yang dihasilkan dari kawasan hutan yang belum dipinjam pakai. Produksi April - Juli

2010 nampak naik tetapi ini hanya karena adanya dispensasi pengangkutan terhadap

barang-barang yang sudah terlanjur tergali. Pada bulan September dispensasi

pengangkutan dan penjualan untuk zirkon yang telah tergali dicabut oleh Gubernur

24

karena berdasarkan hasil pengecekan lapangan terhadap laporan data zirkon yang tergali ternyata tidak benar. Untuk memenuhi dispensasi yang diberikan oleh Gubernur para pengusaha ternyata menambang kembali sehingga pada bulan September 2010 dispensasi dicabut. Produksi pasir zirkon yang legal diperkirakan akan mulai kembali setelah draft revisi Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah Penambangan (RTRWP) Kalimantan Tengah disetujui oleh Pemerintah Pusat. Diperkirakan tingkat produksi zirkon untuk tahun 2011 tidak sebanyak tahun 2008 karena kawasan APL di draft Revisi RTRWP yang disetujui Menteri Kehutanan lebih sedikit dibanding dengan RTRWP Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2003. Pada tahun 2010 walaupun catatan resmi di dinas teknis tekait produksi zirkon sangat kecil bahkan pada tahun 2011 tidak ada catatan produksi sama sekali, tetapi data ekspor zirkon dari Kalimantan Tengah tetap masih ada.

data ekspor zirkon dari Kalimantan Tengah tetap masih ada. Gambar 12. Produksi konsentrat zirkon bulanan berdasarkan

Gambar 12. Produksi konsentrat zirkon bulanan berdasarkan kabupaten penghasil [16]

25

Gambar 13. Produksi konsentrat zirkon bulanan Kalimantan Tengah [ 1 6 ] Gambar 14. Produksi

Gambar 13. Produksi konsentrat zirkon bulanan Kalimantan Tengah [16]

konsentrat zirkon bulanan Kalimantan Tengah [ 1 6 ] Gambar 14. Produksi zirkon tahunan Kalimantan Tengah

Gambar 14. Produksi zirkon tahunan Kalimantan Tengah [16]

Perusahaan yang telah mempunyai Kuasa Penambangan (KP) dan Izin Usaha Penambangan (IUP) di Provinsi Kalimantan Tengah sampai dengan Maret 2012 sebanyak 121 buah dengan kegiatan eksplorasi, eksploitasi, dan produksi seperti ditunjukkan pada Tabel 5 [16] .

26

Tabel 5. Perusahaan tambang zirkon di Kalimantan Tengah

   

Luas

     

Bentuk

Penerbit Izin (Pusat/Prov/Kab/Kota)

No.

Wilayah

Kegiatan

Nama Perusahaan

Izin

 

(Ha)

 
   

1

PT. TOYA MAS SEJAHTERA

42.45

KP

Eksploitasi

Katingan

2

PT. INTI SINERGY INTERNATIONAL

203

KP

Eksploitasi

Katingan

3

PT. BORNEO ALAM MAKMUR

8200

KP

Eksplorasi

Katingan

 

PT. PUTRA

       

4

SANDINDO

5500

KP

Eksplorasi

G.Mas, P.Raya

RAYA

 

KOPERASI

       

5

TUNAS BARU

100

IUP

Produksi

Kotawaringin Barat

 

CV.

CITRA

       

6

INDAH

4001

IUP

Produksi

Kota Palangkaraya

MATAHARI

 

CV.

KOBAR

       

7

PRIMA ZIRCON

737

KP

Eksplorasi

Kotawaringin Barat

 

CV.

TINGANG

       

8

KUAI ABADI

3085

IUP

Produksi

Kota Palangkaraya

 

CV.

KAHAYAN

       

9

PERMAI

738.8

IUP

Produksi

Kota Palangkaraya

 

CV.

MEKAR

       

10

BERSAMA

100

KP

Eksploitasi

Kotawaringin Timur

 

PT. INDAH

       

11

MULIA KERENG PANGI

47.1

IUP

Produksi

Katingan

 

KOPERASI

       

12

MANGGATANG

250

KP

Eksploitasi

Katingan

PARAWEI

 

KOPERASI

       

13

AURAT

260

Kp

Eksploitasi

Katingan

 

PT. KECE

       

14

PRATAMA

250

IUP

Produksi

Katingan

SUKSES

 

PT. WAJOK

       

15

INTILESTARI

10000

KP

Eksploitasi

Katingan

MINERAL

 

PT. KATINGAN

       

16

JAYA

500

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. ANUGRAH

       

17

BORNEO

1000

KP

Eksploitasi

Katingan

LESTARI

 

CV.

ELIAN

       

18

INDOKALTENG

2500

IUP

Eksplorasi

Kapuas

 

CV.

