Anda di halaman 1dari 15

Tugas iI

Analisis keamanan jaringan

Oleh:
Fiqqriah rahma y
91742/2007

Pendidikan teknik informatika


FAKULTAS teknik
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2010
Sejarah Prosesor Intel

(sumber : PC Magazine, PC World, BYTE Magazine, Windows Magazine, dan


Intel's Developers Network, www.google.com)

Sejarah perkembangan prosesor Intel dan para clone-nya :

• Debut Intel dimulai dengan processor seri MCS4 yang merupakan cikal
bakal dari prosesor i4040. Processor 4 bit ini yang direncanakan untuk
menjadi otak calculator , pada tahun yang sama (1971), intel membuat
revisi ke i440. Awalnya dipesan oleh sebuah perusahaan Jepang untuk
pembuatan kalkulator , ternyata prosesor ini jauh lebih hebat dari yang
diharapkan sehingga Intel membeli hak guna dari perusahaan Jepang
tersebut untuk perkembangan dan penelitian lebih lanjut. Di sinilah cikal
bakal untuk perkembangan ke arah prosesor komputer.
• Berikutnya muncul processor 8 bit pertama i8008 (1972), tapi agak
kurang disukai karena multivoltage.. lalu baru muncul processor i8080,
disini ada perubahan yaitu jadi triple voltage, pake teknologi NMOS (tidak
PMOS lagi), dan mengenalkan pertama kali sistem clock generator (pake
chip tambahan), dikemas dalam bentuk DIP Array 40 pins. Kemudian
muncul juga processor2 : MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog
-1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan
MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst. Z80 full compatible dengan
i8008 hanya sampai level bahasa mesin. Level bahasa rakitannya berbeda
(tidak kompatibel level software). Prosesor i8080 adalah prosesor dengan
register internal 8-bit, bus eksternal 8-bit, dan memori addressing 20-bit
(dapat mengakses 1 MB memori total), dan modus operasi REAL.
• Thn 77 muncul 8085, clock generatornya onprocessor, cikal bakalnya
penggunaan single voltage +5V (implementasi s/d 486DX2, pd DX4 mulai
+3.3V dst).
• i8086, prosesor dengan register 16-bit, bus data eksternal 16-bit, dan
memori addressing 20-bit. Direlease thn 78 menggunakan teknologi
HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka , sehingga harganya
menjadi sangat mahal.
• Maka utk menjawab tuntutan pasar muncul i8088 16bit bus internal, 8bit
bus external. Sehingga i8088 dapat memakai komponen peripheral 8bit
bekas i8008. IBM memilih chip ini untuk pebuatan IBM PC karena lebih
murah daripada i8086. Kalau saja CEO IBM waktu itu tidak menyatakan
PC hanyalah impian sampingan belaka, tentu saja IBM akan menguasai
pasar PC secara total saat ini. IBM PC first release Agustus 1981 memiliki
3 versi IBM PC, IBM PC-Jr dan IBM PC-XT (extended technology). Chip
i8088 ini sangat populer, sampai NEC meluncurkan sebuah chip yang
dibangun berdasarkan spesifikasi pin chip ini, yang diberi nama V20 dan
V30. NEC V20 dan V30 adalah processor yang compatible dengan intel
sampai level bahasa assembly (software).
Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh dengan program yang dibuat untuk
chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa program yang dibuat untuk
8086 tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar bus)

• Lalu muncul 80186 dan i80188.. sejak i80186, prosessor mulai dikemas
dalam bentuk PLCC, LCC dan PGA 68 kaki.. i80186 secara fisik berbentuk
bujursangkar dengan 17 kaki persisi (PLCC/LCC) atau 2 deret kaki persisi
(PGA) dan mulai dari i80186 inilah chip DMA dan interrupt controller
disatukan ke dalam processor. semenjak menggunakan 286, komputer IBM
menggunakan istilah IBM PC-AT (Advanced Technology)dan mulai dikenal
pengunaan istilah PersonalSystem (PS/1). Dan juga mulai dikenal
penggunaan slot ISA 16 bit yang dikembangkan dari slot ISA 8 bit , para
cloner mulai ramai bermunculan. Ada AMD, Harris & MOS yang compatible
penuh dengan intel. Di 286 ini mulai dikenal penggunaan Protected Virtual
Adress Mode yang memungkinkan dilakukannya multitasking secara time
sharing (via hardware resetting).

