Anda di halaman 1dari 61

Aspek: Menulis

Standar Kompetensi: 12
Mengungkapkan pikiran , perasaan,
dan informasi dalam bentuk karya
ilmiah sederhana, teks pidato, surat
pembaca.
Kompetensi Dasar: 12.1
Menulis karya tulis sederhana dengan
menggunakan berbagai sumber.

Indikator
Mampu menentukan sistematika karya tulis.
Mampu menuliskan catatan pustaka dan daftar
pustaka sebagai rujukan.
Mampu menulis karya tulis sederhana dengan
menggunakan berbagai sumber.
Mampu menyunting karya tulis.

Karya Tulis
Karya tulis ilmiah biasa disebut karangan
ilmiah, yaitu karangan yang menyajikan
fakta secara sistematis serta
menggunakan metode penulisan yang
benar.

Menulis karya ilmiah harus


didasarkan pada pendapat atau teori
yang ada. Pendapat dan teori itu dapat
ditemukan di buku, jurnal, artikel, atau
internet.
Untuk menulis karya ilmiah, seseorang
harus membaca buku sumber sebanyakbanyaknya.

Syarat Tulisan Ilmiah (Tuil)


ISI berupa gagasan ilmiah
PENALARAN induktif, deduktif, induktif-deduktif
Harus jelas (ada masalah,
pengumpulan data, analisis data,
penarikan simpulan)
BAHASA BI ragam ilmiah (baku), ejaan dan
istilah, kalimat efektif, paragraf yang baik
PENGUNGKAPAN rinci, jujur, objektif, dan terbuka
FORMAT kelaziman (konvensi naskah)

Syarat-syarat Menentukan Topik/


Tema dan Judul Karya Tulis
1. Topik harus menarik
bagi orang lain.
2. Topik harus
bermanfaat bagi
orang lain.
3. Topik yang
ditentukan harus
sesuai dengan
kemampuan
keilmuan penulis.
penulis

Karya Ilmiah
dapat berupa

Artikel
sederhana

Makalah
Laporan penelitian
Skripsi
Tesis
Desertasi

Sistematika karangan ilmiah adalah


aturan meletakkan bagian-bagian
karangan ilmiah

Sistematika Karangan Ilmiah


I. Bagian Pembuka

kulit luar,
halaman judul,
halaman pengesahan ( jika ada ),
prakata ( kata pengantar ),
daftar isi,
Daftar tabel ( jika ada ),
Daftar grafik, gambar, bagan ( jika ada )
Daftar singkatan dan lambang ( jika ada )

I. Kulit luar berisi:


1.
2.
3.
4.
5.
6.

judul karangan,
keperluan penyusunan,
nama penyusun,
nama lembaga pendidikan,
nama kota tempat lembaga pendidikan,
tahun penyusunan

DAMPAK SINETRON BAGI SISWA


Disusun untuk Melengkapi Tugas Bahasa Indonesia
Sebagai Syarat Mengikuti Ujian Nasional
Oleh:
Atik Setia Rini
Nomor Induk 10126
Sekolah Menengah Pertama Negeri 1
Panekan
2009

2. Halaman Judul
ditulis sama persis dengan judul kulit
luar

3. Halaman pengesahan,

disediakan untuk mencantumkan


nama pembimbing atau orang yang
bertanggung jawab atas keaslian
karangan ilmiah yang disusun.

Disetujui oleh :
Pembimbing I,
ROSIYANI P

Pembimbing II,
KUSWARDOYO

Kepala SMP Negeri 1 Panekan,

Drs. Sumino, M.Pd

4. Halaman Kata Pengantar,

menggambarkan secara umum


maksud dan tujuan penulis menyusun
karangan ilmiahnya.

Unsur-unsur yang Ditulis


dalam Kata Pengantar :
Ucapan puji syukur kepada Tuhan,
Penjelasan latar belakang penyusunan
karangan,
informasi, bantuan dan arahan dari berbagai
pihak,
ucapan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu sehingga karangan
ilmiah dapat diselesaikan,
penyebutan nama tempat, tanggal, bulan,
tahun penulisan, dan nama penyusun.

5. Halaman Daftar isi,

memuat petunjuk urutan isi karya tulis.


Hampir seluruh unsur yang terdapat
dalam karya tulis dicantumkan secara
rinci berikut nomor halamannya.

DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantari
Daftar Isiii
Bab I Pendahuluan..
1.1 Latar Belakang Masalah..1
dst.

II. Bagian Inti atau Isi


1. bab pendahuluan,
2. bab analisis atau pembahasan,
3. Bab simpulan dan saran.

1. Bab pendahuluan,

berisi hal-hal umum sebagai landasan


dan arah kerja penyusun, dan
berfungsi mengantarkan isi naskah.

