Anda di halaman 1dari 20

BADAN AKREDITASI NASIONAL

SEKOLAH/MADRASAH
Kompleks Ditjen Mandikdasmen, Departemen Pendidikan Nasional,Gedung F Lantai 2
Jl. RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan, Telepon/Fax: 021-75914887
Website: http://www. ban-sm.or.id ; Email: info@ban-sm.or.id

MATERI 03

INSTRUMEN DAN PETUNJUK TEKNIS


AKREDITASI SMA/MA
TUJUAN UMUM PELATIHAN

Melalui penjelasan dan diskusi


tentang materi perangkat
akreditasi peserta pelatihan
diharapkan dapat menjelaskan
Instrumen dan Petunjuk Teknis
Akreditasi SMA/MA

2
Pengertian:
INSTRUMEN DAN PETUNJUK TEKNIS AKREDITASI

Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah … merupakan


perangkat alat ukur yang digunakan menilai kualitas
sekolah/madrasah berdasarkan kriteria yang telah
ditetapkan dan hasilnya diwujudkan dalam bentuk
peringkat akreditasi.

Petunjuk Teknis (Juknis) Instrumen Akreditasi …


merupakan penjelasan tentang pembuktian jawaban atas
instrumen, baik berupa dokumen, bukti fisik atau fakta
yang harus diperlihatkan oleh pihak sekolah/madrasah
kepada tim asesor pada saat visitasi.
3
Pengertian:
Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi
Pendukung Akreditasi

Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi


Pendukung Akreditasi
merupakan instrumen yang berisi data dan
informasi yang lengkap tentang sekolah/madrasah yang
digunakan sebagai bahan dalam pengisian instrumen
akreditasi.

4
Keterkaitan antara:
INSTRUMEN DAN JUKNIS AKREDITASI

1. Instrumen Akreditasi merupakan satu kesatuan utuh


yang tidak terpisahkan dengan Juknis Instrumen
Akreditasi. Oleh sebab itu agar dapat menjawab butir-
butir pernyataan instrumen maka harus memahami
Juknis.

2. Setiap jawaban pada butir pernyataan instrumen harus


dibuktikan dengan bukti fisik, dokumen, atau fakta
seperti dijelaskan pada Juknis.

3. Bukti fisik, dokumen, maupun fakta yang sama dapat


digunakan untuk membuktikan atau mendukung
jawaban dari butir-butir pernyataan lain yang
berkaitan. 5
KONSEPSI INSTRUMEN

Instrumen akreditasi yang dikembangkan BAN-S/M


diupayakan dapat mengukur kelayakan dan kinerja
sekolah/madrasah.

Hal ini didasarkan pertimbangan bahwa Standar


Nasional Pendidikan dimaksudkan untuk menentukan
sekolah/madrasah yang memenuhi standar minimal, yaitu
sekolah/madrasah yang memenuhi kinerja minimal.

6
KOMPONEN INSTRUMEN AKREDITASI

Sesuai PP Nomor 19 Tahun 2005, penyusunan KOMPONEN AKREDITASI


mengacu pada 8 SNP:
Standar Isi [ Permen No. 22/2006]

Standar Proses [ Permen No. 41/2007]

Standar Komp Lulusan [ Permen No. 23/2006]

KOMPONEN
AKREDITASI Standar Pend & Tendik [ Permen No. 13 & 16/2007]

Standar Sarpras [ Permen No. 24/2007]

Standar Pengelolaan [Permen No. 19/2007]

Standar Pembiayaan [PP. 48/2008]

Standar Penilaian [Permen No 20/2007]


7
PERANGKAT AKREDITASI
SMA/MA
1. Instrumen akreditasi
2. Petunjuk teknis pengisian instrumen
akreditasi
3. Pedoman penskoran dan
pemeringkatan hasil akreditasi
4. Instrumen pengumpul data dan
informasi pendukung

8
JUMLAH BUTIR INSTRUMEN

Jumlah butir instrumen akreditasi SMA/MA sebanyak 165 butir (dari


165 aspek dalam 8 standar)

No KOMPONEN AKREDITASI Jumlah Butir Nomor Butir


1 2 3 4

1. Standar Isi 15 1 - 15
2. Standar Proses 10 16 - 25
3. Standar Kompetensi Lulusan 25 26 - 50
4. Standar Pendidik & Tendik 20 51 - 70
5. Standar Sarana & Prasarana 30 71 - 100
6. Standar Pengelolaan 20 101 - 120
7. Standar Pembiayaan 25 121 - 145
8. Standar Penilaian 20 146 - 165
JUMLAH 165 -
9
KRITERIA BUTIR INSTRUMEN

1. Dapat diukur (measurable).


2. Tidak menimbulkan banyak penafsiran (non multi-
interpretation).

3. Merujuk pada aspek (standar) yang jelas (standard


reffered) .

