Anda di halaman 1dari 3

Konsep Dasar Ulkus Diabetes Melitus

1. Definisi Ulkus Diabetik


i) Definisi Ulkus
Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir dan ulkus ada
lah ke-matian jaringan yang luas dan disertai invasif kuman saprofit. Adanya kum
an saprofit tersebut menyebabkan ulkus berbau, ulkus diabetikum juga merupakan s
alah satu gejala klinik dan perjalanan penyakit DM dengan neuropati perifer.
ii) Definisi Ulkus kaki diabetik
Ulkus kaki diabetes (UKD) merupakan komplikasi yang berkaitan dengan morbiditas
akibat diabetes mellitus. Ulkus kaki diabetes merupakan komplikasi serius akibat
diabetes.
2. Etiologi Ulkus Diabetik
Apabila pada seseorang penderita kencing manis kadar glukosa darahnya tinggi dal
am jangka waktu yang lama, maka akan timbul komplikasi menahun (kronis yang meng
enai mata menyebabkan gangguan penglihatan bila mengenai sistem syaraf akan meny
ebabkan gangguan rasa dan gangguan bila mengenai ginjal menyebabkan gangguan fun
gsi ginjal).
Adapun gambaran luka padapenderita kencing manis dapat berupa: demopati (kelaina
n kulit berupa bercak-bercak bitam di daerah tulang kering), selulitis (peradang
an dan infeksi kulit), nekrobiosisi lipiodika diabetik (berupa luka oval, kronik
, tepi keputihan), osteomielitis (infeksi pada tulang) dan gangren (lika kehitam
an dan berbau busuk).
Ada beberapa hal yang mempengaruhiterjadinya ulkus diabetik, yaitu :
1.Neuropati diabetik.
Adalah kelainan urat saraf akibat DM karena tinggi kadar dalam darah yang bisa m
erusak urat saraf penderita dan menyebabkan hilang atau menurunnya rasa nyeri pa
da kaki, sehingga apabila penderita mengalami trauma kadang-kadang tidak terasa.
Gejala-gejala Neuropati : Kesemitan, rasa panas (wedangan : bahasa jawa), rasa t
ebal ditelapak kaki, kram, badan sakit semua terutama malam hari.
2.Angiopati Diabetik (Penyempitan pembuluh darah)
Pembuluh darah besar atau kecil pada penderita DM mudah menyempit dan tersumbat
oleh gumpalan darah. Apabila sumbatan terjadi di pembuluh darah sedang/ besar p
ada tungkai maka tungkai akan mudah mengalami gangren diabetik yaitu luka pada k
aki yang merah kehitaman dan berbau busuk. Adapun angiopati menyebabkan asupan n
utrisi, oksigen serta antibiotik terganggu sehingga menyebabkan kulit sulit semb
uh.
3.Infeksi
Infeksi sering merupakan komplikasi akibat berkurangnya aliran listrik (neoropat
i).
3. Patofisiologi Ulkus Diabetik
Perubahan patofisiologi pada tingkat biomolekuler menyebabkan neuropati perifer,
penyakit vaskuler perifer dan penurunan sistem imunitas yang berakibat tergangg
unya proses penyembuhan luka. Deformitas kaki sebagaimana terjadi pada neuroartr
opati Charcot terjadi sebagai akibat adanya neuropati motoris.
Faktor lingkungan, terutama adalah trauma akut maupun kronis (akibat tekanan sep
atu, benda tajam, dan sebagainya) merupakan faktor yang memulai terjadinya ulkus
.
Neuropati perifer pada penyakit DM dapat menimbulkan kerusakan pada serabut moto
rik, sensoris dan autonom.
Kerusakan serabut motoris dapat menimbulkan kelemahan otot, atrofi otot, deformi
tas (hammer toes, claw toes, pes cavus, pes planus, halgus valgus, kontraktur te
ndon Achilles) dan bersama dengan adanya neuropati memudahkan terbentuknya kalus
. Kerusakan serabut sensoris yang terjadi akibat rusaknya serabut mielin mengaki