BAGIAN INTI
Bab I PENDAHULUAN
Menguraikan hal-hal (konsep) dasar yang
menyangkut permasalahan yang dibahas.
(a) latar belakang masalah,
(b) rumusan masalah,
(c) tujuan pembahasan/penelitian,
(d) metode penulisan
(e) kegunaan /manfaat
(e) asumsi,
(f) definisi istilah operasional.

a. Latar Belakang Masalah,

alasan penulis mengambil judul itu dan


manfaat praktis dari karya tulis
tersebut.

Identifikasi Masalah
a. Apakah limbah kertas bekas dapat
dimanfaatkan?
b. Bagaimana pengelolaan limbah
menjadi barang berguna?
Latar Belakang Masalah
Kertas bekas yang selama ini
dianggap limbah ternyata dapat dijadikan
benda yang bermanfaat. Pemanfaatan
limbah kertas tersebut dapat menjadi
salah satu solusi terhadap persoalan
sampah.

Paragraf pengantar
Bagian pengantar dalam suatu karya
tulis, antara lain berisi latar belakang
perlunya melakukan penelitian.
Paragraf pengantar adalah bagian karya
tulis yang menjelaskan isi karya tulis
tersebut.
Bagian ini biasanya ditandai oleh katakata, seperti perlu diadakan penelitian.

Judul karya tulis


Perpustakaan Multimedia dan Fungsinya
Paragraf pengantar
Buku-buku merupakan koleksi
perpustakaan, Perpustakaan juga dapat
ditambah dengan koleksi surat kabar, film
strip, atau rekaman vidio. Bahkan,
perpustakaan sekarang bukan hanya berisi
bahan-bahan pustaka, tetapi juga berisi
media-media lainnya yang beraneka ragam.
Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian
tentang perpustakaan dan fungsinya.

Rumusan Masalah
Penyusunan karya tulis harus diawali
dengan penentuan tema dan perumusan
masalah. Tema dan perumusan
masalahnya harus sesuai.
Rumusan masalah disusun dari tema,
yakni dengan mengubah pernyataan tema
ke dalam bentuk pertanyaan.

Tema :
Masalah kebersihan di kota.
Pernyataan.
Rumusan Masalah:
Bagaimana penanganan
masalah kebersihan di kota?
Pertanyaan.

Identifikasi Masalah
a. Apakah limbah kertas bekas dapat
dimanfaatkan?
b. Bagaimana pengelolaan limbah
menjadi barang berguna?
Rumusan masalah
Bagaimana pemanfaatan dan
pengelolaan limbah menjadi barang
yang berguna?

b. Tujuan Pembahasan ,

berisi garis besar tujuan pembahasan


dengan jelas atau gambaran hasil yang
akan dicapai.

c. Ruang Lingkup atau Pembatasan Masalah

berisi penjelasan atau pembatasan


masalah yang dibahas.

Pembatasan masalah itu harus rinci dan


dirumuskan secara tepat.

d. Anggapan Dasar dan Hipotesis,

pernyataan umum yang kebenarannya


tidak diragukan lagi.

Anggapan dasar inilah yang akan


memberikan arah kepada penulis dalam
mengerjakan penelitian.

e. Sumber data dan metode,


Sumber data perlu dicantumkan agar
pembaca mengetahui masalah yang
menjadi dasar pembahasan dan bukti
kebenaran masalah.
Metode adalah seperangkat cara atau
sistem yang diterapkan dalam menyusun
suatu karya ilmiah.

2. Bab Analisis dan Pembahasan


Menampilkan cara-cara melakukan
analisis, kegiatan analisis, sintesis,
pembahasan, interpretasi, jalan keluar, dan
beberapa pengolahan data secara tuntas.
Bagian ini dapat dibagi menjadi
beberapa bab, setiap bab dibagi-bagi lagi
menjadi anak bab.
Dengan demikian seluruh permasalahan
yang ada dibicarakan dalam bab Analisis
dan Pembahasan.

3. Bab Simpulan dan saran,

berisi gambaran umum keseluruhan


analisis dan relevansinya dengan
hipotesis yang sudah dikemukakan.

Simpulan diperoleh dari keseluruhan


uraian.

Saran penulis umumnya berkaitan


dengan metodologi penelitian
lanjutan, penerapan hasil penelitian,
dan beberapa usul yang relevan
dengan kendala atau hambatan yang
dihadapi selama penelitian.
Saran dan usul tidak menjadi syarat
mutlak dalam rangkuman hasil suatu
penelitian.

III. Bagian terakhir adalah penutup

Karangan yang diletakkan setelah bab


simpulan atau saran.
daftar pustaka,
indeks ( jika diperlukan ),
lampiran ( jika diperlukan ).