Tahun 86 IBM membuat processor dengan arsitektur RISC 32bit pertama


untuk kelas PC. Namun karena kelangkaan software, IBM RT PC ini
"melempem" untuk kelas enterprise, RISC ini berkembang lebih pesat,
setidaknya ada banyak vendor yang saling tidak kompatibel.

• Lalu untuk meraih momentum yang hilang dari chip i8086, Intel membuat
i80286, prosesor dengan register 16-bit, bus eksternal 16-bit, mode
protected terbatas yang dikenal dengan mode STANDARD yang
menggunakan memori addressing 24-bit yang mampu mengakses maksimal
16 MB memori. Chip 80286 ini tentu saja kompatibel penuh dengan chip-
chip seri 808x sebelumnya, dengan tambahan beberapa set instruksi baru.
Sayangnya chip ini memiliki beberapa bug pada desain hardware-nya,
sehingga gagal mengumpulkan pengikut.
• Pada tahun 1985, Intel meluncurkan desain prosesor yang sama sekali
baru: i80386. Sebuah prosesor 32-bit , dalam arti memiliki register 32-
bit, bus data eksternal 32-bit, dan mempertahankan kompatibilitas
dengan prosesor generasi sebelumnya, dengan tambahan diperkenalkannya
mode PROTECTED 32-BIT untuk memori addressing 32-bit, mampu
mengakses maksimum 4 GB , dan tidak lupa tambahan beberapa instruksi
baru. Chip ini mulai dikemas dalam bentuk PGA (pin Grid Array)

Prosesor Intel sampai titik ini belum menggunakan unit FPU secara
internal . Untuk dukungan FPU, Intel meluncurkan seri 80x87. Sejak 386
ini mulai muncul processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue
Lightning) dst, macam-macamnya :

i80386 DX (full 32 bit)


i80386 SX (murah karena 16bit external)
i80486 DX (int 487)
i80486 SX (487 disabled)
Cx486 DLC (menggunakan MB 386DX, juga yang lain)
Cx486 SLC (menggunakan MB 386SX)
i80486DX2
i80486DX2 ODP
Cx486DLC2 (arsitektur MB 386)
Cx486SLC2 (arsitektur MB 386)
i80486DX4
i80486DX4 ODP
i80486SX2
Pentium
Pentium ODP

• Sekitar tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya


sangat populer, peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah
kecepatan dan dukungan FPU internal dan skema clock multiplier (seri
i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan instruksi baru. Karena permintaan
publik untuk prosesor murah, maka Intel meluncurkan seri i80486SX yang
tak lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit FPU-nya telah disabled .
Seperti yang seharusnya, seri i80486DX memiliki kompatibilitas penuh
dengan set instruksi chip-chip seri sebelumnya.
• AMD dan Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan
i80486DX untuk membuat prosesor Intel-compatible, dan mereka
terbukti sangat berhasil. Pendapat saya inilah yang disebut proses
'cloning', sama seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD dan Cyrix tidak
melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan sebuah chip seri
sebelumnya), melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk
membuat chip yang sekelas.
• Tahun 1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya
terhadap i80486: struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih
tinggi , dan pipelining, TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari
chip ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak
cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga para pembuat chipset terpaksa
melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan istilah
Pentium untuk meng"hambat" saingannya. Sejak Pentium ini para cloner
mulai "rontok" tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan istilah Pentium
karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak bisa
dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan TM.
AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar Pentium
Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun,
namun gagal dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak
rancangan Sun. Sejak Pentium, Intel telah menerapkan kemampuan
Pipelining yang biasanya cuman ada diprocessor RISC (RISC spt
SunSparc). Vesa Local Bus yang 32bit adalah pengembangan dari
arsitektur ISA 16bit menggunakan clock yang tetap karena memiliki clock
generator sendiri (biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI adalah
arsitektur baru yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock
Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan processor).. jadi
Card VGA PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz
processor yang berbeda alias makin cepat MHz processor, makin cepat
PCI-nya
• Tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori
ke dalam prosesor menuntut dibuatnya socket 8 . Pin-pin prosesor ini
terbagi 2 grup: 1 grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk
prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah
susunannya . Desain prosesor ini memungkinkan keefisienan yang lebih
tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16-bit
muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan
pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1
instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe) .
• Tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah
Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX.
Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas
mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang
digunakan AMD . Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena
modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium
tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU
melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan
sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel
dengan Pentium.

Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah


rancangan milik NexGen ? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit MMX,
AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya
spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan
Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi
MMX dengan Pentium MMX.

• Tahun 1997, Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi
MMX yang memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti
prosesor seperti Pentium Pro , namun berada di luar inti namun berfungsi
dengan kecepatan processor. Inovasi inilah yang menyebabkan hilangnya
kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache) Inovasi kedua, yaitu
SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat memasang
prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus.
Tambahan : karena cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache =
kecepatan processor, sedangkan karena PII cachenya di"luar"
(menggunakan processor module), maka kecepatannya setengah dari
kecepatan processor. Disebutkan juga penggunaan Slot 1 pada PII karena
beberapa alasan :
1. memperlebar jalur data (kaki banyak - Juga jadi alasan Socket 8),
pemrosesan pada PPro dan PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya
Slot 1 lebih punya kekuatan di Multithreading / Multiple Processor.
( sayangnya O/S belum banyak mendukung, benchmark PII dual
processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95
ketimbang via NT)
2. memungkinkan upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di
Motherboard sebab bila tidak ZIF socket 9 , bisa seluas Form
Factor(MB)nya sendiri konsep hemat space ini sejak 8088 juga
sudah ada .Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286?
beberapa diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan
bentuk.
3. memungkinkan penggunaan cache module yang lebih efisien dan
dengan speed tinggi seimbang dengan speed processor dan lagi-lagi
tanpa banyak makan tempat, tidak seperti AMD / Cyrix yang
"terpaksa" mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII
(karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix
6x86 bukan cepat di processor melainkan cepat di hit cache!
Sebab dengan spec Socket7 kecepatan L2 cache akan terbatas
hanya secepat bus data / makin lambat bila bus datanya sedang
sibuk, padahal PII thn depan direncanakan beroperasi pada
100MHz (bukan 66MHz lagi). Point inilah salah satu alasan kenapa
intel mengganti chipset dari 430 ke 440 yang berarti juga harus
mengganti Motherboard.

