Anda di halaman 1dari 25

Quiz 3

1. Tuliskan tatanama dan sifat magnetik dari:


[Co(NH3)3Br](SO4),
[CrCl2(H2O)4]Cl.2H2O
[Fe(en)2(ox)]+
2. Uji kualitatif apa yang dapat dilakukan untuk membedakan
[Co(NH3)3Br](SO4) dan [Co(NH3)5 (SO4)]Br.
3. Gambarkan dan tuliskan nama isomer dari
[Co(en)(NH3)2Cl2]2+ dan [Co(en)2(ox)]+
Catatan: en = etilendiamin, ox = oksalat

Unsur-Unsur Transisi
Deret Pertama
(BAB 22, Catherine Housecroft)

Scandium (Sc)
{

{
{

Mineral: thortveitite, (Sc,Y)2Si2O7 (Scandinavia,


Jepang)
Jumlah terbatas
Digunakan: paduan logam Al-Sc dalam industri
pesawat terbang, peralatan transportasi.

Scandium (Sc)

Bilangan oksidasi: +3
Sc3+ (aq) + 3e M (s) E= -2,08 V
Logam Sc: bereaksi dengan air, basa dan asam
(tuliskan persamaan reaksinya.)
Bereaksi dengan gas N2 pada T tinggi, menghasilkan
senyawa ScN (mudah terhidrolisis dalam air, tuliskan
persamaan reaksinya)
Senyawa-senyawa

ScX3 (X = F, Cl, Br, I).


Sc7Cl10 & Sc7Cl12 (reaksi ScCl3 dan Sc pada T tinggi)
[ScF6]3, [Sc(bpy)3]3+, mer-[ScCl3(OH2)3]

Titanium (Ti)
{

Mineral: ilmenite (FeTiO3), TiO2 (rutile, anatase,


brookite), perovskite (CaTiO3)
Hitung jumlah atom per
sel satuan

Titanium
{
{
{

Logam Ti: tahan terhadap korosi, ringan (digunakan sebagai


material persawat).
Kegunaan: bahan paduan logam, superkonduktor magnet (MRI,
NbTi)
Sifat kimia logam Ti:
z
z
z
z
z
z
z

Tidak bereaksi dengan basa (baik pada suhu tinggi),


Tidak larut dalam asam (pada suhu ruang).
Larut dalam larutan HCl panas, menghasilkan Ti3+ (apa warna
larutan?) dan gas H2.
Bereaksi dengan larutan HNO3 panas, menghasilkan hidrat TiO2
Larut dalam HF, menghasilkan larutan mengandung Ti4+ dan Ti2+
(berwarna hijau-kekuningan), serta gas H2
Pada temperatur tinggi, bereaksi dengan C, O2, N2, dan X2.
Masing-masing menghasilkan TiC, TiO2, TiN, dan TiX4.
Dengan gas H2 menghasilkan TiH2

Titanium
{
{

Bilangan oksidasi: +4 dan +3


Titanium(IV) ([Ar])
Halida:
9 TiCl4: dibentuk dari reaksi TiO2 dan Cl2. TiCl4
merupakan cairan tidak berwarna.
9 TiF4: padatan putih, bersifat higroskopis, mudah
terhidrolisis menghasilkan HF
9 TiBr4: padatan berwarna kuning,
9 TiI4: padatan berwarna merah kecoklatan
Oksida:
TiO2: mempunyai indeks refraktif ( = 2.6 (rutile), 2.55
(anatase)), digunakan sebagai bahan pembuatan cat,
kosmetik, semikonduktor, fotokatalis.

Titanium
TiO2:
Anhidrat tidak larut dalam asam
Hidrat larut dalam HF, HCl, H2SO4
Ti4+ dalam larutan mudah terhidrolisis membentuk ion
TiO2+ (titanil)
Ti(III) ([Ar]3d1
TiCl3 : sebagai katalis pada reaksi
polimerisasi alkena, sebagai reduktor.
2TiCl3 TiCl4 + TiCl2
Reduksi Ti(IV) oleh Zn [Ti(OH2)6]3+ (ungu)
[TiO]2+ (aq) + 2H+ (aq) + Ti3+ (aq) + H2O E = +0,1V

Titanium
Ti(II) ([Ar]3d1

{ Disproporsionasi termal: TiX4 + Ti 2TiX2


{ [Ti(OH2)6]2+ isoelektronik dengan [V(OH2)6]3+, memiliki
spektrum absorpsi yang mirip.