1. Daftar Pustaka
Mencantumkan kepustakaan yang
dijadikan acuan atau landasan penyusun
karangan ilmiah dan kepustakaan yang
merupakan bahan bacaan.
Daftar Pustaka tercantum di halaman
tersendiri setelah halaman simpulan.
Semua pustaka acuan yang dicantumkan
dalam daftar pustaka itu disusun menurut
abjad nama pengarang atau lembaga
yang menerbitkannya, termasuk tahun
penerbitnya.

Cara Menulis Daftar Pustaka


1. Jika nama pengarang terdiri dari dua
unsur, unsur kedua didahulukan dan
diberi tanda baca koma ( , )
Taufik Ismail
Ismail, Taufik.
Zuber Usman
Usman, Zuber.
Di belakang nama pengarang diberi
tanda titik ( . ) nama gelar tidak perlu
dicantumkan.

1. Jika nama pengarang terdiri dari tiga


unsur, unsur ketiga didahulukan dan
diberi tanda baca koma ( , ) dan
diakhiri dengan tanda baca titik ( . ).

Sutan Takdir Alisjahbana

Alisjahbana, Sutan Takdir.

Jika buku ditulis oleh dua sampai


tiga pengarang, nama-nama mereka
ditulis seluruhnya. Nama pengarang
kedua dan ketiga tidak dibalik.
Zuber Usman dan Gazali
Usman, Zuber dan Gazali.

Jika pengarangnya lebih dari tiga


orang, cukup ditulis pengarang
pertama lalu diakhiri et, al atau dkk.
Akhadiah, Sabarti, dkk.
Alwi, Hasan, dkk.

2. Tahun penerbitan buku. Tahun


terbitan yang ditulis adalah tahun
buku itu terbit. Jika buku itu dicetak
beberapa kali, kita harus
mencantumkan tahun cetakan yang
terakhir dari buku itu, diakhiri tanda
titik ( . )
Contoh :
2000.

3. Judul buku ditulis dengan huruf


cetak miring atau digarisbawahi.
Setiap awal kata pada judul ditulis
dengan huruf kapital, kecuali kata
depan dan kata sambung. Jika terdapat
anak judul , setelah judul utama diberi
tanda titik dua ( : ) lalu diikuti anak
judul dan diakhiri tanda titik ( . ).
Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

4. Kota tempat penerbitan. Kota


yang dicantumkan adalah nama
kota tempat penerbit itu berada
dan diakhiri tanda titik dua ( : ).
Contoh :
Jakarta:

5. Nama penerbit. Nama penerbit


yang dicantumkan adalah nama
penerbit buku itu dan diakhiri
tanda titik ( . ).
Contoh :
PT Dian Rakyat.

Perhatikan penulisan daftar pustaka berikut!


Perhatikan juga tanda baca yang digunakan
di setiap bagiannya!
Alisjahbana, Sutan Takdir. 1986. Kebangkitan
Puisi Baru Indonesia. Jakarta: PT Dian Rakyat.
atau
Alisjahbana, Sutan Takdir. 1986. Kebangkitan
Puisi Baru Indonesia. Jakarta: PT Dian Rakyat.

Sumber lain seperti artikel, makalah, atau internet


dapat pula digunakan.
Judul sumber-sumber itu ditulis dengan diawali
dan diakhiri tanda petik dua.
Khusus sumber internet, harus dicantumkan
alamat website-nya serta tanggal
pengaksesannya.
Contoh:
Sudaryanto. 2002. Kreativitas Guru dalam
Pembelajaran Sastra.
http://www.kompas.com, diakses tanggal
25 Agustus 2006.

Catatan penting
Buku sumber yang dicantumkan dalam daftar
pustaka diketik dengan spasi tunggal (rapat).
Jarak antarbuku sumber diberi jarak dua spasi
(atau spasi ganda).
Baris pertama ditulis mulai batas margin kiri
sampai batas margin kanan.
Baris kedua dan seterusnya ditulis menjorok
sekitar 3-4 ketukan dari batas margin kiri.
Margin kanan dibuat rata dengan ketikan di
atasnya.

Soal: Daftar Pustaka


1. Perhatikan identitas buku berikut ini!
Judul
: Teknik Wartawan Menulis Berita di
Surat Kabar dan Majalah.
Penulis
: Widodo
Tahun terbit : 1997
Penerbit
: Indah
Kota penerbit : Surabaya
Penulisan daftar pustaka tersebut adalah .

a. Widodo, 1997. Teknik Menulis Berita di Surat


Kabar dan Majalah. Surabaya: Indah.
b. Surabaya, Indah. Widodo, 1997, Teknik Menulis
Berita di Surat Kabar dan Majalah .
c. Widodo. 1997. Teknik Menulis Berita di Surat
Kabar dan Majalah. Surabaya: Indah.
d. Widodo.1997. Surabaya. Indah. Teknik Menulis
Berita di Surat Kabar dan Majalah .