Sejarah Prosesor Pentium

Pentium diluncurkan sekitar awal tahun ’90-an, tahun 1993 tepatnya,


Pentium merupakan lompatan besar dalam sejarah prosesor X86 dimana
arsitektur prosesor 32-bit mengalami perubahan yang sangat besar. Hal ini
menyebabkan kecepatan Pentium ( 80586 atau singkatnya 586 ) secara clock-
for-clock dengan prosesor 486 ( generasi sebelumnya ) jauh lebih cepat.
Dimulai dengan kecepatan 60 Mhz sampai 233 Mhz, prosesor ini telah
membuat revolusi baru dalam dunia PC. Pada versi awalnya ( Pentium 60 Mhz )
prosesor ini pernah membuat heboh di kalangan dunia PC karena menurut seorang
profesor, prosesor ini telah melakukan kesalahan perhitungan jika dilakukan
kombinasi perhitungan perkalian dan pengakaran. Hal ini diakui oleh Intel yang
lalu menarik kembali seluruh prosesor Pentium 60 Mhz sekaligus menghapus
armada prosesor 60 dan 66 Mhz yang lalu diganti dengan Pentium 75 Mhz.
Intel membuat chipset Pentium ini mulai dari FX, HX, VX sampai yang
mampu mendukung Pentium versi akhir dengan MMX, chipset TX , bentuk
pengepakan prosesornya adalah Socket-7.
Pentium mengalami sedikit perubahan arsitektur seiring dengan
perkembangan teknologi dengan diperkenalkannya instruksi multimedia baru yang
disebut MMX pada tahun 1994. Meskipun digemborkan oleh Intel kalau prosesor
dengan kemampuan ini dapat meningkatkan pengalaman multimedia ( multimedia
experience ) sampai 30-50%, tetapi pada kenyataannya kumpulan instruksi ini
banyak tidak terpakai oleh para programmer multimedia ( terutama game ).
Tetapi instruksi MMX ini merupakan cikal bakal dari instruksi SIMD ( Single
Instruction Multiple Data ) yang sejak itu mulai dikembangkan. Instruksi 3DNow!
Dari AMD sebagai contoh merupakan penyempurnaan dari instruksi MMX,
demikian pula ISSE ( Internet Streaming SIMD Extension ) milik Intel sendiri.
Pentium Pro selama pengembangannya, Intel juga membuat Pentium yang
dibuat khusus untuk komputer performa tinggi, seperti server, yaitu Pentium Pro.
Untuk pertama kalinya Intel menyatukan L2-cache kedalam prosesornya. Tidak
banyak Pentium Pro yang beredar, itu dikarenakan oleh sangat tingginya harga
sebuah prosesornya, bahkan sampai saat ini ! Tidaklah heran jika hanya sedikit
speed grades yang tersedia untuk Pentium Pro, antara 200 Mhz s/d 233 Mhz.
Jika anda iseng-iseng mencari prosesor tipe ini, anda akan tercengang melihat
harganya, apalagi jika dibandingkan dengan unsur teknologinya. Meski begitu
arsitektur dasar Pentium Pro merupakan fondasi dari pengembangan Pentium II.
Kelemahan dari Pentium Pro ini adalah lemahnya kemampuan menjalankan program
16-bit lama, ini dikarenakan memang arsitektur awal prosesor ini diutamakan
untuk aplikasi 32-bit. Tidaklah heran jika performa Pentium Pro dibawah atau
setara dengan Pentium jika menjalankan aplikasi 16&32-bit seperti Windows9X.
Lain ceritanya jika menggunakan prosesor ini pada Windows NT yang desain
awalnya sudah benar-benar 32-bit.
Pentium II Dengan kode sandi pengembangan ‘Klamath’, Pentium II
merupakan peningkatan signifikan dari arsitektur lama Pentium. Perubahan pada
struktur dan besar cache, penempatan L2-cache, serta yang mencolok cara
pengepakan prosesor yang baru, PPGA ( Plastic Pin Grid Array ) yang oleh Intel
dulu dianggap dapat menekan biaya produksi prosesornya. Perubahan bentuk
pengepakan prosesor ini membuat para pembuat motherboard terpaksa merubah
rumah prosesor dari Socket ke slot, bernama Slot-1. Dengan cara ini, prosesor
ditancapkan ke slot yang tersedia, mirip dengan menancap kartu ekspansi.
Chipset awal Intel ( dan masih merupakan chipset terbaik sejauh ini ) untuk
Pentium II adalah i440BX untuk PC standar, serta i440LX untuk budget PC.
Penempatan cache L2 didalam prosesor tetapi bukan diintinya juga
merupakan perbedaan utama PII dengan Pentium. Kalau dulu cache ditaruh di
motherboard, kali ini Intel menaruh cachenya di papan sirkuit prosesornya. Hal
ini dapat meningkatkan kinerja prosesor karena cachenya bekerja pada ½ clock
prosesor, jadi jika prosesornya bekerja pada 350 Mhz, cachenya berarti bekerja
pada 175 Mhz. Ini merupakan peningkatan berarti dari arsitektur lama yang
cachenya bekerja pada clock tertentu yang diatur motherboard.Pada Pentium II
juga diperbaiki performa 16-bit dari pendahulunya, Pentium Pro. Sehingga dalam
menjalankan aplikasi campuran 16 & 32-bit kecepatannya dapat terdongkrak.
Besar inti Pentium II juga lebih kecil, hal ini disebabkan prosesor ini
