Anda di halaman 1dari 9

Presipitasi

Kimia

Kelarutan Mineral (mg/L) sebagai CaCO3 pada 0oC)


Mineral

Rumus

Hardness

Calcium bicarbonat

Ca(HCO3)2

CaCH

Calcium Carbonat

CaCO3

Calcium Cloride

CaCl2

CaNCH

336.000

Calcium Sulfat

CaSO4

CaNCH

1.290

Calcium Hidroksida

Ca(OH)2

2.390

Magnesium bicarbonat

Mg(HCO3)2

MgCH

Magnesium Carbonat

MgCO3

Magnesium Cloride

MgCl2

MgNCH

362.000

Magnesium Sulfat

MgSO4

MgNCH

170.000

Presipitasi kimia biasanya

Magnesium Hidroksida

Mg(OH)2

17

diterapkan untuk mengolah

Sodium bicarbonat

NaHCO3

38.700

air dalam jumlah yang besar

Sodium Carbonat

Na2CO3

61.400

(misal untuk boiler PLTU

Sodium Clorida

NaCl

225.000

atau industri petrokimia)

Sodium Hidroksida

NaOH

370.000

Sodium Sulfat

Na2SO4

33.600

Tujuan Proses Softening


adalah mengurangi
kesadahan air
Proses yang bisa
diterapkan adalah
Presipitasi kimia dan
Pertukaran Ion

kelarutan
1.620
15

37.100
101

Prinsip Presipitasi Kimia


Prinsip presipitasi kimia adalah mengubah
senyawa Calcium H dan Magnesium H dalam
kondisi terlarut (nilai kelarutan besar) menjadi
senyawa Calcium Carbonat dan magnesium
hidroksida yang terendapkan (nilai kelarutan
kecil)

ada 2 jenis proses pengolahan

Proses kapur soda abu (lime-soda ash


process)
Proses soda kaustik (Caustic Soda Process)

Proses Kapur Soda Abu


Mampu mengubah Carbonat Hardness (CH) dan magnesium non Carbonat hardness (MgNCH) menjadi senyawa terendapkan dengan bantuan kapur (CaO)
Pengubahan CaNCH dilakukan dengan penambahan soda abu (Na2CO3)

Reaksi dengan kapur


Ca2+ + 2(HCO3 )- + CaO + H2O 2 CaCO 3 + 2 H2O
Mg2+ + 2(HCO3 )- + CaO + H2 O CaCO3 + Mg2+ + CO3 2Mg2+ + CO 32+ CaO + H 2O CaCO3 + Mg(OH)2

Mg2+ +{SO42- ;2Cl- ;2NO 3- } + CaO + H2 O


Ca2+ +{SO42- ; 2Cl- ; 2NO3- } + Mg(OH)2

Dari reaksi menghilangan Mg non CH dihasilkan Ca non CH. Senyawa ini akan dihilangkan dengan reaksi dengan soda abu (Na2CO3)
Ca2+ +{SO4 2- ; 2Cl- ; 2NO 3- } + Na2CO3 CaCO3 + 2Na+ +{SO42- ; 2Cl- ; 2NO3- }
2Na+ +{SO42- ; 2Cl- ; 2NO3- } senyawa ini merupakan bagian TDS

Carbonat
Hardness (CH)
magnesium
non Carbonat
hardness

Hal penting yang harus diperhatikan adalah kondisi pengendapan CaCO3


dan Mg(OH)2 yang tergantung nilai pH
Optimum pH pengendapan CaCO3 adalah 9 9,5 sedangkan Mg(OH)2
adalah 11
Sehingga perlu peningkatan pH air dengan penambahan :

CaO berlebih sebanyak 1,25 mequiv/L mengikuti reaksi CaO + H2O Ca2+ + 2OHNaOH berlebih sebanyak 1,25 mequiv/L mengikuti reaksi NaOH Na+ + OH-

Jika di dalam air terkandung CO2 akan turut mengkonsumsi kapur sehingga
kebutuhan kapur meningkat:
CO2 + CaO CaCO3
Jika kandungan CO2 lebih dari 10 mg/L perlu dipertimbangkan pengurangan
CO2 sebelum memasuki tahapan proses softening melalui proses fisika
Setelah proses softening dilanjutkan dengan sedimentasi dan filtrasi untuk
memisahkan produk endapan (CaCO3 dan Mg(OH)2) dalam bentuk sludge/
lumpur yang masih mengandung banyak air (kadar air lebih dari 90%)
sehingga harus dilakukan pemekatan/pengeringan (dewatering) sebelum
diolah lebih lanjut

Penghilangan hardness dalam presipitasi kimia tidak bisa berjalan


sempurna. Dalam kondisi operasi yang ada, setelah pengendapan masih
tersisa CaCO3 40 mg/L dan Mg(OH)2 sebanyak 10 mg/L
Hal ini merupakan konsentrasi lewat jenuh CaCO3 sehingga akan
menyebabkan pengendapan secara perlahan di pipa maupun storage
Perlu proses stabilisasi untuk mengubah CaCO3 lewat jenuh kembali ke
bentuk terlarutnya yaitu Ca2+ dan 2HCO3Stabilisasi dilakukan dengan penambahan CO2 setelah keluar bak
pengendap
Reaksi yang terjadi:
CaCO3 + CO2 + H2O Ca2+ + 2HCO3Mg(OH)2 + 2 CO2 Mg2+ + 2HCO3Dikenal dengan proses recarbonasi.
Proses recarbonasi akan berjalan sempurna pada pH < 9,5
Sehingga setelah bak pengendap harus dilakukan penurunan pH dengan
penambahan CO2 berlebih atau asam sulfat

Pengolahan air sadah dengan debit 1.000 m3/hari. Air mengandung CO2
sebanyak 2 mg/L. Jika menggunakan CaO berlebih sebanyak 1,25
mequiv/L, berapa kelebihan CaO perhari yang harus ditambahkan
(kg/hari) jika kita beli bahan kimia CaO dengan kemurnian 80 %.

1 CO2 + 1 CaO 1 CaCO3


(1 meq/L CO2 akan bereaksi dengan 1 meq/L CaO menghasilkan 1 meq/L CaCO3)
BE CO2 = 22 mg/meq
CO2 di air = 2 mg/L atau sebesar 2/22 meq/L sehingga dibutuhkan 2/22 meq/L CaO
Kebutuhan CaO = 2/22 + 1,25 = 1,34 meq/L
Kebutuhan CaO murni = 1,34 meq/L x 56/2 mg/meq x 1.000 .103 L/hari x 1kg/106 mg
= 37,52 kg/hari
Pembelian CaO sebanyak 37,52 x 100/80 = 46,9 kg/hari

Coba dihitung berdasarkan prinsip perhitungan molaritas