Anda di halaman 1dari 2

PROSES PEMBUATAN TERASI

Berikut ini merupakan langkah-langkah pembuatan


(1983):

terasi menurut Hadiwiyoto

1. Pencucian
Rebon, udang kecil atau ikan yang masih segar terlebih dahulu dicuci dengan air
bersih untuk menghilangkan kotoran, lendir dan bahan-bahan asin yang ikut
serta pada saat penangkapan.
2. Penjemuran
Setelah bersih, udang dijemur pada tempat terbuka yang terkena sinar matahari
langsung. Pada penjemuran ini lapisan udang tidak boleh terlalu tebal karena
akan memperlambat proses pengeringannya. Setiap interval waktu tertentu
udang yang dijemur dibolak-balik dan apabila terdapat kotoran harus dibuang.
Maksud penjemuran ini tidak untuk mengeringkannya sama sekali, tetapi cukup
kira-kira setengah kering saja supaya mudah untuk digiling atau ditumbuk.
3. Penggilingan
Udang yang telah dijemur kemudian digiling atau ditumbuk sampai halus.
Sementara itu, dapat ditambahkan garam atau kadang-kadang zat warna dan
tepung tapioka. Jumlah bahan-bahan yang ditambahkan ini nanti akan
menentukan mutu terasi. Masing-masing perusahaan mempunyai resepnya
masing-masing.
4. Pemeraman
Setelah digiling, adonan tersebut dibuat gumpalan-gumpalan dengan dikepalkepal lalu dibungkus dengan tikar atau daun pisang kemudian diperam selama
semalam atau satu hari penuh. Pemeraman ini merupakan proses fermentasi
tahap pertama.
5. Pemeraman II
Keesokan harinya bungkus yang telah digunakan untuk pemeraman pertama
dibuang dan digantikan dengan bungkus yang baru untuk memeram adonan lagi.
Adonan juga dihancurkan lagi dengan cara digiling atau ditumbuk sampai
halus. Setelah dianggap cukup baik teksturnya, dibuat gumpalan gumpalan
sekali lagi dan dibungkus seperti semula.
6. Pemeraman III
Pemeraman selanjutnya selama kurang lebih 4-7 hari. Pemeraman ini merupakan
proses fermentasi tahap kedua. Pada proses ini akan timbul bau khas terasi.
Apabila pemeraman selesai, terasi dapat diiris-iris dalam ukuran-ukuran tertentu
kemudian dibungkus dengan daun pisang atau pembungkus lainnya.
7. Pengeringan

Pengeringan kali ini bertujuan agar terasi tidak terlalu asin dan baunya tidak
terlalu menyengat. Setelah proses pengeringan ini, terasi dapat dikemas dan siap
untuk dipasarkan.