SENTRA

       

19

MULIA MOTOR

2961

KP

Eksplorasi

Kapuas

27

 

CV.

IRVAN

       

20

PRIMA

150

IUP

Produksi

Kotawaringin Barat

PRATAMA

 

PT. SEMANGAT

       

21

BANGUN

1000

KP

Eksplorasi

Kotawaringin Timur

WIJAYA

 

PT. ASIA

       

22

SAHABAT

5000

IUP

Eksplorasi

Kapuas

INDONESIA

 

PT. SUMBER

       

23

SARANA

2500

IUP

Eksplorasi

Kapuas

KENCANA

 

PT. GRAHA

       

24

EQUITY

5000

IUP

Eksplorasi

Kapuas

INVSMENT

 

CV.

INVESTASI

       

25

MANDIRI

2032

IUP

Produksi

Gunung Mas

 

PT. TITI

       

26

TAMBANG

1000

KP

Eksplorasi

Kapuas

TANGGUH

27

PT. MANTANGAI HARAKAT JAYA

10000

IUP

Eksplorasi

Kapuas

 

PT. DAYA

       

28

GUMILANG

150

KP

Eksploitasi

Kotawaringin Barat

LESTARI

29

PT. SLICONIA SURYA MAKMUR

739.55

KP

Eksplorasi

Kotawaringin Timur

 

PT. BORNEO

       

30

MITRA MINING

1000

KP

Eksplorasi

Kotawaringin Timur

 

PT. BUMI

       

31

SELARIS

10000

IUP

Eksplorasi

Gunung Mas

 

PT. SINAR

       

32

KUSUMA

10000

KP

Eksplorasi

Gunung Mas

KALIMANTAN

 

PT. WAHANA

       

33

SUMBER

10004

IUP

Eksplorasi

Gunung Mas

MAKMUR

 

PT.

       

INTERNASIOANL

34

SAND

1991

KP

Eksplorasi

Katingan

INDONESIA

 

PT. PASIR

       

35

ANTERO

19200

KP

Penyelidikan

Katingan

KASONGAN

 

PT. OLYMPIA

       

36

ANUGRAH

61.75

KP

Eksplorasi

Katingan

ABADI

 

PT. SALUNDIK

       

37

SAWANG

100

KP

Eksploitasi

Katingan

28

 

CV.

MEKAR

       

38

BERSAMA

50

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. AL AMIN

       

39

BERSAMA

173.9

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. BORNEO

       

LINTAS

40

SERAWAK

165.1

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. ENNOIDA

       

41

JAYA

3500

IUP

Produksi

Kota Palangkaraya

42

CV.

LISBETH

2002

IUP

Produksi

Kota Palangkaraya

 

PT. KARYA

       

43

DENAI AMBOKO

3011

IUP

Produksi

Kota Palangkaraya

 

PT. UNI

       

GERBANG

44

INTERZONA

3093

KP

Eksplorasi

Barito Utara

 

PT. BUMI MAS

       

45

SEJAHTERA

2529

IUP

Eksplorasi

Gunung Mas

 

PT. SUMBER KENCANA BUMI

       

46

KAYA

4000

IUP

Produksi

Kapuas

 

PT.

       

KALIMANTAN

47

MINING JAYA

4400

IUP

Eksplorasi

Kapuas

 

CV.

GITA

       

48

KARUNIA

10220

IUP

Eksplorasi

Gunung Mas

 

CV.

KATINGAN

       

MULIA

49

PRATAMA

70

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. LUBUK

       

KATINGAN

50

PERDANA

23

KP

Eksploitasi

Katingan

 

CV.

SURYA

       

KEMILAU

51

PERKASA

197

IUP

Produksi

Kotawaringin Barat

 

PT. ZIRCON

       

52

INDONESIA

800

IUP

Produksi

Seruyan

 

PT. MEGA TISMA

       

53

PERKASA

978.2

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. UNIVERSAL SATINDO

       

54

NUSANTARA

3000

IUP

Eksplorasi

Kapuas

 

CV.

TAKINDO

       

ARTHA

55

PRATAMA

5000

IUP

Produksi

Kapuas

 

PT. MURUI JAYA

       

56

PERDANA

1136

IUP

Produksi

Kapuas

 

PT. PUJON

       

57

SUMBER ARTHA

10000

IUP

Eksplorasi

Kapuas

29

 

PT. DAYAK

       

MEMBANGUN

58

PRATAMA

1350

KP

Eksplorasi

Gunung Mas

 

PT. ILLUMINE

       

ZIRKON

59

INDONESIA

7104

KP

Eksplorasi

Gunung Mas

 

PT. MAHKOTA

       

60

GELAM MULIA

5000

KP

Eksplorasi

Gunung Mas

 

PT. PRIMA

       