2.

(1) Moeliono, Anton. 1984. Santun Bahasa. Jakarta:


Gramedia.
(2) Shadily, Hasan. 1992. Ensiklopedi Indonesia.
Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hove.
(3) Alwi, Hasan. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
(4) Zaidan, Abdul Rozak. 1996. Kamus Istilah
Sastra. Jakarta: Balai Pustaka.
Jika daftar rujukan di atas ditulis dalam daftar
pustaka sebuah karya ilmiah, urutan penulisan
yang benar adalah.

3. Data buku
Penulis
Tahun Terbit
Judul buku
Penerbit

: Rachmat Djoko Pradopo


: 1987
: Pengkajian Puisi
: Gajahmada University Press
Yogyakarta

Penulisan daftar pustaka berikut yang sesuai dengan


kaidah adalah .

a. Rachmat, Djoko Pradopo. 1987. Pengkajian Puisi.


Yogyakarta: Gajahmada University Press.
b. Pradopo, Rachmat Djoko. 1987. Pengkajian Puisi.
Yogyakarta: Gajahmada University Press.
c. Djoko, Rachmat Pradopo. 1987. Pengkajian puisi.
Yogyakarta: Gajahmada University Press.
d. Rachmat, Djoko Pradopo, 1987. Pengkajian Puisi.
Yogyakarta: Gajahmada University Press.

Buku sumber
Kosasih, E dan Restuti. Mandiri Bahasa
Indonesia untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Erlangga.
Halaman 20 s.d. 21
Kosasih, E. 2007. Fokus Bahasa Indonesia untuk SMP.
Jakarta: Erlangga.
Halaman 114, 115, 116, 147, 163
Tim Abdi Guru.2008.Seribu PenaBahasa
Indonesia untuk SMP Kelas VII. Jakarta:
Erlangga.
Halaman 42 s.d. 43
Tim Edukatif. 2009. Tops Siap U N Bahasa Indonesia
untuk SMP. Jakarta: Erlangga.
Halaman 9, 10, 21, 32, 33, 45, 51, 52, dan 53.

Soal:
4. Rumusan masalah berikut yang dapat
digunakan dalam karya tulis ilmiah adalah .
a. Apakah belajar dan kelulusan memiliki
hubungan yang berarti?
b. Bagaimana kiat bergaul agar dapat diterima
oleh semua pihak?.
c. Pentingkah seseorang bergaul dengan
sesama teman sebaya?
d. Apakah yang dimaksud dengan belajar dan
pentingkah belajar?

5. Tema: Pramuka sebagai Sarana Pembentuk


Kedisiplinan
Latar belakang yang sesuai dengan tema karya
tulis adalah .

a.Kedisiplinan seseorang tidak datang begitu saja.


Kedisiplinan hendaknya dibentuk dan dilatihkan.
Pramuka merupakan salah satu kegiatan yang dapat
digunakan untuk membentuk kedisiplinan. Misalnya,
latihan baris-berbaris, ketepatan waktu mengumpulkan
tugas, dan melaksanakan kegiatan, dan lain-lain..
b.Disiplin adalah hal yang penting dalam baris berbaris.
Tanpa disiplin, kegiatan baris-berbaris tidak berjalan
secara sempurna. Kegiatan baris-berbaris merupakan
kegiatan terpenting dalam pramuka.
c.Mendirikan tenda, baris-berbaris, mencari jejak
merupakan macam-macam kegiatan pramuka. Kegiatan
ini sangat disukai oleh siswa. Melalui kegiatan ini, siswa
juga dapat mengenal lingkungan dan memahami arti
disiplin.

6. Tema karya tulis: Optimalisasi Sanksi


dalam Peningkatan Kedisiplinan Siswa
Tujuan karya tulis berdasarkan tema
tersebut adalah.

a.Untuk memahami makna sanksi disiplin bagi


siswa.
b.Untuk mencari cara meningkatkan kedisiplinan
siswa.
c.Untuk mengidentifikasi pengaruh sanksi dalam
meningkatkan kedisiplinan siswa..
d.Untuk menjelaskan cara-cara memberikan
sanksi agar meningkatkan kedisiplinan siswa.

7.

Rumusan karya tulis berikut yang kurang baik adalah:

.
a.Bagaimanakah pengaruh pemberian pembelajaran
tambahan bagi siswa?
b.Berapa persenkah pengaruh pemberian pembelajaran
tambahan dalam peningkatan prestasi siswa?
c.Adakah hubungan yang berarti antara pemberian
pembelajaran tambahan dengan prestasi siswa?
d.Apakah pemberian pembelajaran tambahan
bermanfaat bagi prestasi siswa?.

Sekian Dulu
TERIMA KASIH