dibuat pada pemrosesan 0.25-micron. Tingkatan kecepatan Pentium II dimulai
dari PII 233 Mhz sampai PII 450 Mhz. Dimana tingkat kecepatan yang paling
sering ditemukan adalah antara 300-450 Mhz.
Celeron Intel melihat pasar yang cukup besar dalam PC yang berharga dibawah
$1000, dimana performa tidak terlalu diperhatikan.
Intel memasuki pasar ini dengan meluncurkan prosesor Celeron, sebuah
varian dari Pentium II dengan ‘mengkebiri’ beberapa kemampuan PII, pada akhir
tahun 1998. Peng-‘kebiri’-an Celeron dapat dilihat dari ketidakhadiran cache L2
serta pembatasan FSB yang kalau PII bisa sampai 100 Mhz, Celeron cuma 66
Mhz. Kedua pembatasan itu dapat menurunkan harga Celeron sampai hampir ½
PII, tentu saja dengan penalti performa yang cukup buruk.
Performa Celeron yang buruk ini sempat dikritik oleh para entusias
komputer, terutama karena ketidakhadiran cache L2 yang sangat berpengaruh
pada performa prosesor. Oleh karena itu Intel meluncurkan Celeron yang
ditambahi L2 cache tetapi cuma 128 KB, lebih kecil dari PII yang cachenya 512
KB, mulai tingkat kecepatan 300 Mhz, sehingga dipasaran ada 2 macam Celeron
300 Mhz, yang dengan cache L2 dan yang tidak memiliki L2 cache.
Perbedaannya dapat dilihat dari inisial A dibelakang tingkat kecepatannya,
jadi yang dengan cache L2 Celeronnya diberi nama Celeron 300A. Semenjak itu
semua Celeron diatas 300 Mhz pasti memiliki 128 KB cache L2. Tetapi
kesemuanya itu tidak menjadikan Celeron lebih baik dari PIII sampai versi
terakhirnya pun, itu selain dikarenakan FSB-nya yang hanya 66Mhz, juga cache
L2-nya yang cuma 4 way set associative, tidak seperti PIII yang 8-way set
associative
Dikarenakan ketidakhadiran atau sedikitnya cache L2, Celeron dianggap
prosesor yang paling mudah di overclock. L2 cache mempengaruhi kemampuan
overclock prosesor karena begitu prosesor dinaikkan frekuensi clocknya melebihi
kemampuannya maka secara otomatis clock pada cache juga terangkat. Jika tidak
mempunyai cache maka masalahnya lebih mudah lagi. Penulis pernah mendengar
kalau ada Celeron yang mampu di overclock dengan kenaikan sampai 400-450
Mhz, jadi jika ada Celeron 300 Mhz di overclock, maka kenaikannya bisa sampai
700-750 Mhz !!
FSB juga merupakan bottleneck yang menghalangi Celeron bersaing
dengan kakak-kakaknya. Dengan FSB 66 Mhz, sebuah prosesor Celeron baru
dapat menyaingi PII jika kecepatannya lebih cepat ¾-nya, dan hal itu cukup
mengganggu pula, saya kira ini merupakan strategi Intel untuk menghindari
Celeron untuk bersaing langsung dengan armada prosesor cepat lain milik Intel
sendiri.
Satu hal yang perlu dicatat, Celeron merupakan prosesor pertama Intel
yang menggunakan Socket 370, sehingga bentuk prosesornya balik ke seperti
dahulu lagi, berbentuk bujur sangkar dan mempunyai kaki banyak ( dalam hal ini
370 pin ) dibawahnya. Hal ini dilanjutkan terus sampai sekarang, mungkin
menandai awalnya kematian Slot-1... Peletakan inti Celeron Socket ini juga model
baru, namanya FC-PGA ( Flip-Chip Pin Grid Array ) dimana inti prosesor
diletakkan pada permukaan atas prosesor, sehingga dapat melepas panas lebih
baik.
Celeron versi akhir, Celeron II, berisi arsitektur yang lebih baik lagi dari
kakaknya, karena arsitekturnya berdasar pada PIII serta telah memiliki ISSE
yang dulu hanya dimiliki oleh PIII. Serta mempunyai bentuk bukan slot lagi tapi
balik ke Socket seperti Pentium lama. Dan juga Celeron II telah diproduksi pada
0.18-micron. Tetapi dalam waktu dekat kabarnya Intel berencana membuat
Celeron II dengan FSB 100Mhz, dan itu merupakan kabar yang baik.
Pentium III ( Merced ) Dengan kode sandi pengembangan Merced,
Pentium III dibuat untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada di Pentium
II dan menurut penulis pribadi juga merupakan jawaban Intel dari prosesor K6-2
AMD yang memiliki instruksi khusus 3Dnow!, semenjak PII tidak memiliki
instruksi-instruksi khusus seperti itu, kecuali MMX milik Intel sendiri. Di
prosesor PIII yang masih diproduksi pada 0.25-micron ini, telah dilakukan
perubahan yang cukup mendasar. Hal yang berubah pada PIII adalah hadirnya
instruksi-instruksi ISSE milik Intel yang merupakan pengembangan dari MMX itu
sendiri.
Prosesor ini menggunakan L2 cache yang masih diluar inti prosesor, meski pada
tahap ini Intel sudah mulai menyadari kalau arsitektur cache ini tidaklah
membantu kinerja prosesor serta teknologinya sudah dapat menyatukan, demi