VANADIUM
Logam

Merupakan reduktor yang kuat.


Larut dalam HF, HNO3, aqua regia (HNO3: HCl = 1:3),
larutan peroksodisulfat.
Reaksi dengan O2: V2O5
Reaksi dengan halida:

VANADIUM
{

Bilangan oksidasi:

VANADIUM

(Suasana asam)

VANADIUM

VANADIUM

VANADIUM
Vanadium (V)
Senyawa: V2O5

Vanadium(V) oksida:
bersifat amfoter

VANADIUM
V(IV)
9 Reduksi V2O5 dengan SO2 menghasilkan V(IV)
9 VX4 (X =F, Cl, Br), VF6
9 VOCl2 (terdekomposisi pada 650 K: VOCl3 +
VOCl)
9 Dalam larutan: ion vanadyl, VO2+
9 Garam sulfat: VOSO4
9 Oksida: VO2 (rutiile, biru, thermochromic)
9 Senyawa kompleks: [VO(acac)2] (gambar?)

VANADIUM
V(III):
9 VX3 (X = F,Cl, Br, I)
9 V2O3 (struktur mirip dgn Ti2O3)
9 Dalam larutan:[V(H2O)6]3+
9 Senyawa alum: (NH4)V(SO4)2.12H2O

VANADIUM
V(II)
9 Reduksi: V(V) dengan Zn
9 VX2 (X = Cl, F)
9 Dalam air: [V(OH2)6]2+
9 Garam sulfat: K2V(SO4)2).6H2O
9 Oksida: VO (metallic)
9 Senyawa kompleks: [V(CN)6]4,
[V(phen)3]Cl2

VANADIUM
Oksida vanadium:
VO, V2O3, VO2, V2O5

Ion vanadate: VO43, V2O74 , V3O93 , HVO42 , H2VO4 , H3VO4

VANADIUM
Reaksi perubahan bilangan oksidasi vanadium
{ Larutkan 0.2 gr V2O5 dengan 10 mL NaOH 1 M dan kemudian gunakan
sebagai larutan sampel. Siapkan 1 mL larutan sampel untuk setiap
pengujian dibawah ini.
{ Tambahkan 2 mL HCl 10 M, kemudian larutan dididihkan selama
beberapa menit,lakukan dalam lemari asam!
{ Tambahkan 2 mL H2SO4 2,5 M, kemudian larutan dididihkan selama
beberapa menit, lakukan dalam lemari asam!. Bandingkan hasil
yang diperoleh dengan hasil pengujian sebelumnya.
{ Tambahkan 1 mL larutan NH4OH jenuh, biarkan campuran ini
beberapa saat. Kemudian, tambahkan 1 mL larutan BaCl2 1 M
{ Tambahkan tetes demi tetes larutan HCl 5 M sampai larutan
menjadi asam (tes dengan kertas lakmus). Kemudian tambahkan
tetes demi tetes larutan H2O2 10% sampai terjadi perubahan warna.
{ Tambahkan tetes demi tetes larutan H2SO4 2.5 M sampai larutan
menjadi asam, kemudian tambahkan sedikit sebuk Zn, dan panaskan
sampai tidak ada lagi perubahan warna. Pisahkan endapan dari
larutan, kemudian larutan ditambahkan kedalam 1 mL larutan
AgNO3 0,1 M.

KROMIUM
Mineral: kromite, FeO.Cr2O3

Logam
9 Larutan dalam HCl, H2SO4
9 Membentuk senyawa organologam dengan
ligan -akseptor

Kromium
Cr(V)
Senyawa-senyawa:
K2Cr2O7, NaCrO4, CrO3, CrO2F2,
CrO2Cl2,

CrO3:

dilarutkan dalam basa kuat,


menghasikan [CrO4]2 (kuning)

Dilarutkan dalam basa lemah, menghasilkan


[HCrO4]
2[HCrO4] [Cr2O7]2 + H2O

Ion [CrO4]2 : reaksi dengan H2O2 dalam suasana


asam akan membentuk kompleks [Cr(O)(O2)2]

Kromium
Aplikasi reaksi redoks: analisa kadar alkohol
3 C2H5OH

+ 2K2Cr2O7

+ 8H2SO4

3 HC2H3O2 + 2Cr2(SO4)3 +
2K2SO4 + 11H2O

Kromium
Reaksi-reaksi Cr(VI)
Pengendapan
9

CrO42 + Ba2+ BaCrO4 (endapan kuning muda)