batkan penurunan sensasi nyeri sehingga memudahkan terjadinya ulkus kaki.
Kerusakan serabut autonom yang terjadi akibat denervasi simpatik menimbulkan kul
it kering (anhidrosis) dan terbentuknya fisura kulit dan edema kaki. Kerusakan s
erabut motorik, sensoris dan autonom memudahkan terjadinya artropati Charcot. Ga
ngguan vaskuler perifer baik akibat makrovaskular (aterosklerosis) maupun karena
gangguan yang bersifat mikrovaskular menyebabkan terjadinya iskemia kaki.
4. Manifestasi Klinis Ulkus Diabetik
Gangren diabetik akibat mikroangiopatik disebut juga gangren panas karena walaup
un nekrosis, daerah akral itu tampak merah dan terasa hangat oleh peradangan, da
n biasanya teraba pulsasi arteri di bagian distal. Biasanya terdapat ulkus diabe
tik pada telapak kaki.
Proses makroangiopati menyebabkan sumbatan pembuluh darah, sedangkan secara akut
emboli akan memberikan gejala klinis 5 P, yaitu :
a. Pain (nyeri).
b. Paleness (kepucatan).
c. Paresthesia (parestesia dan kesemutan).
d. Pulselessness (denyut nadi hilang).
e. Paralysis (lumpuh).
Bila terjadi sumbatan kronik, akan timbul gambaran klinis menurut pola dari Font
aine, yaitu 4 :
a. Stadium I ; asimptomatis atau gejala tidak khas( kesemutan )
b. Stadium II ; terjadi klaudikasio intermiten.
c. Stadium III ; timbul nyeri saat istirahat.
d. Stadium IV ; berupa manifestasi kerusakan jaringan karena anoksia ulkus.
5. Perawatan dan Pengobatan
Usaha perawatan dan pengobatan yang ditujukan terhadap ulkus antara lain dengan
antibiotika atau kemoterapi. Pemberian luka dengan mengompreskan ulkus dengan la
rutan klorida atau larutan antiseptik ringan. Misalnya rivanol dan larutan kaliu
m permanganat 1 : 500 mg dan penutupan ulkus dengan kassa steril. Alat-alat orto
pedi yang secara mekanik yang dapat merata tekanan tubuh terhadap kaki yang luka
. Amputasi mungkin diperlukan untuk kasus DM.
Mengingat segala kemungkinan dapat terjadi pada penderita DM akibat gangguan pem
buluh darah maupun syarafnya, maka perlu dilakukan tindakan pencegahan agar tida
k terjadi luka, sebagai berikut:
o Penderita harus mencuci kakinya setiap hari dengan teratur, sesudah dicu
ci dikeringkan dengan seksama (terutama pada sela-sela jari kaki)
o Dapat dipakai bedak atau lotion.
o Pada penderita dengan komplkasi kronis DM, sebaiknya jangan menggunakan
air hangat atau air panas untuk merendam kaki, oleh karena kepekaan rasa di kaki
untuk panas berkurang sehingga penderita tidak merasakan apa-apa, walaupun kaki
nya melepuh.
o Apabila penderita merasa kakinya dingin, sebaiknya memakai kaos kaki, Se
baiknya memilih kaos kaki yang bahannya wol atau katun. Kaos kaki tersebut sebai
knya juga dipakai sewaktu tidur.
o Apabila memakai sepatu atau sandal, perlu diperiksa apakah alas kakinya
licin dan rata.
o Apabila membeli sepatu baru, sebaiknya diperhatikan : sepatu jangan terl
alu sempit, sebaiknya sepatu yang kulitnya lemas, pada awalnya sepatu tersebut d
ipakai beberapa jam saja, untuk membiasakan diri.
o Pada penderita DM yang mengalami gangguan syaraf sebaiknya jangan berjal
an tanpa alas kaki, karena dapat terkena luka tanpa penderita menyadarinya.
o Sela-sela jari kaki perlu diperiksa, apakah terdapat luka atau kulit yan
g pecah-pecah, yang disebabkan oleh jamur kaki. Bila ada, cepat pergi ke dokter
untuk diobati.