menjaga kompabilitas pada slot, Intel terpaksa membuat prosesor ini masih
dalam bentuk slot.
Pentium III ( Coppermine ) Diluncurkan pada awal tahun 2000, prosesor
generasi ke-2 dari PIII ini memperbaiki hampir semua kekurangan PIII generasi
awal, sekalian juga memperkenalkan untuk pertama kalinya teknologi FC-PGA
terbaru Intel dalam pembuatan prosesornya dan tentu saja sudah diproses pada
0.18-micron. Juga diperkenalkan FSB 133 Mhz sehingga dapat mendongkrak
kinerja prosesor. Pada Meski sebagian besar prosesornya berbentuk Socket lagi,
tapi untuk beberapa speed grades masih mempertahankan bentuk Slot-1-nya
untuk kompabilitas motherboard-motherboard lama.
Model Pentium III ini memiliki banyak model sampai mungkin dapat
membingungkan. Terutama yang memiliki speed grades 600Mhz keatas, misalnya
pada speed grade 600 Mhz ada yang 600, 600E, 600EB, ada juga yang 600B.
Inisial E menunjukkan kalau FSB PIII 600Mhz itu sudah 133 Mhz, kalau inisial B-
nya menunjukkan kalau bentuknya sudah FC-PGA ( PIII berbentuk Socket 370 ).
Cukup memusingkan bukan untuk satu model prosesor saja ? Tetapi untuk yang
diatas 800 Mhz, kebanyakan atau mungkin seluruh prosesornya pasti sudah
memiliki bus FSB 133 Mhz dan sudah berbentuk Socket FC-PGA.
Pengembangan terbaru PIII generari kedua ini adalah dari sistem
manajemen cachenya yang baru, disebut ATC atau Advanced Transfer Cache,
yang memampukan cache yang terpasang pada PIII ini dapat mengawasi data apa
yang paling sering dipakai pada aktifitas proses tertentu. Juga ditambahkan
sekitar 20-30-an instruksi-instruksi multimedia baru yang oleh Intel disebut
ISSE II.
PIII Coppemine berhasil menembus batas 1 Ghz dalam perlombaan Ghz
yang telah ‘diadakan’ sekitar kuartal kedua tahun ini. Meski kalah dengan AMD
yang telah mencapai 1 Ghz terlebih dahulu, Intel tampaknya telah banyak
melakukan perubahan sana-sini agar prosesornya dapat ‘dipaksa’ untuk mencapai 1
Ghz. Prosesor PIII tertinggi saat penulisan artikel ini sudah mencapai 1.13 Ghz.
Pentium III ( Tualatin ) Pentium III generasi ke-3 ini dikabarkan tlah
diluncurkan pada kuartal ke-1 atau 2 tahun 2001, selain akan memiliki clock yang
lebih tinggi juga akan dibuat pada pemrosesan terbaru milik Intel, 0.13-micron.
Satu hal yang menarik dari PIII Tualatin adalah prosesor ini mendukung
penggunaan bus 200 Mhz, meski tetap mempertahankan bentuk Socket-370-nya.
Tentunya ini membuat motherboard lama tidak akan dapat mendukung PIII
Tualatin. Kabarnya Intel tidak akan langsung menggunakan kemampuan 200 Mhz
PIII baru ini untuk menghindari persaingan langsung dengan saudaranya, Pentium
4. PIII baru ini juga akan mendukung baik SDRAM maupun DDR SDRAM. dan
menurut konon critanya pentium !!! yang baru tidak dikluarkan lagi.
Pentium 4 ( Willamette ) Prosesor termutakhir dari keluarga Pentium
adalah Pentium 4 (P4), yang proyeknya telah dimulai Intel sejak 1-2 tahun lalu.
Dengan 1.4 Ghz sebagai speed grades terkecil untuk P4 ini membuat P4 menjadi
prosesor 32-bit tercepat saat ini. Dibuat pada pemrosesan 0.18-micron untuk
versi-versi awalnya, P4 akan secara bertahap berpindah ke 0.13-micron seiring
dengan pertambahan clocknya. Diperkirakan P4 akan mampu dibuat sampai
kisaran 2 Ghz.
Dengan menggunakan chipset baru berkode ‘Tehama’, prosesor ini pada
rencananya akam menggunakan Rambus sebagai interface memory-nya, hal ini
dikarenakan arsitektur prosesor ini lebih dioptimisasikan pada arsitektur
Rambus. Penggunaan Rambus sebagai memory membuat mahalnya sebuah system
yang menggunakan P4 ini, sekeping RIMM yang besarnya 64MB, harganya bisa
mencapai $400-an, coba dibandingkan dengan DIMM SDRAM biasa yang
harganya cuma $70-an, beda sekali bukan ? Tetapi jika melihat perfoma yang
didapat.
Perubahan arsitektur ini juga membuat ukuran inti P4 menjadi lebih besar,
sekitar 200-an mm2 , bandingkan dengan inti PIII yang cuma 150-an mm2 . Hal
ini membuat prosesor P4 membutuhkan heatsink yang lebih besar dan frame
pendingin yang lebih kuat juga. Belum lagi karena bentuknya yang ‘baru’ ini
membuat para desainer casing harus membuat casing model baru lagi yang dapat
merumahkan P4, standard ini telah disiapkan Intel dengan nama ATX 2.0.
Pentium V (?) Sejauh ini masih merupakan rumor kalau Intel akan
mengembangkan Pentium V, mungkin Pentium V merupakan generasi terakhir
Pentium dan sekaligus generasi terakhir prosesor 32-bit Intel. Tidak banyak info
yang didapat sejauh ini.
SEJARAH KOMPUTER