CrO42 + Ag+ Ag2CrO4 (endapan merah kecoklatan)

9
9

CrO42 + Pb2+ PbCrO4 (endapan kuning)


PbCrO4 + 4OH CrO42 + [Pb(OH)4]2

Redoks
9

CrO42 + 3Fe2+ + 8H+ Cr3+ + 3Fe3+ + 4H2O

Cr2O72 + 14HCl 2Cr3+ + 3Cl2 + 8Cl + 7H2O

Kromium
Cr(V) dan Cr(IV)
9 Halide: CrF5, CrF4
9 Oksida: CrO2
9 Senyawa kompleks: [Cr(O2)4]3
(gambarkan bentuk molekul?)

Kromium
Cr(III)
9 CrCl3 (anhidrat, ungu kemerahan)
9 CrCl3.6H2O (hijau)
9 Dalam air:
[Cr(H2O)6]3+
9 Senyawa kompleks

2[Cr(OH)6]3 + 3H2O2
2CrO42 + 2OH + 8H2O

Kromium
Oksida

Kromium
Cr(II)
9

Cr3+ (aq) + Zn (s)

Cr(ClO4)2.6H2O, CrCl2.4H2O, CrSO4.7H2O

E Cr3+/Cr2+ = 0,41 V

Kromium
Identifikasi spesi Cr yang ada dalam larutan, hasil reaksi dibawah
ini
9 Siapkan larutan Cr(VI) 3 M (dari K2CrO4), Cr(III) 1 M (dari
Cr(NO3)3.9H2O), dan padatan K2Cr2O7.
9

Tambahkan 1 mL larutan H2SO4 2.5 M dan 1 mL larutan H2O2 10%,


kedalam 0.5 mL K2CrO4 3 M. Kemudian panaskan larutan tersebut sampai
tidak ada lagi perubahan warna.
Tambahkan 3 mL air kedalam larutan 0.4 mL K2CrO4 3 M dan tambahkan
0.1 gr H2C2O4. Kemudian panaskan campuran tersebut.
Tambahkan larutan NaOH 5M kedalam larutan Cr(III) sampai terbentuk
endapan dan kemudian tambahkan larutan NaOH berlebih sampai endapan
tsb larut. Tambahkan tetes demi tetes larutan H2O2 30 % kedalam larutan
diatas sampai larutan berubah warna menjadi warna kuning, jika perlu
panaskan campuran tersebut.
Campurkan 0.2 gr K2Cr2O7 dan 0.5 gr serbuk Zn, kemudian tambahkan
perlahan-perlahan 5 mL HCl 10 M. Diamkan reaksi tersebut beberapa saat.
Jika perlu tambahkan serbuk Zn dan larutan HCl 10 M berlebih, sampai
larutan berwarna biru.

MANGAN
Mineral:
LOGAM

MANGAN

Diagram Forst-Ebsworth

MANGAN (VII)
KMnO4 : oksidator kuat

Analisis Kualitatif:
9 standarisasi larutan KMnO4
9 Penentuan kadar :

MANGAN (VI)
Senyawa oksohalida:

K2MnO4 (hijau tua)

Besi
{
{

{
{

Mineral:oksidahidrat,Fe2O3.XH2O
LogamFe:
z teroksidasimenjadiFe(II)jikadilarutkandenganasamencer.
z TeroksidasimenjadiFe(III)jikadilarutkandenganasampekat.
Bilanganoksidasi:Fe(II),Fe(III),Fe(IV),danFe(VI)
Dalambilanganoksidasiyangtinggi,dijumpaisebagaiionokso:
[FeO4]2,[FeO4]3 ,[FeO4]4 ,[FeO3]2.
Ionferratdiperolehdarireaksiredoks:

Besi: aplikasi senyawa ferrat

Fe(III)
{

{
{

FeCl3.6H2O(kuningjingga),FeCl3(hijauatauhitam)Fe2O3(,),
Fe(OH)3,NH4Fe(SO4)2.12H2O(alum),Fe(NO3)3.9H2O,Fe2(SO4)3.5H2O
GaramFe(III)larutdalamasam([Fe(H2O)6]3+)danbasa(Fe(OH)3,
Fe(OH)6 3)
Fe(H2O)6]3+ membentukpolimer