4. Tidak mengintegrasikan banyak aspek (double aspec).

5. Satu butir tidak “meniadakan” butir yang lain.

10
RESPON BUTIR INSTRUMEN

1. Respon butir yang dikembangkan adalah Respon


Nonkategorik (Noncategorical Response) yang dalam hal
ini adalah Tipe Peringkat dengan lima opsi jawaban.

2. Penentuan lima opsi jawaban didasarkan atas pertimbangan


menghargai perbedaan kinerja satuan atau program
pendidikan.

11
ACUAN BUTIR INSTRUMEN (1)

1. Penjabaran 8 SNP dalam Permendiknas dijadikan sebagai


kisi-kisi Instrumen Akreditasi.

2. Kisi-kisi Instrumen Akreditasi terdiri dari Komponen 


Aspek  Indikator.

3. Acuan butirnya adalah aspek, artinya setiap aspek


dijabarkan menjadi 1 butir.

4. Indikator dalam Permendiknas dipakai untuk referensi


penyusunan substansi butir.
12
PENJABARAN KISI MENJADI INSTRUMEN DAN JUKNIS

Kisi
No Komponen Aspek Indikator No Butir

1. A. Guru A1. Kepemilikan kualifikasi Memiliki Kualifikasi akademik: 51


akademik minimum (1) Pendidikan sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV)
(2) Dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat
keahlian yang relavan sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan

Instrumen

51. Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).
A Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
B Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
C Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
D Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
E Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.

Juknis

51. Jawaban dibuktikan dengan memperlihatkan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-
undangan yang berlaku. Perhitungan dilakukan dengan cara membandingkan jumlah guru berkualifikasi minimum S1 dan D-
IV dengan jumlah seluruh guru. 13
INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA &
INFORMASI
47. Jumlah guru yang dimiliki S/M dan kualifikasinya.
48. Jumlah guru: .......... orang. Kualifikasi:

Jumlah guru dengan latar Jumlah guru dengan latar


belakang pendidikan sesuai belakang pendidikan yang TIDAK
Guru mata dengan mata pelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran
No. diampu yang diampu Jumlah
pelajaran
D1/D2 D3/ S1/ S2/S3 D1/D2 D3/ S1/D4 S2/S3
Sarmud D4 Sarmud
1 Matematika
2 B. Indonesia
3 Bahasa Inggris
4 Pend. Agama
5 Seni Budaya
6 PKn
7 Konseling
8 Lainnya:
Jumlah

Keterangan: * GT = Guru tetap (bagi sekolah/madrasah swasta)


** GTT = Guru tidak tetap (baik sekolah/madrasah negeri atau swasta)

14
ORIENTASI BUTIR INSTRUMEN (1)

 Butir pertanyaan/pernyataan telah disusun berorientasi


kepada sekolah/madrasah (school oriented).

 Pertanyaan tentang guru, siswa, sarana dan prasarana,


dsb mencakup kelompok sekolah /madrasah bukan
individual. Misalnya saja pertanyaan butir nomor 9
(tentang guru), pertanyaan butir nomor 138 (tentang
siswa), dan sebagainya.

15
ORIENTASI BUTIR INSTRUMEN (2)

Butir pertanyaan nomor 9 tentang guru:

9. Guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa.

Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memberikan penugasan


A
terstruktur kepada siswa.

Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memberikan penugasan


B
terstruktur kepada siswa.

Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memberikan penugasan


C
terstruktur kepada siswa.

Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memberikan penugasan


D
terstruktur kepada siswa.

Tidak ada seorang pun guru pelajaran memberikan penugasan


E
terstruktur kepada siswa.

16
ORIENTASI BUTIR INSTRUMEN (3)

Butir pertanyaan nomor 138 tentang siswa:

138 Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.

Tidak ada seorang pun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada
A
setiap awal tahun pelajaran.

Sebanyak 1% - 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap


B
awal tahun pelajaran.

C Sebanyak 26% - 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada


setiap awal tahun pelajaran.

D Sebanyak 51% - 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada


setiap awal tahun pelajaran.

Sebanyak 76% - 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada


E
setiap awal tahun pelajaran.
17
PENGEMBANGAN OPSI (1)

 Opsi yang dikembangkan dalam butir instrumen


memberikan penghargaan atas kerja sama antar
sekolah/madrasah beserta komponennya.

Misalnya opsi dalam butir 12:


Yang dimaksud menyusun silabus sendiri termasuk
kalau dilakukan bersama guru dari sekolah/madrasah
lain melalui MGMP, dan sejenisnya.

18
PENGEMBANGAN OPSI (2)

Opsi dalam butir pertanyaan nomor 12:

12. Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri.

A Sebanyak 76% - 100% guru menyusun silabus sendiri.

B Sebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiri.

C Sebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiri.

D Sebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiri.

E Tidak ada seorang pun guru menyusun silabus sendiri.

19
20

Anda mungkin juga menyukai