Sejarah komputer sudah dimulai sejak zaman dahulu kala. Sejak dahulu kala,
proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga
menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia
dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil
lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi
panjang dari penemuan-penemuan manusia sejak dahulu kala berupa alat
mekanik maupun elektronik

Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek
kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki
kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa.
Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu
membaca kode barang belanja, sentral telepon yang menangani jutaan
panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang
menghubungkan berbagai tempat di dunia.

Sejarah Komputer menurut periodenya adalah:

Alat Hitung Tradisional dan Kalkulator Mekanik (abacus)

muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di
beberapa tempat hingga saat ini dapat dianggap sebagai awal mula mesin
komputasi.Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan
perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuah rak.
Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung
transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas,
terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya

Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi.
Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur
18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik
(numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan
perhitungan pajak

Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda
putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini
merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini
adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan

Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von
Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang
dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja
dengan menggunakan roda-roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan
gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan
alatnya.

Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier
Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi
aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer,
mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena
alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan
pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan
hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz,
Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.

Komputer Generasi Pertama

Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan


IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator
tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang
kabel sepanjang 500 mil. The Harvard-IBM Automatic Sequence Controlled
Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan
sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut
beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan)
dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut
dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih
kompleks.

Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical


Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara
pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000
tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut
merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW.

Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W.
Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose
computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.

Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi


operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer
memiliki program kode biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine
language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi
kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube
vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar)
dan silinder magnetik untuk penyimpanan data.

Komputer Generasi Kedua


Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan
komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer.
Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.

Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan
lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan
komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan,
dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang
memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat
superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama
LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi
atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat
dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung
terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi
kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di
Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy
Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua
menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah
bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.

Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di
bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi
kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka
juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer
pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan
program.

Komputer Generasi Ketiga

Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen


ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer
menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip.
Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi
(operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai
program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang
memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

Komputer Generasi Keempat

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit
dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat
ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale
Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.

Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi


jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu
keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga
dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan
keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa
kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer
(central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip
yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas
tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan
kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak
lama kemudian, setiap piranti rumah tangga seperti microwave, oven, televisi, dan
mobil dengan electronic fuel injection (EFI) dilengkapi dengan mikroprosesor.

Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk
penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak
dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun
kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran
yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer)
menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan
komputer yang dapat digenggam (palmtop).

IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer.


Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada
komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis
teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.

Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara


baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah
kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan
secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti
lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang
lainnya. Jaringan komputer memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk
kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan
menggunakan perkabelan langsung (disebut juga Local Area Network atau LAN),
atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.

Komputer Generasi Kelima

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini
masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer
fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001: Space Odyssey.
HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi
kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), HAL dapat
cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan
masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.
Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-
fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima
instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk
menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak
sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga
ketika programmer menyadari bahwa pengertia manusia sangat bergantung pada
konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara
langsung.

Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan


pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama
adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non
Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu
mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain
adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada
hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek
komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer
Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang
menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa
keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru
paradigma komputerisasi di dunia.