Fe2O3 larutdalamasam(bagaimanapersamaanreaksinya?)
Oksidacampuran:Fe3O4(bahantonermesinfotocopy,taperecorder),
NiFe2O4,ZnFe2O4,MgFe2O4
Senyawasianida:K3Fe(CN)6 (diperolehdarioksidasiK4[Fe(CN)6 dengan
gasklor).
IdentifikasiFe(II)denganlarutan[Fe(CN)6]3 (TurnbullsBlue),
identifikasiFe(III)denganlarutan[Fe(CN)6]2 (PrussiansBlue)

Senyawa kompleks Fe(IIII): oktahedral


{
{

Highspin:liganair,oksalat,asetilaseton
Lowspin:etilendiamin,bipyridin,phenantrolin

Fe(II)
{
{
{

Senyawa:FeCl2.6H2O,FeSO4.7H2O,(NH4)2Fe(SO4)2.6H2O
Dalamair:[Fe(H2O)6]2+
Oksidasi[Fe(H2O)6]2+ menjadi[Fe(H2O)6]3+mudahterjadi
dibandingkanoksidasi[Fe(bipy)3]2+menjadi[Fe(bipy)3]3+

Kobalt, Co
{

KurangreaktifdibandingkanFe,terhadapO2

Bilanganoksidasiyangumum:Co(II),Co(III)
Co(III):distabilkanolehliganakseptor(organometalik),
[Co(PMe)4]+
GaramCo(III):Co(NO3)3.xH2O,Co2(SO4)3.xH2O,dalamair
membentukspesi[Co(H2O)6]3+

Co(III)
Apa arti data di bawah ini??

Nikel
{

Logam Nilarut dengan asam encer.

Bilangan oksidasi:Ni4+,Ni3+ (umumnya dapat distabilkan oleh ligan


donor),Ni2+.
Senyawa Ni0:organometalik
Ni2+:NiX2 (X=F,Cl, Br,I),Ni(NO3)2,NiCO3,NiO
NiO:oksida basa,bereaksi dengan asam sulfat membentuk NiSO4
Ni(OH)2 tidak dapat larut dengan larutan NaOH,kecuali dengan
konsentrasi larutan NaOH yangcukup pekat.Ni(OH)2 dapat larut
dengan larutan NH3 membentuk [Ni(NH3)6]2+

{
{
{
{

Senyawa kompleks Ni2+


Bilangan koordinasi:4atau 6

Tembaga
{

Logam Cutidak bereaksi dengan asam nonoksidator,


dapat bereaksi dengan H2SO4 pekat dalam keadaan panas,
dan HNO3 (encer maupun pekat).

Logam dapat larut dengan larutan NH3,membentuk


[Cu(NH3)4]2+
Senyawa oksida,CuO dan Cu2O

Tembaga
{

Bilangan oksidasi:Cu+ dan Cu2+

Disproporsionasi Cu+ menjadi Cudan Cu2+ dapat


berlangsung dengan cepat.TAPI,disproporsionasi Cu+
oleh V2+ atau Cr2+ akan berjalan lambat dalam lingkungan
bebas O2.
Cu+ stabil dalam senyawa:CuCl dan [Cu(CN)4]3
Logam Cudapat mereduksi Ag+:

{
{

Tembaga
{
{

Mineral:chalcopyrite (CuFeS2)andchalcocite (Cu2S).


Isolasi:2Cu2S+3O2 2Cu2O+2SO2
2Cu2O 4Cu+O2
Kegunaan:elektronika,paduan logam (koin,medali),obat
antijamur/antiinflamasi,dsb

Senyawa Cu2+
{

Oksida:CuO,diperoleh dari dekomposisi termal garam2


Cu2+,seperti CuCO3 Cu(NO3)2.Cubersifat
antiferomagnetik pada T<226K.Salah satu kegunaan
CuO sebagai pigmen berwarna hitam dalam industri
keramik.
Penambahan larutan NaOH pada larutan Cu2+akan
membentuk endapan Cu(OH)2,yangdapat larut dengan
asam atau basa yangpekat.
Endapan Cu(OH)2 mudah mengalami hidrolisis
membentuk CuO

Senyawa kompleks Cu2+

Senyawa Cu+

Reduksi Cu2+ oleh larutan KI:


(E Cu2+/Cu+ =0,15V,E I2/I =0,54V)