Anda di halaman 1dari 5

PULAU TIDUNG

Indonesia terkenal dengan ragam budaya dan wisatanya, tak ketinggalan tempat wisata yang
berada di daerah jakarta utara ini, tepatnya di suatu pulau dengan nama pulau tidung.Banyak orang
berdatangan untuk berwisata ke pulau indah ini, karena keunikan dan keindahan pulau ini, tempat
wisata ini tentunya mempunyai sejarah tersendiri, kenapa harus dinamakan pulau tidung.mari kita
simak sejarah pulau tidung.
Pada Awalnya pulau tidung diambil dari nama tempat yang ada di daerah Kalimantan Timur ,
tepatnya dari desa malinau yaitu "tana tidung"Kok diberi nama "tidung" kenapa ? karena yang
memberi nama pada waktu itu adalah seorang Raja besar dan terkenal di kalimantan waktu itu, dari
suku Tidung.
Pada awalnya indonesia masih di jajah oleh kolonial yang bengis dan kejam, siapa yang tidak
ingat penjajahan belanda selama 3,5 abad. Yang mana seorang raja ini awalnya diusir oleh kolonial
belanda, karena tidak mau diajak untuk bekerjasama dan menjadi anteknya di kalimantan timur ,Hal
ini di dasarkan karena ia seorang raja sekaligus tokoh pahlawan yang tidak ingin di jajah oleh
kolonial belanda pada waktu itu. Nama dari Raja pada waktu itu adalah Raja Pandita alias Kaca alias
Sapu.
Dalam perjalannanya di usir dari tana tidung, akhirnya raja pandita meneruskan perjalannanya
tak tentu arah dan tujuan, mau kemana, ketemu siapa, diliputi rasa bingung yang tak
karuan.Sepanjang perjalanan, akhirnya dia sampai di jepara, setelah itu ia meneruskan perjalanan nya
dengan tekad yang mulia ini, akhirnya sampailah ia di pulau terpencil, di pinggiran jakarta, yang
sekarang terkenal dengan nama pulau tidung ini.
Hari berganti hari, terus berlalu, hingga berganti bulan dan tahun, yang mana dengan
keberadaan raja pandita di pulau tidung itu tidak ada satu orangpun yang tahu kalau dia adalah
seorang raja yang pertamakali datang ke pulau tidung itu adalah seorang raja dari kalimantan
Timur.Karena raja pandita pergi dari kalimantan timur, tidak membawa gelar sebagai raja, karena
waktu itu tidak di dampingi oleh para prajuritnya.Raja pandita pada waktu itu hanya dikenal dengan
sebutan "Kaca".
Sampai meninggalnya pun Kaca hanya dikenal sebagai masyarakat biasa yang tidak beda
dengan masyarakat lainnya. Beberapa puluh Tahun kemudian datanglah sekelompok keluarga Raja
Pandita dari Kalimantan Timur dan mencari tahu tentang keberadaan raja pandita.Pulau ini mengapa
bernama pulau tidung? singkat cerita keluarga Raja Pandita dari Kaltim bertemu dengan keluarga
Kaca di pulau tidung ketika keluarga Raja Pandita Bertanya kepada keluarga Kaca dan ternyata
menurut kelurga Raja Pandita bahwa Kaca adalah nama kecil Raja Pandita sebelum diangkat dari

Raja. Dan akhirnya keduanya mengambil kesimpulan bahwa nama pulau tidung di beri nama dari
Raja Pandita yang berasal dari tanah tidung Kalimantan Timur.
Pulau Tidung sudah sering kita dengar namanya, tapi tahukah kamu bahwa ia berada di
kawasan Jakarta, tepatnya di kecamatan , Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta Indonesia. Tidung
memiliki dua bagian yakni Tidung Besar dan Tidung Kecil. Saat ini Tidung identik dengan aktifitas
wisata menyelam, wisata pantai hingga berbagai penelitian terumbu karang dan biota laut. Pulau
tidung surganya wisata bahari, bagi anda yang sedang berlibur kemari cobalah untuk bersenorkling di
utara pulau tidung kecil,nah disitu kalian akan mendapatkan syurganya taman bawah laut Tidung.
Di dalam Pulau terdapat perkampungan penduduk yang menjual berbagai jenis makanan dan
minuman ringan untuk para wisatawan. Tidung Besar dan Tidung Kecil dihubungkan oleh sebuah
jembatan yang disebut Jembatan Cinta. Di jembatan pertama,terdapat lokasi yang cukup tinggi yang
melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, di lokasi inilah banyak anak kecil penduduk setempat
yang melakukan loncat indah dari jembatan sebagai sarana bermain mereka, bagi sebagian wisatawan
ini merupakan hiburan yang takkan ditemui di kota besar. Dan bagi anda yang penasaran dan punya
cukup keberanian dapat bergabung dan ikut melakukan loncat indah. Sedangkan Pulau Tidung Kecil
merupakan kawasan hutan mangrove yang dapat ditelusuri dengan bersepeda di tengah jalan setapak
di tepi pantai sepi dengan pasir putih yang indah dan eksotis.
POTENSI YANG ADA DI PULAU TIDUNG
Pulau yang masih alami dengan pantai yang tergolong aman, menjadikan Pulau Tidung
sebagai alterntif baru tempat tujuan wisata bahari. Terutama masyarakat Jakarta. Karena tempatnya
yang bisa dikatakan dekat dengan Jakarta. Sebelumnya wisata bahari yang ada di teluk Jakarta adalah
Pantai Marina-di Taman Impian Jaya Ancol. Meskipun Pulau Tidung masih tergolong asli, namun
keindahan alam lautnya memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Dalam dua tahun ini popularitas Pulau Tidung menanjak tajam. Hal itu terbukti dengan
peningkatan wisatawan yang terus datang setiap tahunnya. Promosi yang besar-besaran dilakukan
lewat jaringan internet. Meningkatnya kunjungan wisatawan yang datang ke Pulau Tidung,
mengakibatkan perubahan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Mereka bukan
hanya menyediakan berbagai macam fasilitas tetapi juga menjadi agen pariwisata.
TRANSPORTASI KE PULAU TIDUNG
Pulau Tidung dapat dicapai melalui perjalanan laut dengan kapal motor tradisional yang
berangkat dari Pelabuhan Muara Angke, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Barat. Atau dengan kapal
motor cepat (speedboat) dari dermaga kapal Marina Ancol yang berada di dalam komplek Taman