ENERGI

61

NUSANTARA

10000

KP

Eksplorasi

Kotim dan Seruyan

 

PT. SARI BUMI

       

62

KATINGAN

250

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. CAKRA

       

63

EKACEMERLANG

3410

IUP

Eksplorasi

Kapuas

 

PT. CAKRAWALA

       

64

KUMALA JAYA

3000

IUP

Produksi

Kapuas

 

PT. KATUNJUNG ADI PERDANA

       

65

TIMBER

5000

IUP

Produksi

Kapuas

 

PT. EXIMART

       

INDONESIA

66

SEJAHTERA

4500

IUP

Produksi

Kapuas

 

PT. AGUNG

       

BOGOR

67

PERKASA

912.6

KP

Eksplorasi

Barito Utara

 

PT. INTI BUMI

       

68

KATINGAN

100

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. KATINGAN

       

69

INMAS SARANA

200

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. KATINGAN

       

DHARMA

70

UTAMA

197.6

KP

Eksploitasi

Katingan

71

CV.

ANDA

80

KP

Eksploitasi

Katingan

72

CV.

MULTIKO

100

KP

Eksplorasi

Katingan

 

PT. DANAU

       

PERMATA

73

MINING

2500

IUP

Eksplorasi

Seruyan

 

PT. RAHAYU

       

74

SEJAHTERA

2500

IUP

Eksplorasi

Gunung Mas

 

PT. BUMI INDAH

       

75

KAYA ABADI

3000

KP

Eksplorasi

Gunung Mas

 

PT. BUMI

       

KENCANA

76

SENTOSA

3500

IUP

Produksi

Kapuas

 

PT. GUNUNG

       

MAS MEKAR

77

PERSADA

10000

KP

Eksplorasi

Kapuas

78

CV.

SUMBER

10000

IUP

Eksplorasi

Kapuas

30

 

MINERAL

       

UTAMA

79

PT.

3R MAJU

5000

KP

Eksplorasi

Kapuas

 

KOPERASI

       

SAHAY

80

MAKMUR

25

KP

Eksploitasi

Pulang Pisau

 

PT. GAYACITRA MULIA

       

81

PRATAMA

500

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. KATINGAN

       

SUBUR

82

SEJAHTERA

2597

KP

Eksplorasi

Katingan

 

PT. KATINGAN

       

KURNIA

83

SELARAS

7145

KP

Eksplorasi

Katingan

 

PT. KATINGAN

       

84

PRIMA SENTOSA

188

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT.

SAHEROI

       

MINERAL

85

PERKASA

2430

KP

Eksplorasi

Gunung Mas

 

PT. GAWI

       

TARUNG

86

BASEWUT

853.2

KP

Eksplorasi

Katingan

 

PT. TISMA

       

GLOBAL

87

NUSANTARA

1500

IUP

Eksplorasi

Katingan

 

PT.

SUMBER

       

KATINGAN

MINERAL

88

MAKMUR

926.5

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. KASONGAN

       

MINING

89

MINERAL

587.9

KP

Eksplorasi

Katingan

 

PT. BRAMANTIO PUTERA

       

90

PRATAMA

1655

KP

Eksplorasi

Katingan

 

PT. BUMI

       

KENCANA

91

SENTOSA

1500

KP

Eksplorasi

Pulang Pisau

 

PT. CODRA

       

KURNIA

92

AGRIBINDO

882

IUP

Produksi

Kotawaringin Timur

 

CV.

TUNAS

       

ARTHA

93

PRATAMA

100

IUP

Produksi

Katingan

 

PT. TUNAS

       

94

ARTHA PERKASA

2120.6

IUP

Produksi

Gunung Mas

 

PT. FIBER KAKEN

       

95

INDONESIA

2271

KP

Eksplorasi

Gunung Mas

96

PT. GRAHA

194.7

IUP

Produksi

Katingan

31

 

JANGKARAN

       

MINERAL

 

CV.

BERKAT

       

RUNGAN

97

SEJAHTERA

1054

KP

Eksplorasi

Gunung Mas

 

PT. COALINDO

       

LESTARI

98

PRATAMA

5000

IUP

Eksplorasi

Kapuas

 

PT. SAMUDERA

       

KENCANA

99

BERLIAN

1700

IUP

Eksplorasi

Kapuas

 

PT. TAKARAS

       

100

INTILESTARI

1257

IUP

Produksi

Kota Palangkaraya

 

CV.

KATINGAN

       

101

SEJAHTERA

50

KP

Eksploitasi

Katingan

 

PT. KARBALA

       

102

BUANA JAYA

782

IUP

Produksi

Katingan

 

PT. AIR KUNING

       

103

ZIRCON

400

IUP

Eksplorasi

Seruyan

 

CV.

WARINGIN

       

104

JAYA RAYA

250

IUP