Impian Jaya Ancol. Lama perjalanan laut dengan kapal motor tradisional adalah 3 jam sedangkan
dengan kapal motor cepat hanya 1,5 jam.
Sepanjang perjalanan, mata akan dimanjakan dengan pemandangan laut yang membiru dan
debur ombak. Setelah satu jam perjalanan mata juga akan tertumpu pada dua daratan mungil yang
terapung di atas birunya samudra. Keduanya terpisah dengan jembatan kayu yang sangat cantik.
Setelah perjalanan yang menyihir mata, kapal akan berlabuh di Pelabuhan Betok yang terletak di
sebelah Timur Pulau Tidung Besar.
Pelabuhan ini merupakan pelabuhan inti, tempat kapal-kapal bersandar dan juga sebagai
tempat hilir mudik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tidung. Pelabuhan Betok juga bisa
dijadikan sebagai tempat untuk memancing. Bila ada wisatawan yang ingin pergi memancing ke
tengah laut, tersedia juga jasa ojek kapal motor tradisional.
EKSOTIKA DI PULAU TIDUNG
Jembatan Cinta di Pulau Tidung Besar
Untuk menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Kecil, telah dibangun sebuah jembatan dari
kayu yang panjangnya sekitar satu kilo meter. Para wisatawan menamai jembatan ini dengan nama
Jembatan Cinta. Tidak di dapat informasi yang menjelaskan kenapa dinamai dengan nama tersebut.
Jembatan yang dibuat melengkung setinggi lima meter ini merupakan gerbang sebelum memasuki
jembatan kayu. Panorama yang dihadirkan oleh jembatan ini adalah : dapat melihat sunrise dan
sunset. Selain itu anak-anak dari masyarakat setempat biasanya menyajikan atraksi dengan meloncat
dari atas jembatan ke laut. Atraksi ini juga bisa menjadi hiburan bagi wisatawan yang datang. Dan
tidak menutup kemungkinan wisatawan itu ikut mencoba loncat ke laut. Hal ini mendatangkan
kesenangan yang tak terlupakan. Itulah sebabnya jembatan ini menjadi tempat favorit bagi wisatawan.
Pantai yang berada di awal jembatan ini bernama Pantai Tanjongan Timur. Pantai ini tergolong aman
karena tidak berombak besar. Gugusan karang yang mengelilingi pantai mampu menahan ombak yang
datang dari laut lepas. Pulau Tidung ini dikelilingi pantai dangkal yang bergradasi putih karena
ditumbuhi karang yang nampak jelas terlihat.
Sambil menyeberang ke Pulau Tidung Kecil, pemandangan alam bawah laut menyajikan
hiasan yang tiada tara. Terumbu karang dan berbagai jenis ikan memamerkan tarian yang bisa dilihat
jelas dari atas jembatan. Keindahan alam bawah laut akan lebih terasa saat snorkling. Berbagai
macam bentuk terumbu karang menghiasi pantai Tidung ditambah lagi dengan beragam jenis ikan.
Seluruhnya menyajikan pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan. Wisatawan akan dibuat
seperti berenang di dalam akuarium raksasa.

Pantai Tanjung Barat


Pantai ini terletak di ujung Pulau Tidung Besar sebelah barat. Pantai ini tergolong pantai yang
jarang dikunjungi oleh wisatawan. Keadaan di pantai ini cenderung sepi padahal pasir putih dan
lembut yang terdapat di pantai ini bisa menggelitik telapak kaki. Selain di jembatan cinta, sunset dan
sunrise juga bisa disaksikan dari pantai ini. Kebanyakan wisatawan yang datang ke pantai ini untuk
snorkling dan memancing.
Wisata Tanaman
Selepas menyeberangi jembatan yang berjarak kurang lebih satu kilo meter, sampailah di
Pulau Tidung Kecil. Pulau ini tidak berpenghuni sehingga pulau ini jauh dari kebisingan. Pulau ini
sangat alami dan dijadikan sebagai tempat pengembang biakan mangrove. Selain itu pulau ini juga
banyak ditumbuhi pohon kelapa yang berjejer rapi di sekeliling pulau. Pulau ini bisa ditelusui dengan
bersepeda karena telah tersedia jalur sepeda yang di kiri dan kanannya ditumbuhi ilalang. Sungguh
suatu panorama yang fantastis, karena selain bisa menikmati hamparan laut wisatawan juga bisa
memandang hamparan padang ilalang. Di Pulau Tidung Kecil ini akan dikembangkan agrowisata
dengan menanam pohon bakau dan buah naga. Karena kedua tanaman ini telah diteliti dapat tumbuh
di pulau ini. Saat ini jenis tanaman yang bisa dijadikan sumber ekonomi adalah kelapa dan sukun.
Dengan demikian jika proyek agrowisata ini sudah berjalan maka akan menambah khasanah tanaman
yang ada di sana.
Wisata Sejarah
Di Pulau Tidung Kecil ini terdapat makam Panglima Hitam dan di Pulau Tidung Besar
terdapat makam Raja Pandita. Kedua makam ini akan dijadikan sebagai objek wisata sejarah. Dengan
begitu setiap wisatawan yang datang tidak hanya disajikan dengan pemandangan laut semata.
Bertambahnya fasilitas di Pulau Tidung, akan mempengaruhi daya tarik bagi wisatawan. Wisatawan
juga akan mendapatkan pengetahuan tentang asal muasal Pulau Tidung. Semua konsep wisata seperti
itu harus terus diperbaharui demi kelanjutan dan keunikan dari Pulau Tidung. Sebagaimana sudah
dipaparkan di atas, bahwa ternyata penduduk asli Pulau Tidung bukan berasal dari suku Betawi. Tidak
seperti yang diperkirakan oleh kebayakan orang. Sekalipun Pulau Tidung terletak di Teluk Jakarta dan
dekat dengan Jakarta.
DAMPAK EKONOMI DI PULAU TIDUNG
Sejak Pulau Tidung ramai dikunjungi wisatawan, hal tersebut berdampak pada kehidupan
ekonomi masyarakat setempat yang kini banyak menyediakan homestay. Dengan kata lain
kesejahteraan masyarakat Pulau Tidung juga jadi terangkat. Homestay yang disediakan oleh
masyarakat Pulau Tidung memang tidak menyuguhkan kemewahan yang berlebih. Dibuat sedemikian

rupa untuk mempertahankan nilai estetika dan keaslian dari Pulau Tidung. Karena wisata Pulau
Tidung memiliki konsep berbasis masyarakat. Artinya pemanfaatan dari fasilitas yang ada hasilnya
akan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri.

Bukan hanya homestay saja yang bisa menambah

pendapatan, penyewaan sepeda dan alat snorkling juga bisa dijadikan sumber pendapatan. Sejauh ini
belum ada investor yang menanamkan modalnya secara besar-besaran di sana. Semua masih dikelola
oleh masyarakat sekitar.
DAMPAK SOSIAL DI PULAU TIDUNG
Dampak sosial yang timbul di Pulau Tidung adalah bahwa masyarakat setempat tidak bisa
menikmati hasil laut yang merupakan mata pencaharian mereka. Hasil laut yang didapat lebih banyak
dinikmati oleh wisatawan sebagai bagian dari kebutuhan pangan. Biasanya dimasukkan dalam paket
homestay atau sudah dipesan oleh pengelola rumah makan. Sedangkan untuk kebutuhan
masyarakatnya sendiri hanya bisa makan dengan lauk pengganti. Dari sebagian penduduk masih
banyak dari mereka yang tidak bisa membeli ikan segar, karena harganya yang mahal. Para nelayan
lebih senang menjual hasilnya kepada rumah makan karena nilai jual yang tinggi. Dampak yang lain
adalah fasilitas umum yang ada kurang memadai, seperti toilet dan saluran air. Kebutuhan akan air
bersih juga tidak mencukupi. Biasanya masyarakat mengambil air pada saat hujan. Mereka
menampung air hujan untuk kebutuhan minum dan memasak.
DAMPAK LINGKUNGAN
Semakin bertambahnya populasi pada suatu wilayah atau pulau maka dampak yang
ditimbulkan akan beragam. Demikian pula halnya dengan Pulau Tidung. Pantai yang indah dengan
hamparan pasir putih nampak kotor dengan adanya sampah yang berserakan di bibir pantai. Sampah
ini adalah akibat kurang disiplinnya wisatawan dalam menjaga kebersihan. Selain itu sampah juga
berasal dari arus teluk Jakarta yang terbawa arus ombak. Kulit kelapa, batok kelapa dan ranting kayu
berceceran di mana-mana. Sebagaimana diketahui keberadaan sampah akan menimbulkan masalah
besar. Dengan kata lain Pemerintah Daerah belum bisa mengantisipasi hal ini secara maksimal.